Kimia organologam: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29207639; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kimia organologam''' adalah studi mengenai '''senyawa organologam''', [[senyawa kimia]] yang mengandung setidaknya satu [[ikatan kimia]] antara atom [[karbon]] dari sebuah molekul organik dan [[logam]], termasuk alkali, alkali tanah, dan [[logam transisi]], dan terkadang diperluas untuk mencakup metaloid seperti boron, silikon, dan timah, pula. Selain ikatan untuk fragmen atau molekul organil, ikatan dengan karbon 'anorganik', seperti [[karbon monoksida]] (karbonil logam), sianida, atau karbida, umumnya dianggap organologam juga. Beberapa senyawa yang terkait seperti [[logam transisi hidrida]] dan [[kompleks logam fosfina]] sering dimasukkan dalam diskusi senyawa organologam, meskipun secara tegas, mereka tidak selalu merupakan organologam. Istilah yang terkait tetapi berbeda "[[metalorganik|senyawa metalorganik]]" mengacu pada senyawa yang mengandung logam yang kurang memiliki ikatan logam-karbon langsung tetapi yang mengandung ligan organik. Logam β-diketonat, alkoksida, dialkilamida, dan kompleks logam fosfina merupakan anggota perwakilan dari golongan ini. Bidang kimia organologam menggabungkan aspek-aspek [[kimia anorganik]] dan [[kimia organik|organik]] tradisional. | '''Kimia organologam''' adalah studi mengenai '''senyawa organologam''', [[senyawa kimia]] yang mengandung setidaknya satu [[ikatan kimia]] antara atom [[karbon]] dari sebuah molekul organik dan [[logam]], termasuk alkali, alkali tanah, dan [[logam transisi]], dan terkadang diperluas untuk mencakup metaloid seperti boron, silikon, dan timah, pula.<ref>Crabtree, Robert H. [https://books.google.com/books?isbn=0470257628 The Organometallic Chemistry of the Transition Metals]. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan ''passim''. ISBN 0470257628.</ref> Selain ikatan untuk fragmen atau molekul organil, ikatan dengan karbon 'anorganik', seperti [[karbon monoksida]] (karbonil logam), sianida, atau karbida, umumnya dianggap organologam juga. Beberapa senyawa yang terkait seperti [[logam transisi hidrida]] dan [[kompleks logam fosfina]] sering dimasukkan dalam diskusi senyawa organologam, meskipun secara tegas, mereka tidak selalu merupakan organologam. Istilah yang terkait tetapi berbeda "[[metalorganik|senyawa metalorganik]]" mengacu pada senyawa yang mengandung logam yang kurang memiliki ikatan logam-karbon langsung tetapi yang mengandung ligan organik. Logam β-diketonat, alkoksida, dialkilamida, dan kompleks logam fosfina merupakan anggota perwakilan dari golongan ini. Bidang kimia organologam menggabungkan aspek-aspek [[kimia anorganik]] dan [[kimia organik|organik]] tradisional.<ref>José Oliveira. ''Organometallics''. Wiley-VCH-Verl. 2006. ISBN 978-3-527-29390-2.</ref> | ||
Senyawa organologam secara luas digunakan baik secara stoikiometrik dalam penelitian dan reaksi [[kimia industri]], maupun dalam peran katalis untuk meningkatkan [[laju reaksi]] tersebut (misalnya, seperti dalam penggunaan [[katalisis]] homogen), di mana molekul target termasuk [[polimer]], [[obat-obatan]], dan banyak jenis produk praktis lainnya. | Senyawa organologam secara luas digunakan baik secara stoikiometrik dalam penelitian dan reaksi [[kimia industri]], maupun dalam peran katalis untuk meningkatkan [[laju reaksi]] tersebut (misalnya, seperti dalam penggunaan [[katalisis]] homogen), di mana molekul target termasuk [[polimer]], [[obat-obatan]], dan banyak jenis produk praktis lainnya. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Perkembangan awal dalam kimia organologam termasuk sintesis senyawa metil arsenat oleh [[Louis Claude Cadet de Gassicourt|Louis Claude Cadet]] yang terkait dengan [[kakodil]], penemuan [[William Christopher Zeise]] mengenai [[garam Zeise|kompleks platinum-etilena]], penemuan [[Edward Frankland]] mengenai [[Dietilseng|dietil-]] dan [[dimetil seng]], penemuan [[Ludwig Mond]] atas [[nikel tetrakarbonil|Ni(CO)<sub>4</sub>]], dan senyawa organomagnesium [[Victor Grignard]]. (Meskipun tidak selalu diakui sebagai senyawa organologam, [[biru Prusia]], kompleks besi-sianida bervalensi-campuran, pertama kali disiapkan pada tahun 1706 oleh pembuat cat [[Johann Jacob Diesbach]] sebagai [[polimer koordinasi]] pertama dan bahan sintetis yang mengandung ikatan logam-karbon.) Produk yang melimpah dan beragam dari batubara dan [[minyak bumi]] mengarah pada katalisis [[Katalis Ziegler–Natta|Ziegler-Natta]], [[Fischer-Tropsch]], [[hidroformilasi]] yang melibatkan CO, H<sub>2</sub>, dan alkena sebagai bahan baku dan ligan. | Perkembangan awal dalam kimia organologam termasuk sintesis senyawa metil arsenat oleh [[Louis Claude Cadet de Gassicourt|Louis Claude Cadet]] yang terkait dengan [[kakodil]], penemuan [[William Christopher Zeise]]<ref>Hunt, L. B. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v28-i2-076-083.pdf The First Organometallic Compounds: William Christopher Zeise and his Platinum Complexes]. ''Platinum Metals Rev''. 1984. Vol. 28 (2). hlm. 76–83.</ref> mengenai [[garam Zeise|kompleks platinum-etilena]],<ref>W. C. Zeise. ''Von der Wirkung zwischen Platinchlorid und Alkohol, und von den dabei entstehenden neuen Substanzen''. ''Annalen der Physik''. 1831. Vol. 97 (4). hlm. 497–541. doi:10.1002/andp.18310970402.</ref> penemuan [[Edward Frankland]] mengenai [[Dietilseng|dietil-]] dan [[dimetil seng]], penemuan [[Ludwig Mond]] atas [[nikel tetrakarbonil|Ni(CO)<sub>4</sub>]],<ref>Crabtree, Robert H. [https://books.google.com/books?isbn=0470257628 The Organometallic Chemistry of the Transition Metals]. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan ''passim''. ISBN 0470257628.</ref> dan senyawa organomagnesium [[Victor Grignard]]. (Meskipun tidak selalu diakui sebagai senyawa organologam, [[biru Prusia]], kompleks besi-sianida bervalensi-campuran, pertama kali disiapkan pada tahun 1706 oleh pembuat cat [[Johann Jacob Diesbach]] sebagai [[polimer koordinasi]] pertama dan bahan sintetis yang mengandung ikatan logam-karbon.<ref>Crabtree, Robert H. [https://books.google.com/books?isbn=0470257628 The Organometallic Chemistry of the Transition Metals]. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan ''passim''. ISBN 0470257628.</ref>) Produk yang melimpah dan beragam dari batubara dan [[minyak bumi]] mengarah pada katalisis [[Katalis Ziegler–Natta|Ziegler-Natta]], [[Fischer-Tropsch]], [[hidroformilasi]] yang melibatkan CO, H<sub>2</sub>, dan alkena sebagai bahan baku dan ligan. | ||
Pengakuan kimia organologam sebagai subbidang yang berbeda memuncak dalam Hadiah Nobel untuk [[Ernst Otto Fischer|Ernst Fischer]] dan [[Geoffrey Wilkinson]] untuk karyanya pada [[metalosena]]. Pada tahun 2005, [[Yves Chauvin]], [[Robert H. Grubbs]] dan [[Richard R. Schrock]] berbagi Hadiah Nobel untuk [[metatesis olefin]] dikatalisis-logam. | Pengakuan kimia organologam sebagai subbidang yang berbeda memuncak dalam Hadiah Nobel untuk [[Ernst Otto Fischer|Ernst Fischer]] dan [[Geoffrey Wilkinson]] untuk karyanya pada [[metalosena]]. Pada tahun 2005, [[Yves Chauvin]], [[Robert H. Grubbs]] dan [[Richard R. Schrock]] berbagi Hadiah Nobel untuk [[metatesis olefin]] dikatalisis-logam.<ref>V. Dragutan. ''2005 Nobel Prize in Chemistry''. ''Platinum Metals Review''. 2006. Vol. 50 (1). hlm. 35–37. doi:10.1595/147106706X94140.</ref> | ||
== Reaksi organologam == | == Reaksi organologam == | ||
Sintesis banyak molekul organik difasilitasi oleh kompleks organologam. [[Metatesis ikatan sigma]] adalah metode sintetis untuk membentuk [[ikatan sigma]] karbon-karbon baru. Metatesis ikatan sigma biasanya digunakan dengan kompleks-kompleks logam transisi awal yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi. Menggunakan logam-logam transisi yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi mencegah reaksi lain terjadi, seperti [[adisi oksidatif]]. Selain metatesis ikatan sigma, [[metatesis olefin]] digunakan untuk mensintesis berbagai [[ikatan pi]] karbon-karbon. Baik metatesis ikatan sigma atau metatesis olefin mengubah keadaan oksidasi logam. Banyak metode lain yang digunakan untuk membentuk [[ikatan karbon-karbon]] yang baru, termasuk [[eliminasi beta-hidrida]] dan [[reaksi penyisipan]]. | Sintesis banyak molekul organik difasilitasi oleh kompleks organologam. [[Metatesis ikatan sigma]] adalah metode sintetis untuk membentuk [[ikatan sigma]] karbon-karbon baru. Metatesis ikatan sigma biasanya digunakan dengan kompleks-kompleks logam transisi awal yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi.<ref>Rory Waterman. [https://dx.doi.org/10.1021/om400760k σ-Bond Metathesis: A 30-Year Retrospective]. ''Organometallics''. 2013-12-23. Vol. 32 (24). hlm. 7249–7263. doi:10.1021/om400760k.</ref> Menggunakan logam-logam transisi yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi mencegah reaksi lain terjadi, seperti [[adisi oksidatif]]. Selain metatesis ikatan sigma, [[metatesis olefin]] digunakan untuk mensintesis berbagai [[ikatan pi]] karbon-karbon. Baik metatesis ikatan sigma atau metatesis olefin mengubah keadaan oksidasi logam.<ref>[http://www.ilpi.com/organomet/olmetathesis.html The Organometallic HyperTextBook: Olefin Metathesis]. ''www.ilpi.com''.</ref><ref>[http://www.ilpi.com/organomet/sigmabond.html Organometallic HyperTextBook: Sigma Bond Metathesis]. ''www.ilpi.com''.</ref> Banyak metode lain yang digunakan untuk membentuk [[ikatan karbon-karbon]] yang baru, termasuk [[eliminasi beta-hidrida]] dan [[reaksi penyisipan]]. | ||
== Aplikasi industri == | == Aplikasi industri == | ||
Senyawa organologam menemukan penggunaan luasnya dalam reaksi komersial, baik sebagai [[katalisis]] homogen dan sebagai pereaksi stoikiometri. Misalnya, [[senyawa organolitium]], [[organomagnesium]], dan [[organoaluminium]], contoh dari yang sangat basa dan sangat mereduksi, berguna secara stoikiometri, tetapi juga mengkatalisis banyak reaksi [[polimerisasi]].<ref>José Oliveira. ''Organometallics''. Wiley-VCH-Verl. 2006. ISBN 978-3-527-29390-2.</ref> | |||
Hampir semua proses yang melibatkan [[karbon monoksida]] bergantung pada katalis, contoh-contoh penting digambarkan sebagai [[karbonilasi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+organologam&oldid=29207639 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Produksi asam asetat dari metanol dan karbon monoksida dikatalisis melalui [[kompleks logam karbonil]] dalam [[proses Monsanto]] dan [[proses Cativa]]. Kebanyakan aldehida sintetis diproduksi melalui [[hidroformilasi]]. Sebagian besar alkohol sintetis, setidaknya yang lebih besar dari etanol, diproduksi oleh [[hidrogenasi]] aldehida turunan hidroformilasi. Demikian pula, [[proses Wacker]] digunakan dalam oksidasi [[etilena]] menjadi [[asetaldehida]].<ref>Piet W.N.M. van Leeuwen. [https://archive.org/details/homogeneouscatal0000leeu Homogeneous catalysis : understanding the art]. Springer. 2004. ISBN 978-1-4020-3176-2.</ref> | |||
Hampir semua proses yang melibatkan [[ | Hampir semua proses industri yang melibatkan polimer turunan [[alkena]] bergantung pada katalis organologam. Polietilena dan polipropilena dunia dihasilkan secara heterogen melalui [[katalis Ziegler–Natta]] dan secara homogen, misalnya, melalui [[katalis geometri terbatas]].<ref>Jerzy Klosin. ''Development of Group IV Molecular Catalysts for High Temperature Ethylene-α-Olefin Copolymerization Reactions''. ''Accounts of Chemical Research''. 2015. Vol. 48 (7). hlm. 2004–2016. doi:10.1021/acs.accounts.5b00065.</ref> | ||
Sebagian besar proses yang melibatkan hidrogen bergantung pada katalis berbasis logam. Sedangkan hidrogenasi massal, misalnya produksi [[margarin]], bergantung pada katalis heterogen, Untuk produksi bahan kimia, [[hidrogenasi]] ini bergantung pada kompleks organologam terlarut atau melibatkan [[zat antara]] organologam.<ref>Paul N. Rylander, "Hydrogenation and Dehydrogenation" in ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry'', Wiley-VCH, Weinheim, 2005.</ref> Kompleks organologam memungkinkan hidrogenasi ini dilakukan secara asimetris. | |||
Sebagian besar proses yang melibatkan hidrogen bergantung pada katalis berbasis logam. Sedangkan hidrogenasi massal, misalnya produksi [[margarin]], bergantung pada katalis heterogen, Untuk produksi bahan kimia, [[hidrogenasi]] ini bergantung pada kompleks organologam terlarut atau melibatkan [[zat antara]] organologam. Kompleks organologam memungkinkan hidrogenasi ini dilakukan secara asimetris. | |||
[[Semikonduktor III-V|Banyak semikonduktor]] diproduksi dari [[trimetilgalium]], [[trimetilindium]], [[trimetilaluminium]], dan [[trimetilantimoni]]. Senyawa volatil ini terdekomposisi bersama dengan [[amonia]], [[arsina]], [[fosfina]] dan hidrida terkait pada substrat yang dipanaskan melalui [[epitaksi fase uap metalorganik]] (''metalorganic vapor phase epitaxy''; MOVPE) dalam produksi [[dioda pemancar cahaya]] (LED). | [[Semikonduktor III-V|Banyak semikonduktor]] diproduksi dari [[trimetilgalium]], [[trimetilindium]], [[trimetilaluminium]], dan [[trimetilantimoni]]. Senyawa volatil ini terdekomposisi bersama dengan [[amonia]], [[arsina]], [[fosfina]] dan hidrida terkait pada substrat yang dipanaskan melalui [[epitaksi fase uap metalorganik]] (''metalorganic vapor phase epitaxy''; MOVPE) dalam produksi [[dioda pemancar cahaya]] (LED). | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Katalis Ziegler-Natta]] | * [[Katalis Ziegler-Natta]] | ||
* [[Metalosena]] | * [[Metalosena]] | ||
| Baris 30: | Baris 28: | ||
* [[Kimia bioorganologam]] | * [[Kimia bioorganologam]] | ||
* [[Kompleks logam karbon dioksida]] | * [[Kompleks logam karbon dioksida]] | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [https://web.archive.org/web/20060625174426/http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Chemistry/5-44Fall-2004/CourseHome/index.htm MIT OpenCourseWare: Organometallic Chemistry] | * [https://web.archive.org/web/20060625174426/http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Chemistry/5-44Fall-2004/CourseHome/index.htm MIT OpenCourseWare: Organometallic Chemistry] | ||
* [http://www.ilpi.com/organomet/ Rob Toreki's Organometallic HyperTextbook] | * [http://www.ilpi.com/organomet/ Rob Toreki's Organometallic HyperTextbook] | ||
* [http://www.organometallics.net/ Daftar web dari kimiawan Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam kimia organologam] | * [http://www.organometallics.net/ Daftar web dari kimiawan Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam kimia organologam] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+organologam&oldid=29207639 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29207639 (2026-05-09T21:52:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+organologam&oldid=29207639 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29207639 (2026-05-09T21:52:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.57
Kimia organologam adalah studi mengenai senyawa organologam, senyawa kimia yang mengandung setidaknya satu ikatan kimia antara atom karbon dari sebuah molekul organik dan logam, termasuk alkali, alkali tanah, dan logam transisi, dan terkadang diperluas untuk mencakup metaloid seperti boron, silikon, dan timah, pula.[1] Selain ikatan untuk fragmen atau molekul organil, ikatan dengan karbon 'anorganik', seperti karbon monoksida (karbonil logam), sianida, atau karbida, umumnya dianggap organologam juga. Beberapa senyawa yang terkait seperti logam transisi hidrida dan kompleks logam fosfina sering dimasukkan dalam diskusi senyawa organologam, meskipun secara tegas, mereka tidak selalu merupakan organologam. Istilah yang terkait tetapi berbeda "senyawa metalorganik" mengacu pada senyawa yang mengandung logam yang kurang memiliki ikatan logam-karbon langsung tetapi yang mengandung ligan organik. Logam β-diketonat, alkoksida, dialkilamida, dan kompleks logam fosfina merupakan anggota perwakilan dari golongan ini. Bidang kimia organologam menggabungkan aspek-aspek kimia anorganik dan organik tradisional.[2]
Senyawa organologam secara luas digunakan baik secara stoikiometrik dalam penelitian dan reaksi kimia industri, maupun dalam peran katalis untuk meningkatkan laju reaksi tersebut (misalnya, seperti dalam penggunaan katalisis homogen), di mana molekul target termasuk polimer, obat-obatan, dan banyak jenis produk praktis lainnya.
Sejarah
Perkembangan awal dalam kimia organologam termasuk sintesis senyawa metil arsenat oleh Louis Claude Cadet yang terkait dengan kakodil, penemuan William Christopher Zeise[3] mengenai kompleks platinum-etilena,[4] penemuan Edward Frankland mengenai dietil- dan dimetil seng, penemuan Ludwig Mond atas Ni(CO)4,[5] dan senyawa organomagnesium Victor Grignard. (Meskipun tidak selalu diakui sebagai senyawa organologam, biru Prusia, kompleks besi-sianida bervalensi-campuran, pertama kali disiapkan pada tahun 1706 oleh pembuat cat Johann Jacob Diesbach sebagai polimer koordinasi pertama dan bahan sintetis yang mengandung ikatan logam-karbon.[6]) Produk yang melimpah dan beragam dari batubara dan minyak bumi mengarah pada katalisis Ziegler-Natta, Fischer-Tropsch, hidroformilasi yang melibatkan CO, H2, dan alkena sebagai bahan baku dan ligan.
Pengakuan kimia organologam sebagai subbidang yang berbeda memuncak dalam Hadiah Nobel untuk Ernst Fischer dan Geoffrey Wilkinson untuk karyanya pada metalosena. Pada tahun 2005, Yves Chauvin, Robert H. Grubbs dan Richard R. Schrock berbagi Hadiah Nobel untuk metatesis olefin dikatalisis-logam.[7]
Reaksi organologam
Sintesis banyak molekul organik difasilitasi oleh kompleks organologam. Metatesis ikatan sigma adalah metode sintetis untuk membentuk ikatan sigma karbon-karbon baru. Metatesis ikatan sigma biasanya digunakan dengan kompleks-kompleks logam transisi awal yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi.[8] Menggunakan logam-logam transisi yang berada dalam keadaan oksidasi tertinggi mencegah reaksi lain terjadi, seperti adisi oksidatif. Selain metatesis ikatan sigma, metatesis olefin digunakan untuk mensintesis berbagai ikatan pi karbon-karbon. Baik metatesis ikatan sigma atau metatesis olefin mengubah keadaan oksidasi logam.[9][10] Banyak metode lain yang digunakan untuk membentuk ikatan karbon-karbon yang baru, termasuk eliminasi beta-hidrida dan reaksi penyisipan.
Aplikasi industri
Senyawa organologam menemukan penggunaan luasnya dalam reaksi komersial, baik sebagai katalisis homogen dan sebagai pereaksi stoikiometri. Misalnya, senyawa organolitium, organomagnesium, dan organoaluminium, contoh dari yang sangat basa dan sangat mereduksi, berguna secara stoikiometri, tetapi juga mengkatalisis banyak reaksi polimerisasi.[11]
Hampir semua proses yang melibatkan karbon monoksida bergantung pada katalis, contoh-contoh penting digambarkan sebagai karbonilasi.[12] Produksi asam asetat dari metanol dan karbon monoksida dikatalisis melalui kompleks logam karbonil dalam proses Monsanto dan proses Cativa. Kebanyakan aldehida sintetis diproduksi melalui hidroformilasi. Sebagian besar alkohol sintetis, setidaknya yang lebih besar dari etanol, diproduksi oleh hidrogenasi aldehida turunan hidroformilasi. Demikian pula, proses Wacker digunakan dalam oksidasi etilena menjadi asetaldehida.[13]
Hampir semua proses industri yang melibatkan polimer turunan alkena bergantung pada katalis organologam. Polietilena dan polipropilena dunia dihasilkan secara heterogen melalui katalis Ziegler–Natta dan secara homogen, misalnya, melalui katalis geometri terbatas.[14]
Sebagian besar proses yang melibatkan hidrogen bergantung pada katalis berbasis logam. Sedangkan hidrogenasi massal, misalnya produksi margarin, bergantung pada katalis heterogen, Untuk produksi bahan kimia, hidrogenasi ini bergantung pada kompleks organologam terlarut atau melibatkan zat antara organologam.[15] Kompleks organologam memungkinkan hidrogenasi ini dilakukan secara asimetris.
Banyak semikonduktor diproduksi dari trimetilgalium, trimetilindium, trimetilaluminium, dan trimetilantimoni. Senyawa volatil ini terdekomposisi bersama dengan amonia, arsina, fosfina dan hidrida terkait pada substrat yang dipanaskan melalui epitaksi fase uap metalorganik (metalorganic vapor phase epitaxy; MOVPE) dalam produksi dioda pemancar cahaya (LED).
Lihat pula
- Katalis Ziegler-Natta
- Metalosena
- Pereaksi Grignard
- Kimia bioorganologam
- Kompleks logam karbon dioksida
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
- MIT OpenCourseWare: Organometallic Chemistry
- Rob Toreki's Organometallic HyperTextbook
- Daftar web dari kimiawan Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam kimia organologam
Referensi
- ↑ Crabtree, Robert H. The Organometallic Chemistry of the Transition Metals. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan passim. ISBN 0470257628.
- ↑ José Oliveira. Organometallics. Wiley-VCH-Verl. 2006. ISBN 978-3-527-29390-2.
- ↑ Hunt, L. B. The First Organometallic Compounds: William Christopher Zeise and his Platinum Complexes. Platinum Metals Rev. 1984. Vol. 28 (2). hlm. 76–83.
- ↑ W. C. Zeise. Von der Wirkung zwischen Platinchlorid und Alkohol, und von den dabei entstehenden neuen Substanzen. Annalen der Physik. 1831. Vol. 97 (4). hlm. 497–541. doi:10.1002/andp.18310970402.
- ↑ Crabtree, Robert H. The Organometallic Chemistry of the Transition Metals. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan passim. ISBN 0470257628.
- ↑ Crabtree, Robert H. The Organometallic Chemistry of the Transition Metals. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 2, 560, dan passim. ISBN 0470257628.
- ↑ V. Dragutan. 2005 Nobel Prize in Chemistry. Platinum Metals Review. 2006. Vol. 50 (1). hlm. 35–37. doi:10.1595/147106706X94140.
- ↑ Rory Waterman. σ-Bond Metathesis: A 30-Year Retrospective. Organometallics. 2013-12-23. Vol. 32 (24). hlm. 7249–7263. doi:10.1021/om400760k.
- ↑ The Organometallic HyperTextBook: Olefin Metathesis. www.ilpi.com.
- ↑ Organometallic HyperTextBook: Sigma Bond Metathesis. www.ilpi.com.
- ↑ José Oliveira. Organometallics. Wiley-VCH-Verl. 2006. ISBN 978-3-527-29390-2.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Piet W.N.M. van Leeuwen. Homogeneous catalysis : understanding the art. Springer. 2004. ISBN 978-1-4020-3176-2.
- ↑ Jerzy Klosin. Development of Group IV Molecular Catalysts for High Temperature Ethylene-α-Olefin Copolymerization Reactions. Accounts of Chemical Research. 2015. Vol. 48 (7). hlm. 2004–2016. doi:10.1021/acs.accounts.5b00065.
- ↑ Paul N. Rylander, "Hydrogenation and Dehydrogenation" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim, 2005.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29207639 (2026-05-09T21:52:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.