Lompat ke isi

Fermium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29221482; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fermium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Unsur kimia sintetis|sintetis]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Fm''' dan [[nomor atom]] 100. Ia adalah salah satu anggota [[aktinida|deret aktinida]] dan merupakan unsur terberat yang dapat dibentuk oleh pemborbardiran [[neutron]] terhadap unsur-unsur yang lebih ringan, dan karenanya ia merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dalam jumlah makroskopis, meskipun logam fermium murni belum pernah dibuat. Sebanyak 19 isotop fermium telah diketahui, dengan <sup>257</sup>Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 100,5 hari.
[[File:Fermium-Ytterbium_Alloy.jpg|thumb|right|280px|Fermium-Ytterbium Alloy]]
 
'''Fermium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Unsur kimia sintetis|sintetis]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Fm''' dan [[nomor atom]] 100. Ia adalah salah satu anggota [[aktinida|deret aktinida]] dan merupakan unsur terberat yang dapat dibentuk oleh pemborbardiran [[neutron]] terhadap unsur-unsur yang lebih ringan, dan karenanya ia merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dalam jumlah makroskopis, meskipun logam fermium murni belum pernah dibuat.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Sebanyak 19 isotop fermium telah diketahui, dengan <sup>257</sup>Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 100,5 hari.


Unsur ini ditemukan pada puing-puing ledakan [[senjata termonuklir|bom hidrogen]] [[Ivy Mike|pertama]] pada tahun 1952, dan dinamai dari [[Enrico Fermi]], salah satu pelopor [[fisika nuklir]]. Sifat kimianya khas untuk aktinida akhir, dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3 yang lebih besar tetapi juga keadaan oksidasi +2 yang dapat diakses. Karena fermium yang pernah diproduksi berjumlah sedikit dan semua isotopnya memiliki waktu paruh yang relatif pendek, saat ini ia tidak memiliki kegunaan di luar penelitian ilmiah dasar.
Unsur ini ditemukan pada puing-puing ledakan [[senjata termonuklir|bom hidrogen]] [[Ivy Mike|pertama]] pada tahun 1952, dan dinamai dari [[Enrico Fermi]], salah satu pelopor [[fisika nuklir]]. Sifat kimianya khas untuk aktinida akhir, dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +3 yang lebih besar tetapi juga keadaan oksidasi +2 yang dapat diakses. Karena fermium yang pernah diproduksi berjumlah sedikit dan semua isotopnya memiliki waktu paruh yang relatif pendek, saat ini ia tidak memiliki kegunaan di luar penelitian ilmiah dasar.
==Penemuan==
==Penemuan==
Fermium pertama kali ditemukan pada luruhan uji coba nuklir '[[Ivy Mike]]' (1&nbsp;November 1952), uji coba bom hidrogen pertama yang berhasil.<ref>[http://periodic.lanl.gov/elements/99.html Einsteinium].</ref><ref>[http://www.nrc-cnrc.gc.ca/eng/education/elements/el/fm.html Fermium – National Research Council Canada] Diakses tanggal 5 Juni 2023.</ref><ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref> Pemeriksaan awal puing-puing ledakan menunjukkan produksi isotop [[plutonium]] baru, [[plutonium-244|plutonium-244]]: isotop ini hanya dapat terbentuk melalui penyerapan enam [[neutron]] oleh inti [[uranium-238]] yang diikuti oleh dua [[Peluruhan beta|peluruhan&nbsp;β<sup>−</sup>]]. Pada saat itu, penyerapan neutron oleh inti berat dianggap sebagai proses yang langka, tetapi identifikasi  meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak lagi neutron yang dapat diserap oleh inti uranium, yang mengarah pada unsur-unsur baru.<ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref>


 
Unsur&nbsp;99 ([[einsteinium]]) dengan cepat ditemukan pada kertas saring yang telah diterbangkan melalui awan dari ledakan (teknik pengambilan sampel yang sama yang telah digunakan untuk menemukan ).<ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref> Ia kemudian teridentifikasi pada Desember 1952 oleh [[Albert Ghiorso]] dan rekan kerjanya di [[Universitas California, Berkeley|Universitas California di Berkeley]].<ref>[http://periodic.lanl.gov/elements/99.html Einsteinium].</ref><ref>[http://www.nrc-cnrc.gc.ca/eng/education/elements/el/fm.html Fermium – National Research Council Canada] Diakses tanggal 5 Juni 2023.</ref><ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref> Mereka menemukan isotop <sup>253</sup>Es ([[waktu paruh]] 20,5 hari) yang dibuat dengan [[Tangkapan neutron|menangkap]] 15 neutron oleh inti uranium-238 – yang kemudian mengalami tujuh [[peluruhan beta]] berturut-turut:
Fermium pertama kali ditemukan pada luruhan uji coba nuklir '[[Ivy Mike]]' (1&nbsp;November 1952), uji coba bom hidrogen pertama yang berhasil. Pemeriksaan awal puing-puing ledakan menunjukkan produksi isotop [[plutonium]] baru, [[plutonium-244|plutonium-244]]: isotop ini hanya dapat terbentuk melalui penyerapan enam [[neutron]] oleh inti [[uranium-238]] yang diikuti oleh dua [[Peluruhan beta|peluruhan&nbsp;β<sup>−</sup>]]. Pada saat itu, penyerapan neutron oleh inti berat dianggap sebagai proses yang langka, tetapi identifikasi  meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak lagi neutron yang dapat diserap oleh inti uranium, yang mengarah pada unsur-unsur baru.
 
Unsur&nbsp;99 ([[einsteinium]]) dengan cepat ditemukan pada kertas saring yang telah diterbangkan melalui awan dari ledakan (teknik pengambilan sampel yang sama yang telah digunakan untuk menemukan ). Ia kemudian teridentifikasi pada Desember 1952 oleh [[Albert Ghiorso]] dan rekan kerjanya di [[Universitas California, Berkeley|Universitas California di Berkeley]]. Mereka menemukan isotop <sup>253</sup>Es ([[waktu paruh]] 20,5 hari) yang dibuat dengan [[Tangkapan neutron|menangkap]] 15 neutron oleh inti uranium-238 – yang kemudian mengalami tujuh [[peluruhan beta]] berturut-turut:
<blockquote>
<blockquote>


Baris 13: Baris 13:
Namun, beberapa atom <sup>238</sup>U dapat menangkap sejumlah neutron lainnya (kemungkinan besar, 16 atau 17).
Namun, beberapa atom <sup>238</sup>U dapat menangkap sejumlah neutron lainnya (kemungkinan besar, 16 atau 17).


Penemuan fermium (''Z''&nbsp;=&nbsp;100) membutuhkan lebih banyak bahan, karena hasilnya diperkirakan setidaknya lebih rendah dari unsur&nbsp;99, dan karang yang terkontaminasi dari [[atol Enewetak]] (tempat pengujian dilakukan) dikirim ke [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley|Laboratorium Radiasi Universitas California]] di [[Berkeley, California]], untuk diproses dan dianalisis. Sekitar dua bulan setelah pengujian, komponen baru diisolasi dengan memancarkan [[Partikel alfa|partikel α]] berenergi tinggi (7,1&nbsp;MeV) dengan waktu paruh sekitar satu hari. Dengan waktu paruh yang begitu singkat, ia hanya dapat muncul dari peluruhan&nbsp;β<sup>−</sup> isotop einsteinium, sehingga harus menjadi isotop unsur&nbsp;100: ia dengan cepat diidentifikasi sebagai <sup>255</sup>Fm ().
Penemuan fermium (''Z''&nbsp;=&nbsp;100) membutuhkan lebih banyak bahan, karena hasilnya diperkirakan setidaknya lebih rendah dari unsur&nbsp;99, dan karang yang terkontaminasi dari [[atol Enewetak]] (tempat pengujian dilakukan) dikirim ke [[Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley|Laboratorium Radiasi Universitas California]] di [[Berkeley, California]], untuk diproses dan dianalisis. Sekitar dua bulan setelah pengujian, komponen baru diisolasi dengan memancarkan [[Partikel alfa|partikel α]] berenergi tinggi (7,1&nbsp;MeV) dengan waktu paruh sekitar satu hari. Dengan waktu paruh yang begitu singkat, ia hanya dapat muncul dari peluruhan&nbsp;β<sup>−</sup> isotop einsteinium, sehingga harus menjadi isotop unsur&nbsp;100: ia dengan cepat diidentifikasi sebagai <sup>255</sup>Fm ().<ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref>


Penemuan unsur baru, dan data baru tentang penangkapan neutron, awalnya dirahasiakan atas perintah militer&nbsp;A.S. hingga tahun 1955 karena ketegangan [[Perang Dingin]]. Namun demikian, tim Berkeley mampu menyiapkan unsur 99 dan 100 dengan cara sipil, melalui pemborbardiran neutron terhadap [[plutonium-239]], dan menerbitkan karya ini pada tahun 1954 dengan penafian bahwa ini bukanlah studi pertama yang dilakukan pada unsur tersebut. Studi "Ivy Mike" kemudian dideklasifikasi dan diterbitkan pada tahun 1955.
Penemuan unsur baru, dan data baru tentang penangkapan neutron, awalnya dirahasiakan atas perintah militer&nbsp;A.S. hingga tahun 1955 karena ketegangan [[Perang Dingin]].<ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref><ref>A. Ghiorso. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc889467/ New Elements Einsteinium and Fermium, Atomic Numbers 99 and 100]. ''Phys. Rev''. 1955. Vol. 99 (3). hlm. 1048–1049. doi:10.1103/PhysRev.99.1048.</ref><ref>Fields, P. R.; Studier, M. H.; Diamond, H.; Mech, J. F.; Inghram, M. G. Pyle, G. L.; Stevens, C. M.; Fried, S.; Manning, W. M. (Argonne National Laboratory, Lemont, Illinois); Ghiorso, A.; Thompson, S. G.; Higgins, G. H.; Seaborg, G. T. (University of California, Berkeley, California): "Transplutonium Elements in Thermonuclear Test Debris", in: P. Fields. ''Transplutonium Elements in Thermonuclear Test Debris''. ''Physical Review''. 1956. Vol. 102 (1). hlm. 180. doi:10.1103/PhysRev.102.180.</ref> Namun demikian, tim Berkeley mampu menyiapkan unsur 99 dan 100 dengan cara sipil, melalui pemborbardiran neutron terhadap [[plutonium-239]], dan menerbitkan karya ini pada tahun 1954 dengan penafian bahwa ini bukanlah studi pertama yang dilakukan pada unsur tersebut.<ref>S. G. Thompson. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1016991/ Transcurium Isotopes Produced in the Neutron Irradiation of Plutonium]. ''Physical Review''. 1954. Vol. 93 (4). hlm. 908. doi:10.1103/PhysRev.93.908.</ref><ref>G. R. Choppin. ''Nuclear Properties of Some Isotopes of Californium, Elements 99 and 100''. ''Physical Review''. 1954. Vol. 94 (4). hlm. 1080–1081. doi:10.1103/PhysRev.94.1080.</ref> Studi "Ivy Mike" kemudian dideklasifikasi dan diterbitkan pada tahun 1955.<ref>A. Ghiorso. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc889467/ New Elements Einsteinium and Fermium, Atomic Numbers 99 and 100]. ''Phys. Rev''. 1955. Vol. 99 (3). hlm. 1048–1049. doi:10.1103/PhysRev.99.1048.</ref>


Tim Berkeley khawatir bahwa kelompok lain mungkin menemukan isotop yang lebih ringan dari unsur&nbsp;100 melalui teknik pemborbardiran ion sebelum mereka dapat memublikasikan penelitian rahasia mereka, dan ini terbukti benar. Sebuah kelompok di Institut Nobel Fisika di Stockholm secara independen menemukan unsur tersebut, menghasilkan [[isotop]] yang kemudian dikonfirmasi menjadi <sup>250</sup>Fm (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 30&nbsp;menit) dengan membombardir target  dengan ion [[oksigen-16]], dan menerbitkan karya mereka pada Mei 1954. Namun demikian, prioritas tim Berkeley diakui secara umum, dan dengan itu hak prerogatif untuk menamai unsur baru untuk menghormati [[Enrico Fermi]], pengembang reaktor nuklir swadaya buatan pertama. Fermi masih hidup ketika nama itu diusulkan, tetapi telah meninggal pada saat nama itu diresmikan.
Tim Berkeley khawatir bahwa kelompok lain mungkin menemukan isotop yang lebih ringan dari unsur&nbsp;100 melalui teknik pemborbardiran ion sebelum mereka dapat memublikasikan penelitian rahasia mereka,<ref>Albert Ghiorso. [http://pubs.acs.org/cen/80th/einsteiniumfermium.html Einsteinium and Fermium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.</ref> dan ini terbukti benar. Sebuah kelompok di Institut Nobel Fisika di Stockholm secara independen menemukan unsur tersebut, menghasilkan [[isotop]] yang kemudian dikonfirmasi menjadi <sup>250</sup>Fm (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 30&nbsp;menit) dengan membombardir target  dengan ion [[oksigen-16]], dan menerbitkan karya mereka pada Mei 1954.<ref>Hugo Atterling. ''Element 100 Produced by Means of Cyclotron-Accelerated Oxygen Ions''. ''Physical Review''. 1954. Vol. 95 (2). hlm. 585–586. doi:10.1103/PhysRev.95.585.2.</ref> Namun demikian, prioritas tim Berkeley diakui secara umum, dan dengan itu hak prerogatif untuk menamai unsur baru untuk menghormati [[Enrico Fermi]], pengembang reaktor nuklir swadaya buatan pertama. Fermi masih hidup ketika nama itu diusulkan, tetapi telah meninggal pada saat nama itu diresmikan.<ref>D. C. Hoffman. [https://archive.org/details/transuraniumpeop0000hoff The Transuranium People: The Inside Story]. World Scientific. 2000. hlm. [https://archive.org/details/transuraniumpeop0000hoff/page/186 187]–189. ISBN 978-1-78-326244-1.</ref>
==Isotop==
==Isotop==
 
Ada 20 isotop fermium yang terdaftar di NUBASE&nbsp;2016, dengan berat atom 241 hingga 260, di mana <sup>257</sup>Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan [[waktu paruh]] 100,5&nbsp;hari. <sup>253</sup>Fm memiliki waktu paruh 3&nbsp;hari, sedangkan <sup>251</sup>Fm 5,3&nbsp;jam, <sup>252</sup>Fm 25,4&nbsp;jam, <sup>254</sup>Fm 3,2&nbsp;jam, <sup>255</sup>Fm 20,1&nbsp;jam, dan <sup>256</sup>Fm 2,6&nbsp;jam. Semua yang tersisa memiliki waktu paruh mulai dari 30 menit hingga kurang dari satu milidetik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermium&oldid=29221482 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Produk penangkapan neutron dari fermium-257, <sup>258</sup>Fm, mengalami [[pembelahan spontan|fisi spontan]] dengan waktu paruh hanya 370(14)&nbsp;mikrodetik; <sup>259</sup>Fm dan <sup>260</sup>Fm juga tidak stabil sehubungan dengan fisi spontan (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 1,5(3)&nbsp;detik dan 4&nbsp;milidetik berturut-turut).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermium&oldid=29221482 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Artinya, penangkapan neutron tidak dapat digunakan untuk membuat [[nuklida]] dengan [[nomor massa]] lebih besar dari 257, kecuali jika dilakukan dalam ledakan nuklir. Karena <sup>257</sup>Fm adalah [[Peluruhan alfa|pemancar α]], meluruh menjadi <sup>253</sup>Cf, dan tidak ada isotop fermium yang diketahui mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan beta minus]] menjadi unsur berikutnya, [[mendelevium]], fermium juga merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dengan proses penangkapan neutron.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermium&oldid=29221482 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Sonzogni, Alejandro. [http://www.nndc.bnl.gov/chart/reCenter.jsp?z=100&n=147 Interactive Chart of Nuclides]. Brookhaven National Laboratory.</ref> Karena hambatan dalam membentuk isotop yang lebih berat ini, isotop berumur pendek <sup>258–260</sup>Fm ini membentuk apa yang disebut "celah fermium."<ref>Valeriy Zagrebaev. [http://nrv.jinr.ru/pdf_file/J_phys_2013.pdf Future of superheavy element research: Which nuclei could be synthesized within the next few years?]. ''Journal of Physics''. 2013. Vol. 420. hlm. 11. doi:10.1088/1742-6596/420/1/012001.</ref>
Ada 20 isotop fermium yang terdaftar di NUBASE&nbsp;2016, dengan berat atom 241 hingga 260, di mana <sup>257</sup>Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan [[waktu paruh]] 100,5&nbsp;hari. <sup>253</sup>Fm memiliki waktu paruh 3&nbsp;hari, sedangkan <sup>251</sup>Fm 5,3&nbsp;jam, <sup>252</sup>Fm 25,4&nbsp;jam, <sup>254</sup>Fm 3,2&nbsp;jam, <sup>255</sup>Fm 20,1&nbsp;jam, dan <sup>256</sup>Fm 2,6&nbsp;jam. Semua yang tersisa memiliki waktu paruh mulai dari 30 menit hingga kurang dari satu milidetik.
Produk penangkapan neutron dari fermium-257, <sup>258</sup>Fm, mengalami [[pembelahan spontan|fisi spontan]] dengan waktu paruh hanya 370(14)&nbsp;mikrodetik; <sup>259</sup>Fm dan <sup>260</sup>Fm juga tidak stabil sehubungan dengan fisi spontan (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 1,5(3)&nbsp;detik dan 4&nbsp;milidetik berturut-turut). Artinya, penangkapan neutron tidak dapat digunakan untuk membuat [[nuklida]] dengan [[nomor massa]] lebih besar dari 257, kecuali jika dilakukan dalam ledakan nuklir. Karena <sup>257</sup>Fm adalah [[Peluruhan alfa|pemancar α]], meluruh menjadi <sup>253</sup>Cf, dan tidak ada isotop fermium yang diketahui mengalami [[Peluruhan beta#Peluruhan beta minus|peluruhan beta minus]] menjadi unsur berikutnya, [[mendelevium]], fermium juga merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dengan proses penangkapan neutron. Karena hambatan dalam membentuk isotop yang lebih berat ini, isotop berumur pendek <sup>258–260</sup>Fm ini membentuk apa yang disebut "celah fermium."


==Produksi==
==Produksi==
Fermium diproduksi oleh pemborbardiran [[aktinida]] yang lebih ringan dengan neutron dalam reaktor nuklir. Fermium-257 adalah isotop terberat yang diperoleh melalui penangkapan neutron, dan hanya dapat diproduksi dalam jumlah pikogram.<ref>Heribert Luig. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2000. doi:10.1002/14356007.a22_499. ISBN 978-3527306732.</ref> Sumber utamanya adalah [[Reaktor Isotop Fluks Tinggi]] (HFIR) 85&nbsp;MW di [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] di [[Tennessee]], A.S., yang didedikasikan untuk produksi unsur transkurium (''Z''&nbsp;>&nbsp;96).<ref>[http://neutrons.ornl.gov/facilities/HFIR/ High Flux Isotope Reactor]. Oak Ridge National Laboratory.</ref> Isotop fermium bermassa lebih rendah tersedia dalam jumlah yang lebih besar, meskipun isotop ini (<sup>254</sup>Fm dan <sup>255</sup>Fm) relatif berumur pendek. Dalam "kampanye pemrosesan tipikal" di Oak Ridge, puluhan gram [[kurium]] diiradiasi (disinari) untuk menghasilkan [[kalifornium]] dalam jumlah desigram, [[berkelium]] dan [[einsteinium]] dalam jumlah miligram, dan fermium dalam jumlah pikogram.<ref>C. E. Porter. [https://zenodo.org/record/1234415 Fermium Purification Using Teva Resin Extraction Chromatography]. ''Sep. Sci. Technol''. 1997. Vol. 32 (1–4). hlm. 83–92. doi:10.1080/01496399708003188.</ref> Namun, fermium dalam jumlah nanogram<ref>M. Sewtz. ''First Observation of Atomic Levels for the Element Fermium (''Z''=100)''. ''Phys. Rev. Lett''. 2003. Vol. 90 (16). hlm. 163002. doi:10.1103/PhysRevLett.90.163002.</ref> dapat disiapkan untuk percobaan khusus. Kuantitas fermium yang dihasilkan dalam ledakan termonuklir 20–200&nbsp;kiloton diyakini berada di urutan miligram, meskipun ia dicampur dengan puing-puing dalam jumlah besar; 4,0&nbsp;pikogram <sup>257</sup>Fm ditemukan dari 10&nbsp;kilogram puing dari uji "[[Operasi Mandrel|Hutch]]" (16&nbsp;Juli 1969).<ref>R. W. Hoff. ''Engineering with Nuclear Explosives''. 1970. Vol. 2. hlm. 1283–1294.</ref> Eksperimen Hutch menghasilkan perkiraan total 250 mikrogram <sup>257</sup>Fm.


Fermium diproduksi oleh pemborbardiran [[aktinida]] yang lebih ringan dengan neutron dalam reaktor nuklir. Fermium-257 adalah isotop terberat yang diperoleh melalui penangkapan neutron, dan hanya dapat diproduksi dalam jumlah pikogram. Sumber utamanya adalah [[Reaktor Isotop Fluks Tinggi]] (HFIR) 85&nbsp;MW di [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] di [[Tennessee]], A.S., yang didedikasikan untuk produksi unsur transkurium (''Z''&nbsp;>&nbsp;96). Isotop fermium bermassa lebih rendah tersedia dalam jumlah yang lebih besar, meskipun isotop ini (<sup>254</sup>Fm dan <sup>255</sup>Fm) relatif berumur pendek. Dalam "kampanye pemrosesan tipikal" di Oak Ridge, puluhan gram [[kurium]] diiradiasi (disinari) untuk menghasilkan [[kalifornium]] dalam jumlah desigram, [[berkelium]] dan [[einsteinium]] dalam jumlah miligram, dan fermium dalam jumlah pikogram. Namun, fermium dalam jumlah nanogram dapat disiapkan untuk percobaan khusus. Kuantitas fermium yang dihasilkan dalam ledakan termonuklir 20–200&nbsp;kiloton diyakini berada di urutan miligram, meskipun ia dicampur dengan puing-puing dalam jumlah besar; 4,0&nbsp;pikogram <sup>257</sup>Fm ditemukan dari 10&nbsp;kilogram puing dari uji "[[Operasi Mandrel|Hutch]]" (16&nbsp;Juli 1969). Eksperimen Hutch menghasilkan perkiraan total 250 mikrogram <sup>257</sup>Fm.
Setelah diproduksi, fermium harus dipisahkan dari aktinida lain dan dari produk fisi [[lantanida]]. Ini biasanya dicapai dengan [[kromatografi pertukaran ion]], dengan proses standar menggunakan penukar kation seperti Dowex&nbsp;50 atau TEVA yang dielusi dengan larutan amonium α-hidroksiisobutirat.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref><ref>G. R. Choppin. [http://www.escholarship.org/uc/item/73d377r3 A new eluant for the separation of the actinide elements]. ''J. Inorg. Nucl. Chem''. 1956. Vol. 2 (1). hlm. 66–68. doi:10.1016/0022-1902(56)80105-X.</ref> Kation yang lebih kecil membentuk kompleks yang lebih stabil dengan anion α-hidroksiisobutirat, sehingga lebih disukai terelusi dari kolom.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Metode [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] cepat juga telah dijelaskan.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref><ref>N. B. Mikheev. ''High-speed method for the separation of fermium from actinides and lanthanides''. ''Radiokhimiya''. 1983. Vol. 25 (2). hlm. 158–161.</ref>
 
Setelah diproduksi, fermium harus dipisahkan dari aktinida lain dan dari produk fisi [[lantanida]]. Ini biasanya dicapai dengan [[kromatografi pertukaran ion]], dengan proses standar menggunakan penukar kation seperti Dowex&nbsp;50 atau TEVA yang dielusi dengan larutan amonium α-hidroksiisobutirat. Kation yang lebih kecil membentuk kompleks yang lebih stabil dengan anion α-hidroksiisobutirat, sehingga lebih disukai terelusi dari kolom. Metode [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] cepat juga telah dijelaskan.


Meskipun isotop fermium yang paling stabil adalah <sup>257</sup>Fm dengan [[waktu paruh]] 100,5&nbsp;hari, sebagian besar penelitian dilakukan pada <sup>255</sup>Fm (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 20,07(7)&nbsp;jam), karena isotop ini dapat dengan mudah diisolasi sesuai kebutuhan sebagai produk peluruhan <sup>255</sup>Es (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 39,8(12)&nbsp;hari).
Meskipun isotop fermium yang paling stabil adalah <sup>257</sup>Fm dengan [[waktu paruh]] 100,5&nbsp;hari, sebagian besar penelitian dilakukan pada <sup>255</sup>Fm (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 20,07(7)&nbsp;jam), karena isotop ini dapat dengan mudah diisolasi sesuai kebutuhan sebagai produk peluruhan <sup>255</sup>Es (''t''<sub>1/2</sub>&nbsp;= 39,8(12)&nbsp;hari).<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref>
==Sintesis dalam ledakan nuklir==
==Sintesis dalam ledakan nuklir==
Analisis puing-puing pada uji coba nuklir ''Ivy Mike'' 10-[[Setara dengan TNT|megaton]] adalah bagian dari proyek jangka panjang, salah satu tujuannya adalah mempelajari efisiensi produksi unsur transuranium dalam ledakan nuklir berdaya tinggi. Motivasi untuk percobaan ini adalah sebagai berikut: sintesis unsur-unsur tersebut dari uranium membutuhkan penangkapan neutron berlipat. Probabilitas kejadian tersebut meningkat dengan fluks neutron, dan ledakan nuklir adalah sumber neutron yang paling kuat, memberikan densitas 10<sup>23</sup> neutron/cm<sup>2</sup> dalam satu mikrodetik, yaitu sekitar 10<sup>29</sup> neutron/(cm<sup>2</sup>·s). Sebagai perbandingan, fluks reaktor HFIR adalah 5 neutron/(cm<sup>2</sup>·s). Sebuah laboratorium khusus didirikan tepat di [[atol Enewetak]] untuk analisis awal puing-puing, karena beberapa isotop dapat meluruh pada saat sampel puing mencapai A.S. Laboratorium menerima sampel untuk analisis, sesegera mungkin, dari pesawat yang dilengkapi dengan filter kertas yang terbang di atas atol setelah ujian. Harapan untuk menemukan unsur kimia baru yang lebih berat dari fermium pun kandas setelah serangkaian ledakan bermegaton yang dilakukan antara tahun 1954 dan 1956 di atol itu tidak mengahasilkan unsur kimia baru apapun.
Analisis puing-puing pada uji coba nuklir ''Ivy Mike'' 10-[[Setara dengan TNT|megaton]] adalah bagian dari proyek jangka panjang, salah satu tujuannya adalah mempelajari efisiensi produksi unsur transuranium dalam ledakan nuklir berdaya tinggi. Motivasi untuk percobaan ini adalah sebagai berikut: sintesis unsur-unsur tersebut dari uranium membutuhkan penangkapan neutron berlipat. Probabilitas kejadian tersebut meningkat dengan fluks neutron, dan ledakan nuklir adalah sumber neutron yang paling kuat, memberikan densitas 10<sup>23</sup> neutron/cm<sup>2</sup> dalam satu mikrodetik, yaitu sekitar 10<sup>29</sup> neutron/(cm<sup>2</sup>·s). Sebagai perbandingan, fluks reaktor HFIR adalah 5 neutron/(cm<sup>2</sup>·s). Sebuah laboratorium khusus didirikan tepat di [[atol Enewetak]] untuk analisis awal puing-puing, karena beberapa isotop dapat meluruh pada saat sampel puing mencapai A.S. Laboratorium menerima sampel untuk analisis, sesegera mungkin, dari pesawat yang dilengkapi dengan filter kertas yang terbang di atas atol setelah ujian. Harapan untuk menemukan unsur kimia baru yang lebih berat dari fermium pun kandas setelah serangkaian ledakan bermegaton yang dilakukan antara tahun 1954 dan 1956 di atol itu tidak mengahasilkan unsur kimia baru apapun.<ref>Seaborg, hlm. 39</ref>
 


Hasil di atmosfer dilengkapi dengan data uji bawah tanah yang terakumulasi pada 1960-an di [[Nevada Test Site|Situs Uji Nevada]], karena diharapkan ledakan kuat yang dilakukan di ruang terbatas dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan isotop yang lebih berat. Selain muatan uranium tradisional, kombinasi uranium dengan amerisium dan torium telah dicoba, serta muatan campuran plutonium-neptunium. Mereka kurang berhasil dalam hal hasil, yang dikaitkan dengan hilangnya isotop berat yang lebih kuat karena peningkatan laju fisi dalam muatan unsur berat. Isolasi produk ditemukan agak bermasalah, karena ledakan menyebarkan puing-puing melalui batuan yang meleleh dan menguap di bawah kedalaman 300–600 meter, dan pengeboran hingga kedalaman tersebut untuk mengekstraksi produk dinilai lambat dan tidak efisien dalam hal dari volume yang terkumpul.
Hasil di atmosfer dilengkapi dengan data uji bawah tanah yang terakumulasi pada 1960-an di [[Nevada Test Site|Situs Uji Nevada]], karena diharapkan ledakan kuat yang dilakukan di ruang terbatas dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan isotop yang lebih berat. Selain muatan uranium tradisional, kombinasi uranium dengan amerisium dan torium telah dicoba, serta muatan campuran plutonium-neptunium. Mereka kurang berhasil dalam hal hasil, yang dikaitkan dengan hilangnya isotop berat yang lebih kuat karena peningkatan laju fisi dalam muatan unsur berat. Isolasi produk ditemukan agak bermasalah, karena ledakan menyebarkan puing-puing melalui batuan yang meleleh dan menguap di bawah kedalaman 300–600 meter, dan pengeboran hingga kedalaman tersebut untuk mengekstraksi produk dinilai lambat dan tidak efisien dalam hal dari volume yang terkumpul.<ref>Seaborg, hlm. 39</ref><ref>Seaborg, hlm. 40</ref>


Di antara sembilan uji bawah tanah, yang dilakukan antara tahun 1962 dan 1969 dan diberi nama sandi Anacostia (5,2 [[Setara dengan TNT|kiloton]], 1962), Kennebec (<5 kiloton, 1963), Par (38 kiloton, 1964), Barbel (<20 kiloton, 1964), Tweed (<20 kiloton, 1965), Cyclamen (13 kiloton, 1966), Kankakee (20-200 kiloton, 1966), Vulcan (25 kiloton, 1966), dan Hutch (20-200 kiloton, 1969), yang terakhir adalah yang paling kuat dan memiliki hasil unsur transuranium tertinggi. Dalam ketergantungan pada nomor massa atom, hasilnya menunjukkan perilaku "gigi gergaji" dengan nilai isotop ganjil yang lebih rendah, karena laju fisi yang lebih tinggi. Namun, masalah praktis utama dari seluruh proposal adalah mengumpulkan puing-puing radioaktif yang tersebar akibat ledakan dahsyat itu. Filter pesawat hanya menyerap sekitar 4 dari jumlah total dan kumpulan berton-ton karang di atol Enewetak meningkatkan fraksi ini hanya dua kali lipat. Ekstraksi sekitar 500 kilogram batuan bawah tanah 60 hari setelah ledakan Hutch hanya memulihkan sekitar 10<sup>−7</sup> dari total muatan. Jumlah unsur transuranium dalam kumpulan 500&nbsp;kg ini hanya 30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan batu seberat 0,4&nbsp;kg yang diambil 7 hari setelah pengujian. Pengamatan ini menunjukkan ketergantungan yang sangat nonlinear dari hasil unsur transuranium pada jumlah batuan radioaktif yang diambil. Untuk mempercepat pengumpulan sampel setelah ledakan, poros dibor di lokasi bukan setelah tetapi sebelum pengujian, sehingga ledakan akan mengeluarkan bahan radioaktif dari pusat gempa, melalui poros, untuk mengumpulkan volume di dekat permukaan. Metode ini dicoba dalam uji Anacostia dan Kennebec dan secara instan menghasilkan ratusan kilogram material, tetapi dengan konsentrasi aktinida 3 kali lebih rendah daripada sampel yang diperoleh setelah pengeboran; walaupun metode seperti itu bisa saja efisien dalam studi ilmiah isotop berumur pendek, metode itu tidak dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan keseluruhan aktinida yang dihasilkan.
Di antara sembilan uji bawah tanah, yang dilakukan antara tahun 1962 dan 1969 dan diberi nama sandi Anacostia (5,2 [[Setara dengan TNT|kiloton]], 1962), Kennebec (<5 kiloton, 1963), Par (38 kiloton, 1964), Barbel (<20 kiloton, 1964), Tweed (<20 kiloton, 1965), Cyclamen (13 kiloton, 1966), Kankakee (20-200 kiloton, 1966), Vulcan (25 kiloton, 1966), dan Hutch (20-200 kiloton, 1969),<ref>[http://www.nv.doe.gov/library/publications/historical/DOENV_209_REV15.pdf United States Nuclear Tests July 1945 through September 1992] , DOE/NV--209-REV 15, Desember 2000</ref> yang terakhir adalah yang paling kuat dan memiliki hasil unsur transuranium tertinggi. Dalam ketergantungan pada nomor massa atom, hasilnya menunjukkan perilaku "gigi gergaji" dengan nilai isotop ganjil yang lebih rendah, karena laju fisi yang lebih tinggi.<ref>Seaborg, hlm. 40</ref> Namun, masalah praktis utama dari seluruh proposal adalah mengumpulkan puing-puing radioaktif yang tersebar akibat ledakan dahsyat itu. Filter pesawat hanya menyerap sekitar 4 dari jumlah total dan kumpulan berton-ton karang di atol Enewetak meningkatkan fraksi ini hanya dua kali lipat. Ekstraksi sekitar 500 kilogram batuan bawah tanah 60 hari setelah ledakan Hutch hanya memulihkan sekitar 10<sup>−7</sup> dari total muatan. Jumlah unsur transuranium dalam kumpulan 500&nbsp;kg ini hanya 30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan batu seberat 0,4&nbsp;kg yang diambil 7 hari setelah pengujian. Pengamatan ini menunjukkan ketergantungan yang sangat nonlinear dari hasil unsur transuranium pada jumlah batuan radioaktif yang diambil.<ref>Seaborg, hlm. 43</ref> Untuk mempercepat pengumpulan sampel setelah ledakan, poros dibor di lokasi bukan setelah tetapi sebelum pengujian, sehingga ledakan akan mengeluarkan bahan radioaktif dari pusat gempa, melalui poros, untuk mengumpulkan volume di dekat permukaan. Metode ini dicoba dalam uji Anacostia dan Kennebec dan secara instan menghasilkan ratusan kilogram material, tetapi dengan konsentrasi aktinida 3 kali lebih rendah daripada sampel yang diperoleh setelah pengeboran; walaupun metode seperti itu bisa saja efisien dalam studi ilmiah isotop berumur pendek, metode itu tidak dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan keseluruhan aktinida yang dihasilkan.<ref>Seaborg, hlm. 44</ref>


Meskipun tidak ada unsur baru (selain einsteinium dan fermium) yang dapat dideteksi dalam puing uji nuklir, dan hasil total unsur transuranium sangatlah rendah, uji ini memang memberikan jumlah isotop berat langka yang jauh lebih tinggi daripada yang tersedia sebelumnya di laboratorium. Misalnya, 6 atom <sup>257</sup>Fm dapat dipulihkan setelah ledakan Hutch. Mereka kemudian digunakan dalam studi fisi <sup>257</sup>Fm terinduksi neutron termal dan dalam penemuan isotop fermium baru <sup>258</sup>Fm. Juga, isotop <sup>250</sup>Cm yang langka disintesis dalam jumlah besar, yang sangat sulit diproduksi di reaktor nuklir dari nenek moyangnya <sup>249</sup>Cm; waktu paruh <sup>249</sup>Cm (64 menit) terlalu pendek untuk iradiasi reaktor selama berbulan-bulan, tetapi sangat "panjang" pada skala waktu ledakan.
Meskipun tidak ada unsur baru (selain einsteinium dan fermium) yang dapat dideteksi dalam puing uji nuklir, dan hasil total unsur transuranium sangatlah rendah, uji ini memang memberikan jumlah isotop berat langka yang jauh lebih tinggi daripada yang tersedia sebelumnya di laboratorium. Misalnya, 6 atom <sup>257</sup>Fm dapat dipulihkan setelah ledakan Hutch. Mereka kemudian digunakan dalam studi fisi <sup>257</sup>Fm terinduksi neutron termal dan dalam penemuan isotop fermium baru <sup>258</sup>Fm. Juga, isotop <sup>250</sup>Cm yang langka disintesis dalam jumlah besar, yang sangat sulit diproduksi di reaktor nuklir dari nenek moyangnya <sup>249</sup>Cm; waktu paruh <sup>249</sup>Cm (64 menit) terlalu pendek untuk iradiasi reaktor selama berbulan-bulan, tetapi sangat "panjang" pada skala waktu ledakan.<ref>Seaborg, hlm. 47</ref>
==Keterjadian alami==
==Keterjadian alami==
Karena waktu paruh semua isotop fermium singkat, setiap fermium [[nuklida primordial|primordial]], yaitu fermium yang mungkin ada di Bumi selama pembentukannya, telah meluruh sekarang. Sintesis fermium dari aktinida uranium dan torium yang terjadi secara alami di kerak Bumi membutuhkan penangkapan neutron berlipat, Oleh karena itu, sebagian besar fermium diproduksi di Bumi di laboratorium ilmiah, reaktor nuklir berdaya tinggi, atau dalam [[uji coba nuklir|uji coba senjata nuklir]], dan hadir hanya dalam beberapa bulan sejak sintesis. [[Unsur transuranium|Unsur-unsur transuranik]] dari [[amerisium]] hingga fermium memang terjadi secara alami dalam [[Reaktor nuklir alam|reaktor fisi nuklir alami]] di [[Oklo]], tetapi sekarang tidak lagi.
Karena waktu paruh semua isotop fermium singkat, setiap fermium [[nuklida primordial|primordial]], yaitu fermium yang mungkin ada di Bumi selama pembentukannya, telah meluruh sekarang. Sintesis fermium dari aktinida uranium dan torium yang terjadi secara alami di kerak Bumi membutuhkan penangkapan neutron berlipat, Oleh karena itu, sebagian besar fermium diproduksi di Bumi di laboratorium ilmiah, reaktor nuklir berdaya tinggi, atau dalam [[uji coba nuklir|uji coba senjata nuklir]], dan hadir hanya dalam beberapa bulan sejak sintesis. [[Unsur transuranium|Unsur-unsur transuranik]] dari [[amerisium]] hingga fermium memang terjadi secara alami dalam [[Reaktor nuklir alam|reaktor fisi nuklir alami]] di [[Oklo]], tetapi sekarang tidak lagi.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref>
==Kimia==
==Kimia==
Kimia fermium hanya dipelajari dalam larutan menggunakan teknik pelacak, dan tidak ada senyawa padat yang dibuat. Dalam kondisi normal, fermium berada dalam larutan sebagai ion Fm<sup>3+</sup>, yang memiliki [[bilangan hidrasi]] 16,9 dan [[konstanta disosiasi asam]] 1,6 (p''K''<sub>a</sub>&nbsp;= 3,8).<ref>Robert Lundqvist. ''Electromigration Method in Tracer Studies of Complex Chemistry. II. Hydrated Radii and Hydration Numbers of Trivalent Actinides''. ''Acta Chemica Scandinavica A''. 1981. Vol. 35. hlm. 653–661. doi:10.3891/acta.chem.scand.35a-0653.</ref><ref>H. Hussonnois. ''Radiochem. Radioanal. Lett''. 1972. Vol. 10. hlm. 231–238.</ref> Fm<sup>3+</sup> membentuk kompleks dengan berbagai macam ligan organik dengan atom donor [[Teori asam–basa keras dan lunak|keras]] seperti oksigen, dan kompleks ini biasanya lebih stabil daripada aktinida sebelumnya.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Ia juga membentuk kompleks anionik dengan ligan seperti [[klorida]] atau [[nitrat]] dan, sekali lagi, kompleks ini tampaknya lebih stabil daripada yang dibentuk oleh [[einsteinium]] atau [[kalifornium]].<ref>S. G. Thompson. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1023183/ Chemical Properties of Elements 99 and 100]. ''J. Am. Chem. Soc''. 1954. Vol. 76 (24). hlm. 6229–6236. doi:10.1021/ja01653a004.</ref> Dipercaya bahwa ikatan dalam kompleks aktinida selanjutnya sebagian besar bersifat [[Ikatan ionik|ionik]]: ion Fm<sup>3+</sup> diperkirakan lebih kecil dari ion An<sup>3+</sup> sebelumnya karena [[muatan inti efektif]] fermium lebih tinggi, dan karenanya fermium diperkirakan membentuk ikatan logam–ligan yang lebih pendek dan lebih kuat.<ref>Robert J. Silva. [http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements]. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref>


 
Fermium(III) dapat dengan mudah direduksi menjadi fermium(II),<ref>Jaromír Malý. ''The amalgamation behaviour of heavy elements 1. Observation of anomalous preference in formation of amalgams of californium, einsteinium, and fermium''. ''Inorg. Nucl. Chem. Lett''. 1967. Vol. 3 (9). hlm. 373–381. doi:10.1016/0020-1650(67)80046-1.</ref> misalnya dengan [[samarium(II) klorida]], di mana fermium(II) berkopresipitasi.<ref>N. B. Mikheev. ''Reduction of fermium to divalent state in chloride aqueous ethanolic solutions''. ''Inorg. Nucl. Chem. Lett''. 1972. Vol. 8 (11). hlm. 929–936. doi:10.1016/0020-1650(72)80202-2.</ref><ref>E. K. Hulet. ''Non-observance of monovalent Md''. ''J. Inorg. Nucl. Chem''. 1979. Vol. 41 (12). hlm. 1743–1747. doi:10.1016/0022-1902(79)80116-5.</ref> Pada kopresipitat (endapan), dihasilkan senyawa fermium(II) klorida (FmCl<sub>2</sub>), meskipun tidak dimurnikan atau dipelajari secara terpisah.<ref>''Dictionary of Inorganic Compounds''. Chapman & Hall. 1992. Vol. 3. hlm. 2873. ISBN 0412301202.</ref> [[Potensial elektrode|Potensial elektroda]]nya diperkirakan serupa dengan pasangan [[iterbium]](III)/(II), atau sekitar −1,15&nbsp;V terhadap [[Elektrode hidrogen standar|elektroda hidrogen standar]],<ref>N. B. Mikheev. ''Determination of oxidation potential of the pair Fm 2+ /Fm 3+''. ''Inorg. Nucl. Chem. Lett''. 1977. Vol. 13 (12). hlm. 651–656. doi:10.1016/0020-1650(77)80074-3.</ref> nilai yang sesuai dengan perhitungan teoretis.<ref>L. J. Nugent. ''MTP Int. Rev. Sci.: Inorg. Chem''. 1975. Vol. 7. hlm. 195–219.</ref> Pasangan Fm<sup>2+</sup>/Fm<sup>0</sup> memiliki potensial elektrode −2,37(10)&nbsp;V berdasarkan pengukuran [[polarografi]].<ref>K. Samhoun. ''Electrochemical study of mendelevium in aqueous solution: No evidence for monovalent ions''. ''J. Inorg. Nucl. Chem''. 1979. Vol. 41 (12). hlm. 1749–1754. doi:10.1016/0022-1902(79)80117-7.</ref>
Kimia fermium hanya dipelajari dalam larutan menggunakan teknik pelacak, dan tidak ada senyawa padat yang dibuat. Dalam kondisi normal, fermium berada dalam larutan sebagai ion Fm<sup>3+</sup>, yang memiliki [[bilangan hidrasi]] 16,9 dan [[konstanta disosiasi asam]] 1,6 (p''K''<sub>a</sub>&nbsp;= 3,8). Fm<sup>3+</sup> membentuk kompleks dengan berbagai macam ligan organik dengan atom donor [[Teori asam–basa keras dan lunak|keras]] seperti oksigen, dan kompleks ini biasanya lebih stabil daripada aktinida sebelumnya. Ia juga membentuk kompleks anionik dengan ligan seperti [[klorida]] atau [[nitrat]] dan, sekali lagi, kompleks ini tampaknya lebih stabil daripada yang dibentuk oleh [[einsteinium]] atau [[kalifornium]]. Dipercaya bahwa ikatan dalam kompleks aktinida selanjutnya sebagian besar bersifat [[Ikatan ionik|ionik]]: ion Fm<sup>3+</sup> diperkirakan lebih kecil dari ion An<sup>3+</sup> sebelumnya karena [[muatan inti efektif]] fermium lebih tinggi, dan karenanya fermium diperkirakan membentuk ikatan logam–ligan yang lebih pendek dan lebih kuat.
 
Fermium(III) dapat dengan mudah direduksi menjadi fermium(II), misalnya dengan [[samarium(II) klorida]], di mana fermium(II) berkopresipitasi. Pada kopresipitat (endapan), dihasilkan senyawa fermium(II) klorida (FmCl<sub>2</sub>), meskipun tidak dimurnikan atau dipelajari secara terpisah. [[Potensial elektrode|Potensial elektroda]]nya diperkirakan serupa dengan pasangan [[iterbium]](III)/(II), atau sekitar −1,15&nbsp;V terhadap [[Elektrode hidrogen standar|elektroda hidrogen standar]], nilai yang sesuai dengan perhitungan teoretis. Pasangan Fm<sup>2+</sup>/Fm<sup>0</sup> memiliki potensial elektrode −2,37(10)&nbsp;V berdasarkan pengukuran [[polarografi]].
==Toksisitas==
==Toksisitas==
Meskipun hanya sedikit orang yang bersentuhan dengan fermium, [[Komisi Internasional Perlindungan Radiologis]] telah menetapkan batas paparan tahunan untuk dua isotop fermium yang paling stabil. Untuk fermium-253, batas ingesti ditetapkan pada 10<sup>7</sup> [[becquerel]] (1 Bq setara dengan satu peluruhan per detik), dan batas inhalasi pada 10<sup>5</sup> Bq; untuk fermium-257, masing-masing pada 10<sup>5</sup> Bq dan 4.000 Bq.
Meskipun hanya sedikit orang yang bersentuhan dengan fermium, [[Komisi Internasional Perlindungan Radiologis]] telah menetapkan batas paparan tahunan untuk dua isotop fermium yang paling stabil. Untuk fermium-253, batas ingesti ditetapkan pada 10<sup>7</sup> [[becquerel]] (1 Bq setara dengan satu peluruhan per detik), dan batas inhalasi pada 10<sup>5</sup> Bq; untuk fermium-257, masing-masing pada 10<sup>5</sup> Bq dan 4.000 Bq.<ref>Lothar Koch. ''Transuranium Elements, in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2000. doi:10.1002/14356007.a27_167. ISBN 978-3527306732.</ref>
==Catatan dan referensi==
==Catatan dan referensi==
===Catatan===
===Catatan===
===Referensi===
===Referensi===
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
* Robert J. Silva: [https://web.archive.org/web/20100717155410/http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf Fermium, Mendelevium, Nobelium, and Lawrencium], in: Lester R. Morss, Norman M. Edelstein, Jean Fuger (Hrsg.): ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements'', Springer, Dordrecht 2006; , hlm.&nbsp;1621–1651; .
* Robert J. Silva: [https://web.archive.org/web/20100717155410/http://radchem.nevada.edu/classes/rdch710/files/Fm%20to%20Lr.pdf Fermium, Mendelevium, Nobelium, and Lawrencium], in: Lester R. Morss, Norman M. Edelstein, Jean Fuger (Hrsg.): ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements'', Springer, Dordrecht 2006; , hlm.&nbsp;1621–1651; .
Baris 60: Baris 52:
* ''[[Basis data Gmelin|Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie]]'', System Nr. 71, Transurane: Teil A 1 II, hlm.&nbsp;19–20; Teil A 2, hlm.&nbsp;47; Teil B 1, hlm.&nbsp;84.
* ''[[Basis data Gmelin|Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie]]'', System Nr. 71, Transurane: Teil A 1 II, hlm.&nbsp;19–20; Teil A 2, hlm.&nbsp;47; Teil B 1, hlm.&nbsp;84.
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/100.htm Fermium]  di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/100.htm Fermium]  di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fm/index.html WebElements.com - Fermium]
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fm/index.html WebElements.com - Fermium]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermium&oldid=29221482 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29221482 (2026-05-13T00:35:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermium&oldid=29221482 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29221482 (2026-05-13T00:35:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.01

Fermium-Ytterbium Alloy

Fermium adalah sebuah unsur kimia sintetis dengan lambang Fm dan nomor atom 100. Ia adalah salah satu anggota deret aktinida dan merupakan unsur terberat yang dapat dibentuk oleh pemborbardiran neutron terhadap unsur-unsur yang lebih ringan, dan karenanya ia merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dalam jumlah makroskopis, meskipun logam fermium murni belum pernah dibuat.[1] Sebanyak 19 isotop fermium telah diketahui, dengan 257Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 100,5 hari.

Unsur ini ditemukan pada puing-puing ledakan bom hidrogen pertama pada tahun 1952, dan dinamai dari Enrico Fermi, salah satu pelopor fisika nuklir. Sifat kimianya khas untuk aktinida akhir, dengan keadaan oksidasi +3 yang lebih besar tetapi juga keadaan oksidasi +2 yang dapat diakses. Karena fermium yang pernah diproduksi berjumlah sedikit dan semua isotopnya memiliki waktu paruh yang relatif pendek, saat ini ia tidak memiliki kegunaan di luar penelitian ilmiah dasar.

Penemuan

Fermium pertama kali ditemukan pada luruhan uji coba nuklir 'Ivy Mike' (1 November 1952), uji coba bom hidrogen pertama yang berhasil.[2][3][4] Pemeriksaan awal puing-puing ledakan menunjukkan produksi isotop plutonium baru, plutonium-244: isotop ini hanya dapat terbentuk melalui penyerapan enam neutron oleh inti uranium-238 yang diikuti oleh dua peluruhan β. Pada saat itu, penyerapan neutron oleh inti berat dianggap sebagai proses yang langka, tetapi identifikasi meningkatkan kemungkinan bahwa lebih banyak lagi neutron yang dapat diserap oleh inti uranium, yang mengarah pada unsur-unsur baru.[5]

Unsur 99 (einsteinium) dengan cepat ditemukan pada kertas saring yang telah diterbangkan melalui awan dari ledakan (teknik pengambilan sampel yang sama yang telah digunakan untuk menemukan ).[6] Ia kemudian teridentifikasi pada Desember 1952 oleh Albert Ghiorso dan rekan kerjanya di Universitas California di Berkeley.[7][8][9] Mereka menemukan isotop 253Es (waktu paruh 20,5 hari) yang dibuat dengan menangkap 15 neutron oleh inti uranium-238 – yang kemudian mengalami tujuh peluruhan beta berturut-turut:

Namun, beberapa atom 238U dapat menangkap sejumlah neutron lainnya (kemungkinan besar, 16 atau 17).

Penemuan fermium (Z = 100) membutuhkan lebih banyak bahan, karena hasilnya diperkirakan setidaknya lebih rendah dari unsur 99, dan karang yang terkontaminasi dari atol Enewetak (tempat pengujian dilakukan) dikirim ke Laboratorium Radiasi Universitas California di Berkeley, California, untuk diproses dan dianalisis. Sekitar dua bulan setelah pengujian, komponen baru diisolasi dengan memancarkan partikel α berenergi tinggi (7,1 MeV) dengan waktu paruh sekitar satu hari. Dengan waktu paruh yang begitu singkat, ia hanya dapat muncul dari peluruhan β isotop einsteinium, sehingga harus menjadi isotop unsur 100: ia dengan cepat diidentifikasi sebagai 255Fm ().[10]

Penemuan unsur baru, dan data baru tentang penangkapan neutron, awalnya dirahasiakan atas perintah militer A.S. hingga tahun 1955 karena ketegangan Perang Dingin.[11][12][13] Namun demikian, tim Berkeley mampu menyiapkan unsur 99 dan 100 dengan cara sipil, melalui pemborbardiran neutron terhadap plutonium-239, dan menerbitkan karya ini pada tahun 1954 dengan penafian bahwa ini bukanlah studi pertama yang dilakukan pada unsur tersebut.[14][15] Studi "Ivy Mike" kemudian dideklasifikasi dan diterbitkan pada tahun 1955.[16]

Tim Berkeley khawatir bahwa kelompok lain mungkin menemukan isotop yang lebih ringan dari unsur 100 melalui teknik pemborbardiran ion sebelum mereka dapat memublikasikan penelitian rahasia mereka,[17] dan ini terbukti benar. Sebuah kelompok di Institut Nobel Fisika di Stockholm secara independen menemukan unsur tersebut, menghasilkan isotop yang kemudian dikonfirmasi menjadi 250Fm (t1/2 = 30 menit) dengan membombardir target dengan ion oksigen-16, dan menerbitkan karya mereka pada Mei 1954.[18] Namun demikian, prioritas tim Berkeley diakui secara umum, dan dengan itu hak prerogatif untuk menamai unsur baru untuk menghormati Enrico Fermi, pengembang reaktor nuklir swadaya buatan pertama. Fermi masih hidup ketika nama itu diusulkan, tetapi telah meninggal pada saat nama itu diresmikan.[19]

Isotop

Ada 20 isotop fermium yang terdaftar di NUBASE 2016, dengan berat atom 241 hingga 260, di mana 257Fm menjadi yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 100,5 hari. 253Fm memiliki waktu paruh 3 hari, sedangkan 251Fm 5,3 jam, 252Fm 25,4 jam, 254Fm 3,2 jam, 255Fm 20,1 jam, dan 256Fm 2,6 jam. Semua yang tersisa memiliki waktu paruh mulai dari 30 menit hingga kurang dari satu milidetik.[20] Produk penangkapan neutron dari fermium-257, 258Fm, mengalami fisi spontan dengan waktu paruh hanya 370(14) mikrodetik; 259Fm dan 260Fm juga tidak stabil sehubungan dengan fisi spontan (t1/2 = 1,5(3) detik dan 4 milidetik berturut-turut).[21] Artinya, penangkapan neutron tidak dapat digunakan untuk membuat nuklida dengan nomor massa lebih besar dari 257, kecuali jika dilakukan dalam ledakan nuklir. Karena 257Fm adalah pemancar α, meluruh menjadi 253Cf, dan tidak ada isotop fermium yang diketahui mengalami peluruhan beta minus menjadi unsur berikutnya, mendelevium, fermium juga merupakan unsur terakhir yang dapat dibuat dengan proses penangkapan neutron.[22][23][24] Karena hambatan dalam membentuk isotop yang lebih berat ini, isotop berumur pendek 258–260Fm ini membentuk apa yang disebut "celah fermium."[25]

Produksi

Fermium diproduksi oleh pemborbardiran aktinida yang lebih ringan dengan neutron dalam reaktor nuklir. Fermium-257 adalah isotop terberat yang diperoleh melalui penangkapan neutron, dan hanya dapat diproduksi dalam jumlah pikogram.[26] Sumber utamanya adalah Reaktor Isotop Fluks Tinggi (HFIR) 85 MW di Laboratorium Nasional Oak Ridge di Tennessee, A.S., yang didedikasikan untuk produksi unsur transkurium (Z > 96).[27] Isotop fermium bermassa lebih rendah tersedia dalam jumlah yang lebih besar, meskipun isotop ini (254Fm dan 255Fm) relatif berumur pendek. Dalam "kampanye pemrosesan tipikal" di Oak Ridge, puluhan gram kurium diiradiasi (disinari) untuk menghasilkan kalifornium dalam jumlah desigram, berkelium dan einsteinium dalam jumlah miligram, dan fermium dalam jumlah pikogram.[28] Namun, fermium dalam jumlah nanogram[29] dapat disiapkan untuk percobaan khusus. Kuantitas fermium yang dihasilkan dalam ledakan termonuklir 20–200 kiloton diyakini berada di urutan miligram, meskipun ia dicampur dengan puing-puing dalam jumlah besar; 4,0 pikogram 257Fm ditemukan dari 10 kilogram puing dari uji "Hutch" (16 Juli 1969).[30] Eksperimen Hutch menghasilkan perkiraan total 250 mikrogram 257Fm.

Setelah diproduksi, fermium harus dipisahkan dari aktinida lain dan dari produk fisi lantanida. Ini biasanya dicapai dengan kromatografi pertukaran ion, dengan proses standar menggunakan penukar kation seperti Dowex 50 atau TEVA yang dielusi dengan larutan amonium α-hidroksiisobutirat.[31][32] Kation yang lebih kecil membentuk kompleks yang lebih stabil dengan anion α-hidroksiisobutirat, sehingga lebih disukai terelusi dari kolom.[33] Metode kristalisasi fraksional cepat juga telah dijelaskan.[34][35]

Meskipun isotop fermium yang paling stabil adalah 257Fm dengan waktu paruh 100,5 hari, sebagian besar penelitian dilakukan pada 255Fm (t1/2 = 20,07(7) jam), karena isotop ini dapat dengan mudah diisolasi sesuai kebutuhan sebagai produk peluruhan 255Es (t1/2 = 39,8(12) hari).[36]

Sintesis dalam ledakan nuklir

Analisis puing-puing pada uji coba nuklir Ivy Mike 10-megaton adalah bagian dari proyek jangka panjang, salah satu tujuannya adalah mempelajari efisiensi produksi unsur transuranium dalam ledakan nuklir berdaya tinggi. Motivasi untuk percobaan ini adalah sebagai berikut: sintesis unsur-unsur tersebut dari uranium membutuhkan penangkapan neutron berlipat. Probabilitas kejadian tersebut meningkat dengan fluks neutron, dan ledakan nuklir adalah sumber neutron yang paling kuat, memberikan densitas 1023 neutron/cm2 dalam satu mikrodetik, yaitu sekitar 1029 neutron/(cm2·s). Sebagai perbandingan, fluks reaktor HFIR adalah 5 neutron/(cm2·s). Sebuah laboratorium khusus didirikan tepat di atol Enewetak untuk analisis awal puing-puing, karena beberapa isotop dapat meluruh pada saat sampel puing mencapai A.S. Laboratorium menerima sampel untuk analisis, sesegera mungkin, dari pesawat yang dilengkapi dengan filter kertas yang terbang di atas atol setelah ujian. Harapan untuk menemukan unsur kimia baru yang lebih berat dari fermium pun kandas setelah serangkaian ledakan bermegaton yang dilakukan antara tahun 1954 dan 1956 di atol itu tidak mengahasilkan unsur kimia baru apapun.[37]

Hasil di atmosfer dilengkapi dengan data uji bawah tanah yang terakumulasi pada 1960-an di Situs Uji Nevada, karena diharapkan ledakan kuat yang dilakukan di ruang terbatas dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dan isotop yang lebih berat. Selain muatan uranium tradisional, kombinasi uranium dengan amerisium dan torium telah dicoba, serta muatan campuran plutonium-neptunium. Mereka kurang berhasil dalam hal hasil, yang dikaitkan dengan hilangnya isotop berat yang lebih kuat karena peningkatan laju fisi dalam muatan unsur berat. Isolasi produk ditemukan agak bermasalah, karena ledakan menyebarkan puing-puing melalui batuan yang meleleh dan menguap di bawah kedalaman 300–600 meter, dan pengeboran hingga kedalaman tersebut untuk mengekstraksi produk dinilai lambat dan tidak efisien dalam hal dari volume yang terkumpul.[38][39]

Di antara sembilan uji bawah tanah, yang dilakukan antara tahun 1962 dan 1969 dan diberi nama sandi Anacostia (5,2 kiloton, 1962), Kennebec (<5 kiloton, 1963), Par (38 kiloton, 1964), Barbel (<20 kiloton, 1964), Tweed (<20 kiloton, 1965), Cyclamen (13 kiloton, 1966), Kankakee (20-200 kiloton, 1966), Vulcan (25 kiloton, 1966), dan Hutch (20-200 kiloton, 1969),[40] yang terakhir adalah yang paling kuat dan memiliki hasil unsur transuranium tertinggi. Dalam ketergantungan pada nomor massa atom, hasilnya menunjukkan perilaku "gigi gergaji" dengan nilai isotop ganjil yang lebih rendah, karena laju fisi yang lebih tinggi.[41] Namun, masalah praktis utama dari seluruh proposal adalah mengumpulkan puing-puing radioaktif yang tersebar akibat ledakan dahsyat itu. Filter pesawat hanya menyerap sekitar 4 dari jumlah total dan kumpulan berton-ton karang di atol Enewetak meningkatkan fraksi ini hanya dua kali lipat. Ekstraksi sekitar 500 kilogram batuan bawah tanah 60 hari setelah ledakan Hutch hanya memulihkan sekitar 10−7 dari total muatan. Jumlah unsur transuranium dalam kumpulan 500 kg ini hanya 30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan batu seberat 0,4 kg yang diambil 7 hari setelah pengujian. Pengamatan ini menunjukkan ketergantungan yang sangat nonlinear dari hasil unsur transuranium pada jumlah batuan radioaktif yang diambil.[42] Untuk mempercepat pengumpulan sampel setelah ledakan, poros dibor di lokasi bukan setelah tetapi sebelum pengujian, sehingga ledakan akan mengeluarkan bahan radioaktif dari pusat gempa, melalui poros, untuk mengumpulkan volume di dekat permukaan. Metode ini dicoba dalam uji Anacostia dan Kennebec dan secara instan menghasilkan ratusan kilogram material, tetapi dengan konsentrasi aktinida 3 kali lebih rendah daripada sampel yang diperoleh setelah pengeboran; walaupun metode seperti itu bisa saja efisien dalam studi ilmiah isotop berumur pendek, metode itu tidak dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan keseluruhan aktinida yang dihasilkan.[43]

Meskipun tidak ada unsur baru (selain einsteinium dan fermium) yang dapat dideteksi dalam puing uji nuklir, dan hasil total unsur transuranium sangatlah rendah, uji ini memang memberikan jumlah isotop berat langka yang jauh lebih tinggi daripada yang tersedia sebelumnya di laboratorium. Misalnya, 6 atom 257Fm dapat dipulihkan setelah ledakan Hutch. Mereka kemudian digunakan dalam studi fisi 257Fm terinduksi neutron termal dan dalam penemuan isotop fermium baru 258Fm. Juga, isotop 250Cm yang langka disintesis dalam jumlah besar, yang sangat sulit diproduksi di reaktor nuklir dari nenek moyangnya 249Cm; waktu paruh 249Cm (64 menit) terlalu pendek untuk iradiasi reaktor selama berbulan-bulan, tetapi sangat "panjang" pada skala waktu ledakan.[44]

Keterjadian alami

Karena waktu paruh semua isotop fermium singkat, setiap fermium primordial, yaitu fermium yang mungkin ada di Bumi selama pembentukannya, telah meluruh sekarang. Sintesis fermium dari aktinida uranium dan torium yang terjadi secara alami di kerak Bumi membutuhkan penangkapan neutron berlipat, Oleh karena itu, sebagian besar fermium diproduksi di Bumi di laboratorium ilmiah, reaktor nuklir berdaya tinggi, atau dalam uji coba senjata nuklir, dan hadir hanya dalam beberapa bulan sejak sintesis. Unsur-unsur transuranik dari amerisium hingga fermium memang terjadi secara alami dalam reaktor fisi nuklir alami di Oklo, tetapi sekarang tidak lagi.[45]

Kimia

Kimia fermium hanya dipelajari dalam larutan menggunakan teknik pelacak, dan tidak ada senyawa padat yang dibuat. Dalam kondisi normal, fermium berada dalam larutan sebagai ion Fm3+, yang memiliki bilangan hidrasi 16,9 dan konstanta disosiasi asam 1,6 (pKa = 3,8).[46][47] Fm3+ membentuk kompleks dengan berbagai macam ligan organik dengan atom donor keras seperti oksigen, dan kompleks ini biasanya lebih stabil daripada aktinida sebelumnya.[48] Ia juga membentuk kompleks anionik dengan ligan seperti klorida atau nitrat dan, sekali lagi, kompleks ini tampaknya lebih stabil daripada yang dibentuk oleh einsteinium atau kalifornium.[49] Dipercaya bahwa ikatan dalam kompleks aktinida selanjutnya sebagian besar bersifat ionik: ion Fm3+ diperkirakan lebih kecil dari ion An3+ sebelumnya karena muatan inti efektif fermium lebih tinggi, dan karenanya fermium diperkirakan membentuk ikatan logam–ligan yang lebih pendek dan lebih kuat.[50]

Fermium(III) dapat dengan mudah direduksi menjadi fermium(II),[51] misalnya dengan samarium(II) klorida, di mana fermium(II) berkopresipitasi.[52][53] Pada kopresipitat (endapan), dihasilkan senyawa fermium(II) klorida (FmCl2), meskipun tidak dimurnikan atau dipelajari secara terpisah.[54] Potensial elektrodanya diperkirakan serupa dengan pasangan iterbium(III)/(II), atau sekitar −1,15 V terhadap elektroda hidrogen standar,[55] nilai yang sesuai dengan perhitungan teoretis.[56] Pasangan Fm2+/Fm0 memiliki potensial elektrode −2,37(10) V berdasarkan pengukuran polarografi.[57]

Toksisitas

Meskipun hanya sedikit orang yang bersentuhan dengan fermium, Komisi Internasional Perlindungan Radiologis telah menetapkan batas paparan tahunan untuk dua isotop fermium yang paling stabil. Untuk fermium-253, batas ingesti ditetapkan pada 107 becquerel (1 Bq setara dengan satu peluruhan per detik), dan batas inhalasi pada 105 Bq; untuk fermium-257, masing-masing pada 105 Bq dan 4.000 Bq.[58]

Catatan dan referensi

Catatan

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  2. Einsteinium.
  3. Fermium – National Research Council Canada Diakses tanggal 5 Juni 2023.
  4. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  5. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  6. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  7. Einsteinium.
  8. Fermium – National Research Council Canada Diakses tanggal 5 Juni 2023.
  9. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  10. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  11. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  12. A. Ghiorso. New Elements Einsteinium and Fermium, Atomic Numbers 99 and 100. Phys. Rev. 1955. Vol. 99 (3). hlm. 1048–1049. doi:10.1103/PhysRev.99.1048.
  13. Fields, P. R.; Studier, M. H.; Diamond, H.; Mech, J. F.; Inghram, M. G. Pyle, G. L.; Stevens, C. M.; Fried, S.; Manning, W. M. (Argonne National Laboratory, Lemont, Illinois); Ghiorso, A.; Thompson, S. G.; Higgins, G. H.; Seaborg, G. T. (University of California, Berkeley, California): "Transplutonium Elements in Thermonuclear Test Debris", in: P. Fields. Transplutonium Elements in Thermonuclear Test Debris. Physical Review. 1956. Vol. 102 (1). hlm. 180. doi:10.1103/PhysRev.102.180.
  14. S. G. Thompson. Transcurium Isotopes Produced in the Neutron Irradiation of Plutonium. Physical Review. 1954. Vol. 93 (4). hlm. 908. doi:10.1103/PhysRev.93.908.
  15. G. R. Choppin. Nuclear Properties of Some Isotopes of Californium, Elements 99 and 100. Physical Review. 1954. Vol. 94 (4). hlm. 1080–1081. doi:10.1103/PhysRev.94.1080.
  16. A. Ghiorso. New Elements Einsteinium and Fermium, Atomic Numbers 99 and 100. Phys. Rev. 1955. Vol. 99 (3). hlm. 1048–1049. doi:10.1103/PhysRev.99.1048.
  17. Albert Ghiorso. Einsteinium and Fermium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 174–175. doi:10.1021/cen-v081n036.p174.
  18. Hugo Atterling. Element 100 Produced by Means of Cyclotron-Accelerated Oxygen Ions. Physical Review. 1954. Vol. 95 (2). hlm. 585–586. doi:10.1103/PhysRev.95.585.2.
  19. D. C. Hoffman. The Transuranium People: The Inside Story. World Scientific. 2000. hlm. 187–189. ISBN 978-1-78-326244-1.
  20. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  23. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  24. Sonzogni, Alejandro. Interactive Chart of Nuclides. Brookhaven National Laboratory.
  25. Valeriy Zagrebaev. Future of superheavy element research: Which nuclei could be synthesized within the next few years?. Journal of Physics. 2013. Vol. 420. hlm. 11. doi:10.1088/1742-6596/420/1/012001.
  26. Heribert Luig. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2000. doi:10.1002/14356007.a22_499. ISBN 978-3527306732.
  27. High Flux Isotope Reactor. Oak Ridge National Laboratory.
  28. C. E. Porter. Fermium Purification Using Teva Resin Extraction Chromatography. Sep. Sci. Technol. 1997. Vol. 32 (1–4). hlm. 83–92. doi:10.1080/01496399708003188.
  29. M. Sewtz. First Observation of Atomic Levels for the Element Fermium (Z=100). Phys. Rev. Lett. 2003. Vol. 90 (16). hlm. 163002. doi:10.1103/PhysRevLett.90.163002.
  30. R. W. Hoff. Engineering with Nuclear Explosives. 1970. Vol. 2. hlm. 1283–1294.
  31. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  32. G. R. Choppin. A new eluant for the separation of the actinide elements. J. Inorg. Nucl. Chem. 1956. Vol. 2 (1). hlm. 66–68. doi:10.1016/0022-1902(56)80105-X.
  33. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  34. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  35. N. B. Mikheev. High-speed method for the separation of fermium from actinides and lanthanides. Radiokhimiya. 1983. Vol. 25 (2). hlm. 158–161.
  36. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  37. Seaborg, hlm. 39
  38. Seaborg, hlm. 39
  39. Seaborg, hlm. 40
  40. United States Nuclear Tests July 1945 through September 1992 , DOE/NV--209-REV 15, Desember 2000
  41. Seaborg, hlm. 40
  42. Seaborg, hlm. 43
  43. Seaborg, hlm. 44
  44. Seaborg, hlm. 47
  45. John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. ISBN 978-0-19-960563-7.
  46. Robert Lundqvist. Electromigration Method in Tracer Studies of Complex Chemistry. II. Hydrated Radii and Hydration Numbers of Trivalent Actinides. Acta Chemica Scandinavica A. 1981. Vol. 35. hlm. 653–661. doi:10.3891/acta.chem.scand.35a-0653.
  47. H. Hussonnois. Radiochem. Radioanal. Lett. 1972. Vol. 10. hlm. 231–238.
  48. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  49. S. G. Thompson. Chemical Properties of Elements 99 and 100. J. Am. Chem. Soc. 1954. Vol. 76 (24). hlm. 6229–6236. doi:10.1021/ja01653a004.
  50. Robert J. Silva. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. Vol. 3. hlm. 1621–1651. doi:10.1007/1-4020-3598-5_13. ISBN 978-1-4020-3555-5.
  51. Jaromír Malý. The amalgamation behaviour of heavy elements 1. Observation of anomalous preference in formation of amalgams of californium, einsteinium, and fermium. Inorg. Nucl. Chem. Lett. 1967. Vol. 3 (9). hlm. 373–381. doi:10.1016/0020-1650(67)80046-1.
  52. N. B. Mikheev. Reduction of fermium to divalent state in chloride aqueous ethanolic solutions. Inorg. Nucl. Chem. Lett. 1972. Vol. 8 (11). hlm. 929–936. doi:10.1016/0020-1650(72)80202-2.
  53. E. K. Hulet. Non-observance of monovalent Md. J. Inorg. Nucl. Chem. 1979. Vol. 41 (12). hlm. 1743–1747. doi:10.1016/0022-1902(79)80116-5.
  54. Dictionary of Inorganic Compounds. Chapman & Hall. 1992. Vol. 3. hlm. 2873. ISBN 0412301202.
  55. N. B. Mikheev. Determination of oxidation potential of the pair Fm 2+ /Fm 3+. Inorg. Nucl. Chem. Lett. 1977. Vol. 13 (12). hlm. 651–656. doi:10.1016/0020-1650(77)80074-3.
  56. L. J. Nugent. MTP Int. Rev. Sci.: Inorg. Chem. 1975. Vol. 7. hlm. 195–219.
  57. K. Samhoun. Electrochemical study of mendelevium in aqueous solution: No evidence for monovalent ions. J. Inorg. Nucl. Chem. 1979. Vol. 41 (12). hlm. 1749–1754. doi:10.1016/0022-1902(79)80117-7.
  58. Lothar Koch. Transuranium Elements, in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2000. doi:10.1002/14356007.a27_167. ISBN 978-3527306732.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29221482 (2026-05-13T00:35:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.