Lompat ke isi

Wawasan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28729236; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Wawasan''' berasal dari kata wawas yang berarti meneliti, meninjau, memandang, serta mengamati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia wawasan adalah tinjauan, pandangan maupun hasil dari mewawas. Dalam konteks nasional, wawasan merupakan cara pandang suatu bangsa dalam bermasyarakat, benegara, serta membangun hubungan internasional. Cara pandang ini merupakan hasil perenungan terkait jati diri dan lingkungan yang memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya.
'''Wawasan''' berasal dari kata wawas yang berarti meneliti, meninjau, memandang, serta mengamati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia wawasan adalah tinjauan, pandangan maupun hasil dari mewawas. Dalam konteks nasional, wawasan merupakan cara pandang suatu bangsa dalam bermasyarakat, benegara, serta membangun hubungan internasional. Cara pandang ini merupakan hasil perenungan terkait jati diri dan lingkungan yang memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya. <ref>Kamus Besar Bahasa Indonesia</ref>


Pemahaman tentang [[Kausalitas|sebab dan akibat]] tertentu dalam konteks tertentu. Istilah wawasan ([[Bahasa Inggris|Inggris]]: ''insight'') dapat memiliki beberapa makna terkait:
Pemahaman tentang [[Kausalitas|sebab dan akibat]] tertentu dalam konteks tertentu. Istilah wawasan ([[Bahasa Inggris|Inggris]]: ''insight'') dapat memiliki beberapa makna terkait:
Baris 6: Baris 6:
* tindakan atau hasil dari pemahaman sifat batiniah suatu hal atau melihat [[Intuisi|secara intuitif]] (disebut  dalam bahasa Yunani)
* tindakan atau hasil dari pemahaman sifat batiniah suatu hal atau melihat [[Intuisi|secara intuitif]] (disebut  dalam bahasa Yunani)
* sebuah [[Wawas diri|introspeksi]]
* sebuah [[Wawas diri|introspeksi]]
* kekuatan pengamatan dan [[Metode deduksi|deduksi]] yang tajam, kebijaksanaan, dan [[persepsi]], yang disebut inteleksi atau
* kekuatan pengamatan dan [[Metode deduksi|deduksi]] yang tajam, kebijaksanaan, dan [[persepsi]], yang disebut inteleksi atau  
* pemahaman tentang sebab dan akibat berdasarkan identifikasi hubungan dan perilaku dalam suatu model, sistem, konteks, atau skenario (lihat [[kecerdasan buatan]])
* pemahaman tentang sebab dan akibat berdasarkan identifikasi hubungan dan perilaku dalam suatu model, sistem, konteks, atau skenario (lihat [[kecerdasan buatan]])


Suatu wawasan yang muncul secara tiba-tiba, seperti pemahaman bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang sulit, kadang-kadang disebut dengan istilah [[Bahasa Jerman|Jerman]] ''''. Istilah ini dicetuskan oleh psikolog dan ahli bahasa teoretis Jerman, [[Karl Bühler]]. Hal ini juga dikenal sebagai [[Pencerahan (perasaan)|pencerahan]], [[Efek Eureka|momen eureka]], atau (bagi pemecah teka-teki silang) momen menjatuhkan koin (PDM). Kesadaran yang tiba-tiba dan memuakkan sering kali mengidentifikasi sebuah masalah alih-alih menyelesaikannya, sehingga momen ''Uh-oh'' alih-alih momen ''Aha'' terlihat dalam wawasan negatif. Contoh lain dari wawasan negatif adalah rasa kecewa yang merupakan rasa jengkel terhadap solusi yang sudah jelas, tetapi tidak ditemukan hingga (mungkin sudah terlambat) mencapai titik wawasan, contohnya adalah seruan Homer Simpson yang terkenal, [[D'oh!]].
Suatu wawasan yang muncul secara tiba-tiba, seperti pemahaman bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang sulit, kadang-kadang disebut dengan istilah [[Bahasa Jerman|Jerman]] ''''. Istilah ini dicetuskan oleh psikolog dan ahli bahasa teoretis Jerman, [[Karl Bühler]]. Hal ini juga dikenal sebagai [[Pencerahan (perasaan)|pencerahan]], [[Efek Eureka|momen eureka]], atau (bagi pemecah teka-teki silang) momen menjatuhkan koin (PDM).<ref>Kathryn J. Friedlander. ''The Grounded Expertise Components Approach in the Novel Area of Cryptic Crossword Solving''. ''Frontiers in Psychology''. 2016. Vol. 7. hlm. 567. doi:10.3389/fpsyg.2016.00567.</ref> Kesadaran yang tiba-tiba dan memuakkan sering kali mengidentifikasi sebuah masalah alih-alih menyelesaikannya, sehingga momen ''Uh-oh'' alih-alih momen ''Aha'' terlihat dalam wawasan negatif.<ref>Gillian Hill. [http://bear.buckingham.ac.uk/103/4/Hill_Kemp_2016_Insight.pdf Uh-Oh! What Have We Missed? A Qualitative Investigation into Everyday Insight Experience]. ''The Journal of Creative Behavior''. 2016-02-01. Vol. 52 (3). hlm. 201–211. doi:10.1002/jocb.142.</ref> Contoh lain dari wawasan negatif adalah rasa kecewa yang merupakan rasa jengkel terhadap solusi yang sudah jelas, tetapi tidak ditemukan hingga (mungkin sudah terlambat) mencapai titik wawasan,<ref>Mary L. Gick. [http://psycnet.apa.org/record/1994-98855-006 The nature of insight]. MIT Press. 1995. hlm. 197–228.</ref> contohnya adalah seruan Homer Simpson yang terkenal, [[D'oh!]].


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Genius]]
* [[Genius]]
* [[Wawas diri]]
* [[Wawas diri]]
* [[Becermin diri]]
* [[Becermin diri]]
== Referensi ==
== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
 
*  
*


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wawasan&oldid=28729236 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28729236 (2025-12-23T02:08:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wawasan&oldid=28729236 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28729236 (2025-12-23T02:08:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.13

Wawasan berasal dari kata wawas yang berarti meneliti, meninjau, memandang, serta mengamati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia wawasan adalah tinjauan, pandangan maupun hasil dari mewawas. Dalam konteks nasional, wawasan merupakan cara pandang suatu bangsa dalam bermasyarakat, benegara, serta membangun hubungan internasional. Cara pandang ini merupakan hasil perenungan terkait jati diri dan lingkungan yang memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya. [1]

Pemahaman tentang sebab dan akibat tertentu dalam konteks tertentu. Istilah wawasan (Inggris: insight) dapat memiliki beberapa makna terkait:

  • sepotong informasi
  • tindakan atau hasil dari pemahaman sifat batiniah suatu hal atau melihat secara intuitif (disebut dalam bahasa Yunani)
  • sebuah introspeksi
  • kekuatan pengamatan dan deduksi yang tajam, kebijaksanaan, dan persepsi, yang disebut inteleksi atau
  • pemahaman tentang sebab dan akibat berdasarkan identifikasi hubungan dan perilaku dalam suatu model, sistem, konteks, atau skenario (lihat kecerdasan buatan)

Suatu wawasan yang muncul secara tiba-tiba, seperti pemahaman bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang sulit, kadang-kadang disebut dengan istilah Jerman '. Istilah ini dicetuskan oleh psikolog dan ahli bahasa teoretis Jerman, Karl Bühler. Hal ini juga dikenal sebagai pencerahan, momen eureka, atau (bagi pemecah teka-teki silang) momen menjatuhkan koin (PDM).[2] Kesadaran yang tiba-tiba dan memuakkan sering kali mengidentifikasi sebuah masalah alih-alih menyelesaikannya, sehingga momen Uh-oh alih-alih momen Aha terlihat dalam wawasan negatif.[3] Contoh lain dari wawasan negatif adalah rasa kecewa yang merupakan rasa jengkel terhadap solusi yang sudah jelas, tetapi tidak ditemukan hingga (mungkin sudah terlambat) mencapai titik wawasan,[4] contohnya adalah seruan Homer Simpson yang terkenal, D'oh!.

Lihat juga

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Referensi

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia
  2. Kathryn J. Friedlander. The Grounded Expertise Components Approach in the Novel Area of Cryptic Crossword Solving. Frontiers in Psychology. 2016. Vol. 7. hlm. 567. doi:10.3389/fpsyg.2016.00567.
  3. Gillian Hill. Uh-Oh! What Have We Missed? A Qualitative Investigation into Everyday Insight Experience. The Journal of Creative Behavior. 2016-02-01. Vol. 52 (3). hlm. 201–211. doi:10.1002/jocb.142.
  4. Mary L. Gick. The nature of insight. MIT Press. 1995. hlm. 197–228.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28729236 (2025-12-23T02:08:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.