Lompat ke isi

Polarisasi linier: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29429884; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Wire-grid-polarizer.svg|thumb|right|280px|jmpl]]
Dalam [[elektrodinamika]], '''polarisasi linier''' atau '''polarisasi bidang''' [[radiasi elektromagnetik]] adalah pembatasan vektor [[medan listrik]] atau [[vektor]] [[medan magnet]] pada suatu [[Bidang (geometri)|bidang]] tertentu sepanjang arah perambatan. Istilah polarisasi linier ([[bahasa Prancis]]: polarisation rectiligne) dicetuskan oleh Augustin-Jean Fresnel pada tahun 1822.
Dalam [[elektrodinamika]], '''polarisasi linier''' atau '''polarisasi bidang''' [[radiasi elektromagnetik]] adalah pembatasan vektor [[medan listrik]] atau [[vektor]] [[medan magnet]] pada suatu [[Bidang (geometri)|bidang]] tertentu sepanjang arah perambatan. Istilah polarisasi linier ([[bahasa Prancis]]: polarisation rectiligne) dicetuskan oleh Augustin-Jean Fresnel pada tahun 1822.


 
Orientasi gelombang elektromagnetik terpolarisasi linier ditentukan oleh arah vektor medan listrik. Sebagai contoh, jika vektor medan listrik vertikal (bergantian naik dan turun seiring gelombang merambat), radiasi tersebut dikatakan terpolarisasi vertikal.<ref>Joseph Shapira. [https://books.google.com/books?id=Yd56YZY1RpAC&q=%5Bpolarization+of+radio+waves%5D&pg=PA73 CDMA radio with repeaters]. Springer. 2007. hlm. 73. ISBN 978-0-387-26329-8.</ref>
Orientasi gelombang elektromagnetik terpolarisasi linier ditentukan oleh arah vektor medan listrik. Sebagai contoh, jika vektor medan listrik vertikal (bergantian naik dan turun seiring gelombang merambat), radiasi tersebut dikatakan terpolarisasi vertikal.


== Jenis Polarisasi ==
== Jenis Polarisasi ==
Baris 16: Baris 17:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


*
== Sumber dan atribusi ==
*
*
 


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polarisasi+linier&oldid=29429884 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29429884 (2026-07-08T00:15:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polarisasi+linier&oldid=29429884 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29429884 (2026-07-08T00:15:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 09.02

jmpl

Dalam elektrodinamika, polarisasi linier atau polarisasi bidang radiasi elektromagnetik adalah pembatasan vektor medan listrik atau vektor medan magnet pada suatu bidang tertentu sepanjang arah perambatan. Istilah polarisasi linier (bahasa Prancis: polarisation rectiligne) dicetuskan oleh Augustin-Jean Fresnel pada tahun 1822.

Orientasi gelombang elektromagnetik terpolarisasi linier ditentukan oleh arah vektor medan listrik. Sebagai contoh, jika vektor medan listrik vertikal (bergantian naik dan turun seiring gelombang merambat), radiasi tersebut dikatakan terpolarisasi vertikal.[1]

Jenis Polarisasi

Tiga jenis polarisasi antena utama adalah Linear, Sirkular, dan Elips. Polarisasi linear melibatkan medan listrik yang berosilasi dalam satu garis lurus (baik vertikal maupun horizontal). Polarisasi sirkular menggambarkan gelombang yang medan listriknya berputar dalam lintasan heliks, dan dapat ke kanan atau ke kiri. Polarisasi elips adalah kombinasi linear dan sirkular, di mana medan listriknya mengikuti lintasan elips.

  • Polarisasi linear terjadi ketika vektor medan listrik gelombang elektromagnetik berosilasi dalam satu bidang. Orientasi bidang ini dapat vertikal atau horizontal, menghasilkan dua keadaan polarisasi linear ortogonal.
    • Polarisasi Vertikal: Medan listrik berosilasi tegak lurus terhadap permukaan bumi.
    • Polarisasi Horizontal: Medan listrik berosilasi sejajar dengan permukaan bumi.
    • Polarisasi Miring: Suatu bentuk polarisasi linear di mana medan listrik membentuk sudut terhadap bidang horizontal dan vertikal.
  • Polarisasi melingkar terjadi ketika vektor medan listrik gelombang elektromagnetik berputar dalam gerakan melingkar. Rotasi tersebut dapat searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam, menghasilkan dua keadaan polarisasi melingkar ortogonal.
    • Polarisasi Sirkular Kanan (RHCP): Medan listrik berputar searah jarum jam saat gelombang bergerak maju.
    • Polarisasi Sirkular Kiri (LHCP): Medan listrik berputar berlawanan arah jarum jam saat gelombang bergerak maju.
  • Polarisasi elips merupakan generalisasi dari polarisasi linear dan melingkar, di mana vektor medan listrik menelusuri lintasan elips. Polarisasi elips dapat dicirikan oleh rasio aksialnya, yaitu rasio sumbu mayor terhadap sumbu minor elips.

Referensi

  1. Joseph Shapira. CDMA radio with repeaters. Springer. 2007. hlm. 73. ISBN 978-0-387-26329-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29429884 (2026-07-08T00:15:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.