Lompat ke isi

Kalkon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26999532; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kalkon''' adalah [[senyawa organik]] dengan rumus kimia C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>C(O)CH=CHC<sub>6</sub>H<sub>5</sub>. Senyawa ini merupakan keton tak jenuh α,β. Berbagai senyawa biologis penting dikenal secara kolektif sebagai kalkon atau kalkonoid. Mereka merupakan zat bioaktif, bahan fluoresen, dan zat intermediat kimia yang dikenal luas.
[[File:Chalcone.svg|thumb|right|280px|Chalcone]]
 
'''Kalkon''' adalah [[senyawa organik]] dengan rumus kimia C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>C(O)CH=CHC<sub>6</sub>H<sub>5</sub>. Senyawa ini merupakan keton tak jenuh α,β. Berbagai senyawa biologis penting dikenal secara kolektif sebagai kalkon atau kalkonoid.<ref>Francisco A. Tomás-Barberán. ''Flavanones, Chalcones and Dihydrochalcones - Nature, Occurrence and Dietary Burden''. ''Journal of the Science of Food and Agriculture''. 2000. Vol. 80 (7). hlm. 1073–1080. doi:10.1002/(SICI)1097-0010(20000515)80:7 3.0.CO;2-B.</ref> Mereka merupakan zat bioaktif, bahan fluoresen, dan zat intermediat kimia yang dikenal luas.


==Sifat kimia==
==Sifat kimia==
Kalkon memiliki dua serapan maksimum pada 280 nm dan 340 nm.
Kalkon memiliki dua serapan maksimum pada 280 nm dan 340 nm.<ref>Dong-mee Song. ''Photochemistry of chalcone and the application of chalcone-derivatives in photo-alignment layer of liquid crystal display''. ''Optical Materials''. 2003. Vol. 21 (1–3). hlm. 667–71. doi:10.1016/S0925-3467(02)00220-3.</ref>


==Biosintesis==
==Biosintesis==
Kalkon dan kalkonoid disintesis pada tumbuhan sebagai [[metabolit sekunder]]. Enzim kalkon sintase, suatu poliketida sintase tipe III, bertanggung jawab atas [[biosintesis]] senyawa ini. Enzim ini ditemukan di semua tumbuhan "tingkat tinggi" ([[tumbuhan berpembuluh]]) dan beberapa tumbuhan "bawah" ([[tumbuhan tidak berpembuluh]]).
Kalkon dan kalkonoid disintesis pada tumbuhan sebagai [[metabolit sekunder]]. Enzim kalkon sintase, suatu poliketida sintase tipe III, bertanggung jawab atas [[biosintesis]] senyawa ini. Enzim ini ditemukan di semua tumbuhan "tingkat tinggi" ([[tumbuhan berpembuluh]]) dan beberapa tumbuhan "bawah" ([[tumbuhan tidak berpembuluh]]).<ref>Chunlin Zhuang. ''Chalcone: A Privileged Structure in Medicinal Chemistry''. ''Chemical Reviews''. 28 June 2017. Vol. 117 (12). hlm. 7762–7810. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00020.</ref>


==Sintesis laboratorium==
==Sintesis laboratorium==
Kalkon biasanya dibuat melalui [[kondensasi aldol]] antara [[benzaldehida]] dan [[asetofenon]].
Kalkon biasanya dibuat melalui [[kondensasi aldol]] antara [[benzaldehida]] dan [[asetofenon]].<ref>E. P. Kohler, H. M. Chadwell. ''Benzalacetophenone''. ''Organic Syntheses''. 1922. Vol. 2. hlm. 1. doi:10.15227/orgsyn.002.0001.</ref>
 


Reaksi ini, yang dapat dilakukan tanpa pelarut apa pun, sangat andal sehingga sering dijadikan contoh [[kimia hijau]] dalam pendidikan sarjana.
Reaksi ini, yang dapat dilakukan tanpa pelarut apa pun, sangat andal sehingga sering dijadikan contoh [[kimia hijau]] dalam pendidikan sarjana.<ref>Daniel R Palleros. ''Solvent-Free Synthesis of Chalcones''. ''Journal of Chemical Education''. 2004. Vol. 81 (9). hlm. 1345. doi:10.1021/ed081p1345.</ref>


==Farmakologi potensial==
==Farmakologi potensial==
Kalkon dan turunannya menunjukkan berbagai aktivitas biologis termasuk [[antiinflamasi]]. Beberapa kalkon 2′-amino telah dipelajari sebagai agen antitumor yang potensial. Kalkon sangat menarik dalam bidang [[kimia medisinal]] dan telah digambarkan sebagai perancah istimewa.
Kalkon dan turunannya menunjukkan berbagai aktivitas biologis termasuk [[antiinflamasi]].<ref>Debarshi Kar Mahapatra. ''Chalcone Derivatives: Anti-inflammatory Potential and Molecular Targets Perspectives''. ''Current Topics in Medicinal Chemistry''. 2017. Vol. 17 (28). hlm. 3146–3169. doi:10.2174/1568026617666170914160446.</ref> Beberapa kalkon 2′-amino telah dipelajari sebagai agen antitumor yang potensial.<ref>Yi Xia. ''Antitumor agents. Part 202: Novel 2′-amino chalcones: design, synthesis and biological evaluation''. ''Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters''. 2000. Vol. 10 (8). hlm. 699–701. doi:10.1016/S0960-894X(00)00072-X.</ref><ref>Mariana B. Santos. [https://repositorio.unesp.br/bitstream/11449/174929/1/2-s2.0-85024884865.pdf Antiproliferative and pro-apoptotic activities of 2′- and 4′-aminochalcones against tumor canine cells]. ''European Journal of Medicinal Chemistry''. 2017. Vol. 138. hlm. 884–889. doi:10.1016/j.ejmech.2017.06.049.</ref> Kalkon sangat menarik dalam bidang [[kimia medisinal]] dan telah digambarkan sebagai perancah istimewa.<ref>Chunlin Zhuang. ''Chalcone: A Privileged Structure in Medicinal Chemistry''. ''Chemical Reviews''. 28 June 2017. Vol. 117 (12). hlm. 7762–7810. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00020.</ref>


==Kegunaan==
==Kegunaan==
===Kimia Medis===
===Kimia Medis===
*Antioksidan
*Antioksidan  
*Agen antikanker
*Agen antikanker  
*Obat antidiabetik
*Obat antidiabetik  
*[[Obat antivirus]]
*[[Obat antivirus]]  
*Obat antimalaria dan banyak lagi.
*Obat antimalaria dan banyak lagi.
===Kimia Industri===
===Kimia Industri===
*[[Kristal cair]]
*[[Kristal cair]]  
*Perancah kimia [[fluoresensi]]
*Perancah kimia [[fluoresensi]]  
*sensor logam
*sensor logam  
*Penghambat korosi
*Penghambat korosi  
*[[Hormon tumbuhan]].
*[[Hormon tumbuhan]].<ref>Yogeesha N. Nayak. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jhet.4617 Chalcones: Versatile intermediates in heterocyclic synthesis]. ''Journal of Heterocyclic Chemistry''. 2023-01-04. hlm. jhet.4617. doi:10.1002/jhet.4617.</ref>


===Kimia Organik===
===Kimia Organik===
Kalkon telah digunakan sebagai perantara dalam sintesis heterosiklik, terutama dalam sintesis pirazol dan auron.
Kalkon telah digunakan sebagai perantara dalam sintesis heterosiklik, terutama dalam sintesis pirazol dan auron.<ref>Yogeesha N. Nayak. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jhet.4617 Chalcones: Versatile intermediates in heterocyclic synthesis]. ''Journal of Heterocyclic Chemistry''. 2023-01-04. hlm. jhet.4617. doi:10.1002/jhet.4617.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.reference.md/files/D047/mD047188.html Chalcone on reference.md]
* [http://www.reference.md/files/D047/mD047188.html Chalcone on reference.md]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalkon&oldid=26999532 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26999532 (2025-03-06T03:21:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalkon&oldid=26999532 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26999532 (2025-03-06T03:21:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 08.59

Chalcone

Kalkon adalah senyawa organik dengan rumus kimia C6H5C(O)CH=CHC6H5. Senyawa ini merupakan keton tak jenuh α,β. Berbagai senyawa biologis penting dikenal secara kolektif sebagai kalkon atau kalkonoid.[1] Mereka merupakan zat bioaktif, bahan fluoresen, dan zat intermediat kimia yang dikenal luas.

Sifat kimia

Kalkon memiliki dua serapan maksimum pada 280 nm dan 340 nm.[2]

Biosintesis

Kalkon dan kalkonoid disintesis pada tumbuhan sebagai metabolit sekunder. Enzim kalkon sintase, suatu poliketida sintase tipe III, bertanggung jawab atas biosintesis senyawa ini. Enzim ini ditemukan di semua tumbuhan "tingkat tinggi" (tumbuhan berpembuluh) dan beberapa tumbuhan "bawah" (tumbuhan tidak berpembuluh).[3]

Sintesis laboratorium

Kalkon biasanya dibuat melalui kondensasi aldol antara benzaldehida dan asetofenon.[4]

Reaksi ini, yang dapat dilakukan tanpa pelarut apa pun, sangat andal sehingga sering dijadikan contoh kimia hijau dalam pendidikan sarjana.[5]

Farmakologi potensial

Kalkon dan turunannya menunjukkan berbagai aktivitas biologis termasuk antiinflamasi.[6] Beberapa kalkon 2′-amino telah dipelajari sebagai agen antitumor yang potensial.[7][8] Kalkon sangat menarik dalam bidang kimia medisinal dan telah digambarkan sebagai perancah istimewa.[9]

Kegunaan

Kimia Medis

  • Antioksidan
  • Agen antikanker
  • Obat antidiabetik
  • Obat antivirus
  • Obat antimalaria dan banyak lagi.

Kimia Industri

Kimia Organik

Kalkon telah digunakan sebagai perantara dalam sintesis heterosiklik, terutama dalam sintesis pirazol dan auron.[11]

Pranala luar

Referensi

  1. Francisco A. Tomás-Barberán. Flavanones, Chalcones and Dihydrochalcones - Nature, Occurrence and Dietary Burden. Journal of the Science of Food and Agriculture. 2000. Vol. 80 (7). hlm. 1073–1080. doi:10.1002/(SICI)1097-0010(20000515)80:7 3.0.CO;2-B.
  2. Dong-mee Song. Photochemistry of chalcone and the application of chalcone-derivatives in photo-alignment layer of liquid crystal display. Optical Materials. 2003. Vol. 21 (1–3). hlm. 667–71. doi:10.1016/S0925-3467(02)00220-3.
  3. Chunlin Zhuang. Chalcone: A Privileged Structure in Medicinal Chemistry. Chemical Reviews. 28 June 2017. Vol. 117 (12). hlm. 7762–7810. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00020.
  4. E. P. Kohler, H. M. Chadwell. Benzalacetophenone. Organic Syntheses. 1922. Vol. 2. hlm. 1. doi:10.15227/orgsyn.002.0001.
  5. Daniel R Palleros. Solvent-Free Synthesis of Chalcones. Journal of Chemical Education. 2004. Vol. 81 (9). hlm. 1345. doi:10.1021/ed081p1345.
  6. Debarshi Kar Mahapatra. Chalcone Derivatives: Anti-inflammatory Potential and Molecular Targets Perspectives. Current Topics in Medicinal Chemistry. 2017. Vol. 17 (28). hlm. 3146–3169. doi:10.2174/1568026617666170914160446.
  7. Yi Xia. Antitumor agents. Part 202: Novel 2′-amino chalcones: design, synthesis and biological evaluation. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters. 2000. Vol. 10 (8). hlm. 699–701. doi:10.1016/S0960-894X(00)00072-X.
  8. Mariana B. Santos. Antiproliferative and pro-apoptotic activities of 2′- and 4′-aminochalcones against tumor canine cells. European Journal of Medicinal Chemistry. 2017. Vol. 138. hlm. 884–889. doi:10.1016/j.ejmech.2017.06.049.
  9. Chunlin Zhuang. Chalcone: A Privileged Structure in Medicinal Chemistry. Chemical Reviews. 28 June 2017. Vol. 117 (12). hlm. 7762–7810. doi:10.1021/acs.chemrev.7b00020.
  10. Yogeesha N. Nayak. Chalcones: Versatile intermediates in heterocyclic synthesis. Journal of Heterocyclic Chemistry. 2023-01-04. hlm. jhet.4617. doi:10.1002/jhet.4617.
  11. Yogeesha N. Nayak. Chalcones: Versatile intermediates in heterocyclic synthesis. Journal of Heterocyclic Chemistry. 2023-01-04. hlm. jhet.4617. doi:10.1002/jhet.4617.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26999532 (2025-03-06T03:21:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.