Lompat ke isi

Stres oksidatif: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28081864; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Free_Radical_Toxicity.svg|thumb|right|280px|Free Radical Toxicity]]
'''Stres oksidatif''' adalah keadaan di mana jumlah [[radikal bebas]] di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses [[oksidasi]] sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama [[penuaan dini]] dan timbulnya penyakit [[kronis]] seperti [[kanker]], [[penyakit jantung]], [[alzheimer]], dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan [[antioksidan]] yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.
'''Stres oksidatif''' adalah keadaan di mana jumlah [[radikal bebas]] di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses [[oksidasi]] sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama [[penuaan dini]] dan timbulnya penyakit [[kronis]] seperti [[kanker]], [[penyakit jantung]], [[alzheimer]], dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan [[antioksidan]] yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.


Transformasi [[protein]] yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan [[jaringan]] dan berkembangnya berbagai jenis [[penyakit]]. Beberapa [[senyawa organik]] yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh [[reaksi kimia|reaksi]] [[oksidasi]] berbagai jenis [[asam lemak]] tidak jenuh (PUFA), antara lain senyawa dengan [[gugus fungsional|gugus]] [[karbonil]] tak jenuh jenis alfa, beta seperti ''4-hydroxy-2-nonenal'' (HNE), ''4-oxo-2-nonenal'' (ONE), dan [[akrolein]]. Senyawa dari golongan [[aldehida]] ini dapat menyebabkan ''adduct'' intramolekular atau intermolekular terhadap [[protein]]. Beberapa studi spektroskopi massa yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-[[peroksidasi]] menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff ''adduct'', tetapi hanya Michael ''adduct'' yang terjadi antara residu [[Sisteina|Cys]] dan [[Histidina|His]], dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi [[proteolisis]]. Variasi produk ''adduct'' yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti [[tautomerisasi]], [[oksidasi]], [[siklisasi]], [[dehidrasi]], dan terkadang juga [[kondensasi]] dengan [[molekul]] aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa ''advanced lipoxidation end products'' (ALE) yang stabil.
Transformasi [[protein]] yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan [[jaringan]] dan berkembangnya berbagai jenis [[penyakit]].<ref>[http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17145694 Protein adducts generated from products of lipid oxidation: focus on HNE and one]. ''Department of Chemistry, Case Western Reserve University; Sayre LM, Lin D, Yuan Q, Zhu X, Tang X''.</ref> Beberapa [[senyawa organik]] yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh [[reaksi kimia|reaksi]] [[oksidasi]] berbagai jenis [[asam lemak]] tidak jenuh (PUFA), antara lain senyawa dengan [[gugus fungsional|gugus]] [[karbonil]] tak jenuh jenis alfa, beta seperti ''4-hydroxy-2-nonenal'' (HNE), ''4-oxo-2-nonenal'' (ONE), dan [[akrolein]]. Senyawa dari golongan [[aldehida]] ini dapat menyebabkan ''adduct'' intramolekular atau intermolekular terhadap [[protein]]. Beberapa studi spektroskopi massa yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-[[peroksidasi]] menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff ''adduct'', tetapi hanya Michael ''adduct'' yang terjadi antara residu [[Sisteina|Cys]] dan [[Histidina|His]], dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi [[proteolisis]]. Variasi produk ''adduct'' yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti [[tautomerisasi]], [[oksidasi]], [[siklisasi]], [[dehidrasi]], dan terkadang juga [[kondensasi]] dengan [[molekul]] aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa ''advanced lipoxidation end products'' (ALE) yang stabil.


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*  [http://www.nutrition-health.info/index.php/Oxidative_Stress Nutrition-Health.Info - Oxidative Stress]
*  [http://www.nutrition-health.info/index.php/Oxidative_Stress Nutrition-Health.Info - Oxidative Stress]


== Rujukan ==
== Referensi ==
<br />
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stres+oksidatif&oldid=28081864 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28081864 (2025-10-17T20:11:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stres+oksidatif&oldid=28081864 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28081864 (2025-10-17T20:11:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.07

Free Radical Toxicity

Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.

Transformasi protein yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan jaringan dan berkembangnya berbagai jenis penyakit.[1] Beberapa senyawa organik yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh reaksi oksidasi berbagai jenis asam lemak tidak jenuh (PUFA), antara lain senyawa dengan gugus karbonil tak jenuh jenis alfa, beta seperti 4-hydroxy-2-nonenal (HNE), 4-oxo-2-nonenal (ONE), dan akrolein. Senyawa dari golongan aldehida ini dapat menyebabkan adduct intramolekular atau intermolekular terhadap protein. Beberapa studi spektroskopi massa yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-peroksidasi menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff adduct, tetapi hanya Michael adduct yang terjadi antara residu Cys dan His, dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi proteolisis. Variasi produk adduct yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti tautomerisasi, oksidasi, siklisasi, dehidrasi, dan terkadang juga kondensasi dengan molekul aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa advanced lipoxidation end products (ALE) yang stabil.

Pranala luar

Referensi

  1. Protein adducts generated from products of lipid oxidation: focus on HNE and one. Department of Chemistry, Case Western Reserve University; Sayre LM, Lin D, Yuan Q, Zhu X, Tang X.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28081864 (2025-10-17T20:11:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.