Lompat ke isi

Xenobiotika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27779823; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Xenobiotika''' adalah senyawa-senyawa asing yang tidak terdapat secara alami di lingkungan tertentu.
[[File:Polychlorinated_biphenyl_structure.svg|thumb|right|280px|Polychlorinated biphenyl structure]]
 
'''Xenobiotika''' adalah senyawa-senyawa asing yang tidak terdapat secara alami di lingkungan tertentu.<ref>Anzenbacher P, Zanger UM. 2012. ''Metabolism of Drugs and Other Xenobiotics''. Weinheim: Wiley-VCH.</ref>


== Metabolisme ==
== Metabolisme ==
Saat obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh pasien, pada umumnya [[obat]]-obatan tersebut akan muncul kembali dari tubuh pasien dalam keadaan telah berubah. Sebagian besar senyawa asing tersebut akan mengalami pengubahan dalam tubuh karena pengaruh [[enzim]]-enzim di dalam berbagai jaringan terutama [[hati]], [[usus]], [[ginjal]], dan [[paru-paru]]. Senyawa yang berubah ini terutama dari hasil reaksi [[oksidasi]], biasanya akan menghasilkan [[metabolit]] yang bersifat [[racun]]. Metabolit ini dapat bereaksi dengan [[makromolekul]] di dalam tubuh seperti [[DNA]] dan [[protein]]. Strategi utama tubuh saat menemukan senyawa xenobiotika adalah mengubahnya menjadi derivat yang lebih [[hidrofilik]]. Proses pengubahan ini memiliki tujuan yaitu agar senyawa asing dapat disaring oleh [[ginjal]] dan keluar melalui saluran [[urin]] tubuh.
Saat obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh pasien, pada umumnya [[obat]]-obatan tersebut akan muncul kembali dari tubuh pasien dalam keadaan telah berubah.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Sebagian besar senyawa asing tersebut akan mengalami pengubahan dalam tubuh karena pengaruh [[enzim]]-enzim di dalam berbagai jaringan terutama [[hati]], [[usus]], [[ginjal]], dan [[paru-paru]].<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Senyawa yang berubah ini terutama dari hasil reaksi [[oksidasi]], biasanya akan menghasilkan [[metabolit]] yang bersifat [[racun]].<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Metabolit ini dapat bereaksi dengan [[makromolekul]] di dalam tubuh seperti [[DNA]] dan [[protein]].<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Strategi utama tubuh saat menemukan senyawa xenobiotika adalah mengubahnya menjadi derivat yang lebih [[hidrofilik]].<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Proses pengubahan ini memiliki tujuan yaitu agar senyawa asing dapat disaring oleh [[ginjal]] dan keluar melalui saluran [[urin]] tubuh.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Aktivitas metabolisme senyawa xenobiotika dan senyawa-senyawa lainnya dapat di[[induksi]] dengan penambahan senyawa xenobiotika. Hal ini disebabkan oleh produksi enzim yang diinduksi oleh senyawa xenobiotika. Proses ini disebut induksi enzim, dan proses ini tergantung pada dosis senyawa yang diberikan. Sistem enzim yang banyak berinteraksi dengan obat adalah ''[[CPY450]]''. Sistem enzim ini banyak bertanggung jawab terhadap proses [[biotransformasi]].
Aktivitas metabolisme senyawa xenobiotika dan senyawa-senyawa lainnya dapat di[[induksi]] dengan penambahan senyawa xenobiotika.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Hal ini disebabkan oleh produksi enzim yang diinduksi oleh senyawa xenobiotika.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Proses ini disebut induksi enzim, dan proses ini tergantung pada dosis senyawa yang diberikan.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Sistem enzim yang banyak berinteraksi dengan obat adalah ''[[CPY450]]''.<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref> Sistem enzim ini banyak bertanggung jawab terhadap proses [[biotransformasi]].<ref>Cairns D. 2004. ''Intisari Kimia Farmasi''. Jakarta: EGC.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Xenobiotika&oldid=27779823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27779823 (2025-09-05T02:34:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Xenobiotika&oldid=27779823 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27779823 (2025-09-05T02:34:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53

Berkas:Polychlorinated biphenyl structure.svg
Polychlorinated biphenyl structure

Xenobiotika adalah senyawa-senyawa asing yang tidak terdapat secara alami di lingkungan tertentu.[1]

Metabolisme

Saat obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh pasien, pada umumnya obat-obatan tersebut akan muncul kembali dari tubuh pasien dalam keadaan telah berubah.[2] Sebagian besar senyawa asing tersebut akan mengalami pengubahan dalam tubuh karena pengaruh enzim-enzim di dalam berbagai jaringan terutama hati, usus, ginjal, dan paru-paru.[3] Senyawa yang berubah ini terutama dari hasil reaksi oksidasi, biasanya akan menghasilkan metabolit yang bersifat racun.[4] Metabolit ini dapat bereaksi dengan makromolekul di dalam tubuh seperti DNA dan protein.[5] Strategi utama tubuh saat menemukan senyawa xenobiotika adalah mengubahnya menjadi derivat yang lebih hidrofilik.[6] Proses pengubahan ini memiliki tujuan yaitu agar senyawa asing dapat disaring oleh ginjal dan keluar melalui saluran urin tubuh.[7]

Aplikasi

Aktivitas metabolisme senyawa xenobiotika dan senyawa-senyawa lainnya dapat diinduksi dengan penambahan senyawa xenobiotika.[8] Hal ini disebabkan oleh produksi enzim yang diinduksi oleh senyawa xenobiotika.[9] Proses ini disebut induksi enzim, dan proses ini tergantung pada dosis senyawa yang diberikan.[10] Sistem enzim yang banyak berinteraksi dengan obat adalah CPY450.[11] Sistem enzim ini banyak bertanggung jawab terhadap proses biotransformasi.[12]

Referensi

  1. Anzenbacher P, Zanger UM. 2012. Metabolism of Drugs and Other Xenobiotics. Weinheim: Wiley-VCH.
  2. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  3. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  4. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  5. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  6. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  7. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  8. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  9. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  10. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  11. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
  12. Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27779823 (2025-09-05T02:34:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.