Tangkapan neutron: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28084775; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tangkapan neutron''' adalah [[reaksi nuklir]] di mana [[inti atom]] dan satu atau lebih [[neutron]] bertabrakan dan bergabung untuk membentuk inti yang lebih berat. Karena neutron tidak memiliki muatan listrik, mereka dapat masuk ke dalam inti lebih mudah dibandingkan [[proton]] yang bermuatan positf, yang ditolak dengan [[elektrostatis]]. | '''Tangkapan neutron''' adalah [[reaksi nuklir]] di mana [[inti atom]] dan satu atau lebih [[neutron]] bertabrakan dan bergabung untuk membentuk inti yang lebih berat.<ref>Ishfaq Ahmad. [http://books.google.com/books?id=NcgzAAAAIAAJ Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus]. ''Institute of Physics''. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.</ref> Karena neutron tidak memiliki muatan listrik, mereka dapat masuk ke dalam inti lebih mudah dibandingkan [[proton]] yang bermuatan positf, yang ditolak dengan [[elektrostatis]].<ref>Ishfaq Ahmad. [http://books.google.com/books?id=NcgzAAAAIAAJ Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus]. ''Institute of Physics''. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.</ref> | ||
Tangkapan neutron memainkan peran penting dalam [[nukleosintesis]] kosmik unsur berat. Dalam bintang, reaksi ini dapat dilanjutkan dalam dua cara: sebagai proses yang cepat ([[proses r]]) atau proses yang lambat ([[proses s]]). Inti [[massa]] yang lebih besar dari 56 tidak dapat dibentuk oleh [[reaksi termonuklir]] (yaitu dengan [[fusi nuklir]]), tetapi dapat dibentuk oleh tangkapan neutron. | Tangkapan neutron memainkan peran penting dalam [[nukleosintesis]] kosmik unsur berat. Dalam bintang, reaksi ini dapat dilanjutkan dalam dua cara: sebagai proses yang cepat ([[proses r]]) atau proses yang lambat ([[proses s]]).<ref>Ishfaq Ahmad. [http://books.google.com/books?id=NcgzAAAAIAAJ Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus]. ''Institute of Physics''. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.</ref> Inti [[massa]] yang lebih besar dari 56 tidak dapat dibentuk oleh [[reaksi termonuklir]] (yaitu dengan [[fusi nuklir]]), tetapi dapat dibentuk oleh tangkapan neutron.<ref>Ishfaq Ahmad. [http://books.google.com/books?id=NcgzAAAAIAAJ Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus]. ''Institute of Physics''. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.</ref> | ||
== Tangkapan neutron pada fluks neutron kecil == | == Tangkapan neutron pada fluks neutron kecil == | ||
Pada [[fluks neutron]] kecil, seperti dalam [[reaktor nuklir]], sebuah neutron tunggal ditangkap oleh inti. Misalnya, ketika [[emas]] alami (<sup>197</sup>Au) teradiasi oleh neutron, [[isotop]] <sup>198</sup>Au kemudian terbentuk dalam keadaan yang sangat tereksitasi, dan dengan cepat meluruh ke keadaan dasar <sup>198</sup>Au sambil mengemisi [[Sinar gamma|sinar γ]]. Dalam proses ini, [[nomor massa]] meningkat satu. Reaksi ini ditulis dengan formula dalam bentuk <sup>197</sup>Au+n → <sup>198</sup>Au+γ, atau dalam bentuk singkat <sup>197</sup>Au(n,γ)<sup>198</sup>Au. Jika [[Temperatur neutron|neutron termal]] yang digunakan, proses ini disebut tangkapan termal. | Pada [[fluks neutron]] kecil, seperti dalam [[reaktor nuklir]], sebuah neutron tunggal ditangkap oleh inti. Misalnya, ketika [[emas]] alami (<sup>197</sup>Au) teradiasi oleh neutron, [[isotop]] <sup>198</sup>Au kemudian terbentuk dalam keadaan yang sangat tereksitasi, dan dengan cepat meluruh ke keadaan dasar <sup>198</sup>Au sambil mengemisi [[Sinar gamma|sinar γ]]. Dalam proses ini, [[nomor massa]] meningkat satu. Reaksi ini ditulis dengan formula dalam bentuk <sup>197</sup>Au+n → <sup>198</sup>Au+γ, atau dalam bentuk singkat <sup>197</sup>Au(n,γ)<sup>198</sup>Au. Jika [[Temperatur neutron|neutron termal]] yang digunakan, proses ini disebut tangkapan termal. | ||
| Baris 20: | Baris 19: | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
[[Analisis aktivasi neutron]] dapat digunakan untuk mendeteksi komposisi kimia pada bahan dari jarak jauh. Hal ini karena berbagai unsur melepaskan karakteristik radiasi yang berbeda ketika mereka menyerap neutron. Proses ini membuatnya berguna dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan eksplorasi dan keamanan mineral. | [[Analisis aktivasi neutron]] dapat digunakan untuk mendeteksi komposisi kimia pada bahan dari jarak jauh. Hal ini karena berbagai unsur melepaskan karakteristik radiasi yang berbeda ketika mereka menyerap neutron. Proses ini membuatnya berguna dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan eksplorasi dan keamanan mineral. | ||
== Penyerap neutron == | == Penyerap neutron == | ||
Penyerap neutron yang paling penting adalah <sup>10</sup>[[boron|B]] sebagai <sup>10</sup>B<sub>4</sub>C pada [[batang kendali]], atau [[asam borat]] sebagai [[pendingin reaktor nuklir|air pendingin]] aditif pada [[Reaktor bertekanan air#Kontrol|PWR]]. Penyerap neutron penting lainnya yang digunakan dalam reaktor nuklir adalah [[xenon]], [[kadmium]], [[hafnium]], [[gadolinium]], [[kobalt]], [[samarium]], [[titanium]], [[disprosium]], [[erbium]], [[europium]], [[molibdenum]], dan [[iterbium]];<ref>[http://www-nds.iaea.org/pgaa/pgaa7/index.html Prompt Gamma-ray Neutron Activation Analysis]. International Atomic Energy Agency</ref> yang semuanya biasanya terdiri dari campuran berbagai isotop-beberapa penyerap neutron yang sangat baik. Hal ini juga terdapat pada kombinasi seperti Mo2B5, [[hafnium diborida]], [[titanium diborida]], [[disprosium titanat]], dan [[gadolinium titanat]]. | |||
Penyerap neutron yang paling penting adalah <sup>10</sup>[[boron|B]] sebagai <sup>10</sup>B<sub>4</sub>C pada [[batang kendali]], atau [[asam borat]] sebagai [[pendingin reaktor nuklir|air pendingin]] aditif pada [[Reaktor bertekanan air#Kontrol|PWR]]. Penyerap neutron penting lainnya yang digunakan dalam reaktor nuklir adalah [[xenon]], [[kadmium]], [[hafnium]], [[gadolinium]], [[kobalt]], [[samarium]], [[titanium]], [[disprosium]], [[erbium]], [[europium]], [[molibdenum]], dan [[iterbium]]; yang semuanya biasanya terdiri dari campuran berbagai isotop-beberapa penyerap neutron yang sangat baik. Hal ini juga terdapat pada kombinasi seperti Mo2B5, [[hafnium diborida]], [[titanium diborida]], [[disprosium titanat]], dan [[gadolinium titanat]]. | |||
[[Hafnium]], salah satu unsur stabil terakhir yang ditemukan, menyajikan kasus yang menarik. Meskipun hafnium merupakan unsur yang lebih berat, konfigurasi elektron yang membuatnya hampir identik dengan unsur [[zirkonium]], dan mereka selalu ditemukan dalam bijih yang sama. Namun, sifat nuklir mereka berbeda dalam cara yang mendalam. Hafnium rajin menyerap neutron (Hf menyerap 600 kali lebih banyak dibanding Zr), dan dapat digunakan dalam [[batang kendali]] reaktor, sedangkan zirkonium alami bisa dibilang transparan untuk neutron. Jadi, zirkonium adalah bahan konstruksi yang sangat diinginkan untuk bagian internal reaktor, termasuk selubung logam dari [[batang bahan bakar]] yang mengandung baik [[uranium]], [[plutonium]], atau [[oksida campuran]] dari dua unsur ([[bahan bakar MOX]]). | [[Hafnium]], salah satu unsur stabil terakhir yang ditemukan, menyajikan kasus yang menarik. Meskipun hafnium merupakan unsur yang lebih berat, konfigurasi elektron yang membuatnya hampir identik dengan unsur [[zirkonium]], dan mereka selalu ditemukan dalam bijih yang sama. Namun, sifat nuklir mereka berbeda dalam cara yang mendalam. Hafnium rajin menyerap neutron (Hf menyerap 600 kali lebih banyak dibanding Zr), dan dapat digunakan dalam [[batang kendali]] reaktor, sedangkan zirkonium alami bisa dibilang transparan untuk neutron. Jadi, zirkonium adalah bahan konstruksi yang sangat diinginkan untuk bagian internal reaktor, termasuk selubung logam dari [[batang bahan bakar]] yang mengandung baik [[uranium]], [[plutonium]], atau [[oksida campuran]] dari dua unsur ([[bahan bakar MOX]]). | ||
Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat memisahkan zirkonium dari hafnium pada [[paduan logam]] yang terdapat secara alamiah. Pemisahan ini hanya dapat dilakukan dengan biaya murah dengan menggunakan [[pertukaran ion|resin pertukaran ion]] kimia modern. Resin serupa juga digunakan dalam [[Pengolahan ulang nuklir|pengolahan ulang]] [[batang bahan bakar nuklir]], jika diperlukan untuk uranium dan plutonium terpisah, dan kadang-kadang [[thorium]]. | Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat memisahkan zirkonium dari hafnium pada [[paduan logam]] yang terdapat secara alamiah. Pemisahan ini hanya dapat dilakukan dengan biaya murah dengan menggunakan [[pertukaran ion|resin pertukaran ion]] kimia modern.<ref>D. Franklin. [http://books.google.com/books?id=RjTFTU8LgpgC&pg=PA26 Zirconium in the Nuclear Industry: Sixth International Symposium]. ASTM International. 1 January 1984. hlm. 26–. ISBN 978-0-8031-0270-5.</ref> Resin serupa juga digunakan dalam [[Pengolahan ulang nuklir|pengolahan ulang]] [[batang bahan bakar nuklir]], jika diperlukan untuk uranium dan plutonium terpisah, dan kadang-kadang [[thorium]]. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 52: | Baris 48: | ||
* [[Radiasi pengion]] | * [[Radiasi pengion]] | ||
* [[Racun neutron]] | * [[Racun neutron]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://ie.lbl.gov/ng.html Thermal Neutron Capture Data] | * [http://ie.lbl.gov/ng.html Thermal Neutron Capture Data] | ||
* [http://www-nds.iaea.org/relnsd/NdsEnsdf/neutroncs.html Thermal Neutron Cross Sections] at the International Atomic Energy Agency | * [http://www-nds.iaea.org/relnsd/NdsEnsdf/neutroncs.html Thermal Neutron Cross Sections] at the International Atomic Energy Agency | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tangkapan+neutron&oldid=28084775 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28084775 (2025-10-17T21:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tangkapan+neutron&oldid=28084775 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28084775 (2025-10-17T21:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.04
Tangkapan neutron adalah reaksi nuklir di mana inti atom dan satu atau lebih neutron bertabrakan dan bergabung untuk membentuk inti yang lebih berat.[1] Karena neutron tidak memiliki muatan listrik, mereka dapat masuk ke dalam inti lebih mudah dibandingkan proton yang bermuatan positf, yang ditolak dengan elektrostatis.[2]
Tangkapan neutron memainkan peran penting dalam nukleosintesis kosmik unsur berat. Dalam bintang, reaksi ini dapat dilanjutkan dalam dua cara: sebagai proses yang cepat (proses r) atau proses yang lambat (proses s).[3] Inti massa yang lebih besar dari 56 tidak dapat dibentuk oleh reaksi termonuklir (yaitu dengan fusi nuklir), tetapi dapat dibentuk oleh tangkapan neutron.[4]
Tangkapan neutron pada fluks neutron kecil
Pada fluks neutron kecil, seperti dalam reaktor nuklir, sebuah neutron tunggal ditangkap oleh inti. Misalnya, ketika emas alami (197Au) teradiasi oleh neutron, isotop 198Au kemudian terbentuk dalam keadaan yang sangat tereksitasi, dan dengan cepat meluruh ke keadaan dasar 198Au sambil mengemisi sinar γ. Dalam proses ini, nomor massa meningkat satu. Reaksi ini ditulis dengan formula dalam bentuk 197Au+n → 198Au+γ, atau dalam bentuk singkat 197Au(n,γ)198Au. Jika neutron termal yang digunakan, proses ini disebut tangkapan termal.
Isotop 198Au (Z=79) adalah emitor beta yang meluruh menjadi isotop merkuri 198Hg (Z=80). Dalam proses ini nomor atom (Z) meningkat satu.
Tangkapan neutron pada fluks neutron tinggi
Dalam Proses r yang terjadi di dalam bintang jika kerapatan fluks neutron begitu tinggi maka inti atom tidak memiliki waktu untuk meluruh melalui emisi beta di antara tangkapan neutron. Oleh karena itu nomor massa meningkat dengan jumlah yang besar sementara nomor atom (yaitu, unsur) tetap sama. Hanya saja setelah itu, inti yang sangat tidak stabil meluruh melalu banyak peluruhan β- menjadi inti stabil atau tidak stabil dengan (mengakibatkan) nomor atom (menjadi) tinggi.
Penampang lintang tangkapan
Penampang lintang penyerapan neutron sebuah isotop unsur kimia merupakan area penampang lintang efektif bahwa atom dari isotop yang menyajikan penyerapan, dan merupakan ukuran kemungkinan tangkapan neutron. Proses ini biasanya diukur dalam barn (b).
Penampang lintang penyerapan sering sangat tergantung pada energi neutron. Dua langkah yang paling sering diukur adalah penampang lintang untuk penyerapan termal neutron, dan integral resonans yang dianggap sebagai kontribusi puncak serapan pada energi neutron tertentu khusus untuk nuklida tertentu, biasanya di atas kisaran termal, tetapi dihadapi sebagai moderasi neutron yang memperlambat neutron turun dari energi tinggi sesungguhnya.
Energi panas dari inti juga memiliki efek; sebagai kenaikan suhu, pelebaran Doppler meningkatkan kemungkinan menangkap puncak resonans. Secara khusus, peningkatan kemampuan uranium-238 untuk menyerap neutron pada suhu yang lebih tinggi (dan untuk melakukannya tanpa fisi) adalah mekanisme umpan balik negatif yang membantu menjaga reaktor nuklir di bawah kendali.
Penggunaan
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk mendeteksi komposisi kimia pada bahan dari jarak jauh. Hal ini karena berbagai unsur melepaskan karakteristik radiasi yang berbeda ketika mereka menyerap neutron. Proses ini membuatnya berguna dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan eksplorasi dan keamanan mineral.
Penyerap neutron
Penyerap neutron yang paling penting adalah 10B sebagai 10B4C pada batang kendali, atau asam borat sebagai air pendingin aditif pada PWR. Penyerap neutron penting lainnya yang digunakan dalam reaktor nuklir adalah xenon, kadmium, hafnium, gadolinium, kobalt, samarium, titanium, disprosium, erbium, europium, molibdenum, dan iterbium;[5] yang semuanya biasanya terdiri dari campuran berbagai isotop-beberapa penyerap neutron yang sangat baik. Hal ini juga terdapat pada kombinasi seperti Mo2B5, hafnium diborida, titanium diborida, disprosium titanat, dan gadolinium titanat.
Hafnium, salah satu unsur stabil terakhir yang ditemukan, menyajikan kasus yang menarik. Meskipun hafnium merupakan unsur yang lebih berat, konfigurasi elektron yang membuatnya hampir identik dengan unsur zirkonium, dan mereka selalu ditemukan dalam bijih yang sama. Namun, sifat nuklir mereka berbeda dalam cara yang mendalam. Hafnium rajin menyerap neutron (Hf menyerap 600 kali lebih banyak dibanding Zr), dan dapat digunakan dalam batang kendali reaktor, sedangkan zirkonium alami bisa dibilang transparan untuk neutron. Jadi, zirkonium adalah bahan konstruksi yang sangat diinginkan untuk bagian internal reaktor, termasuk selubung logam dari batang bahan bakar yang mengandung baik uranium, plutonium, atau oksida campuran dari dua unsur (bahan bakar MOX).
Oleh karena itu, sangat penting untuk dapat memisahkan zirkonium dari hafnium pada paduan logam yang terdapat secara alamiah. Pemisahan ini hanya dapat dilakukan dengan biaya murah dengan menggunakan resin pertukaran ion kimia modern.[6] Resin serupa juga digunakan dalam pengolahan ulang batang bahan bakar nuklir, jika diperlukan untuk uranium dan plutonium terpisah, dan kadang-kadang thorium.
Lihat pula
- Peluruhan beta
- Radioaktivitas terimbas
- Daftar partikel
- Emisi neutron
- Sinar: α — β — γ — δ — ε
- Proses p (tangkapan proton)
- Bahan bakar nuklir bekas
- Limbah radioaktif
- Kecelakaan dan insiden nuklir
- Pencemaran radioaktif
- Pemrosesan ulang nuklir
- Radiasi alam
- Peluruhan radioaktif
- Produk peluruhan
- Rantai peluruhan
- Deret radioaktif
- Tangkapan elektron
- Radiasi pengion
- Racun neutron
Pranala luar
- Thermal Neutron Capture Data
- Thermal Neutron Cross Sections at the International Atomic Energy Agency
Referensi
- ↑ Ishfaq Ahmad. Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus. Institute of Physics. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.
- ↑ Ishfaq Ahmad. Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus. Institute of Physics. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.
- ↑ Ishfaq Ahmad. Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus. Institute of Physics. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.
- ↑ Ishfaq Ahmad. Progress of theoretical physics: Resonance in the Nucleus. Institute of Physics. University of Ottawa (Department of Physics). 1966. Vol. 3 (3). hlm. 556–600.
- ↑ Prompt Gamma-ray Neutron Activation Analysis. International Atomic Energy Agency
- ↑ D. Franklin. Zirconium in the Nuclear Industry: Sixth International Symposium. ASTM International. 1 January 1984. hlm. 26–. ISBN 978-0-8031-0270-5.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28084775 (2025-10-17T21:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.