Lompat ke isi

Niels Bohr: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 9: Baris 9:
Selama dekade 1930-an, Bohr membantu para pengungsi dari [[Nazisme]]. Setelah [[Invasi Jerman ke Denmark (1940)|Denmark diduduki oleh Jerman]], ia bertemu dengan Heisenberg yang telah menjadi kepala [[Proyek senjata nuklir Jerman|proyek senjata nuklir Jerman]]. Pada September 1943, Bohr menerima kabar bahwa ia akan ditangkap oleh Jerman sehingga ia melarikan diri ke Swedia. Dari sana, ia diterbangkan ke Britania Raya untuk bergabung dengan proyek senjata nuklir Britania [[Tube Alloys]] serta menjadi bagian dari misi Britania dalam [[Proyek Manhattan]]. Setelah perang berakhir, Bohr menyerukan kerja sama internasional dalam bidang energi nuklir. Ia terlibat dalam pendirian [[CERN]] serta  dan menjadi ketua pertama  pada tahun 1957.<ref>[https://www.nytimes.com/1962/11/20/archives/niels-bohr.html Niels Bohr]. ''The New York Times''. 20 November 1962.</ref> Pada tahun 1999, ia dinobatkan sebagai fisikawan terbesar keempat sepanjang masa.<ref>[https://physicsworld.com/a/physics-past-present-future/ Physics: past, present, future]. ''Physics World''. 6 Desember 1999.</ref>
Selama dekade 1930-an, Bohr membantu para pengungsi dari [[Nazisme]]. Setelah [[Invasi Jerman ke Denmark (1940)|Denmark diduduki oleh Jerman]], ia bertemu dengan Heisenberg yang telah menjadi kepala [[Proyek senjata nuklir Jerman|proyek senjata nuklir Jerman]]. Pada September 1943, Bohr menerima kabar bahwa ia akan ditangkap oleh Jerman sehingga ia melarikan diri ke Swedia. Dari sana, ia diterbangkan ke Britania Raya untuk bergabung dengan proyek senjata nuklir Britania [[Tube Alloys]] serta menjadi bagian dari misi Britania dalam [[Proyek Manhattan]]. Setelah perang berakhir, Bohr menyerukan kerja sama internasional dalam bidang energi nuklir. Ia terlibat dalam pendirian [[CERN]] serta  dan menjadi ketua pertama  pada tahun 1957.<ref>[https://www.nytimes.com/1962/11/20/archives/niels-bohr.html Niels Bohr]. ''The New York Times''. 20 November 1962.</ref> Pada tahun 1999, ia dinobatkan sebagai fisikawan terbesar keempat sepanjang masa.<ref>[https://physicsworld.com/a/physics-past-present-future/ Physics: past, present, future]. ''Physics World''. 6 Desember 1999.</ref>


== Kehidupan awal dan pendidikan ==
Niels Henrik David Bohr lahir pada 7 Oktober 1885 di [[Kopenhagen]]. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan [[Christian Bohr]],<ref>[http://www.politietsregisterblade.dk/en/component/sfup/?controller=politregisterblade&task=viewRegisterblad&id=3308989 Politiets Registerblade]. Københavns Stadsarkiv. 7 Juni 1892.</ref> seorang Profesor Fisiologi di [[Universitas Kopenhagen]], dan Ellen Adler, putri dari bankir Yahudi-Denmark [[David Baruch Adler]]. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Jenny dan seorang adik laki-laki bernama [[Harald Bohr]].<ref>[http://www.politietsregisterblade.dk/en/component/sfup/?controller=politregisterblade&task=viewRegisterblad&id=3308989 Politiets Registerblade]. Københavns Stadsarkiv. 7 Juni 1892.</ref> Jenny menjadi seorang guru, sedangkan Harald menjadi seorang [[matematikawan]] dan [[sepak bola|pemain sepak bola]] yang bermain untuk [[Tim nasional sepak bola Denmark|tim nasional Denmark]] pada [[Olimpiade Musim Panas 1908]] di London. Niels juga merupakan seorang pemain sepak bola yang gemar bertanding. Kedua bersaudara tersebut memainkan beberapa pertandingan untuk [[Akademisk Boldklub]] (Klub Sepak Bola Akademik) yang berbasis di Kopenhagen, dengan Niels bertindak sebagai [[Penjaga gawang (sepak bola)|penjaga gawang]].<ref>Klaim yang sering diulang bahwa Bohr mengikuti jejak saudaranya, Harald, dengan bermain untuk tim nasional Denmark sama sekali tidak benar. James Dart. [https://www.theguardian.com/football/2005/jul/27/theknowledge.panathinaikos Bohr's footballing career]. ''The Guardian''. 27 Juli 2005.</ref>


Bohr menempuh pendidikan di Sekolah Latin Gammelholm sejak berusia tujuh tahun.<ref>[http://www.nbi.ku.dk/english/www/niels/bohr/skole/ Niels Bohr's school years]. Niels Bohr Institute. 18 Mei 2012.</ref> Pada tahun 1903, Bohr mendaftar sebagai mahasiswa sarjana di Universitas Kopenhagen. Bidang utama yang diambilnya adalah fisika, yang ia pelajari di bawah bimbingan [[Christian Christiansen (fisikawan)|Christian Christiansen]], satu-satunya profesor fisika di universitas tersebut pada waktu itu. Ia juga mempelajari astronomi dan matematika di bawah bimbingan [[Thorvald Thiele]] serta filsafat di bawah bimbingan [[Harald Høffding]] yang merupakan teman ayahnya.<ref>[http://www.nbi.ku.dk/english/www/niels/bohr/universitetet/ Life as a Student]. Niels Bohr Institute. 16 Juli 2012.</ref>
Bohr menempuh pendidikan di Sekolah Latin Gammelholm sejak berusia tujuh tahun.<ref>[http://www.nbi.ku.dk/english/www/niels/bohr/skole/ Niels Bohr's school years]. Niels Bohr Institute. 18 Mei 2012.</ref> Pada tahun 1903, Bohr mendaftar sebagai mahasiswa sarjana di Universitas Kopenhagen. Bidang utama yang diambilnya adalah fisika, yang ia pelajari di bawah bimbingan [[Christian Christiansen (fisikawan)|Christian Christiansen]], satu-satunya profesor fisika di universitas tersebut pada waktu itu. Ia juga mempelajari astronomi dan matematika di bawah bimbingan [[Thorvald Thiele]] serta filsafat di bawah bimbingan [[Harald Høffding]] yang merupakan teman ayahnya.<ref>[http://www.nbi.ku.dk/english/www/niels/bohr/universitetet/ Life as a Student]. Niels Bohr Institute. 16 Juli 2012.</ref>
Baris 27: Baris 25:


Pada tahun 1885, [[Johann Balmer]] telah menemukan [[deret Balmer]] untuk menggambarkan [[garis spektrum]] tampak dari atom hidrogen:
Pada tahun 1885, [[Johann Balmer]] telah menemukan [[deret Balmer]] untuk menggambarkan [[garis spektrum]] tampak dari atom hidrogen:
:<math>\frac{1}{\lambda} = R_\mathrm{H}\left(\frac{1}{2^2} - \frac{1}{n^2}\right) \quad \text{untuk} \ n=3,4,5,...</math>
:<math>\\frac{1}{\\lambda} = R_\\mathrm{H}\\left(\\frac{1}{2^2} - \\frac{1}{n^2}\
ight) \\quad \ ext{untuk} \\ n=3,4,5,...</math>
dengan λ adalah panjang gelombang dari cahaya yang diserap atau dipancarkan dan ''R''<sub>H</sub> adalah [[konstanta Rydberg]]. Rumus Balmer diperkuat oleh penemuan garis spektrum tambahan, tetapi selama tiga puluh tahun, tidak ada yang dapat menjelaskan mengapa rumus tersebut berhasil bekerja. Dalam makalah pertama dari triloginya, Bohr mampu menurunkannya dari modelnya:
dengan λ adalah panjang gelombang dari cahaya yang diserap atau dipancarkan dan ''R''<sub>H</sub> adalah [[konstanta Rydberg]]. Rumus Balmer diperkuat oleh penemuan garis spektrum tambahan, tetapi selama tiga puluh tahun, tidak ada yang dapat menjelaskan mengapa rumus tersebut berhasil bekerja. Dalam makalah pertama dari triloginya, Bohr mampu menurunkannya dari modelnya:
:<math> R_Z = { 2\pi^2 m_e Z^2 e^4 \over h^3 } </math>
:<math> R_Z = { 2\\pi^2 m_e Z^2 e^4 \\over h^3 } </math>
dengan ''m''<sub>e</sub> adalah massa elektron, ''e'' adalah muatannya, ''h'' adalah [[konstanta Planck]], dan ''Z'' adalah [[nomor atom]] dari atom tersebut (1 untuk hidrogen).
dengan ''m''<sub>e</sub> adalah massa elektron, ''e'' adalah muatannya, ''h'' adalah [[konstanta Planck]], dan ''Z'' adalah [[nomor atom]] dari atom tersebut (1 untuk hidrogen).


Baris 36: Baris 35:
Bohr tidak menyukai kegiatan mengajar mahasiswa kedokteran. Ia kemudian mengakui bahwa ia bukanlah seorang dosen yang baik karena ia membutuhkan keseimbangan antara kejelasan dan kebenaran, antara "''Klarheit und Wahrheit''".<ref>Victor Weisskopf. ''"Niels Bohr, the Quantum, and the World" Social Research 51, no. 3''. 1984. hlm. 593.</ref> Ia memutuskan untuk kembali ke Manchester, tempat Rutherford menawarinya pekerjaan sebagai ''reader'' menggantikan Darwin yang masa jabatannya telah berakhir. Bohr menerima tawaran tersebut. Ia mengambil cuti dari Universitas Kopenhagen, yang ia mulai dengan berlibur di [[Tirol Selatan|Tirol]] bersama saudaranya Harald dan bibinya [[Hanna Adler]]. Di sana, ia mengunjungi [[Universitas Göttingen]] dan [[Universitas Ludwig Maximilian München]], tempat ia bertemu Sommerfeld serta mengadakan seminar mengenai trilogi tersebut. Perang Dunia Pertama pecah ketika mereka berada di Tirol, yang sangat mempersulit perjalanan kembali ke Denmark serta pelayaran Bohr berikutnya bersama Margrethe ke Inggris, tempat ia tiba pada Oktober 1914. Mereka menetap di sana hingga Juli 1916, ketika ia telah ditunjuk untuk menduduki posisi Guru Besar Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen, sebuah posisi yang diciptakan khusus untuknya. Jabatan dosennya dihapus pada saat yang sama, sehingga ia tetap harus mengajar fisika kepada mahasiswa kedokteran. Para profesor baru diperkenalkan secara formal kepada Raja [[Christian X dari Denmark|Christian X]], yang menyatakan kegembiraannya dapat bertemu dengan seorang pemain sepak bola yang terkenal.
Bohr tidak menyukai kegiatan mengajar mahasiswa kedokteran. Ia kemudian mengakui bahwa ia bukanlah seorang dosen yang baik karena ia membutuhkan keseimbangan antara kejelasan dan kebenaran, antara "''Klarheit und Wahrheit''".<ref>Victor Weisskopf. ''"Niels Bohr, the Quantum, and the World" Social Research 51, no. 3''. 1984. hlm. 593.</ref> Ia memutuskan untuk kembali ke Manchester, tempat Rutherford menawarinya pekerjaan sebagai ''reader'' menggantikan Darwin yang masa jabatannya telah berakhir. Bohr menerima tawaran tersebut. Ia mengambil cuti dari Universitas Kopenhagen, yang ia mulai dengan berlibur di [[Tirol Selatan|Tirol]] bersama saudaranya Harald dan bibinya [[Hanna Adler]]. Di sana, ia mengunjungi [[Universitas Göttingen]] dan [[Universitas Ludwig Maximilian München]], tempat ia bertemu Sommerfeld serta mengadakan seminar mengenai trilogi tersebut. Perang Dunia Pertama pecah ketika mereka berada di Tirol, yang sangat mempersulit perjalanan kembali ke Denmark serta pelayaran Bohr berikutnya bersama Margrethe ke Inggris, tempat ia tiba pada Oktober 1914. Mereka menetap di sana hingga Juli 1916, ketika ia telah ditunjuk untuk menduduki posisi Guru Besar Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen, sebuah posisi yang diciptakan khusus untuknya. Jabatan dosennya dihapus pada saat yang sama, sehingga ia tetap harus mengajar fisika kepada mahasiswa kedokteran. Para profesor baru diperkenalkan secara formal kepada Raja [[Christian X dari Denmark|Christian X]], yang menyatakan kegembiraannya dapat bertemu dengan seorang pemain sepak bola yang terkenal.


=== Institut Fisika Teoretis ===
Pada April 1917, Bohr memulai kampanye untuk mendirikan Institut Fisika Teoretis. Ia mendapatkan dukungan dari pemerintah Denmark dan [[Yayasan Carlsberg]] serta kontribusi besar dari industri dan donor swasta, yang banyak di antaranya merupakan orang Yahudi. Undang-undang yang menetapkan pendirian institut tersebut disahkan pada November 1918. Sekarang dikenal sebagai [[Institut Niels Bohr]], lembaga ini dibuka pada 3 Maret 1921 dengan Bohr sebagai direkturnya. Keluarganya pindah ke sebuah apartemen di lantai pertama.<ref>Finn Aaserud. [http://www.nbi.ku.dk/english/www/institute/History/history/ History of the institute: The establishment of an institute]. Niels Bohr Institute. Januari 1921.</ref> Institut Bohr berfungsi sebagai titik pusat bagi para peneliti [[mekanika kuantum]] dan subjek terkait pada dekade 1920-an dan 1930-an, ketika sebagian besar fisikawan teoretis paling terkenal di dunia menghabiskan waktu bersama dirinya. Para pendatang awal meliputi [[Hans Kramers]] dari Belanda, [[Oskar Klein]] dari Swedia, George de Hevesy dari Hungaria, [[Wojciech Rubinowicz]] dari Polandia, dan [[Svein Rosseland]] dari Norwegia. Bohr sangat dihargai sebagai tuan rumah yang ramah dan kolega mereka yang terkemuka. Klein dan Rosseland menghasilkan publikasi pertama institut tersebut bahkan sebelum resmi dibuka.


Model Bohr berhasil bekerja dengan baik untuk hidrogen dan helium terionisasi berelektron tunggal, yang membuat Einstein terkesan,<ref>From Bohr's Atom to Electron Waves https://galileo.phys.virginia.edu/classes/252/Bohr_to_Waves/Bohr_to_Waves.html</ref><ref>The Age of Entanglement, Louisa Gilder, p.799, 2008.</ref> tetapi tidak dapat menjelaskan unsur-unsur yang lebih kompleks. Pada tahun 1919, Bohr mulai meninggalkan gagasan bahwa elektron mengorbit inti atom dan mengembangkan [[heuristik]] untuk menggambarkannya. [[Unsur tanah jarang]] menimbulkan masalah klasifikasi khusus bagi para kimiawan karena sifat kimianya yang sangat mirip. Sebuah perkembangan penting terjadi pada tahun 1924 dengan penemuan [[Asas larangan Pauli|asas larangan Pauli]] oleh [[Wolfgang Pauli]], yang memberikan landasan teoretis yang kuat bagi model Bohr. Bohr kemudian dapat menyatakan bahwa unsur 72 yang saat itu belum ditemukan bukanlah unsur tanah jarang, melainkan unsur dengan sifat kimia yang mirip dengan [[zirkonium]]. (Unsur-unsur telah diprediksi dan ditemukan sejak tahun 1871 berdasarkan sifat kimianya<ref>Lihat Tabel periodik dan Sejarah tabel periodik yang menunjukkan unsur-unsur yang diprediksi berdasarkan sifat kimia sejak zaman Mendeleev.</ref>), dan Bohr segera ditantang oleh kimiawan Prancis [[Georges Urbain]], yang mengeklaim telah menemukan unsur tanah jarang 72 yang ia sebut "celtium". Di Institut di Kopenhagen, [[Dirk Coster]] dan George de Hevesy menerima tantangan untuk membuktikan bahwa Bohr benar dan Urbain salah. Memulai dengan gagasan yang jelas tentang sifat kimia dari unsur yang belum diketahui tersebut sangat menyederhanakan proses pencarian. Mereka memeriksa sampel dari Museum Mineralogi Kopenhagen untuk mencari unsur yang menyerupai zirkonium dan segera menemukannya. Unsur tersebut, yang mereka namai [[hafnium]] (''hafnia'' merupakan nama Latin untuk Kopenhagen), ternyata lebih melimpah daripada emas.
Model Bohr berhasil bekerja dengan baik untuk hidrogen dan helium terionisasi berelektron tunggal, yang membuat Einstein terkesan,<ref>From Bohr's Atom to Electron Waves https://galileo.phys.virginia.edu/classes/252/Bohr_to_Waves/Bohr_to_Waves.html</ref><ref>The Age of Entanglement, Louisa Gilder, p.799, 2008.</ref> tetapi tidak dapat menjelaskan unsur-unsur yang lebih kompleks. Pada tahun 1919, Bohr mulai meninggalkan gagasan bahwa elektron mengorbit inti atom dan mengembangkan [[heuristik]] untuk menggambarkannya. [[Unsur tanah jarang]] menimbulkan masalah klasifikasi khusus bagi para kimiawan karena sifat kimianya yang sangat mirip. Sebuah perkembangan penting terjadi pada tahun 1924 dengan penemuan [[Asas larangan Pauli|asas larangan Pauli]] oleh [[Wolfgang Pauli]], yang memberikan landasan teoretis yang kuat bagi model Bohr. Bohr kemudian dapat menyatakan bahwa unsur 72 yang saat itu belum ditemukan bukanlah unsur tanah jarang, melainkan unsur dengan sifat kimia yang mirip dengan [[zirkonium]]. (Unsur-unsur telah diprediksi dan ditemukan sejak tahun 1871 berdasarkan sifat kimianya<ref>Lihat Tabel periodik dan Sejarah tabel periodik yang menunjukkan unsur-unsur yang diprediksi berdasarkan sifat kimia sejak zaman Mendeleev.</ref>), dan Bohr segera ditantang oleh kimiawan Prancis [[Georges Urbain]], yang mengeklaim telah menemukan unsur tanah jarang 72 yang ia sebut "celtium". Di Institut di Kopenhagen, [[Dirk Coster]] dan George de Hevesy menerima tantangan untuk membuktikan bahwa Bohr benar dan Urbain salah. Memulai dengan gagasan yang jelas tentang sifat kimia dari unsur yang belum diketahui tersebut sangat menyederhanakan proses pencarian. Mereka memeriksa sampel dari Museum Mineralogi Kopenhagen untuk mencari unsur yang menyerupai zirkonium dan segera menemukannya. Unsur tersebut, yang mereka namai [[hafnium]] (''hafnia'' merupakan nama Latin untuk Kopenhagen), ternyata lebih melimpah daripada emas.
Baris 49: Baris 46:
Pemodelan perilaku atom di bawah radiasi elektromagnetik yang datang dengan menggunakan "osilator virtual" pada frekuensi penyerapan dan pemancaran—alih-alih frekuensi tampak (yang berbeda) dari orbit Bohr—mendorong Max Born, [[Werner Heisenberg]], dan Kramers untuk mengeksplorasi berbagai model matematika yang berbeda. Hal tersebut mengarah pada pengembangan [[mekanika matriks]], bentuk pertama dari [[mekanika kuantum]] modern. Teori BKS juga memicu diskusi dan memperbarui perhatian terhadap kesulitan-kesulitan dalam landasan teori kuantum lama. Elemen paling provokatif dari BKS—bahwa momentum dan energi tidak selalu dikekalkan dalam setiap interaksi, melainkan hanya secara statistik—segera terbukti bertentangan dengan eksperimen yang dilakukan oleh [[Walther Bothe]] dan [[Hans Geiger]]. Mengingat hasil-hasil ini, Bohr memberi tahu Darwin bahwa "tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain memberikan pemakaman sehormat mungkin bagi upaya revolusioner kita".
Pemodelan perilaku atom di bawah radiasi elektromagnetik yang datang dengan menggunakan "osilator virtual" pada frekuensi penyerapan dan pemancaran—alih-alih frekuensi tampak (yang berbeda) dari orbit Bohr—mendorong Max Born, [[Werner Heisenberg]], dan Kramers untuk mengeksplorasi berbagai model matematika yang berbeda. Hal tersebut mengarah pada pengembangan [[mekanika matriks]], bentuk pertama dari [[mekanika kuantum]] modern. Teori BKS juga memicu diskusi dan memperbarui perhatian terhadap kesulitan-kesulitan dalam landasan teori kuantum lama. Elemen paling provokatif dari BKS—bahwa momentum dan energi tidak selalu dikekalkan dalam setiap interaksi, melainkan hanya secara statistik—segera terbukti bertentangan dengan eksperimen yang dilakukan oleh [[Walther Bothe]] dan [[Hans Geiger]]. Mengingat hasil-hasil ini, Bohr memberi tahu Darwin bahwa "tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain memberikan pemakaman sehormat mungkin bagi upaya revolusioner kita".


=== Mekanika kuantum ===
Pengenalan [[Spin (fisika)|spin]] oleh [[George Uhlenbeck]] dan [[Samuel Goudsmit]] pada November 1925 merupakan sebuah tonggak sejarah. Bulan berikutnya, Bohr melakukan perjalanan ke [[Leiden]] untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-50 perolehan gelar doktor Hendrik Lorentz. Ketika keretanya berhenti di [[Hamburg]], ia ditemui oleh Wolfgang Pauli dan [[Otto Stern]] yang menanyakan pendapatnya tentang teori spin. Bohr menunjukkan bahwa ia memiliki kekhawatiran tentang interaksi antara elektron dan medan magnet. Ketika ia tiba di Leiden, [[Paul Ehrenfest]] dan Albert Einstein memberi tahu Bohr bahwa Einstein telah menyelesaikan masalah ini dengan menggunakan [[Teori relativitas|relativitas]]. Bohr kemudian meminta Uhlenbeck dan Goudsmit memasukkan hal ini ke dalam makalah mereka. Dengan demikian, ketika ia bertemu Werner Heisenberg dan [[Pascual Jordan]] di [[Göttingen]] dalam perjalanan kembali, ia telah menjadi, menurut kata-katanya sendiri, "seorang nabi dari injil magnet elektron".


Heisenberg pertama kali datang ke Kopenhagen pada tahun 1924, kemudian kembali ke Göttingen pada Juni 1925, dan tidak lama setelah itu mengembangkan landasan matematika dari mekanika kuantum. Ketika ia menunjukkan hasil kerjanya kepada Max Born di Göttingen, Born menyadari bahwa hasil tersebut dapat diekspresikan dengan paling baik menggunakan [[Matriks (matematika)|matriks]]. Karya ini menarik perhatian fisikawan Britania [[Paul Dirac]], yang datang ke Kopenhagen selama enam bulan pada September 1926. Fisikawan Austria [[Erwin Schrödinger]] juga berkunjung pada tahun 1926. Upayanya untuk menjelaskan fisika kuantum dalam istilah klasik menggunakan mekanika gelombang membuat Bohr terkesan, yang percaya bahwa hal tersebut memberikan "begitu banyak kontribusi bagi kejelasan dan kesederhanaan matematika sehingga mewakili kemajuan raksasa dibandingkan semua bentuk mekanika kuantum sebelumnya".
Heisenberg pertama kali datang ke Kopenhagen pada tahun 1924, kemudian kembali ke Göttingen pada Juni 1925, dan tidak lama setelah itu mengembangkan landasan matematika dari mekanika kuantum. Ketika ia menunjukkan hasil kerjanya kepada Max Born di Göttingen, Born menyadari bahwa hasil tersebut dapat diekspresikan dengan paling baik menggunakan [[Matriks (matematika)|matriks]]. Karya ini menarik perhatian fisikawan Britania [[Paul Dirac]], yang datang ke Kopenhagen selama enam bulan pada September 1926. Fisikawan Austria [[Erwin Schrödinger]] juga berkunjung pada tahun 1926. Upayanya untuk menjelaskan fisika kuantum dalam istilah klasik menggunakan mekanika gelombang membuat Bohr terkesan, yang percaya bahwa hal tersebut memberikan "begitu banyak kontribusi bagi kejelasan dan kesederhanaan matematika sehingga mewakili kemajuan raksasa dibandingkan semua bentuk mekanika kuantum sebelumnya".
Baris 66: Baris 61:
[[Penemuan fisi nuklir]] oleh [[Otto Hahn]] pada Desember 1938 (serta penjelasan teoretisnya oleh [[Lise Meitner]]) memicu ketertarikan yang mendalam di kalangan fisikawan.<ref>Lise Meitner. [https://www.nature.com/articles/224466a0 Disintegration of Uranium by Neutrons: a New Type of Nuclear Reaction (Reprinted from Nature, February 11, 1939)]. ''Nature''. Vol. 224 (5218). hlm. 466 - 467. doi:10.1038/224466a0.</ref> Bohr membawa kabar tersebut ke Amerika Serikat, tempat ia membuka  kelima bersama Fermi pada 26 Januari 1939. Ketika Bohr memberi tahu [[George Placzek]] bahwa hal ini menyelesaikan semua misteri tentang [[unsur transuranium]], Placzek memberi tahunya bahwa masih ada satu misteri yang tersisa: energi penangkapan neutron dari uranium tidak cocok dengan energi peluruhannya. Bohr memikirkannya selama beberapa menit lalu mengumumkan kepada Placzek, [[Léon Rosenfeld]], dan [[John Archibald Wheeler|John Wheeler]] bahwa "Saya telah memahami semuanya." Berdasarkan [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]] miliknya tentang inti atom, Bohr menyimpulkan bahwa isotop [[uranium-235]] dan bukan [[uranium-238]] yang lebih melimpah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya fisi dengan neutron termal. Pada April 1940, [[John R. Dunning]] membuktikan bahwa Bohr benar. Sementara itu, Bohr dan Wheeler mengembangkan pembahasan teoretis yang mereka publikasikan dalam sebuah makalah pada September 1939 tentang "The Mechanism of Nuclear Fission".<ref>Niels Bohr. [http://www.pugetsound.edu/files/resources/7579_Bohr%20liquid%20drop.pdf The Mechanism of Nuclear Fission]. ''Physical Review''. September 1939. Vol. 56 (5). hlm. 426–450. doi:10.1103/PhysRev.56.426.</ref>
[[Penemuan fisi nuklir]] oleh [[Otto Hahn]] pada Desember 1938 (serta penjelasan teoretisnya oleh [[Lise Meitner]]) memicu ketertarikan yang mendalam di kalangan fisikawan.<ref>Lise Meitner. [https://www.nature.com/articles/224466a0 Disintegration of Uranium by Neutrons: a New Type of Nuclear Reaction (Reprinted from Nature, February 11, 1939)]. ''Nature''. Vol. 224 (5218). hlm. 466 - 467. doi:10.1038/224466a0.</ref> Bohr membawa kabar tersebut ke Amerika Serikat, tempat ia membuka  kelima bersama Fermi pada 26 Januari 1939. Ketika Bohr memberi tahu [[George Placzek]] bahwa hal ini menyelesaikan semua misteri tentang [[unsur transuranium]], Placzek memberi tahunya bahwa masih ada satu misteri yang tersisa: energi penangkapan neutron dari uranium tidak cocok dengan energi peluruhannya. Bohr memikirkannya selama beberapa menit lalu mengumumkan kepada Placzek, [[Léon Rosenfeld]], dan [[John Archibald Wheeler|John Wheeler]] bahwa "Saya telah memahami semuanya." Berdasarkan [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]] miliknya tentang inti atom, Bohr menyimpulkan bahwa isotop [[uranium-235]] dan bukan [[uranium-238]] yang lebih melimpah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya fisi dengan neutron termal. Pada April 1940, [[John R. Dunning]] membuktikan bahwa Bohr benar. Sementara itu, Bohr dan Wheeler mengembangkan pembahasan teoretis yang mereka publikasikan dalam sebuah makalah pada September 1939 tentang "The Mechanism of Nuclear Fission".<ref>Niels Bohr. [http://www.pugetsound.edu/files/resources/7579_Bohr%20liquid%20drop.pdf The Mechanism of Nuclear Fission]. ''Physical Review''. September 1939. Vol. 56 (5). hlm. 426–450. doi:10.1103/PhysRev.56.426.</ref>


== Filsafat ==
Heisenberg mengatakan tentang Bohr bahwa ia "adalah seorang filsuf, bukan seorang fisikawan". Bohr membaca karya filsuf [[Eksistensialisme Kristen|eksistensialisme Kristen]] asal Denmark abad ke-19, [[Søren Kierkegaard]]. [[Richard Rhodes]] berargumen dalam '''' bahwa Bohr dipengaruhi oleh Kierkegaard melalui Høffding. Pada tahun 1909, Bohr mengirimkan buku '''' karya Kierkegaard kepada saudaranya sebagai hadiah ulang tahun. Dalam surat yang dilampirkan, Bohr menulis, "Ini adalah satu-satunya barang yang harus kukirimkan ke rumah; tetapi aku tidak percaya bahwa akan sangat mudah untuk menemukan sesuatu yang lebih baik&nbsp;... Aku bahkan berpikir ini adalah salah satu hal paling menyenangkan yang pernah kubaca." Bohr menyukai bahasa dan gaya sastra Kierkegaard, tetapi menyebutkan bahwa ia memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan [[Filsafat Søren Kierkegaard|filsafat Kierkegaard]]. Beberapa biografer Bohr menunjukkan bahwa ketidaksepakatan ini berasal dari pembelaan Kierkegaard terhadap Kekristenan, sedangkan Bohr adalah seorang [[Ateis|ateis]].<ref>: "Sebuah pernyataan tentang agama dalam catatan lepas mengenai Kierkegaard mungkin dapat menjelaskan gagasan tentang keliaran yang muncul dalam banyak surat Bohr. 'Aku, yang tidak merasa bersatu dalam hal apa pun dengan, dan bahkan lebih sedikit lagi, terikat pada Tuhan, dan oleh karena itu juga jauh lebih miskin [daripada Kierkegaard], akan mengatakan bahwa kebaikan [adalah] tujuan luhur secara keseluruhan, karena hanya dengan menjadi baik [seseorang dapat] menilai berdasarkan harga dan hak.</ref><ref>: "Jenis humor Bohr, penggunaan perumpamaan dan cerita, toleransi, ketergantungan pada keluarga, rasa berutang budi, kewajiban, dan rasa bersalah, serta rasa tanggung jawabnya terhadap sains, komunitas, dan pada akhirnya umat manusia secara umum, merupakan ciri umum dari intelektual Yahudi. Begitu pula dengan ateisme yang tertanam kuat. Bohr berakhir tanpa kepercayaan agama dan ketidaknyamanan terhadap semua agama yang mengklaim mendasarkan ajaran mereka pada wahyu."</ref>


Terdapat beberapa perselisihan mengenai sejauh mana Kierkegaard memengaruhi filsafat dan sains Bohr. [[David Favrholdt]] berargumen bahwa Kierkegaard memiliki pengaruh yang minimal terhadap karya Bohr, dengan menerima pernyataan Bohr tentang ketidaksepakatannya dengan Kierkegaard apa adanya, sedangkan Jan Faye berargumen bahwa seseorang dapat tidak setuju dengan isi suatu teori sambil tetap menerima premis dan struktur umumnya.
Terdapat beberapa perselisihan mengenai sejauh mana Kierkegaard memengaruhi filsafat dan sains Bohr. [[David Favrholdt]] berargumen bahwa Kierkegaard memiliki pengaruh yang minimal terhadap karya Bohr, dengan menerima pernyataan Bohr tentang ketidaksepakatannya dengan Kierkegaard apa adanya, sedangkan Jan Faye berargumen bahwa seseorang dapat tidak setuju dengan isi suatu teori sambil tetap menerima premis dan struktur umumnya.
Baris 92: Baris 85:
Poin yang banyak diperdebatkan dalam literatur mutakhir adalah apa yang diyakini Bohr tentang atom dan realitasnya serta apakah atom merupakan sesuatu yang lain daripada tampilannya. Beberapa pihak seperti Henry Folse berargumen bahwa Bohr melihat perbedaan antara fenomena yang diamati dan [[Noumena|realitas transendental]]. Jan Faye tidak setuju dengan posisi ini dan menyatakan bahwa bagi Bohr, formalisme kuantum dan komplementaritas merupakan satu-satunya hal yang dapat kita katakan tentang dunia kuantum serta bahwa "tidak ada bukti lebih lanjut dalam tulisan-tulisan Bohr yang menunjukkan bahwa Bohr akan mengaitkan sifat keadaan intrinsik yang independen dari pengukuran pada objek-objek atom [...] di samping sifat-sifat klasik yang dimanifestasikan dalam pengukuran."<ref>Jan Faye. [https://plato.stanford.edu/entries/qm-copenhagen/ Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics].</ref>
Poin yang banyak diperdebatkan dalam literatur mutakhir adalah apa yang diyakini Bohr tentang atom dan realitasnya serta apakah atom merupakan sesuatu yang lain daripada tampilannya. Beberapa pihak seperti Henry Folse berargumen bahwa Bohr melihat perbedaan antara fenomena yang diamati dan [[Noumena|realitas transendental]]. Jan Faye tidak setuju dengan posisi ini dan menyatakan bahwa bagi Bohr, formalisme kuantum dan komplementaritas merupakan satu-satunya hal yang dapat kita katakan tentang dunia kuantum serta bahwa "tidak ada bukti lebih lanjut dalam tulisan-tulisan Bohr yang menunjukkan bahwa Bohr akan mengaitkan sifat keadaan intrinsik yang independen dari pengukuran pada objek-objek atom [...] di samping sifat-sifat klasik yang dimanifestasikan dalam pengukuran."<ref>Jan Faye. [https://plato.stanford.edu/entries/qm-copenhagen/ Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics].</ref>


== Perang Dunia II ==
=== Bantuan kepada ilmuwan pengungsi ===
Bangkitnya [[Nazisme]] di Jerman mendorong banyak ilmuwan untuk melarikan diri dari negara mereka, baik karena mereka adalah orang Yahudi maupun karena mereka merupakan penentang politik rezim Nazi. Pada tahun 1933, [[Yayasan Rockefeller]] membuat dana bantuan untuk mendukung akademisi pengungsi, dan Bohr mendiskusikan program ini dengan Presiden Yayasan Rockefeller, [[Max Mason]], pada Mei 1933 dalam sebuah kunjungan ke Amerika Serikat. Bohr menawarkan pekerjaan sementara kepada para pengungsi di institut tersebut, memberi mereka dukungan finansial, mengusahakan agar mereka mendapatkan beasiswa dari Yayasan Rockefeller, dan pada akhirnya mencarikan mereka tempat di berbagai lembaga di seluruh dunia. Orang-orang yang dibantunya meliputi [[Guido Beck]], [[Felix Bloch]], [[James Franck]], George de Hevesy, [[Otto Frisch]], [[Hilde Levi]], [[Lise Meitner]], George Placzek, [[Eugene Rabinowitch]], [[Stefan Rozental]], Erich Ernst Schneider, [[Edward Teller]], [[Arthur R. von Hippel|Arthur von Hippel]], dan [[Victor Weisskopf]].


Pada April 1940, di awal Perang Dunia Kedua, [[Jerman Nazi]] [[Operasi Weserübung|menginvasi dan menduduki Denmark]]. Untuk mencegah pihak Jerman menemukan medali emas [[Hadiah Nobel|Nobel]] milik [[Max von Laue]] dan James Franck, Bohr meminta de Hevesy melarutkannya dalam [[air raja]]. Dalam bentuk ini, larutan tersebut disimpan di sebuah rak di Institut hingga perang berakhir, ketika emasnya diendapkan kembali dan medalinya dicetak ulang oleh [[Yayasan Nobel]]. Medali milik Bohr sendiri telah disumbangkan ke sebuah lelang untuk [[Finnish Relief Fund|Dana Bantuan Finlandia]] dan dilelang pada Maret 1940, bersama dengan medali milik [[August Krogh]]. Pembeli tersebut kemudian menyumbangkan kedua medali itu ke Museum Sejarah Denmark di [[Kastel Frederiksborg]], tempat medali-medali tersebut masih disimpan hingga kini,<ref>[https://www.nobelprize.org/prizes/about/the-nobel-medals-and-the-medal-for-the-prize-in-economic-sciences/ A unique gold medal]. ''www.nobelprize.org''.</ref> meskipun medali Bohr sempat dibawa ke luar angkasa oleh [[Andreas Mogensen]] di [[Stasiun Luar Angkasa Internasional|ISS]] [[Ekspedisi 70|Expedition 70]] pada tahun 2023–2024.<ref>Elizabeth Howell. [https://www.space.com/international-space-station-nobel-prize-experiment Astronaut shows off vintage Nobel Prize in space — and talks 'quantum dots' ISS experiment (video)]. ''Space.com''. 12 Desember 2023.</ref><ref>[https://dnm.dk/pressepakke/andreas-mogensen-leverer-nobelpris-medalje-retur-til-frederiksborg/ Andreas Mogensen leverer Nobelprismedalje retur til Frederiksborg]. ''Frederiksborg''. 14 Juni 2024.</ref>
Pada April 1940, di awal Perang Dunia Kedua, [[Jerman Nazi]] [[Operasi Weserübung|menginvasi dan menduduki Denmark]]. Untuk mencegah pihak Jerman menemukan medali emas [[Hadiah Nobel|Nobel]] milik [[Max von Laue]] dan James Franck, Bohr meminta de Hevesy melarutkannya dalam [[air raja]]. Dalam bentuk ini, larutan tersebut disimpan di sebuah rak di Institut hingga perang berakhir, ketika emasnya diendapkan kembali dan medalinya dicetak ulang oleh [[Yayasan Nobel]]. Medali milik Bohr sendiri telah disumbangkan ke sebuah lelang untuk [[Finnish Relief Fund|Dana Bantuan Finlandia]] dan dilelang pada Maret 1940, bersama dengan medali milik [[August Krogh]]. Pembeli tersebut kemudian menyumbangkan kedua medali itu ke Museum Sejarah Denmark di [[Kastel Frederiksborg]], tempat medali-medali tersebut masih disimpan hingga kini,<ref>[https://www.nobelprize.org/prizes/about/the-nobel-medals-and-the-medal-for-the-prize-in-economic-sciences/ A unique gold medal]. ''www.nobelprize.org''.</ref> meskipun medali Bohr sempat dibawa ke luar angkasa oleh [[Andreas Mogensen]] di [[Stasiun Luar Angkasa Internasional|ISS]] [[Ekspedisi 70|Expedition 70]] pada tahun 2023–2024.<ref>Elizabeth Howell. [https://www.space.com/international-space-station-nobel-prize-experiment Astronaut shows off vintage Nobel Prize in space — and talks 'quantum dots' ISS experiment (video)]. ''Space.com''. 12 Desember 2023.</ref><ref>[https://dnm.dk/pressepakke/andreas-mogensen-leverer-nobelpris-medalje-retur-til-frederiksborg/ Andreas Mogensen leverer Nobelprismedalje retur til Frederiksborg]. ''Frederiksborg''. 14 Juni 2024.</ref>
Baris 109: Baris 99:
Pertemuan yang sama sebelumnya telah didramatisasikan oleh seri dokumenter sains BBC, ''[[Horizon (seri TV BBC)|Horizon]]'', pada tahun 1992 dengan [[Anthony Bate]] sebagai Bohr dan Philip Anthony sebagai Heisenberg.<ref>''Horizon: Hitler's Bomb'', BBC Two, 24 Februari 1992</ref> Pertemuan tersebut juga didramatisasikan dalam miniseri Norwegia, Denmark, dan Britania yang berjudul ''[[The Heavy Water War]]''.<ref>[http://www.channel4.com/programmes/the-saboteurs/episode-guide/ The Saboteurs – Episode Guide]. Channel 4.</ref>
Pertemuan yang sama sebelumnya telah didramatisasikan oleh seri dokumenter sains BBC, ''[[Horizon (seri TV BBC)|Horizon]]'', pada tahun 1992 dengan [[Anthony Bate]] sebagai Bohr dan Philip Anthony sebagai Heisenberg.<ref>''Horizon: Hitler's Bomb'', BBC Two, 24 Februari 1992</ref> Pertemuan tersebut juga didramatisasikan dalam miniseri Norwegia, Denmark, dan Britania yang berjudul ''[[The Heavy Water War]]''.<ref>[http://www.channel4.com/programmes/the-saboteurs/episode-guide/ The Saboteurs – Episode Guide]. Channel 4.</ref>


=== Proyek Manhattan ===
Pada September 1943, kabar sampai kepada Bohr dan saudaranya Harald bahwa Nazi [[Undang-Undang Nuremberg|menganggap keluarga mereka sebagai orang Yahudi]] karena ibu mereka adalah orang Yahudi, sehingga mereka berada dalam bahaya ditangkap. Organisasi Perlawanan Denmark membantu Bohr dan istrinya melarikan diri melalui laut ke Swedia pada 29 September. Keesokan harinya, Bohr membujuk Raja [[Gustaf V dari Swedia]] untuk mengumumkan secara terbuka kesediaan Swedia dalam memberikan suaka kepada para pengungsi Yahudi. Pada 2 Oktober 1943, radio Swedia menyiarkan bahwa Swedia siap menawarkan suaka dan [[Penyelamatan orang Yahudi Denmark|penyelamatan massal orang Yahudi Denmark]] oleh sesama warga negara mereka segera menyusul setelahnya. Beberapa sejarawan mengklaim bahwa tindakan Bohr mengarah langsung pada penyelamatan massal tersebut, sedangkan yang lain menyatakan bahwa, meskipun Bohr telah melakukan semua yang ia bisa untuk sesama warga negaranya, tindakannya tidak memberikan pengaruh yang menentukan terhadap peristiwa yang lebih luas. Pada akhirnya, lebih dari 7.000 orang Yahudi Denmark melarikan diri ke Swedia.


Ketika berita tentang pelarian Bohr mencapai Britania, [[Frederick Lindemann, 1st Viscount Cherwell|Lord Cherwell]] mengirimkan telegram kepada Bohr yang memintanya untuk datang ke Britania. Bohr tiba di Skotlandia pada 6 Oktober dengan sebuah [[de Havilland Mosquito]] yang dioperasikan oleh [[British Overseas Airways Corporation]] (BOAC). Pesawat Mosquito merupakan pesawat pengebom berkecepatan tinggi tanpa senjata yang telah dikonversi untuk mengangkut kargo kecil yang berharga atau penumpang penting. Dengan terbang pada kecepatan dan ketinggian tinggi, pesawat ini dapat melintasi Norwegia yang diduduki Jerman, tetapi tetap menghindari pesawat tempur Jerman. Bohr, yang dilengkapi dengan parasut, pakaian penerbangan, dan masker oksigen, menghabiskan penerbangan selama tiga jam tersebut dengan berbaring di atas kasur di dalam [[Ruang bom|kompartemen bom]] pesawat. Selama penerbangan, Bohr tidak mengenakan helm penerbangannya karena terlalu kecil, sehingga ia tidak mendengar instruksi interkom pilot untuk menyalakan pasokan oksigennya ketika pesawat menanjak ke ketinggian tinggi untuk terbang di atas Norwegia. Ia pingsan akibat kekurangan oksigen dan baru sadar kembali ketika pesawat turun ke ketinggian yang lebih rendah di atas Laut Utara. Putra Bohr, Aage, menyusul ayahnya ke Britania dengan penerbangan lain seminggu kemudian dan menjadi asisten pribadinya.
Ketika berita tentang pelarian Bohr mencapai Britania, [[Frederick Lindemann, 1st Viscount Cherwell|Lord Cherwell]] mengirimkan telegram kepada Bohr yang memintanya untuk datang ke Britania. Bohr tiba di Skotlandia pada 6 Oktober dengan sebuah [[de Havilland Mosquito]] yang dioperasikan oleh [[British Overseas Airways Corporation]] (BOAC). Pesawat Mosquito merupakan pesawat pengebom berkecepatan tinggi tanpa senjata yang telah dikonversi untuk mengangkut kargo kecil yang berharga atau penumpang penting. Dengan terbang pada kecepatan dan ketinggian tinggi, pesawat ini dapat melintasi Norwegia yang diduduki Jerman, tetapi tetap menghindari pesawat tempur Jerman. Bohr, yang dilengkapi dengan parasut, pakaian penerbangan, dan masker oksigen, menghabiskan penerbangan selama tiga jam tersebut dengan berbaring di atas kasur di dalam [[Ruang bom|kompartemen bom]] pesawat. Selama penerbangan, Bohr tidak mengenakan helm penerbangannya karena terlalu kecil, sehingga ia tidak mendengar instruksi interkom pilot untuk menyalakan pasokan oksigennya ketika pesawat menanjak ke ketinggian tinggi untuk terbang di atas Norwegia. Ia pingsan akibat kekurangan oksigen dan baru sadar kembali ketika pesawat turun ke ketinggian yang lebih rendah di atas Laut Utara. Putra Bohr, Aage, menyusul ayahnya ke Britania dengan penerbangan lain seminggu kemudian dan menjadi asisten pribadinya.
Baris 133: Baris 121:
Bohr meninggal dunia akibat gagal jantung pada 18 November 1962 di kediamannya di [[Carlsberg (distrik)|Carlsberg]], [[Kopenhagen]].<ref>[https://cds.cern.ch/record/1728506 Niels Bohr]. ''CERN Courier''. November 1962. Vol. 2 (11). hlm. 10.</ref> Ia dikremasi dan abunya dimakamkan di petak keluarga di [[Pemakaman Assistens (Kopenhagen)|Pemakaman Assistens]] di kawasan [[Nørrebro]], Kopenhagen, bersama dengan abu kedua orang tuanya, saudaranya Harald, dan putranya Christian. Bertahun-tahun kemudian, abu jenazah istrinya juga dimakamkan di tempat yang sama. Pada 7 Oktober 1965, tepat pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-80, Institut Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen secara resmi berganti nama menjadi nama yang telah disematkan secara tidak resmi selama bertahun-tahun: [[Institut Niels Bohr]].<ref>[http://www.nbi.dk/nbi-history.html History of the Niels Bohr Institute from 1921 to 1965]. Niels Bohr Institute.</ref><ref>Stock Reinhard. [https://cds.cern.ch/record/1732841 Niels Bohr and the 20th century]. ''CERN Courier''. Oktober 1998. Vol. 38 (7). hlm. 19.</ref>
Bohr meninggal dunia akibat gagal jantung pada 18 November 1962 di kediamannya di [[Carlsberg (distrik)|Carlsberg]], [[Kopenhagen]].<ref>[https://cds.cern.ch/record/1728506 Niels Bohr]. ''CERN Courier''. November 1962. Vol. 2 (11). hlm. 10.</ref> Ia dikremasi dan abunya dimakamkan di petak keluarga di [[Pemakaman Assistens (Kopenhagen)|Pemakaman Assistens]] di kawasan [[Nørrebro]], Kopenhagen, bersama dengan abu kedua orang tuanya, saudaranya Harald, dan putranya Christian. Bertahun-tahun kemudian, abu jenazah istrinya juga dimakamkan di tempat yang sama. Pada 7 Oktober 1965, tepat pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-80, Institut Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen secara resmi berganti nama menjadi nama yang telah disematkan secara tidak resmi selama bertahun-tahun: [[Institut Niels Bohr]].<ref>[http://www.nbi.dk/nbi-history.html History of the Niels Bohr Institute from 1921 to 1965]. Niels Bohr Institute.</ref><ref>Stock Reinhard. [https://cds.cern.ch/record/1732841 Niels Bohr and the 20th century]. ''CERN Courier''. Oktober 1998. Vol. 38 (7). hlm. 19.</ref>


== Keluarga ==
Pada tahun 1910, Bohr bertemu [[Margrethe Nørlund]], saudara perempuan dari matematikawan [[Niels Erik Nørlund]]. Bohr mengundurkan diri dari keanggotaannya di [[Gereja Denmark]] pada 16 April 1912 dan ia bersama Margrethe menikah dalam sebuah upacara sipil di balai kota di [[Slagelse]] pada 1 Agustus. Bertahun-tahun kemudian, saudaranya, [[Harald Bohr|Harald]], juga meninggalkan gereja dengan cara yang sama sebelum menikah. Bohr dan Margrethe memiliki enam putra. Putra sulung mereka, Christian, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan perahu pada tahun 1934. Putra lainnya, Harald, mengalami disabilitas mental yang parah, ditempatkan di sebuah lembaga yang jauh dari rumah keluarganya pada usia 4 tahun, dan meninggal dunia akibat [[meningitis]] anak-anak enam tahun kemudian.<ref>[https://ugeavisen.dk/ugeavisenvejle/artikel/udstilling-om-brejnings-historie-hitter-i-vejle Udstilling om Brejnings historie hitter i Vejle]. ''ugeavisen.dk''. 11 April 2022.</ref> [[Aage Bohr]] menjadi seorang fisikawan yang sukses dan pada tahun 1975 dianugerahi [[Hadiah Nobel Fisika]] seperti ayahnya. Salah satu putra Aage, Vilhelm A. Bohr, merupakan seorang ilmuwan yang berafiliasi dengan Universitas Kopenhagen<ref>Mette Kjær Schou. [https://icmm.ku.dk/english/research-groups/bohr-group/ Bohr Group]. ''icmm.ku.dk''. 22 Agustus 2019.</ref> dan [[National Institute on Aging]] di Amerika Serikat.<ref>[https://dir.ninds.nih.gov/Faculty/Profile/vilhelm-bohr.html Neuroscience@NIH > Faculty > Profile]. ''dir.ninds.nih.gov''.</ref>  menjadi seorang dokter,  menjadi insinyur kimia, dan [[Ernest Bohr|Ernest]] menjadi seorang pengacara.<ref>[https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1922/bohr-bio.html Niels Bohr – Biography]. Nobelprize.org.</ref> Seperti pamannya Harald, Ernest Bohr menjadi seorang atlet Olimpiade yang bermain [[hoki lapangan]] untuk Denmark pada [[Olimpiade Musim Panas 1948]] di London.<ref>[https://www.sports-reference.com/olympics/athletes/bo/ernest-bohr-1.html Ernest Bohr Biography and Olympic Results – Olympics]. Sports-Reference.com.</ref>


== Pengakuan ==
== Pengakuan ==
Baris 237: Baris 223:
|}
|}
== Peringatan ==
== Peringatan ==
Peringatan 50 tahun model Bohr dirayakan di Denmark pada 21 November 1963 dengan [[Prangko peringatan|prangko]] yang menggambarkan Bohr, atom hidrogen, dan rumus perbedaan antara dua tingkat energi hidrogen: <math>h\nu = \epsilon_2 - \epsilon_1</math>. Beberapa negara lain juga telah menerbitkan prangko yang menggambarkan Bohr. Pada tahun 1997, [[Bank Nasional Denmark]] mulai mengedarkan [[Uang kertas Denmark, seri 1997|uang kertas 500 krona]] yang menampilkan potret Bohr sedang merokok pipa.<ref>[http://www.nationalbanken.dk/DNUK/NotesAndCoins.nsf/side/Denmarks_banknote_series!OpenDocument 500-krone banknote, 1997 series]. Danmarks Nationalbank.</ref> Pada 7 Oktober 2012, hari ulang tahun Bohr dirayakan dalam sebuah [[Google Doodle]] yang menggambarkan model Bohr untuk atom hidrogen.<ref>[https://doodles.google/doodle/niels-bohrs-127th-birthday/ Niels Bohr's 127th Birthday]. ''www.google.com/doodles#archive''. Google.</ref> Sebuah asteroid, [[3948 Bohr]], dinamai menurut namanya,<ref>Daniel A. III Klinglesmith. [http://www.minorplanet.info/MPB/MPB_40-1.pdf Lightcurve Analysis of 3948 Bohr and 4874 Burke: An International Collaboration]. ''Minor Planet Bulletin''. Januari–Maret 2013. Vol. 40 (1). hlm. 15.</ref> demikian pula [[Bohr (kawah)|kawah bulan Bohr]], dan [[bohrium]], unsur kimia dengan nomor atom 107, sebagai pengakuan atas karyanya mengenai struktur atom.<ref>''Names and symbols of transfermium elements (IUPAC Recommendations 1997)''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2472. doi:10.1351/pac199769122471.</ref><ref>[https://www.utoledo.edu/nsm/ic/elements/bohrium.html#:~:text=The%20namesake%20of%20Bohrium,%20Niels,separate%20orbits%20in%20an%20atom. Bohrium]. University of Toledo.</ref>
Peringatan 50 tahun model Bohr dirayakan di Denmark pada 21 November 1963 dengan [[Prangko peringatan|prangko]] yang menggambarkan Bohr, atom hidrogen, dan rumus perbedaan antara dua tingkat energi hidrogen: <math>h\
u = \\epsilon_2 - \\epsilon_1</math>. Beberapa negara lain juga telah menerbitkan prangko yang menggambarkan Bohr. Pada tahun 1997, [[Bank Nasional Denmark]] mulai mengedarkan [[Uang kertas Denmark, seri 1997|uang kertas 500 krona]] yang menampilkan potret Bohr sedang merokok pipa.<ref>[http://www.nationalbanken.dk/DNUK/NotesAndCoins.nsf/side/Denmarks_banknote_series!OpenDocument 500-krone banknote, 1997 series]. Danmarks Nationalbank.</ref> Pada 7 Oktober 2012, hari ulang tahun Bohr dirayakan dalam sebuah [[Google Doodle]] yang menggambarkan model Bohr untuk atom hidrogen.<ref>[https://doodles.google/doodle/niels-bohrs-127th-birthday/ Niels Bohr's 127th Birthday]. ''www.google.com/doodles#archive''. Google.</ref> Sebuah asteroid, [[3948 Bohr]], dinamai menurut namanya,<ref>Daniel A. III Klinglesmith. [http://www.minorplanet.info/MPB/MPB_40-1.pdf Lightcurve Analysis of 3948 Bohr and 4874 Burke: An International Collaboration]. ''Minor Planet Bulletin''. Januari–Maret 2013. Vol. 40 (1). hlm. 15.</ref> demikian pula [[Bohr (kawah)|kawah bulan Bohr]], dan [[bohrium]], unsur kimia dengan nomor atom 107, sebagai pengakuan atas karyanya mengenai struktur atom.<ref>''Names and symbols of transfermium elements (IUPAC Recommendations 1997)''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2472. doi:10.1351/pac199769122471.</ref><ref>[https://www.utoledo.edu/nsm/ic/elements/bohrium.html#:~:text=The%20namesake%20of%20Bohrium,%20Niels,separate%20orbits%20in%20an%20atom. Bohrium]. University of Toledo.</ref>
== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
*  
*  

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.31

Niels Bohr

Niels Henrik David Bohr (;[1] ; 7 Oktober 1885 – 18 November 1962)[2] adalah seorang fisikawan teoretis asal Denmark yang memberikan kontribusi mendasar dalam memahami struktur atom dan teori kuantum lama. Atas jasa tersebut, ia dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1922.[3] Ia juga merupakan seorang filsuf dan promotor penelitian ilmiah.

Bohr mengembangkan model Bohr tentang atom. Dalam model ini, ia mengusulkan bahwa tingkat energi elektron bersifat diskret dan elektron-elektron tersebut mengorbit secara stabil di sekitar inti atom, tetapi dapat melompat dari satu tingkat energi (atau orbit) ke tingkat energi lainnya. Meskipun model Bohr telah digantikan oleh model-model lain, prinsip-prinsip dasarnya tetap valid. Ia mencetuskan prinsip komplementaritas, yaitu bahwa suatu objek dapat dianalisis secara terpisah berdasarkan sifat-sifat yang kontradiktif, seperti berperilaku sebagai gelombang atau aliran partikel. Gagasan tentang komplementaritas ini mendominasi pemikiran Bohr baik dalam sains maupun filsafat.

Bohr mendirikan Institut Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen—sekarang dikenal sebagai Institut Niels Bohr—yang dibuka pada tahun 1920. Bohr membimbing dan berkolaborasi dengan para fisikawan termasuk Hans Kramers, Oskar Klein, George de Hevesy, dan Werner Heisenberg. Ia memprediksi sifat-sifat unsur baru yang menyerupai zirkonium, yang kemudian dinamai hafnium, dari nama Latin untuk Kopenhagen, tempat unsur tersebut ditemukan. Di kemudian hari, unsur sintetis bohrium dinamai menurut namanya karena karya perintisnya tentang struktur atom.

Selama dekade 1930-an, Bohr membantu para pengungsi dari Nazisme. Setelah Denmark diduduki oleh Jerman, ia bertemu dengan Heisenberg yang telah menjadi kepala proyek senjata nuklir Jerman. Pada September 1943, Bohr menerima kabar bahwa ia akan ditangkap oleh Jerman sehingga ia melarikan diri ke Swedia. Dari sana, ia diterbangkan ke Britania Raya untuk bergabung dengan proyek senjata nuklir Britania Tube Alloys serta menjadi bagian dari misi Britania dalam Proyek Manhattan. Setelah perang berakhir, Bohr menyerukan kerja sama internasional dalam bidang energi nuklir. Ia terlibat dalam pendirian CERN serta dan menjadi ketua pertama pada tahun 1957.[4] Pada tahun 1999, ia dinobatkan sebagai fisikawan terbesar keempat sepanjang masa.[5]


Bohr menempuh pendidikan di Sekolah Latin Gammelholm sejak berusia tujuh tahun.[6] Pada tahun 1903, Bohr mendaftar sebagai mahasiswa sarjana di Universitas Kopenhagen. Bidang utama yang diambilnya adalah fisika, yang ia pelajari di bawah bimbingan Christian Christiansen, satu-satunya profesor fisika di universitas tersebut pada waktu itu. Ia juga mempelajari astronomi dan matematika di bawah bimbingan Thorvald Thiele serta filsafat di bawah bimbingan Harald Høffding yang merupakan teman ayahnya.[7]

Pada tahun 1905, terdapat sebuah kompetisi memperebutkan medali emas disponsori oleh Akademi Sains dan Sastra Kerajaan Denmark untuk menyelidiki metode pengukuran tegangan permukaan cairan yang telah diusulkan oleh Lord Rayleigh pada tahun 1879. Metode ini melibatkan pengukuran frekuensi osilasi dari jari-jari pancaran air. Bohr melakukan serangkaian eksperimen dengan menggunakan laboratorium ayahnya di universitas tersebut karena universitas itu sendiri belum memiliki laboratorium fisika. Untuk menyelesaikan eksperimennya, ia harus membuat peralatan gelasnya sendiri dan menciptakan tabung reaksi dengan penampang elips yang diperlukan. Ia melangkah lebih jauh dari tugas aslinya dengan memasukkan perbaikan ke dalam teori maupun metode Rayleigh. Hal ini dilakukannya dengan memperhitungkan viskositas air serta bekerja menggunakan amplitudo berhingga alih-alih hanya amplitudo infinitesimal. Esainya, yang ia serahkan pada saat-saat terakhir, memenangkan hadiah tersebut. Ia kemudian mengirimkan versi makalah yang telah diperbaiki ke Royal Society di London untuk diterbitkan dalam Philosophical Transactions of the Royal Society.[8]

Harald menjadi yang pertama dari dua Bohr bersaudara yang meraih gelar magister, yang ia peroleh dalam bidang matematika pada April 1909. Niels membutuhkan waktu sembilan bulan lebih lama untuk meraih gelarnya dalam teori elektron logam, sebuah topik yang ditugaskan oleh pembimbingnya, Christiansen. Bohr kemudian mengembangkan tesis magisternya menjadi disertasi doktor yang jauh lebih besar. Ia meneliti literatur tentang subjek tersebut dan memilih sebuah model yang dikembangkan oleh Paul Drude serta diperluas oleh Hendrik Lorentz, yang menganggap elektron-elektron dalam logam berperilaku seperti gas. Bohr memperluas model Lorentz, tetapi ia masih belum dapat menjelaskan fenomena seperti efek Hall dan menyimpulkan bahwa teori elektron tidak dapat sepenuhnya menjelaskan sifat magnetik logam. Disertasi tersebut diterima pada April 1911,[9] dan Bohr mempertahankan disertasinya secara formal pada 13 Mei. Harald telah menerima gelar doktornya pada tahun sebelumnya. Disertasi Bohr sangat inovatif, tetapi kurang menarik minat di luar Skandinavia karena ditulis dalam bahasa Denmark, yang merupakan persyaratan Universitas Kopenhagen pada waktu itu. Pada tahun 1921, fisikawan Belanda Hendrika Johanna van Leeuwen secara independen menurunkan sebuah teorema dalam disertasi Bohr yang saat ini dikenal sebagai Teorema Bohr–Van Leeuwen.

Fisika

Model Bohr

Pada September 1911, dengan dukungan beasiswa dari Yayasan Carlsberg, Bohr melakukan perjalanan ke Inggris, tempat sebagian besar karya teoretis mengenai struktur atom dan molekul sedang dikerjakan. Ia bertemu dengan J. J. Thomson dari Laboratorium Cavendish dan Trinity College, Cambridge. Ia menghadiri kuliah tentang elektromagnetisme yang diberikan oleh James Jeans dan Joseph Larmor serta melakukan beberapa penelitian tentang sinar katode, tetapi gagal membuat Thomson terkesan. Ia lebih sukses bersama para fisikawan yang lebih muda seperti William Lawrence Bragg dari Australia dan Ernest Rutherford dari Selandia Baru, yang model Rutherford tentang atom dengan inti pusat kecil tahun 1911 miliknya telah menantang model puding plum tahun 1904 milik Thomson. Bohr menerima undangan dari Rutherford untuk melakukan penelitian pascadoktor di Universitas Victoria Manchester, tempat ia bertemu dengan George de Hevesy dan Charles Galton Darwin (yang disebut Bohr sebagai "cucu dari Darwin yang asli").

Bohr kembali ke Denmark pada Juli 1912 untuk pernikahannya serta melakukan perjalanan keliling Inggris dan Skotlandia untuk bulan madunya. Sekembalinya dari sana, ia menjadi seorang Privatdocent di Universitas Kopenhagen dan memberikan kuliah tentang termodinamika. Martin Knudsen mengusulkan nama Bohr untuk menjadi seorang docent yang disetujui pada Juli 1913 dan Bohr kemudian mulai mengajar mahasiswa kedokteran. Tiga makalahnya, yang kemudian terkenal sebagai "trilogi", diterbitkan di Philosophical Magazine pada Juli, September, dan November tahun tersebut.[10][11][12] Ia menyesuaikan struktur nuklir Rutherford dengan teori kuantum Max Planck sehingga berhasil menciptakan model Bohr tentang atom.[13]

Model planet untuk atom bukanlah hal baru, tetapi pendekatan yang dilakukan Bohr berbeda. Dengan menjadikan makalah tahun 1912 karya Darwin mengenai peran elektron dalam interaksi partikel alfa dengan inti atom sebagai titik tolaknya,[14][15] ia mengembangkan teori tentang elektron yang bergerak dalam orbit "keadaan stasioner" terkuantisasi di sekitar inti atom untuk menstabilkan atom tersebut. Namun, baru pada makalahnya tahun 1921 ia menunjukkan bahwa sifat kimia setiap unsur sebagian besar ditentukan oleh jumlah elektron pada orbit terluar atom-atomnya.[16][17][18] Ia memperkenalkan gagasan bahwa elektron dapat jatuh dari orbit berenergi lebih tinggi ke orbit yang lebih rendah, yang dalam prosesnya memancarkan kuantum energi diskret. Hal ini menjadi dasar bagi apa yang sekarang dikenal sebagai teori kuantum lama.

Pada tahun 1885, Johann Balmer telah menemukan deret Balmer untuk menggambarkan garis spektrum tampak dari atom hidrogen:

Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle \\frac{1}{\\lambda} = R_\\mathrm{H}\\left(\\frac{1}{2^2} - \\frac{1}{n^2}\ ight) \\quad \ ext{untuk} \\ n=3,4,5,...}

dengan λ adalah panjang gelombang dari cahaya yang diserap atau dipancarkan dan RH adalah konstanta Rydberg. Rumus Balmer diperkuat oleh penemuan garis spektrum tambahan, tetapi selama tiga puluh tahun, tidak ada yang dapat menjelaskan mengapa rumus tersebut berhasil bekerja. Dalam makalah pertama dari triloginya, Bohr mampu menurunkannya dari modelnya:

Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle R_Z = { 2\\pi^2 m_e Z^2 e^4 \\over h^3 } }

dengan me adalah massa elektron, e adalah muatannya, h adalah konstanta Planck, dan Z adalah nomor atom dari atom tersebut (1 untuk hidrogen).

Hambatan pertama model tersebut adalah deret Pickering, yaitu garis-garis yang tidak cocok dengan rumus Balmer. Ketika ditantang mengenai hal ini oleh Alfred Fowler, Bohr menjawab bahwa garis-garis tersebut disebabkan oleh helium terionisasi, yaitu atom helium yang hanya memiliki satu elektron. Model Bohr terbukti berhasil bekerja untuk ion-ion sejenis itu. Banyak fisikawan yang lebih tua, seperti Thomson, Rayleigh, dan Hendrik Lorentz, tidak menyukai trilogi tersebut, tetapi generasi yang lebih muda, termasuk Rutherford, David Hilbert, Albert Einstein, Enrico Fermi, Max Born, dan Arnold Sommerfeld, menganggapnya sebagai sebuah terobosan. Einstein menyebut model Bohr sebagai "bentuk musikalitas tertinggi dalam ranah pemikiran."[19] Penerimaan trilogi ini sepenuhnya disebabkan oleh kemampuannya untuk menjelaskan fenomena yang membingungkan model-model lain serta memprediksi hasil yang kemudian diverifikasi melalui eksperimen.[20] Saat ini, model atom Bohr telah digantikan, tetapi masih menjadi model atom yang paling dikenal karena sering muncul dalam buku teks fisika dan kimia sekolah menengah atas.

Bohr tidak menyukai kegiatan mengajar mahasiswa kedokteran. Ia kemudian mengakui bahwa ia bukanlah seorang dosen yang baik karena ia membutuhkan keseimbangan antara kejelasan dan kebenaran, antara "Klarheit und Wahrheit".[21] Ia memutuskan untuk kembali ke Manchester, tempat Rutherford menawarinya pekerjaan sebagai reader menggantikan Darwin yang masa jabatannya telah berakhir. Bohr menerima tawaran tersebut. Ia mengambil cuti dari Universitas Kopenhagen, yang ia mulai dengan berlibur di Tirol bersama saudaranya Harald dan bibinya Hanna Adler. Di sana, ia mengunjungi Universitas Göttingen dan Universitas Ludwig Maximilian München, tempat ia bertemu Sommerfeld serta mengadakan seminar mengenai trilogi tersebut. Perang Dunia Pertama pecah ketika mereka berada di Tirol, yang sangat mempersulit perjalanan kembali ke Denmark serta pelayaran Bohr berikutnya bersama Margrethe ke Inggris, tempat ia tiba pada Oktober 1914. Mereka menetap di sana hingga Juli 1916, ketika ia telah ditunjuk untuk menduduki posisi Guru Besar Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen, sebuah posisi yang diciptakan khusus untuknya. Jabatan dosennya dihapus pada saat yang sama, sehingga ia tetap harus mengajar fisika kepada mahasiswa kedokteran. Para profesor baru diperkenalkan secara formal kepada Raja Christian X, yang menyatakan kegembiraannya dapat bertemu dengan seorang pemain sepak bola yang terkenal.


Model Bohr berhasil bekerja dengan baik untuk hidrogen dan helium terionisasi berelektron tunggal, yang membuat Einstein terkesan,[22][23] tetapi tidak dapat menjelaskan unsur-unsur yang lebih kompleks. Pada tahun 1919, Bohr mulai meninggalkan gagasan bahwa elektron mengorbit inti atom dan mengembangkan heuristik untuk menggambarkannya. Unsur tanah jarang menimbulkan masalah klasifikasi khusus bagi para kimiawan karena sifat kimianya yang sangat mirip. Sebuah perkembangan penting terjadi pada tahun 1924 dengan penemuan asas larangan Pauli oleh Wolfgang Pauli, yang memberikan landasan teoretis yang kuat bagi model Bohr. Bohr kemudian dapat menyatakan bahwa unsur 72 yang saat itu belum ditemukan bukanlah unsur tanah jarang, melainkan unsur dengan sifat kimia yang mirip dengan zirkonium. (Unsur-unsur telah diprediksi dan ditemukan sejak tahun 1871 berdasarkan sifat kimianya[24]), dan Bohr segera ditantang oleh kimiawan Prancis Georges Urbain, yang mengeklaim telah menemukan unsur tanah jarang 72 yang ia sebut "celtium". Di Institut di Kopenhagen, Dirk Coster dan George de Hevesy menerima tantangan untuk membuktikan bahwa Bohr benar dan Urbain salah. Memulai dengan gagasan yang jelas tentang sifat kimia dari unsur yang belum diketahui tersebut sangat menyederhanakan proses pencarian. Mereka memeriksa sampel dari Museum Mineralogi Kopenhagen untuk mencari unsur yang menyerupai zirkonium dan segera menemukannya. Unsur tersebut, yang mereka namai hafnium (hafnia merupakan nama Latin untuk Kopenhagen), ternyata lebih melimpah daripada emas.

Festival Bohr () adalah serangkaian tujuh kuliah yang diberikan oleh Bohr dari 12 hingga 22 Juni 1922[25] di Institut Fisika Teoretis di Göttingen. Kuliah-kuliah ini merupakan Kuliah Wolfskehl, yang didanai oleh Yayasan Wolfskehl. Karena berlangsung dalam dua minggu menjelang , rangkaian kuliah ini menjadi dikenal sebagai Festival Bohr.[26] Pada tahun 1991, Friedrich Hund menyatakan bahwa James Franck bertanggung jawab atas perbandingan tersebut.[27] Dalam kuliah-kuliah tersebut, Bohr menguraikan perkembangan terkini dari teori Bohr–Sommerfeld sambil menyampaikan "betapa tidak lengkap dan tidak pastinya segala sesuatu saat ini".[28]

Pada tahun 1922, Bohr dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisika "atas jasanya dalam penyelidikan struktur atom dan radiasi yang dipancarkan darinya". Dengan demikian, penghargaan tersebut mengakui trilogi karyanya sekaligus karya kepeloporan awalnya di bidang mekanika kuantum yang baru berkembang. Untuk kuliah Nobelnya, Bohr memberikan survei komprehensif kepada para pendengar mengenai apa yang saat itu diketahui tentang struktur atom, termasuk prinsip korespondensi yang ia rumuskan. Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku sistem yang dijelaskan oleh teori kuantum menghasilkan kembali fisika klasik dalam batas bilangan kuantum yang besar.

Penemuan hamburan Compton oleh Arthur Holly Compton pada tahun 1923 meyakinkan sebagian besar fisikawan bahwa cahaya terdiri dari foton dan bahwa energi serta momentum dikekalkan dalam tumbukan antara elektron dan foton. Pada tahun 1924, Bohr, Kramers, dan John C. Slater, seorang fisikawan Amerika Serikat yang bekerja di Institut di Kopenhagen, mengusulkan teori Bohr–Kramers–Slater (BKS). Teori ini lebih berupa sebuah program daripada sebuah teori fisika yang utuh karena gagasan yang dikembangkannya tidak dijabarkan secara kuantitatif. Teori BKS menjadi upaya terakhir untuk memahami interaksi antara materi dan radiasi elektromagnetik berdasarkan teori kuantum lama. Melalui teori ini, fenomena kuantum diperlakukan dengan menerapkan pembatasan kuantum pada deskripsi gelombang klasik dari medan elektromagnetik.[29]

Pemodelan perilaku atom di bawah radiasi elektromagnetik yang datang dengan menggunakan "osilator virtual" pada frekuensi penyerapan dan pemancaran—alih-alih frekuensi tampak (yang berbeda) dari orbit Bohr—mendorong Max Born, Werner Heisenberg, dan Kramers untuk mengeksplorasi berbagai model matematika yang berbeda. Hal tersebut mengarah pada pengembangan mekanika matriks, bentuk pertama dari mekanika kuantum modern. Teori BKS juga memicu diskusi dan memperbarui perhatian terhadap kesulitan-kesulitan dalam landasan teori kuantum lama. Elemen paling provokatif dari BKS—bahwa momentum dan energi tidak selalu dikekalkan dalam setiap interaksi, melainkan hanya secara statistik—segera terbukti bertentangan dengan eksperimen yang dilakukan oleh Walther Bothe dan Hans Geiger. Mengingat hasil-hasil ini, Bohr memberi tahu Darwin bahwa "tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain memberikan pemakaman sehormat mungkin bagi upaya revolusioner kita".


Heisenberg pertama kali datang ke Kopenhagen pada tahun 1924, kemudian kembali ke Göttingen pada Juni 1925, dan tidak lama setelah itu mengembangkan landasan matematika dari mekanika kuantum. Ketika ia menunjukkan hasil kerjanya kepada Max Born di Göttingen, Born menyadari bahwa hasil tersebut dapat diekspresikan dengan paling baik menggunakan matriks. Karya ini menarik perhatian fisikawan Britania Paul Dirac, yang datang ke Kopenhagen selama enam bulan pada September 1926. Fisikawan Austria Erwin Schrödinger juga berkunjung pada tahun 1926. Upayanya untuk menjelaskan fisika kuantum dalam istilah klasik menggunakan mekanika gelombang membuat Bohr terkesan, yang percaya bahwa hal tersebut memberikan "begitu banyak kontribusi bagi kejelasan dan kesederhanaan matematika sehingga mewakili kemajuan raksasa dibandingkan semua bentuk mekanika kuantum sebelumnya".

Ketika Kramers meninggalkan institut tersebut pada tahun 1926 untuk menduduki posisi sebagai profesor fisika teoretis di Universitas Utrecht, Bohr mengatur agar Heisenberg kembali dan mengambil alih posisi Kramers sebagai seorang lektor di Universitas Kopenhagen. Heisenberg bekerja di Kopenhagen sebagai dosen universitas dan asisten Bohr dari tahun 1926 hingga 1927.

Bohr menjadi yakin bahwa cahaya berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. Pada tahun 1927, berbagai eksperimen mengonfirmasi hipotesis de Broglie bahwa materi (seperti elektron) juga berperilaku seperti gelombang. Ia mencetuskan prinsip filosofis komplementaritas, yaitu bahwa suatu objek dapat memiliki sifat-sifat yang tampaknya saling mengecualikan, seperti menjadi gelombang atau aliran partikel bergantung pada kerangka eksperimennya. Ia merasa bahwa hal ini belum sepenuhnya dipahami oleh para filsuf profesional.

Pada Februari 1927, Heisenberg mengembangkan versi pertama dari prinsip ketidakpastian dan mempresentasikannya menggunakan eksperimen pikiran ketika sebuah elektron diamati melalui mikroskop sinar gamma. Bohr merasa tidak puas dengan argumen Heisenberg karena argumen tersebut hanya mensyaratkan bahwa suatu pengukuran mengganggu sifat-sifat yang sudah ada, alih-alih gagasan yang lebih radikal bahwa sifat-sifat elektron sama sekali tidak dapat dibahas terlepas dari konteks tempat sifat-sifat itu diukur. Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan pada Konferensi Como pada September 1927, Bohr menekankan bahwa hubungan ketidakpastian Heisenberg dapat diturunkan dari pertimbangan klasik mengenai daya urai instrumen optik. Memahami makna sebenarnya dari komplementaritas, menurut keyakinan Bohr, akan memerlukan "penyelidikan yang lebih mendalam". Einstein lebih menyukai determinisme fisika klasik daripada fisika kuantum baru yang bersifat probabilistik, yang ia sendiri turut berkontribusi di dalamnya. Masalah-masalah filosofis yang muncul dari aspek-aspek baru mekanika kuantum menjadi topik diskusi yang sangat terkenal. Einstein dan Bohr terlibat dalam perdebatan yang bersahabat mengenai masalah-masalah tersebut sepanjang hidup mereka.

Pada tahun 1914, Carl Jacobsen, pewaris pabrik bir Carlsberg, mewariskan rumah mewahnya (Kediaman Kehormatan Carlsberg, saat ini dikenal sebagai Akademi Carlsberg) untuk digunakan seumur hidup oleh orang Denmark yang telah memberikan kontribusi paling menonjol bagi sains, sastra, atau seni, sebagai kediaman kehormatan (). Harald Høffding telah menjadi penghuni pertama, dan setelah kematiannya pada Juli 1931, Akademi Sains dan Sastra Kerajaan Denmark memberikan hak kepenghunian kepada Bohr. Ia dan keluarganya pindah ke sana pada tahun 1932. Ia terpilih sebagai presiden Akademi pada 17 Maret 1939.

Pada tahun 1929, fenomena peluruhan beta mendorong Bohr untuk kembali mengusulkan agar hukum kekekalan energi ditinggalkan, tetapi neutrino hipotetis Wolfgang Pauli serta penemuan neutron berikutnya pada tahun 1932 memberikan penjelasan lain. Hal ini mendorong Bohr untuk menciptakan teori baru tentang inti majemuk pada tahun 1936, yang menjelaskan bagaimana neutron dapat ditangkap oleh inti atom. Dalam model ini, inti atom dapat berdeformasi seperti setetes cairan. Ia mengerjakan teori ini bersama kolaborator baru, fisikawan Denmark Fritz Kalckar, yang meninggal secara mendadak pada tahun 1938.[30]

Penemuan fisi nuklir oleh Otto Hahn pada Desember 1938 (serta penjelasan teoretisnya oleh Lise Meitner) memicu ketertarikan yang mendalam di kalangan fisikawan.[31] Bohr membawa kabar tersebut ke Amerika Serikat, tempat ia membuka kelima bersama Fermi pada 26 Januari 1939. Ketika Bohr memberi tahu George Placzek bahwa hal ini menyelesaikan semua misteri tentang unsur transuranium, Placzek memberi tahunya bahwa masih ada satu misteri yang tersisa: energi penangkapan neutron dari uranium tidak cocok dengan energi peluruhannya. Bohr memikirkannya selama beberapa menit lalu mengumumkan kepada Placzek, Léon Rosenfeld, dan John Wheeler bahwa "Saya telah memahami semuanya." Berdasarkan model tetesan cairan miliknya tentang inti atom, Bohr menyimpulkan bahwa isotop uranium-235 dan bukan uranium-238 yang lebih melimpah yang paling bertanggung jawab atas terjadinya fisi dengan neutron termal. Pada April 1940, John R. Dunning membuktikan bahwa Bohr benar. Sementara itu, Bohr dan Wheeler mengembangkan pembahasan teoretis yang mereka publikasikan dalam sebuah makalah pada September 1939 tentang "The Mechanism of Nuclear Fission".[32]


Terdapat beberapa perselisihan mengenai sejauh mana Kierkegaard memengaruhi filsafat dan sains Bohr. David Favrholdt berargumen bahwa Kierkegaard memiliki pengaruh yang minimal terhadap karya Bohr, dengan menerima pernyataan Bohr tentang ketidaksepakatannya dengan Kierkegaard apa adanya, sedangkan Jan Faye berargumen bahwa seseorang dapat tidak setuju dengan isi suatu teori sambil tetap menerima premis dan struktur umumnya.

Bohr menjabat dalam Dewan Editor seri buku ' yang menerbitkan berbagai buku tentang filsafat.[33]

Fisika kuantum

Terdapat banyak debat dan diskusi berikutnya mengenai pandangan serta filsafat mekanika kuantum Bohr. Mengenai interpretasi ontologisnya tentang dunia kuantum, Bohr dipandang sebagai seorang antirealis, seorang instrumentalis, seorang realis fenomenologis, atau jenis realis lainnya. Selain itu, meskipun beberapa pihak memandang Bohr sebagai seorang subjektivis atau seorang positivis, sebagian besar filsuf sepakat bahwa hal ini merupakan kesalahpahaman terhadap Bohr karena ia tidak pernah berargumen demi verifikasionisme atau demi gagasan bahwa subjek memiliki dampak langsung pada hasil pengukuran.[34]

Bohr sering kali dikutip mengatakan bahwa "tidak ada dunia kuantum", melainkan hanya sebuah "deskripsi fisik kuantum yang abstrak". Hal ini tidak dikatakan secara terbuka oleh Bohr, melainkan sebuah pernyataan pribadi yang diatribusikan kepadanya oleh Aage Petersen dalam sebuah kenangan setelah kematian Bohr. N. David Mermin mengingat Victor Weisskopf yang menyatakan bahwa Bohr tidak akan mengatakan hal semacam itu dan berseru, "Memalukan bagi Aage Petersen karena memasukkan kata-kata konyol itu ke dalam mulut Bohr!"[35]

Banyak pakar berargumen bahwa filsafat Immanuel Kant memiliki pengaruh yang kuat terhadap Bohr. Seperti halnya Kant, Bohr berpikir bahwa membedakan antara pengalaman subjek dan objek merupakan kondisi penting untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui penggunaan konsep kausal dan ruang-waktu untuk menggambarkan pengalaman subjek.[36] Oleh karena itu, menurut Jan Faye, Bohr berpikir bahwa berkat konsep-konsep "klasik" seperti "ruang", "posisi", "waktu", "kausalitas", dan "momentum"-lah seseorang dapat berbicara tentang objek dan eksistensi objektifnya. Bohr berpandangan bahwa konsep-konsep dasar seperti "waktu" sudah tertanam dalam bahasa sehari-hari kita dan bahwa konsep-konsep fisika klasik hanyalah sebuah penyempurnaan dari konsep-konsep tersebut.[37] Oleh sebab itu, bagi Bohr, konsep-konsep klasik perlu digunakan untuk menggambarkan eksperimen yang berurusan dengan dunia kuantum. Bohr menulis:

[L]aporan dari semua bukti harus dinyatakan dalam istilah klasik. Argumennya hanyalah bahwa dengan kata 'eksperimen', kita mengacu pada suatu situasi ketika kita dapat menceritakan kepada orang lain apa yang telah kita lakukan dan apa yang telah kita pelajari dan bahwa, oleh karena itu, laporan mengenai pengaturan eksperimen serta hasil pengamatan harus dinyatakan dalam bahasa yang tidak ambigu dengan penerapan terminologi fisika klasik yang sesuai (APHK, hlm. 39).[38]

Menurut Faye, terdapat berbagai penjelasan tentang mengapa Bohr percaya bahwa konsep klasik diperlukan untuk menggambarkan fenomena kuantum. Faye mengelompokkan penjelasan-penjelasan tersebut ke dalam lima kerangka kerja: empirisme (yaitu positivisme logis); Kantianisme (atau model epistemologi Neo-Kantian); Pragmatisme (yang berfokus pada bagaimana manusia berinteraksi secara empiris dengan sistem atom sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan mereka); Darwinianisme (yaitu kita beradaptasi untuk menggunakan konsep-konsep jenis klasik, yang menurut Léon Rosenfeld berevolusi untuk kita gunakan); serta Eksperimentalisme (yang berfokus secara ketat pada fungsi dan hasil eksperimen yang dengan demikian harus dijelaskan secara klasik).[39] Penjelasan-penjelasan ini tidak saling mengecualikan. Terkadang Bohr tampaknya menekankan beberapa aspek ini, sedangkan di waktu lain ia berfokus pada elemen lainnya.[40]

Menurut Faye, "Bohr menganggap atom sebagai sesuatu yang nyata. Atom bukanlah konstruksi heuristik maupun logis." Namun, menurut Faye, ia tidak percaya "bahwa formalisme mekanika kuantum itu benar dalam arti memberikan kita representasi harfiah ('bergambar') alih-alih representasi simbolis dari dunia kuantum."[41] Oleh karena itu, teori komplementaritas Bohr "pertama-tama dan terutama merupakan pembacaan semantik dan epistemologis dari mekanika kuantum yang membawa implikasi ontologis tertentu".[42] Seperti yang dijelaskan oleh Faye, tesis ketakterdefinisian Bohr adalah bahwa

[K]ondisi kebenaran dari kalimat-kalimat yang mengaitkan suatu nilai kinematik atau dinamik pada suatu objek atom bergantung pada aparatus yang terlibat, sedemikian rupa sehingga kondisi kebenaran ini harus menyertakan referensi ke pengaturan eksperimen serta hasil aktual dari eksperimen tersebut.[43]

Faye mencatat bahwa interpretasi Bohr tidak mengacu pada "runtuhnya fungsi gelombang selama pengukuran" (dan memang, ia tidak pernah menyebutkan gagasan ini). Sebaliknya, Bohr "menerima interpretasi statistik Born karena ia percaya bahwa fungsi-ψ hanya memiliki makna simbolis dan tidak mewakili sesuatu yang nyata". Karena bagi Bohr fungsi-ψ bukanlah representasi bergambar harfiah dari realitas, tidak mungkin ada keruntuhan nyata dari fungsi gelombang tersebut.[44]

Poin yang banyak diperdebatkan dalam literatur mutakhir adalah apa yang diyakini Bohr tentang atom dan realitasnya serta apakah atom merupakan sesuatu yang lain daripada tampilannya. Beberapa pihak seperti Henry Folse berargumen bahwa Bohr melihat perbedaan antara fenomena yang diamati dan realitas transendental. Jan Faye tidak setuju dengan posisi ini dan menyatakan bahwa bagi Bohr, formalisme kuantum dan komplementaritas merupakan satu-satunya hal yang dapat kita katakan tentang dunia kuantum serta bahwa "tidak ada bukti lebih lanjut dalam tulisan-tulisan Bohr yang menunjukkan bahwa Bohr akan mengaitkan sifat keadaan intrinsik yang independen dari pengukuran pada objek-objek atom [...] di samping sifat-sifat klasik yang dimanifestasikan dalam pengukuran."[45]


Pada April 1940, di awal Perang Dunia Kedua, Jerman Nazi menginvasi dan menduduki Denmark. Untuk mencegah pihak Jerman menemukan medali emas Nobel milik Max von Laue dan James Franck, Bohr meminta de Hevesy melarutkannya dalam air raja. Dalam bentuk ini, larutan tersebut disimpan di sebuah rak di Institut hingga perang berakhir, ketika emasnya diendapkan kembali dan medalinya dicetak ulang oleh Yayasan Nobel. Medali milik Bohr sendiri telah disumbangkan ke sebuah lelang untuk Dana Bantuan Finlandia dan dilelang pada Maret 1940, bersama dengan medali milik August Krogh. Pembeli tersebut kemudian menyumbangkan kedua medali itu ke Museum Sejarah Denmark di Kastel Frederiksborg, tempat medali-medali tersebut masih disimpan hingga kini,[46] meskipun medali Bohr sempat dibawa ke luar angkasa oleh Andreas Mogensen di ISS Expedition 70 pada tahun 2023–2024.[47][48]

Bohr tetap menjalankan Institut tersebut, tetapi seluruh ilmuwan asing telah pergi.

Pertemuan dengan Heisenberg

Bohr menyadari kemungkinan penggunaan uranium-235 untuk membuat bom atom dengan menyebutkannya dalam kuliah-kuliah di Britania dan Denmark sesaat sebelum dan setelah perang dimulai, tetapi ia tidak percaya bahwa ekstraksi uranium-235 dalam jumlah yang cukup layak dilakukan secara teknis. Pada September 1941, Heisenberg, yang telah menjadi kepala proyek energi nuklir Jerman, mengunjungi Bohr di Kopenhagen. Selama pertemuan ini, kedua pria tersebut berbincang secara pribadi di luar ruangan. Isi dari perbincangan mereka memicu banyak spekulasi karena keduanya memberikan keterangan yang berbeda. Menurut Heisenberg, ia mulai membahas energi nuklir, moralitas, dan perang. Bohr tampaknya bereaksi terhadap hal tersebut dengan mengakhiri percakapan secara tiba-tiba tanpa memberikan petunjuk kepada Heisenberg mengenai pendapatnya sendiri. Ivan Supek, salah satu mahasiswa sekaligus teman Heisenberg, mengklaim bahwa topik utama pertemuan tersebut adalah Carl Friedrich von Weizsäcker, yang telah mengusulkan upaya untuk membujuk Bohr agar memediasi perdamaian antara Britania dan Jerman.[49]

Pada tahun 1957, Heisenberg menulis surat kepada Robert Jungk, yang saat itu sedang mengerjakan buku '. Heisenberg menjelaskan bahwa ia mengunjungi Kopenhagen untuk menyampaikan pandangan dari beberapa ilmuwan Jerman kepada Bohr, bahwa produksi senjata nuklir dapat dilakukan dengan upaya keras dan hal ini menimbulkan tanggung jawab yang sangat besar bagi para ilmuwan dunia di kedua belah pihak.[50] Ketika Bohr melihat penggambaran Jungk dalam terjemahan bahasa Denmark dari buku tersebut, ia menyusun draf surat (tetapi tidak pernah dikirimkan) kepada Heisenberg. Draf tersebut menyatakan bahwa ia sangat tidak setuju dengan penjelasan Heisenberg mengenai pertemuan tersebut,[51] bahwa ia mengingat kunjungan Heisenberg bertujuan untuk mendorong kerja sama dengan Nazi yang pasti akan menang,[52] dan bahwa ia terkejut karena Jerman tengah mengupayakan pembuatan senjata nuklir di bawah kepemimpinan Heisenberg.[53][54]

Drama tahun 1998 karya Michael Frayn yang berjudul Copenhagen mengeksplorasi apa yang mungkin telah terjadi dalam pertemuan tahun 1941 antara Heisenberg dan Bohr.[55] Sebuah versi film televisi dari drama tersebut oleh BBC pertama kali ditayangkan pada 26 September 2002 dengan Stephen Rea sebagai Bohr. Seiring dengan perilisan surat-surat Bohr di kemudian hari, drama ini dikritik oleh para sejarawan karena dianggap sebagai "penyederhanaan yang sangat berlebihan dan penyimpangan dari keseimbangan moral yang sebenarnya" akibat mengadopsi perspektif yang pro-Heisenberg.[56]

Pertemuan yang sama sebelumnya telah didramatisasikan oleh seri dokumenter sains BBC, Horizon, pada tahun 1992 dengan Anthony Bate sebagai Bohr dan Philip Anthony sebagai Heisenberg.[57] Pertemuan tersebut juga didramatisasikan dalam miniseri Norwegia, Denmark, dan Britania yang berjudul The Heavy Water War.[58]


Ketika berita tentang pelarian Bohr mencapai Britania, Lord Cherwell mengirimkan telegram kepada Bohr yang memintanya untuk datang ke Britania. Bohr tiba di Skotlandia pada 6 Oktober dengan sebuah de Havilland Mosquito yang dioperasikan oleh British Overseas Airways Corporation (BOAC). Pesawat Mosquito merupakan pesawat pengebom berkecepatan tinggi tanpa senjata yang telah dikonversi untuk mengangkut kargo kecil yang berharga atau penumpang penting. Dengan terbang pada kecepatan dan ketinggian tinggi, pesawat ini dapat melintasi Norwegia yang diduduki Jerman, tetapi tetap menghindari pesawat tempur Jerman. Bohr, yang dilengkapi dengan parasut, pakaian penerbangan, dan masker oksigen, menghabiskan penerbangan selama tiga jam tersebut dengan berbaring di atas kasur di dalam kompartemen bom pesawat. Selama penerbangan, Bohr tidak mengenakan helm penerbangannya karena terlalu kecil, sehingga ia tidak mendengar instruksi interkom pilot untuk menyalakan pasokan oksigennya ketika pesawat menanjak ke ketinggian tinggi untuk terbang di atas Norwegia. Ia pingsan akibat kekurangan oksigen dan baru sadar kembali ketika pesawat turun ke ketinggian yang lebih rendah di atas Laut Utara. Putra Bohr, Aage, menyusul ayahnya ke Britania dengan penerbangan lain seminggu kemudian dan menjadi asisten pribadinya.

Bohr diterima dengan hangat oleh James Chadwick dan Sir John Anderson, tetapi demi alasan keamanan Bohr disembunyikan dari publik. Ia diberi sebuah apartemen di St James's Palace dan sebuah kantor bersama tim pengembangan senjata nuklir Britania, Tube Alloys. Bohr merasa takjub dengan besarnya kemajuan yang telah dicapai. Chadwick mengatur agar Bohr mengunjungi Amerika Serikat sebagai konsultan Tube Alloys, dengan Aage sebagai asistennya. Pada 8 Desember 1943, Bohr tiba di Washington, D.C., tempat ia bertemu dengan direktur Proyek Manhattan, Brigadir Jenderal Leslie R. Groves Jr. Ia mengunjungi Einstein dan Pauli di Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey, serta pergi ke Los Alamos di New Mexico, tempat senjata nuklir sedang dirancang. Demi alasan keamanan, ia menggunakan nama "Nicholas Baker" di Amerika Serikat, sedangkan Aage menjadi "James Baker". Pada Mei 1944, surat kabar perlawanan Denmark De frie Danske melaporkan bahwa mereka mengetahui bahwa 'putra terkenal Denmark Profesor Niels Bohr' pada Oktober tahun sebelumnya telah melarikan diri dari negaranya melalui Swedia ke London dan dari sana melakukan perjalanan ke Moskow, tempat ia diasumsikan mendukung upaya perang.[59]

Bohr tidak menetap di Los Alamos, melainkan melakukan serangkaian kunjungan yang diperpanjang selama dua tahun berikutnya. Robert Oppenheimer mengakui peran Bohr yang bertindak "sebagai sosok ayah ilmiah bagi para pria yang lebih muda", terutama Richard Feynman. Bohr dikutip mengatakan, "Mereka tidak membutuhkan bantuan saya untuk membuat bom atom." Oppenheimer memberikan penghargaan kepada Bohr atas kontribusi pentingnya dalam pengerjaan inisiator neutron termodulasi. "Perangkat ini tetap menjadi teka-teki yang sulit dipecahkan," catat Oppenheimer, "tetapi pada awal Februari 1945 Niels Bohr memperjelas apa yang harus dilakukan."

Bohr menyadari sejak awal bahwa senjata nuklir akan mengubah hubungan internasional. Pada April 1944, ia menerima sebuah surat dari Pyotr Kapitsa yang ditulis beberapa bulan sebelumnya ketika Bohr berada di Swedia, yang mengundangnya untuk datang ke Uni Soviet. Surat tersebut meyakinkan Bohr bahwa Uni Soviet mengetahui proyek Anglo-Amerika dan akan berupaya keras untuk mengejarnya. Ia mengirimkan jawaban yang tidak mengikat kepada Kapitza, yang ia tunjukkan terlebih dahulu kepada otoritas di Britania sebelum dikirimkan. Bohr bertemu Churchill pada 16 Mei 1944, tetapi mendapati bahwa "kami tidak berbicara dengan bahasa yang sama". Churchill tidak setuju dengan gagasan keterbukaan terhadap orang-orang Rusia, sampai-sampai ia menulis dalam sebuah surat: "Menurut saya Bohr harus ditahan atau setidaknya disadarkan bahwa ia sudah sangat dekat dengan batas kejahatan yang mematikan."

Oppenheimer menyarankan agar Bohr mengunjungi Presiden Franklin D. Roosevelt untuk meyakinkannya bahwa Proyek Manhattan harus dibagikan kepada pihak Soviet dengan harapan dapat mempercepat hasilnya. Sahabat Bohr, Hakim Agung Felix Frankfurter, memberi tahu Presiden Roosevelt tentang pandangan Bohr dan sebuah pertemuan di antara mereka berlangsung pada 26 Agustus 1944. Roosevelt menyarankan agar Bohr kembali ke Britania Raya untuk mencoba mendapatkan persetujuan Britania. Ketika Churchill dan Roosevelt bertemu di Hyde Park pada 19 September 1944, mereka menolak gagasan untuk menginformasikan proyek tersebut kepada dunia dan aide-mémoire dari percakapan mereka memuat klausul tambahan bahwa "penyelidikan harus dilakukan mengenai aktivitas Profesor Bohr dan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas kebocoran informasi apa pun, terutama kepada orang-orang Rusia".

Pada Juni 1950, Bohr menyampaikan sebuah "Surat Terbuka" kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan kerja sama internasional dalam bidang energi nuklir.[60] Pada dekade 1950-an, setelah uji coba senjata nuklir pertama Uni Soviet pada tahun 1949, Badan Energi Atom Internasional dibentuk sesuai dengan garis besar saran Bohr. Pada tahun 1957, ia menerima Atoms for Peace Award yang pertama kali diberikan.[61]

Tahun-tahun terakhir

Setelah berakhirnya perang, Bohr kembali ke Kopenhagen pada 25 Agustus 1945 dan terpilih kembali sebagai Presiden Akademi Sains dan Sastra Kerajaan Denmark pada 21 September. Dalam sebuah pertemuan peringatan Akademi pada 17 Oktober 1947 untuk Raja Christian X yang mangkat pada bulan April, raja yang baru, Frederik IX, mengumumkan bahwa ia menganugerahkan Order of the Elephant kepada Bohr. Penghargaan ini biasanya hanya dianugerahkan kepada anggota kerajaan dan kepala negara, tetapi raja menyatakan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya menghormati Bohr secara pribadi, melainkan juga sains Denmark. Bohr merancang lambang kebesarannya sendiri yang menampilkan sebuah taijitu (simbol yin dan yang) serta semboyan dalam bahasa Latin , "hal-hal yang berlawanan bersifat saling melengkapi".[62][63]

Perang Dunia Kedua menunjukkan bahwa sains, dan khususnya fisika, kini memerlukan sumber daya finansial dan material yang besar. Untuk menghindari "kebocoran otak" ke Amerika Serikat, dua belas negara Eropa bersatu untuk mendirikan CERN, sebuah organisasi penelitian yang meniru laboratorium nasional di Amerika Serikat yang dirancang untuk melaksanakan proyek Sains Besar di luar kemampuan sumber daya masing-masing negara secara mandiri. Pertanyaan segera muncul mengenai lokasi terbaik untuk fasilitas tersebut. Bohr dan Kramers merasa bahwa Institut di Kopenhagen akan menjadi lokasi yang ideal. Pierre Auger, yang mengorganisasi diskusi pendahuluan, tidak setuju; ia merasa bahwa Bohr dan Institutnya telah melewati masa kejayaan mereka dan kehadiran Bohr akan membayangi orang lain. Setelah perdebatan panjang, Bohr menyatakan dukungannya kepada CERN pada Februari 1952 dan Jenewa terpilih sebagai lokasinya pada Oktober. Grup Teori CERN berbasis di Kopenhagen sampai akomodasi baru mereka di Jenewa siap pada tahun 1957. Victor Weisskopf, yang kemudian menjadi Direktur Jenderal CERN, merangkum peran Bohr dengan mengatakan bahwa "ada tokoh-tokoh lain yang memulai dan mencetuskan gagasan tentang CERN. Namun, antusiasme dan gagasan dari orang-orang lain tersebut tidak akan cukup jika seorang pria dengan kaliber seperti dirinya tidak mendukungnya."[64]

Sementara itu, negara-negara Skandinavia mendirikan Institut Fisika Teoretis Nordik pada tahun 1957 dengan Bohr sebagai ketuanya. Ia juga terlibat dalam pendirian Lembaga Penelitian Risø dari Komisi Energi Atom Denmark dan menjabat sebagai ketua pertamanya sejak Februari 1956.

Bohr meninggal dunia akibat gagal jantung pada 18 November 1962 di kediamannya di Carlsberg, Kopenhagen.[65] Ia dikremasi dan abunya dimakamkan di petak keluarga di Pemakaman Assistens di kawasan Nørrebro, Kopenhagen, bersama dengan abu kedua orang tuanya, saudaranya Harald, dan putranya Christian. Bertahun-tahun kemudian, abu jenazah istrinya juga dimakamkan di tempat yang sama. Pada 7 Oktober 1965, tepat pada hari yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-80, Institut Fisika Teoretis di Universitas Kopenhagen secara resmi berganti nama menjadi nama yang telah disematkan secara tidak resmi selama bertahun-tahun: Institut Niels Bohr.[66][67]


Pengakuan

Penghargaan

Tahun Organisasi Penghargaan Kutipan
1921 Royal Society Medali Hughes "Atas penelitiannya dalam fisika teoretis." [68]
1922 Akademi Sains Kerajaan Swedia Hadiah Nobel Fisika "Atas jasanya dalam penyelidikan struktur atom dan radiasi yang dipancarkan darinya." [69]
1923 Accademia dei XL Medali Matteucci [70]
1926 Institut Franklin Medali Franklin "Atas kontribusinya pada mekanika struktur atom dan teori asal-usul garis spektrum." [71]
1930 Royal Society of Chemistry Faraday Lectureship Prize [72]
1930 Masyarakat Fisika Jerman Medali Max Planck [73]
1938 Royal Society Medali Copley "Sebagai pengakuan atas karyanya yang terkemuka dalam pengembangan teori kuantum struktur atom." [74]
1957 Atoms for Peace Award [75]
1961 Universitas Kopenhagen Penghargaan Sonning [76]

Keanggotaan

Tahun Organisasi Jenis
1923 Akademi Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda Anggota Asing [77]
1925 National Academy of Sciences Anggota Internasional [78]
1926 Royal Society Anggota Asing [79]
1940 American Philosophical Society Anggota Internasional [80]
1945 American Academy of Arts and Sciences Anggota Kehormatan Internasional [81]
1950 Akademi Jepang Anggota Kehormatan [82]

Peringatan

Peringatan 50 tahun model Bohr dirayakan di Denmark pada 21 November 1963 dengan prangko yang menggambarkan Bohr, atom hidrogen, dan rumus perbedaan antara dua tingkat energi hidrogen: Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle h\ u = \\epsilon_2 - \\epsilon_1} . Beberapa negara lain juga telah menerbitkan prangko yang menggambarkan Bohr. Pada tahun 1997, Bank Nasional Denmark mulai mengedarkan uang kertas 500 krona yang menampilkan potret Bohr sedang merokok pipa.[83] Pada 7 Oktober 2012, hari ulang tahun Bohr dirayakan dalam sebuah Google Doodle yang menggambarkan model Bohr untuk atom hidrogen.[84] Sebuah asteroid, 3948 Bohr, dinamai menurut namanya,[85] demikian pula kawah bulan Bohr, dan bohrium, unsur kimia dengan nomor atom 107, sebagai pengakuan atas karyanya mengenai struktur atom.[86][87]

Bibliografi

Lihat pula

Sumber

    • Excerpted from:
  • (Previously published by John Wiley & Sons in 1964)

Bacaan lanjutan

  • Bohr's researches on reaction times.

Pranala luar

Referensi

  1. Study Physics at the Niels Bohr Institute. Niels Bohr Institute - Universitas Kopenhagen, Fakultas Sains. 11 April 2016.
  2. Niels Bohr. The New York Times. 20 November 1962.
  3. Nobel Prize in Physics 1922. Yayasan Nobel.
  4. Niels Bohr. The New York Times. 20 November 1962.
  5. Physics: past, present, future. Physics World. 6 Desember 1999.
  6. Niels Bohr's school years. Niels Bohr Institute. 18 Mei 2012.
  7. Life as a Student. Niels Bohr Institute. 16 Juli 2012.
  8. Life as a Student. Niels Bohr Institute. 16 Juli 2012.
  9. Niels Bohr Danish physicist.
  10. Niels Bohr. On the Constitution of Atoms and Molecules, Part I. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26 (151). hlm. 1–24. doi:10.1080/14786441308634955.
  11. Niels Bohr. On the Constitution of Atoms and Molecules, Part II Systems Containing Only a Single Nucleus. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26 (153). hlm. 476–502. doi:10.1080/14786441308634993.
  12. Niels Bohr. On the Constitution of Atoms and Molecules, Part III Systems containing several nuclei. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26 (155). hlm. 857–875. doi:10.1080/14786441308635031.
  13. Niels Bohr. On the Constitution of Atoms and Molecules, Part II Systems Containing Only a Single Nucleus. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26 (153). hlm. 476–502. doi:10.1080/14786441308634993.
  14. Charles Galton Darwin. A theory of the absorption and scattering of the alpha rays. Philosophical Magazine. 1912. Vol. 23 (138). hlm. 901–920. doi:10.1080/14786440608637291.
  15. Theodore Arabatzis. Representing Electrons: A Biographical Approach to Theoretical Entities. University of Chicago Press. 2006. hlm. 118. ISBN 978-0-226-02420-2.
  16. Kragh, Helge. "Niels Bohr's Second Atomic Theory". Historical Studies in the Physical Sciences, vol. 10, University of California Press, 1979, pp. 123–86, https://doi.org/10.2307/27757389 .
  17. N. Bohr, "Atomic Structure", Nature, 107. Surat tertanggal 14 Februari 1921.
  18. Lihat Model Bohr dan Tabel periodik untuk perkembangan lengkap struktur elektron atom.
  19. Abraham Pais. Subtle is the Lord: The Science and the Life of Albert Einstein. 1982. hlm. 416.
  20. Forecasting – Prediction is very difficult, especially if it's about the future!. cranfield.ac.cuk. 10 Juli 2017.
  21. Victor Weisskopf. "Niels Bohr, the Quantum, and the World" Social Research 51, no. 3. 1984. hlm. 593.
  22. From Bohr's Atom to Electron Waves https://galileo.phys.virginia.edu/classes/252/Bohr_to_Waves/Bohr_to_Waves.html
  23. The Age of Entanglement, Louisa Gilder, p.799, 2008.
  24. Lihat Tabel periodik dan Sejarah tabel periodik yang menunjukkan unsur-unsur yang diprediksi berdasarkan sifat kimia sejak zaman Mendeleev.
  25. Konrad Lindner. Friedrich Hund über die Bohrfestspiele von 1922. Leipzig-Lese.
  26. K. Schönhammer. Göttingen and Quantum Mechanics. University of Göttingen.
  27. Konrad Lindner. Friedrich Hund über die Bohrfestspiele von 1922. Leipzig-Lese.
  28. K. Schönhammer. Göttingen and Quantum Mechanics. University of Göttingen.
  29. N. Bohr. The Quantum Theory of Radiation. Philosophical Magazine. 1924. Vol. 76 (287). hlm. 785–802. doi:10.1080/14786442408565262.
  30. Niels Bohr. Transmutations of Atomic Nuclei. Science. 20 Agustus 1937. Vol. 86 (2225). hlm. 161–165. doi:10.1126/science.86.2225.161.
  31. Lise Meitner. Disintegration of Uranium by Neutrons: a New Type of Nuclear Reaction (Reprinted from Nature, February 11, 1939). Nature. Vol. 224 (5218). hlm. 466 - 467. doi:10.1038/224466a0.
  32. Niels Bohr. The Mechanism of Nuclear Fission. Physical Review. September 1939. Vol. 56 (5). hlm. 426–450. doi:10.1103/PhysRev.56.426.
  33. Soren Egerod. "Voices of Man. The Meaning and Function of Language", by Mario Pei (Book Review). Romance Philology. November 1963. Vol. 17 (2). hlm. 458–61.
  34. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  35. Aage Petersen. The Philosophy of Niels Bohr. Bulletin of the Atomic Scientists. 1963. Vol. 19 (7). hlm. 8–14. doi:10.1080/00963402.1963.11454520.
  36. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  37. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  38. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  39. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  40. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  41. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  42. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  43. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  44. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  45. Jan Faye. Copenhagen Interpretation of Quantum Mechanics.
  46. A unique gold medal. www.nobelprize.org.
  47. Elizabeth Howell. Astronaut shows off vintage Nobel Prize in space — and talks 'quantum dots' ISS experiment (video). Space.com. 12 Desember 2023.
  48. Andreas Mogensen leverer Nobelprismedalje retur til Frederiksborg. Frederiksborg. 14 Juni 2024.
  49. Portal Jutarnji.hr. Moj život s nobelovcima 20. stoljeća. Jutarnji list. 19 Maret 2006. Sebuah wawancara dengan Ivan Supek terkait pertemuan Bohr–Heisenberg tahun 1941.
  50. Werner Heisenberg. Letter From Werner Heisenberg to Author Robert Jungk. The Manhattan Project Heritage Preservation Association, Inc.
  51. "Saya sangat terkejut melihat betapa ingatan Anda telah menipu Anda dalam surat Anda kepada penulis buku tersebut"
  52. "...Anda dan Weizsäcker menyatakan keyakinan pasti Anda bahwa Jerman akan menang dan oleh karena itu sangat konyol bagi kami untuk mempertahankan harapan akan hasil perang yang berbeda serta bersikap menahan diri terhadap semua tawaran kerja sama dari Jerman"
  53. "...Anda berbicara dengan cara yang hanya dapat memberikan kesan kuat kepada saya bahwa, di bawah kepemimpinan Anda, segala sesuatu sedang dilakukan di Jerman to mengembangkan senjata atom... [...] Jika ada hal dalam perilaku saya yang dapat ditafsirkan sebagai keterkejutan, hal itu tidak berasal dari laporan semacam itu, melainkan dari berita, sebagaimana yang harus saya pahami, bahwa Jerman berpartisipasi dengan giat dalam perlombaan untuk menjadi yang pertama memiliki senjata atom."
  54. Finn Aaserud. Release of documents relating to 1941 Bohr-Heisenberg meeting. Niels Bohr Archive. 6 Februari 2002.
  55. Copenhagen – Michael Frayn. The Complete Review.
  56. Gerald Holton. 'Copenhagen': An Exchange. The New York Review of Books. The New York Review. 11 April 2002. Vol. 49 (6).
  57. Horizon: Hitler's Bomb, BBC Two, 24 Februari 1992
  58. The Saboteurs – Episode Guide. Channel 4.
  59. Professor Bohr ankommet til Moskva. De frie Danske. Mei 1944. hlm. 7.
  60. Niels Bohr. To the United Nations (open letter). Impact of Science on Society. 9 Juni 1950. Vol. I (2). hlm. 68. • Niels Bohr. For An Open World. Bulletin of the Atomic Scientists. Juli 1950. Vol. 6 (7). hlm. 213–219. doi:10.1080/00963402.1950.11461268.
  61. Elizabeth Craig-McCormack. Guide to Atoms for Peace Awards Records. Massachusetts Institute of Technology.
  62. Bohr crest. University of Copenhagen. 17 Oktober 1947.
  63. A Complementary Relationship: Niels Bohr and China*. Niels Bohr Archive.
  64. Victor Weisskopf. Tribute to Niels Bohr. CERN Courier. Juli 1963. Vol. 2 (11). hlm. 89.
  65. Niels Bohr. CERN Courier. November 1962. Vol. 2 (11). hlm. 10.
  66. History of the Niels Bohr Institute from 1921 to 1965. Niels Bohr Institute.
  67. Stock Reinhard. Niels Bohr and the 20th century. CERN Courier. Oktober 1998. Vol. 38 (7). hlm. 19.
  68. Hughes Medal. royalsociety.org.
  69. Nobel Prize in Physics 1922. Yayasan Nobel.
  70. Medaglie. www.accademiaxl.it.
  71. Niels Bohr. Franklin Institute.
  72. Faraday Lectureship Prize - previous winners. Royal Society of Chemistry.
  73. Preisträgerinnen und Preisträger. www.dpg-physik.de.
  74. Copley Medal. royalsociety.org.
  75. Bohr Wins Atoms for Peace Prize. Physics Today. 1957-05-01. Vol. 10 (5). hlm. 16. doi:10.1063/1.3060363.
  76. Sonning Prize recipients. event.ku.dk.
  77. N.H.D. Bohr (1885 - 1962). dwc.knaw.nl.
  78. Niels Bohr. National Academy of Sciences.
  79. Search Results. catalogues.royalsociety.org.
  80. APS Member History. search.amphilsoc.org.
  81. Niels Henrik David Bohr. www.amacad.org.
  82. Deceased Honorary Members. www.japan-acad.go.jp.
  83. 500-krone banknote, 1997 series. Danmarks Nationalbank.
  84. Niels Bohr's 127th Birthday. www.google.com/doodles#archive. Google.
  85. Daniel A. III Klinglesmith. Lightcurve Analysis of 3948 Bohr and 4874 Burke: An International Collaboration. Minor Planet Bulletin. Januari–Maret 2013. Vol. 40 (1). hlm. 15.
  86. Names and symbols of transfermium elements (IUPAC Recommendations 1997). Pure and Applied Chemistry. 1997. Vol. 69 (12). hlm. 2472. doi:10.1351/pac199769122471.
  87. Bohrium. University of Toledo.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29572541 (2026-08-13T15:16:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.