Lompat ke isi

Barisan dan deret geometri

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Barisan dan deret geometri atau dikenal sebagai barisan dan deret ukur dalam bidang matematika adalah jenis barisan dan deret di mana bilangan berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan rasio tertentu. Dengan kata lain, suatu barisan geometri hasil bagi atau rasio setiap suku dengan suku sebelumnya selalu sama.[1]

Barisan geometri dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

a, ar, ar2, ar3,

dengan r adalah bilangan rasio pengali (r0) dan a adalah faktor skala.

Suku barisan geometri

Misal an adalah suku barisan geometri. Pada barisan di atas, dapat kita rumuskan sebagai

an=arn1

Kita misalkan a1=a, dan a2=ar. Kita teruskan untuk a3,a4,.

a3=ar2a4=ar3a5=ar4

Dari kumpulan persamaan di atas, kita mendapati pola, yaitu

an=arn1.[2]

Lebih umumnya, diberikan n>m dan misal suku awal adalah am. Dari hasil di atas, diperoleh

am=arm1

dan

an=arn1=arm1rnm=amrnm.[3]

Rasio

Rasio adalah hasil bagi antara dua suku. Secara matematis dirumuskan

r=an+1an.

Suku tengah

am+n2=aman

Deret geometri

Deret geometri atau deret ukur ialah deret di mana suku pada barisan geometri dijumlahkan, maka didapati

Sn={a(rn1)r1,jika r>1a(1rn)1r,jika r<1

dengan Sn adalah deret geometri, dan a adalah suku pertama.

Kita mulai dari kasus di mana r<1Dengan mengalikan kedua ruas dengan r memperoleh persamaan baru. Persamaan (1) mengurangi (2) menghasilkan

SnrSn=aarn

Dengan menggunakan sifat distributif dan membagi kedua ruas dengan (1r) membuktikan bahwa

Sn=a(1rn)1r.[4]

Cara yang serupa untuk kasus r>1.

Jika r=1, maka deret geometri didapati

Sn=na.[5]

Deret geometri takhingga

Untuk deret geometri dengan tak terhingganya banyak suku, kita rumuskan

S=a1r

untuk |r|<1. Sebagai contoh, pada diagram di samping kanan, diketahui bahwa suku awal (yakni persegi terbesar) adalah a=1 serta r=12. Dengan menggunakan rumus di atas, maka jumlah keseluruhan pada diagram di samping adalah

S=1112=1212=112=2.

Karena Sn=i=1nari1, maka diperoleh

Sn=a(1rn)1r.

Ambil n pada kedua ruas, diperoleh

S=limna(1rn)1r=a1rlimn(1rn)

Karena diketahui |r|<1, maka limn1rn=1. Karena itu,

S=a1r. [6]

Untuk kasus r>1, S tidak mempunyai hasil (karena bernilai ±) sehingga deretnya dapat dikatakan divergen.[7][8]

Barisan dan deret geometri bertingkat

Jika bertingkat 2: an=an2+bn+c
Jika bertingkat 3: an=an3+bn2+cn+d

dst

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  2. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  3. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  4. Drs. Win Konadi, M.Si, Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal
  5. Drs. Win Konadi, M.Si, Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal
  6. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 12–13.
  7. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 12.
  8. H. Karso, Barisan dan Deret, hlm. 14.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22959446 (2023-02-16T07:38:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.