Lompat ke isi

Nilai dan vektor eigen: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29441846; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[aljabar linear]], '''vektor eigen''' (''eigenvector'') atau '''vektor karakteristik''' dari suatu [[Matriks (matematika)|matriks]] berukuran <math>n \times n</math> adalah [[Vektor Euklides|vektor]] tak nol yang hanya mengalami perubahan panjang ketika dikali dengan matriks tersebut. '''Nilai eigen''' (''eigenvalue'') yang berasosiasi dengan vektor tersebut, umumnya dilambangkan dengan <math>\lambda</math>, menyatakan besar perubahan panjang vektor yang terjadi. Secara umum dalam [[ruang vektor]] multidimensi, vektor eigen tidak mengalami rotasi ketika ditransformasikan oleh matriks. Hal ini berlaku untuk matriks dengan elemen [[bilangan real]], dan akan mengalami rotasi ketika elemen berupa [[bilangan kompleks]]. Nilai eigen dan vektor eigen berguna dalam proses kalkulasi matriks, yang keduanya diterapkan dalam bidang [[matematika murni]] dan [[matematika terapan]], contohnya pada [[transformasi linear]]. '''Ruang eigen''' dari <math>\lambda</math> merupakan ruang vektor yang dibentuk dari gabungan [[vektor nol]] dan kumpulan vektor eigen yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>.
[[File:Eigenvalue_equation.svg|thumb|right|280px|Matriks A menyebabkan vektor \mathbf x memanjang tanpa mengubah arah vektor, maka \mathbf x merupakan vektor eigen dari A]]


Istilah eigen sering kali dipadankan dengan istilah karakteristik, karena kata "eigen" yang berasal dari bahasa [[Jerman]] memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat.
Dalam [[aljabar linear]], '''vektor eigen''' (''eigenvector'') atau '''vektor karakteristik''' dari suatu [[Matriks (matematika)|matriks]] berukuran <math>n \times n</math> adalah [[Vektor Euklides|vektor]] tak nol yang hanya mengalami perubahan panjang ketika dikali dengan matriks tersebut. '''Nilai eigen''' (''eigenvalue'') yang berasosiasi dengan vektor tersebut, umumnya dilambangkan dengan <math>\lambda</math>, menyatakan besar perubahan panjang vektor yang terjadi. Secara umum dalam [[ruang vektor]] multidimensi, vektor eigen tidak mengalami rotasi ketika ditransformasikan oleh matriks. Hal ini berlaku untuk matriks dengan elemen [[bilangan real]], dan akan mengalami rotasi ketika elemen berupa [[bilangan kompleks]].<ref>Kenneth Kuttler. [https://books.google.co.id/books?id=cYVPAgAAQBAJ Elementary Linear Algebra]. The Saylor Foundation. 2012-01-10.</ref><ref>Kuttler, Kenneth. 2012. ''Linear Algebra II: Spectral Theory and Abstract Vector Spaces''. Ventus Publishing ApS. ISBN 978-87-403-0241-7</ref> Nilai eigen dan vektor eigen berguna dalam proses kalkulasi matriks, yang keduanya diterapkan dalam bidang [[matematika murni]] dan [[matematika terapan]], contohnya pada [[transformasi linear]].<ref>Leon, Steven J. . 2001 . ''Aljabar Linear dan Aplikasinya, Edisi Kelima'' . Jakarta: Erlangga . ISBN 979-688-173-X</ref> '''Ruang eigen''' dari <math>\lambda</math> merupakan ruang vektor yang dibentuk dari gabungan [[vektor nol]] dan kumpulan vektor eigen yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>.<ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Eigenspace.html Eigenspace]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref>
 
Istilah eigen sering kali dipadankan dengan istilah karakteristik, karena kata "eigen" yang berasal dari bahasa [[Jerman]] memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat.<ref>Axler, Sheldon . 1997 . ‘’’Linear Algebra Done Right Second Edition’’’ . Springer-Verlag New York, Inc. . ISBN 0-387-98259-0</ref>


== Pendahuluan ==
== Pendahuluan ==
Nilai eigen dan vektor eigen umum ditemukan ketika melakukan analisis mengenai pemetaan (transformasi) linear. Istilah "eigen" yang berasal dari bahasa [[Jerman]] memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat. Awalnya konsep ini digunakan untuk mempelajari [[Momen inersia|sumbu utama]] (''principal axes'') dari gerakan rotasi pada [[benda tegar]]. Nilai eigen dan vektor eigen saat ini telah diterapkan dalam banyak bidang, sebagai contoh dalam [[teori stabilitas]], [[Getaran|analisis getaran]], [[orbital atom]], pengenalan wajah (''facial recognition''), dan [[Dekomposisi eigen dari matriks|diagonalisasi matriks]].
Nilai eigen dan vektor eigen umum ditemukan ketika melakukan analisis mengenai pemetaan (transformasi) linear. Istilah "eigen" yang berasal dari bahasa [[Jerman]] memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat.<ref>Axler, Sheldon . 1997 . ‘’’Linear Algebra Done Right Second Edition’’’ . Springer-Verlag New York, Inc. . ISBN 0-387-98259-0</ref> Awalnya konsep ini digunakan untuk mempelajari [[Momen inersia|sumbu utama]] (''principal axes'') dari gerakan rotasi pada [[benda tegar]]. Nilai eigen dan vektor eigen saat ini telah diterapkan dalam banyak bidang, sebagai contoh dalam [[teori stabilitas]], [[Getaran|analisis getaran]], [[orbital atom]], pengenalan wajah (''facial recognition''), dan [[Dekomposisi eigen dari matriks|diagonalisasi matriks]].


Pada dasarnya, suatu vektor eigen <math>\mathbf v</math> dari [[Peta linear|pemetaan linear]] <math>T</math> adalah suatu vektor tak nol yang tidak berubah arah, ketika diterapkan oleh <math>T</math>. Menerapkan <math>T</math> ke vektor eigen hanya mengubah ukuran eigen vektor sebesar <math>\lambda</math>, yang disebut dengan nilai eigen. Kondisi ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai<math display="block">T(\mathbf{v}) = \lambda \mathbf{v},</math>yang disebut dengan '''persamaan nilai eigen''' atau '''persamaan eigen'''. Secara umum, <math>\lambda</math> dapat berupa sembarang [[Skalar (matematika)|skalar]]. Sebagai contoh, <math>\lambda</math> dapat bernilai negatif, yang mengartikan vektor eigen berbalik ketika dipetakan, atau bernilai nol, atau berupa [[bilangan kompleks]].
Pada dasarnya, suatu vektor eigen <math>\mathbf v</math> dari [[Peta linear|pemetaan linear]] <math>T</math> adalah suatu vektor tak nol yang tidak berubah arah, ketika diterapkan oleh <math>T</math>. Menerapkan <math>T</math> ke vektor eigen hanya mengubah ukuran eigen vektor sebesar <math>\lambda</math>, yang disebut dengan nilai eigen. Kondisi ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai<math display="block">T(\mathbf{v}) = \lambda \mathbf{v},</math>yang disebut dengan '''persamaan nilai eigen''' atau '''persamaan eigen'''. Secara umum, <math>\lambda</math> dapat berupa sembarang [[Skalar (matematika)|skalar]]. Sebagai contoh, <math>\lambda</math> dapat bernilai negatif, yang mengartikan vektor eigen berbalik ketika dipetakan, atau bernilai nol, atau berupa [[bilangan kompleks]].


Lukisan [[Mona Lisa]] berikut menyajikan ilustrasi sederhana mengenai hal ini. Setiap titik pada lukisan dapat direpresentasikan sebagai sebuah vektor yang berasal dari pusat lukisan ke titik tersebut. Pemetaan linear dalam contoh ini disebut transformasi peregangan/pergeseran (''shear mapping''). Titik-titik yang berada di atas akan bergeser ke kanan, dan titik-titik di bawah akan bergeser ke kiri; sebanding dengan seberapa jauh posisi mereka dari sumbu horizontal yang terletak di tengah lukisan. Sebagai akibatnya, setiap vektor akan miring ke kanan atau ke kiri, dan menjadi semakin panjang atau semakin pendek. Namun, titik-titik ''yang terletak di'' sumbu horizontal tidak bergeser (miring) sama sekali. Alhasil, semua vektor yang mengarah ke kiri atau ke kanan, tanpa memiliki komponen vertikal, adalah vektor eigen dari pemetaan ini; karena pemetaan tersebut tidak mengubah arah vektor. Lebih lanjut, vektor-vektor eigen ini memiliki nilai eigen sebesar 1, karena pemetaan juga tidak mengubah ukuran mereka.
Lukisan [[Mona Lisa]] berikut menyajikan ilustrasi sederhana mengenai hal ini. Setiap titik pada lukisan dapat direpresentasikan sebagai sebuah vektor yang berasal dari pusat lukisan ke titik tersebut. Pemetaan linear dalam contoh ini disebut transformasi peregangan/pergeseran (''shear mapping''). Titik-titik yang berada di atas akan bergeser ke kanan, dan titik-titik di bawah akan bergeser ke kiri; sebanding dengan seberapa jauh posisi mereka dari sumbu horizontal yang terletak di tengah lukisan. Sebagai akibatnya, setiap vektor akan miring ke kanan atau ke kiri, dan menjadi semakin panjang atau semakin pendek. Namun, titik-titik ''yang terletak di'' sumbu horizontal tidak bergeser (miring) sama sekali. Alhasil, semua vektor yang mengarah ke kiri atau ke kanan, tanpa memiliki komponen vertikal, adalah vektor eigen dari pemetaan ini; karena pemetaan tersebut tidak mengubah arah vektor. Lebih lanjut, vektor-vektor eigen ini memiliki nilai eigen sebesar 1, karena pemetaan juga tidak mengubah ukuran mereka.
Baris 15: Baris 16:
Nilai eigen dan vektor eigen menghasilkan banyak konsep matematika yang berhubungan, dan istilah "eigen" ditambahkan ketika menamai mereka:
Nilai eigen dan vektor eigen menghasilkan banyak konsep matematika yang berhubungan, dan istilah "eigen" ditambahkan ketika menamai mereka:


* Himpunan vektor eigen dari pemetaan linear, masing-masing dipasangkan dengan nilai eigen mereka, disebut dengan '''sistem eigen''' (''eigensystem'') dari transformasi tersebut.
* Himpunan vektor eigen dari pemetaan linear, masing-masing dipasangkan dengan nilai eigen mereka, disebut dengan '''sistem eigen''' (''eigensystem'') dari transformasi tersebut.<ref>William H. Press. [https://www.worldcat.org/oclc/123285342 Numerical recipes : the art of scientific computing]. 2007. hlm. 536. ISBN 978-0-521-88407-5.</ref><ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Eigenvector.html Eigenvector]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref>
* Himpunan dari semua vektor eigen dari <math>T</math> yang berasosiasi dengan suatu nilai eigen, dan ditambah dengan vekotr nol, disebut dengan '''ruang eigen''' (''eigenspace'') atau '''ruang karakteristik''' dari <math>T</math> yang berasosiasi dengan nilai eigen tersebut.
* Himpunan dari semua vektor eigen dari <math>T</math> yang berasosiasi dengan suatu nilai eigen, dan ditambah dengan vekotr nol, disebut dengan '''ruang eigen''' (''eigenspace'') atau '''ruang karakteristik''' dari <math>T</math> yang berasosiasi dengan nilai eigen tersebut.<ref>Evar D. Nering. [https://catalog.loc.gov/vwebv/search?searchCode=LCCN&searchArg=76091646&searchType=1&permalink=y&__cf_chl_jschl_tk__=TRAGkbY59x1deND1DAjMpm1bKvAulh.zlJufzghXOMI-1636639841-0-gaNycGzNB1E Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.</ref>
* Jika suatu himpunan vektor eigen dari <math>T</math> membentuk sebuah [[Basis (aljabar linear)|basis]] bagi domain dari <math>T</math>, maka basis ini disebut '''basis eigen''' (''eigen basis'').
* Jika suatu himpunan vektor eigen dari <math>T</math> membentuk sebuah [[Basis (aljabar linear)|basis]] bagi domain dari <math>T</math>, maka basis ini disebut '''basis eigen''' (''eigen basis'').


Baris 26: Baris 27:
dengan <math>\lambda</math> adalah suatu skalar di <math>F</math>, yang disebut dengan nilai eigen (''eigenvalue''), nilai karakteristik, atau akar karakteristik, yang berasosiasi dengan <math>\mathbf v</math>.
dengan <math>\lambda</math> adalah suatu skalar di <math>F</math>, yang disebut dengan nilai eigen (''eigenvalue''), nilai karakteristik, atau akar karakteristik, yang berasosiasi dengan <math>\mathbf v</math>.


Ada hubungan erat antara [[matriks persegi]] berukuran <math>n \times n</math> dengan pemetaan linear dari ruang vektor berdimensi <math>n</math> ke dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan, dalam suatu ruang vektor berdimensi hingga, nilai eigen dan vektor eigen dapat didefinisikan menggunakan bahasa [[Matriks (matematika)|matriks]], maupun menggunakan bahasa pemetaan linear. Jika <math>V</math> berdimensi hingga, persamaan di atas setara dengan
Ada hubungan erat antara [[matriks persegi]] berukuran <math>n \times n</math> dengan pemetaan linear dari ruang vektor berdimensi <math>n</math> ke dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan, dalam suatu ruang vektor berdimensi hingga, nilai eigen dan vektor eigen dapat didefinisikan menggunakan bahasa [[Matriks (matematika)|matriks]], maupun menggunakan bahasa pemetaan linear.<ref>Israel N. Herstein. [https://www.worldcat.org/oclc/615439706 Topics in algebra]. Xerox College Publ. 1964. hlm. 228-229. ISBN 0-536-00257-6.</ref><ref>Evar D. Nering. [https://www.worldcat.org/oclc/747523 Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 38. ISBN 0-471-63178-7.</ref> Jika <math>V</math> berdimensi hingga, persamaan di atas setara dengan<ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Eigenvalue.html#:~:text=Eigenvalues%20are%20a%20special%20set,Marcus%20and%20Minc%201988,%20p. Eigenvalue]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref>


: <math>A\mathbf{x} = \lambda \mathbf{x}.</math>
: <math>A\mathbf{x} = \lambda \mathbf{x}.</math>
Baris 33: Baris 34:


== Nilai dan vektor eigen dari matriks ==
== Nilai dan vektor eigen dari matriks ==
 
Nilai eigen dan vektor eigen sering diperkenalkan ke murid dalam konteks kelas aljabar linear yang berfokus pada matriks.<ref>Cornell University Department of Mathematics (2016) [http://www.math.cornell.edu/m/Courses/Catalog/lowerlevel ''Lower-Level Courses for Freshmen and Sophomores'']. Accessed on 2016-03-27.</ref><ref>University of Michigan Mathematics (2016) [https://www.lsa.umich.edu/UMICH/math/Home/Undergrad/Ugrad_Courses.pdf ''Math Course Catalogue''] . Accessed on 2016-03-27.</ref> Lebih lanjut, pemetaan linear atas ruang vektor hingga dapat dinyatakan menggunakan matriks,<ref>Israel N. Herstein. [https://www.worldcat.org/oclc/615439706 Topics in algebra]. Xerox College Publ. 1964. hlm. 228-229. ISBN 0-536-00257-6.</ref><ref>Evar D. Nering. [https://www.worldcat.org/oclc/747523 Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 38. ISBN 0-471-63178-7.</ref> yang umum digunakan secara numerik maupun komputasi.<ref>William H. Press. [https://www.worldcat.org/oclc/123285342 Numerical recipes : the art of scientific computing]. 2007. hlm. 38. ISBN 978-0-521-88407-5.</ref> Misalkan vektor berdimensi <math>n</math> yang dibentuk sebagai barisan <math>n</math> buah skalar; contohnya vektor berdimensi 3<math display="block">\mathbf x = \begin{bmatrix}1\\-3\\4\end{bmatrix}\quad\mbox{dan}\quad \mathbf y = \begin{bmatrix}-20\\60\\-80\end{bmatrix}.</math>Kedua vektor ini dikatakan saling [[Perkalian skalar|berkelipatan skalar]], atau [[Paralel (geometri)|paralel]] atau [[kolinear]], jika terdapat skalar <math>\lambda</math> sehingga <math>\mathbf x = \lambda \mathbf y</math>. Dalam kasus ini <math>\lambda = -\tfrac{1}{20} </math>. Sekarang misalkan pemetaan linear dari vektor dimensi <math>n</math> yang didefinisikan oleh sebuah matriks <math>A</math> berukuran <math>n \times n</math>,<math display="block">A \mathbf v = \mathbf w.
 
Nilai eigen dan vektor eigen sering diperkenalkan ke murid dalam konteks kelas aljabar linear yang berfokus pada matriks. Lebih lanjut, pemetaan linear atas ruang vektor hingga dapat dinyatakan menggunakan matriks, yang umum digunakan secara numerik maupun komputasi. Misalkan vektor berdimensi <math>n</math> yang dibentuk sebagai barisan <math>n</math> buah skalar; contohnya vektor berdimensi 3<math display="block">\mathbf x = \begin{bmatrix}1\\-3\\4\end{bmatrix}\quad\mbox{dan}\quad \mathbf y = \begin{bmatrix}-20\\60\\-80\end{bmatrix}.</math>Kedua vektor ini dikatakan saling [[Perkalian skalar|berkelipatan skalar]], atau [[Paralel (geometri)|paralel]] atau [[kolinear]], jika terdapat skalar <math>\lambda</math> sehingga <math>\mathbf x = \lambda \mathbf y</math>. Dalam kasus ini <math>\lambda = -\tfrac{1}{20} </math>. Sekarang misalkan pemetaan linear dari vektor dimensi <math>n</math> yang didefinisikan oleh sebuah matriks <math>A</math> berukuran <math>n \times n</math>,<math display="block">A \mathbf v = \mathbf w.
</math>Jika <math>\mathbf v</math> dan <math>\mathbf w</math> saling berkelipatan skalar, yakni jika terdapat <math>\lambda</math> sehinggamaka <math>\mathbf v</math> adalah vektor eigen dari pemetaan linear <math>A</math> dan skalar <math>\lambda</math> adalah nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor eigen tersebut. Persamaan () adalah persamaan nilai eigen untuk matriks <math>A</math>. Persamaan () juga dapat dinyatakan sebagaidengan <math>I</math> adalah [[matriks identitas]] dan <math>\mathbf 0</math> adalah vektor nol.
</math>Jika <math>\mathbf v</math> dan <math>\mathbf w</math> saling berkelipatan skalar, yakni jika terdapat <math>\lambda</math> sehinggamaka <math>\mathbf v</math> adalah vektor eigen dari pemetaan linear <math>A</math> dan skalar <math>\lambda</math> adalah nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor eigen tersebut. Persamaan () adalah persamaan nilai eigen untuk matriks <math>A</math>. Persamaan () juga dapat dinyatakan sebagaidengan <math>I</math> adalah [[matriks identitas]] dan <math>\mathbf 0</math> adalah vektor nol.


=== Nilai eigen dan polinomial karakteristik ===
=== Nilai eigen dan polinomial karakteristik ===
Persamaan () memiliki solusi tak nol <math>\mathbf v</math> [[jika dan hanya jika]] nilai [[determinan]] dari matriks <math>(A-\lambda I)</math> adalah nol. Dengan demikian, nilai-nilai eigen dari <math>A</math> adalah nilai-nilai <math>\lambda</math> yang memenuhi persamaan
Persamaan () memiliki solusi tak nol <math>\mathbf v</math> [[jika dan hanya jika]] nilai [[determinan]] dari matriks <math>(A-\lambda I)</math> adalah nol. Dengan demikian, nilai-nilai eigen dari <math>A</math> adalah nilai-nilai <math>\lambda</math> yang memenuhi persamaan


 
Dengan menggunakan [[Rumus Leibniz untuk determinan|rumus Leibniz]], ruas kiri pada Persamaan () dapat dijabarkan menjadi sebuah fungsi [[polinomial]] dengan variabel <math>\lambda</math> dan berderajat <math>n</math>, yakni ukuran dari matriks <math>A</math>. Koefisien-koefisien polinom ini bergantung pada entri-entri matriks <math>A</math>, kecuali suku berderajat <math>n</math> yang akan memiliki koefisien <math>(-1)^n</math>. Polinomial ini disebut sebagai [[polinomial karakteristik]] dari <math>A</math>. Persamaan () sendiri disebut sebagai ''persamaan karakteristik'' dari <math>A</math>.<ref>Kenneth Kuttler. [https://books.google.co.id/books?id=cYVPAgAAQBAJ Elementary Linear Algebra]. The Saylor Foundation. 2012-01-10.</ref><ref>K. R. Matthews. [http://www.numbertheory.org/book/mp103.pdf Elementary Linear Algebra]. Department of Mathematics, University of Queensland. 2013.</ref> [[Teorema dasar aljabar]] mengakibatkan polinomial karakteristik dari <math>A</math>, yang berderajat <math>n</math>, dapat [[Faktorisasi|difaktorkan]] sebagai perkalian <math>n</math> buah suku linear,
Dengan menggunakan [[Rumus Leibniz untuk determinan|rumus Leibniz]], ruas kiri pada Persamaan () dapat dijabarkan menjadi sebuah fungsi [[polinomial]] dengan variabel <math>\lambda</math> dan berderajat <math>n</math>, yakni ukuran dari matriks <math>A</math>. Koefisien-koefisien polinom ini bergantung pada entri-entri matriks <math>A</math>, kecuali suku berderajat <math>n</math> yang akan memiliki koefisien <math>(-1)^n</math>. Polinomial ini disebut sebagai [[polinomial karakteristik]] dari <math>A</math>. Persamaan () sendiri disebut sebagai ''persamaan karakteristik'' dari <math>A</math>. [[Teorema dasar aljabar]] mengakibatkan polinomial karakteristik dari <math>A</math>, yang berderajat <math>n</math>, dapat [[Faktorisasi|difaktorkan]] sebagai perkalian <math>n</math> buah suku linear,


dengan setiap <math>\lambda_i</math> dapat berupa bilangan real, walau pada umumnya berupa kompleks. Nilai <math>\lambda_1,\,\lambda_2,\,\dots,\,\lambda_n</math>, yang mungkin tidak semuanya unik, adalah akar-akar dari polinomial dan merupakan nilai eigen dari <math>A</math>.
dengan setiap <math>\lambda_i</math> dapat berupa bilangan real, walau pada umumnya berupa kompleks. Nilai <math>\lambda_1,\,\lambda_2,\,\dots,\,\lambda_n</math>, yang mungkin tidak semuanya unik, adalah akar-akar dari polinomial dan merupakan nilai eigen dari <math>A</math>.
Baris 69: Baris 65:


=== Kegandaan aljabar ===
=== Kegandaan aljabar ===
 
Misalkan <math>\lambda_i</math> adalah nilai eigen dari suatu matriks <math>A</math> berukuran <math>n \times n</math>. '''Kegandaan aljabar<ref>[http://bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/index.php?gloss_asing=algebraic+multiplicity&gloss_indonesia=&jenis=exact&Bidang=3&infocmd=Cari Glosarium]. ''bahasasastra.kemdikbud.go.id''.</ref>''' (''algebraic multiplicity'') <math>\mu_A(\lambda_i)</math> menyatakan bilangan <math>k</math> terbesar yang membuat <math>(\lambda-\lambda_i)^k</math> dapat membagi habis polinomial karakteristik dari <math>A</math>.<ref>Evar D. Nering. [https://catalog.loc.gov/vwebv/search?searchCode=LCCN&searchArg=76091646&searchType=1&permalink=y&__cf_chl_jschl_tk__=TRAGkbY59x1deND1DAjMpm1bKvAulh.zlJufzghXOMI-1636639841-0-gaNycGzNB1E Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.</ref><ref>John B. Fraleigh. [https://www.worldcat.org/oclc/2344185 A first course in abstract algebra]. Addison-Wesley Pub. Co. 1976. hlm. 358. ISBN 0-201-01984-1.</ref><ref>Gene H. Golub. [https://www.worldcat.org/oclc/34515797 Matrix computations]. Johns Hopkins University Press. 1996. hlm. 316. ISBN 0-8018-5413-X.</ref>
Misalkan <math>\lambda_i</math> adalah nilai eigen dari suatu matriks <math>A</math> berukuran <math>n \times n</math>. '''Kegandaan aljabar''' (''algebraic multiplicity'') <math>\mu_A(\lambda_i)</math> menyatakan bilangan <math>k</math> terbesar yang membuat <math>(\lambda-\lambda_i)^k</math> dapat membagi habis polinomial karakteristik dari <math>A</math>.


Jika <math>A</math> berdimensi <math>n</math> dan memiliki <math>d\leq n</math> nilai eigen yang berbeda, Persamaan () dapat dinyatakan secara lebih ringkas sebagai <math display="block">|A - \lambda I| = (\lambda_1 - \lambda)^{\mu_A(\lambda_1)}(\lambda_2 - \lambda)^{\mu_A(\lambda_2)} \cdots (\lambda_d - \lambda)^{\mu_A(\lambda_d)}.</math>Dalam kasus <math>d=n</math>, ruas kanan persamaan tersebut akan ''identik'' dengan Persamaan (). Nilai setiap kegandaan aljabar dari nilai-nilai eigen berhubungan dengan dimensi <math>n</math> dari matriks lewat persamaan
Jika <math>A</math> berdimensi <math>n</math> dan memiliki <math>d\leq n</math> nilai eigen yang berbeda, Persamaan () dapat dinyatakan secara lebih ringkas sebagai <math display="block">|A - \lambda I| = (\lambda_1 - \lambda)^{\mu_A(\lambda_1)}(\lambda_2 - \lambda)^{\mu_A(\lambda_2)} \cdots (\lambda_d - \lambda)^{\mu_A(\lambda_d)}.</math>Dalam kasus <math>d=n</math>, ruas kanan persamaan tersebut akan ''identik'' dengan Persamaan (). Nilai setiap kegandaan aljabar dari nilai-nilai eigen berhubungan dengan dimensi <math>n</math> dari matriks lewat persamaan
Baris 77: Baris 72:
       1 &\leq \mu_A(\lambda_i) \leq n, \\
       1 &\leq \mu_A(\lambda_i) \leq n, \\
   \mu_A &= \sum_{i=1}^d \mu_A\left(\lambda_i\right) = n.
   \mu_A &= \sum_{i=1}^d \mu_A\left(\lambda_i\right) = n.
\end{align} </math>Jika <math>\mu_A(\lambda_i)=1</math>, maka <math>\lambda_i</math> dikatakan sebagai nilai eigen sederhana (''simple eigenvalue''). Jika <math>\mu_A(\lambda_i)</math> sama dengan kegandaan geometrik dari <math>\lambda_i</math>, yang dijelaskan pada bagian selanjutnya, maka <math>\lambda_i</math> dikatakan sebagai nilai eigen semi-sederhana (''semisimple eigenvalue'').
\end{align} </math>Jika <math>\mu_A(\lambda_i)=1</math>, maka <math>\lambda_i</math> dikatakan sebagai nilai eigen sederhana (''simple eigenvalue'').<ref>Gene H. Golub. [https://www.worldcat.org/oclc/34515797 Matrix computations]. Johns Hopkins University Press. 1996. hlm. 316. ISBN 0-8018-5413-X.</ref> Jika <math>\mu_A(\lambda_i)</math> sama dengan kegandaan geometrik dari <math>\lambda_i</math>, yang dijelaskan pada bagian selanjutnya, maka <math>\lambda_i</math> dikatakan sebagai nilai eigen semi-sederhana (''semisimple eigenvalue'').


===Ruang eigen, kegandaan geometrik, dan basis eigen bagi matriks===
===Ruang eigen, kegandaan geometrik, dan basis eigen bagi matriks===
Baris 83: Baris 78:
:<math>E = \left\{\mathbf{v} : \left(A - \lambda I\right) \mathbf{v} = \mathbf{0}\right\}.</math>
:<math>E = \left\{\mathbf{v} : \left(A - \lambda I\right) \mathbf{v} = \mathbf{0}\right\}.</math>


Di satu sisi, himpunan ini adalah [[Kernel (aljabar linear)|kernel]] atau ruang nol (''nullspace'') dari matriks <math>(A-\lambda I)</math>. Di sisi lain, dari definisi, setiap vektor tak nol yang memenuhi Persamaan () adalah vektor-vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>. Jadi, himpunan <math>E</math> adalah [[Himpunan (matematika)|gabungan]] vektor nol dengan himpunan semua vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>, sekaligus sama dengan kernel dari <math>(A-\lambda I)</math>. Himpunan <math>E</math> disebut sebagai '''ruang eigen''' (''eigenspace'') dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>. Secara umum <math>\lambda</math> akan berupa bilangan kompleks dan vektor eigen akan berupa matriks kompleks berukuran <math>n\times 1</math>.
Di satu sisi, himpunan ini adalah [[Kernel (aljabar linear)|kernel]] atau ruang nol (''nullspace'') dari matriks <math>(A-\lambda I)</math>. Di sisi lain, dari definisi, setiap vektor tak nol yang memenuhi Persamaan () adalah vektor-vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>. Jadi, himpunan <math>E</math> adalah [[Himpunan (matematika)|gabungan]] vektor nol dengan himpunan semua vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>, sekaligus sama dengan kernel dari <math>(A-\lambda I)</math>. Himpunan <math>E</math> disebut sebagai '''ruang eigen''' (''eigenspace'') dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>.<ref>Evar D. Nering. [https://catalog.loc.gov/vwebv/search?searchCode=LCCN&searchArg=76091646&searchType=1&permalink=y&__cf_chl_jschl_tk__=TRAGkbY59x1deND1DAjMpm1bKvAulh.zlJufzghXOMI-1636639841-0-gaNycGzNB1E Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.</ref><ref>Howard Anton. [https://www.worldcat.org/oclc/13580207 Elementary linear algebra]. Wiley. 1987. hlm. 305-307. ISBN 0-471-84819-0.</ref> Secara umum <math>\lambda</math> akan berupa bilangan kompleks dan vektor eigen akan berupa matriks kompleks berukuran <math>n\times 1</math>.


Ruang eigen <math>E</math> [[Ketertutupan (matematika)|tertutup]] atas penjumlahan, karena <math>E</math> is adalah suatu [[subruang vektor]] (dari <math>\mathbb C^n</math>). Dengan kata lain, untuk sembarang vektor <math>\mathbf u</math> dan <math>\mathbf v</math> anggota <math>E</math>, vektor <math>\mathbf u + \mathbf v</math> juga anggota <math>E</math>; atau secara ekuivalen, <math>A (\mathbf u + \mathbf v) =  \lambda(\mathbf u + \mathbf v)</math>. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan [[sifat distributif]] [[perkalian matriks]]. Serupa dengan itu, <math>E</math> juga tertutup atas perkalian skalar. Artinya, jika <math>\mathbf v \in E</math> dan <math>\alpha</math> merupakan bilangan kompleks, maka <math>(\alpha \mathbf v) \in E</math>; atau secara ekuivalen, <math>A (\alpha\mathbf v) =  \lambda(\alpha\mathbf v)</math>. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan [[sifat komutatif]] perkalian matriks kompleks dengan bilangan kompleks. Selama <math>\mathbf u + \mathbf v</math> dan <math>\alpha \mathbf v</math> bukan vektor nol, mereka juga merupakan vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>.
Ruang eigen <math>E</math> [[Ketertutupan (matematika)|tertutup]] atas penjumlahan, karena <math>E</math> is adalah suatu [[subruang vektor]] (dari <math>\mathbb C^n</math>). Dengan kata lain, untuk sembarang vektor <math>\mathbf u</math> dan <math>\mathbf v</math> anggota <math>E</math>, vektor <math>\mathbf u + \mathbf v</math> juga anggota <math>E</math>; atau secara ekuivalen, <math>A (\mathbf u + \mathbf v) =  \lambda(\mathbf u + \mathbf v)</math>. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan [[sifat distributif]] [[perkalian matriks]]. Serupa dengan itu, <math>E</math> juga tertutup atas perkalian skalar. Artinya, jika <math>\mathbf v \in E</math> dan <math>\alpha</math> merupakan bilangan kompleks, maka <math>(\alpha \mathbf v) \in E</math>; atau secara ekuivalen, <math>A (\alpha\mathbf v) =  \lambda(\alpha\mathbf v)</math>. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan [[sifat komutatif]] perkalian matriks kompleks dengan bilangan kompleks. Selama <math>\mathbf u + \mathbf v</math> dan <math>\alpha \mathbf v</math> bukan vektor nol, mereka juga merupakan vektor eigen dari <math>A</math> yang berasosiasi dengan <math>\lambda</math>.
Baris 109: Baris 104:
===Sifat-sifat lain dari nilai eigen===
===Sifat-sifat lain dari nilai eigen===
Misalkan <math>A</math> adalah sembarang matriks berukuran <math>n \times n</math> dengan entri berupa bilangan kompleks, dan memiliki nilai-nilai eigen <math>\lambda_1, \ldots, \lambda_n</math>. Setiap nilai eigen muncul sebanyak <math>\mu_A(\lambda_i)</math> kali di polinomial karakteristik matriks <math>A</math>, dengan <math>\mu_A(\lambda_i)</math> menyatakan kegandaan numerik dari nilai eigen. Berikut beberapa hubungan yang dimiliki matriks dengan nilai-nilai eigennya:
Misalkan <math>A</math> adalah sembarang matriks berukuran <math>n \times n</math> dengan entri berupa bilangan kompleks, dan memiliki nilai-nilai eigen <math>\lambda_1, \ldots, \lambda_n</math>. Setiap nilai eigen muncul sebanyak <math>\mu_A(\lambda_i)</math> kali di polinomial karakteristik matriks <math>A</math>, dengan <math>\mu_A(\lambda_i)</math> menyatakan kegandaan numerik dari nilai eigen. Berikut beberapa hubungan yang dimiliki matriks dengan nilai-nilai eigennya:
* [[Teras (aljabar linear)|Trace]] dari <math>A</math>, yang didefinisikan sebagai jumlah elemen-elemen diagonal utama pada matriks, bernilai sama dengan jumlah semua nilai eigen matriks tersebut,<math display="block">\operatorname{tr}(A) = \sum_{i=1}^n a_{ii} = \sum_{i=1}^n \lambda_i = \lambda_1 + \lambda_2 + \cdots + \lambda_n.</math>
* [[Teras (aljabar linear)|Trace]] dari <math>A</math>, yang didefinisikan sebagai jumlah elemen-elemen diagonal utama pada matriks, bernilai sama dengan jumlah semua nilai eigen matriks tersebut,<ref>Raymond A. Beauregard. [https://www.worldcat.org/oclc/600254 A first course in linear algebra; with optional introduction to groups, rings, and fields]. Houghton Mifflin. 1973. hlm. 307. ISBN 0-395-14017-X.</ref><ref>Israel N. Herstein. [https://www.worldcat.org/oclc/615439706 Topics in algebra]. Xerox College Publ. 1964. hlm. 272. ISBN 0-536-00257-6.</ref><ref>Evar D. Nering. [https://www.worldcat.org/oclc/747523 Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 115-116. ISBN 0-471-63178-7.</ref><math display="block">\operatorname{tr}(A) = \sum_{i=1}^n a_{ii} = \sum_{i=1}^n \lambda_i = \lambda_1 + \lambda_2 + \cdots + \lambda_n.</math>
* [[Determinan]] dari <math>A</math> adalah hasil perkalian semua nilai eigen matriks tersebut,<math display="block">\det(A) = \prod_{i=1}^n \lambda_i = \lambda_1\lambda_2 \cdots \lambda_n.</math>
* [[Determinan]] dari <math>A</math> adalah hasil perkalian semua nilai eigen matriks tersebut,<ref>Raymond A. Beauregard. [https://www.worldcat.org/oclc/600254 A first course in linear algebra; with optional introduction to groups, rings, and fields]. Houghton Mifflin. 1973. hlm. 307. ISBN 0-395-14017-X.</ref><ref>Evar D. Nering. [https://www.worldcat.org/oclc/747523 Linear algebra and matrix theory]. Wiley. 1970. hlm. 115-116. ISBN 0-471-63178-7.</ref><ref>Israel N. Herstein. [https://www.worldcat.org/oclc/615439706 Topics in algebra]. Xerox College Publ. 1964. hlm. 290. ISBN 0-536-00257-6.</ref><math display="block">\det(A) = \prod_{i=1}^n \lambda_i = \lambda_1\lambda_2 \cdots \lambda_n.</math>
* Nilai-nilai eigen dari matriks <math>A^k</math>, untuk sembarang bilangan bulat positif <math>k</math>, adalah <math>\lambda_1^k, \ldots, \lambda_n^k</math>.
* Nilai-nilai eigen dari matriks <math>A^k</math>, untuk sembarang bilangan bulat positif <math>k</math>, adalah <math>\lambda_1^k, \ldots, \lambda_n^k</math>.
* Matriks <math>A</math> dapat [[Matriks terbalikkan|dibalik]] (memiliki invers) jika dan hanya jika tidak ada nilai eigennya yang bernilai nol.
* Matriks <math>A</math> dapat [[Matriks terbalikkan|dibalik]] (memiliki invers) jika dan hanya jika tidak ada nilai eigennya yang bernilai nol.
Baris 122: Baris 117:
Untuk sembarang [[matriks Hermite]], kuadrat norma dari komponen ke-<math>j</math> dari vektor eigen yang ternormalisasi dapat ditentukan hanya dengan menggunakan nilai-nilai eigen dari matriks dan nilai-nilai [[matriks minor]] yang bersesuaian,<math display="block">|v_{i,j}|^2 = \frac{\prod_{k}{(\lambda_i-\lambda_k(M_j))}}{\prod_{k \neq i}{(\lambda_i-\lambda_k)}},</math>
Untuk sembarang [[matriks Hermite]], kuadrat norma dari komponen ke-<math>j</math> dari vektor eigen yang ternormalisasi dapat ditentukan hanya dengan menggunakan nilai-nilai eigen dari matriks dan nilai-nilai [[matriks minor]] yang bersesuaian,<math display="block">|v_{i,j}|^2 = \frac{\prod_{k}{(\lambda_i-\lambda_k(M_j))}}{\prod_{k \neq i}{(\lambda_i-\lambda_k)}},</math>


dengan <math display="inline">M_j</math> adalah submatriks yang dibentuk dengan menghilangkan baris dan kolom ke-<math>j</math> dari matriks awalnya.
dengan <math display="inline">M_j</math> adalah submatriks yang dibentuk dengan menghilangkan baris dan kolom ke-<math>j</math> dari matriks awalnya.<ref>Peter B. Denton. [http://arxiv.org/abs/1908.03795 Eigenvectors from eigenvalues: A survey of a basic identity in linear algebra]. ''Bulletin of the American Mathematical Society''. 2021-02-18. hlm. 1. doi:10.1090/bull/1722.</ref><ref>Natalie Wolchover. [https://www.quantamagazine.org/neutrinos-lead-to-unexpected-discovery-in-basic-math-20191113/ Neutrinos Lead to Unexpected Discovery in Basic Math]. ''Quanta Magazine''. 2019-11-13.</ref><ref>Piet Van Mieghem. [http://arxiv.org/abs/1401.4580 Graph eigenvectors, fundamental weights and centrality metrics for nodes in networks]. ''arXiv:1401.4580 [cond-mat, physics:physics]''. 2016-03-14.</ref>


== Contoh perhitungan nilai eigen dan vektor eigen ==
== Contoh perhitungan nilai eigen dan vektor eigen ==
===Contoh matriks dimensi dua===
===Contoh matriks dimensi dua===
Misalkan sebuah matriks
Misalkan sebuah matriks


Baris 139: Baris 131:


<math display="block">\begin{align}
<math display="block">\begin{align}
     |A - \lambda I|
     |A - \lambda I|  
   &= \left|\begin{bmatrix}
   &= \left|\begin{bmatrix}
     2 & 1 \\
     2 & 1 \\
Baris 211: Baris 203:


=== Contoh matriks dimensi tiga ===
=== Contoh matriks dimensi tiga ===
Misalkan sebuah matriks <math>A</math> dengan nilai entri-entri berikut,
Misalkan sebuah matriks <math>A</math> dengan nilai entri-entri berikut,<ref>Anton H., & Rorres C. 2005 . ''Elementary Linear Algebra: 9th edition'' . John Wiley and Sons. New York . ISBN 0-471-43329-2</ref>


<math display="block">A =
<math display="block">A =
Baris 251: Baris 243:
0 & -4 & 1 \\
0 & -4 & 1 \\
4 & -17 & 4 \\
4 & -17 & 4 \\
\end{bmatrix}
\end{bmatrix}  
\begin{bmatrix}
\begin{bmatrix}
v_1\\
v_1\\
v_2\\
v_2\\
v_3\\
v_3\\
\end{bmatrix} &=
\end{bmatrix} &=  
\begin{bmatrix}
\begin{bmatrix}
0\\
0\\
Baris 324: Baris 316:
Nilai-nilai eigen umum diperkenalkan dalam konteks [[aljabar linear]] atau [[teori matriks]]. Namun secara historis, mereka muncul dalam studi mengenai [[bentuk kuadratik]] dan [[persamaan diferensial]].
Nilai-nilai eigen umum diperkenalkan dalam konteks [[aljabar linear]] atau [[teori matriks]]. Namun secara historis, mereka muncul dalam studi mengenai [[bentuk kuadratik]] dan [[persamaan diferensial]].


Pada abad ke-18, [[Leonhard Euler]] mempelajari gerakan rotasi dari [[benda tegar]], dan menemukan pentingnya konsep poros utama (''principal axes''). Tepatnya tahun 1751, Leonhard Euler membuktikan bahwa setiap benda memiliki suatu poros rotasi utama (''principal axis of rotation''). Hasil ini dikembangkan oleh [[Johann Andreas Segner]], yang pada tahun 1755 membuktikan setiap benda memiliki tiga poros rotasi utama. [[Joseph-Louis Lagrange]] selanjutnya menyadari bahwa poros-poros utama adalah vektor-vektor eigen dari matriks inersia.
Pada abad ke-18, [[Leonhard Euler]] mempelajari gerakan rotasi dari [[benda tegar]], dan menemukan pentingnya konsep poros utama (''principal axes''). Tepatnya tahun 1751, Leonhard Euler membuktikan bahwa setiap benda memiliki suatu poros rotasi utama (''principal axis of rotation'').<ref>Leonhard Euler. [http://archive.org/details/histoiredelacad07unkngoog Du mouvement d'un corps solide quelconque lorsqu'il tourne autour d'un axe mobile]. Histoire de l'Académie royale des sciences et des belles lettres de Berlin. Oktober 1751. hlm. 176-227.</ref> Hasil ini dikembangkan oleh [[Johann Andreas Segner]], yang pada tahun 1755 membuktikan setiap benda memiliki tiga poros rotasi utama.<ref>Johann Andreas Segner. [https://books.google.co.id/books/about/Specimen_theoriae_turbinum.html?id=5cDKnQEACAAJ Specimen theoriae turbinum]. Gebauer. 1755. hlm. xxviiii [29].</ref><ref>A. Cayley. [https://books.google.co.id/books?id=S_RJAAAAcAAJ&pg=PA225#v=onepage&q&f=false Report on the progress of the solution of certain special problems of dynamics]. ''Report of the Thirty-second meeting of the British Association for the Advancement of Science''. 1863. Vol. 32. hlm. 184–252.</ref> [[Joseph-Louis Lagrange]] selanjutnya menyadari bahwa poros-poros utama adalah vektor-vektor eigen dari matriks inersia.<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref>


Pada awal abad ke-19, [[Augustin Louis Cauchy]] melihat bagaimana karya-karya mereka dapat digunakan untuk mengklasifikasi [[kurva kuadratik]] (''quadric surfaces''), lalu memperumumnya ke sembarang dimensi. Karya tulis Cauchy juga berpengaruh terhadap perkembangan [[teori spektral]] pada awal tahun 1870. Cauchy juga mencetuskan istilah ''racine caractéristique'' (akar karakteristik), yang sekarang disebut sebagai ''nilai eigen''; istilah lain yang ia cetuskan dan masih bertahan saat ini adalah [[Polinomial karakteristik|persamaan karakteristik]]. Selanjutnya,  [[Joseph Fourier]] menggunakan karya Lagrange dan [[Pierre-Simon Laplace]] untuk menyelesaikan [[persamaan panas]] dengan [[pemisahan variabel]], dalam buku tahun 1822-nya yang terkenal, ''Théorie analytique de la chaleu'' (Teori analitik tentang panas).  [[Charles-François Sturm]] mengembangkan ide Fourier lebih jauh, dan menarik perhatian Cauchy, yang menggabungkan ide-ide mereka dengan idenya sendiri, dan menghasilkan bukti bahwa [[matriks simetrik]] real akan memiliki nilai-nilai eigen real. Hasil ini diperumum oleh [[Charles Hermite]] pada tahun 1855, yang memperkenalkan [[matriks Hermite]].
Pada awal abad ke-19, [[Augustin Louis Cauchy]] melihat bagaimana karya-karya mereka dapat digunakan untuk mengklasifikasi [[kurva kuadratik]] (''quadric surfaces''), lalu memperumumnya ke sembarang dimensi.<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref> Karya tulis Cauchy juga berpengaruh terhadap perkembangan [[teori spektral]] pada awal tahun 1870.<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref> Cauchy juga mencetuskan istilah ''racine caractéristique'' (akar karakteristik), yang sekarang disebut sebagai ''nilai eigen''; istilah lain yang ia cetuskan dan masih bertahan saat ini adalah [[Polinomial karakteristik|persamaan karakteristik]].<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.</ref><ref>Augustin Cauchy. [https://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k2967c/f833.item.r=.zoom Mémoire sur l'intégration des équations linéaires]. ''Comptes rendus de l'Académie des Sciences''. 1839. Vol. 8. hlm. 827–830, 845–865, 889–907, 931–937.</ref> Selanjutnya,  [[Joseph Fourier]] menggunakan karya Lagrange dan [[Pierre-Simon Laplace]] untuk menyelesaikan [[persamaan panas]] dengan [[pemisahan variabel]], dalam buku tahun 1822-nya yang terkenal, ''Théorie analytique de la chaleu'' (Teori analitik tentang panas).<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 673. ISBN 0-19-501496-0.</ref> [[Charles-François Sturm]] mengembangkan ide Fourier lebih jauh, dan menarik perhatian Cauchy, yang menggabungkan ide-ide mereka dengan idenya sendiri, dan menghasilkan bukti bahwa [[matriks simetrik]] real akan memiliki nilai-nilai eigen real.<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref> Hasil ini diperumum oleh [[Charles Hermite]] pada tahun 1855, yang memperkenalkan [[matriks Hermite]].<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.</ref>


Di saat yang bersamaan, [[Francesco Brioschi]] membuktikan nilai-nilai eigen dari [[matriks ortogonal]] terletak pada [[lingkaran satuan]], dan [[Alfred Clebsch]] menemukan bukti yang serupa untuk matriks ''skew-symmetric''. [[Karl Weierstrass]] mengklarifikasi aspek penting dalam [[teori stabilitas]] yang dibuat oleh Laplace, dengan membuktikan [[matriks defektif]] dapat menyebabkan ketidakstabilan. [[Joseph Liouville]] mempelajari masalah-masalah nilai eigen yang mirip dengan masalah yang dikerjakan Sturm; menghasilkan disiplin ilmu yang saat ini dikenal dengan [[teori Sturm-Liouville]]. Memasuki akhir abad ke-19, [[Hermann Schwarz|Schwarz]] mempelajari nilai eigen pertama dari [[persamaan Laplace]] secara umum, sedangkan [[Henri Poincaré|Poincaré]] mempelajari persamaan Poisson beberapa tahun berikutnya.
Di saat yang bersamaan, [[Francesco Brioschi]] membuktikan nilai-nilai eigen dari [[matriks ortogonal]] terletak pada [[lingkaran satuan]],<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref> dan [[Alfred Clebsch]] menemukan bukti yang serupa untuk matriks ''skew-symmetric''.<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.</ref> [[Karl Weierstrass]] mengklarifikasi aspek penting dalam [[teori stabilitas]] yang dibuat oleh Laplace, dengan membuktikan [[matriks defektif]] dapat menyebabkan ketidakstabilan.<ref>Thomas Hawkins. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0315086075900324 Cauchy and the spectral theory of matrices]. ''Historia Mathematica''. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.</ref> [[Joseph Liouville]] mempelajari masalah-masalah nilai eigen yang mirip dengan masalah yang dikerjakan Sturm; menghasilkan disiplin ilmu yang saat ini dikenal dengan [[teori Sturm-Liouville]].<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 715-716. ISBN 0-19-501496-0.</ref> Memasuki akhir abad ke-19, [[Hermann Schwarz|Schwarz]] mempelajari nilai eigen pertama dari [[persamaan Laplace]] secara umum, sedangkan [[Henri Poincaré|Poincaré]] mempelajari persamaan Poisson beberapa tahun berikutnya.<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 706-707. ISBN 0-19-501496-0.</ref>


Di awal abad ke-20, [[David Hilbert]] mempelajari nilai-nilai eigen dari [[operator integral]] dengan menganggap operator tersebut sebagai matriks [dengan ukuran] tak berhingga. Ia adalah yang pertama menggunakan kata German ''eigen'', yang berarti "diri sendiri" untuk menyebut nilai dan vektor eigen pada tahun 1904, walau ada kemungkinan ia mengikuti istilah yang digunakan oleh [[Hermann von Helmholtz]]. Untuk beberapa waktu, istilah yang digunakan dalam [[bahasa Inggris]] adalah "''proper value''" (nilai yang tepat), tetapi istilah "''eigenvalue''" menjadi standar saat ini. Sedangkan dalam [[Bahasa Indonesia]], Pusat Bahasa memadankan istilah "''eigenvalue''" istilah "eigennilai". Namun saat ini, istilah "nilai eigen" lebih populer digunakan.
Di awal abad ke-20, [[David Hilbert]] mempelajari nilai-nilai eigen dari [[operator integral]] dengan menganggap operator tersebut sebagai matriks [dengan ukuran] tak berhingga.<ref>Morris Kline. [https://www.worldcat.org/oclc/517172 Mathematical thought from ancient to modern times]. 1972. hlm. 1063. ISBN 0-19-501496-0.</ref> Ia adalah yang pertama menggunakan kata German ''eigen'', yang berarti "diri sendiri"<ref>[https://www.mathsisfun.com/algebra/eigenvalue.html Eigenvector and Eigenvalue]. ''www.mathsisfun.com''.</ref> untuk menyebut nilai dan vektor eigen pada tahun 1904,<ref>David Hilbert. [http://www.digizeitschriften.de/dms/img/?PPN=PPN252457811_1904&DMDID=dmdlog11&LOGID=log11&PHYSID=phys57#navi Grundzüge einer allgemeinen Theorie der linearen Integralgleichungen. (Erste Mitteilung)]. Nachrichten von der Gesellschaft der Wissenschaften zu Göttingen, Mathematisch-Physikalische Klasse (News of the Philosophical Society at Göttingen, mathematical-physical section). 1904. hlm. 49-91.</ref><ref>John Aldrich. [https://jeff560.tripod.com/e.html Earliest Known Uses of Some of the Words of Mathematics (E)]. ''jeff560.tripod.com''.</ref> walau ada kemungkinan ia mengikuti istilah yang digunakan oleh [[Hermann von Helmholtz]]. Untuk beberapa waktu, istilah yang digunakan dalam [[bahasa Inggris]] adalah "''proper value''" (nilai yang tepat), tetapi istilah "''eigenvalue''" menjadi standar saat ini.<ref>John Aldrich. [https://jeff560.tripod.com/e.html Earliest Known Uses of Some of the Words of Mathematics (E)]. ''jeff560.tripod.com''.</ref> Sedangkan dalam [[Bahasa Indonesia]], Pusat Bahasa memadankan istilah "''eigenvalue''" istilah "eigennilai".<ref>[http://bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/index.php?gloss_asing=eigenvalue&gloss_indonesia=&jenis=exact&Bidang=3&infocmd=Cari Glosarium]. ''bahasasastra.kemdikbud.go.id''.</ref> Namun saat ini, istilah "nilai eigen" lebih populer digunakan.


Algoritma numerik pertama untuk menghitung nilai-nilai eigen dan vektor-vektor eigen muncul pada tahun 1929, saat [[Richard von Mises]] memublikasikan [[metode pangkat]]. Salah satu metode yang populer saat ini adalah [[algoritma QR]], yang diusulkan secara terpisah oleh [[John G. F. Francis]] dan [[Vera Kublanovskaya]] pada tahun 1961.
Algoritma numerik pertama untuk menghitung nilai-nilai eigen dan vektor-vektor eigen muncul pada tahun 1929, saat [[Richard von Mises]] memublikasikan [[metode pangkat]]. Salah satu metode yang populer saat ini adalah [[algoritma QR]], yang diusulkan secara terpisah oleh [[John G. F. Francis]]<ref>J. G. F. Francis. [https://academic.oup.com/comjnl/article-lookup/doi/10.1093/comjnl/4.3.265 The QR Transformation A Unitary Analogue to the LR Transformation--Part 1]. ''The Computer Journal''. 1961-03-01. Vol. 4 (3). hlm. 265–271. doi:10.1093/comjnl/4.3.265.</ref><ref>J. G. F. Francis. [https://academic.oup.com/comjnl/article-lookup/doi/10.1093/comjnl/4.4.332 The QR Transformation--Part 2]. ''The Computer Journal''. 1962-04-01. Vol. 4 (4). hlm. 332–345. doi:10.1093/comjnl/4.4.332.</ref> dan [[Vera Kublanovskaya]]<ref>V.N. Kublanovskaya. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/004155536390168X On some algorithms for the solution of the complete eigenvalue problem]. ''USSR Computational Mathematics and Mathematical Physics''. 1962-01. Vol. 1 (3). hlm. 637–657. doi:10.1016/0041-5553(63)90168-X.</ref> pada tahun 1961.<ref>Gene H. Golub. [https://www.worldcat.org/oclc/34515797 Matrix computations]. Johns Hopkins University Press. 1996. ISBN 0-8018-5413-X.</ref><ref>C. D. Meyer. [https://www.worldcat.org/oclc/43662189 Matrix analysis and applied linear algebra]. Society for Industrial and Applied Mathematics. 2000. ISBN 0-89871-454-0.</ref>


== Metode penyelesaian ==
== Metode penyelesaian ==
Teori tentang cara menentukan nilai dan vektor eigen, seperti yang disajikan dalam buku-buku aljabar linear dasar, umumnya tidak digunakan dalam praktiknya.
Teori tentang cara menentukan nilai dan vektor eigen, seperti yang disajikan dalam buku-buku aljabar linear dasar, umumnya tidak digunakan dalam praktiknya.


Baris 342: Baris 332:
Metode klasik bekerja dengan mencari nilai-nilai eigen terlebih dahulu, lalu menentukan vektor-vektor eigen untuk setiap nilai eigen. Dalam beberapa cara metode ini tidak sesuai untuk aritmetika non-eksak (''non-exact arithmetics'') seperti [[floating-point]].
Metode klasik bekerja dengan mencari nilai-nilai eigen terlebih dahulu, lalu menentukan vektor-vektor eigen untuk setiap nilai eigen. Dalam beberapa cara metode ini tidak sesuai untuk aritmetika non-eksak (''non-exact arithmetics'') seperti [[floating-point]].


Nilai-nilai eigen dari suatu matriks <math>A</math> dapat ditentukan dengan mencari akar-akar polinomial karakteristik. Hal ini sederhana untuk matriks berukuran <math> 2 \times 2 </math>, tetapi kesulitan akan meningkat dengan sangat cepat sebanding dengan ukuran matriks. Dalam teori, koefisien-koefisien dari polinomial karakteristik dapat dihitung secara eksak karena mereka adalah hasil penjumlahan dari perkalian elemen-elemen matriks; lagipula ada beberapa algoritma yang dapat mencari akar-akar dari polinomial dengan sembarang derajat [[Akurasi dan presisi|akurasi]] yang diinginkan. Namun cara tidak dapat dilakukan dalam praktik karena koefisien-koefisien akan terkontaminasi dengan [[galat pembulatan]], sedangkan akar-akar polinomial dapat sangat sensitif terhadap perubahan koefisien-koefisien (seperti yang dicontohkan pada [[polinomial Wilkinson]]). Bahkan untuk matriks yang setiap entrinya berupa bilangan bulat, kalkulasi tetap membutuhkan banyak operasi penjumlahan.
Nilai-nilai eigen dari suatu matriks <math>A</math> dapat ditentukan dengan mencari akar-akar polinomial karakteristik. Hal ini sederhana untuk matriks berukuran <math> 2 \times 2 </math>, tetapi kesulitan akan meningkat dengan sangat cepat sebanding dengan ukuran matriks. Dalam teori, koefisien-koefisien dari polinomial karakteristik dapat dihitung secara eksak karena mereka adalah hasil penjumlahan dari perkalian elemen-elemen matriks; lagipula ada beberapa algoritma yang dapat mencari akar-akar dari polinomial dengan sembarang derajat [[Akurasi dan presisi|akurasi]] yang diinginkan.<ref>Lloyd N. Trefethen. [https://www.worldcat.org/oclc/36084666 Numerical linear algebra]. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.</ref> Namun cara tidak dapat dilakukan dalam praktik karena koefisien-koefisien akan terkontaminasi dengan [[galat pembulatan]], sedangkan akar-akar polinomial dapat sangat sensitif terhadap perubahan koefisien-koefisien (seperti yang dicontohkan pada [[polinomial Wilkinson]]).<ref>Lloyd N. Trefethen. [https://www.worldcat.org/oclc/36084666 Numerical linear algebra]. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.</ref> Bahkan untuk matriks yang setiap entrinya berupa bilangan bulat, kalkulasi tetap membutuhkan banyak operasi penjumlahan.


Rumus aljabar untuk mencari akar-akar polinomial secara eksplisit hanya ada jika derajat polinomial <math>n\leq4</math>. Berdasarkan [[Teorema Abel–Ruffini|teorema Abel-Ruffini]], tidak ada rumus aljabar eksak yang eksplisit, untuk mencari akar-akar polinomial derajat 5 atau lebih. Hal ini menyebabkan nilai dan vektor eigen dari matriks berorde 5 atau lebih, perlu dicari sebagai hampiran/perkiraan dengan [[metode numerik]]. Bahkan rumus eksplisit untuk akar-akar polinomial derajat 3 sudah tidak praktis secara numerik.
Rumus aljabar untuk mencari akar-akar polinomial secara eksplisit hanya ada jika derajat polinomial <math>n\leq4</math>. Berdasarkan [[Teorema Abel–Ruffini|teorema Abel-Ruffini]], tidak ada rumus aljabar eksak yang eksplisit, untuk mencari akar-akar polinomial derajat 5 atau lebih. Hal ini menyebabkan nilai dan vektor eigen dari matriks berorde 5 atau lebih, perlu dicari sebagai hampiran/perkiraan dengan [[metode numerik]]. Bahkan rumus eksplisit untuk akar-akar polinomial derajat 3 sudah tidak praktis secara numerik.
Baris 349: Baris 339:


=== Metode iteratif sederhana ===
=== Metode iteratif sederhana ===
 
Pendekatan sebaliknya, yakni dengan mencari vektor-vektor eigen lalu menentukan nilai eigen yang berasosiasi dengannya, ternyata lebih mudah dikerjakan oleh komputer. Algoritma yang paling sederhana dilakukan dengan mengambil sembarang vektor awal, lalu secara berulang mengalikannya dengan matriks <math>A</math> (dan secara opsional juga melakukan normalisasi agar ukuran vektor tetap wajar); hal ini akan membuat vektor menghampiri suatu vektor eigen. [[Iterasi invers]] sebagai salah satu variasi, mengalikan vektor dengan matriks  hal ini menyebabkan vektor untuk menghampiri vektor eigen dengan nilai eigen yang nilainya sedekat mungkin dengan  
 
Pendekatan sebaliknya, yakni dengan mencari vektor-vektor eigen lalu menentukan nilai eigen yang berasosiasi dengannya, ternyata lebih mudah dikerjakan oleh komputer. Algoritma yang paling sederhana dilakukan dengan mengambil sembarang vektor awal, lalu secara berulang mengalikannya dengan matriks <math>A</math> (dan secara opsional juga melakukan normalisasi agar ukuran vektor tetap wajar); hal ini akan membuat vektor menghampiri suatu vektor eigen. [[Iterasi invers]] sebagai salah satu variasi, mengalikan vektor dengan matriks  hal ini menyebabkan vektor untuk menghampiri vektor eigen dengan nilai eigen yang nilainya sedekat mungkin dengan


Jika <math>\mathbf{v}</math> adalah (perkiraan hampiran yang bagus dari) sebuah vektor eigen dari <math>A</math>, maka nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor tersebut dihitung lewat<math display="block"> \lambda = \frac{\mathbf{v}^* A\mathbf{v}}{\mathbf{v}^* \mathbf{v}}</math>dengan <math>\mathbf{v}^*</math> menyatakan [[transpos konjugat]] dari <math>\mathbf{v}</math>.
Jika <math>\mathbf{v}</math> adalah (perkiraan hampiran yang bagus dari) sebuah vektor eigen dari <math>A</math>, maka nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor tersebut dihitung lewat<math display="block"> \lambda = \frac{\mathbf{v}^* A\mathbf{v}}{\mathbf{v}^* \mathbf{v}}</math>dengan <math>\mathbf{v}^*</math> menyatakan [[transpos konjugat]] dari <math>\mathbf{v}</math>.


=== Metode modern ===
=== Metode modern ===
Metode yang efisien dan akurat untuk menghitung nilai dan vektor eigen dari sembarang matriks tidak diketahui, sampai saat [[algoritma QR]] berhasil dikembangkan pada tahun 1961. Algoritma dengan menggabungkan [[transformasi Householder]] dengan [[dekomposisi LU]] menghasilkan hampiran yang lebih baik ketimbang algoritma QR. Untuk [[matriks Hermite]] yang [[Matriks Rongga|rongga]], [[algoritma Lanczos]] adalah salah satu contoh metode iteratif yang efisien untuk menghitung nilai dan vektor eigen.
Metode yang efisien dan akurat untuk menghitung nilai dan vektor eigen dari sembarang matriks tidak diketahui, sampai saat [[algoritma QR]] berhasil dikembangkan pada tahun 1961.<ref>Lloyd N. Trefethen. [https://www.worldcat.org/oclc/36084666 Numerical linear algebra]. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.</ref> Algoritma dengan menggabungkan [[transformasi Householder]] dengan [[dekomposisi LU]] menghasilkan hampiran yang lebih baik ketimbang algoritma QR. Untuk [[matriks Hermite]] yang [[Matriks Rongga|rongga]], [[algoritma Lanczos]] adalah salah satu contoh metode iteratif yang efisien untuk menghitung nilai dan vektor eigen.<ref>Lloyd N. Trefethen. [https://www.worldcat.org/oclc/36084666 Numerical linear algebra]. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.</ref>


Banyak metode numerik yang menghitung nilai-nilai eigen dari matriks juga menghasilkan vektor-vektor eigen sebagai produk sampingan, tapi terkadang hal ini tidak dibutuhkan pada masalah yang dikerjakan, sehingga informasi vektor-vektor eigen ini langsung dibuang.
Banyak metode numerik yang menghitung nilai-nilai eigen dari matriks juga menghasilkan vektor-vektor eigen sebagai produk sampingan, tapi terkadang hal ini tidak dibutuhkan pada masalah yang dikerjakan, sehingga informasi vektor-vektor eigen ini langsung dibuang.
== Catatan kaki ==


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai+dan+vektor+eigen&oldid=29441846 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29441846 (2026-07-11T00:53:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai+dan+vektor+eigen&oldid=29441846 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29441846 (2026-07-11T00:53:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi per 24 Agustus 2026 22.56

Matriks A menyebabkan vektor \mathbf x memanjang tanpa mengubah arah vektor, maka \mathbf x merupakan vektor eigen dari A

Dalam aljabar linear, vektor eigen (eigenvector) atau vektor karakteristik dari suatu matriks berukuran n×n adalah vektor tak nol yang hanya mengalami perubahan panjang ketika dikali dengan matriks tersebut. Nilai eigen (eigenvalue) yang berasosiasi dengan vektor tersebut, umumnya dilambangkan dengan λ, menyatakan besar perubahan panjang vektor yang terjadi. Secara umum dalam ruang vektor multidimensi, vektor eigen tidak mengalami rotasi ketika ditransformasikan oleh matriks. Hal ini berlaku untuk matriks dengan elemen bilangan real, dan akan mengalami rotasi ketika elemen berupa bilangan kompleks.[1][2] Nilai eigen dan vektor eigen berguna dalam proses kalkulasi matriks, yang keduanya diterapkan dalam bidang matematika murni dan matematika terapan, contohnya pada transformasi linear.[3] Ruang eigen dari λ merupakan ruang vektor yang dibentuk dari gabungan vektor nol dan kumpulan vektor eigen yang berasosiasi dengan λ.[4]

Istilah eigen sering kali dipadankan dengan istilah karakteristik, karena kata "eigen" yang berasal dari bahasa Jerman memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat.[5]

Pendahuluan

Nilai eigen dan vektor eigen umum ditemukan ketika melakukan analisis mengenai pemetaan (transformasi) linear. Istilah "eigen" yang berasal dari bahasa Jerman memiliki arti "asli", dalam konteks menjadi ciri khas atau karakteristik dari suatu sifat.[6] Awalnya konsep ini digunakan untuk mempelajari sumbu utama (principal axes) dari gerakan rotasi pada benda tegar. Nilai eigen dan vektor eigen saat ini telah diterapkan dalam banyak bidang, sebagai contoh dalam teori stabilitas, analisis getaran, orbital atom, pengenalan wajah (facial recognition), dan diagonalisasi matriks.

Pada dasarnya, suatu vektor eigen 𝐯 dari pemetaan linear T adalah suatu vektor tak nol yang tidak berubah arah, ketika diterapkan oleh T. Menerapkan T ke vektor eigen hanya mengubah ukuran eigen vektor sebesar λ, yang disebut dengan nilai eigen. Kondisi ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagaiT(𝐯)=λ𝐯,yang disebut dengan persamaan nilai eigen atau persamaan eigen. Secara umum, λ dapat berupa sembarang skalar. Sebagai contoh, λ dapat bernilai negatif, yang mengartikan vektor eigen berbalik ketika dipetakan, atau bernilai nol, atau berupa bilangan kompleks.

Lukisan Mona Lisa berikut menyajikan ilustrasi sederhana mengenai hal ini. Setiap titik pada lukisan dapat direpresentasikan sebagai sebuah vektor yang berasal dari pusat lukisan ke titik tersebut. Pemetaan linear dalam contoh ini disebut transformasi peregangan/pergeseran (shear mapping). Titik-titik yang berada di atas akan bergeser ke kanan, dan titik-titik di bawah akan bergeser ke kiri; sebanding dengan seberapa jauh posisi mereka dari sumbu horizontal yang terletak di tengah lukisan. Sebagai akibatnya, setiap vektor akan miring ke kanan atau ke kiri, dan menjadi semakin panjang atau semakin pendek. Namun, titik-titik yang terletak di sumbu horizontal tidak bergeser (miring) sama sekali. Alhasil, semua vektor yang mengarah ke kiri atau ke kanan, tanpa memiliki komponen vertikal, adalah vektor eigen dari pemetaan ini; karena pemetaan tersebut tidak mengubah arah vektor. Lebih lanjut, vektor-vektor eigen ini memiliki nilai eigen sebesar 1, karena pemetaan juga tidak mengubah ukuran mereka.

Pemetaan linear dapat muncul dalam banyak bentuk dan memetakan banyak jenis ruang vektor, sehingga vektor eigen dapat memiliki rupa yang bermacam-macam. Sebagai contoh, pemetaan linear dapat berbentuk operator turunan seperti ddx, dan vektor eigen disebut sebagai fungsi eigen (eigenfunctions) yang mengalami penskalaan oleh operator tersebut; contohnya fungsiddxeλx=λeλx.Contoh lain, pemetaan linear dapat berbentuk matriks berukuran n×n, dan vektor eigen akan berupa matriks berukuran n×1. Jika pemetaan linear dinyatakan oleh matriks A berukuran n×n, persamaan nilai eigen dapat dituliskan sebagai perkalian matriksA𝐯=λ𝐯,dengan vektor eigen 𝐯 adalah matriks berukuran n×1. Untuk kasus matriks, nilai eigen dan vektor eigen dapat digunakan untuk mendekomposisi matriks tersebut, contohnya dengan mendiagonalisasinya.

Nilai eigen dan vektor eigen menghasilkan banyak konsep matematika yang berhubungan, dan istilah "eigen" ditambahkan ketika menamai mereka:

  • Himpunan vektor eigen dari pemetaan linear, masing-masing dipasangkan dengan nilai eigen mereka, disebut dengan sistem eigen (eigensystem) dari transformasi tersebut.[7][8]
  • Himpunan dari semua vektor eigen dari T yang berasosiasi dengan suatu nilai eigen, dan ditambah dengan vekotr nol, disebut dengan ruang eigen (eigenspace) atau ruang karakteristik dari T yang berasosiasi dengan nilai eigen tersebut.[9]
  • Jika suatu himpunan vektor eigen dari T membentuk sebuah basis bagi domain dari T, maka basis ini disebut basis eigen (eigen basis).

Definisi formal

Jika T adalah suatu pemetaan linear dari suatu ruang vektor V atas lapangan F ke dirinya sendiri, dan 𝐯 adalah vektor tak nol di V, maka 𝐯 adalah vektor eigen dari T jika T(𝐯) adalah suatu kelipatan skalar dari 𝐯. Hal ini dapat ditulis sebagai

T(𝐯)=λ𝐯,

dengan λ adalah suatu skalar di F, yang disebut dengan nilai eigen (eigenvalue), nilai karakteristik, atau akar karakteristik, yang berasosiasi dengan 𝐯.

Ada hubungan erat antara matriks persegi berukuran n×n dengan pemetaan linear dari ruang vektor berdimensi n ke dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan, dalam suatu ruang vektor berdimensi hingga, nilai eigen dan vektor eigen dapat didefinisikan menggunakan bahasa matriks, maupun menggunakan bahasa pemetaan linear.[10][11] Jika V berdimensi hingga, persamaan di atas setara dengan[12]

A𝐱=λ𝐱.

dengan A adalah representasi matriks dari T dan 𝐱 adalah vektor koordinat dari 𝐯.

Nilai dan vektor eigen dari matriks

Nilai eigen dan vektor eigen sering diperkenalkan ke murid dalam konteks kelas aljabar linear yang berfokus pada matriks.[13][14] Lebih lanjut, pemetaan linear atas ruang vektor hingga dapat dinyatakan menggunakan matriks,[15][16] yang umum digunakan secara numerik maupun komputasi.[17] Misalkan vektor berdimensi n yang dibentuk sebagai barisan n buah skalar; contohnya vektor berdimensi 3𝐱=[134]dan𝐲=[206080].Kedua vektor ini dikatakan saling berkelipatan skalar, atau paralel atau kolinear, jika terdapat skalar λ sehingga 𝐱=λ𝐲. Dalam kasus ini λ=120. Sekarang misalkan pemetaan linear dari vektor dimensi n yang didefinisikan oleh sebuah matriks A berukuran n×n,A𝐯=𝐰.Jika 𝐯 dan 𝐰 saling berkelipatan skalar, yakni jika terdapat λ sehinggamaka 𝐯 adalah vektor eigen dari pemetaan linear A dan skalar λ adalah nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor eigen tersebut. Persamaan () adalah persamaan nilai eigen untuk matriks A. Persamaan () juga dapat dinyatakan sebagaidengan I adalah matriks identitas dan 𝟎 adalah vektor nol.

Nilai eigen dan polinomial karakteristik

Persamaan () memiliki solusi tak nol 𝐯 jika dan hanya jika nilai determinan dari matriks (AλI) adalah nol. Dengan demikian, nilai-nilai eigen dari A adalah nilai-nilai λ yang memenuhi persamaan

Dengan menggunakan rumus Leibniz, ruas kiri pada Persamaan () dapat dijabarkan menjadi sebuah fungsi polinomial dengan variabel λ dan berderajat n, yakni ukuran dari matriks A. Koefisien-koefisien polinom ini bergantung pada entri-entri matriks A, kecuali suku berderajat n yang akan memiliki koefisien (1)n. Polinomial ini disebut sebagai polinomial karakteristik dari A. Persamaan () sendiri disebut sebagai persamaan karakteristik dari A.[18][19] Teorema dasar aljabar mengakibatkan polinomial karakteristik dari A, yang berderajat n, dapat difaktorkan sebagai perkalian n buah suku linear,

dengan setiap λi dapat berupa bilangan real, walau pada umumnya berupa kompleks. Nilai λ1,λ2,,λn, yang mungkin tidak semuanya unik, adalah akar-akar dari polinomial dan merupakan nilai eigen dari A.

Sebagai contoh singkat, yang akan dijelaskan pada bagian Contoh nanti, misalkan sebuah matriks

A=[2112].

Dengan menghitung determinan dari (AλI), didapatkan polinom karakteristik dari A yakni

|AλI|=|2λ112λ|=34λ+λ2.

Setelah mencari akar dari polinom ketika sama dengan nol, didapatkan akar λ=1 dan λ=3, yang selanjutnya merupakan nilai eigen dari A. Vektor eigen yang berasosiasi dengan masing-masing nilai eigen tersebut dapat ditentukan dengan menyelesaikan komponen 𝐯 di persamaan Dalam contoh ini, vektor eigen adalah sembarang kelipatan skalar (tak nol) dari𝐯λ=1=[11], dan𝐯λ=3=[11].Jika entri-entri dari matriks A berupa bilangan real, maka koefisien dari polinom karakteristik juga berupa bilangan real. Namun, nilai eigen sebagai solusi dari polinom tersebut mungkin memiliki bagian imajiner; entri-entri pada vektor eigen yang berasosiasi dengannya juga mungkin memiliki bagian imajiner. Serupa dengan itu, nilai eigen dapat berupa bilangan irasional walau semua entri dari A berupa bilangan rasional, atau bahkan jika semuanya berupa bilangan bulat.

Bagian imajiner dari akar pada polinomial real dengan koefisien-koefisien real dapat dikelompokkan dalam pasangan konjugat kompleks, yakni dengan anggotanya memiliki bagian real yang sama dan hanya berbeda tanda di bagian imajinernya. Jika polinom berderajat ganjil, maka teorema nilai antara mengatakan setidaknya satu akar akan berupa real. Dengan demikian, sembarang matriks real berukuran ganjil akan memiliki setidaknya satu nilai eigen real, sedangkan matriks real berukuran genap mungkin tidak memiliki satupun nilai eigen real. Vektor-vektor eigen yang berasosiasi dengan nilai-nilai eigen kompleks akan memiliki komponen kompleks, dan juga muncul dalam pasangan konjugat kompleks.

Kegandaan aljabar

Misalkan λi adalah nilai eigen dari suatu matriks A berukuran n×n. Kegandaan aljabar[20] (algebraic multiplicity) μA(λi) menyatakan bilangan k terbesar yang membuat (λλi)k dapat membagi habis polinomial karakteristik dari A.[21][22][23]

Jika A berdimensi n dan memiliki dn nilai eigen yang berbeda, Persamaan () dapat dinyatakan secara lebih ringkas sebagai |AλI|=(λ1λ)μA(λ1)(λ2λ)μA(λ2)(λdλ)μA(λd).Dalam kasus d=n, ruas kanan persamaan tersebut akan identik dengan Persamaan (). Nilai setiap kegandaan aljabar dari nilai-nilai eigen berhubungan dengan dimensi n dari matriks lewat persamaan

1μA(λi)n,μA=i=1dμA(λi)=n.Jika μA(λi)=1, maka λi dikatakan sebagai nilai eigen sederhana (simple eigenvalue).[24] Jika μA(λi) sama dengan kegandaan geometrik dari λi, yang dijelaskan pada bagian selanjutnya, maka λi dikatakan sebagai nilai eigen semi-sederhana (semisimple eigenvalue).

Ruang eigen, kegandaan geometrik, dan basis eigen bagi matriks

Misalkan λ adalah suatu nilai eigen dari matriks A berukuran n×n, dan himpunan E berisi semua vektor 𝐯 yang memenuhi Persamaan (),

E={𝐯:(AλI)𝐯=𝟎}.

Di satu sisi, himpunan ini adalah kernel atau ruang nol (nullspace) dari matriks (AλI). Di sisi lain, dari definisi, setiap vektor tak nol yang memenuhi Persamaan () adalah vektor-vektor eigen dari A yang berasosiasi dengan λ. Jadi, himpunan E adalah gabungan vektor nol dengan himpunan semua vektor eigen dari A yang berasosiasi dengan λ, sekaligus sama dengan kernel dari (AλI). Himpunan E disebut sebagai ruang eigen (eigenspace) dari A yang berasosiasi dengan λ.[25][26] Secara umum λ akan berupa bilangan kompleks dan vektor eigen akan berupa matriks kompleks berukuran n×1.

Ruang eigen E tertutup atas penjumlahan, karena E is adalah suatu subruang vektor (dari n). Dengan kata lain, untuk sembarang vektor 𝐮 dan 𝐯 anggota E, vektor 𝐮+𝐯 juga anggota E; atau secara ekuivalen, A(𝐮+𝐯)=λ(𝐮+𝐯). Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan sifat distributif perkalian matriks. Serupa dengan itu, E juga tertutup atas perkalian skalar. Artinya, jika 𝐯E dan α merupakan bilangan kompleks, maka (α𝐯)E; atau secara ekuivalen, A(α𝐯)=λ(α𝐯). Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan sifat komutatif perkalian matriks kompleks dengan bilangan kompleks. Selama 𝐮+𝐯 dan α𝐯 bukan vektor nol, mereka juga merupakan vektor eigen dari A yang berasosiasi dengan λ.

Dimensi dari ruang eigen E yang berasosiasi dengan λ, yakni banyaknya vektor eigen yang berasosiasi dengan λ dan saling bebas linear, disebut dengan kegandaan geometrik (geometric multiplicity) dari nilai eigen λ, disimbolkan dengan γA(λ). Karena E sama dengan kernel dari (AλI), maka kegandaan geometrik dari λ adalah dimensi dari kernel (AλI), juga disebut sebagai nolitas dari (AλI), dan berhubungan dengan dimensi dan rank dari (AλI) lewat persamaan

γA(λ)=nrank(AλI).

Sebagai akibat dari definisi nilai eigen dan vektor eigen, nilai kegandaan numerik dari suatu nilai eigen λ setidaknya sama dengan 1. Lebih lanjut, nilai kegandaan numerik dari λ tidak dapat melebihi nilai kegandaan aljabarnya; dan kegandaan aljabar tidak dapat melebihi dimensi dari matriks A. Secara matematis hal tersebut dapat ditulis sebagai1γA(λ)μA(λ)n

Untuk membuktikan pertidaksamaan γA(λ)μA(λ), pertimbangkan bahwa definisi kegandaan geometrik mengakibatkan eksistensi γA(λ) buah vektor eigen 𝒗1,,𝒗γA(λ) yang ortonormal, dan memenuhi A𝒗k=λ𝒗k. Kita dapat menemukan matriks (uniter) V yang γA(λ) kolom pertamanya adalah vektor-vektor eigen ini, dan kolom-kolom yang tersisa adalah sembarang himpunan nγA(λ) buah vektor ortonormal yang ortogonal dengan vektor-vektor eigen tadi. Maka V memiliki rank penuh sehingga memiliki invers, dan memenuhi persamaan AV=VD, dengan D adalah matriks yang blok bagian atas kirinya adalah matriks diagonal λIγA(λ). Hal ini mengimplikasikan (AξI)V=V(DξI). Dengan kata lain, AξI serupa dengan DξI, yang selanjutnya mengakibatkan det(AξI)=det(DξI). Namun dari definisi matriks D kita ketahui bahwa det(DξI) mengandung faktor (ξλ)γA(λ), yang mengartikan kegandaan aljabar dari λ harus memenuhi μA(λ)γA(λ).

Misalkan A memiliki dn nilai eigen unik λ1,,λd, dengan kegandaan geometrik dari λi adalah γA(λi). Total kegandaan geometrik dari A,

γA=i=1dγA(λi),dγAn,

adalah dimensi dari jumlah semua ruang eigen dari nilai-nilai eigen A; atau secara ekuivalen, adalah banyaknya vektor-vektor eigen dari A yang saling bebas linear. Jika γA=n, maka

  • Jumlah langsung semua ruang eigen dari nilai-nilai eigen A akan sama dengan ruang vektor n.
  • Suatu basis bagi n dapat dibentuk dari n buah eigen vektor dari A yang saling bebas linear; basis tersebut dikatakan sebagai basis eigen (eigenbasis)
  • Sembarang vektor di n dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor-vektor eigen dari A.

Sifat-sifat lain dari nilai eigen

Misalkan A adalah sembarang matriks berukuran n×n dengan entri berupa bilangan kompleks, dan memiliki nilai-nilai eigen λ1,,λn. Setiap nilai eigen muncul sebanyak μA(λi) kali di polinomial karakteristik matriks A, dengan μA(λi) menyatakan kegandaan numerik dari nilai eigen. Berikut beberapa hubungan yang dimiliki matriks dengan nilai-nilai eigennya:

  • Trace dari A, yang didefinisikan sebagai jumlah elemen-elemen diagonal utama pada matriks, bernilai sama dengan jumlah semua nilai eigen matriks tersebut,[27][28][29]tr(A)=i=1naii=i=1nλi=λ1+λ2++λn.
  • Determinan dari A adalah hasil perkalian semua nilai eigen matriks tersebut,[30][31][32]det(A)=i=1nλi=λ1λ2λn.
  • Nilai-nilai eigen dari matriks Ak, untuk sembarang bilangan bulat positif k, adalah λ1k,,λnk.
  • Matriks A dapat dibalik (memiliki invers) jika dan hanya jika tidak ada nilai eigennya yang bernilai nol.
  • Jika A terbalikkan, maka nilai-nilai eigen dari A1 adalah 1λ1,,1λn. Lebih lanjut, nilai eigen λi dari A dan nilai eigen 1λi dari A1 akan memiliki nilai kegandaan geometrik dan kegandaan aljabar yang sama.
  • Jika A sama dengan transpos konjugat dirinya, A, dengan kata lain A merupakan matriks Hermite, maka semua nilai eigennya bernilai real. Hal yang sama berlaku untuk sembarang matriks simetrik real.
  • Jika A merupakan matriks Hermite sekaligus bersifat definit positif, semidefinit positif, definit negatif, atau semidefinit negatif; maka berturut-turut, setiap nilai eigennya akan berupa bilangan positif, tak negatif, negatif, atau tak positif.
  • Jika A uniter, setiap nilei eigennya memiliki nilai mutlak |λi|=1.
  • Nilai-nilai eigen dari matriks I+A (dengan I adalah matriks identitas) adalah {λ1+1,,λk+1}. Lebih lanjut, jika α, nilai-nilai eigen dari αI+A adalah {λ1+α,,λk+α}. Secara umum untuk sembarang polinomial P, nilai-nilai eigen dari matriks P(A) adalah {P(λ1),,P(λk)}.

Identitas nilai dan vektor eigen

Untuk sembarang matriks Hermite, kuadrat norma dari komponen ke-j dari vektor eigen yang ternormalisasi dapat ditentukan hanya dengan menggunakan nilai-nilai eigen dari matriks dan nilai-nilai matriks minor yang bersesuaian,|vi,j|2=k(λiλk(Mj))ki(λiλk),

dengan Mj adalah submatriks yang dibentuk dengan menghilangkan baris dan kolom ke-j dari matriks awalnya.[33][34][35]

Contoh perhitungan nilai eigen dan vektor eigen

Contoh matriks dimensi dua

Misalkan sebuah matriks

A=[2112].

Gambar berikut menunjukkan efek dari transformasi oleh matriks pada titik-titik koordinat yang terletak pada bidang. Vektor-vektor eigen 𝐯 dari transformasi ini memenuhi Persamaan (), dan nilai-nilai eigennya adalah nilai-nilai λ yang menyebabkan determinan matriks (AλI) sama dengan nol. Dengan menghitung determinan, kita mendapatkan polinomial karakteristik dari A,

|AλI|=|[2112]λ[1001]|=|2λ112λ|=34λ+λ2=(λ3)(λ1).

Polinom karakteristik ini memiliki akar λ=1 dan λ=3, yang selanjutnya adalah dua nilai eigen dari A. Mensubtitusi λ=1 ke dalam Persamaan (), didapatkan

(AI)𝐯λ=1=[1111][v1v2]=[00]
1v1+1v2=0; 1v1+1v2=0

Sembarang vektor tak nol dengan v1=v2 akan memenuhi persamaan ini. Dengan demikian, dapat dipilih satu vektor,

𝐯λ=1=[v1v1]=[11]

sebagai vektor eigen dari A yang berasosiasi dengan λ=1; setiap kelipatan dari vektor ini juga merupakan vektor eigen. Sedangkan untuk λ=3, Persamaan () dapat ditulis menjadi

(A3I)𝐯λ=3=[1111][v1v2]=[00]1v1+1v2=0;1v11v2=0

Sembarang vektor tak nol dengan v1=v2 akan memenuhi persamaan ini. Dengan cara yang sama seperti di atas,𝐯λ=3=[v1v1]=[11]

adalah vektor eigen dari A yang berasosiasi dengan λ=3. Alhasil, vektor 𝐯λ=1 dan 𝐯λ=3 adalah vektor eigen dari A, yang masing-masing berasosiasi dengan λ=1 dan λ=3.

Rumus umum untuk nilai-nilai eigen dari matriks dimensi dua

Nilai-nilai eigen dari matriks real A=[abcd] adalah{2} \\ &= \frac{a + d}{2} \pm \frac{\sqrt{(a + d)^2 - 4 (ad - bc)}}{2} \end{align} </math>

Bentuk di dalam akar dapat diserdehanakan menjadi: (a+d)24(adbc)=a2+2ad+d24ad+4bc=a22ad+d2+4bc=(ad)2+4bc

Dengan sedikit perapian, λ=a+d2±(ad)2+4bc4=a+d2±14(ad)2+bc }}

λ=12(a+d)±(12(ad))2+bc=12(tr(A)±(tr(A)2)4det(A)).

Dengan tr() adalah operator trace. Nilai-nilai eigen akan selalu berupa bilangan real ketika b dan c memiliki tanda yang sama, karena nilai di dalam akar tidak akan bernilai negatif

Contoh matriks dimensi tiga

Misalkan sebuah matriks A dengan nilai entri-entri berikut,[36]

A=[0100014178]

Pertama-tama akan dihitung polinomial karakteristik f(λ) dari matriks A dengan menghitung ekspansi Laplace dari matriks (AλI)

f(λ)=det(AλI)=det(λ100λ14178λ)f(λ)=λ[λ1178λ]1[0148λ]+0[0λ417]=8λ2λ317λ+4

Persamaan karakteristik f(λ)=0 memiliki akar-akar λ1=4,λ2=2+3,λ3=23. Untuk λ1=4, subtitusi nilai eigen ke dalam Persamaan () akan menghasilkan

(Aλ1I)𝐯=𝟎[4100414174][v1v2v3]=[000]Operasi baris dasar atau teknik eliminasi sistem persamaan linear lainnya dapat diterapkan untuk mencari solusi persamaan tersebut. Alhasil, didapatkan vektor eigen λ1=4 adalah 𝐯λ1=[1416]𝖳, maupun kelipatan skalar dari vektor ini.

Contoh matriks dimensi tiga dengan nilai-nilai eigen kompleks

Misalkan sebuah matriks permutasi

A=[010001100].

Matriks ini akan menggeser koordinat vektor ke atas sebesar satu posisi, dan memindahkan koordinat pertama menjadi koordinat terakhir. Polinomial karakteristik matriks ini adalah 1λ3, yang memiliki akar-akar

λ1=1λ2=12+i32λ3=λ2=12i32

dengan i adalah unit imajiner yang memiliki sifat Untuk nilai eigen real λ1=1, sembarang vektor dengan semua entrinya bernilai sama adalah vektor eigen. Sebagai contoh,A[555]=1[555]=[555].

Sedangkan untuk dua nilai eigen lainnya, yang merupakan pasangan bilangan kompleks konjugat, akan memenuhi hubungan λ2λ3=1,λ22=λ3,λ32=λ2.Maka vektor eigen mereka masing-masing adalah A[1λ2λ3]=[λ2λ31]=λ2[1λ2λ3],dan A[1λ3λ2]=[λ3λ21]=λ3[1λ3λ2].Dengan demikian, dua vektor yang lain dari A merupakan vektor kompleks, yakni 𝐯λ2=[1λ2λ3]𝖳 dan 𝐯λ3=[1λ3λ2]𝖳 yang masing-masing berasosiasi dengan nilai eigen λ2 dan λ3. Dua vektor kompleks ini juga merupakan pasangan kompleks konjugat, karena 𝐯λ2=𝐯λ3.

Contoh matriks diagonal

Matriks dengan entri-entri tak nol hanya terletak sepanjang diagonal utama disebut dengan matriks diagonal. Nilai-nilai eigen dari matriks diagonal adalah nilai-nilai sepanjang diagonal utama matriks itu sendiri. Sebagai contoh, misalkan sebuah matriks A=[100020003].Polinomial karakteristik dari A adalah |AλI|=(1λ)(2λ)(3λ), yang memiliki akar-akar λ1=1, λ2=2, dan λ3=3. Akar-akar ini merupakan nilai-nilai eigen dari A, sekaligus terletak di diagonal utama matriks A. Setiap elemen diagonal utama berasosiasi dengan suatu vektor eigen yang memiliki komponen tidak nol hanya pada komponen yang sama dengan komponen elemen diagonal utama tersebut. Pada contoh ini, masing-masing nilai eigen berasosiasi dengan vektor-vektor eigen 𝐯λ1=[100]𝖳, 𝐯λ2=[010]𝖳, dan 𝐯λ3=[001]𝖳; maupun kelipatan skalar dari vektor-vektor ini.

Contoh matriks segitiga

Suatu matriks dengan semua entri di atas diagonal utama bernilai nol disebut dengan matriks segitiga bawah, sedangkan matriks dengan semua entri di bawah diagonal utama bernilai nol disebut dengan matriks segitiga atas. Sama seperti matriks diagonal, nilai-nilai eigen dari matriks segitiga terletak pada diagonal utama. Sebagai contoh, misalkan sebuah matriks segitiga bawah, A=[100120233].Polinomial karakteristik dari A adalah |AλI|=(1λ)(2λ)(3λ), yang memiliki akar-akar λ1=1, λ2=2, dan λ3=3. Nilai-nilai eigen ini masing-masing berasosiasi dengan vektor eigen 𝐯λ1=[221]𝖳, 𝐯λ2=[013]𝖳, dan 𝐯λ3=[001]𝖳; maupun kelipatan skalar dari vektor-vektor ini.

Contoh matriks dengan nilai eigen yang berulang

Serupa dengan contoh sebelumnya, matriks segitiga bawah A=[2000120001300013],memiliki polinomial karakteristik sebagai hasil perkalian elemen-elemen diagonal utamanya, yakni |AλI|=|2λ00012λ00013λ00013λ|=(2λ)2(3λ)2.Akar-akar dari polinomial ini, yang juga menjadi nilai-nilai eigen, adalah 2 dan 3. Kegandaan aljabar setiap nilai eigen adalah 2, karena mereka masing-masing merupakan akar ganda. Jumlah dari semua kegandaan aljabar adalah γa=4=n, yakni derajat polinomial karakteristik dan dimensi dari matriks A. Di sisi lain, kegandaan geometrik dari λ=2 hanya bernilai 1, karena ruang eigen dari nilai eigen ini hanya dibangun oleh sebuah vektor [0111]𝖳; mengakibatkan ruang eigen hanya berdimensi 1. Serupa dengan itu, kegandaan geometrik dari λ=3 juga bernilai 1 karena ruang eigennya hanya dibangun oleh sebuah vektor [0001]𝖳. Total kegandaan geometrik, γA, bernilai dua; ini adalah nilai terkecil yang mungkin bagi sembarang matriks dengan dua nilai eigen yang berbeda.

Sejarah

Nilai-nilai eigen umum diperkenalkan dalam konteks aljabar linear atau teori matriks. Namun secara historis, mereka muncul dalam studi mengenai bentuk kuadratik dan persamaan diferensial.

Pada abad ke-18, Leonhard Euler mempelajari gerakan rotasi dari benda tegar, dan menemukan pentingnya konsep poros utama (principal axes). Tepatnya tahun 1751, Leonhard Euler membuktikan bahwa setiap benda memiliki suatu poros rotasi utama (principal axis of rotation).[37] Hasil ini dikembangkan oleh Johann Andreas Segner, yang pada tahun 1755 membuktikan setiap benda memiliki tiga poros rotasi utama.[38][39] Joseph-Louis Lagrange selanjutnya menyadari bahwa poros-poros utama adalah vektor-vektor eigen dari matriks inersia.[40]

Pada awal abad ke-19, Augustin Louis Cauchy melihat bagaimana karya-karya mereka dapat digunakan untuk mengklasifikasi kurva kuadratik (quadric surfaces), lalu memperumumnya ke sembarang dimensi.[41] Karya tulis Cauchy juga berpengaruh terhadap perkembangan teori spektral pada awal tahun 1870.[42] Cauchy juga mencetuskan istilah racine caractéristique (akar karakteristik), yang sekarang disebut sebagai nilai eigen; istilah lain yang ia cetuskan dan masih bertahan saat ini adalah persamaan karakteristik.[43][44] Selanjutnya, Joseph Fourier menggunakan karya Lagrange dan Pierre-Simon Laplace untuk menyelesaikan persamaan panas dengan pemisahan variabel, dalam buku tahun 1822-nya yang terkenal, Théorie analytique de la chaleu (Teori analitik tentang panas).[45] Charles-François Sturm mengembangkan ide Fourier lebih jauh, dan menarik perhatian Cauchy, yang menggabungkan ide-ide mereka dengan idenya sendiri, dan menghasilkan bukti bahwa matriks simetrik real akan memiliki nilai-nilai eigen real.[46] Hasil ini diperumum oleh Charles Hermite pada tahun 1855, yang memperkenalkan matriks Hermite.[47]

Di saat yang bersamaan, Francesco Brioschi membuktikan nilai-nilai eigen dari matriks ortogonal terletak pada lingkaran satuan,[48] dan Alfred Clebsch menemukan bukti yang serupa untuk matriks skew-symmetric.[49] Karl Weierstrass mengklarifikasi aspek penting dalam teori stabilitas yang dibuat oleh Laplace, dengan membuktikan matriks defektif dapat menyebabkan ketidakstabilan.[50] Joseph Liouville mempelajari masalah-masalah nilai eigen yang mirip dengan masalah yang dikerjakan Sturm; menghasilkan disiplin ilmu yang saat ini dikenal dengan teori Sturm-Liouville.[51] Memasuki akhir abad ke-19, Schwarz mempelajari nilai eigen pertama dari persamaan Laplace secara umum, sedangkan Poincaré mempelajari persamaan Poisson beberapa tahun berikutnya.[52]

Di awal abad ke-20, David Hilbert mempelajari nilai-nilai eigen dari operator integral dengan menganggap operator tersebut sebagai matriks [dengan ukuran] tak berhingga.[53] Ia adalah yang pertama menggunakan kata German eigen, yang berarti "diri sendiri"[54] untuk menyebut nilai dan vektor eigen pada tahun 1904,[55][56] walau ada kemungkinan ia mengikuti istilah yang digunakan oleh Hermann von Helmholtz. Untuk beberapa waktu, istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah "proper value" (nilai yang tepat), tetapi istilah "eigenvalue" menjadi standar saat ini.[57] Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa memadankan istilah "eigenvalue" istilah "eigennilai".[58] Namun saat ini, istilah "nilai eigen" lebih populer digunakan.

Algoritma numerik pertama untuk menghitung nilai-nilai eigen dan vektor-vektor eigen muncul pada tahun 1929, saat Richard von Mises memublikasikan metode pangkat. Salah satu metode yang populer saat ini adalah algoritma QR, yang diusulkan secara terpisah oleh John G. F. Francis[59][60] dan Vera Kublanovskaya[61] pada tahun 1961.[62][63]

Metode penyelesaian

Teori tentang cara menentukan nilai dan vektor eigen, seperti yang disajikan dalam buku-buku aljabar linear dasar, umumnya tidak digunakan dalam praktiknya.

Metode klasik

Metode klasik bekerja dengan mencari nilai-nilai eigen terlebih dahulu, lalu menentukan vektor-vektor eigen untuk setiap nilai eigen. Dalam beberapa cara metode ini tidak sesuai untuk aritmetika non-eksak (non-exact arithmetics) seperti floating-point.

Nilai-nilai eigen dari suatu matriks A dapat ditentukan dengan mencari akar-akar polinomial karakteristik. Hal ini sederhana untuk matriks berukuran 2×2, tetapi kesulitan akan meningkat dengan sangat cepat sebanding dengan ukuran matriks. Dalam teori, koefisien-koefisien dari polinomial karakteristik dapat dihitung secara eksak karena mereka adalah hasil penjumlahan dari perkalian elemen-elemen matriks; lagipula ada beberapa algoritma yang dapat mencari akar-akar dari polinomial dengan sembarang derajat akurasi yang diinginkan.[64] Namun cara tidak dapat dilakukan dalam praktik karena koefisien-koefisien akan terkontaminasi dengan galat pembulatan, sedangkan akar-akar polinomial dapat sangat sensitif terhadap perubahan koefisien-koefisien (seperti yang dicontohkan pada polinomial Wilkinson).[65] Bahkan untuk matriks yang setiap entrinya berupa bilangan bulat, kalkulasi tetap membutuhkan banyak operasi penjumlahan.

Rumus aljabar untuk mencari akar-akar polinomial secara eksplisit hanya ada jika derajat polinomial n4. Berdasarkan teorema Abel-Ruffini, tidak ada rumus aljabar eksak yang eksplisit, untuk mencari akar-akar polinomial derajat 5 atau lebih. Hal ini menyebabkan nilai dan vektor eigen dari matriks berorde 5 atau lebih, perlu dicari sebagai hampiran/perkiraan dengan metode numerik. Bahkan rumus eksplisit untuk akar-akar polinomial derajat 3 sudah tidak praktis secara numerik.

Setelah nilai (eksak) dari nilai eigen diketahui, vektor-vektor yang berasosiasi dengannya dapat dicari dengan mencari solusi tak nol dari persamaan nilai eigen; dengan kata lain, menyelesaikan sebuah sistem persamaan linear.

Metode iteratif sederhana

Pendekatan sebaliknya, yakni dengan mencari vektor-vektor eigen lalu menentukan nilai eigen yang berasosiasi dengannya, ternyata lebih mudah dikerjakan oleh komputer. Algoritma yang paling sederhana dilakukan dengan mengambil sembarang vektor awal, lalu secara berulang mengalikannya dengan matriks A (dan secara opsional juga melakukan normalisasi agar ukuran vektor tetap wajar); hal ini akan membuat vektor menghampiri suatu vektor eigen. Iterasi invers sebagai salah satu variasi, mengalikan vektor dengan matriks hal ini menyebabkan vektor untuk menghampiri vektor eigen dengan nilai eigen yang nilainya sedekat mungkin dengan

Jika 𝐯 adalah (perkiraan hampiran yang bagus dari) sebuah vektor eigen dari A, maka nilai eigen yang berasosiasi dengan vektor tersebut dihitung lewatλ=𝐯A𝐯𝐯𝐯dengan 𝐯 menyatakan transpos konjugat dari 𝐯.

Metode modern

Metode yang efisien dan akurat untuk menghitung nilai dan vektor eigen dari sembarang matriks tidak diketahui, sampai saat algoritma QR berhasil dikembangkan pada tahun 1961.[66] Algoritma dengan menggabungkan transformasi Householder dengan dekomposisi LU menghasilkan hampiran yang lebih baik ketimbang algoritma QR. Untuk matriks Hermite yang rongga, algoritma Lanczos adalah salah satu contoh metode iteratif yang efisien untuk menghitung nilai dan vektor eigen.[67]

Banyak metode numerik yang menghitung nilai-nilai eigen dari matriks juga menghasilkan vektor-vektor eigen sebagai produk sampingan, tapi terkadang hal ini tidak dibutuhkan pada masalah yang dikerjakan, sehingga informasi vektor-vektor eigen ini langsung dibuang.

Referensi

  1. Kenneth Kuttler. Elementary Linear Algebra. The Saylor Foundation. 2012-01-10.
  2. Kuttler, Kenneth. 2012. Linear Algebra II: Spectral Theory and Abstract Vector Spaces. Ventus Publishing ApS. ISBN 978-87-403-0241-7
  3. Leon, Steven J. . 2001 . Aljabar Linear dan Aplikasinya, Edisi Kelima . Jakarta: Erlangga . ISBN 979-688-173-X
  4. Eric W. Weisstein. Eigenspace. mathworld.wolfram.com.
  5. Axler, Sheldon . 1997 . ‘’’Linear Algebra Done Right Second Edition’’’ . Springer-Verlag New York, Inc. . ISBN 0-387-98259-0
  6. Axler, Sheldon . 1997 . ‘’’Linear Algebra Done Right Second Edition’’’ . Springer-Verlag New York, Inc. . ISBN 0-387-98259-0
  7. William H. Press. Numerical recipes : the art of scientific computing. 2007. hlm. 536. ISBN 978-0-521-88407-5.
  8. Eric W. Weisstein. Eigenvector. mathworld.wolfram.com.
  9. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.
  10. Israel N. Herstein. Topics in algebra. Xerox College Publ. 1964. hlm. 228-229. ISBN 0-536-00257-6.
  11. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 38. ISBN 0-471-63178-7.
  12. Eric W. Weisstein. Eigenvalue. mathworld.wolfram.com.
  13. Cornell University Department of Mathematics (2016) Lower-Level Courses for Freshmen and Sophomores. Accessed on 2016-03-27.
  14. University of Michigan Mathematics (2016) Math Course Catalogue . Accessed on 2016-03-27.
  15. Israel N. Herstein. Topics in algebra. Xerox College Publ. 1964. hlm. 228-229. ISBN 0-536-00257-6.
  16. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 38. ISBN 0-471-63178-7.
  17. William H. Press. Numerical recipes : the art of scientific computing. 2007. hlm. 38. ISBN 978-0-521-88407-5.
  18. Kenneth Kuttler. Elementary Linear Algebra. The Saylor Foundation. 2012-01-10.
  19. K. R. Matthews. Elementary Linear Algebra. Department of Mathematics, University of Queensland. 2013.
  20. Glosarium. bahasasastra.kemdikbud.go.id.
  21. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.
  22. John B. Fraleigh. A first course in abstract algebra. Addison-Wesley Pub. Co. 1976. hlm. 358. ISBN 0-201-01984-1.
  23. Gene H. Golub. Matrix computations. Johns Hopkins University Press. 1996. hlm. 316. ISBN 0-8018-5413-X.
  24. Gene H. Golub. Matrix computations. Johns Hopkins University Press. 1996. hlm. 316. ISBN 0-8018-5413-X.
  25. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 107. ISBN 978-0-471-63178-1.
  26. Howard Anton. Elementary linear algebra. Wiley. 1987. hlm. 305-307. ISBN 0-471-84819-0.
  27. Raymond A. Beauregard. A first course in linear algebra; with optional introduction to groups, rings, and fields. Houghton Mifflin. 1973. hlm. 307. ISBN 0-395-14017-X.
  28. Israel N. Herstein. Topics in algebra. Xerox College Publ. 1964. hlm. 272. ISBN 0-536-00257-6.
  29. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 115-116. ISBN 0-471-63178-7.
  30. Raymond A. Beauregard. A first course in linear algebra; with optional introduction to groups, rings, and fields. Houghton Mifflin. 1973. hlm. 307. ISBN 0-395-14017-X.
  31. Evar D. Nering. Linear algebra and matrix theory. Wiley. 1970. hlm. 115-116. ISBN 0-471-63178-7.
  32. Israel N. Herstein. Topics in algebra. Xerox College Publ. 1964. hlm. 290. ISBN 0-536-00257-6.
  33. Peter B. Denton. Eigenvectors from eigenvalues: A survey of a basic identity in linear algebra. Bulletin of the American Mathematical Society. 2021-02-18. hlm. 1. doi:10.1090/bull/1722.
  34. Natalie Wolchover. Neutrinos Lead to Unexpected Discovery in Basic Math. Quanta Magazine. 2019-11-13.
  35. Piet Van Mieghem. Graph eigenvectors, fundamental weights and centrality metrics for nodes in networks. arXiv:1401.4580 [cond-mat, physics:physics]. 2016-03-14.
  36. Anton H., & Rorres C. 2005 . Elementary Linear Algebra: 9th edition . John Wiley and Sons. New York . ISBN 0-471-43329-2
  37. Leonhard Euler. Du mouvement d'un corps solide quelconque lorsqu'il tourne autour d'un axe mobile. Histoire de l'Académie royale des sciences et des belles lettres de Berlin. Oktober 1751. hlm. 176-227.
  38. Johann Andreas Segner. Specimen theoriae turbinum. Gebauer. 1755. hlm. xxviiii [29].
  39. A. Cayley. Report on the progress of the solution of certain special problems of dynamics. Report of the Thirty-second meeting of the British Association for the Advancement of Science. 1863. Vol. 32. hlm. 184–252.
  40. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  41. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  42. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  43. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.
  44. Augustin Cauchy. Mémoire sur l'intégration des équations linéaires. Comptes rendus de l'Académie des Sciences. 1839. Vol. 8. hlm. 827–830, 845–865, 889–907, 931–937.
  45. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 673. ISBN 0-19-501496-0.
  46. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  47. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.
  48. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  49. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 807-808. ISBN 0-19-501496-0.
  50. Thomas Hawkins. Cauchy and the spectral theory of matrices. Historia Mathematica. 1975-02-01. Vol. 2 (1). hlm. 1–29. doi:10.1016/0315-0860(75)90032-4.
  51. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 715-716. ISBN 0-19-501496-0.
  52. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 706-707. ISBN 0-19-501496-0.
  53. Morris Kline. Mathematical thought from ancient to modern times. 1972. hlm. 1063. ISBN 0-19-501496-0.
  54. Eigenvector and Eigenvalue. www.mathsisfun.com.
  55. David Hilbert. Grundzüge einer allgemeinen Theorie der linearen Integralgleichungen. (Erste Mitteilung). Nachrichten von der Gesellschaft der Wissenschaften zu Göttingen, Mathematisch-Physikalische Klasse (News of the Philosophical Society at Göttingen, mathematical-physical section). 1904. hlm. 49-91.
  56. John Aldrich. Earliest Known Uses of Some of the Words of Mathematics (E). jeff560.tripod.com.
  57. John Aldrich. Earliest Known Uses of Some of the Words of Mathematics (E). jeff560.tripod.com.
  58. Glosarium. bahasasastra.kemdikbud.go.id.
  59. J. G. F. Francis. The QR Transformation A Unitary Analogue to the LR Transformation--Part 1. The Computer Journal. 1961-03-01. Vol. 4 (3). hlm. 265–271. doi:10.1093/comjnl/4.3.265.
  60. J. G. F. Francis. The QR Transformation--Part 2. The Computer Journal. 1962-04-01. Vol. 4 (4). hlm. 332–345. doi:10.1093/comjnl/4.4.332.
  61. V.N. Kublanovskaya. On some algorithms for the solution of the complete eigenvalue problem. USSR Computational Mathematics and Mathematical Physics. 1962-01. Vol. 1 (3). hlm. 637–657. doi:10.1016/0041-5553(63)90168-X.
  62. Gene H. Golub. Matrix computations. Johns Hopkins University Press. 1996. ISBN 0-8018-5413-X.
  63. C. D. Meyer. Matrix analysis and applied linear algebra. Society for Industrial and Applied Mathematics. 2000. ISBN 0-89871-454-0.
  64. Lloyd N. Trefethen. Numerical linear algebra. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.
  65. Lloyd N. Trefethen. Numerical linear algebra. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.
  66. Lloyd N. Trefethen. Numerical linear algebra. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.
  67. Lloyd N. Trefethen. Numerical linear algebra. Society for Industrial and Applied Mathematics. 1997. ISBN 0-89871-361-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29441846 (2026-07-11T00:53:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.