Jamur radiotrofik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25170961; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Jamur radiotrofik''' adalah [[jamur]] yang dapat melakukan proses biologis hipotesis yang dikenal sebagai [[radiosintesis]]. Radiosintesis bekerja dengan menggunakan [[radiasi pengion]] sebagai sumber energi untuk menjalankan metabolisme. Diklaim bahwa jamur radiotrofik sudah ditemukan di lingkungan ekstrem seperti [[Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl]]. | '''Jamur radiotrofik''' adalah [[jamur]] yang dapat melakukan proses biologis hipotesis yang dikenal sebagai [[radiosintesis]]. Radiosintesis bekerja dengan menggunakan [[radiasi pengion]] sebagai sumber energi untuk menjalankan metabolisme. Diklaim bahwa jamur radiotrofik sudah ditemukan di lingkungan ekstrem seperti [[Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl]]. | ||
Kebanyakan jamur radiotrofik menggunakan [[melanin]] dalam kapasitas tertentu untuk bertahan hidup. Proses menggunakan radiasi dan energi sudah diberi istilah yaitu radiosintesis, dan dianggap mirip dengan [[respirasi anaerob]]. Namun, masih belum diketahui apakah proses-proses dengan banyak tahapan seperti [[fotosintesis]] dan [[kemosintesis]] digunakan pada radiosintesis, atau apakah mekanisme ini benar-benar ada di organisme hidup. | Kebanyakan jamur radiotrofik menggunakan [[melanin]] dalam kapasitas tertentu untuk bertahan hidup.<ref>Ekaterina Dadachova. ''Ionizing Radiation: how fungi cope, adapt, and exploit with the help of melanin''. ''Current Opinion in Microbiology''. December 2008. Vol. 11 (6). hlm. 525–531. doi:10.1016/j.mib.2008.09.013.</ref> Proses menggunakan radiasi dan energi sudah diberi istilah yaitu radiosintesis, dan dianggap mirip dengan [[respirasi anaerob]].<ref>Graham K. Shunk. ''A Self-Replicating Radiation-Shield for Human Deep-Space Exploration: Radiotrophic Fungi can Attenuate Ionizing Radiation aboard the International Space Station''. 2020-07-17.</ref> Namun, masih belum diketahui apakah proses-proses dengan banyak tahapan seperti [[fotosintesis]] dan [[kemosintesis]] digunakan pada radiosintesis, atau apakah mekanisme ini benar-benar ada di organisme hidup. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jamur+radiotrofik&oldid=25170961 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25170961 (2024-01-15T03:32:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jamur+radiotrofik&oldid=25170961 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25170961 (2024-01-15T03:32:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.09
Jamur radiotrofik adalah jamur yang dapat melakukan proses biologis hipotesis yang dikenal sebagai radiosintesis. Radiosintesis bekerja dengan menggunakan radiasi pengion sebagai sumber energi untuk menjalankan metabolisme. Diklaim bahwa jamur radiotrofik sudah ditemukan di lingkungan ekstrem seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl.
Kebanyakan jamur radiotrofik menggunakan melanin dalam kapasitas tertentu untuk bertahan hidup.[1] Proses menggunakan radiasi dan energi sudah diberi istilah yaitu radiosintesis, dan dianggap mirip dengan respirasi anaerob.[2] Namun, masih belum diketahui apakah proses-proses dengan banyak tahapan seperti fotosintesis dan kemosintesis digunakan pada radiosintesis, atau apakah mekanisme ini benar-benar ada di organisme hidup.
Referensi
- ↑ Ekaterina Dadachova. Ionizing Radiation: how fungi cope, adapt, and exploit with the help of melanin. Current Opinion in Microbiology. December 2008. Vol. 11 (6). hlm. 525–531. doi:10.1016/j.mib.2008.09.013.
- ↑ Graham K. Shunk. A Self-Replicating Radiation-Shield for Human Deep-Space Exploration: Radiotrophic Fungi can Attenuate Ionizing Radiation aboard the International Space Station. 2020-07-17.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25170961 (2024-01-15T03:32:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.