Kerusuhan Maluku Tenggara 2022: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28445534; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kerusuhan Maluku Tenggara 2022''' adalah rangkaian [[kerusuhan]] yang terjadi pada 6 Oktober dan 12 November 2022 di [[Kabupaten Maluku Tenggara]], [[Maluku]]. Kerusuhan ini melibatkan tiga desa ([[Bahasa Kei|Kei]]: ''ohoi'') di [[Kei Besar, Maluku Tenggara|Kecamatan Kei Besar]], yakni desa [[Bombai, Kei Besar, Maluku Tenggara|Bombai]] dan [[Ngurdu, Kei Besar, Maluku Tenggara|Ngurdu]] dengan desa [[Elat, Kei Besar, Maluku Tenggara|Elat]]. | '''Kerusuhan Maluku Tenggara 2022''' adalah rangkaian [[kerusuhan]] yang terjadi pada 6 Oktober dan 12 November 2022 di [[Kabupaten Maluku Tenggara]], [[Maluku]]. Kerusuhan ini melibatkan tiga desa ([[Bahasa Kei|Kei]]: ''ohoi''<ref>Hasanudin. [https://pn-tilamuta.go.id/2016/05/19/larwul-ngabal-hukum-adat-di-kepulauan-kei/ Larwul Ngabal (Hukum Adat di Kepulauan Kei)]. ''pn-tilamuta.go.id''.</ref>) di [[Kei Besar, Maluku Tenggara|Kecamatan Kei Besar]], yakni desa [[Bombai, Kei Besar, Maluku Tenggara|Bombai]] dan [[Ngurdu, Kei Besar, Maluku Tenggara|Ngurdu]] dengan desa [[Elat, Kei Besar, Maluku Tenggara|Elat]]. | ||
==Latar belakang== | ==Latar belakang== | ||
Bentrokan warga dari kedua pihak ini diduga dipicu oleh kegiatan adat yang dilakukan oleh warga dari desa Bombai, yakni berupa pemasangan [[adat istiadat|larangan adat]] atau ''sasi adat'' di perbatasan kedua desa. Hal ini disinyalir memicu kemarahan warga desa Elat, sehingga terjadi aksi saling serang. | Bentrokan warga dari kedua pihak ini diduga dipicu oleh kegiatan adat yang dilakukan oleh warga dari desa Bombai, yakni berupa pemasangan [[adat istiadat|larangan adat]] atau ''sasi adat'' di perbatasan kedua desa. Hal ini disinyalir memicu kemarahan warga desa Elat, sehingga terjadi aksi saling serang.<ref>Dheddy Rumangun. [https://daerah.sindonews.com/read/939689/174/mencekam-warga-2-desa-di-maluku-tenggara-bentrok-rumah-dan-sekolah-dibakar-1668262286 Mencekam! Warga 2 Desa di Maluku Tenggara Bentrok, Rumah dan Sekolah Dibakar]. ''daerah.sindonews.com''.</ref> | ||
Desa Elat sendiri merupakan salah satu dari dua desa yang dihuni oleh [[orang Banda]] [[Muslim]], selain desa [[Banda Ely, Kei Besar Utara Timur, Maluku Tenggara|Eli]]. Orang Banda bermigrasi ke [[Kepulauan Kei]] dari [[Kepulauan Banda]] disebabkan oleh peristiwa [[pembantaian Banda]] pada tahun 1609–1621 yang dilakukan oleh [[VOC]]. Sedangkan desa Bombai dan Ngurdu dihuni oleh [[orang Kei]] [[Katolik]] yang merupakan penduduk asli di Kepulauan Kei. | Desa Elat sendiri merupakan salah satu dari dua desa yang dihuni oleh [[orang Banda]] [[Muslim]], selain desa [[Banda Ely, Kei Besar Utara Timur, Maluku Tenggara|Eli]].<ref>Tim TvOne. [https://www.tvonenews.com/berita/nasional/81191-anak-panah-menancap-di-kaki-anggota-brimob-yang-bubarkan-kerusuhan-antarwarga-di-maluku Sambil Bawa Senjata Laras Panjang, Brimob Usir Warga di Maluku yang Terlibat Bentrok: Kalian Mundur!]. ''www.tvonenews.com''.</ref> Orang Banda bermigrasi ke [[Kepulauan Kei]] dari [[Kepulauan Banda]] disebabkan oleh peristiwa [[pembantaian Banda]] pada tahun 1609–1621 yang dilakukan oleh [[VOC]].<ref>Mezakwakim. [https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/onotan-sarawandan-tradisi-lisan-masyarakat-banda-eli-dan-banda-elat/ Onotan Sarawandan; Tradisi Lisan Masyarakat Banda Eli dan Banda Elat]. ''kebudayaan.kemdikbud.go.id''.</ref> Sedangkan desa Bombai dan Ngurdu dihuni oleh [[orang Kei]] [[Katolik]] yang merupakan penduduk asli di Kepulauan Kei.<ref>Ferdian Ananda. [https://m.mediaindonesia.com/weekend/182065/asal-suku-kei-dari-bali-ditelusuri Asal Suku Kei dari Bali Ditelusuri]. ''m.mediaindonesia.com''.</ref><ref>Jubi Jayapura. [https://jubi.co.id/dari-kei-agama-katolik-masuk-tanah-papua/ Dari Kei, Katolik Masuk Tanah Papua]. ''jubi.co.id''.</ref> | ||
Selain karena masalah di perbatasan antara desa Elat dan Bombai, perselisihan kedua pihak ini juga diduga karena adanya sentimen etnis dan agama di antara ketiga desa tersebut, tetapi Bupati Maluku Tenggara [[M. Thaher Hanubun]] menyangkalnya dan menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi bukan [[konflik agama]]. Sebenarnya peristiwa bentrokan ini sebelumnya sering terjadi. Bahkan konflik yang terjadi, pada 12 November 2022 merupakan imbas dari peristiwa sebelumnya. Pada hari Minggu, tepatnya 6 Oktober 2022 lalu juga sempat terjadi konflik antara kedua pihak. Namun, pihak kepolisian segera mengambil tindakan pengamanan. | Selain karena masalah di perbatasan antara desa Elat dan Bombai, perselisihan kedua pihak ini juga diduga karena adanya sentimen etnis dan agama di antara ketiga desa tersebut, tetapi Bupati Maluku Tenggara [[M. Thaher Hanubun]] menyangkalnya dan menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi bukan [[konflik agama]].<ref>Ratna Puspita. [https://www.republika.co.id/berita/rla4vr428/bupati-bentrok-maluku-tenggara-bukan-konflik-antaragama Bupati: Bentrok Maluku Tenggara Bukan Konflik Antaragama]. ''www.republika.co.id''.</ref> Sebenarnya peristiwa bentrokan ini sebelumnya sering terjadi. Bahkan konflik yang terjadi, pada 12 November 2022 merupakan imbas dari peristiwa sebelumnya. Pada hari Minggu, tepatnya 6 Oktober 2022 lalu juga sempat terjadi konflik antara kedua pihak. Namun, pihak kepolisian segera mengambil tindakan pengamanan.<ref>Muhammad Irfan. [https://www.gemasulawesi.com/id/nasional/6827/sasi-adat-picu-kerusuhan-di-maluku-tenggara#google_vignette Sasi Adat Picu Kerusuhan di Maluku Tenggara]. ''www.gemasulawesi.com''.</ref> | ||
Kabar bahwa bentrokan antara warga Bombai dan Elat disebabkan oleh perselisihan batas tanah dibantah oleh tokoh DPP Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Wandan [[Yunus Rahawarin]], menurutnya bentrokan tersebut pemicunya adalah karena perkelahian pelajar SMA Negeri Elat pada 6 Oktober 2022. Menurutnya, persoalan batas tanah sudah selesai sejak dahulu dan tidak ada masalah mengenai lahan yang akan dipasang ''sasi''. Bahkan menurut Yunus, yang berhak berbicara terkait tanah di Elat hanya dia dan keluarganya. Sebab, tanah itu pemberian dari Raja Yamtel kepala Mel Rahawarin. | Kabar bahwa bentrokan antara warga Bombai dan Elat disebabkan oleh perselisihan batas tanah dibantah oleh tokoh DPP Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Wandan [[Yunus Rahawarin]], menurutnya bentrokan tersebut pemicunya adalah karena perkelahian pelajar SMA Negeri Elat pada 6 Oktober 2022. Menurutnya, persoalan batas tanah sudah selesai sejak dahulu dan tidak ada masalah mengenai lahan yang akan dipasang ''sasi''. Bahkan menurut Yunus, yang berhak berbicara terkait tanah di Elat hanya dia dan keluarganya. Sebab, tanah itu pemberian dari Raja Yamtel kepala Mel Rahawarin.<ref>Rakyat Maluku. [https://rakyatmaluku.fajar.co.id/2022/11/14/renwarin-konflik-itu-bukan-soal-tanah/ Rahawarin: Konflik Itu Bukan Soal Tanah]. ''rakyatmaluku.fajar.co.id''.</ref> | ||
==Kronologi== | ==Kronologi== | ||
Kerusuhan ini dimulai oleh bentrokan antar ketiga warga desa yang telah telah berlangsung sejak Sabtu pagi (12/11/2022) pukul 08.00 [[Waktu Indonesia Timur|WIT]]. Bentrokan diawali saat warga desa Bombai dan Ngurdu memaksa untuk memasang ''sasi adat'' atau larangan adat di perbatasan desa Elat. Warga ketiga desa itu mengklaim lahan di perbatasan itu sebagai tanah mereka. Warga desa Elat yang tidak terima dengan pemasangan ''sasi adat'' itu lantas melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadilah bentrok. Senjata yang digunakan dalam bentrokan ini adalah [[parang]], [[panah]], [[bambu]], dan [[senjata api]]. | Kerusuhan ini dimulai oleh bentrokan antar ketiga warga desa yang telah telah berlangsung sejak Sabtu pagi (12/11/2022) pukul 08.00 [[Waktu Indonesia Timur|WIT]]. Bentrokan diawali saat warga desa Bombai dan Ngurdu memaksa untuk memasang ''sasi adat'' atau larangan adat di perbatasan desa Elat. Warga ketiga desa itu mengklaim lahan di perbatasan itu sebagai tanah mereka. Warga desa Elat yang tidak terima dengan pemasangan ''sasi adat'' itu lantas melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadilah bentrok.<ref>Rahmat Rahman Patty. [https://regional.kompas.com/read/2022/11/12/165239878/bentrok-warga-di-maluku-tenggara-2-sekolah-dan-sejumlah-rumah-dibakar-massa Bentrok Warga di Maluku Tenggara, 2 Sekolah dan Sejumlah Rumah Dibakar Massa]. ''regional.kompas.com''.</ref> Senjata yang digunakan dalam bentrokan ini adalah [[parang]], [[panah]], [[bambu]], dan [[senjata api]].<ref>Rizky L. Pratama. [https://www.kompas.tv/article/347742/bentrok-antar-dua-desa-di-maluku-tenggara-sejumlah-orang-terluka-akibat-panah-dan-sabetan-parang Bentrok Antar Dua Desa di Maluku Tenggara, Sejumlah Orang Terluka Akibat Panah dan Sabetan Parang]. ''www.kompas.tv''.</ref> | ||
==Akibat== | ==Akibat== | ||
Akibat kerusuhan ini, dua warga sipil tewas karena kerusuhan dan dua anggota [[Kepolisian Republik Indonesia]] yang terdiri dari anggota [[Brimob]] dan Polresta Tual terluka karena tertusuk [[anak panah]]. Selain melukai dua anggota polisi, 42 orang yang terdiri dari warga sipil dan polisi turut mengalami luka-luka karena bentrokan yang terjadi. 26 rumah warga dan dua gedung sekolah juga terbakar akibat kerusuhan ini. | Akibat kerusuhan ini, dua warga sipil tewas karena kerusuhan dan dua anggota [[Kepolisian Republik Indonesia]] yang terdiri dari anggota [[Brimob]] dan Polresta Tual terluka karena tertusuk [[anak panah]].<ref>Tual News. [https://www.tualnews.com/2022/11/konflik-dua-desa-di-malra-dua-meninggal-dan-puluhan-luka-luka/ Konflik Dua Desa di Malra, Dua Meninggal dan Puluhan Luka-luka]. ''www.tualnews.com''.</ref> Selain melukai dua anggota polisi, 42 orang yang terdiri dari warga sipil dan polisi turut mengalami luka-luka karena bentrokan yang terjadi. 26 rumah warga dan dua gedung sekolah juga terbakar akibat kerusuhan ini.<ref>Ikbal Muqorobin. [https://www.harianterbit.com/nasional/pr-2745569081/kerusuhan-maluku-polisi-tahan-diri-jangan-terprovokasi Kerusuhan Maluku, Polisi: Tahan Diri, Jangan Terprovokasi]. ''ww.harianterbit.com''.</ref><ref>Hermawan Mappiwali. [https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6403732/bentrokan-warga-di-maluku-tenggara-42-orang-terluka-26-rumah-dibakar Bentrokan Warga di Maluku Tenggara: 42 Orang Terluka-26 Rumah Dibakar]. ''www.detik.com''.</ref> | ||
==Lihat juga== | ==Lihat juga== | ||
*[[Kerusuhan Ambon 2011]] | *[[Kerusuhan Ambon 2011]] | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
*[[Konflik sektarian Maluku]] | *[[Konflik sektarian Maluku]] | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerusuhan+Maluku+Tenggara+2022&oldid=28445534 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28445534 (2025-11-13T05:22:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerusuhan+Maluku+Tenggara+2022&oldid=28445534 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28445534 (2025-11-13T05:22:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 28 Agustus 2026 15.04
Kerusuhan Maluku Tenggara 2022 adalah rangkaian kerusuhan yang terjadi pada 6 Oktober dan 12 November 2022 di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Kerusuhan ini melibatkan tiga desa (Kei: ohoi[1]) di Kecamatan Kei Besar, yakni desa Bombai dan Ngurdu dengan desa Elat.
Latar belakang
Bentrokan warga dari kedua pihak ini diduga dipicu oleh kegiatan adat yang dilakukan oleh warga dari desa Bombai, yakni berupa pemasangan larangan adat atau sasi adat di perbatasan kedua desa. Hal ini disinyalir memicu kemarahan warga desa Elat, sehingga terjadi aksi saling serang.[2]
Desa Elat sendiri merupakan salah satu dari dua desa yang dihuni oleh orang Banda Muslim, selain desa Eli.[3] Orang Banda bermigrasi ke Kepulauan Kei dari Kepulauan Banda disebabkan oleh peristiwa pembantaian Banda pada tahun 1609–1621 yang dilakukan oleh VOC.[4] Sedangkan desa Bombai dan Ngurdu dihuni oleh orang Kei Katolik yang merupakan penduduk asli di Kepulauan Kei.[5][6]
Selain karena masalah di perbatasan antara desa Elat dan Bombai, perselisihan kedua pihak ini juga diduga karena adanya sentimen etnis dan agama di antara ketiga desa tersebut, tetapi Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyangkalnya dan menyatakan bahwa kerusuhan yang terjadi bukan konflik agama.[7] Sebenarnya peristiwa bentrokan ini sebelumnya sering terjadi. Bahkan konflik yang terjadi, pada 12 November 2022 merupakan imbas dari peristiwa sebelumnya. Pada hari Minggu, tepatnya 6 Oktober 2022 lalu juga sempat terjadi konflik antara kedua pihak. Namun, pihak kepolisian segera mengambil tindakan pengamanan.[8]
Kabar bahwa bentrokan antara warga Bombai dan Elat disebabkan oleh perselisihan batas tanah dibantah oleh tokoh DPP Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Wandan Yunus Rahawarin, menurutnya bentrokan tersebut pemicunya adalah karena perkelahian pelajar SMA Negeri Elat pada 6 Oktober 2022. Menurutnya, persoalan batas tanah sudah selesai sejak dahulu dan tidak ada masalah mengenai lahan yang akan dipasang sasi. Bahkan menurut Yunus, yang berhak berbicara terkait tanah di Elat hanya dia dan keluarganya. Sebab, tanah itu pemberian dari Raja Yamtel kepala Mel Rahawarin.[9]
Kronologi
Kerusuhan ini dimulai oleh bentrokan antar ketiga warga desa yang telah telah berlangsung sejak Sabtu pagi (12/11/2022) pukul 08.00 WIT. Bentrokan diawali saat warga desa Bombai dan Ngurdu memaksa untuk memasang sasi adat atau larangan adat di perbatasan desa Elat. Warga ketiga desa itu mengklaim lahan di perbatasan itu sebagai tanah mereka. Warga desa Elat yang tidak terima dengan pemasangan sasi adat itu lantas melakukan perlawanan hingga akhirnya terjadilah bentrok.[10] Senjata yang digunakan dalam bentrokan ini adalah parang, panah, bambu, dan senjata api.[11]
Akibat
Akibat kerusuhan ini, dua warga sipil tewas karena kerusuhan dan dua anggota Kepolisian Republik Indonesia yang terdiri dari anggota Brimob dan Polresta Tual terluka karena tertusuk anak panah.[12] Selain melukai dua anggota polisi, 42 orang yang terdiri dari warga sipil dan polisi turut mengalami luka-luka karena bentrokan yang terjadi. 26 rumah warga dan dua gedung sekolah juga terbakar akibat kerusuhan ini.[13][14]
Lihat juga
Referensi
- ↑ Hasanudin. Larwul Ngabal (Hukum Adat di Kepulauan Kei). pn-tilamuta.go.id.
- ↑ Dheddy Rumangun. Mencekam! Warga 2 Desa di Maluku Tenggara Bentrok, Rumah dan Sekolah Dibakar. daerah.sindonews.com.
- ↑ Tim TvOne. Sambil Bawa Senjata Laras Panjang, Brimob Usir Warga di Maluku yang Terlibat Bentrok: Kalian Mundur!. www.tvonenews.com.
- ↑ Mezakwakim. Onotan Sarawandan; Tradisi Lisan Masyarakat Banda Eli dan Banda Elat. kebudayaan.kemdikbud.go.id.
- ↑ Ferdian Ananda. Asal Suku Kei dari Bali Ditelusuri. m.mediaindonesia.com.
- ↑ Jubi Jayapura. Dari Kei, Katolik Masuk Tanah Papua. jubi.co.id.
- ↑ Ratna Puspita. Bupati: Bentrok Maluku Tenggara Bukan Konflik Antaragama. www.republika.co.id.
- ↑ Muhammad Irfan. Sasi Adat Picu Kerusuhan di Maluku Tenggara. www.gemasulawesi.com.
- ↑ Rakyat Maluku. Rahawarin: Konflik Itu Bukan Soal Tanah. rakyatmaluku.fajar.co.id.
- ↑ Rahmat Rahman Patty. Bentrok Warga di Maluku Tenggara, 2 Sekolah dan Sejumlah Rumah Dibakar Massa. regional.kompas.com.
- ↑ Rizky L. Pratama. Bentrok Antar Dua Desa di Maluku Tenggara, Sejumlah Orang Terluka Akibat Panah dan Sabetan Parang. www.kompas.tv.
- ↑ Tual News. Konflik Dua Desa di Malra, Dua Meninggal dan Puluhan Luka-luka. www.tualnews.com.
- ↑ Ikbal Muqorobin. Kerusuhan Maluku, Polisi: Tahan Diri, Jangan Terprovokasi. ww.harianterbit.com.
- ↑ Hermawan Mappiwali. Bentrokan Warga di Maluku Tenggara: 42 Orang Terluka-26 Rumah Dibakar. www.detik.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28445534 (2025-11-13T05:22:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.