Penelitian murni: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28059574; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Penelitian murni''' adalah salah satu jenis [[penelitian sosial]] yang memiliki [[orientasi]] pada bidang [[akademis]]. Jenis penelitian ini tidak bertujuan untuk memberikan solusi atas suatu masalah atau [[fenomena sosial]] tertentu. Ciri utama dari penelitian ini adalah banyak digunakan dalam lingkup akademis, memiliki tingkat [[abstrak]] yang [[tinggi]], [[manfaat]]nya tidak dapat dirasakan secara langsung, serta mengembangkan [[ide]], [[teori]], atau [[gagasan]]. | [[File:Periodic_Table_Radioactivity.svg|thumb|right|280px|Periodic Table Radioactivity]] | ||
'''Penelitian murni''' adalah salah satu jenis [[penelitian sosial]] yang memiliki [[orientasi]] pada bidang [[akademis]].<ref>[http://ab-fisip-upnyk.com/files/Konsep%20Dasar%20Penelitian.pdf ''Konsep Dasar''] . Diakses 8 Juni 2010.</ref> Jenis penelitian ini tidak bertujuan untuk memberikan solusi atas suatu masalah atau [[fenomena sosial]] tertentu.<ref>[http://ab-fisip-upnyk.com/files/Konsep%20Dasar%20Penelitian.pdf ''Konsep Dasar''] . Diakses 8 Juni 2010.</ref> Ciri utama dari penelitian ini adalah banyak digunakan dalam lingkup akademis, memiliki tingkat [[abstrak]] yang [[tinggi]], [[manfaat]]nya tidak dapat dirasakan secara langsung, serta mengembangkan [[ide]], [[teori]], atau [[gagasan]].<ref>[http://ab-fisip-upnyk.com/files/Konsep%20Dasar%20Penelitian.pdf ''Konsep Dasar''] . Diakses 8 Juni 2010.</ref> | |||
== Kelebihan dan kekurangan == | == Kelebihan dan kekurangan == | ||
Kelebihan dari penelitian murni adalah dapat dijadikan fondasi dalam pembuatan [[kebijakan]] dan dapat digunakan sebagai [[dasar pemikiran]] dalam [[pemecahan masalah]]. Sedangkan, kelemahannya adalah [[waktu]] dan [[dana]] yang diperlukan untuk mengadakan penelitian ini relatif lama, serta dinilai cenderung kurang [[efektif]] karena manfaatnya baru dapat dirasakan dalam [[jangka panjang]]. | Kelebihan dari penelitian murni adalah dapat dijadikan fondasi dalam pembuatan [[kebijakan]] dan dapat digunakan sebagai [[dasar pemikiran]] dalam [[pemecahan masalah]].<ref>[http://ab-fisip-upnyk.com/files/Konsep%20Dasar%20Penelitian.pdf ''Penelitian dan Peranannya dalam Ilmu''] . Diakses 8 Juni 2010.</ref> Sedangkan, kelemahannya adalah [[waktu]] dan [[dana]] yang diperlukan untuk mengadakan penelitian ini relatif lama, serta dinilai cenderung kurang [[efektif]] karena manfaatnya baru dapat dirasakan dalam [[jangka panjang]].<ref>[http://ab-fisip-upnyk.com/files/Konsep%20Dasar%20Penelitian.pdf ''Penelitian dan Peranannya dalam Ilmu''] . Diakses 8 Juni 2010.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
[ | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penelitian+murni&oldid=28059574 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28059574 (2025-10-17T09:13:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 08.59

Penelitian murni adalah salah satu jenis penelitian sosial yang memiliki orientasi pada bidang akademis.[1] Jenis penelitian ini tidak bertujuan untuk memberikan solusi atas suatu masalah atau fenomena sosial tertentu.[2] Ciri utama dari penelitian ini adalah banyak digunakan dalam lingkup akademis, memiliki tingkat abstrak yang tinggi, manfaatnya tidak dapat dirasakan secara langsung, serta mengembangkan ide, teori, atau gagasan.[3]
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan dari penelitian murni adalah dapat dijadikan fondasi dalam pembuatan kebijakan dan dapat digunakan sebagai dasar pemikiran dalam pemecahan masalah.[4] Sedangkan, kelemahannya adalah waktu dan dana yang diperlukan untuk mengadakan penelitian ini relatif lama, serta dinilai cenderung kurang efektif karena manfaatnya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.[5]
Referensi
- ↑ Konsep Dasar . Diakses 8 Juni 2010.
- ↑ Konsep Dasar . Diakses 8 Juni 2010.
- ↑ Konsep Dasar . Diakses 8 Juni 2010.
- ↑ Penelitian dan Peranannya dalam Ilmu . Diakses 8 Juni 2010.
- ↑ Penelitian dan Peranannya dalam Ilmu . Diakses 8 Juni 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28059574 (2025-10-17T09:13:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.