Lompat ke isi

Bilangan ajaib (kimia): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29488331; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Konsep '''bilangan ajaib''' dalam bidang [[kimia]] mengacu pada suatu sifat tertentu (misalnya kestabilan) yang hanya dimiliki oleh struktur-struktur tertentu di antara suatu distribusi struktur. Konsep ini pertama kali dikenali melalui pengamatan intensitas sinyal [[spektrometri massa]] dari ion gugus gas langka. Selanjutnya, fenomena yang sama juga diamati pada gugus [[natrium]].
[[File:Magic_clusters.jpg|thumb|right|280px|Spektrum massa gugus fulerena yang dihasilkan melalui penguapan grafit menggunakan laser. Puncak yang lebih besar menunjukkan C 60 +, sedangkan puncak yang lebih kecil menunjukkan C 70 +]]


Ketika suatu gas mengalami kondensasi menjadi [[Gugus (fisika)|gugus atom]], jumlah atom dalam gugus yang paling mungkin terbentuk dapat bervariasi dari beberapa atom hingga ratusan atom. Namun, pada ukuran gugus tertentu muncul puncak-puncak yang menyimpang dari distribusi statistik murni. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa gugus dengan jumlah atom tertentu tersebut lebih mendominasi karena memiliki kestabilan yang luar biasa.
Konsep '''bilangan ajaib''' dalam bidang [[kimia]] mengacu pada suatu sifat tertentu (misalnya kestabilan) yang hanya dimiliki oleh struktur-struktur tertentu di antara suatu distribusi struktur. Konsep ini pertama kali dikenali melalui pengamatan intensitas sinyal [[spektrometri massa]] dari ion gugus gas langka.<ref>Peter W. Stephens. ''Experimental Investigation of Small Helium Clusters: Magic Numbers and the Onset of Condensation''. ''Physical Review Letters''. 1983. Vol. 51 (17). hlm. 1538–1541. doi:10.1103/PhysRevLett.51.1538.</ref> Selanjutnya, fenomena yang sama juga diamati pada gugus [[natrium]].<ref>W. D. Knight. ''Electronic Shell Structure and Abundances of Sodium Clusters''. ''Physical Review Letters''. 1984. Vol. 52 (24). hlm. 2141–2143. doi:10.1103/PhysRevLett.52.2141.</ref><ref>Matthias Brack. ''Metal Clusters and Magic Numbers''. ''Scientific American''. 1997. Vol. 277 (6). hlm. 50–55. doi:10.1038/scientificamerican1297-50.</ref>


Salah satu contoh yang paling dikenal dari kondensasi atom semacam ini adalah kelompok fulerena C<sub>60</sub> , C<sub>70</sub>, dan C<sub>84</sub>, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan.
Ketika suatu gas mengalami kondensasi menjadi [[Gugus (fisika)|gugus atom]], jumlah atom dalam gugus yang paling mungkin terbentuk dapat bervariasi dari beberapa atom hingga ratusan atom. Namun, pada ukuran gugus tertentu muncul puncak-puncak yang menyimpang dari distribusi statistik murni. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa gugus dengan jumlah atom tertentu tersebut lebih mendominasi karena memiliki kestabilan yang luar biasa.  


Konsep ini juga berhasil diterapkan untuk menjelaskan kemunculan [[gugus emas berpelindung tiolat]] yang bersifat monodispersi. Dalam hal ini, kestabilan luar biasa dari gugus dengan ukuran tertentu berkaitan dengan konfigurasi elektronik masing-masing gugus.
Salah satu contoh yang paling dikenal dari kondensasi atom semacam ini adalah kelompok fulerena C<sub>60</sub> , C<sub>70</sub>, dan C<sub>84</sub>, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan.


Istilah [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|bilangan ajaib]] juga digunakan dalam bidang [[fisika nuklir]]. Dalam konteks ini, bilangan ajaib mengacu pada jumlah [[proton]] atau [[neutron]] tertentu yang membentuk [[Model kulit nuklir|kulit nukleon]] yang lengkap.
Konsep ini juga berhasil diterapkan untuk menjelaskan kemunculan [[gugus emas berpelindung tiolat]] yang bersifat monodispersi. Dalam hal ini, kestabilan luar biasa dari gugus dengan ukuran tertentu berkaitan dengan konfigurasi elektronik masing-masing gugus.<ref>Wataru Kurashige. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0010854516300388 Precise synthesis, functionalization and application of thiolate-protected gold clusters]. ''Coordination Chemistry Reviews''. Agustus 2016. Vol. 320-321. hlm. 238–250. doi:10.1016/j.ccr.2016.02.013.</ref><ref>Yong Pei. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.accounts.8b00385 Growth-Rule-Guided Structural Exploration of Thiolate-Protected Gold Nanoclusters]. ''Accounts of Chemical Research''. 15 Januari 2019. Vol. 52 (1). hlm. 23–33. doi:10.1021/acs.accounts.8b00385.</ref><ref>Rongchao Jin. [https://xlink.rsc.org/?DOI=B9NR00160C Quantum sized, thiolate-protected gold nanoclusters]. ''Nanoscale''. 2010. Vol. 2 (3). hlm. 343–362. doi:10.1039/B9NR00160C.</ref>   
 
Istilah [[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|bilangan ajaib]] juga digunakan dalam bidang [[fisika nuklir]]. Dalam konteks ini, bilangan ajaib mengacu pada jumlah [[proton]] atau [[neutron]] tertentu yang membentuk [[Model kulit nuklir|kulit nukleon]] yang lengkap.<ref>[https://www.sjsu.edu/faculty/watkins/magicnumbers2.htm The Complete Explanation of the Nuclear Magic Numbers Which Indicate the Filling of Nucleonic Shells and the Revelation of Special Numbers Indicating the Filling of Subshells Within Those Shells]. ''www.sjsu.edu''.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*[[Bilangan ajaib (fisika nuklir)]]
*[[Bilangan ajaib (fisika nuklir)]]
==Referensi==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilangan+ajaib+%28kimia%29&oldid=29488331 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29488331 (2026-07-23T08:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilangan+ajaib+%28kimia%29&oldid=29488331 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29488331 (2026-07-23T08:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.11

Spektrum massa gugus fulerena yang dihasilkan melalui penguapan grafit menggunakan laser. Puncak yang lebih besar menunjukkan C 60 +, sedangkan puncak yang lebih kecil menunjukkan C 70 +

Konsep bilangan ajaib dalam bidang kimia mengacu pada suatu sifat tertentu (misalnya kestabilan) yang hanya dimiliki oleh struktur-struktur tertentu di antara suatu distribusi struktur. Konsep ini pertama kali dikenali melalui pengamatan intensitas sinyal spektrometri massa dari ion gugus gas langka.[1] Selanjutnya, fenomena yang sama juga diamati pada gugus natrium.[2][3]

Ketika suatu gas mengalami kondensasi menjadi gugus atom, jumlah atom dalam gugus yang paling mungkin terbentuk dapat bervariasi dari beberapa atom hingga ratusan atom. Namun, pada ukuran gugus tertentu muncul puncak-puncak yang menyimpang dari distribusi statistik murni. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa gugus dengan jumlah atom tertentu tersebut lebih mendominasi karena memiliki kestabilan yang luar biasa.

Salah satu contoh yang paling dikenal dari kondensasi atom semacam ini adalah kelompok fulerena C60 , C70, dan C84, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan.

Konsep ini juga berhasil diterapkan untuk menjelaskan kemunculan gugus emas berpelindung tiolat yang bersifat monodispersi. Dalam hal ini, kestabilan luar biasa dari gugus dengan ukuran tertentu berkaitan dengan konfigurasi elektronik masing-masing gugus.[4][5][6]

Istilah bilangan ajaib juga digunakan dalam bidang fisika nuklir. Dalam konteks ini, bilangan ajaib mengacu pada jumlah proton atau neutron tertentu yang membentuk kulit nukleon yang lengkap.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. Peter W. Stephens. Experimental Investigation of Small Helium Clusters: Magic Numbers and the Onset of Condensation. Physical Review Letters. 1983. Vol. 51 (17). hlm. 1538–1541. doi:10.1103/PhysRevLett.51.1538.
  2. W. D. Knight. Electronic Shell Structure and Abundances of Sodium Clusters. Physical Review Letters. 1984. Vol. 52 (24). hlm. 2141–2143. doi:10.1103/PhysRevLett.52.2141.
  3. Matthias Brack. Metal Clusters and Magic Numbers. Scientific American. 1997. Vol. 277 (6). hlm. 50–55. doi:10.1038/scientificamerican1297-50.
  4. Wataru Kurashige. Precise synthesis, functionalization and application of thiolate-protected gold clusters. Coordination Chemistry Reviews. Agustus 2016. Vol. 320-321. hlm. 238–250. doi:10.1016/j.ccr.2016.02.013.
  5. Yong Pei. Growth-Rule-Guided Structural Exploration of Thiolate-Protected Gold Nanoclusters. Accounts of Chemical Research. 15 Januari 2019. Vol. 52 (1). hlm. 23–33. doi:10.1021/acs.accounts.8b00385.
  6. Rongchao Jin. Quantum sized, thiolate-protected gold nanoclusters. Nanoscale. 2010. Vol. 2 (3). hlm. 343–362. doi:10.1039/B9NR00160C.
  7. The Complete Explanation of the Nuclear Magic Numbers Which Indicate the Filling of Nucleonic Shells and the Revelation of Special Numbers Indicating the Filling of Subshells Within Those Shells. www.sjsu.edu.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29488331 (2026-07-23T08:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.