Lompat ke isi

Garam cair: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28008971; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
Garam cair memiliki beragam kegunaan. Campuran garam [[klorida]] cair umumnya digunakan sebagai penangas pada [[perlakuan panas]] beragam logam paduan, seperti [[Annealing (metalurgi)|''annealing'']] dan ''martempering'' [[baja]]. Campuran garam [[sianida]] dan klorida digunakan untuk modifikasi permukaan logam paduan seperti  dan  baja. [[Kriolit]] (suatu garam [[fluorida]]) digunakan sebagai pelarut untuk [[aluminium oksida]] pada produksi aluminium dalam [[proses Hall-Héroult]]. Garam-garam fluorida, klorida dan hidroksida dapat digunakan sebagai pelarut dalam  [[bahan bakar nuklir]]. Garam cair (fluorida, klorida, dan [[nitrat]]) dapat juga digunakan sebagai  selain sebagai [[Penyimpanan energi termal|penyimpan energi termal]]. Penyimpanan panas ini biasanya digunakan di pembangkit listrik garam cair.
Garam cair memiliki beragam kegunaan. Campuran garam [[klorida]] cair umumnya digunakan sebagai penangas pada [[perlakuan panas]] beragam logam paduan, seperti [[Annealing (metalurgi)|''annealing'']] dan ''martempering'' [[baja]]. Campuran garam [[sianida]] dan klorida digunakan untuk modifikasi permukaan logam paduan seperti  dan  baja. [[Kriolit]] (suatu garam [[fluorida]]) digunakan sebagai pelarut untuk [[aluminium oksida]] pada produksi aluminium dalam [[proses Hall-Héroult]]. Garam-garam fluorida, klorida dan hidroksida dapat digunakan sebagai pelarut dalam  [[bahan bakar nuklir]]. Garam cair (fluorida, klorida, dan [[nitrat]]) dapat juga digunakan sebagai  selain sebagai [[Penyimpanan energi termal|penyimpan energi termal]]. Penyimpanan panas ini biasanya digunakan di pembangkit listrik garam cair.<ref>[http://www.nrel.gov/csp/troughnet/pdfs/2007/koning_molten_salt_applications.pdf Molten Salts systems other applications link to Solar Power Plants]. National Renewable Energy Laboratory (NREL).</ref>


Garam termal yang umum digunakan adalah [[Sistem eutektik|campuran eutektik]] 60% [[natrium nitrat]] dan 40% [[kalium nitrat]], yang dapat digunakan sebagai cairan antara 260-550&nbsp;°C. Ini memiliki [[Entalpi fusi|panas fusi]] 161 J/g, dan [[kapasitas panas]] 1,53 J/(g K).
Garam termal yang umum digunakan adalah [[Sistem eutektik|campuran eutektik]] 60% [[natrium nitrat]] dan 40% [[kalium nitrat]], yang dapat digunakan sebagai cairan antara 260-550&nbsp;°C. Ini memiliki [[Entalpi fusi|panas fusi]] 161 J/g,<ref>"[http://www.archimedesolarenergy.it/molten_salt.htm Molten salts properties] "</ref> dan [[kapasitas panas]] 1,53 J/(g K).<ref>Reddy, Ramana G. "[http://energy.gov/sites/prod/files/2014/01/f7/csp_review_meeting_042413_reddy.pdf Novel Molten Salts Thermal Energy Storage for Concentrating Solar Power Generation] " page 9 ''University of Alabama College of Engineering''. Retrieved 9 December 2014.</ref>


Garam eksperimental menggunakan litium dapat memiliki titik leleh 116&nbsp;°C sementara masih memiliki kapasitas panas 1,54 J/(g K). Garam mungkin berharga $1.000 per ton, dan pabrik dapat menggunakan 30.000 ton garam.
Garam eksperimental menggunakan litium dapat memiliki titik leleh 116&nbsp;°C sementara masih memiliki kapasitas panas 1,54 J/(g K).<ref>Reddy, Ramana G. "[http://energy.gov/sites/prod/files/2014/01/f7/csp_review_meeting_042413_reddy.pdf Novel Molten Salts Thermal Energy Storage for Concentrating Solar Power Generation] " page 9 ''University of Alabama College of Engineering''. Retrieved 9 December 2014.</ref> Garam mungkin berharga $1.000 per ton, dan pabrik dapat menggunakan 30.000 ton garam.<ref>Bullis, Kevin. "[https://www.technologyreview.com/s/427190/cheap-solar-power-at-night/ Cheap Solar Power at Night] " ''MIT Technology Review'', 12 March 2012. Retrieved 9 December 2014.</ref>


[[Garam meja]] reguler memiliki titik lebur 800&nbsp;°C dan panas fusi 520 J/g.
[[Garam meja]] reguler memiliki titik lebur 800&nbsp;°C dan panas fusi 520 J/g.<ref>"[https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/sodium_chloride#section=Other-Experimental-Properties NaCl CID 5234, 4.2.14 Other Experimental Properties] "</ref><ref>"[http://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search2/r?dbs+hsdb:@term+@rn+@rel+7647-14-5 NaCl Other Chemical/Physical Properties] "</ref>


== Garam cair suhu sekitar ==
== Garam cair suhu sekitar ==
Garam cair suhu sekitar (juga dikenal sebagai [[cairan ionik]]) berada dalam fase cair pada kondisi [[suhu dan tekanan standar]]. Contoh dari garam-garam tersebut termasuk campuran N-etilpiridinium [[bromida]] dan [[aluminium klorida]], ditemukan pada tahun 1951 dan [[etilamonium nitrat]] ditemukan oleh [[Paul Walden]]. Cairan ionik lain memanfaatkan kation amonium kuaterner asimetris seperti ion [[imidazolium]] teralkilasi, dan anion bercabang besar seperti ion [[bistriflimida]].
Garam cair suhu sekitar (juga dikenal sebagai [[cairan ionik]]) berada dalam fase cair pada kondisi [[suhu dan tekanan standar]]. Contoh dari garam-garam tersebut termasuk campuran N-etilpiridinium [[bromida]] dan [[aluminium klorida]], ditemukan pada tahun 1951<ref>Hurley, F. H.; Wier, T. P. ''J. Electrochem. Soc.'' 1951, 98, 203.</ref> dan [[etilamonium nitrat]] ditemukan oleh [[Paul Walden]]. Cairan ionik lain memanfaatkan kation amonium kuaterner asimetris seperti ion [[imidazolium]] teralkilasi, dan anion bercabang besar seperti ion [[bistriflimida]].


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
* [[Cairan ionik]]
* [[Cairan ionik]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0021961469900202 Journal of Chemical Thermodynamics]
* [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0021961469900202 Journal of Chemical Thermodynamics]
* [http://rspa.royalsocietypublishing.org/content/241/1224/44 Proc. Roy. Soc.]
* [http://rspa.royalsocietypublishing.org/content/241/1224/44 Proc. Roy. Soc.]  


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
C.F. Baes, ''The chemistry and thermodynamics of molten salt reactor fuels'', Proc. AIME Nuclear Fuel Reprocessing Symposium, Ames, Iowa, USA, 1969 (August 25)
C.F. Baes, ''The chemistry and thermodynamics of molten salt reactor fuels'', Proc. AIME Nuclear Fuel Reprocessing Symposium, Ames, Iowa, USA, 1969 (August 25)


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Garam+cair&oldid=28008971 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008971 (2025-10-16T08:25:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Garam+cair&oldid=28008971 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008971 (2025-10-16T08:25:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 09.10

Garam cair adalah garam yang berbentuk padat pada suhu dan tekanan standar tetapi berubah fase menjadi cair karena kenaikan suhu. Suatu garam yang normalnya berbentuk cair meskipun pada suhu dan tekanan standar biasanya disebut cairan ionik suhu ruang, meskipun secara teknis garam cair adalah bagian dari cairan ionik.

Penggunaan

Garam cair memiliki beragam kegunaan. Campuran garam klorida cair umumnya digunakan sebagai penangas pada perlakuan panas beragam logam paduan, seperti annealing dan martempering baja. Campuran garam sianida dan klorida digunakan untuk modifikasi permukaan logam paduan seperti dan baja. Kriolit (suatu garam fluorida) digunakan sebagai pelarut untuk aluminium oksida pada produksi aluminium dalam proses Hall-Héroult. Garam-garam fluorida, klorida dan hidroksida dapat digunakan sebagai pelarut dalam bahan bakar nuklir. Garam cair (fluorida, klorida, dan nitrat) dapat juga digunakan sebagai selain sebagai penyimpan energi termal. Penyimpanan panas ini biasanya digunakan di pembangkit listrik garam cair.[1]

Garam termal yang umum digunakan adalah campuran eutektik 60% natrium nitrat dan 40% kalium nitrat, yang dapat digunakan sebagai cairan antara 260-550 °C. Ini memiliki panas fusi 161 J/g,[2] dan kapasitas panas 1,53 J/(g K).[3]

Garam eksperimental menggunakan litium dapat memiliki titik leleh 116 °C sementara masih memiliki kapasitas panas 1,54 J/(g K).[4] Garam mungkin berharga $1.000 per ton, dan pabrik dapat menggunakan 30.000 ton garam.[5]

Garam meja reguler memiliki titik lebur 800 °C dan panas fusi 520 J/g.[6][7]

Garam cair suhu sekitar

Garam cair suhu sekitar (juga dikenal sebagai cairan ionik) berada dalam fase cair pada kondisi suhu dan tekanan standar. Contoh dari garam-garam tersebut termasuk campuran N-etilpiridinium bromida dan aluminium klorida, ditemukan pada tahun 1951[8] dan etilamonium nitrat ditemukan oleh Paul Walden. Cairan ionik lain memanfaatkan kation amonium kuaterner asimetris seperti ion imidazolium teralkilasi, dan anion bercabang besar seperti ion bistriflimida.

Lihat juga

Pranala luar

Daftar pustaka

C.F. Baes, The chemistry and thermodynamics of molten salt reactor fuels, Proc. AIME Nuclear Fuel Reprocessing Symposium, Ames, Iowa, USA, 1969 (August 25)

Referensi

  1. Molten Salts systems other applications link to Solar Power Plants. National Renewable Energy Laboratory (NREL).
  2. "Molten salts properties "
  3. Reddy, Ramana G. "Novel Molten Salts Thermal Energy Storage for Concentrating Solar Power Generation " page 9 University of Alabama College of Engineering. Retrieved 9 December 2014.
  4. Reddy, Ramana G. "Novel Molten Salts Thermal Energy Storage for Concentrating Solar Power Generation " page 9 University of Alabama College of Engineering. Retrieved 9 December 2014.
  5. Bullis, Kevin. "Cheap Solar Power at Night " MIT Technology Review, 12 March 2012. Retrieved 9 December 2014.
  6. "NaCl CID 5234, 4.2.14 Other Experimental Properties "
  7. "NaCl Other Chemical/Physical Properties "
  8. Hurley, F. H.; Wier, T. P. J. Electrochem. Soc. 1951, 98, 203.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28008971 (2025-10-16T08:25:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.