Lompat ke isi

Efisiensi bahan bakar: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28760483; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Efisiensi bahan bakar''' adalah bentuk [[efisiensi termal]], yakni [[Rasio|perbandingan]] hasil dari suatu proses yang mengubah [[energi potensial]] [[Energi kimia|kimia]] yang terkandung dalam pembawa ([[bahan bakar]]) menjadi energi kinetik atau [[Usaha (fisika)|usaha]]. Efisiensi bahan bakar secara keseluruhan dapat bervariasi menurut peralatan maupun penggunaannya, dan spektrum variasi ini sering digambarkan sebagai profil energi kontinu. Aplikasi non-transportasi, seperti [[Sektor sekunder|industri]], mendapat manfaat dari peningkatan efisiensi bahan bakar, terutama [[Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil|pembangkit listrik tenaga fosil]] atau industri yang berhubungan dengan [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]], seperti produksi [[amonia]] selama [[proses Haber]].
'''Efisiensi bahan bakar''' adalah bentuk [[efisiensi termal]], yakni [[Rasio|perbandingan]] hasil dari suatu proses yang mengubah [[energi potensial]] [[Energi kimia|kimia]] yang terkandung dalam pembawa ([[bahan bakar]]) menjadi energi kinetik atau [[Usaha (fisika)|usaha]]. Efisiensi bahan bakar secara keseluruhan dapat bervariasi menurut peralatan maupun penggunaannya, dan spektrum variasi ini sering digambarkan sebagai profil energi kontinu. Aplikasi non-transportasi, seperti [[Sektor sekunder|industri]], mendapat manfaat dari peningkatan efisiensi bahan bakar, terutama [[Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil|pembangkit listrik tenaga fosil]] atau industri yang berhubungan dengan [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]], seperti produksi [[amonia]] selama [[proses Haber]].


Dalam konteks [[transportasi]], efisiensi bahan bakar adalah [[Efisiensi transportasi|efisiensi energi]] dari kendaraan tertentu, yang dinyatakan sebagai [[Rasio|perbandingan]] jarak tempuh terhadap jumlah konsumsi bahan bakar. Hal ini bergantung pada beberapa faktor termasuk efisiensi mesin, rancang bangun [[Sistem transmisi|transmisi]], dan [[ban]]. Di sebagian besar negara yang menggunakan [[sistem metrik]], efisiensi bahan bakar dinyatakan sebagai "konsumsi bahan bakar" dalam [[liter]] per 100 [[kilometer]] (L/100). Di sejumlah negara yang masih menggunakan sistem lain, efisiensi bahan bakar dinyatakan dalam [[mil]] per [[galon]] (mpg), misalnya di AS dan biasanya juga di Britania Raya (galon [[Satuan imperial|imperial]]); terkadang terjadi kebingungan karena galon imperial 20% lebih besar daripada galon AS sehingga nilai mpg tidak dapat dibandingkan secara langsung. Secara tradisional, liter per mil digunakan di [[Norwegia]] dan [[Swedia]], tetapi keduanya telah menyesuaikan diri dengan standar Uni Eropa yaitu L/100 km.
Dalam konteks [[transportasi]], efisiensi bahan bakar adalah [[Efisiensi transportasi|efisiensi energi]] dari kendaraan tertentu, yang dinyatakan sebagai [[Rasio|perbandingan]] jarak tempuh terhadap jumlah konsumsi bahan bakar. Hal ini bergantung pada beberapa faktor termasuk efisiensi mesin, rancang bangun [[Sistem transmisi|transmisi]], dan [[ban]]. Di sebagian besar negara yang menggunakan [[sistem metrik]], efisiensi bahan bakar dinyatakan sebagai "konsumsi bahan bakar" dalam [[liter]] per 100 [[kilometer]] (L/100).&nbsp;Di sejumlah negara yang masih menggunakan sistem lain, efisiensi bahan bakar dinyatakan dalam [[mil]] per [[galon]] (mpg), misalnya di AS dan biasanya juga di Britania Raya (galon [[Satuan imperial|imperial]]); terkadang terjadi kebingungan karena galon imperial 20% lebih besar daripada galon AS sehingga nilai mpg tidak dapat dibandingkan secara langsung. Secara tradisional, liter per mil digunakan di [[Norwegia]] dan [[Swedia]], tetapi keduanya telah menyesuaikan diri dengan standar Uni Eropa yaitu L/100&nbsp;km.<ref>[http://www.fueleconomy.gov/feg/label/learn-more-gasoline-label.shtml#fuel-consumption-rate Learn More About the Fuel Economy Label for Gasoline Vehicles].</ref>


Konsumsi bahan bakar merupakan ukuran kinerja kendaraan yang lebih akurat karena merupakan hubungan linier sedangkan efisiensi bahan bakar menyebabkan distorsi dalam peningkatan efisiensi. Efisiensi spesifik-berat dapat dinyatakan untuk [[Kargo|kendaraan barang]], dan efisiensi spesifik-penumpang ditujukan pada kendaraan penumpang.
Konsumsi bahan bakar merupakan ukuran kinerja kendaraan yang lebih akurat karena merupakan hubungan linier sedangkan efisiensi bahan bakar menyebabkan distorsi dalam peningkatan efisiensi.<ref>[http://www.fueleconomy.gov/feg/label/learn-more-gasoline-label.shtml#fuel-consumption-rate Learn More About the Fuel Economy Label for Gasoline Vehicles].</ref> Efisiensi spesifik-berat dapat dinyatakan untuk [[Kargo|kendaraan barang]], dan efisiensi spesifik-penumpang ditujukan pada kendaraan penumpang.


== Rancang bangun kendaraan ==
== Rancang bangun kendaraan ==
Efisiensi bahan bakar bergantung pada banyak parameter kendaraan, termasuk parameter [[Motor|mesin]], [[Gaya hambat|hambatan aerodinamis]], berat, penggunaan AC, bahan bakar, dan hambatan gelinding. Telah terjadi kemajuan di semua bidang desain kendaraan dalam beberapa dekade terakhir. Efisiensi bahan bakar kendaraan juga dapat ditingkatkan dengan perawatan yang cermat dan kebiasaan mengemudi.
Efisiensi bahan bakar bergantung pada banyak parameter kendaraan, termasuk parameter [[Motor|mesin]], [[Gaya hambat|hambatan aerodinamis]], berat, penggunaan AC, bahan bakar, dan hambatan gelinding. Telah terjadi kemajuan di semua bidang desain kendaraan dalam beberapa dekade terakhir. Efisiensi bahan bakar kendaraan juga dapat ditingkatkan dengan perawatan yang cermat dan kebiasaan mengemudi.<ref>[http://www.fueleconomy.gov/feg/label/learn-more-gasoline-label.shtml#fuel-consumption-rate Learn More About the Fuel Economy Label for Gasoline Vehicles].</ref>


[[Kendaraan hibrida]] menggunakan dua atau lebih sumber daya untuk penggerak. Dalam banyak rancang bangun, mesin pembakaran kecil dikombinasikan dengan motor listrik. Energi kinetik yang seharusnya lepas menjadi panas selama pengereman ditangkap lagi sebagai daya listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Baterai yang lebih besar pada kendaraan ini memberi daya pada elektronik mobil, memungkinkan mesin untuk mati dengan sendirinya dan menghindari [[Sistem start-stop|posisi diam]] yang berkepanjangan.
[[Kendaraan hibrida]] menggunakan dua atau lebih sumber daya untuk penggerak. Dalam banyak rancang bangun, mesin pembakaran kecil dikombinasikan dengan motor listrik. Energi kinetik yang seharusnya lepas menjadi panas selama pengereman ditangkap lagi sebagai daya listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Baterai yang lebih besar pada kendaraan ini memberi daya pada elektronik mobil, memungkinkan mesin untuk mati dengan sendirinya dan menghindari [[Sistem start-stop|posisi diam]] yang berkepanjangan.<ref>[http://www.fueleconomy.gov/feg/label/learn-more-gasoline-label.shtml#fuel-consumption-rate Learn More About the Fuel Economy Label for Gasoline Vehicles].</ref>


== Efisiensi armada ==
== Efisiensi armada ==
 
Efisiensi armada merupakan efisiensi rata-rata populasi kendaraan. Kemajuan teknologi dalam efisiensi dapat diimbangi oleh perubahan kebiasaan pembelian dengan kecenderungan terhadap kendaraan yang lebih berat dan kurang efisien bahan bakar.<ref>[https://www.epa.gov/automotive-trends/highlights-automotive-trends-report Highlights of the Automotive Trends Report]. ''EPA.gov''. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). 12 December 2022.</ref>
Efisiensi armada merupakan efisiensi rata-rata populasi kendaraan. Kemajuan teknologi dalam efisiensi dapat diimbangi oleh perubahan kebiasaan pembelian dengan kecenderungan terhadap kendaraan yang lebih berat dan kurang efisien bahan bakar.


== Terminologi efisiensi energi ==
== Terminologi efisiensi energi ==
Baris 24: Baris 23:
== Kandungan energi bahan bakar ==
== Kandungan energi bahan bakar ==
Kandungan energi spesifik suatu bahan bakar adalah energi panas yang diperoleh ketika sejumlah tertentu bahan bakar dibakar (seperti galon, liter, kilogram). Kadang-kadang disebut juga panas pembakaran. Terdapat dua nilai energi [[Kalor jenis|panas spesifik]] yang berbeda untuk bahan bakar yang sama. Salah satunya adalah panas pembakaran tinggi (atau bruto) dan yang lainnya adalah panas pembakaran rendah (atau neto). Nilai tinggi diperoleh ketika, setelah pembakaran, air dalam gas buang berada dalam bentuk cair. Untuk nilai rendah, gas buang mengandung semua air dalam bentuk uap. Karena uap air melepaskan energi panas ketika berubah dari uap menjadi cair, nilai air cair lebih besar karena mencakup [[kalor laten]] penguapan air. Perbedaan antara nilai tinggi dan rendah cukup signifikan, sekitar 8 atau 9%. Ini menjelaskan sebagian besar perbedaan yang tampak pada nilai panas bensin. Di AS (dan tabel ini), nilai panas tinggi secara tradisional telah digunakan, tetapi di banyak negara lain, nilai panas rendah umumnya digunakan.
Kandungan energi spesifik suatu bahan bakar adalah energi panas yang diperoleh ketika sejumlah tertentu bahan bakar dibakar (seperti galon, liter, kilogram). Kadang-kadang disebut juga panas pembakaran. Terdapat dua nilai energi [[Kalor jenis|panas spesifik]] yang berbeda untuk bahan bakar yang sama. Salah satunya adalah panas pembakaran tinggi (atau bruto) dan yang lainnya adalah panas pembakaran rendah (atau neto). Nilai tinggi diperoleh ketika, setelah pembakaran, air dalam gas buang berada dalam bentuk cair. Untuk nilai rendah, gas buang mengandung semua air dalam bentuk uap. Karena uap air melepaskan energi panas ketika berubah dari uap menjadi cair, nilai air cair lebih besar karena mencakup [[kalor laten]] penguapan air. Perbedaan antara nilai tinggi dan rendah cukup signifikan, sekitar 8 atau 9%. Ini menjelaskan sebagian besar perbedaan yang tampak pada nilai panas bensin. Di AS (dan tabel ini), nilai panas tinggi secara tradisional telah digunakan, tetapi di banyak negara lain, nilai panas rendah umumnya digunakan.
 
{| class="wikitable sortable"
! align="left" |Jenis bahan bakar
! align="right" | MJ/L
! align="right" | MJ/kg
! align="right" | [[Satuan panas Britania|BTU]] / [[Galon|galon imperial]]
! align="right" | BTU/ [[Galon|galon AS]]
! align="right" | [[Bilangan oktan|Bilangan oktan  (RON)]]
|-
| [[Bensin]] biasa
| align="right" | 34,8
| align="right" |
| align="right" | 150.100
| align="right" | 125.000
| align="right" | Min. 91
|-
| [[Bensin]] premium
| align="right" |
| align="right" |
| align="right" |
| align="right" |
| align="right" | Min. 95
|-
| Autogas ([[Gas minyak cair|LPG]]) (60% [[propana]] dan 40% [[butana]])
| align="right" | 25,5–28,7
| align="right" |
| align="right" |
| align="right" |
| align="right" | 108–110
|-
| [[Bahan bakar etanol|Etanol]]
| align="right" | 23,5
| align="right" | 31,1
| align="right" | 101.600
| align="right" | 84.600
| align="right" | 129
|-
| [[Metanol]]
| align="right" | 17,9
| align="right" | 19,9
| align="right" | 77.600
| align="right" | 64.600
| align="right" | 123
|-
| [[Bahan bakar alkohol|Gasohol]] (10% etanol dan 90% bensin)
| align="right" | 33,7
| align="right" |
| align="right" | 145.200
| align="right" | 121.000
| align="right" | 93/94
|-
| [[E85]] (85% etanol dan 15% bensin)
| align="right" | 25,2
| align="right" |
| align="right" | 108.878
| align="right" | 90.660
| align="right" | 100–105
|-
| [[Bahan bakar diesel|Diesel]]
| align="right" | 38,6
| align="right" |
| align="right" | 166.600
| align="right" | 138.700
| align="right" | [[Bilangan setana|Tidak berlaku (lihat setana)]]
|-
| [[Biodiesel]]
| align="right" | 35,1
| align="right" | 39,9
| align="right" | 151.600
| align="right" | 126.200
| align="right" | [[Bilangan setana|Tidak berlaku (lihat setana)]]
|-
| [[Minyak jelantah|Minyak sayur]] (menggunakan 9,00&nbsp;kkal/g)
| align="right" | 34,3
| align="right" | 37,7
| align="right" | 147.894
| align="right" | 123.143
| align="right" |
|-
| [[Avgas|Bensin penerbangan]]
| align="right" | 33,5
| align="right" | 46,8
| align="right" | 144.400
| align="right" | 120.200
| align="right" | 80-145
|-
| [[Bahan bakar jet]], nafta
| align="right" | 35,5
| align="right" | 46,6
| align="right" | 153.100
| align="right" | 127.500
| align="right" | Tidak berlaku untuk mesin turbin
|-
| [[Bahan bakar jet]], minyak tanah
| align="right" | 37,6
| align="right" |
| align="right" | 162.100
| align="right" | 135.000
| align="right" | Tidak berlaku untuk mesin turbin
|-
| [[Gas alam cair]]
| align="right" | 25,3
| align="right" |
| align="right" | 109.000
| align="right" | 90.800
| align="right" |
|-
| [[Hidrogen cair]]
| align="right" |  9,3
| align="right" |
| align="right" | 40.467
| align="right" | 33.696
| align="right" |
|}
Baik kalor pembakaran kotor maupun kalor pembakaran bersih tidak memberikan jumlah energi mekanik (kerja) teoritis yang dapat diperoleh dari reaksi tersebut. (Ini ditunjukkan oleh perubahan [[energi bebas Gibbs]], dan nilainya sekitar 45,7)&nbsp;(MJ/kg untuk bensin.) Jumlah kerja mekanik aktual yang diperoleh dari bahan bakar (kebalikan dari konsumsi bahan bakar spesifik) bergantung pada mesin. Angka 17,6&nbsp;MJ/kg dimungkinkan dengan mesin bensin, dan 19,1&nbsp;MJ/kg untuk mesin diesel.
Baik kalor pembakaran kotor maupun kalor pembakaran bersih tidak memberikan jumlah energi mekanik (kerja) teoritis yang dapat diperoleh dari reaksi tersebut. (Ini ditunjukkan oleh perubahan [[energi bebas Gibbs]], dan nilainya sekitar 45,7)&nbsp;(MJ/kg untuk bensin.) Jumlah kerja mekanik aktual yang diperoleh dari bahan bakar (kebalikan dari konsumsi bahan bakar spesifik) bergantung pada mesin. Angka 17,6&nbsp;MJ/kg dimungkinkan dengan mesin bensin, dan 19,1&nbsp;MJ/kg untuk mesin diesel.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
== Referensi ==
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.fueleconomy.gov/ US Government website on fuel economy]
* [http://www.fueleconomy.gov/ US Government website on fuel economy]
* [http://www.dft.gov.uk/stellent/groups/dft_railways/documents/page/dft_railways_611287.pdf UK DfT comparisons on road and rail]
* [http://www.dft.gov.uk/stellent/groups/dft_railways/documents/page/dft_railways_611287.pdf UK DfT comparisons on road and rail]
* [http://apps1.eere.energy.gov/news/news_detail.cfm/news_id=12694 NASA Offers a $1.5 Million Prize for a Fast and Fuel-Efficient Aircraft]
* [http://apps1.eere.energy.gov/news/news_detail.cfm/news_id=12694 NASA Offers a $1.5 Million Prize for a Fast and Fuel-Efficient Aircraft]  
* [http://www.carfuelconsumption.com/ Car Fuel Consumption Official Figures]
* [http://www.carfuelconsumption.com/ Car Fuel Consumption Official Figures]
* [http://www.spritmonitor.de/de/die_sparsamsten_autos.html Spritmonitor.de "the most fuel efficient cars" - Database of thousands of (mostly German) car owners' actual fuel consumption figures] (cf. [[:en:Spritmonitor|Spritmonitor]])
* [http://www.spritmonitor.de/de/die_sparsamsten_autos.html Spritmonitor.de "the most fuel efficient cars" - Database of thousands of (mostly German) car owners' actual fuel consumption figures] (cf. [[:en:Spritmonitor|Spritmonitor]])
*
*  
* [http://www.xpower-ionizer.com/ penghemat bbm - Alat penghemat bbm]
* [http://www.xpower-ionizer.com/ penghemat bbm - Alat penghemat bbm]
* [https://www.nytimes.com/2014/11/18/science/earth/hydrogen-cars-join-electric-models-in-showrooms.html Ny Times: A Road Test of Alternative Fuel Visions]
* [https://www.nytimes.com/2014/11/18/science/earth/hydrogen-cars-join-electric-models-in-showrooms.html Ny Times: A Road Test of Alternative Fuel Visions]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efisiensi+bahan+bakar&oldid=28760483 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28760483 (2025-12-31T04:13:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efisiensi+bahan+bakar&oldid=28760483 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28760483 (2025-12-31T04:13:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 04.02

Efisiensi bahan bakar adalah bentuk efisiensi termal, yakni perbandingan hasil dari suatu proses yang mengubah energi potensial kimia yang terkandung dalam pembawa (bahan bakar) menjadi energi kinetik atau usaha. Efisiensi bahan bakar secara keseluruhan dapat bervariasi menurut peralatan maupun penggunaannya, dan spektrum variasi ini sering digambarkan sebagai profil energi kontinu. Aplikasi non-transportasi, seperti industri, mendapat manfaat dari peningkatan efisiensi bahan bakar, terutama pembangkit listrik tenaga fosil atau industri yang berhubungan dengan pembakaran, seperti produksi amonia selama proses Haber.

Dalam konteks transportasi, efisiensi bahan bakar adalah efisiensi energi dari kendaraan tertentu, yang dinyatakan sebagai perbandingan jarak tempuh terhadap jumlah konsumsi bahan bakar. Hal ini bergantung pada beberapa faktor termasuk efisiensi mesin, rancang bangun transmisi, dan ban. Di sebagian besar negara yang menggunakan sistem metrik, efisiensi bahan bakar dinyatakan sebagai "konsumsi bahan bakar" dalam liter per 100 kilometer (L/100). Di sejumlah negara yang masih menggunakan sistem lain, efisiensi bahan bakar dinyatakan dalam mil per galon (mpg), misalnya di AS dan biasanya juga di Britania Raya (galon imperial); terkadang terjadi kebingungan karena galon imperial 20% lebih besar daripada galon AS sehingga nilai mpg tidak dapat dibandingkan secara langsung. Secara tradisional, liter per mil digunakan di Norwegia dan Swedia, tetapi keduanya telah menyesuaikan diri dengan standar Uni Eropa yaitu L/100 km.[1]

Konsumsi bahan bakar merupakan ukuran kinerja kendaraan yang lebih akurat karena merupakan hubungan linier sedangkan efisiensi bahan bakar menyebabkan distorsi dalam peningkatan efisiensi.[2] Efisiensi spesifik-berat dapat dinyatakan untuk kendaraan barang, dan efisiensi spesifik-penumpang ditujukan pada kendaraan penumpang.

Rancang bangun kendaraan

Efisiensi bahan bakar bergantung pada banyak parameter kendaraan, termasuk parameter mesin, hambatan aerodinamis, berat, penggunaan AC, bahan bakar, dan hambatan gelinding. Telah terjadi kemajuan di semua bidang desain kendaraan dalam beberapa dekade terakhir. Efisiensi bahan bakar kendaraan juga dapat ditingkatkan dengan perawatan yang cermat dan kebiasaan mengemudi.[3]

Kendaraan hibrida menggunakan dua atau lebih sumber daya untuk penggerak. Dalam banyak rancang bangun, mesin pembakaran kecil dikombinasikan dengan motor listrik. Energi kinetik yang seharusnya lepas menjadi panas selama pengereman ditangkap lagi sebagai daya listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Baterai yang lebih besar pada kendaraan ini memberi daya pada elektronik mobil, memungkinkan mesin untuk mati dengan sendirinya dan menghindari posisi diam yang berkepanjangan.[4]

Efisiensi armada

Efisiensi armada merupakan efisiensi rata-rata populasi kendaraan. Kemajuan teknologi dalam efisiensi dapat diimbangi oleh perubahan kebiasaan pembelian dengan kecenderungan terhadap kendaraan yang lebih berat dan kurang efisien bahan bakar.[5]

Terminologi efisiensi energi

Efisiensi energi mirip dengan efisiensi bahan bakar, tetapi inputnya biasanya dalam satuan energi seperti megajoule (MJ), kilowatt-jam (kW·h), kilokalori (kkal), atau satuan panas Britania (BTU). Kebalikan dari "efisiensi energi" adalah "intensitas energi", atau jumlah energi masukan yang dibutuhkan untuk satu unit luaran seperti MJ/penumpang-km (transportasi penumpang), BTU/ton-mil atau kJ/t-km (transportasi barang), GJ/t (untuk produksi baja dan material lainnya), BTU/(kW·h) (untuk pembangkit listrik), atau liter/100 km (perjalanan kendaraan). Liter per 100 km juga merupakan ukuran "intensitas energi", dengan masukan diukur berdasarkan jumlah bahan bakar dan luaran diukur berdasarkan jarak yang ditempuh

Dengan diketahui nilai kalor bahan bakar, sangat mudah untuk mengonversi dari satuan bahan bakar (seperti liter bensin) ke satuan energi (seperti MJ) dan sebaliknya. Namun, ada dua masalah:

  • Terdapat dua nilai kalor berbeda untuk setiap bahan bakar yang mengandung hidrogen, yang dapat berbeda hingga beberapa persen
  • Saat membandingkan biaya energi transportasi, satu kilowatt jam energi listrik mungkin memerlukan sejumlah bahan bakar dengan nilai kalor 2 atau 3 kilowatt jam untuk menghasilkannya.

Kandungan energi bahan bakar

Kandungan energi spesifik suatu bahan bakar adalah energi panas yang diperoleh ketika sejumlah tertentu bahan bakar dibakar (seperti galon, liter, kilogram). Kadang-kadang disebut juga panas pembakaran. Terdapat dua nilai energi panas spesifik yang berbeda untuk bahan bakar yang sama. Salah satunya adalah panas pembakaran tinggi (atau bruto) dan yang lainnya adalah panas pembakaran rendah (atau neto). Nilai tinggi diperoleh ketika, setelah pembakaran, air dalam gas buang berada dalam bentuk cair. Untuk nilai rendah, gas buang mengandung semua air dalam bentuk uap. Karena uap air melepaskan energi panas ketika berubah dari uap menjadi cair, nilai air cair lebih besar karena mencakup kalor laten penguapan air. Perbedaan antara nilai tinggi dan rendah cukup signifikan, sekitar 8 atau 9%. Ini menjelaskan sebagian besar perbedaan yang tampak pada nilai panas bensin. Di AS (dan tabel ini), nilai panas tinggi secara tradisional telah digunakan, tetapi di banyak negara lain, nilai panas rendah umumnya digunakan.

Jenis bahan bakar MJ/L MJ/kg BTU / galon imperial BTU/ galon AS Bilangan oktan (RON)
Bensin biasa 34,8 150.100 125.000 Min. 91
Bensin premium Min. 95
Autogas (LPG) (60% propana dan 40% butana) 25,5–28,7 108–110
Etanol 23,5 31,1 101.600 84.600 129
Metanol 17,9 19,9 77.600 64.600 123
Gasohol (10% etanol dan 90% bensin) 33,7 145.200 121.000 93/94
E85 (85% etanol dan 15% bensin) 25,2 108.878 90.660 100–105
Diesel 38,6 166.600 138.700 Tidak berlaku (lihat setana)
Biodiesel 35,1 39,9 151.600 126.200 Tidak berlaku (lihat setana)
Minyak sayur (menggunakan 9,00 kkal/g) 34,3 37,7 147.894 123.143
Bensin penerbangan 33,5 46,8 144.400 120.200 80-145
Bahan bakar jet, nafta 35,5 46,6 153.100 127.500 Tidak berlaku untuk mesin turbin
Bahan bakar jet, minyak tanah 37,6 162.100 135.000 Tidak berlaku untuk mesin turbin
Gas alam cair 25,3 109.000 90.800
Hidrogen cair 9,3 40.467 33.696

Baik kalor pembakaran kotor maupun kalor pembakaran bersih tidak memberikan jumlah energi mekanik (kerja) teoritis yang dapat diperoleh dari reaksi tersebut. (Ini ditunjukkan oleh perubahan energi bebas Gibbs, dan nilainya sekitar 45,7) (MJ/kg untuk bensin.) Jumlah kerja mekanik aktual yang diperoleh dari bahan bakar (kebalikan dari konsumsi bahan bakar spesifik) bergantung pada mesin. Angka 17,6 MJ/kg dimungkinkan dengan mesin bensin, dan 19,1 MJ/kg untuk mesin diesel.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28760483 (2025-12-31T04:13:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.