Eigengrau: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29000529; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Eigengrau-vs-black.png|thumb|right|280px|Perkiraan Eigengrau dibandingan warna hitam]] | |||
'''Kelabu otak''' atau '''Eigengrau''' ([[bahasa Jerman]] untuk "abu-abu intrinsik"), juga disebut '''Eigenlicht''' ("cahaya intrinsik"), '''cahaya gelap''', adalah warna yang dilihat [[mata manusia|mata]] dalam kondisi gelap total. Bahkan meski tidak ada cahaya, masih ada [[potensial aksi]] yang dikirim ke [[saraf optik]], sehingga muncul sensasi warna [[abu-abu]] gelap yang seragam. | '''Kelabu otak''' atau '''Eigengrau''' ([[bahasa Jerman]] untuk "abu-abu intrinsik"), juga disebut '''Eigenlicht''' ("cahaya intrinsik"), '''cahaya gelap''', adalah warna yang dilihat [[mata manusia|mata]] dalam kondisi gelap total. Bahkan meski tidak ada cahaya, masih ada [[potensial aksi]] yang dikirim ke [[saraf optik]], sehingga muncul sensasi warna [[abu-abu]] gelap yang seragam. | ||
Eigengrau dianggap lebih terang daripada benda [[hitam]] pada kondisi terang normal, karena [[kontras (penglihatan)|kontras]] warna lebih diutamakan sistem penglihatan daripada keadaan terang mutlak. Misalnya, langit gelap tampak lebih gelap daripada eigengrau karena kontras warna yang diakibatkan oleh bintang. | Eigengrau dianggap lebih terang daripada benda [[hitam]] pada kondisi terang normal, karena [[kontras (penglihatan)|kontras]] warna lebih diutamakan sistem penglihatan daripada keadaan terang mutlak.<ref>Hans Wallach. ''Brightness Constancy and the Nature of Achromatic Colors''. ''Journal of Experimental Psychology''. 1948. Vol. 38 (3). hlm. 310–324. doi:10.1037/h0053804.</ref> Misalnya, langit gelap tampak lebih gelap daripada eigengrau karena kontras warna yang diakibatkan oleh bintang. | ||
Eigengrau dapat dikendalikan dan diubah-ubah menjadi bentuk, contohnya lingkaran dan tanda silang. | Eigengrau dapat dikendalikan dan diubah-ubah menjadi bentuk, contohnya lingkaran dan tanda silang.<ref>Trumbull Ladd. [http://psycnet.apa.org/journals/rev/1/4/351/ Direct control of the retinal field]. ''Psychological Review''. 1894.</ref><ref>Trumbull Ladd. [http://psycnet.apa.org/journals/rev/10/2/139.pdf Direct control of the'retinal field': Report on three cases]. ''Psychological Review''. 1903.</ref> | ||
== Penyebab == | == Penyebab == | ||
Para peneliti awalnya mengetahui bentuk kurva intensitas-sensitivitas dapat dijelaskan dengan berpendapat bahwa sumber intrinsik bentuk-bentuk di [[retina]] mampu menciptakan peristiwa acak yang sulit dibedakan dengan peristiwa yang dihasilkan oleh [[foton]]. Percobaan selanjutnya terhadap [[sel batang (penglihatan)|sel batang]] [[kodok laut]] (''Bufo marinus'') menunjukkan bahwa frekuensi peristiwa spontan ini sangat bergantung pada suhu. Artinya, peristiwa tersebut muncul akibat isomerisasi termal [[rhodopsin]]. Di sel batang manusia, peristiwa seperti ini rata-rata terjadi sekali setiap 100 detik. Dengan mempertimbangkan jumlah molekul rhodopsin di sel batang, sebuah molekul rhodopsin diperkirakan memiliki [[waktu paruh]] selama 420 tahun. Sulitnya membedakan peristiwa gelap dengan respon foton mendukung penjelasan tersebut, karena rhodopsin berada di input rantai [[transduksi (fisiologi)|transduksi]]. Di sisi lain, proses seperti pelepasan spontan [[pemancar saraf]] belum dapat dipastikan sepenuhnya. | Para peneliti awalnya mengetahui bentuk kurva intensitas-sensitivitas dapat dijelaskan dengan berpendapat bahwa sumber intrinsik bentuk-bentuk di [[retina]] mampu menciptakan peristiwa acak yang sulit dibedakan dengan peristiwa yang dihasilkan oleh [[foton]].<ref>H. B. Barlow. ''Visual Psychophysics''. Springer-Verlag. 1972. ISBN 0-387-05146-5.</ref><ref>H. B. Barlow. [https://archive.org/details/vertebratephotor0000unse Vertebrate Photoreception]. Academic Press. 1977. ISBN 0-12-078950-7.</ref> Percobaan selanjutnya terhadap [[sel batang (penglihatan)|sel batang]] [[kodok laut]] (''Bufo marinus'') menunjukkan bahwa frekuensi peristiwa spontan ini sangat bergantung pada suhu. Artinya, peristiwa tersebut muncul akibat isomerisasi termal [[rhodopsin]].<ref>D. A. Baylor. ''Two components of electrical dark noise in toad retinal rod outer segments''. ''Journal of Physiology''. 1980. Vol. 309. hlm. 591–621.</ref> Di sel batang manusia, peristiwa seperti ini rata-rata terjadi sekali setiap 100 detik. Dengan mempertimbangkan jumlah molekul rhodopsin di sel batang, sebuah molekul rhodopsin diperkirakan memiliki [[waktu paruh]] selama 420 tahun.<ref>Denis A. Baylor. [http://www.iovs.org/cgi/reprint/28/1/34 Photoreceptor Signals and Vision]. ''Investigative Ophthalmology & Visual Science''. 1 January 1987. Vol. 28 (1). hlm. 34–49.</ref> Sulitnya membedakan peristiwa gelap dengan respon foton mendukung penjelasan tersebut, karena rhodopsin berada di input rantai [[transduksi (fisiologi)|transduksi]]. Di sisi lain, proses seperti pelepasan spontan [[pemancar saraf]] belum dapat dipastikan sepenuhnya.<ref>Robert Shapley. ''Visual Adaptation and Retinal Gain Controls''. ''Progress in Retinal Research''. 1984. Vol. 3. hlm. 263–346. doi:10.1016/0278-4327(84)90011-7.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eigengrau&oldid=29000529 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29000529 (2026-02-28T22:13:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.06

Kelabu otak atau Eigengrau (bahasa Jerman untuk "abu-abu intrinsik"), juga disebut Eigenlicht ("cahaya intrinsik"), cahaya gelap, adalah warna yang dilihat mata dalam kondisi gelap total. Bahkan meski tidak ada cahaya, masih ada potensial aksi yang dikirim ke saraf optik, sehingga muncul sensasi warna abu-abu gelap yang seragam.
Eigengrau dianggap lebih terang daripada benda hitam pada kondisi terang normal, karena kontras warna lebih diutamakan sistem penglihatan daripada keadaan terang mutlak.[1] Misalnya, langit gelap tampak lebih gelap daripada eigengrau karena kontras warna yang diakibatkan oleh bintang.
Eigengrau dapat dikendalikan dan diubah-ubah menjadi bentuk, contohnya lingkaran dan tanda silang.[2][3]
Penyebab
Para peneliti awalnya mengetahui bentuk kurva intensitas-sensitivitas dapat dijelaskan dengan berpendapat bahwa sumber intrinsik bentuk-bentuk di retina mampu menciptakan peristiwa acak yang sulit dibedakan dengan peristiwa yang dihasilkan oleh foton.[4][5] Percobaan selanjutnya terhadap sel batang kodok laut (Bufo marinus) menunjukkan bahwa frekuensi peristiwa spontan ini sangat bergantung pada suhu. Artinya, peristiwa tersebut muncul akibat isomerisasi termal rhodopsin.[6] Di sel batang manusia, peristiwa seperti ini rata-rata terjadi sekali setiap 100 detik. Dengan mempertimbangkan jumlah molekul rhodopsin di sel batang, sebuah molekul rhodopsin diperkirakan memiliki waktu paruh selama 420 tahun.[7] Sulitnya membedakan peristiwa gelap dengan respon foton mendukung penjelasan tersebut, karena rhodopsin berada di input rantai transduksi. Di sisi lain, proses seperti pelepasan spontan pemancar saraf belum dapat dipastikan sepenuhnya.[8]
Referensi
- ↑ Hans Wallach. Brightness Constancy and the Nature of Achromatic Colors. Journal of Experimental Psychology. 1948. Vol. 38 (3). hlm. 310–324. doi:10.1037/h0053804.
- ↑ Trumbull Ladd. Direct control of the retinal field. Psychological Review. 1894.
- ↑ Trumbull Ladd. Direct control of the'retinal field': Report on three cases. Psychological Review. 1903.
- ↑ H. B. Barlow. Visual Psychophysics. Springer-Verlag. 1972. ISBN 0-387-05146-5.
- ↑ H. B. Barlow. Vertebrate Photoreception. Academic Press. 1977. ISBN 0-12-078950-7.
- ↑ D. A. Baylor. Two components of electrical dark noise in toad retinal rod outer segments. Journal of Physiology. 1980. Vol. 309. hlm. 591–621.
- ↑ Denis A. Baylor. Photoreceptor Signals and Vision. Investigative Ophthalmology & Visual Science. 1 January 1987. Vol. 28 (1). hlm. 34–49.
- ↑ Robert Shapley. Visual Adaptation and Retinal Gain Controls. Progress in Retinal Research. 1984. Vol. 3. hlm. 263–346. doi:10.1016/0278-4327(84)90011-7.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29000529 (2026-02-28T22:13:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.