Lompat ke isi

Dekomposisi termal: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 14829817; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Contoh ==
== Contoh ==
* [[Kalsium karbonat]] (batu kapur atau kapur) terurai menjadi [[kalsium oksida]] dan [[karbon dioksida]] ketika dipanaskan. Reaksi kimianya adalah:
* [[Kalsium karbonat]] (batu kapur atau kapur) terurai menjadi [[kalsium oksida]] dan [[karbon dioksida]] ketika dipanaskan.<ref>Michael Clugston. [https://books.google.co.id/books?id=qciCdSFpFPkC&pg=PA290 Advanced Chemistry]. Oxford University Press. 2000. hlm. 290-91. ISBN 0-199-14633-0.</ref><ref>Charles N. Satterfield. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/aic.690050124 Kinetics of the thermal decomposition of calcium carbonate]. ''AlChE Journal''. Maret 1959. Vol. 5 (1). hlm. 115-122. doi:10.1002/aic.690050124.</ref> Reaksi kimianya adalah:<ref>G. Narsimhan. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0009250961870024 Thermal decomposition of calcium carbonate]. ''Chemical Engineering Science''. 1961. Vol. 16 (1-2). hlm. 7-20. doi:10.1016/0009-2509(61)87002-4.</ref>
::CaCO<sub>3</sub> → CaO + CO<sub>2</sub>
::CaCO<sub>3</sub> → CaO + CO<sub>2</sub>
:Reaksi ini digunakan untuk membuat [[Kalsium oksida|kapur tohor]], yang merupakan produk penting dalam industri.
:Reaksi ini digunakan untuk membuat [[Kalsium oksida|kapur tohor]], yang merupakan produk penting dalam industri.<ref>A.W.D. Hills. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0009250968870022 The mechanism of the thermal decomposition of calcium carbonate]. ''Chemical Engineering Science''. 1968. Vol. 23 (4). hlm. 297-320. doi:10.1016/0009-2509(68)87002-2.</ref>


* Beberapa [[oksida]], khususnya logam [[elektronegativitas#elektropositivitas|elektropositif]] lemah terurai ketika dipanaskan pada suhu yang cukup tinggi. Sebagai contoh klasik adalah dekomposisi [[raksa(II) oksida]] menjadi [[oksigen]] dan logam [[raksa]]. Reaksi ini dilakukan oleh [[Joseph Priestley]] untuk menyiapkan sampel oksigen fasa gas untuk pertama kalinya.<ref>Ebbe Almqvist. [https://books.google.co.id/books?id=OI0fTJhydh4C&pg=PA23 History of Industrial Gases]. Springer Science & Business Media. 2003. hlm. 23. ISBN 0-306-47277-5.</ref>


* Beberapa [[oksida]], khususnya logam [[elektronegativitas#elektropositivitas|elektropositif]] lemah terurai ketika dipanaskan pada suhu yang cukup tinggi. Sebagai contoh klasik adalah dekomposisi [[raksa(II) oksida]] menjadi [[oksigen]] dan logam [[raksa]]. Reaksi ini dilakukan oleh [[Joseph Priestley]] untuk menyiapkan sampel oksigen fasa gas untuk pertama kalinya.
* Ketika [[air]] dipanaskan hingga lebih dari 2000&nbsp;°C, sebagian kecil dari air tersebut akan terurai menjadi OH, oksigen monoatomik, hidrogen monoatomik, O<sub>2</sub>, dan H<sub>2</sub>.<ref>S Baykara. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0360319904000928 Hydrogen production by direct solar thermal decomposition of water, possibilities for improvement of process efficiency]. ''International Journal of Hydrogen Energy''. 2004. Vol. 29 (14). hlm. 1451–1458. doi:10.1016/j.ijhydene.2004.02.014.</ref><ref>S. P. S. Badwal et. al. ''Electrochemical Science for a Sustainable Society: A Tribute to John O’M Bockris''. Springer. 2017. hlm. 248. ISBN 3-319-57310-1.</ref>
 
* Ketika [[air]] dipanaskan hingga lebih dari 2000&nbsp;°C, sebagian kecil dari air tersebut akan terurai menjadi OH, oksigen monoatomik, hidrogen monoatomik, O<sub>2</sub>, dan H<sub>2</sub>.


=== Dekomposisi senyawa nitrat, nitrit dan amonium ===
=== Dekomposisi senyawa nitrat, nitrit dan amonium ===
Baris 22: Baris 21:


== Kemudahan terdekomposisi ==
== Kemudahan terdekomposisi ==
Ketika [[logam]] berada dekat bagian bawah [[deret reaktivitas]], [[senyawa kimia|senyawa]] tersebut secara umum terurai dengan mudah pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan [[ikatan kimia|ikatan]] kuat yang terbentuk antara tiap [[atom]]nya menuju bagian atas deret tersebut, serta ikatan kuat tidak mudah terpecah. Misalnya, [[tembaga]] berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, dan [[tembaga(II) sulfat]] (CuSO<sub>4</sub>), mulai terurai pada suhu sekitar 200&nbsp;°C, bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi hingga sekitar 560&nbsp;°C. Sebaliknya, [[kalium]] yang berada di bagian atas deret tersebut, serta [[kalium sulfat]] (K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) tidak terurai pada [[titik leleh]]nya sekira 1069&nbsp;°C, atau bahkan pada [[titik didih]]nya.
Ketika [[logam]] berada dekat bagian bawah [[deret reaktivitas]], [[senyawa kimia|senyawa]] tersebut secara umum terurai dengan mudah pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan [[ikatan kimia|ikatan]] kuat yang terbentuk antara tiap [[atom]]nya menuju bagian atas deret tersebut, serta ikatan kuat tidak mudah terpecah.<ref>Alan V. Jones. [https://books.google.co.id/books?id=TZd_9lWxF9sC&pg=PA80 Access to Chemistry]. Royal Society of Chemistry. 1999. hlm. 80. ISBN 0-854-04564-3.</ref> Misalnya, [[tembaga]] berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, dan [[tembaga(II) sulfat]] (CuSO<sub>4</sub>), mulai terurai pada suhu sekitar 200&nbsp;°C, bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi hingga sekitar 560&nbsp;°C. Sebaliknya, [[kalium]] yang berada di bagian atas deret tersebut, serta [[kalium sulfat]] (K<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) tidak terurai pada [[titik leleh]]nya sekira 1069&nbsp;°C, atau bahkan pada [[titik didih]]nya.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 33: Baris 32:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dekomposisi+termal&oldid=14829817 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14829817 (2019-02-21T17:10:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dekomposisi+termal&oldid=14829817 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 14829817 (2019-02-21T17:10:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.08

Dekomposisi termal, atau termolisis, adalah suatu dekomposisi kimiawi yang disebabkan oleh panas. Suhu dekomposisi suatu zat adalah suhu ketika zat tersebut terdekomposisi secara kimiawi.

Reaksi dalam dekomposisi termal biasanya bersifat endotermik karena panas diperlukan untuk memecah ikatan kimia dalam senyawa yang mengalami dekomposisi. Jika dekomposisi cukup eksotermik, lingkaran balikan positif tercipta menghasilkan pelarian termal dan mungkin menyebabkan terjadinya ledakan.

Contoh

CaCO3 → CaO + CO2
Reaksi ini digunakan untuk membuat kapur tohor, yang merupakan produk penting dalam industri.[4]
  • Ketika air dipanaskan hingga lebih dari 2000 °C, sebagian kecil dari air tersebut akan terurai menjadi OH, oksigen monoatomik, hidrogen monoatomik, O2, dan H2.[6][7]

Dekomposisi senyawa nitrat, nitrit dan amonium

Kemudahan terdekomposisi

Ketika logam berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, senyawa tersebut secara umum terurai dengan mudah pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan ikatan kuat yang terbentuk antara tiap atomnya menuju bagian atas deret tersebut, serta ikatan kuat tidak mudah terpecah.[8] Misalnya, tembaga berada dekat bagian bawah deret reaktivitas, dan tembaga(II) sulfat (CuSO4), mulai terurai pada suhu sekitar 200 °C, bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi hingga sekitar 560 °C. Sebaliknya, kalium yang berada di bagian atas deret tersebut, serta kalium sulfat (K2SO4) tidak terurai pada titik lelehnya sekira 1069 °C, atau bahkan pada titik didihnya.

Lihat pula

Referensi

  1. Michael Clugston. Advanced Chemistry. Oxford University Press. 2000. hlm. 290-91. ISBN 0-199-14633-0.
  2. Charles N. Satterfield. Kinetics of the thermal decomposition of calcium carbonate. AlChE Journal. Maret 1959. Vol. 5 (1). hlm. 115-122. doi:10.1002/aic.690050124.
  3. G. Narsimhan. Thermal decomposition of calcium carbonate. Chemical Engineering Science. 1961. Vol. 16 (1-2). hlm. 7-20. doi:10.1016/0009-2509(61)87002-4.
  4. A.W.D. Hills. The mechanism of the thermal decomposition of calcium carbonate. Chemical Engineering Science. 1968. Vol. 23 (4). hlm. 297-320. doi:10.1016/0009-2509(68)87002-2.
  5. Ebbe Almqvist. History of Industrial Gases. Springer Science & Business Media. 2003. hlm. 23. ISBN 0-306-47277-5.
  6. S Baykara. Hydrogen production by direct solar thermal decomposition of water, possibilities for improvement of process efficiency. International Journal of Hydrogen Energy. 2004. Vol. 29 (14). hlm. 1451–1458. doi:10.1016/j.ijhydene.2004.02.014.
  7. S. P. S. Badwal et. al. Electrochemical Science for a Sustainable Society: A Tribute to John O’M Bockris. Springer. 2017. hlm. 248. ISBN 3-319-57310-1.
  8. Alan V. Jones. Access to Chemistry. Royal Society of Chemistry. 1999. hlm. 80. ISBN 0-854-04564-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 14829817 (2019-02-21T17:10:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.