Lompat ke isi

Sampel (statistika): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28593252; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sampel''' atau '''percontoh''' (terkadang disebut juga '''cuplikan''') merupakan bagian dari [[populasi]] yang dipelajari dalam suatu penelitian dan hasilnya akan dianggap menjadi gambaran bagi populasi asalnya, tetapi bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan [[gejala]] yang diamati. [[Ukuran]] dan [[keragaman]] sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara [[acak]] dan tidak acak.
[[File:Id_sampel_(statistik).JPG|thumb|right|280px|Id sampel (statistik)]]
 
'''Sampel''' atau '''percontoh'''<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata percontoh]. ''KBBI Daring''.</ref> (terkadang disebut juga '''cuplikan''') merupakan bagian dari [[populasi]] yang dipelajari dalam suatu penelitian dan hasilnya akan dianggap menjadi gambaran bagi populasi asalnya, tetapi bukan populasi itu sendiri.<ref>Reviere, Rebecca. 1996. ''Needs Assessment: A Creative and Practical Guide for Social Scienties.'' Taylor&Francis. ISBN 1-56032-376-0, 9781560323761. Page 50.</ref> Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan [[gejala]] yang diamati.<ref>[http://asprosbinareka.com/info.php?act=artDet&id=128 Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling] . Diakses 10 Mei 2010.</ref> [[Ukuran]] dan [[keragaman]] sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara [[acak]] dan tidak acak.<ref>[http://asprosbinareka.com/info.php?act=artDet&id=128 Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling] . Diakses 10 Mei 2010.</ref>


== Pengambilan acak ==
== Pengambilan acak ==
Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki [[kesempatan]] dan [[peluang]] yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada [[intervensi]] tertentu dari peneliti. Masing-masing jenis dari pengambilan acak ''probability sampling'' ini memiliki [[kelebihan]] dan [[kelemahan]] sendiri.
Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki [[kesempatan]] dan [[peluang]] yang sama untuk dipilih sebagai sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Tidak ada [[intervensi]] tertentu dari peneliti. Masing-masing jenis dari pengambilan acak ''probability sampling'' ini memiliki [[kelebihan]] dan [[kelemahan]] sendiri.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan acak sederhana ===
=== Pengambilan acak sederhana ===
Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan [[undian]] atau [[tabel angka acak]]. Tabel angka acak merupakan tabel yang dibuat dalam [[komputer]] berisi angka-angka yang terdiri dari [[kolom]] dan [[baris]], dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa [[pengembalian]]. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung ''standard error''. Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.
Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan [[undian]] atau [[tabel angka acak]].<ref>[http://www.socialresearchmethods.net/kb/sampprob.php ''Probability Sampling'']. Diakses 10 Mei 2010.</ref> Tabel angka acak merupakan tabel yang dibuat dalam [[komputer]] berisi angka-angka yang terdiri dari [[kolom]] dan [[baris]], dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa [[pengembalian]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel,<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> dan kemampuan menghitung ''standard error''.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan acak sistematis ===
=== Pengambilan acak sistematis ===
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang [[interval]] tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih [[praktis]] dan [[hemat]] dibanding dengan pengambilan acak sederhana. Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang [[heterogen]] karena tidak mampu menangkap keragaman populasi heterogen.
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang [[interval]] tertentu secara berurutan.<ref>[http://www.socialresearchmethods.net/kb/sampprob.php ''Probability Sampling'']. Diakses 10 Mei 2010.</ref> Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih [[praktis]] dan [[hemat]] dibanding dengan pengambilan acak sederhana.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang [[heterogen]] karena tidak mampu menangkap keragaman populasi heterogen.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan acak berdasarkan lapisan ===
=== Pengambilan acak berdasarkan lapisan ===
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki [[informasi]] dan [[data]] yang cukup tentang [[variasi]] populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang [[besar]] antar masing-masing [[strata]].
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.<ref>[http://www.socialresearchmethods.net/kb/sampprob.php ''Probability Sampling'']. Diakses 10 Mei 2010.</ref> Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki [[informasi]] dan [[data]] yang cukup tentang [[variasi]] populasi penelitian.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang [[besar]] antar masing-masing [[strata]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan acak berdasarkan area ===
=== Pengambilan acak berdasarkan area ===
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan [[area]]nya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan [[waktu]] yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan [[area]]nya.<ref>[http://www.socialresearchmethods.net/kb/sampprob.php ''Probability Sampling'']. Diakses 10 Mei 2010.</ref> Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.<ref>[http://www.socialresearchmethods.net/kb/sampprob.php ''Probability Sampling'']. Diakses 10 Mei 2010.</ref> Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan [[waktu]] yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


== Pengambilan tidak acak ==
== Pengambilan tidak acak ==
Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak di mana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel. Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasanya peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.
Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak di mana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 220-226.</ref> Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasanya peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.


=== Pengambilan sesaat ===
=== Pengambilan sesaat ===
Merupakan [[teknik]] pengambilan sampel yang dilakukan dengan [[tiba-tiba]] berdasarkan siapa yang ditemui oleh [[peneliti]]. Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat. Kelebihan dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
Merupakan [[teknik]] pengambilan sampel yang dilakukan dengan [[tiba-tiba]] berdasarkan siapa yang ditemui oleh [[peneliti]].<ref>[http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.csulb.edu/~msaintg/ppa696/696sampl.htm&ei=ybP-S_qoAYetrAf_w6y8Dg&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=8&ved=0CDQQ7gEwBw&prev=/search%3Fq%3Daccidental%2Bsampling%26hl%3Did ''Sampling'']. Diakses 28 Mei 2010.</ref> Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan menurut jumlah ===
=== Pengambilan menurut jumlah ===
Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan [[jumlah]] yang diinginkan oleh peneliti. Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal. Sedangkan, kekurangannya adalah [[bias]], belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan [[jumlah]] yang diinginkan oleh peneliti.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah [[bias]], belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan menurut tujuan ===
=== Pengambilan menurut tujuan ===
Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan [[pertimbangan]] tertentu dari peneliti. Kelebihan dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi. Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan [[pertimbangan]] tertentu dari peneliti.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


=== Pengambilan beruntun ===
=== Pengambilan beruntun ===
Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem [[jaringan]] [[responden]]. Mulai dari mewawancarai satu responden. Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti. Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang [[kredibel]] di bidangnya. Sedangkan, kekurangannya adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem [[jaringan]] [[responden]].<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Mulai dari mewawancarai satu responden.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang [[kredibel]] di bidangnya.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref> Sedangkan, kekurangannya adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.<ref>Neuman, W.Lawrence. 2006. ''Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach.'' USA:University of Wisconsin. Page 227-234.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sampel+%28statistika%29&oldid=28593252 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28593252 (2025-11-21T20:12:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sampel+%28statistika%29&oldid=28593252 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28593252 (2025-11-21T20:12:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.02

Id sampel (statistik)

Sampel atau percontoh[1] (terkadang disebut juga cuplikan) merupakan bagian dari populasi yang dipelajari dalam suatu penelitian dan hasilnya akan dianggap menjadi gambaran bagi populasi asalnya, tetapi bukan populasi itu sendiri.[2] Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.[3] Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak dan tidak acak.[4]

Pengambilan acak

Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.[5] Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti. Masing-masing jenis dari pengambilan acak probability sampling ini memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri.[6]

Pengambilan acak sederhana

Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka acak.[7] Tabel angka acak merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.[8] Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.[9] Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel,[10] dan kemampuan menghitung standard error.[11] Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.[12]

Pengambilan acak sistematis

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan.[13] Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.[14] Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.[15] Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sederhana.[16] Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampu menangkap keragaman populasi heterogen.[17]

Pengambilan acak berdasarkan lapisan

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.[18] Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.[19] Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian.[20] Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.[21]

Pengambilan acak berdasarkan area

Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya.[22] Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.[23] Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.[24] Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.[25]

Pengambilan tidak acak

Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak di mana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.[26] Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasanya peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.

Pengambilan sesaat

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti.[27] Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat.[28] Kelebihan dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel.[29] Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.[30]

Pengambilan menurut jumlah

Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.[31] Kelebihan dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.[32] Sedangkan, kekurangannya adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.[33]

Pengambilan menurut tujuan

Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti.[34] Kelebihan dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.[35] Sedangkan, kekurangannya adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.[36]

Pengambilan beruntun

Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden.[37] Mulai dari mewawancarai satu responden.[38] Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya.[39] Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.[40] Kelebihan dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya.[41] Sedangkan, kekurangannya adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.[42]

Referensi

  1. Arti kata percontoh. KBBI Daring.
  2. Reviere, Rebecca. 1996. Needs Assessment: A Creative and Practical Guide for Social Scienties. Taylor&Francis. ISBN 1-56032-376-0, 9781560323761. Page 50.
  3. Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling . Diakses 10 Mei 2010.
  4. Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling . Diakses 10 Mei 2010.
  5. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  6. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  7. Probability Sampling. Diakses 10 Mei 2010.
  8. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  9. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  10. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  11. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  12. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  13. Probability Sampling. Diakses 10 Mei 2010.
  14. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  15. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  16. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  17. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  18. Probability Sampling. Diakses 10 Mei 2010.
  19. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  20. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  21. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  22. Probability Sampling. Diakses 10 Mei 2010.
  23. Probability Sampling. Diakses 10 Mei 2010.
  24. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  25. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  26. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 220-226.
  27. Sampling. Diakses 28 Mei 2010.
  28. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  29. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  30. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  31. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  32. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  33. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  34. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  35. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  36. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  37. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  38. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  39. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  40. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  41. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.
  42. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin. Page 227-234.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28593252 (2025-11-21T20:12:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.