Lompat ke isi

Transhumanisme: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28145152; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Transhumanisme''' adalah gerakan [[filsafat|filosofis]] dan intelektual yang mendukung peningkatan kondisi manusia dengan mengembangkan dan membuat teknologi canggih yang tersedia secara luas untuk dapat memperpanjang umur, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Transhumanisme juga memprediksi munculnya [[teknologi]] tersebut di masa depan.
[[File:Transhumanism_h+_2.svg|thumb|right|280px|Transhumanism h+ 2]]


Pemikir transhumanis mempelajari potensi manfaat dan bahaya dari teknologi baru yang dapat mengatasi keterbatasan mendasar manusia serta [[etika]] penggunaan teknologi tersebut. Beberapa transhumanis percaya bahwa manusia pada akhirnya mungkin dapat mengubah diri mereka menjadi makhluk dengan kemampuan yang jauh berkembang dari kondisi saat ini, sehingga pantas diberi label makhluk [[poshuman]].
'''Transhumanisme''' adalah gerakan [[filsafat|filosofis]] dan intelektual yang mendukung peningkatan kondisi manusia dengan mengembangkan dan membuat teknologi canggih yang tersedia secara luas untuk dapat memperpanjang umur, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Transhumanisme juga memprediksi munculnya [[teknologi]] tersebut di masa depan.<ref>Calvin Mercer. ''Religion and Transhumanism: The Unknown Future of Human Enhancement''. Praeger.</ref><ref>Nick Bostrom. [http://www.nickbostrom.com/papers/history.pdf A history of transhumanist thought]. ''Journal of Evolution and Technology''. 2005.</ref>


Topik lain dari penelitian transhumanis adalah bagaimana melindungi umat manusia dari risiko eksistensial, seperti [[perang nuklir]] atau tumbukan [[asteroid]].
Pemikir transhumanis mempelajari potensi manfaat dan bahaya dari teknologi baru yang dapat mengatasi keterbatasan mendasar manusia serta [[etika]] penggunaan teknologi tersebut.<ref>[http://ieet.org/index.php/IEET/more/fuller20150909 We May Look Crazy to Them, But They Look Like Zombies to Us: Transhumanism as a Political Challenge].</ref> Beberapa transhumanis percaya bahwa manusia pada akhirnya mungkin dapat mengubah diri mereka menjadi makhluk dengan kemampuan yang jauh berkembang dari kondisi saat ini, sehingga pantas diberi label makhluk [[poshuman]].<ref>[http://ieet.org/index.php/IEET/more/fuller20150909 We May Look Crazy to Them, But They Look Like Zombies to Us: Transhumanism as a Political Challenge].</ref>


Pengertian modern dari istilah "transhumanisme" dicetuskan oleh salah satu profesor [[futurologi]] pertama, Fereidoun M. Esfandiary, yang lebih dikenal dengan nama samaran [[FM-2030]]. Pada 1960-an, ia memberi kuliah tentang "konsep baru manusia" saat itu ia menyebut orang-orang yang mengadopsi teknologi, gaya hidup, dan pandangan dunia "transisi" ke arah poshumanitas sebagai seorang  "transhuman". Pernyataan tersebut kemudian meletakkan dasar intelektual bagi filsuf Inggris [[Max More]] untuk mulai mengartikulasikan prinsip-prinsip transhumanisme sebagai filosofi futuris pada tahun 1990, dan mengorganisasi sebuah [[mazhab pemikiran]] di California yang telah berkembang menjadi gerakan transhumanis di seluruh dunia.
Topik lain dari penelitian transhumanis adalah bagaimana melindungi umat manusia dari risiko eksistensial, seperti [[perang nuklir]] atau tumbukan [[asteroid]].<ref>Adam Kirsch. [https://www.wsj.com/articles/looking-forward-to-the-end-of-humanity-11592625661 Looking Forward to the End of Humanity]. ''Wall Street Journal''. June 20, 2020.</ref>


Dipengaruhi oleh karya [[fiksi ilmiah]], visi transhumanis tentang masa depan umat manusia yang berubah telah menarik banyak pendukung dan pengkritik dari berbagai perspektif, baik dari kalangan [[filsuf]] maupun [[agama]]wan.
Pengertian modern dari istilah "transhumanisme" dicetuskan oleh salah satu profesor [[futurologi]] pertama, Fereidoun M. Esfandiary, yang lebih dikenal dengan nama samaran [[FM-2030]]. Pada 1960-an, ia memberi kuliah tentang "konsep baru manusia" saat itu ia menyebut orang-orang yang mengadopsi teknologi, gaya hidup, dan pandangan dunia "transisi" ke arah poshumanitas sebagai seorang  "transhuman".<ref>Hughes, James. ''Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future''. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.</ref> Pernyataan tersebut kemudian meletakkan dasar intelektual bagi filsuf Inggris [[Max More]] untuk mulai mengartikulasikan prinsip-prinsip transhumanisme sebagai filosofi futuris pada tahun 1990, dan mengorganisasi sebuah [[mazhab pemikiran]] di California yang telah berkembang menjadi gerakan transhumanis di seluruh dunia.<ref>Hughes, James. ''Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future''. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.</ref><ref>Gelles, David. [http://ce399eugenics.wordpress.com/2010/06/19/immortality-2-0-a-silicon-valley-insider-looks-at-californias-transhumanist-movement/ Immortality 2.0: a silicon valley insider looks at California's Transhumanist movement]. 2009.</ref><ref>[https://books.google.com/ngrams/graph?content=transhumanism&year_start=1800&year_end=2000&corpus=15&smoothing=3&share=&direct_url=t1%3B%2Ctranshumanism%3B%2Cc0 Google Ngram Viewer].</ref>


Pada tahun 2017, Penn State University Press, bekerja sama dengan filsuf [[Stefan Lorenz Sorgner]] dan sosiolog [[James Hughes]], mendirikan ''Journal of Posthuman Studies'' sebagai jurnal akademik pertama yang secara eksplisit didedikasikan untuk poshuman, dengan tujuan memperjelas pengertian [[poshumanisme]] dan transhumanisme, serta mengkaji perbandingan di antara keduanya.
Dipengaruhi oleh karya [[fiksi ilmiah]], visi transhumanis tentang masa depan umat manusia yang berubah telah menarik banyak pendukung dan pengkritik dari berbagai perspektif, baik dari kalangan [[filsuf]] maupun [[agama]]wan.<ref>Hughes, James. ''Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future''. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.</ref>
 
Pada tahun 2017, Penn State University Press, bekerja sama dengan filsuf [[Stefan Lorenz Sorgner]] dan sosiolog [[James Hughes]], mendirikan ''Journal of Posthuman Studies''<ref>[http://www.psupress.org/Journals/jnls_JPHS.html Journal of Posthuman Studies: Philosophy, Technology, Media].</ref> sebagai jurnal akademik pertama yang secara eksplisit didedikasikan untuk poshuman, dengan tujuan memperjelas pengertian [[poshumanisme]] dan transhumanisme, serta mengkaji perbandingan di antara keduanya.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Awal mula ===
=== Awal mula ===
Menurut [[Nick Bostrom]], dorongan transendentalis manusia telah diungkapkan setidaknya tercatat mulai dari pencarian keabadian dalam [[Wiracarita Gilgamesh]], serta dalam pencarian sejarah untuk [[Air Mancur Awet Muda]], [[ramuan panjang umur]], dan upaya lain untuk mencegah [[penuaan]] dan [[kematian]].
Menurut [[Nick Bostrom]], dorongan transendentalis manusia telah diungkapkan setidaknya tercatat mulai dari pencarian keabadian dalam [[Wiracarita Gilgamesh]], serta dalam pencarian sejarah untuk [[Air Mancur Awet Muda]], [[ramuan panjang umur]], dan upaya lain untuk mencegah [[penuaan]] dan [[kematian]].<ref>Nick Bostrom. [http://www.nickbostrom.com/papers/history.pdf A history of transhumanist thought]. ''Journal of Evolution and Technology''. 2005.</ref>


Dalam ''Divine Comedy''-nya, [[Dante Alighieri|Dante]] menciptakan kata ''trasumanar'' yang berarti ''"melampaui sifat manusia, melampaui kodrat manusia"'' dalam syair pertama Paradiso.
Dalam ''Divine Comedy''-nya, [[Dante Alighieri|Dante]] menciptakan kata ''trasumanar'' yang berarti ''"melampaui sifat manusia, melampaui kodrat manusia"'' dalam syair pertama Paradiso.<ref>Peter Harrison. [https://www.academia.edu/13997038 The History of 'Transhumanism']. ''Notes and Queries''. 2015. Vol. 62 (3). hlm. 465–467. doi:10.1093/notesj/gjv080.</ref><ref>[http://danteworlds.laits.utexas.edu/textpopup/par0101.html Trasumanar (neologism)]. ''danteworlds.laits.utexas.edu''.</ref><ref>[https://digitaldante.columbia.edu/dante/divine-comedy/paradiso/paradiso-1/ Paradiso 1 – Digital Dante]. ''digitaldante.columbia.edu''.</ref><ref>[https://www.bioedge.org/bioethics/was_dante_a_transhumanist/9468 BioEdge: Was Dante a transhumanist?]. ''BioEdge''.</ref>


Salah satu pelopor awal gagasan transhumanis adalah ''[[Discourse on the Method]]'' (1637) oleh [[René Descartes]]. Dalam diskursusnya, Descartes membayangkan jenis obat baru yang dapat memberikan [[keabadian]] fisik dan pikiran yang lebih kuat.
Salah satu pelopor awal gagasan transhumanis adalah ''[[Discourse on the Method]]'' (1637) oleh [[René Descartes]]. Dalam diskursusnya, Descartes membayangkan jenis obat baru yang dapat memberikan [[keabadian]] fisik dan pikiran yang lebih kuat.
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
*
*  
*
*  
*
*  
* [[Oliver Krüger]]: ''Virtual Immortality. God, Evolution, and the Singularity in Post- and Transhumanism.'', Bielefeld: transcript 2021.
* [[Oliver Krüger]]: ''Virtual Immortality. God, Evolution, and the Singularity in Post- and Transhumanism.'', Bielefeld: transcript 2021.  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*
* [https://thpedia.org/ THPedia] Transhumanist Wiki
* [https://thpedia.org/ THPedia] Transhumanist Wiki
* [http://whatistranshumanism.org/ What is Transhumanism?]
* [http://whatistranshumanism.org/ What is Transhumanism?]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transhumanisme&oldid=28145152 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28145152 (2025-10-25T02:27:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transhumanisme&oldid=28145152 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28145152 (2025-10-25T02:27:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 10.23

Berkas:Transhumanism h+ 2.svg
Transhumanism h+ 2

Transhumanisme adalah gerakan filosofis dan intelektual yang mendukung peningkatan kondisi manusia dengan mengembangkan dan membuat teknologi canggih yang tersedia secara luas untuk dapat memperpanjang umur, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kemampuan fisik atau kognitif. Transhumanisme juga memprediksi munculnya teknologi tersebut di masa depan.[1][2]

Pemikir transhumanis mempelajari potensi manfaat dan bahaya dari teknologi baru yang dapat mengatasi keterbatasan mendasar manusia serta etika penggunaan teknologi tersebut.[3] Beberapa transhumanis percaya bahwa manusia pada akhirnya mungkin dapat mengubah diri mereka menjadi makhluk dengan kemampuan yang jauh berkembang dari kondisi saat ini, sehingga pantas diberi label makhluk poshuman.[4]

Topik lain dari penelitian transhumanis adalah bagaimana melindungi umat manusia dari risiko eksistensial, seperti perang nuklir atau tumbukan asteroid.[5]

Pengertian modern dari istilah "transhumanisme" dicetuskan oleh salah satu profesor futurologi pertama, Fereidoun M. Esfandiary, yang lebih dikenal dengan nama samaran FM-2030. Pada 1960-an, ia memberi kuliah tentang "konsep baru manusia" saat itu ia menyebut orang-orang yang mengadopsi teknologi, gaya hidup, dan pandangan dunia "transisi" ke arah poshumanitas sebagai seorang "transhuman".[6] Pernyataan tersebut kemudian meletakkan dasar intelektual bagi filsuf Inggris Max More untuk mulai mengartikulasikan prinsip-prinsip transhumanisme sebagai filosofi futuris pada tahun 1990, dan mengorganisasi sebuah mazhab pemikiran di California yang telah berkembang menjadi gerakan transhumanis di seluruh dunia.[7][8][9]

Dipengaruhi oleh karya fiksi ilmiah, visi transhumanis tentang masa depan umat manusia yang berubah telah menarik banyak pendukung dan pengkritik dari berbagai perspektif, baik dari kalangan filsuf maupun agamawan.[10]

Pada tahun 2017, Penn State University Press, bekerja sama dengan filsuf Stefan Lorenz Sorgner dan sosiolog James Hughes, mendirikan Journal of Posthuman Studies[11] sebagai jurnal akademik pertama yang secara eksplisit didedikasikan untuk poshuman, dengan tujuan memperjelas pengertian poshumanisme dan transhumanisme, serta mengkaji perbandingan di antara keduanya.

Sejarah

Awal mula

Menurut Nick Bostrom, dorongan transendentalis manusia telah diungkapkan setidaknya tercatat mulai dari pencarian keabadian dalam Wiracarita Gilgamesh, serta dalam pencarian sejarah untuk Air Mancur Awet Muda, ramuan panjang umur, dan upaya lain untuk mencegah penuaan dan kematian.[12]

Dalam Divine Comedy-nya, Dante menciptakan kata trasumanar yang berarti "melampaui sifat manusia, melampaui kodrat manusia" dalam syair pertama Paradiso.[13][14][15][16]

Salah satu pelopor awal gagasan transhumanis adalah Discourse on the Method (1637) oleh René Descartes. Dalam diskursusnya, Descartes membayangkan jenis obat baru yang dapat memberikan keabadian fisik dan pikiran yang lebih kuat.

Bacaan lanjutan

  • Oliver Krüger: Virtual Immortality. God, Evolution, and the Singularity in Post- and Transhumanism., Bielefeld: transcript 2021.

Pranala luar

Referensi

  1. Calvin Mercer. Religion and Transhumanism: The Unknown Future of Human Enhancement. Praeger.
  2. Nick Bostrom. A history of transhumanist thought. Journal of Evolution and Technology. 2005.
  3. We May Look Crazy to Them, But They Look Like Zombies to Us: Transhumanism as a Political Challenge.
  4. We May Look Crazy to Them, But They Look Like Zombies to Us: Transhumanism as a Political Challenge.
  5. Adam Kirsch. Looking Forward to the End of Humanity. Wall Street Journal. June 20, 2020.
  6. Hughes, James. Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.
  7. Hughes, James. Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.
  8. Gelles, David. Immortality 2.0: a silicon valley insider looks at California's Transhumanist movement. 2009.
  9. Google Ngram Viewer.
  10. Hughes, James. Citizen Cyborg: Why Democratic Societies Must Respond to the Redesigned Human of the Future. Westview Press. 2004. ISBN 978-0-8133-4198-9.
  11. Journal of Posthuman Studies: Philosophy, Technology, Media.
  12. Nick Bostrom. A history of transhumanist thought. Journal of Evolution and Technology. 2005.
  13. Peter Harrison. The History of 'Transhumanism'. Notes and Queries. 2015. Vol. 62 (3). hlm. 465–467. doi:10.1093/notesj/gjv080.
  14. Trasumanar (neologism). danteworlds.laits.utexas.edu.
  15. Paradiso 1 – Digital Dante. digitaldante.columbia.edu.
  16. BioEdge: Was Dante a transhumanist?. BioEdge.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28145152 (2025-10-25T02:27:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.