Lompat ke isi

Efek Sagnac: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29302019; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Sagnac_interferometer.png|thumb|right|280px|Sagnac interferometer]]
'''Efek Sagnac''' (, juga disebut "Interferensi Sagnac"), adalah suatu gejala yang dijumpai dalam [[interferometri]] yang ditimbulkan oleh [[rotasi]]. Dinamai menurut penemunya, seorang ahli Fisika dari [[Prancis]], [[Georges Sagnac]]. Efek Sagnac muncul dengan sendirinya dalam suatu sistem yang disebut "Interferometer cincin" ("''ring interferometer''"). Suatu berkas cahaya dipisah menjadi dua dan kedua berkas hasilnya dibuat melalui jalur yang sama dengan arah berbalikan. Untuk membentuk suatu "cincin" jalur trajektori itu harus melingkupi suatu area. Pada waktu kembali ke titik awal kedua berkas cahaya itu diizinkan keluar dari cincin dan mengalami "Interferensi gelombang cahaya". Fase relatif dari kedua berkas yang keluar ini, dan juga posisi dari tepi-tepi/''fringe'' interferensi, digeser sesuai kecepatan angular ("''angular velocity''") peralatan itu. Sistem ini juga disebut "'''interferometer Sagnac'''". Efek Sagnac ini diterapkan sehari-hari dalam [[giroskop]] laser dan giroskop ''[[fiber optic]]'', serta [[GPS|sistem pemosisi global (GPS)]].
'''Efek Sagnac''' (, juga disebut "Interferensi Sagnac"), adalah suatu gejala yang dijumpai dalam [[interferometri]] yang ditimbulkan oleh [[rotasi]]. Dinamai menurut penemunya, seorang ahli Fisika dari [[Prancis]], [[Georges Sagnac]]. Efek Sagnac muncul dengan sendirinya dalam suatu sistem yang disebut "Interferometer cincin" ("''ring interferometer''"). Suatu berkas cahaya dipisah menjadi dua dan kedua berkas hasilnya dibuat melalui jalur yang sama dengan arah berbalikan. Untuk membentuk suatu "cincin" jalur trajektori itu harus melingkupi suatu area. Pada waktu kembali ke titik awal kedua berkas cahaya itu diizinkan keluar dari cincin dan mengalami "Interferensi gelombang cahaya". Fase relatif dari kedua berkas yang keluar ini, dan juga posisi dari tepi-tepi/''fringe'' interferensi, digeser sesuai kecepatan angular ("''angular velocity''") peralatan itu. Sistem ini juga disebut "'''interferometer Sagnac'''". Efek Sagnac ini diterapkan sehari-hari dalam [[giroskop]] laser dan giroskop ''[[fiber optic]]'', serta [[GPS|sistem pemosisi global (GPS)]].


== Pemerian dan operasi ==
== Pemerian dan operasi ==
Biasanya digunakan 3 kaca atau lebih sehingga berkas cahaya anti propagasi mengikuti suatu jalur tertutup seperti sebuah segitiga atau bujur sangkar. (Gambar 1) Sebagai alternatif, [[serat optik]] dapat digunakan untuk mengarahkan cahaya melalui jalur tertutup. (Gambar 2) Jika platform dimana interferometer cincin itu dipasang berputar, maka tepi-tepi interferensi akan berpindah dari posisinya dibandingkan jika platform itu tidak berputar. Besarnya perpindahan ini sebanding dengan kecepatan angular platform yang berputar itu. Sumbu rotasi tidak harus berada di dalam area yang ter lingkup.
Biasanya digunakan 3 kaca atau lebih sehingga berkas cahaya anti propagasi mengikuti suatu jalur tertutup seperti sebuah segitiga atau bujur sangkar. (Gambar 1) Sebagai alternatif, [[serat optik]] dapat digunakan untuk mengarahkan cahaya melalui jalur tertutup. (Gambar 2) Jika platform dimana interferometer cincin itu dipasang berputar, maka tepi-tepi interferensi akan berpindah dari posisinya dibandingkan jika platform itu tidak berputar. Besarnya perpindahan ini sebanding dengan kecepatan angular platform yang berputar itu. Sumbu rotasi tidak harus berada di dalam area yang ter lingkup.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Usulan awal pembuatan suatu interferometer cincin raksasa untuk mengukur [[Rotasi Bumi|rotasi bumi]] dikemukakan oleh [[Oliver Lodge]] pada tahun 1897, dan kemudian oleh [[Albert Abraham Michelson]] pada tahun 1904. Mereka berharap bahwa Interferometer semacam itu memungkinkan penentuan satu dari dua ide berlawanan, yaitu (1) aether stasioner (tidak bergerak), atau (2) aether yang bergerak di permukaan bumi (sedangkan bumi tidak berputar). Jika aether bergerak maka hasilnya negatif, sedangkan jika aether stasioner hasilnya positif. Ternyata hasilnya negatif.<ref>Anderson, R., Bilger, H.R., Stedman, G.E. ''Sagnac effect: A century of Earth-rotated interferometers''. ''Am. J. Phys''. 1994. Vol. 62 (11). hlm. 975–985. doi:10.1119/1.17656.</ref><ref>Lodge, Oliver. ''Experiments on the Absence of Mechanical Connexion between Ether and Matter''. ''Phil. Trans. Roy. Soc''. 1897. Vol. 189. hlm. 149–166.</ref><ref>Michelson, A.A. ''Relative Motion of Earth and Aether''. ''Philosophical Magazine''. 1904. Vol. 8 (48). hlm. 716–719.</ref> [[Max von Laue]] pada tahun 1911 meneruskan pekerjaan Michelson, dan juga menyertakan [[relativitas khusus]] dalam perhitungannya. Ia meramalkan bahwa hasil positif ( dalam order pertama v/c) akan membuktikan baik relativitas khusus dan aether stasioner, karena menurut teori-teori ini kecepatan cahaya tetap sama tanpa tergantung dari kecepatan sumbernya, sehingga waktu propagasi untuk pancaran anti propagasi tidak sama jika dilihat dari [[kerangka acuan inersial]]. Kenyataan hasil yang negatif menyanggah teori-teori itu, sebaliknya membuktikan model pergerakan aether pada bumi yang tidak berputar.<ref>Wolfgang Pauli. ''Theory of Relativity''. Dover. 1981. ISBN 0-486-64152-X.</ref><ref>Laue, Max von. ''On an Experiment on the Optics of Moving Bodies''. ''Münchener Sitzungsberichte''. 1911. hlm. 405–412.</ref> Laue membatasi penelitiannya pada kerangka-kerangka inersial. [[Paul Langevin]] (1921/35) dan yang lain menjelaskan efek ini jika dilihat dari kerangka acuan yang mengalami rotasi (bal dalam relativitas khusus maupun umum, lihat [[Born coordinates]]).<ref>Guido Rizzi, Matteo Luca Ruggiero. ''Relativity in Rotating Frames''. Kluwer Academic Publishers. 1981. ISBN 0-486-64152-X.</ref><ref>L.D. Landau, E.M. Lifshitz, (1962). "The Classical Theory of Fields". 2nd edition, Pergamon Press, pp. 296 - 297.</ref>


Usulan awal pembuatan suatu interferometer cincin raksasa untuk mengukur [[Rotasi Bumi|rotasi bumi]] dikemukakan oleh [[Oliver Lodge]] pada tahun 1897, dan kemudian oleh [[Albert Abraham Michelson]] pada tahun 1904. Mereka berharap bahwa Interferometer semacam itu memungkinkan penentuan satu dari dua ide berlawanan, yaitu (1) aether stasioner (tidak bergerak), atau (2) aether yang bergerak di permukaan bumi (sedangkan bumi tidak berputar). Jika aether bergerak maka hasilnya negatif, sedangkan jika aether stasioner hasilnya positif. Ternyata hasilnya negatif. [[Max von Laue]] pada tahun 1911 meneruskan pekerjaan Michelson, dan juga menyertakan [[relativitas khusus]] dalam perhitungannya. Ia meramalkan bahwa hasil positif ( dalam order pertama v/c) akan membuktikan baik relativitas khusus dan aether stasioner, karena menurut teori-teori ini kecepatan cahaya tetap sama tanpa tergantung dari kecepatan sumbernya, sehingga waktu propagasi untuk pancaran anti propagasi tidak sama jika dilihat dari [[kerangka acuan inersial]]. Kenyataan hasil yang negatif menyanggah teori-teori itu, sebaliknya membuktikan model pergerakan aether pada bumi yang tidak berputar. Laue membatasi penelitiannya pada kerangka-kerangka inersial. [[Paul Langevin]] (1921/35) dan yang lain menjelaskan efek ini jika dilihat dari kerangka acuan yang mengalami rotasi (bal dalam relativitas khusus maupun umum, lihat [[Born coordinates]]).
Pada praktiknya, eksperimen pertama menggunakan interferometri untuk mengamati korelasi kecepatan angular dan pergeseran fase dilakukan oleh ilmuwan Prancis [[Georges Sagnac]] pada tahun 1913. Tujuannya untuk mendeteksi "efek gerakan relatif dari aether".<ref>Sagnac, Georges. ''L'éther lumineux démontré par l'effet du vent relatif d'éther dans un interféromètre en rotation uniforme''. ''Comptes Rendus''. 1913. Vol. 157. hlm. 708–710.</ref><ref>Sagnac, Georges. ''Sur la preuve de la réalité de l'éther lumineux par l'expérience de l'interférographe tournant''. ''Comptes Rendus''. 1913. Vol. 157. hlm. 1410–1413.</ref> Sagnac percaya bahwa hasilnya akan membuktikan adanya aether yang stasioner. Kenyataannya, adalah pergeseran fase ini menunjukkan perbedaan kecepatan cahaya yang tidak sejalan dengan relativitas khusus, sehingga efek ini digunakan untuk mengkoreksi perhitungan relativitas khusus. Dua tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan sebelumnya, Max von Laue sudah menunjukkan efek ini konsisten dalam kaitannya dengan relativitas khusus.<ref>Wolfgang Pauli. ''Theory of Relativity''. Dover. 1981. ISBN 0-486-64152-X.</ref> Eksperimen yang dilakukan pada tahun 1911 oleh [[Franz Harress]], bertujuan mengukur gerakan aether atau "Fresnel drag" dari cahaya yang berpropagasi melalui gelas bergerak, pada tahun 1920 dikenali oleh Laue sebagai suatu bentuk eksperimen Sagnac. Tanpa menyadari adanya "efek Sagnac", Harress menemukan suatu "bias tak terduga" pada pengukurannya, tetapi tidak dapat menjelaskan sebabnya.<ref>Laue, Max von. ''Zum Versuch von F. Harress''. ''Annalen der Physik''. 1920. Vol. 367 (13). hlm. 448–463. doi:10.1002/andp.19203671303.</ref>
 
Pada praktiknya, eksperimen pertama menggunakan interferometri untuk mengamati korelasi kecepatan angular dan pergeseran fase dilakukan oleh ilmuwan Prancis [[Georges Sagnac]] pada tahun 1913. Tujuannya untuk mendeteksi "efek gerakan relatif dari aether". Sagnac percaya bahwa hasilnya akan membuktikan adanya aether yang stasioner. Kenyataannya, adalah pergeseran fase ini menunjukkan perbedaan kecepatan cahaya yang tidak sejalan dengan relativitas khusus, sehingga efek ini digunakan untuk mengkoreksi perhitungan relativitas khusus. Dua tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan sebelumnya, Max von Laue sudah menunjukkan efek ini konsisten dalam kaitannya dengan relativitas khusus. Eksperimen yang dilakukan pada tahun 1911 oleh [[Franz Harress]], bertujuan mengukur gerakan aether atau "Fresnel drag" dari cahaya yang berpropagasi melalui gelas bergerak, pada tahun 1920 dikenali oleh Laue sebagai suatu bentuk eksperimen Sagnac. Tanpa menyadari adanya "efek Sagnac", Harress menemukan suatu "bias tak terduga" pada pengukurannya, tetapi tidak dapat menjelaskan sebabnya.


== Teori ==
== Teori ==
 
Pergeseran tepi-tepi nterferensi dalam suatu interferometer cincin dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perbedaan ''jarak'' yang ditempuh oleh cahaya karena perputaran cincin light. (Gambar&nbsp;3)<ref>Kevin Brown. [http://mathpages.com/rr/s2-07/2-07.htm The Sagnac Effect]. MathPages.</ref> Derivatisasi paling sederhana dari suatu cincin melingkar yang berputar pada suatu kecepatan angular <math> \omega </math>, tetapi hasilnya umum untuk geometri melingkar pada bentuk-bentuk lain. Jika suatu sumber cahaya memancar ke dua arah dari satu titik pada cincin berputar, cahaya yang ke arah sama dengan arah rotasi perlu menempuh jarak lebih dari satu kali [[keliling lingkaran]] sebelum akhirnya mencapai sumber cahaya dari belakang. Waktu <math> t_1 </math> Yang dibutuhkan untuk mengejar sumber cahaya itu mempunyai persamaan:
Pergeseran tepi-tepi nterferensi dalam suatu interferometer cincin dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perbedaan ''jarak'' yang ditempuh oleh cahaya karena perputaran cincin light. (Gambar&nbsp;3) Derivatisasi paling sederhana dari suatu cincin melingkar yang berputar pada suatu kecepatan angular <math> \omega </math>, tetapi hasilnya umum untuk geometri melingkar pada bentuk-bentuk lain. Jika suatu sumber cahaya memancar ke dua arah dari satu titik pada cincin berputar, cahaya yang ke arah sama dengan arah rotasi perlu menempuh jarak lebih dari satu kali [[keliling lingkaran]] sebelum akhirnya mencapai sumber cahaya dari belakang. Waktu <math> t_1 </math> Yang dibutuhkan untuk mengejar sumber cahaya itu mempunyai persamaan:


: <math> t_1 = \frac {2 \pi R + \Delta L}{c} </math>
: <math> t_1 = \frac {2 \pi R + \Delta L}{c} </math>
Baris 38: Baris 37:


dimana ''A'' adalah area atau luas cincin.
dimana ''A'' adalah area atau luas cincin.


Meskipun derivasi sederhana ini untuk cincin melingkar, hasilnya secara umum berlaku pada semua bentuk apapun yang melingkar dengan luas area &nbsp;''A''.(Gambar&nbsp;4)
Meskipun derivasi sederhana ini untuk cincin melingkar, hasilnya secara umum berlaku pada semua bentuk apapun yang melingkar dengan luas area &nbsp;''A''.(Gambar&nbsp;4)


 
Pada kecepatan non-relativistik, efek Sagnac merupakan suatu konsekuensi sederhana dari sumber tanpa tergantung dari kecepatan cahaya. Dengan kata lain, eksperimen Sagnac tidak membedakan fisika pra-relativitas dengan fisika relativitas.<ref>Kevin Brown. [http://mathpages.com/rr/s2-07/2-07.htm The Sagnac Effect]. MathPages.</ref>
Pada kecepatan non-relativistik, efek Sagnac merupakan suatu konsekuensi sederhana dari sumber tanpa tergantung dari kecepatan cahaya. Dengan kata lain, eksperimen Sagnac tidak membedakan fisika pra-relativitas dengan fisika relativitas.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 50: Baris 47:
* [[Interferometer Michelson]]
* [[Interferometer Michelson]]
* [[Interferometri]]
* [[Interferometri]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 59: Baris 53:
* [http://relativity.livingreviews.org/open?pubNo=lrr-2003-1&page=node1.html The Sagnac Effect and its Application for GPS]  GPS-related article by Neil Ashby
* [http://relativity.livingreviews.org/open?pubNo=lrr-2003-1&page=node1.html The Sagnac Effect and its Application for GPS]  GPS-related article by Neil Ashby


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+Sagnac&oldid=29302019 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302019 (2026-06-01T07:13:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+Sagnac&oldid=29302019 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29302019 (2026-06-01T07:13:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.12

Berkas:Sagnac interferometer.png
Sagnac interferometer

Efek Sagnac (, juga disebut "Interferensi Sagnac"), adalah suatu gejala yang dijumpai dalam interferometri yang ditimbulkan oleh rotasi. Dinamai menurut penemunya, seorang ahli Fisika dari Prancis, Georges Sagnac. Efek Sagnac muncul dengan sendirinya dalam suatu sistem yang disebut "Interferometer cincin" ("ring interferometer"). Suatu berkas cahaya dipisah menjadi dua dan kedua berkas hasilnya dibuat melalui jalur yang sama dengan arah berbalikan. Untuk membentuk suatu "cincin" jalur trajektori itu harus melingkupi suatu area. Pada waktu kembali ke titik awal kedua berkas cahaya itu diizinkan keluar dari cincin dan mengalami "Interferensi gelombang cahaya". Fase relatif dari kedua berkas yang keluar ini, dan juga posisi dari tepi-tepi/fringe interferensi, digeser sesuai kecepatan angular ("angular velocity") peralatan itu. Sistem ini juga disebut "interferometer Sagnac". Efek Sagnac ini diterapkan sehari-hari dalam giroskop laser dan giroskop fiber optic, serta sistem pemosisi global (GPS).

Pemerian dan operasi

Biasanya digunakan 3 kaca atau lebih sehingga berkas cahaya anti propagasi mengikuti suatu jalur tertutup seperti sebuah segitiga atau bujur sangkar. (Gambar 1) Sebagai alternatif, serat optik dapat digunakan untuk mengarahkan cahaya melalui jalur tertutup. (Gambar 2) Jika platform dimana interferometer cincin itu dipasang berputar, maka tepi-tepi interferensi akan berpindah dari posisinya dibandingkan jika platform itu tidak berputar. Besarnya perpindahan ini sebanding dengan kecepatan angular platform yang berputar itu. Sumbu rotasi tidak harus berada di dalam area yang ter lingkup.

Sejarah

Usulan awal pembuatan suatu interferometer cincin raksasa untuk mengukur rotasi bumi dikemukakan oleh Oliver Lodge pada tahun 1897, dan kemudian oleh Albert Abraham Michelson pada tahun 1904. Mereka berharap bahwa Interferometer semacam itu memungkinkan penentuan satu dari dua ide berlawanan, yaitu (1) aether stasioner (tidak bergerak), atau (2) aether yang bergerak di permukaan bumi (sedangkan bumi tidak berputar). Jika aether bergerak maka hasilnya negatif, sedangkan jika aether stasioner hasilnya positif. Ternyata hasilnya negatif.[1][2][3] Max von Laue pada tahun 1911 meneruskan pekerjaan Michelson, dan juga menyertakan relativitas khusus dalam perhitungannya. Ia meramalkan bahwa hasil positif ( dalam order pertama v/c) akan membuktikan baik relativitas khusus dan aether stasioner, karena menurut teori-teori ini kecepatan cahaya tetap sama tanpa tergantung dari kecepatan sumbernya, sehingga waktu propagasi untuk pancaran anti propagasi tidak sama jika dilihat dari kerangka acuan inersial. Kenyataan hasil yang negatif menyanggah teori-teori itu, sebaliknya membuktikan model pergerakan aether pada bumi yang tidak berputar.[4][5] Laue membatasi penelitiannya pada kerangka-kerangka inersial. Paul Langevin (1921/35) dan yang lain menjelaskan efek ini jika dilihat dari kerangka acuan yang mengalami rotasi (bal dalam relativitas khusus maupun umum, lihat Born coordinates).[6][7]

Pada praktiknya, eksperimen pertama menggunakan interferometri untuk mengamati korelasi kecepatan angular dan pergeseran fase dilakukan oleh ilmuwan Prancis Georges Sagnac pada tahun 1913. Tujuannya untuk mendeteksi "efek gerakan relatif dari aether".[8][9] Sagnac percaya bahwa hasilnya akan membuktikan adanya aether yang stasioner. Kenyataannya, adalah pergeseran fase ini menunjukkan perbedaan kecepatan cahaya yang tidak sejalan dengan relativitas khusus, sehingga efek ini digunakan untuk mengkoreksi perhitungan relativitas khusus. Dua tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan sebelumnya, Max von Laue sudah menunjukkan efek ini konsisten dalam kaitannya dengan relativitas khusus.[10] Eksperimen yang dilakukan pada tahun 1911 oleh Franz Harress, bertujuan mengukur gerakan aether atau "Fresnel drag" dari cahaya yang berpropagasi melalui gelas bergerak, pada tahun 1920 dikenali oleh Laue sebagai suatu bentuk eksperimen Sagnac. Tanpa menyadari adanya "efek Sagnac", Harress menemukan suatu "bias tak terduga" pada pengukurannya, tetapi tidak dapat menjelaskan sebabnya.[11]

Teori

Pergeseran tepi-tepi nterferensi dalam suatu interferometer cincin dapat dilihat sebagai konsekuensi dari perbedaan jarak yang ditempuh oleh cahaya karena perputaran cincin light. (Gambar 3)[12] Derivatisasi paling sederhana dari suatu cincin melingkar yang berputar pada suatu kecepatan angular ω, tetapi hasilnya umum untuk geometri melingkar pada bentuk-bentuk lain. Jika suatu sumber cahaya memancar ke dua arah dari satu titik pada cincin berputar, cahaya yang ke arah sama dengan arah rotasi perlu menempuh jarak lebih dari satu kali keliling lingkaran sebelum akhirnya mencapai sumber cahaya dari belakang. Waktu t1 Yang dibutuhkan untuk mengejar sumber cahaya itu mempunyai persamaan:

t1=2πR+ΔLc

ΔL adalah jarak (panah hitam tebal pada Gambar 3) pergerakan kaca pada waktu yang sama.

ΔL=Rωt1.

Penghilangan ΔL Dari kedua persamaan itu akan menghasilkan:

t1=2πRcRω.

Demikian pula, cahaya yang berjalan dengan arah berlawanan dari arah rotasi akan menempuh jarak kurang dari satu kali keliling lingkaran sebelum mencapai sumber cahaya dari sisi depan. Jadi waktu yang ditempuh cahaya dari arah ini untuk mencapai sumber bergerak adalah:

t2=2πRc+Rω.

Perbedaan kedua waktu:

Δt=t1t2=4πR2ωc2R2ω2.

Untuk Rω=vc, dapat disederhanakan menjadi

Δt4πR2ωc2=4Aωc2,

dimana A adalah area atau luas cincin.

Meskipun derivasi sederhana ini untuk cincin melingkar, hasilnya secara umum berlaku pada semua bentuk apapun yang melingkar dengan luas area  A.(Gambar 4)

Pada kecepatan non-relativistik, efek Sagnac merupakan suatu konsekuensi sederhana dari sumber tanpa tergantung dari kecepatan cahaya. Dengan kata lain, eksperimen Sagnac tidak membedakan fisika pra-relativitas dengan fisika relativitas.[13]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Anderson, R., Bilger, H.R., Stedman, G.E. Sagnac effect: A century of Earth-rotated interferometers. Am. J. Phys. 1994. Vol. 62 (11). hlm. 975–985. doi:10.1119/1.17656.
  2. Lodge, Oliver. Experiments on the Absence of Mechanical Connexion between Ether and Matter. Phil. Trans. Roy. Soc. 1897. Vol. 189. hlm. 149–166.
  3. Michelson, A.A. Relative Motion of Earth and Aether. Philosophical Magazine. 1904. Vol. 8 (48). hlm. 716–719.
  4. Wolfgang Pauli. Theory of Relativity. Dover. 1981. ISBN 0-486-64152-X.
  5. Laue, Max von. On an Experiment on the Optics of Moving Bodies. Münchener Sitzungsberichte. 1911. hlm. 405–412.
  6. Guido Rizzi, Matteo Luca Ruggiero. Relativity in Rotating Frames. Kluwer Academic Publishers. 1981. ISBN 0-486-64152-X.
  7. L.D. Landau, E.M. Lifshitz, (1962). "The Classical Theory of Fields". 2nd edition, Pergamon Press, pp. 296 - 297.
  8. Sagnac, Georges. L'éther lumineux démontré par l'effet du vent relatif d'éther dans un interféromètre en rotation uniforme. Comptes Rendus. 1913. Vol. 157. hlm. 708–710.
  9. Sagnac, Georges. Sur la preuve de la réalité de l'éther lumineux par l'expérience de l'interférographe tournant. Comptes Rendus. 1913. Vol. 157. hlm. 1410–1413.
  10. Wolfgang Pauli. Theory of Relativity. Dover. 1981. ISBN 0-486-64152-X.
  11. Laue, Max von. Zum Versuch von F. Harress. Annalen der Physik. 1920. Vol. 367 (13). hlm. 448–463. doi:10.1002/andp.19203671303.
  12. Kevin Brown. The Sagnac Effect. MathPages.
  13. Kevin Brown. The Sagnac Effect. MathPages.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29302019 (2026-06-01T07:13:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.