Titik tripel: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29589296; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[termodinamika]], '''titik tripel''' sebuah zat merupakan [[suhu]] dan [[tekanan]] ketika tiga [[fase]] ([[gas]], [[cair]], dan [[padat]]) zat tersebut berada dalam [[kesetimbangan termodinamika]]. Sebagai contoh, titik tripel [[raksa]] terdapat pada suhu −38,8344 °C dan tekanan 0,2 [[Pascal (satuan)|mPa]]. | Dalam [[termodinamika]], '''titik tripel''' sebuah zat merupakan [[suhu]] dan [[tekanan]] ketika tiga [[fase]] ([[gas]], [[cair]], dan [[padat]]) zat tersebut berada dalam [[kesetimbangan termodinamika]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+tripel&oldid=29589296 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, titik tripel [[raksa]] terdapat pada suhu −38,8344 °C dan tekanan 0,2 [[Pascal (satuan)|mPa]]. | ||
Selain titik tripel antara zat padat, cair, dan gas, terdapat pula titik-titik tripel yang melibatkan lebih dari satu fase padat untuk zat yang memiliki banyak [[polimorfisme|polimorf]]. [[Helium-4]] merupakan contoh kasus khusus di mana titik tripelnya melibatkan dua fase cair yang berbeda (lihat pula [[titik lambda]]). Secara umum, sebuah sistem dengan kemungkinan jumlah fase ''p'', terdapat <math>{p\choose 3} = \frac{p(p-1)(p-2)}{6}</math> titik tripel. | Selain titik tripel antara zat padat, cair, dan gas, terdapat pula titik-titik tripel yang melibatkan lebih dari satu fase padat untuk zat yang memiliki banyak [[polimorfisme|polimorf]]. [[Helium-4]] merupakan contoh kasus khusus di mana titik tripelnya melibatkan dua fase cair yang berbeda (lihat pula [[titik lambda]]). Secara umum, sebuah sistem dengan kemungkinan jumlah fase ''p'', terdapat <math>{p\choose 3} = \frac{p(p-1)(p-2)}{6}</math> titik tripel.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+tripel&oldid=29589296 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Titik tripel [[air]] digunakan untuk mendefinisikan [[kelvin]], [[satuan pokok SI|satuan pokok]] bagi suhu termodinamika dalam [[Sistem Satuan Internasional]] (SI). Angka yang diberikan untuk suhu titik tripel air adalah definisi eksak dan bukanlah hasil pengukuran. Titik tripel beberapa [[zat]] digunakan sebagai titik acuan pada skala suhu internasional [[Skala Suhu Internasional 1990|ITS-90]], berkisar dari titik tripel [[hidrogen]] (13,8033 K) sampai dengan titik tripel air (273,16 K, 0,01 °C, atau 32,018 °F). | Titik tripel [[air]] digunakan untuk mendefinisikan [[kelvin]], [[satuan pokok SI|satuan pokok]] bagi suhu termodinamika dalam [[Sistem Satuan Internasional]] (SI).<ref>[http://www1.bipm.org/en/si/base_units/ Definisi kelvin] di BIPM</ref> Angka yang diberikan untuk suhu titik tripel air adalah definisi eksak dan bukanlah hasil pengukuran. Titik tripel beberapa [[zat]] digunakan sebagai titik acuan pada skala suhu internasional [[Skala Suhu Internasional 1990|ITS-90]], berkisar dari titik tripel [[hidrogen]] (13,8033 K) sampai dengan titik tripel air (273,16 K, 0,01 °C, atau 32,018 °F). | ||
Istilah "titik tripel" diciptakan pada tahun 1873 oleh [[James Thomson (insinyur)|James Thomson]], adik [[William Thomson, 1st Baron Kelvin|Lord Kelvin]]. | Istilah "titik tripel" diciptakan pada tahun 1873 oleh [[James Thomson (insinyur)|James Thomson]], adik [[William Thomson, 1st Baron Kelvin|Lord Kelvin]].<ref>James Thomson (1873) [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=hvd.32044106377062;view=1up;seq=47 "A quantitative investigation of certain relations between the gaseous, the liquid, and the solid states of water-substance,"] ''Proceedings of the Royal Society'', '''22''': 27–36. Dari catatan kaki di halaman 28: " … tiga kurva akan bertemu atau saling bersilangan dalam satu titik, yang saya sebut ''titik tripel''."</ref> | ||
==Titik tripel air== | ==Titik tripel air== | ||
Kombinasi tunggal antara tekanan dan temperatur di mana [[air]], [[es]], dan [[uap air]] dapat berada bersama-sama dalam keadaan kesetimbangan yang stabil adalah tepat 273,16 K (0,01 [[°C]]) dan tekanan parsial .<ref>[https://www.nist.gov/srd/upload/jpcrd477.pdf International Equations for the Pressure along the Melting and along the Sublimation Curve of Ordinary Water Substance] W. Wagner, A. Saul and A. Pruss (1994), J. Phys. Chem. Ref. Data, '''23''', 515.</ref><ref>D. M. Murphy. ''Review of the vapour pressures of ice and supercooled water for atmospheric applications''. ''Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society''. 2005. Vol. 131 (608). hlm. 1539–1565. doi:10.1256/qj.04.94.</ref> Pada titik tersebut, adalah mungkin untuk mengubah semua zat menjadi es, air, atau uap air hanya dengan membuat perubahan yang cukup kecil pada tekanan dan suhu sistem. Perlu diperhatikan bahwa, bahkan jika tekanan total sistem di atas 611,73 pascal, apabila tekanan uap air tetap 611,73 pascal, maka sistem masih bisa dibawa ke titik tripel air. Secara tegas, permukaan yang memisahkan fase yang berbeda juga harus datar sempurna, untuk meniadakan efek [[tegangan permukaan]]. | |||
Kombinasi tunggal antara tekanan dan temperatur di mana [[air]], [[es]], dan [[uap air]] dapat berada bersama-sama dalam keadaan kesetimbangan yang stabil adalah tepat 273,16 K (0,01 [[°C]]) dan tekanan parsial . Pada titik tersebut, adalah mungkin untuk mengubah semua zat menjadi es, air, atau uap air hanya dengan membuat perubahan yang cukup kecil pada tekanan dan suhu sistem. Perlu diperhatikan bahwa, bahkan jika tekanan total sistem di atas 611,73 pascal, apabila tekanan uap air tetap 611,73 pascal, maka sistem masih bisa dibawa ke titik tripel air. Secara tegas, permukaan yang memisahkan fase yang berbeda juga harus datar sempurna, untuk meniadakan efek [[tegangan permukaan]]. | |||
Air memiliki [[diagram fase]] yang tidak wajar dan kompleks, walaupun hal ini tidak memengaruhi pembahasan titik tripelnya. Pada suhu yang tinggi, penambahan tekanan akan menghasilkan zat cair terlebih dahulu, barulah kemudian zat padat. (Di atas 10<sup>9</sup> Pa bentuk kristal es yang terbentuk lebih padat daripada zat cair). Pada suhu yang rendah dan kompresi, fase cair menghilang, dan air akan langsung berubah dari gas menjadi padat. | Air memiliki [[diagram fase]] yang tidak wajar dan kompleks, walaupun hal ini tidak memengaruhi pembahasan titik tripelnya. Pada suhu yang tinggi, penambahan tekanan akan menghasilkan zat cair terlebih dahulu, barulah kemudian zat padat. (Di atas 10<sup>9</sup> Pa bentuk kristal es yang terbentuk lebih padat daripada zat cair). Pada suhu yang rendah dan kompresi, fase cair menghilang, dan air akan langsung berubah dari gas menjadi padat. | ||
| Baris 16: | Baris 15: | ||
Untuk sebagian besar zat titik tripel gas–cair–padat juga suhu minimum di mana cairan dapat hadir. Untuk air, tetapi, hal ini tidak benar karena titik leleh es biasa mengalami penurunan sebagai fungsi tekanan, seperti yang ditunjukkan oleh garis hijau putus-putus dalam diagram fase. Pada suhu tepat di bawah titik tripel, kompresi pada suhu konstan mengubah uap air pertama menjadi padat dan kemudian menjadi cair (es air memiliki densitas lebih rendah dari air cair, sehingga tekanan meningkat mengarah ke [[likuifaksi]]). | Untuk sebagian besar zat titik tripel gas–cair–padat juga suhu minimum di mana cairan dapat hadir. Untuk air, tetapi, hal ini tidak benar karena titik leleh es biasa mengalami penurunan sebagai fungsi tekanan, seperti yang ditunjukkan oleh garis hijau putus-putus dalam diagram fase. Pada suhu tepat di bawah titik tripel, kompresi pada suhu konstan mengubah uap air pertama menjadi padat dan kemudian menjadi cair (es air memiliki densitas lebih rendah dari air cair, sehingga tekanan meningkat mengarah ke [[likuifaksi]]). | ||
Tekanan titik tripel air digunakan selama misi [[Mariner 9]] ke [[Mars]] sebagai titik referensi untuk mendefinisikan "permukaan laut". Misi yang lebih baru menggunakan [[altimetri laser]] dan pengukuran gravitasi dan bukan tekanan untuk menentukan ketinggian di Mars. | Tekanan titik tripel air digunakan selama misi [[Mariner 9]] ke [[Mars]] sebagai titik referensi untuk mendefinisikan "permukaan laut". Misi yang lebih baru menggunakan [[altimetri laser]] dan pengukuran gravitasi dan bukan tekanan untuk menentukan ketinggian di Mars.<ref>Michael H. Carr. ''The Surface of Mars''. Cambridge University Press. 2007. hlm. 5. ISBN 0-521-87201-4.</ref> | ||
==Tabel titik tripel== | ==Tabel titik tripel== | ||
Tabel di bawah ini berisi daftar titik-titik tripel gas–cair–padat untuk beberapa zat. Kecuali dinyatakan lain, data berikut berasal dari [[Biro Standar Nasional]] Amerika Serikat (sekarang [[Institut Standar dan Teknologi Nasional|NIST]], Lembaga Standar dan Teknologi Nasional). | Tabel di bawah ini berisi daftar titik-titik tripel gas–cair–padat untuk beberapa zat. Kecuali dinyatakan lain, data berikut berasal dari [[Biro Standar Nasional]] Amerika Serikat (sekarang [[Institut Standar dan Teknologi Nasional|NIST]], Lembaga Standar dan Teknologi Nasional).<ref>Yunus A. Cengel. ''Fundamentals of thermal-fluid sciences''. McGraw-Hill. 2004. hlm. 78. ISBN 0-07-297675-6.</ref> | ||
* Catatan: sebagai perbandingan, tekanan atmosfer yang umum adalah 101,325 kPa (1 atm). | {| class="wikitable sortable" style="text-align:center" | ||
!width="170"|Zat !!width="160" data-sort-type=number| T [[[Kelvin|K]]] ([[Celsius|°C]]) !!width="230" data-sort-type=number| p [[[Pascal (satuan)|kPa]]]* ([[Atmosfer (satuan)|atm]]) | |||
|- | |||
|align="left"| [[Asetilena]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Amonia]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Argon]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Arsen]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Butana]]<ref>Lihat Butana (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| Karbon ([[grafit]]) | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Karbon dioksida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Karbon monoksida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Kloroform]]<ref>Lihat Kloroform (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Deuterium]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Etana]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Etanol]]<ref>Lihat Etanol (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Etilena]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Asam format]]<ref>Lihat Asam format (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Helium-4]] ([[titik lambda]])<ref>Russell J. Donnelly. ''The Observed Properties of Liquid Helium at the Saturated Vapor Pressure''. ''Journal of Physical and Chemical Reference Data''. 1998. Vol. 27 (6). hlm. 1217–1274. doi:10.1063/1.556028.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Helium-4]] ([[Heksagonal tertutup rapat|hcp]]−[[Kubus berpusat-badan|bcc]]−He-II)<ref>J. K. Hoffer. [https://archive.org/details/sim_journal-of-low-temperature-physics_1976-04_23_1-2/page/63 Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K]. ''Journal of Low Temperature Physics''. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Helium-4]] (bcc−He-I−He-II)<ref>J. K. Hoffer. [https://archive.org/details/sim_journal-of-low-temperature-physics_1976-04_23_1-2/page/63 Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K]. ''Journal of Low Temperature Physics''. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Helium-4]] (hcp−bcc−He-I)<ref>J. K. Hoffer. [https://archive.org/details/sim_journal-of-low-temperature-physics_1976-04_23_1-2/page/63 Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K]. ''Journal of Low Temperature Physics''. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Heksafluoroetana]]<ref>Lihat Heksafluoroetana (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Hidrogen]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Hidrogen klorida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Iodin]]<ref>S. M. Walas. ''Chemical Process Equipment – Selection and Design''. Elsevier. 1990. hlm. 639. ISBN 0-7506-7510-1.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Isobutana]]<ref>Lihat Isobutana (laman data)</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Kripton]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Raksa]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Metana]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Neon]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Nitrogen monoksida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Nitrogen]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Dinitrogen monoksida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Oksigen]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Paladium]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Platina]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Radon]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Silana|(mono)Silana]]<ref>[https://encyclopedia.airliquide.com/silane Silane-Gas Encyclopedia]. ''Gas Encyclopedia''. Air Liquide.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Belerang dioksida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Titanium]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Uranium heksafluorida]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Air]]<ref>[https://www.nist.gov/srd/upload/jpcrd477.pdf International Equations for the Pressure along the Melting and along the Sublimation Curve of Ordinary Water Substance] W. Wagner, A. Saul and A. Pruss (1994), J. Phys. Chem. Ref. Data, '''23''', 515.</ref><ref>D. M. Murphy. ''Review of the vapour pressures of ice and supercooled water for atmospheric applications''. ''Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society''. 2005. Vol. 131 (608). hlm. 1539–1565. doi:10.1256/qj.04.94.</ref> | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Xenon]] | |||
| || | |||
|- | |||
|align="left"| [[Seng]] | |||
| || | |||
|} * Catatan: sebagai perbandingan, tekanan atmosfer yang umum adalah 101,325 kPa (1 atm). | |||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Titik kritis (termodinamika)|Titik kritis]] | * [[Titik kritis (termodinamika)|Titik kritis]] | ||
* [[Aturan fase|Aturan fase Gibbs]] | * [[Aturan fase|Aturan fase Gibbs]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+tripel&oldid=29589296 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589296 (2026-08-16T15:44:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Titik+tripel&oldid=29589296 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589296 (2026-08-16T15:44:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.01
Dalam termodinamika, titik tripel sebuah zat merupakan suhu dan tekanan ketika tiga fase (gas, cair, dan padat) zat tersebut berada dalam kesetimbangan termodinamika.[1] Sebagai contoh, titik tripel raksa terdapat pada suhu −38,8344 °C dan tekanan 0,2 mPa.
Selain titik tripel antara zat padat, cair, dan gas, terdapat pula titik-titik tripel yang melibatkan lebih dari satu fase padat untuk zat yang memiliki banyak polimorf. Helium-4 merupakan contoh kasus khusus di mana titik tripelnya melibatkan dua fase cair yang berbeda (lihat pula titik lambda). Secara umum, sebuah sistem dengan kemungkinan jumlah fase p, terdapat titik tripel.[2]
Titik tripel air digunakan untuk mendefinisikan kelvin, satuan pokok bagi suhu termodinamika dalam Sistem Satuan Internasional (SI).[3] Angka yang diberikan untuk suhu titik tripel air adalah definisi eksak dan bukanlah hasil pengukuran. Titik tripel beberapa zat digunakan sebagai titik acuan pada skala suhu internasional ITS-90, berkisar dari titik tripel hidrogen (13,8033 K) sampai dengan titik tripel air (273,16 K, 0,01 °C, atau 32,018 °F).
Istilah "titik tripel" diciptakan pada tahun 1873 oleh James Thomson, adik Lord Kelvin.[4]
Titik tripel air
Kombinasi tunggal antara tekanan dan temperatur di mana air, es, dan uap air dapat berada bersama-sama dalam keadaan kesetimbangan yang stabil adalah tepat 273,16 K (0,01 °C) dan tekanan parsial .[5][6] Pada titik tersebut, adalah mungkin untuk mengubah semua zat menjadi es, air, atau uap air hanya dengan membuat perubahan yang cukup kecil pada tekanan dan suhu sistem. Perlu diperhatikan bahwa, bahkan jika tekanan total sistem di atas 611,73 pascal, apabila tekanan uap air tetap 611,73 pascal, maka sistem masih bisa dibawa ke titik tripel air. Secara tegas, permukaan yang memisahkan fase yang berbeda juga harus datar sempurna, untuk meniadakan efek tegangan permukaan.
Air memiliki diagram fase yang tidak wajar dan kompleks, walaupun hal ini tidak memengaruhi pembahasan titik tripelnya. Pada suhu yang tinggi, penambahan tekanan akan menghasilkan zat cair terlebih dahulu, barulah kemudian zat padat. (Di atas 109 Pa bentuk kristal es yang terbentuk lebih padat daripada zat cair). Pada suhu yang rendah dan kompresi, fase cair menghilang, dan air akan langsung berubah dari gas menjadi padat.
Pada tekanan konstan di atas titik tripel, pemanasan es akan menyebabkannya berubah dari bentuk pada menjadi cair, kemudian gas (atau uap). Pada tekanan di bawah titik tripel (biasa terjadi pada luar angkasa), bentuk cair air tidak akan ada, sehingga ketika dipanaskan, es akan langsung menyublim menjadi gas.
Untuk sebagian besar zat titik tripel gas–cair–padat juga suhu minimum di mana cairan dapat hadir. Untuk air, tetapi, hal ini tidak benar karena titik leleh es biasa mengalami penurunan sebagai fungsi tekanan, seperti yang ditunjukkan oleh garis hijau putus-putus dalam diagram fase. Pada suhu tepat di bawah titik tripel, kompresi pada suhu konstan mengubah uap air pertama menjadi padat dan kemudian menjadi cair (es air memiliki densitas lebih rendah dari air cair, sehingga tekanan meningkat mengarah ke likuifaksi).
Tekanan titik tripel air digunakan selama misi Mariner 9 ke Mars sebagai titik referensi untuk mendefinisikan "permukaan laut". Misi yang lebih baru menggunakan altimetri laser dan pengukuran gravitasi dan bukan tekanan untuk menentukan ketinggian di Mars.[7]
Tabel titik tripel
Tabel di bawah ini berisi daftar titik-titik tripel gas–cair–padat untuk beberapa zat. Kecuali dinyatakan lain, data berikut berasal dari Biro Standar Nasional Amerika Serikat (sekarang NIST, Lembaga Standar dan Teknologi Nasional).[8]
| Zat | T [K] (°C) | p [kPa]* (atm) |
|---|---|---|
| Asetilena | ||
| Amonia | ||
| Argon | ||
| Arsen | ||
| Butana[9] | ||
| Karbon (grafit) | ||
| Karbon dioksida | ||
| Karbon monoksida | ||
| Kloroform[10] | ||
| Deuterium | ||
| Etana | ||
| Etanol[11] | ||
| Etilena | ||
| Asam format[12] | ||
| Helium-4 (titik lambda)[13] | ||
| Helium-4 (hcp−bcc−He-II)[14] | ||
| Helium-4 (bcc−He-I−He-II)[15] | ||
| Helium-4 (hcp−bcc−He-I)[16] | ||
| Heksafluoroetana[17] | ||
| Hidrogen | ||
| Hidrogen klorida | ||
| Iodin[18] | ||
| Isobutana[19] | ||
| Kripton | ||
| Raksa | ||
| Metana | ||
| Neon | ||
| Nitrogen monoksida | ||
| Nitrogen | ||
| Dinitrogen monoksida | ||
| Oksigen | ||
| Paladium | ||
| Platina | ||
| Radon | ||
| (mono)Silana[20] | ||
| Belerang dioksida | ||
| Titanium | ||
| Uranium heksafluorida | ||
| Air[21][22] | ||
| Xenon | ||
| Seng |
* Catatan: sebagai perbandingan, tekanan atmosfer yang umum adalah 101,325 kPa (1 atm).
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Definisi kelvin di BIPM
- ↑ James Thomson (1873) "A quantitative investigation of certain relations between the gaseous, the liquid, and the solid states of water-substance," Proceedings of the Royal Society, 22: 27–36. Dari catatan kaki di halaman 28: " … tiga kurva akan bertemu atau saling bersilangan dalam satu titik, yang saya sebut titik tripel."
- ↑ International Equations for the Pressure along the Melting and along the Sublimation Curve of Ordinary Water Substance W. Wagner, A. Saul and A. Pruss (1994), J. Phys. Chem. Ref. Data, 23, 515.
- ↑ D. M. Murphy. Review of the vapour pressures of ice and supercooled water for atmospheric applications. Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society. 2005. Vol. 131 (608). hlm. 1539–1565. doi:10.1256/qj.04.94.
- ↑ Michael H. Carr. The Surface of Mars. Cambridge University Press. 2007. hlm. 5. ISBN 0-521-87201-4.
- ↑ Yunus A. Cengel. Fundamentals of thermal-fluid sciences. McGraw-Hill. 2004. hlm. 78. ISBN 0-07-297675-6.
- ↑ Lihat Butana (laman data)
- ↑ Lihat Kloroform (laman data)
- ↑ Lihat Etanol (laman data)
- ↑ Lihat Asam format (laman data)
- ↑ Russell J. Donnelly. The Observed Properties of Liquid Helium at the Saturated Vapor Pressure. Journal of Physical and Chemical Reference Data. 1998. Vol. 27 (6). hlm. 1217–1274. doi:10.1063/1.556028.
- ↑ J. K. Hoffer. Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K. Journal of Low Temperature Physics. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.
- ↑ J. K. Hoffer. Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K. Journal of Low Temperature Physics. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.
- ↑ J. K. Hoffer. Thermodynamic properties of 4 He. II. The bcc phase and the P-T and VT phase diagrams below 2 K. Journal of Low Temperature Physics. April 1976. Vol. 23 (1). hlm. 63–102. doi:10.1007/BF00117245.
- ↑ Lihat Heksafluoroetana (laman data)
- ↑ S. M. Walas. Chemical Process Equipment – Selection and Design. Elsevier. 1990. hlm. 639. ISBN 0-7506-7510-1.
- ↑ Lihat Isobutana (laman data)
- ↑ Silane-Gas Encyclopedia. Gas Encyclopedia. Air Liquide.
- ↑ International Equations for the Pressure along the Melting and along the Sublimation Curve of Ordinary Water Substance W. Wagner, A. Saul and A. Pruss (1994), J. Phys. Chem. Ref. Data, 23, 515.
- ↑ D. M. Murphy. Review of the vapour pressures of ice and supercooled water for atmospheric applications. Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society. 2005. Vol. 131 (608). hlm. 1539–1565. doi:10.1256/qj.04.94.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29589296 (2026-08-16T15:44:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.