Lompat ke isi

Struktur aljabar: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28740625; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[matematika]], lebih spesifiknya dalam [[aljabar abstrak]] dan [[aljabar semesta]], sebuah '''struktur aljabar''' terdiri dari sebuah [[Himpunan (matematika)|himpunan]] ''A'', sekumpulan [[operasi (matematika)|operasi]] pada ''A'' dengan [[aritas]] terhingga (biasanya [[operasi biner]]), dan sebuah himpunan terhingga yang terdiri atas [[identitas (matematika)|identitas-identitas]], disebut sebagai [[aksioma]], yang harus dipenuhi oleh operasi tersebut. Sebagian struktur aljabar juga melibatkan himpunan lain (yang disebut '''himpunan skalar''').
Dalam [[matematika]], lebih spesifiknya dalam [[aljabar abstrak]] dan [[aljabar semesta]], sebuah '''struktur aljabar''' terdiri dari sebuah [[Himpunan (matematika)|himpunan]] ''A'', sekumpulan [[operasi (matematika)|operasi]] pada ''A'' dengan [[aritas]] terhingga (biasanya [[operasi biner]]), dan sebuah himpunan terhingga yang terdiri atas [[identitas (matematika)|identitas-identitas]], disebut sebagai [[aksioma]], yang harus dipenuhi oleh operasi tersebut. Sebagian struktur aljabar juga melibatkan himpunan lain (yang disebut '''himpunan skalar''').


Dalam konteks [[aljabar universal]], himpunan ''A'' dengan [[Struktur (logika matematika)|struktur]] seperti ini disebut sebuah ''aljabar'', sementara, dalam konteks lain, itu (secara ambigu) disebut ''struktur aljabar'', karena istilah ''aljabar'' digunakan untuk struktur aljabar spesifik yang merupakan [[ruang vektor]] di atas sebuah [[medan (matematika)|medan]] atau [[modul (teori gelanggang)|modul]] di atas sebuah [[gelanggang komutatif]].
Dalam konteks [[aljabar universal]], himpunan ''A'' dengan [[Struktur (logika matematika)|struktur]] seperti ini disebut sebuah ''aljabar'',<ref>P.M. Cohn. (1981) ''Universal Algebra'', Springer, p. 41.</ref> sementara, dalam konteks lain, itu (secara ambigu) disebut ''struktur aljabar'', karena istilah ''aljabar'' digunakan untuk struktur aljabar spesifik yang merupakan [[ruang vektor]] di atas sebuah [[medan (matematika)|medan]] atau [[modul (teori gelanggang)|modul]] di atas sebuah [[gelanggang komutatif]].


Contoh struktur aljabar dengan satu himpunan adalah [[grup (matematika)|grup]], [[gelanggang (matematika)|gelanggang]], [[medan (matematika)|medan]], dan [[Kekisi (tatanan)|kekisi]]. Contoh struktur aljabar dengan dua himpunan di antaranya adalah [[ruang vektor]], [[Modul (matematika)|modul]], dan [[Aljabar (teori gelanggang)|aljabar]].
Contoh struktur aljabar dengan satu himpunan adalah [[grup (matematika)|grup]], [[gelanggang (matematika)|gelanggang]], [[medan (matematika)|medan]], dan [[Kekisi (tatanan)|kekisi]]. Contoh struktur aljabar dengan dua himpunan di antaranya adalah [[ruang vektor]], [[Modul (matematika)|modul]], dan [[Aljabar (teori gelanggang)|aljabar]].
Baris 8: Baris 8:


== Pengantar ==
== Pengantar ==
Penjumlahan dan perkalian pada bilangan adalah contoh operasi prototipikal yang menggabungkan dua elemen himpunan untuk menghasilkan elemen ketiga dari himpunan. Operasi ini mematuhi beberapa hukum aljabar. Sebagai contoh,  dan  sebagai ''hukum asosiatif''. Juga  dan  sebagai ''hukum komutatif''. Banyak sistem yang dipelajari oleh matematikawan memiliki operasi yang mematuhi beberapa, tetapi tidak harus semua, hukum aritmetika biasa. Misalnya, rotasi suatu objek dalam ruang tiga dimensi dapat digabungkan dengan, contohnya, melakukan rotasi pertama pada objek dan kemudian menerapkan rotasi kedua di atasnya dalam orientasi baru yang dibuat oleh rotasi sebelumnya. Rotasi sebagai operasi mematuhi hukum asosiatif, tetapi dapat gagal memenuhi hukum komutatif.
Penjumlahan dan perkalian pada bilangan adalah contoh operasi prototipikal yang menggabungkan dua elemen himpunan untuk menghasilkan elemen ketiga dari himpunan. Operasi ini mematuhi beberapa hukum aljabar. Sebagai contoh,  dan  sebagai ''hukum asosiatif''. Juga  dan  sebagai ''hukum komutatif''. Banyak sistem yang dipelajari oleh matematikawan memiliki operasi yang mematuhi beberapa, tetapi tidak harus semua, hukum aritmetika biasa. Misalnya, rotasi suatu objek dalam ruang tiga dimensi dapat digabungkan dengan, contohnya, melakukan rotasi pertama pada objek dan kemudian menerapkan rotasi kedua di atasnya dalam orientasi baru yang dibuat oleh rotasi sebelumnya. Rotasi sebagai operasi mematuhi hukum asosiatif, tetapi dapat gagal memenuhi hukum komutatif.


Baris 32: Baris 31:
* [[Grup Abelian]]: grup di mana operasi binernya adalah [[komutatif]].
* [[Grup Abelian]]: grup di mana operasi binernya adalah [[komutatif]].
* [[Semikisi]]: semigrup di mana operasi [[idempotensi|idempoten]] dan komutatif. Operasi biner dapat disebut [[bertemu (matematika)|bertemu]] atau [[bergabung (matematika)|bergabung]].
* [[Semikisi]]: semigrup di mana operasi [[idempotensi|idempoten]] dan komutatif. Operasi biner dapat disebut [[bertemu (matematika)|bertemu]] atau [[bergabung (matematika)|bergabung]].
* [[Grup semu]]: magma yang menggunakan sifat persegi Latin. Grup semu dapat direpresentasikan menggunakan tiga operasi biner.
* [[Grup semu]]: magma yang menggunakan sifat persegi Latin. Grup semu dapat direpresentasikan menggunakan tiga operasi biner.<ref>Jonathan D. H. Smith. [https://books.google.com/books?id=NfWlUZSOwSkC&q=quasigroups An Introduction to Quasigroups and Their Representations]. Chapman & Hall. 15 November 2006. ISBN 9781420010633.</ref>


* [[Loop (matematika)|Loop]]: grup semu dengan [[Elemen identitas|identitas]].
* [[Loop (matematika)|Loop]]: grup semu dengan [[Elemen identitas|identitas]].
Baris 48: Baris 47:
* [[aljabar-*]]: gelanggang dengan operasi uner tambahan (*) yang menggunakan sifat tambahan.
* [[aljabar-*]]: gelanggang dengan operasi uner tambahan (*) yang menggunakan sifat tambahan.


'''Struktur kisi''': '''dua''' atau lebih operasi biner, termasuk operasi yang disebut [[bertemu dan bergabung]], dihubungkan dengan [[hukum absorpsi]].
'''Struktur kisi''': '''dua''' atau lebih operasi biner, termasuk operasi yang disebut [[bertemu dan bergabung]], dihubungkan dengan [[hukum absorpsi]].<ref>Gelanggangoid dan kisi dapat dibedakan dengan jelas meskipun keduanya memiliki dua operasi biner yang menentukan. Dalam kasus ringoids, dua operasi dihubungkan oleh hukum distributif; dalam kasus kisi, mereka dihubungkan oleh hukum absorpsi. Ringoid juga cenderung memiliki model numerik, sedangkan kisi cenderung memiliki model teori himpunan.</ref>


* [[Kisi kompleks]]: kisi di mana [[bertemu dan bergabung]] arbitrer ada.
* [[Kisi kompleks]]: kisi di mana [[bertemu dan bergabung]] arbitrer ada.
Baris 90: Baris 89:


== Struktur hibrida ==
== Struktur hibrida ==
Struktur aljabar juga dapat hidup berdampingan dengan struktur tambahan yang bersifat non-aljabar, seperti [[Himpunan berurutan sebagian#Definisi formal|Urutan sebagian]] atau [[topologi]]. Struktur tambahan harus sesuai, dalam arti tertentu, dengan struktur aljabar.
Struktur aljabar juga dapat hidup berdampingan dengan struktur tambahan yang bersifat non-aljabar, seperti [[Himpunan berurutan sebagian#Definisi formal|Urutan sebagian]] atau [[topologi]]. Struktur tambahan harus sesuai, dalam arti tertentu, dengan struktur aljabar.


Baris 104: Baris 102:


== Teori kategori ==
== Teori kategori ==
[[Teori kategori]] adalah alat lain untuk mempelajari struktur aljabar (lihat, misalnya, Mac Lane 1998). Kategori adalah kumpulan objek ''yang terkait dengan morfisme.'' Setiap struktur aljabar memiliki pengertiannya sendiri tentang [[homomorfisme]], yaitu setiap [[fungsi (matematika)|fungsi]] yang kompatibel dengan operasi yang mendefinisikan struktur tersebut. Dengan cara ini, setiap struktur aljabar memunculkan [[kategori (matematika)|kategori]]. Misalnya, [[kategori grup]] memiliki semua [[Grup (matematika)|grup]] sebagai objek dan semua [[homomorfisme grup]] sebagai morfisme. [[Kategori konkret]] ini dapat dilihat sebagai [[kategori himpunan]] dengan struktur teori kategori yang ditambahkan. Demikian juga, kategori [[grup topologi]] (yang morfismenya merupakan homomorfisme grup kontinu) adalah [[kategori ruang topologi]] dengan struktur ekstra. Sebuah [[fungsi pelupa]] antara kategori struktur aljabar "melupakan" sebagian dari struktur.
[[Teori kategori]] adalah alat lain untuk mempelajari struktur aljabar (lihat, misalnya, Mac Lane 1998). Kategori adalah kumpulan objek ''yang terkait dengan morfisme.'' Setiap struktur aljabar memiliki pengertiannya sendiri tentang [[homomorfisme]], yaitu setiap [[fungsi (matematika)|fungsi]] yang kompatibel dengan operasi yang mendefinisikan struktur tersebut. Dengan cara ini, setiap struktur aljabar memunculkan [[kategori (matematika)|kategori]]. Misalnya, [[kategori grup]] memiliki semua [[Grup (matematika)|grup]] sebagai objek dan semua [[homomorfisme grup]] sebagai morfisme. [[Kategori konkret]] ini dapat dilihat sebagai [[kategori himpunan]] dengan struktur teori kategori yang ditambahkan. Demikian juga, kategori [[grup topologi]] (yang morfismenya merupakan homomorfisme grup kontinu) adalah [[kategori ruang topologi]] dengan struktur ekstra. Sebuah [[fungsi pelupa]] antara kategori struktur aljabar "melupakan" sebagian dari struktur.


Baris 117: Baris 114:


== Arti berbeda dari "struktur" ==
== Arti berbeda dari "struktur" ==
Dalam sedikit [[penyalahgunaan notasi]], kata "struktur" juga dapat merujuk pada operasi pada struktur, bukan pada himpunan dasarnya itu sendiri. Misalnya, kalimat, "Kami telah menetapkan ''struktur'' gelanggang pada himpunan <math> A </math>," berarti kita telah mendefinisikan [[gelanggang (matematika)|gelanggang]] ''operasi'' pada himpunan <math> A </math>. Untuk contoh lain, grup <math>(\mathbb Z, +)</math> bisa dilihat sebagai satu himpunan <math>\mathbb Z</math> yang dilengkapi dengan ''struktur aljabar'', yaitu ''operasi'' <math>+</math>.
Dalam sedikit [[penyalahgunaan notasi]], kata "struktur" juga dapat merujuk pada operasi pada struktur, bukan pada himpunan dasarnya itu sendiri. Misalnya, kalimat, "Kami telah menetapkan ''struktur'' gelanggang pada himpunan <math> A </math>," berarti kita telah mendefinisikan [[gelanggang (matematika)|gelanggang]] ''operasi'' pada himpunan <math> A </math>. Untuk contoh lain, grup <math>(\mathbb Z, +)</math> bisa dilihat sebagai satu himpunan <math>\mathbb Z</math> yang dilengkapi dengan ''struktur aljabar'', yaitu ''operasi'' <math>+</math>.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Objek bebas]]
* [[Objek bebas]]
* [[Daftar struktur aljabar]]
* [[Daftar struktur aljabar]]
Baris 128: Baris 123:
* [[Signature (logika)]]
* [[Signature (logika)]]
* [[Struktur (logika matematika)]]
* [[Struktur (logika matematika)]]
== Catatan kaki ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 137: Baris 129:
* [[Stanford Encyclopedia of Philosophy]]: [http://plato.stanford.edu/entries/algebra/ Algebra] oleh [[Vaughan Pratt]].
* [[Stanford Encyclopedia of Philosophy]]: [http://plato.stanford.edu/entries/algebra/ Algebra] oleh [[Vaughan Pratt]].


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+aljabar&oldid=28740625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28740625 (2025-12-26T03:07:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur+aljabar&oldid=28740625 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28740625 (2025-12-26T03:07:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.09

Dalam matematika, lebih spesifiknya dalam aljabar abstrak dan aljabar semesta, sebuah struktur aljabar terdiri dari sebuah himpunan A, sekumpulan operasi pada A dengan aritas terhingga (biasanya operasi biner), dan sebuah himpunan terhingga yang terdiri atas identitas-identitas, disebut sebagai aksioma, yang harus dipenuhi oleh operasi tersebut. Sebagian struktur aljabar juga melibatkan himpunan lain (yang disebut himpunan skalar).

Dalam konteks aljabar universal, himpunan A dengan struktur seperti ini disebut sebuah aljabar,[1] sementara, dalam konteks lain, itu (secara ambigu) disebut struktur aljabar, karena istilah aljabar digunakan untuk struktur aljabar spesifik yang merupakan ruang vektor di atas sebuah medan atau modul di atas sebuah gelanggang komutatif.

Contoh struktur aljabar dengan satu himpunan adalah grup, gelanggang, medan, dan kekisi. Contoh struktur aljabar dengan dua himpunan di antaranya adalah ruang vektor, modul, dan aljabar.

Sifat dari suatu struktur aljabar dipelajari di aljabar abstrak. Teori umum mengenai aljabar abstrak telah diformalkan dalam aljabar universal. Bahasa teori kategori digunakan untuk menggambarkan dan mempelajari hubungan antara jenis objek aljabar dan non-aljabar yang berbeda. Ini karena terkadang bisa ditemukan hubungan yang kuat antara beberapa jenis objek, meskipun kelihatannya berbeda. Contohnya, teori Galois menetapkan hubungan antara medan dan grup tertentu: dua struktur aljabar yang berbeda.

Pengantar

Penjumlahan dan perkalian pada bilangan adalah contoh operasi prototipikal yang menggabungkan dua elemen himpunan untuk menghasilkan elemen ketiga dari himpunan. Operasi ini mematuhi beberapa hukum aljabar. Sebagai contoh, dan sebagai hukum asosiatif. Juga dan sebagai hukum komutatif. Banyak sistem yang dipelajari oleh matematikawan memiliki operasi yang mematuhi beberapa, tetapi tidak harus semua, hukum aritmetika biasa. Misalnya, rotasi suatu objek dalam ruang tiga dimensi dapat digabungkan dengan, contohnya, melakukan rotasi pertama pada objek dan kemudian menerapkan rotasi kedua di atasnya dalam orientasi baru yang dibuat oleh rotasi sebelumnya. Rotasi sebagai operasi mematuhi hukum asosiatif, tetapi dapat gagal memenuhi hukum komutatif.

Matematikawan memberi nama pada himpunan dengan satu atau lebih operasi yang mematuhi kumpulan hukum tertentu, dan mempelajarinya secara abstrak sebagai struktur aljabar. Jika soal baru dapat ditunjukkan mengikuti hukum salah satu struktur aljabar ini, semua pekerjaan yang telah dilakukan pada kategori itu di masa lalu dapat diterapkan ke soal baru.

Secara umum penuh, struktur aljabar mungkin melibatkan sejumlah himpunan dan operasi sembarang yang dapat menggabungkan lebih dari dua elemen (aritasnya lebih dari dua), tetapi artikel ini berfokus pada operasi biner. Contoh di sini sama sekali bukan daftar lengkap, tetapi dimaksudkan sebagai daftar perwakilan dan mencakup struktur yang paling umum. Daftar struktur aljabar yang lebih panjang dapat ditemukan di tautan luar dan di dalam Kategori:Struktur aljabar. Struktur terdaftar dalam urutan perkiraan untuk meningkatkan kompleksitas.

Contoh

Satu himpunan dengan operasi

Struktur sederhana: yang bukan termasuk operasi biner:

  • Himpunan: struktur aljabar H tidak memiliki operasi.
  • Himpunan lonjong: H memiliki satu atau lebih elemen yang dapat dibedakan, sering kali 0, 1, atau keduanya.
  • Sistem uner: H dan satu operasi uner di atas H.
  • : sistem uner dengan H himpunan lonjong.

Struktur dengan grup: satu operasi biner. Operasi biner dapat ditunjukkan dengan simbol apa saja, atau tanpa simbol (penjajaran) untuk perkalian bilangan riil biasa.

Struktur dengan gelanggang atau Gelanggangoid: dua operasi biner, disebut penjumlahan dan perkalian, dengan perkalian distribusi di atas penjumlahan.

  • Semigelanggang: gelanggangoid sedemikian rupa S adalah monoid di bawah setiap operasi. Penjumlahan biasanya diasumsikan komutatif dan asosiatif, dan produk monoid diasumsikan terdistribusi selama penjumlahan di kedua sisi, dan identitas aditif 0 adalah elemen penyerap dalam arti bahwa 0x = 0 untuk semua x.
  • Gelanggang dekat: sebuah semigelanggang di mana monoid aditifnya adalah grup (non-abelian).
  • Gelanggang: sebuah semigelanggang di mana monoid aditifnya merupakan grup abelian.
  • Gelanggang Lie: gelanggangoid di mana monoid aditifnya merupakan grup abelian, tetapi operasi perkaliannya menggunakan identitas Jacobi dari asosiatif.
  • Gelanggang komutatif: gelanggang di mana operasi perkalian bersifat komutatif.
  • Gelanggang Boolean: gelanggang komutatif dengan operasi perkalian idempoten.
  • Medan: gelanggang komutatif yang menggunakan pembalikan perkalian untuk setiap elemen bukan nol.
  • Aljabar Kleene: semigelanggang dengan penambahan idempoten dan operasi uner, Bintang Kleene, menggunakan sifat tambahan.
  • aljabar-*: gelanggang dengan operasi uner tambahan (*) yang menggunakan sifat tambahan.

Struktur kisi: dua atau lebih operasi biner, termasuk operasi yang disebut bertemu dan bergabung, dihubungkan dengan hukum absorpsi.[3]

  • Kisi kompleks: kisi di mana bertemu dan bergabung arbitrer ada.
  • Kisi berbatas: kisi dengan elemen terbesar dan elemen terkecil.
  • Kisi komplementer: kisi berbatas dengan operasi unary, komplementasi, dilambangkan dengan postfiks . Gabungan elemen dengan komplemennya adalah elemen terbesar, dan pertemuan kedua elemen adalah elemen terkecil.
  • Kisi modular: kisi di mana elemennya menggunakan identitas modular tambahan.
  • Kisi distributif: kisi di mana bertemu dan bergabung mendistribusikan di atas yang lain. Kisi distributif bersifat modular, tetapi kebalikannya tidak berlaku.
  • Aljabar Boolean: kisi distributif yang dilengkapi. Salah satu dari bertemu atau bergabung dapat didefinisikan dalam istilah yang lain. Diperlihatkan setara dengan struktur gelanggang dengan nama yang sama di atas.
  • Aljabar Heyting: kisi distributif berbatas dengan operasi biner tambahan, kompleks semu relatif, dilambangkan dengan infiks →, dan diatur oleh aksiomax → x = 1, x (x → y) = x y, y (x → y) = y, x → (y z) = (x → y) (x → z).

Aritmetika: dua operasi biner, penjumlahan dan perkalian. S adalah himpunan tak hingga. Aritmetika adalah sistem uner, di mana operasi uner adalah injeksi penerus, dan dengan elemen yang dibedakan 0.

  • Aritmetika Robinson. Penjumlahan dan perkalian adalah secara rekursif ditentukan dengan menggunakan penerus. 0 adalah elemen identitas untuk penjumlahan, dan memusnahkan perkalian. Aritmetika Robinson sebagai kedekatannya dengan aritmetika Peano.
  • Aritmetika Peano. Aritmetika Robinson dengan skema aksioma dari induksi. Kebanyakan aksioma gelanggang dan medan yang mengacu pada sifat penjumlahan dan perkalian adalah teorema aritmetika Peano atau ekstensi yang tepat daripadanya.

Dua himpunan dengan operasi

Struktuk-Modul: sistem komposit yang melibatkan dua himpunan dan menggunakan setidaknya dua operasi biner.

  • Grup dengan operasi: grup G dengan himpunan Ω dan operasi biner Ω × GG menggunakan aksioma tertentu.
  • Modul: grup abelian M dan gelanggang R sebagai operator pada M. Anggota R kadang-kadang disebut skalar, dan operasi biner dari perkalian skalar adalah fungsi R × MM, menggunakan beberapa aksioma. Menghitung operasi gelanggang, sistem tersebut memiliki setidaknya tiga operasi.
  • Ruang vektor: modul di mana gelanggang R adalah gelanggang pembagian atau bidang.
  • Ruang kuadrat: ruang vektor V di atas bidang F dengan bentuk kuadrat di V yang mengambil nilai dalam F.

Struktur-Aljabar: sistem komposit yang ditentukan dalam dua himpunan, gelanggang R dan modul-R dengan M operasi yang disebut perkalian. Sebagai sistem dengan lima operasi biner: dua operasi pada R, dari dua M dan satu yang melibatkan R dan M.

Empat atau lebih operasi biner:

Struktur hibrida

Struktur aljabar juga dapat hidup berdampingan dengan struktur tambahan yang bersifat non-aljabar, seperti Urutan sebagian atau topologi. Struktur tambahan harus sesuai, dalam arti tertentu, dengan struktur aljabar.

Teori kategori

Teori kategori adalah alat lain untuk mempelajari struktur aljabar (lihat, misalnya, Mac Lane 1998). Kategori adalah kumpulan objek yang terkait dengan morfisme. Setiap struktur aljabar memiliki pengertiannya sendiri tentang homomorfisme, yaitu setiap fungsi yang kompatibel dengan operasi yang mendefinisikan struktur tersebut. Dengan cara ini, setiap struktur aljabar memunculkan kategori. Misalnya, kategori grup memiliki semua grup sebagai objek dan semua homomorfisme grup sebagai morfisme. Kategori konkret ini dapat dilihat sebagai kategori himpunan dengan struktur teori kategori yang ditambahkan. Demikian juga, kategori grup topologi (yang morfismenya merupakan homomorfisme grup kontinu) adalah kategori ruang topologi dengan struktur ekstra. Sebuah fungsi pelupa antara kategori struktur aljabar "melupakan" sebagian dari struktur.

Ada berbagai konsep dalam teori kategori yang mencoba menangkap karakter aljabar dari suatu konteks, misalnya

Arti berbeda dari "struktur"

Dalam sedikit penyalahgunaan notasi, kata "struktur" juga dapat merujuk pada operasi pada struktur, bukan pada himpunan dasarnya itu sendiri. Misalnya, kalimat, "Kami telah menetapkan struktur gelanggang pada himpunan A," berarti kita telah mendefinisikan gelanggang operasi pada himpunan A. Untuk contoh lain, grup (,+) bisa dilihat sebagai satu himpunan yang dilengkapi dengan struktur aljabar, yaitu operasi +.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. P.M. Cohn. (1981) Universal Algebra, Springer, p. 41.
  2. Jonathan D. H. Smith. An Introduction to Quasigroups and Their Representations. Chapman & Hall. 15 November 2006. ISBN 9781420010633.
  3. Gelanggangoid dan kisi dapat dibedakan dengan jelas meskipun keduanya memiliki dua operasi biner yang menentukan. Dalam kasus ringoids, dua operasi dihubungkan oleh hukum distributif; dalam kasus kisi, mereka dihubungkan oleh hukum absorpsi. Ringoid juga cenderung memiliki model numerik, sedangkan kisi cenderung memiliki model teori himpunan.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28740625 (2025-12-26T03:07:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.