Lompat ke isi

Europium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29619942; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Europium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Eu''' dan [[nomor atom]] 63. Europium merupakan [[logam]] berwarna putih keperakan dari [[lantanida|deret lantanida]] yang mudah bereaksi dengan udara sehingga membentuk lapisan oksida berwarna gelap. Europium adalah unsur yang paling reaktif secara kimia, paling ringan, dan paling lunak di antara unsur-unsur lantanida. Logam ini cukup lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Europium ditemukan pada tahun 1896 dan untuk sementara diberi nama Σ; pada tahun 1901, unsur ini dinamai berdasarkan [[Eropa]]. Europium biasanya memiliki [[bilangan oksidasi]] +3, seperti anggota deret lantanida lainnya, tetapi senyawa dengan bilangan oksidasi +2 juga umum ditemukan. Semua senyawa europium dengan bilangan oksidasi +2 bersifat sedikit [[Redoks|reduktif]] karena cenderung teroksidasi menjadi keadaan +3 yang lebih stabil. Europium tidak memiliki peran biologis yang signifikan, tetapi relatif tidak beracun dibandingkan [[logam berat]] lainnya. Sebagian besar penggunaan europium memanfaatkan sifat [[fosforesensi]] dari senyawa-senyawanya. Europium merupakan salah satu [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] yang paling langka di Bumi.
[[File:Europium.jpg|thumb|right|280px|Europium]]
 
'''Europium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Eu''' dan [[nomor atom]] 63. Europium merupakan [[logam]] berwarna putih keperakan dari [[lantanida|deret lantanida]] yang mudah bereaksi dengan udara sehingga membentuk lapisan oksida berwarna gelap. Europium adalah unsur yang paling reaktif secara kimia, paling ringan, dan paling lunak di antara unsur-unsur lantanida. Logam ini cukup lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Europium ditemukan pada tahun 1896 dan untuk sementara diberi nama Σ; pada tahun 1901, unsur ini dinamai berdasarkan [[Eropa]].<ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/63/europium Periodic Table: Europium]. Royal Society of Chemistry.</ref> Europium biasanya memiliki [[bilangan oksidasi]] +3, seperti anggota deret lantanida lainnya, tetapi senyawa dengan bilangan oksidasi +2 juga umum ditemukan. Semua senyawa europium dengan bilangan oksidasi +2 bersifat sedikit [[Redoks|reduktif]] karena cenderung teroksidasi menjadi keadaan +3 yang lebih stabil. Europium tidak memiliki peran biologis yang signifikan, tetapi relatif tidak beracun dibandingkan [[logam berat]] lainnya. Sebagian besar penggunaan europium memanfaatkan sifat [[fosforesensi]] dari senyawa-senyawanya. Europium merupakan salah satu [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]] yang paling langka di Bumi.<ref>Stwertka, Albert. ''A Guide to the Elements'', Oxford University Press, 1996, hlm. 156.</ref>
==Etimologi==
==Etimologi==
Penemunya, [[Eugène-Anatole Demarçay]], menamai unsur ini berdasarkan nama benua Eropa.
Penemunya, [[Eugène-Anatole Demarçay]], menamai unsur ini berdasarkan nama benua Eropa.<ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/63/europium Periodic Table: Europium]. Royal Society of Chemistry.</ref>
==Sifat fisik==
==Sifat fisik==
 
Europium adalah logam yang [[Keuletan (fisika)|ulet]], dengan tingkat kekerasan yang mirip dengan [[timbal]]. Europium mengkristal dalam struktur kisi [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]].<ref>Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .</ref> Di antara unsur-unsur lantanida, europium bersama [[iterbium]], memiliki volume terbesar per mol logam. Pengukuran magnetik menunjukkan bahwa hal ini merupakan akibat dari kedua logam tersebut yang secara efektif bersifat divalen, sedangkan unsur-unsur lantanida lainnya merupakan logam trivalen.<ref>Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .</ref>
 
Europium adalah logam yang [[Keuletan (fisika)|ulet]], dengan tingkat kekerasan yang mirip dengan [[timbal]]. Europium mengkristal dalam struktur kisi [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]]. Di antara unsur-unsur lantanida, europium bersama [[iterbium]], memiliki volume terbesar per mol logam. Pengukuran magnetik menunjukkan bahwa hal ini merupakan akibat dari kedua logam tersebut yang secara efektif bersifat divalen, sedangkan unsur-unsur lantanida lainnya merupakan logam trivalen.
==Sifat kimia==
==Sifat kimia==
Kimia europium secara umum merupakan [[Lantanida#Kimia dan senyawa|kimia khas unsur lantanida]], tetapi europium adalah lantanida yang paling reaktif. Europium dengan cepat mengalami [[redoks|oksidasi]] di udara, bahkan oksidasi pada seluruh bagian sampel berukuran sekitar satu sentimeter dapat terjadi dalam beberapa hari. Reaktivitasnya terhadap air sebanding dengan [[kalsium]], dengan reaksi:
Kimia europium secara umum merupakan [[Lantanida#Kimia dan senyawa|kimia khas unsur lantanida]], tetapi europium adalah lantanida yang paling reaktif.<ref>Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .</ref> Europium dengan cepat mengalami [[redoks|oksidasi]] di udara, bahkan oksidasi pada seluruh bagian sampel berukuran sekitar satu sentimeter dapat terjadi dalam beberapa hari.<ref>Hamric, David. [https://www.elementsales.com/re_exp/index.htm Rare-Earth Metal Long Term Air Exposure Test]. ''elementsales.com''. November 2007.</ref> Reaktivitasnya terhadap air sebanding dengan [[kalsium]], dengan reaksi:
:
:


Karena reaktivitasnya yang tinggi, sampel europium padat jarang memiliki tampilan mengilap seperti logam europium yang baru, bahkan ketika dilapisi dengan lapisan pelindung berupa minyak mineral. Europium dapat terbakar di udara pada suhu 150–180&nbsp;°C dan membentuk [[europium(III) oksida]]:
Karena reaktivitasnya yang tinggi, sampel europium padat jarang memiliki tampilan mengilap seperti logam europium yang baru, bahkan ketika dilapisi dengan lapisan pelindung berupa minyak mineral. Europium dapat terbakar di udara pada suhu 150–180&nbsp;°C dan membentuk [[europium(III) oksida]]:<ref>Akhilesh Ugale. ''Lanthanide-Based Multifunctional Materials''. 2018. hlm. 59–97. doi:10.1016/B978-0-12-813840-3.00002-8. ISBN 978-0-12-813840-3.</ref>
:
:


Europium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer dan menghasilkan larutan berwarna merah muda pucat yang mengandung ion :
Europium mudah larut dalam [[asam sulfat]] encer dan menghasilkan larutan berwarna merah muda pucat<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Europium&oldid=29619942 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang mengandung ion :
:
:
===Eu(II) vs. Eu(III)===
===Eu(II) vs. Eu(III)===
Meskipun biasanya berada dalam bilangan oksidasi +3, europium dengan mudah membentuk senyawa dalam bilangan oksidasi +2. Sifat ini tidak umum pada sebagian besar lantanida, yang hampir selalu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3. Bilangan oksidasi +2 pada europium memiliki [[konfigurasi elektron]] 4''f''<sup>7</sup>, karena kulit-''f'' yang terisi setengah memberikan kestabilan yang lebih besar. Dalam hal ukuran dan [[bilangan koordinasi]], europium(II) memiliki kemiripan dengan [[barium]](II). [[Sulfat]] dari [[Barium sulfat|barium]] and [[Europium(II) sulfat|europium(II)]] juga sama-sama sangat sukar larut dalam air. Europium divalen merupakan agen pereduksi lemah dan dapat teroksidasi oleh udara menjadi senyawa Eu(III). Dalam kondisi anaerob, terutama pada lingkungan geotermal, bentuk divalen ini cukup stabil sehingga cenderung masuk ke dalam mineral kalsium dan unsur-unsur alkali tanah lainnya. Proses pertukaran ion ini menjadi dasar terjadinya "[[anomali europium]] negatif", yaitu rendahnya kandungan europium dalam banyak mineral lantanida seperti [[monasit]] dibandingkan dengan kelimpahan yang diperkirakan berdasarkan komposisi [[kondrit]]. [[Bastnäsit]] cenderung menunjukkan anomali europium negatif yang lebih kecil dibandingkan monasit dan karena itu saat ini menjadi sumber utama europium. Pengembangan metode yang mudah untuk memisahkan europium divalen dari lantanida lainnya yang bersifat trivalen membuat europium dapat diperoleh meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah, sebagaimana biasanya ditemukan di alam.
Meskipun biasanya berada dalam bilangan oksidasi +3, europium dengan mudah membentuk senyawa dalam bilangan oksidasi +2. Sifat ini tidak umum pada sebagian besar lantanida, yang hampir selalu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3. Bilangan oksidasi +2 pada europium memiliki [[konfigurasi elektron]] 4''f''<sup>7</sup>, karena kulit-''f'' yang terisi setengah memberikan kestabilan yang lebih besar. Dalam hal ukuran dan [[bilangan koordinasi]], europium(II) memiliki kemiripan dengan [[barium]](II). [[Sulfat]] dari [[Barium sulfat|barium]] and [[Europium(II) sulfat|europium(II)]] juga sama-sama sangat sukar larut dalam air.<ref>Robert A. Cooley. ''Inorganic Syntheses''. 2006. Vol. 2. hlm. 69–73. doi:10.1002/9780470132333.ch19. ISBN 978-0-470-13233-3.</ref> Europium divalen merupakan agen pereduksi lemah dan dapat teroksidasi oleh udara menjadi senyawa Eu(III). Dalam kondisi anaerob, terutama pada lingkungan geotermal, bentuk divalen ini cukup stabil sehingga cenderung masuk ke dalam mineral kalsium dan unsur-unsur alkali tanah lainnya. Proses pertukaran ion ini menjadi dasar terjadinya "[[anomali europium]] negatif", yaitu rendahnya kandungan europium dalam banyak mineral lantanida seperti [[monasit]] dibandingkan dengan kelimpahan yang diperkirakan berdasarkan komposisi [[kondrit]]. [[Bastnäsit]] cenderung menunjukkan anomali europium negatif yang lebih kecil dibandingkan monasit dan karena itu saat ini menjadi sumber utama europium. Pengembangan metode yang mudah untuk memisahkan europium divalen dari lantanida lainnya yang bersifat trivalen membuat europium dapat diperoleh meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah, sebagaimana biasanya ditemukan di alam.<ref>.</ref>
====Senyawa====
====Senyawa====
Senyawa europium cenderung berada dalam bilangan oksidasi trivalen (+3) pada sebagian besar kondisi. Umumnya, senyawa-senyawa ini memiliki Eu(III) yang berikatan dengan 6–9 [[ligan]] donor oksigen. Sulfat, nitrat, dan klorida Eu(III) larut dalam air atau pelarut organik polar. Kompleks europium yang bersifat lipofilik sering memiliki ligan yang mirip dengan [[asetilaseton]]at, seperti [[EuFOD]].
Senyawa europium cenderung berada dalam bilangan oksidasi trivalen (+3) pada sebagian besar kondisi. Umumnya, senyawa-senyawa ini memiliki Eu(III) yang berikatan dengan 6–9 [[ligan]] donor oksigen. Sulfat, nitrat, dan klorida Eu(III) larut dalam air atau pelarut organik polar. Kompleks europium yang bersifat lipofilik sering memiliki ligan yang mirip dengan [[asetilaseton]]at, seperti [[EuFOD]].
====Halida====
====Halida====
Logam europium bereaksi dengan semua unsur halogen:
Logam europium bereaksi dengan semua unsur halogen:
:2 Eu + 3 X<sub>2</sub> → 2 EuX<sub>3</sub> (X = F, Cl, Br, I)
:2 Eu + 3 X<sub>2</sub> → 2 EuX<sub>3</sub> (X = F, Cl, Br, I)
Reaksi ini menghasilkan [[europium(III) fluorida]] (EuF<sub>3</sub>) berwarna putih, [[europium(III) klorida]] (EuCl<sub>3</sub>) berwarna kuning, [[europium(III) bromida]] (EuBr<sub>3</sub>) berwarna abu-abu, dan [[europium(III) iodida]] (EuI<sub>3</sub>) yang tidak berwarna. Europium juga membentuk dihalida yang sesuai, yaitu [[europium(II) fluorida]] (EuF<sub>2</sub>) berwarna kuning kehijauan, [[europium(II) klorida]] (EuCl<sub>2</sub>) yang tidak berwarna (tetapi menunjukkan fluoresensi biru terang di bawah sinar UV), [[europium(II) bromida]] (EuBr<sub>2</sub>) yang tidak berwarna, dan [[europium(II) iodida]] (EuI<sub>2</sub>) berwarna hijau.
Reaksi ini menghasilkan [[europium(III) fluorida]] (EuF<sub>3</sub>) berwarna putih, [[europium(III) klorida]] (EuCl<sub>3</sub>) berwarna kuning, [[europium(III) bromida]] (EuBr<sub>3</sub>) berwarna abu-abu,<ref>Sidney L. Phillips. ''Handbook of inorganic compounds''. CRC Press. 1995. hlm. 159. ISBN 978-0-8493-8671-8.</ref> dan [[europium(III) iodida]] (EuI<sub>3</sub>) yang tidak berwarna. Europium juga membentuk dihalida yang sesuai, yaitu [[europium(II) fluorida]] (EuF<sub>2</sub>) berwarna kuning kehijauan, [[europium(II) klorida]] (EuCl<sub>2</sub>) yang tidak berwarna (tetapi menunjukkan fluoresensi biru terang di bawah sinar UV),<ref>J.K. Howell. ''Synthesis of divalent europium and ytterbium halides in liquid ammonia''. ''Journal of the Less Common Metals''. Agustus 1969. Vol. 18 (4). hlm. 437–439. doi:10.1016/0022-5088(69)90017-4.</ref> [[europium(II) bromida]] (EuBr<sub>2</sub>) yang tidak berwarna, dan [[europium(II) iodida]] (EuI<sub>2</sub>) berwarna hijau.<ref>Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .</ref>
====Kalkogenida dan pniktida====
====Kalkogenida dan pniktida====
Europium membentuk senyawa stabil dengan semua unsur kalkogen, tetapi kalkogen yang lebih berat (S, Se, dan Te) cenderung menstabilkan bilangan oksidasi yang lebih rendah. Tiga jenis [[oksida]] europium yang diketahui adalah [[europium(II) oksida]] (EuO), europium(III) oksida (Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>), dan oksida [[kompleks valensi campuran|valensi campuran]] Eu<sub>3</sub>O<sub>4</sub>, yang mengandung Eu(II) dan Eu(III). Selain itu, kalkogenida utama europium adalah [[europium(II) sulfida]] (EuS), [[europium monoselenida|europium(II) selenida]] (EuSe), dan [[europium(II) telurida]] (EuTe): ketiganya merupakan padatan berwarna hitam. Europium(II) sulfida dibuat dengan mereaksikan oksida europium dengan [[belerang]] pada suhu yang cukup tinggi untuk menguraikan Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>:
Europium membentuk senyawa stabil dengan semua unsur kalkogen, tetapi kalkogen yang lebih berat (S, Se, dan Te) cenderung menstabilkan bilangan oksidasi yang lebih rendah. Tiga jenis [[oksida]] europium yang diketahui adalah [[europium(II) oksida]] (EuO), europium(III) oksida (Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>), dan oksida [[kompleks valensi campuran|valensi campuran]] Eu<sub>3</sub>O<sub>4</sub>, yang mengandung Eu(II) dan Eu(III). Selain itu, kalkogenida utama europium adalah [[europium(II) sulfida]] (EuS), [[europium monoselenida|europium(II) selenida]] (EuSe), dan [[europium(II) telurida]] (EuTe): ketiganya merupakan padatan berwarna hitam. Europium(II) sulfida dibuat dengan mereaksikan oksida europium dengan [[belerang]] pada suhu yang cukup tinggi untuk menguraikan Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>:<ref>R. D. Archer. ''Inorganic Syntheses''. 1967. Vol. 10. hlm. 77–79. doi:10.1002/9780470132418.ch15. ISBN 978-0-470-13241-8.</ref>
:Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>S → 2 EuS + 3 H<sub>2</sub>O + S
:Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>S → 2 EuS + 3 H<sub>2</sub>O + S
[[Nitrida]] utama europium adalah [[europium(III) nitrida]] (EuN).
[[Nitrida]] utama europium adalah [[europium(III) nitrida]] (EuN).
==Isotop==
==Isotop==
 
Europium yang terdapat secara alami terdiri dari dua [[isotop]], yaitu <sup>151</sup>Eu dan <sup>153</sup>Eu, yang terdapat dalam jumlah yang hampir sama. Isotop <sup>153</sup>Eu sedikit lebih melimpah, dengan [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] sekitar 52,2%. Meskipun <sup>153</sup>Eu stabil, <sup>151</sup>Eu ternyata tidak sepenuhnya stabil terhadap [[peluruhan alfa]], dengan [[waktu paruh]] sekitar  tahun.<ref>N. Casali. ''Discovery of the 151 Eu α decay''. ''Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics''. 2014. Vol. 41. doi:10.1088/0954-3899/41/7/075101.</ref> Hal ini menyebabkan sekitar satu peluruhan alfa setiap dua menit pada setiap kilogram europium alami. Selain [[radionuklida|radioisotop]] alami <sup>151</sup>Eu, telah diketahui 39 radioisotop europium buatan, mulai dari <sup>130</sup>Eu hingga <sup>170</sup>Eu.<ref>G. G. Kiss. ''Measuring the β-decay properties of neutron-rich exotic Pm, Sm, Eu, and Gd isotopes to constrain the nucleosynthesis yields in the rare-earth region''. ''The Astrophysical Journal''. 2022. Vol. 936 (107). hlm. 107. doi:10.3847/1538-4357/ac80fc.</ref> Isotop-isotop yang paling stabil di antaranya adalah <sup>150</sup>Eu dengan waktu paruh 36,9&nbsp;tahun, <sup>152</sup>Eu dengan waktu paruh 13,516&nbsp;tahun, <sup>154</sup>Eu dengan waktu paruh 8,592&nbsp;tahun, dan <sup>155</sup>Eu dengan waktu paruh 4,742&nbsp;tahun. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 100&nbsp;hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 3&nbsp;menit.
Europium yang terdapat secara alami terdiri dari dua [[isotop]], yaitu <sup>151</sup>Eu dan <sup>153</sup>Eu, yang terdapat dalam jumlah yang hampir sama. Isotop <sup>153</sup>Eu sedikit lebih melimpah, dengan [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] sekitar 52,2%. Meskipun <sup>153</sup>Eu stabil, <sup>151</sup>Eu ternyata tidak sepenuhnya stabil terhadap [[peluruhan alfa]], dengan [[waktu paruh]] sekitar  tahun. Hal ini menyebabkan sekitar satu peluruhan alfa setiap dua menit pada setiap kilogram europium alami. Selain [[radionuklida|radioisotop]] alami <sup>151</sup>Eu, telah diketahui 39 radioisotop europium buatan, mulai dari <sup>130</sup>Eu hingga <sup>170</sup>Eu. Isotop-isotop yang paling stabil di antaranya adalah <sup>150</sup>Eu dengan waktu paruh 36,9&nbsp;tahun, <sup>152</sup>Eu dengan waktu paruh 13,516&nbsp;tahun, <sup>154</sup>Eu dengan waktu paruh 8,592&nbsp;tahun, dan <sup>155</sup>Eu dengan waktu paruh 4,742&nbsp;tahun. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 100&nbsp;hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 3&nbsp;menit.


Unsur ini juga memiliki 27 [[isomer nuklir|keadaan metastabil]]. Yang paling stabil di antaranya adalah <sup>150m</sup>Eu dengan waktu paruh 12,8&nbsp;jam, <sup>152m1</sup>Eu dengan waktu paruh 9,3116&nbsp;jam, dan <sup>152m5</sup>Eu dengan waktu paruh 96&nbsp;menit. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang lebih ringan daripada <sup>153</sup>Eu adalah [[penangkapan elektron]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop samarium|samarium]]. Sementara itu, isotop yang lebih berat daripada <sup>153</sup>Eu terutama mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan β−|peluruhan beta minus]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop gadolinium|gadolinium]].
Unsur ini juga memiliki 27 [[isomer nuklir|keadaan metastabil]]. Yang paling stabil di antaranya adalah <sup>150m</sup>Eu dengan waktu paruh 12,8&nbsp;jam, <sup>152m1</sup>Eu dengan waktu paruh 9,3116&nbsp;jam, dan <sup>152m5</sup>Eu dengan waktu paruh 96&nbsp;menit. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang lebih ringan daripada <sup>153</sup>Eu adalah [[penangkapan elektron]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop samarium|samarium]]. Sementara itu, isotop yang lebih berat daripada <sup>153</sup>Eu terutama mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan β−|peluruhan beta minus]] yang menghasilkan isotop-isotop [[Isotop gadolinium|gadolinium]].
===Europium sebagai produk fisi nuklir===
===Europium sebagai produk fisi nuklir===
 
Europium dapat dihasilkan melalui fisi nuklir. Isotop [[Europium-155|<sup>155</sup>Eu]] (waktu paruh 4,742&nbsp;tahun) memiliki hasil fisi sebesar 0,033% dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]] yang mengalami fisi akibat [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]].<ref>A. Aarkrog. ''Europium-155 in Debris from Nuclear Weapons''. ''Science''. 28 Juli 1967. Vol. 157 (3787). hlm. 425–427. doi:10.1126/science.157.3787.425.</ref> [[Hasil produk pembelahan atom|Hasil fisi]] isotop-isotop europium relatif rendah karena isotop tersebut berada di dekat batas atas rentang massa [[Produk pembelahan atom|produk fisi]].
Europium dapat dihasilkan melalui fisi nuklir. Isotop [[Europium-155|<sup>155</sup>Eu]] (waktu paruh 4,742&nbsp;tahun) memiliki hasil fisi sebesar 0,033% dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]] yang mengalami fisi akibat [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]]. [[Hasil produk pembelahan atom|Hasil fisi]] isotop-isotop europium relatif rendah karena isotop tersebut berada di dekat batas atas rentang massa [[Produk pembelahan atom|produk fisi]].


Seperti halnya lantanida lainnya, banyak isotop europium memiliki [[penampang lintang neutron|penampang lintang]] penangkapan neutron yang tinggi, bahkan sering kali cukup tinggi sehingga dapat bertindak sebagai [[racun neutron]].
Seperti halnya lantanida lainnya, banyak isotop europium memiliki [[penampang lintang neutron|penampang lintang]] penangkapan neutron yang tinggi, bahkan sering kali cukup tinggi sehingga dapat bertindak sebagai [[racun neutron]].


{| class="wikitable" align="right" style="margin:1em"
|+ Penampang lintang penangkapan neutron termal
!Isotop
|<sup>151</sup>Eu||<sup>152</sup>Eu||<sup>153</sup>Eu||<sup>154</sup>Eu||<sup>155</sup>Eu
|-
!Hasil<br />
|~10||rendah||1580||>2,5||330
|-
!Barn
|5.900||12.800||312||1.340||3.950
|}


<sup>151</sup>Eu merupakan produk peluruhan beta dari [[Samarium-151|<sup>151</sup>Sm]]. Isotop <sup>151</sup>Sm tidak termasuk dalam hasil fisi yang disebutkan di atas. Namun, karena <sup>151</sup>Sm memiliki waktu paruh yang panjang dan waktu rata-rata yang singkat sebelum menangkap neutron, sebagian besar <sup>151</sup>Sm akhirnya berubah menjadi <sup>152</sup>Sm melalui penangkapan neutron.
<sup>151</sup>Eu merupakan produk peluruhan beta dari [[Samarium-151|<sup>151</sup>Sm]]. Isotop <sup>151</sup>Sm tidak termasuk dalam hasil fisi yang disebutkan di atas. Namun, karena <sup>151</sup>Sm memiliki waktu paruh yang panjang dan waktu rata-rata yang singkat sebelum menangkap neutron, sebagian besar <sup>151</sup>Sm akhirnya berubah menjadi <sup>152</sup>Sm melalui penangkapan neutron.


<sup>152</sup>Eu (waktu paruh 13,517&nbsp;tahun) dan <sup>154</sup>Eu (waktu paruh 8,592&nbsp;tahun) tidak dapat terbentuk melalui peluruhan beta karena <sup>152</sup>Sm dan <sup>154</sup>Sm merupakan isotop yang tidak radioaktif. Namun,  <sup>154</sup>Eu merupakan satu-satunya [[nuklida]] "berperisai" berumur panjang, selain [[Sesium-134|<sup>134</sup>Cs]], yang memiliki hasil fisi lebih dari 2,5&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] fisi. Jumlah <sup>154</sup>Eu yang lebih besar dihasilkan melalui [[Pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] terhadap sebagian besar <sup>153</sup>Eu yang bersifat nonradioaktif. Akan tetapi, berdasarkan nilai penampang lintangnya, sebagian besar <sup>154</sup>Eu ini kemudian mengalami penangkapan neutron lebih lanjut dan diubah menjadi <sup>155</sup>Eu dan <sup>156</sup>Eu, yang pada akhirnya mengalami transformasi menjadi gadolinium.
<sup>152</sup>Eu (waktu paruh 13,517&nbsp;tahun) dan <sup>154</sup>Eu (waktu paruh 8,592&nbsp;tahun) tidak dapat terbentuk melalui peluruhan beta karena <sup>152</sup>Sm dan <sup>154</sup>Sm merupakan isotop yang tidak radioaktif. Namun,  <sup>154</sup>Eu merupakan satu-satunya [[nuklida]] "berperisai" berumur panjang, selain [[Sesium-134|<sup>134</sup>Cs]], yang memiliki hasil fisi lebih dari 2,5&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] fisi.<ref>[http://wwwndc.jaea.go.jp/NuC/index.html Tables of Nuclear Data], Badan Tenaga Atom Jepang.</ref> Jumlah <sup>154</sup>Eu yang lebih besar dihasilkan melalui [[Pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] terhadap sebagian besar <sup>153</sup>Eu yang bersifat nonradioaktif. Akan tetapi, berdasarkan nilai penampang lintangnya, sebagian besar <sup>154</sup>Eu ini kemudian mengalami penangkapan neutron lebih lanjut dan diubah menjadi <sup>155</sup>Eu dan <sup>156</sup>Eu, yang pada akhirnya mengalami transformasi menjadi gadolinium.
==Keterjadian==
==Keterjadian==
Europium tidak ditemukan di alam sebagai unsur bebas. Banyak mineral mengandung europium, dengan sumber terpenting antara lain bastnäsit, monasit, [[xenotim]], dan [[loparit-(Ce)]].<ref>Jean-Claude G. Bünzli. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.</ref>


Europium tidak ditemukan di alam sebagai unsur bebas. Banyak mineral mengandung europium, dengan sumber terpenting antara lain bastnäsit, monasit, [[xenotim]], dan [[loparit-(Ce)]].
Berkurang atau bertambahnya kandungan europium dalam mineral dibandingkan dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya dikenal sebagai anomali europium.<ref>Shyama P. Sinha. [https://books.google.com/books?id=OmUXW8pqUe8C&pg=PA550 Systematics and the properties of the lanthanides]. Springer. 1983. hlm. 550–553. ISBN 978-90-277-1613-2.</ref> Europium sering digunakan dalam penelitian [[Unsur kelumit|unsur renik]] pada bidang [[geokimia]] dan [[petrologi]] untuk memahami proses pembentukan [[batuan beku]], yaitu batuan yang terbentuk dari pendinginan [[magma]] atau [[lava]]. Karakter anomali europium yang ditemukan dapat membantu merekonstruksi hubungan antara berbagai batuan dalam suatu kelompok batuan beku. [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|Kelimpahan median]] europium di kerak Bumi adalah sekitar 2&nbsp;ppm. Nilai kelimpahan unsur-unsur yang lebih jarang dapat bervariasi menurut lokasi hingga beberapa orde besaran.<ref>ABUNDANCE OF ELEMENTS IN THE EARTH'S CRUST AND IN THE SEA, ''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. Edisi 97 (2016–2017), hlm. 14-17.</ref>
 
Berkurang atau bertambahnya kandungan europium dalam mineral dibandingkan dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya dikenal sebagai anomali europium. Europium sering digunakan dalam penelitian [[Unsur kelumit|unsur renik]] pada bidang [[geokimia]] dan [[petrologi]] untuk memahami proses pembentukan [[batuan beku]], yaitu batuan yang terbentuk dari pendinginan [[magma]] atau [[lava]]. Karakter anomali europium yang ditemukan dapat membantu merekonstruksi hubungan antara berbagai batuan dalam suatu kelompok batuan beku. [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|Kelimpahan median]] europium di kerak Bumi adalah sekitar 2&nbsp;ppm. Nilai kelimpahan unsur-unsur yang lebih jarang dapat bervariasi menurut lokasi hingga beberapa orde besaran.


Europium divalen (Eu<sup>2+</sup>) dalam jumlah kecil berperan sebagai aktivator [[fluoresensi]] biru terang pada beberapa sampel mineral [[fluorit]] (CaF<sub>2</sub>). Reduksi dari Eu<sup>3+</sup> menjadi Eu<sup>2+</sup> dipicu oleh iradiasi dengan partikel berenergi tinggi. Contoh yang paling terkenal berasal dari daerah sekitar [[Weardale]] dan wilayah di sekitarnya di Inggris bagian utara. Fluorit yang ditemukan di daerah tersebut menjadi dasar penamaan fenomena fluoresensi pada tahun 1852, meskipun baru jauh kemudian diketahui bahwa europium merupakan penyebabnya.
Europium divalen (Eu<sup>2+</sup>) dalam jumlah kecil berperan sebagai aktivator [[fluoresensi]] biru terang pada beberapa sampel mineral [[fluorit]] (CaF<sub>2</sub>). Reduksi dari Eu<sup>3+</sup> menjadi Eu<sup>2+</sup> dipicu oleh iradiasi dengan partikel berenergi tinggi.<ref>H. Bill. ''Color centers, associated rare-earth ions and the origin of coloration in natural fluorites''. ''Physics and Chemistry of Minerals''. 1978. Vol. 3 (2). hlm. 117–131. doi:10.1007/BF00308116.</ref> Contoh yang paling terkenal berasal dari daerah sekitar [[Weardale]] dan wilayah di sekitarnya di Inggris bagian utara. Fluorit yang ditemukan di daerah tersebut menjadi dasar penamaan fenomena fluoresensi pada tahun 1852, meskipun baru jauh kemudian diketahui bahwa europium merupakan penyebabnya.<ref>Allen, Robert D. [http://www.minsocam.org/ammin/AM37/AM37_910.pdf Variations in chemical and physical properties of fluorite]. ''Am. Mineral''. 1952. Vol. 37. hlm. 910–30.</ref><ref>Bernard Valeur. ''A Brief History of Fluorescence and Phosphorescence before the Emergence of Quantum Theory''. ''Journal of Chemical Education''. Juni 2011. Vol. 88 (6). hlm. 731–738. doi:10.1021/ed100182h.</ref><ref>A.N Mariano. ''Europium-activated cathodoluminescence in minerals''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. Mei 1975. Vol. 39 (5). hlm. 649–660. doi:10.1016/0016-7037(75)90008-3.</ref><ref>K. Przibram. ''Fluorescence of Fluorite and the Bivalent Europium Ion''. ''Nature''. Januari 1935. Vol. 135 (3403). hlm. 100. doi:10.1038/135100a0.</ref>


Dalam [[astrofisika]], keberadaan europium dalam [[Spektroskopi|spektrum]] bintang dapat digunakan untuk [[Klasifikasi bintang|mengklasifikasikan bintang]] serta membantu menjelaskan bagaimana dan di mana sebuah bintang terbentuk. Sebagai contoh, para astronom menggunakan perbandingan kadar europium terhadap [[besi]] pada bintang [[LAMOST J112456.61+453531.3]] untuk mengusulkan bahwa proses [[Akresi (astrofisika)|akresi]] yang membentuk bintang tersebut terjadi pada tahap yang relatif akhir.
Dalam [[astrofisika]], keberadaan europium dalam [[Spektroskopi|spektrum]] bintang dapat digunakan untuk [[Klasifikasi bintang|mengklasifikasikan bintang]] serta membantu menjelaskan bagaimana dan di mana sebuah bintang terbentuk. Sebagai contoh, para astronom menggunakan perbandingan kadar europium terhadap [[besi]] pada bintang [[LAMOST J112456.61+453531.3]] untuk mengusulkan bahwa proses [[Akresi (astrofisika)|akresi]] yang membentuk bintang tersebut terjadi pada tahap yang relatif akhir.<ref>Qian-Fan Xing. ''Evidence for the accretion origin of halo stars with an extreme r-process enhancement''. ''Nature''. 29 April 2019. Vol. 3 (7). hlm. 631–635. doi:10.1038/s41550-019-0764-5.</ref>
==Produksi==
==Produksi==
Europium berasosiasi dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya, sehingga penambangannya dilakukan bersama dengan unsur-unsur tersebut. Pemisahan unsur-unsur tanah jarang dilakukan pada tahap pengolahan berikutnya. Unsur-unsur tanah jarang ditemukan dalam jumlah yang dapat ditambang pada mineral bastnäsit, loparit-(Ce), xenotim, dan monasit. in mineable quantities. Bastnäsit merupakan kelompok mineral [[fluorokarbonat]] dengan rumus Ln(CO<sub>3</sub>)(F,OH). Monasit merupakan kelompok mineral ortofosfat dengan rumus  (Ln menunjukkan campuran semua unsur lantanida kecuali [[prometium]]). Loparit-(Ce) merupakan oksida, sedangkan xenotim merupakan ortofosfat (Y,Yb,Er,...)PO<sub>4</sub>. Monasit juga mengandung [[torium]] dan [[itrium]], sehingga penanganannya menjadi lebih rumit karena torium dan produk peluruhannya bersifat radioaktif. Untuk mengekstraksi unsur dari bijih dan memisahkan masing-masing lantanida, telah dikembangkan berbagai metode. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi dan komposisi bijih, serta distribusi masing-masing lantanida dalam konsentrat yang dihasilkan. Pemanggangan bijih, kemudian dilanjutkan dengan pelindian menggunakan asam dan basa, digunakan terutama untuk menghasilkan konsentrat lantanida. Jika [[serium]] merupakan lantanida yang dominan, serium(III) diubah menjadi serium(IV) dan kemudian diendapkan. Pemisahan lebih lanjut melalui [[Ekstraksi cair–cair|ekstraksi pelarut]] atau [[kromatografi pertukaran ion]] menghasilkan fraksi yang diperkaya europium. Fraksi ini kemudian direduksi menggunakan [[seng]], seng/amalgam, elektrolisis, atau metode lainnya untuk mengubah europium(III) menjadi europium(II). Europium(II) bereaksi dengan cara yang mirip dengan [[logam alkali tanah]], sehingga dapat diendapkan sebagai karbonat atau diendapkan bersama barium sulfat. Logam europium dapat diperoleh melalui elektrolisis campuran EuCl<sub>3</sub> dan [[Natrium klorida|NaCl]] (atau [[Kalsium klorida|CaCl<sub>2</sub>]]) cair dalam sel grafit. Grafit digunakan sebagai katoda sekaligus anoda sesuai konfigurasi elektrolisis yang digunakan. Produk lainnya adalah gas [[klorin]].
Europium berasosiasi dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya, sehingga penambangannya dilakukan bersama dengan unsur-unsur tersebut. Pemisahan unsur-unsur tanah jarang dilakukan pada tahap pengolahan berikutnya. Unsur-unsur tanah jarang ditemukan dalam jumlah yang dapat ditambang pada mineral bastnäsit, loparit-(Ce), xenotim, dan monasit. in mineable quantities. Bastnäsit merupakan kelompok mineral [[fluorokarbonat]] dengan rumus Ln(CO<sub>3</sub>)(F,OH). Monasit merupakan kelompok mineral ortofosfat dengan rumus  (Ln menunjukkan campuran semua unsur lantanida kecuali [[prometium]]). Loparit-(Ce) merupakan oksida, sedangkan xenotim merupakan ortofosfat (Y,Yb,Er,...)PO<sub>4</sub>. Monasit juga mengandung [[torium]] dan [[itrium]], sehingga penanganannya menjadi lebih rumit karena torium dan produk peluruhannya bersifat radioaktif. Untuk mengekstraksi unsur dari bijih dan memisahkan masing-masing lantanida, telah dikembangkan berbagai metode. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi dan komposisi bijih, serta distribusi masing-masing lantanida dalam konsentrat yang dihasilkan. Pemanggangan bijih, kemudian dilanjutkan dengan pelindian menggunakan asam dan basa, digunakan terutama untuk menghasilkan konsentrat lantanida. Jika [[serium]] merupakan lantanida yang dominan, serium(III) diubah menjadi serium(IV) dan kemudian diendapkan. Pemisahan lebih lanjut melalui [[Ekstraksi cair–cair|ekstraksi pelarut]] atau [[kromatografi pertukaran ion]] menghasilkan fraksi yang diperkaya europium. Fraksi ini kemudian direduksi menggunakan [[seng]], seng/amalgam, elektrolisis, atau metode lainnya untuk mengubah europium(III) menjadi europium(II). Europium(II) bereaksi dengan cara yang mirip dengan [[logam alkali tanah]], sehingga dapat diendapkan sebagai karbonat atau diendapkan bersama barium sulfat.<ref>C. K. Gupta. ''Extractive metallurgy of rare earths''. ''International Materials Reviews''. 1992. Vol. 37 (1). hlm. 197–248. doi:10.1179/imr.1992.37.1.197.</ref> Logam europium dapat diperoleh melalui elektrolisis campuran EuCl<sub>3</sub> dan [[Natrium klorida|NaCl]] (atau [[Kalsium klorida|CaCl<sub>2</sub>]]) cair dalam sel grafit. Grafit digunakan sebagai katoda sekaligus anoda sesuai konfigurasi elektrolisis yang digunakan. Produk lainnya adalah gas [[klorin]].<ref>Jean-Claude G. Bünzli. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.</ref><ref>C. K. Gupta. ''Extractive metallurgy of rare earths''. ''International Materials Reviews''. 1992. Vol. 37 (1). hlm. 197–248. doi:10.1179/imr.1992.37.1.197.</ref><ref>C. Morais. ''Recovery of europium by chemical reduction of a commercial solution of europium and gadolinium chlorides''. ''Hydrometallurgy''. 2001. Vol. 60 (3). hlm. 247–253. doi:10.1016/S0304-386X(01)00156-6.</ref><ref>Herbert N. McCoy. ''Contribution to the chemistry of europium''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1936. Vol. 58 (9). hlm. 1577–1580. doi:10.1021/ja01300a020.</ref><ref>Oleg D. Neikov. [https://books.google.com/books?id=6aP3te2hGuQC&pg=PA505 Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applications]. Elsevier. 15 Januari 2009. hlm. 505. ISBN 978-1-85617-422-0.</ref>


Beberapa deposit besar menghasilkan atau pernah menghasilkan bagian yang signifikan dari produksi dunia. Deposit bijih besi [[Distrik Pertambangan Bayan Obo|Bayan Obo]] di [[Mongolia Dalam]] mengandung sejumlah besar bastnäsit dan monasit. Dengan perkiraan 36 juta ton oksida unsur tanah jarang, Bayan Obo merupakan deposit terbesar yang diketahui. Aktivitas pertambangan di Bayan Obo menjadikan Tiongkok sebagai pemasok unsur tanah jarang terbesar pada tahun 1990-an. Namun, hanya sekitar 0,2% kandungan unsur tanah jarang di deposit tersebut yang berupa europium. Sumber unsur tanah jarang terbesar kedua antara 1965 hingga penutupannya pada akhir 1990-an adalah [[Tambang Tanah Jarang Mountain Pass|tambang tanah jarang Mountain Pass]] di California. Bastnäsit yang ditambang di sana sangat kaya akan unsur tanah jarang ringan (La-Gd, Sc, and Y) dan hanya mengandung sekitar 0,1% europium. Sumber besar lainnya adalah loparit yang ditemukan di [[Semenanjung Kola]]. Mineral ini mengandung hingga 30% unsur tanah jarang, selain [[niobium]], [[tantalum]], dan [[titanium]], dan merupakan sumber terbesar unsur-unsur tersebut di Rusia.
Beberapa deposit besar menghasilkan atau pernah menghasilkan bagian yang signifikan dari produksi dunia. Deposit bijih besi [[Distrik Pertambangan Bayan Obo|Bayan Obo]] di [[Mongolia Dalam]] mengandung sejumlah besar bastnäsit dan monasit. Dengan perkiraan 36 juta ton oksida unsur tanah jarang, Bayan Obo merupakan deposit terbesar yang diketahui.<ref>Lawrence J. Drew. ''The Bayan Obo iron-rare-earth-niobium deposits, Inner Mongolia, China''. ''Lithos''. 1990. Vol. 26 (1–2). hlm. 43–65. doi:10.1016/0024-4937(90)90040-8.</ref><ref>Xue-Ming Yang. ''Chemical compositions of carbonate minerals from Bayan Obo, Inner Mongolia, China: implications for petrogenesis''. ''Lithos''. 2004. Vol. 72 (1–2). hlm. 97–116. doi:10.1016/j.lithos.2003.09.002.</ref><ref>Chengyu Wu. ''Bayan Obo Controversy: Carbonatites versus Iron Oxide-Cu-Au-(REE-U)''. ''Resource Geology''. 2007. Vol. 58 (4). hlm. 348–354. doi:10.1111/j.1751-3928.2008.00069.x.</ref> Aktivitas pertambangan di Bayan Obo menjadikan Tiongkok sebagai pemasok unsur tanah jarang terbesar pada tahun 1990-an. Namun, hanya sekitar 0,2% kandungan unsur tanah jarang di deposit tersebut yang berupa europium. Sumber unsur tanah jarang terbesar kedua antara 1965 hingga penutupannya pada akhir 1990-an adalah [[Tambang Tanah Jarang Mountain Pass|tambang tanah jarang Mountain Pass]] di California. Bastnäsit yang ditambang di sana sangat kaya akan unsur tanah jarang ringan (La-Gd, Sc, and Y) dan hanya mengandung sekitar 0,1% europium. Sumber besar lainnya adalah loparit yang ditemukan di [[Semenanjung Kola]]. Mineral ini mengandung hingga 30% unsur tanah jarang, selain [[niobium]], [[tantalum]], dan [[titanium]], dan merupakan sumber terbesar unsur-unsur tersebut di Rusia.<ref>Jean-Claude G. Bünzli. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.</ref><ref>J. Hedrick. ''Loparite, a rare-earth ore (Ce, Na, Sr, Ca)(Ti, Nb, Ta, Fe+3)O3''. ''Journal of Alloys and Compounds''. 1997. Vol. 250 (1–2). hlm. 467–470. doi:10.1016/S0925-8388(96)02824-1.</ref>
==Sejarah==
==Sejarah==
Meskipun europium terdapat dalam sebagian besar mineral yang juga mengandung unsur-unsur tanah jarang lainnya, kesulitan dalam memisahkan unsur-unsur tersebut menyebabkan europium baru berhasil diisolasi pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1885, [[William Crookes]] pertama kali mengamati beberapa garis spektrum yang tidak biasa dalam spektrum optik bijih samarium–itrium. Pada tahun 1892, [[Paul-Émile Lecoq de Boisbaudran|Paul-Émile L. de Boisbaudran]] memperoleh fraksi basa dari konsentrat samarium–gadolinium yang menunjukkan garis-garis spektrum yang tidak dapat dijelaskan oleh keberadaan samarium maupun [[gadolinium]]. [[Kimiawan]] [[Prancis]] Eugène-Anatole Demarçay kemudian melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap garis-garis spektrum tersebut. Pada tahun 1896, dia menduga bahwa sampel unsur yang baru ditemukan, yaitu samarium, telah terkontaminasi oleh unsur yang belum diketahui. Demarçay berhasil mengisolasi unsur tersebut pada tahun 1901, kemudian menamakannya ''europium'', yang namanya diambil dari Eropa. Pada tahun 1905, Crookes mengonfirmasi penemuan tersebut dan mengamati spektrum fosforesen dari unsur-unsur tanah jarang, termasuk spektrum yang kemudian diketahui berasal dari europium.
Meskipun europium terdapat dalam sebagian besar mineral yang juga mengandung unsur-unsur tanah jarang lainnya, kesulitan dalam memisahkan unsur-unsur tersebut menyebabkan europium baru berhasil diisolasi pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1885, [[William Crookes]] pertama kali mengamati beberapa garis spektrum yang tidak biasa dalam spektrum optik bijih samarium–itrium.<ref>Hermann Sicius. [https://link.springer.com/10.1007/978-3-662-68921-9 Handbook of the Chemical Elements]. Springer Berlin Heidelberg. 2024. doi:10.1007/978-3-662-68921-9. ISBN 978-3-662-68920-2.</ref> Pada tahun 1892, [[Paul-Émile Lecoq de Boisbaudran|Paul-Émile L. de Boisbaudran]] memperoleh fraksi basa dari konsentrat samarium–gadolinium yang menunjukkan garis-garis spektrum yang tidak dapat dijelaskan oleh keberadaan samarium maupun [[gadolinium]]. [[Kimiawan]] [[Prancis]] Eugène-Anatole Demarçay kemudian melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap garis-garis spektrum tersebut. Pada tahun 1896, dia menduga bahwa sampel unsur yang baru ditemukan, yaitu samarium, telah terkontaminasi oleh unsur yang belum diketahui. Demarçay berhasil mengisolasi unsur tersebut pada tahun 1901, kemudian menamakannya ''europium'', yang namanya diambil dari Eropa.<ref>Eugène-Anatole Demarçay. [https://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k30888/f1580.image Sur un nouvel élément l'europium]. ''Comptes rendus''. 1901. Vol. 132. hlm. 1484–1486.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XVI. The rare earth elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (10). hlm. 1751. doi:10.1021/ed009p1751.</ref><ref>James L. Marshall. [https://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/demarcay%20and%20europium.pdf Rediscovery of the Elements: Europium-Eugene Demarçay]. ''The Hexagon''. 2003. hlm. 19–21.</ref> Pada tahun 1905, Crookes mengonfirmasi penemuan tersebut dan mengamati spektrum fosforesen dari unsur-unsur tanah jarang, termasuk spektrum yang kemudian diketahui berasal dari europium.<ref>W. Crookes. ''On the Phosphorescent Spectra of S δ and Europium''. ''Proceedings of the Royal Society of London''. 1905. Vol. 76 (511). hlm. 411–414. doi:10.1098/rspa.1905.0043.</ref><ref>Hermann Sicius. [https://link.springer.com/10.1007/978-3-662-68921-9 Handbook of the Chemical Elements]. Springer Berlin Heidelberg. 2024. doi:10.1007/978-3-662-68921-9. ISBN 978-3-662-68920-2.</ref>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Dibandingkan dengan sebagian besar unsur lainnya, aplikasi komersial europium relatif sedikit dan cukup khusus. Hampir selalu, sifat fosforesensinya dimanfaatkan, baik dalam bilangan oksidasi +2 maupun +3.
Dibandingkan dengan sebagian besar unsur lainnya, aplikasi komersial europium relatif sedikit dan cukup khusus. Hampir selalu, sifat fosforesensinya dimanfaatkan, baik dalam bilangan oksidasi +2 maupun +3.


Europium digunakan sebagai [[dopan]] pada beberapa jenis [[kaca]] dalam [[laser]] dan perangkat optoelektronik lainnya. Europium oksida (Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) banyak digunakan sebagai [[fosfor]] merah pada [[Tabung sinar katode|televisi]] dan [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], serta sebagai pengaktif untuk fosfor berbasis itrium. Layar televisi berwarna mengandung sekitar 0,5–1&nbsp;g of europium oksida. Europium trivalen menghasilkan fosfor merah, sedangkan luminesensi europium divalen sangat bergantung pada komposisi struktur inangnya. Luminesensi mulai dari sinar ultraungu hingga merah tua dapat dihasilkan. Dua jenis fosfor berbasis europium, yaitu merah dan biru, jika dikombinasikan dengan fosfor [[terbium]] terbium berwarna kuning/hijau, dapat menghasilkan cahaya "putih". Suhu warna cahaya tersebut dapat diubah dengan mengatur perbandingan atau komposisi tertentu dari masing-masing fosfor. Sistem fosfor ini umumnya ditemukan pada lampu fluoresen berbentuk spiral. Penggabungan ketiga jenis fosfor tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat sistem trikromatik pada layar televisi dan komputer. Sebagai bahan tambahan, europium sangat efektif dalam meningkatkan intensitas fosfor merah. Europium juga digunakan dalam pembuatan kaca fluoresen untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan lampu fluoresen. Salah satu fosfor dengan efek pijar setelah cahaya (afterglow) yang umum digunakan, selain [[seng sulfida]] yang didoping [[tembaga]], adalah [[stronsium aluminat]] yang didoping europium. Fluoresensi europium digunakan untuk mempelajari interaksi biomolekuler dalam proses penemuan obat. Europium juga digunakan dalam fosfor antipemalsuan pada uang kertas [[euro]].
Europium digunakan sebagai [[dopan]] pada beberapa jenis [[kaca]] dalam [[laser]] dan perangkat optoelektronik lainnya. Europium oksida (Eu<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) banyak digunakan sebagai [[fosfor]] merah pada [[Tabung sinar katode|televisi]] dan [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], serta sebagai pengaktif untuk fosfor berbasis itrium.<ref>Paul Caro. [https://books.google.com/books?id=P4UCrfp_s0EC&pg=PA323 Rare earths]. Editorial Complutense. 1 Juni 1998. hlm. 323–325. ISBN 978-84-89784-33-8.</ref><ref>Bamfield, Peter. [https://books.google.com/books?id=aFbgmoyArYoC&pg=PA159 Chromic phenomena: technological applications of colour chemistry]. Royal Society of Chemistry. 2001. hlm. 159–171. ISBN 978-0-85404-474-0.</ref> Layar televisi berwarna mengandung sekitar 0,5–1&nbsp;g of europium oksida.<ref>C. K. Gupta. [http://vector.umd.edu/links_files/Extractive%20Metallurgy%20of%20Rare%20Earths%20(Gupta).pdf Extractive metallurgy of rare earths]. CRC Press. 2005. ISBN 978-0-415-33340-5.</ref> Europium trivalen menghasilkan fosfor merah,<ref>T. Jansen. ''Site selective, time and temperature dependent spectroscopy of Eu 3+ doped apatites (Mg,Ca,Sr) 2 Y 8 Si 6 O 26''. ''Journal of Luminescence''. 2017. Vol. 186. hlm. 205–211. doi:10.1016/j.jlumin.2017.02.004.</ref> sedangkan luminesensi europium divalen sangat bergantung pada komposisi struktur inangnya. Luminesensi mulai dari sinar ultraungu hingga merah tua dapat dihasilkan.<ref>G. Blasse. ''Luminescent Materials''. 1994. doi:10.1007/978-3-642-79017-1. ISBN 978-3-540-58019-5.</ref><ref>Thomas Jansen. ''On the Photoluminescence Linearity of Eu2+ Based LED Phosphors upon High Excitation Density''. ''ECS Journal of Solid State Science and Technology''. 1 Januari 2016. Vol. 5 (6). hlm. R91–R97. doi:10.1149/2.0101606jss.</ref> Dua jenis fosfor berbasis europium, yaitu merah dan biru, jika dikombinasikan dengan fosfor [[terbium]] terbium berwarna kuning/hijau, dapat menghasilkan cahaya "putih". Suhu warna cahaya tersebut dapat diubah dengan mengatur perbandingan atau komposisi tertentu dari masing-masing fosfor. Sistem fosfor ini umumnya ditemukan pada lampu fluoresen berbentuk spiral. Penggabungan ketiga jenis fosfor tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat sistem trikromatik pada layar televisi dan komputer.<ref>Paul Caro. [https://books.google.com/books?id=P4UCrfp_s0EC&pg=PA323 Rare earths]. Editorial Complutense. 1 Juni 1998. hlm. 323–325. ISBN 978-84-89784-33-8.</ref> Sebagai bahan tambahan, europium sangat efektif dalam meningkatkan intensitas fosfor merah.<ref>Stwertka, Albert. ''A Guide to the Elements'', Oxford University Press, 1996, hlm. 156.</ref> Europium juga digunakan dalam pembuatan kaca fluoresen untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan lampu fluoresen.<ref>Stwertka, Albert. ''A Guide to the Elements'', Oxford University Press, 1996, hlm. 156.</ref> Salah satu fosfor dengan efek pijar setelah cahaya (afterglow) yang umum digunakan, selain [[seng sulfida]] yang didoping [[tembaga]], adalah [[stronsium aluminat]] yang didoping europium.<ref>Arunachalam Lakshmanan. [https://books.google.com/books?id=lKCWAaCiaZgC&pg=PA269 Luminescence and Display Phosphors: Phenomena and Applications]. Nova Publishers. 2008. ISBN 978-1-60456-018-3.</ref> Fluoresensi europium digunakan untuk mempelajari interaksi biomolekuler dalam proses penemuan obat. Europium juga digunakan dalam fosfor antipemalsuan pada uang kertas [[euro]].<ref>[http://www.smarterscience.com/eurosandeuropium.html Europium and the Euro].</ref><ref>Cotton, Simon. [https://books.google.com/books?id=lvQpiVHrb78C&pg=PA77 Lanthanide and actinide chemistry]. Wiley. 2006. hlm. 77. ISBN 978-0-470-01006-8.</ref>
 


Salah satu aplikasi yang hampir tidak lagi digunakan sejak diperkenalkannya magnet superkonduktor yang terjangkau adalah penggunaan kompleks europium, seperti [[EuFOD|Eu(fod)<sub>3</sub>]], sebagai pereaksi penggeser dalam spektroskopi [[Resonansi magnet inti|NMR]]. Pereaksi penggeser [[Kiralitas (kimia)|kiral]], seperti Eu(hfc)<sub>3</sub>, masih digunakan untuk menentukan kemurnian [[enantiomer]]ik.
Salah satu aplikasi yang hampir tidak lagi digunakan sejak diperkenalkannya magnet superkonduktor yang terjangkau adalah penggunaan kompleks europium, seperti [[EuFOD|Eu(fod)<sub>3</sub>]], sebagai pereaksi penggeser dalam spektroskopi [[Resonansi magnet inti|NMR]]. Pereaksi penggeser [[Kiralitas (kimia)|kiral]], seperti Eu(hfc)<sub>3</sub>, masih digunakan untuk menentukan kemurnian [[enantiomer]]ik.<ref>Wenzel, Thomas J. [https://archive.org/details/discriminationof0000wenz Discrimination of chiral compounds using NMR spectroscopy]. John Wiley & Sons. 2007. hlm. [https://archive.org/details/discriminationof0000wenz/page/339 339]. ISBN 978-0-471-76352-9.</ref>


Senyawa europium digunakan untuk menandai [[antibodi]] agar [[antigen]] dapat dideteksi dengan lebih sensitif dalam cairan tubuh, yaitu dalam suatu metode [[imunoasai]]. Ketika antibodi yang diberi label europium ini berikatan dengan antigen tertentu, kompleks yang terbentuk dapat dideteksi melalui fluoresensi yang dirangsang oleh laser.
Senyawa europium digunakan untuk menandai [[antibodi]] agar [[antigen]] dapat dideteksi dengan lebih sensitif dalam cairan tubuh, yaitu dalam suatu metode [[imunoasai]]. Ketika antibodi yang diberi label europium ini berikatan dengan antigen tertentu, kompleks yang terbentuk dapat dideteksi melalui fluoresensi yang dirangsang oleh laser.<ref>A. K. Hagan. ''Lanthanide-based time-resolved luminescence immunoassays''. ''Analytical and Bioanalytical Chemistry''. July 2011. Vol. 400 (9). hlm. 2847–2864. doi:10.1007/s00216-011-5047-7.</ref>
==Pencegahan==
==Pencegahan==
 
Tidak ada indikasi yang jelas bahwa europium memiliki sifat beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya. Europium klorida, europium nitrat, dan europium oksida telah diuji [[toksisitas]]nya. Europium klorida menunjukkan [[Median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] akut secara intraperitoneal sebesar 550&nbsp;mg/kg, sedangkan LD<sub>50</sub> akut secara oral adalah 5.000&nbsp;mg/kg. Europium nitrat menunjukkan LD<sub>50</sub> intraperitoneal yang sedikit lebih rendah, yaitu 320&nbsp;mg/kg, sementara toksisitas secara oral berada di atas 5.000&nbsp;mg/kg.<ref>Thomas J. Haley. ''Pharmacology and toxicology of europium chloride''. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. 1965. Vol. 54 (4). hlm. 643–5. doi:10.1002/jps.2600540435.</ref><ref>D. Bruce. ''The acute mammalian toxicity of rare earth nitrates and oxides''. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 1963. Vol. 5 (6). hlm. 750–9. doi:10.1016/0041-008X(63)90067-X.</ref> Serbuk logam europium dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.<ref>Lenntech BV. [https://www.lenntech.com/periodic/elements/eu.htm Europium (Eu) – Chemical properties, Health and Environmental effects]. ''Lenntech Periodic Table''. Lenntech BV.</ref>
Tidak ada indikasi yang jelas bahwa europium memiliki sifat beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya. Europium klorida, europium nitrat, dan europium oksida telah diuji [[toksisitas]]nya. Europium klorida menunjukkan [[Median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] akut secara intraperitoneal sebesar 550&nbsp;mg/kg, sedangkan LD<sub>50</sub> akut secara oral adalah 5.000&nbsp;mg/kg. Europium nitrat menunjukkan LD<sub>50</sub> intraperitoneal yang sedikit lebih rendah, yaitu 320&nbsp;mg/kg, sementara toksisitas secara oral berada di atas 5.000&nbsp;mg/kg. Serbuk logam europium dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.
 
==Referensi==


==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://education.jlab.org/itselemental/ele063.html It's Elemental – Europium]
*  [http://education.jlab.org/itselemental/ele063.html It's Elemental – Europium]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Europium&oldid=29619942 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29619942 (2026-08-23T08:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Europium&oldid=29619942 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29619942 (2026-08-23T08:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.00

Europium

Europium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Eu dan nomor atom 63. Europium merupakan logam berwarna putih keperakan dari deret lantanida yang mudah bereaksi dengan udara sehingga membentuk lapisan oksida berwarna gelap. Europium adalah unsur yang paling reaktif secara kimia, paling ringan, dan paling lunak di antara unsur-unsur lantanida. Logam ini cukup lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Europium ditemukan pada tahun 1896 dan untuk sementara diberi nama Σ; pada tahun 1901, unsur ini dinamai berdasarkan Eropa.[1] Europium biasanya memiliki bilangan oksidasi +3, seperti anggota deret lantanida lainnya, tetapi senyawa dengan bilangan oksidasi +2 juga umum ditemukan. Semua senyawa europium dengan bilangan oksidasi +2 bersifat sedikit reduktif karena cenderung teroksidasi menjadi keadaan +3 yang lebih stabil. Europium tidak memiliki peran biologis yang signifikan, tetapi relatif tidak beracun dibandingkan logam berat lainnya. Sebagian besar penggunaan europium memanfaatkan sifat fosforesensi dari senyawa-senyawanya. Europium merupakan salah satu unsur tanah jarang yang paling langka di Bumi.[2]

Etimologi

Penemunya, Eugène-Anatole Demarçay, menamai unsur ini berdasarkan nama benua Eropa.[3]

Sifat fisik

Europium adalah logam yang ulet, dengan tingkat kekerasan yang mirip dengan timbal. Europium mengkristal dalam struktur kisi kubus berpusat-badan.[4] Di antara unsur-unsur lantanida, europium bersama iterbium, memiliki volume terbesar per mol logam. Pengukuran magnetik menunjukkan bahwa hal ini merupakan akibat dari kedua logam tersebut yang secara efektif bersifat divalen, sedangkan unsur-unsur lantanida lainnya merupakan logam trivalen.[5]

Sifat kimia

Kimia europium secara umum merupakan kimia khas unsur lantanida, tetapi europium adalah lantanida yang paling reaktif.[6] Europium dengan cepat mengalami oksidasi di udara, bahkan oksidasi pada seluruh bagian sampel berukuran sekitar satu sentimeter dapat terjadi dalam beberapa hari.[7] Reaktivitasnya terhadap air sebanding dengan kalsium, dengan reaksi:

Karena reaktivitasnya yang tinggi, sampel europium padat jarang memiliki tampilan mengilap seperti logam europium yang baru, bahkan ketika dilapisi dengan lapisan pelindung berupa minyak mineral. Europium dapat terbakar di udara pada suhu 150–180 °C dan membentuk europium(III) oksida:[8]

Europium mudah larut dalam asam sulfat encer dan menghasilkan larutan berwarna merah muda pucat[9] yang mengandung ion :

Eu(II) vs. Eu(III)

Meskipun biasanya berada dalam bilangan oksidasi +3, europium dengan mudah membentuk senyawa dalam bilangan oksidasi +2. Sifat ini tidak umum pada sebagian besar lantanida, yang hampir selalu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3. Bilangan oksidasi +2 pada europium memiliki konfigurasi elektron 4f7, karena kulit-f yang terisi setengah memberikan kestabilan yang lebih besar. Dalam hal ukuran dan bilangan koordinasi, europium(II) memiliki kemiripan dengan barium(II). Sulfat dari barium and europium(II) juga sama-sama sangat sukar larut dalam air.[10] Europium divalen merupakan agen pereduksi lemah dan dapat teroksidasi oleh udara menjadi senyawa Eu(III). Dalam kondisi anaerob, terutama pada lingkungan geotermal, bentuk divalen ini cukup stabil sehingga cenderung masuk ke dalam mineral kalsium dan unsur-unsur alkali tanah lainnya. Proses pertukaran ion ini menjadi dasar terjadinya "anomali europium negatif", yaitu rendahnya kandungan europium dalam banyak mineral lantanida seperti monasit dibandingkan dengan kelimpahan yang diperkirakan berdasarkan komposisi kondrit. Bastnäsit cenderung menunjukkan anomali europium negatif yang lebih kecil dibandingkan monasit dan karena itu saat ini menjadi sumber utama europium. Pengembangan metode yang mudah untuk memisahkan europium divalen dari lantanida lainnya yang bersifat trivalen membuat europium dapat diperoleh meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah, sebagaimana biasanya ditemukan di alam.[11]

Senyawa

Senyawa europium cenderung berada dalam bilangan oksidasi trivalen (+3) pada sebagian besar kondisi. Umumnya, senyawa-senyawa ini memiliki Eu(III) yang berikatan dengan 6–9 ligan donor oksigen. Sulfat, nitrat, dan klorida Eu(III) larut dalam air atau pelarut organik polar. Kompleks europium yang bersifat lipofilik sering memiliki ligan yang mirip dengan asetilasetonat, seperti EuFOD.

Halida

Logam europium bereaksi dengan semua unsur halogen:

2 Eu + 3 X2 → 2 EuX3 (X = F, Cl, Br, I)

Reaksi ini menghasilkan europium(III) fluorida (EuF3) berwarna putih, europium(III) klorida (EuCl3) berwarna kuning, europium(III) bromida (EuBr3) berwarna abu-abu,[12] dan europium(III) iodida (EuI3) yang tidak berwarna. Europium juga membentuk dihalida yang sesuai, yaitu europium(II) fluorida (EuF2) berwarna kuning kehijauan, europium(II) klorida (EuCl2) yang tidak berwarna (tetapi menunjukkan fluoresensi biru terang di bawah sinar UV),[13] europium(II) bromida (EuBr2) yang tidak berwarna, dan europium(II) iodida (EuI2) berwarna hijau.[14]

Kalkogenida dan pniktida

Europium membentuk senyawa stabil dengan semua unsur kalkogen, tetapi kalkogen yang lebih berat (S, Se, dan Te) cenderung menstabilkan bilangan oksidasi yang lebih rendah. Tiga jenis oksida europium yang diketahui adalah europium(II) oksida (EuO), europium(III) oksida (Eu2O3), dan oksida valensi campuran Eu3O4, yang mengandung Eu(II) dan Eu(III). Selain itu, kalkogenida utama europium adalah europium(II) sulfida (EuS), europium(II) selenida (EuSe), dan europium(II) telurida (EuTe): ketiganya merupakan padatan berwarna hitam. Europium(II) sulfida dibuat dengan mereaksikan oksida europium dengan belerang pada suhu yang cukup tinggi untuk menguraikan Eu2O3:[15]

Eu2O3 + 3 H2S → 2 EuS + 3 H2O + S

Nitrida utama europium adalah europium(III) nitrida (EuN).

Isotop

Europium yang terdapat secara alami terdiri dari dua isotop, yaitu 151Eu dan 153Eu, yang terdapat dalam jumlah yang hampir sama. Isotop 153Eu sedikit lebih melimpah, dengan kelimpahan alami sekitar 52,2%. Meskipun 153Eu stabil, 151Eu ternyata tidak sepenuhnya stabil terhadap peluruhan alfa, dengan waktu paruh sekitar tahun.[16] Hal ini menyebabkan sekitar satu peluruhan alfa setiap dua menit pada setiap kilogram europium alami. Selain radioisotop alami 151Eu, telah diketahui 39 radioisotop europium buatan, mulai dari 130Eu hingga 170Eu.[17] Isotop-isotop yang paling stabil di antaranya adalah 150Eu dengan waktu paruh 36,9 tahun, 152Eu dengan waktu paruh 13,516 tahun, 154Eu dengan waktu paruh 8,592 tahun, dan 155Eu dengan waktu paruh 4,742 tahun. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 100 hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 3 menit.

Unsur ini juga memiliki 27 keadaan metastabil. Yang paling stabil di antaranya adalah 150mEu dengan waktu paruh 12,8 jam, 152m1Eu dengan waktu paruh 9,3116 jam, dan 152m5Eu dengan waktu paruh 96 menit. Mode peluruhan utama untuk isotop yang lebih ringan daripada 153Eu adalah penangkapan elektron yang menghasilkan isotop-isotop samarium. Sementara itu, isotop yang lebih berat daripada 153Eu terutama mengalami peluruhan beta minus yang menghasilkan isotop-isotop gadolinium.

Europium sebagai produk fisi nuklir

Europium dapat dihasilkan melalui fisi nuklir. Isotop 155Eu (waktu paruh 4,742 tahun) memiliki hasil fisi sebesar 0,033% dari 235U yang mengalami fisi akibat neutron termal.[18] Hasil fisi isotop-isotop europium relatif rendah karena isotop tersebut berada di dekat batas atas rentang massa produk fisi.

Seperti halnya lantanida lainnya, banyak isotop europium memiliki penampang lintang penangkapan neutron yang tinggi, bahkan sering kali cukup tinggi sehingga dapat bertindak sebagai racun neutron.

Penampang lintang penangkapan neutron termal
Isotop 151Eu 152Eu 153Eu 154Eu 155Eu
Hasil
~10 rendah 1580 >2,5 330
Barn 5.900 12.800 312 1.340 3.950

151Eu merupakan produk peluruhan beta dari 151Sm. Isotop 151Sm tidak termasuk dalam hasil fisi yang disebutkan di atas. Namun, karena 151Sm memiliki waktu paruh yang panjang dan waktu rata-rata yang singkat sebelum menangkap neutron, sebagian besar 151Sm akhirnya berubah menjadi 152Sm melalui penangkapan neutron.

152Eu (waktu paruh 13,517 tahun) dan 154Eu (waktu paruh 8,592 tahun) tidak dapat terbentuk melalui peluruhan beta karena 152Sm dan 154Sm merupakan isotop yang tidak radioaktif. Namun, 154Eu merupakan satu-satunya nuklida "berperisai" berumur panjang, selain 134Cs, yang memiliki hasil fisi lebih dari 2,5 ppm fisi.[19] Jumlah 154Eu yang lebih besar dihasilkan melalui aktivasi neutron terhadap sebagian besar 153Eu yang bersifat nonradioaktif. Akan tetapi, berdasarkan nilai penampang lintangnya, sebagian besar 154Eu ini kemudian mengalami penangkapan neutron lebih lanjut dan diubah menjadi 155Eu dan 156Eu, yang pada akhirnya mengalami transformasi menjadi gadolinium.

Keterjadian

Europium tidak ditemukan di alam sebagai unsur bebas. Banyak mineral mengandung europium, dengan sumber terpenting antara lain bastnäsit, monasit, xenotim, dan loparit-(Ce).[20]

Berkurang atau bertambahnya kandungan europium dalam mineral dibandingkan dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya dikenal sebagai anomali europium.[21] Europium sering digunakan dalam penelitian unsur renik pada bidang geokimia dan petrologi untuk memahami proses pembentukan batuan beku, yaitu batuan yang terbentuk dari pendinginan magma atau lava. Karakter anomali europium yang ditemukan dapat membantu merekonstruksi hubungan antara berbagai batuan dalam suatu kelompok batuan beku. Kelimpahan median europium di kerak Bumi adalah sekitar 2 ppm. Nilai kelimpahan unsur-unsur yang lebih jarang dapat bervariasi menurut lokasi hingga beberapa orde besaran.[22]

Europium divalen (Eu2+) dalam jumlah kecil berperan sebagai aktivator fluoresensi biru terang pada beberapa sampel mineral fluorit (CaF2). Reduksi dari Eu3+ menjadi Eu2+ dipicu oleh iradiasi dengan partikel berenergi tinggi.[23] Contoh yang paling terkenal berasal dari daerah sekitar Weardale dan wilayah di sekitarnya di Inggris bagian utara. Fluorit yang ditemukan di daerah tersebut menjadi dasar penamaan fenomena fluoresensi pada tahun 1852, meskipun baru jauh kemudian diketahui bahwa europium merupakan penyebabnya.[24][25][26][27]

Dalam astrofisika, keberadaan europium dalam spektrum bintang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan bintang serta membantu menjelaskan bagaimana dan di mana sebuah bintang terbentuk. Sebagai contoh, para astronom menggunakan perbandingan kadar europium terhadap besi pada bintang LAMOST J112456.61+453531.3 untuk mengusulkan bahwa proses akresi yang membentuk bintang tersebut terjadi pada tahap yang relatif akhir.[28]

Produksi

Europium berasosiasi dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya, sehingga penambangannya dilakukan bersama dengan unsur-unsur tersebut. Pemisahan unsur-unsur tanah jarang dilakukan pada tahap pengolahan berikutnya. Unsur-unsur tanah jarang ditemukan dalam jumlah yang dapat ditambang pada mineral bastnäsit, loparit-(Ce), xenotim, dan monasit. in mineable quantities. Bastnäsit merupakan kelompok mineral fluorokarbonat dengan rumus Ln(CO3)(F,OH). Monasit merupakan kelompok mineral ortofosfat dengan rumus (Ln menunjukkan campuran semua unsur lantanida kecuali prometium). Loparit-(Ce) merupakan oksida, sedangkan xenotim merupakan ortofosfat (Y,Yb,Er,...)PO4. Monasit juga mengandung torium dan itrium, sehingga penanganannya menjadi lebih rumit karena torium dan produk peluruhannya bersifat radioaktif. Untuk mengekstraksi unsur dari bijih dan memisahkan masing-masing lantanida, telah dikembangkan berbagai metode. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi dan komposisi bijih, serta distribusi masing-masing lantanida dalam konsentrat yang dihasilkan. Pemanggangan bijih, kemudian dilanjutkan dengan pelindian menggunakan asam dan basa, digunakan terutama untuk menghasilkan konsentrat lantanida. Jika serium merupakan lantanida yang dominan, serium(III) diubah menjadi serium(IV) dan kemudian diendapkan. Pemisahan lebih lanjut melalui ekstraksi pelarut atau kromatografi pertukaran ion menghasilkan fraksi yang diperkaya europium. Fraksi ini kemudian direduksi menggunakan seng, seng/amalgam, elektrolisis, atau metode lainnya untuk mengubah europium(III) menjadi europium(II). Europium(II) bereaksi dengan cara yang mirip dengan logam alkali tanah, sehingga dapat diendapkan sebagai karbonat atau diendapkan bersama barium sulfat.[29] Logam europium dapat diperoleh melalui elektrolisis campuran EuCl3 dan NaCl (atau CaCl2) cair dalam sel grafit. Grafit digunakan sebagai katoda sekaligus anoda sesuai konfigurasi elektrolisis yang digunakan. Produk lainnya adalah gas klorin.[30][31][32][33][34]

Beberapa deposit besar menghasilkan atau pernah menghasilkan bagian yang signifikan dari produksi dunia. Deposit bijih besi Bayan Obo di Mongolia Dalam mengandung sejumlah besar bastnäsit dan monasit. Dengan perkiraan 36 juta ton oksida unsur tanah jarang, Bayan Obo merupakan deposit terbesar yang diketahui.[35][36][37] Aktivitas pertambangan di Bayan Obo menjadikan Tiongkok sebagai pemasok unsur tanah jarang terbesar pada tahun 1990-an. Namun, hanya sekitar 0,2% kandungan unsur tanah jarang di deposit tersebut yang berupa europium. Sumber unsur tanah jarang terbesar kedua antara 1965 hingga penutupannya pada akhir 1990-an adalah tambang tanah jarang Mountain Pass di California. Bastnäsit yang ditambang di sana sangat kaya akan unsur tanah jarang ringan (La-Gd, Sc, and Y) dan hanya mengandung sekitar 0,1% europium. Sumber besar lainnya adalah loparit yang ditemukan di Semenanjung Kola. Mineral ini mengandung hingga 30% unsur tanah jarang, selain niobium, tantalum, dan titanium, dan merupakan sumber terbesar unsur-unsur tersebut di Rusia.[38][39]

Sejarah

Meskipun europium terdapat dalam sebagian besar mineral yang juga mengandung unsur-unsur tanah jarang lainnya, kesulitan dalam memisahkan unsur-unsur tersebut menyebabkan europium baru berhasil diisolasi pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1885, William Crookes pertama kali mengamati beberapa garis spektrum yang tidak biasa dalam spektrum optik bijih samarium–itrium.[40] Pada tahun 1892, Paul-Émile L. de Boisbaudran memperoleh fraksi basa dari konsentrat samarium–gadolinium yang menunjukkan garis-garis spektrum yang tidak dapat dijelaskan oleh keberadaan samarium maupun gadolinium. Kimiawan Prancis Eugène-Anatole Demarçay kemudian melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap garis-garis spektrum tersebut. Pada tahun 1896, dia menduga bahwa sampel unsur yang baru ditemukan, yaitu samarium, telah terkontaminasi oleh unsur yang belum diketahui. Demarçay berhasil mengisolasi unsur tersebut pada tahun 1901, kemudian menamakannya europium, yang namanya diambil dari Eropa.[41][42][43] Pada tahun 1905, Crookes mengonfirmasi penemuan tersebut dan mengamati spektrum fosforesen dari unsur-unsur tanah jarang, termasuk spektrum yang kemudian diketahui berasal dari europium.[44][45]

Aplikasi

Dibandingkan dengan sebagian besar unsur lainnya, aplikasi komersial europium relatif sedikit dan cukup khusus. Hampir selalu, sifat fosforesensinya dimanfaatkan, baik dalam bilangan oksidasi +2 maupun +3.

Europium digunakan sebagai dopan pada beberapa jenis kaca dalam laser dan perangkat optoelektronik lainnya. Europium oksida (Eu2O3) banyak digunakan sebagai fosfor merah pada televisi dan lampu fluoresen, serta sebagai pengaktif untuk fosfor berbasis itrium.[46][47] Layar televisi berwarna mengandung sekitar 0,5–1 g of europium oksida.[48] Europium trivalen menghasilkan fosfor merah,[49] sedangkan luminesensi europium divalen sangat bergantung pada komposisi struktur inangnya. Luminesensi mulai dari sinar ultraungu hingga merah tua dapat dihasilkan.[50][51] Dua jenis fosfor berbasis europium, yaitu merah dan biru, jika dikombinasikan dengan fosfor terbium terbium berwarna kuning/hijau, dapat menghasilkan cahaya "putih". Suhu warna cahaya tersebut dapat diubah dengan mengatur perbandingan atau komposisi tertentu dari masing-masing fosfor. Sistem fosfor ini umumnya ditemukan pada lampu fluoresen berbentuk spiral. Penggabungan ketiga jenis fosfor tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat sistem trikromatik pada layar televisi dan komputer.[52] Sebagai bahan tambahan, europium sangat efektif dalam meningkatkan intensitas fosfor merah.[53] Europium juga digunakan dalam pembuatan kaca fluoresen untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan lampu fluoresen.[54] Salah satu fosfor dengan efek pijar setelah cahaya (afterglow) yang umum digunakan, selain seng sulfida yang didoping tembaga, adalah stronsium aluminat yang didoping europium.[55] Fluoresensi europium digunakan untuk mempelajari interaksi biomolekuler dalam proses penemuan obat. Europium juga digunakan dalam fosfor antipemalsuan pada uang kertas euro.[56][57]

Salah satu aplikasi yang hampir tidak lagi digunakan sejak diperkenalkannya magnet superkonduktor yang terjangkau adalah penggunaan kompleks europium, seperti Eu(fod)3, sebagai pereaksi penggeser dalam spektroskopi NMR. Pereaksi penggeser kiral, seperti Eu(hfc)3, masih digunakan untuk menentukan kemurnian enantiomerik.[58]

Senyawa europium digunakan untuk menandai antibodi agar antigen dapat dideteksi dengan lebih sensitif dalam cairan tubuh, yaitu dalam suatu metode imunoasai. Ketika antibodi yang diberi label europium ini berikatan dengan antigen tertentu, kompleks yang terbentuk dapat dideteksi melalui fluoresensi yang dirangsang oleh laser.[59]

Pencegahan

Tidak ada indikasi yang jelas bahwa europium memiliki sifat beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya. Europium klorida, europium nitrat, dan europium oksida telah diuji toksisitasnya. Europium klorida menunjukkan LD50 akut secara intraperitoneal sebesar 550 mg/kg, sedangkan LD50 akut secara oral adalah 5.000 mg/kg. Europium nitrat menunjukkan LD50 intraperitoneal yang sedikit lebih rendah, yaitu 320 mg/kg, sementara toksisitas secara oral berada di atas 5.000 mg/kg.[60][61] Serbuk logam europium dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.[62]

Pranala luar

Referensi

  1. Periodic Table: Europium. Royal Society of Chemistry.
  2. Stwertka, Albert. A Guide to the Elements, Oxford University Press, 1996, hlm. 156.
  3. Periodic Table: Europium. Royal Society of Chemistry.
  4. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .
  5. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .
  6. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .
  7. Hamric, David. Rare-Earth Metal Long Term Air Exposure Test. elementsales.com. November 2007.
  8. Akhilesh Ugale. Lanthanide-Based Multifunctional Materials. 2018. hlm. 59–97. doi:10.1016/B978-0-12-813840-3.00002-8. ISBN 978-0-12-813840-3.
  9. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  10. Robert A. Cooley. Inorganic Syntheses. 2006. Vol. 2. hlm. 69–73. doi:10.1002/9780470132333.ch19. ISBN 978-0-470-13233-3.
  11. .
  12. Sidney L. Phillips. Handbook of inorganic compounds. CRC Press. 1995. hlm. 159. ISBN 978-0-8493-8671-8.
  13. J.K. Howell. Synthesis of divalent europium and ytterbium halides in liquid ammonia. Journal of the Less Common Metals. Agustus 1969. Vol. 18 (4). hlm. 437–439. doi:10.1016/0022-5088(69)90017-4.
  14. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. .
  15. R. D. Archer. Inorganic Syntheses. 1967. Vol. 10. hlm. 77–79. doi:10.1002/9780470132418.ch15. ISBN 978-0-470-13241-8.
  16. N. Casali. Discovery of the 151 Eu α decay. Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics. 2014. Vol. 41. doi:10.1088/0954-3899/41/7/075101.
  17. G. G. Kiss. Measuring the β-decay properties of neutron-rich exotic Pm, Sm, Eu, and Gd isotopes to constrain the nucleosynthesis yields in the rare-earth region. The Astrophysical Journal. 2022. Vol. 936 (107). hlm. 107. doi:10.3847/1538-4357/ac80fc.
  18. A. Aarkrog. Europium-155 in Debris from Nuclear Weapons. Science. 28 Juli 1967. Vol. 157 (3787). hlm. 425–427. doi:10.1126/science.157.3787.425.
  19. Tables of Nuclear Data, Badan Tenaga Atom Jepang.
  20. Jean-Claude G. Bünzli. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.
  21. Shyama P. Sinha. Systematics and the properties of the lanthanides. Springer. 1983. hlm. 550–553. ISBN 978-90-277-1613-2.
  22. ABUNDANCE OF ELEMENTS IN THE EARTH'S CRUST AND IN THE SEA, CRC Handbook of Chemistry and Physics. Edisi 97 (2016–2017), hlm. 14-17.
  23. H. Bill. Color centers, associated rare-earth ions and the origin of coloration in natural fluorites. Physics and Chemistry of Minerals. 1978. Vol. 3 (2). hlm. 117–131. doi:10.1007/BF00308116.
  24. Allen, Robert D. Variations in chemical and physical properties of fluorite. Am. Mineral. 1952. Vol. 37. hlm. 910–30.
  25. Bernard Valeur. A Brief History of Fluorescence and Phosphorescence before the Emergence of Quantum Theory. Journal of Chemical Education. Juni 2011. Vol. 88 (6). hlm. 731–738. doi:10.1021/ed100182h.
  26. A.N Mariano. Europium-activated cathodoluminescence in minerals. Geochimica et Cosmochimica Acta. Mei 1975. Vol. 39 (5). hlm. 649–660. doi:10.1016/0016-7037(75)90008-3.
  27. K. Przibram. Fluorescence of Fluorite and the Bivalent Europium Ion. Nature. Januari 1935. Vol. 135 (3403). hlm. 100. doi:10.1038/135100a0.
  28. Qian-Fan Xing. Evidence for the accretion origin of halo stars with an extreme r-process enhancement. Nature. 29 April 2019. Vol. 3 (7). hlm. 631–635. doi:10.1038/s41550-019-0764-5.
  29. C. K. Gupta. Extractive metallurgy of rare earths. International Materials Reviews. 1992. Vol. 37 (1). hlm. 197–248. doi:10.1179/imr.1992.37.1.197.
  30. Jean-Claude G. Bünzli. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.
  31. C. K. Gupta. Extractive metallurgy of rare earths. International Materials Reviews. 1992. Vol. 37 (1). hlm. 197–248. doi:10.1179/imr.1992.37.1.197.
  32. C. Morais. Recovery of europium by chemical reduction of a commercial solution of europium and gadolinium chlorides. Hydrometallurgy. 2001. Vol. 60 (3). hlm. 247–253. doi:10.1016/S0304-386X(01)00156-6.
  33. Herbert N. McCoy. Contribution to the chemistry of europium. Journal of the American Chemical Society. 1936. Vol. 58 (9). hlm. 1577–1580. doi:10.1021/ja01300a020.
  34. Oleg D. Neikov. Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applications. Elsevier. 15 Januari 2009. hlm. 505. ISBN 978-1-85617-422-0.
  35. Lawrence J. Drew. The Bayan Obo iron-rare-earth-niobium deposits, Inner Mongolia, China. Lithos. 1990. Vol. 26 (1–2). hlm. 43–65. doi:10.1016/0024-4937(90)90040-8.
  36. Xue-Ming Yang. Chemical compositions of carbonate minerals from Bayan Obo, Inner Mongolia, China: implications for petrogenesis. Lithos. 2004. Vol. 72 (1–2). hlm. 97–116. doi:10.1016/j.lithos.2003.09.002.
  37. Chengyu Wu. Bayan Obo Controversy: Carbonatites versus Iron Oxide-Cu-Au-(REE-U). Resource Geology. 2007. Vol. 58 (4). hlm. 348–354. doi:10.1111/j.1751-3928.2008.00069.x.
  38. Jean-Claude G. Bünzli. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2013. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.
  39. J. Hedrick. Loparite, a rare-earth ore (Ce, Na, Sr, Ca)(Ti, Nb, Ta, Fe+3)O3. Journal of Alloys and Compounds. 1997. Vol. 250 (1–2). hlm. 467–470. doi:10.1016/S0925-8388(96)02824-1.
  40. Hermann Sicius. Handbook of the Chemical Elements. Springer Berlin Heidelberg. 2024. doi:10.1007/978-3-662-68921-9. ISBN 978-3-662-68920-2.
  41. Eugène-Anatole Demarçay. Sur un nouvel élément l'europium. Comptes rendus. 1901. Vol. 132. hlm. 1484–1486.
  42. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XVI. The rare earth elements. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (10). hlm. 1751. doi:10.1021/ed009p1751.
  43. James L. Marshall. Rediscovery of the Elements: Europium-Eugene Demarçay. The Hexagon. 2003. hlm. 19–21.
  44. W. Crookes. On the Phosphorescent Spectra of S δ and Europium. Proceedings of the Royal Society of London. 1905. Vol. 76 (511). hlm. 411–414. doi:10.1098/rspa.1905.0043.
  45. Hermann Sicius. Handbook of the Chemical Elements. Springer Berlin Heidelberg. 2024. doi:10.1007/978-3-662-68921-9. ISBN 978-3-662-68920-2.
  46. Paul Caro. Rare earths. Editorial Complutense. 1 Juni 1998. hlm. 323–325. ISBN 978-84-89784-33-8.
  47. Bamfield, Peter. Chromic phenomena: technological applications of colour chemistry. Royal Society of Chemistry. 2001. hlm. 159–171. ISBN 978-0-85404-474-0.
  48. C. K. Gupta. Extractive metallurgy of rare earths. CRC Press. 2005. ISBN 978-0-415-33340-5.
  49. T. Jansen. Site selective, time and temperature dependent spectroscopy of Eu 3+ doped apatites (Mg,Ca,Sr) 2 Y 8 Si 6 O 26. Journal of Luminescence. 2017. Vol. 186. hlm. 205–211. doi:10.1016/j.jlumin.2017.02.004.
  50. G. Blasse. Luminescent Materials. 1994. doi:10.1007/978-3-642-79017-1. ISBN 978-3-540-58019-5.
  51. Thomas Jansen. On the Photoluminescence Linearity of Eu2+ Based LED Phosphors upon High Excitation Density. ECS Journal of Solid State Science and Technology. 1 Januari 2016. Vol. 5 (6). hlm. R91–R97. doi:10.1149/2.0101606jss.
  52. Paul Caro. Rare earths. Editorial Complutense. 1 Juni 1998. hlm. 323–325. ISBN 978-84-89784-33-8.
  53. Stwertka, Albert. A Guide to the Elements, Oxford University Press, 1996, hlm. 156.
  54. Stwertka, Albert. A Guide to the Elements, Oxford University Press, 1996, hlm. 156.
  55. Arunachalam Lakshmanan. Luminescence and Display Phosphors: Phenomena and Applications. Nova Publishers. 2008. ISBN 978-1-60456-018-3.
  56. Europium and the Euro.
  57. Cotton, Simon. Lanthanide and actinide chemistry. Wiley. 2006. hlm. 77. ISBN 978-0-470-01006-8.
  58. Wenzel, Thomas J. Discrimination of chiral compounds using NMR spectroscopy. John Wiley & Sons. 2007. hlm. 339. ISBN 978-0-471-76352-9.
  59. A. K. Hagan. Lanthanide-based time-resolved luminescence immunoassays. Analytical and Bioanalytical Chemistry. July 2011. Vol. 400 (9). hlm. 2847–2864. doi:10.1007/s00216-011-5047-7.
  60. Thomas J. Haley. Pharmacology and toxicology of europium chloride. Journal of Pharmaceutical Sciences. 1965. Vol. 54 (4). hlm. 643–5. doi:10.1002/jps.2600540435.
  61. D. Bruce. The acute mammalian toxicity of rare earth nitrates and oxides. Toxicology and Applied Pharmacology. 1963. Vol. 5 (6). hlm. 750–9. doi:10.1016/0041-008X(63)90067-X.
  62. Lenntech BV. Europium (Eu) – Chemical properties, Health and Environmental effects. Lenntech Periodic Table. Lenntech BV.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29619942 (2026-08-23T08:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.