Reaksi jam iodin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579354; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Reaksi jam iodin '''adalah percobaan demonstrasi jam kimia klasik untuk memperlihatkan [[kinetika kimia]] secara langsung; reaksi ini ditemukan oleh Hans Heinrich Landolt pada tahun 1886. Reaksi jam iodin memiliki beberapa variasi; masing-masing melibatkan spesies [[iodin]] (ion iodida, iodin bebas, atau ion iodat) dan reagen [[redoks]] di mana terdapat [[Amilum|pati]]. Dua larutan yang tidak berwarna dicampur dan pada awalnya tidak ada reaksi yang tampak. Setelah waktu yang singkat, cairan tiba-tiba berubah menjadi warna biru gelap akibat terbentuknya kompleks triiodida-pati. Dalam beberapa variasi, larutan akan berulang mengalami siklus dari tak berwarna menjadi biru dan kembali ke tidak berwarna, sampai reagen habis. | '''Reaksi jam iodin '''adalah percobaan demonstrasi jam kimia klasik untuk memperlihatkan [[kinetika kimia]] secara langsung; reaksi ini ditemukan oleh Hans Heinrich Landolt pada tahun 1886.<ref>See:</ref> Reaksi jam iodin memiliki beberapa variasi; masing-masing melibatkan spesies [[iodin]] (ion iodida, iodin bebas, atau ion iodat) dan reagen [[redoks]] di mana terdapat [[Amilum|pati]]. Dua larutan yang tidak berwarna dicampur dan pada awalnya tidak ada reaksi yang tampak. Setelah waktu yang singkat, cairan tiba-tiba berubah menjadi warna biru gelap akibat terbentuknya kompleks triiodida-pati. Dalam beberapa variasi, larutan akan berulang mengalami siklus dari tak berwarna menjadi biru dan kembali ke tidak berwarna, sampai reagen habis. | ||
== Variasi hidrogen peroksida == | == Variasi hidrogen peroksida == | ||
| Baris 19: | Baris 19: | ||
== Varisasi iodat == | == Varisasi iodat == | ||
Protokol alternatif memanfaatkan larutan ion iodat (misalnya [[kalium iodat]]) yang kepadanya larutan [[natrium bisulfit]] yang diasamkan (lagi-lagi dengan [[asam sulfat]]) ditambahkan. | Protokol alternatif memanfaatkan larutan ion iodat (misalnya [[kalium iodat]]) yang kepadanya larutan [[natrium bisulfit]] yang diasamkan (lagi-lagi dengan [[asam sulfat]]) ditambahkan.<ref>[http://faculty.ccbcmd.edu/~cyau/124%2006%20Iodine%20Clock%20Kinetics%202012.pdf Experiment 6: THE RATE LAWS OF AN IODINE CLOCK REACTION].</ref> | ||
Dalam protokol ini, ion iodida dihasilkan melalui reaksi lambat antara iodat dan bisulfit: | Dalam protokol ini, ion iodida dihasilkan melalui reaksi lambat antara iodat dan bisulfit: | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
: I<sub>2</sub> + 2 S<sub>2</sub>O<sub>3</sub><sup>2−</sup> → 2 I<sup>−</sup> + S<sub>4</sub>O<sub>6</sub><sup>2−</sup> | : I<sub>2</sub> + 2 S<sub>2</sub>O<sub>3</sub><sup>2−</sup> → 2 I<sup>−</sup> + S<sub>4</sub>O<sub>6</sub><sup>2−</sup> | ||
Begitu semua tiosulfat terpakai, iodin dapat membentuk kompleks dengan pati. Kalium persulfat kurang larut (cfr. Salters website) sementara amonium persulfat memiliki [[kelarutan]] yang lebih tinggi dan digunakan menggantikan dalam reaksi pada contoh dari Oxford University. | Begitu semua tiosulfat terpakai, iodin dapat membentuk kompleks dengan pati. Kalium persulfat kurang larut (cfr. Salters website) sementara amonium persulfat memiliki [[kelarutan]] yang lebih tinggi dan digunakan menggantikan dalam reaksi pada contoh dari Oxford University.<ref>Hugh Cartwright. [http://cartwright.chem.ox.ac.uk/tlab/experiments/502.pdf Kinetics of the Persulfate-iodide Clock Reaction]. ''2nd/3rd Year Physical Chemistry Practical Course''. Oxford University. 2006.</ref> | ||
== Variasi Klorat == | == Variasi Klorat == | ||
Serangkaian jam iodin eksperimental telah dibuat dengan sistem yang terdiri atas iodin kalium-iodida, natrium klorat and [[asam perklorat]] dengan reaksi berikut. | Serangkaian jam iodin eksperimental telah dibuat dengan sistem yang terdiri atas iodin kalium-iodida, natrium klorat and [[asam perklorat]] dengan reaksi berikut.<ref>André P. Oliveira and Roberto B. Faria. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2005-12-28_127_51/page/18022 The chlorate-iodine clock reaction]. ''J. Am. Chem. Soc''. 2005. Vol. 127 (51). hlm. 18022–18023. doi:10.1021/ja0570537.</ref> | ||
Triiodida berada dalam kesetimbangan dengan [[Ion|anion]] iodida dan [[iodin]] molekuler: | Triiodida berada dalam kesetimbangan dengan [[Ion|anion]] iodida dan [[iodin]] molekuler: | ||
| Baris 68: | Baris 68: | ||
Untuk jam ini, [[periode induksi]] adalah waktu proses otokatalisis dimulai setelah konsentrasi [[iodin]] bebas menurun tajam sesuai observasi [[Spektroskopi ultraungu-tampak|spektroskopi UV/VIS]]. | Untuk jam ini, [[periode induksi]] adalah waktu proses otokatalisis dimulai setelah konsentrasi [[iodin]] bebas menurun tajam sesuai observasi [[Spektroskopi ultraungu-tampak|spektroskopi UV/VIS]]. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://jchemed.chem.wisc.edu/JCESoft/CCA/CCA3/MAIN/CLOCKRX/PAGE1.HTM Hydrogen peroxide variation] | * [http://jchemed.chem.wisc.edu/JCESoft/CCA/CCA3/MAIN/CLOCKRX/PAGE1.HTM Hydrogen peroxide variation] | ||
* [https://www.youtube.com/watch?v=KWJpKNQfXWo Sodium bisulfite variation with a high-speed camera] | * [https://www.youtube.com/watch?v=KWJpKNQfXWo Sodium bisulfite variation with a high-speed camera] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+jam+iodin&oldid=29579354 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579354 (2026-08-15T00:27:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+jam+iodin&oldid=29579354 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579354 (2026-08-15T00:27:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.00
Reaksi jam iodin adalah percobaan demonstrasi jam kimia klasik untuk memperlihatkan kinetika kimia secara langsung; reaksi ini ditemukan oleh Hans Heinrich Landolt pada tahun 1886.[1] Reaksi jam iodin memiliki beberapa variasi; masing-masing melibatkan spesies iodin (ion iodida, iodin bebas, atau ion iodat) dan reagen redoks di mana terdapat pati. Dua larutan yang tidak berwarna dicampur dan pada awalnya tidak ada reaksi yang tampak. Setelah waktu yang singkat, cairan tiba-tiba berubah menjadi warna biru gelap akibat terbentuknya kompleks triiodida-pati. Dalam beberapa variasi, larutan akan berulang mengalami siklus dari tak berwarna menjadi biru dan kembali ke tidak berwarna, sampai reagen habis.
Variasi hidrogen peroksida
Reaksi ini dimulai dari larutan hidrogen peroksida dengan asam sulfat. Kepadanya ditambahkan larutan yang mengandung kalium iodida, natrium tiosulfat, dan pati. Ada dua reaksi yang terjadi dalam larutan.
Pada yang pertama, reaksi lambat, dihasilkan iodin:
H2O2 + 2I− + 2H+ → I2 + 2H2O
Pada yang kedua, reaksi cepat, iodiun dikembalikan menjadi 2 ion iodida oleh tiosulfat:
2S2O32− + I2 → S4O62− + 2I−
Setelah beberapa waktu, larutan selalu mengalami perubahan warna menjadi biru yang sangat gelap, hampir hitam.
Ketika larutan-larutan dicampurkan, reaksi yang kedua menyebabkan ion triiodida dikonsumsi jauh lebih cepat daripada dihasilkan, dan hanya sejumlah kecil triiodida berada dalam kesetimbangan dinamis. Setelah ion tiosulfat habis, reaksi ini berhenti dan warna biru yang disebabkan oleh kompleks triiodida – pati muncul.
Apapun yang mempercepat reaksi pertama akan memperpendek waktu sampai larutan berubah warna. Penurunan pH (peningkatan konsentrasi H+), atau meningkatkan konsentrasi iodida atau hidrogen peroksida akan memperpendek waktu. Menambahkan lebih banyak tiosulfat akan memiliki efek sebaliknya; akan lebih lama warna biru muncul.
Varisasi iodat
Protokol alternatif memanfaatkan larutan ion iodat (misalnya kalium iodat) yang kepadanya larutan natrium bisulfit yang diasamkan (lagi-lagi dengan asam sulfat) ditambahkan.[2]
Dalam protokol ini, ion iodida dihasilkan melalui reaksi lambat antara iodat dan bisulfit:
- IO3− + 3 HSO3− → I− + 3 HSO4−
Inilah langkah yang menentukan tingkat (laju). Iodat yang berlebihan akan mengoksidasi iodida yang dihasilkan seperti di atas untuk membentuk iodin:
- IO3− + 5− + 6 H+ → 3 I2 + 3 H2O
Namun, iodin langsung tereduksi kembali menjadi iodida oleh bisulfit:
- I2 + HSO3− + H2O → 2 I− + HSO4− + 2 H+
Ketika bisulfit sepenuhnya dikonsumsi, iodin akan bertahan (yaitu, tidak ada reduksi oleh bisulfit) membentuk kompleks biru tua dengan pati.
Variasi persulfat
Reaksi jam ini menggunakan natrium, kalium, atau amonium persulfat untuk mengoksidasi ion iodida menjadi iodin. Natrium tiosulfat digunakan untuk mereduksi iodin kembali menjadi iodida sebelum iodin membentuk kompleks dengan pati membentuk warna karakteristik biru-hitam.
Iodin dihasilkan:
- 2 I− + S2O82− → I2 + 2 SO42−
Lalu diubah:
- I2 + 2 S2O32− → 2 I− + S4O62−
Begitu semua tiosulfat terpakai, iodin dapat membentuk kompleks dengan pati. Kalium persulfat kurang larut (cfr. Salters website) sementara amonium persulfat memiliki kelarutan yang lebih tinggi dan digunakan menggantikan dalam reaksi pada contoh dari Oxford University.[3]
Variasi Klorat
Serangkaian jam iodin eksperimental telah dibuat dengan sistem yang terdiri atas iodin kalium-iodida, natrium klorat and asam perklorat dengan reaksi berikut.[4]
Triiodida berada dalam kesetimbangan dengan anion iodida dan iodin molekuler:
- I3− ⇄ I− + I2
Ion klorat mengoksidasi ion iodida menjadi asam hipoiod dan asam klor dalam langkah penentu laju yang lambat:
- ClO3− + I− + 2 H+ → HOI + HClO2
Pemakaian klorat dipercepat dengan reaksi asam hipoiod menjadi asam iod dan asam klor yang lebih banyak:
- ClO3− + HOI + H+ → HIO2 + HClO2
Otokatalisis lebih lanjut ketika asam iod yang baru terbentuk juga mengubah klorat dalam langkah reaksi yang paling cepat:
- ClO3− + HIO2 → IO3− + HClO2
Untuk jam ini, periode induksi adalah waktu proses otokatalisis dimulai setelah konsentrasi iodin bebas menurun tajam sesuai observasi spektroskopi UV/VIS.
Pranala luar
Referensi
- ↑ See:
- ↑ Experiment 6: THE RATE LAWS OF AN IODINE CLOCK REACTION.
- ↑ Hugh Cartwright. Kinetics of the Persulfate-iodide Clock Reaction. 2nd/3rd Year Physical Chemistry Practical Course. Oxford University. 2006.
- ↑ André P. Oliveira and Roberto B. Faria. The chlorate-iodine clock reaction. J. Am. Chem. Soc. 2005. Vol. 127 (51). hlm. 18022–18023. doi:10.1021/ja0570537.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579354 (2026-08-15T00:27:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.