Lompat ke isi

Mekanika: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29564947; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Triple_expansion_engine_animation.gif|thumb|right|280px|Triple expansion engine animation]]
'''Mekanika''' ([[kata serapan dalam bahasa Indonesia|serapan]] dari ) adalah jenis [[ilmu]] khusus yang mempelajari fungsi dan pelaksanaan [[mesin]], alat atau benda yang seperti mesin. Mekanika merupakan bagian yang sangat penting dalam ilmu [[fisika]] terutama untuk [[ilmuwan]] dan [[rekayasawan]]. Mekanika juga berarti [[ilmu]] [[pengetahuan]] yang mempelajari [[gaya gerak]] suatu [[benda]] serta efek dari gaya yang dihasilkannya.
'''Mekanika''' ([[kata serapan dalam bahasa Indonesia|serapan]] dari ) adalah jenis [[ilmu]] khusus yang mempelajari fungsi dan pelaksanaan [[mesin]], alat atau benda yang seperti mesin. Mekanika merupakan bagian yang sangat penting dalam ilmu [[fisika]] terutama untuk [[ilmuwan]] dan [[rekayasawan]]. Mekanika juga berarti [[ilmu]] [[pengetahuan]] yang mempelajari [[gaya gerak]] suatu [[benda]] serta efek dari gaya yang dihasilkannya.


Baris 4: Baris 6:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Pemikiran awal mengenai mekanika dimulai pada masa [[Aristoteles]] (384–322 SM). Bidang ilmu mekanika yang paling awal ialah [[mekanika benda langit]]. Aristoteles pada masanya menganggap [[Bumi]] sebagai [[objek]] yang diam dengan [[bintang]]-bintang yang mengelilinginya mengalami pergerakan atau perputaran. Pemikiran Aristoteles kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ahli [[astronomi]] bernama [[Tycho Brahe]] pada abad ke-16 Masehi dan dikembangkan lagi oleh [[murid]]<nowiki/>nya yang bernama [[Johannes Kepler]] pada awal abad ke-17 Masehi. Hukum mekanika kemudian baru dirumuskan secara ilmiah pada awal abad ke-17 Masehi oleh [[Isaac Newton]] dari bukti-[[bukti empiris]] yang ditemukan oleh Brahe dan Kepler. Konsep dasar yang dikemukakan oleh Newton ialah [[Gaya (fisika)|gaya]] dan [[massa]], yang kemudian dikembangkan lagi menjadi teori [[gravitasi]]. Ilmu mekanika kemudian terus dikembangkan pada paruh kedua abad ke-17 Masehi hingga paruh pertama abad ke-19 Masehi. Para pengembangnya di antaranya ialah [[Johann Bernoulli]], [[Jean le Rond d'Alembert]], [[Joseph-Louis de Lagrange]] dan [[William Rowan Hamilton]]. Pada masa ini, ilmu mekanika dikenal sebagai mekanika klasik, mekanika teoretik atau mekanika analitik. Dari mekanika klasik ini kemudian berkembang ilmu mekanika yang lebih rumit dan berkaitan dengan [[fisika modern]], yaitu [[mekanika gelombang]], [[Mekanika statistika|mekanika statistik]], dan [[mekanika kuantum]]. Perkembangan mekanika kemudian berlanjut melalui pemikiran-pemikiran [[Albert Einstein]] pada paruh pertama abad ke-20 Masehi, Pemikiran Einstein kemudian mengembangkan [[mekanika relativistik]] menggunakan teori [[relativitas khusus]].
Pemikiran awal mengenai mekanika dimulai pada masa [[Aristoteles]] (384–322 SM). Bidang ilmu mekanika yang paling awal ialah [[mekanika benda langit]]. Aristoteles pada masanya menganggap [[Bumi]] sebagai [[objek]] yang diam dengan [[bintang]]-bintang yang mengelilinginya mengalami pergerakan atau perputaran. Pemikiran Aristoteles kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ahli [[astronomi]] bernama [[Tycho Brahe]] pada abad ke-16 Masehi dan dikembangkan lagi oleh [[murid]]<nowiki/>nya yang bernama [[Johannes Kepler]] pada awal abad ke-17 Masehi. Hukum mekanika kemudian baru dirumuskan secara ilmiah pada awal abad ke-17 Masehi oleh [[Isaac Newton]] dari bukti-[[bukti empiris]] yang ditemukan oleh Brahe dan Kepler. Konsep dasar yang dikemukakan oleh Newton ialah [[Gaya (fisika)|gaya]] dan [[massa]], yang kemudian dikembangkan lagi menjadi teori [[gravitasi]]. Ilmu mekanika kemudian terus dikembangkan pada paruh kedua abad ke-17 Masehi hingga paruh pertama abad ke-19 Masehi. Para pengembangnya di antaranya ialah [[Johann Bernoulli]], [[Jean le Rond d'Alembert]], [[Joseph-Louis de Lagrange]] dan [[William Rowan Hamilton]]. Pada masa ini, ilmu mekanika dikenal sebagai mekanika klasik, mekanika teoretik atau mekanika analitik. Dari mekanika klasik ini kemudian berkembang ilmu mekanika yang lebih rumit dan berkaitan dengan [[fisika modern]], yaitu [[mekanika gelombang]], [[Mekanika statistika|mekanika statistik]], dan [[mekanika kuantum]]. Perkembangan mekanika kemudian berlanjut melalui pemikiran-pemikiran [[Albert Einstein]] pada paruh pertama abad ke-20 Masehi, Pemikiran Einstein kemudian mengembangkan [[mekanika relativistik]] menggunakan teori [[relativitas khusus]].<ref>Peter Soedojo. [https://www.google.co.id/books/edition/Azaz_Azaz_Mekanika_Analitik/v2lbDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mekanika&printsec=frontcover Azas-azas Mekanika Analitik]. Gadjah Mada University Press. 2000. hlm. 1. ISBN 978-979-420-471-9.</ref>


== Satuan ==
== Satuan ==
Mekanika termasuk ke dalam bidang keilmuan [[fisika]], sehingga satuan yang digunakan berkaitan dengan [[besaran fisika]] mekanika. Pada mekanika digunakan besaran yaitu [[panjang]], [[massa]], dan [[waktu]]. Sistem satuan yang digunakan dalam mekanika ialah [[sistem satuan MKS]] dan [[sistem satuan CGS]].
Mekanika termasuk ke dalam bidang keilmuan [[fisika]], sehingga satuan yang digunakan berkaitan dengan [[besaran fisika]] mekanika. Pada mekanika digunakan besaran yaitu [[panjang]], [[massa]], dan [[waktu]]. Sistem satuan yang digunakan dalam mekanika ialah [[sistem satuan MKS]] dan [[sistem satuan CGS]].<ref>Mikrajuddin Abdullah. [https://fmipa.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/7/2017/12/Diktat-Fisika-Dasar-I.pdf Fisika Dasar I]. Institut Teknologi Bandung. 2016. hlm. 7.</ref>


== Mekanika klasik ==
== Mekanika klasik ==
Baris 18: Baris 20:
* [[Mekanika zat padat]], [[Elastisitas (fisika)|elastisitas]], sifat-sifat benda elastis.
* [[Mekanika zat padat]], [[Elastisitas (fisika)|elastisitas]], sifat-sifat benda elastis.
* [[Mekanika fraktura]]
* [[Mekanika fraktura]]
* [[Akustik]], [[suara]]
* [[Akustik]], [[suara]]  
* [[Statika]],
* [[Statika]],  
* [[Mekanika fluida]], pergerakan cairan
* [[Mekanika fluida]], pergerakan cairan
* [[Mekanika tanah]], sifat-sifat mekanik dari tanah
* [[Mekanika tanah]], sifat-sifat mekanik dari tanah
Baris 32: Baris 34:


=== Mekanika fluida ===
=== Mekanika fluida ===
Mekanika fluida merupakan cabang mekanika yang mempelajari mengenai pergerakan dari [[fluida]]. Pergerakan ini diamati dalam bentuk [[cairan]] maupun [[gas]]. Dalam mekanika fluida juga dipelajari fluida yang tidak dalam keadaan bergerak atau diam. Sebagian besar bahasan dalam mekanika fluida berkaitan dengan mekanika kontinum. Secara garis besar, mekanika fluida terbagi menjadi statika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan diam, dan dinamika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan bergerak. Khusus pada dinamika fluida digunakan pendekatan [[matematika]] dan [[bukti empiris]] yang rumit guna penyelesaian masalah.
Mekanika fluida merupakan cabang mekanika yang mempelajari mengenai pergerakan dari [[fluida]]. Pergerakan ini diamati dalam bentuk [[cairan]] maupun [[gas]]. Dalam mekanika fluida juga dipelajari fluida yang tidak dalam keadaan bergerak atau diam. Sebagian besar bahasan dalam mekanika fluida berkaitan dengan mekanika kontinum. Secara garis besar, mekanika fluida terbagi menjadi statika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan diam, dan dinamika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan bergerak. Khusus pada dinamika fluida digunakan pendekatan [[matematika]] dan [[bukti empiris]] yang rumit guna penyelesaian masalah.<ref>Bambang Agus Kironoto. [https://www.google.co.id/books/edition/Statika_Fluida/KHdlDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mekanika&printsec=frontcover Statika Fluida]. Gadjah Mada University Press. 2018. hlm. 1. ISBN 978-602-386-152-1.</ref>


==== Mekanika tanah ====
==== Mekanika tanah ====
Mekanika tanah merupakan suatu bidang ilmu yang menggabungkan beberapa cabang mekanika dengan tujuan untuk mempelajari tentang tanah dan komponennya guna melakukan kegiatan [[konstruksi]]. Dalam penerapan praktis, mekanika tanah digunakan pada [[teknik sipil]] untuk memprediksi karakteristik kinerja tanah. Dalam penerapannya, mekanika tanah menggunakan teknik statika, teknik dinamika, mekanika fluida, dan teknologi lainnya untuk menganalisis struktur tanah. Studi utama dalam mekanika tanah meliputi studi komposisi tanah, kekuatan, konsolidasi, dan penggunaan prinsip hidrolik. Manfaat dari ilmu mekanika tanah ialah mengurangi dan mengatasu masalah [[geologi rekayasa]] yang disebabkan oleh keberadaan serta sifat dari [[batuan sedimen]] dan [[reaksi pengendapan]] lainnya. Sementara itu, para [[rekayasawan]] memanfaatkan teori mekanika tanah untuk keperluan rekayasa konstruksi bangunan, perencanaan peralatan dan bahan pendukung serta mengelola jenis pekerjaan yang diperlukan. Kajian utama di dalam mekanika tanah ialah proses pembentukan tanah, sifat [[fisika]] dan sifat [[kimia]] tanah, kerapatan tanah, [[permeabilitas]] dan penyatuan tanah.
Mekanika tanah merupakan suatu bidang ilmu yang menggabungkan beberapa cabang mekanika dengan tujuan untuk mempelajari tentang tanah dan komponennya guna melakukan kegiatan [[konstruksi]]. Dalam penerapan praktis, mekanika tanah digunakan pada [[teknik sipil]] untuk memprediksi karakteristik kinerja tanah. Dalam penerapannya, mekanika tanah menggunakan teknik statika, teknik dinamika, mekanika fluida, dan teknologi lainnya untuk menganalisis struktur tanah. Studi utama dalam mekanika tanah meliputi studi komposisi tanah, kekuatan, konsolidasi, dan penggunaan prinsip hidrolik. Manfaat dari ilmu mekanika tanah ialah mengurangi dan mengatasu masalah [[geologi rekayasa]] yang disebabkan oleh keberadaan serta sifat dari [[batuan sedimen]] dan [[reaksi pengendapan]] lainnya. Sementara itu, para [[rekayasawan]] memanfaatkan teori mekanika tanah untuk keperluan rekayasa konstruksi bangunan, perencanaan peralatan dan bahan pendukung serta mengelola jenis pekerjaan yang diperlukan. Kajian utama di dalam mekanika tanah ialah proses pembentukan tanah, sifat [[fisika]] dan sifat [[kimia]] tanah, kerapatan tanah, [[permeabilitas]] dan penyatuan tanah.<ref>Darwis. [https://www.researchgate.net/profile/Darwis-Panguriseng/publication/323616697_DASAR-DASAR_MEKANIKA_TANAH/links/5aa0623c45851543e6375d6b/DASAR-DASAR-MEKANIKA-TANAH.pdf Dasar-Dasar Mekanika Tanah]. Pena Indis. 2018. hlm. 12. ISBN 978-602-429-098-6.</ref>


=== Mekanika kuantum ===
=== Mekanika kuantum ===
Baris 42: Baris 44:
* [[Fisika nuklir]], pergerakan, struktur, dan reaksi nucleus
* [[Fisika nuklir]], pergerakan, struktur, dan reaksi nucleus
* [[Fisika benda terkondensasi]]
* [[Fisika benda terkondensasi]]
* [[Mekanika kuantum statistik]],
* [[Mekanika kuantum statistik]],  


== Asas ==
== Asas ==
=== Asas kekekalan energi mekanik ===
=== Asas kekekalan energi mekanik ===
Asas kekekalan energi mekanik adalah sebuah asas dalam mekanika yang menyatakan bahwa jumlah energi mekanik selalu konstan. Dalam asas ini, [[energi kinetik]] dan [[energi potensial]] saling menggantikan sehingga jumlah energi mekanik secara keseluruhan tetap sama dan tidak berubah. Asas kekekalan energi mekanik merupakan hasil pengembangan dari konsep [[Usaha (fisika)|usaha]] dan energi kinetik. Dalam asas kekekalan energi usaha tidak dinyatakan dalam satuan daya. Asas kekekalan energi mekanik digunakan untuk menganalisis gerakan suatu benda tanpa dipengaruhi oleh faktor [[lingkungan]] di luar benda tersebut. Analisis dilakukan dengan menghitung besarnya perubahan energi dari benda tersebut.
Asas kekekalan energi mekanik adalah sebuah asas dalam mekanika yang menyatakan bahwa jumlah energi mekanik selalu konstan. Dalam asas ini, [[energi kinetik]] dan [[energi potensial]] saling menggantikan sehingga jumlah energi mekanik secara keseluruhan tetap sama dan tidak berubah. Asas kekekalan energi mekanik merupakan hasil pengembangan dari konsep [[Usaha (fisika)|usaha]] dan energi kinetik. Dalam asas kekekalan energi usaha tidak dinyatakan dalam satuan daya. Asas kekekalan energi mekanik digunakan untuk menganalisis gerakan suatu benda tanpa dipengaruhi oleh faktor [[lingkungan]] di luar benda tersebut. Analisis dilakukan dengan menghitung besarnya perubahan energi dari benda tersebut.<ref>Asraf, A., dan Kurniawan, B. [https://www.google.co.id/books/edition/Fisika_Dasar_untuk_Sains_dan_Teknik_Jili/n-UhEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mekanika+Newton&printsec=frontcover Fisika Dasar untuk Sains dan Teknik: Jilid 1 Mekanika]. Bumi Aksara. 2021. hlm. 223. ISBN 978-602-444-954-4.</ref>


== Pemanfaatan teoretis ==
== Pemanfaatan teoretis ==
=== Fisika statistik ===
=== Fisika statistik ===
Mekanika statistik secara khusus memberikan sumbangan kepada perkembangan fisika statistik.  Penerapan mekanika statistik dalam fisika statistik ialah pada perumusan modern tentang ensambel. Perumusan ini dibuat oleh [[Josiah Willard Gibbs]] (1839–1903).
Mekanika statistik secara khusus memberikan sumbangan kepada perkembangan fisika statistik.  Penerapan mekanika statistik dalam fisika statistik ialah pada perumusan modern tentang ensambel. Perumusan ini dibuat oleh [[Josiah Willard Gibbs]] (1839–1903).<ref>Rustam E. Siregar. [https://phys.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2019/01/Buku-Fistat.pdf Fisika Statistik]. Unpad Press. 2012. hlm. 1. ISBN 978-602-9238-69-3.</ref>


== Pemanfaatan praktis ==
== Pemanfaatan praktis ==
=== Teknik pondasi ===
=== Teknik pondasi ===
Ilmu mekanika dapat digunakan untuk menganalisis dan mendesain perencanaan suatu [[pondasi]]. Dalam proses analisis, mekanika berperan dalam menjelsakan perilaku tanah dan sifatnya akibat adanya gaya-gaya yang menimbulkan tegangan dan regangan. Perancangan pondasi yang benar diwujudkan dengan mencegah terjadinya penyimpangan konstruksi tanah dari kondisi ideal. Secara lebih lanjut, mekanika tanah digunakan untuk mengatur bentuk [[permukaan jalan]], pembangunan bangunan dan strukturnya di bawah tanah serta perencanaan pembuatan berem dan penggalian.
Ilmu mekanika dapat digunakan untuk menganalisis dan mendesain perencanaan suatu [[pondasi]]. Dalam proses analisis, mekanika berperan dalam menjelsakan perilaku tanah dan sifatnya akibat adanya gaya-gaya yang menimbulkan tegangan dan regangan. Perancangan pondasi yang benar diwujudkan dengan mencegah terjadinya penyimpangan konstruksi tanah dari kondisi ideal. Secara lebih lanjut, mekanika tanah digunakan untuk mengatur bentuk [[permukaan jalan]], pembangunan bangunan dan strukturnya di bawah tanah serta perencanaan pembuatan berem dan penggalian.<ref>Putri, A.M., dan Adinegoro, Y. [https://www.google.co.id/books/edition/Mekanika_Tanah_I/tBH5DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mekanika&printsec=frontcover Mekanika Tanah 1]. Yayasan Kita Menulis. 2020. hlm. 1-2. ISBN 978-623-6512-83-8.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://iMechanica.org/ iMechanica: the web of mechanics and mechanicians]
* [http://iMechanica.org/ iMechanica: the web of mechanics and mechanicians]
* [http://rodsalgado.blogspot.com/ Mechanics Blog by a Purdue University Professor]
* [http://rodsalgado.blogspot.com/ Mechanics Blog by a Purdue University Professor]
* [http://www.esm.vt.edu/ The Mechanics program at Virginia Tech]
* [http://www.esm.vt.edu/ The Mechanics program at Virginia Tech]  
* [http://www.physclips.unsw.edu.au/ Physclips: Mechanics with animations and video clips]  from the University of New South Wales
* [http://www.physclips.unsw.edu.au/ Physclips: Mechanics with animations and video clips]  from the University of New South Wales
* [http://www7.nationalacademies.org/usnctam U.S. National Committee on Theoretical and Applied Mechanics]
* [http://www7.nationalacademies.org/usnctam U.S. National Committee on Theoretical and Applied Mechanics]  
* [http://www.physics-online.com Interactive learning resources for teaching Mechanics]
* [http://www.physics-online.com Interactive learning resources for teaching Mechanics]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanika&oldid=29564947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29564947 (2026-08-12T08:18:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanika&oldid=29564947 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29564947 (2026-08-12T08:18:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.02

Triple expansion engine animation

Mekanika (serapan dari ) adalah jenis ilmu khusus yang mempelajari fungsi dan pelaksanaan mesin, alat atau benda yang seperti mesin. Mekanika merupakan bagian yang sangat penting dalam ilmu fisika terutama untuk ilmuwan dan rekayasawan. Mekanika juga berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari gaya gerak suatu benda serta efek dari gaya yang dihasilkannya.

Cabang ilmu mekanika secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu statika dan dinamika. Sedangkan dinamika dapat pula dibagi dua menjadi kinematika dan kinetika.

Sejarah

Pemikiran awal mengenai mekanika dimulai pada masa Aristoteles (384–322 SM). Bidang ilmu mekanika yang paling awal ialah mekanika benda langit. Aristoteles pada masanya menganggap Bumi sebagai objek yang diam dengan bintang-bintang yang mengelilinginya mengalami pergerakan atau perputaran. Pemikiran Aristoteles kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ahli astronomi bernama Tycho Brahe pada abad ke-16 Masehi dan dikembangkan lagi oleh muridnya yang bernama Johannes Kepler pada awal abad ke-17 Masehi. Hukum mekanika kemudian baru dirumuskan secara ilmiah pada awal abad ke-17 Masehi oleh Isaac Newton dari bukti-bukti empiris yang ditemukan oleh Brahe dan Kepler. Konsep dasar yang dikemukakan oleh Newton ialah gaya dan massa, yang kemudian dikembangkan lagi menjadi teori gravitasi. Ilmu mekanika kemudian terus dikembangkan pada paruh kedua abad ke-17 Masehi hingga paruh pertama abad ke-19 Masehi. Para pengembangnya di antaranya ialah Johann Bernoulli, Jean le Rond d'Alembert, Joseph-Louis de Lagrange dan William Rowan Hamilton. Pada masa ini, ilmu mekanika dikenal sebagai mekanika klasik, mekanika teoretik atau mekanika analitik. Dari mekanika klasik ini kemudian berkembang ilmu mekanika yang lebih rumit dan berkaitan dengan fisika modern, yaitu mekanika gelombang, mekanika statistik, dan mekanika kuantum. Perkembangan mekanika kemudian berlanjut melalui pemikiran-pemikiran Albert Einstein pada paruh pertama abad ke-20 Masehi, Pemikiran Einstein kemudian mengembangkan mekanika relativistik menggunakan teori relativitas khusus.[1]

Satuan

Mekanika termasuk ke dalam bidang keilmuan fisika, sehingga satuan yang digunakan berkaitan dengan besaran fisika mekanika. Pada mekanika digunakan besaran yaitu panjang, massa, dan waktu. Sistem satuan yang digunakan dalam mekanika ialah sistem satuan MKS dan sistem satuan CGS.[2]

Mekanika klasik

Berikut ini adalah digolongkan sebagai mekanika klasik:

Mekanika fluida

Mekanika fluida merupakan cabang mekanika yang mempelajari mengenai pergerakan dari fluida. Pergerakan ini diamati dalam bentuk cairan maupun gas. Dalam mekanika fluida juga dipelajari fluida yang tidak dalam keadaan bergerak atau diam. Sebagian besar bahasan dalam mekanika fluida berkaitan dengan mekanika kontinum. Secara garis besar, mekanika fluida terbagi menjadi statika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan diam, dan dinamika fluida yang mempelajari fluida dalam keadaan bergerak. Khusus pada dinamika fluida digunakan pendekatan matematika dan bukti empiris yang rumit guna penyelesaian masalah.[3]

Mekanika tanah

Mekanika tanah merupakan suatu bidang ilmu yang menggabungkan beberapa cabang mekanika dengan tujuan untuk mempelajari tentang tanah dan komponennya guna melakukan kegiatan konstruksi. Dalam penerapan praktis, mekanika tanah digunakan pada teknik sipil untuk memprediksi karakteristik kinerja tanah. Dalam penerapannya, mekanika tanah menggunakan teknik statika, teknik dinamika, mekanika fluida, dan teknologi lainnya untuk menganalisis struktur tanah. Studi utama dalam mekanika tanah meliputi studi komposisi tanah, kekuatan, konsolidasi, dan penggunaan prinsip hidrolik. Manfaat dari ilmu mekanika tanah ialah mengurangi dan mengatasu masalah geologi rekayasa yang disebabkan oleh keberadaan serta sifat dari batuan sedimen dan reaksi pengendapan lainnya. Sementara itu, para rekayasawan memanfaatkan teori mekanika tanah untuk keperluan rekayasa konstruksi bangunan, perencanaan peralatan dan bahan pendukung serta mengelola jenis pekerjaan yang diperlukan. Kajian utama di dalam mekanika tanah ialah proses pembentukan tanah, sifat fisika dan sifat kimia tanah, kerapatan tanah, permeabilitas dan penyatuan tanah.[4]

Mekanika kuantum

Beberapa kategori ini dikategorikan sebagai Mekanika kuantum:

Asas

Asas kekekalan energi mekanik

Asas kekekalan energi mekanik adalah sebuah asas dalam mekanika yang menyatakan bahwa jumlah energi mekanik selalu konstan. Dalam asas ini, energi kinetik dan energi potensial saling menggantikan sehingga jumlah energi mekanik secara keseluruhan tetap sama dan tidak berubah. Asas kekekalan energi mekanik merupakan hasil pengembangan dari konsep usaha dan energi kinetik. Dalam asas kekekalan energi usaha tidak dinyatakan dalam satuan daya. Asas kekekalan energi mekanik digunakan untuk menganalisis gerakan suatu benda tanpa dipengaruhi oleh faktor lingkungan di luar benda tersebut. Analisis dilakukan dengan menghitung besarnya perubahan energi dari benda tersebut.[5]

Pemanfaatan teoretis

Fisika statistik

Mekanika statistik secara khusus memberikan sumbangan kepada perkembangan fisika statistik. Penerapan mekanika statistik dalam fisika statistik ialah pada perumusan modern tentang ensambel. Perumusan ini dibuat oleh Josiah Willard Gibbs (1839–1903).[6]

Pemanfaatan praktis

Teknik pondasi

Ilmu mekanika dapat digunakan untuk menganalisis dan mendesain perencanaan suatu pondasi. Dalam proses analisis, mekanika berperan dalam menjelsakan perilaku tanah dan sifatnya akibat adanya gaya-gaya yang menimbulkan tegangan dan regangan. Perancangan pondasi yang benar diwujudkan dengan mencegah terjadinya penyimpangan konstruksi tanah dari kondisi ideal. Secara lebih lanjut, mekanika tanah digunakan untuk mengatur bentuk permukaan jalan, pembangunan bangunan dan strukturnya di bawah tanah serta perencanaan pembuatan berem dan penggalian.[7]

Pranala luar

Referensi

  1. Peter Soedojo. Azas-azas Mekanika Analitik. Gadjah Mada University Press. 2000. hlm. 1. ISBN 978-979-420-471-9.
  2. Mikrajuddin Abdullah. Fisika Dasar I. Institut Teknologi Bandung. 2016. hlm. 7.
  3. Bambang Agus Kironoto. Statika Fluida. Gadjah Mada University Press. 2018. hlm. 1. ISBN 978-602-386-152-1.
  4. Darwis. Dasar-Dasar Mekanika Tanah. Pena Indis. 2018. hlm. 12. ISBN 978-602-429-098-6.
  5. Asraf, A., dan Kurniawan, B. Fisika Dasar untuk Sains dan Teknik: Jilid 1 Mekanika. Bumi Aksara. 2021. hlm. 223. ISBN 978-602-444-954-4.
  6. Rustam E. Siregar. Fisika Statistik. Unpad Press. 2012. hlm. 1. ISBN 978-602-9238-69-3.
  7. Putri, A.M., dan Adinegoro, Y. Mekanika Tanah 1. Yayasan Kita Menulis. 2020. hlm. 1-2. ISBN 978-623-6512-83-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29564947 (2026-08-12T08:18:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.