Laktulosa: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28036281; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Lactulose_structure.svg|thumb|right|280px|Lactulose structure]] | |||
'''Laktulosa''' merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar atau [[Sembelit|konstipasi]] dengan cara mengalirkan cairan ke usus sehingga mencairkan [[Tinja|feses]] yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Obat ini juga dapat digunakan untuk menangani dan mencegah komplikasi dari ensefalopati hepatikum (kelainan pada otak yang disebabkan oleh penyakit hati).<ref>[https://www.alodokter.com/laktulosa Laktulosa]. ''Alodokter''. 18 November 2015.</ref><ref>[https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ Lactulose: laxative to treat constipation]. ''nhs.uk''. 29 Agustus 2018.</ref><ref>Josephine Darmawan. [https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/katartik/laktulosa/indikasi-dan-dosis Indikasi dan Dosis Laktulosa]. ''Alomedika''. 27 Februari 2018.</ref> | |||
Efek samping dari obat ini merupakan kram perut, sering buang angin, [[serdawa]], dan kembung. Kehilangan elektrolit dan dehidrasi juga merupakan efek samping yang terjadi akibat [[diare]] yang ditimbulkan oleh [[obat]] ini. | Penggunaan obat ini dapat melalui mulut atau melalui dubur. Pemberian melalui dubur akan memberikan reaksi dalam waktu 2 jam, sedangkan jika diberikan melalui mulut membutuhkan 24- 48 jam untuk bereaksi.<ref>[https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ Lactulose: laxative to treat constipation]. ''nhs.uk''. 29 Agustus 2018.</ref><ref>[https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3367-7202/lactulose-oral/lactulose-liver-oral-rectal/details Drugs & Medications]. ''www.webmd.com''.</ref><ref>[https://www.farmasi-id.com/lactulose/ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar]. ''Farmasi-id.com''. 7 Desember 2019.</ref> | ||
Efek samping dari obat ini merupakan kram perut, sering buang angin, [[serdawa]], dan kembung. Kehilangan elektrolit dan dehidrasi juga merupakan efek samping yang terjadi akibat [[diare]] yang ditimbulkan oleh [[obat]] ini.<ref>[https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ Lactulose: laxative to treat constipation]. ''nhs.uk''. 29 Agustus 2018.</ref><ref>[https://www.farmasi-id.com/lactulose/ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar]. ''Farmasi-id.com''. 7 Desember 2019.</ref><ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>Josephine Darmawan. [https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/katartik/laktulosa Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping]. ''Alomedika''. 27 Februari 2018.</ref> | |||
== Sifat fisik dan kimia == | == Sifat fisik dan kimia == | ||
Laktulosa adalah [[disakarida]] yang disintesis dari [[fruktosa]] dan [[galaktosa]], dengan [[struktur kimia]] C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub>, dan [[Massa molekul relatif|berat molekul]] 342,3 g/mol. Laktulosa adalah struktur solid dengan [[titik lebur]] 169 °C, dapat larut dalam air dingin dan air panas dengan [[kelarutan]] 76,4% pada 30 °C. Pemanasan akan menyebabkan warna larutan laktulosa menjadi lebih gelap tetapi tidak akan mengurangi kekuatan kerjanya. | Laktulosa adalah [[disakarida]] yang disintesis dari [[fruktosa]] dan [[galaktosa]], dengan [[struktur kimia]] C<sub>12</sub>H<sub>22</sub>O<sub>11</sub>, dan [[Massa molekul relatif|berat molekul]] 342,3 g/mol. Laktulosa adalah struktur solid dengan [[titik lebur]] 169 °C, dapat larut dalam air dingin dan air panas dengan [[kelarutan]] 76,4% pada 30 °C. Pemanasan akan menyebabkan warna larutan laktulosa menjadi lebih gelap tetapi tidak akan mengurangi kekuatan kerjanya.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>Josephine Darmawan. [https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/katartik/laktulosa Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping]. ''Alomedika''. 27 Februari 2018.</ref><ref>PubChem. [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/11333 Lactulose]. ''pubchem.ncbi.nlm.nih.gov''.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB00581 Lactulose]. ''www.drugbank.ca''.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
Laktulosa digunakan sebagai [[laksatif]] untuk mengatasi masalah [[sembelit]]. Selain itu obat ini juga dapat digunakan untuk menangani dan mencegah komplikasi dari [[ensefalopati hepatikum]] (kelainan pada [[otak]] berupa perubahan kepribadian atau gangguan mental yang disebabkan oleh penyakit [[Hati|liver]]). Laktulosa juga digunakan untuk meminimalisir pembentukan batu [[Kantung empedu|kandung empedu]] dan yang saat ini sedang dikembangkan penggunaan laktulosa sebagai agen antikanker karena kemampuannya untuk mengikat galaktin [[karbohidrat]] (yang menyebabkan progresi beberapa jenis [[tumor]]). | Laktulosa digunakan sebagai [[laksatif]] untuk mengatasi masalah [[sembelit]]. Selain itu obat ini juga dapat digunakan untuk menangani dan mencegah komplikasi dari [[ensefalopati hepatikum]] (kelainan pada [[otak]] berupa perubahan kepribadian atau gangguan mental yang disebabkan oleh penyakit [[Hati|liver]]). Laktulosa juga digunakan untuk meminimalisir pembentukan batu [[Kantung empedu|kandung empedu]] dan yang saat ini sedang dikembangkan penggunaan laktulosa sebagai agen antikanker karena kemampuannya untuk mengikat galaktin [[karbohidrat]] (yang menyebabkan progresi beberapa jenis [[tumor]]).<ref>[https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ Lactulose: laxative to treat constipation]. ''nhs.uk''. 29 Agustus 2018.</ref><ref>[https://www.farmasi-id.com/lactulose/ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar]. ''Farmasi-id.com''. 7 Desember 2019.</ref><ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB00581 Lactulose]. ''www.drugbank.ca''.</ref> | ||
== Farmakodinamika == | == Farmakodinamika == | ||
Laktulosa diberikan melalui jalur [[oral]] dan lewat [[Anus|dubur]], dengan absorbsi minimal di [[saluran pencernaan]] menyebabkan obat ini akan tetap berada di dalam [[usus]]. Sebagai laksatif, laktulosa bekerja dengan cara meningkatkan volume kotoran dan melunakkannya. Aktivitas ini akan menyebabkan peningkatan bunyi usus, perasaan kembung, [[serdawa]], frekuensi [[Flatulensi|buang angin]] yang meningkat, dan [[diare]]. Efek laksatif laktulosa timbul dalam 24 hingga 48 jam setelah pemberian lewat oral, dan 2 jam via dubur. | Laktulosa diberikan melalui jalur [[oral]] dan lewat [[Anus|dubur]], dengan absorbsi minimal di [[saluran pencernaan]] menyebabkan obat ini akan tetap berada di dalam [[usus]]. Sebagai laksatif, laktulosa bekerja dengan cara meningkatkan volume kotoran dan melunakkannya. Aktivitas ini akan menyebabkan peningkatan bunyi usus, perasaan kembung, [[serdawa]], frekuensi [[Flatulensi|buang angin]] yang meningkat, dan [[diare]]. Efek laksatif laktulosa timbul dalam 24 hingga 48 jam setelah pemberian lewat oral, dan 2 jam via dubur.<ref>PubChem. [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/11333 Lactulose]. ''pubchem.ncbi.nlm.nih.gov''.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB00581 Lactulose]. ''www.drugbank.ca''.</ref><ref>[https://www.medicineindia.org/pharmacology-for-generic/1461/lactulose Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India]. ''www.medicineindia.org''.</ref> | ||
=== Mekanisme kerja === | === Mekanisme kerja === | ||
Laktulosa bekerja dengan meningkatkan [[tekanan osmotik]] pada lumen [[saluran pencernaan]], sehingga meningkatkan kadar cairan dalam usus dan membuat feses lebih lunak. Laktulosa juga meningkatkan peristaltik usus. Bakteri dalam [[Usus besar|kolon]] (usus besar) akan memecah laktulosa menjadi [[asam laktat]], [[asam asetat]], dan [[asam format]], sehingga kadar asam di dalam kolon meningkat. Kondisi kolon yang lebih asam akan menyebabkan difusi [[amonia]] (NH3) dari darah ke dalam usus dan diubah menjadi ion amonia (NH4+). Laktulosa menyebabkan ion amonia menetap dalam kolon dan tidak diabsorpsi kembali ke dalam darah. Pada penyakit hati, peningkatan amonia dalam darah dapat dikurangi melalui mekanisme ini. Suasana asam di dalam usus besar juga berperan untuk mengeluarkan bakteri yang memproduksi [[urease]] yang berperan dalam pembentukan amonia. | Laktulosa bekerja dengan meningkatkan [[tekanan osmotik]] pada lumen [[saluran pencernaan]], sehingga meningkatkan kadar cairan dalam usus dan membuat feses lebih lunak. Laktulosa juga meningkatkan peristaltik usus. Bakteri dalam [[Usus besar|kolon]] (usus besar) akan memecah laktulosa menjadi [[asam laktat]], [[asam asetat]], dan [[asam format]], sehingga kadar asam di dalam kolon meningkat. Kondisi kolon yang lebih asam akan menyebabkan difusi [[amonia]] (NH3) dari darah ke dalam usus dan diubah menjadi ion amonia (NH4+). Laktulosa menyebabkan ion amonia menetap dalam kolon dan tidak diabsorpsi kembali ke dalam darah. Pada penyakit hati, peningkatan amonia dalam darah dapat dikurangi melalui mekanisme ini. Suasana asam di dalam usus besar juga berperan untuk mengeluarkan bakteri yang memproduksi [[urease]] yang berperan dalam pembentukan amonia.<ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>PubChem. [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/11333 Lactulose]. ''pubchem.ncbi.nlm.nih.gov''.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB00581 Lactulose]. ''www.drugbank.ca''.</ref><ref>[https://www.medicineindia.org/pharmacology-for-generic/1461/lactulose Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India]. ''www.medicineindia.org''.</ref><ref>[https://www.drugs.com/ppa/lactulose.html Lactulose (Professional Patient Advice)]. ''Drugs.com''.</ref> | ||
=== Interaksi dengan obat lain === | === Interaksi dengan obat lain === | ||
Pemberian laktulosa dengan [[warfarin]] (pengencer darah) akan meningkatkan risiko perdarahan. Laktulosa dikombinasi dengan pemberian [[antasid]]a akan menyebabkan menurunnya efektivitas laktulosa. [[Diklorfenamida]] akan menyebabkan kondisi hipokalemia menjadi semakin berat, [[glutamina]] akan menyebabkan penurunan efektivitas laktulosa dengan cara melemahkan efek penurunan kadar amonia laktulosa. | Pemberian laktulosa dengan [[warfarin]] (pengencer darah) akan meningkatkan risiko perdarahan. Laktulosa dikombinasi dengan pemberian [[antasid]]a akan menyebabkan menurunnya efektivitas laktulosa. [[Diklorfenamida]] akan menyebabkan kondisi hipokalemia menjadi semakin berat, [[glutamina]] akan menyebabkan penurunan efektivitas laktulosa dengan cara melemahkan efek penurunan kadar amonia laktulosa.<ref>[https://www.alodokter.com/laktulosa Laktulosa]. ''Alodokter''. 18 November 2015.</ref><ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>Josephine Darmawan. [https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-cerna/katartik/laktulosa Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping]. ''Alomedika''. 27 Februari 2018.</ref><ref>[https://www.rxlist.com/consumer_lactulose/drugs-condition.htm Lactulose: Side Effects, Dosages, Treatment, Interactions, Warnings]. ''RxList''.</ref> | ||
== Farmakokinetika == | == Farmakokinetika == | ||
Jumlah total laktulosa yang akan diserap oleh [[Usus halus|usus kecil]] hanya sekitar 3%, sisanya akan mencapai usus besar. Sejumlah kecil laktulosa akan diabsorbsi di sepanjang usus besar, baik dalam bentuk asalnya maupun bentuk metabolitnya. Ekskresi laktulosa yang diserap oleh tubuh ke dalam sirkulasi akan dibuang sempurna melalui ginjal dalam 24 jam, dan laktulosa yang tidak diabsorbsi tubuh akan dibuang lewat feses. Laktulosa hanya dimetabolisme di usus besar oleh bakteri sakarolitik (bakteri yang memecah [[disakarida]] dan [[polisakarida]] menjadi gula yang lebih sederhana). Bakteri yang termasuk ke dalam golongan ini adalah ''[[Lactobacillus]], [[Bacteroides]], [[Escherichia coli]],'' dan ''[[Clostridium]].'' | Jumlah total laktulosa yang akan diserap oleh [[Usus halus|usus kecil]] hanya sekitar 3%, sisanya akan mencapai usus besar. Sejumlah kecil laktulosa akan diabsorbsi di sepanjang usus besar, baik dalam bentuk asalnya maupun bentuk metabolitnya. Ekskresi laktulosa yang diserap oleh tubuh ke dalam sirkulasi akan dibuang sempurna melalui ginjal dalam 24 jam, dan laktulosa yang tidak diabsorbsi tubuh akan dibuang lewat feses. Laktulosa hanya dimetabolisme di usus besar oleh bakteri sakarolitik (bakteri yang memecah [[disakarida]] dan [[polisakarida]] menjadi gula yang lebih sederhana). Bakteri yang termasuk ke dalam golongan ini adalah ''[[Lactobacillus]], [[Bacteroides]], [[Escherichia coli]],'' dan ''[[Clostridium]].''<ref>[https://www.drugs.com/monograph/lactulose.html Lactulose Monograph for Professionals]. ''Drugs.com''.</ref><ref>[https://www.drugbank.ca/drugs/DB00581 Lactulose]. ''www.drugbank.ca''.</ref><ref>[https://www.medicineindia.org/pharmacology-for-generic/1461/lactulose Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India]. ''www.medicineindia.org''.</ref><ref>[https://www.drugs.com/ppa/lactulose.html Lactulose (Professional Patient Advice)]. ''Drugs.com''.</ref> | ||
== Efek samping == | == Efek samping == | ||
Salah satu efek samping yang paling sering timbul dengan pemberian laktulosa adalah diare, [[hipokalemia]], dan [[hipernatremia]] terutama pada individu dengan usia tua. Peningkatan kadar amonia di dalam usus besar akan menyebabkan peningkatan tekanan intrakolon sehingga mengakibatkan kondisi [[pneumatosis intestinal]] (pembentukan kista berisi gas di dalam usus). Efek samping yang lainnya adalah kram perut, distensi abdomen akibat gas, sering buang angin, serdawa, mual dan muntah. Pada pemberian laktulosa yang berlebihan, akan timbul [[asidosis metabolik]] akibat [[hiperkloremia]], [[asidosis laktat]], [[dehidrasi]], dan gangguan keseimbangan cairan dan [[elektrolit]]. Beberapa individu akan memberikan reaksi alergi seperti kulit memerah, gatal, bengkak (di wajah, lidah, dan tenggorokan), pusing, dan kesulitan bernapas. | Salah satu efek samping yang paling sering timbul dengan pemberian laktulosa adalah diare, [[hipokalemia]], dan [[hipernatremia]] terutama pada individu dengan usia tua. Peningkatan kadar amonia di dalam usus besar akan menyebabkan peningkatan tekanan intrakolon sehingga mengakibatkan kondisi [[pneumatosis intestinal]] (pembentukan kista berisi gas di dalam usus). Efek samping yang lainnya adalah kram perut, distensi abdomen akibat gas, sering buang angin, serdawa, mual dan muntah. Pada pemberian laktulosa yang berlebihan, akan timbul [[asidosis metabolik]] akibat [[hiperkloremia]], [[asidosis laktat]], [[dehidrasi]], dan gangguan keseimbangan cairan dan [[elektrolit]]. Beberapa individu akan memberikan reaksi alergi seperti kulit memerah, gatal, bengkak (di wajah, lidah, dan tenggorokan), pusing, dan kesulitan bernapas.<ref>[https://www.alodokter.com/laktulosa Laktulosa]. ''Alodokter''. 18 November 2015.</ref><ref>[https://www.nhs.uk/medicines/lactulose/ Lactulose: laxative to treat constipation]. ''nhs.uk''. 29 Agustus 2018.</ref><ref>[https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3367-7202/lactulose-oral/lactulose-liver-oral-rectal/details Drugs & Medications]. ''www.webmd.com''.</ref><ref>[https://www.rxlist.com/consumer_lactulose/drugs-condition.htm Lactulose: Side Effects, Dosages, Treatment, Interactions, Warnings]. ''RxList''.</ref><ref>[https://www.drugs.com/sfx/lactulose-side-effects.html Lactulose Side Effects: Common, Severe, Long Term]. ''Drugs.com''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Laktulosa&oldid=28036281 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28036281 (2025-10-16T21:55:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 18.07
Laktulosa merupakan obat yang digunakan untuk melancarkan buang air besar atau konstipasi dengan cara mengalirkan cairan ke usus sehingga mencairkan feses yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Obat ini juga dapat digunakan untuk menangani dan mencegah komplikasi dari ensefalopati hepatikum (kelainan pada otak yang disebabkan oleh penyakit hati).[1][2][3]
Penggunaan obat ini dapat melalui mulut atau melalui dubur. Pemberian melalui dubur akan memberikan reaksi dalam waktu 2 jam, sedangkan jika diberikan melalui mulut membutuhkan 24- 48 jam untuk bereaksi.[4][5][6]
Efek samping dari obat ini merupakan kram perut, sering buang angin, serdawa, dan kembung. Kehilangan elektrolit dan dehidrasi juga merupakan efek samping yang terjadi akibat diare yang ditimbulkan oleh obat ini.[7][8][9][10]
Sifat fisik dan kimia
Laktulosa adalah disakarida yang disintesis dari fruktosa dan galaktosa, dengan struktur kimia C12H22O11, dan berat molekul 342,3 g/mol. Laktulosa adalah struktur solid dengan titik lebur 169 °C, dapat larut dalam air dingin dan air panas dengan kelarutan 76,4% pada 30 °C. Pemanasan akan menyebabkan warna larutan laktulosa menjadi lebih gelap tetapi tidak akan mengurangi kekuatan kerjanya.[11][12][13][14]
Penggunaan
Laktulosa digunakan sebagai laksatif untuk mengatasi masalah sembelit. Selain itu obat ini juga dapat digunakan untuk menangani dan mencegah komplikasi dari ensefalopati hepatikum (kelainan pada otak berupa perubahan kepribadian atau gangguan mental yang disebabkan oleh penyakit liver). Laktulosa juga digunakan untuk meminimalisir pembentukan batu kandung empedu dan yang saat ini sedang dikembangkan penggunaan laktulosa sebagai agen antikanker karena kemampuannya untuk mengikat galaktin karbohidrat (yang menyebabkan progresi beberapa jenis tumor).[15][16][17][18]
Farmakodinamika
Laktulosa diberikan melalui jalur oral dan lewat dubur, dengan absorbsi minimal di saluran pencernaan menyebabkan obat ini akan tetap berada di dalam usus. Sebagai laksatif, laktulosa bekerja dengan cara meningkatkan volume kotoran dan melunakkannya. Aktivitas ini akan menyebabkan peningkatan bunyi usus, perasaan kembung, serdawa, frekuensi buang angin yang meningkat, dan diare. Efek laksatif laktulosa timbul dalam 24 hingga 48 jam setelah pemberian lewat oral, dan 2 jam via dubur.[19][20][21]
Mekanisme kerja
Laktulosa bekerja dengan meningkatkan tekanan osmotik pada lumen saluran pencernaan, sehingga meningkatkan kadar cairan dalam usus dan membuat feses lebih lunak. Laktulosa juga meningkatkan peristaltik usus. Bakteri dalam kolon (usus besar) akan memecah laktulosa menjadi asam laktat, asam asetat, dan asam format, sehingga kadar asam di dalam kolon meningkat. Kondisi kolon yang lebih asam akan menyebabkan difusi amonia (NH3) dari darah ke dalam usus dan diubah menjadi ion amonia (NH4+). Laktulosa menyebabkan ion amonia menetap dalam kolon dan tidak diabsorpsi kembali ke dalam darah. Pada penyakit hati, peningkatan amonia dalam darah dapat dikurangi melalui mekanisme ini. Suasana asam di dalam usus besar juga berperan untuk mengeluarkan bakteri yang memproduksi urease yang berperan dalam pembentukan amonia.[22][23][24][25][26]
Interaksi dengan obat lain
Pemberian laktulosa dengan warfarin (pengencer darah) akan meningkatkan risiko perdarahan. Laktulosa dikombinasi dengan pemberian antasida akan menyebabkan menurunnya efektivitas laktulosa. Diklorfenamida akan menyebabkan kondisi hipokalemia menjadi semakin berat, glutamina akan menyebabkan penurunan efektivitas laktulosa dengan cara melemahkan efek penurunan kadar amonia laktulosa.[27][28][29][30]
Farmakokinetika
Jumlah total laktulosa yang akan diserap oleh usus kecil hanya sekitar 3%, sisanya akan mencapai usus besar. Sejumlah kecil laktulosa akan diabsorbsi di sepanjang usus besar, baik dalam bentuk asalnya maupun bentuk metabolitnya. Ekskresi laktulosa yang diserap oleh tubuh ke dalam sirkulasi akan dibuang sempurna melalui ginjal dalam 24 jam, dan laktulosa yang tidak diabsorbsi tubuh akan dibuang lewat feses. Laktulosa hanya dimetabolisme di usus besar oleh bakteri sakarolitik (bakteri yang memecah disakarida dan polisakarida menjadi gula yang lebih sederhana). Bakteri yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Lactobacillus, Bacteroides, Escherichia coli, dan Clostridium.[31][32][33][34]
Efek samping
Salah satu efek samping yang paling sering timbul dengan pemberian laktulosa adalah diare, hipokalemia, dan hipernatremia terutama pada individu dengan usia tua. Peningkatan kadar amonia di dalam usus besar akan menyebabkan peningkatan tekanan intrakolon sehingga mengakibatkan kondisi pneumatosis intestinal (pembentukan kista berisi gas di dalam usus). Efek samping yang lainnya adalah kram perut, distensi abdomen akibat gas, sering buang angin, serdawa, mual dan muntah. Pada pemberian laktulosa yang berlebihan, akan timbul asidosis metabolik akibat hiperkloremia, asidosis laktat, dehidrasi, dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Beberapa individu akan memberikan reaksi alergi seperti kulit memerah, gatal, bengkak (di wajah, lidah, dan tenggorokan), pusing, dan kesulitan bernapas.[35][36][37][38][39]
Referensi
- ↑ Laktulosa. Alodokter. 18 November 2015.
- ↑ Lactulose: laxative to treat constipation. nhs.uk. 29 Agustus 2018.
- ↑ Josephine Darmawan. Indikasi dan Dosis Laktulosa. Alomedika. 27 Februari 2018.
- ↑ Lactulose: laxative to treat constipation. nhs.uk. 29 Agustus 2018.
- ↑ Drugs & Medications. www.webmd.com.
- ↑ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar. Farmasi-id.com. 7 Desember 2019.
- ↑ Lactulose: laxative to treat constipation. nhs.uk. 29 Agustus 2018.
- ↑ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar. Farmasi-id.com. 7 Desember 2019.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ Josephine Darmawan. Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping. Alomedika. 27 Februari 2018.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ Josephine Darmawan. Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping. Alomedika. 27 Februari 2018.
- ↑ PubChem. Lactulose. pubchem.ncbi.nlm.nih.gov.
- ↑ Lactulose. www.drugbank.ca.
- ↑ Lactulose: laxative to treat constipation. nhs.uk. 29 Agustus 2018.
- ↑ Lactulose Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Dosis, Obat Apa Laksatif, Pencahar. Farmasi-id.com. 7 Desember 2019.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ Lactulose. www.drugbank.ca.
- ↑ PubChem. Lactulose. pubchem.ncbi.nlm.nih.gov.
- ↑ Lactulose. www.drugbank.ca.
- ↑ Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India. www.medicineindia.org.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ PubChem. Lactulose. pubchem.ncbi.nlm.nih.gov.
- ↑ Lactulose. www.drugbank.ca.
- ↑ Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India. www.medicineindia.org.
- ↑ Lactulose (Professional Patient Advice). Drugs.com.
- ↑ Laktulosa. Alodokter. 18 November 2015.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ Josephine Darmawan. Laktulosa - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping. Alomedika. 27 Februari 2018.
- ↑ Lactulose: Side Effects, Dosages, Treatment, Interactions, Warnings. RxList.
- ↑ Lactulose Monograph for Professionals. Drugs.com.
- ↑ Lactulose. www.drugbank.ca.
- ↑ Lactulose Pharmacology & Usage Details Medicine India. www.medicineindia.org.
- ↑ Lactulose (Professional Patient Advice). Drugs.com.
- ↑ Laktulosa. Alodokter. 18 November 2015.
- ↑ Lactulose: laxative to treat constipation. nhs.uk. 29 Agustus 2018.
- ↑ Drugs & Medications. www.webmd.com.
- ↑ Lactulose: Side Effects, Dosages, Treatment, Interactions, Warnings. RxList.
- ↑ Lactulose Side Effects: Common, Severe, Long Term. Drugs.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28036281 (2025-10-16T21:55:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.