Fungsi transendental: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28008213; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[matematika]], '''Fungsi transendental''' adalah [[fungsi analitik]] yang tidak memenuhi persamaan [[polinomial]], berbeda dengan [[fungsi aljabar]]. | Dalam [[matematika]], '''Fungsi transendental''' adalah [[fungsi analitik]] yang tidak memenuhi persamaan [[polinomial]], berbeda dengan [[fungsi aljabar]].<ref>E. J. Townsend, ''Functions of a Complex Variable'', 1915, [https://books.google.com/books?id=JDUNAAAAYAAJ&pg=PA300 p. 300]</ref><ref>Michiel Hazewinkel, ''Encyclopedia of Mathematics'', 1993, [https://books.google.com/books?id=1ttmCRCerVUC&pg=PA236 '''9''':236]</ref> | ||
Dengan kata lain, '''fungsi transendental''' "melampaui" [[aljabar]] yang tidak dapat diekspresikan dalam istilah urutan terbatas dari [[operasi aljabar]] penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, peningkatan pangkat, dan ekstraksi dari [[ekspresi radikal]]. | Dengan kata lain, '''fungsi transendental''' "melampaui" [[aljabar]] yang tidak dapat diekspresikan dalam istilah urutan terbatas dari [[operasi aljabar]] penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, peningkatan pangkat, dan ekstraksi dari [[ekspresi radikal]].<ref>'Transcendental function' ''[https://www.britannica.com/science/transcendental-function Encyclopedia Britannica] ''</ref> | ||
Contoh fungsi transendental termasuk [[fungsi eksponensial]], [[logaritma]], dan [[fungsi trigonometri]]. | Contoh fungsi transendental termasuk [[fungsi eksponensial]], [[logaritma]], dan [[fungsi trigonometri]]. | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Secara formal, [[fungsi analitik]] ƒ(''z'') dari satu variabel nyata atau kompleks ''z'' adalah transendental jika [[independen secara aljabar]] dari variabel itu. Ini dapat diperluas ke fungsi beberapa variabel. | Secara formal, [[fungsi analitik]] ƒ(''z'') dari satu variabel nyata atau kompleks ''z'' adalah transendental jika [[independen secara aljabar]] dari variabel itu.<ref>M. Waldschmidt, ''[https://books.google.com/books?id=Wrj0CAAAQBAJ&printsec=frontcover#v=onepage&q=transcendental&f=false Diophantine approximation on linear algebraic groups] '', Springer (2000).</ref> Ini dapat diperluas ke fungsi beberapa variabel. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Fungsi transendental [[sinus]] dan [[kosinus]] adalah [[tabel trigonometri|ditabulasi]] dari pengukuran fisik di zaman kuno, sebagaimana dibuktikan di Yunani ([[Hipparchus]]) dan [[India]] ([[jya]] dan [[koti-jya]]). Dalam mendeskripsikan [[tabel akord Ptolemy]], yang setara dengan tabel sinus, [[Olaf Pedersen]] menulis: | Fungsi transendental [[sinus]] dan [[kosinus]] adalah [[tabel trigonometri|ditabulasi]] dari pengukuran fisik di zaman kuno, sebagaimana dibuktikan di Yunani ([[Hipparchus]]) dan [[India]] ([[jya]] dan [[koti-jya]]). Dalam mendeskripsikan [[tabel akord Ptolemy]], yang setara dengan tabel sinus, [[Olaf Pedersen]] menulis: | ||
Pemahaman revolusioner tentang [[fungsi melingkar]] ini terjadi pada abad ke-17 dan dijelaskan oleh [[Leonhard Euler]] pada tahun 1748 dalam [[Pengantar Analisis Tak Hingga]]. Fungsi transendental kuno ini dikenal sebagai [[fungsi kontinu]] melalui [[kuadratur (matematika)|kuadratur]] dari [[hiperbola persegi panjang]] ''xy'' = 1 oleh [[Grégoire de Saint-Vincent]] pada tahun 1647, dua milenium setelah [[Archimedes]] memproduksi ''[[Quadrature dari Parabola]]''. | Pemahaman revolusioner tentang [[fungsi melingkar]] ini terjadi pada abad ke-17 dan dijelaskan oleh [[Leonhard Euler]] pada tahun 1748 dalam [[Pengantar Analisis Tak Hingga]]. Fungsi transendental kuno ini dikenal sebagai [[fungsi kontinu]] melalui [[kuadratur (matematika)|kuadratur]] dari [[hiperbola persegi panjang]] ''xy'' = 1 oleh [[Grégoire de Saint-Vincent]] pada tahun 1647, dua milenium setelah [[Archimedes]] memproduksi ''[[Quadrature dari Parabola]]''. | ||
| Baris 32: | Baris 31: | ||
== Fungsi aljabar dan transendental == | == Fungsi aljabar dan transendental == | ||
Fungsi transendental yang paling dikenal adalah [[logaritma]], [[fungsi eksponensial|eksponensial]] (dengan basis non-sepele), [[fungsi trigonometri|trigonometri]], dan [[fungsi hiperbolik]], dan [[fungsi invers|invers]] dari semua ini. Yang kurang familiar adalah [[fungsi khusus]] dari [[analisis matematika|analisis]], seperti [[fungsi gamma|gamma]], [[fungsi eliptik|eliptik]], dan [[fungsi zeta]] s, semuanya transendental. [[Fungsi hipergeometrik umum|hipergeometrik umum]] dan fungsi [[Fungsi Bessel|Bessel]] bersifat transendental secara umum, tetapi aljabar untuk beberapa nilai parameter khusus. | Fungsi transendental yang paling dikenal adalah [[logaritma]], [[fungsi eksponensial|eksponensial]] (dengan basis non-sepele), [[fungsi trigonometri|trigonometri]], dan [[fungsi hiperbolik]], dan [[fungsi invers|invers]] dari semua ini. Yang kurang familiar adalah [[fungsi khusus]] dari [[analisis matematika|analisis]], seperti [[fungsi gamma|gamma]], [[fungsi eliptik|eliptik]], dan [[fungsi zeta]] s, semuanya transendental. [[Fungsi hipergeometrik umum|hipergeometrik umum]] dan fungsi [[Fungsi Bessel|Bessel]] bersifat transendental secara umum, tetapi aljabar untuk beberapa nilai parameter khusus. | ||
Sebuah fungsi yang tidak transendental adalah '''aljabar'''. Contoh sederhana dari fungsi aljabar adalah fungsi [[fungsi rasional]] dan [[akar kuadrat]], tetapi secara umum, fungsi aljabar tidak dapat didefinisikan sebagai rumus hingga fungsi dasar. | Sebuah fungsi yang tidak transendental adalah '''aljabar'''. Contoh sederhana dari fungsi aljabar adalah fungsi [[fungsi rasional]] dan [[akar kuadrat]], tetapi secara umum, fungsi aljabar tidak dapat didefinisikan sebagai rumus hingga fungsi dasar.<ref>''cf.'' Teorema Abel–Ruffini</ref> | ||
[[Integral tak tentu]] dari banyak fungsi aljabar bersifat transendental. Misalnya, fungsi logaritma muncul dari [[invers perkalian]]. | [[Integral tak tentu]] dari banyak fungsi aljabar bersifat transendental. Misalnya, fungsi logaritma muncul dari [[invers perkalian]]. | ||
| Baris 43: | Baris 40: | ||
== Fungsi transendental transendental == | == Fungsi transendental transendental == | ||
Fungsi transendental yang paling dikenal, termasuk fungsi khusus [[Fisika matematis|fisika matematika]], adalah solusi dari [[persamaan diferensial aljabar]]. Mereka yang tidak, seperti fungsi [[fungsi gamma|gamma]] dan [[fungsi zeta|zeta]], disebut fungsi '' transendental transendental '' atau '' [[fungsi hipertransendental|hipertransendental]] ''.<ref>Lee A. Rubel. ''A Survey of Transcendentally Transcendental Functions''. ''The American Mathematical Monthly''. November 1989. Vol. 96. hlm. 777–788. doi:10.1080/00029890.1989.11972282.</ref> | |||
Fungsi transendental yang paling dikenal, termasuk fungsi khusus [[Fisika matematis|fisika matematika]], adalah solusi dari [[persamaan diferensial aljabar]]. Mereka yang tidak, seperti fungsi [[fungsi gamma|gamma]] dan [[fungsi zeta|zeta]], disebut fungsi '' transendental transendental '' atau '' [[fungsi hipertransendental|hipertransendental]] ''. | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 54: | Baris 50: | ||
*[[Fungsi rasional]] | *[[Fungsi rasional]] | ||
* [[Fungsi khusus]] | * [[Fungsi khusus]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
*[https://www.encyclopediaofmath.org/index.php/Transcendental_function Definition of "Transcendental function" in the Encyclopedia of Math] | *[https://www.encyclopediaofmath.org/index.php/Transcendental_function Definition of "Transcendental function" in the Encyclopedia of Math] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+transendental&oldid=28008213 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008213 (2025-10-16T08:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+transendental&oldid=28008213 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28008213 (2025-10-16T08:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.11
Dalam matematika, Fungsi transendental adalah fungsi analitik yang tidak memenuhi persamaan polinomial, berbeda dengan fungsi aljabar.[1][2] Dengan kata lain, fungsi transendental "melampaui" aljabar yang tidak dapat diekspresikan dalam istilah urutan terbatas dari operasi aljabar penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, peningkatan pangkat, dan ekstraksi dari ekspresi radikal.[3]
Contoh fungsi transendental termasuk fungsi eksponensial, logaritma, dan fungsi trigonometri.
Definisi
Secara formal, fungsi analitik ƒ(z) dari satu variabel nyata atau kompleks z adalah transendental jika independen secara aljabar dari variabel itu.[4] Ini dapat diperluas ke fungsi beberapa variabel.
Sejarah
Fungsi transendental sinus dan kosinus adalah ditabulasi dari pengukuran fisik di zaman kuno, sebagaimana dibuktikan di Yunani (Hipparchus) dan India (jya dan koti-jya). Dalam mendeskripsikan tabel akord Ptolemy, yang setara dengan tabel sinus, Olaf Pedersen menulis:
Pemahaman revolusioner tentang fungsi melingkar ini terjadi pada abad ke-17 dan dijelaskan oleh Leonhard Euler pada tahun 1748 dalam Pengantar Analisis Tak Hingga. Fungsi transendental kuno ini dikenal sebagai fungsi kontinu melalui kuadratur dari hiperbola persegi panjang xy = 1 oleh Grégoire de Saint-Vincent pada tahun 1647, dua milenium setelah Archimedes memproduksi Quadrature dari Parabola.
Area di bawah hiperbola terbukti memiliki properti penskalaan area konstan untuk rasio batas konstan. Fungsi logaritma hiperbolik yang dijelaskan adalah layanan terbatas sampai 1748 ketika Leonhard Euler mengaitkannya dengan fungsi di mana konstanta dinaikkan menjadi eksponen variabel, seperti fungsi eksponensial di mana konstanta basis adalah e. Dengan memperkenalkan fungsi transendental ini dan mencatat properti bijection yang menyiratkan sebuah fungsi invers, beberapa fasilitas disediakan untuk manipulasi aljabar dari logaritma natural meskipun itu bukan fungsi aljabar.
Fungsi eksponensial ditulis Euler mengidentifikasinya dengan deret tak himgga dimana k! menunjukkan faktorial dari k.
Suku genap dan ganjil dari deret ini memberikan jumlah yang menunjukkan cosh x dan sinh x, sehingga Fungsi hiperbolik s transendental ini dapat diubah menjadi fungsi melingkar sinus dan kosinus dengan memasukkan (−1) k ke dalam deret, menghasilkan deret bolak-balik. Setelah Euler, ahli matematika melihat sinus dan kosinus dengan cara ini untuk menghubungkan transendensi dengan fungsi logaritma dan eksponen, sering kali melalui rumus Euler dalam aritmetika bilangan kompleks.
Contoh
Fungsi berikut bersifat transendental:
Secara khusus, untuk ƒ2 jika kita menetapkan c sama dengan e, basis dari logaritma natural, maka kita mendapatkannya ex adalah fungsi transendental. Demikian pula, jika kita menyetel c sama dengan e di ƒ5, lalu kita dapatkan itu (yaitu, logaritma natural) adalah fungsi transendental.
Fungsi aljabar dan transendental
Fungsi transendental yang paling dikenal adalah logaritma, eksponensial (dengan basis non-sepele), trigonometri, dan fungsi hiperbolik, dan invers dari semua ini. Yang kurang familiar adalah fungsi khusus dari analisis, seperti gamma, eliptik, dan fungsi zeta s, semuanya transendental. hipergeometrik umum dan fungsi Bessel bersifat transendental secara umum, tetapi aljabar untuk beberapa nilai parameter khusus.
Sebuah fungsi yang tidak transendental adalah aljabar. Contoh sederhana dari fungsi aljabar adalah fungsi fungsi rasional dan akar kuadrat, tetapi secara umum, fungsi aljabar tidak dapat didefinisikan sebagai rumus hingga fungsi dasar.[5]
Integral tak tentu dari banyak fungsi aljabar bersifat transendental. Misalnya, fungsi logaritma muncul dari invers perkalian.
Aljabar diferensial memeriksa seberapa sering integrasi membuat fungsi yang secara aljabar tidak bergantung pada beberapa kelas, seperti ketika seseorang menggunakan polinomial dengan fungsi trigonometri sebagai variabel.
Fungsi transendental transendental
Fungsi transendental yang paling dikenal, termasuk fungsi khusus fisika matematika, adalah solusi dari persamaan diferensial aljabar. Mereka yang tidak, seperti fungsi gamma dan zeta, disebut fungsi transendental transendental atau hipertransendental .[6]
Lihat pula
- Fungsi kompleks
- Fungsi (matematika)
- Fungsi umum
- Daftar fungsi khusus dan eponim
- Daftar jenis fungsi
- Fungsi rasional
- Fungsi khusus
Pranala luar
Referensi
- ↑ E. J. Townsend, Functions of a Complex Variable, 1915, p. 300
- ↑ Michiel Hazewinkel, Encyclopedia of Mathematics, 1993, 9:236
- ↑ 'Transcendental function' Encyclopedia Britannica
- ↑ M. Waldschmidt, Diophantine approximation on linear algebraic groups , Springer (2000).
- ↑ cf. Teorema Abel–Ruffini
- ↑ Lee A. Rubel. A Survey of Transcendentally Transcendental Functions. The American Mathematical Monthly. November 1989. Vol. 96. hlm. 777–788. doi:10.1080/00029890.1989.11972282.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28008213 (2025-10-16T08:06:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.