Lompat ke isi

Penelitian survei: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28395459; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Penelitian survei''' merupakan suatu [[teknik]] [[pengumpulan]] [[informasi]] yang dilakukan dengan [[cara]] menyusun [[daftar]] [[pertanyaan]] yang diajukan pada [[responden]] dalam berbentuk sample dari sebuah populasi. Dalam [[penelitian]] [[survei]], peneliti meneliti [[karakteristik]] atau [[hubungan]] [[sebab akibat]] antar [[variabel]] tanpa adanya intervensi [[peneliti]].
[[File:US_Navy_090801-N-3312P-002_Kieth_Pickles_and_Christopher_Chilton,_both_from_Southeastern_Archeological_Research_Inc.,_use_ground_penetrating_radar_to_survey_burial_sites_discovered_at_Naval_Weapons_Station_Yorktown.jpg|thumb|right|280px|US Navy 090801-N-3312P-002 Kieth Pickles and Christopher Chilton, both from Southeastern Archeological Research Inc., use ground penetrating radar to survey burial sites discovered at Naval Weapons Station Yorktown]]
 
'''Penelitian survei''' merupakan suatu [[teknik]] [[pengumpulan]] [[informasi]] yang dilakukan dengan [[cara]] menyusun [[daftar]] [[pertanyaan]] yang diajukan pada [[responden]] dalam berbentuk sample dari sebuah populasi.<ref>[http://www.docstoc.com/docs/30817788/PENELITIAN-SURVEY-DAN-PENELITIAN-TINDAKAN/ Perancangan Instrumen Penelitian]. Diakses 3 Mei 2010.</ref> Dalam [[penelitian]] [[survei]], peneliti meneliti [[karakteristik]] atau [[hubungan]] [[sebab akibat]] antar [[variabel]] tanpa adanya intervensi [[peneliti]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref><ref>[http://tarbiyah.uin-suka.ac.id/file_kuliah/Bab%205.doc Penelitian Survei]. Diakses 3 Mei 2010.</ref>


== Langkah ==
== Langkah ==
Terdapat enam langkah dasar dalam melakukan sebuah penelitian survei, yakni:
Terdapat enam langkah dasar dalam melakukan sebuah penelitian survei, yakni:<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>


# Langkah pertama, yaitu dengan membentuk [[hipotesis]] awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui [[surat elektronik]], [[wawancara]], atau [[telepon]], membuat pertanyaan-pertanyaan, menentukan [[kategori]] dari responden, dan menentukan setting penelitian.
# Langkah pertama, yaitu dengan membentuk [[hipotesis]] awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui [[surat elektronik]], [[wawancara]], atau [[telepon]], membuat pertanyaan-pertanyaan, menentukan [[kategori]] dari responden, dan menentukan setting penelitian.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Langkah kedua, yaitu merencanakan cara untuk merekam [[data]] dan melakukan pengujian awal terhadap [[instrumen]] survei.
# Langkah kedua, yaitu merencanakan cara untuk merekam [[data]] dan melakukan pengujian awal terhadap [[instrumen]] survei.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Langkah ketiga, yaitu menentukan [[target]] populasi responden yang akan di survei, membuat [[kerangka sampel]] survei, menentukan besarnya [[sampel]], dan memilih sampel.
# Langkah ketiga, yaitu menentukan [[target]] populasi responden yang akan di survei, membuat [[kerangka sampel]] survei, menentukan besarnya [[sampel]], dan memilih sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Langkah keempat, yaitu menentukan [[lokasi]] responden, melakukan [[wawancara]], dan mengumpulkan data.
# Langkah keempat, yaitu menentukan [[lokasi]] responden, melakukan [[wawancara]], dan mengumpulkan data.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Langkah kelima, yaitu memasukkan data ke [[komputer]], mengecek ulang [[data]] yang telah dimasukkan, dan membuat [[analisis]] [[statistik]] data.
# Langkah kelima, yaitu memasukkan data ke [[komputer]], mengecek ulang [[data]] yang telah dimasukkan, dan membuat [[analisis]] [[statistik]] data.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Langkah keenam, yaitu menjelaskan [[metode]] yang digunakan dan menjabarkan [[hasil]] penemuan untuk mendapatkan [[kritik]], serta melakukan [[evaluasi]].
# Langkah keenam, yaitu menjelaskan [[metode]] yang digunakan dan menjabarkan [[hasil]] penemuan untuk mendapatkan [[kritik]], serta melakukan [[evaluasi]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>


== Jenis ==
== Jenis ==
Terdapat 3 jenis penelitian survei dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya masing-masing.'''
Terdapat 3 jenis penelitian survei dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya masing-masing.'''


# Melalui surat pertanyaan, merupakan cara untuk menguji [[tanggapan]] responden melalui pengiriman [[kuesioner]] [[via]] [[pos]]. Kelebihan dari surat pertanyaan adalah hemat biaya, hemat waktu, responden bisa memilih waktu yang tepat baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan yang lebih besar, keseragaman kata (tidak dibacakan lagi), tidak ada bias pewawancara, serta banyak responden yang dapat dicapai (dibandigkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat). Sedangakan, kekurangannya adalah tidak fleksibel, terdapat kecenderungan [[rendah]]nya [[tanggapan]], hanya perilaku [[verbal]] yang tercatat, idak ada kendali atas [[lingkungan]] (ribut, diganggu), tidak ada [[kendali]] atas urutan pertanyaan, bisa menyebabkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tidak bisa merekam jawaban secara [[spontan]], kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab dengan salah alamat, tidak ada kendali atas [[waktu]] pengembalian, tidak dapat menggunakan [[format]] yang kompleks, dan bisa mendapatkan sample yang [[bias]].
# Melalui surat pertanyaan, merupakan cara untuk menguji [[tanggapan]] responden melalui pengiriman [[kuesioner]] [[via]] [[pos]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref> Kelebihan dari surat pertanyaan adalah hemat biaya, hemat waktu, responden bisa memilih waktu yang tepat baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan yang lebih besar, keseragaman kata (tidak dibacakan lagi), tidak ada bias pewawancara, serta banyak responden yang dapat dicapai (dibandigkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat).<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://education.uncc.edu/rglamber/primer/m/mail_surveys.htm Survei Mail] . Diakses 6 Mei 2010.</ref> Sedangakan, kekurangannya adalah tidak fleksibel, terdapat kecenderungan [[rendah]]nya [[tanggapan]], hanya perilaku [[verbal]] yang tercatat, idak ada kendali atas [[lingkungan]] (ribut, diganggu), tidak ada [[kendali]] atas urutan pertanyaan, bisa menyebabkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tidak bisa merekam jawaban secara [[spontan]], kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab dengan salah alamat, tidak ada kendali atas [[waktu]] pengembalian, tidak dapat menggunakan [[format]] yang kompleks, dan bisa mendapatkan sample yang [[bias]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>
# Metode wawancara tatap muka, merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung. Kelebihan dari penelitian wawancara tatap muka adalah [[fleksibilitas]], [[tingkat]] respon yang baik, memungkinkan pencatatan [[perilaku]] non verbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan jawaban seecara spontan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan, serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks. Sedangkan, kelemhannnya adalah biayanya yang [[mahal]], waktu yang dibutuhkan untuk ber[[tanya]] dan untuk berkunjung ke lokasi, bias pewawancara, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek [[fakta]], mengganggu responden, kurang menjamin kerahasiaan, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.
# Metode wawancara tatap muka, merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref> Kelebihan dari penelitian wawancara tatap muka adalah [[fleksibilitas]], [[tingkat]] respon yang baik, memungkinkan pencatatan [[perilaku]] non verbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan jawaban seecara spontan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan, serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks.<ref>[http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&u=http://writing.colostate.edu/guides/research Kekuatan dan Kelemahan Survei Lisan]. Diakses 6 Mei 2010.</ref> Sedangkan, kelemhannnya adalah biayanya yang [[mahal]], waktu yang dibutuhkan untuk ber[[tanya]] dan untuk berkunjung ke lokasi, bias pewawancara, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek [[fakta]], mengganggu responden, kurang menjamin kerahasiaan, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.<ref>[http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en|id&u=http://writing.colostate.edu/guides/research Kekuatan dan Kelemahan Survei Lisan]. Diakses 6 Mei 2010.</ref>
# Wawancara telepon merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon. Kelebihan dari wawancara telepon  adalah tingkat respon lebih tinggi dari surat atau administrasi diri, memungkinkan untuk menjangkau [[geografis]] yang luas/ jauh, waktu lebih singkat, dapat mengontrol tahapan pengisian [[kuesioner]], dapat melakukan pertanyaan lanjutan, dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks. Sedangkan, kekurangannya adalah biaya tinggi, panjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang memiliki [[telepon]], mengurangi [[anonimitas]], memungkinkan bias pewawancara, sulit untuk [[pertanyaan terbuka]], membutuhkan bantuan [[visual]], serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau [[intonasi]] [[suara]].
# Wawancara telepon merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref> Kelebihan dari wawancara telepon  adalah tingkat respon lebih tinggi dari surat atau administrasi diri, memungkinkan untuk menjangkau [[geografis]] yang luas/ jauh, waktu lebih singkat, dapat mengontrol tahapan pengisian [[kuesioner]], dapat melakukan pertanyaan lanjutan, dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah biaya tinggi, panjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang memiliki [[telepon]], mengurangi [[anonimitas]], memungkinkan bias pewawancara, sulit untuk [[pertanyaan terbuka]], membutuhkan bantuan [[visual]], serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau [[intonasi]] [[suara]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>


== Hal-hal yang perlu dihindari ==
== Hal-hal yang perlu dihindari ==
Dalam membuat pertanyaan untuk penelitian survei, seorang peneliti perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Dalam membuat pertanyaan untuk penelitian survei, seorang peneliti perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research.'' USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.</ref>


# Hindari [[penggunaan]] [[jargon]] (contoh: [[sosialisasi]], [[demokrasi]]), kata-kata yang kurang jelas dan penggunaan [[singkatan]].
# Hindari [[penggunaan]] [[jargon]] (contoh: [[sosialisasi]], [[demokrasi]]), kata-kata yang kurang jelas dan penggunaan [[singkatan]].
Baris 34: Baris 36:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


[[uk:Зйомка]]
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penelitian+survei&oldid=28395459 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28395459 (2025-11-10T06:02:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
 
 
 
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penelitian+survei&oldid=28395459 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28395459 (2025-11-10T06:02:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.05

US Navy 090801-N-3312P-002 Kieth Pickles and Christopher Chilton, both from Southeastern Archeological Research Inc., use ground penetrating radar to survey burial sites discovered at Naval Weapons Station Yorktown

Penelitian survei merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan pada responden dalam berbentuk sample dari sebuah populasi.[1] Dalam penelitian survei, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat antar variabel tanpa adanya intervensi peneliti.[2][3]

Langkah

Terdapat enam langkah dasar dalam melakukan sebuah penelitian survei, yakni:[4]

  1. Langkah pertama, yaitu dengan membentuk hipotesis awal, menentukan jenis survei yang akan dilakukan akankah melalui surat elektronik, wawancara, atau telepon, membuat pertanyaan-pertanyaan, menentukan kategori dari responden, dan menentukan setting penelitian.[5]
  2. Langkah kedua, yaitu merencanakan cara untuk merekam data dan melakukan pengujian awal terhadap instrumen survei.[6]
  3. Langkah ketiga, yaitu menentukan target populasi responden yang akan di survei, membuat kerangka sampel survei, menentukan besarnya sampel, dan memilih sampel.[7]
  4. Langkah keempat, yaitu menentukan lokasi responden, melakukan wawancara, dan mengumpulkan data.[8]
  5. Langkah kelima, yaitu memasukkan data ke komputer, mengecek ulang data yang telah dimasukkan, dan membuat analisis statistik data.[9]
  6. Langkah keenam, yaitu menjelaskan metode yang digunakan dan menjabarkan hasil penemuan untuk mendapatkan kritik, serta melakukan evaluasi.[10]

Jenis

Terdapat 3 jenis penelitian survei dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

  1. Melalui surat pertanyaan, merupakan cara untuk menguji tanggapan responden melalui pengiriman kuesioner via pos.[11] Kelebihan dari surat pertanyaan adalah hemat biaya, hemat waktu, responden bisa memilih waktu yang tepat baginya untuk mengisi kuesioner, ada jaminan kerahasiaan yang lebih besar, keseragaman kata (tidak dibacakan lagi), tidak ada bias pewawancara, serta banyak responden yang dapat dicapai (dibandigkan dengan pengiriman pewawancara ke banyak tempat).[12] Sedangakan, kekurangannya adalah tidak fleksibel, terdapat kecenderungan rendahnya tanggapan, hanya perilaku verbal yang tercatat, idak ada kendali atas lingkungan (ribut, diganggu), tidak ada kendali atas urutan pertanyaan, bisa menyebabkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, tidak bisa merekam jawaban secara spontan, kesulitan untuk membedakan antara tidak menjawab dengan salah alamat, tidak ada kendali atas waktu pengembalian, tidak dapat menggunakan format yang kompleks, dan bisa mendapatkan sample yang bias.[13]
  2. Metode wawancara tatap muka, merupakan cara untuk menguji tanggapan responden dengan bertemu muka atau berhadapan langsung.[14] Kelebihan dari penelitian wawancara tatap muka adalah fleksibilitas, tingkat respon yang baik, memungkinkan pencatatan perilaku non verbal, kendali atas lingkungan waktu menjawab, kemampuan untuk mengikuti urutan pertanyaan dan pencatatan jawaban seecara spontan, responden tidak bisa curang dan harus menjawab sendiri, terjaminnya kelengkapan jawaban dan pertanyaan yang dijawab, adanya kendali atas waktu menjawab pertanyaan, serta dapat digunakan untuk kuesioner yang kompleks.[15] Sedangkan, kelemhannnya adalah biayanya yang mahal, waktu yang dibutuhkan untuk bertanya dan untuk berkunjung ke lokasi, bias pewawancara, tidak ada kesempatan bagi responden untuk mengecek fakta, mengganggu responden, kurang menjamin kerahasiaan, kurangnya keseragaman pertanyaan, serta kurang bisa diandalkan untuk mencapai banyak responden.[16]
  3. Wawancara telepon merupakan cara menguji tanggapan respondenvia telepon.[17] Kelebihan dari wawancara telepon adalah tingkat respon lebih tinggi dari surat atau administrasi diri, memungkinkan untuk menjangkau geografis yang luas/ jauh, waktu lebih singkat, dapat mengontrol tahapan pengisian kuesioner, dapat melakukan pertanyaan lanjutan, dan memungkinkan untuk format pertanyaan yang lebih kompleks.[18] Sedangkan, kekurangannya adalah biaya tinggi, panjang wawancara terbatas, terbatas untuk responden yang memiliki telepon, mengurangi anonimitas, memungkinkan bias pewawancara, sulit untuk pertanyaan terbuka, membutuhkan bantuan visual, serta hanya dapat mencatat hal-hal tertentu dari latar belakang suara atau intonasi suara.[19]

Hal-hal yang perlu dihindari

Dalam membuat pertanyaan untuk penelitian survei, seorang peneliti perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:[20]

  1. Hindari penggunaan jargon (contoh: sosialisasi, demokrasi), kata-kata yang kurang jelas dan penggunaan singkatan.
  2. Hindari ambiguitas atau pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan dan pertanyaan yang kabur.
  3. Hindari bahasa yang emosional dan bias gelar dan gunakan bahasa yang netral.
  4. Hindari pertanyaan yang di dalam satu kalimat terdapat 2 pertanyaan sekaligus.
  5. Hindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban responden.
  6. Hindari pertanyaan yang di luar kemampuan responden untuk menjawabnya.
  7. Hindari pertanyaan yang dimulai dengan premis yang salah.
  8. Hindari pertanyaan mengenai masa depan.
  9. Hindari pertanyaan yang menggunakan dua pernyataan negatif.
  10. Hindari pertanyaan dengan kategori jawaban yang tumpang tindih.
  11. Hindari pertanyaan bodoh.

Referensi

  1. Perancangan Instrumen Penelitian. Diakses 3 Mei 2010.
  2. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  3. Penelitian Survei. Diakses 3 Mei 2010.
  4. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  5. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  6. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  7. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  8. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  9. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  10. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  11. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  12. Survei Mail . Diakses 6 Mei 2010.
  13. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  14. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  15. Kekuatan dan Kelemahan Survei Lisan. Diakses 6 Mei 2010.
  16. Kekuatan dan Kelemahan Survei Lisan. Diakses 6 Mei 2010.
  17. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  18. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  19. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.
  20. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 209-309.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28395459 (2025-11-10T06:02:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.