Α-Pinena: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594770; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''α-Pinena''' adalah senyawa organik dari kelas [[terpena]]. Senyawa ini adalah salah satu dari dua [[isomer]] [[pinena]], yang lainnya adalah [[β-Pinena|β-pinena]]. Sebagai [[alkena]], ia mengandung [[siklobutana|cincin beranggota empat]] yang tegang. Ia ditemukan dalam minyak dari banyak spesies pohon [[tumbuhan runjung|konifer]], terutama spesies [[pinus]] dan [[separ]]. Ia juga ditemukan dalam [[minyak asiri]] [[rosemari]] (''Rosmarinus officinalis'') dan ''Satureja myrtifolia'' ([[saturiya]]). Kedua [[enantiomer]] tersebut dikenal di alam; (1''S'',5''S'')- atau (−)-α-pinena lebih umum ditemukan pada pinus Eropa, sedangkan isomer (1''R'',5''R'')- atau (+)-α lebih umum ditemukan di Amerika Utara. [[Campuran rasemat]] enantiomer ini terdapat dalam beberapa minyak seperti [[minyak eukaliptus]] dan minyak kulit jeruk. | [[File:Alpha-Pinene_Isomers.svg|thumb|right|280px|Alpha-Pinene Isomers]] | ||
'''α-Pinena''' adalah senyawa organik dari kelas [[terpena]]. Senyawa ini adalah salah satu dari dua [[isomer]] [[pinena]], yang lainnya adalah [[β-Pinena|β-pinena]].<ref>J. L. Simonsen. ''The Terpenes''. Cambridge University Press. 1957. Vol. 2. hlm. 105–191.</ref> Sebagai [[alkena]], ia mengandung [[siklobutana|cincin beranggota empat]] yang tegang. Ia ditemukan dalam minyak dari banyak spesies pohon [[tumbuhan runjung|konifer]], terutama spesies [[pinus]] dan [[separ]]. Ia juga ditemukan dalam [[minyak asiri]] [[rosemari]] (''Rosmarinus officinalis'') dan ''Satureja myrtifolia'' ([[saturiya]]).<ref>''PDR for Herbal Medicine''. Medical Economics Company. hlm. 1100.</ref><ref>Bachar Zebib. [https://www.researchgate.net/publication/275157301 Chemical Composition of the Essential Oil of ''Satureja myrtifolia'' (Boiss. & Hohen.) from Lebanon]. ''Journal of Essential Oil-bearing Plants''. 2015-04-16. Vol. 18 (1). hlm. 248–254. doi:10.1080/0972060X.2014.890075.</ref> Kedua [[enantiomer]] tersebut dikenal di alam; (1''S'',5''S'')- atau (−)-α-pinena lebih umum ditemukan pada pinus Eropa, sedangkan isomer (1''R'',5''R'')- atau (+)-α lebih umum ditemukan di Amerika Utara. [[Campuran rasemat]] enantiomer ini terdapat dalam beberapa minyak seperti [[minyak eukaliptus]] dan minyak kulit jeruk. | |||
==Reaktivitas== | ==Reaktivitas== | ||
: | : | ||
Turunan α-pinena yang penting secara komersial adalah [[linalool]], [[geraniol]], [[nerol]], α-terpineol, dan [[kamfena]]. | Turunan α-pinena yang penting secara komersial adalah [[linalool]], [[geraniol]], [[nerol]], α-terpineol, dan [[kamfena]].<ref>Charles S. Sell. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.</ref> | ||
α-Pinena '''1''' menunjukkan reaktivitas yang timbul dari keberadaan cincin beranggota empat yang berdekatan dengan [[alkena]]. Senyawa ini rentan terhadap penataan ulang kerangka seperti penataan ulang Wagner–Meerwein. Asam biasanya menghasilkan produk penataan ulang. Dengan [[asam sulfat]] pekat dan [[etanol]], produk utamanya adalah [[terpineol]] '''2''' dan etil eternya '''3''', sementara [[asam asetat]] glasial menghasilkan [[asetat]] '''4''' yang sesuai. Dengan asam encer, terpin hidrat '''5''' menjadi produk utamanya. | α-Pinena '''1''' menunjukkan reaktivitas yang timbul dari keberadaan cincin beranggota empat yang berdekatan dengan [[alkena]].<ref>George Gilbert. [https://www.chemedx.org/video/ring-strain-demonstration Ring Strain - Demonstration]. American Chemical Society, Division of Chemical Education. 2022.</ref> Senyawa ini rentan terhadap penataan ulang kerangka seperti penataan ulang Wagner–Meerwein. Asam biasanya menghasilkan produk penataan ulang. Dengan [[asam sulfat]] pekat dan [[etanol]], produk utamanya adalah [[terpineol]] '''2''' dan etil eternya '''3''', sementara [[asam asetat]] glasial menghasilkan [[asetat]] '''4''' yang sesuai. Dengan asam encer, terpin hidrat '''5''' menjadi produk utamanya. | ||
Dengan satu [[mol]]ar ekivalen [[hidrogen klorida|HCl]] anhidrat, produk adisi sederhana '''6a''' dapat dibentuk pada suhu rendah dengan adanya [[dietil eter]], tetapi sangat tidak stabil. Pada suhu normal, atau jika tidak ada eter, produk utamanya adalah bornil klorida '''6b''', bersama dengan sejumlah kecil fenkil klorida '''6c'''. Selama bertahun-tahun '''6b''' (juga disebut "kamper buatan") disebut sebagai "pinena hidroklorida", hingga dipastikan identik dengan bornil klorida yang terbuat dari [[kamfena]]. Jika lebih banyak [[asam klorida|HCl]] digunakan, akiral '''7''' ([[limonena|dipentena]] hidroklorida) adalah produk utamanya bersama dengan beberapa '''6b'''. [[Nitrosil klorida]] diikuti oleh basa menghasilkan [[oksima]] '''8''' yang dapat direduksi menjadi "pinilamina" '''9'''. Baik '''8''' maupun '''9''' merupakan senyawa stabil yang mengandung cincin beranggota empat utuh, dan senyawa-senyawa ini sangat membantu dalam mengidentifikasi komponen penting kerangka pinena ini. | Dengan satu [[mol]]ar ekivalen [[hidrogen klorida|HCl]] anhidrat, produk adisi sederhana '''6a''' dapat dibentuk pada suhu rendah dengan adanya [[dietil eter]], tetapi sangat tidak stabil. Pada suhu normal, atau jika tidak ada eter, produk utamanya adalah bornil klorida '''6b''', bersama dengan sejumlah kecil fenkil klorida '''6c'''.<ref>G.H. Richter. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015003707661&seq=7 Textbook of Organic Chemistry]. John Wiley & Sons. 1952. hlm. 663–668.</ref> Selama bertahun-tahun '''6b''' (juga disebut "kamper buatan") disebut sebagai "pinena hidroklorida", hingga dipastikan identik dengan bornil klorida yang terbuat dari [[kamfena]]. Jika lebih banyak [[asam klorida|HCl]] digunakan, akiral '''7''' ([[limonena|dipentena]] hidroklorida) adalah produk utamanya bersama dengan beberapa '''6b'''. [[Nitrosil klorida]] diikuti oleh basa menghasilkan [[oksima]] '''8''' yang dapat direduksi menjadi "pinilamina" '''9'''. Baik '''8''' maupun '''9''' merupakan senyawa stabil yang mengandung cincin beranggota empat utuh, dan senyawa-senyawa ini sangat membantu dalam mengidentifikasi komponen penting kerangka pinena ini.<ref>L. Ružička. [https://zenodo.org/record/1426813 Zur Kenntnis des Pinens. III. Konstitution des Nitrosopinens und seiner Umwandlungsprodukte]. ''Helvetica Chimica Acta''. 1921. Vol. 4. hlm. 566–574. doi:10.1002/hlca.19210040161.</ref> | ||
Dalam kondisi oksidasi aerobik, produk oksidasi utama adalah pinena oksida, verbenil hidroperoksida, [[verbenol]], dan [[verbenona]].<ref>U. Neuenschwander. ''Mechanism of the Aerobic Oxidation of α-Pinene''. ''ChemSusChem''. 2010. Vol. 3 (1). hlm. 75–84. doi:10.1002/cssc.200900228.</ref> | |||
==Peran atmosfer== | ==Peran atmosfer== | ||
[[Monoterpena]], dengan α-pinena sebagai salah satu spesies utamanya, dipancarkan dalam jumlah besar oleh vegetasi, dan emisi ini dipengaruhi oleh suhu dan intensitas cahaya. Di atmosfer, α-pinena mengalami reaksi dengan [[ozon]], [[radikal hidroksil]], atau radikal NO<sub>3</sub>, yang menghasilkan spesies volatilitas rendah yang sebagian terkondensasi pada [[aerosol]] yang ada, sehingga menghasilkan aerosol organik sekunder. Hal ini telah ditunjukkan dalam berbagai percobaan laboratorium untuk mono- dan [[seskuiterpena]]. | [[Monoterpena]], dengan α-pinena sebagai salah satu spesies utamanya, dipancarkan dalam jumlah besar oleh vegetasi, dan emisi ini dipengaruhi oleh suhu dan intensitas cahaya. Di atmosfer, α-pinena mengalami reaksi dengan [[ozon]], [[radikal hidroksil]], atau radikal NO<sub>3</sub>,<ref>IUPAC Subcommittee on Gas Kinetic Data Evaluation</ref> yang menghasilkan spesies volatilitas rendah yang sebagian terkondensasi pada [[aerosol]] yang ada, sehingga menghasilkan aerosol organik sekunder. Hal ini telah ditunjukkan dalam berbagai percobaan laboratorium untuk mono- dan [[seskuiterpena]].<ref>J. R. Odum. [https://archive.org/details/environmental-science-technology_1996-08_30_8/page/2580 Gas/particle partitioning and secondary organic aerosol yields]. ''Environmental Science and Technology''. 1996. Vol. 30 (8). hlm. 2580–2585. doi:10.1021/es950943+.</ref><ref>N. M. Donahue. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-national-academy-of-sciences-usa_2012-08-21_109_34/page/13503 Aging of biogenic secondary organic aerosol via gas-phase OH radical reactions]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2012. Vol. 109 (34). hlm. 13503–13508. doi:10.1073/pnas.1115186109.</ref> | ||
==Sifat dan penggunaan== | ==Sifat dan penggunaan== | ||
α-Pinena sangat [[bioavailabilitas|bioavailabel]], dengan penyerapan paru-paru manusia sebesar 60% dan [[metabolisme]] atau redistribusi yang cepat. α-Pinena bersifat [[antiinflamasi]] melalui PGE1, dan kemungkinan [[antimikroba]]. Ia menunjukkan aktivitas sebagai [[penghambat asetilkolinesterase]], yang membantu memori. Seperti [[borneol]], [[verbenol]] dan pinokarveol (−)-α-pinena merupakan modulator positif reseptor GABAA. Ia bekerja pada situs pengikatan [[benzodiazepin]]. | α-Pinena sangat [[bioavailabilitas|bioavailabel]], dengan penyerapan paru-paru manusia sebesar 60% dan [[metabolisme]] atau redistribusi yang cepat. α-Pinena bersifat [[antiinflamasi]] melalui PGE1,<ref>E. B. Russo. ''Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects''. ''British Journal of Pharmacology''. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.</ref> dan kemungkinan [[antimikroba]].<ref>L. Nissen. ''Characterization and antimicrobial activity of essential oils of industrial hemp varieties (''Cannabis sativa'' L.)''. ''Fitoterapia''. 2010. Vol. 81 (5). hlm. 413–419. doi:10.1016/j.fitote.2009.11.010.</ref> Ia menunjukkan aktivitas sebagai [[penghambat asetilkolinesterase]], yang membantu memori.<ref>E. B. Russo. ''Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects''. ''British Journal of Pharmacology''. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.</ref> Seperti [[borneol]], [[verbenol]] dan pinokarveol (−)-α-pinena merupakan modulator positif reseptor GABAA. Ia bekerja pada situs pengikatan [[benzodiazepin]].<ref>H. Yang. ''α-Pinene, a major constituent of pine tree oils, enhances non-rapid eye movement sleep in mice through GABA A -benzodiazepine receptors''. ''Molecular Pharmacology''. 2016. Vol. 90 (5). hlm. 530–539. doi:10.1124/mol.116.105080.</ref> | ||
α-Pinena membentuk basis [[biosintesis]] untuk [[ligan (biokimia)|ligan]] CB2, seperti HU-308. | α-Pinena membentuk basis [[biosintesis]] untuk [[ligan (biokimia)|ligan]] CB2, seperti HU-308.<ref>E. B. Russo. ''Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects''. ''British Journal of Pharmacology''. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.</ref> | ||
α-Pinena adalah salah satu dari banyak [[terpena]] dan [[terpenoid]] yang ditemukan di ''[[Cannabis]]''. Senyawa ini juga hadir dalam tingkat yang signifikan dalam sediaan bunga ''Cannabis'' kering yang sudah jadi yang umumnya dikenal sebagai "ganja". Secara luas diteorikan oleh para ilmuwan dan ahli ''Cannabis'' bahwa terpena dan terpenoid ini berkontribusi secara signifikan terhadap "karakter" atau "kepribadian" unik dari efek unik setiap galur ganja. α-Pinena khususnya diyakini dapat mengurangi defisit memori yang umum dilaporkan sebagai efek samping dari konsumsi THC. Kemungkinan besar, aktivitas ini ditunjukkan karena aksinya sebagai penghambat asetilkolinesterase, suatu golongan senyawa yang diketahui dapat membantu memori dan meningkatkan kewaspadaan. | α-Pinena adalah salah satu dari banyak [[terpena]] dan [[terpenoid]] yang ditemukan di ''[[Cannabis]]''.<ref>E. B. Russo. [https://archive.org/details/sim_psychopharmacology_2003-02_165_4/page/431 Cannabis is more than simply Δ 9 -tetrahydrocannabinol]. ''Psychopharmacology''. 2003. Vol. 165 (4). hlm. 431–432. doi:10.1007/s00213-002-1348-z.</ref> Senyawa ini juga hadir dalam tingkat yang signifikan dalam sediaan bunga ''Cannabis'' kering yang sudah jadi yang umumnya dikenal sebagai "ganja".<ref>C. E. Turner. ''Constituents of ''Cannabis sativa'' L. XVII. A review of the natural constituents''. ''Journal of Natural Products''. 1980. Vol. 43 (2). hlm. 169–234. doi:10.1021/np50008a001.</ref> Secara luas diteorikan oleh para ilmuwan dan ahli ''Cannabis'' bahwa terpena dan terpenoid ini berkontribusi secara signifikan terhadap "karakter" atau "kepribadian" unik dari efek unik setiap galur ganja.<ref>D. Piomelli. ''The ''Cannabis sativa'' versus ''Cannabis indica'' debate: an interview with Ethan Russo, MD''. ''Cannabis and Cannabinoid Research''. 2016. Vol. 1 (1). hlm. 44–46. doi:10.1089/can.2015.29003.ebr.</ref> α-Pinena khususnya diyakini dapat mengurangi defisit memori yang umum dilaporkan sebagai efek samping dari konsumsi THC. Kemungkinan besar, aktivitas ini ditunjukkan karena aksinya sebagai penghambat asetilkolinesterase, suatu golongan senyawa yang diketahui dapat membantu memori dan meningkatkan kewaspadaan.<ref>H. Mahmoudvand. ''Acetylcholinesterase Inhibitor Improves Learning and Memory Impairment Induced by ''Toxoplasma gondii'' Infection''. ''Iranian Journal of Parasitology''. 2016. Vol. 11 (2). hlm. 177–185.</ref> | ||
α-Pinena juga berkontribusi secara signifikan terhadap banyak profil bau yang beragam, berbeda, dan unik dari berbagai galur, varietas, dan [[kultivar]] ganja. | α-Pinena juga berkontribusi secara signifikan terhadap banyak profil bau yang beragam, berbeda, dan unik dari berbagai galur, varietas, dan [[kultivar]] ganja.<ref>V. Mediavilla. ''Essential oil of ''Cannabis sativa'' L. strains''. ''Journal of the International Hemp Association''. 1997. Vol. 4. hlm. 80–82.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%CE%91-Pinena&oldid=29594770 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594770 (2026-08-18T05:51:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 23.18
α-Pinena adalah senyawa organik dari kelas terpena. Senyawa ini adalah salah satu dari dua isomer pinena, yang lainnya adalah β-pinena.[1] Sebagai alkena, ia mengandung cincin beranggota empat yang tegang. Ia ditemukan dalam minyak dari banyak spesies pohon konifer, terutama spesies pinus dan separ. Ia juga ditemukan dalam minyak asiri rosemari (Rosmarinus officinalis) dan Satureja myrtifolia (saturiya).[2][3] Kedua enantiomer tersebut dikenal di alam; (1S,5S)- atau (−)-α-pinena lebih umum ditemukan pada pinus Eropa, sedangkan isomer (1R,5R)- atau (+)-α lebih umum ditemukan di Amerika Utara. Campuran rasemat enantiomer ini terdapat dalam beberapa minyak seperti minyak eukaliptus dan minyak kulit jeruk.
Reaktivitas
Turunan α-pinena yang penting secara komersial adalah linalool, geraniol, nerol, α-terpineol, dan kamfena.[4]
α-Pinena 1 menunjukkan reaktivitas yang timbul dari keberadaan cincin beranggota empat yang berdekatan dengan alkena.[5] Senyawa ini rentan terhadap penataan ulang kerangka seperti penataan ulang Wagner–Meerwein. Asam biasanya menghasilkan produk penataan ulang. Dengan asam sulfat pekat dan etanol, produk utamanya adalah terpineol 2 dan etil eternya 3, sementara asam asetat glasial menghasilkan asetat 4 yang sesuai. Dengan asam encer, terpin hidrat 5 menjadi produk utamanya.
Dengan satu molar ekivalen HCl anhidrat, produk adisi sederhana 6a dapat dibentuk pada suhu rendah dengan adanya dietil eter, tetapi sangat tidak stabil. Pada suhu normal, atau jika tidak ada eter, produk utamanya adalah bornil klorida 6b, bersama dengan sejumlah kecil fenkil klorida 6c.[6] Selama bertahun-tahun 6b (juga disebut "kamper buatan") disebut sebagai "pinena hidroklorida", hingga dipastikan identik dengan bornil klorida yang terbuat dari kamfena. Jika lebih banyak HCl digunakan, akiral 7 (dipentena hidroklorida) adalah produk utamanya bersama dengan beberapa 6b. Nitrosil klorida diikuti oleh basa menghasilkan oksima 8 yang dapat direduksi menjadi "pinilamina" 9. Baik 8 maupun 9 merupakan senyawa stabil yang mengandung cincin beranggota empat utuh, dan senyawa-senyawa ini sangat membantu dalam mengidentifikasi komponen penting kerangka pinena ini.[7]
Dalam kondisi oksidasi aerobik, produk oksidasi utama adalah pinena oksida, verbenil hidroperoksida, verbenol, dan verbenona.[8]
Peran atmosfer
Monoterpena, dengan α-pinena sebagai salah satu spesies utamanya, dipancarkan dalam jumlah besar oleh vegetasi, dan emisi ini dipengaruhi oleh suhu dan intensitas cahaya. Di atmosfer, α-pinena mengalami reaksi dengan ozon, radikal hidroksil, atau radikal NO3,[9] yang menghasilkan spesies volatilitas rendah yang sebagian terkondensasi pada aerosol yang ada, sehingga menghasilkan aerosol organik sekunder. Hal ini telah ditunjukkan dalam berbagai percobaan laboratorium untuk mono- dan seskuiterpena.[10][11]
Sifat dan penggunaan
α-Pinena sangat bioavailabel, dengan penyerapan paru-paru manusia sebesar 60% dan metabolisme atau redistribusi yang cepat. α-Pinena bersifat antiinflamasi melalui PGE1,[12] dan kemungkinan antimikroba.[13] Ia menunjukkan aktivitas sebagai penghambat asetilkolinesterase, yang membantu memori.[14] Seperti borneol, verbenol dan pinokarveol (−)-α-pinena merupakan modulator positif reseptor GABAA. Ia bekerja pada situs pengikatan benzodiazepin.[15]
α-Pinena membentuk basis biosintesis untuk ligan CB2, seperti HU-308.[16]
α-Pinena adalah salah satu dari banyak terpena dan terpenoid yang ditemukan di Cannabis.[17] Senyawa ini juga hadir dalam tingkat yang signifikan dalam sediaan bunga Cannabis kering yang sudah jadi yang umumnya dikenal sebagai "ganja".[18] Secara luas diteorikan oleh para ilmuwan dan ahli Cannabis bahwa terpena dan terpenoid ini berkontribusi secara signifikan terhadap "karakter" atau "kepribadian" unik dari efek unik setiap galur ganja.[19] α-Pinena khususnya diyakini dapat mengurangi defisit memori yang umum dilaporkan sebagai efek samping dari konsumsi THC. Kemungkinan besar, aktivitas ini ditunjukkan karena aksinya sebagai penghambat asetilkolinesterase, suatu golongan senyawa yang diketahui dapat membantu memori dan meningkatkan kewaspadaan.[20]
α-Pinena juga berkontribusi secara signifikan terhadap banyak profil bau yang beragam, berbeda, dan unik dari berbagai galur, varietas, dan kultivar ganja.[21]
Referensi
- ↑ J. L. Simonsen. The Terpenes. Cambridge University Press. 1957. Vol. 2. hlm. 105–191.
- ↑ PDR for Herbal Medicine. Medical Economics Company. hlm. 1100.
- ↑ Bachar Zebib. Chemical Composition of the Essential Oil of Satureja myrtifolia (Boiss. & Hohen.) from Lebanon. Journal of Essential Oil-bearing Plants. 2015-04-16. Vol. 18 (1). hlm. 248–254. doi:10.1080/0972060X.2014.890075.
- ↑ Charles S. Sell. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. 2006. doi:10.1002/0471238961.2005181602120504.a01.pub2. ISBN 0471238961.
- ↑ George Gilbert. Ring Strain - Demonstration. American Chemical Society, Division of Chemical Education. 2022.
- ↑ G.H. Richter. Textbook of Organic Chemistry. John Wiley & Sons. 1952. hlm. 663–668.
- ↑ L. Ružička. Zur Kenntnis des Pinens. III. Konstitution des Nitrosopinens und seiner Umwandlungsprodukte. Helvetica Chimica Acta. 1921. Vol. 4. hlm. 566–574. doi:10.1002/hlca.19210040161.
- ↑ U. Neuenschwander. Mechanism of the Aerobic Oxidation of α-Pinene. ChemSusChem. 2010. Vol. 3 (1). hlm. 75–84. doi:10.1002/cssc.200900228.
- ↑ IUPAC Subcommittee on Gas Kinetic Data Evaluation
- ↑ J. R. Odum. Gas/particle partitioning and secondary organic aerosol yields. Environmental Science and Technology. 1996. Vol. 30 (8). hlm. 2580–2585. doi:10.1021/es950943+.
- ↑ N. M. Donahue. Aging of biogenic secondary organic aerosol via gas-phase OH radical reactions. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2012. Vol. 109 (34). hlm. 13503–13508. doi:10.1073/pnas.1115186109.
- ↑ E. B. Russo. Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects. British Journal of Pharmacology. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.
- ↑ L. Nissen. Characterization and antimicrobial activity of essential oils of industrial hemp varieties (Cannabis sativa L.). Fitoterapia. 2010. Vol. 81 (5). hlm. 413–419. doi:10.1016/j.fitote.2009.11.010.
- ↑ E. B. Russo. Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects. British Journal of Pharmacology. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.
- ↑ H. Yang. α-Pinene, a major constituent of pine tree oils, enhances non-rapid eye movement sleep in mice through GABA A -benzodiazepine receptors. Molecular Pharmacology. 2016. Vol. 90 (5). hlm. 530–539. doi:10.1124/mol.116.105080.
- ↑ E. B. Russo. Taming THC: potential cannabis synergy and phytocannabinoid-terpenoid entourage effects. British Journal of Pharmacology. 2011. Vol. 163 (7). hlm. 1344–1364. doi:10.1111/j.1476-5381.2011.01238.x.
- ↑ E. B. Russo. Cannabis is more than simply Δ 9 -tetrahydrocannabinol. Psychopharmacology. 2003. Vol. 165 (4). hlm. 431–432. doi:10.1007/s00213-002-1348-z.
- ↑ C. E. Turner. Constituents of Cannabis sativa L. XVII. A review of the natural constituents. Journal of Natural Products. 1980. Vol. 43 (2). hlm. 169–234. doi:10.1021/np50008a001.
- ↑ D. Piomelli. The Cannabis sativa versus Cannabis indica debate: an interview with Ethan Russo, MD. Cannabis and Cannabinoid Research. 2016. Vol. 1 (1). hlm. 44–46. doi:10.1089/can.2015.29003.ebr.
- ↑ H. Mahmoudvand. Acetylcholinesterase Inhibitor Improves Learning and Memory Impairment Induced by Toxoplasma gondii Infection. Iranian Journal of Parasitology. 2016. Vol. 11 (2). hlm. 177–185.
- ↑ V. Mediavilla. Essential oil of Cannabis sativa L. strains. Journal of the International Hemp Association. 1997. Vol. 4. hlm. 80–82.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594770 (2026-08-18T05:51:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.