Lompat ke isi

Hukum Weber–Fechner: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29397814; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Weber-Fechner_law_demo_-_dots.svg|thumb|right|280px|Ilustrasi hukum Weber-Fechner. Di setiap sisi, kotak bawah berisi 10 titik lebih banyak daripada yang atas. Namun persepsinya berbeda: Di sisi kiri, perbedaan antara kotak atas dan bawah terlihat jelas. Di sisi kanan, kedua kotak terlihat hampir sama]]
'''Hukum''' '''Weber-Fechner''' adalah dua [[hipotesis]] terkait di bidang [[psikofisika]], yang dikenal sebagai hukum Weber dan hukum Fechner. Kedua [[Hukum ilmiah|hukum]] tersebut berhubungan dengan persepsi manusia, terlebih lagi menyangkut perubahan aktual dalam [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] fisik dan perubahan yang dirasakan. Ini termasuk rangsangan untuk semua indera: penglihatan, pendengaran, rasa, sentuhan, dan [[penciuman]].
'''Hukum''' '''Weber-Fechner''' adalah dua [[hipotesis]] terkait di bidang [[psikofisika]], yang dikenal sebagai hukum Weber dan hukum Fechner. Kedua [[Hukum ilmiah|hukum]] tersebut berhubungan dengan persepsi manusia, terlebih lagi menyangkut perubahan aktual dalam [[Stimulus (fisiologi)|stimulus]] fisik dan perubahan yang dirasakan. Ini termasuk rangsangan untuk semua indera: penglihatan, pendengaran, rasa, sentuhan, dan [[penciuman]].


Weber menyatakan bahwa, "peningkatan minimum stimulus yang akan menghasilkan peningkatan sensasi yang terlihat [[Kesebandingan (matematika)|sebanding]] dengan stimulus yang sudah ada sebelumnya," sedangkan hukum Fechner adalah kesimpulan dari hukum Weber (dengan asumsi tambahan) yang menyatakan bahwa intensitas sensasi kita meningkat sebagai [[logaritma]] dari peningkatan energi daripada secepat peningkatan.
Weber menyatakan bahwa, "peningkatan minimum stimulus yang akan menghasilkan peningkatan sensasi yang terlihat [[Kesebandingan (matematika)|sebanding]] dengan stimulus yang sudah ada sebelumnya," sedangkan hukum Fechner adalah kesimpulan dari hukum Weber (dengan asumsi tambahan) yang menyatakan bahwa intensitas sensasi kita meningkat sebagai [[logaritma]] dari peningkatan energi daripada secepat peningkatan.<ref>Jeans, James (1968/1937). ''Science & Music'', p.222 & 224. Dover Publications.</ref>


== Sejarah dan formulasi hukum Weber–Fechner ==
== Sejarah dan formulasi hukum Weber–Fechner ==
Baik '''hukum Weber''' dan '''hukum''' '''Fechner''' keduanya dirumuskan oleh [[Gustav Theodor Fechner]] (1801–1887). Kedua hukum pertama kali diterbitkan pada tahun 1860 dalam sebuah karya berjudul ''Elemente der Psychophysik'' (''Dasar-Dasar Psikofisika''). Publikasi ini adalah karya pertama yang pernah ada di bidang ini, dan di mana Fechner menciptakan istilah [[psikofisika]] untuk menggambarkan studi [[Antardisiplin|interdisipliner]] tentang bagaimana manusia memandang besaran fisik. Dia membuat klaim bahwa "...psiko-fisika adalah doktrin yang tepat tentang hubungan fungsi atau ketergantungan antara tubuh dan jiwa."
Baik '''hukum Weber''' dan '''hukum''' '''Fechner''' keduanya dirumuskan oleh [[Gustav Theodor Fechner]] (1801–1887). Kedua hukum pertama kali diterbitkan pada tahun 1860 dalam sebuah karya berjudul ''Elemente der Psychophysik'' (''Dasar-Dasar Psikofisika''). Publikasi ini adalah karya pertama yang pernah ada di bidang ini, dan di mana Fechner menciptakan istilah [[psikofisika]] untuk menggambarkan studi [[Antardisiplin|interdisipliner]] tentang bagaimana manusia memandang besaran fisik.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elements of psychophysics''. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.</ref> Dia membuat klaim bahwa "...psiko-fisika adalah doktrin yang tepat tentang hubungan fungsi atau ketergantungan antara tubuh dan jiwa."


=== Hukum weber ===
=== Hukum weber ===
[[Ernst Heinrich Weber]] (1795-1878) adalah salah satu yang pertama kali melakukan pendekatan terhadap studi tentang respon manusia terhadap [[Stimulus (fisiologi)|stimulus fisik]] secara [[Penelitian kuantitatif|kuantitatif]]. Fechner adalah salah seorang mahasiswa Weber dan menamai hukum pertamanya untuk menghormati mentornya, karena Weber-lah yang telah melakukan eksperimen yang diperlukan untuk merumuskan hukum itu.
[[Ernst Heinrich Weber]] (1795-1878) adalah salah satu yang pertama kali melakukan pendekatan terhadap studi tentang respon manusia terhadap [[Stimulus (fisiologi)|stimulus fisik]] secara [[Penelitian kuantitatif|kuantitatif]]. Fechner adalah salah seorang mahasiswa Weber dan menamai hukum pertamanya untuk menghormati mentornya, karena Weber-lah yang telah melakukan eksperimen yang diperlukan untuk merumuskan hukum itu.<ref>Ross, H.E. and Murray, D. J.(Ed. and Transl.) (1996)''E.H.Weber on the tactile senses''. 2nd ed. Hove: Erlbaum (UK) Taylor & Francis;</ref>


Fechner merumuskan beberapa versi hukum, semua mengomunikasikan ide yang sama. Satu formulasi menyatakan:
Fechner merumuskan beberapa versi hukum, semua mengomunikasikan ide yang sama. Satu formulasi menyatakan:
Baris 13: Baris 15:
Artinya, perubahan yang dirasakan dalam rangsangan sebanding dengan rangsangan awal.
Artinya, perubahan yang dirasakan dalam rangsangan sebanding dengan rangsangan awal.


Hukum Weber juga memasukkan [[Perbedaan yang mencolok|perbedaan yang dapat dilihat]] (JND), yaitu perubahan terkecil dalam rangsangan yang dapat dirasakan. Sebagaimana dinyatakan di atas, JND  sebanding dengan intensitas rangsangan awal . Secara matematis, dapat digambarkan sebagai <math>dS = K\cdot S</math> di mana <math>S</math> adalah stimulus referensi dan <math>K</math> adalah sebuah konstanta. Ini kemudian dapat ditulis sebagai , dengan  adalah sensasi, <math>k</math> menjadi konstanta, dan <math>S</math> menjadi intensitas fisik dari stimulus.
Hukum Weber juga memasukkan [[Perbedaan yang mencolok|perbedaan yang dapat dilihat]] (JND), yaitu perubahan terkecil dalam rangsangan yang dapat dirasakan. Sebagaimana dinyatakan di atas, JND  sebanding dengan intensitas rangsangan awal . Secara matematis, dapat digambarkan sebagai <math>dS = K\cdot S</math> di mana <math>S</math> adalah stimulus referensi dan <math>K</math> adalah sebuah konstanta.<ref>Eric R. Kandel. [https://archive.org/details/principlesofneur0000unse_a2f8 Principles of neural science]. 2013. hlm. [https://archive.org/details/principlesofneur0000unse_a2f8/page/451 451]. ISBN 9780071390118.</ref> Ini kemudian dapat ditulis sebagai , dengan  adalah sensasi, <math>k</math> menjadi konstanta, dan <math>S</math> menjadi intensitas fisik dari stimulus.


Hukum Weber selalu gagal pada intensitas rendah, dekat dan di bawah ambang deteksi absolut, dan sering juga pada intensitas tinggi, tetapi dapat menjadi benar pada rentang intensitas menengah yang lebar.
Hukum Weber selalu gagal pada intensitas rendah, dekat dan di bawah ambang deteksi absolut, dan sering juga pada intensitas tinggi, tetapi dapat menjadi benar pada rentang intensitas menengah yang lebar.<ref>William Fisher Norris and Charles Augustus Oliver. [https://books.google.com/books?id=2cYhAQAAMAAJ&pg=PA515 System of diseases of the eye, Volume 1]. J.B. Lippincott Company. 1900. hlm. 515.</ref>


==== Kontras Weber ====
==== Kontras Weber ====
Meskipun hukum Weber mencakup pernyataan proporsionalitas perubahan yang dirasakan terhadap rangsangan awal, Weber hanya mengacu pada pernyataan ini sebagai aturan praktis mengenai persepsi manusia. Fechner-lah yang merumuskan pernyataan ini sebagai ekspresi matematis yang disebut sebagai '''kontras Weber'''.
Meskipun hukum Weber mencakup pernyataan proporsionalitas perubahan yang dirasakan terhadap rangsangan awal, Weber hanya mengacu pada pernyataan ini sebagai aturan praktis mengenai persepsi manusia. Fechner-lah yang merumuskan pernyataan ini sebagai ekspresi matematis yang disebut sebagai '''kontras Weber'''.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elements of psychophysics''. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.</ref><ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elemente der Psychophysik''. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.</ref>


: <math> dp = \frac{dS}{S} \,\!</math>
: <math> dp = \frac{dS}{S} \,\!</math><ref>Wu-bin Li. ''A lower envelope Weber contrast detection algorithm for steel bar surface pit defects''. Optics & Laser Technology. February 2013.</ref><ref>SA Drew. ''Precise attention filters for Weber contrast derived from centroid estimations''. JOURNAL OF VISION. 2010.</ref>


Kontras Weber bukanlah bagian dari hukum Weber.
Kontras Weber bukanlah bagian dari hukum Weber.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elements of psychophysics''. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.</ref><ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elemente der Psychophysik''. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.</ref>


=== Hukum Fechner ===
=== Hukum Fechner ===
Fechner memperhatikan dalam studinya sendiri bahwa individu yang berbeda memiliki kepekaan yang berbeda terhadap rangsangan tertentu. Misalnya, kemampuan untuk merasakan perbedaan dalam [[intensitas cahaya]] dapat dikaitkan dengan seberapa baik penglihatan individu tersebut. Dia juga mencatat bahwa kepekaan manusia terhadap perubahan rangsangan tergantung pada indera mana yang terpengaruh. Dia menggunakan ini untuk merumuskan versi lain dari hukum Weber yang dia beri nama ''die Maßformel'', "rumus pengukuran". Hukum Fechner menyatakan bahwa sensasi subjektif sebanding dengan logaritma intensitas stimulus. Menurut hukum ini, persepsi manusia tentang penglihatan dan suara bekerja sebagai berikut: Kenyaringan/kecerahan yang dirasakan sebanding dengan logaritma dari intensitas sebenarnya yang diukur dengan instrumen bukan manusia yang akurat.
Fechner memperhatikan dalam studinya sendiri bahwa individu yang berbeda memiliki kepekaan yang berbeda terhadap rangsangan tertentu. Misalnya, kemampuan untuk merasakan perbedaan dalam [[intensitas cahaya]] dapat dikaitkan dengan seberapa baik penglihatan individu tersebut.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elements of psychophysics''. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.</ref> Dia juga mencatat bahwa kepekaan manusia terhadap perubahan rangsangan tergantung pada indera mana yang terpengaruh. Dia menggunakan ini untuk merumuskan versi lain dari hukum Weber yang dia beri nama ''die Maßformel'', "rumus pengukuran". Hukum Fechner menyatakan bahwa sensasi subjektif sebanding dengan logaritma intensitas stimulus. Menurut hukum ini, persepsi manusia tentang penglihatan dan suara bekerja sebagai berikut: Kenyaringan/kecerahan yang dirasakan sebanding dengan logaritma dari intensitas sebenarnya yang diukur dengan instrumen bukan manusia yang akurat.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elemente der Psychophysik''. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.</ref>


: <math> p = k \ln{\frac{S}{S_0}} \,\!</math>
: <math> p = k \ln{\frac{S}{S_0}} \,\!</math>


Hubungan antara stimulus dan persepsi adalah [[Skala logaritmik|logaritmik]]. Hubungan logaritmik ini berarti bahwa jika stimulus bervariasi sebagai [[Barisan dan deret geometri|deret ukur]] (yaitu, dikalikan dengan faktor tetap), persepsi yang sesuai diubah dalam deret [[Barisan dan deret aritmetika|aritmetika]] (yaitu, dalam jumlah konstan tambahan). Misalnya, jika suatu stimulus digandakan kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai mungkin dua kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Jika stimulus dikalikan lagi tiga kali lipat kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai akan menjadi tiga kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Oleh karena itu, untuk perkalian dalam kekuatan stimulus, kekuatan persepsi hanya menambah. Derivasi matematis torsi pada neraca balok sederhana menghasilkan deskripsi yang sangat sesuai dengan hukum Weber.
Hubungan antara stimulus dan persepsi adalah [[Skala logaritmik|logaritmik]]. Hubungan logaritmik ini berarti bahwa jika stimulus bervariasi sebagai [[Barisan dan deret geometri|deret ukur]] (yaitu, dikalikan dengan faktor tetap), persepsi yang sesuai diubah dalam deret [[Barisan dan deret aritmetika|aritmetika]] (yaitu, dalam jumlah konstan tambahan). Misalnya, jika suatu stimulus digandakan kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai mungkin dua kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Jika stimulus dikalikan lagi tiga kali lipat kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai akan menjadi tiga kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Oleh karena itu, untuk perkalian dalam kekuatan stimulus, kekuatan persepsi hanya menambah. Derivasi matematis torsi pada neraca balok sederhana menghasilkan deskripsi yang sangat sesuai dengan hukum Weber.<ref>Richard G. Lanzara. [http://cogprints.org/4094/ Weber's Law Modeled by the Mathematical Description of a Beam Balance]. ''cogprints.org''. CogPrints. 1994.</ref><ref>[http://www.bio-balance.com/Ref.htm Bio Balance - Reference Library]. ''bio-balance.com''.</ref>


Karena hukum Weber gagal pada intensitas rendah, demikian juga hukum Fechner.
Karena hukum Weber gagal pada intensitas rendah, demikian juga hukum Fechner.<ref>William Fisher Norris and Charles Augustus Oliver. [https://books.google.com/books?id=2cYhAQAAMAAJ&pg=PA515 System of diseases of the eye, Volume 1]. J.B. Lippincott Company. 1900. hlm. 515.</ref>


Referensi awal untuk "hukum Fechner ..." adalah pada tahun 1875 oleh [[Ludimar Hermann]] dalam ''Elemen Fisiologi Manusia''.
Referensi awal untuk "hukum Fechner ..." adalah pada tahun 1875 oleh [[Ludimar Hermann]] dalam ''Elemen Fisiologi Manusia''.<ref>Ludimar Hermann. [https://books.google.com/books?id=Lus2AQAAMAAJ&pg=PA1 Elements of Human Physiology]. 1875.</ref>


==== Turunan hukum Fechner ====
==== Turunan hukum Fechner ====
Baris 54: Baris 56:
: <math> p = k \ln{\frac{S}{S_0}} </math>
: <math> p = k \ln{\frac{S}{S_0}} </math>


Konstanta k bersifat spesifik pada indra tertentu dan harus ditentukan bergantung pada indera dan jenis stimulus.
Konstanta k bersifat spesifik pada indra tertentu dan harus ditentukan bergantung pada indera dan jenis stimulus.<ref>Gustav Theodor Fechner. ''Elemente der Psychophysik''. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Bahan bacaan terkait ==
== Bahan bacaan terkait ==
*  (135 pages)
*  (135 pages)
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
*
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+Weber%E2%80%93Fechner&oldid=29397814 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29397814 (2026-06-29T01:07:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+Weber%E2%80%93Fechner&oldid=29397814 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29397814 (2026-06-29T01:07:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.57

Ilustrasi hukum Weber-Fechner. Di setiap sisi, kotak bawah berisi 10 titik lebih banyak daripada yang atas. Namun persepsinya berbeda: Di sisi kiri, perbedaan antara kotak atas dan bawah terlihat jelas. Di sisi kanan, kedua kotak terlihat hampir sama

Hukum Weber-Fechner adalah dua hipotesis terkait di bidang psikofisika, yang dikenal sebagai hukum Weber dan hukum Fechner. Kedua hukum tersebut berhubungan dengan persepsi manusia, terlebih lagi menyangkut perubahan aktual dalam stimulus fisik dan perubahan yang dirasakan. Ini termasuk rangsangan untuk semua indera: penglihatan, pendengaran, rasa, sentuhan, dan penciuman.

Weber menyatakan bahwa, "peningkatan minimum stimulus yang akan menghasilkan peningkatan sensasi yang terlihat sebanding dengan stimulus yang sudah ada sebelumnya," sedangkan hukum Fechner adalah kesimpulan dari hukum Weber (dengan asumsi tambahan) yang menyatakan bahwa intensitas sensasi kita meningkat sebagai logaritma dari peningkatan energi daripada secepat peningkatan.[1]

Sejarah dan formulasi hukum Weber–Fechner

Baik hukum Weber dan hukum Fechner keduanya dirumuskan oleh Gustav Theodor Fechner (1801–1887). Kedua hukum pertama kali diterbitkan pada tahun 1860 dalam sebuah karya berjudul Elemente der Psychophysik (Dasar-Dasar Psikofisika). Publikasi ini adalah karya pertama yang pernah ada di bidang ini, dan di mana Fechner menciptakan istilah psikofisika untuk menggambarkan studi interdisipliner tentang bagaimana manusia memandang besaran fisik.[2] Dia membuat klaim bahwa "...psiko-fisika adalah doktrin yang tepat tentang hubungan fungsi atau ketergantungan antara tubuh dan jiwa."

Hukum weber

Ernst Heinrich Weber (1795-1878) adalah salah satu yang pertama kali melakukan pendekatan terhadap studi tentang respon manusia terhadap stimulus fisik secara kuantitatif. Fechner adalah salah seorang mahasiswa Weber dan menamai hukum pertamanya untuk menghormati mentornya, karena Weber-lah yang telah melakukan eksperimen yang diperlukan untuk merumuskan hukum itu.[3]

Fechner merumuskan beberapa versi hukum, semua mengomunikasikan ide yang sama. Satu formulasi menyatakan:

Artinya, perubahan yang dirasakan dalam rangsangan sebanding dengan rangsangan awal.

Hukum Weber juga memasukkan perbedaan yang dapat dilihat (JND), yaitu perubahan terkecil dalam rangsangan yang dapat dirasakan. Sebagaimana dinyatakan di atas, JND sebanding dengan intensitas rangsangan awal . Secara matematis, dapat digambarkan sebagai dS=KS di mana S adalah stimulus referensi dan K adalah sebuah konstanta.[4] Ini kemudian dapat ditulis sebagai , dengan adalah sensasi, k menjadi konstanta, dan S menjadi intensitas fisik dari stimulus.

Hukum Weber selalu gagal pada intensitas rendah, dekat dan di bawah ambang deteksi absolut, dan sering juga pada intensitas tinggi, tetapi dapat menjadi benar pada rentang intensitas menengah yang lebar.[5]

Kontras Weber

Meskipun hukum Weber mencakup pernyataan proporsionalitas perubahan yang dirasakan terhadap rangsangan awal, Weber hanya mengacu pada pernyataan ini sebagai aturan praktis mengenai persepsi manusia. Fechner-lah yang merumuskan pernyataan ini sebagai ekspresi matematis yang disebut sebagai kontras Weber.[6][7]

dp=dSS[8][9]

Kontras Weber bukanlah bagian dari hukum Weber.[10][11]

Hukum Fechner

Fechner memperhatikan dalam studinya sendiri bahwa individu yang berbeda memiliki kepekaan yang berbeda terhadap rangsangan tertentu. Misalnya, kemampuan untuk merasakan perbedaan dalam intensitas cahaya dapat dikaitkan dengan seberapa baik penglihatan individu tersebut.[12] Dia juga mencatat bahwa kepekaan manusia terhadap perubahan rangsangan tergantung pada indera mana yang terpengaruh. Dia menggunakan ini untuk merumuskan versi lain dari hukum Weber yang dia beri nama die Maßformel, "rumus pengukuran". Hukum Fechner menyatakan bahwa sensasi subjektif sebanding dengan logaritma intensitas stimulus. Menurut hukum ini, persepsi manusia tentang penglihatan dan suara bekerja sebagai berikut: Kenyaringan/kecerahan yang dirasakan sebanding dengan logaritma dari intensitas sebenarnya yang diukur dengan instrumen bukan manusia yang akurat.[13]

p=klnSS0

Hubungan antara stimulus dan persepsi adalah logaritmik. Hubungan logaritmik ini berarti bahwa jika stimulus bervariasi sebagai deret ukur (yaitu, dikalikan dengan faktor tetap), persepsi yang sesuai diubah dalam deret aritmetika (yaitu, dalam jumlah konstan tambahan). Misalnya, jika suatu stimulus digandakan kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai mungkin dua kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Jika stimulus dikalikan lagi tiga kali lipat kekuatannya (yaitu, ), persepsi yang sesuai akan menjadi tiga kali lebih kuat dari nilai aslinya (yaitu, ). Oleh karena itu, untuk perkalian dalam kekuatan stimulus, kekuatan persepsi hanya menambah. Derivasi matematis torsi pada neraca balok sederhana menghasilkan deskripsi yang sangat sesuai dengan hukum Weber.[14][15]

Karena hukum Weber gagal pada intensitas rendah, demikian juga hukum Fechner.[16]

Referensi awal untuk "hukum Fechner ..." adalah pada tahun 1875 oleh Ludimar Hermann dalam Elemen Fisiologi Manusia.[17]

Turunan hukum Fechner

Hukum Fechner adalah turunan matematis dari kontras Weber.

dp=kdSS

Dengan mengintegrasikan ekspresi matematika untuk kontras Weber akan memberikan:

p=klnS+C

di mana C adalah konstanta integrasi dan ln adalah logaritma natural.

Untuk menyelesaikan C, asumsikan bahwa stimulus yang dirasakan menjadi nol pada beberapa stimulus ambang S0. Menggunakan ini sebagai batasan, dengan memasang p=0 dan S=S0, akan memberikan:

C=klnS0

Mengganti C dalam ekspresi terintegrasi untuk hukum Weber, akan menjadikan:

p=klnSS0

Konstanta k bersifat spesifik pada indra tertentu dan harus ditentukan bergantung pada indera dan jenis stimulus.[18]

Bahan bacaan terkait

  • (135 pages)

Pranala luar

Referensi

  1. Jeans, James (1968/1937). Science & Music, p.222 & 224. Dover Publications.
  2. Gustav Theodor Fechner. Elements of psychophysics. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.
  3. Ross, H.E. and Murray, D. J.(Ed. and Transl.) (1996)E.H.Weber on the tactile senses. 2nd ed. Hove: Erlbaum (UK) Taylor & Francis;
  4. Eric R. Kandel. Principles of neural science. 2013. hlm. 451. ISBN 9780071390118.
  5. William Fisher Norris and Charles Augustus Oliver. System of diseases of the eye, Volume 1. J.B. Lippincott Company. 1900. hlm. 515.
  6. Gustav Theodor Fechner. Elements of psychophysics. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.
  7. Gustav Theodor Fechner. Elemente der Psychophysik. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.
  8. Wu-bin Li. A lower envelope Weber contrast detection algorithm for steel bar surface pit defects. Optics & Laser Technology. February 2013.
  9. SA Drew. Precise attention filters for Weber contrast derived from centroid estimations. JOURNAL OF VISION. 2010.
  10. Gustav Theodor Fechner. Elements of psychophysics. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.
  11. Gustav Theodor Fechner. Elemente der Psychophysik. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.
  12. Gustav Theodor Fechner. Elements of psychophysics. Holt, Rinehart and Winston. 1966. Vol. 1.
  13. Gustav Theodor Fechner. Elemente der Psychophysik. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.
  14. Richard G. Lanzara. Weber's Law Modeled by the Mathematical Description of a Beam Balance. cogprints.org. CogPrints. 1994.
  15. Bio Balance - Reference Library. bio-balance.com.
  16. William Fisher Norris and Charles Augustus Oliver. System of diseases of the eye, Volume 1. J.B. Lippincott Company. 1900. hlm. 515.
  17. Ludimar Hermann. Elements of Human Physiology. 1875.
  18. Gustav Theodor Fechner. Elemente der Psychophysik. Breitkopf und Härtel. 1860. Vol. band 2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29397814 (2026-06-29T01:07:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.