Lompat ke isi

Pedosfer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28782147; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pedosfer''' adalah [[tanah]] yang menempati bagian paling atas lapisan dari [[litosfer]]. Pedosfer adalah lapisan paling atas dari [[Permukaan Bumi|permukaan bumi]] tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah. Konsep ini berkembang dari konsep ilmiah dasar tanah sebagai benda-benda spesifik di alam yang berkembang dalam [[ruang dan waktu in situ]] di permukaan tanah akibat proses-proses yang dihasilkan dari interaksi pembentuk faktor-faktor tanah. Faktor-faktor tersebut adalah [[bahan induk]], [[iklim]], [[organisme]], dan [[waktu]]. Dengan cara ini, pedosfer mewakili persimpangan litosfer, [[atmosfer]], [[hidrosfer]] dan [[biosfer]].
'''Pedosfer''' adalah [[tanah]] yang menempati bagian paling atas lapisan dari [[litosfer]]. Pedosfer adalah lapisan paling atas dari [[Permukaan Bumi|permukaan bumi]] tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah.<ref>M. Rifky Abu Zamroh. [https://geohepi.hepidev.com/2020/12/12/pedosfer/ Pedosfer]. ''GeoHepi''. 2020-12-12.</ref> Konsep ini berkembang dari konsep ilmiah dasar tanah sebagai benda-benda spesifik di alam yang berkembang dalam [[ruang dan waktu in situ]] di permukaan tanah akibat proses-proses yang dihasilkan dari interaksi pembentuk faktor-faktor tanah. Faktor-faktor tersebut adalah [[bahan induk]], [[iklim]], [[organisme]], dan [[waktu]]. Dengan cara ini, pedosfer mewakili persimpangan litosfer, [[atmosfer]], [[hidrosfer]] dan [[biosfer]].<ref>Victor O. Targulian. [http://dx.doi.org/10.1016/b978-0-12-409548-9.11153-4 Pedosphere]. Elsevier. 2019. hlm. 162–168.</ref>


Tanah membentuk lapisan tipis, yang disebut pedosfer, yang banyak memutupi permukaan tanah di Bumi. Meskipun tanah hanya menyumbang sekitar 10% dari permukaan Bumi, itu adalah [[sumber daya alam]] yang berharga yang sangat memengaruhi setiap bagian lain dari [[ekosistem]]. Pedosfer telah memainkan peran penting dalam memengaruhi komposisi gas [[atmosfer]].
Tanah membentuk lapisan tipis, yang disebut pedosfer, yang banyak memutupi permukaan tanah di Bumi. Meskipun tanah hanya menyumbang sekitar 10% dari permukaan Bumi, itu adalah [[sumber daya alam]] yang berharga yang sangat memengaruhi setiap bagian lain dari [[ekosistem]].<ref>[https://serc.carleton.edu/eslabs/climate/1a.html 1A]. ''Earth System Science''.</ref> Pedosfer telah memainkan peran penting dalam memengaruhi komposisi gas [[atmosfer]].<ref>R. Lal. [http://dx.doi.org/10.1201/9780203739273-1 Pedospheric Processes and the Carbon Cycle]. CRC Press. 2018-02-06. hlm. 1–8.</ref>


== Pembentukan tanah ==
== Pembentukan tanah ==
Pedosfer memiliki struktur spesifiknya sendiri. Variabilitas vertikal adalah hasil dari proses internal yang mengubah bahan induk ''in situ'' menjadi fitur dan sifat pedogenik yang membentuk horizon dan profil tanah. Proses ini biasanya disebut proses '''pembentukan tanah''', atau pedogenik spesifik. Banyak variasi yang mungkin terjadi karena berbagai kondisi lingkungan dan ruang lingkup faktor-faktor itu sendiri yang berinteraksi untuk membentuk dan mengembangkan tanah.
Pedosfer memiliki struktur spesifiknya sendiri. Variabilitas vertikal adalah hasil dari proses internal yang mengubah bahan induk ''in situ'' menjadi fitur dan sifat pedogenik yang membentuk horizon dan profil tanah. Proses ini biasanya disebut proses '''pembentukan tanah''', atau pedogenik spesifik. Banyak variasi yang mungkin terjadi karena berbagai kondisi lingkungan dan ruang lingkup faktor-faktor itu sendiri yang berinteraksi untuk membentuk dan mengembangkan tanah.<ref>V.O. Targulian. [http://dx.doi.org/10.1016/b978-008045405-4.00753-9 Pedosphere]. Elsevier. 2008. hlm. 2665–2670.</ref>


=== Proses ===
=== Proses ===
Tanah terbentuk sebagai hasil pecahan batuan baik dari air, udara, atau faktor [[erosi]] lainnya. Batuan yang membentuk [[kerak bumi]] saat ini berumur jutaan tahun. Namun, beberapa partikel [[mineral]] yang ditemukan dalam tanah diperkirakan berumur 4.4 miliar tahun. Ini menunjukkan bahwa Bumi telah memiliki tanah yang kokoh setidaknya selama 4.4 miliar tahun. Perkembangan tanah ditentukan oleh [[komposisi kimia]] yang terdapat pada batuan yang pada akhirnya akan mengakibatkan terbentuknya tanah. Beberapa jenis batuan yang sering mendasari profil tanah adalah batuan [[sedimen]], [[Batuan beku|beku]], dan [[Batuan vulkanik|vulkanik]]. Batuan ini tersingkap ke permukaan bumi sebagai akibat dari [[Tektonisme|aktivitas tektonik]].
Tanah terbentuk sebagai hasil pecahan batuan baik dari air, udara, atau faktor [[erosi]] lainnya. Batuan yang membentuk [[kerak bumi]] saat ini berumur jutaan tahun. Namun, beberapa partikel [[mineral]] yang ditemukan dalam tanah diperkirakan berumur 4.4 miliar tahun. Ini menunjukkan bahwa Bumi telah memiliki tanah yang kokoh setidaknya selama 4.4 miliar tahun. Perkembangan tanah ditentukan oleh [[komposisi kimia]] yang terdapat pada batuan yang pada akhirnya akan mengakibatkan terbentuknya tanah. Beberapa jenis batuan yang sering mendasari profil tanah adalah batuan [[sedimen]], [[Batuan beku|beku]], dan [[Batuan vulkanik|vulkanik]]. Batuan ini tersingkap ke permukaan bumi sebagai akibat dari [[Tektonisme|aktivitas tektonik]].<ref>Benjamin Elisha Sawe. [https://www.worldatlas.com/articles/what-is-the-pedosphere.html What Is the Pedosphere?]. ''WorldAtlas''. 2018-08-10.</ref>


== Aktivitas manusia ==
== Aktivitas manusia ==
Selama [[antroposen]], aktivitas manusia telah mengubah sebagian besar tanah, sehingga hanya sedikit tanah yang benar-benar alami (di zona [[tundra]] dan [[boreal taiga]], [[pegunungan]] tinggi, [[hutan hujan tropis]], dan [[gurun]] yang ekstrem).<ref>V.O. Targulian. [http://dx.doi.org/10.1016/b978-008045405-4.00753-9 Pedosphere]. Elsevier. 2008. hlm. 2665–2670.</ref> Ketika dunia menjadi lebih terindustrialisasi, peran tanah menjadi lebih penting karena mereka adalah penyerap utama bagi banyak [[xenobiotik]].<ref>[https://www.worldscientific.com/doi/abs/10.1142/9781860949326_others04 The pedosphere]. PUBLISHED BY IMPERIAL COLLEGE PRESS AND DISTRIBUTED BY WORLD SCIENTIFIC PUBLISHING CO. 2005-07-01. hlm. 367–373. doi:10.1142/9781860949326_others04. ISBN 978-1-86094-474-1.</ref>


Selama [[antroposen]], aktivitas manusia telah mengubah sebagian besar tanah, sehingga hanya sedikit tanah yang benar-benar alami (di zona [[tundra]] dan [[boreal taiga]], [[pegunungan]] tinggi, [[hutan hujan tropis]], dan [[gurun]] yang ekstrem). Ketika dunia menjadi lebih terindustrialisasi, peran tanah menjadi lebih penting karena mereka adalah penyerap utama bagi banyak [[xenobiotik]].
Ketersediaan dan kelangsungan hidup tanah untuk memenuhi pangan global memiliki efek mendalam terhadap asupan baik makro dan mikro. [[Kontaminasi]] tanah dan [[transisi kimia]] adalah masalah yang tersebar luas.<ref>A. Cook. [http://dx.doi.org/10.1016/b978-0-444-63951-6.00158-3 Human Health and the State of the Pedosphere]. Elsevier. 2011. hlm. 546–553.</ref> Di daerah di mana terdapat kegiatan [[industri]] atau [[konstruksi]], tanah cenderung mengandung sebagian besar bahan kimia yang melarutkan [[unsur hara]] di tanah, membuat tanah menjadi tandus dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan [[pertanian]]. Kegiatan pertanian juga telah memengaruhi struktur pedosfer, yang menyebabkan [[erosi]] besar-besaran di beberapa bagian Bumi.<ref>Benjamin Elisha Sawe. [https://www.worldatlas.com/articles/what-is-the-pedosphere.html What Is the Pedosphere?]. ''WorldAtlas''. 2018-08-10.</ref>
 
Ketersediaan dan kelangsungan hidup tanah untuk memenuhi pangan global memiliki efek mendalam terhadap asupan baik makro dan mikro. [[Kontaminasi]] tanah dan [[transisi kimia]] adalah masalah yang tersebar luas. Di daerah di mana terdapat kegiatan [[industri]] atau [[konstruksi]], tanah cenderung mengandung sebagian besar bahan kimia yang melarutkan [[unsur hara]] di tanah, membuat tanah menjadi tandus dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan [[pertanian]]. Kegiatan pertanian juga telah memengaruhi struktur pedosfer, yang menyebabkan [[erosi]] besar-besaran di beberapa bagian Bumi.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pedosfer&oldid=28782147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28782147 (2026-01-05T12:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pedosfer&oldid=28782147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28782147 (2026-01-05T12:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.03

Pedosfer adalah tanah yang menempati bagian paling atas lapisan dari litosfer. Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses pembentukan tanah.[1] Konsep ini berkembang dari konsep ilmiah dasar tanah sebagai benda-benda spesifik di alam yang berkembang dalam ruang dan waktu in situ di permukaan tanah akibat proses-proses yang dihasilkan dari interaksi pembentuk faktor-faktor tanah. Faktor-faktor tersebut adalah bahan induk, iklim, organisme, dan waktu. Dengan cara ini, pedosfer mewakili persimpangan litosfer, atmosfer, hidrosfer dan biosfer.[2]

Tanah membentuk lapisan tipis, yang disebut pedosfer, yang banyak memutupi permukaan tanah di Bumi. Meskipun tanah hanya menyumbang sekitar 10% dari permukaan Bumi, itu adalah sumber daya alam yang berharga yang sangat memengaruhi setiap bagian lain dari ekosistem.[3] Pedosfer telah memainkan peran penting dalam memengaruhi komposisi gas atmosfer.[4]

Pembentukan tanah

Pedosfer memiliki struktur spesifiknya sendiri. Variabilitas vertikal adalah hasil dari proses internal yang mengubah bahan induk in situ menjadi fitur dan sifat pedogenik yang membentuk horizon dan profil tanah. Proses ini biasanya disebut proses pembentukan tanah, atau pedogenik spesifik. Banyak variasi yang mungkin terjadi karena berbagai kondisi lingkungan dan ruang lingkup faktor-faktor itu sendiri yang berinteraksi untuk membentuk dan mengembangkan tanah.[5]

Proses

Tanah terbentuk sebagai hasil pecahan batuan baik dari air, udara, atau faktor erosi lainnya. Batuan yang membentuk kerak bumi saat ini berumur jutaan tahun. Namun, beberapa partikel mineral yang ditemukan dalam tanah diperkirakan berumur 4.4 miliar tahun. Ini menunjukkan bahwa Bumi telah memiliki tanah yang kokoh setidaknya selama 4.4 miliar tahun. Perkembangan tanah ditentukan oleh komposisi kimia yang terdapat pada batuan yang pada akhirnya akan mengakibatkan terbentuknya tanah. Beberapa jenis batuan yang sering mendasari profil tanah adalah batuan sedimen, beku, dan vulkanik. Batuan ini tersingkap ke permukaan bumi sebagai akibat dari aktivitas tektonik.[6]

Aktivitas manusia

Selama antroposen, aktivitas manusia telah mengubah sebagian besar tanah, sehingga hanya sedikit tanah yang benar-benar alami (di zona tundra dan boreal taiga, pegunungan tinggi, hutan hujan tropis, dan gurun yang ekstrem).[7] Ketika dunia menjadi lebih terindustrialisasi, peran tanah menjadi lebih penting karena mereka adalah penyerap utama bagi banyak xenobiotik.[8]

Ketersediaan dan kelangsungan hidup tanah untuk memenuhi pangan global memiliki efek mendalam terhadap asupan baik makro dan mikro. Kontaminasi tanah dan transisi kimia adalah masalah yang tersebar luas.[9] Di daerah di mana terdapat kegiatan industri atau konstruksi, tanah cenderung mengandung sebagian besar bahan kimia yang melarutkan unsur hara di tanah, membuat tanah menjadi tandus dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian juga telah memengaruhi struktur pedosfer, yang menyebabkan erosi besar-besaran di beberapa bagian Bumi.[10]

Referensi

  1. M. Rifky Abu Zamroh. Pedosfer. GeoHepi. 2020-12-12.
  2. Victor O. Targulian. Pedosphere. Elsevier. 2019. hlm. 162–168.
  3. 1A. Earth System Science.
  4. R. Lal. Pedospheric Processes and the Carbon Cycle. CRC Press. 2018-02-06. hlm. 1–8.
  5. V.O. Targulian. Pedosphere. Elsevier. 2008. hlm. 2665–2670.
  6. Benjamin Elisha Sawe. What Is the Pedosphere?. WorldAtlas. 2018-08-10.
  7. V.O. Targulian. Pedosphere. Elsevier. 2008. hlm. 2665–2670.
  8. The pedosphere. PUBLISHED BY IMPERIAL COLLEGE PRESS AND DISTRIBUTED BY WORLD SCIENTIFIC PUBLISHING CO. 2005-07-01. hlm. 367–373. doi:10.1142/9781860949326_others04. ISBN 978-1-86094-474-1.
  9. A. Cook. Human Health and the State of the Pedosphere. Elsevier. 2011. hlm. 546–553.
  10. Benjamin Elisha Sawe. What Is the Pedosphere?. WorldAtlas. 2018-08-10.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28782147 (2026-01-05T12:51:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.