Lompat ke isi

Kristal waktu: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29567147; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[fisika benda terkondensasi]], '''kristal waktu''' adalah [[mekanika kuantum|sistem kuantum]] partikel yang salah satu [[tingkat energi]] terendahnya tercapai saat partikel-partikelnya mengalami gerakan berulang. Sistem semacam ini tidak dapat kehilangan energinya ke lingkungan, dan berhenti karena sudah berada dalam [[keadaan dasar]] kuantumnya. Jadi, gerakan partikel tidak benar-benar mewakili [[energi kinetik]] selayaknya bentuk gerakan lain, ia justru memiliki "gerakan tanpa energi". Keberadaan kristal waktu pertama kali diusulkan secara teoretis oleh [[Frank Wilczek]] pada tahun 2012. Kristal waktu merupakan [[analogi]] dari benda [[kristal]], tetapi berada dalam dimensi [[waktu]], alih-alih tersusun secara berulang dalam dimensi [[ruang]] seperti kristal pada umumnya. Beberapa kelompok berbeda telah mendemonstrasikan materi dengan evolusi periodik yang stabil dalam sistem yang bergerak secara periodik. Dalam implementasi praktikal, kristal waktu suatu hari nanti mungkin dapat dimanfaatkan dalam teknologi [[memori kuantum]].
Dalam [[fisika benda terkondensasi]], '''kristal waktu''' adalah [[mekanika kuantum|sistem kuantum]] partikel yang salah satu [[tingkat energi]] terendahnya tercapai saat partikel-partikelnya mengalami gerakan berulang. Sistem semacam ini tidak dapat kehilangan energinya ke lingkungan, dan berhenti karena sudah berada dalam [[keadaan dasar]] kuantumnya. Jadi, gerakan partikel tidak benar-benar mewakili [[energi kinetik]] selayaknya bentuk gerakan lain, ia justru memiliki "gerakan tanpa energi". Keberadaan kristal waktu pertama kali diusulkan secara teoretis oleh [[Frank Wilczek]] pada tahun 2012. Kristal waktu merupakan [[analogi]] dari benda [[kristal]], tetapi berada dalam dimensi [[waktu]], alih-alih tersusun secara berulang dalam dimensi [[ruang]] seperti kristal pada umumnya. Beberapa kelompok berbeda telah mendemonstrasikan materi dengan evolusi periodik yang stabil dalam sistem yang bergerak secara periodik.<ref>Jakub Zakrzewski. [http://physics.aps.org/articles/v5/116 Viewpoint: Crystals of Time]. ''physics.aps.org''. APS Physics. 15 October 2012.</ref><ref>Krzysztof Sacha. ''Modeling spontaneous breaking of time-translation symmetry''. ''Physical Review A''. 2015. Vol. 91 (3). hlm. 033617. doi:10.1103/PhysRevA.91.033617.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristal+waktu&oldid=29567147 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>.</ref><ref>Phil Richerme. [https://physics.aps.org/articles/v10/5 How to Create a Time Crystal]. ''Physics''. American Physical Society. January 18, 2017. Vol. 10. hlm. 5. doi:10.1103/Physics.10.5.</ref> Dalam implementasi praktikal, kristal waktu suatu hari nanti mungkin dapat dimanfaatkan dalam teknologi [[memori kuantum]].<ref>[https://www.technologyreview.com/2016/10/04/157185/physicists-create-worlds-first-time-crystal/ Physicists Create World's First Time Crystal].</ref>


Pembentukan kristal di alam merupakan manifestasi dari [[pemutusan simetri]] spontan, yang terjadi ketika keadaan energi terendah dari suatu sistem kurang simetris dibandingkan persamaan yang mengatur sistem tersebut. Dalam keadaan dasar kristal, [[simetri translasi]] kontinu dalam ruang akan rusak dan digantikan oleh simetri diskrit yang lebih rendah dari kristal periodik. [[Hukum fisika]] sebenarnya bersifat simetris di bawah translasi berkesinambungan dalam [[ruang dan waktu]]. Namun, pada tahun 2012 muncul sebuah pertanyan mengenai kemungkinan untuk dengan sementara mematahkan simetri ini, dan menciptakan "kristal waktu" yang tahan terhadap [[entropi]].
Pembentukan kristal di alam merupakan manifestasi dari [[pemutusan simetri]] spontan, yang terjadi ketika keadaan energi terendah dari suatu sistem kurang simetris dibandingkan persamaan yang mengatur sistem tersebut. Dalam keadaan dasar kristal, [[simetri translasi]] kontinu dalam ruang akan rusak dan digantikan oleh simetri diskrit yang lebih rendah dari kristal periodik. [[Hukum fisika]] sebenarnya bersifat simetris di bawah translasi berkesinambungan dalam [[ruang dan waktu]]. Namun, pada tahun 2012 muncul sebuah pertanyan mengenai kemungkinan untuk dengan sementara mematahkan simetri ini, dan menciptakan "kristal waktu" yang tahan terhadap [[entropi]].<ref>Jakub Zakrzewski. [http://physics.aps.org/articles/v5/116 Viewpoint: Crystals of Time]. ''physics.aps.org''. APS Physics. 15 October 2012.</ref>


Jika simetri translasi waktu diskrit rusak (yang dapat diwujudkan dalam sistem yang digerakkan secara berkala), maka sistem tersebut disebut sebagai kristal waktu diskrit. Sebuah kristal waktu diskrit tidak akan pernah mencapai [[kesetimbangan termal]], karena merupakan jenis materi atau fase materi tak setimbang. Pemutusan simetri waktu hanya dapat terjadi pada sistem yang tak setimbang. Kristal waktu diskrit sebenarnya telah diamati di laboratorium fisika sejak tahun 2016 (hasil penelitiannya diterbitkan pada tahun 2017). Salah satu contoh kristal waktu yang menunjukkan ketidakseimbangan dengan simetri waktu rusak adalah cincin ion bermuatan yang terus berputar dalam keadaan energi terendah.
Jika simetri translasi waktu diskrit rusak (yang dapat diwujudkan dalam sistem yang digerakkan secara berkala), maka sistem tersebut disebut sebagai kristal waktu diskrit. Sebuah kristal waktu diskrit tidak akan pernah mencapai [[kesetimbangan termal]], karena merupakan jenis materi atau fase materi tak setimbang. Pemutusan simetri waktu hanya dapat terjadi pada sistem yang tak setimbang.<ref>Phil Richerme. [https://physics.aps.org/articles/v10/5 How to Create a Time Crystal]. ''Physics''. American Physical Society. January 18, 2017. Vol. 10. hlm. 5. doi:10.1103/Physics.10.5.</ref> Kristal waktu diskrit sebenarnya telah diamati di laboratorium fisika sejak tahun 2016 (hasil penelitiannya diterbitkan pada tahun 2017). Salah satu contoh kristal waktu yang menunjukkan ketidakseimbangan dengan simetri waktu rusak adalah cincin ion bermuatan yang terus berputar dalam keadaan energi terendah.<ref>[https://www.technologyreview.com/2016/10/04/157185/physicists-create-worlds-first-time-crystal/ Physicists Create World's First Time Crystal].</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Gagasan mengenai kristal waktu terkuantisasi pertama kali dicetuskan pada tahun 2012 oleh Frank Wilczek, peraih penghargaan Nobel dan profesor di MIT. Pada tahun 2013, Xiang Zhang, seorang insinyur [[nanoteknologi]] di University of California, Berkeley, dan timnya mengungkapkan gagasan mengenai pembuatan kristal waktu dalam bentuk cincin ion bermuatan yang terus berputar.
Gagasan mengenai kristal waktu terkuantisasi pertama kali dicetuskan pada tahun 2012 oleh Frank Wilczek,<ref>Frank Wilczek. ''Quantum Time Crystals''. ''Physical Review Letters''. 2012. Vol. 109 (16). hlm. 160401. doi:10.1103/PhysRevLett.109.160401.</ref><ref>Alfred Shapere. ''Classical Time Crystals''. ''Physical Review Letters''. 2012. Vol. 109 (16). hlm. 160402. doi:10.1103/PhysRevLett.109.160402.</ref> peraih penghargaan Nobel dan profesor di MIT. Pada tahun 2013, Xiang Zhang, seorang insinyur [[nanoteknologi]] di University of California, Berkeley, dan timnya mengungkapkan gagasan mengenai pembuatan kristal waktu dalam bentuk cincin ion bermuatan yang terus berputar.<ref>See .</ref><ref>Natalie Wolchover. [https://www.quantamagazine.org/20130425-perpetual-motion-test-could-amend-theory-of-time/# Perpetual Motion Test Could Amend Theory of Time]. ''quantamagazine.org''. Simons Foundation. 25 April 2013.</ref>
 
Menanggapi Wilczek dan Zhang, [[Patrick Bruno]] ([[European Synchrotron Radiation Facility]]) dan [[Masaki Oshikawa]] ([[Universitas Tokyo]]) menerbitkan beberapa artikel yang menyatakan bahwa kristal ruang-waktu mustahil untuk diciptakan.
 
==Referensi==
 
 
===Artikel akademik===
 
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
 
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
 
 
===Buku===
 
 
*
 
 
===Pers===
 
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*


Menanggapi Wilczek dan Zhang, [[Patrick Bruno]] ([[European Synchrotron Radiation Facility]]) dan [[Masaki Oshikawa]] ([[Universitas Tokyo]]) menerbitkan beberapa artikel yang menyatakan bahwa kristal ruang-waktu mustahil untuk diciptakan.<ref>See and .</ref><ref>Jessica Thomas. [http://physics.aps.org/articles/v6/31 Notes from the Editors: The Aftermath of a Controversial Idea]. ''physics.aps.org''. APS Physics. 15 March 2013.</ref>


==Pranala luar==
==Pranala luar==
Baris 82: Baris 17:
* [https://chaos.if.uj.edu.pl/~sacha/index.html Krzysztof Sacha] at [[Jagiellonian University in Krakow]]
* [https://chaos.if.uj.edu.pl/~sacha/index.html Krzysztof Sacha] at [[Jagiellonian University in Krakow]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristal+waktu&oldid=29567147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29567147 (2026-08-12T16:50:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kristal+waktu&oldid=29567147 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29567147 (2026-08-12T16:50:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.56

Dalam fisika benda terkondensasi, kristal waktu adalah sistem kuantum partikel yang salah satu tingkat energi terendahnya tercapai saat partikel-partikelnya mengalami gerakan berulang. Sistem semacam ini tidak dapat kehilangan energinya ke lingkungan, dan berhenti karena sudah berada dalam keadaan dasar kuantumnya. Jadi, gerakan partikel tidak benar-benar mewakili energi kinetik selayaknya bentuk gerakan lain, ia justru memiliki "gerakan tanpa energi". Keberadaan kristal waktu pertama kali diusulkan secara teoretis oleh Frank Wilczek pada tahun 2012. Kristal waktu merupakan analogi dari benda kristal, tetapi berada dalam dimensi waktu, alih-alih tersusun secara berulang dalam dimensi ruang seperti kristal pada umumnya. Beberapa kelompok berbeda telah mendemonstrasikan materi dengan evolusi periodik yang stabil dalam sistem yang bergerak secara periodik.[1][2][3][4][5] Dalam implementasi praktikal, kristal waktu suatu hari nanti mungkin dapat dimanfaatkan dalam teknologi memori kuantum.[6]

Pembentukan kristal di alam merupakan manifestasi dari pemutusan simetri spontan, yang terjadi ketika keadaan energi terendah dari suatu sistem kurang simetris dibandingkan persamaan yang mengatur sistem tersebut. Dalam keadaan dasar kristal, simetri translasi kontinu dalam ruang akan rusak dan digantikan oleh simetri diskrit yang lebih rendah dari kristal periodik. Hukum fisika sebenarnya bersifat simetris di bawah translasi berkesinambungan dalam ruang dan waktu. Namun, pada tahun 2012 muncul sebuah pertanyan mengenai kemungkinan untuk dengan sementara mematahkan simetri ini, dan menciptakan "kristal waktu" yang tahan terhadap entropi.[7]

Jika simetri translasi waktu diskrit rusak (yang dapat diwujudkan dalam sistem yang digerakkan secara berkala), maka sistem tersebut disebut sebagai kristal waktu diskrit. Sebuah kristal waktu diskrit tidak akan pernah mencapai kesetimbangan termal, karena merupakan jenis materi atau fase materi tak setimbang. Pemutusan simetri waktu hanya dapat terjadi pada sistem yang tak setimbang.[8] Kristal waktu diskrit sebenarnya telah diamati di laboratorium fisika sejak tahun 2016 (hasil penelitiannya diterbitkan pada tahun 2017). Salah satu contoh kristal waktu yang menunjukkan ketidakseimbangan dengan simetri waktu rusak adalah cincin ion bermuatan yang terus berputar dalam keadaan energi terendah.[9]

Sejarah

Gagasan mengenai kristal waktu terkuantisasi pertama kali dicetuskan pada tahun 2012 oleh Frank Wilczek,[10][11] peraih penghargaan Nobel dan profesor di MIT. Pada tahun 2013, Xiang Zhang, seorang insinyur nanoteknologi di University of California, Berkeley, dan timnya mengungkapkan gagasan mengenai pembuatan kristal waktu dalam bentuk cincin ion bermuatan yang terus berputar.[12][13]

Menanggapi Wilczek dan Zhang, Patrick Bruno (European Synchrotron Radiation Facility) dan Masaki Oshikawa (Universitas Tokyo) menerbitkan beberapa artikel yang menyatakan bahwa kristal ruang-waktu mustahil untuk diciptakan.[14][15]

Pranala luar

Referensi

  1. Jakub Zakrzewski. Viewpoint: Crystals of Time. physics.aps.org. APS Physics. 15 October 2012.
  2. Krzysztof Sacha. Modeling spontaneous breaking of time-translation symmetry. Physical Review A. 2015. Vol. 91 (3). hlm. 033617. doi:10.1103/PhysRevA.91.033617.
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. .
  5. Phil Richerme. How to Create a Time Crystal. Physics. American Physical Society. January 18, 2017. Vol. 10. hlm. 5. doi:10.1103/Physics.10.5.
  6. Physicists Create World's First Time Crystal.
  7. Jakub Zakrzewski. Viewpoint: Crystals of Time. physics.aps.org. APS Physics. 15 October 2012.
  8. Phil Richerme. How to Create a Time Crystal. Physics. American Physical Society. January 18, 2017. Vol. 10. hlm. 5. doi:10.1103/Physics.10.5.
  9. Physicists Create World's First Time Crystal.
  10. Frank Wilczek. Quantum Time Crystals. Physical Review Letters. 2012. Vol. 109 (16). hlm. 160401. doi:10.1103/PhysRevLett.109.160401.
  11. Alfred Shapere. Classical Time Crystals. Physical Review Letters. 2012. Vol. 109 (16). hlm. 160402. doi:10.1103/PhysRevLett.109.160402.
  12. See .
  13. Natalie Wolchover. Perpetual Motion Test Could Amend Theory of Time. quantamagazine.org. Simons Foundation. 25 April 2013.
  14. See and .
  15. Jessica Thomas. Notes from the Editors: The Aftermath of a Controversial Idea. physics.aps.org. APS Physics. 15 March 2013.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29567147 (2026-08-12T16:50:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.