Termodinamika kuantum: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29587834; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Termodinamika kuantum''' adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara dua teori fisika, yaitu [[termodinamika]] dan [[mekanika kuantum]]. Dua teori tersebut mempelajari tentang fenomena cahaya dan materi. Pada tahun 1905, [[Albert Einstein]] berargumen bahwa diperlukan adanya konsistensi antara termodinamika dan [[elektromagnetisme]] yang akhirnya menyimpulkan bahwa cahaya dapat diukur, yang melahirkan persamaan <math display="inline">E= h \nu </math>. Artikel ilmiah tersebut merupakan awal dari teori [[kuantum]]. Pada beberapa dekade selanjutnya, teori kuantum menjadi ditetapkan menjadi seperangkat hukum independen. Saat ini, termodinamika kuantum menyampaikan kemunculan hukum termodinamika dari mekanika kuantum. Ilmu ini berbeda dengan [[mekanika statistika kuantum]] dengan penekanan pada proses dinamika dari seteimbangan. Sebagai tambahan, terdapat misi pencarian teori yang relevan sebagai sebuah sistem kuantum individual. | [[File:Carnot_heat_engine_2.svg|thumb|right|280px|Carnot heat engine 2]] | ||
'''Termodinamika kuantum'''<ref>Sebastian Deffner. [https://iopscience.iop.org/book/978-1-64327-658-8 Quantum Thermodynamics: An introduction to the thermodynamics of quantum information]. Morgan & Claypool Publishers. 2019. doi:10.1088/2053-2571/ab21c6.</ref><ref>[https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-319-99046-0 Thermodynamics in the Quantum Regime]. doi:10.1007/978-3-319-99046-0. ISBN 978-3-319-99046-0.</ref> adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara dua teori fisika, yaitu [[termodinamika]] dan [[mekanika kuantum]]. Dua teori tersebut mempelajari tentang fenomena cahaya dan materi. Pada tahun 1905, [[Albert Einstein]] berargumen bahwa diperlukan adanya konsistensi antara termodinamika dan [[elektromagnetisme]]<ref>A. Einstein. ''Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt''. ''Annalen der Physik''. 1905. Vol. 322 (6). hlm. 132–148. doi:10.1002/andp.19053220607.</ref> yang akhirnya menyimpulkan bahwa cahaya dapat diukur, yang melahirkan persamaan <math display="inline">E= h \nu </math>. Artikel ilmiah tersebut merupakan awal dari teori [[kuantum]]. Pada beberapa dekade selanjutnya, teori kuantum menjadi ditetapkan menjadi seperangkat hukum independen.<ref>John von Neumann. [https://books.google.co.id/books/about/Mathematical_Foundations_of_Quantum_Mech.html?id=JLyCo3RO4qUC&redir_esc=y Mathematical Foundations of Quantum Mechanics]. Princeton University Press. 1955. ISBN 978-0-691-02893-4.</ref> Saat ini, termodinamika kuantum menyampaikan kemunculan hukum termodinamika dari mekanika kuantum. Ilmu ini berbeda dengan [[mekanika statistika kuantum]] dengan penekanan pada proses dinamika dari seteimbangan. Sebagai tambahan, terdapat misi pencarian teori yang relevan sebagai sebuah sistem kuantum individual. | |||
== Pandangan dinamis == | == Pandangan dinamis == | ||
Terdapat koneksi antara termodinamika kuantum dan teori [[sistem kuantum terbuka]].<ref>Ronnie Kosloff. ''Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint''. ''Entropy''. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.</ref> Mekanika kuantum memasukkan dinamika ke termodinamika, memberinya pondasi yang kuat ke termodinamika waktu hingga. Asumsi utamanya adalah seluruh dunia adalah sistem tertutup yang besar. Maka, evolusi waktu diatur oleh transformasi kesatuan yang diciptakan oleh [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|Hamiltonian]]. Untuk skenario sistem bak gabungan, Hamiltonian global dapat diuraikan menjadi: | |||
Terdapat koneksi antara termodinamika kuantum dan teori [[sistem kuantum terbuka]]. Mekanika kuantum memasukkan dinamika ke termodinamika, memberinya pondasi yang kuat ke termodinamika waktu hingga. Asumsi utamanya adalah seluruh dunia adalah sistem tertutup yang besar. Maka, evolusi waktu diatur oleh transformasi kesatuan yang diciptakan oleh [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|Hamiltonian]]. Untuk skenario sistem bak gabungan, Hamiltonian global dapat diuraikan menjadi: | |||
:<math> H=H_{\rm S}+H_{\rm B}+H_{\rm SB} </math> | :<math> H=H_{\rm S}+H_{\rm B}+H_{\rm SB} </math> | ||
| Baris 9: | Baris 10: | ||
dengan <math display=inline>H_{\rm S}</math> adalah sistem Hamiltonian, <math display=inline>H_{\rm B}</math> adalah bak atau lingkungan Hamiltonian, dan <math display=inline>H_{\rm SB}</math> adalah interaksi sistem-bak. Keadaan dari sistem yang diperoleh dari pelacakan parsial terhadap sistem dan bak gabungan: <math>\rho_{\rm S} (t) =\mathrm{Tr}_{\rm B} (\rho_{\rm SB} (t)) </math>. | dengan <math display=inline>H_{\rm S}</math> adalah sistem Hamiltonian, <math display=inline>H_{\rm B}</math> adalah bak atau lingkungan Hamiltonian, dan <math display=inline>H_{\rm SB}</math> adalah interaksi sistem-bak. Keadaan dari sistem yang diperoleh dari pelacakan parsial terhadap sistem dan bak gabungan: <math>\rho_{\rm S} (t) =\mathrm{Tr}_{\rm B} (\rho_{\rm SB} (t)) </math>. | ||
Dinamika yang telah disederhanakan setara dengan deskripsi dari [[dinamika sistem]] yang hanya memanfaatkan operator sistem. Asumsi [[properti Markov]] untuk dinamika dari persamaan gerak dasar untuk sistem kuantum terbuka adalah [[persamaan Lindblad]] (GKLS): | Dinamika yang telah disederhanakan setara dengan deskripsi dari [[dinamika sistem]] yang hanya memanfaatkan operator sistem. Asumsi [[properti Markov]] untuk dinamika dari persamaan gerak dasar untuk sistem kuantum terbuka adalah [[persamaan Lindblad]] (GKLS):<ref>G. Lindblad. [http://projecteuclid.org/euclid.cmp/1103899849 On the generators of quantum dynamical semigroups]. ''Communications in Mathematical Physics''. 1976. Vol. 48 (2). hlm. 119–130. doi:10.1007/bf01608499.</ref><ref>Vittorio Gorini. ''Completely positive dynamical semigroups of N-level systems''. ''Journal of Mathematical Physics''. 1976. Vol. 17 (5). hlm. 821–825. doi:10.1063/1.522979.</ref> | ||
:<math>\dot\rho_{\rm S}=-{i\over\hbar}[H_{\rm S},\rho_{\rm S}]+L_{\rm D}(\rho_{\rm S}) </math> | :<math>\dot\rho_{\rm S}=-{i\over\hbar}[H_{\rm S},\rho_{\rm S}]+L_{\rm D}(\rho_{\rm S}) </math> | ||
| Baris 17: | Baris 18: | ||
:<math>L_{\rm D}(\rho_{\rm S})=\sum_n \left(V_n\rho_{\rm S} V_n^\dagger-\frac{1}{2}\left(\rho_{\rm S} V_n^\dagger V_n + V_n^\dagger V_n\rho_{\rm S}\right)\right)</math> | :<math>L_{\rm D}(\rho_{\rm S})=\sum_n \left(V_n\rho_{\rm S} V_n^\dagger-\frac{1}{2}\left(\rho_{\rm S} V_n^\dagger V_n + V_n^\dagger V_n\rho_{\rm S}\right)\right)</math> | ||
adalah bagian disipatif yang mendeskripsikan pengaruh dari bak pada sistem secara implisit melalui operator sistem <math display=inline> V_n </math>. Properti Markov memaksakan bahwa sistem dan bak tidak selalu berkolerasi setiap <math display=inline> \rho_{\rm SB} = \rho_s \otimes \rho_{\rm B}</math>. Persamaan L-GKS bersifat satu arah dan mengantarkan keadaan awal <math display=inline>\rho_{\rm S}</math> apa pun ke solusi keadaan stabil yang merupakan sebuah invarian dari persamaan gerak <math display=inline>\dot \rho_{\rm S}(t \rightarrow \infty ) = 0</math>. | adalah bagian disipatif yang mendeskripsikan pengaruh dari bak pada sistem secara implisit melalui operator sistem <math display=inline> V_n </math>. Properti Markov memaksakan bahwa sistem dan bak tidak selalu berkolerasi setiap <math display=inline> \rho_{\rm SB} = \rho_s \otimes \rho_{\rm B}</math>. Persamaan L-GKS bersifat satu arah dan mengantarkan keadaan awal <math display=inline>\rho_{\rm S}</math> apa pun ke solusi keadaan stabil yang merupakan sebuah invarian dari persamaan gerak <math display=inline>\dot \rho_{\rm S}(t \rightarrow \infty ) = 0</math>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Termodinamika+kuantum&oldid=29587834 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Gambaran Heisenberg]] menyediakan koneksi langsung ke termodinamika kuantum teramati. Dinamika dari sistem teramati direpresentasikan oleh operator <math display=inline>O</math>, yang memiliki bentuk: | [[Gambaran Heisenberg]] menyediakan koneksi langsung ke termodinamika kuantum teramati. Dinamika dari sistem teramati direpresentasikan oleh operator <math display=inline>O</math>, yang memiliki bentuk: | ||
| Baris 28: | Baris 29: | ||
=== Kemunculan turunan waktu di hukum pertama termodinamika === | === Kemunculan turunan waktu di hukum pertama termodinamika === | ||
Ketika <math display=inline>O = H_{\rm S}</math>, [[hukum pertama termodinamika]] menjadi: | Ketika <math display=inline>O = H_{\rm S}</math>, [[hukum pertama termodinamika]] menjadi: | ||
:<math> | :<math> | ||
\frac{d E}{dt} = \left\langle \frac{\partial H_{\rm S}}{\partial t }\right\rangle + \langle L_{\rm D}^* (H_{\rm S}) \rangle </math> | \frac{d E}{dt} = \left\langle \frac{\partial H_{\rm S}}{\partial t }\right\rangle + \langle L_{\rm D}^* (H_{\rm S}) \rangle </math> | ||
dengan daya diinterpretasikan menjadi <math display=inline>P=\left\langle \frac{\partial H_{\rm S}}{\partial t }\right\rangle</math> dan arus panas menjadi <math display=inline>J=\langle L_{\rm D}^* (H_{\rm S}) \rangle </math>. | dengan daya diinterpretasikan menjadi <math display=inline>P=\left\langle \frac{\partial H_{\rm S}}{\partial t }\right\rangle</math> dan arus panas menjadi <math display=inline>J=\langle L_{\rm D}^* (H_{\rm S}) \rangle </math>.<ref>Herbert Spohn. ''Irreversible Thermodynamics for Quantum Systems Weakly Coupled to Thermal Reservoirs''. ''Advances in Chemical Physics: For Ilya Prigogine''. 2007. Vol. 38. doi:10.1002/9780470142578.ch2.</ref><ref>R Alicki. ''The quantum open system as a model of the heat engine''. ''Journal of Physics A: Mathematical and General''. 1979. Vol. 12 (5). hlm. L103–L107. doi:10.1088/0305-4470/12/5/007.</ref><ref>Ronnie Kosloff. ''A quantum mechanical open system as a model of a heat engine''. ''The Journal of Chemical Physics''. Vol. 80 (4). hlm. 1625–1631. doi:10.1063/1.446862.</ref> | ||
Kondisi tambahan perlu diberlakukan pada disipator <math display=inline>L_{\rm D}</math> agar konsisten dengan termodinamika. Invarian pertama <math display=inline>\rho_{\rm S}(\infty)</math> harus menjadi [[keadaan Gibbs]] seimbang. Hal ini menyiratkan bahwa disipator <math display=inline>L_{\rm D}</math> harus bersama dengan bagian unit yang diciptakan oleh <math display=inline>H_{\rm S}</math>. | Kondisi tambahan perlu diberlakukan pada disipator <math display=inline>L_{\rm D}</math> agar konsisten dengan termodinamika. Invarian pertama <math display=inline>\rho_{\rm S}(\infty)</math> harus menjadi [[keadaan Gibbs]] seimbang. Hal ini menyiratkan bahwa disipator <math display=inline>L_{\rm D}</math> harus bersama dengan bagian unit yang diciptakan oleh <math display=inline>H_{\rm S}</math>.<ref>Ronnie Kosloff. ''Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint''. ''Entropy''. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.</ref> | ||
Sebagai tambahan, keadaan seimbang berarti keadaan tersebut tidak bergerak dan stabil. Asumsi ini digunakan untuk menurunkan [[Keadaan KMS|kriteria stabilitas Kubo-Martin-Schwinger]] untuk keseimbangan suhu. | Sebagai tambahan, keadaan seimbang berarti keadaan tersebut tidak bergerak dan stabil. Asumsi ini digunakan untuk menurunkan [[Keadaan KMS|kriteria stabilitas Kubo-Martin-Schwinger]] untuk keseimbangan suhu. | ||
Cara unik dan konsisten untuk mendapatkan keadaan tersebut adalah dengan menurunkan generator <math display=inline>L_{\rm D}</math> pada batas penggandengan sistem bak lemah. | Cara unik dan konsisten untuk mendapatkan keadaan tersebut adalah dengan menurunkan generator <math display=inline>L_{\rm D}</math> pada batas penggandengan sistem bak lemah.<ref>E. B. Davies. [http://projecteuclid.org/euclid.cmp/1103860160 Markovian master equations]. ''Communications in Mathematical Physics''. 1974. Vol. 39 (2). hlm. 91–110. doi:10.1007/bf01608389.</ref> | ||
Pada batas ini, interaksi energi dapat diabaikan. Cara ini mempresentasikan idealisme termodinamika, yaitu memperbolehkan transfer energi dengan mempertahankan pemisahan produk tensor antara sistem dan bak, yaitu versi kuantum dari partisi [[proses isotermal]]. | Pada batas ini, interaksi energi dapat diabaikan. Cara ini mempresentasikan idealisme termodinamika, yaitu memperbolehkan transfer energi dengan mempertahankan pemisahan produk tensor antara sistem dan bak, yaitu versi kuantum dari partisi [[proses isotermal]]. | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
Sebuah pertubasi eksternal yang memodifikasi Hamiltonian dari sistem juga akan memodifikasi arus panas. Sebagai hasilnya, generator L-GKS harus dinormalisasikan kembali. Untuk perubahan yang lambat, dapat menggunakan cara adiabatik dan menggunakan Hamiltonian instan dari sistem untuk menurunkan <math display=inline>L_{\rm D}</math>. Kelas masalah penting dalam termodinamika kuantum adalah sistem yang digerakkan secara periodik. [[Mesin kalor dan kulkas kuantum]] periodik dan [[kulkas]] yang dijalankan oleh [[daya]] termasuk dalam kelas ini. | Sebuah pertubasi eksternal yang memodifikasi Hamiltonian dari sistem juga akan memodifikasi arus panas. Sebagai hasilnya, generator L-GKS harus dinormalisasikan kembali. Untuk perubahan yang lambat, dapat menggunakan cara adiabatik dan menggunakan Hamiltonian instan dari sistem untuk menurunkan <math display=inline>L_{\rm D}</math>. Kelas masalah penting dalam termodinamika kuantum adalah sistem yang digerakkan secara periodik. [[Mesin kalor dan kulkas kuantum]] periodik dan [[kulkas]] yang dijalankan oleh [[daya]] termasuk dalam kelas ini. | ||
Pengecekkan ulang untuk ekspresi arus kalor yang bergantung pada waktu menggunakan teknik tranportasi kuantum telah diusulkan. Selain itu, penurunan dinamika yang konsisten di luar batas penggandengan lemah juga telah diusulkan. Formulasi fenomenologikal dari dinamika kuantum searah yang konsisten dengan hukum kedua dan mengimplementasikannya dengan ide geometri dari "kenaikan entropi tercuram" atau "graden arus" telah diusulkan untuk memodelkan relaksasi dan penggandengan kuat. | Pengecekkan ulang untuk ekspresi arus kalor yang bergantung pada waktu menggunakan teknik tranportasi kuantum telah diusulkan.<ref>María Florencia Ludovico. ''Dynamical energy transfer in ac-driven quantum systems''. ''Physical Review B''. Vol. 89 (16). hlm. 161306(R). doi:10.1103/physrevb.89.161306.</ref> Selain itu, penurunan dinamika yang konsisten di luar batas penggandengan lemah juga telah diusulkan.<ref>Massimiliano Esposito. ''Quantum Thermodynamics: A Nonequilibrium Green's Function Approach''. ''Physical Review Letters''. Vol. 114 (8). hlm. 080602. doi:10.1103/physrevlett.114.080602.</ref> Formulasi fenomenologikal dari dinamika kuantum searah yang konsisten dengan hukum kedua dan mengimplementasikannya dengan ide geometri dari "kenaikan entropi tercuram" atau "graden arus" telah diusulkan untuk memodelkan relaksasi dan penggandengan kuat.<ref>Frank Tabakin. ''Model dynamics for quantum computing''. ''Annals of Physics''. Vol. 383. hlm. 33. doi:10.1016/j.aop.2017.04.013.</ref><ref>Gian Paolo Beretta. ''The fourth law of thermodynamics: steepest entropy ascent''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society A''. Vol. 378 (2170). hlm. 20190168. doi:10.1098/rsta.2019.0168.</ref> | ||
=== Kemunculan hukum kedua termodinamika === | === Kemunculan hukum kedua termodinamika === | ||
[[Hukum kedua termodinamika]] menyatakan ketakterbalikan dinamika atau perpecahan dari [[Simetri T|simetri waktu]]. Hal ini konsisten dengan definisi empiris, yaitu panas akan mengalir secara spontan dari sumber bersuhu tinggi ke tempat bersuhu lebih rendah. | [[Hukum kedua termodinamika]] menyatakan ketakterbalikan dinamika atau perpecahan dari [[Simetri T|simetri waktu]]. Hal ini konsisten dengan definisi empiris, yaitu panas akan mengalir secara spontan dari sumber bersuhu tinggi ke tempat bersuhu lebih rendah. | ||
Dari sudut pandang statis, untuk sistem kuantum tertutup, hukum kedua termodinamika adalah konsekuensi dari evolusi uniter. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung perubahan entropi sebelum dan setelah perubahan dalam keseluruhan sistem. Sudut pandang dinamis didasarkan pada perhitungan lokal dari perubahan [[entropi]] dalam suatu subsistem dan entropi yang diciptakan dari bak. | Dari sudut pandang statis, untuk sistem kuantum tertutup, hukum kedua termodinamika adalah konsekuensi dari evolusi uniter.<ref>Elliott H. Lieb. [https://archive.org/details/sim_physics-reports_1999-03_310_1/page/n10 The physics and mathematics of the second law of thermodynamics]. ''Physics Reports''. 1999. Vol. 310 (1). hlm. 1–96. doi:10.1016/s0370-1573(98)00082-9.</ref> Dengan pendekatan ini, dapat dihitung perubahan entropi sebelum dan setelah perubahan dalam keseluruhan sistem. Sudut pandang dinamis didasarkan pada perhitungan lokal dari perubahan [[entropi]] dalam suatu subsistem dan entropi yang diciptakan dari bak. | ||
====Entropi==== | ====Entropi==== | ||
Dalam termodinamika, entropi berhubungan dengan jumlah energi pada suatu sistem yang dapat diubah menjadi usaha mekanis dalam proses konkret. Di mekanika kuantum, hal ini diartikan sebagai kemampuan untuk mengukur dan memanipulasi sistem berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari pengukuran. Contohnya adalah kasus [[setan Maxwell]] yang telah dipecahkan oleh [[Leó Szilárd]]. | Dalam termodinamika, entropi berhubungan dengan jumlah energi pada suatu sistem yang dapat diubah menjadi usaha mekanis dalam proses konkret.<ref>E. P. Gyftopoulos. [https://books.google.com/books?id=ISBN9780486439327 Thermodynamics: Foundations and Applications]. Dover Publications. 2005.</ref> Di mekanika kuantum, hal ini diartikan sebagai kemampuan untuk mengukur dan memanipulasi sistem berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari pengukuran. Contohnya adalah kasus [[setan Maxwell]] yang telah dipecahkan oleh [[Leó Szilárd]].<ref>L. Szilard. ''Über die Entropieverminderung in einem thermodynamischen System bei Eingriffen intelligenter Wesen''. ''Zeitschrift für Physik''. 1929. Vol. 53 (11–12). hlm. 840–856. doi:10.1007/bf01341281.</ref><ref>L. Brillouin. [https://archive.org/details/scienceinformati0000bril Science and Information Theory]. Academic Press. 1956.</ref><ref>Koji Maruyama. ''Colloquium: The physics of Maxwell's demon and information''. ''Reviews of Modern Physics''. Vol. 81 (1). hlm. 1–23. doi:10.1103/revmodphys.81.1.</ref> | ||
Entropi dari benda yang dapat diamati diasosiasikan sebagai pengukuran proyeksi dari benda yang dapat diamati tersebut, <math display=inline>\langle A \rangle</math>, dengan operator <math display=inline>A</math> memiliki dekomposisi spektrum sebagai berikut: | Entropi dari benda yang dapat diamati diasosiasikan sebagai pengukuran proyeksi dari benda yang dapat diamati tersebut, <math display=inline>\langle A \rangle</math>, dengan operator <math display=inline>A</math> memiliki dekomposisi spektrum sebagai berikut: | ||
| Baris 60: | Baris 60: | ||
:<math>A = \sum_j \alpha_j P_j</math> | :<math>A = \sum_j \alpha_j P_j</math> | ||
dengan <math display=inline>P_j</math> adalah operator proyeksi dari [[Nilai dan vektor eigen|nilai eigen]] <math display=inline>\alpha_j</math>. | dengan <math display=inline>P_j</math> adalah operator proyeksi dari [[Nilai dan vektor eigen|nilai eigen]] <math display=inline>\alpha_j</math>. | ||
Kemungkinan hasil <math display=inline>j</math> adalah <math display=inline>p_j = \mathrm{Tr}(\rho P_j)</math>. Entropi yang diasosiasikan dengan benda <math display=inline>\langle A \rangle</math> yang dapat diamati adalah [[entropi Shannon]] dengan kemungkinan hasil: | Kemungkinan hasil <math display=inline>j</math> adalah <math display=inline>p_j = \mathrm{Tr}(\rho P_j)</math>. Entropi yang diasosiasikan dengan benda <math display=inline>\langle A \rangle</math> yang dapat diamati adalah [[entropi Shannon]] dengan kemungkinan hasil: | ||
| Baris 66: | Baris 66: | ||
:<math>S_A = -\sum_j p_j \ln p_j</math> | :<math>S_A = -\sum_j p_j \ln p_j</math> | ||
Benda yang dapat diamati yang paling signifikan di termodinamika adalah energi yang direpresentasikan oleh [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|operator Hamiltonian]] <math display=inline>H</math> dan asosiasi entropi energinya, <math display=inline>S_E</math>. | Benda yang dapat diamati yang paling signifikan di termodinamika adalah energi yang direpresentasikan oleh [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|operator Hamiltonian]] <math display=inline>H</math> dan asosiasi entropi energinya, <math display=inline>S_E</math>.<ref>Anatoli Polkovnikov. ''Microscopic diagonal entropy and its connection to basic thermodynamic relations''. ''Annals of Physics''. 2011. Vol. 326 (2). hlm. 486–499. doi:10.1016/j.aop.2010.08.004.</ref> | ||
[[John von Neumann]] mengusulkan salah satu benda teramati yang paling informatif untuk mengkarakterisasi entropi dari sistem. Invarian ini didapatkan dari mengurangi entropi terhadap seluruh kemungkinan benda teramati. Operator teramati paling informatif mengikuti keadaan sistem. Entropi dari benda yang teramati ini disebut sebagai [[entropi Von Neumann]] dan bernilai: | [[John von Neumann]] mengusulkan salah satu benda teramati yang paling informatif untuk mengkarakterisasi entropi dari sistem. Invarian ini didapatkan dari mengurangi entropi terhadap seluruh kemungkinan benda teramati. Operator teramati paling informatif mengikuti keadaan sistem. Entropi dari benda yang teramati ini disebut sebagai [[entropi Von Neumann]] dan bernilai: | ||
| Baris 84: | Baris 84: | ||
:<math>\sum_n \frac{J_n}{T_n} \ge 0</math> | :<math>\sum_n \frac{J_n}{T_n} \ge 0</math> | ||
Versi dinamis dari hukum kedua termodinamika dapat dibuktikan, berdasarkan pertidaksamaan [[Herbert Spohn|Spohn]]: | Versi dinamis dari hukum kedua termodinamika dapat dibuktikan, berdasarkan pertidaksamaan [[Herbert Spohn|Spohn]]:<ref>Herbert Spohn. ''Irreversible Thermodynamics for Quantum Systems Weakly Coupled to Thermal Reservoirs''. ''Advances in Chemical Physics:For Ilya Prigogine''. Vol. 38.</ref> | ||
:<math>\mathrm{Tr} \left( L_{\rm D} \rho [\ln \rho(\infty) - \ln \rho ] \right) \ge 0,</math> | :<math>\mathrm{Tr} \left( L_{\rm D} \rho [\ln \rho(\infty) - \ln \rho ] \right) \ge 0,</math> | ||
yang valid untuk setiap generator L-GKS, dengan keadaan diam, <math display=inline>\rho(\infty)</math>. | yang valid untuk setiap generator L-GKS, dengan keadaan diam, <math display=inline>\rho(\infty)</math>.<ref>Ronnie Kosloff. ''Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint''. ''Entropy''. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.</ref> | ||
Konsistensi dengan termodinamika dapat digunakan untuk memverifikasi model transportasi dinamis. Misalnya, model lokal untuk jaringan dengan persamaan L-GKS lokal terhubung melalui tautan lemah yang dikira telah melanggar [[hukum kedua termodinamika]]. Pada tahun 2018, telah ditunjukkan bahwa dengan memperhitungkan dengan benar seluruh [[usaha (fisika)|usaha]] dan energi yang berkontribusi pada keseluruhan sistem, persamaan utama lokal koheren penuh dengan hukum kedua termodinamika. | Konsistensi dengan termodinamika dapat digunakan untuk memverifikasi model transportasi dinamis. Misalnya, model lokal untuk jaringan dengan persamaan L-GKS lokal terhubung melalui tautan lemah yang dikira telah melanggar [[hukum kedua termodinamika]].<ref>Amikam Levy. ''The local approach to quantum transport may violate the second law of thermodynamics''. ''Europhysics Letters''. Vol. 107 (2). hlm. 20004. doi:10.1209/0295-5075/107/20004.</ref> Pada tahun 2018, telah ditunjukkan bahwa dengan memperhitungkan dengan benar seluruh [[usaha (fisika)|usaha]] dan energi yang berkontribusi pada keseluruhan sistem, persamaan utama lokal koheren penuh dengan hukum kedua termodinamika.<ref>Gabriele De Chiara. ''Reconciliation of quantum local master equations with thermodynamics''. ''New Journal of Physics''. 2018. Vol. 20. doi:10.1088/1367-2630/aaecee.</ref> | ||
=== Kondisi adiabatik dan gesekan kuantum === | === Kondisi adiabatik dan gesekan kuantum === | ||
[[Proses adiabatik]] termodinamika tidak memiliki perubahan entropi. Biasanya, kontrol eksternal memodifikasi keadaannya. Dalam versi kuantum, suatu proses adiabatik dana dimodelkan oleh Hamiltonian <math display=inline>H(t)</math> yang bergantung waktu yang dikontrol secara eksternal. Jika sistem ini terisolasi, dinamikanya menjadi uniter. Oleh karena itu, <math display=inline>S_{\rm vn}</math> konstan. Proses adiabatik kuantum didefinisikan sebagai energi entropi <math display=inline>S_E</math> yang bernilai konstan. Kondisi adiabatik kuantum setara dengan tidak adanya perubahan populasi dari level energi instan. Ini menyiratkan bahwa Hamiltoniannya harus dihitung terhadap dirinya sendiri pada waktu yang berbeda: <math display=inline>[H(t), H(t')] = 0</math>. | [[Proses adiabatik]] termodinamika tidak memiliki perubahan entropi. Biasanya, kontrol eksternal memodifikasi keadaannya. Dalam versi kuantum, suatu proses adiabatik dana dimodelkan oleh Hamiltonian <math display=inline>H(t)</math> yang bergantung waktu yang dikontrol secara eksternal. Jika sistem ini terisolasi, dinamikanya menjadi uniter. Oleh karena itu, <math display=inline>S_{\rm vn}</math> konstan. Proses adiabatik kuantum didefinisikan sebagai energi entropi <math display=inline>S_E</math> yang bernilai konstan. Kondisi adiabatik kuantum setara dengan tidak adanya perubahan populasi dari level energi instan. Ini menyiratkan bahwa Hamiltoniannya harus dihitung terhadap dirinya sendiri pada waktu yang berbeda: <math display=inline>[H(t), H(t')] = 0</math>. | ||
Ketika kondisi adiabatik tersebut tidak terpenuhi, tambahan [[usaha (fisika)|usaha]] diperlukan untuk mencapai nilai kontrol final. Untuk sistem yang terisolasi, usaha ini dapat dipulihkan, karena dinamikanya uniter dan dapat dikembalikan. Dalam kasus ini, gesekan kuantum dapat ditekan dengan [[jalan pintas untuk adiabatisitas]] yang didemonstrasikan di laboratorium dengan menggunakan [[gas Fermi]] uniter dalam jebakan bergantung waktu. [[Koherensi (fisika)|Koherensi]] disimpan pada elemen bukan diagonal di operator massa jenis yang membutuhkan informasi untuk mengembalikan biaya energi tambahan dan mengembalikan dinamikanya. Biasanya, energi ini tidak dapat dipulihkan karena interaksi dengan bak yang menyebabkan defase energi. Bak ini, dalam kasus ini, bertindak sebagai aparatus pengukur energi. Energi yang hilang adalah versi kuantum dari [[Gaya gesek|gesekan]]. | Ketika kondisi adiabatik tersebut tidak terpenuhi, tambahan [[usaha (fisika)|usaha]] diperlukan untuk mencapai nilai kontrol final. Untuk sistem yang terisolasi, usaha ini dapat dipulihkan, karena dinamikanya uniter dan dapat dikembalikan. Dalam kasus ini, gesekan kuantum dapat ditekan dengan [[jalan pintas untuk adiabatisitas]] yang didemonstrasikan di laboratorium dengan menggunakan [[gas Fermi]] uniter dalam jebakan bergantung waktu.<ref>S. Deng. ''Superadiabatic quantum friction suppression in finite-time thermodynamics''. ''Science Advances''. 2018. Vol. 4 (4). hlm. eaar5909. doi:10.1126/sciadv.aar5909.</ref> [[Koherensi (fisika)|Koherensi]] disimpan pada elemen bukan diagonal di operator massa jenis yang membutuhkan informasi untuk mengembalikan biaya energi tambahan dan mengembalikan dinamikanya. Biasanya, energi ini tidak dapat dipulihkan karena interaksi dengan bak yang menyebabkan defase energi. Bak ini, dalam kasus ini, bertindak sebagai aparatus pengukur energi. Energi yang hilang adalah versi kuantum dari [[Gaya gesek|gesekan]].<ref>Ronnie Kosloff. ''Discrete four-stroke quantum heat engine exploring the origin of friction''. ''Physical Review E''. Vol. 65 (5). hlm. 055102(R). doi:10.1103/physreve.65.055102.</ref><ref>F. Plastina. ''Irreversible Work and Inner Friction in Quantum Thermodynamic Processes''. ''Physical Review Letters''. Vol. 113 (26). hlm. 260601. doi:10.1103/physrevlett.113.260601.</ref> | ||
=== Kemunculan versi dinamis dari hukum ketiga termodinamika === | === Kemunculan versi dinamis dari hukum ketiga termodinamika === | ||
| Baris 108: | Baris 108: | ||
Untuk <math display=inline>\alpha=0</math>, pemenuhan hukum kedua termodinamika bergantung pada produksi entropi pada bak yang lain, yang mengharuskan kompensasi terhadap produksi entropi negatif pada bak dingin. Formulasi pertama dari hukum ketiga termodinamika memodifikasi pembatasan ini. Alih-alih <math display=inline>\alpha \geq 0</math>, hukum ketiga memberlakukan <math display=inline>\alpha > 0</math>. Hal ini menjamin bahwa pada suhu nol mutlak, produksi entropi pada bak dingin bernilai nol: <math display=inline>\dot S_{\rm c} = 0</math>. Ketentuan ini menghasilkan kondisi skala pada arus kalor <math display=inline>{J}_{\rm c} \propto T_{\rm c}^{\alpha+1}</math>. | Untuk <math display=inline>\alpha=0</math>, pemenuhan hukum kedua termodinamika bergantung pada produksi entropi pada bak yang lain, yang mengharuskan kompensasi terhadap produksi entropi negatif pada bak dingin. Formulasi pertama dari hukum ketiga termodinamika memodifikasi pembatasan ini. Alih-alih <math display=inline>\alpha \geq 0</math>, hukum ketiga memberlakukan <math display=inline>\alpha > 0</math>. Hal ini menjamin bahwa pada suhu nol mutlak, produksi entropi pada bak dingin bernilai nol: <math display=inline>\dot S_{\rm c} = 0</math>. Ketentuan ini menghasilkan kondisi skala pada arus kalor <math display=inline>{J}_{\rm c} \propto T_{\rm c}^{\alpha+1}</math>. | ||
Formulasi kedua adalah formulasi dinamis, yang dikenal sebagai prinsip ketaktercapaian: | Formulasi kedua adalah formulasi dinamis, yang dikenal sebagai prinsip ketaktercapaian:<ref>P. T. Landsberg. ''Foundations of Thermodynamics''. ''Reviews of Modern Physics''. Vol. 28 (4). hlm. 363–392. doi:10.1103/revmodphys.28.363.</ref><ref>Amikam Levy. ''Quantum refrigerators and the third law of thermodynamics''. ''Physical Review E''. Vol. 85 (6). hlm. 061126. doi:10.1103/physreve.85.061126.</ref> | ||
:Tidak ada prosedur atau pendingin apa pun dalam keadaan seideal apa pun yang dapat mendinginkan sistem hingga suhu [[nol mutlak]] pada waktu dan operasi terbatas. | :Tidak ada prosedur atau pendingin apa pun dalam keadaan seideal apa pun yang dapat mendinginkan sistem hingga suhu [[nol mutlak]] pada waktu dan operasi terbatas. | ||
| Baris 125: | Baris 125: | ||
== Kekhasan sebagai sumber dari kemunculan fenomena termodinamika == | == Kekhasan sebagai sumber dari kemunculan fenomena termodinamika == | ||
Ide dasar dari kekhasan kuantum adalah sebagian besar dari keadaaan murni memiliki nilai ekspektasi umum dari benda teramati umum pada suatu waktu akan menyebabkan nilai ekspektasi yang mirip dengan benda teramati pada waktu selanjutnya. Ini dimaksudkan untuk menerapkan tipe dinamis Schrödinger pada ruang dimensi tinggi Hilbert. Sebagai konsekuensi dinamika individu dari nilai ekspektasi maka kekhasan dapat dideskripsikan dengan baik dengan rerata kumpulan.<ref>Christian Bartsch. ''Dynamical Typicality of Quantum Expectation Values''. ''Physical Review Letters''. Vol. 102 (11). hlm. 110403. doi:10.1103/physrevlett.102.110403.</ref> | |||
[[Edgodisitas kuantum|Teorema ergodik kuantum]] (TEK) yang dicetuskan oleh [[John von Neumann]] adalah hasil kuat yang muncul dari struktur matematika dari [[mekanika kuantum]]. TEK adalah formulasi presisi dari sesuatu yang disebut sebagai kekhasan normal, misalnya pernyataan bahwa untuk sistem besar yang khas, setiap [[fungsi gelombang]] awal <math>\psi_0</math> dari suatu cangkang energi adalah 'normal'. Fungsi gelombang ini ber-evolusi sedemikian rupa hingga <math>\psi_t</math> untuk sebagian besar <math>t</math> bernilai setara secara makroskopis dengan matriks kepadatan kanonis mikro.<ref>Sheldon Goldstein. ''Normal typicality and von Neumann's quantum ergodic theorem''. ''Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences''. Vol. 466 (2123). hlm. 3203–3224. doi:10.1098/rspa.2009.0635.</ref> | |||
[[Edgodisitas kuantum|Teorema ergodik kuantum]] (TEK) yang dicetuskan oleh [[John von Neumann]] adalah hasil kuat yang muncul dari struktur matematika dari [[mekanika kuantum]]. TEK adalah formulasi presisi dari sesuatu yang disebut sebagai kekhasan normal, misalnya pernyataan bahwa untuk sistem besar yang khas, setiap [[fungsi gelombang]] awal <math>\psi_0</math> dari suatu cangkang energi adalah 'normal'. Fungsi gelombang ini ber-evolusi sedemikian rupa hingga <math>\psi_t</math> untuk sebagian besar <math>t</math> bernilai setara secara makroskopis dengan matriks kepadatan kanonis mikro. | |||
==Teori sumber daya== | ==Teori sumber daya== | ||
[[Hukum kedua termodinamika]] dapat diinterpretasikan sebagai transformasi keadaan pengukur yang secara statistika sangat tidak mungkin hingga mereka menjadi terlarang. Kekhasan hukum kedua diaplikasikan ke sistem yang terdiri dari banyak partikel yang berinteraksi. Teori sumber daya termodinamika kuantum adalah formulasi termodinamika pada area yang dapat diaplikasikan pada sedikit partikel yang berinteraksi dengan bak kalor. Untuk proses siklus atau sangat dekat menjadi siklus, hukum kedua untuk sistem mikroskopis mengambil bentuk yang sangat berbeda dari skala makroskopis. Bentuk ini memaksakan tidak hanya satu batasan pada apa yang membuat transformasi keadaan dapat terjadi, tapi kepada keseluruhan bentuk batasan. Hukum kedua ini tidak hanya relevan untuk sistem kecil, tapi juga dapat diaplikasikan pada sistem makroskopis individual yang berinteraksi dengan interaksi jarak jauh, yang hanya memenuhi rerata hukum kedua biasa. [[Hukum termodinamika|Hukum-hukum termodinamika]] membuat suatu bentuk dengan membuat definisi presisi terhadap operasi termal. Hukum pertama mendefinisikan operasi termal, hukum kenol muncul sebagai kondisi unik yang memastikan teori taktrivial, dan hukum lainnya menjadi properti kemonotonan dari energi bebas umum.<ref>Fernando Brandão. ''The second laws of quantum thermodynamics''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. Vol. 112 (11). hlm. 3275–3279. doi:10.1073/pnas.1411728112.</ref><ref>John Goold. ''The role of quantum information in thermodynamics—a topical review''. ''Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical''. Vol. 49 (14). hlm. 143001. doi:10.1088/1751-8113/49/14/143001.</ref> | |||
[[Hukum kedua termodinamika]] dapat diinterpretasikan sebagai transformasi keadaan pengukur yang secara statistika sangat tidak mungkin hingga mereka menjadi terlarang. Kekhasan hukum kedua diaplikasikan ke sistem yang terdiri dari banyak partikel yang berinteraksi. Teori sumber daya termodinamika kuantum adalah formulasi termodinamika pada area yang dapat diaplikasikan pada sedikit partikel yang berinteraksi dengan bak kalor. Untuk proses siklus atau sangat dekat menjadi siklus, hukum kedua untuk sistem mikroskopis mengambil bentuk yang sangat berbeda dari skala makroskopis. Bentuk ini memaksakan tidak hanya satu batasan pada apa yang membuat transformasi keadaan dapat terjadi, tapi kepada keseluruhan bentuk batasan. Hukum kedua ini tidak hanya relevan untuk sistem kecil, tapi juga dapat diaplikasikan pada sistem makroskopis individual yang berinteraksi dengan interaksi jarak jauh, yang hanya memenuhi rerata hukum kedua biasa. [[Hukum termodinamika|Hukum-hukum termodinamika]] membuat suatu bentuk dengan membuat definisi presisi terhadap operasi termal. Hukum pertama mendefinisikan operasi termal, hukum kenol muncul sebagai kondisi unik yang memastikan teori taktrivial, dan hukum lainnya menjadi properti kemonotonan dari energi bebas umum. | |||
==Wadah terekayasa== | ==Wadah terekayasa== | ||
Skala nano memungkinkan sistem kuantum dipersiapkan pada keadaan fisik tanpa analog klasik. Di sana, skenario tak setimbang kompleks dapat diproduksi dengan persiapan awal. Persiapan awal ini dapat berupa bahan pekerja atau wadah dari partikel kuantum, dengan partikel kuantum disebut sebagai "wadah terekayasa". Terdapat beberapa bentuk berbeda dari wadah terekayasa. Beberapa dari mereka melibatkan koherensi kuantum secara halus atau efek korelasi,<ref>Marlan O. Scully. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.1078955 Extracting Work from a Single Heat Bath via Vanishing Quantum Coherence]. ''Science''. Vol. 299 (5608). hlm. 862–864. doi:10.1126/science.1078955.</ref><ref>Gonzalo Manzano. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevE.93.052120 Entropy production and thermodynamic power of the squeezed thermal reservoir]. ''Physical Review E''. Vol. 93 (5). hlm. 052120. doi:10.1103/PhysRevE.93.052120.</ref><ref>Rogério J. de Assis. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.122.240602 Efficiency of a Quantum Otto Heat Engine Operating under a Reservoir at Effective Negative Temperatures]. ''Physical Review Letters''. Vol. 122 (24). hlm. 240602. doi:10.1103/PhysRevLett.122.240602.</ref> sementara yang lainnya bergantung hanya kepada fungsi distribusi kemungkinan non-termal klasik.<ref>H. Pothier. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.79.3490 Energy Distribution Function of Quasiparticles in Mesoscopic Wires]. ''Physical Review Letters''. Vol. 79 (18). hlm. 3490–3493. doi:10.1103/PhysRevLett.79.3490.</ref><ref>Yung-Fu Chen. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.102.036804 Nonequilibrium Tunneling Spectroscopy in Carbon Nanotubes]. ''Physical Review Letters''. Vol. 102 (3). hlm. 036804. doi:10.1103/PhysRevLett.102.036804.</ref><ref>C. Altimiras. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.105.226804 Tuning Energy Relaxation along Quantum Hall Channels]. ''Physical Review Letters''. Vol. 105 (22). hlm. 226804. doi:10.1103/PhysRevLett.105.226804.</ref><ref>Nicholas Bronn. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevB.88.161409 Spatial dependence of electron interactions in carbon nanotubes]. ''Physical Review B''. Vol. 88 (16). hlm. 161409. doi:10.1103/PhysRevB.88.161409.</ref> Fenomena menarik dapat muncul dari penggunaan wadah terekayasa, seperti efisiensi yang melebihi batas Otto,<ref>Rogério J. de Assis. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.122.240602 Efficiency of a Quantum Otto Heat Engine Operating under a Reservoir at Effective Negative Temperatures]. ''Physical Review Letters''. Vol. 122 (24). hlm. 240602. doi:10.1103/PhysRevLett.122.240602.</ref> pelanggaran terhadap ketidaksamaan Clausius,<ref>Rafael Sánchez. ''Nonequilibrium System as a Demon''. ''Physical Review Letters''. 2019. Vol. 123 (21). hlm. 216801. doi:10.1103/PhysRevLett.123.216801.</ref> atau ekstraksi simultan kalor dan usaha dari wadah.<ref>Gonzalo Manzano. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevE.93.052120 Entropy production and thermodynamic power of the squeezed thermal reservoir]. ''Physical Review E''. Vol. 93 (5). hlm. 052120. doi:10.1103/PhysRevE.93.052120.</ref> | |||
Skala nano memungkinkan sistem kuantum dipersiapkan pada keadaan fisik tanpa analog klasik. Di sana, skenario tak setimbang kompleks dapat diproduksi dengan persiapan awal. Persiapan awal ini dapat berupa bahan pekerja atau wadah dari partikel kuantum, dengan partikel kuantum disebut sebagai "wadah terekayasa". Terdapat beberapa bentuk berbeda dari wadah terekayasa. Beberapa dari mereka melibatkan koherensi kuantum secara halus atau efek korelasi, sementara yang lainnya bergantung hanya kepada fungsi distribusi kemungkinan non-termal klasik. Fenomena menarik dapat muncul dari penggunaan wadah terekayasa, seperti efisiensi yang melebihi batas Otto, pelanggaran terhadap ketidaksamaan Clausius, atau ekstraksi simultan kalor dan usaha dari wadah. | |||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://einsteinpapers.press.princeton.edu/vol2-trans/100 ''Concerning an Heuristic Point of View Toward the Emission and Transformation of Light''] - versi terjemahan bahasa Inggris dari artikel ilmiah 1905 Albert Einstein. (Diakses: 7 September 2024) | * [http://einsteinpapers.press.princeton.edu/vol2-trans/100 ''Concerning an Heuristic Point of View Toward the Emission and Transformation of Light''] - versi terjemahan bahasa Inggris dari artikel ilmiah 1905 Albert Einstein. (Diakses: 7 September 2024) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Termodinamika+kuantum&oldid=29587834 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29587834 (2026-08-16T10:07:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.11
Termodinamika kuantum[1][2] adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara dua teori fisika, yaitu termodinamika dan mekanika kuantum. Dua teori tersebut mempelajari tentang fenomena cahaya dan materi. Pada tahun 1905, Albert Einstein berargumen bahwa diperlukan adanya konsistensi antara termodinamika dan elektromagnetisme[3] yang akhirnya menyimpulkan bahwa cahaya dapat diukur, yang melahirkan persamaan . Artikel ilmiah tersebut merupakan awal dari teori kuantum. Pada beberapa dekade selanjutnya, teori kuantum menjadi ditetapkan menjadi seperangkat hukum independen.[4] Saat ini, termodinamika kuantum menyampaikan kemunculan hukum termodinamika dari mekanika kuantum. Ilmu ini berbeda dengan mekanika statistika kuantum dengan penekanan pada proses dinamika dari seteimbangan. Sebagai tambahan, terdapat misi pencarian teori yang relevan sebagai sebuah sistem kuantum individual.
Pandangan dinamis
Terdapat koneksi antara termodinamika kuantum dan teori sistem kuantum terbuka.[5] Mekanika kuantum memasukkan dinamika ke termodinamika, memberinya pondasi yang kuat ke termodinamika waktu hingga. Asumsi utamanya adalah seluruh dunia adalah sistem tertutup yang besar. Maka, evolusi waktu diatur oleh transformasi kesatuan yang diciptakan oleh Hamiltonian. Untuk skenario sistem bak gabungan, Hamiltonian global dapat diuraikan menjadi:
dengan adalah sistem Hamiltonian, adalah bak atau lingkungan Hamiltonian, dan adalah interaksi sistem-bak. Keadaan dari sistem yang diperoleh dari pelacakan parsial terhadap sistem dan bak gabungan: .
Dinamika yang telah disederhanakan setara dengan deskripsi dari dinamika sistem yang hanya memanfaatkan operator sistem. Asumsi properti Markov untuk dinamika dari persamaan gerak dasar untuk sistem kuantum terbuka adalah persamaan Lindblad (GKLS):[6][7]
adalah bagian Hamiltonian dan :
adalah bagian disipatif yang mendeskripsikan pengaruh dari bak pada sistem secara implisit melalui operator sistem . Properti Markov memaksakan bahwa sistem dan bak tidak selalu berkolerasi setiap . Persamaan L-GKS bersifat satu arah dan mengantarkan keadaan awal apa pun ke solusi keadaan stabil yang merupakan sebuah invarian dari persamaan gerak .[8]
Gambaran Heisenberg menyediakan koneksi langsung ke termodinamika kuantum teramati. Dinamika dari sistem teramati direpresentasikan oleh operator , yang memiliki bentuk:
dengan kemungkinan bahwa operator tersebut, bergantung pada waktu, sudah disertakan.
Kemunculan turunan waktu di hukum pertama termodinamika
Ketika , hukum pertama termodinamika menjadi:
dengan daya diinterpretasikan menjadi dan arus panas menjadi .[9][10][11]
Kondisi tambahan perlu diberlakukan pada disipator agar konsisten dengan termodinamika. Invarian pertama harus menjadi keadaan Gibbs seimbang. Hal ini menyiratkan bahwa disipator harus bersama dengan bagian unit yang diciptakan oleh .[12] Sebagai tambahan, keadaan seimbang berarti keadaan tersebut tidak bergerak dan stabil. Asumsi ini digunakan untuk menurunkan kriteria stabilitas Kubo-Martin-Schwinger untuk keseimbangan suhu.
Cara unik dan konsisten untuk mendapatkan keadaan tersebut adalah dengan menurunkan generator pada batas penggandengan sistem bak lemah.[13]
Pada batas ini, interaksi energi dapat diabaikan. Cara ini mempresentasikan idealisme termodinamika, yaitu memperbolehkan transfer energi dengan mempertahankan pemisahan produk tensor antara sistem dan bak, yaitu versi kuantum dari partisi proses isotermal.
Perilaku Markovian melibatkan penggabungan yang rumit antara dinamika sistem dan bak. Ini berarti bahwa dalam perlakuan penomenologika, tidak dapat dilakukan penggabungan sistem Hamiltonians sembarang, , dengan generator L-GKS. Pengamatan ini penting dalam konteks termodinamika kuantum, di mana menarik untuk mempelajari dinamika Markovian dengan kontrol Hamiltonian sembarang. Penurunan persamaan utama kuantum dengan banyak kesalahan dapat melanggar hukum termodinamika.
Sebuah pertubasi eksternal yang memodifikasi Hamiltonian dari sistem juga akan memodifikasi arus panas. Sebagai hasilnya, generator L-GKS harus dinormalisasikan kembali. Untuk perubahan yang lambat, dapat menggunakan cara adiabatik dan menggunakan Hamiltonian instan dari sistem untuk menurunkan . Kelas masalah penting dalam termodinamika kuantum adalah sistem yang digerakkan secara periodik. Mesin kalor dan kulkas kuantum periodik dan kulkas yang dijalankan oleh daya termasuk dalam kelas ini.
Pengecekkan ulang untuk ekspresi arus kalor yang bergantung pada waktu menggunakan teknik tranportasi kuantum telah diusulkan.[14] Selain itu, penurunan dinamika yang konsisten di luar batas penggandengan lemah juga telah diusulkan.[15] Formulasi fenomenologikal dari dinamika kuantum searah yang konsisten dengan hukum kedua dan mengimplementasikannya dengan ide geometri dari "kenaikan entropi tercuram" atau "graden arus" telah diusulkan untuk memodelkan relaksasi dan penggandengan kuat.[16][17]
Kemunculan hukum kedua termodinamika
Hukum kedua termodinamika menyatakan ketakterbalikan dinamika atau perpecahan dari simetri waktu. Hal ini konsisten dengan definisi empiris, yaitu panas akan mengalir secara spontan dari sumber bersuhu tinggi ke tempat bersuhu lebih rendah.
Dari sudut pandang statis, untuk sistem kuantum tertutup, hukum kedua termodinamika adalah konsekuensi dari evolusi uniter.[18] Dengan pendekatan ini, dapat dihitung perubahan entropi sebelum dan setelah perubahan dalam keseluruhan sistem. Sudut pandang dinamis didasarkan pada perhitungan lokal dari perubahan entropi dalam suatu subsistem dan entropi yang diciptakan dari bak.
Entropi
Dalam termodinamika, entropi berhubungan dengan jumlah energi pada suatu sistem yang dapat diubah menjadi usaha mekanis dalam proses konkret.[19] Di mekanika kuantum, hal ini diartikan sebagai kemampuan untuk mengukur dan memanipulasi sistem berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari pengukuran. Contohnya adalah kasus setan Maxwell yang telah dipecahkan oleh Leó Szilárd.[20][21][22]
Entropi dari benda yang dapat diamati diasosiasikan sebagai pengukuran proyeksi dari benda yang dapat diamati tersebut, , dengan operator memiliki dekomposisi spektrum sebagai berikut:
dengan adalah operator proyeksi dari nilai eigen .
Kemungkinan hasil adalah . Entropi yang diasosiasikan dengan benda yang dapat diamati adalah entropi Shannon dengan kemungkinan hasil:
Benda yang dapat diamati yang paling signifikan di termodinamika adalah energi yang direpresentasikan oleh operator Hamiltonian dan asosiasi entropi energinya, .[23]
John von Neumann mengusulkan salah satu benda teramati yang paling informatif untuk mengkarakterisasi entropi dari sistem. Invarian ini didapatkan dari mengurangi entropi terhadap seluruh kemungkinan benda teramati. Operator teramati paling informatif mengikuti keadaan sistem. Entropi dari benda yang teramati ini disebut sebagai entropi Von Neumann dan bernilai:
Sebagai konsekuensi, untuk seluruh benda teramati. Pada kesetimbangan termal, entropi energi bernilai sama dengan entropi Von Neumann: .
adalah invarian dari transformasi uniter dari perubahan keadaan. Entropi Von Neumann bersifat aditif untuk keadaan sistem yang terdiri dari perkalian tensor dari subsistemnya:
Versi Clausius dari hukum kedua termodinamika
Tidak ada proses yang hasilnya hanya berupa transfer panas dari sistem yang dengan suhu rendah ke sistem dengan suhu tinggi.
Pernyataan ini untuk bak kalor berpasangan-N dengan keadaan stabil menjadi:
Versi dinamis dari hukum kedua termodinamika dapat dibuktikan, berdasarkan pertidaksamaan Spohn:[24]
yang valid untuk setiap generator L-GKS, dengan keadaan diam, .[25]
Konsistensi dengan termodinamika dapat digunakan untuk memverifikasi model transportasi dinamis. Misalnya, model lokal untuk jaringan dengan persamaan L-GKS lokal terhubung melalui tautan lemah yang dikira telah melanggar hukum kedua termodinamika.[26] Pada tahun 2018, telah ditunjukkan bahwa dengan memperhitungkan dengan benar seluruh usaha dan energi yang berkontribusi pada keseluruhan sistem, persamaan utama lokal koheren penuh dengan hukum kedua termodinamika.[27]
Kondisi adiabatik dan gesekan kuantum
Proses adiabatik termodinamika tidak memiliki perubahan entropi. Biasanya, kontrol eksternal memodifikasi keadaannya. Dalam versi kuantum, suatu proses adiabatik dana dimodelkan oleh Hamiltonian yang bergantung waktu yang dikontrol secara eksternal. Jika sistem ini terisolasi, dinamikanya menjadi uniter. Oleh karena itu, konstan. Proses adiabatik kuantum didefinisikan sebagai energi entropi yang bernilai konstan. Kondisi adiabatik kuantum setara dengan tidak adanya perubahan populasi dari level energi instan. Ini menyiratkan bahwa Hamiltoniannya harus dihitung terhadap dirinya sendiri pada waktu yang berbeda: .
Ketika kondisi adiabatik tersebut tidak terpenuhi, tambahan usaha diperlukan untuk mencapai nilai kontrol final. Untuk sistem yang terisolasi, usaha ini dapat dipulihkan, karena dinamikanya uniter dan dapat dikembalikan. Dalam kasus ini, gesekan kuantum dapat ditekan dengan jalan pintas untuk adiabatisitas yang didemonstrasikan di laboratorium dengan menggunakan gas Fermi uniter dalam jebakan bergantung waktu.[28] Koherensi disimpan pada elemen bukan diagonal di operator massa jenis yang membutuhkan informasi untuk mengembalikan biaya energi tambahan dan mengembalikan dinamikanya. Biasanya, energi ini tidak dapat dipulihkan karena interaksi dengan bak yang menyebabkan defase energi. Bak ini, dalam kasus ini, bertindak sebagai aparatus pengukur energi. Energi yang hilang adalah versi kuantum dari gesekan.[29][30]
Kemunculan versi dinamis dari hukum ketiga termodinamika
Terdapat dua formulasi berbeda dari hukum ketiga termodinamika yang disampaikan oleh Walther Nernst. Formulasi pertama disebut sebagai teorema kalor Nernst, sementara formulasi kedua disebut sebagai prinsip ketaktercapaian. Formulasi pertama dapat diparafrase menjadi:
- Entropi dari zat murni pada kesetimbangan termodinamika mendekati nol saat suhu mendekati nol.
Pada keadaan stabil, hukum kedua termodinamika menyiratkan bahwa total produksi entropi bernilai positif. Ketika bak dingin mendekati suhu nol mutlak, diperlukan eliminasi terhadap divergens produksi entropi pada bagian dingin ketika . Maka:
Untuk , pemenuhan hukum kedua termodinamika bergantung pada produksi entropi pada bak yang lain, yang mengharuskan kompensasi terhadap produksi entropi negatif pada bak dingin. Formulasi pertama dari hukum ketiga termodinamika memodifikasi pembatasan ini. Alih-alih , hukum ketiga memberlakukan . Hal ini menjamin bahwa pada suhu nol mutlak, produksi entropi pada bak dingin bernilai nol: . Ketentuan ini menghasilkan kondisi skala pada arus kalor .
Formulasi kedua adalah formulasi dinamis, yang dikenal sebagai prinsip ketaktercapaian:[31][32]
- Tidak ada prosedur atau pendingin apa pun dalam keadaan seideal apa pun yang dapat mendinginkan sistem hingga suhu nol mutlak pada waktu dan operasi terbatas.
Dinamika proses pendinginan diberikan dalam persamaan berikut:
dengan adalah kapasitas kalor dari bak. Dengan mengambil dan dengan , kita dapat mengkuantifikasi formulasi tersebut dengan mengevaluasi pangkat karakteristik dari proses pendinginan:
Persamaan ini memperkenalkan hubungan antara pangkat karakteristitik dan . Ketika , maka bak tersebut didinginkan ke suhu nol pada waktu terbatas, yang menyiratkan pelanggaran terhadap hukum ketiga. Terlihat jelas bahwa pada persamaan ketiga, prinsip ketaktercapaian lebih mengekang dari pada teorema kalor Nernst.
Kekhasan sebagai sumber dari kemunculan fenomena termodinamika
Ide dasar dari kekhasan kuantum adalah sebagian besar dari keadaaan murni memiliki nilai ekspektasi umum dari benda teramati umum pada suatu waktu akan menyebabkan nilai ekspektasi yang mirip dengan benda teramati pada waktu selanjutnya. Ini dimaksudkan untuk menerapkan tipe dinamis Schrödinger pada ruang dimensi tinggi Hilbert. Sebagai konsekuensi dinamika individu dari nilai ekspektasi maka kekhasan dapat dideskripsikan dengan baik dengan rerata kumpulan.[33]
Teorema ergodik kuantum (TEK) yang dicetuskan oleh John von Neumann adalah hasil kuat yang muncul dari struktur matematika dari mekanika kuantum. TEK adalah formulasi presisi dari sesuatu yang disebut sebagai kekhasan normal, misalnya pernyataan bahwa untuk sistem besar yang khas, setiap fungsi gelombang awal dari suatu cangkang energi adalah 'normal'. Fungsi gelombang ini ber-evolusi sedemikian rupa hingga untuk sebagian besar bernilai setara secara makroskopis dengan matriks kepadatan kanonis mikro.[34]
Teori sumber daya
Hukum kedua termodinamika dapat diinterpretasikan sebagai transformasi keadaan pengukur yang secara statistika sangat tidak mungkin hingga mereka menjadi terlarang. Kekhasan hukum kedua diaplikasikan ke sistem yang terdiri dari banyak partikel yang berinteraksi. Teori sumber daya termodinamika kuantum adalah formulasi termodinamika pada area yang dapat diaplikasikan pada sedikit partikel yang berinteraksi dengan bak kalor. Untuk proses siklus atau sangat dekat menjadi siklus, hukum kedua untuk sistem mikroskopis mengambil bentuk yang sangat berbeda dari skala makroskopis. Bentuk ini memaksakan tidak hanya satu batasan pada apa yang membuat transformasi keadaan dapat terjadi, tapi kepada keseluruhan bentuk batasan. Hukum kedua ini tidak hanya relevan untuk sistem kecil, tapi juga dapat diaplikasikan pada sistem makroskopis individual yang berinteraksi dengan interaksi jarak jauh, yang hanya memenuhi rerata hukum kedua biasa. Hukum-hukum termodinamika membuat suatu bentuk dengan membuat definisi presisi terhadap operasi termal. Hukum pertama mendefinisikan operasi termal, hukum kenol muncul sebagai kondisi unik yang memastikan teori taktrivial, dan hukum lainnya menjadi properti kemonotonan dari energi bebas umum.[35][36]
Wadah terekayasa
Skala nano memungkinkan sistem kuantum dipersiapkan pada keadaan fisik tanpa analog klasik. Di sana, skenario tak setimbang kompleks dapat diproduksi dengan persiapan awal. Persiapan awal ini dapat berupa bahan pekerja atau wadah dari partikel kuantum, dengan partikel kuantum disebut sebagai "wadah terekayasa". Terdapat beberapa bentuk berbeda dari wadah terekayasa. Beberapa dari mereka melibatkan koherensi kuantum secara halus atau efek korelasi,[37][38][39] sementara yang lainnya bergantung hanya kepada fungsi distribusi kemungkinan non-termal klasik.[40][41][42][43] Fenomena menarik dapat muncul dari penggunaan wadah terekayasa, seperti efisiensi yang melebihi batas Otto,[44] pelanggaran terhadap ketidaksamaan Clausius,[45] atau ekstraksi simultan kalor dan usaha dari wadah.[46]
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
- Concerning an Heuristic Point of View Toward the Emission and Transformation of Light - versi terjemahan bahasa Inggris dari artikel ilmiah 1905 Albert Einstein. (Diakses: 7 September 2024)
Referensi
- ↑ Sebastian Deffner. Quantum Thermodynamics: An introduction to the thermodynamics of quantum information. Morgan & Claypool Publishers. 2019. doi:10.1088/2053-2571/ab21c6.
- ↑ Thermodynamics in the Quantum Regime. doi:10.1007/978-3-319-99046-0. ISBN 978-3-319-99046-0.
- ↑ A. Einstein. Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt. Annalen der Physik. 1905. Vol. 322 (6). hlm. 132–148. doi:10.1002/andp.19053220607.
- ↑ John von Neumann. Mathematical Foundations of Quantum Mechanics. Princeton University Press. 1955. ISBN 978-0-691-02893-4.
- ↑ Ronnie Kosloff. Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint. Entropy. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.
- ↑ G. Lindblad. On the generators of quantum dynamical semigroups. Communications in Mathematical Physics. 1976. Vol. 48 (2). hlm. 119–130. doi:10.1007/bf01608499.
- ↑ Vittorio Gorini. Completely positive dynamical semigroups of N-level systems. Journal of Mathematical Physics. 1976. Vol. 17 (5). hlm. 821–825. doi:10.1063/1.522979.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Herbert Spohn. Irreversible Thermodynamics for Quantum Systems Weakly Coupled to Thermal Reservoirs. Advances in Chemical Physics: For Ilya Prigogine. 2007. Vol. 38. doi:10.1002/9780470142578.ch2.
- ↑ R Alicki. The quantum open system as a model of the heat engine. Journal of Physics A: Mathematical and General. 1979. Vol. 12 (5). hlm. L103–L107. doi:10.1088/0305-4470/12/5/007.
- ↑ Ronnie Kosloff. A quantum mechanical open system as a model of a heat engine. The Journal of Chemical Physics. Vol. 80 (4). hlm. 1625–1631. doi:10.1063/1.446862.
- ↑ Ronnie Kosloff. Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint. Entropy. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.
- ↑ E. B. Davies. Markovian master equations. Communications in Mathematical Physics. 1974. Vol. 39 (2). hlm. 91–110. doi:10.1007/bf01608389.
- ↑ María Florencia Ludovico. Dynamical energy transfer in ac-driven quantum systems. Physical Review B. Vol. 89 (16). hlm. 161306(R). doi:10.1103/physrevb.89.161306.
- ↑ Massimiliano Esposito. Quantum Thermodynamics: A Nonequilibrium Green's Function Approach. Physical Review Letters. Vol. 114 (8). hlm. 080602. doi:10.1103/physrevlett.114.080602.
- ↑ Frank Tabakin. Model dynamics for quantum computing. Annals of Physics. Vol. 383. hlm. 33. doi:10.1016/j.aop.2017.04.013.
- ↑ Gian Paolo Beretta. The fourth law of thermodynamics: steepest entropy ascent. Philosophical Transactions of the Royal Society A. Vol. 378 (2170). hlm. 20190168. doi:10.1098/rsta.2019.0168.
- ↑ Elliott H. Lieb. The physics and mathematics of the second law of thermodynamics. Physics Reports. 1999. Vol. 310 (1). hlm. 1–96. doi:10.1016/s0370-1573(98)00082-9.
- ↑ E. P. Gyftopoulos. Thermodynamics: Foundations and Applications. Dover Publications. 2005.
- ↑ L. Szilard. Über die Entropieverminderung in einem thermodynamischen System bei Eingriffen intelligenter Wesen. Zeitschrift für Physik. 1929. Vol. 53 (11–12). hlm. 840–856. doi:10.1007/bf01341281.
- ↑ L. Brillouin. Science and Information Theory. Academic Press. 1956.
- ↑ Koji Maruyama. Colloquium: The physics of Maxwell's demon and information. Reviews of Modern Physics. Vol. 81 (1). hlm. 1–23. doi:10.1103/revmodphys.81.1.
- ↑ Anatoli Polkovnikov. Microscopic diagonal entropy and its connection to basic thermodynamic relations. Annals of Physics. 2011. Vol. 326 (2). hlm. 486–499. doi:10.1016/j.aop.2010.08.004.
- ↑ Herbert Spohn. Irreversible Thermodynamics for Quantum Systems Weakly Coupled to Thermal Reservoirs. Advances in Chemical Physics:For Ilya Prigogine. Vol. 38.
- ↑ Ronnie Kosloff. Quantum Thermodynamics: A Dynamical Viewpoint. Entropy. 2013-05-29. Vol. 15 (12). hlm. 2100–2128. doi:10.3390/e15062100.
- ↑ Amikam Levy. The local approach to quantum transport may violate the second law of thermodynamics. Europhysics Letters. Vol. 107 (2). hlm. 20004. doi:10.1209/0295-5075/107/20004.
- ↑ Gabriele De Chiara. Reconciliation of quantum local master equations with thermodynamics. New Journal of Physics. 2018. Vol. 20. doi:10.1088/1367-2630/aaecee.
- ↑ S. Deng. Superadiabatic quantum friction suppression in finite-time thermodynamics. Science Advances. 2018. Vol. 4 (4). hlm. eaar5909. doi:10.1126/sciadv.aar5909.
- ↑ Ronnie Kosloff. Discrete four-stroke quantum heat engine exploring the origin of friction. Physical Review E. Vol. 65 (5). hlm. 055102(R). doi:10.1103/physreve.65.055102.
- ↑ F. Plastina. Irreversible Work and Inner Friction in Quantum Thermodynamic Processes. Physical Review Letters. Vol. 113 (26). hlm. 260601. doi:10.1103/physrevlett.113.260601.
- ↑ P. T. Landsberg. Foundations of Thermodynamics. Reviews of Modern Physics. Vol. 28 (4). hlm. 363–392. doi:10.1103/revmodphys.28.363.
- ↑ Amikam Levy. Quantum refrigerators and the third law of thermodynamics. Physical Review E. Vol. 85 (6). hlm. 061126. doi:10.1103/physreve.85.061126.
- ↑ Christian Bartsch. Dynamical Typicality of Quantum Expectation Values. Physical Review Letters. Vol. 102 (11). hlm. 110403. doi:10.1103/physrevlett.102.110403.
- ↑ Sheldon Goldstein. Normal typicality and von Neumann's quantum ergodic theorem. Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. Vol. 466 (2123). hlm. 3203–3224. doi:10.1098/rspa.2009.0635.
- ↑ Fernando Brandão. The second laws of quantum thermodynamics. Proceedings of the National Academy of Sciences. Vol. 112 (11). hlm. 3275–3279. doi:10.1073/pnas.1411728112.
- ↑ John Goold. The role of quantum information in thermodynamics—a topical review. Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical. Vol. 49 (14). hlm. 143001. doi:10.1088/1751-8113/49/14/143001.
- ↑ Marlan O. Scully. Extracting Work from a Single Heat Bath via Vanishing Quantum Coherence. Science. Vol. 299 (5608). hlm. 862–864. doi:10.1126/science.1078955.
- ↑ Gonzalo Manzano. Entropy production and thermodynamic power of the squeezed thermal reservoir. Physical Review E. Vol. 93 (5). hlm. 052120. doi:10.1103/PhysRevE.93.052120.
- ↑ Rogério J. de Assis. Efficiency of a Quantum Otto Heat Engine Operating under a Reservoir at Effective Negative Temperatures. Physical Review Letters. Vol. 122 (24). hlm. 240602. doi:10.1103/PhysRevLett.122.240602.
- ↑ H. Pothier. Energy Distribution Function of Quasiparticles in Mesoscopic Wires. Physical Review Letters. Vol. 79 (18). hlm. 3490–3493. doi:10.1103/PhysRevLett.79.3490.
- ↑ Yung-Fu Chen. Nonequilibrium Tunneling Spectroscopy in Carbon Nanotubes. Physical Review Letters. Vol. 102 (3). hlm. 036804. doi:10.1103/PhysRevLett.102.036804.
- ↑ C. Altimiras. Tuning Energy Relaxation along Quantum Hall Channels. Physical Review Letters. Vol. 105 (22). hlm. 226804. doi:10.1103/PhysRevLett.105.226804.
- ↑ Nicholas Bronn. Spatial dependence of electron interactions in carbon nanotubes. Physical Review B. Vol. 88 (16). hlm. 161409. doi:10.1103/PhysRevB.88.161409.
- ↑ Rogério J. de Assis. Efficiency of a Quantum Otto Heat Engine Operating under a Reservoir at Effective Negative Temperatures. Physical Review Letters. Vol. 122 (24). hlm. 240602. doi:10.1103/PhysRevLett.122.240602.
- ↑ Rafael Sánchez. Nonequilibrium System as a Demon. Physical Review Letters. 2019. Vol. 123 (21). hlm. 216801. doi:10.1103/PhysRevLett.123.216801.
- ↑ Gonzalo Manzano. Entropy production and thermodynamic power of the squeezed thermal reservoir. Physical Review E. Vol. 93 (5). hlm. 052120. doi:10.1103/PhysRevE.93.052120.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587834 (2026-08-16T10:07:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.