Lompat ke isi

Elektrodinamika kuantum: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302751; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Elektrodinamika kuantum''' (''quantum electrodynamics'', QED) adalah [[teori medan kuantum]] [[Teori relativitas|relativistik]] tentang [[elektrodinamika]]. Teori ini menjelaskan bagaimana [[cahaya]] dan [[materi]] berinteraksi dan merupakan teori pertama yang mencapai kesesuaian antara [[mekanika kuantum]] dan [[relativitas khusus]]. QED menggambarkan secara matematiks semua fenomena yang melibatkan partikel ber[[muatan listrik]]. Salah satu pendiri teori QED, [[Richard Feynman]], menyebut teori ini sebagai ''the jewel of physics'' untuk kemampuannya meramalkan secara tepat besaran-besaran seperti [[anomali momen magnetik]] [[elektron]], dan [[pergeseran Lamb]] tingkat-tingkat energi hidrogen.
'''Elektrodinamika kuantum''' (''quantum electrodynamics'', QED) adalah [[teori medan kuantum]] [[Teori relativitas|relativistik]] tentang [[elektrodinamika]]. Teori ini menjelaskan bagaimana [[cahaya]] dan [[materi]] berinteraksi dan merupakan teori pertama yang mencapai kesesuaian antara [[mekanika kuantum]] dan [[relativitas khusus]]. QED menggambarkan secara matematiks semua fenomena yang melibatkan partikel ber[[muatan listrik]]. Salah satu pendiri teori QED, [[Richard Feynman]], menyebut teori ini sebagai ''the jewel of physics'' untuk kemampuannya meramalkan secara tepat besaran-besaran seperti [[anomali momen magnetik]] [[elektron]], dan [[pergeseran Lamb]] tingkat-tingkat energi hidrogen.<ref>Richard Feynman. [https://archive.org/details/qedstrangetheory0000feyn_l7q0 QED: The Strange Theory of Light and Matter]. Princeton University Press. 1985. hlm. [https://archive.org/details/qedstrangetheory0000feyn_l7q0/page/6 6]. ISBN 978-0691125756.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Formulasi pertama [[Mekanika kuantum|teori kuantum]] menjelaskan interaksi radiasi dengan materi dijelaskan oleh ilmuwan Inggris [[Paul Dirac]], yang pada tahun 1920-an mampu mendapatkan koefisien [[emisi spontan]] dari sebuah [[atom]].<ref>P.A.M. Dirac. ''The Quantum Theory of the Emission and Absorption of Radiation''. ''Proceedings of the Royal Society of London A''. 1927. Vol. 114 (767). hlm. 243–65. doi:10.1098/rspa.1927.0039.</ref>


Dirac menjelaskan kuantisasi [[medan elektromagnetik]] sebagai suatu kesatuan [[osilator harmonis]] dengan mengenalkan konsep [[Creation and annihilation operators|''creation and annihilation operator'']] untuk partikel. Pada tahun-tahun berikutnya, berkat kontribusi dari [[Wolfgang Pauli]], [[Eugene Wigner]], [[Pascual Jordan]], [[Werner Heisenberg]] dan [[Enrico Fermi]],<ref>E. Fermi. ''Quantum Theory of Radiation''. ''Reviews of Modern Physics''. 1932. Vol. 4. hlm. 87–132. doi:10.1103/RevModPhys.4.87.</ref> [[fisikawan]] mulai memercayai bahwa, pada dasarnya, mungkin untuk menghitung dari proses fisika apapun yang melibatkan [[foton]] dan partikel bermuatan. Namun, studi lebih lanjut oleh [[Felix Bloch]], [[Arnold Nordsieck]],<ref>F. Bloch. ''Note on the Radiation Field of the Electron''. ''Physical Review''. 1937. Vol. 52 (2). hlm. 54–59. doi:10.1103/PhysRev.52.54.</ref> dan [[Victor Weisskopf]]<ref>V. F. Weisskopf. ''On the Self-Energy and the Electromagnetic Field of the Electron''. ''Physical Review''. 1939. Vol. 56. hlm. 72–85. doi:10.1103/PhysRev.56.72.</ref> pada tahun 1937-1939, mengungkapkan bahwa perhitungan ini hanya bisa dipakai untuk [[Teori penyimpangan (mekanika kuantum)|teori penyimpangan]] orde satu, masalah yang telah dikemukakan oleh [[Julius Robert Oppenheimer|Robert Oppenheimer]].<ref>R. Oppenheimer. ''Note on the Theory of the Interaction of Field and Matter''. ''Physical Review''. 1930. Vol. 35 (5). hlm. 461–77. doi:10.1103/PhysRev.35.461.</ref> Pada orde yang lebih tinggi, perhitungan yang dibuat tidak ada artinya dan malah dapat menyebabkan keraguan konsistensi teori itu sendiri. Akibat tidak adanya solusi untuk masalah ini pada waktu itu, maka muncul ketidakcocokan dasar antara [[relativitas khusus]] dan [[mekanika kuantum]].


Formulasi pertama [[Mekanika kuantum|teori kuantum]] menjelaskan interaksi radiasi dengan materi dijelaskan oleh ilmuwan Inggris [[Paul Dirac]], yang pada tahun 1920-an mampu mendapatkan koefisien [[emisi spontan]] dari sebuah [[atom]].
Kesulitan dengan teori ini semakin meningkat pada akhir tahun 1940-an. Perbaikan dalam teknologi [[gelombang mikro]] memungkinkan perhitungan pergeseran tingkat [[atom hidrogen]] yang lebih presisi,<ref>Willis Lamb. ''Fine Structure of the Hydrogen Atom by a Microwave Method,''. ''Physical Review''. 1947. Vol. 72 (3). hlm. 241–43. doi:10.1103/PhysRev.72.241.</ref> yang sekarang dikenal dengan nama [[pergeseran Lamb]] dan [[momen magnetik]] elektron.<ref>H.M. Foley. ''On the Intrinsic Moment of the Electron''. ''Physical Review''. 1948. Vol. 73 (3). hlm. 412. doi:10.1103/PhysRev.73.412.</ref>


Dirac menjelaskan kuantisasi [[medan elektromagnetik]] sebagai suatu kesatuan [[osilator harmonis]] dengan mengenalkan konsep [[Creation and annihilation operators|''creation and annihilation operator'']] untuk partikel. Pada tahun-tahun berikutnya, berkat kontribusi dari [[Wolfgang Pauli]], [[Eugene Wigner]], [[Pascual Jordan]], [[Werner Heisenberg]] dan [[Enrico Fermi]], [[fisikawan]] mulai memercayai bahwa, pada dasarnya, mungkin untuk menghitung dari proses fisika apapun yang melibatkan [[foton]] dan partikel bermuatan. Namun, studi lebih lanjut oleh [[Felix Bloch]], [[Arnold Nordsieck]], dan [[Victor Weisskopf]] pada tahun 1937-1939, mengungkapkan bahwa perhitungan ini hanya bisa dipakai untuk [[Teori penyimpangan (mekanika kuantum)|teori penyimpangan]] orde satu, masalah yang telah dikemukakan oleh [[Julius Robert Oppenheimer|Robert Oppenheimer]]. Pada orde yang lebih tinggi, perhitungan yang dibuat tidak ada artinya dan malah dapat menyebabkan keraguan konsistensi teori itu sendiri. Akibat tidak adanya solusi untuk masalah ini pada waktu itu, maka muncul ketidakcocokan dasar antara [[relativitas khusus]] dan [[mekanika kuantum]].
Petunjuk pertama dilakukan oleh [[Hans Bethe]] pada tahun 1947,<ref>H. Bethe. ''The Electromagnetic Shift of Energy Levels''. ''Physical Review''. 1947. Vol. 72 (4). hlm. 339–41. doi:10.1103/PhysRev.72.339.</ref> setelah menghadiri [[Konferensi Shelter Island]].<ref>Silvan Schweber. [https://archive.org/details/qedmenwhomadeitd0000schw QED and the Men Who Did it: Dyson, Feynman, Schwinger, and Tomonaga]. Princeton University Press. 1994. hlm. [https://archive.org/details/qedmenwhomadeitd0000schw/page/230 230]. ISBN 978-0-691-03327-3.</ref> Ketika ia sedang dalam perjalanan dari konferensi ke [[Schenectady]], ia melakukan komputasi non-relativistik pertama untuk pergeseran garis-garis atom hidrogen yang diukur oleh Lamb dan [[Retherford]].<ref>H. Bethe. ''The Electromagnetic Shift of Energy Levels''. ''Physical Review''. 1947. Vol. 72 (4). hlm. 339–41. doi:10.1103/PhysRev.72.339.</ref> Meski ada keterbatasan, tetapi hasilnya baik. Idenya sederhana, yaitu memasang tak berhingga ke koreksi [[massa]] dan [[Muatan (fisika)|muatan]] yang disesuaikan pada nilai tertentu melalui eksperimen. Dengan cara ini, ketidakterbatasan akan diserap dalam konstanta dan menghasilkan nilai tertentu yang hasilnya sesuai dengan eksperimen. Prosedur ini dinamakan [[renormalisasi]].


Kesulitan dengan teori ini semakin meningkat pada akhir tahun 1940-an. Perbaikan dalam teknologi [[gelombang mikro]] memungkinkan perhitungan pergeseran tingkat [[atom hidrogen]] yang lebih presisi, yang sekarang dikenal dengan nama [[pergeseran Lamb]] dan [[momen magnetik]] elektron.
Berdasarkan intuisi Bethe dan makalah oleh [[Sin-Itiro Tomonaga|Shin'ichirō Tomonaga]],<ref>S. Tomonaga. ''On a Relativistically Invariant Formulation of the Quantum Theory of Wave Fields''. ''Progress of Theoretical Physics''. 1946. Vol. 1 (2). hlm. 27–42. doi:10.1143/PTP.1.27.</ref> [[Julian Seymour Schwinger|Julian Schwinger]],<ref>J. Schwinger. ''On Quantum-Electrodynamics and the Magnetic Moment of the Electron''. ''Physical Review''. 1948. Vol. 73 (4). hlm. 416–17. doi:10.1103/PhysRev.73.416.</ref><ref>J. Schwinger. ''Quantum Electrodynamics. I. A Covariant Formulation''. ''Physical Review''. 1948. Vol. 74 (10). hlm. 1439–61. doi:10.1103/PhysRev.74.1439.</ref> [[Richard Feynman]]<ref>R. P. Feynman. ''Space–Time Approach to Quantum Electrodynamics''. ''Physical Review''. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 769–89. doi:10.1103/PhysRev.76.769.</ref><ref>R. P. Feynman. ''The Theory of Positrons''. ''Physical Review''. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 749–59. doi:10.1103/PhysRev.76.749.</ref><ref>R. P. Feynman. ''Mathematical Formulation of the Quantum Theory of Electromagnetic Interaction''. ''Physical Review''. 1950. Vol. 80 (3). hlm. 440–57. doi:10.1103/PhysRev.80.440.</ref> dan [[Freeman Dyson]],<ref>F. Dyson. ''The Radiation Theories of Tomonaga, Schwinger, and Feynman''. ''Physical Review''. 1949. Vol. 75 (3). hlm. 486–502. doi:10.1103/PhysRev.75.486.</ref><ref>F. Dyson. ''The S Matrix in Quantum Electrodynamics''. ''Physical Review''. 1949. Vol. 75 (11). hlm. 1736–55. doi:10.1103/PhysRev.75.1736.</ref> akhirnya dimungkinkan untuk dapat formulasi [[Kovariansi Lorentz|kovarian]] yang terbatas pada orde berapapun untuk penyimpangan elektrodinamika kuantum. Shin'ichirō Tomonaga, Julian Schwinger dan Richard Feynman memperoleh [[Nobel Fisika|hadiah Nobel Fisika]] pada tahun 1965 atas hasil kerja mereka pada bidang ini.<ref>[http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1965/index.html The Nobel Prize in Physics 1965]. Nobel Foundation.</ref>


Petunjuk pertama dilakukan oleh [[Hans Bethe]] pada tahun 1947, setelah menghadiri [[Konferensi Shelter Island]]. Ketika ia sedang dalam perjalanan dari konferensi ke [[Schenectady]], ia melakukan komputasi non-relativistik pertama untuk pergeseran garis-garis atom hidrogen yang diukur oleh Lamb dan [[Retherford]]. Meski ada keterbatasan, tetapi hasilnya baik. Idenya sederhana, yaitu memasang tak berhingga ke koreksi [[massa]] dan [[Muatan (fisika)|muatan]] yang disesuaikan pada nilai tertentu melalui eksperimen. Dengan cara ini, ketidakterbatasan akan diserap dalam konstanta dan menghasilkan nilai tertentu yang hasilnya sesuai dengan eksperimen. Prosedur ini dinamakan [[renormalisasi]].
QED berperan sebagai model dan templat untuk semua teori medan kuantum. Salah satu teorinya adalah [[kromodinamika kuantum]], yang dimulai pada awal tahun 1960-an dan menjadi bentuk yang sekarang kita kenal pada tahun 1970-an berkat hasil kerja [[H. David Politzer]], [[Sidney Coleman]], [[David Gross]] dan [[Frank Wilczek]]. Dari hasil kerja [[Julian Schwinger|Schwinger]], [[Gerald Guralnik]], [[Dick Hagen]], dan [[Tom Kibble]],<ref>G. S. Guralnik. ''Global Conservation Laws and Massless Particles''. ''Physical Review Letters''. 1964. Vol. 13 (20). hlm. 585–87. doi:10.1103/PhysRevLett.13.585.</ref><ref>G. S. Guralnik. ''The History of the Guralnik, Hagen and Kibble development of the Theory of Spontaneous Symmetry Breaking and Gauge Particles''. ''International Journal of Modern Physics A''. 2009. Vol. 24 (14). hlm. 2601–27. doi:10.1142/S0217751X09045431.</ref> [[Peter W. Higgs|Peter Higgs]], [[Jeffrey Goldstone]], [[Sheldon Glashow]], Steven Weinberg dan [[Abdus Salam]] secara independeny menunjukkan bagaimana [[gaya nuklir lemah]] dan elektrodinamika kuantum dapat digabungkan menjadi [[gaya listrik lemah]].
 
Berdasarkan intuisi Bethe dan makalah oleh [[Sin-Itiro Tomonaga|Shin'ichirō Tomonaga]], [[Julian Seymour Schwinger|Julian Schwinger]], [[Richard Feynman]] dan [[Freeman Dyson]], akhirnya dimungkinkan untuk dapat formulasi [[Kovariansi Lorentz|kovarian]] yang terbatas pada orde berapapun untuk penyimpangan elektrodinamika kuantum. Shin'ichirō Tomonaga, Julian Schwinger dan Richard Feynman memperoleh [[Nobel Fisika|hadiah Nobel Fisika]] pada tahun 1965 atas hasil kerja mereka pada bidang ini.
 
QED berperan sebagai model dan templat untuk semua teori medan kuantum. Salah satu teorinya adalah [[kromodinamika kuantum]], yang dimulai pada awal tahun 1960-an dan menjadi bentuk yang sekarang kita kenal pada tahun 1970-an berkat hasil kerja [[H. David Politzer]], [[Sidney Coleman]], [[David Gross]] dan [[Frank Wilczek]]. Dari hasil kerja [[Julian Schwinger|Schwinger]], [[Gerald Guralnik]], [[Dick Hagen]], dan [[Tom Kibble]], [[Peter W. Higgs|Peter Higgs]], [[Jeffrey Goldstone]], [[Sheldon Glashow]], Steven Weinberg dan [[Abdus Salam]] secara independeny menunjukkan bagaimana [[gaya nuklir lemah]] dan elektrodinamika kuantum dapat digabungkan menjadi [[gaya listrik lemah]].


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 
<noinclude>
</noinclude>
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrodinamika+kuantum&oldid=29302751 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302751 (2026-06-01T09:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Elektrodinamika+kuantum&oldid=29302751 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302751 (2026-06-01T09:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.55

Elektrodinamika kuantum (quantum electrodynamics, QED) adalah teori medan kuantum relativistik tentang elektrodinamika. Teori ini menjelaskan bagaimana cahaya dan materi berinteraksi dan merupakan teori pertama yang mencapai kesesuaian antara mekanika kuantum dan relativitas khusus. QED menggambarkan secara matematiks semua fenomena yang melibatkan partikel bermuatan listrik. Salah satu pendiri teori QED, Richard Feynman, menyebut teori ini sebagai the jewel of physics untuk kemampuannya meramalkan secara tepat besaran-besaran seperti anomali momen magnetik elektron, dan pergeseran Lamb tingkat-tingkat energi hidrogen.[1]

Sejarah

Formulasi pertama teori kuantum menjelaskan interaksi radiasi dengan materi dijelaskan oleh ilmuwan Inggris Paul Dirac, yang pada tahun 1920-an mampu mendapatkan koefisien emisi spontan dari sebuah atom.[2]

Dirac menjelaskan kuantisasi medan elektromagnetik sebagai suatu kesatuan osilator harmonis dengan mengenalkan konsep creation and annihilation operator untuk partikel. Pada tahun-tahun berikutnya, berkat kontribusi dari Wolfgang Pauli, Eugene Wigner, Pascual Jordan, Werner Heisenberg dan Enrico Fermi,[3] fisikawan mulai memercayai bahwa, pada dasarnya, mungkin untuk menghitung dari proses fisika apapun yang melibatkan foton dan partikel bermuatan. Namun, studi lebih lanjut oleh Felix Bloch, Arnold Nordsieck,[4] dan Victor Weisskopf[5] pada tahun 1937-1939, mengungkapkan bahwa perhitungan ini hanya bisa dipakai untuk teori penyimpangan orde satu, masalah yang telah dikemukakan oleh Robert Oppenheimer.[6] Pada orde yang lebih tinggi, perhitungan yang dibuat tidak ada artinya dan malah dapat menyebabkan keraguan konsistensi teori itu sendiri. Akibat tidak adanya solusi untuk masalah ini pada waktu itu, maka muncul ketidakcocokan dasar antara relativitas khusus dan mekanika kuantum.

Kesulitan dengan teori ini semakin meningkat pada akhir tahun 1940-an. Perbaikan dalam teknologi gelombang mikro memungkinkan perhitungan pergeseran tingkat atom hidrogen yang lebih presisi,[7] yang sekarang dikenal dengan nama pergeseran Lamb dan momen magnetik elektron.[8]

Petunjuk pertama dilakukan oleh Hans Bethe pada tahun 1947,[9] setelah menghadiri Konferensi Shelter Island.[10] Ketika ia sedang dalam perjalanan dari konferensi ke Schenectady, ia melakukan komputasi non-relativistik pertama untuk pergeseran garis-garis atom hidrogen yang diukur oleh Lamb dan Retherford.[11] Meski ada keterbatasan, tetapi hasilnya baik. Idenya sederhana, yaitu memasang tak berhingga ke koreksi massa dan muatan yang disesuaikan pada nilai tertentu melalui eksperimen. Dengan cara ini, ketidakterbatasan akan diserap dalam konstanta dan menghasilkan nilai tertentu yang hasilnya sesuai dengan eksperimen. Prosedur ini dinamakan renormalisasi.

Berdasarkan intuisi Bethe dan makalah oleh Shin'ichirō Tomonaga,[12] Julian Schwinger,[13][14] Richard Feynman[15][16][17] dan Freeman Dyson,[18][19] akhirnya dimungkinkan untuk dapat formulasi kovarian yang terbatas pada orde berapapun untuk penyimpangan elektrodinamika kuantum. Shin'ichirō Tomonaga, Julian Schwinger dan Richard Feynman memperoleh hadiah Nobel Fisika pada tahun 1965 atas hasil kerja mereka pada bidang ini.[20]

QED berperan sebagai model dan templat untuk semua teori medan kuantum. Salah satu teorinya adalah kromodinamika kuantum, yang dimulai pada awal tahun 1960-an dan menjadi bentuk yang sekarang kita kenal pada tahun 1970-an berkat hasil kerja H. David Politzer, Sidney Coleman, David Gross dan Frank Wilczek. Dari hasil kerja Schwinger, Gerald Guralnik, Dick Hagen, dan Tom Kibble,[21][22] Peter Higgs, Jeffrey Goldstone, Sheldon Glashow, Steven Weinberg dan Abdus Salam secara independeny menunjukkan bagaimana gaya nuklir lemah dan elektrodinamika kuantum dapat digabungkan menjadi gaya listrik lemah.

Referensi

  1. Richard Feynman. QED: The Strange Theory of Light and Matter. Princeton University Press. 1985. hlm. 6. ISBN 978-0691125756.
  2. P.A.M. Dirac. The Quantum Theory of the Emission and Absorption of Radiation. Proceedings of the Royal Society of London A. 1927. Vol. 114 (767). hlm. 243–65. doi:10.1098/rspa.1927.0039.
  3. E. Fermi. Quantum Theory of Radiation. Reviews of Modern Physics. 1932. Vol. 4. hlm. 87–132. doi:10.1103/RevModPhys.4.87.
  4. F. Bloch. Note on the Radiation Field of the Electron. Physical Review. 1937. Vol. 52 (2). hlm. 54–59. doi:10.1103/PhysRev.52.54.
  5. V. F. Weisskopf. On the Self-Energy and the Electromagnetic Field of the Electron. Physical Review. 1939. Vol. 56. hlm. 72–85. doi:10.1103/PhysRev.56.72.
  6. R. Oppenheimer. Note on the Theory of the Interaction of Field and Matter. Physical Review. 1930. Vol. 35 (5). hlm. 461–77. doi:10.1103/PhysRev.35.461.
  7. Willis Lamb. Fine Structure of the Hydrogen Atom by a Microwave Method,. Physical Review. 1947. Vol. 72 (3). hlm. 241–43. doi:10.1103/PhysRev.72.241.
  8. H.M. Foley. On the Intrinsic Moment of the Electron. Physical Review. 1948. Vol. 73 (3). hlm. 412. doi:10.1103/PhysRev.73.412.
  9. H. Bethe. The Electromagnetic Shift of Energy Levels. Physical Review. 1947. Vol. 72 (4). hlm. 339–41. doi:10.1103/PhysRev.72.339.
  10. Silvan Schweber. QED and the Men Who Did it: Dyson, Feynman, Schwinger, and Tomonaga. Princeton University Press. 1994. hlm. 230. ISBN 978-0-691-03327-3.
  11. H. Bethe. The Electromagnetic Shift of Energy Levels. Physical Review. 1947. Vol. 72 (4). hlm. 339–41. doi:10.1103/PhysRev.72.339.
  12. S. Tomonaga. On a Relativistically Invariant Formulation of the Quantum Theory of Wave Fields. Progress of Theoretical Physics. 1946. Vol. 1 (2). hlm. 27–42. doi:10.1143/PTP.1.27.
  13. J. Schwinger. On Quantum-Electrodynamics and the Magnetic Moment of the Electron. Physical Review. 1948. Vol. 73 (4). hlm. 416–17. doi:10.1103/PhysRev.73.416.
  14. J. Schwinger. Quantum Electrodynamics. I. A Covariant Formulation. Physical Review. 1948. Vol. 74 (10). hlm. 1439–61. doi:10.1103/PhysRev.74.1439.
  15. R. P. Feynman. Space–Time Approach to Quantum Electrodynamics. Physical Review. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 769–89. doi:10.1103/PhysRev.76.769.
  16. R. P. Feynman. The Theory of Positrons. Physical Review. 1949. Vol. 76 (6). hlm. 749–59. doi:10.1103/PhysRev.76.749.
  17. R. P. Feynman. Mathematical Formulation of the Quantum Theory of Electromagnetic Interaction. Physical Review. 1950. Vol. 80 (3). hlm. 440–57. doi:10.1103/PhysRev.80.440.
  18. F. Dyson. The Radiation Theories of Tomonaga, Schwinger, and Feynman. Physical Review. 1949. Vol. 75 (3). hlm. 486–502. doi:10.1103/PhysRev.75.486.
  19. F. Dyson. The S Matrix in Quantum Electrodynamics. Physical Review. 1949. Vol. 75 (11). hlm. 1736–55. doi:10.1103/PhysRev.75.1736.
  20. The Nobel Prize in Physics 1965. Nobel Foundation.
  21. G. S. Guralnik. Global Conservation Laws and Massless Particles. Physical Review Letters. 1964. Vol. 13 (20). hlm. 585–87. doi:10.1103/PhysRevLett.13.585.
  22. G. S. Guralnik. The History of the Guralnik, Hagen and Kibble development of the Theory of Spontaneous Symmetry Breaking and Gauge Particles. International Journal of Modern Physics A. 2009. Vol. 24 (14). hlm. 2601–27. doi:10.1142/S0217751X09045431.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302751 (2026-06-01T09:33:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.