Optika klasik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28421996; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Pada era '''optika klasik''' sebelum [[optika kuantum-mekanik]], '''cahaya''' dimengerti sebagai [[gelombang elektromagnetik]] yang tercipta dari [[medan magnet]] dan osilasi [[medan listrik]]. Kedua medan ini secara kontinu saling menciptakan seiring [[gelombang cahaya]] yang merambat menembus ruang dan bergetar dalam [[waktu]]. | [[File:Wave.png|thumb|right|280px|Cahaya merambat melalui suatu medium sebagai [[gelombang transversal]] | ||
Pada era '''optika klasik''' sebelum [[optika kuantum-mekanik]], '''cahaya''' dimengerti sebagai [[gelombang elektromagnetik]] yang tercipta dari [[medan magnet]] dan osilasi [[medan listrik]]. Kedua medan ini secara kontinu saling menciptakan seiring [[gelombang cahaya]] yang merambat menembus ruang dan bergetar dalam [[waktu]].<ref>James Clerk Maxwell. [http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/19/A_Dynamical_Theory_of_the_Electromagnetic_Field.pdf A dynamical theory of the electromagnetic field]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1865. Vol. 155. hlm. 499. This article accompanied a December 8, 1864 presentation by Maxwell to the Royal Society. See also A dynamical theory of the electromagnetic field.</ref> | |||
[[Frekuensi]] [[gelombang cahaya]] ditentukan oleh periode osilasi yang merupakan [[panjang gelombang]] tersebut, seyogianya tidak berubah saat merambat melalui berbagai [[medium]], hanya [[kecepatan gelombang]] yang bergantung pada jenis [[medium]]nya. Persamaan yang digunakan: | [[Frekuensi]] [[gelombang cahaya]] ditentukan oleh periode osilasi yang merupakan [[panjang gelombang]] tersebut, seyogianya tidak berubah saat merambat melalui berbagai [[medium]], hanya [[kecepatan gelombang]] yang bergantung pada jenis [[medium]]nya. Persamaan yang digunakan: | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
* <math>f</math> adalah [[frekuensi]] | * <math>f</math> adalah [[frekuensi]] | ||
Pada [[frekuensi]] yang konstan, perubahan [[kecepatan gelombang]] cahaya akan berpengaruh pada [[panjang gelombang]]nya. | Pada [[frekuensi]] yang konstan, perubahan [[kecepatan gelombang]] cahaya akan berpengaruh pada [[panjang gelombang]]nya.<ref>T. Koupelis and K. F. Kuhn. [http://books.google.com/books?id=WwKjznJ9Kq0C&pg=PA102 In Quest of the Universe]. Jones & Bartlett Publishers. 2007. ISBN 0763743879.</ref> | ||
Rasio antara [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[ruang hampa]] dan [[kecepatan gelombang]] cahaya pada suatu [[medium]] disebut ''index of refraction'' dengan persamaan: | Rasio antara [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[ruang hampa]] dan [[kecepatan gelombang]] cahaya pada suatu [[medium]] disebut ''index of refraction'' dengan persamaan: | ||
| Baris 19: | Baris 21: | ||
di mana: | di mana: | ||
* ''c'' adalah [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[ruang hampa]] berupa konstanta [[fisika]] bernilai 299,792,458 [[meter]]/[[detik]]. | * ''c'' adalah [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[ruang hampa]] berupa konstanta [[fisika]] bernilai 299,792,458 [[meter]]/[[detik]].<ref>D. H. Delphenich. [http://arxiv.org/abs/hep-th/0610088v1 Nonlinear optical analogies in quantum electrodynamics]. ''ArXiv preprint''. 2006.</ref> | ||
* <math>v</math> adalah [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[medium]] tertentu | * <math>v</math> adalah [[kecepatan gelombang]] cahaya pada [[medium]] tertentu | ||
* <math>n</math> adalah ''index of refraction'' atau [[indeks bias]], bernilai n=1 dalam [[ruang hampa]] dan n>1 di dalam [[medium]]. [[Medium]] yang lebih padat seperti [[kaca]] dan [[air]] mempunyai indeks bias sekitar 1,3 hingga 1,5. Indeks bias [[berlian]] berkisar antara 2,4 | * <math>n</math> adalah ''index of refraction'' atau [[indeks bias]], bernilai n=1 dalam [[ruang hampa]] dan n>1 di dalam [[medium]]. [[Medium]] yang lebih padat seperti [[kaca]] dan [[air]] mempunyai indeks bias sekitar 1,3 hingga 1,5. Indeks bias [[berlian]] berkisar antara 2,4 | ||
| Baris 26: | Baris 28: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Optika+klasik&oldid=28421996 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28421996 (2025-11-12T07:17:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.13
[[File:Wave.png|thumb|right|280px|Cahaya merambat melalui suatu medium sebagai gelombang transversal
Pada era optika klasik sebelum optika kuantum-mekanik, cahaya dimengerti sebagai gelombang elektromagnetik yang tercipta dari medan magnet dan osilasi medan listrik. Kedua medan ini secara kontinu saling menciptakan seiring gelombang cahaya yang merambat menembus ruang dan bergetar dalam waktu.[1]
Frekuensi gelombang cahaya ditentukan oleh periode osilasi yang merupakan panjang gelombang tersebut, seyogianya tidak berubah saat merambat melalui berbagai medium, hanya kecepatan gelombang yang bergantung pada jenis mediumnya. Persamaan yang digunakan:
di mana:
- adalah kecepatan gelombang
- adalah panjang gelombang
- adalah frekuensi
Pada frekuensi yang konstan, perubahan kecepatan gelombang cahaya akan berpengaruh pada panjang gelombangnya.[2]
Rasio antara kecepatan gelombang cahaya pada ruang hampa dan kecepatan gelombang cahaya pada suatu medium disebut index of refraction dengan persamaan:
di mana:
- c adalah kecepatan gelombang cahaya pada ruang hampa berupa konstanta fisika bernilai 299,792,458 meter/detik.[3]
- adalah kecepatan gelombang cahaya pada medium tertentu
- adalah index of refraction atau indeks bias, bernilai n=1 dalam ruang hampa dan n>1 di dalam medium. Medium yang lebih padat seperti kaca dan air mempunyai indeks bias sekitar 1,3 hingga 1,5. Indeks bias berlian berkisar antara 2,4
Optika klasik membahas pendekatan paraksial terhadap perilaku cahaya yang lazim disebut optika geometris dan sifat-sifat gelombang cahaya pada studi optika fisis.
Referensi
- ↑ James Clerk Maxwell. A dynamical theory of the electromagnetic field. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1865. Vol. 155. hlm. 499. This article accompanied a December 8, 1864 presentation by Maxwell to the Royal Society. See also A dynamical theory of the electromagnetic field.
- ↑ T. Koupelis and K. F. Kuhn. In Quest of the Universe. Jones & Bartlett Publishers. 2007. ISBN 0763743879.
- ↑ D. H. Delphenich. Nonlinear optical analogies in quantum electrodynamics. ArXiv preprint. 2006.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28421996 (2025-11-12T07:17:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.