Analisis dimensi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28472961; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Analisis dimensi''' adalah alat konseptual yang sering diterapkan dalam [[fisika]], [[kimia]], dan [[teknik]] untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan [[Besaran|besaran fisis]] yang berbeda-beda. Analisis dimensi rutin digunakan dalam fisika dan teknik untuk memeriksa ketepatan [[penurunan matematika|penurunan persamaan]]. Misalnya, jika suatu besaran fisis memiliki [[satuan]] [[massa]] dibagi satuan [[volume]] tetapi persamaan hasil penurunan hanya memuat satuan massa, persamaan tersebut jelaslah tidak tepat. Hanya besaran-besaran ber[[dimensi]] sama yang dapat saling [[penjumlahan|ditambahkan]], [[pengurangan|dikurangkan]], atau [[kesamaan (matematika)|disamakan]]. Jika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain dibatasi tanda "+" atau "−" atau "=", persamaan tersebut tidaklah mungkin; persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu sebelum digunakan. Jika besaran-besaran berdimensi sama maupun berbeda [[Perkalian|dikalikan]] atau [[Pembagian|dibagi]], dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. Jika besaran berdimensi [[Pemangkatan|dipangkatkan]], dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan. | '''Analisis dimensi''' adalah alat konseptual yang sering diterapkan dalam [[fisika]], [[kimia]], dan [[teknik]] untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan [[Besaran|besaran fisis]] yang berbeda-beda. Analisis dimensi rutin digunakan dalam fisika dan teknik untuk memeriksa ketepatan [[penurunan matematika|penurunan persamaan]]. Misalnya, jika suatu besaran fisis memiliki [[satuan]] [[massa]] dibagi satuan [[volume]] tetapi persamaan hasil penurunan hanya memuat satuan massa, persamaan tersebut jelaslah tidak tepat. Hanya besaran-besaran ber[[dimensi]] sama yang dapat saling [[penjumlahan|ditambahkan]], [[pengurangan|dikurangkan]], atau [[kesamaan (matematika)|disamakan]]. Jika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain dibatasi tanda "+" atau "−" atau "=", persamaan tersebut tidaklah mungkin; persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu sebelum digunakan. Jika besaran-besaran berdimensi sama maupun berbeda [[Perkalian|dikalikan]] atau [[Pembagian|dibagi]], dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. Jika besaran berdimensi [[Pemangkatan|dipangkatkan]], dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan.<ref>Kurrotul Ainiyah. [https://books.google.co.id/books?id=N-FUDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false Bedah Fisika Dasar]. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.</ref> | ||
== Dimensi, besaran, dan satuan == | == Dimensi, besaran, dan satuan == | ||
Dimensi besaran fisis diwakili dengan simbol, misalnya ''M'', ''L'', ''T'' yang mewakili [[massa]], [[panjang]] (kemungkinan dari istilah [[bahasa Inggris]]: '''''l'''ength''), dan [[waktu]] (kemungkinan dari istilah bahasa Inggris: '''''t'''ime''). Sebagaimana terdapat [[satuan turunan]] yang diturunkan dari [[satuan pokok]], terdapat dimensi dasar primer besaran fisis dan dimensi sekunder besaran yang diturunkan dari dimensi dasar primer. Misalnya, dimensi besaran [[kecepatan]] adalah jarak/waktu (''L''/''T'') dan dimensi [[gaya]] adalah massa × jarak/waktu² atau ''ML''/''T''<sup>2</sup>. | Dimensi besaran fisis diwakili dengan simbol, misalnya ''M'', ''L'', ''T'' yang mewakili [[massa]], [[panjang]] (kemungkinan dari istilah [[bahasa Inggris]]: '''''l'''ength''), dan [[waktu]] (kemungkinan dari istilah bahasa Inggris: '''''t'''ime'').<ref>Kurrotul Ainiyah. [https://books.google.co.id/books?id=N-FUDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false Bedah Fisika Dasar]. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.</ref> Sebagaimana terdapat [[satuan turunan]] yang diturunkan dari [[satuan pokok]], terdapat dimensi dasar primer besaran fisis dan dimensi sekunder besaran yang diturunkan dari dimensi dasar primer. Misalnya, dimensi besaran [[kecepatan]] adalah jarak/waktu (''L''/''T'') dan dimensi [[gaya]] adalah massa × jarak/waktu² atau ''ML''/''T''<sup>2</sup>. | ||
Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. [[Satuan]] besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan [[meter]], [[kaki]], [[inci]], [[mil]], atau [[mikrometer]]), tetapi dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu ''L''. Dua satuan yang berbeda dapat [[konversi satuan|dikonversikan]] satu sama lain (contohnya: 1 [[Meter|m]] = 39,37 [[Inci|in]]; angka 39,37 ini disebut sebagai ''faktor konversi''), sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi. | Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. [[Satuan]] besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan [[meter]], [[kaki]], [[inci]], [[mil]], atau [[mikrometer]]), tetapi dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu ''L''. Dua satuan yang berbeda dapat [[konversi satuan|dikonversikan]] satu sama lain (contohnya: 1 [[Meter|m]] = 39,37 [[Inci|in]]; angka 39,37 ini disebut sebagai ''faktor konversi''), sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi. | ||
Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem [[SI (satuan ukur)|SI]]. | Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem [[SI (satuan ukur)|SI]].<ref>Kurrotul Ainiyah. [https://books.google.co.id/books?id=N-FUDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false Bedah Fisika Dasar]. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.</ref> | ||
{| | |||
|----- | |||
! Besaran dasar || Dimensi|| Satuan [[SI (satuan ukur)|SI]] | |||
|----- | |||
| [[Massa]] || M || [[Kilogram|kg]] | |||
|----- | |||
| [[Panjang]] || L || [[Meter|m]] | |||
|----- | |||
|[[Waktu]] || T || [[Detik|s]] | |||
|----- | |||
|[[Suhu]] || Θ || [[Kelvin|K]] | |||
|----- | |||
|[[Arus listrik]] || I || [[Ampere|A]] | |||
|----- | |||
|[[Intensitas cahaya]] || J || [[Kandela|cd]] | |||
|----- | |||
|[[Jumlah molekul]] || N || [[mol]] | |||
|} | |||
== Homogenitas dimensi == | == Homogenitas dimensi == | ||
Aturan yang paling mendasar dari analisis dimensi adalah aturan homogenitas dimensional.<ref>John Cimbala and Yunus Cengel (2006), ''Essential of Fluid Mechanics: Fundamentals and Applications'', McGraw-Hill. Chapter 7: "Dimensional Analysis and Modeling", Section 7-2: "Dimensional homogeneity" [http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0073138355/student_view0/chapter7/]</ref> | |||
Aturan yang paling mendasar dari analisis dimensi adalah aturan homogenitas dimensional. | |||
::1. '''Hanya jumlah yang sepadan (jumlah fisik yang memiliki dimensi yang sama) yang dapat ''dibandingkan, disamakan, ditambahkan, atau dikurangkan'''''. | ::1. '''Hanya jumlah yang sepadan (jumlah fisik yang memiliki dimensi yang sama) yang dapat ''dibandingkan, disamakan, ditambahkan, atau dikurangkan'''''. | ||
| Baris 18: | Baris 36: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+dimensi&oldid=28472961 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28472961 (2025-11-14T03:35:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Analisis+dimensi&oldid=28472961 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28472961 (2025-11-14T03:35:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.07
Analisis dimensi adalah alat konseptual yang sering diterapkan dalam fisika, kimia, dan teknik untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan besaran fisis yang berbeda-beda. Analisis dimensi rutin digunakan dalam fisika dan teknik untuk memeriksa ketepatan penurunan persamaan. Misalnya, jika suatu besaran fisis memiliki satuan massa dibagi satuan volume tetapi persamaan hasil penurunan hanya memuat satuan massa, persamaan tersebut jelaslah tidak tepat. Hanya besaran-besaran berdimensi sama yang dapat saling ditambahkan, dikurangkan, atau disamakan. Jika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain dibatasi tanda "+" atau "−" atau "=", persamaan tersebut tidaklah mungkin; persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu sebelum digunakan. Jika besaran-besaran berdimensi sama maupun berbeda dikalikan atau dibagi, dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. Jika besaran berdimensi dipangkatkan, dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan.[1]
Dimensi, besaran, dan satuan
Dimensi besaran fisis diwakili dengan simbol, misalnya M, L, T yang mewakili massa, panjang (kemungkinan dari istilah bahasa Inggris: length), dan waktu (kemungkinan dari istilah bahasa Inggris: time).[2] Sebagaimana terdapat satuan turunan yang diturunkan dari satuan pokok, terdapat dimensi dasar primer besaran fisis dan dimensi sekunder besaran yang diturunkan dari dimensi dasar primer. Misalnya, dimensi besaran kecepatan adalah jarak/waktu (L/T) dan dimensi gaya adalah massa × jarak/waktu² atau ML/T2.
Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu (contohnya, besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer), tetapi dimensi besaran panjang hanya satu, yaitu L. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39,37 in; angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi), sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI.[3]
| Besaran dasar | Dimensi | Satuan SI |
|---|---|---|
| Massa | M | kg |
| Panjang | L | m |
| Waktu | T | s |
| Suhu | Θ | K |
| Arus listrik | I | A |
| Intensitas cahaya | J | cd |
| Jumlah molekul | N | mol |
Homogenitas dimensi
Aturan yang paling mendasar dari analisis dimensi adalah aturan homogenitas dimensional.[4]
- 1. Hanya jumlah yang sepadan (jumlah fisik yang memiliki dimensi yang sama) yang dapat dibandingkan, disamakan, ditambahkan, atau dikurangkan.
Namun, dimensi tersebut membentuk kelompok abelian dengan perkalian, sehingga:
- 2. Seseorang dapat mengambil rasio jumlah yang tidak dapat dibandingkan (jumlah dengan dimensi yang berbeda), dan mengalikannya atau membaginya.
Referensi
- ↑ Kurrotul Ainiyah. Bedah Fisika Dasar. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.
- ↑ Kurrotul Ainiyah. Bedah Fisika Dasar. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.
- ↑ Kurrotul Ainiyah. Bedah Fisika Dasar. Deepublish. 2018-03-22. ISBN 978-602-453-971-9.
- ↑ John Cimbala and Yunus Cengel (2006), Essential of Fluid Mechanics: Fundamentals and Applications, McGraw-Hill. Chapter 7: "Dimensional Analysis and Modeling", Section 7-2: "Dimensional homogeneity" [1]
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28472961 (2025-11-14T03:35:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.