Lompat ke isi

Dasar laut: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28126101; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:World11.jpg|thumb|right|280px|Peta dasar laut]]
'''Dasar laut''' adalah bagian terbawah dari [[permukaan laut]]. Bentuk dasar laut mirip dengan di [[daratan]]. Isi dari dasar laut diketahui melalui [[eksplorasi]] dan survei [[hidrografi]]. Di dalam dasar laut terdapat [[terumbu karang]], [[padang lamun]] dan [[Tambang (disambiguasi)|tambang]] yang bervariasi. Konfigurasi dasar laut menggunakan peta [[batimetri]]. Kajian mengenai dasar laut menjadi bagian dari [[oseanografi]].
'''Dasar laut''' adalah bagian terbawah dari [[permukaan laut]]. Bentuk dasar laut mirip dengan di [[daratan]]. Isi dari dasar laut diketahui melalui [[eksplorasi]] dan survei [[hidrografi]]. Di dalam dasar laut terdapat [[terumbu karang]], [[padang lamun]] dan [[Tambang (disambiguasi)|tambang]] yang bervariasi. Konfigurasi dasar laut menggunakan peta [[batimetri]]. Kajian mengenai dasar laut menjadi bagian dari [[oseanografi]].


== Pencitraan ==
== Pencitraan ==
=== Dugaan dan fakta tentang bentuk ===
=== Dugaan dan fakta tentang bentuk ===
Awalnya, [[ilmuwan]] mengira bahwa bentuk dasar laut hanya datar dan tidak memiliki bentuk. Setelah ilmu-ilmu modern berkembang, ilmuwan mengetahui bahwa topografi dari dasar laut sangat kompleks sama seperti di daratan. Peralatan pemindai dan pencitra dasar laut memanfaatkan konsep pencitraan dan penampangan bawah air. Metode yang digunakan adalah deteksi tenaga gema. Deteksi tenaga gema mampu memberikan informasi mengenai kekasaran dan kekerasan dari target yang ingin diketahui informasinya.
Awalnya, [[ilmuwan]] mengira bahwa bentuk dasar laut hanya datar dan tidak memiliki bentuk. Setelah ilmu-ilmu modern berkembang, ilmuwan mengetahui bahwa topografi dari dasar laut sangat kompleks sama seperti di daratan. Peralatan pemindai dan pencitra dasar laut memanfaatkan konsep pencitraan dan penampangan bawah air. Metode yang digunakan adalah deteksi tenaga gema. Deteksi tenaga gema mampu memberikan informasi mengenai kekasaran dan kekerasan dari target yang ingin diketahui informasinya.
Baris 13: Baris 14:


== Keanekaragaman hayati ==
== Keanekaragaman hayati ==
=== Ikan ===
=== Ikan ===
Pada dasar laut dengan kedalaman antara 600 hingga 2.700 meter di bawah permukaan laut, ilmuwan telah menemukan keberadaan [[ikan]] yang hidup dalam kedalaman tersebut. Ikan-ikan di kedalaman tersebut mampu melihat dalam kegelapan laut dan mencari mangsa dengan menghasilkan [[cahaya]] dari bagian tubuhnya sendiri.
Pada dasar laut dengan kedalaman antara 600 hingga 2.700 meter di bawah permukaan laut, ilmuwan telah menemukan keberadaan [[ikan]] yang hidup dalam kedalaman tersebut. Ikan-ikan di kedalaman tersebut mampu melihat dalam kegelapan laut dan mencari mangsa dengan menghasilkan [[cahaya]] dari bagian tubuhnya sendiri.<ref>Yusuf Al-Hajj Ahmad. ''Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang''. Aqwam. April 2018. hlm. 33. ISBN 978-979-039-364-6.</ref>


=== Terumbu karang ===
=== Terumbu karang ===
Baris 30: Baris 30:


== Disiplin ilmiah ==
== Disiplin ilmiah ==
=== Oseanografi ===
=== Oseanografi ===
Dasar laut menjadi salah satu bagian dari kajian [[oseanografi]] khusus mengenai bebatuan yang membentuknya. Reaksi-reaksi kimia yang yang terjadi di dasar laut juga menjadi kajian utama bagi kimia oseanografi.
Dasar laut menjadi salah satu bagian dari kajian [[oseanografi]] khusus mengenai bebatuan yang membentuknya. Reaksi-reaksi kimia yang yang terjadi di dasar laut juga menjadi kajian utama bagi kimia oseanografi.
Baris 41: Baris 40:
* [[Pulau|Kepulauan vulkanik]]
* [[Pulau|Kepulauan vulkanik]]
* [[Dataran jurang]]
* [[Dataran jurang]]
== Referensi ==
=== Catatan kaki ===
=== Daftar pustaka ===
*
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.msstate.edu/dept/geosciences/CT/TIG/WEBSITES/RESEARCH/Christine_Oxenford/index.html The ocean floor]
* [http://www.msstate.edu/dept/geosciences/CT/TIG/WEBSITES/RESEARCH/Christine_Oxenford/index.html The ocean floor]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dasar+laut&oldid=28126101 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126101 (2025-10-22T00:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dasar+laut&oldid=28126101 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28126101 (2025-10-22T00:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.01

Peta dasar laut

Dasar laut adalah bagian terbawah dari permukaan laut. Bentuk dasar laut mirip dengan di daratan. Isi dari dasar laut diketahui melalui eksplorasi dan survei hidrografi. Di dalam dasar laut terdapat terumbu karang, padang lamun dan tambang yang bervariasi. Konfigurasi dasar laut menggunakan peta batimetri. Kajian mengenai dasar laut menjadi bagian dari oseanografi.

Pencitraan

Dugaan dan fakta tentang bentuk

Awalnya, ilmuwan mengira bahwa bentuk dasar laut hanya datar dan tidak memiliki bentuk. Setelah ilmu-ilmu modern berkembang, ilmuwan mengetahui bahwa topografi dari dasar laut sangat kompleks sama seperti di daratan. Peralatan pemindai dan pencitra dasar laut memanfaatkan konsep pencitraan dan penampangan bawah air. Metode yang digunakan adalah deteksi tenaga gema. Deteksi tenaga gema mampu memberikan informasi mengenai kekasaran dan kekerasan dari target yang ingin diketahui informasinya.

Isi

Informasi mengenai dasar laut dapat diketahui dengan mengadakan eksplorasi terhadap bagian Bumi yang tertutupi oleh laut. Eksplorasi ini kemudian dapat memberikan pengetahuan yang diperlukan sebagai bahan informasi. Di dasar laut dapat diadakan operasi pencarian bawah laut. Pencarian ini dilakukan untuk menemukan posisi benda yang tenggelam di bawah permukaan laut dan tergeletak di dasar laut. Benda yang dicari tidak terlihat dari permukaan laut. Posisi sebuah benda yang tenggelam diketahui dengan menetapkan kedalaman dan kedudukan dari benda tersebut.

Posisi dan kedalam

Data mengenai posisi dan kedalaman dasar laut juga dapat diperoleh menggunakan survei hidrografi. Jenis pemerum gema yang dapat digunakan ada dua yaitu pemerum gema sorot tunggal atau pemerum gema multisorot. Pemerum gema sorot tunggal mamanfaatkan gelombang akustik tunggal yang berfokus ke garis tunggal dengan sumbu transduser. Sementara pemerum gema multisorot memanfaatkan gelombang akustik dengan bentuk kipas untuk menyapu lantai dasar perairan dengan satu garis tegak lurus. Akurasi yang dihasilkan oleh pemerum gema sorot tunggal dibandingkan dengan pemerum gema multisorot. Sementara pemerum gema multisorot menampilkan pencitraan dasar laut dalam skala yang luas dengan resolusi tinggi. Kedalaman perairan dan sudut sapu menentukan lebar dari sapuan dasar laut pada pemerum gema multisorot. Perencanaan jarak antarlajur dengan survei laut selalu dikaitkan dengan hubungan antara lebar sapuan dan kedalaman perairan.

Keanekaragaman hayati

Ikan

Pada dasar laut dengan kedalaman antara 600 hingga 2.700 meter di bawah permukaan laut, ilmuwan telah menemukan keberadaan ikan yang hidup dalam kedalaman tersebut. Ikan-ikan di kedalaman tersebut mampu melihat dalam kegelapan laut dan mencari mangsa dengan menghasilkan cahaya dari bagian tubuhnya sendiri.[1]

Terumbu karang

Dasar laut di daerah perairan tropis memiliki organisme khusus yang disebut terumbu karang. Lokasi keberadaan terumbu karang berada di pinggir pantai. Terumbu karang juga tumbuh di permukaan laut dengan kedalaman sekitar 50 meter yang masih terkena oleh sinar matahari. Proses pembentukan terumbu karang disebabkan oleh keberadaan biota laut yang memproduksi kapur. Biota laut ini terutama adalah spesies karang dan alga. Keberadaan terumbu karang berperan dalam menahan gelombang laut. Ekosistem terumbu karang sangat terpenngaruh dengan kondisi perubahan lingkungannya. Faktor-faktor utama yang memengaruhinya adalah suhu, keasinan, sedimentasi, eutrofikasi, dan kualitas perairan alami.

Padang lamun

Padang lamun tumbuh di dasar laut yang masih terkena sinar matahari yang mengandung energi yang cukup untuk pertumbuhan lamun. Pertumbuhan lamun pada pada lamun dalam keadaan tegak. Daun yang tumbuh berbentuk pita yang tipis dan akarnya menjalar.

Konfigurasi

Konfigurasi bagi dasar laut dilakukan dengan menggunakan peta batimetri. Dasar laut yang berbentuk lembah yang luas dan dalam serta membulat disebut lubuk laut. Pembentukan lubuk laut diakibatkan oleh pemerosotan dasar laut. Contoh lubuk laut adalah Lubuk Laut Sulawesi dan Lubuk Laut Banda.

Pemanfaatan

Bagian dasar laut telah terdapat banyak tambang yang bervariasi jenisnya. Dasar laut yang ditumbuhi oleh terumbu karang dijadikan bagian dari wisata bahari karena pemandangannya yang indah.

Disiplin ilmiah

Oseanografi

Dasar laut menjadi salah satu bagian dari kajian oseanografi khusus mengenai bebatuan yang membentuknya. Reaksi-reaksi kimia yang yang terjadi di dasar laut juga menjadi kajian utama bagi kimia oseanografi.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Yusuf Al-Hajj Ahmad. Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang. Aqwam. April 2018. hlm. 33. ISBN 978-979-039-364-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28126101 (2025-10-22T00:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.