Isolasi DNA: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28658965; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Isolasi DNA''' adalah metode untuk mendapatkan [[asam deoksiribonukleat]] dari suatu [[makhluk hidup]]. | '''Isolasi DNA''' adalah metode untuk mendapatkan [[asam deoksiribonukleat]] dari suatu [[makhluk hidup]].<ref>Roe BA, Crabtree JS, Khan AS. 1996. ''DNA isolation and sequencing''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
[[Isolasi (mikrobiologi)|Isolasi]] [[DNA]] pertama kali dilakukan oleh ilmuwan asal [[Swiss]] bernama [[Friedrich Miescher]] pada tahun 1869.<ref>Shmaefsky BR. 2006. ''Biotechnology 101''. Westport: Greenwood.</ref> Ia menemukan senyawa asam yang mengandung nitrogen dan fosfat pada [[inti sel]] dari [[sel darah putih]].<ref>Shmaefsky BR. 2006. ''Biotechnology 101''. Westport: Greenwood.</ref> Senyawa ini diberi nama ''nuklein'', tetapi pada tahun 1889 muridnya yaitu [[Richard Altmann]] menamainya ''[[asam nukleat]]''.<ref>Shmaefsky BR. 2006. ''Biotechnology 101''. Westport: Greenwood.</ref> Metode yang digunakan oleh Miescher adalah ''[[alkalyne lysis]]'' untuk memecahkan sel dan mengisolasi DNA.<ref>Shmaefsky BR. 2006. ''Biotechnology 101''. Westport: Greenwood.</ref> | |||
[[Isolasi (mikrobiologi)|Isolasi]] [[DNA]] pertama kali dilakukan oleh ilmuwan asal [[Swiss]] bernama [[Friedrich Miescher]] pada tahun 1869. Ia menemukan senyawa asam yang mengandung nitrogen dan fosfat pada [[inti sel]] dari [[sel darah putih]]. Senyawa ini diberi nama ''nuklein'', tetapi pada tahun 1889 muridnya yaitu [[Richard Altmann]] menamainya ''[[asam nukleat]]''. Metode yang digunakan oleh Miescher adalah ''[[alkalyne lysis]]'' untuk memecahkan sel dan mengisolasi DNA. | |||
== Metode == | == Metode == | ||
=== Isolasi DNA Kromosom === | === Isolasi DNA Kromosom === | ||
Metode ini adalah contoh metode ''alkalyne lysis''. Isolasi [[kromosom]] [[bakteri]] dimulai dengan meng[[inokulasi]] [[biakan]] pada media ''[[Luria Broth]]'' dengan kondisi 37 °C selama 18 jam, lalu suspensi bakteri disentrifugasi pada 8000 rpm selama 2 menit. Kemudian [[supernatan]] dibuang hingga bersih dan pelet diresuspensi dengan penambahan 400 µL [[bufer Tris-EDTA]] 1X. Suspensi bakteri ditambahkan dengan 100 µL [[lisozim]] 50 mg/mL, selanjutnya diinkubasi dengan kondisi 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Lalu suspensi bakteri ditambahkan dengan 150 µL SDS 10% dan di-flip, serta ditambahkan 10 µL [[Proteinase K]] 10 mg/mL. Selanjutnya suspensi bakteri diinkubasi pada suhu 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Ke dalam suspensi ditambahkan 100 µL NaCl 5 M dan 100 µL [[CTAB]] 10% untuk mengikat protein sehingga DNA terpisah dari protein, kemudian tabung di-flip. Suspensi diinkubasi dengan kondisi 65 °C selama 20 menit, dan ditambahkan 200 µL P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein. Dan juga terdiri dari [[kloroform]] untuk degradasi [[lemak]], dan isoamil alkohol sebagai anti buih. Lalu dibolak-balik. Kemudian suspensi disentrifugasi 10000 rpm selama 10 menit. Sebanyak 500 µL lapisan atas diambil dan dipindahkan ke tabung baru, lalu sebanyak 500 µL C:I ditambahkan ke tabung baru. Suspensi kembali disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit, dan lapisan atas sebanyak 300 µL diambil dan dipindahkan ke tabung baru. Selanjutnya isopropanol dingin sebanyak 300 µL ditambahkan ke tabung baru tersebut. Suspensi diinkubasi dengan kondisi -20 oC selama 1 jam, kemudian disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit. Lalu pelet ditambahkan dengan 700 µL etanol 70% kemudian di-spin selama 10 detik. Etanol dibuang dan tabung dikeringkan dalam inkubator dengan kondisi 37 °C, dan pelet diresuspensi dengan 50 µL ddH2O kemudian diinkubasi dengan kondisi 37 °C. | Metode ini adalah contoh metode ''alkalyne lysis''. Isolasi [[kromosom]] [[bakteri]] dimulai dengan meng[[inokulasi]] [[biakan]] pada media ''[[Luria Broth]]'' dengan kondisi 37 °C selama 18 jam, lalu suspensi bakteri disentrifugasi pada 8000 rpm selama 2 menit. Kemudian [[supernatan]] dibuang hingga bersih dan pelet diresuspensi dengan penambahan 400 µL [[bufer Tris-EDTA]] 1X. Suspensi bakteri ditambahkan dengan 100 µL [[lisozim]] 50 mg/mL, selanjutnya diinkubasi dengan kondisi 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Lalu suspensi bakteri ditambahkan dengan 150 µL SDS 10% dan di-flip, serta ditambahkan 10 µL [[Proteinase K]] 10 mg/mL. Selanjutnya suspensi bakteri diinkubasi pada suhu 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Ke dalam suspensi ditambahkan 100 µL NaCl 5 M dan 100 µL [[CTAB]] 10% untuk mengikat protein sehingga DNA terpisah dari protein, kemudian tabung di-flip.<ref>Brown TA. 2013. ''Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> Suspensi diinkubasi dengan kondisi 65 °C selama 20 menit, dan ditambahkan 200 µL P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein.<ref>Basu P, Johnson M. 2009. ''The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments''. Pennsylvania: DEStech.</ref> Dan juga terdiri dari [[kloroform]] untuk degradasi [[lemak]], dan isoamil alkohol sebagai anti buih.<ref>Brown TA. 2013. ''Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> Lalu dibolak-balik. Kemudian suspensi disentrifugasi 10000 rpm selama 10 menit. Sebanyak 500 µL lapisan atas diambil dan dipindahkan ke tabung baru, lalu sebanyak 500 µL C:I ditambahkan ke tabung baru. Suspensi kembali disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit, dan lapisan atas sebanyak 300 µL diambil dan dipindahkan ke tabung baru. Selanjutnya isopropanol dingin sebanyak 300 µL ditambahkan ke tabung baru tersebut. Suspensi diinkubasi dengan kondisi -20 oC selama 1 jam, kemudian disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit. Lalu pelet ditambahkan dengan 700 µL etanol 70% kemudian di-spin selama 10 detik. Etanol dibuang dan tabung dikeringkan dalam inkubator dengan kondisi 37 °C, dan pelet diresuspensi dengan 50 µL ddH2O kemudian diinkubasi dengan kondisi 37 °C.<ref>Brown TA. 2013. ''Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> | ||
=== Isolasi DNA Plasmid === | === Isolasi DNA Plasmid === | ||
Sebanyak 1,5 mL garam fisiologis untuk menjaga tekanan isotonis dimasukkan ke [[tabung mikro]] lalu biakan sebanyak setengah cawan bakteri diambil dan dilakukan pengadukan. Tabung mikro disentrifugasi 6000 rpm selama 2 menit. Supernatan dibuang dari pelet. Pelet diresuspensi dengan 250 μL larutan A yang terdiri dari Tris-Cl sebagai pengatur pH, glukosa sebagai penjaga tekanan isotonis, dan EDTA sebagai chelating agent dingin. Kemudian diinkubasi pada suhu ruang selama 5 menit. Lalu larutan B yang terdiri dari NaOH sebagai pendenaturasi DNA dan SDS sebagai pelarut membran sel sebanyak 250 μL ditambahkan, dan tabung mikro dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi baki es selama 10 menit. Larutan C dingin yang terdiri dari kalium asetat dan asam asetat yang berfungsi untuk merenaturasi DNA sebanyak 250 μL ditambahkan ke campuran, kemudian dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi 5 menit tepat di baki es. Selanjutnya tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit. Lalu supernatan sebanyak 600 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru. P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein, kloroform untuk degradasi lemak, dan isoamil alkohol sebagai anti buih sebanyak 500 μL ditambahkan ke campuran, lalu dibolak balik 5 kali, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit. Supernatan sebanyak 400 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru, lalu etanol 96% untuk mengikat air sehingga DNA mengendap sebanyak 1 mL ditambahkan. Suspensi diinkubasi freezer -20 °C, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 2 menit. Supernatan dibuang dengan segera, lalu etanol 70% untuk mencuci DNA sebanyak 700 μL ditambahkan. Tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 5 menit, lalu supernatan segera dibuang. Tabung mikro dikeringkan pada inkubator 37 oC hingga etanol 70% kering. TE atau ddH2O steril sebanyak 30 μL ditambahkan ke tabung mikro. | Sebanyak 1,5 mL garam fisiologis untuk menjaga tekanan isotonis dimasukkan ke [[tabung mikro]] lalu biakan sebanyak setengah cawan bakteri diambil dan dilakukan pengadukan.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> Tabung mikro disentrifugasi 6000 rpm selama 2 menit.<ref>Brown TA. 2013. ''Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> Supernatan dibuang dari pelet. Pelet diresuspensi dengan 250 μL larutan A yang terdiri dari Tris-Cl sebagai pengatur pH, glukosa sebagai penjaga tekanan isotonis, dan EDTA sebagai chelating agent dingin.<ref>Brown TA. 2013. ''Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction''. Hoboken: John Wiley & Sons.</ref> Kemudian diinkubasi pada suhu ruang selama 5 menit.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> Lalu larutan B yang terdiri dari NaOH sebagai pendenaturasi DNA dan SDS sebagai pelarut membran sel sebanyak 250 μL ditambahkan, dan tabung mikro dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi baki es selama 10 menit.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> Larutan C dingin yang terdiri dari kalium asetat dan asam asetat yang berfungsi untuk merenaturasi DNA sebanyak 250 μL ditambahkan ke campuran, kemudian dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi 5 menit tepat di baki es.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> Selanjutnya tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> Lalu supernatan sebanyak 600 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru.<ref>Sircar S. 2008. ''Principles of Medical Physiology''. New York: Thieme.</ref> P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein, kloroform untuk degradasi lemak, dan isoamil alkohol sebagai anti buih sebanyak 500 μL ditambahkan ke campuran, lalu dibolak balik 5 kali, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit.<ref>Basu P, Johnson M. 2009. ''The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments''. Pennsylvania: DEStech.</ref> Supernatan sebanyak 400 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru, lalu etanol 96% untuk mengikat air sehingga DNA mengendap sebanyak 1 mL ditambahkan.<ref>Basu P, Johnson M. 2009. ''The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments''. Pennsylvania: DEStech.</ref> Suspensi diinkubasi freezer -20 °C, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 2 menit. Supernatan dibuang dengan segera, lalu etanol 70% untuk mencuci DNA sebanyak 700 μL ditambahkan.<ref>Basu P, Johnson M. 2009. ''The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments''. Pennsylvania: DEStech.</ref> Tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 5 menit, lalu supernatan segera dibuang.<ref>Chaitanya KV. 2013. CELL AND MOLECULAR BIOLOGY: A Lab Manual. Delhi: PHI.</ref> Tabung mikro dikeringkan pada inkubator 37 oC hingga etanol 70% kering. TE atau ddH2O steril sebanyak 30 μL ditambahkan ke tabung mikro.<ref>Chaitanya KV. 2013. CELL AND MOLECULAR BIOLOGY: A Lab Manual. Delhi: PHI.</ref> | ||
= Rujukan = | = Rujukan = | ||
= Lihat pula = | = Lihat pula = | ||
| Baris 20: | Baris 18: | ||
* [[Kromosom]] | * [[Kromosom]] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isolasi+DNA&oldid=28658965 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28658965 (2025-12-03T22:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Isolasi+DNA&oldid=28658965 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28658965 (2025-12-03T22:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 14.00
Isolasi DNA adalah metode untuk mendapatkan asam deoksiribonukleat dari suatu makhluk hidup.[1]
Sejarah
Isolasi DNA pertama kali dilakukan oleh ilmuwan asal Swiss bernama Friedrich Miescher pada tahun 1869.[2] Ia menemukan senyawa asam yang mengandung nitrogen dan fosfat pada inti sel dari sel darah putih.[3] Senyawa ini diberi nama nuklein, tetapi pada tahun 1889 muridnya yaitu Richard Altmann menamainya asam nukleat.[4] Metode yang digunakan oleh Miescher adalah alkalyne lysis untuk memecahkan sel dan mengisolasi DNA.[5]
Metode
Isolasi DNA Kromosom
Metode ini adalah contoh metode alkalyne lysis. Isolasi kromosom bakteri dimulai dengan menginokulasi biakan pada media Luria Broth dengan kondisi 37 °C selama 18 jam, lalu suspensi bakteri disentrifugasi pada 8000 rpm selama 2 menit. Kemudian supernatan dibuang hingga bersih dan pelet diresuspensi dengan penambahan 400 µL bufer Tris-EDTA 1X. Suspensi bakteri ditambahkan dengan 100 µL lisozim 50 mg/mL, selanjutnya diinkubasi dengan kondisi 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Lalu suspensi bakteri ditambahkan dengan 150 µL SDS 10% dan di-flip, serta ditambahkan 10 µL Proteinase K 10 mg/mL. Selanjutnya suspensi bakteri diinkubasi pada suhu 37 °C selama 1 jam dan setiap 15 menit tabung di-flip. Ke dalam suspensi ditambahkan 100 µL NaCl 5 M dan 100 µL CTAB 10% untuk mengikat protein sehingga DNA terpisah dari protein, kemudian tabung di-flip.[6] Suspensi diinkubasi dengan kondisi 65 °C selama 20 menit, dan ditambahkan 200 µL P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein.[7] Dan juga terdiri dari kloroform untuk degradasi lemak, dan isoamil alkohol sebagai anti buih.[8] Lalu dibolak-balik. Kemudian suspensi disentrifugasi 10000 rpm selama 10 menit. Sebanyak 500 µL lapisan atas diambil dan dipindahkan ke tabung baru, lalu sebanyak 500 µL C:I ditambahkan ke tabung baru. Suspensi kembali disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit, dan lapisan atas sebanyak 300 µL diambil dan dipindahkan ke tabung baru. Selanjutnya isopropanol dingin sebanyak 300 µL ditambahkan ke tabung baru tersebut. Suspensi diinkubasi dengan kondisi -20 oC selama 1 jam, kemudian disentrifugasi pada 10000 rpm selama 10 menit. Lalu pelet ditambahkan dengan 700 µL etanol 70% kemudian di-spin selama 10 detik. Etanol dibuang dan tabung dikeringkan dalam inkubator dengan kondisi 37 °C, dan pelet diresuspensi dengan 50 µL ddH2O kemudian diinkubasi dengan kondisi 37 °C.[9]
Isolasi DNA Plasmid
Sebanyak 1,5 mL garam fisiologis untuk menjaga tekanan isotonis dimasukkan ke tabung mikro lalu biakan sebanyak setengah cawan bakteri diambil dan dilakukan pengadukan.[10] Tabung mikro disentrifugasi 6000 rpm selama 2 menit.[11] Supernatan dibuang dari pelet. Pelet diresuspensi dengan 250 μL larutan A yang terdiri dari Tris-Cl sebagai pengatur pH, glukosa sebagai penjaga tekanan isotonis, dan EDTA sebagai chelating agent dingin.[12] Kemudian diinkubasi pada suhu ruang selama 5 menit.[13] Lalu larutan B yang terdiri dari NaOH sebagai pendenaturasi DNA dan SDS sebagai pelarut membran sel sebanyak 250 μL ditambahkan, dan tabung mikro dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi baki es selama 10 menit.[14] Larutan C dingin yang terdiri dari kalium asetat dan asam asetat yang berfungsi untuk merenaturasi DNA sebanyak 250 μL ditambahkan ke campuran, kemudian dibolak balik 5 kali, lalu diinkubasi 5 menit tepat di baki es.[15] Selanjutnya tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit.[16] Lalu supernatan sebanyak 600 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru.[17] P:C:I yang terdiri dari phenol yang berfungsi untuk degradasi protein, kloroform untuk degradasi lemak, dan isoamil alkohol sebagai anti buih sebanyak 500 μL ditambahkan ke campuran, lalu dibolak balik 5 kali, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 10 menit.[18] Supernatan sebanyak 400 μL dipindahkan ke tabung mikro steril baru, lalu etanol 96% untuk mengikat air sehingga DNA mengendap sebanyak 1 mL ditambahkan.[19] Suspensi diinkubasi freezer -20 °C, lalu disentrifugasi 10.000 rpm selama 2 menit. Supernatan dibuang dengan segera, lalu etanol 70% untuk mencuci DNA sebanyak 700 μL ditambahkan.[20] Tabung mikro disentrifugasi 10.000 rpm selama 5 menit, lalu supernatan segera dibuang.[21] Tabung mikro dikeringkan pada inkubator 37 oC hingga etanol 70% kering. TE atau ddH2O steril sebanyak 30 μL ditambahkan ke tabung mikro.[22]
Rujukan
Lihat pula
Referensi
- ↑ Roe BA, Crabtree JS, Khan AS. 1996. DNA isolation and sequencing. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Shmaefsky BR. 2006. Biotechnology 101. Westport: Greenwood.
- ↑ Shmaefsky BR. 2006. Biotechnology 101. Westport: Greenwood.
- ↑ Shmaefsky BR. 2006. Biotechnology 101. Westport: Greenwood.
- ↑ Shmaefsky BR. 2006. Biotechnology 101. Westport: Greenwood.
- ↑ Brown TA. 2013. Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Basu P, Johnson M. 2009. The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments. Pennsylvania: DEStech.
- ↑ Brown TA. 2013. Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Brown TA. 2013. Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Brown TA. 2013. Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Brown TA. 2013. Gene Cloning and DNA Analysis: An Introduction. Hoboken: John Wiley & Sons.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Sircar S. 2008. Principles of Medical Physiology. New York: Thieme.
- ↑ Basu P, Johnson M. 2009. The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments. Pennsylvania: DEStech.
- ↑ Basu P, Johnson M. 2009. The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments. Pennsylvania: DEStech.
- ↑ Basu P, Johnson M. 2009. The Integrated Approach to Chemistry Laboratory: Selected Experiments. Pennsylvania: DEStech.
- ↑ Chaitanya KV. 2013. CELL AND MOLECULAR BIOLOGY: A Lab Manual. Delhi: PHI.
- ↑ Chaitanya KV. 2013. CELL AND MOLECULAR BIOLOGY: A Lab Manual. Delhi: PHI.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28658965 (2025-12-03T22:15:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.