Lompat ke isi

Transformator: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302730; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Transformator''' atau '''trafo''' (disebut juga '''pengubah arus''') adalah [[peralatan listrik]] yang mengubah bentuk [[energi listrik]] menjadi suatu bentuk energi listrik yang lainnya. Nilai [[tegangan listrik]] yang dihasilkan oleh transformator ditentukan oleh [[kebutuhan]] energi listrik. Jenis transformator meliputi transformator penaik tegangan, transformator penurun tegangan, transformator pengukuran dan transformator elektronik. Transformator dapat dipasang dari satu [[rangkaian listrik]] ke yang lain, atau beberapa [[Jaringan listrik|rangkaian]]. Arus yang bervariasi dalam setiap kumparan transformator menghasilkan [[Fluks magnetik|fluks magnet]] yang bervariasi dalam inti transformator, yang menginduksi [[gaya gerak listrik]] yang bervariasi pada kumparan lain yang melilit pada inti yang sama. [[Energi listrik]] dapat ditransfer antara kumparan yang terpisah tanpa koneksi [[logam]] (konduktif) antara kedua sirkuit. [[Hukum induksi Faraday]], ditemukan pada tahun 1831, menjelaskan efek tegangan yang diinduksi dalam setiap kumparan karena perubahan [[Fluks magnetik|fluks magnet]] yang dikelilingi oleh kumparan.
[[File:Polemount-singlephase-closeup.jpg|thumb|right|280px|Transformator distribusi yang dipasang di tiang dengan belitan sekunder yang ditancapkan di tengah yang digunakan untuk menyediakan daya "fase-split" untuk layanan komersial perumahan dan ringan, yang di Amerika Utara biasanya diberi daya 120/240 V]]
 
'''Transformator''' atau '''trafo''' (disebut juga '''pengubah arus''') adalah [[peralatan listrik]] yang mengubah bentuk [[energi listrik]] menjadi suatu bentuk energi listrik yang lainnya. Nilai [[tegangan listrik]] yang dihasilkan oleh transformator ditentukan oleh [[kebutuhan]] energi listrik. Jenis transformator meliputi transformator penaik tegangan, transformator penurun tegangan, transformator pengukuran dan transformator elektronik.<ref>Irawati. ''Pengantar Teknik Tenaga Listrik''. Deepublish. 2020. hlm. 3. ISBN 978-623-02-2122-4.</ref> Transformator dapat dipasang dari satu [[rangkaian listrik]] ke yang lain, atau beberapa [[Jaringan listrik|rangkaian]]. Arus yang bervariasi dalam setiap kumparan transformator menghasilkan [[Fluks magnetik|fluks magnet]] yang bervariasi dalam inti transformator, yang menginduksi [[gaya gerak listrik]] yang bervariasi pada kumparan lain yang melilit pada inti yang sama. [[Energi listrik]] dapat ditransfer antara kumparan yang terpisah tanpa koneksi [[logam]] (konduktif) antara kedua sirkuit. [[Hukum induksi Faraday]], ditemukan pada tahun 1831, menjelaskan efek tegangan yang diinduksi dalam setiap kumparan karena perubahan [[Fluks magnetik|fluks magnet]] yang dikelilingi oleh kumparan.


Transformer paling umum digunakan untuk meningkatkan tegangan [[Alternating current|AC]] rendah pada arus tinggi (transformator step-up) atau mengurangi voltase AC tinggi pada arus rendah (transformator step-down) dalam aplikasi tenaga listrik, dan untuk menyambungkan tahapan sirkuit pemrosesan sinyal. Transformer juga dapat digunakan untuk isolasi, di mana tegangan sama dengan tegangan keluar, dengan kumparan terpisah tidak terikat secara [[elektrik]] satu sama lain.
Transformer paling umum digunakan untuk meningkatkan tegangan [[Alternating current|AC]] rendah pada arus tinggi (transformator step-up) atau mengurangi voltase AC tinggi pada arus rendah (transformator step-down) dalam aplikasi tenaga listrik, dan untuk menyambungkan tahapan sirkuit pemrosesan sinyal. Transformer juga dapat digunakan untuk isolasi, di mana tegangan sama dengan tegangan keluar, dengan kumparan terpisah tidak terikat secara [[elektrik]] satu sama lain.


Sejak penemuan [https://www.teknobae.com/2022/06/apa-itu-transformator-potensial.html transformator potensial] konstan pertama pada tahun 1885, transformer telah menjadi penting untuk [[Transmisi tenaga listrik|transmisi]], [[Distribusi tenaga listrik|distribusi]], dan pemanfaatan dari alternatif tenaga arus listrik . Berbagai macam desain transformator ditemukan dalam aplikasi daya elektronik dan listrik. Ukuran transformator berkisar dari transformer [[Frekuensi radio|RF]] dengan volume kurang dari satu [[sentimeter]] kubik, hingga unit dengan berat ratusan [[ton]] yang digunakan untuk menghubungkan jaringan listrik.
Sejak penemuan [https://www.teknobae.com/2022/06/apa-itu-transformator-potensial.html transformator potensial] konstan pertama pada tahun 1885, transformer telah menjadi penting untuk [[Transmisi tenaga listrik|transmisi]], [[Distribusi tenaga listrik|distribusi]], dan pemanfaatan dari alternatif tenaga arus listrik .<ref>Frederick Bedell. [https://ieeexplore.ieee.org/document/5058456/ History of A-C wave Form, Its Determination and Standardization]. ''Transactions of the American Institute of Electrical Engineers''. 1942-12. Vol. 61 (12). hlm. 864–868. doi:10.1109/T-AIEE.1942.5058456.</ref> Berbagai macam desain transformator ditemukan dalam aplikasi daya elektronik dan listrik. Ukuran transformator berkisar dari transformer [[Frekuensi radio|RF]] dengan volume kurang dari satu [[sentimeter]] kubik, hingga unit dengan berat ratusan [[ton]] yang digunakan untuk menghubungkan jaringan listrik.


== Prinsip  ==
== Prinsip  ==
'''Persamaan transformator ideal'''
'''Persamaan transformator ideal'''


Menurut hukum induksi Faraday:
Menurut hukum induksi Faraday:


<math>V_\text{P} = -N_\text{P} \frac{\mathrm{d}\Phi}{\mathrm{d}t}</math> . . . (eq. 1)
<math>V_\text{P} = -N_\text{P} \frac{\mathrm{d}\Phi}{\mathrm{d}t}</math> . . . (eq. 1)<ref>Hugh Hildreth Skilling. [https://archive.org/details/electromechanics0000hhsk Electromechanics]. John Wiley & Sons, Inc. 1962. p. 39</ref>


<math>V_\text{S} = -N_\text{S} \frac{\mathrm{d}\Phi}{\mathrm{d}t}</math> . . . (eq. 2)
<math>V_\text{S} = -N_\text{S} \frac{\mathrm{d}\Phi}{\mathrm{d}t}</math> . . . (eq. 2)
Baris 29: Baris 30:
di mana <math>S</math> adalaha daya yang dikonversikan dan <math>I</math> adalah [[Arus listrik|arus]].
di mana <math>S</math> adalaha daya yang dikonversikan dan <math>I</math> adalah [[Arus listrik|arus]].


Menggabungkan persamaan 3 & eq. 4 dengan catatan akhir ini memberikan identitas transformator ideal:
Menggabungkan persamaan 3 & eq. 4 dengan catatan akhir ini<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> memberikan identitas transformator ideal:


<math>\frac{V_\text{P}}{V_\text{S}} = \frac{I_\text{S}}{I_\text{P}}=\frac{N_\text{P}}{N_\text{S}}=\sqrt{\frac{L_\text{P}}{L_\text{S}}}=a</math> . (eq. 5)
<math>\frac{V_\text{P}}{V_\text{S}} = \frac{I_\text{S}}{I_\text{P}}=\frac{N_\text{P}}{N_\text{S}}=\sqrt{\frac{L_\text{P}}{L_\text{S}}}=a</math> . (eq. 5)
Baris 40: Baris 41:


Dimana <math>Z_\text{L}</math> adalah impedansi beban dari sirkuit sekunder & <math>Z'_\text{L}</math> adalah beban nyata atau impedansi titik penggerak dari sirkuit utama, garis bawah <math>'</math> menunjukan mengacu pada primer.}}
Dimana <math>Z_\text{L}</math> adalah impedansi beban dari sirkuit sekunder & <math>Z'_\text{L}</math> adalah beban nyata atau impedansi titik penggerak dari sirkuit utama, garis bawah <math>'</math> menunjukan mengacu pada primer.}}


=== Transformator ===
=== Transformator ===
Transformator yang ideal adalah tranformator linier teoretis yang lossless dan digabungkan dengan sempurna. Kopling sempurna menyiratkan permeabilitas magnetik inti tak terhingga tinggi dan induktansi berliku dan gaya magnetomotive nol bersih (i.e. i<sub>p</sub>n<sub>p</sub> - i<sub>s</sub>n<sub>s</sub> = 0).
Transformator yang ideal adalah tranformator linier teoretis yang lossless dan digabungkan dengan sempurna. Kopling sempurna menyiratkan permeabilitas magnetik inti tak terhingga tinggi dan induktansi berliku dan gaya magnetomotive nol bersih (i.e. i<sub>p</sub>n<sub>p</sub> - i<sub>s</sub>n<sub>s</sub> = 0).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 


Arus yang bervariasi dalam belitan primer transformator berupaya membuat fluks magnet yang bervariasi dalam inti transformator, yang juga dikelilingi oleh belitan sekunder. Fluks yang bervariasi ini pada belitan sekunder menginduksi [[gaya gerak listrik]] yang bervariasi (EMF, tegangan) pada belitan sekunder karena induksi elektromagnetik dan arus sekunder yang dihasilkan menghasilkan fluks yang sama dan berlawanan dengan yang dihasilkan oleh belitan primer, sesuai dengan [[hukum Lenz]].
Arus yang bervariasi dalam belitan primer transformator berupaya membuat fluks magnet yang bervariasi dalam inti transformator, yang juga dikelilingi oleh belitan sekunder. Fluks yang bervariasi ini pada belitan sekunder menginduksi [[gaya gerak listrik]] yang bervariasi (EMF, tegangan) pada belitan sekunder karena induksi elektromagnetik dan arus sekunder yang dihasilkan menghasilkan fluks yang sama dan berlawanan dengan yang dihasilkan oleh belitan primer, sesuai dengan [[hukum Lenz]].
Baris 50: Baris 49:
Gulungan dililit di sekitar inti permeabilitas magnetik yang sangat tinggi sehingga semua fluks magnet melewati baik gulungan primer dan sekunder. Dengan [[sumber tegangan]] yang terhubung ke belitan primer dan beban yang terhubung ke belitan sekunder, arus transformator mengalir ke arah yang ditunjukkan dan gaya magnetomotive inti dibatalkan ke nol.
Gulungan dililit di sekitar inti permeabilitas magnetik yang sangat tinggi sehingga semua fluks magnet melewati baik gulungan primer dan sekunder. Dengan [[sumber tegangan]] yang terhubung ke belitan primer dan beban yang terhubung ke belitan sekunder, arus transformator mengalir ke arah yang ditunjukkan dan gaya magnetomotive inti dibatalkan ke nol.


Menurut [[hukum Faraday]], karena fluks magnet yang sama melewati belitan primer dan sekunder pada transformator ideal, tegangan diinduksi pada setiap belitan sebanding dengan jumlah belitannya. Rasio tegangan belitan transformator berbanding lurus dengan rasio belitan belitan.
Menurut [[hukum Faraday]], karena fluks magnet yang sama melewati belitan primer dan sekunder pada transformator ideal, tegangan diinduksi pada setiap belitan sebanding dengan jumlah belitannya. Rasio tegangan belitan transformator berbanding lurus dengan rasio belitan belitan.<ref>Paul A. Tipler, ''Physics'', Worth Publishers, Inc., 1976 , pp. 937-940</ref>


[[Fungsi identitas|Identitas]] transformator ideal ditunjukkan dalam persamaan. Gambar 5 adalah perkiraan yang masuk akal untuk transformator komersial tipikal, dengan rasio tegangan dan rasio belitan berliku keduanya berbanding terbalik dengan rasio arus yang sesuai.
[[Fungsi identitas|Identitas]] transformator ideal ditunjukkan dalam persamaan. Gambar 5 adalah perkiraan yang masuk akal untuk transformator komersial tipikal, dengan rasio tegangan dan rasio belitan berliku keduanya berbanding terbalik dengan rasio arus yang sesuai.


Impedansi beban yang ''dirujuk'' ke sirkuit primer sama dengan rasio belokan yang dikuadratkan dengan impedans beban sirkit sekunder.
Impedansi beban yang ''dirujuk'' ke sirkuit primer sama dengan rasio belokan yang dikuadratkan dengan impedans beban sirkit sekunder.<ref>William M. Flanagan. [https://archive.org/details/handbookoftransf0000flan Handbook of Transformer Design & Applications]. McGraw-Hill. 1993. ISBN 978-0-07-021291-6. pp. 2-1, 2-2</ref>


=== Persamaan EMF transformator ===
=== Persamaan EMF transformator ===
Jika fluks pada inti murni [[Gelombang sinus|sinusoidal]], hubungan keduanya berliku di antara '''tegangan''' [[Root mean square|rms]]-nya ''E''<sub>rms</sub> dari belitan, dan frekuensi suplai ''f'', jumlah belokan ''N'', luas penampang inti a dalam m<sup>2</sup> dan puncak kepadatan fluks magnetik ''B''<sub>peak</sub> dalam Wb/m<sup>2</sup> atau T (tesla) diberikan oleh persamaan EMF universal:
Jika fluks pada inti murni [[Gelombang sinus|sinusoidal]], hubungan keduanya berliku di antara '''tegangan''' [[Root mean square|rms]]-nya ''E''<sub>rms</sub> dari belitan, dan frekuensi suplai ''f'', jumlah belokan ''N'', luas penampang inti a dalam m<sup>2</sup> dan puncak kepadatan fluks magnetik ''B''<sub>peak</sub> dalam Wb/m<sup>2</sup> atau T (tesla) diberikan oleh persamaan EMF universal:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


: <math> E_\text{rms} = {\frac {2 \pi f N a B_\text{peak}} {\sqrt{2}}} \approx 4.44 f N a B_\text{peak}</math>
: <math> E_\text{rms} = {\frac {2 \pi f N a B_\text{peak}} {\sqrt{2}}} \approx 4.44 f N a B_\text{peak}</math>
Baris 65: Baris 64:


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Transformator arus ===
=== Transformator arus ===
[[Transformator arus]] adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya kuat [[arus listrik]] pada [[tegangan tinggi]]. Bagian dalam transformator arus tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat sedikit, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat banyak. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu [[amperemeter]]. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan [[relai proteksi]].
[[Transformator arus]] adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya kuat [[arus listrik]] pada [[tegangan tinggi]]. Bagian dalam transformator arus tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat sedikit, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat banyak. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu [[amperemeter]]. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan [[relai proteksi]].<ref>Yanuarsyah Haroen. ''Sistem Transportasi Elektrik''. ITB Press. 2017. hlm. 143. ISBN 978-602-7861-65-7.</ref>


=== Transformator tegangan ===
=== Transformator tegangan ===
[[Transformator tegangan]] adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya tegangan listrik pada tegangan tinggi. Bagian dalam transformator tegangan tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat banyak, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat sedikit. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu [[voltmeter]]. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan relai proteksi.
[[Transformator tegangan]] adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya tegangan listrik pada tegangan tinggi. Bagian dalam transformator tegangan tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat banyak, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat sedikit. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu [[voltmeter]]. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan relai proteksi.<ref>Yanuarsyah Haroen. ''Sistem Transportasi Elektrik''. ITB Press. 2017. hlm. 143. ISBN 978-602-7861-65-7.</ref>


===Transformator penaik tegangan===
===Transformator penaik tegangan===
Transformator penaik tegangan adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan [[generator]] menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
Transformator penaik tegangan adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan [[generator]] menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.


=== Transformator penurun tegangan ===
=== Transformator penurun tegangan ===
Transformator penurun tegangan memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam [[adaptor]] AC-[[DC]].
Transformator penurun tegangan memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam [[adaptor]] AC-[[DC]].


Baris 99: Baris 94:


== Hubungan primer-sekunder ==
== Hubungan primer-sekunder ==
  Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah <math>\delta\phi=\epsilon\times\delta\,t</math> dan rumus untuk ggl. induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah <math>\epsilon=N\frac{\delta\phi}{\delta\,t}</math>.
  Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah <math>\delta\phi=\epsilon\times\delta\,t</math> dan rumus untuk ggl. induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah <math>\epsilon=N\frac{\delta\phi}{\delta\,t}</math>.


Baris 113: Baris 107:
== Konstruksi ==
== Konstruksi ==
=== Inti ===
=== Inti ===
;
;  


Transformator inti tertutup dibangun dalam 'bentuk inti' atau 'bentuk kerangka'. Ketika belitan mengelilingi inti, transformator adalah bentuk inti; ketika belitan dikelilingi oleh inti, transformator berbentuk pelindungnya. Desain bentuk pelindung mungkin lebih lazim daripada desain bentuk inti untuk aplikasi transformator distribusi karena relatif mudah dalam menumpuk inti di sekitar gulungan berliku.
Transformator inti tertutup dibangun dalam 'bentuk inti' atau 'bentuk kerangka'. Ketika belitan mengelilingi inti, transformator adalah bentuk inti; ketika belitan dikelilingi oleh inti, transformator berbentuk pelindungnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Desain bentuk pelindung mungkin lebih lazim daripada desain bentuk inti untuk aplikasi transformator distribusi karena relatif mudah dalam menumpuk inti di sekitar gulungan berliku.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Desain bentuk inti cenderung, sebagai aturan umum, lebih ekonomis, dan karena itu lebih lazim, daripada desain bentuk pelindung untuk penerapan transformator daya tegangan tinggi di ujung bawah rentang tegangan dan peringkat daya mereka (kurang dari atau sama dengan, nominal, 230 kV atau 75 MVA). Transformator berbentuk pelindung dicirikan memiliki rasio kVA terhadap berat yang lebih baik, karakteristik kekuatan hubung-pendek yang lebih baik, dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap kerusakan transit.
Desain bentuk inti cenderung, sebagai aturan umum, lebih ekonomis, dan karena itu lebih lazim, daripada desain bentuk pelindung untuk penerapan transformator daya tegangan tinggi di ujung bawah rentang tegangan dan peringkat daya mereka (kurang dari atau sama dengan, nominal, 230 kV atau 75 MVA). Transformator berbentuk pelindung dicirikan memiliki rasio kVA terhadap berat yang lebih baik, karakteristik kekuatan hubung-pendek yang lebih baik, dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap kerusakan transit.<ref>[http://archive.org/details/U.S._Army_Corps_of_Engineers_Engineering_and_Design_Hydroelectric_Power_Plants_E U.S. Army Corps of Engineers Engineering and Design Hydroelectric Power Plants Electrical Design].</ref>


=== Pendingin ===
=== Pendingin ===
Ini adalah aturan umum bahwa harapan hidup insulasi listrik dibelah dua untuk setiap kenaikan suhu operasi 7&nbsp;°C hingga 10&nbsp;°C (contoh penerapan [[persamaan Arrhenius]]).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Ini adalah aturan umum bahwa harapan hidup insulasi listrik dibelah dua untuk setiap kenaikan suhu operasi 7&nbsp;°C hingga 10&nbsp;°C (contoh penerapan [[persamaan Arrhenius]]).
Minyak transformator adalah minyak mineral yang sangat halus yang mendinginkan gulungan dan isolasi dengan beredar di dalam tangki transformator. [[Minyak mineral]] dan sistem isolasi [[Kertas insulasi listrik|kertas]] telah dipelajari dan digunakan secara luas selama lebih dari 100 tahun. Diperkirakan 50% transformator daya akan bertahan selama 50 tahun penggunaan, bahwa usia rata-rata kegagalan transformator daya adalah sekitar 10 hingga 15 tahun, dan sekitar 30% kegagalan transformator daya disebabkan oleh kegagalan isolasi dan kelebihan beban.<ref>[http://www.bplglobal.net/eng/knowledge-center/download.aspx?id=191 Analysis of Transformer Failures]. ''web.archive.org''. 2013-10-20.</ref>
 
Minyak transformator adalah minyak mineral yang sangat halus yang mendinginkan gulungan dan isolasi dengan beredar di dalam tangki transformator. [[Minyak mineral]] dan sistem isolasi [[Kertas insulasi listrik|kertas]] telah dipelajari dan digunakan secara luas selama lebih dari 100 tahun. Diperkirakan 50% transformator daya akan bertahan selama 50 tahun penggunaan, bahwa usia rata-rata kegagalan transformator daya adalah sekitar 10 hingga 15 tahun, dan sekitar 30% kegagalan transformator daya disebabkan oleh kegagalan isolasi dan kelebihan beban.


=== Isolasi ===
=== Isolasi ===
Isolasi harus disediakan antara belitan individu belitan, antara belitan, antara belitan dan inti, dan pada terminal belitan.
Isolasi harus disediakan antara belitan individu belitan, antara belitan, antara belitan dan inti, dan pada terminal belitan.


Isolasi inter-turn dari transformator kecil mungkin merupakan lapisan pernis insulasi pada kawat. Lapisan kertas atau film polimer dapat dimasukkan di antara lapisan gulungan, dan antara gulungan primer dan sekunder. Sebuah transformator dapat dilapisi atau dicelupkan ke dalam resin polimer untuk meningkatkan kekuatan belitan dan melindunginya dari kelembapan atau korosi. Resin dapat diimpregnasi ke belitan Isolasi menggunakan kombinasi vakum dan tekanan selama proses pelapisan, menghilangkan semua rongga udara dalam belitan. Dalam batas, seluruh gulungan dapat ditempatkan dalam cetakan, dan resin ditaburkan ke sekelilingnya sebagai blok padat, engkapsulasi gulungan.
Isolasi inter-turn dari transformator kecil mungkin merupakan lapisan pernis insulasi pada kawat. Lapisan kertas atau film polimer dapat dimasukkan di antara lapisan gulungan, dan antara gulungan primer dan sekunder. Sebuah transformator dapat dilapisi atau dicelupkan ke dalam resin polimer untuk meningkatkan kekuatan belitan dan melindunginya dari kelembapan atau korosi. Resin dapat diimpregnasi ke belitan Isolasi menggunakan kombinasi vakum dan tekanan selama proses pelapisan, menghilangkan semua rongga udara dalam belitan. Dalam batas, seluruh gulungan dapat ditempatkan dalam cetakan, dan resin ditaburkan ke sekelilingnya sebagai blok padat, engkapsulasi gulungan.<ref>Keith (2007) Lane. [http://ecmweb.com/content/basics-large-dry-type-transformers The Basics of Large Dry-Type Transformers]. EC&M. June 2007.</ref>


=== Bushing ===
=== Bushing ===
Transformator yang lebih besar dilengkapi dengan [[Bushing (listrik)|bushing]] berinsulasi tegangan tinggi yang terbuat dari polimer atau porselen. [[Bushing]] besar dapat menjadi struktur yang kompleks karena harus memerlukan pengendalian yang hati-hati terhadap [[gradien medan listrik]] tanpa membiarkan oli transformator bocor.
Transformator yang lebih besar dilengkapi dengan [[Bushing (listrik)|bushing]] berinsulasi tegangan tinggi yang terbuat dari polimer atau porselen. [[Bushing]] besar dapat menjadi struktur yang kompleks karena harus memerlukan pengendalian yang hati-hati terhadap [[gradien medan listrik]] tanpa membiarkan oli transformator bocor.<ref>Hugh McLaren Ryan. [https://books.google.com/books?id=Jg1xA65n56oC&pg=PA7&dq=High+Voltage+Engineering+and+Testing&hl=en High Voltage Engineering and Testing]. IET. 2001. ISBN 978-0-85296-775-1.</ref>


== Parameter klasifikasi ==
== Parameter klasifikasi ==
Transformer dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, seperti berikut ini:
Transformer dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, seperti berikut ini:
* ''[[Nilai daya]]'': Dari sebagian kecil volt-ampere (VA) hingga lebih dari seribu MVA.
* ''[[Nilai daya]]'': Dari sebagian kecil volt-ampere (VA) hingga lebih dari seribu MVA.
Baris 149: Baris 140:


== Pengujian ==
== Pengujian ==
Pengujian transformator bertujuan untuk mengetahui karakteristik operasi dari transformator. Paramater yang digunakan untuk mengetahuinya ada empat, yaitu resistansi ekuivalen, reaktansi bocor, konduktansi rugi inti, dan [[suseptibilitas magnetik]]. Pengukuran resistansi ekuivalen dan reaktansi bocor didasarkan kepada kumparan primer maupun kumparan sekunder di dalam transformator. Sedangkan pengukuran konduktansi rugi inti berkebalikan dengan resistansi ekuvalen, dan pengukuran suseptibiitas magnetik berkebalikan dengan reaktansi rugi inti. Jenis pengujian yang diberikan kepada empat paramater ini ada dua, yaitu pengujian beban nol dan pengujian hubung singkat.
Pengujian transformator bertujuan untuk mengetahui karakteristik operasi dari transformator. Paramater yang digunakan untuk mengetahuinya ada empat, yaitu resistansi ekuivalen, reaktansi bocor, konduktansi rugi inti, dan [[suseptibilitas magnetik]]. Pengukuran resistansi ekuivalen dan reaktansi bocor didasarkan kepada kumparan primer maupun kumparan sekunder di dalam transformator. Sedangkan pengukuran konduktansi rugi inti berkebalikan dengan resistansi ekuvalen, dan pengukuran suseptibiitas magnetik berkebalikan dengan reaktansi rugi inti. Jenis pengujian yang diberikan kepada empat paramater ini ada dua, yaitu pengujian beban nol dan pengujian hubung singkat.<ref>Irawati. ''Pengantar Teknik Tenaga Listrik''. Deepublish. 2020. hlm. 65. ISBN 978-623-02-2122-4.</ref>


== Efisiensi ==
== Efisiensi ==
Baris 155: Baris 146:
<math>\eta=\frac{P_o}{P_i}\,100\%</math>
<math>\eta=\frac{P_o}{P_i}\,100\%</math>
Sebagai akibat adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%.
Sebagai akibat adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%.


== Penerapan ==
== Penerapan ==
Berbagai desain aplikasi listrik spesifik memerlukan berbagai jenis transformator. Walaupun mereka semua berbagi prinsip-prinsip transformator karakteristik dasar, mereka dikustomisasi dalam konstruksi atau sifat listrik untuk persyaratan pemasangan atau kondisi sirkuit tertentu.
Berbagai desain aplikasi listrik spesifik memerlukan berbagai jenis transformator. Walaupun mereka semua berbagi prinsip-prinsip transformator karakteristik dasar, mereka dikustomisasi dalam konstruksi atau sifat listrik untuk persyaratan pemasangan atau kondisi sirkuit tertentu.


Dalam [[transmisi tenaga listrik]], transformer memungkinkan transmisi daya listrik pada tegangan tinggi, yang mengurangi kerugian akibat pemanasan kabel. Hal ini memungkinkan pembangkit yang berlokasi secara ekonomis pada jarak dari konsumen listrik. Semua kecuali sebagian kecil dari kekuatan listrik dunia telah melewati serangkaian transformator pada saat mencapai konsumen.
Dalam [[transmisi tenaga listrik]], transformer memungkinkan transmisi daya listrik pada tegangan tinggi, yang mengurangi kerugian akibat pemanasan kabel. Hal ini memungkinkan pembangkit yang berlokasi secara ekonomis pada jarak dari konsumen listrik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Semua kecuali sebagian kecil dari kekuatan listrik dunia telah melewati serangkaian transformator pada saat mencapai konsumen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 167: Baris 156:
* [[Kondensator]]
* [[Kondensator]]
* [[Resistor]]
* [[Resistor]]
== Referensi ==


== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
* Beeman, Donald, ed. (1955). ''Buku Pegangan Sistem Tenaga Industri''. McGraw-Hill.
* Beeman, Donald, ed. (1955). ''Buku Pegangan Sistem Tenaga Industri''. McGraw-Hill.
* Calvert, James (2001). "[https://web.archive.org/web/20070509111407/http://www.du.edu/~jcalvert/tech/transfor.htm Di dalam Trafo]". Universitas Denver. Diarsipkan dari yang asli pada 9 Mei 2007. Diakses pada 19 Mei 2007.
* Calvert, James (2001). "[https://web.archive.org/web/20070509111407/http://www.du.edu/~jcalvert/tech/transfor.htm Di dalam Trafo]". Universitas Denver. Diarsipkan dari yang asli pada 9 Mei 2007. Diakses pada 19 Mei 2007.
Baris 180: Baris 165:


== Catatan ==
== Catatan ==
==Pranala luar==
==Pranala luar==
'''Tautan umum''':
'''Tautan umum''':


Baris 196: Baris 177:
* [https://web.archive.org/web/20180118010519/http://www.learnengineering.org/2014/11/Transformer-Bekerja-Daya-dan-Listrik.html learnengineering.org Bagaimana cara kerja Transformer ? ]
* [https://web.archive.org/web/20180118010519/http://www.learnengineering.org/2014/11/Transformer-Bekerja-Daya-dan-Listrik.html learnengineering.org Bagaimana cara kerja Transformer ? ]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302730 (2026-06-01T09:27:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transformator&oldid=29302730 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302730 (2026-06-01T09:27:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 04.00

Transformator distribusi yang dipasang di tiang dengan belitan sekunder yang ditancapkan di tengah yang digunakan untuk menyediakan daya "fase-split" untuk layanan komersial perumahan dan ringan, yang di Amerika Utara biasanya diberi daya 120/240 V

Transformator atau trafo (disebut juga pengubah arus) adalah peralatan listrik yang mengubah bentuk energi listrik menjadi suatu bentuk energi listrik yang lainnya. Nilai tegangan listrik yang dihasilkan oleh transformator ditentukan oleh kebutuhan energi listrik. Jenis transformator meliputi transformator penaik tegangan, transformator penurun tegangan, transformator pengukuran dan transformator elektronik.[1] Transformator dapat dipasang dari satu rangkaian listrik ke yang lain, atau beberapa rangkaian. Arus yang bervariasi dalam setiap kumparan transformator menghasilkan fluks magnet yang bervariasi dalam inti transformator, yang menginduksi gaya gerak listrik yang bervariasi pada kumparan lain yang melilit pada inti yang sama. Energi listrik dapat ditransfer antara kumparan yang terpisah tanpa koneksi logam (konduktif) antara kedua sirkuit. Hukum induksi Faraday, ditemukan pada tahun 1831, menjelaskan efek tegangan yang diinduksi dalam setiap kumparan karena perubahan fluks magnet yang dikelilingi oleh kumparan.

Transformer paling umum digunakan untuk meningkatkan tegangan AC rendah pada arus tinggi (transformator step-up) atau mengurangi voltase AC tinggi pada arus rendah (transformator step-down) dalam aplikasi tenaga listrik, dan untuk menyambungkan tahapan sirkuit pemrosesan sinyal. Transformer juga dapat digunakan untuk isolasi, di mana tegangan sama dengan tegangan keluar, dengan kumparan terpisah tidak terikat secara elektrik satu sama lain.

Sejak penemuan transformator potensial konstan pertama pada tahun 1885, transformer telah menjadi penting untuk transmisi, distribusi, dan pemanfaatan dari alternatif tenaga arus listrik .[2] Berbagai macam desain transformator ditemukan dalam aplikasi daya elektronik dan listrik. Ukuran transformator berkisar dari transformer RF dengan volume kurang dari satu sentimeter kubik, hingga unit dengan berat ratusan ton yang digunakan untuk menghubungkan jaringan listrik.

Prinsip

Persamaan transformator ideal

Menurut hukum induksi Faraday:

VP=NPdΦdt . . . (eq. 1)[3]

VS=NSdΦdt . . . (eq. 2)

di mana V adalah tegangan sesaat, N adalah jumlah belokan dalam belitan, dΦ/dt adalah turunan dari fluks magnet Φ melalui satu putaran belitan dari waktu ke waktu (t), dan garis bawah P dan S menunjukkan primer dan sekunder.

Menggabungkan rasio persamaan. 1 & eq. 2:

Rasio menajdi =VPVS=NPNS=a . . . (eq. 3)

Di mana untuk transformator step-down a> 1, untuk transformator step-up a <1, dan untuk transformator isolasi a = 1.

Menurut hukum kekekalan energi, daya nyata, nyata dan reaktif masing-masing dikonversikan dalam input dan output:

S=IPVP=ISVS . . . . (eq. 4)

di mana S adalaha daya yang dikonversikan dan I adalah arus.

Menggabungkan persamaan 3 & eq. 4 dengan catatan akhir ini[4] memberikan identitas transformator ideal:

VPVS=ISIP=NPNS=LPLS=a . (eq. 5)

Di mana L adalah berliku induktansi diri.

Menurut hukum Ohm dan identitas transformator ideal:

ZL=VSIS . . . (eq. 6){I_\text{P}}=\frac{aV_\text{S}}{I_\text{S}/a}=a^2\frac{V_\text{S}}{I_\text{S}}=a^2{Z_\text{L}}</math> . (eq. 7)

Dimana ZL adalah impedansi beban dari sirkuit sekunder & Z'L adalah beban nyata atau impedansi titik penggerak dari sirkuit utama, garis bawah menunjukan mengacu pada primer.}}

Transformator

Transformator yang ideal adalah tranformator linier teoretis yang lossless dan digabungkan dengan sempurna. Kopling sempurna menyiratkan permeabilitas magnetik inti tak terhingga tinggi dan induktansi berliku dan gaya magnetomotive nol bersih (i.e. ipnp - isns = 0).[5]

Arus yang bervariasi dalam belitan primer transformator berupaya membuat fluks magnet yang bervariasi dalam inti transformator, yang juga dikelilingi oleh belitan sekunder. Fluks yang bervariasi ini pada belitan sekunder menginduksi gaya gerak listrik yang bervariasi (EMF, tegangan) pada belitan sekunder karena induksi elektromagnetik dan arus sekunder yang dihasilkan menghasilkan fluks yang sama dan berlawanan dengan yang dihasilkan oleh belitan primer, sesuai dengan hukum Lenz.

Gulungan dililit di sekitar inti permeabilitas magnetik yang sangat tinggi sehingga semua fluks magnet melewati baik gulungan primer dan sekunder. Dengan sumber tegangan yang terhubung ke belitan primer dan beban yang terhubung ke belitan sekunder, arus transformator mengalir ke arah yang ditunjukkan dan gaya magnetomotive inti dibatalkan ke nol.

Menurut hukum Faraday, karena fluks magnet yang sama melewati belitan primer dan sekunder pada transformator ideal, tegangan diinduksi pada setiap belitan sebanding dengan jumlah belitannya. Rasio tegangan belitan transformator berbanding lurus dengan rasio belitan belitan.[6]

Identitas transformator ideal ditunjukkan dalam persamaan. Gambar 5 adalah perkiraan yang masuk akal untuk transformator komersial tipikal, dengan rasio tegangan dan rasio belitan berliku keduanya berbanding terbalik dengan rasio arus yang sesuai.

Impedansi beban yang dirujuk ke sirkuit primer sama dengan rasio belokan yang dikuadratkan dengan impedans beban sirkit sekunder.[7]

Persamaan EMF transformator

Jika fluks pada inti murni sinusoidal, hubungan keduanya berliku di antara tegangan rms-nya Erms dari belitan, dan frekuensi suplai f, jumlah belokan N, luas penampang inti a dalam m2 dan puncak kepadatan fluks magnetik Bpeak dalam Wb/m2 atau T (tesla) diberikan oleh persamaan EMF universal:[8]

Erms=2πfNaBpeak24.44fNaBpeak

Polaritas

Suatu konvensi titik sering digunakan dalam diagram sirkuit transformator, nameplates atau marka terminal untuk menentukan polaritas relatif dari belitan transformator. Arus sesaat yang meningkat secara positif memasuki ujung ‘titik belitan primer menginduksi tegangan polaritas positif yang keluar dari ujung‘ titik inding belitan sekunder. Transformator tiga fase yang digunakan dalam sistem tenaga listrik akan memiliki papan nama yang menunjukkan hubungan fase antara terminal mereka. Ini mungkin dalam bentuk diagram fasor, atau menggunakan kode alfanumerik untuk menunjukkan jenis koneksi internal (wye atau delta) untuk setiap belitan.

Jenis

Transformator arus

Transformator arus adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya kuat arus listrik pada tegangan tinggi. Bagian dalam transformator arus tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat sedikit, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat banyak. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu amperemeter. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan relai proteksi.[9]

Transformator tegangan

Transformator tegangan adalah jenis transformator yang digunakan untuk mengetahui besarnya tegangan listrik pada tegangan tinggi. Bagian dalam transformator tegangan tersusun dari belitan primer dan belitan sekunder. Jumlah belitan primer sangat banyak, sedangkan jumlah belitan sekunder sangat sedikit. Bagian belitan sekunder terhubung ke alat ukur listrik yaitu voltmeter. Bagian sekunder juga terhubung ke rangkaian pengendali dan relai proteksi.[10]

Transformator penaik tegangan

Transformator penaik tegangan adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Transformator penurun tegangan

Transformator penurun tegangan memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Autotransformator

Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan juga kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Namun, transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

Autotransformator variabel

Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Transformator isolasi

Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Namun, pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling

Transformator pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

Transformator tiga fase

Transformator tiga fase (3-phase) sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ).

Hubungan primer-sekunder

Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah δϕ=ϵ×δt dan rumus untuk ggl. induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah ϵ=Nδϕδt.

Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka δϕδt=VpNp=VsNs

Dengan menyusun ulang persamaan akan didapat VpVs=NpNs Dari rumus-rumus di atas, didapat pula: VpIp=VsIs

Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Konstruksi

Inti

Transformator inti tertutup dibangun dalam 'bentuk inti' atau 'bentuk kerangka'. Ketika belitan mengelilingi inti, transformator adalah bentuk inti; ketika belitan dikelilingi oleh inti, transformator berbentuk pelindungnya.[11] Desain bentuk pelindung mungkin lebih lazim daripada desain bentuk inti untuk aplikasi transformator distribusi karena relatif mudah dalam menumpuk inti di sekitar gulungan berliku.[12]

Desain bentuk inti cenderung, sebagai aturan umum, lebih ekonomis, dan karena itu lebih lazim, daripada desain bentuk pelindung untuk penerapan transformator daya tegangan tinggi di ujung bawah rentang tegangan dan peringkat daya mereka (kurang dari atau sama dengan, nominal, 230 kV atau 75 MVA). Transformator berbentuk pelindung dicirikan memiliki rasio kVA terhadap berat yang lebih baik, karakteristik kekuatan hubung-pendek yang lebih baik, dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap kerusakan transit.[13]

Pendingin

Ini adalah aturan umum bahwa harapan hidup insulasi listrik dibelah dua untuk setiap kenaikan suhu operasi 7 °C hingga 10 °C (contoh penerapan persamaan Arrhenius).[14]

Minyak transformator adalah minyak mineral yang sangat halus yang mendinginkan gulungan dan isolasi dengan beredar di dalam tangki transformator. Minyak mineral dan sistem isolasi kertas telah dipelajari dan digunakan secara luas selama lebih dari 100 tahun. Diperkirakan 50% transformator daya akan bertahan selama 50 tahun penggunaan, bahwa usia rata-rata kegagalan transformator daya adalah sekitar 10 hingga 15 tahun, dan sekitar 30% kegagalan transformator daya disebabkan oleh kegagalan isolasi dan kelebihan beban.[15]

Isolasi

Isolasi harus disediakan antara belitan individu belitan, antara belitan, antara belitan dan inti, dan pada terminal belitan.

Isolasi inter-turn dari transformator kecil mungkin merupakan lapisan pernis insulasi pada kawat. Lapisan kertas atau film polimer dapat dimasukkan di antara lapisan gulungan, dan antara gulungan primer dan sekunder. Sebuah transformator dapat dilapisi atau dicelupkan ke dalam resin polimer untuk meningkatkan kekuatan belitan dan melindunginya dari kelembapan atau korosi. Resin dapat diimpregnasi ke belitan Isolasi menggunakan kombinasi vakum dan tekanan selama proses pelapisan, menghilangkan semua rongga udara dalam belitan. Dalam batas, seluruh gulungan dapat ditempatkan dalam cetakan, dan resin ditaburkan ke sekelilingnya sebagai blok padat, engkapsulasi gulungan.[16]

Bushing

Transformator yang lebih besar dilengkapi dengan bushing berinsulasi tegangan tinggi yang terbuat dari polimer atau porselen. Bushing besar dapat menjadi struktur yang kompleks karena harus memerlukan pengendalian yang hati-hati terhadap gradien medan listrik tanpa membiarkan oli transformator bocor.[17]

Parameter klasifikasi

Transformer dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, seperti berikut ini:

  • Nilai daya: Dari sebagian kecil volt-ampere (VA) hingga lebih dari seribu MVA.
  • Tugas transformator: Berkelanjutan, waktu singkat, intermiten, periodik, bervariasi.
  • Rentang frekuensi: Frekuensi daya, frekuensi audio, atau frekuensi radio.
  • Kelas tegangan: Dari beberapa volt hingga ratusan kilovolt.
  • Jenis pendingin: Kering atau direndam cairan; didinginkan sendiri, didinginkan udara paksa; didinginkan minyak paksa, pendinginan air.
  • Penerapan: suplai daya, pencocokan impedansi, tegangan keluaran dan stabilisator arus, pulsa, isolasi sirkuit, distribusi daya, penyearah, tungku busur, output amplifier, dll.
  • Bentuk magnetik dasar: Bentuk inti, bentuk pelindung, konsentris, sandwich.
  • Deskriptor transformator konstan-potensial: Step-up, step-down, isolasi.
  • Konfigurasi gulungan umum: Oleh grup vektor IEC, kombinasi dua-belitan dari penetapan fase delta, wye atau star, dan zigzag; autotransfomator, Scott-T
  • Konfigurasi belitan fase-shift rectifier: 2-belitan, 6-pulsa; 3-berliku, 12-pulsa; . . . n-belitan, [n-1]*6-pulsa; poligon; dll ..

Pengujian

Pengujian transformator bertujuan untuk mengetahui karakteristik operasi dari transformator. Paramater yang digunakan untuk mengetahuinya ada empat, yaitu resistansi ekuivalen, reaktansi bocor, konduktansi rugi inti, dan suseptibilitas magnetik. Pengukuran resistansi ekuivalen dan reaktansi bocor didasarkan kepada kumparan primer maupun kumparan sekunder di dalam transformator. Sedangkan pengukuran konduktansi rugi inti berkebalikan dengan resistansi ekuvalen, dan pengukuran suseptibiitas magnetik berkebalikan dengan reaktansi rugi inti. Jenis pengujian yang diberikan kepada empat paramater ini ada dua, yaitu pengujian beban nol dan pengujian hubung singkat.[18]

Efisiensi

Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus η=PoPi100% Sebagai akibat adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah, efisiensi bisa mencapai 98%.

Penerapan

Berbagai desain aplikasi listrik spesifik memerlukan berbagai jenis transformator. Walaupun mereka semua berbagi prinsip-prinsip transformator karakteristik dasar, mereka dikustomisasi dalam konstruksi atau sifat listrik untuk persyaratan pemasangan atau kondisi sirkuit tertentu.

Dalam transmisi tenaga listrik, transformer memungkinkan transmisi daya listrik pada tegangan tinggi, yang mengurangi kerugian akibat pemanasan kabel. Hal ini memungkinkan pembangkit yang berlokasi secara ekonomis pada jarak dari konsumen listrik.[19] Semua kecuali sebagian kecil dari kekuatan listrik dunia telah melewati serangkaian transformator pada saat mencapai konsumen.[20]

Lihat pula

Bibliografi

Catatan

Pranala luar

Tautan umum:

Referensi

  1. Irawati. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Deepublish. 2020. hlm. 3. ISBN 978-623-02-2122-4.
  2. Frederick Bedell. History of A-C wave Form, Its Determination and Standardization. Transactions of the American Institute of Electrical Engineers. 1942-12. Vol. 61 (12). hlm. 864–868. doi:10.1109/T-AIEE.1942.5058456.
  3. Hugh Hildreth Skilling. Electromechanics. John Wiley & Sons, Inc. 1962. p. 39
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. Paul A. Tipler, Physics, Worth Publishers, Inc., 1976 , pp. 937-940
  7. William M. Flanagan. Handbook of Transformer Design & Applications. McGraw-Hill. 1993. ISBN 978-0-07-021291-6. pp. 2-1, 2-2
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. Yanuarsyah Haroen. Sistem Transportasi Elektrik. ITB Press. 2017. hlm. 143. ISBN 978-602-7861-65-7.
  10. Yanuarsyah Haroen. Sistem Transportasi Elektrik. ITB Press. 2017. hlm. 143. ISBN 978-602-7861-65-7.
  11. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. U.S. Army Corps of Engineers Engineering and Design Hydroelectric Power Plants Electrical Design.
  14. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  15. Analysis of Transformer Failures. web.archive.org. 2013-10-20.
  16. Keith (2007) Lane. The Basics of Large Dry-Type Transformers. EC&M. June 2007.
  17. Hugh McLaren Ryan. High Voltage Engineering and Testing. IET. 2001. ISBN 978-0-85296-775-1.
  18. Irawati. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Deepublish. 2020. hlm. 65. ISBN 978-623-02-2122-4.
  19. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  20. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302730 (2026-06-01T09:27:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.