Maryam Namazie: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29258279; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Maryam_Balie_2021_c.png|thumb|right|280px|Maryam Balie 2021 c]] | |||
'''Maryam Namazie''' (Persia: مریم نمازی; kelahiran 1966)<ref>Janny Groen. [http://www.volkskrant.nl/vk/nl/2686/Binnenland/article/detail/843807/2007/07/27/lsquo-Enorme-druk-op-liberale-moslims-rsquo.dhtml 'Enorme druk op liberale moslims']. ''de Volkskrant''. 27 July 2007.</ref> adalah seorang aktivis [[sekularisme|sekularis]] berkewarganegaraan Inggris asal Iran, penggiat [[hak asasi manusia]], komentator dan [[presenter televisi]].<ref>[https://www.theguardian.com/profile/maryam-namazie Profile: Maryam Namazie]. ''The Guardian''. 5 February 2009.</ref> | |||
Namazie adalah juru bicara untuk Iran Solidarity ("Solidaritas Iran"), One Law for All ("Satu Hukum untuk Semua"), dan Dewan Eks-Muslim Britania (''Council of Ex-Muslims of Britain'', CEMB) dan merupakan pelindung Association of Black Humanists. | Pada awalnya, sebagian besar aktivitasnya berfokus pada pelanggaran HAM yang dialami para pengungsi, terutama di [[Sudan]], [[Turki]] dan Iran,<ref>[http://maryamnamazie.com/about/ Biography]. ''MaryamNamazie.com''.</ref> dan dia aktif berkampanye melawan hukum [[syariah]].<ref>Maryam Namazie. [https://www.theguardian.com/law/2010/jul/05/sharia-law-religious-courts What isn't wrong with Sharia law?]. ''The Guardian''. 5 July 2010.</ref> Namazie menjadi terkenal pada pertengahan 2000-an karena posisinya yang pro-sekularisme dan kritiknya yang tajam akan penindasan kaum perempuan di bawah rezim Islam.<ref>[https://www.theguardian.com/profile/maryam-namazie Profile: Maryam Namazie]. ''The Guardian''. 5 February 2009.</ref> Sebagai seorang tokoh yang kontroversial, baru-baru ini ada beberapa kelompok yang menentang ceramah-ceramahnya dan menuduhnya terlalu provokatif.<ref>Simon Gilbert. [http://www.coventrytelegraph.net/news/coventry-news/speaker-banned-warwick-university-over-10136555 Speaker banned from Warwick University over fears of offending Islam].</ref><ref>Richard Adams. [https://www.theguardian.com/education/2015/sep/26/student-union-blocks-speech-activist-maryam-namazie-warwick Student union blocks speech by 'inflammatory' anti-sharia activist]. ''The Guardian''. 26 September 2015.</ref> | ||
Namazie adalah juru bicara untuk Iran Solidarity ("Solidaritas Iran"), One Law for All ("Satu Hukum untuk Semua"),<ref>[https://www.theguardian.com/profile/maryam-namazie Profile: Maryam Namazie]. ''The Guardian''. 5 February 2009.</ref> dan Dewan Eks-Muslim Britania (''Council of Ex-Muslims of Britain'', CEMB)<ref>[http://ex-muslim.org.uk/contact/ Contact – Council of Ex-Muslims of Britain]. CEMB.</ref> dan merupakan pelindung Association of Black Humanists.<ref>[http://maryamnamazie.com/about/ Biography]. ''MaryamNamazie.com''.</ref> | |||
== Kehidupan awal dan pendidikan == | == Kehidupan awal dan pendidikan == | ||
Namazie lahir di Teheran, kemudian meninggalkan Iran bersama keluarganya pada 1980 setelah [[Revolusi Iran|revolusi 1979 di Iran]]. Ia kemudian tinggal di [[India]], [[Britania Raya]], dan [[Amerika Serikat]], tempat ia memulai studinya pada usia 17 tahun. Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International. | Namazie lahir di Teheran, kemudian meninggalkan Iran bersama keluarganya pada 1980 setelah [[Revolusi Iran|revolusi 1979 di Iran]].<ref>Dominic Casciani. [http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/6224702.stm Ignore Islam, 'ex-Muslims' urge]. ''BBC''. 21 June 2007.</ref><ref>Nick Cohen. [https://www.theguardian.com/world/2005/oct/16/gender.observercolumnists One woman's war]. ''The Observer''. The Guardian. 16 October 2005.</ref> Ia kemudian tinggal di [[India]], [[Britania Raya]], dan [[Amerika Serikat]], tempat ia memulai studinya pada usia 17 tahun.<ref>[http://maryamnamazie.com/biography.html Biography]. Website Maryam Namazie..</ref><ref>[http://equalrightsnow-iran.com/contact_us.html Equal Rights Now – Contact Us]</ref> Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International.<ref>[http://www.newchannel.tv/englishTV/TVInternational.html TV International English]. New Channel TV.</ref> | ||
== Karier == | == Karier == | ||
=== Penanganan pengungsi === | === Penanganan pengungsi === | ||
Khusus dalam solidaritas internasional, Namazie pertama kali bekerja dengan para pengungsi Ethiopia di Sudan. Selama islamisasi di negara itu, organisasi klandestinnya dalam membela hak asasi manusia, Hak Asasi Manusia Tanpa Batas akhirnya ditemukan dan dilarang. Sekembalinya ke Amerika Serikat pada tahun 1991, ia menjadi salah satu pendiri Komite Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Iran (CHAIR). Pada 1994 ia bekerja di kamp-kamp pengungsi Iran di Turki dan memproduksi film tentang situasi mereka. Namazie kemudian terpilih sebagai Direktur Eksekutif Federasi Internasional Pengungsi Iran dengan cabang di lebih dari dua puluh negara. Dia telah memimpin beberapa kampanye, terutama terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap pengungsi di Turki, dan terlibat dengan Komite Internasional Melawan [[Rajam]]. Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International. Namazie has also broadcast programmes via satellite television in English: TV International. | Khusus dalam solidaritas internasional, Namazie pertama kali bekerja dengan para pengungsi Ethiopia di Sudan. Selama islamisasi di negara itu, organisasi klandestinnya dalam membela hak asasi manusia, Hak Asasi Manusia Tanpa Batas akhirnya ditemukan dan dilarang. Sekembalinya ke Amerika Serikat pada tahun 1991, ia menjadi salah satu pendiri Komite Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Iran (CHAIR). Pada 1994 ia bekerja di kamp-kamp pengungsi Iran di Turki dan memproduksi film tentang situasi mereka. Namazie kemudian terpilih sebagai Direktur Eksekutif Federasi Internasional Pengungsi Iran dengan cabang di lebih dari dua puluh negara. Dia telah memimpin beberapa kampanye, terutama terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap pengungsi di Turki,<ref>[http://maryamnamazie.com/biography.html Biography]. Website Maryam Namazie..</ref> dan terlibat dengan Komite Internasional Melawan [[Rajam]].<ref>[http://www.maryamnamazie.com/campaigns/end_Stoning.html International Committee against Stoning]. Maryam Namazie.</ref> Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International.<ref>[http://equalrightsnow-iran.com/contact_us.html Equal Rights Now – Contact Us]</ref> Namazie has also broadcast programmes via satellite television in English: TV International.<ref>[http://www.newchannel.tv/englishTV/TVInternational.html TV International English]. New Channel TV.</ref> | ||
=== Sekularisme === | === Sekularisme === | ||
Namazie tidak membatasi aktivismenya untuk [[sekularisme]] di negara kelahirannya: dia juga telah berkampanye di [[Kanada]] dan Inggris, tempat tinggalnya sekarang. Dia menulis banyak artikel, membuat pernyataan publik dan mengkhususkan diri dalam menentang [[relativisme budaya]] dan [[Islamisme]]. Kegiatan-kegiatan ini diakui oleh National Secular Society ("Perhimpunan Sekuler Nasional") dengan dianugerahkannya penghargaan Sekuler 2005, yang menjadikan Namazie sebagai penerima pertama. | Namazie tidak membatasi aktivismenya untuk [[sekularisme]] di negara kelahirannya: dia juga telah berkampanye di [[Kanada]] dan Inggris, tempat tinggalnya sekarang. Dia menulis banyak artikel, membuat pernyataan publik dan mengkhususkan diri dalam menentang [[relativisme budaya]] dan [[Islamisme]]. Kegiatan-kegiatan ini diakui oleh National Secular Society ("Perhimpunan Sekuler Nasional") dengan dianugerahkannya penghargaan Sekuler 2005, yang menjadikan Namazie sebagai penerima pertama.<ref>[https://www.theguardian.com/profile/maryam-namazie Profile: Maryam Namazie]. ''The Guardian''. 5 February 2009.</ref><ref>[http://www.secularism.org.uk/maryamnamazie.html Maryam Namazie]. National Secular Society.</ref> | ||
Namazie | |||
Namazie adalah rekan kehormatan National Secular Society.<ref>[https://www.secularism.org.uk/honoraryassociates.html National Secular Society Honorary Associates]. National Secular Society. Retrieved 5 June 2019</ref> | |||
Ketika terjadi kerusuhan yang disebabkan karikatur Denmark, dia juga ambil bagian pada dua belas penandatangan Manifesto: Bersama-sama Menghadapi Totalitarianisme Baru bersama-sama dengan [[Ayaan Hirsi Ali]], Shahla Chafiq, Caroline Fourest, Bernard-Henri Lévy, [[Irshad Manji]], Mehdi Mozaffari, [[Taslima Nasrin]], [[Salman Rushdie]], Antoine Sfeir, Philippe Val, dan [[Ibn Warraq]]. Manifesto itu dimulai sebagai berikut: "Setelah mengalahkan fasisme, Nazisme, dan Stalinisme, dunia sekarang menghadapi ancaman global totaliter baru: Islamisme."<ref>"The Twelve". [http://michellemalkin.com/2006/02/28/a-manifesto-against-islamism/ A Manifesto Against Islamism]. ''Jyllands-Posten''. 28 February 2006.</ref> Namazie mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 2006 bahwa tanggapan masyarakat 'sangat luar biasa. Banyak yang merasa manifesto seperti itu sangat tepat waktu, dan sementara itu tentu saja juga menuai pesan kebencian sebagaimana biasa dari para Islamis.'<ref>Maryam Namazie. [http://maryamnamazie.blogspot.nl/2006/03/it-was-important-to-sign-manifesto.html It was important to sign the manifesto]. ''Javanan Weekly''. 15 March 2006.</ref> | |||
Namazie mengecam diskriminasi yang harus dialami perempuan di bawah rezim Islam: "Dari kenyataan bahwa Anda adalah warga negara kelas dua, bahkan kesaksian Anda secara hukum bernilai setengah dari laki-laki, Anda mendapatkan setengah dari apa yang dilakukan anak laki-laki dalam warisan jika Anda seorang gadis. Anda harus berhijab jika Anda seorang gadis atau wanita, dan ada bidang-bidang pendidikan atau pekerjaan tertentu yang terlarang bagi Anda karena Anda dianggap emosional. "<ref>Kylie Sturgess. [http://tokenskeptic.org/2013/04/29/episode-one-hundred-and-sixty-on-fitnah-interview-with-maryam-namazie/ Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie]. ''Token Skeptic''. 29 April 2013.</ref> Ia membandingkan situasi wanita di bawah rezim Islam dewasa ini terhadap ketidaksetaraan sosial di bawah [[apartheid]] di [[Afrika Selatan]], dan dia mengutip sebagai contoh adanya pintu masuk yang terpisah untuk wanita ke dalam kantor pemerintah dan pemisahan pria dan wanita di area kolam di [[Laut Kaspia]] oleh sebuah tirai.<ref>Kylie Sturgess. [http://tokenskeptic.org/2013/04/29/episode-one-hundred-and-sixty-on-fitnah-interview-with-maryam-namazie/ Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie]. ''Token Skeptic''. 29 April 2013.</ref> | |||
Setelah [[Mina Ahadi]] meluncurkan [[Dewan Pusat Eks-Muslim]] (''Zentralrat der Ex-Muslime'') di Jerman pada Januari 2007, Namazie menjadi salah satu pendiri Dewan Eks-Muslim Britania (''Council of Ex-Muslims of Britain'', CEMB) pada bulan Juni, dan terlibat dalam pendirian cabang Belanda pada bulan September: Komite Sentral untuk Eks-Muslim (''Centraal Comité voor Ex-Moslims''), sebuah prakarsa Ehsan Jami. Perwakilan dari tiga dewan eks Muslim menandatangani "Deklarasi Toleransi Eropa".<ref>[http://www.trouw.nl/tr/nl/4324/Nieuws/archief/article/detail/1657356/2007/09/11/Ex-moslimbeweging-in-Europa-nog-klein.dhtml Ex-moslimbeweging in Europa nog klein]. ''Trouw''. 11 September 2007.</ref><ref>[http://www.secularism.org.uk/85762.html New ex-Muslim group launched in Netherlands]. National Secular Society. 14 September 2007.</ref> Munculnya organisasi-organisasi eks-Muslim telah digambarkan oleh [[Parlemen Eropa|MEP]] Sophie in 't Veld sebagai "[[Renaissance]] baru"; Namazie sendiri membandingkan hancurnya [[tabu]] dan [[Kemurtadan menurut Islam|kemunculan kaum murtadeen]] dengan [[Pergerakan sosial LGBT|emansipasi kaum homoseksual]].<ref>Algemeen Nederlands Persbureau. [http://www.trouw.nl/tr/nl/4324/Nieuws/article/detail/1318653/2007/09/12/Ex-moslims-veroorzaken-nieuwe-renaissance.dhtml 'Ex-moslims veroorzaken nieuwe renaissance']. ''Trouw''. 12 September 2008.</ref> | |||
Namazie | Pada bulan Februari 2008, Namazie dan Ahadi terpilih di antara 45 "Wanita Terbaik Tahun 2007" teratas oleh ''[[Elle|Elle Quebec]]'' untuk peran mereka dalam pendirian dewan-dewan mantan Muslim.<ref>[https://www.theguardian.com/profile/maryam-namazie Profile: Maryam Namazie]. ''The Guardian''. 5 February 2009.</ref><ref>Kenza Bennis. [http://ex-muslim.org.uk/wp-content/uploads/2008/01/Top_45_Women_of_the_world_feb_2008.pdf Top 45 Women of the World]. February 2008.</ref> Meskipun Komite Belanda untuk eks Muslim dibubarkan pada 2008, rekan-rekannya dari Inggris dan Jerman diperkuat dengan cabang Prancis: atas inisiatif [[Waleed Al-Husseini]], Dewan Eks-Muslim Perancis (''Conseil des Ex-Musulmans de France'', CEMF) didirikan pada 6 Juli 2013, di mana Namazie kembali terlibat.<ref>[http://www.lefigaro.fr/flash-actu/2013/07/06/97001-20130706FILWWW00317-creation-du-conseil-des-ex-musulmans.php Création du conseil des ex-musulmans]. Le Figaro/AFP. 6 July 2013.</ref><ref>[http://ex-muslim.org.uk/2013/07/successful-launch-of-council-of-ex-muslims-of-france/ Successful launch of Council of Ex-Muslims of France]. CEMB. 8 July 2013.</ref> | ||
Namazie disebutkan sebagai Korban Intimidasi: Kebebasan Berbicara dalam Komunitas Muslim Eropa, sebuah laporan akhir 2008 tentang 27 tokoh publik Eropa dengan latar belakang Islam yang telah menjadi fokus perhatian [[terorisme|teroris]] berdasarkan apa yang mereka katakan misalnya Islam, [[homoseksualitas]], pengalaman religius atau subjek apapun yang tidak disukai kaum ekstremis.<ref>Paul Cliteur. [http://www.trouw.nl/tr/nl/4324/Nieuws/article/detail/1133615/2009/01/03/De-27-van-Murray-en-Verwey.dhtml De 27 van Murray en Verwey]. ''Trouw''. 3 January 2009.</ref> | |||
Sejak 1982, telah ada Dewan Syariah Islam di Britania Raya, dan pengadilan syariah Islam diizinkan untuk mengadili dalam masalah keluarga (pernikahan, perceraian, warisan, hak asuh anak-anak) menurut Undang-Undang Arbitrase 1996. Namazie mengkampanyekan isu-isu ini berdasarkan dibawah nama ''One Law for All''.<ref>Maryam Namazie. [https://www.theguardian.com/law/2010/jul/05/sharia-law-religious-courts What isn't wrong with Sharia law?]. ''The Guardian''. 5 July 2010.</ref> Dia menganggap hukum syariah bersifat diskriminatif dan tidak adil, terutama terhadap perempuan dan anak-anak: "Hak dan keadilan dimaksudkan untuk orang, bukan untuk agama dan budaya", kata Namazie. Aksi ini diluncurkan pada 10 Desember 2008 pada saat peringatan 60 tahun [[Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia]].<ref>[http://www.trouw.nl/tr/nl/4324/Nieuws/article/detail/1190066/2008/12/11/Actie-tegen-Britse-shariapraktijk.dhtml Actie tegen Britse shariapraktijk]. ''Trouw''. 11 December 2008.</ref><ref>[http://www.trouw.nl/tr/nl/4324/Nieuws/article/detail/1194155/2008/12/10/Britten-willen-Een-wet-voor-iedereen.dhtml Britten willen 'Eén wet voor iedereen']. ''Trouw''. 12 December 2008.</ref> | |||
Namazie juga menentang [[relativisme budaya]] yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan kesetaraan, mengecam fakta bahwa propaganda barat mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan perempuan di negara-negara yang diperintah oleh kaum Islamis, dengan alasan bahwa tindakan ini adalah bagian dari budaya negara-negara tersebut di mana hal tersebut terjadi.<ref>Nick Cohen. [https://www.theguardian.com/world/2005/oct/16/gender.observercolumnists One woman's war]. ''The Observer''. 16 October 2005.</ref> Dia juga menunjukkan kalau dia percaya bahwa penentang terbesar hukum syariah dan Islamisme adalah orang-orang yang telah hidup di bawah kekuasaannya dan bahwa tidak ada yang seharusnya memiliki hak yang lebih rendah untuk dilahirkan di tempat mereka dilahirkan.<ref>Kylie Sturgess. [http://tokenskeptic.org/2013/04/29/episode-one-hundred-and-sixty-on-fitnah-interview-with-maryam-namazie/ Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie]. ''Token Skeptic''. 29 April 2013.</ref> | |||
Namazie | Pada 15 September 2010, Namazie, bersama dengan 54 tokoh publik lainnya, dia menandatangani surat terbuka yang diterbitkan di The Guardian, yang menyatakan penolakan mereka terhadap [[kunjungan kenegaraan]] [[Paus Benediktus XVI]] ke Inggris.<ref>[https://www.theguardian.com/world/2010/sep/15/harsh-judgments-on-pope-religion Letters: Harsh judgments on the pope and religion]. ''The Guardian''. 15 September 2010.</ref> | ||
Namazie adalah pembicara utama pada Konvensi Ateis Sedunia (''World Atheist Convention'') 2011 di Dublin, di mana ia menyatakan bahwa saat ini sedang terjadi "Inkuisisi Islam", yang menyebut orang dan negara sebagai "Islam" atau "Muslim" telah menolak keberagaman individu dan masyarakat dan memberi kaum Islamis lebih banyak pengaruh, bahwa hak asasi manusia bukanlah 'Barat' tetapi universal, dan bahwa kata "Islamophobia" adalah salah karena itu bukanlah suatu bentuk rasisme, akan tetapi karena ketakutan terhadap Islam dan oposisi terhadapnya bukan saja tanpa dasar, tetapi bahkan dibutuhkan.<ref>Maryam Namazie. [https://www.youtube.com/watch?v=1sivAkHdV4Q Islamic Inquisition]. ''World Atheist Convention 2011 Dublin''. YouTube. 5 June 2011.</ref> Pidato serupa yang dia sampaikan di [[Salt Lake City]] pada [[Konvensi Nasional]] Ateis Amerika (''American Atheists National Convention'') 2014 menentang pemakaian jilbab.<ref>American Atheists. [https://www.youtube.com/watch?v=PrBUxO1dx_8 Nude Protest: A Challenge to Islam, the Veil, and Islamism]. YouTube. 1 Jul 2015.</ref> | |||
Setelah blogger [[Mesir]] [[Aliaa Magda Elmahdy]], memposting foto-foto telanjang dirinya untuk memprovokasi para Islamis, Namazie meluncurkan kalender dengan foto-foto aktivis wanita telanjang pada Februari 2012, dengan antara lain Alena Magela Ukraina dari kelompok [[FEMEN]].<ref>Quentin Girard. [http://next.liberation.fr/sexe/01012394504-nues-pour-la-revolution Nues pour la révolution]. ''Libération Next''. 7 March 2012.</ref> Namazie mengatakan: "Islamis dan kaum konservatif terobsesi dengan tubuh wanita. Mereka ingin membungkam kita, membuat kita terselubung dan dirantai sepanjang hidup. Ketelanjangan yang dianggap tabu merupakan cara yang sangat penting sebagai bentuk perlawanan."<ref>[http://www.trouw.nl/tr/nl/4496/Buitenland/article/detail/3398386/2013/02/22/Naakte-feministen-zenden-schokgolf-door-Midden-Oosten.dhtmll Naakte feministen zenden schokgolf door Midden-Oosten]. ''Trouw''. 22 February 2013.</ref> Dia menyebut perbuatan Ehmaldy sebagai "teriakan melawan Islamisme" dan "tindakan pamungkas pemberontakan".<ref>Gianluca Mezzofiore. [http://www.ibtimes.co.uk/articles/252301/20111118/aliaa-magda-elmahdy-nude-blogger-gains-support.htm Aliaa Magda Elmahdy, Nude Blogger, Gains Support from Egyptian Diaspora]. 18 November 2011.</ref> Namazie menekankan perbedaan antara Muslim 'normal' di mana di satu sisi mendukung aktivis hak asasi manusia seperti Malala Yousafzai, dan di sisi lain adalah kaum Islamis yang berbahaya karena mereka membentuk gerakan politik represif yang telah merebut kekuasaan di beberapa negara. Dia berpendapat bahwa secara global, penggiat [[Kristen sayap kanan]] kurang berhasil dalam menekan hak-hak perempuan daripada Gerakan Islam.<ref>Maryam Namazie. [https://www.youtube.com/watch?v=1sivAkHdV4Q Islamic Inquisition]. ''World Atheist Convention 2011 Dublin''. YouTube. 5 June 2011.</ref><ref>Seth Andrews. [http://www.thethinkingatheist.com/podcast/islam-and-women TTA Podcast 98: Islam and Women]. The Thinking Atheist. 5 March 2013.</ref> | |||
Maryam Namazie juga merupakan juru bicara Gerakan Fitnah untuk Pembebasan Wanita, sebuah gerakan protes yang, menurut situs web mereka, "menuntut kebebasan, kesetaraan, dan sekularisme dan menyerukan diakhirinya hukum, adat, budaya, agama, dan hukum dan kebiasaan budaya misoginis, budaya, dan moral, jilbab wajib, apartheid seks, perdagangan seks, dan kekerasan terhadap perempuan."<ref>[http://fitnah.org/about_fitnah_english.html About Fitnah]. ''Fitnah''. 30 April 2005.</ref> Menurut Namazie, nama gerakan tersebut berasal dari sebuah ''[[hadis]]'', atau perkataan dari nabi Islam Muhammad, yang dalam pendapatnya menggambarkan perempuan sebagai sumber bahaya dan penderitaan. Dia menjelaskan bahwa meskipun istilah ini secara umum dianggap negatif, fakta bahwa wanita yang disebut fitnah adalah mereka yang "tidak taat, yang melanggar norma, yang menolak, yang memberontak, yang tidak mau tunduk" membuatnya cocok untuk [[feminisme|gerakan pembebasan wanita]].<ref>Kylie Sturgess. [http://tokenskeptic.org/2013/04/29/episode-one-hundred-and-sixty-on-fitnah-interview-with-maryam-namazie/ Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie]. ''Token Skeptic''. 29 April 2013.</ref> | |||
Dia telah menjelaskan bahwa penciptaan gerakan dipicu oleh gerakan kontemporer dan revolusi di seluruh dunia, [[Kebangkitan dunia Arab|terutama yang di Timur Tengah dan Afrika Utara]], meskipun dia menekankan Fitnah memiliki relevansi global.<ref>Kylie Sturgess. [http://tokenskeptic.org/2013/04/29/episode-one-hundred-and-sixty-on-fitnah-interview-with-maryam-namazie/ Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie]. ''Token Skeptic''. 29 April 2013.</ref> | |||
Pada bulan September 2015, persatuan mahasiswa Universitas Warwick secara singkat melarangnya berbicara dalam ceramah kampus yang akan diselenggarakan oleh Komunitas Ateis, Sekularis Humanis Warwick karena takut bahwa ia mungkin "menghasut kebencian" pada mahasiswa Muslim universitas tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Simon Gilbert dari Coventry Telegraph, dia mengatakan: "Itu membuat saya marah karena kita semua dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil dan bahwa siapa pun yang mengkritik Islam diberi label rasis. Ini bukan rasis, itu adalah hak fundamental ... .. Gerakan Islam adalah gerakan yang membantai orang di Timur Tengah dan Afrika. Penting bagi kita untuk membicarakannya dan mengkritiknya." Larangan itu dicabut setelah beberapa hari. | Pada bulan September 2015, persatuan mahasiswa Universitas Warwick secara singkat melarangnya berbicara dalam ceramah kampus yang akan diselenggarakan oleh Komunitas Ateis, Sekularis Humanis Warwick karena takut bahwa ia mungkin "menghasut kebencian" pada mahasiswa Muslim universitas tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Simon Gilbert dari Coventry Telegraph, dia mengatakan: "Itu membuat saya marah karena kita semua dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil dan bahwa siapa pun yang mengkritik Islam diberi label rasis. Ini bukan rasis, itu adalah hak fundamental ... .. Gerakan Islam adalah gerakan yang membantai orang di Timur Tengah dan Afrika. Penting bagi kita untuk membicarakannya dan mengkritiknya."<ref>Simon Gilbert. [http://www.coventrytelegraph.net/news/coventry-news/speaker-banned-warwick-university-over-10136555 Speaker banned from Warwick University over fears of offending Islam].</ref><ref>Richard Adams. [https://www.theguardian.com/education/2015/sep/26/student-union-blocks-speech-activist-maryam-namazie-warwick Student union blocks speech by 'inflammatory' anti-sharia activist]. ''The Guardian''. 26 September 2015.</ref> Larangan itu dicabut setelah beberapa hari.<ref>[http://www.coventrytelegraph.net/news/coventry-news/ex-muslim-speakers-warwick-university-10145068#ICID=sharebar_twitter Ex-Muslim speaker's Warwick University ban overturned following public pressure]. ''Coventry Telegraph''. 27 September 2015.</ref> | ||
Pada bulan Desember 2015, ia memberikan ceramah tentang penistaan agama di Universitas Goldsmiths di London, yang disponsori oleh Masyarakat Atheist, Sekularis dan Humanis. Selama ceramahnya, anggota Masyarakat Islam di universitas tersebut membuat kegaduhan dengan mengolok-olok dan mematikan presentasi PowerPoint ketika Namazie memajang kartun dari serial Jesus dan Mo. Namazie meminta agar siswa yang mengganggu dikeluarkan tetapi keamanan menolak melakukannya. Beberapa siswa diduga telah mengeluarkan ancaman pembunuhan pada Namazie dan dosen lainnya. Menanggapi insiden itu, Perhimpunan Feminis universitas merilis pernyataan tentang Tumblr, yang menyatakan dukungan untuk Masyarakat Islam, dan mengutuk Ateis, Sekularis dan Masyarakat Humanis karena menjadi tuan rumah "para ahli islam yang dikenal" untuk berbicara di universitas. | Pada bulan Desember 2015, ia memberikan ceramah tentang penistaan agama di Universitas Goldsmiths di London, yang disponsori oleh Masyarakat Atheist, Sekularis dan Humanis. Selama ceramahnya, anggota Masyarakat Islam di universitas tersebut membuat kegaduhan dengan mengolok-olok dan mematikan presentasi PowerPoint ketika Namazie memajang kartun dari serial Jesus dan Mo. Namazie meminta agar siswa yang mengganggu dikeluarkan tetapi keamanan menolak melakukannya. Beberapa siswa diduga telah mengeluarkan ancaman pembunuhan pada Namazie dan dosen lainnya.<ref>Jonis Liban. [http://www.londonstudent.coop/death-threats-goldsmiths-speaker-maryam-namazie/ 'Death Threats And Intimidation' At Controversial Goldsmiths Lecture With Speaker Maryam Namazie].</ref> Menanggapi insiden itu, Perhimpunan Feminis universitas merilis pernyataan tentang Tumblr, yang menyatakan dukungan untuk Masyarakat Islam, dan mengutuk Ateis, Sekularis dan Masyarakat Humanis karena menjadi tuan rumah "para ahli islam yang dikenal" untuk berbicara di universitas.<ref>[http://goldfemsoc.tumblr.com/post/134396957048/goldsmiths-feminist-society-stands-in-solidarity Goldsmiths Feminist Society Tumblr].</ref> | ||
Namazie adalah pelindung Association of Black Atheists dan Pink Triangle Trust. | Namazie adalah pelindung Association of Black Atheists dan Pink Triangle Trust.<ref>[http://maryamnamazie.com/about/ Biography]. ''MaryamNamazie.com''.</ref> | ||
=== Politik === | === Politik === | ||
Maryam Namazie dulunya adalah anggota Komite Sentral Partai Pekerja-Komunis Iran, sebagai editor untuk Review Pekerja-Komunis. Dia menganjurkan ide-ide yang diilhami oleh [[Komunisme]] Pekerja, terutama yang dimiliki oleh ahli teori Iran Mansoor Hekmat.<ref>[http://www.wpiran.org/fa/index.php/leader.html List of leaders elected at the 8th Congress of the Worker-communist Party of Iran in February 2012]. Worker-communist Party of Iran. February 2012.</ref> | |||
Namazie dengan kuat menjauhkan diri dari kelompok-kelompok Islam ekstrem kanan, yang tidak dia anggap sebagai sekutu, tidak juga musuh.<ref>Maryam Namazie. [https://www.youtube.com/watch?v=1sivAkHdV4Q Islamic Inquisition]. ''World Atheist Convention 2011 Dublin''. YouTube. 5 June 2011.</ref><ref>, ''[http://www.onelawforall.org.uk/wp-content/uploads/Enemies-not-Allies-web-version1.pdf Enemies Not Allies: The Far-Right] '' (2011). One Law For All.</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=KvF9WLcQcvw Maryam Namazie responds on Riposte Laique and far-Right's bigotry, Islam and Islamism]. ''Conseil des ex-musulmans''. YouTube. 6 July 2013.</ref> Pada Konferensi Ateis Dunia di Dublin pada tahun 2011, dengan merujuk pada sayap kanan, ia mengatakan "mereka seperti Islamis" dan bahwa umat Islam membutuhkan perlindungan yang sama di bawah hukum, sementara ia menekankan perlunya untuk dapat mengkritik agama.<ref>Maryam Namazie. [https://www.youtube.com/watch?v=1sivAkHdV4Q Islamic Inquisition]. ''World Atheist Convention 2011 Dublin''. YouTube. 5 June 2011.</ref> Dia sangat mengutuk gerakan sayap kanan setelah [[Penembakan masjid Christchurch|serangan teroris terhadap masjid di Christchurch]], Selandia Baru, yang merenggut 50 nyawa korban, dengan menyatakan bahwa "Kami berdiri bersama Muslim di mana-mana yang menghadapi diskriminasi, kekerasan, dan teror".<ref>[https://maryamnamazie.com/outrage-at-christchurchmosqueattack Outrage at #ChristchurchMosqueAttack].</ref> | |||
Namazie dengan kuat menjauhkan diri dari kelompok-kelompok Islam ekstrem kanan, yang tidak dia anggap sebagai sekutu, tidak juga musuh. Pada Konferensi Ateis Dunia di Dublin pada tahun 2011, dengan merujuk pada sayap kanan, ia mengatakan "mereka seperti Islamis" dan bahwa umat Islam membutuhkan perlindungan yang sama di bawah hukum, sementara ia menekankan perlunya untuk dapat mengkritik agama. Dia sangat mengutuk gerakan sayap kanan setelah [[Penembakan masjid Christchurch|serangan teroris terhadap masjid di Christchurch]], Selandia Baru, yang merenggut 50 nyawa korban, dengan menyatakan bahwa "Kami berdiri bersama Muslim di mana-mana yang menghadapi diskriminasi, kekerasan, dan teror". | |||
== Publikasi == | == Publikasi == | ||
| Baris 64: | Baris 64: | ||
== Referansi == | == Referansi == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [https://maryamnamazie.com/ Situs web resmi] | * [https://maryamnamazie.com/ Situs web resmi] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maryam+Namazie&oldid=29258279 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29258279 (2026-05-22T05:35:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 25 Agustus 2026 18.04

Maryam Namazie (Persia: مریم نمازی; kelahiran 1966)[1] adalah seorang aktivis sekularis berkewarganegaraan Inggris asal Iran, penggiat hak asasi manusia, komentator dan presenter televisi.[2]
Pada awalnya, sebagian besar aktivitasnya berfokus pada pelanggaran HAM yang dialami para pengungsi, terutama di Sudan, Turki dan Iran,[3] dan dia aktif berkampanye melawan hukum syariah.[4] Namazie menjadi terkenal pada pertengahan 2000-an karena posisinya yang pro-sekularisme dan kritiknya yang tajam akan penindasan kaum perempuan di bawah rezim Islam.[5] Sebagai seorang tokoh yang kontroversial, baru-baru ini ada beberapa kelompok yang menentang ceramah-ceramahnya dan menuduhnya terlalu provokatif.[6][7]
Namazie adalah juru bicara untuk Iran Solidarity ("Solidaritas Iran"), One Law for All ("Satu Hukum untuk Semua"),[8] dan Dewan Eks-Muslim Britania (Council of Ex-Muslims of Britain, CEMB)[9] dan merupakan pelindung Association of Black Humanists.[10]
Kehidupan awal dan pendidikan
Namazie lahir di Teheran, kemudian meninggalkan Iran bersama keluarganya pada 1980 setelah revolusi 1979 di Iran.[11][12] Ia kemudian tinggal di India, Britania Raya, dan Amerika Serikat, tempat ia memulai studinya pada usia 17 tahun.[13][14] Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International.[15]
Karier
Penanganan pengungsi
Khusus dalam solidaritas internasional, Namazie pertama kali bekerja dengan para pengungsi Ethiopia di Sudan. Selama islamisasi di negara itu, organisasi klandestinnya dalam membela hak asasi manusia, Hak Asasi Manusia Tanpa Batas akhirnya ditemukan dan dilarang. Sekembalinya ke Amerika Serikat pada tahun 1991, ia menjadi salah satu pendiri Komite Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Iran (CHAIR). Pada 1994 ia bekerja di kamp-kamp pengungsi Iran di Turki dan memproduksi film tentang situasi mereka. Namazie kemudian terpilih sebagai Direktur Eksekutif Federasi Internasional Pengungsi Iran dengan cabang di lebih dari dua puluh negara. Dia telah memimpin beberapa kampanye, terutama terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap pengungsi di Turki,[16] dan terlibat dengan Komite Internasional Melawan Rajam.[17] Namazie juga menyiarkan program melalui televisi satelit dalam bahasa Inggris: TV International.[18] Namazie has also broadcast programmes via satellite television in English: TV International.[19]
Sekularisme
Namazie tidak membatasi aktivismenya untuk sekularisme di negara kelahirannya: dia juga telah berkampanye di Kanada dan Inggris, tempat tinggalnya sekarang. Dia menulis banyak artikel, membuat pernyataan publik dan mengkhususkan diri dalam menentang relativisme budaya dan Islamisme. Kegiatan-kegiatan ini diakui oleh National Secular Society ("Perhimpunan Sekuler Nasional") dengan dianugerahkannya penghargaan Sekuler 2005, yang menjadikan Namazie sebagai penerima pertama.[20][21]
Namazie adalah rekan kehormatan National Secular Society.[22]
Ketika terjadi kerusuhan yang disebabkan karikatur Denmark, dia juga ambil bagian pada dua belas penandatangan Manifesto: Bersama-sama Menghadapi Totalitarianisme Baru bersama-sama dengan Ayaan Hirsi Ali, Shahla Chafiq, Caroline Fourest, Bernard-Henri Lévy, Irshad Manji, Mehdi Mozaffari, Taslima Nasrin, Salman Rushdie, Antoine Sfeir, Philippe Val, dan Ibn Warraq. Manifesto itu dimulai sebagai berikut: "Setelah mengalahkan fasisme, Nazisme, dan Stalinisme, dunia sekarang menghadapi ancaman global totaliter baru: Islamisme."[23] Namazie mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 2006 bahwa tanggapan masyarakat 'sangat luar biasa. Banyak yang merasa manifesto seperti itu sangat tepat waktu, dan sementara itu tentu saja juga menuai pesan kebencian sebagaimana biasa dari para Islamis.'[24]
Namazie mengecam diskriminasi yang harus dialami perempuan di bawah rezim Islam: "Dari kenyataan bahwa Anda adalah warga negara kelas dua, bahkan kesaksian Anda secara hukum bernilai setengah dari laki-laki, Anda mendapatkan setengah dari apa yang dilakukan anak laki-laki dalam warisan jika Anda seorang gadis. Anda harus berhijab jika Anda seorang gadis atau wanita, dan ada bidang-bidang pendidikan atau pekerjaan tertentu yang terlarang bagi Anda karena Anda dianggap emosional. "[25] Ia membandingkan situasi wanita di bawah rezim Islam dewasa ini terhadap ketidaksetaraan sosial di bawah apartheid di Afrika Selatan, dan dia mengutip sebagai contoh adanya pintu masuk yang terpisah untuk wanita ke dalam kantor pemerintah dan pemisahan pria dan wanita di area kolam di Laut Kaspia oleh sebuah tirai.[26]
Setelah Mina Ahadi meluncurkan Dewan Pusat Eks-Muslim (Zentralrat der Ex-Muslime) di Jerman pada Januari 2007, Namazie menjadi salah satu pendiri Dewan Eks-Muslim Britania (Council of Ex-Muslims of Britain, CEMB) pada bulan Juni, dan terlibat dalam pendirian cabang Belanda pada bulan September: Komite Sentral untuk Eks-Muslim (Centraal Comité voor Ex-Moslims), sebuah prakarsa Ehsan Jami. Perwakilan dari tiga dewan eks Muslim menandatangani "Deklarasi Toleransi Eropa".[27][28] Munculnya organisasi-organisasi eks-Muslim telah digambarkan oleh MEP Sophie in 't Veld sebagai "Renaissance baru"; Namazie sendiri membandingkan hancurnya tabu dan kemunculan kaum murtadeen dengan emansipasi kaum homoseksual.[29]
Pada bulan Februari 2008, Namazie dan Ahadi terpilih di antara 45 "Wanita Terbaik Tahun 2007" teratas oleh Elle Quebec untuk peran mereka dalam pendirian dewan-dewan mantan Muslim.[30][31] Meskipun Komite Belanda untuk eks Muslim dibubarkan pada 2008, rekan-rekannya dari Inggris dan Jerman diperkuat dengan cabang Prancis: atas inisiatif Waleed Al-Husseini, Dewan Eks-Muslim Perancis (Conseil des Ex-Musulmans de France, CEMF) didirikan pada 6 Juli 2013, di mana Namazie kembali terlibat.[32][33]
Namazie disebutkan sebagai Korban Intimidasi: Kebebasan Berbicara dalam Komunitas Muslim Eropa, sebuah laporan akhir 2008 tentang 27 tokoh publik Eropa dengan latar belakang Islam yang telah menjadi fokus perhatian teroris berdasarkan apa yang mereka katakan misalnya Islam, homoseksualitas, pengalaman religius atau subjek apapun yang tidak disukai kaum ekstremis.[34]
Sejak 1982, telah ada Dewan Syariah Islam di Britania Raya, dan pengadilan syariah Islam diizinkan untuk mengadili dalam masalah keluarga (pernikahan, perceraian, warisan, hak asuh anak-anak) menurut Undang-Undang Arbitrase 1996. Namazie mengkampanyekan isu-isu ini berdasarkan dibawah nama One Law for All.[35] Dia menganggap hukum syariah bersifat diskriminatif dan tidak adil, terutama terhadap perempuan dan anak-anak: "Hak dan keadilan dimaksudkan untuk orang, bukan untuk agama dan budaya", kata Namazie. Aksi ini diluncurkan pada 10 Desember 2008 pada saat peringatan 60 tahun Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia.[36][37]
Namazie juga menentang relativisme budaya yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan kesetaraan, mengecam fakta bahwa propaganda barat mengabaikan pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan perempuan di negara-negara yang diperintah oleh kaum Islamis, dengan alasan bahwa tindakan ini adalah bagian dari budaya negara-negara tersebut di mana hal tersebut terjadi.[38] Dia juga menunjukkan kalau dia percaya bahwa penentang terbesar hukum syariah dan Islamisme adalah orang-orang yang telah hidup di bawah kekuasaannya dan bahwa tidak ada yang seharusnya memiliki hak yang lebih rendah untuk dilahirkan di tempat mereka dilahirkan.[39]
Pada 15 September 2010, Namazie, bersama dengan 54 tokoh publik lainnya, dia menandatangani surat terbuka yang diterbitkan di The Guardian, yang menyatakan penolakan mereka terhadap kunjungan kenegaraan Paus Benediktus XVI ke Inggris.[40]
Namazie adalah pembicara utama pada Konvensi Ateis Sedunia (World Atheist Convention) 2011 di Dublin, di mana ia menyatakan bahwa saat ini sedang terjadi "Inkuisisi Islam", yang menyebut orang dan negara sebagai "Islam" atau "Muslim" telah menolak keberagaman individu dan masyarakat dan memberi kaum Islamis lebih banyak pengaruh, bahwa hak asasi manusia bukanlah 'Barat' tetapi universal, dan bahwa kata "Islamophobia" adalah salah karena itu bukanlah suatu bentuk rasisme, akan tetapi karena ketakutan terhadap Islam dan oposisi terhadapnya bukan saja tanpa dasar, tetapi bahkan dibutuhkan.[41] Pidato serupa yang dia sampaikan di Salt Lake City pada Konvensi Nasional Ateis Amerika (American Atheists National Convention) 2014 menentang pemakaian jilbab.[42]
Setelah blogger Mesir Aliaa Magda Elmahdy, memposting foto-foto telanjang dirinya untuk memprovokasi para Islamis, Namazie meluncurkan kalender dengan foto-foto aktivis wanita telanjang pada Februari 2012, dengan antara lain Alena Magela Ukraina dari kelompok FEMEN.[43] Namazie mengatakan: "Islamis dan kaum konservatif terobsesi dengan tubuh wanita. Mereka ingin membungkam kita, membuat kita terselubung dan dirantai sepanjang hidup. Ketelanjangan yang dianggap tabu merupakan cara yang sangat penting sebagai bentuk perlawanan."[44] Dia menyebut perbuatan Ehmaldy sebagai "teriakan melawan Islamisme" dan "tindakan pamungkas pemberontakan".[45] Namazie menekankan perbedaan antara Muslim 'normal' di mana di satu sisi mendukung aktivis hak asasi manusia seperti Malala Yousafzai, dan di sisi lain adalah kaum Islamis yang berbahaya karena mereka membentuk gerakan politik represif yang telah merebut kekuasaan di beberapa negara. Dia berpendapat bahwa secara global, penggiat Kristen sayap kanan kurang berhasil dalam menekan hak-hak perempuan daripada Gerakan Islam.[46][47]
Maryam Namazie juga merupakan juru bicara Gerakan Fitnah untuk Pembebasan Wanita, sebuah gerakan protes yang, menurut situs web mereka, "menuntut kebebasan, kesetaraan, dan sekularisme dan menyerukan diakhirinya hukum, adat, budaya, agama, dan hukum dan kebiasaan budaya misoginis, budaya, dan moral, jilbab wajib, apartheid seks, perdagangan seks, dan kekerasan terhadap perempuan."[48] Menurut Namazie, nama gerakan tersebut berasal dari sebuah hadis, atau perkataan dari nabi Islam Muhammad, yang dalam pendapatnya menggambarkan perempuan sebagai sumber bahaya dan penderitaan. Dia menjelaskan bahwa meskipun istilah ini secara umum dianggap negatif, fakta bahwa wanita yang disebut fitnah adalah mereka yang "tidak taat, yang melanggar norma, yang menolak, yang memberontak, yang tidak mau tunduk" membuatnya cocok untuk gerakan pembebasan wanita.[49] Dia telah menjelaskan bahwa penciptaan gerakan dipicu oleh gerakan kontemporer dan revolusi di seluruh dunia, terutama yang di Timur Tengah dan Afrika Utara, meskipun dia menekankan Fitnah memiliki relevansi global.[50]
Pada bulan September 2015, persatuan mahasiswa Universitas Warwick secara singkat melarangnya berbicara dalam ceramah kampus yang akan diselenggarakan oleh Komunitas Ateis, Sekularis Humanis Warwick karena takut bahwa ia mungkin "menghasut kebencian" pada mahasiswa Muslim universitas tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Simon Gilbert dari Coventry Telegraph, dia mengatakan: "Itu membuat saya marah karena kita semua dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil dan bahwa siapa pun yang mengkritik Islam diberi label rasis. Ini bukan rasis, itu adalah hak fundamental ... .. Gerakan Islam adalah gerakan yang membantai orang di Timur Tengah dan Afrika. Penting bagi kita untuk membicarakannya dan mengkritiknya."[51][52] Larangan itu dicabut setelah beberapa hari.[53]
Pada bulan Desember 2015, ia memberikan ceramah tentang penistaan agama di Universitas Goldsmiths di London, yang disponsori oleh Masyarakat Atheist, Sekularis dan Humanis. Selama ceramahnya, anggota Masyarakat Islam di universitas tersebut membuat kegaduhan dengan mengolok-olok dan mematikan presentasi PowerPoint ketika Namazie memajang kartun dari serial Jesus dan Mo. Namazie meminta agar siswa yang mengganggu dikeluarkan tetapi keamanan menolak melakukannya. Beberapa siswa diduga telah mengeluarkan ancaman pembunuhan pada Namazie dan dosen lainnya.[54] Menanggapi insiden itu, Perhimpunan Feminis universitas merilis pernyataan tentang Tumblr, yang menyatakan dukungan untuk Masyarakat Islam, dan mengutuk Ateis, Sekularis dan Masyarakat Humanis karena menjadi tuan rumah "para ahli islam yang dikenal" untuk berbicara di universitas.[55]
Namazie adalah pelindung Association of Black Atheists dan Pink Triangle Trust.[56]
Politik
Maryam Namazie dulunya adalah anggota Komite Sentral Partai Pekerja-Komunis Iran, sebagai editor untuk Review Pekerja-Komunis. Dia menganjurkan ide-ide yang diilhami oleh Komunisme Pekerja, terutama yang dimiliki oleh ahli teori Iran Mansoor Hekmat.[57]
Namazie dengan kuat menjauhkan diri dari kelompok-kelompok Islam ekstrem kanan, yang tidak dia anggap sebagai sekutu, tidak juga musuh.[58][59][60] Pada Konferensi Ateis Dunia di Dublin pada tahun 2011, dengan merujuk pada sayap kanan, ia mengatakan "mereka seperti Islamis" dan bahwa umat Islam membutuhkan perlindungan yang sama di bawah hukum, sementara ia menekankan perlunya untuk dapat mengkritik agama.[61] Dia sangat mengutuk gerakan sayap kanan setelah serangan teroris terhadap masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang merenggut 50 nyawa korban, dengan menyatakan bahwa "Kami berdiri bersama Muslim di mana-mana yang menghadapi diskriminasi, kekerasan, dan teror".[62]
Publikasi
- Maryam Namazie, Sharia Law in Britain: A Threat to One Law for All and Equal Rights (2010). One Law For All.
- Adam Barnett & Maryam Namazie, Enemies Not Allies: The Far-Right (2011). One Law For All.
- Maryam Namazie, Nahla Mahmoud, Atoosa Khatiri e.a., Political and Legal Status of Apostates in Islam (2013). Council of Ex-Muslims of Britain.
Dokumenter
Namazie ditampilkan dalam film dokumenter berikut:
- Among Nonbelievers (2015), disutradarai oleh Dorothée Forma, diproduksi oleh HUMAN
- Islam's Non-Believers (2016), disutradarai oleh Deeyah Khan, diproduksi oleh Fuuse
Referansi
Pranala luar
Referensi
- ↑ Janny Groen. 'Enorme druk op liberale moslims'. de Volkskrant. 27 July 2007.
- ↑ Profile: Maryam Namazie. The Guardian. 5 February 2009.
- ↑ Biography. MaryamNamazie.com.
- ↑ Maryam Namazie. What isn't wrong with Sharia law?. The Guardian. 5 July 2010.
- ↑ Profile: Maryam Namazie. The Guardian. 5 February 2009.
- ↑ Simon Gilbert. Speaker banned from Warwick University over fears of offending Islam.
- ↑ Richard Adams. Student union blocks speech by 'inflammatory' anti-sharia activist. The Guardian. 26 September 2015.
- ↑ Profile: Maryam Namazie. The Guardian. 5 February 2009.
- ↑ Contact – Council of Ex-Muslims of Britain. CEMB.
- ↑ Biography. MaryamNamazie.com.
- ↑ Dominic Casciani. Ignore Islam, 'ex-Muslims' urge. BBC. 21 June 2007.
- ↑ Nick Cohen. One woman's war. The Observer. The Guardian. 16 October 2005.
- ↑ Biography. Website Maryam Namazie..
- ↑ Equal Rights Now – Contact Us
- ↑ TV International English. New Channel TV.
- ↑ Biography. Website Maryam Namazie..
- ↑ International Committee against Stoning. Maryam Namazie.
- ↑ Equal Rights Now – Contact Us
- ↑ TV International English. New Channel TV.
- ↑ Profile: Maryam Namazie. The Guardian. 5 February 2009.
- ↑ Maryam Namazie. National Secular Society.
- ↑ National Secular Society Honorary Associates. National Secular Society. Retrieved 5 June 2019
- ↑ "The Twelve". A Manifesto Against Islamism. Jyllands-Posten. 28 February 2006.
- ↑ Maryam Namazie. It was important to sign the manifesto. Javanan Weekly. 15 March 2006.
- ↑ Kylie Sturgess. Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie. Token Skeptic. 29 April 2013.
- ↑ Kylie Sturgess. Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie. Token Skeptic. 29 April 2013.
- ↑ Ex-moslimbeweging in Europa nog klein. Trouw. 11 September 2007.
- ↑ New ex-Muslim group launched in Netherlands. National Secular Society. 14 September 2007.
- ↑ Algemeen Nederlands Persbureau. 'Ex-moslims veroorzaken nieuwe renaissance'. Trouw. 12 September 2008.
- ↑ Profile: Maryam Namazie. The Guardian. 5 February 2009.
- ↑ Kenza Bennis. Top 45 Women of the World. February 2008.
- ↑ Création du conseil des ex-musulmans. Le Figaro/AFP. 6 July 2013.
- ↑ Successful launch of Council of Ex-Muslims of France. CEMB. 8 July 2013.
- ↑ Paul Cliteur. De 27 van Murray en Verwey. Trouw. 3 January 2009.
- ↑ Maryam Namazie. What isn't wrong with Sharia law?. The Guardian. 5 July 2010.
- ↑ Actie tegen Britse shariapraktijk. Trouw. 11 December 2008.
- ↑ Britten willen 'Eén wet voor iedereen'. Trouw. 12 December 2008.
- ↑ Nick Cohen. One woman's war. The Observer. 16 October 2005.
- ↑ Kylie Sturgess. Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie. Token Skeptic. 29 April 2013.
- ↑ Letters: Harsh judgments on the pope and religion. The Guardian. 15 September 2010.
- ↑ Maryam Namazie. Islamic Inquisition. World Atheist Convention 2011 Dublin. YouTube. 5 June 2011.
- ↑ American Atheists. Nude Protest: A Challenge to Islam, the Veil, and Islamism. YouTube. 1 Jul 2015.
- ↑ Quentin Girard. Nues pour la révolution. Libération Next. 7 March 2012.
- ↑ Naakte feministen zenden schokgolf door Midden-Oosten. Trouw. 22 February 2013.
- ↑ Gianluca Mezzofiore. Aliaa Magda Elmahdy, Nude Blogger, Gains Support from Egyptian Diaspora. 18 November 2011.
- ↑ Maryam Namazie. Islamic Inquisition. World Atheist Convention 2011 Dublin. YouTube. 5 June 2011.
- ↑ Seth Andrews. TTA Podcast 98: Islam and Women. The Thinking Atheist. 5 March 2013.
- ↑ About Fitnah. Fitnah. 30 April 2005.
- ↑ Kylie Sturgess. Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie. Token Skeptic. 29 April 2013.
- ↑ Kylie Sturgess. Episode One Hundred and Sixty-On Fitnah -Interview with Maryam Namazie. Token Skeptic. 29 April 2013.
- ↑ Simon Gilbert. Speaker banned from Warwick University over fears of offending Islam.
- ↑ Richard Adams. Student union blocks speech by 'inflammatory' anti-sharia activist. The Guardian. 26 September 2015.
- ↑ Ex-Muslim speaker's Warwick University ban overturned following public pressure. Coventry Telegraph. 27 September 2015.
- ↑ Jonis Liban. 'Death Threats And Intimidation' At Controversial Goldsmiths Lecture With Speaker Maryam Namazie.
- ↑ Goldsmiths Feminist Society Tumblr.
- ↑ Biography. MaryamNamazie.com.
- ↑ List of leaders elected at the 8th Congress of the Worker-communist Party of Iran in February 2012. Worker-communist Party of Iran. February 2012.
- ↑ Maryam Namazie. Islamic Inquisition. World Atheist Convention 2011 Dublin. YouTube. 5 June 2011.
- ↑ , Enemies Not Allies: The Far-Right (2011). One Law For All.
- ↑ Maryam Namazie responds on Riposte Laique and far-Right's bigotry, Islam and Islamism. Conseil des ex-musulmans. YouTube. 6 July 2013.
- ↑ Maryam Namazie. Islamic Inquisition. World Atheist Convention 2011 Dublin. YouTube. 5 June 2011.
- ↑ Outrage at #ChristchurchMosqueAttack.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29258279 (2026-05-22T05:35:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.