Semiotika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28595160; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Semiotika''' atau '''ilmu ketandaan''' adalah kajian sistematis tentang [[semiosis|proses tanda]] (semiosis) dan komunikasi [[Makna (semiotika)|makna]]. Dalam semiotika, [[Tanda (semiotika)|tanda]] diartikan sebagai segala sesuatu yang mengomunikasikan makna atau perasaan yang disengaja dan tak disengaja kepada penafsir tanda. Ilmu ini juga dikenal sebagai '''kajian semiotik''' atau '''studi semiotik'''. | '''Semiotika''' atau '''ilmu ketandaan''' adalah kajian sistematis tentang [[semiosis|proses tanda]] (semiosis) dan komunikasi [[Makna (semiotika)|makna]]. Dalam semiotika, [[Tanda (semiotika)|tanda]] diartikan sebagai segala sesuatu yang mengomunikasikan makna atau perasaan yang disengaja dan tak disengaja kepada penafsir tanda. Ilmu ini juga dikenal sebagai '''kajian semiotik''' atau '''studi semiotik'''. | ||
Semiosis adalah segala kegiatan, perilaku, atau proses yang melibatkan tanda-tanda. Tanda sering kali dikomunikasikan melalui bahasa lisan, tetapi juga melalui gerak tubuh, atau bentuk bahasa lainnya, misalnya dengan cara yang artistik (musik, lukisan, patung, dll). Semiotika kontemporer merupakan salah satu cabang ilmu yang umumnya mempelajari pembuatan makna (baik dikomunikasikan atau tidak) dan berbagai jenis pengetahuan yang terkait. | Semiosis adalah segala kegiatan, perilaku, atau proses yang melibatkan tanda-tanda. Tanda sering kali dikomunikasikan melalui bahasa lisan, tetapi juga melalui gerak tubuh, atau bentuk bahasa lainnya, misalnya dengan cara yang artistik (musik, lukisan, patung, dll). Semiotika kontemporer merupakan salah satu cabang ilmu yang umumnya mempelajari pembuatan makna (baik dikomunikasikan atau tidak) dan berbagai jenis pengetahuan yang terkait.<ref>Campbell, C., Olteanu, A., & Kull, K. (2019). [https://ojs.utlib.ee/index.php/sss/article/view/SSS.2019.47.3-4.01 Learning and knowing as semiosis: Extending the conceptual apparatus of semiotics]. ''Sign Systems Studies'' 47(3/4), 352–381.</ref> | ||
Berbeda dengan [[linguistik]], semiotika juga mempelajari sistem tanda non-linguistik. Semiotika mencakup kajian tentang indikasi, penunjukan, kemiripan, analogi, alegori, metonimia, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. | Berbeda dengan [[linguistik]], semiotika juga mempelajari sistem tanda non-linguistik. Semiotika mencakup kajian tentang indikasi, penunjukan, kemiripan, analogi, alegori, metonimia, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi. | ||
Semiotika sering dianggap mempunyai dimensi [[antropologi]]s dan [[sosiologi]]s yang penting. Beberapa ahli semiotika menganggap setiap fenomena budaya dapat dipelajari sebagai semacam komunikasi. Ahli semiotika juga fokus pada dimensi [[Logika|logis]] dari semiotika, mengkaji pertanyaan-pertanyaan [[biologi]]s seperti bagaimana makhluk hidup membuat perkiraan tentang dan beradaptasi dengan [[relung ekologi|relung]] semiotik mereka di dunia. | Semiotika sering dianggap mempunyai dimensi [[antropologi]]s dan [[sosiologi]]s yang penting. Beberapa ahli semiotika menganggap setiap fenomena budaya dapat dipelajari sebagai semacam komunikasi.<ref>Michael Caesar. [https://archive.org/details/umbertoecophilos0000caes ''Umberto Eco: Philosophy, Semiotics, and the Work of Fiction'']. Wiley-Blackwell. 1999. hlm. [https://archive.org/details/umbertoecophilos0000caes/page/n66 55]. ISBN 978-0-7456-0850-1.</ref> Ahli semiotika juga fokus pada dimensi [[Logika|logis]] dari semiotika, mengkaji pertanyaan-pertanyaan [[biologi]]s seperti bagaimana makhluk hidup membuat perkiraan tentang dan beradaptasi dengan [[relung ekologi|relung]] semiotik mereka di dunia. | ||
Teori semiotik mendasar mengambil tanda atau sistem tanda sebagai barang kajiannya. Semiotik terapan menganalisis budaya dan artefak budaya menurut cara mereka membangun makna melalui keberadaan tanda. Komunikasi informasi dalam makhluk hidup tercakup dalam [[biosemiotika]] termasuk [[zoosemiotika]] dan [[fitsemiotika]]. | Teori semiotik mendasar mengambil tanda atau sistem tanda sebagai barang kajiannya. Semiotik terapan menganalisis budaya dan artefak budaya menurut cara mereka membangun makna melalui keberadaan tanda. Komunikasi informasi dalam makhluk hidup tercakup dalam [[biosemiotika]] termasuk [[zoosemiotika]] dan [[fitsemiotika]]. | ||
== Sejarah and peristilahan == | == Sejarah and peristilahan == | ||
Pentingnya tanda dan makna telah diakui sepanjang sejarah [[filsafat]] dan [[psikologi]]. Istilah ini diturunkan | Pentingnya tanda dan makna telah diakui sepanjang sejarah [[filsafat]] dan [[psikologi]]. Istilah ini diturunkan <ref>Liddell, Henry George, and Robert Scott. 1940. "σημειωτικός." ''A Greek-English Lexicon''. Revised and augmented by H. S. Jones and R. McKenzie. Oxford: Clarendon Press. Available via ''[https://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus%3Atext%3A1999.04.0057%3Aentry%3Dshmeiwtiko%2Fs Perseus Digital Library]''.</ref> ().<ref>[https://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Perseus%3Atext%3A1999.04.0057%3Aentry%3Dshmei%3Don σημεῖον], Henry George Liddell, Robert Scott, ''A Greek-English Lexicon'', on Perseus</ref> Bagi orang Yunani, 'tanda' (σημεῖον ) terjadi di dunia alam dan 'simbol' (σύμβολον ) terjadi di dunia budaya. Oleh karena itu, [[Plato]] dan [[Aristoteles]] menjelajahi hubungan antara tanda-tanda dan dunia.<ref>[http://visual-memory.co.uk/daniel/Documents/S4B/sem02.html Semiotics for Beginners: Signs]. ''visual-memory.co.uk''.</ref> | ||
Baru pada masa [[Augustinus dari Hippo]], hakikat tanda dapat dipertimbangkan dalam sistem konvensional. Augustinus memperkenalkan usulan tematik untuk menyatukan keduanya di bawah gagasan 'tanda' yang melampaui [[batas alam–budaya]] dan mengenali simbol sebagai spesies (atau subspesies) dari ''''. Sebuah kajian terperinci tentang pertanyaan ini dilakukan oleh Manetti (1987). Teori-teori ini memiliki pengaruh yang bertahan lama dalam [[filsafat Barat]], khususnya melalui filsafat [[Skolastisisme|skolastik]]. | Baru pada masa [[Augustinus dari Hippo]],<ref>Deely, John. 2009. ''Augustine & Poinsot: The Protosemiotic Development.'' Scranton: University of Scranton Press. [menyediakan rincian penuh tentang orisinalitas Augustinus akan gagasan semiotikanya]</ref> hakikat tanda dapat dipertimbangkan dalam sistem konvensional. Augustinus memperkenalkan usulan tematik untuk menyatukan keduanya di bawah gagasan 'tanda' yang melampaui [[batas alam–budaya]] dan mengenali simbol sebagai spesies (atau subspesies) dari ''''.<ref>Romeo, Luigi. 1977. "The Derivation of 'Semiotics' through the History of the Discipline." ''Semiosis'' 6(2):37–49.</ref> Sebuah kajian terperinci tentang pertanyaan ini dilakukan oleh Manetti (1987).<ref>.</ref> Teori-teori ini memiliki pengaruh yang bertahan lama dalam [[filsafat Barat]], khususnya melalui filsafat [[Skolastisisme|skolastik]]. | ||
Kajian umum tentang tanda yang dimulai dalam bahasa Latin bersama Augustine mencapai puncaknya dengan karya [[John Poinsot]] ''Tractatus de Signis'' pada 1623 dan kemudian dimulai lagi pada akhir modernitas dengan upaya [[Charles Sanders Peirce]] pada 1867 untuk menyusun yang disebutnya "daftar kategori baru". Baru-baru ini [[Umberto Eco]], dalam karyanya "Semiotics and the Philosophy of Language", berpendapat bahwa teori semiotik tersirat dalam karya sebagian besar, mungkin semua, pemikir besar. | Kajian umum tentang tanda yang dimulai dalam bahasa Latin bersama Augustine mencapai puncaknya dengan karya [[John Poinsot]] ''Tractatus de Signis'' pada 1623 dan kemudian dimulai lagi pada akhir modernitas dengan upaya [[Charles Sanders Peirce]] pada 1867 untuk menyusun yang disebutnya "daftar kategori baru". Baru-baru ini [[Umberto Eco]], dalam karyanya "Semiotics and the Philosophy of Language", berpendapat bahwa teori semiotik tersirat dalam karya sebagian besar, mungkin semua, pemikir besar. | ||
=== John Locke === | === John Locke === | ||
[[John Locke]] (1690), yang juga seorang pria [[kedokteran]], akrab dengan "semeiotika" sebagai nama cabang ilmu kedokteran khusus. Di perpustakaan pribadinya terdapat dua edisi ringkasan Scapula tahun 1579 tentang bacaan punya [[Henri Estienne|Henricus Stephanus]], yang mencantumkan sebagai nama untuk , cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan penafsiran gejala penyakit ("[[pergejalaan|ilmu pergejalaan]]"). Dokter dan sarjana [[Henry Stubbe]] (1670) telah mengalihaksarakan istilah Yunani tersebut ke dalam bahasa Inggris secara tepat sebagai "''semeiotics''", menandai penggunaan pertama istilah tersebut dalam bahasa Inggris. Locke menggunakan istilah ''sem(e)iotike'' dalam ''[[:en:An Essay Concerning Human Understanding|An Essay Concerning Human Understanding]]'' di mana dia menjelaskan bagaimana [[ilmu]] dapat dibagi menjadi tiga bagian. | [[John Locke]] (1690), yang juga seorang pria [[kedokteran]], akrab dengan "semeiotika" sebagai nama cabang ilmu kedokteran khusus. Di perpustakaan pribadinya terdapat dua edisi ringkasan Scapula tahun 1579 tentang bacaan punya [[Henri Estienne|Henricus Stephanus]], yang mencantumkan sebagai nama untuk ,<ref>"Semiotics." ''Oxford English Dictionary'' (1989). ["The branch of medical science relating to the interpretation of symptoms."]</ref> cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan penafsiran gejala penyakit ("[[pergejalaan|ilmu pergejalaan]]"). Dokter dan sarjana [[Henry Stubbe]] (1670) telah mengalihaksarakan istilah Yunani tersebut ke dalam bahasa Inggris secara tepat sebagai "''semeiotics''", menandai penggunaan pertama istilah tersebut dalam bahasa Inggris.<ref>Stubbes, Henry. 1670. ''The Plus Ultra reduced to a Non Plus.'' London. p. 75.</ref> Locke menggunakan istilah ''sem(e)iotike'' dalam ''[[:en:An Essay Concerning Human Understanding|An Essay Concerning Human Understanding]]'' di mana dia menjelaskan bagaimana [[ilmu]] dapat dibagi menjadi tiga bagian. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Semiotika&oldid=28595160 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28595160 (2025-11-21T23:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Semiotika&oldid=28595160 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28595160 (2025-11-21T23:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.58
Semiotika atau ilmu ketandaan adalah kajian sistematis tentang proses tanda (semiosis) dan komunikasi makna. Dalam semiotika, tanda diartikan sebagai segala sesuatu yang mengomunikasikan makna atau perasaan yang disengaja dan tak disengaja kepada penafsir tanda. Ilmu ini juga dikenal sebagai kajian semiotik atau studi semiotik.
Semiosis adalah segala kegiatan, perilaku, atau proses yang melibatkan tanda-tanda. Tanda sering kali dikomunikasikan melalui bahasa lisan, tetapi juga melalui gerak tubuh, atau bentuk bahasa lainnya, misalnya dengan cara yang artistik (musik, lukisan, patung, dll). Semiotika kontemporer merupakan salah satu cabang ilmu yang umumnya mempelajari pembuatan makna (baik dikomunikasikan atau tidak) dan berbagai jenis pengetahuan yang terkait.[1]
Berbeda dengan linguistik, semiotika juga mempelajari sistem tanda non-linguistik. Semiotika mencakup kajian tentang indikasi, penunjukan, kemiripan, analogi, alegori, metonimia, metafora, simbolisme, makna, dan komunikasi.
Semiotika sering dianggap mempunyai dimensi antropologis dan sosiologis yang penting. Beberapa ahli semiotika menganggap setiap fenomena budaya dapat dipelajari sebagai semacam komunikasi.[2] Ahli semiotika juga fokus pada dimensi logis dari semiotika, mengkaji pertanyaan-pertanyaan biologis seperti bagaimana makhluk hidup membuat perkiraan tentang dan beradaptasi dengan relung semiotik mereka di dunia.
Teori semiotik mendasar mengambil tanda atau sistem tanda sebagai barang kajiannya. Semiotik terapan menganalisis budaya dan artefak budaya menurut cara mereka membangun makna melalui keberadaan tanda. Komunikasi informasi dalam makhluk hidup tercakup dalam biosemiotika termasuk zoosemiotika dan fitsemiotika.
Sejarah and peristilahan
Pentingnya tanda dan makna telah diakui sepanjang sejarah filsafat dan psikologi. Istilah ini diturunkan [3] ().[4] Bagi orang Yunani, 'tanda' (σημεῖον ) terjadi di dunia alam dan 'simbol' (σύμβολον ) terjadi di dunia budaya. Oleh karena itu, Plato dan Aristoteles menjelajahi hubungan antara tanda-tanda dan dunia.[5]
Baru pada masa Augustinus dari Hippo,[6] hakikat tanda dapat dipertimbangkan dalam sistem konvensional. Augustinus memperkenalkan usulan tematik untuk menyatukan keduanya di bawah gagasan 'tanda' yang melampaui batas alam–budaya dan mengenali simbol sebagai spesies (atau subspesies) dari '.[7] Sebuah kajian terperinci tentang pertanyaan ini dilakukan oleh Manetti (1987).[8] Teori-teori ini memiliki pengaruh yang bertahan lama dalam filsafat Barat, khususnya melalui filsafat skolastik.
Kajian umum tentang tanda yang dimulai dalam bahasa Latin bersama Augustine mencapai puncaknya dengan karya John Poinsot Tractatus de Signis pada 1623 dan kemudian dimulai lagi pada akhir modernitas dengan upaya Charles Sanders Peirce pada 1867 untuk menyusun yang disebutnya "daftar kategori baru". Baru-baru ini Umberto Eco, dalam karyanya "Semiotics and the Philosophy of Language", berpendapat bahwa teori semiotik tersirat dalam karya sebagian besar, mungkin semua, pemikir besar.
John Locke
John Locke (1690), yang juga seorang pria kedokteran, akrab dengan "semeiotika" sebagai nama cabang ilmu kedokteran khusus. Di perpustakaan pribadinya terdapat dua edisi ringkasan Scapula tahun 1579 tentang bacaan punya Henricus Stephanus, yang mencantumkan sebagai nama untuk ,[9] cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan penafsiran gejala penyakit ("ilmu pergejalaan"). Dokter dan sarjana Henry Stubbe (1670) telah mengalihaksarakan istilah Yunani tersebut ke dalam bahasa Inggris secara tepat sebagai "semeiotics", menandai penggunaan pertama istilah tersebut dalam bahasa Inggris.[10] Locke menggunakan istilah sem(e)iotike dalam An Essay Concerning Human Understanding di mana dia menjelaskan bagaimana ilmu dapat dibagi menjadi tiga bagian.
Referensi
- ↑ Campbell, C., Olteanu, A., & Kull, K. (2019). Learning and knowing as semiosis: Extending the conceptual apparatus of semiotics. Sign Systems Studies 47(3/4), 352–381.
- ↑ Michael Caesar. Umberto Eco: Philosophy, Semiotics, and the Work of Fiction. Wiley-Blackwell. 1999. hlm. 55. ISBN 978-0-7456-0850-1.
- ↑ Liddell, Henry George, and Robert Scott. 1940. "σημειωτικός." A Greek-English Lexicon. Revised and augmented by H. S. Jones and R. McKenzie. Oxford: Clarendon Press. Available via Perseus Digital Library.
- ↑ σημεῖον, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
- ↑ Semiotics for Beginners: Signs. visual-memory.co.uk.
- ↑ Deely, John. 2009. Augustine & Poinsot: The Protosemiotic Development. Scranton: University of Scranton Press. [menyediakan rincian penuh tentang orisinalitas Augustinus akan gagasan semiotikanya]
- ↑ Romeo, Luigi. 1977. "The Derivation of 'Semiotics' through the History of the Discipline." Semiosis 6(2):37–49.
- ↑ .
- ↑ "Semiotics." Oxford English Dictionary (1989). ["The branch of medical science relating to the interpretation of symptoms."]
- ↑ Stubbes, Henry. 1670. The Plus Ultra reduced to a Non Plus. London. p. 75.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28595160 (2025-11-21T23:17:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.