Xenon: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594343; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Xenon_discharge_tube.jpg|thumb|right|280px|Xenon discharge tube]] | |||
Xenon | '''Xenon''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Xe''' dan [[nomor atom]] 54. Ia adalah sebuah [[gas mulia]] yang padat, tidak berwarna, dan tidak berbau yang ditemukan di [[atmosfer Bumi]] dalam jumlah kecil.<ref>Staff. [http://www.infoplease.com/ce6/sci/A0852881.html Xenon]. Columbia University Press. 2007.</ref> Meskipun umumnya tidak reaktif, ia dapat mengalami beberapa [[reaksi kimia]] seperti pembentukan [[xenon heksafluoroplatinat]], [[senyawa gas mulia]] pertama yang berhasil disintesis.<ref>Husted, Robert. [http://periodic.lanl.gov/54.shtml Xenon]. Laboratorium Nasional Los Alamos, Chemical Division. 15 Desember 2003.</ref><ref>Viktor Abramovich Rabinovich. ''Thermophysical properties of neon, argon, krypton, and xenon''. ''Washington''. Hemisphere Publishing Corp. 1988. Vol. 10. ISBN 0-89116-675-0.—National Standard Reference Data Service of the USSR. Volume 10.</ref><ref>Michael Freemantle. ''Chemistry at its Most Beautiful''. 25 Agustus 2003. Vol. 81 (34). hlm. 27–30. doi:10.1021/cen-v081n034.p027.</ref> | ||
Xenon alami terdiri dari [[Isotop xenon|tujuh isotop stabil]] dan dua isotop radioaktif berumur panjang. Lebih dari 40 isotop xenon yang tidak stabil mengalami [[peluruhan radioaktif]], dan rasio isotop xenon merupakan alat penting untuk mempelajari sejarah awal [[Tata Surya]]. [[Xenon-135]] yang radioaktif diproduksi melalui [[peluruhan beta]] dari [[Isotop iodin#Iodin-135|iodin-135]] (sebuah produk [[fisi nuklir]]), dan merupakan sebuah [[racun neutron|pengabsorpsi neutron]] paling signifikan (dan tidak diinginkan) dalam [[reaktor nuklir]]. | Xenon digunakan dalam [[Tabung blitz#Xenon|lampu blitz]]<ref>James Burke. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 33]. ISBN 0-7432-2619-4.</ref> dan [[lampu busur xenon|lampu busur]],<ref>David Mellor. [https://archive.org/details/soundpersonsguid0000mell Sound Person's Guide to Video]. Focal Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/soundpersonsguid0000mell/page/186 186]. ISBN 0-240-51595-1.</ref> serta sebagai [[anestesi umum]].<ref>Sanders, Robert D. ''Xenon: elemental anaesthesia in clinical practice''. ''British Medical Bulletin''. 2005. Vol. 71 (1). hlm. 115–35. doi:10.1093/bmb/ldh034.</ref> Desain [[laser eksimer]] pertama menggunakan molekul [[dimer]] xenon (Xe<sub>2</sub>) sebagai [[media laser aktif|media pelaseran]],<ref>N. G. Basov. ''Stimulated Emission in the Vacuum Ultraviolet Region''. ''Soviet Journal of Quantum Electronics''. 1971. Vol. 1 (1). hlm. 18–22. doi:10.1070/QE1971v001n01ABEH003011.</ref> dan desain [[laser]] paling awal menggunakan lampu blitz xenon sebagai [[Pemompaan laser|pompa]].<ref>E. Toyserkani. [https://books.google.com/books?id=zfvbyCHzVqMC&pg=PA48 Laser Cladding]. CRC Press. 2004. hlm. 48. ISBN 0-8493-2172-7.</ref> Xenon juga digunakan untuk mencari [[WIMP|partikel masif berinteraksi lemah]] yang hipotetis<ref>Philip Ball. [http://www.nature.com/news/2002/020429/full/news020429-6.html Xenon outs WIMPs]. ''Nature''. 1 Mei 2002. doi:10.1038/news020429-6.</ref> | ||
dan sebagai [[bahan pendorong|propelan]] untuk [[pendorong ion]] pada wahana antariksa.<ref>G. Saccoccia. [http://www.esa.int/SPECIALS/SMART-1/SEMLZ36LARE_0.html Ion engine gets SMART-1 to the Moon]. ESA. 31 Agustus 2006.</ref> | |||
Xenon alami terdiri dari [[Isotop xenon|tujuh isotop stabil]] dan dua isotop radioaktif berumur panjang. Lebih dari 40 isotop xenon yang tidak stabil mengalami [[peluruhan radioaktif]], dan rasio isotop xenon merupakan alat penting untuk mempelajari sejarah awal [[Tata Surya]].<ref>Ichiro Kaneoka. [https://archive.org/details/sim_science_1998-05-08_280_5365/page/850 Xenon's Inside Story]. ''Science''. 1998. Vol. 280 (5365). hlm. 851–852. doi:10.1126/science.280.5365.851b.</ref> [[Xenon-135]] yang radioaktif diproduksi melalui [[peluruhan beta]] dari [[Isotop iodin#Iodin-135|iodin-135]] (sebuah produk [[fisi nuklir]]), dan merupakan sebuah [[racun neutron|pengabsorpsi neutron]] paling signifikan (dan tidak diinginkan) dalam [[reaktor nuklir]].<ref>Weston M. Stacey. [https://books.google.com/books?id=y1UgcgVSXSkC&pg=PA213 Nuclear Reactor Physics]. Wiley-VCH. 2007. hlm. 213. ISBN 978-3-527-40679-1.</ref> | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Xenon ditemukan di Inggris oleh kimiawan Skotlandia [[Sir William Ramsay|William Ramsay]] dan kimiawan Inggris [[Morris Travers]] pada September 1898, tak lama setelah penemuan unsur [[kripton]] dan [[neon]] mereka. Mereka menemukan xenon dalam residu yang tersisa dari komponen [[udara cair]] yang menguap. Ramsay mengusulkan nama ''xenon'' untuk gas ini dari kata [[Bahasa Yunani|Yunani]] ξένον ''xénon'', bentuk tunggal netral dari ξένος ''xénos'', yang berarti 'asing', 'aneh', atau 'tamu'. Pada tahun 1902, Ramsay memperkirakan proporsi xenon di atmosfer Bumi menjadi satu bagian dari 20 juta. | Xenon ditemukan di Inggris oleh kimiawan Skotlandia [[Sir William Ramsay|William Ramsay]] dan kimiawan Inggris [[Morris Travers]] pada September 1898,<ref>Sir William Ramsay. [https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1904/ramsay-lecture.html Nobel Lecture – The Rare Gases of the Atmosphere]. ''nobelprize.org''. Nobel Media AB. 12 Juli 1898.</ref> tak lama setelah penemuan unsur [[kripton]] dan [[neon]] mereka. Mereka menemukan xenon dalam residu yang tersisa dari komponen [[udara cair]] yang menguap.<ref>Ramsay, W. [https://archive.org/details/philtrans01327225 On the extraction from air of the companions of argon, and neon]. ''Report of the Meeting of the British Association for the Advancement of Science''. 1898. hlm. 828.</ref><ref>Steve Gagnon. [http://education.jlab.org/itselemental/ele054.html It's Elemental – Xenon]. Thomas Jefferson National Accelerator Facility.</ref> Ramsay mengusulkan nama ''xenon'' untuk gas ini dari kata [[Bahasa Yunani|Yunani]] ξένον ''xénon'', bentuk tunggal netral dari ξένος ''xénos'', yang berarti 'asing', 'aneh', atau 'tamu'.<ref>Anonymous. ''The New International Encyclopædia''. Dodd, Mead and Company. 1904. hlm. 906.</ref><ref>Staff. [https://books.google.com/books?id=IrcZEZ1bOJsC&pg=PA513 The Merriam-Webster New Book of Word Histories]. Merriam-Webster, Inc. 1991. hlm. 513. ISBN 0-87779-603-3.</ref> Pada tahun 1902, Ramsay memperkirakan proporsi xenon di atmosfer Bumi menjadi satu bagian dari 20 juta.<ref>William Ramsay. ''An Attempt to Estimate the Relative Amounts of Krypton and of Xenon in Atmospheric Air''. ''Proceedings of the Royal Society of London''. 1902. Vol. 71 (467–476). hlm. 421–426. doi:10.1098/rspl.1902.0121.</ref> | ||
Selama tahun 1930-an, insinyur Amerika [[Harold Eugene Edgerton|Harold Edgerton]] mulai mengeksplorasi teknologi [[lampu strobo]] untuk [[fotografi kecepatan tinggi]]. Ini membawanya pada penemuan [[tabung blitz|lampu blitz]] di mana cahaya akan dihasilkan dengan mengalirkan arus listrik singkat melalui tabung yang diisi dengan gas xenon. Pada tahun 1934, Edgerton mampu menghasilkan kilatan sesingkat satu [[mikrodetik]] dengan metode ini. | Selama tahun 1930-an, insinyur Amerika [[Harold Eugene Edgerton|Harold Edgerton]] mulai mengeksplorasi teknologi [[lampu strobo]] untuk [[fotografi kecepatan tinggi]]. Ini membawanya pada penemuan [[tabung blitz|lampu blitz]] di mana cahaya akan dihasilkan dengan mengalirkan arus listrik singkat melalui tabung yang diisi dengan gas xenon. Pada tahun 1934, Edgerton mampu menghasilkan kilatan sesingkat satu [[mikrodetik]] dengan metode ini.<ref>James Burke. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 33]. ISBN 0-7432-2619-4.</ref><ref>Anonymous. [http://www.millisecond-cine.com/history.html History]. Millisecond Cinematography.</ref><ref>Rüdiger Paschotta. [https://www.rp-photonics.com/lamp_pumped_lasers.html Lamp-pumped lasers]. RP Photonics. 1 November 2007.</ref> | ||
Pada tahun 1939, dokter Amerika [[Albert R. Behnke]] Jr. mulai menyelidiki penyebab "mabuk" pada penyelam laut dalam. Dia menguji efek dari memvariasikan campuran pernapasan pada subjeknya, dan menemukan bahwa hal ini menyebabkan para penyelam merasakan perubahan kedalaman. Dari hasil penelitiannya, dia menyimpulkan bahwa gas xenon dapat berfungsi sebagai [[anestesi]]. Meskipun ahli toksikologi Rusia [[Nikolay Lazarev|Nikolay V. Lazarev]] tampaknya mempelajari anestesi xenon pada tahun 1941, laporan terbitan pertama yang mengonfirmasi anestesi xenon adalah pada tahun 1946 oleh peneliti medis Amerika John H. Lawrence, yang bereksperimen pada beberapa tikus. Xenon pertama kali digunakan sebagai anestesi bedah pada tahun 1951 oleh ahli anestesi Amerika Stuart C. Cullen, yang berhasil menggunakannya pada dua pasien. | Pada tahun 1939, dokter Amerika [[Albert R. Behnke]] Jr. mulai menyelidiki penyebab "mabuk" pada penyelam laut dalam. Dia menguji efek dari memvariasikan campuran pernapasan pada subjeknya, dan menemukan bahwa hal ini menyebabkan para penyelam merasakan perubahan kedalaman. Dari hasil penelitiannya, dia menyimpulkan bahwa gas xenon dapat berfungsi sebagai [[anestesi]]. Meskipun ahli toksikologi Rusia [[Nikolay Lazarev|Nikolay V. Lazarev]] tampaknya mempelajari anestesi xenon pada tahun 1941, laporan terbitan pertama yang mengonfirmasi anestesi xenon adalah pada tahun 1946 oleh peneliti medis Amerika John H. Lawrence, yang bereksperimen pada beberapa tikus. Xenon pertama kali digunakan sebagai anestesi bedah pada tahun 1951 oleh ahli anestesi Amerika Stuart C. Cullen, yang berhasil menggunakannya pada dua pasien.<ref>Marx, Thomas. [http://www.jrsm.org/cgi/reprint/93/10/513.pdf Xenon anesthesia]. ''Journal of the Royal Society of Medicine''. 2000. Vol. 93 (10). hlm. 513–7. doi:10.1177/014107680009301005.</ref> | ||
Untuk waktu yang lama, xenon dan gas mulia lainnya dianggap sepenuhnya lengai secara kimiawi dan tidak dapat membentuk [[senyawa kimia|senyawa]]. Namun, saat mengajar di [[Universitas British Columbia]], [[Neil Bartlett (kimiawan)|Neil Bartlett]] menemukan bahwa gas [[platina heksafluorida]] (PtF<sub>6</sub>) adalah zat [[Redoks|pengoksidasi]] kuat yang dapat mengoksidasi gas oksigen (O<sub>2</sub>) untuk membentuk [[dioksigenil heksafluoroplatinat]] (). Karena O<sub>2</sub> (1165 kJ/mol) dan xenon (1170 kJ/mol) memilih [[energi ionisasi|potensial ionisasi]] pertama yang hampir sama, Bartlett menyadari bahwa platina heksafluorida mungkin juga dapat mengoksidasi xenon. Pada tanggal 23 Maret 1962, dia mencampurkan kedua gas tersebut dan menghasilkan senyawa gas mulia pertama yang diketahui, [[xenon heksafluoroplatinat]]. | Untuk waktu yang lama, xenon dan gas mulia lainnya dianggap sepenuhnya lengai secara kimiawi dan tidak dapat membentuk [[senyawa kimia|senyawa]]. Namun, saat mengajar di [[Universitas British Columbia]], [[Neil Bartlett (kimiawan)|Neil Bartlett]] menemukan bahwa gas [[platina heksafluorida]] (PtF<sub>6</sub>) adalah zat [[Redoks|pengoksidasi]] kuat yang dapat mengoksidasi gas oksigen (O<sub>2</sub>) untuk membentuk [[dioksigenil heksafluoroplatinat]] ().<ref>Bartlett, Neil. ''Dioxygenyl hexafluoroplatinate (V),''. ''Proceedings of the Chemical Society''. Chemical Society. 1962. hlm. 115. doi:10.1039/PS9620000097.</ref> Karena O<sub>2</sub> (1165 kJ/mol) dan xenon (1170 kJ/mol) memilih [[energi ionisasi|potensial ionisasi]] pertama yang hampir sama, Bartlett menyadari bahwa platina heksafluorida mungkin juga dapat mengoksidasi xenon. Pada tanggal 23 Maret 1962, dia mencampurkan kedua gas tersebut dan menghasilkan senyawa gas mulia pertama yang diketahui, [[xenon heksafluoroplatinat]].<ref>Bartlett, N. ''Xenon hexafluoroplatinate (V) Xe + [PtF 6 ] −''. ''Proceedings of the Chemical Society''. Chemical Society. 1962. hlm. 218. doi:10.1039/PS9620000197.</ref><ref>Michael Freemantle. ''Chemistry at its Most Beautiful''. 25 Agustus 2003. Vol. 81 (34). hlm. 27–30. doi:10.1021/cen-v081n034.p027.</ref> | ||
Bartlett mengira komposisi senyawa tersebut adalah Xe<sup>+</sup>[PtF<sub>6</sub>]<sup>−</sup>, tetapi penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa ia mungkin merupakan campuran berbagai garam yang mengandung xenon. Sejak saat itu, banyak senyawa xenon lainnya telah ditemukan, termasuk beberapa senyawa gas mulia [[argon]], [[kripton]], dan [[radon]], seperti [[argon fluorohidrida]] (HArF), [[kripton difluorida]] (KrF<sub>2</sub>), dan [[Radon difluorida|radon fluorida]]. Pada tahun 1971, lebih dari 80 senyawa xenon telah diketahui. | Bartlett mengira komposisi senyawa tersebut adalah Xe<sup>+</sup>[PtF<sub>6</sub>]<sup>−</sup>, tetapi penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa ia mungkin merupakan campuran berbagai garam yang mengandung xenon.<ref>L. Graham. ''Concerning the nature of XePtF 6''. ''Coordination Chemistry Reviews''. 2000. Vol. 197 (1). hlm. 321–334. doi:10.1016/S0010-8545(99)00190-3.</ref><ref>A. F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.; terjemahan dari ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie'', ditemukan oleh A. F. Holleman, [https://books.google.com/books?id=vEwj1WZKThEC&pg=PA395 dilanjutkan oleh Egon Wiberg], disunting oleh Nils Wiberg, Berlin: de Gruyter, 1995, edisi ke-34, .</ref><ref>Joanna Steel. [http://chemistry.berkeley.edu/publications/news/2006/bio_bartlett.php Biography of Neil Bartlett]. College of Chemistry, University of California, Berkeley. 2007.</ref> Sejak saat itu, banyak senyawa xenon lainnya telah ditemukan,<ref>Neil Bartlett. [http://pubs.acs.org/cen/80th/noblegases.html The Noble Gases]. ''Chemical & Engineering News''. American Chemical Society. 9 September 2000. Vol. 81 (36). hlm. 32–34. doi:10.1021/cen-v081n036.p032.</ref> termasuk beberapa senyawa gas mulia [[argon]], [[kripton]], dan [[radon]], seperti [[argon fluorohidrida]] (HArF),<ref>Leonid Khriachtchev. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2000-08-24_406_6798/page/874 A stable argon compound]. ''Nature''. 24 Agustus 2000. Vol. 406 (6798). hlm. 874–6. doi:10.1038/35022551.</ref> [[kripton difluorida]] (KrF<sub>2</sub>),<ref>Lynch, C. T. [https://archive.org/details/crchandbookofmat0000unse CRC Handbook of Materials Science]. CRC Press. 1980. ISBN 0-87819-231-X.</ref><ref>MacKenzie, D. R. [https://archive.org/details/sim_science_1963-09-20_141_3586/page/1170 Krypton Difluoride: Preparation and Handling]. ''Science''. 1963. Vol. 141 (3586). hlm. 1171. doi:10.1126/science.141.3586.1171.</ref> dan [[Radon difluorida|radon fluorida]].<ref>Paul R. Fields. ''Radon Fluoride''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1962. Vol. 84 (21). hlm. 4164–4165. doi:10.1021/ja00880a048.</ref> Pada tahun 1971, lebih dari 80 senyawa xenon telah diketahui.<ref>[http://www.chemnetbase.com/periodic_table/elements/xenon.htm Xenon]. ''Periodic Table Online''. CRC Press.</ref><ref>G. J. Moody. [http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/recordDetail?accno=EJ111480 A Decade of Xenon Chemistry]. ''Journal of Chemical Education''. 1974. Vol. 51 (10). hlm. 628–630. doi:10.1021/ed051p628.</ref> | ||
Pada November 1989, [[IBM]] mendemonstrasikan teknologi yang mampu memanipulasi [[atom]] individual. Program tersebut, yang disebut [[IBM (atom)|IBM dalam atom]], menggunakan sebuah [[mikroskop penerowongan payaran]] untuk mengatur 35 atom xenon individual pada substrat kristal [[nikel]] dingin untuk menguraikan tiga huruf inisial perusahaan itu. Ini adalah pertama kalinya atom ditempatkan dengan tepat pada permukaan yang datar. | Pada November 1989, [[IBM]] mendemonstrasikan teknologi yang mampu memanipulasi [[atom]] individual. Program tersebut, yang disebut [[IBM (atom)|IBM dalam atom]], menggunakan sebuah [[mikroskop penerowongan payaran]] untuk mengatur 35 atom xenon individual pada substrat kristal [[nikel]] dingin untuk menguraikan tiga huruf inisial perusahaan itu. Ini adalah pertama kalinya atom ditempatkan dengan tepat pada permukaan yang datar.<ref>Browne, Malcolm W. (5 April 1990) [https://www.nytimes.com/1990/04/05/us/2-researchers-spell-ibm-atom-by-atom.html "2 Researchers Spell 'I.B.M.,' Atom by Atom"]. ''New York Times''</ref> | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
Xenon memiliki [[nomor atom]] 54; yaitu, intinya mengandung 54 [[proton]]. Pada [[temperatur dan tekanan standar|suhu dan tekanan standar]], gas xenon murni memiliki [[massa jenis|kepadatan]] 5,894 kg/m<sup>3</sup>, sekitar 4,5 kali kepadatan atmosfer Bumi di permukaan laut, 1,217 kg/m<sup>3</sup>.<ref>David R. Williams. [http://nssdc.gsfc.nasa.gov/planetary/factsheet/earthfact.html Earth Fact Sheet]. NASA. 19 April 2007.</ref> Sebagai cairan, xenon memiliki kepadatan hingga 3,100 g/mL, dengan kepadatan maksimum terjadi pada [[titik tripel]].<ref>Elena Aprile. [https://books.google.com/books?id=tsnHM8x6cHAC&pg=PT1 Noble Gas Detectors]. Wiley-VCH. 2006. hlm. 8–9. ISBN 3-527-60963-6.</ref> Xenon cair memiliki polarisasi yang tinggi karena volume atomnya yang besar, sehingga ia merupakan pelarut yang sangat baik. Ia dapat melarutkan hidrokarbon, molekul biologis, dan bahkan air.<ref>P. M. Rentzepis. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1981-09-10_293_5828/page/165 Xenon as a solvent]. ''Nature''. 1981-09-10. Vol. 293 (5828). hlm. 165–166. doi:10.1038/293165a0.</ref> Pada kondisi yang sama, kepadatan xenon padat, 3,640 g/cm<sup>3</sup>, lebih besar dari kepadatan rata-rata [[granit]], 2,75 g/cm<sup>3</sup>.<ref>Elena Aprile. [https://books.google.com/books?id=tsnHM8x6cHAC&pg=PT1 Noble Gas Detectors]. Wiley-VCH. 2006. hlm. 8–9. ISBN 3-527-60963-6.</ref> Di bawah [[tekanan]] beberapa [[pascal (satuan)|gigapascal]], xenon akan membentuk fase metalik.<ref>W. A. Caldwell. [https://archive.org/details/sim_science_1997-08-15_277_5328/page/930 Structure, bonding and geochemistry of xenon at high pressures]. ''Science''. 1997. Vol. 277 (5328). hlm. 930–933. doi:10.1126/science.277.5328.930.</ref> | |||
Xenon padat berubah dari fase kristal [[sistem kristal kubik|kubus berpusat-muka]] (fcc) menjadi [[Tetal-rapat sferis sama|heksagon tetal-rapat]] (hcp) di bawah tekanan dan mulai berubah menjadi metalik pada tekanan sekitar 140 GPa, tanpa perubahan volume yang nyata pada fase hcp. Ia akan benar-benar metalik pada tekanan 155 GPa. Saat termetalisasi, xenon akan tampak berwarna biru langit karena ia menyerap cahaya merah dan mentransmisikan frekuensi lain yang terlihat. Perilaku seperti itu tidak biasa untuk logam dan dijelaskan oleh lebar pita elektron yang relatif kecil dalam keadaan itu.<ref>E. Fontes. [http://news.chess.cornell.edu/articles/2006/RuoffAnnv.html Golden Anniversary for Founder of High-pressure Program at CHESS]. Cornell University.</ref><ref>Eremets, Mikhail I. ''Electrical Conductivity of Xenon at Megabar Pressures''. ''Physical Review Letters''. 2000. Vol. 85 (13). hlm. 2797–800. doi:10.1103/PhysRevLett.85.2797.</ref> | |||
Nanopartikel xenon cair atau padat dapat dibentuk pada suhu kamar dengan menanamkan ion Xe<sup>+</sup> ke dalam matriks padat. Banyak padatan memiliki konstanta kisi lebih kecil dari padatan Xe. Ini akan menghasilkan kompresi Xe yang ditanamkan ke tekanan yang mungkin cukup untuk pencairan atau pemadatannya.<ref>Konstantin Iakoubovskii. ''Structure and pressure inside Xe nanoparticles embedded in Al''. ''Physical Review B''. 2008. Vol. 78 (6). hlm. 064105. doi:10.1103/PhysRevB.78.064105.</ref> | |||
Xenon | Xenon adalah anggota dari unsur-unsur [[valensi]] nol yang disebut [[gas mulia]] atau [[gas lengai|lengai]]. Ia bersifat lengai terhadap reaksi kimia yang paling umum (misalnya seperti pembakaran) karena [[Elektron valensi#Kulit valensi|kulit valensi]] terluarnya mengandung delapan elektron. Ini menghasilkan konfigurasi energi minimum yang stabil di mana elektron terluar terikat erat.<ref>Richard F. W. Bader. [http://miranda.chemistry.mcmaster.ca/esam/ An Introduction to the Electronic Structure of Atoms and Molecules]. McMaster University.</ref> | ||
Dalam [[tabung lucutan]], xenon akan memancarkan cahaya berwarna [[biru]] atau [[Gandaria (warna)|lavender]] saat dieksitasi oleh [[busur listrik|lucutan listrik]]. Xenon memancarkan pita [[garis spektrum|garis emisi]] yang menjangkau spektrum visual,<ref>John Talbot. [http://web.physik.rwth-aachen.de/~harm/aixphysik/atom/discharge/index1.html Spectra of Gas Discharges]. Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen.</ref> tetapi garis yang paling intens terjadi di wilayah cahaya biru, yang merupakan asal warnanya.<ref>William Marshall Watts. [https://archive.org/details/anintroductiont00hugggoog An Introduction to the Study of Spectrum Analysis]. Longmans, Green, and Co. 1904.</ref> | |||
Dalam [[tabung lucutan]], xenon akan memancarkan cahaya berwarna [[biru]] atau [[Gandaria (warna)|lavender]] saat dieksitasi oleh [[busur listrik|lucutan listrik]]. Xenon memancarkan pita [[garis spektrum|garis emisi]] yang menjangkau spektrum visual, tetapi garis yang paling intens terjadi di wilayah cahaya biru, yang merupakan asal warnanya. | |||
==Keterjadian dan produksi== | ==Keterjadian dan produksi== | ||
Xenon adalah sebuah [[gas renik]] di [[atmosfer Bumi]], terjadi pada fraksi volume sebesar ([[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]]), atau sekitar 1 bagian per 11,5 juta. Ia juga ditemukan sebagai komponen gas yang dipancarkan dari beberapa [[mata air mineral]]. Mengingat massa total atmosfer adalah sebesar , atmosfer mengandung sekitar xenon secara total ketika mengambil massa molar rata-rata atmosfer sebesar 28,96 g/mol yang setara dengan 394 massa ppb. | Xenon adalah sebuah [[gas renik]] di [[atmosfer Bumi]], terjadi pada fraksi volume sebesar ([[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]]), atau sekitar 1 bagian per 11,5 juta.<ref>Shuen-Cheng Hwang. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. Wiley. 2005. doi:10.1002/0471238961.0701190508230114.a01. ISBN 0-471-48511-X.</ref> Ia juga ditemukan sebagai komponen gas yang dipancarkan dari beberapa [[mata air mineral]]. Mengingat massa total atmosfer adalah sebesar , atmosfer mengandung sekitar xenon secara total ketika mengambil massa molar rata-rata atmosfer sebesar 28,96 g/mol yang setara dengan 394 massa ppb. | ||
===Komersial=== | ===Komersial=== | ||
Xenon diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari [[pemisahan udara]] menjadi [[oksigen]] dan [[nitrogen]]. Setelah pemisahan ini, umumnya dilakukan dengan [[distilasi fraksional]] dalam instalasi kolom ganda, [[oksigen cair]] yang dihasilkan akan mengandung [[kripton]] dan xenon dalam jumlah kecil. Dengan distilasi fraksional tambahan, oksigen cair dapat diperkaya untuk mengandung 0,1–0,2% campuran kripton/xenon, yang diekstraksi baik melalui [[adsorpsi]] menjadi [[gel silika]] atau melalui distilasi. Terakhir, campuran kripton/xenon dapat dipisahkan menjadi kripton dan xenon melalui distilasi lebih lanjut. | Xenon diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari [[pemisahan udara]] menjadi [[oksigen]] dan [[nitrogen]].<ref>P. K. Lebedev. [https://www.nevis.columbia.edu/~ju/Paper/Paper-detector/science16.pdf Present and future production of xenon and krypton in the former USSR region and some physical properties of these gases]. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A''. 1993. Vol. 327 (1). hlm. 222–226. doi:10.1016/0168-9002(93)91447-U.</ref> Setelah pemisahan ini, umumnya dilakukan dengan [[distilasi fraksional]] dalam instalasi kolom ganda, [[oksigen cair]] yang dihasilkan akan mengandung [[kripton]] dan xenon dalam jumlah kecil. Dengan distilasi fraksional tambahan, oksigen cair dapat diperkaya untuk mengandung 0,1–0,2% campuran kripton/xenon, yang diekstraksi baik melalui [[adsorpsi]] menjadi [[gel silika]] atau melalui distilasi. Terakhir, campuran kripton/xenon dapat dipisahkan menjadi kripton dan xenon melalui distilasi lebih lanjut.<ref>Frank G. Kerry. [https://books.google.com/books?id=cXNmyTTGbRIC&pg=PA101 Industrial Gas Handbook: Gas Separation and Purification]. CRC Press. 2007. hlm. 101–103. ISBN 978-0-8493-9005-0.</ref><ref>[http://www.c-f-c.com/specgas_products/xenon.htm Xenon – Xe]. CFC StarTec LLC. 10 Agustus 1998.</ref> | ||
Produksi xenon di seluruh dunia pada tahun 1998 diperkirakan mencapai . Pada kepadatan sebesar , ini setara dengan kira-kira . Karena kelangkaannya, xenon jauh lebih mahal daripada gas mulia yang lebih ringan—harga perkiraan untuk pembelian dalam jumlah kecil di Eropa pada tahun 1999 adalah 10 [[Euro|€]]/L (=~€1,7/g) untuk xenon, 1 €/L (=~€0,27/g) untuk kripton, dan 0,20 €/L (=~€0,22/g) untuk neon, sedangkan argon yang jauh lebih banyak, yang membentuk lebih dari 1% volume atmosfer bumi, harganya kurang dari satu sen per liter. | Produksi xenon di seluruh dunia pada tahun 1998 diperkirakan mencapai .<ref>Peter Häussinger. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2001. doi:10.1002/14356007.a17_485. ISBN 3-527-20165-3.</ref> Pada kepadatan sebesar , ini setara dengan kira-kira . Karena kelangkaannya, xenon jauh lebih mahal daripada gas mulia yang lebih ringan—harga perkiraan untuk pembelian dalam jumlah kecil di Eropa pada tahun 1999 adalah 10 [[Euro|€]]/L (=~€1,7/g) untuk xenon, 1 €/L (=~€0,27/g) untuk kripton, dan 0,20 €/L (=~€0,22/g) untuk neon,<ref>Peter Häussinger. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley. 2001. doi:10.1002/14356007.a17_485. ISBN 3-527-20165-3.</ref> sedangkan argon yang jauh lebih banyak, yang membentuk lebih dari 1% volume atmosfer bumi, harganya kurang dari satu sen per liter. | ||
===Tata Surya=== | ===Tata Surya=== | ||
Di dalam Tata Surya, fraksi [[nukleon]] xenon adalah , dengan [[kelimpahan unsur|kelimpahan]] kira-kira satu bagian dalam 630 ribu massa total. Xenon relatif jarang di atmosfer [[Matahari]], di [[Bumi]], serta di [[asteroid]] dan [[komet]]. Kelimpahan xenon di atmosfer planet [[Jupiter]] luar biasa tinggi, sekitar 2,6 kali Matahari. Kelimpahan ini tetap tidak dapat dijelaskan, tetapi mungkin disebabkan oleh penumpukan awal dan cepat dari [[planetisimal]]—benda luar angkasa kecil, subplanet—sebelum pemanasan [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet|cakram prasurya]]. (Jika tidak, xenon tidak akan terperangkap dalam es planetisimal.) Masalah rendahnya xenon terestrial dapat dijelaskan melalui [[ikatan kovalen]] xenon dengan oksigen di dalam [[kuarsa]], mengurangi [[pelepasan gas]] xenon ke atmosfer. | Di dalam Tata Surya, fraksi [[nukleon]] xenon adalah , dengan [[kelimpahan unsur|kelimpahan]] kira-kira satu bagian dalam 630 ribu massa total.<ref>David Arnett. [https://books.google.com/books?id=PXGWGnPPo0gC&pg=PA30 Supernovae and Nucleosynthesis]. Princeton University Press. 1996. ISBN 0-691-01147-8.</ref> Xenon relatif jarang di atmosfer [[Matahari]], di [[Bumi]], serta di [[asteroid]] dan [[komet]]. Kelimpahan xenon di atmosfer planet [[Jupiter]] luar biasa tinggi, sekitar 2,6 kali Matahari.<ref>P. R. Mahaffy. ''Noble gas abundance and isotope ratios in the atmosphere of Jupiter from the Galileo Probe Mass Spectrometer''. ''Journal of Geophysical Research''. 2000. Vol. 105 (E6). hlm. 15061–15072. doi:10.1029/1999JE001224.</ref><ref>Fraksi massa dihitung dari massa rata-rata atom di Tata Surya, sekitar 1,29 satuan massa atom</ref> Kelimpahan ini tetap tidak dapat dijelaskan, tetapi mungkin disebabkan oleh penumpukan awal dan cepat dari [[planetisimal]]—benda luar angkasa kecil, subplanet—sebelum pemanasan [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet|cakram prasurya]].<ref>Tobias Owen. [https://deepblue.lib.umich.edu/bitstream/2027.42/62913/1/402269a0.pdf A low-temperature origin for the planetesimals that formed Jupiter]. ''Nature''. 1999. Vol. 402 (6759). hlm. 269–70. doi:10.1038/46232.</ref> (Jika tidak, xenon tidak akan terperangkap dalam es planetisimal.) Masalah rendahnya xenon terestrial dapat dijelaskan melalui [[ikatan kovalen]] xenon dengan oksigen di dalam [[kuarsa]], mengurangi [[pelepasan gas]] xenon ke atmosfer.<ref>Sanloup, Chrystèle. [https://archive.org/details/sim_science_2005-11-18_310_5751/page/1174 Retention of Xenon in Quartz and Earth's Missing Xenon]. ''Science''. 2005. Vol. 310 (5751). hlm. 1174–7. doi:10.1126/science.1119070.</ref> | ||
===Bintang=== | ===Bintang=== | ||
Berbeda dengan gas mulia bermassa lebih rendah, proses [[nukleosintesis bintang]] normal di dalam bintang tidak membentuk xenon. Unsur-unsur yang lebih masif dari [[besi-56]] akan mengonsumsi energi melalui fusi, dan sintesis xenon menunjukkan tidak adanya perolehan energi untuk sebuah bintang. Sebaliknya, xenon terbentuk selama ledakan [[supernova]], dalam ledakan [[nova]] klasik, melalui proses penangkapan neutron lambat ([[proses s|proses-s]]) di dalam bintang [[raksasa merah]] yang telah kehabisan inti hidrogennya dan memasuki [[cabang raksasa asimtotik]], serta dari peluruhan radioaktif, misalnya [[peluruhan beta]] dari [[iodin-129]] yang telah [[radionuklida punah|punah]] dan [[pembelahan spontan|fisi spontan]] [[torium]], [[uranium]], dan [[plutonium]]. | Berbeda dengan gas mulia bermassa lebih rendah, proses [[nukleosintesis bintang]] normal di dalam bintang tidak membentuk xenon. Unsur-unsur yang lebih masif dari [[besi-56]] akan mengonsumsi energi melalui fusi, dan sintesis xenon menunjukkan tidak adanya perolehan energi untuk sebuah bintang.<ref>Donald D. Clayton. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis]. University of Chicago Press. 1983. hlm. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay/page/604 604]. ISBN 0-226-10953-4.</ref> Sebaliknya, xenon terbentuk selama ledakan [[supernova]],<ref>D. Heymann. ''Xenon from intermediate zones of supernovae''. ''Proceedings 10th Lunar and Planetary Science Conference''. Pergamon Press, Inc. 19–23 Maret 1979. hlm. 1943–1959.</ref> dalam ledakan [[nova]] klasik,<ref>M. Pignatari. ''The origin of xenon trapped in presolar mainstream SiC grains''. ''Memorie della Societa Astronomica Italiana''. 2004. Vol. 75. hlm. 729–734.</ref> melalui proses penangkapan neutron lambat ([[proses s|proses-s]]) di dalam bintang [[raksasa merah]] yang telah kehabisan inti hidrogennya dan memasuki [[cabang raksasa asimtotik]],<ref>Beer, H. ''Neutron capture cross-sections of stable xenon isotopes and their application in stellar nucleosynthesis''. ''Astrophysics and Space Science''. November 1983. Vol. 97 (1). hlm. 95–119. doi:10.1007/BF00684613.</ref> serta dari peluruhan radioaktif, misalnya [[peluruhan beta]] dari [[iodin-129]] yang telah [[radionuklida punah|punah]] dan [[pembelahan spontan|fisi spontan]] [[torium]], [[uranium]], dan [[plutonium]].<ref>Eric Caldwell. [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/xe_iig.html Periodic Table – Xenon]. ''Resources on Isotopes''. USGS. January 2004.</ref> | ||
===Fisi nuklir=== | ===Fisi nuklir=== | ||
[[Xenon-135]] adalah sebuah [[racun neutron]] terkenal dengan [[hasil produk fisi]] yang tinggi. Karena umurnya yang relatif pendek, ia meluruh pada tingkat yang sama seperti yang dihasilkan selama pengoperasian reaktor nuklir yang ''stabil''. Namun, jika dayanya berkurang atau reaktornya dimatikan secara darurat (di-''scram''), lebih sedikit xenon yang dihancurkan daripada yang dihasilkan dari peluruhan beta [[Produk peluruhan|nuklida induk]]nya. Fenomena yang disebut [[lubang iodin|keracunan xenon]] ini dapat menyebabkan masalah signifikan dalam menghidupkan kembali reaktor setelah ''scram'' atau meningkatkan daya setelah dikurangi dan merupakan salah satu dari beberapa faktor penyebab [[Bencana Chernobyl|kecelakaan nuklir Chernobyl]]. | [[Xenon-135]] adalah sebuah [[racun neutron]] terkenal dengan [[hasil produk fisi]] yang tinggi. Karena umurnya yang relatif pendek, ia meluruh pada tingkat yang sama seperti yang dihasilkan selama pengoperasian reaktor nuklir yang ''stabil''. Namun, jika dayanya berkurang atau reaktornya dimatikan secara darurat (di-''scram''), lebih sedikit xenon yang dihancurkan daripada yang dihasilkan dari peluruhan beta [[Produk peluruhan|nuklida induk]]nya. Fenomena yang disebut [[lubang iodin|keracunan xenon]] ini dapat menyebabkan masalah signifikan dalam menghidupkan kembali reaktor setelah ''scram'' atau meningkatkan daya setelah dikurangi dan merupakan salah satu dari beberapa faktor penyebab [[Bencana Chernobyl|kecelakaan nuklir Chernobyl]].<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/NucEne/xenon.html "Xenon Poisoning" or Neutron Absorption in Reactors].</ref><ref>[https://world-nuclear.org/information-library/safety-and-security/safety-of-plants/appendices/chernobyl-accident-appendix-1-sequence-of-events.aspx Chernobyl Appendix 1: Sequence of Events - World Nuclear Association].</ref> | ||
Isotop xenon yang stabil atau berumur sangat panjang juga diproduksi dalam jumlah yang cukup besar dalam fisi nuklir. Xenon-136 diproduksi ketika xenon-135 mengalami [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] sebelum dapat meluruh. Rasio xenon-136 terhadap xenon-135 (atau produk peluruhannya) dapat memberikan petunjuk mengenai sejarah daya reaktor tertentu, dan tidak adanya xenon-136 dapat menjadi "sidik jari" untuk ledakan nuklir, karena xenon-135 tidak diproduksi secara langsung tetapi sebagai produk peluruhan beta berturut-turut sehingga ia tidak dapat menyerap neutron dalam ledakan nuklir yang terjadi dalam sepersekian detik. | Isotop xenon yang stabil atau berumur sangat panjang juga diproduksi dalam jumlah yang cukup besar dalam fisi nuklir. Xenon-136 diproduksi ketika xenon-135 mengalami [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] sebelum dapat meluruh. Rasio xenon-136 terhadap xenon-135 (atau produk peluruhannya) dapat memberikan petunjuk mengenai sejarah daya reaktor tertentu, dan tidak adanya xenon-136 dapat menjadi "sidik jari" untuk ledakan nuklir, karena xenon-135 tidak diproduksi secara langsung tetapi sebagai produk peluruhan beta berturut-turut sehingga ia tidak dapat menyerap neutron dalam ledakan nuklir yang terjadi dalam sepersekian detik.<ref>Seung-Kon Lee. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1738573316300511 Development of Industrial-Scale Fission 99Mo Production Process Using Low Enriched Uranium Target]. ''Nuclear Engineering and Technology''. 2016. Vol. 48 (3). hlm. 613–623. doi:10.1016/j.net.2016.04.006.</ref> | ||
Isotop xenon-132 yang stabil memiliki hasil produk fisi lebih dari 4% dalam fisi [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] , mengartikan bahwa isotop xenon yang stabil atau hampir stabil memiliki fraksi massa yang lebih tinggi dalam [[bahan bakar nuklir bekas]] (yaitu sekitar 3% produk fisi) daripada di udara. Namun, hingga tahun 2022, tidak ada upaya komersial untuk mengekstraksi xenon dari bahan bakar bekas selama [[pemrosesan ulang nuklir]]. | Isotop xenon-132 yang stabil memiliki hasil produk fisi lebih dari 4% dalam fisi [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]] , mengartikan bahwa isotop xenon yang stabil atau hampir stabil memiliki fraksi massa yang lebih tinggi dalam [[bahan bakar nuklir bekas]] (yaitu sekitar 3% produk fisi) daripada di udara. Namun, hingga tahun 2022, tidak ada upaya komersial untuk mengekstraksi xenon dari bahan bakar bekas selama [[pemrosesan ulang nuklir]].<ref>[https://news.mit.edu/2020/novel-gas-capture-approach-advances-nuclear-fuel-management-0724 Novel gas-capture approach advances nuclear fuel management].</ref><ref>[https://energyfromthorium.com/2010/06/22/whats-in-spent-nuclear-fuel-after-20-yrs/ What's in Spent Nuclear Fuel? (After 20 yrs) – Energy from Thorium].</ref> | ||
==Isotop== | ==Isotop== | ||
Xenon alami terdiri dari tujuh [[isotop]] [[nuklida stabil|stabil]]: <sup>126</sup>Xe, <sup>128–132</sup>Xe, dan <sup>134</sup>Xe. Secara teoretis, isotop <sup>126</sup>Xe dan <sup>134</sup>Xe diperkirakan akan mengalami [[peluruhan beta ganda]], tetapi hal ini belum pernah teramati sehingga mereka dianggap stabil.<ref>A. S. Barabash. ''Average (Recommended) Half-Life Values for Two-Neutrino Double-Beta Decay''. ''Czechoslovak Journal of Physics''. 2002. Vol. 52 (4). hlm. 567–573. doi:10.1023/A:1015369612904.</ref> Selain itu, lebih dari 40 isotop tidak stabil telah dipelajari. Isotop yang berumur paling panjang adalah <sup>124</sup>Xe yang [[nuklida primordial|primordial]], mengalami [[tangkapan elektron ganda|penangkapan elektron ganda]] dengan [[waktu paruh]] ,<ref>E. Aprile. ''Observation of two-neutrino double electron capture in 124 Xe with XENON1T''. ''Nature''. 2019. Vol. 568 (7753). hlm. 532–535. doi:10.1038/s41586-019-1124-4.</ref> dan <sup>136</sup>Xe, mengalami peluruhan beta ganda dengan waktu paruh .<ref>N. Ackerman. ''Observation of Two-Neutrino Double-Beta Decay in 136 Xe with the EXO-200 Detector''. ''Physical Review Letters''. 2011. Vol. 107 (21). hlm. 212501. doi:10.1103/PhysRevLett.107.212501.</ref> <sup>129</sup>Xe diproduksi melalui [[peluruhan beta]] <sup>129</sup>[[iodin|I]], yang memiliki waktu paruh 16 juta tahun. <sup>131m</sup>Xe, <sup>133</sup>Xe, <sup>133m</sup>Xe, dan <sup>135</sup>Xe adalah beberapa [[fisi nuklir|produk]] fisi dari <sup>235</sup>[[uranium|U]] dan <sup>239</sup>[[plutonium|Pu]],<ref>Eric Caldwell. [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/xe_iig.html Periodic Table – Xenon]. ''Resources on Isotopes''. USGS. January 2004.</ref> dan digunakan untuk mendeteksi dan memantau ledakan nuklir. | |||
Xenon alami terdiri dari tujuh [[isotop]] [[nuklida stabil|stabil]]: <sup>126</sup>Xe, <sup>128–132</sup>Xe, dan <sup>134</sup>Xe. Secara teoretis, isotop <sup>126</sup>Xe dan <sup>134</sup>Xe diperkirakan akan mengalami [[peluruhan beta ganda]], tetapi hal ini belum pernah teramati sehingga mereka dianggap stabil. Selain itu, lebih dari 40 isotop tidak stabil telah dipelajari. Isotop yang berumur paling panjang adalah <sup>124</sup>Xe yang [[nuklida primordial|primordial]], mengalami [[tangkapan elektron ganda|penangkapan elektron ganda]] dengan [[waktu paruh]] , dan <sup>136</sup>Xe, mengalami peluruhan beta ganda dengan waktu paruh . <sup>129</sup>Xe diproduksi melalui [[peluruhan beta]] <sup>129</sup>[[iodin|I]], yang memiliki waktu paruh 16 juta tahun. <sup>131m</sup>Xe, <sup>133</sup>Xe, <sup>133m</sup>Xe, dan <sup>135</sup>Xe adalah beberapa [[fisi nuklir|produk]] fisi dari <sup>235</sup>[[uranium|U]] dan <sup>239</sup>[[plutonium|Pu]], dan digunakan untuk mendeteksi dan memantau ledakan nuklir. | |||
===Spin inti=== | ===Spin inti=== | ||
Inti dari dua isotop stabil xenon, <sup>129</sup>Xe dan <sup>131</sup>Xe, memiliki [[momentum sudut]] ([[Spin|spin inti]]) intrinsik bukan nol, cocok untuk [[resonansi magnet inti]]. Spin nuklir mereka dapat disejajarkan di luar tingkat polarisasi biasa melalui cahaya terpolarisasi sirkular dan uap [[rubidium]]. [[Polarisasi spin]] [[inti atom|inti]] xenon yang dihasilkan dapat melampaui 50% dari nilai maksimum yang mungkin, sangat melebihi nilai kesetimbangan termal yang ditentukan oleh statistik [[Paramagnetisme|paramagnetik]] (biasanya 0,001% dari nilai maksimum pada [[suhu kamar]], bahkan pada [[magnet]] terkuat). Penjajaran spin nonekuilibrium semacam itu adalah kondisi sementara, dan disebut ''[[hiperpolarisasi (fisika)|hiperpolarisasi]]''. Proses hiperpolarisasi xenon disebut ''pemompaan optik'' (walaupun prosesnya berbeda dengan [[pemompaan optik|pemompaan laser]]). | Inti dari dua isotop stabil xenon, <sup>129</sup>Xe dan <sup>131</sup>Xe, memiliki [[momentum sudut]] ([[Spin|spin inti]]) intrinsik bukan nol, cocok untuk [[resonansi magnet inti]]. Spin nuklir mereka dapat disejajarkan di luar tingkat polarisasi biasa melalui cahaya terpolarisasi sirkular dan uap [[rubidium]].<ref>Ernst W. Otten. ''Take a breath of polarized noble gas''. ''Europhysics News''. 2004. Vol. 35 (1). hlm. 16–20. doi:10.1051/epn:2004109.</ref> [[Polarisasi spin]] [[inti atom|inti]] xenon yang dihasilkan dapat melampaui 50% dari nilai maksimum yang mungkin, sangat melebihi nilai kesetimbangan termal yang ditentukan oleh statistik [[Paramagnetisme|paramagnetik]] (biasanya 0,001% dari nilai maksimum pada [[suhu kamar]], bahkan pada [[magnet]] terkuat). Penjajaran spin nonekuilibrium semacam itu adalah kondisi sementara, dan disebut ''[[hiperpolarisasi (fisika)|hiperpolarisasi]]''. Proses hiperpolarisasi xenon disebut ''pemompaan optik'' (walaupun prosesnya berbeda dengan [[pemompaan optik|pemompaan laser]]).<ref>I. C. Ruset. ''Optical Pumping System Design for Large Production of Hyperpolarized 129 Xe''. ''Physical Review Letters''. 2006. Vol. 96 (5). hlm. 053002. doi:10.1103/PhysRevLett.96.053002.</ref> | ||
Karena inti <sup>129</sup>Xe memiliki spin 1/2, sehingga memiliki [[kuadrupol|momen kuadrupol]] [[medan listrik|listrik]] nol, inti <sup>129</sup>Xe tidak akan mengalami interaksi kuadrupolar selama tumbukan dengan atom lain, dan hiperpolarisasi akan bertahan untuk waktu yang lama bahkan setelah cahaya dan uap yang dihasilkan telah dihilangkan. Polarisasi spin <sup>129</sup>Xe dapat bertahan dari beberapa [[detik]] untuk atom xenon yang dilarutkan dalam [[darah]] hingga beberapa jam dalam [[fase benda|fase gas]] dan beberapa hari dalam xenon padat yang sangat beku. Sebaliknya, [[Isotop xenon#Daftar isotop|<sup>131</sup>Xe]] memiliki nilai spin inti dan momen kuadrupol bukan nol, serta memiliki waktu relaksasi t<sub>1</sub> dalam rentang [[milidetik]] dan detik. | Karena inti <sup>129</sup>Xe memiliki spin 1/2, sehingga memiliki [[kuadrupol|momen kuadrupol]] [[medan listrik|listrik]] nol, inti <sup>129</sup>Xe tidak akan mengalami interaksi kuadrupolar selama tumbukan dengan atom lain, dan hiperpolarisasi akan bertahan untuk waktu yang lama bahkan setelah cahaya dan uap yang dihasilkan telah dihilangkan. Polarisasi spin <sup>129</sup>Xe dapat bertahan dari beberapa [[detik]] untuk atom xenon yang dilarutkan dalam [[darah]]<ref>J. Wolber. ''On the oxygenation-dependent 129 Xe t 1 in blood''. ''NMR in Biomedicine''. 2000. Vol. 13 (4). hlm. 234–7. doi:10.1002/1099-1492(200006)13:4 3.0.CO;2-K.</ref> hingga beberapa jam dalam [[fase benda|fase gas]]<ref>B. Chann. ''129 Xe-Xe molecular spin relaxation''. ''Physical Review Letters''. 2002. Vol. 88 (11). hlm. 113–201. doi:10.1103/PhysRevLett.88.113201.</ref> dan beberapa hari dalam xenon padat yang sangat beku.<ref>Gustav Konrad von Schulthess. [https://books.google.com/books?id=zvDY5unRC4oC&pg=PA194 The Encyclopaedia of Medical Imaging]. Taylor & Francis. 1998. hlm. 194. ISBN 1-901865-13-4.</ref> Sebaliknya, [[Isotop xenon#Daftar isotop|<sup>131</sup>Xe]] memiliki nilai spin inti dan momen kuadrupol bukan nol, serta memiliki waktu relaksasi t<sub>1</sub> dalam rentang [[milidetik]] dan detik.<ref>W. W. Warren. ''Nuclear Quadrupole Relaxation and Chemical Shift of Xe 131 in Liquid and Solid Xenon''. ''Physical Review''. 1966. Vol. 148 (1). hlm. 402–412. doi:10.1103/PhysRev.148.402.</ref> | ||
===Dari fisi=== | ===Dari fisi=== | ||
Beberapa isotop radioaktif xenon (misalnya <sup>133</sup>Xe dan <sup>135</sup>Xe) dihasilkan oleh [[iradiasi]] [[neutron]] dari bahan fisi di dalam [[reaktor nuklir]]. [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]] sangat penting dalam pengoperasian [[reaktor nuclear|reaktor fisi nuklir]]. <sup>135</sup>Xe memiliki [[penampang lintang neutron|penampang lintang]] yang besar untuk [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]], yaitu sebesar 2,6 [[Barn (satuan)|barn]], dan beroperasi sebagai "[[racun neutron|racun]]" atau [[racun neutron|pengabsorb neutron]] yang dapat memperlambat atau menghentikan reaksi rantai setelah periode operasi. Ini ditemukan di reaktor nuklir paling awal yang dibangun oleh [[Proyek Manhattan]] Amerika untuk produksi [[plutonium]]. Namun, para perancang telah membuat ketentuan dalam desain untuk meningkatkan reaktivitas reaktor (jumlah neutron per fisi yang terjadi pada fisi atom [[bahan bakar nuklir]] lainnya). Keracunan reaktor <sup>135</sup>Xe merupakan faktor utama dalam [[bencana Chernobyl]]. Pemadaman atau penurunan daya reaktor dapat mengakibatkan penumpukan <sup>135</sup>Xe, dengan operasi reaktor masuk ke kondisi yang dikenal sebagai [[lubang iodin]]. Dalam kondisi buruk, konsentrasi isotop radioaktif xenon yang relatif tinggi dapat berasal dari retakan [[bahan bakar nuklir|batang bahan bakar]], atau fisi uranium dalam [[pendinginan air|air pendingin]]. | Beberapa isotop radioaktif xenon (misalnya <sup>133</sup>Xe dan <sup>135</sup>Xe) dihasilkan oleh [[iradiasi]] [[neutron]] dari bahan fisi di dalam [[reaktor nuklir]].<ref>Husted, Robert. [http://periodic.lanl.gov/54.shtml Xenon]. Laboratorium Nasional Los Alamos, Chemical Division. 15 Desember 2003.</ref> [[Xenon-135|<sup>135</sup>Xe]] sangat penting dalam pengoperasian [[reaktor nuclear|reaktor fisi nuklir]]. <sup>135</sup>Xe memiliki [[penampang lintang neutron|penampang lintang]] yang besar untuk [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]], yaitu sebesar 2,6 [[Barn (satuan)|barn]],<ref>Weston M. Stacey. [https://books.google.com/books?id=y1UgcgVSXSkC&pg=PA213 Nuclear Reactor Physics]. Wiley-VCH. 2007. hlm. 213. ISBN 978-3-527-40679-1.</ref> dan beroperasi sebagai "[[racun neutron|racun]]" atau [[racun neutron|pengabsorb neutron]] yang dapat memperlambat atau menghentikan reaksi rantai setelah periode operasi. Ini ditemukan di reaktor nuklir paling awal yang dibangun oleh [[Proyek Manhattan]] Amerika untuk produksi [[plutonium]]. Namun, para perancang telah membuat ketentuan dalam desain untuk meningkatkan reaktivitas reaktor (jumlah neutron per fisi yang terjadi pada fisi atom [[bahan bakar nuklir]] lainnya).<ref>Staff. [http://www.cfo.doe.gov/me70/manhattan/hanford_operational.htm Hanford Becomes Operational]. ''The Manhattan Project: An Interactive History''. U.S. Department of Energy.</ref> Keracunan reaktor <sup>135</sup>Xe merupakan faktor utama dalam [[bencana Chernobyl]].<ref>Jeremy I. Pfeffer. [https://books.google.com/books?id=KmMYWP56t98C&pg=PA421 Modern Physics: An Introductory Text]. Imperial College Press. 2000. hlm. 421 ff. ISBN 1-86094-250-4.</ref> Pemadaman atau penurunan daya reaktor dapat mengakibatkan penumpukan <sup>135</sup>Xe, dengan operasi reaktor masuk ke kondisi yang dikenal sebagai [[lubang iodin]]. Dalam kondisi buruk, konsentrasi isotop radioaktif xenon yang relatif tinggi dapat berasal dari retakan [[bahan bakar nuklir|batang bahan bakar]],<ref>Edwards A. Laws. [https://books.google.com/books?id=11LI7XyEIsAC&pg=PA505 Aquatic Pollution: An Introductory Text]. John Wiley and Sons. 2000. hlm. 505. ISBN 0-471-34875-9.</ref> atau fisi uranium dalam [[pendinginan air|air pendingin]].<ref>Staff. [http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,920196-4,00.html A Nuclear Nightmare]. 9 April 1979.</ref> | ||
Rasio isotop xenon yang dihasilkan dalam [[Reaktor nuklir alam|reaktor fisi nuklir alami]] di [[Oklo]], Gabon mengungkapkan sifat reaktor tersebut selama reaksi rantai yang telah terjadi sekitar 2 miliar tahun yang lalu. | Rasio isotop xenon yang dihasilkan dalam [[Reaktor nuklir alam|reaktor fisi nuklir alami]] di [[Oklo]], Gabon mengungkapkan sifat reaktor tersebut selama reaksi rantai yang telah terjadi sekitar 2 miliar tahun yang lalu.<ref>A. P. Meshik. ''Record of Cycling Operation of the Natural Nuclear Reactor in the Oklo/Okelobondo Area in Gabon''. ''Phys. Rev. Lett''. 2004. Vol. 93 (18). hlm. 182302. doi:10.1103/physrevlett.93.182302.</ref> | ||
===Proses kosmik=== | ===Proses kosmik=== | ||
Karena xenon adalah pelacak dua isotop induk, rasio isotop xenon dalam [[meteorit]] adalah alat yang ampuh untuk mempelajari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya|pembentukan Tata Surya]]. Metode [[Penanggalan radiometrik|penanggalan]] [[Iodin-129#Penanggalan usia meteorit|iodin–xenon]] memberikan waktu yang berlalu antara [[nukleosintesis]] dan kondensasi benda padat dari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet|nebula matahari]]. Pada tahun 1960, fisikawan [[John Reynolds (fisikawan)|John H. Reynolds]] menemukan bahwa meteorit tertentu mengandung anomali isotop berupa kelebihan xenon-129. Dia menyimpulkan bahwa ini adalah [[produk peluruhan]] dari [[iodin-129]] yang radioaktif. Isotop ini diproduksi secara perlahan melalui [[spalasi sinar kosmik]] dan [[fisi nuklir]], tetapi diproduksi secara besar hanya dalam ledakan supernova. | Karena xenon adalah pelacak dua isotop induk, rasio isotop xenon dalam [[meteorit]] adalah alat yang ampuh untuk mempelajari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya|pembentukan Tata Surya]]. Metode [[Penanggalan radiometrik|penanggalan]] [[Iodin-129#Penanggalan usia meteorit|iodin–xenon]] memberikan waktu yang berlalu antara [[nukleosintesis]] dan kondensasi benda padat dari [[Pembentukan dan evolusi Tata Surya#Pembentukan planet|nebula matahari]]. Pada tahun 1960, fisikawan [[John Reynolds (fisikawan)|John H. Reynolds]] menemukan bahwa meteorit tertentu mengandung anomali isotop berupa kelebihan xenon-129. Dia menyimpulkan bahwa ini adalah [[produk peluruhan]] dari [[iodin-129]] yang radioaktif. Isotop ini diproduksi secara perlahan melalui [[spalasi sinar kosmik]] dan [[fisi nuklir]], tetapi diproduksi secara besar hanya dalam ledakan supernova.<ref>Donald D. Clayton. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis]. University of Chicago Press. 1983. hlm. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay/page/75 75]. ISBN 0-226-10953-4.</ref><ref>Bolt, B. A. [http://content.cdlib.org/xtf/view?docId=hb1r29n709&doc.view=content&chunk.id=div00061&toc.depth=1&brand=oac&anchor.id=0 John H. Reynolds, Physics: Berkeley]. The University of California, Berkeley. 2007.</ref> | ||
Karena waktu paruh <sup>129</sup>I relatif singkat pada skala waktu kosmologis (16 juta tahun), ini menunjukkan bahwa hanya ada waktu singkat antara supernova dan waktu meteorit memadat dan menjebak <sup>129</sup>I. Kedua peristiwa ini (supernova dan pemadatan awan gas) disimpulkan telah terjadi selama sejarah awal [[Tata Surya]], karena isotop <sup>129</sup>I kemungkinan dihasilkan sesaat sebelum Tata Surya terbentuk, menaburkan awan gas matahari dengan isotop dari sumber kedua. Sumber supernova ini mungkin juga telah menyebabkan keruntuhan awan gas matahari. | Karena waktu paruh <sup>129</sup>I relatif singkat pada skala waktu kosmologis (16 juta tahun), ini menunjukkan bahwa hanya ada waktu singkat antara supernova dan waktu meteorit memadat dan menjebak <sup>129</sup>I. Kedua peristiwa ini (supernova dan pemadatan awan gas) disimpulkan telah terjadi selama sejarah awal [[Tata Surya]], karena isotop <sup>129</sup>I kemungkinan dihasilkan sesaat sebelum Tata Surya terbentuk, menaburkan awan gas matahari dengan isotop dari sumber kedua. Sumber supernova ini mungkin juga telah menyebabkan keruntuhan awan gas matahari.<ref>Donald D. Clayton. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis]. University of Chicago Press. 1983. hlm. [https://archive.org/details/principlesofstel0000clay/page/75 75]. ISBN 0-226-10953-4.</ref><ref>Bolt, B. A. [http://content.cdlib.org/xtf/view?docId=hb1r29n709&doc.view=content&chunk.id=div00061&toc.depth=1&brand=oac&anchor.id=0 John H. Reynolds, Physics: Berkeley]. The University of California, Berkeley. 2007.</ref> | ||
Dengan cara yang sama, rasio isotop xenon seperti <sup>129</sup>Xe/<sup>130</sup>Xe dan <sup>136</sup>Xe/<sup>130</sup>Xe dapat menjadi alat yang ampuh untuk memahami diferensiasi planet dan pelepasan gas awal. Misalnya, [[atmosfer Mars]] menunjukkan kelimpahan xenon yang mirip dengan Bumi (0,08 bagian per juta) tetapi Mars menunjukkan kelimpahan <sup>129</sup>Xe yang lebih besar daripada Bumi atau Matahari. Karena isotop ini dihasilkan melalui peluruhan radioaktif, hasil ini mungkin mengindikasikan bahwa Mars kehilangan sebagian besar atmosfer purbanya, mungkin dalam 100 juta tahun pertama setelah planet itu terbentuk. Dalam contoh lain, kelebihan <sup>129</sup>Xe yang ditemukan dalam gas sumur [[karbon dioksida]] dari [[New Mexico]] diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari [[Mantel (geologi)|mantel]] segera setelah pembentukan Bumi. | Dengan cara yang sama, rasio isotop xenon seperti <sup>129</sup>Xe/<sup>130</sup>Xe dan <sup>136</sup>Xe/<sup>130</sup>Xe dapat menjadi alat yang ampuh untuk memahami diferensiasi planet dan pelepasan gas awal.<ref>Ichiro Kaneoka. [https://archive.org/details/sim_science_1998-05-08_280_5365/page/850 Xenon's Inside Story]. ''Science''. 1998. Vol. 280 (5365). hlm. 851–852. doi:10.1126/science.280.5365.851b.</ref> Misalnya, [[atmosfer Mars]] menunjukkan kelimpahan xenon yang mirip dengan Bumi (0,08 bagian per juta<ref>David R. Williams. [http://nssdc.gsfc.nasa.gov/planetary/factsheet/marsfact.html Mars Fact Sheet]. NASA. September 1, 2004.</ref>) tetapi Mars menunjukkan kelimpahan <sup>129</sup>Xe yang lebih besar daripada Bumi atau Matahari. Karena isotop ini dihasilkan melalui peluruhan radioaktif, hasil ini mungkin mengindikasikan bahwa Mars kehilangan sebagian besar atmosfer purbanya, mungkin dalam 100 juta tahun pertama setelah planet itu terbentuk.<ref>James Schilling. [http://humbabe.arc.nasa.gov/mgcm/HTML/FAQS/thin_atm.html Why is the Martian atmosphere so thin and mainly carbon dioxide?]. Mars Global Circulation Model Group.</ref><ref>Kevin J. Zahnle. [https://zenodo.org/record/1231333 Xenological constraints on the impact erosion of the early Martian atmosphere]. ''Journal of Geophysical Research''. 1993. Vol. 98 (E6). hlm. 10,899–10,913. doi:10.1029/92JE02941.</ref> Dalam contoh lain, kelebihan <sup>129</sup>Xe yang ditemukan dalam gas sumur [[karbon dioksida]] dari [[New Mexico]] diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari [[Mantel (geologi)|mantel]] segera setelah pembentukan Bumi.<ref>Eric Caldwell. [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/xe_iig.html Periodic Table – Xenon]. ''Resources on Isotopes''. USGS. January 2004.</ref><ref>M. S. Boulos. [https://archive.org/details/sim_science_1971-12-24_174_4016/page/1334 The xenon record of extinct radioactivities in the Earth]. ''Science''. 1971. Vol. 174 (4016). hlm. 1334–6. doi:10.1126/science.174.4016.1334.</ref> | ||
==Senyawa== | ==Senyawa== | ||
Setelah penemuan Neil Bartlett pada tahun 1962 bahwa xenon dapat membentuk senyawa kimia, sejumlah besar senyawa xenon lainnya telah ditemukan dan dideskripsikan. Hampir semua senyawa xenon yang diketahui mengandung atom fluorin atau oksigen yang [[Elektronegativitas|elektronegatif]]. Sifat kimia xenon di setiap keadaan oksidasi ialah analog dengan unsur tetangganya [[iodin]] di keadaan oksidasi yang lebih rendah.<ref>Harding, Charlie. [https://books.google.com/books?id=W0HW8wgmQQsC&pg=PA93 Elements of the ''p'' block]. Royal Society of Chemistry. 2002. hlm. 93–94. ISBN 0-85404-690-9.</ref> | |||
Setelah penemuan Neil Bartlett pada tahun 1962 bahwa xenon dapat membentuk senyawa kimia, sejumlah besar senyawa xenon lainnya telah ditemukan dan dideskripsikan. Hampir semua senyawa xenon yang diketahui mengandung atom fluorin atau oksigen yang [[Elektronegativitas|elektronegatif]]. Sifat kimia xenon di setiap keadaan oksidasi ialah analog dengan unsur tetangganya [[iodin]] di keadaan oksidasi yang lebih rendah. | |||
===Halida=== | ===Halida=== | ||
Tiga xenon [[fluorida]] telah dikenal: [[xenon difluorida|xenon difluorida]], [[xenon tetrafluorida|xenon tetrafluorida]], dan [[xenon heksafluorida|xenon heksafluorida]]. XeF diteorikan bersifat tidak stabil.<ref>Dean H Liskow. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1973-06-13_95_12/page/4056 Probable nonexistence of xenon monofluoride as a chemically bound species in the gas phase]. ''J Am Chem Soc''. 1973. Vol. 95 (12). hlm. 4056–4057. doi:10.1021/ja00793a042.</ref> Ini adalah titik awal untuk sintesis hampir semua senyawa xenon. | |||
Xenon difluorida kristalin padat terbentuk ketika campuran gas [[fluorin]] dan xenon terkena sinar ultraungu.<ref>Weeks, James L. ''Photochemical Preparation of Xenon Difluoride''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1962. Vol. 84 (23). hlm. 4612–4613. doi:10.1021/ja00882a063.</ref> Komponen ultraungu dari cahaya matahari pada siang hari biasa sudah cukup.<ref>Streng, L. V. ''Formation of Xenon Difluoride from Xenon and Oxygen Difluoride or Fluorine in Pyrex Glass at Room Temperature''. ''Inorganic Chemistry''. 1965. Vol. 4 (9). hlm. 1370–1371. doi:10.1021/ic50031a035.</ref> Pemanasan jangka panjang pada suhu tinggi di bawah katalis akan menghasilkan .<ref>Tramšek, Melita. ''Synthesis, Properties and Chemistry of Xenon(II) Fluoride''. ''Acta Chimica Slovenica''. December 5, 2006. Vol. 53 (2). hlm. 105–116. doi:10.1002/chin.200721209.</ref> Pirolisis in dengan adanya [[natrium fluorida|NaF]] akan menghasilkan dengan kemurnian tinggi.<ref>Ogrin, Tomaz. ''Melting-point determinations of xenon difluoride-xenon tetrafluoride mixtures''. ''Journal of Chemical and Engineering Data''. 1973. Vol. 18 (4). hlm. 402. doi:10.1021/je60059a014.</ref> | |||
Xenon fluorida berperilaku baik sebagai akseptor fluorida maupun dan donor fluorida, membentuk garam yang mengandung kation seperti dan , serta anion seperti , , dan . berwarna hijau yang bersifat paramagnetik terbentuk dari reduksi oleh gas xenon.<ref>Harding, Charlie. [https://books.google.com/books?id=W0HW8wgmQQsC&pg=PA93 Elements of the ''p'' block]. Royal Society of Chemistry. 2002. hlm. 93–94. ISBN 0-85404-690-9.</ref> | |||
Xenon fluorida berperilaku baik sebagai akseptor fluorida maupun dan donor fluorida, membentuk garam yang mengandung kation seperti dan , serta anion seperti , , dan . berwarna hijau yang bersifat paramagnetik terbentuk dari reduksi oleh gas xenon. | |||
juga dapat membentuk [[kompleks koordinasi]] dengan ion [[logam transisi]]. Lebih dari 30 kompleks semacam itu telah disintesis dan dikarakterisasi. | juga dapat membentuk [[kompleks koordinasi]] dengan ion [[logam transisi]]. Lebih dari 30 kompleks semacam itu telah disintesis dan dikarakterisasi.<ref>Tramšek, Melita. ''Synthesis, Properties and Chemistry of Xenon(II) Fluoride''. ''Acta Chimica Slovenica''. December 5, 2006. Vol. 53 (2). hlm. 105–116. doi:10.1002/chin.200721209.</ref> | ||
Meskipun xenon fluorida telah dicirikan dengan baik, xenon halida lainnya tidak. [[Xenon diklorida]], dibentuk melalui iradiasi frekuensi tinggi dari campuran xenon, fluorin, dan [[silikon tetraklorida|silikon]] atau [[karbon tetraklorida]], dilaporkan sebagai senyawa kristal bersifat endotermik dan nirwarna yang akan terurai menjadi unsur-unsur tersebut pada suhu 80 °C. Namun, mungkin hanya merupakan [[molekul van der Waals]] dari atom Xe dan molekul yang terikat lemah dan bukan senyawa nyata. Perhitungan teoretis menunjukkan bahwa molekul linear kurang stabil dibandingkan kompleks van der Waals. [[Xenon tetraklorida]] dan [[xenon dibromida]] lebih tidak stabil sehingga tidak dapat disintesis melalui reaksi kimia. Mereka diciptakan melalui [[peluruhan radioaktif]] dari masing-masing dan . | Meskipun xenon fluorida telah dicirikan dengan baik, xenon halida lainnya tidak. [[Xenon diklorida]], dibentuk melalui iradiasi frekuensi tinggi dari campuran xenon, fluorin, dan [[silikon tetraklorida|silikon]] atau [[karbon tetraklorida]],<ref>Scott, Thomas. [https://books.google.com/books?id=Owuv-c9L_IMC&pg=PA1183 Xenon Compounds]. Walter de Gruyter. 1994. hlm. 1183. ISBN 3-11-011451-8.</ref> dilaporkan sebagai senyawa kristal bersifat endotermik dan nirwarna yang akan terurai menjadi unsur-unsur tersebut pada suhu 80 °C. Namun, mungkin hanya merupakan [[molekul van der Waals]] dari atom Xe dan molekul yang terikat lemah dan bukan senyawa nyata.<ref>Proserpio, Davide M. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1991-09-11_113_19/page/7184 The xenon-chlorine conundrum: van der Waals complex or linear molecule?]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1991. Vol. 113 (19). hlm. 7184–7189. doi:10.1021/ja00019a014.</ref> Perhitungan teoretis menunjukkan bahwa molekul linear kurang stabil dibandingkan kompleks van der Waals.<ref>Richardson, Nancy A. ''The potential energy surface of xenon dichloride''. ''The Journal of Physical Chemistry''. 1993. Vol. 97 (42). hlm. 10952–10954. doi:10.1021/j100144a009.</ref> [[Xenon tetraklorida]] dan [[xenon dibromida]] lebih tidak stabil sehingga tidak dapat disintesis melalui reaksi kimia. Mereka diciptakan melalui [[peluruhan radioaktif]] dari masing-masing dan .<ref>Bell, C.F. ''Syntheses and Physical Studies of Inorganic Compounds''. Elsevier Science. 2013. hlm. 143. ISBN 9781483280608.</ref><ref>Cockett, A.H. ''The Chemistry of the Monatomic Gases: Pergamon Texts in Inorganic Chemistry''. Elsevier Science. 2013. hlm. 292. ISBN 9781483157368.</ref> | ||
===Oksida dan oksihalida=== | ===Oksida dan oksihalida=== | ||
Tiga oksida xenon telah dikenal: [[xenon trioksida]] () dan [[xenon tetroksida]] (), keduanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat dan sangat mudah meledak, serta [[xenon dioksida]] (XeO<sub>2</sub>), yang dilaporkan pada tahun 2011 dengan [[bilangan koordinasi]] empat. XeO<sub>2</sub> terbentuk ketika xenon tetrafluorida dituangkan di atas es. Struktur kristalnya memungkinkannya untuk menggantikan silikon dalam mineral silikat. Kation XeOO<sup>+</sup> telah diidentifikasi melalui [[spektroskopi inframerah]] dalam [[argon]] padat. | Tiga oksida xenon telah dikenal: [[xenon trioksida]] () dan [[xenon tetroksida]] (), keduanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat dan sangat mudah meledak, serta [[xenon dioksida]] (XeO<sub>2</sub>), yang dilaporkan pada tahun 2011 dengan [[bilangan koordinasi]] empat.<ref>Brock, D.S. ''Synthesis of the missing oxide of xenon, XeO 2 , and its implications for earth's missing xenon''. ''Journal of the American Chemical Society''. 2011. Vol. 133 (16). hlm. 6265–9. doi:10.1021/ja110618g.</ref> XeO<sub>2</sub> terbentuk ketika xenon tetrafluorida dituangkan di atas es. Struktur kristalnya memungkinkannya untuk menggantikan silikon dalam mineral silikat.<ref>''Chemistry: Where did the xenon go?''. ''Nature''. 2011. Vol. 471 (7337). hlm. 138. doi:10.1038/471138d.</ref> Kation XeOO<sup>+</sup> telah diidentifikasi melalui [[spektroskopi inframerah]] dalam [[argon]] padat.<ref>Zhou, M. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2006-03-01_128_8/page/2504 Formation and Characterization of the XeOO + Cation in Solid Argon]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2006. Vol. 128 (8). hlm. 2504–5. doi:10.1021/ja055650n.</ref> | ||
Xenon tidak bereaksi dengan oksigen secara langsung; xenon trioksida dibentuk melalui hidrolisis : | Xenon tidak bereaksi dengan oksigen secara langsung; xenon trioksida dibentuk melalui hidrolisis :<ref>John H. Holloway. [https://books.google.com/books?id=6iqXRtz6p3QC&pg=PA65 Advances in Inorganic Chemistry Press]. Academic. 1998. hlm. 65. ISBN 0-12-023646-X.</ref> | ||
: + 3 → + 6 HF | : + 3 → + 6 HF | ||
bersifat asam lemah, larut dalam alkali untuk membentuk garam ''xenat'' yang tidak stabil yang mengandung anion . Garam-garam yang tidak stabil ini mudah [[dismutasi|terdisproporsionasi]] menjadi gas xenon dan garam [[perxenat]], yang mengandung anion . | bersifat asam lemah, larut dalam alkali untuk membentuk garam ''xenat'' yang tidak stabil yang mengandung anion . Garam-garam yang tidak stabil ini mudah [[dismutasi|terdisproporsionasi]] menjadi gas xenon dan garam [[perxenat]], yang mengandung anion .<ref>W. Henderson. [https://books.google.com/books?id=twdXz1jfVOsC&pg=PA152 Main group chemistry]. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 152–153. ISBN 0-85404-617-8.</ref> | ||
Barium perxenat, ketika direaksikan dengan [[asam sulfat]] pekat, akan menghasilkan gas xenon tetroksida: | Barium perxenat, ketika direaksikan dengan [[asam sulfat]] pekat, akan menghasilkan gas xenon tetroksida:<ref>Scott, Thomas. [https://books.google.com/books?id=Owuv-c9L_IMC&pg=PA1183 Xenon Compounds]. Walter de Gruyter. 1994. hlm. 1183. ISBN 3-11-011451-8.</ref> | ||
: + 2 → 2 + 2 + | : + 2 → 2 + 2 + | ||
Untuk mencegah dekomposisi, xenon tetroksida yang terbentuk dengan cepat didinginkan menjadi padatan kuning pucat. Ia akan meledak di atas suhu −35,9 °C menjadi gas xenon dan oksigen, tetapi bersifat stabil. | Untuk mencegah dekomposisi, xenon tetroksida yang terbentuk dengan cepat didinginkan menjadi padatan kuning pucat. Ia akan meledak di atas suhu −35,9 °C menjadi gas xenon dan oksigen, tetapi bersifat stabil. | ||
Sejumlah xenon oksifluorida telah diketahui, meliputi , [[xenon oksitetrafluorida|xenon oksitetrafluorida]], , dan . dapat dibentuk melalui pereaksian [[oksigen difluorida|oksigen difluorida]] dengan gas xenon pada suhu rendah. Ia juga dapat diperoleh melalui hidrolisis parsial. Ia akan terdisproporsionasi pada suhu −20 °C menjadi dan . dapat dibentuk melalui hidrolisis parsial, atau reaksi dengan natrium perxenat, . Reaksi terakhir juga menghasilkan sejumlah kecil . akan bereaksi dengan [[sesium fluorida|CsF]] membentuk anion , sedangkan XeOF<sub>3</sub> akan bereaksi dengan fluorida logam alkali [[kalium fluorida|KF]], [[rubidium fluorida|RbF]], dan CsF membentuk anion anion. | Sejumlah xenon oksifluorida telah diketahui, meliputi , [[xenon oksitetrafluorida|xenon oksitetrafluorida]], , dan . dapat dibentuk melalui pereaksian [[oksigen difluorida|oksigen difluorida]] dengan gas xenon pada suhu rendah. Ia juga dapat diperoleh melalui hidrolisis parsial. Ia akan terdisproporsionasi pada suhu −20 °C menjadi dan .<ref>Mackay, Kenneth Malcolm. [https://books.google.com/books?id=LpJPWKT3PNcC&pg=PA497 Introduction to modern inorganic chemistry]. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.</ref> dapat dibentuk melalui hidrolisis parsial,<ref>D. F. Smith. [https://archive.org/details/sim_science_1963-05-24_140_3569/page/898 Xenon Oxyfluoride]. ''Science''. 1963. Vol. 140 (3569). hlm. 899–900. doi:10.1126/science.140.3569.899.</ref> atau reaksi dengan natrium perxenat, . Reaksi terakhir juga menghasilkan sejumlah kecil . akan bereaksi dengan [[sesium fluorida|CsF]] membentuk anion ,<ref>Mackay, Kenneth Malcolm. [https://books.google.com/books?id=LpJPWKT3PNcC&pg=PA497 Introduction to modern inorganic chemistry]. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.</ref><ref>Christe, K. O. ''On the Structure of the [XeOF 5 ] − Anion and of Heptacoordinated Complex Fluorides Containing One or Two Highly Repulsive Ligands or Sterically Active Free Valence Electron Pairs''. ''Inorg. Chem''. 1995. Vol. 34 (7). hlm. 1868–1874. doi:10.1021/ic00111a039.</ref> sedangkan XeOF<sub>3</sub> akan bereaksi dengan fluorida logam alkali [[kalium fluorida|KF]], [[rubidium fluorida|RbF]], dan CsF membentuk anion anion.<ref>Christe, K. O. ''Chlorine trifluoride oxide. V. Complex formation with Lewis acids and bases''. ''Inorg. Chem''. 1972. Vol. 11 (9). hlm. 2205–2208. doi:10.1021/ic50115a044.</ref> | ||
===Senyawa lainnya=== | ===Senyawa lainnya=== | ||
Xenon dapat langsung berikatan dengan unsur-unsur yang kurang elektronegatif daripada fluorin atau oksigen, khususnya [[karbon]]. Gugus penarik elektron, seperti gugus dengan substitusi fluorin, diperlukan untuk menstabilkan senyawa ini. Banyak senyawa seperti itu telah dikarakterisasi, meliputi: | Xenon dapat langsung berikatan dengan unsur-unsur yang kurang elektronegatif daripada fluorin atau oksigen, khususnya [[karbon]].<ref>Holloway, John H. [https://books.google.com/books?id=6iqXRtz6p3QC&pg=PA61 Advances in Inorganic Chemistry]. Academic Press. 1998. hlm. 61–90. ISBN 0-12-023646-X.</ref> Gugus penarik elektron, seperti gugus dengan substitusi fluorin, diperlukan untuk menstabilkan senyawa ini.<ref>W. Henderson. [https://books.google.com/books?id=twdXz1jfVOsC&pg=PA152 Main group chemistry]. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 152–153. ISBN 0-85404-617-8.</ref> Banyak senyawa seperti itu telah dikarakterisasi, meliputi:<ref>Mackay, Kenneth Malcolm. [https://books.google.com/books?id=LpJPWKT3PNcC&pg=PA497 Introduction to modern inorganic chemistry]. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.</ref><ref>H. Frohn. [https://archive.org/details/journal-of-fluorine-chemistry_2004-06_125_6/page/981 C 6 F 5 XeF, a versatile starting material in xenon–carbon chemistry]. ''Journal of Fluorine Chemistry''. 2004. Vol. 125 (6). hlm. 981–988. doi:10.1016/j.jfluchem.2004.01.019.</ref> | ||
* , di mana C<sub>6</sub>F<sub>5</sub> adalah gugus pentafluorofenil. | * , di mana C<sub>6</sub>F<sub>5</sub> adalah gugus pentafluorofenil. | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
Senyawa lain yang mengandung xenon yang berikatan dengan unsur yang kurang elektronegatif meliputi dan . disintesis dari [[dioksigenil]] tetrafluoroborat, , pada suhu −100 °C. | Senyawa lain yang mengandung xenon yang berikatan dengan unsur yang kurang elektronegatif meliputi dan . disintesis dari [[dioksigenil]] tetrafluoroborat, , pada suhu −100 °C.<ref>Mackay, Kenneth Malcolm. [https://books.google.com/books?id=LpJPWKT3PNcC&pg=PA497 Introduction to modern inorganic chemistry]. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.</ref><ref>Charles T. Goetschel. ''Reaction of xenon with dioxygenyl tetrafluoroborate. Preparation of FXe-BF 2''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1972. Vol. 94 (9). hlm. 3018–3021. doi:10.1021/ja00764a022.</ref> | ||
Ion yang tidak biasa yang mengandung xenon adalah kation [[tetraxenonoemas(II)]], , yang mengandung ikatan Xe–Au. Ion ini terdapat dalam senyawa , dan sangat tidak biasa karena memiliki ikatan kimia langsung antara dua atom yang terkenal tidak reaktif, xenon dan [[emas]], dengan xenon bertindak sebagai ligan logam transisi. | Ion yang tidak biasa yang mengandung xenon adalah kation [[tetraxenonoemas(II)]], , yang mengandung ikatan Xe–Au.<ref>Li, Wai-Kee. [https://books.google.com/books?id=2qAa5hp6KX4C&pg=PA678 Advanced Structural Inorganic Chemistry]. Oxford University Press. 2008. hlm. 678. ISBN 978-0-19-921694-9.</ref> Ion ini terdapat dalam senyawa , dan sangat tidak biasa karena memiliki ikatan kimia langsung antara dua atom yang terkenal tidak reaktif, xenon dan [[emas]], dengan xenon bertindak sebagai ligan logam transisi. | ||
Senyawa mengandung ikatan Xe–Xe, ikatan unsur–unsur terpanjang yang diketahui (308,71 [[pikometer|pm]] = 3,0871 [[Angstrom|Å]]). | Senyawa mengandung ikatan Xe–Xe, ikatan unsur–unsur terpanjang yang diketahui (308,71 [[pikometer|pm]] = 3,0871 [[Angstrom|Å]]).<ref>Wai-Kee Li. [https://archive.org/details/advancedstructur0000liwa Advanced Structural Inorganic Chemistry]. Oxford University Press. 2008. hlm. [https://archive.org/details/advancedstructur0000liwa/page/674 674]. ISBN 978-0-19-921694-9.</ref> | ||
Pada tahun 1995, M. Räsänen dan rekan kerjanya, beberapa ilmuwan di [[Universitas Helsinki]] di [[Finlandia]], mengumumkan pembuatan xenon dihidrida (HXeH), dan kemudian xenon hidrida-hidroksida (HXeOH), hidroksenoasetilena (HXeCCH), dan molekul yang mengandung Xe lainnya. Pada tahun 2008, Khriachtchev dkk. melaporkan pembuatan HXeOXeH melalui [[fotolisis]] air dalam matriks xenon [[kriogenik]]. Molekul [[Deuterium|terdeuterasi]], HXeOD dan DXeOH, juga telah diproduksi. | Pada tahun 1995, M. Räsänen dan rekan kerjanya, beberapa ilmuwan di [[Universitas Helsinki]] di [[Finlandia]], mengumumkan pembuatan xenon dihidrida (HXeH), dan kemudian xenon hidrida-hidroksida (HXeOH), hidroksenoasetilena (HXeCCH), dan molekul yang mengandung Xe lainnya.<ref>R. B. Gerber. ''Formation of novel rare-gas molecules in low-temperature matrices''. ''Annual Review of Physical Chemistry''. 2004. Vol. 55 (1). hlm. 55–78. doi:10.1146/annurev.physchem.55.091602.094420.</ref> Pada tahun 2008, Khriachtchev dkk. melaporkan pembuatan HXeOXeH melalui [[fotolisis]] air dalam matriks xenon [[kriogenik]].<ref>Leonid Khriachtchev. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2008-05-14_130_19/page/6114 A Small Neutral Molecule with Two Noble-Gas Atoms: HXeOXeH]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2008. Vol. 130 (19). hlm. 6114–8. doi:10.1021/ja077835v.</ref> Molekul [[Deuterium|terdeuterasi]], HXeOD dan DXeOH, juga telah diproduksi.<ref>Mika Pettersson. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1999-12-22_121_50/page/11904 A Chemical Compound Formed from Water and Xenon: HXeOH]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1999. Vol. 121 (50). hlm. 11904–11905. doi:10.1021/ja9932784.</ref> | ||
===Klatrat dan eksimer=== | ===Klatrat dan eksimer=== | ||
Selain senyawa di mana xenon dapat membentuk [[ikatan kimia]], xenon juga dapat membentuk [[Senyawa klatrat|klatrat]]—zat di mana atom atau pasangan xenon terperangkap oleh [[struktur kristal|kisi kristal]] senyawa lain. Salah satu contohnya adalah [[klatrat hidrat|xenon hidrat]] (Xe·H<sub>2</sub>O), di mana atom xenon menempati kekosongan dalam kisi molekul air.<ref>L. Pauling. [https://archive.org/details/sim_science_1961-07-07_134_3471/page/n13 A molecular theory of general anesthesia]. ''Science''. 1961. Vol. 134 (3471). hlm. 15–21. doi:10.1126/science.134.3471.15. Dicetak ulang sebagai [https://books.google.com/books?id=2QduA19d_X8C&pg=PA1329 Linus Pauling: Selected Scientific Papers]. World Scientific. 2001. Vol. 2. hlm. 1328–1334. ISBN 981-02-2940-2.</ref> Klatrat ini memiliki titik lebur sebesar 24 °C.<ref>W. Henderson. [https://books.google.com/books?id=twdXz1jfVOsC&pg=PA148 Main group chemistry]. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 148. ISBN 0-85404-617-8.</ref> Versi [[Hidrat|terdeuterasi]] dari hidrat ini juga telah diproduksi.<ref>Tomoko Ikeda. ''Distortion of Host Lattice in Clathrate Hydrate as a Function of Guest Molecule and Temperature''. ''Journal of Physical Chemistry A''. 23 November 2000. Vol. 104 (46). hlm. 10623–10630. doi:10.1021/jp001313j.</ref> Contoh lainnya adalah xenon [[hidrida]] (Xe(H<sub>2</sub>)<sub>8</sub>), di mana pasangan ([[dimer]]) xenon terperangkap di dalam [[hidrogen padat]].<ref>Annette K. Kleppe. ''New high-pressure van der Waals compound Kr(H 2 ) 4 discovered in the krypton-hydrogen binary system''. ''Scientific Reports''. 2014. Vol. 4. hlm. 4989. doi:10.1038/srep04989.</ref> [[Hidrat klatrat]] semacam itu dapat terjadi secara alami dalam kondisi tekanan tinggi, seperti di [[Danau Vostok]] di bawah lapisan es [[Antarktika]].<ref>C. P. McKay. ''Clathrate formation and the fate of noble and biologically useful gases in Lake Vostok, Antarctica''. ''Geophysical Research Letters''. 2003. Vol. 30 (13). hlm. 35. doi:10.1029/2003GL017490.</ref> Formasi klatrat dapat digunakan untuk menyaring xenon, argon, dan kripton secara fraksional.<ref>R. M. Barrer. ''Non-Stoichiometric Clathrate of Water''. ''Proceedings of the Royal Society of London''. 1957. Vol. 243 (1233). hlm. 172–189. doi:10.1098/rspa.1957.0213.</ref> | |||
Xenon juga dapat membentuk senyawa [[fulerena endohedral]], di mana atom xenon terperangkap di dalam molekul [[fulerena]]. Atom xenon yang terperangkap dalam fulerena dapat diamati dengan spektroskopi [[resonansi magnet inti]] (NMR) <sup>129</sup>Xe. Melalui [[pergeseran kimia]] yang sensitif dari atom xenon ke lingkungannya, reaksi kimia pada molekul fulerena dapat dianalisis. Pengamatan ini bukan tanpa peringatan, karena atom xenon memiliki pengaruh elektronik pada reaktivitas fulerena.<ref>Michael Frunzi. [https://figshare.com/articles/journal_contribution/2977702 Effect of Xenon on Fullerene Reactions]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2007. Vol. 129 (43). hlm. 13343–6. doi:10.1021/ja075568n.</ref> | |||
Xenon juga dapat membentuk senyawa [[fulerena endohedral]], di mana atom xenon terperangkap di dalam molekul [[fulerena]]. Atom xenon yang terperangkap dalam fulerena dapat diamati dengan spektroskopi [[resonansi magnet inti]] (NMR) <sup>129</sup>Xe. Melalui [[pergeseran kimia]] yang sensitif dari atom xenon ke lingkungannya, reaksi kimia pada molekul fulerena dapat dianalisis. Pengamatan ini bukan tanpa peringatan, karena atom xenon memiliki pengaruh elektronik pada reaktivitas fulerena. | |||
Ketika atom xenon berada dalam [[Keadaan stasioner|keadaan energi dasar]], mereka akan saling tolak menolak dan tidak akan membentuk sebuah ikatan. Namun, ketika atom xenon menjadi terenergi, mereka dapat membentuk sebuah [[eksimer]] (dimer tereksitasi) hingga elektronnya kembali ke [[keadaan dasar]]. Entitas ini terbentuk karena atom xenon cenderung melengkapi [[kelopak elektron|kulit elektronik]] terluar dengan menambahkan elektron dari atom xenon tetangganya. Umur tipikal dari eksimer xenon adalah 1–5 nanodetik, dan peluruhannya akan melepaskan [[foton]] dengan [[panjang gelombang]] sekitar 150 dan 173 [[Nanometer|nm]]. Xenon juga dapat membentuk eksimer dengan unsur lain, seperti [[halogen]] [[bromin]], [[klorin]], dan [[fluorin]]. | Ketika atom xenon berada dalam [[Keadaan stasioner|keadaan energi dasar]], mereka akan saling tolak menolak dan tidak akan membentuk sebuah ikatan. Namun, ketika atom xenon menjadi terenergi, mereka dapat membentuk sebuah [[eksimer]] (dimer tereksitasi) hingga elektronnya kembali ke [[keadaan dasar]]. Entitas ini terbentuk karena atom xenon cenderung melengkapi [[kelopak elektron|kulit elektronik]] terluar dengan menambahkan elektron dari atom xenon tetangganya. Umur tipikal dari eksimer xenon adalah 1–5 nanodetik, dan peluruhannya akan melepaskan [[foton]] dengan [[panjang gelombang]] sekitar 150 dan 173 [[Nanometer|nm]].<ref>William Thomas Silfvast. [https://books.google.com/books?id=x3VB2iwSaxsC&pg=RA1-PA152 Laser Fundamentals]. Cambridge University Press. 2004. ISBN 0-521-83345-0.</ref><ref>John G. Webster. [https://books.google.com/books?id=b7UuZzf9ivIC&pg=PT2427 The Measurement, Instrumentation, and Sensors Handbook]. Springer. 1998. ISBN 3-540-64830-5.</ref> Xenon juga dapat membentuk eksimer dengan unsur lain, seperti [[halogen]] [[bromin]], [[klorin]], dan [[fluorin]].<ref>Charles McGhee. [https://books.google.com/books?id=pg0bUc_GcVoC&pg=PA4 Excimer Lasers in Ophthalmology]. Informa Health Care. 1997. ISBN 1-85317-253-7.</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Meskipun xenon dapat terbilang langka dan relatif mahal untuk diekstraksi dari [[atmosfer Bumi]], xenon memiliki sejumlah aplikasi. | Meskipun xenon dapat terbilang langka dan relatif mahal untuk diekstraksi dari [[atmosfer Bumi]], xenon memiliki sejumlah aplikasi. | ||
===Penerangan dan optik=== | ===Penerangan dan optik=== | ||
====Lampu lucutan==== | ====Lampu lucutan==== | ||
Xenon digunakan dalam perangkat pemancar cahaya yang disebut lampu blitz xenon, digunakan dalam [[blitz|blitz fotografis]] dan lampu stroboskopis; untuk mengeksitasi [[media laser aktif|media aktif]] dalam [[laser]] yang kemudian menghasilkan [[Koherensi (fisika)|cahaya koheren]]; dan, kadang-kadang, dalam lampu [[bakterisida]]l. Laser benda padat pertama, ditemukan pada tahun 1960, dipompa menggunakan lampu blitz xenon, dan laser yang digunakan untuk menyalakan [[fusi kurungan inersia]] juga dipompa menggunakan lampu blitz xenon. | Xenon digunakan dalam perangkat pemancar cahaya yang disebut lampu blitz xenon, digunakan dalam [[blitz|blitz fotografis]] dan lampu stroboskopis;<ref>James Burke. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/twintracks00jame/page/33 33]. ISBN 0-7432-2619-4.</ref> untuk mengeksitasi [[media laser aktif|media aktif]] dalam [[laser]] yang kemudian menghasilkan [[Koherensi (fisika)|cahaya koheren]];<ref>Staff. [http://www.praxair.com/praxair.nsf/1928438066cae92d85256a63004b880d/32f3a328e11bb600052565660052c139?OpenDocument Xenon Applications]. Praxair Technology. 2007.</ref> dan, kadang-kadang, dalam lampu [[bakterisida]]l.<ref>E. Baltás. ''A xenon-iodine electric discharge bactericidal lamp''. ''Technical Physics Letters''. 2003. Vol. 29 (10). hlm. 871–872. doi:10.1134/1.1623874.</ref> Laser benda padat pertama, ditemukan pada tahun 1960, dipompa menggunakan lampu blitz xenon,<ref>E. Toyserkani. [https://books.google.com/books?id=zfvbyCHzVqMC&pg=PA48 Laser Cladding]. CRC Press. 2004. hlm. 48. ISBN 0-8493-2172-7.</ref> dan laser yang digunakan untuk menyalakan [[fusi kurungan inersia]] juga dipompa menggunakan lampu blitz xenon.<ref>M. D. Skeldon. [http://www.lle.rochester.edu/pub/review/v71/6_thermal.pdf Thermal distortions in laser-diode- and flash-lamp-pumped Nd:YLF laser rods]. ''LLE Review''. 1997. Vol. 71. hlm. 137–144.</ref> | ||
[[Lampu busur xenon]] bertekanan tinggi, dengan busur pendek, dan kontinu memiliki [[suhu warna]] yang mendekati sinar matahari tengah hari dan digunakan dalam [[simulator surya]]. Artinya, [[kromatisitas]] lampu ini mendekati radiator [[benda hitam]] yang dipanaskan pada suhu Matahari. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1940-an, lampu ini menggantikan [[Lampu busur#Lampu busur karbon|lampu busur karbon]] berumur pendek pada proyektor film. Mereka juga digunakan dalam sistem [[proyektor film|proyeksi film]] [[Film 35 mm|35mm]], [[IMAX]], dan [[proyektor video|digital]]. Mereka adalah sumber radiasi [[ultraungu]] panjang gelombang pendek yang sangat baik dan memiliki emisi intens dalam [[inframerah]] dekat yang digunakan dalam beberapa sistem [[penglihatan malam]]. Xenon digunakan sebagai gas starter pada [[lampu halida logam]] untuk [[Lampu depan#Lucutan intensitas tinggi (HID)|lampu depan HID otomotif]], dan [[Cahaya taktis|senter "taktis"]] kelas atas. | [[Lampu busur xenon]] bertekanan tinggi, dengan busur pendek, dan kontinu memiliki [[suhu warna]] yang mendekati sinar matahari tengah hari dan digunakan dalam [[simulator surya]]. Artinya, [[kromatisitas]] lampu ini mendekati radiator [[benda hitam]] yang dipanaskan pada suhu Matahari. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1940-an, lampu ini menggantikan [[Lampu busur#Lampu busur karbon|lampu busur karbon]] berumur pendek pada proyektor film.<ref>David Mellor. [https://archive.org/details/soundpersonsguid0000mell Sound Person's Guide to Video]. Focal Press. 2000. hlm. [https://archive.org/details/soundpersonsguid0000mell/page/186 186]. ISBN 0-240-51595-1.</ref> Mereka juga digunakan dalam sistem [[proyektor film|proyeksi film]] [[Film 35 mm|35mm]], [[IMAX]], dan [[proyektor video|digital]]. Mereka adalah sumber radiasi [[ultraungu]] panjang gelombang pendek yang sangat baik dan memiliki emisi intens dalam [[inframerah]] dekat yang digunakan dalam beberapa sistem [[penglihatan malam]]. Xenon digunakan sebagai gas starter pada [[lampu halida logam]] untuk [[Lampu depan#Lucutan intensitas tinggi (HID)|lampu depan HID otomotif]], dan [[Cahaya taktis|senter "taktis"]] kelas atas. | ||
Sel individual dalam [[tampilan plasma]] mengandung campuran xenon dan neon terionisasi dengan [[elektrode|elektroda]]. Interaksi plasma ini dengan elektrode akan menghasilkan [[foton]] ultraungu, yang kemudian mengeksitasi lapisan [[fosfor]] di bagian depan layar. | Sel individual dalam [[tampilan plasma]] mengandung campuran xenon dan neon terionisasi dengan [[elektrode|elektroda]]. Interaksi plasma ini dengan elektrode akan menghasilkan [[foton]] ultraungu, yang kemudian mengeksitasi lapisan [[fosfor]] di bagian depan layar.<ref>Anonymous. [http://www.plasmatvscience.org/theinnerworkings.html The plasma behind the plasma TV screen]. Plasma TV Science.</ref><ref>Rick Marin. [https://www.nytimes.com/2001/03/25/style/plasma-tv-that-new-object-of-desire.html?sec=&spon= Plasma TV: That New Object Of Desire]. ''The New York Times''. 21 Maret 2001.</ref> | ||
Xenon digunakan sebagai "gas starter" pada [[lampu uap natrium|lampu natrium bertekanan tinggi]]. Ia memiliki [[konduktivitas termal]] terendah dan [[energi ionisasi|potensial ionisasi]] terendah dari semua gas mulia nonradioaktif. Sebagai gas mulia, ia tidak akan mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada lampu tersebut saat beroperasi. Konduktivitas termal yang rendah akan meminimalkan kerugian termal pada lampu tersebut saat dalam keadaan beroperasi, dan potensial ionisasi yang rendah akan menyebabkan [[tegangan rusak]] gas menjadi relatif rendah dalam keadaan dingin, yang memungkinkan lampu tersebut lebih mudah dinyalakan. | Xenon digunakan sebagai "gas starter" pada [[lampu uap natrium|lampu natrium bertekanan tinggi]]. Ia memiliki [[konduktivitas termal]] terendah dan [[energi ionisasi|potensial ionisasi]] terendah dari semua gas mulia nonradioaktif. Sebagai gas mulia, ia tidak akan mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada lampu tersebut saat beroperasi. Konduktivitas termal yang rendah akan meminimalkan kerugian termal pada lampu tersebut saat dalam keadaan beroperasi, dan potensial ionisasi yang rendah akan menyebabkan [[tegangan rusak]] gas menjadi relatif rendah dalam keadaan dingin, yang memungkinkan lampu tersebut lebih mudah dinyalakan.<ref>John Waymouth. [https://archive.org/details/electricdischarg00waym Electric Discharge Lamps]. MIT Press. 1971. ISBN 0-262-23048-8.</ref> | ||
====Laser==== | ====Laser==== | ||
Pada tahun 1962, sekelompok peneliti di [[Bell Labs|Laboratorium Bell]] menemukan aksi laser pada xenon, dan kemudian menemukan bahwa penguatan laser dapat ditingkatkan dengan menambahkan [[helium]] ke media pelaseran. [[Laser eksimer]] pertama menggunakan [[dimer]] xenon (Xe<sub>2</sub>) yang diberi energi oleh seberkas elektron untuk menghasilkan [[emisi terstimulasi]] pada panjang gelombang [[ultraungu]] 176 [[Nanometer|nm]]. | Pada tahun 1962, sekelompok peneliti di [[Bell Labs|Laboratorium Bell]] menemukan aksi laser pada xenon,<ref>C. K. N. Patel. [https://archive.org/details/sim_physical-review-letters_1962-08-01_9_3/page/n21 Infrared spectroscopy using stimulated emission techniques]. ''Physical Review Letters''. 1 Agustus 1962. Vol. 9 (3). hlm. 102–104. doi:10.1103/PhysRevLett.9.102.</ref> dan kemudian menemukan bahwa penguatan laser dapat ditingkatkan dengan menambahkan [[helium]] ke media pelaseran.<ref>C. K. N. Patel. ''High gain gaseous (Xe-He) optical masers''. ''Applied Physics Letters''. 1 Desember 1962. Vol. 1 (4). hlm. 84–85. doi:10.1063/1.1753707.</ref><ref>W. R. Bennett, Jr. ''Gaseous optical masers''. ''Applied Optics''. 1962. Vol. 1 (S1). hlm. 24–61. doi:10.1364/AO.1.000024.</ref> [[Laser eksimer]] pertama menggunakan [[dimer]] xenon (Xe<sub>2</sub>) yang diberi energi oleh seberkas elektron untuk menghasilkan [[emisi terstimulasi]] pada panjang gelombang [[ultraungu]] 176 [[Nanometer|nm]].<ref>N. G. Basov. ''Stimulated Emission in the Vacuum Ultraviolet Region''. ''Soviet Journal of Quantum Electronics''. 1971. Vol. 1 (1). hlm. 18–22. doi:10.1070/QE1971v001n01ABEH003011.</ref> | ||
Xenon klorida dan xenon fluorida juga telah digunakan dalam laser eksimer (atau, lebih tepatnya, eksipleks). | Xenon klorida dan xenon fluorida juga telah digunakan dalam laser eksimer (atau, lebih tepatnya, eksipleks).<ref>[http://www.safetyoffice.uwaterloo.ca/hse/laser/documents/laser_types.html Laser Output]. University of Waterloo.</ref> | ||
===Medis=== | ===Medis=== | ||
====Anestesi==== | ====Anestesi==== | ||
Xenon telah digunakan sebagai [[anestesi umum]], tetapi harganya lebih mahal daripada anestesi konvensional. | Xenon telah digunakan sebagai [[anestesi umum]], tetapi harganya lebih mahal daripada anestesi konvensional.<ref>A. E. Neice. ''Xenon anaesthesia for all, or only a select few?''. ''Anaesthesia''. 2016. Vol. 71 (11). hlm. 1259–1272. doi:10.1111/anae.13569.</ref> | ||
Xenon berinteraksi dengan banyak reseptor dan saluran ion yang berbeda, dan seperti banyak anestesi inhalasi multimodal secara teoretis lainnya, interaksi ini kemungkinan saling melengkapi. Xenon adalah [[antagonis reseptor NMDA]] situs glisin berafinitas tinggi. Namun, xenon berbeda dari antagonis reseptor NMDA tertentu lainnya karena ia tidak bersifat [[neurotoksisitas|neurotoksik]] serta akan menghambat neurotoksisitas [[ketamina]] dan [[dinitrogen monoksida]] (N<sub>2</sub>O), dan justru menghasilkan [[neuroproteksi|efek neuroprotektif]]. Tidak seperti ketamina dan dinitrogen monoksida, xenon tidak akan merangsang penghabisan dopamin di ''[[:en:Nucleus accumbens|nucleus accumbens]]''. | Xenon berinteraksi dengan banyak reseptor dan saluran ion yang berbeda, dan seperti banyak anestesi inhalasi multimodal secara teoretis lainnya, interaksi ini kemungkinan saling melengkapi. Xenon adalah [[antagonis reseptor NMDA]] situs glisin berafinitas tinggi.<ref>P. Banks. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2010-03_112_3/page/614 Competitive inhibition at the glycine site of the N-methyl-D-aspartate receptor mediates xenon neuroprotection against hypoxia-ischemia]. ''Anesthesiology''. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 614–22. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cea398.</ref> Namun, xenon berbeda dari antagonis reseptor NMDA tertentu lainnya karena ia tidak bersifat [[neurotoksisitas|neurotoksik]] serta akan menghambat neurotoksisitas [[ketamina]] dan [[dinitrogen monoksida]] (N<sub>2</sub>O), dan justru menghasilkan [[neuroproteksi|efek neuroprotektif]].<ref>D. Ma. [https://archive.org/details/sim_british-journal-of-anaesthesia_2002-11_89_5/page/739 Neuroprotective and neurotoxic properties of the 'inert' gas, xenon]. ''British Journal of Anaesthesia''. 2002. Vol. 89 (5). hlm. 739–46. doi:10.1093/bja/89.5.739.</ref><ref>A. Nagata. [https://archive.org/details/sim_anesthesia-and-analgesia_2001-02_92_2/page/n83 Xenon inhibits but N 2 O enhances ketamine-induced c-Fos expression in the rat posterior cingulate and retrosplenial cortices]. ''Anesthesia & Analgesia''. 2001. Vol. 92 (2). hlm. 362–8. doi:10.1213/00000539-200102000-00016.</ref> Tidak seperti ketamina dan dinitrogen monoksida, xenon tidak akan merangsang penghabisan dopamin di ''[[:en:Nucleus accumbens|nucleus accumbens]]''.<ref>S. Sakamoto. [https://archive.org/details/sim_anesthesia-and-analgesia_2006-12_103_6/page/n156 The differential effects of nitrous oxide and xenon on extracellular dopamine levels in the rat nucleus accumbens: a microdialysis study]. ''Anesthesia & Analgesia''. 2006. Vol. 103 (6). hlm. 1459–63. doi:10.1213/01.ane.0000247792.03959.f1.</ref> | ||
Seperti dinitrogen monoksida dan [[siklopropana]], xenon dapat mengaktifkan saluran kalium domain berpori dua [[KCNK2|TREK-1]]. Saluran terkait [[KCNK9|TASK-3]] juga terlibat dalam tindakan anestesi inhalasi tidak sensitif terhadap xenon. Xenon akan menghambat reseptor asetilkolina nikotinik [[Reseptor nikotinik alfa-4 beta-2|α4β2]] yang berkontribusi pada analgesia yang dimediasi secara spinal. Xenon adalah sebuah penghambat [[Membran plasma Ca2+ ATPase|membran plasma ATPase Ca<sup>2+</sup>]] yang efektif. Xenon akan menghambat ATPase Ca<sup>2+</sup> dengan mengikat pori hidrofobik di dalam enzim tersebut dan mencegah enzim itu mengambil konformasi aktif. | Seperti dinitrogen monoksida dan [[siklopropana]], xenon dapat mengaktifkan saluran kalium domain berpori dua [[KCNK2|TREK-1]]. Saluran terkait [[KCNK9|TASK-3]] juga terlibat dalam tindakan anestesi inhalasi tidak sensitif terhadap xenon.<ref>M. Gruss. ''Two-pore-domain K + channels are a novel target for the anesthetic gases xenon, nitrous oxide, and cyclopropane''. ''Molecular Pharmacology''. 2004. Vol. 65 (2). hlm. 443–52. doi:10.1124/mol.65.2.443.</ref> Xenon akan menghambat reseptor asetilkolina nikotinik [[Reseptor nikotinik alfa-4 beta-2|α4β2]] yang berkontribusi pada analgesia yang dimediasi secara spinal.<ref>T. Yamakura. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2000-10_93_4/page/n246 Effects of gaseous anesthetics nitrous oxide and xenon on ligand-gated ion channels. Comparison with isoflurane and ethanol]. ''Anesthesiology''. 2000. Vol. 93 (4). hlm. 1095–101. doi:10.1097/00000542-200010000-00034.</ref><ref>M. H. Rashid. [https://archive.org/details/sim_pain_2006-11_125_1-2/page/125 Tonic inhibitory role of α4β2 subtype of nicotinic acetylcholine receptors on nociceptive transmission in the spinal cord in mice]. ''Pain''. 2006. Vol. 125 (1–2). hlm. 125–35. doi:10.1016/j.pain.2006.05.011.</ref> Xenon adalah sebuah penghambat [[Membran plasma Ca2+ ATPase|membran plasma ATPase Ca<sup>2+</sup>]] yang efektif. Xenon akan menghambat ATPase Ca<sup>2+</sup> dengan mengikat pori hidrofobik di dalam enzim tersebut dan mencegah enzim itu mengambil konformasi aktif.<ref>Maria M. Lopez. [https://archive.org/details/sim_journal-of-biological-chemistry_1995-11-24_270_47/page/28238 How Do Volatile Anesthetics Inhibit Ca 2+ -ATPases?]. ''The Journal of Biological Chemistry''. 1995. Vol. 270 (47). hlm. 28239–28245. doi:10.1074/jbc.270.47.28239.</ref> | ||
Xenon adalah penghambat kompetitif dari reseptor [[serotonin]] [[reseptor 5-HT3|5-HT<sub>3</sub>]]. Meskipun bukan merupakan anestesi ataupun antinosiseptif, ini dapat mengurangi mual dan muntah yang muncul akibat anestesi. | Xenon adalah penghambat kompetitif dari reseptor [[serotonin]] [[reseptor 5-HT3|5-HT<sub>3</sub>]]. Meskipun bukan merupakan anestesi ataupun antinosiseptif, ini dapat mengurangi mual dan muntah yang muncul akibat anestesi.<ref>T. Suzuki. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2002-03_96_3/page/n220 The diverse actions of volatile and gaseous anesthetics on human-cloned 5-hydroxytryptamine 3 receptors expressed in ''Xenopus'' oocytes]. ''Anesthesiology''. 2002. Vol. 96 (3). hlm. 699–704. doi:10.1097/00000542-200203000-00028.</ref> | ||
Xenon memiliki [[konsentrasi alveolar minimum]] (MAC) sebesar 72% pada usia 40 tahun, menjadikannya 44% lebih kuat daripada N<sub>2</sub>O sebagai anestesi. Dengan demikian, ia dapat digunakan dengan oksigen dalam konsentrasi yang memiliki risiko [[hipoksia]] lebih rendah. Tidak seperti dinitrogen monoksida, xenon bukanlah sebuah [[gas rumah kaca]] dan dianggap [[ramah lingkungan]]. Meskipun didaur ulang dalam sistem modern, xenon yang dibuang ke atmosfer hanya kembali ke sumber aslinya, tanpa menghasilkan dampak lingkungan. | Xenon memiliki [[konsentrasi alveolar minimum]] (MAC) sebesar 72% pada usia 40 tahun, menjadikannya 44% lebih kuat daripada N<sub>2</sub>O sebagai anestesi.<ref>R.W.D. Nickalls. [https://archive.org/details/sim_british-journal-of-anaesthesia_2003-08_91_2/page/170 Age-related iso-MAC charts for isoflurane, sevoflurane and desflurane in man]. ''British Journal of Anaesthesia''. August 2003. Vol. 91 (2). hlm. 170–174. doi:10.1093/bja/aeg132.</ref> Dengan demikian, ia dapat digunakan dengan oksigen dalam konsentrasi yang memiliki risiko [[hipoksia]] lebih rendah. Tidak seperti dinitrogen monoksida, xenon bukanlah sebuah [[gas rumah kaca]] dan dianggap [[ramah lingkungan]].<ref>T. Goto. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2003-01_98_1/page/1 Will xenon be a stranger or a friend?: the cost, benefit, and future of xenon anesthesia]. ''Anesthesiology''. 2003. Vol. 98 (1). hlm. 1–2. doi:10.1097/00000542-200301000-00002.</ref> Meskipun didaur ulang dalam sistem modern, xenon yang dibuang ke atmosfer hanya kembali ke sumber aslinya, tanpa menghasilkan dampak lingkungan. | ||
====Neuroprotektan==== | ====Neuroprotektan==== | ||
Xenon dapat menginduksi [[kardioproteksi|perlindungan jantung]] dan [[neuroproteksi|saraf]] yang kuat melalui berbagai mekanisme. Melalui pengaruhnya terhadap antagonisme Ca<sup>2+</sup>, K<sup>+</sup>, [[Saluran kalium sensitif ATP|KATP]]\HIF, dan NMDA, xenon bersifat neuroprotektif bila diberikan sebelum, selama, dan setelah serangan [[iskemia|iskemis]]. Xenon adalah antagonis afinitas tinggi pada situs glisin reseptor NMDA. Xenon bersifat kardioprotektif dalam kondisi iskemia-reperfusi dengan menginduksi prakondisi [[farmakologi]]s noniskemik. Xenon bersifat kardioprotektif dengan mengaktifkan PKC-epsilon dan p38-MAPK hilir. Xenon akan meniru prakondisi iskemis saraf dengan mengaktifkan saluran kalium sensitif ATP. Xenon secara alosterik mengurangi penghambatan aktivasi saluran yang dimediasi ATP secara independen dari subunit reseptor1 sulfonilurea, meningkatkan waktu dan frekuensi saluran terbuka KATP. | Xenon dapat menginduksi [[kardioproteksi|perlindungan jantung]] dan [[neuroproteksi|saraf]] yang kuat melalui berbagai mekanisme. Melalui pengaruhnya terhadap antagonisme Ca<sup>2+</sup>, K<sup>+</sup>, [[Saluran kalium sensitif ATP|KATP]]\HIF, dan NMDA, xenon bersifat neuroprotektif bila diberikan sebelum, selama, dan setelah serangan [[iskemia|iskemis]].<ref>Michael Schmidt. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2005-05_102_5/page/929 Xenon Attenuates Cerebral Damage after Ischemia in Pigs]. ''Anesthesiology''. May 2005. Vol. 102 (5). hlm. 929–936. doi:10.1097/00000542-200505000-00011.</ref><ref>J. Dingley. [http://www.reanimatology.com/rmt/article/view/1340 Xenon Provides Short-Term Neuroprotection in Neonatal Rats When Administered After Hypoxia-Ischemia]. ''Stroke''. 2006. Vol. 37 (2). hlm. 501–6. doi:10.1161/01.STR.0000198867.31134.ac.</ref> Xenon adalah antagonis afinitas tinggi pada situs glisin reseptor NMDA.<ref>P. Banks. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2010-03_112_3/page/614 Competitive inhibition at the glycine site of the N-methyl-D-aspartate receptor mediates xenon neuroprotection against hypoxia-ischemia]. ''Anesthesiology''. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 614–22. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cea398.</ref> Xenon bersifat kardioprotektif dalam kondisi iskemia-reperfusi dengan menginduksi prakondisi [[farmakologi]]s noniskemik. Xenon bersifat kardioprotektif dengan mengaktifkan PKC-epsilon dan p38-MAPK hilir.<ref>N. C. Weber. ''The noble gas xenon induces pharmacological preconditioning in the rat heart in vivo via induction of PKC-epsilon and p38 MAPK''. ''Br J Pharmacol''. 2005. Vol. 144 (1). hlm. 123–32. doi:10.1038/sj.bjp.0706063.</ref> Xenon akan meniru prakondisi iskemis saraf dengan mengaktifkan saluran kalium sensitif ATP.<ref>C. Bantel. ''Neuronal preconditioning by inhalational anesthetics: evidence for the role of plasmalemmal adenosine triphosphate-sensitive potassium channels''. ''Anesthesiology''. 2009. Vol. 110 (5). hlm. 986–95. doi:10.1097/ALN.0b013e31819dadc7.</ref> Xenon secara alosterik mengurangi penghambatan aktivasi saluran yang dimediasi ATP secara independen dari subunit reseptor1 sulfonilurea, meningkatkan waktu dan frekuensi saluran terbuka KATP.<ref>C. Bantel. [https://archive.org/details/sim_anesthesiology_2010-03_112_3/page/622 Noble gas xenon is a novel adenosine triphosphate-sensitive potassium channel opener]. ''Anesthesiology''. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 623–30. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cf894a.</ref> | ||
====Doping olahraga==== | ====Doping olahraga==== | ||
Menghirup campuran xenon/oksigen dapat mengaktifkan produksi [[faktor transkripsi]] [[HIF1A|HIF-1-alfa]], yang dapat menyebabkan peningkatan produksi [[eritropoietin]]. Hormon terakhir diketahui dapat meningkatkan produksi [[sel darah merah]] dan kinerja atletik. Kabarnya, doping dengan inhalasi xenon telah digunakan di Rusia sejak 2004 dan mungkin sebelumnya. Pada 31 Agustus 2014, [[Badan Antidoping Dunia|Badan Anti Doping Dunia]] (WADA) menambahkan xenon (dan [[argon]]) ke dalam daftar zat dan metode terlarang, meskipun belum ada uji doping yang andal untuk gas ini yang telah dikembangkan. Selain itu, efek xenon pada produksi eritropoietin pada manusia sejauh ini belum terbukti. | Menghirup campuran xenon/oksigen dapat mengaktifkan produksi [[faktor transkripsi]] [[HIF1A|HIF-1-alfa]], yang dapat menyebabkan peningkatan produksi [[eritropoietin]]. Hormon terakhir diketahui dapat meningkatkan produksi [[sel darah merah]] dan kinerja atletik. Kabarnya, doping dengan inhalasi xenon telah digunakan di Rusia sejak 2004 dan mungkin sebelumnya.<ref>[https://www.economist.com/news/science-and-technology/21595890-obscure-gas-improves-athletes-performance-breathe-it Breathe it in]. ''The Economist''. 8 Februari 2014.</ref> Pada 31 Agustus 2014, [[Badan Antidoping Dunia|Badan Anti Doping Dunia]] (WADA) menambahkan xenon (dan [[argon]]) ke dalam daftar zat dan metode terlarang, meskipun belum ada uji doping yang andal untuk gas ini yang telah dikembangkan.<ref>[https://www.wada-ama.org/en/media/2014-05/wada-amends-section-s21-of-2014-prohibited-list#.VARJ3WNqOIl WADA amends Section S.2.1 of 2014 Prohibited List]. 31 Agustus 2014.</ref> Selain itu, efek xenon pada produksi eritropoietin pada manusia sejauh ini belum terbukti.<ref>W. Jelkmann. ''Xenon Misuse in Sports''. ''Deutsche Zeitschrift für Sportmedizin''. Deutsche Zeitschrift für Sportmedizin/German Journal of Sports Medicine. 2014. Vol. 2014 (10). hlm. 267–271. doi:10.5960/dzsm.2014.143.</ref> | ||
====Pencitraan==== | ====Pencitraan==== | ||
Emisi [[Sinar gama|gama]] dari [[radionuklida|radioisotop]] <sup>133</sup>Xe dapat digunakan untuk mencitrakan jantung, paru-paru, dan otak, misalnya, dengan menggunakan [[tomografi terkomputasi emisi foton tunggal]]. <sup>133</sup>Xe juga telah digunakan untuk mengukur [[Hemodinamika|aliran darah]]. | Emisi [[Sinar gama|gama]] dari [[radionuklida|radioisotop]] <sup>133</sup>Xe dapat digunakan untuk mencitrakan jantung, paru-paru, dan otak, misalnya, dengan menggunakan [[tomografi terkomputasi emisi foton tunggal]]. <sup>133</sup>Xe juga telah digunakan untuk mengukur [[Hemodinamika|aliran darah]].<ref>Ernst Van Der Wall. [https://books.google.com/books?id=PypZMUhqnK8C&pg=PA41 What's New in Cardiac Imaging?: SPECT, PET, and MRI]. Springer. 1992. ISBN 0-7923-1615-0.</ref><ref>John Frank. [http://student.bmj.com/issues/04/01/education/8.php Introduction to imaging: The chest]. ''Student BMJ''. 1999. Vol. 12. hlm. 1–44.</ref><ref>Puneet K. Chandak. [http://brighamrad.harvard.edu/education/online/BrainSPECT/Theory/Xenon133.html Brain SPECT: Xenon-133]. Brigham RAD. 20 Juli 1995.</ref> | ||
Xenon, khususnya <sup>129</sup>Xe yang terhiperpolarisasi, adalah agen kontras yang berguna untuk [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI). Pada fase gas, ia dapat mencitrakan rongga dalam sampel berpori, alveoli di paru-paru, atau aliran gas di dalam paru-paru. Karena xenon [[kelarutan|dapat larut]] baik dalam air maupun dalam pelarut hidrofobik, xenon dapat mencitrakan berbagai jaringan lunak yang hidup. | Xenon, khususnya <sup>129</sup>Xe yang terhiperpolarisasi, adalah agen kontras yang berguna untuk [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI). Pada fase gas, ia dapat mencitrakan rongga dalam sampel berpori, alveoli di paru-paru, atau aliran gas di dalam paru-paru.<ref>M. S. Albert. ''Development of hyperpolarized noble gas MRI''. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A''. 1998. Vol. 402 (2–3). hlm. 441–53. doi:10.1016/S0168-9002(97)00888-7.</ref><ref>Robert Irion. [http://sciencenow.sciencemag.org/cgi/content/full/1999/323/3 Head Full of Xenon?]. March 23, 1999.</ref> Karena xenon [[kelarutan|dapat larut]] baik dalam air maupun dalam pelarut hidrofobik, xenon dapat mencitrakan berbagai jaringan lunak yang hidup.<ref>Wolber, J. ''Intravascular delivery of hyperpolarized 129Xenon for in vivo MRI''. ''Applied Magnetic Resonance''. 1998. Vol. 15 (3–4). hlm. 343–352. doi:10.1007/BF03162020.</ref><ref>Driehuys, B. [https://archive.org/details/sim_radiology_2009-08_252_2/page/386 Pulmonary perfusion and xenon gas exchange in rats: MR imaging with intravenous injection of hyperpolarized 129Xe]. ''Radiology''. 2009. Vol. 252 (2). hlm. 386–93. doi:10.1148/radiol.2522081550.</ref><ref>Cleveland, Z.I. ''Continuously infusing hyperpolarized 129Xe into flowing aqueous solutions using hydrophobic gas exchange membranes''. ''The Journal of Physical Chemistry''. 2009. Vol. 113 (37). hlm. 12489–99. doi:10.1021/jp9049582.</ref> | ||
Xenon-129 saat ini digunakan sebagai agen visualisasi dalam pemindaian MRI. Ketika seorang pasien menghirup xenon-129 yang terhiperpolarisasi, ventilasi dan pertukaran gas di paru-paru dapat dicitrakan dan diukur. Tidak seperti xenon-133, xenon-129 tidak mengion dan aman untuk dihirup tanpa adanya efek samping. | Xenon-129 saat ini digunakan sebagai agen visualisasi dalam pemindaian MRI. Ketika seorang pasien menghirup xenon-129 yang terhiperpolarisasi, ventilasi dan pertukaran gas di paru-paru dapat dicitrakan dan diukur. Tidak seperti xenon-133, xenon-129 tidak mengion dan aman untuk dihirup tanpa adanya efek samping.<ref>Helen Marshall. ''In vivo methods and applications of xenon-129 magnetic resonance''. ''Progress in Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy''. 1 Februari 2021. Vol. 122. hlm. 42–62. doi:10.1016/j.pnmrs.2020.11.002.</ref> | ||
====Pembedahan==== | ====Pembedahan==== | ||
[[Laser eksimer]] xenon klorida memiliki kegunaan dermatologis tertentu. | [[Laser eksimer]] xenon klorida memiliki kegunaan dermatologis tertentu.<ref>E. Baltás. ''Treatment of atopic dermatitis with the xenon chloride excimer laser''. ''Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology''. 2006. Vol. 20 (6). hlm. 657–60. doi:10.1111/j.1468-3083.2006.01495.x.</ref> | ||
===Spektroskopi NMR=== | ===Spektroskopi NMR=== | ||
Karena kulit elektron terluar atom xenon yang besar dan fleksibel, spektrum [[resonansi magnet inti|NMR]] berubah sebagai respons terhadap kondisi sekitar dan dapat digunakan untuk memantau keadaan kimiawi di sekitarnya. Misalnya, xenon yang larut dalam air, xenon yang larut dalam pelarut hidrofobik, dan xenon yang berasosiasi dengan protein tertentu dapat dibedakan melalui NMR. | Karena kulit elektron terluar atom xenon yang besar dan fleksibel, spektrum [[resonansi magnet inti|NMR]] berubah sebagai respons terhadap kondisi sekitar dan dapat digunakan untuk memantau keadaan kimiawi di sekitarnya. Misalnya, xenon yang larut dalam air, xenon yang larut dalam pelarut hidrofobik, dan xenon yang berasosiasi dengan protein tertentu dapat dibedakan melalui NMR.<ref>Luhmer, M. [https://archive.org/details/sim_magnetic-resonance-in-chemistry_1989-10_27_10/page/n47 Interpretation of the solvent effect on the screening constant of Xe-129]. ''Magnetic Resonance in Chemistry''. 1989. Vol. 27 (10). hlm. 950–952. doi:10.1002/mrc.1260271009.</ref><ref>Rubin, Seth M. ''Evidence of nonspecific surface interactions between laser-polarized xenon and myoglobin in solution''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences USA''. August 15, 2000. Vol. 97 (17). hlm. 9472–5. doi:10.1073/pnas.170278897.</ref> | ||
Xenon terhiperpolarisasi dapat digunakan oleh [[ilmu permukaan|kimiawan permukaan]]. Biasanya, sulit untuk mengarakterisasi permukaan dengan NMR karena sinyal dari permukaan diliputi oleh sinyal dari inti atom dalam sebagian besar sampel, yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada inti permukaan. Namun, spin inti pada permukaan padat dapat dipolarisasikan secara selektif dengan [[Polarisasi silang|mentransfer polarisasi spin ke mereka]] dari gas xenon yang terhiperpolarisasi. Ini akan membuat sinyal permukaan cukup kuat untuk diukur dan dibedakan dari sinyal massal. | Xenon terhiperpolarisasi dapat digunakan oleh [[ilmu permukaan|kimiawan permukaan]]. Biasanya, sulit untuk mengarakterisasi permukaan dengan NMR karena sinyal dari permukaan diliputi oleh sinyal dari inti atom dalam sebagian besar sampel, yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada inti permukaan. Namun, spin inti pada permukaan padat dapat dipolarisasikan secara selektif dengan [[Polarisasi silang|mentransfer polarisasi spin ke mereka]] dari gas xenon yang terhiperpolarisasi. Ini akan membuat sinyal permukaan cukup kuat untuk diukur dan dibedakan dari sinyal massal.<ref>Raftery, Daniel. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1997-09-17_119_37/page/8746 Optical Pumping and Magic Angle Spinning: Sensitivity and Resolution Enhancement for Surface NMR Obtained with Laser-Polarized Xenon]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1997. Vol. 119 (37). hlm. 8746–8747. doi:10.1021/ja972035d.</ref><ref>Gaede, H. C. ''High-field cross polarization NMR from laser-polarized xenon to surface nuclei''. ''Applied Magnetic Resonance''. 1995. Vol. 8 (3–4). hlm. 373–384. doi:10.1007/BF03162652.</ref> | ||
===Lainnya=== | ===Lainnya=== | ||
Dalam studi [[fisika nuklir|energi nuklir]], xenon digunakan dalam [[bilik gelembung]], prob, dan di area lain di mana [[massa molekul relatif|berat molekul]] tinggi dan sifat lengai diinginkan. Produk sampingan dari pengujian [[senjata nuklir]] adalah pelepasan [[Isotop xenon#Daftar isotop|xenon-133 dan xenon-135]] yang radioaktif. Kedua isotop ini dipantau untuk memastikan kepatuhan terhadap [[Traktat Pelarangan Sebagian|traktat pelarangan uji coba]] nuklir, dan untuk mengonfirmasi uji coba nuklir oleh negara-negara seperti [[Korea Utara]]. | Dalam studi [[fisika nuklir|energi nuklir]], xenon digunakan dalam [[bilik gelembung]],<ref>Peter Louis Galison. [https://books.google.com/books?id=HnRDiDtO5yoC&pg=PA339 Image and Logic: A Material Culture of Microphysics]. University of Chicago Press. 1997. hlm. 339. ISBN 0-226-27917-0.</ref> prob, dan di area lain di mana [[massa molekul relatif|berat molekul]] tinggi dan sifat lengai diinginkan. Produk sampingan dari pengujian [[senjata nuklir]] adalah pelepasan [[Isotop xenon#Daftar isotop|xenon-133 dan xenon-135]] yang radioaktif. Kedua isotop ini dipantau untuk memastikan kepatuhan terhadap [[Traktat Pelarangan Sebagian|traktat pelarangan uji coba]] nuklir,<ref>Fontaine, J.-P. ''Atmospheric xenon radioactive isotope monitoring''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. 2004. Vol. 72 (1–2). hlm. 129–35. doi:10.1016/S0265-931X(03)00194-2.</ref> dan untuk mengonfirmasi uji coba nuklir oleh negara-negara seperti [[Korea Utara]].<ref>Garwin, Richard L. [http://www.armscontrol.org/act/2006_11/tech A Technical Analysis: Deconstructing North Korea's October 9 Nuclear Test]. ''Arms Control Today''. Arms Control Association. November 2006. Vol. 38 (9).</ref> | ||
Xenon cair digunakan dalam [[Kalorimeter (fisika partikel)|kalorimeter]]<ref>Gallucci, G. ''The MEG liquid xenon calorimeter''. ''Journal of Physics: Conference Series''. 2009. Vol. 160 (1). hlm. 012011. doi:10.1088/1742-6596/160/1/012011.</ref> untuk mengukur [[sinar gama]], dan sebagai pendeteksi [[WIMP|partikel masif berinteraksi lemah]] (WIMP) yang hipotetis. Ketika WIMP bertabrakan dengan nukleus xenon, teori memperkirakan bahwa ia akan memberikan energi yang cukup untuk menyebabkan ionisasi dan [[Skintilasi (fisika)|skintilasi]]. Xenon cair berguna untuk eksperimen ini karena kepadatannya membuat interaksi materi gelap lebih mungkin terjadi dan memungkinkan pendeteksi senyap melalui pelindung diri. | |||
Xenon | Xenon adalah [[bahan pendorong|propelan]] pilihan untuk [[pendorong ion|propulsi ion]] [[wahana antariksa]] karena ia memiliki [[energi ionisasi|potensial ionisasi]] per [[massa atom|berat atom]] yang rendah dan dapat disimpan sebagai cairan di dekat [[suhu kamar]] (di bawah tekanan tinggi), namun mudah diuapkan untuk memberi makan mesin. Xenon bersifat lengai, ramah lingkungan, dan kurang korosif terhadap [[pendorong ion|mesin ion]] dibandingkan bahan bakar lain seperti [[raksa]] atau [[sesium]]. Xenon pertama kali digunakan untuk mesin ion satelit pada tahun 1970-an.<ref>Kathleen Zona. [http://www.nasa.gov/centers/glenn/about/fs08grc.html Innovative Engines: Glenn Ion Propulsion Research Tames the Challenges of 21st century Space Travel]. NASA. 17 Maret 2006.</ref> Ia kemudian digunakan sebagai propelan untuk prob ''[[Deep Space 1]]'' JPL, wahana antariksa [[SMART-1]] Eropa,<ref>G. Saccoccia. [http://www.esa.int/SPECIALS/SMART-1/SEMLZ36LARE_0.html Ion engine gets SMART-1 to the Moon]. ESA. 31 Agustus 2006.</ref> dan untuk tiga mesin propulsi ion pada [[Dawn (wahana antariksa)|Wahana Antariksa ''Dawn'']] NASA.<ref>[http://www.jpl.nasa.gov/news/press_kits/dawn-launch.pdf Dawn Launch: Mission to Vesta and Ceres]. NASA.</ref> | ||
Secara kimia, senyawa [[perxenat]] digunakan sebagai [[oksidator|zat pengoksidasi]] dalam [[kimia analisis|kimia analitik]]. [[Xenon difluorida]] digunakan sebagai etsa untuk [[silikon]], khususnya dalam produksi [[MEMS|sistem mikroelektromekanis]] (MEMS).<ref>J. D. Brazzle. ''Modeling and Characterization of Sacrificial Polysilicon Etching Using Vapor-Phase Xenon Difluoride''. ''Proceedings 17th IEEE International Conference on Micro Electro Mechanical Systems (MEMS)''. IEEE. 28 Juli – 1 Agustus 1975. hlm. 737–740. ISBN 978-0-7803-8265-7.</ref> Obat antikanker [[Fluorourasil|5-fluorourasil]] dapat diproduksi dengan mereaksikan xenon difluorida dengan [[urasil]].<ref>Staff. [https://www.acs.org/content/acs/en/education/whatischemistry/landmarks/bartlettnoblegases.html Neil Bartlett and the Reactive Noble Gases]. American Chemical Society. 2007.</ref> Xenon juga digunakan dalam [[Kristalografi sinar-X|kristalografi protein]]. Diterapkan pada tekanan mulai dari 0,5 hingga 5 M[[Pascal (satuan)|Pa]] (5 hingga 50 [[Atmosfer (satuan)|atm]]) pada kristal protein, atom xenon akan mengikat dalam rongga yang didominasi [[hidrofobik]], sering kali menciptakan turunan atom berat berkualitas tinggi dan isomorf yang dapat digunakan untuk memecahkan [[masalah fase]].<ref>Staff. [http://www.srs.ac.uk/px/facilities/xenon_notes_1.html Protein Crystallography: Xenon and Krypton Derivatives for Phasing]. Daresbury Laboratory, PX. 21 Desember 2004.</ref><ref>Jan Drenth. ''Principles of Protein X-Ray Crystallography''. Springer. 2007. hlm. 123–171. doi:10.1007/0-387-33746-6_7. ISBN 978-0-387-33334-2.</ref> | |||
Secara kimia, senyawa [[perxenat]] digunakan sebagai [[oksidator|zat pengoksidasi]] dalam [[kimia analisis|kimia analitik]]. [[Xenon difluorida]] digunakan sebagai etsa untuk [[silikon]], khususnya dalam produksi [[MEMS|sistem mikroelektromekanis]] (MEMS). Obat antikanker [[Fluorourasil|5-fluorourasil]] dapat diproduksi dengan mereaksikan xenon difluorida dengan [[urasil]]. Xenon juga digunakan dalam [[Kristalografi sinar-X|kristalografi protein]]. Diterapkan pada tekanan mulai dari 0,5 hingga 5 M[[Pascal (satuan)|Pa]] (5 hingga 50 [[Atmosfer (satuan)|atm]]) pada kristal protein, atom xenon akan mengikat dalam rongga yang didominasi [[hidrofobik]], sering kali menciptakan turunan atom berat berkualitas tinggi dan isomorf yang dapat digunakan untuk memecahkan [[masalah fase]]. | |||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Gas xenon dapat disimpan dengan aman dalam wadah kaca atau logam tertutup normal pada [[temperatur dan tekanan standar|suhu dan tekanan standar]]. Namun, ia mudah larut di sebagian besar plastik dan karet, dan secara bertahap akan keluar dari wadah yang disegel dengan bahan tersebut.<ref>Adrian D. LeBlanc. ''The handling of xenon-133 in clinical studies''. ''Physics in Medicine and Biology''. 1971. Vol. 16 (1). hlm. 105–9. doi:10.1088/0031-9155/16/1/310.</ref> Xenon tidak [[toksisitas|beracun]], meskipun ia dapat larut dalam darah dan termasuk dalam kelompok zat tertentu yang menembus [[Sawar darah otak|sawar darah–otak]], menyebabkan [[anestesi]] bedah ringan hingga penuh saat dihirup dalam konsentrasi tinggi dengan oksigen.<ref>A. J. Finkel. [https://ntrs.nasa.gov/citations/19680000076 Metabolic and toxicological effects of water-soluble xenon compounds are studied]. NASA. 1 April 1968.</ref> | |||
[[Kecepatan suara]] dalam gas xenon (169 m/s) lebih rendah daripada di udara<ref>169,44 m/s dalam xenon (pada suhu 0 °C dan tekanan 107 kPa), dibandingkan dengan 344 m/s di udara. Lihat: V. Vacek. ''Velocity of sound measurements in gaseous per-fluorocarbons and their mixtures''. ''Fluid Phase Equilibria''. 2001. Vol. 185 (1–2). hlm. 305–314. doi:10.1016/S0378-3812(01)00479-4.</ref> karena kecepatan rata-rata atom xenon berat lebih rendah daripada molekul nitrogen dan oksigen di udara. Oleh karena itu, xenon bergetar lebih lambat pada [[pita suara]] saat dihembuskan dan menghasilkan nada suara yang lebih rendah (suara dengan frekuensi rendah yang ditingkatkan, tetapi [[frekuensi dasar]] atau [[tinggi nada|nada]] tidak berubah), efek yang berlawanan dengan suara nada tinggi yang dihasilkan dalam [[helium]]. Khususnya, saat [[saluran suara]] diisi dengan gas xenon, frekuensi resonansi alaminya menjadi lebih rendah daripada saat diisi udara. Dengan demikian, frekuensi rendah dari gelombang suara yang dihasilkan oleh getaran langsung yang sama dari pita suara akan ditingkatkan, menghasilkan perubahan [[timbre]] suara yang diperkuat oleh saluran suara. Sama seperti helium, xenon tidak memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, dan ia merupakan [[Gas asfiksia|asfiksia]] sederhana dan anestesi yang lebih kuat daripada dinitrogen monoksida; akibatnya, dan karena xenon berharga mahal, banyak universitas melarang aksi perubahan suara sebagai demonstrasi kimia umum. Gas [[belerang heksafluorida]] mirip dengan xenon dalam berat molekul (146 versus 131), lebih murah, dan meskipun merupakan asfiksia, ia tidak beracun atau bersifat anestesi; ia sering diganti dalam demonstrasi ini.<ref>Steve Spangler. [http://www.stevespanglerscience.com/experiment/from-donald-duck-to-barry-white-how-gases-change-your-voice Anti-Helium – Sulfur Hexafluoride]. Steve Spangler Science. 2007.</ref> | |||
Gas xenon dapat | Gas padat seperti xenon dan belerang heksafluorida dapat dihirup dengan aman bila dicampur dengan setidaknya 20% oksigen. Xenon pada konsentrasi 80% bersama dengan oksigen 20% akan dengan cepat menghasilkan ketidaksadaran anestesi umum (dan telah digunakan untuk ini, seperti yang dibahas di atas). Pernapasan dapat mencampur gas dengan kepadatan berbeda dengan sangat efektif dan cepat sehingga gas yang lebih berat akan dibersihkan bersama dengan oksigen, dan tidak menumpuk di dasar paru-paru.<ref>K. Yamaguchi. [https://archive.org/details/sim_chest_2001-12_120_6/page/n210 Inhaling Gas With Different CT Densities Allows Detection of Abnormalities in the Lung Periphery of Patients With Smoking-Induced COPD]. ''Chest''. 2001. Vol. 120 (6). hlm. 1907–16. doi:10.1378/chest.120.6.1907.</ref> Namun, ada bahaya yang terkait dengan gas berat apa pun dalam jumlah besar: gas tersebut mungkin tidak terlihat di dalam wadah, dan seseorang yang memasuki area yang berisi gas tidak berbau dan tidak berwarna dapat mengalami sesak napas tanpa peringatan. Xenon jarang digunakan dalam jumlah yang cukup besar untuk dapat menjadi perhatian, meskipun potensi bahaya selalu ada setiap kali tangki atau wadah xenon disimpan di ruangan yang tidak berventilasi.<ref>Staff. [http://www-group.slac.stanford.edu/esh/hazardous_substances/cryogenic/p_hazards.htm Cryogenic and Oxygen Deficiency Hazard Safety]. Stanford Linear Accelerator Center. 1 Agustus 2007.</ref> | ||
Senyawa xenon yang larut dalam air seperti [[mononatrium xenat]] cukup beracun, tetapi memiliki waktu paruh tubuh yang sangat singkat — xenat yang disuntikkan [[infus|secara intravena]] akan direduksi menjadi xenon elemental dalam waktu sekitar satu menit.<ref>A. J. Finkel. [https://ntrs.nasa.gov/citations/19680000076 Metabolic and toxicological effects of water-soluble xenon compounds are studied]. NASA. 1 April 1968.</ref> | |||
Senyawa xenon yang larut dalam air seperti [[mononatrium xenat]] cukup beracun, tetapi memiliki waktu paruh tubuh yang sangat singkat — xenat yang disuntikkan [[infus|secara intravena]] akan direduksi menjadi xenon elemental dalam waktu sekitar satu menit. | |||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Levitasi#Levitasi apung|Levitasi apung]] | * [[Levitasi#Levitasi apung|Levitasi apung]] | ||
* [[Gas mulia]] | * [[Gas mulia]] | ||
* [[Campuran Penning]] | * [[Campuran Penning]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/054.htm Xenon] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/054.htm Xenon] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
* [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/xe_iig.html USGS Periodic Table – Xenon] | * [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/xe_iig.html USGS Periodic Table – Xenon] | ||
| Baris 196: | Baris 182: | ||
* [http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1904/ramsay-lecture.html Sir William Ramsay's Nobel-Prize lecture (1904)] | * [http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1904/ramsay-lecture.html Sir William Ramsay's Nobel-Prize lecture (1904)] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Xenon&oldid=29594343 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29594343 (2026-08-18T03:16:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.55

Xenon adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Xe dan nomor atom 54. Ia adalah sebuah gas mulia yang padat, tidak berwarna, dan tidak berbau yang ditemukan di atmosfer Bumi dalam jumlah kecil.[1] Meskipun umumnya tidak reaktif, ia dapat mengalami beberapa reaksi kimia seperti pembentukan xenon heksafluoroplatinat, senyawa gas mulia pertama yang berhasil disintesis.[2][3][4]
Xenon digunakan dalam lampu blitz[5] dan lampu busur,[6] serta sebagai anestesi umum.[7] Desain laser eksimer pertama menggunakan molekul dimer xenon (Xe2) sebagai media pelaseran,[8] dan desain laser paling awal menggunakan lampu blitz xenon sebagai pompa.[9] Xenon juga digunakan untuk mencari partikel masif berinteraksi lemah yang hipotetis[10] dan sebagai propelan untuk pendorong ion pada wahana antariksa.[11]
Xenon alami terdiri dari tujuh isotop stabil dan dua isotop radioaktif berumur panjang. Lebih dari 40 isotop xenon yang tidak stabil mengalami peluruhan radioaktif, dan rasio isotop xenon merupakan alat penting untuk mempelajari sejarah awal Tata Surya.[12] Xenon-135 yang radioaktif diproduksi melalui peluruhan beta dari iodin-135 (sebuah produk fisi nuklir), dan merupakan sebuah pengabsorpsi neutron paling signifikan (dan tidak diinginkan) dalam reaktor nuklir.[13]
Sejarah
Xenon ditemukan di Inggris oleh kimiawan Skotlandia William Ramsay dan kimiawan Inggris Morris Travers pada September 1898,[14] tak lama setelah penemuan unsur kripton dan neon mereka. Mereka menemukan xenon dalam residu yang tersisa dari komponen udara cair yang menguap.[15][16] Ramsay mengusulkan nama xenon untuk gas ini dari kata Yunani ξένον xénon, bentuk tunggal netral dari ξένος xénos, yang berarti 'asing', 'aneh', atau 'tamu'.[17][18] Pada tahun 1902, Ramsay memperkirakan proporsi xenon di atmosfer Bumi menjadi satu bagian dari 20 juta.[19]
Selama tahun 1930-an, insinyur Amerika Harold Edgerton mulai mengeksplorasi teknologi lampu strobo untuk fotografi kecepatan tinggi. Ini membawanya pada penemuan lampu blitz di mana cahaya akan dihasilkan dengan mengalirkan arus listrik singkat melalui tabung yang diisi dengan gas xenon. Pada tahun 1934, Edgerton mampu menghasilkan kilatan sesingkat satu mikrodetik dengan metode ini.[20][21][22]
Pada tahun 1939, dokter Amerika Albert R. Behnke Jr. mulai menyelidiki penyebab "mabuk" pada penyelam laut dalam. Dia menguji efek dari memvariasikan campuran pernapasan pada subjeknya, dan menemukan bahwa hal ini menyebabkan para penyelam merasakan perubahan kedalaman. Dari hasil penelitiannya, dia menyimpulkan bahwa gas xenon dapat berfungsi sebagai anestesi. Meskipun ahli toksikologi Rusia Nikolay V. Lazarev tampaknya mempelajari anestesi xenon pada tahun 1941, laporan terbitan pertama yang mengonfirmasi anestesi xenon adalah pada tahun 1946 oleh peneliti medis Amerika John H. Lawrence, yang bereksperimen pada beberapa tikus. Xenon pertama kali digunakan sebagai anestesi bedah pada tahun 1951 oleh ahli anestesi Amerika Stuart C. Cullen, yang berhasil menggunakannya pada dua pasien.[23]
Untuk waktu yang lama, xenon dan gas mulia lainnya dianggap sepenuhnya lengai secara kimiawi dan tidak dapat membentuk senyawa. Namun, saat mengajar di Universitas British Columbia, Neil Bartlett menemukan bahwa gas platina heksafluorida (PtF6) adalah zat pengoksidasi kuat yang dapat mengoksidasi gas oksigen (O2) untuk membentuk dioksigenil heksafluoroplatinat ().[24] Karena O2 (1165 kJ/mol) dan xenon (1170 kJ/mol) memilih potensial ionisasi pertama yang hampir sama, Bartlett menyadari bahwa platina heksafluorida mungkin juga dapat mengoksidasi xenon. Pada tanggal 23 Maret 1962, dia mencampurkan kedua gas tersebut dan menghasilkan senyawa gas mulia pertama yang diketahui, xenon heksafluoroplatinat.[25][26]
Bartlett mengira komposisi senyawa tersebut adalah Xe+[PtF6]−, tetapi penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa ia mungkin merupakan campuran berbagai garam yang mengandung xenon.[27][28][29] Sejak saat itu, banyak senyawa xenon lainnya telah ditemukan,[30] termasuk beberapa senyawa gas mulia argon, kripton, dan radon, seperti argon fluorohidrida (HArF),[31] kripton difluorida (KrF2),[32][33] dan radon fluorida.[34] Pada tahun 1971, lebih dari 80 senyawa xenon telah diketahui.[35][36]
Pada November 1989, IBM mendemonstrasikan teknologi yang mampu memanipulasi atom individual. Program tersebut, yang disebut IBM dalam atom, menggunakan sebuah mikroskop penerowongan payaran untuk mengatur 35 atom xenon individual pada substrat kristal nikel dingin untuk menguraikan tiga huruf inisial perusahaan itu. Ini adalah pertama kalinya atom ditempatkan dengan tepat pada permukaan yang datar.[37]
Karakteristik
Xenon memiliki nomor atom 54; yaitu, intinya mengandung 54 proton. Pada suhu dan tekanan standar, gas xenon murni memiliki kepadatan 5,894 kg/m3, sekitar 4,5 kali kepadatan atmosfer Bumi di permukaan laut, 1,217 kg/m3.[38] Sebagai cairan, xenon memiliki kepadatan hingga 3,100 g/mL, dengan kepadatan maksimum terjadi pada titik tripel.[39] Xenon cair memiliki polarisasi yang tinggi karena volume atomnya yang besar, sehingga ia merupakan pelarut yang sangat baik. Ia dapat melarutkan hidrokarbon, molekul biologis, dan bahkan air.[40] Pada kondisi yang sama, kepadatan xenon padat, 3,640 g/cm3, lebih besar dari kepadatan rata-rata granit, 2,75 g/cm3.[41] Di bawah tekanan beberapa gigapascal, xenon akan membentuk fase metalik.[42]
Xenon padat berubah dari fase kristal kubus berpusat-muka (fcc) menjadi heksagon tetal-rapat (hcp) di bawah tekanan dan mulai berubah menjadi metalik pada tekanan sekitar 140 GPa, tanpa perubahan volume yang nyata pada fase hcp. Ia akan benar-benar metalik pada tekanan 155 GPa. Saat termetalisasi, xenon akan tampak berwarna biru langit karena ia menyerap cahaya merah dan mentransmisikan frekuensi lain yang terlihat. Perilaku seperti itu tidak biasa untuk logam dan dijelaskan oleh lebar pita elektron yang relatif kecil dalam keadaan itu.[43][44]
Nanopartikel xenon cair atau padat dapat dibentuk pada suhu kamar dengan menanamkan ion Xe+ ke dalam matriks padat. Banyak padatan memiliki konstanta kisi lebih kecil dari padatan Xe. Ini akan menghasilkan kompresi Xe yang ditanamkan ke tekanan yang mungkin cukup untuk pencairan atau pemadatannya.[45]
Xenon adalah anggota dari unsur-unsur valensi nol yang disebut gas mulia atau lengai. Ia bersifat lengai terhadap reaksi kimia yang paling umum (misalnya seperti pembakaran) karena kulit valensi terluarnya mengandung delapan elektron. Ini menghasilkan konfigurasi energi minimum yang stabil di mana elektron terluar terikat erat.[46]
Dalam tabung lucutan, xenon akan memancarkan cahaya berwarna biru atau lavender saat dieksitasi oleh lucutan listrik. Xenon memancarkan pita garis emisi yang menjangkau spektrum visual,[47] tetapi garis yang paling intens terjadi di wilayah cahaya biru, yang merupakan asal warnanya.[48]
Keterjadian dan produksi
Xenon adalah sebuah gas renik di atmosfer Bumi, terjadi pada fraksi volume sebesar (bagian per miliar), atau sekitar 1 bagian per 11,5 juta.[49] Ia juga ditemukan sebagai komponen gas yang dipancarkan dari beberapa mata air mineral. Mengingat massa total atmosfer adalah sebesar , atmosfer mengandung sekitar xenon secara total ketika mengambil massa molar rata-rata atmosfer sebesar 28,96 g/mol yang setara dengan 394 massa ppb.
Komersial
Xenon diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari pemisahan udara menjadi oksigen dan nitrogen.[50] Setelah pemisahan ini, umumnya dilakukan dengan distilasi fraksional dalam instalasi kolom ganda, oksigen cair yang dihasilkan akan mengandung kripton dan xenon dalam jumlah kecil. Dengan distilasi fraksional tambahan, oksigen cair dapat diperkaya untuk mengandung 0,1–0,2% campuran kripton/xenon, yang diekstraksi baik melalui adsorpsi menjadi gel silika atau melalui distilasi. Terakhir, campuran kripton/xenon dapat dipisahkan menjadi kripton dan xenon melalui distilasi lebih lanjut.[51][52]
Produksi xenon di seluruh dunia pada tahun 1998 diperkirakan mencapai .[53] Pada kepadatan sebesar , ini setara dengan kira-kira . Karena kelangkaannya, xenon jauh lebih mahal daripada gas mulia yang lebih ringan—harga perkiraan untuk pembelian dalam jumlah kecil di Eropa pada tahun 1999 adalah 10 €/L (=~€1,7/g) untuk xenon, 1 €/L (=~€0,27/g) untuk kripton, dan 0,20 €/L (=~€0,22/g) untuk neon,[54] sedangkan argon yang jauh lebih banyak, yang membentuk lebih dari 1% volume atmosfer bumi, harganya kurang dari satu sen per liter.
Tata Surya
Di dalam Tata Surya, fraksi nukleon xenon adalah , dengan kelimpahan kira-kira satu bagian dalam 630 ribu massa total.[55] Xenon relatif jarang di atmosfer Matahari, di Bumi, serta di asteroid dan komet. Kelimpahan xenon di atmosfer planet Jupiter luar biasa tinggi, sekitar 2,6 kali Matahari.[56][57] Kelimpahan ini tetap tidak dapat dijelaskan, tetapi mungkin disebabkan oleh penumpukan awal dan cepat dari planetisimal—benda luar angkasa kecil, subplanet—sebelum pemanasan cakram prasurya.[58] (Jika tidak, xenon tidak akan terperangkap dalam es planetisimal.) Masalah rendahnya xenon terestrial dapat dijelaskan melalui ikatan kovalen xenon dengan oksigen di dalam kuarsa, mengurangi pelepasan gas xenon ke atmosfer.[59]
Bintang
Berbeda dengan gas mulia bermassa lebih rendah, proses nukleosintesis bintang normal di dalam bintang tidak membentuk xenon. Unsur-unsur yang lebih masif dari besi-56 akan mengonsumsi energi melalui fusi, dan sintesis xenon menunjukkan tidak adanya perolehan energi untuk sebuah bintang.[60] Sebaliknya, xenon terbentuk selama ledakan supernova,[61] dalam ledakan nova klasik,[62] melalui proses penangkapan neutron lambat (proses-s) di dalam bintang raksasa merah yang telah kehabisan inti hidrogennya dan memasuki cabang raksasa asimtotik,[63] serta dari peluruhan radioaktif, misalnya peluruhan beta dari iodin-129 yang telah punah dan fisi spontan torium, uranium, dan plutonium.[64]
Fisi nuklir
Xenon-135 adalah sebuah racun neutron terkenal dengan hasil produk fisi yang tinggi. Karena umurnya yang relatif pendek, ia meluruh pada tingkat yang sama seperti yang dihasilkan selama pengoperasian reaktor nuklir yang stabil. Namun, jika dayanya berkurang atau reaktornya dimatikan secara darurat (di-scram), lebih sedikit xenon yang dihancurkan daripada yang dihasilkan dari peluruhan beta nuklida induknya. Fenomena yang disebut keracunan xenon ini dapat menyebabkan masalah signifikan dalam menghidupkan kembali reaktor setelah scram atau meningkatkan daya setelah dikurangi dan merupakan salah satu dari beberapa faktor penyebab kecelakaan nuklir Chernobyl.[65][66]
Isotop xenon yang stabil atau berumur sangat panjang juga diproduksi dalam jumlah yang cukup besar dalam fisi nuklir. Xenon-136 diproduksi ketika xenon-135 mengalami penangkapan neutron sebelum dapat meluruh. Rasio xenon-136 terhadap xenon-135 (atau produk peluruhannya) dapat memberikan petunjuk mengenai sejarah daya reaktor tertentu, dan tidak adanya xenon-136 dapat menjadi "sidik jari" untuk ledakan nuklir, karena xenon-135 tidak diproduksi secara langsung tetapi sebagai produk peluruhan beta berturut-turut sehingga ia tidak dapat menyerap neutron dalam ledakan nuklir yang terjadi dalam sepersekian detik.[67]
Isotop xenon-132 yang stabil memiliki hasil produk fisi lebih dari 4% dalam fisi neutron termal , mengartikan bahwa isotop xenon yang stabil atau hampir stabil memiliki fraksi massa yang lebih tinggi dalam bahan bakar nuklir bekas (yaitu sekitar 3% produk fisi) daripada di udara. Namun, hingga tahun 2022, tidak ada upaya komersial untuk mengekstraksi xenon dari bahan bakar bekas selama pemrosesan ulang nuklir.[68][69]
Isotop
Xenon alami terdiri dari tujuh isotop stabil: 126Xe, 128–132Xe, dan 134Xe. Secara teoretis, isotop 126Xe dan 134Xe diperkirakan akan mengalami peluruhan beta ganda, tetapi hal ini belum pernah teramati sehingga mereka dianggap stabil.[70] Selain itu, lebih dari 40 isotop tidak stabil telah dipelajari. Isotop yang berumur paling panjang adalah 124Xe yang primordial, mengalami penangkapan elektron ganda dengan waktu paruh ,[71] dan 136Xe, mengalami peluruhan beta ganda dengan waktu paruh .[72] 129Xe diproduksi melalui peluruhan beta 129I, yang memiliki waktu paruh 16 juta tahun. 131mXe, 133Xe, 133mXe, dan 135Xe adalah beberapa produk fisi dari 235U dan 239Pu,[73] dan digunakan untuk mendeteksi dan memantau ledakan nuklir.
Spin inti
Inti dari dua isotop stabil xenon, 129Xe dan 131Xe, memiliki momentum sudut (spin inti) intrinsik bukan nol, cocok untuk resonansi magnet inti. Spin nuklir mereka dapat disejajarkan di luar tingkat polarisasi biasa melalui cahaya terpolarisasi sirkular dan uap rubidium.[74] Polarisasi spin inti xenon yang dihasilkan dapat melampaui 50% dari nilai maksimum yang mungkin, sangat melebihi nilai kesetimbangan termal yang ditentukan oleh statistik paramagnetik (biasanya 0,001% dari nilai maksimum pada suhu kamar, bahkan pada magnet terkuat). Penjajaran spin nonekuilibrium semacam itu adalah kondisi sementara, dan disebut hiperpolarisasi. Proses hiperpolarisasi xenon disebut pemompaan optik (walaupun prosesnya berbeda dengan pemompaan laser).[75]
Karena inti 129Xe memiliki spin 1/2, sehingga memiliki momen kuadrupol listrik nol, inti 129Xe tidak akan mengalami interaksi kuadrupolar selama tumbukan dengan atom lain, dan hiperpolarisasi akan bertahan untuk waktu yang lama bahkan setelah cahaya dan uap yang dihasilkan telah dihilangkan. Polarisasi spin 129Xe dapat bertahan dari beberapa detik untuk atom xenon yang dilarutkan dalam darah[76] hingga beberapa jam dalam fase gas[77] dan beberapa hari dalam xenon padat yang sangat beku.[78] Sebaliknya, 131Xe memiliki nilai spin inti dan momen kuadrupol bukan nol, serta memiliki waktu relaksasi t1 dalam rentang milidetik dan detik.[79]
Dari fisi
Beberapa isotop radioaktif xenon (misalnya 133Xe dan 135Xe) dihasilkan oleh iradiasi neutron dari bahan fisi di dalam reaktor nuklir.[80] 135Xe sangat penting dalam pengoperasian reaktor fisi nuklir. 135Xe memiliki penampang lintang yang besar untuk neutron termal, yaitu sebesar 2,6 barn,[81] dan beroperasi sebagai "racun" atau pengabsorb neutron yang dapat memperlambat atau menghentikan reaksi rantai setelah periode operasi. Ini ditemukan di reaktor nuklir paling awal yang dibangun oleh Proyek Manhattan Amerika untuk produksi plutonium. Namun, para perancang telah membuat ketentuan dalam desain untuk meningkatkan reaktivitas reaktor (jumlah neutron per fisi yang terjadi pada fisi atom bahan bakar nuklir lainnya).[82] Keracunan reaktor 135Xe merupakan faktor utama dalam bencana Chernobyl.[83] Pemadaman atau penurunan daya reaktor dapat mengakibatkan penumpukan 135Xe, dengan operasi reaktor masuk ke kondisi yang dikenal sebagai lubang iodin. Dalam kondisi buruk, konsentrasi isotop radioaktif xenon yang relatif tinggi dapat berasal dari retakan batang bahan bakar,[84] atau fisi uranium dalam air pendingin.[85]
Rasio isotop xenon yang dihasilkan dalam reaktor fisi nuklir alami di Oklo, Gabon mengungkapkan sifat reaktor tersebut selama reaksi rantai yang telah terjadi sekitar 2 miliar tahun yang lalu.[86]
Proses kosmik
Karena xenon adalah pelacak dua isotop induk, rasio isotop xenon dalam meteorit adalah alat yang ampuh untuk mempelajari pembentukan Tata Surya. Metode penanggalan iodin–xenon memberikan waktu yang berlalu antara nukleosintesis dan kondensasi benda padat dari nebula matahari. Pada tahun 1960, fisikawan John H. Reynolds menemukan bahwa meteorit tertentu mengandung anomali isotop berupa kelebihan xenon-129. Dia menyimpulkan bahwa ini adalah produk peluruhan dari iodin-129 yang radioaktif. Isotop ini diproduksi secara perlahan melalui spalasi sinar kosmik dan fisi nuklir, tetapi diproduksi secara besar hanya dalam ledakan supernova.[87][88]
Karena waktu paruh 129I relatif singkat pada skala waktu kosmologis (16 juta tahun), ini menunjukkan bahwa hanya ada waktu singkat antara supernova dan waktu meteorit memadat dan menjebak 129I. Kedua peristiwa ini (supernova dan pemadatan awan gas) disimpulkan telah terjadi selama sejarah awal Tata Surya, karena isotop 129I kemungkinan dihasilkan sesaat sebelum Tata Surya terbentuk, menaburkan awan gas matahari dengan isotop dari sumber kedua. Sumber supernova ini mungkin juga telah menyebabkan keruntuhan awan gas matahari.[89][90]
Dengan cara yang sama, rasio isotop xenon seperti 129Xe/130Xe dan 136Xe/130Xe dapat menjadi alat yang ampuh untuk memahami diferensiasi planet dan pelepasan gas awal.[91] Misalnya, atmosfer Mars menunjukkan kelimpahan xenon yang mirip dengan Bumi (0,08 bagian per juta[92]) tetapi Mars menunjukkan kelimpahan 129Xe yang lebih besar daripada Bumi atau Matahari. Karena isotop ini dihasilkan melalui peluruhan radioaktif, hasil ini mungkin mengindikasikan bahwa Mars kehilangan sebagian besar atmosfer purbanya, mungkin dalam 100 juta tahun pertama setelah planet itu terbentuk.[93][94] Dalam contoh lain, kelebihan 129Xe yang ditemukan dalam gas sumur karbon dioksida dari New Mexico diyakini berasal dari peluruhan gas yang berasal dari mantel segera setelah pembentukan Bumi.[95][96]
Senyawa
Setelah penemuan Neil Bartlett pada tahun 1962 bahwa xenon dapat membentuk senyawa kimia, sejumlah besar senyawa xenon lainnya telah ditemukan dan dideskripsikan. Hampir semua senyawa xenon yang diketahui mengandung atom fluorin atau oksigen yang elektronegatif. Sifat kimia xenon di setiap keadaan oksidasi ialah analog dengan unsur tetangganya iodin di keadaan oksidasi yang lebih rendah.[97]
Halida
Tiga xenon fluorida telah dikenal: xenon difluorida, xenon tetrafluorida, dan xenon heksafluorida. XeF diteorikan bersifat tidak stabil.[98] Ini adalah titik awal untuk sintesis hampir semua senyawa xenon.
Xenon difluorida kristalin padat terbentuk ketika campuran gas fluorin dan xenon terkena sinar ultraungu.[99] Komponen ultraungu dari cahaya matahari pada siang hari biasa sudah cukup.[100] Pemanasan jangka panjang pada suhu tinggi di bawah katalis akan menghasilkan .[101] Pirolisis in dengan adanya NaF akan menghasilkan dengan kemurnian tinggi.[102]
Xenon fluorida berperilaku baik sebagai akseptor fluorida maupun dan donor fluorida, membentuk garam yang mengandung kation seperti dan , serta anion seperti , , dan . berwarna hijau yang bersifat paramagnetik terbentuk dari reduksi oleh gas xenon.[103]
juga dapat membentuk kompleks koordinasi dengan ion logam transisi. Lebih dari 30 kompleks semacam itu telah disintesis dan dikarakterisasi.[104]
Meskipun xenon fluorida telah dicirikan dengan baik, xenon halida lainnya tidak. Xenon diklorida, dibentuk melalui iradiasi frekuensi tinggi dari campuran xenon, fluorin, dan silikon atau karbon tetraklorida,[105] dilaporkan sebagai senyawa kristal bersifat endotermik dan nirwarna yang akan terurai menjadi unsur-unsur tersebut pada suhu 80 °C. Namun, mungkin hanya merupakan molekul van der Waals dari atom Xe dan molekul yang terikat lemah dan bukan senyawa nyata.[106] Perhitungan teoretis menunjukkan bahwa molekul linear kurang stabil dibandingkan kompleks van der Waals.[107] Xenon tetraklorida dan xenon dibromida lebih tidak stabil sehingga tidak dapat disintesis melalui reaksi kimia. Mereka diciptakan melalui peluruhan radioaktif dari masing-masing dan .[108][109]
Oksida dan oksihalida
Tiga oksida xenon telah dikenal: xenon trioksida () dan xenon tetroksida (), keduanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat dan sangat mudah meledak, serta xenon dioksida (XeO2), yang dilaporkan pada tahun 2011 dengan bilangan koordinasi empat.[110] XeO2 terbentuk ketika xenon tetrafluorida dituangkan di atas es. Struktur kristalnya memungkinkannya untuk menggantikan silikon dalam mineral silikat.[111] Kation XeOO+ telah diidentifikasi melalui spektroskopi inframerah dalam argon padat.[112]
Xenon tidak bereaksi dengan oksigen secara langsung; xenon trioksida dibentuk melalui hidrolisis :[113]
- + 3 → + 6 HF
bersifat asam lemah, larut dalam alkali untuk membentuk garam xenat yang tidak stabil yang mengandung anion . Garam-garam yang tidak stabil ini mudah terdisproporsionasi menjadi gas xenon dan garam perxenat, yang mengandung anion .[114]
Barium perxenat, ketika direaksikan dengan asam sulfat pekat, akan menghasilkan gas xenon tetroksida:[115]
- + 2 → 2 + 2 +
Untuk mencegah dekomposisi, xenon tetroksida yang terbentuk dengan cepat didinginkan menjadi padatan kuning pucat. Ia akan meledak di atas suhu −35,9 °C menjadi gas xenon dan oksigen, tetapi bersifat stabil.
Sejumlah xenon oksifluorida telah diketahui, meliputi , xenon oksitetrafluorida, , dan . dapat dibentuk melalui pereaksian oksigen difluorida dengan gas xenon pada suhu rendah. Ia juga dapat diperoleh melalui hidrolisis parsial. Ia akan terdisproporsionasi pada suhu −20 °C menjadi dan .[116] dapat dibentuk melalui hidrolisis parsial,[117] atau reaksi dengan natrium perxenat, . Reaksi terakhir juga menghasilkan sejumlah kecil . akan bereaksi dengan CsF membentuk anion ,[118][119] sedangkan XeOF3 akan bereaksi dengan fluorida logam alkali KF, RbF, dan CsF membentuk anion anion.[120]
Senyawa lainnya
Xenon dapat langsung berikatan dengan unsur-unsur yang kurang elektronegatif daripada fluorin atau oksigen, khususnya karbon.[121] Gugus penarik elektron, seperti gugus dengan substitusi fluorin, diperlukan untuk menstabilkan senyawa ini.[122] Banyak senyawa seperti itu telah dikarakterisasi, meliputi:[123][124]
- , di mana C6F5 adalah gugus pentafluorofenil.
Senyawa lain yang mengandung xenon yang berikatan dengan unsur yang kurang elektronegatif meliputi dan . disintesis dari dioksigenil tetrafluoroborat, , pada suhu −100 °C.[125][126]
Ion yang tidak biasa yang mengandung xenon adalah kation tetraxenonoemas(II), , yang mengandung ikatan Xe–Au.[127] Ion ini terdapat dalam senyawa , dan sangat tidak biasa karena memiliki ikatan kimia langsung antara dua atom yang terkenal tidak reaktif, xenon dan emas, dengan xenon bertindak sebagai ligan logam transisi.
Senyawa mengandung ikatan Xe–Xe, ikatan unsur–unsur terpanjang yang diketahui (308,71 pm = 3,0871 Å).[128]
Pada tahun 1995, M. Räsänen dan rekan kerjanya, beberapa ilmuwan di Universitas Helsinki di Finlandia, mengumumkan pembuatan xenon dihidrida (HXeH), dan kemudian xenon hidrida-hidroksida (HXeOH), hidroksenoasetilena (HXeCCH), dan molekul yang mengandung Xe lainnya.[129] Pada tahun 2008, Khriachtchev dkk. melaporkan pembuatan HXeOXeH melalui fotolisis air dalam matriks xenon kriogenik.[130] Molekul terdeuterasi, HXeOD dan DXeOH, juga telah diproduksi.[131]
Klatrat dan eksimer
Selain senyawa di mana xenon dapat membentuk ikatan kimia, xenon juga dapat membentuk klatrat—zat di mana atom atau pasangan xenon terperangkap oleh kisi kristal senyawa lain. Salah satu contohnya adalah xenon hidrat (Xe·H2O), di mana atom xenon menempati kekosongan dalam kisi molekul air.[132] Klatrat ini memiliki titik lebur sebesar 24 °C.[133] Versi terdeuterasi dari hidrat ini juga telah diproduksi.[134] Contoh lainnya adalah xenon hidrida (Xe(H2)8), di mana pasangan (dimer) xenon terperangkap di dalam hidrogen padat.[135] Hidrat klatrat semacam itu dapat terjadi secara alami dalam kondisi tekanan tinggi, seperti di Danau Vostok di bawah lapisan es Antarktika.[136] Formasi klatrat dapat digunakan untuk menyaring xenon, argon, dan kripton secara fraksional.[137]
Xenon juga dapat membentuk senyawa fulerena endohedral, di mana atom xenon terperangkap di dalam molekul fulerena. Atom xenon yang terperangkap dalam fulerena dapat diamati dengan spektroskopi resonansi magnet inti (NMR) 129Xe. Melalui pergeseran kimia yang sensitif dari atom xenon ke lingkungannya, reaksi kimia pada molekul fulerena dapat dianalisis. Pengamatan ini bukan tanpa peringatan, karena atom xenon memiliki pengaruh elektronik pada reaktivitas fulerena.[138]
Ketika atom xenon berada dalam keadaan energi dasar, mereka akan saling tolak menolak dan tidak akan membentuk sebuah ikatan. Namun, ketika atom xenon menjadi terenergi, mereka dapat membentuk sebuah eksimer (dimer tereksitasi) hingga elektronnya kembali ke keadaan dasar. Entitas ini terbentuk karena atom xenon cenderung melengkapi kulit elektronik terluar dengan menambahkan elektron dari atom xenon tetangganya. Umur tipikal dari eksimer xenon adalah 1–5 nanodetik, dan peluruhannya akan melepaskan foton dengan panjang gelombang sekitar 150 dan 173 nm.[139][140] Xenon juga dapat membentuk eksimer dengan unsur lain, seperti halogen bromin, klorin, dan fluorin.[141]
Aplikasi
Meskipun xenon dapat terbilang langka dan relatif mahal untuk diekstraksi dari atmosfer Bumi, xenon memiliki sejumlah aplikasi.
Penerangan dan optik
Lampu lucutan
Xenon digunakan dalam perangkat pemancar cahaya yang disebut lampu blitz xenon, digunakan dalam blitz fotografis dan lampu stroboskopis;[142] untuk mengeksitasi media aktif dalam laser yang kemudian menghasilkan cahaya koheren;[143] dan, kadang-kadang, dalam lampu bakterisidal.[144] Laser benda padat pertama, ditemukan pada tahun 1960, dipompa menggunakan lampu blitz xenon,[145] dan laser yang digunakan untuk menyalakan fusi kurungan inersia juga dipompa menggunakan lampu blitz xenon.[146]
Lampu busur xenon bertekanan tinggi, dengan busur pendek, dan kontinu memiliki suhu warna yang mendekati sinar matahari tengah hari dan digunakan dalam simulator surya. Artinya, kromatisitas lampu ini mendekati radiator benda hitam yang dipanaskan pada suhu Matahari. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1940-an, lampu ini menggantikan lampu busur karbon berumur pendek pada proyektor film.[147] Mereka juga digunakan dalam sistem proyeksi film 35mm, IMAX, dan digital. Mereka adalah sumber radiasi ultraungu panjang gelombang pendek yang sangat baik dan memiliki emisi intens dalam inframerah dekat yang digunakan dalam beberapa sistem penglihatan malam. Xenon digunakan sebagai gas starter pada lampu halida logam untuk lampu depan HID otomotif, dan senter "taktis" kelas atas.
Sel individual dalam tampilan plasma mengandung campuran xenon dan neon terionisasi dengan elektroda. Interaksi plasma ini dengan elektrode akan menghasilkan foton ultraungu, yang kemudian mengeksitasi lapisan fosfor di bagian depan layar.[148][149]
Xenon digunakan sebagai "gas starter" pada lampu natrium bertekanan tinggi. Ia memiliki konduktivitas termal terendah dan potensial ionisasi terendah dari semua gas mulia nonradioaktif. Sebagai gas mulia, ia tidak akan mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada lampu tersebut saat beroperasi. Konduktivitas termal yang rendah akan meminimalkan kerugian termal pada lampu tersebut saat dalam keadaan beroperasi, dan potensial ionisasi yang rendah akan menyebabkan tegangan rusak gas menjadi relatif rendah dalam keadaan dingin, yang memungkinkan lampu tersebut lebih mudah dinyalakan.[150]
Laser
Pada tahun 1962, sekelompok peneliti di Laboratorium Bell menemukan aksi laser pada xenon,[151] dan kemudian menemukan bahwa penguatan laser dapat ditingkatkan dengan menambahkan helium ke media pelaseran.[152][153] Laser eksimer pertama menggunakan dimer xenon (Xe2) yang diberi energi oleh seberkas elektron untuk menghasilkan emisi terstimulasi pada panjang gelombang ultraungu 176 nm.[154] Xenon klorida dan xenon fluorida juga telah digunakan dalam laser eksimer (atau, lebih tepatnya, eksipleks).[155]
Medis
Anestesi
Xenon telah digunakan sebagai anestesi umum, tetapi harganya lebih mahal daripada anestesi konvensional.[156]
Xenon berinteraksi dengan banyak reseptor dan saluran ion yang berbeda, dan seperti banyak anestesi inhalasi multimodal secara teoretis lainnya, interaksi ini kemungkinan saling melengkapi. Xenon adalah antagonis reseptor NMDA situs glisin berafinitas tinggi.[157] Namun, xenon berbeda dari antagonis reseptor NMDA tertentu lainnya karena ia tidak bersifat neurotoksik serta akan menghambat neurotoksisitas ketamina dan dinitrogen monoksida (N2O), dan justru menghasilkan efek neuroprotektif.[158][159] Tidak seperti ketamina dan dinitrogen monoksida, xenon tidak akan merangsang penghabisan dopamin di nucleus accumbens.[160]
Seperti dinitrogen monoksida dan siklopropana, xenon dapat mengaktifkan saluran kalium domain berpori dua TREK-1. Saluran terkait TASK-3 juga terlibat dalam tindakan anestesi inhalasi tidak sensitif terhadap xenon.[161] Xenon akan menghambat reseptor asetilkolina nikotinik α4β2 yang berkontribusi pada analgesia yang dimediasi secara spinal.[162][163] Xenon adalah sebuah penghambat membran plasma ATPase Ca2+ yang efektif. Xenon akan menghambat ATPase Ca2+ dengan mengikat pori hidrofobik di dalam enzim tersebut dan mencegah enzim itu mengambil konformasi aktif.[164]
Xenon adalah penghambat kompetitif dari reseptor serotonin 5-HT3. Meskipun bukan merupakan anestesi ataupun antinosiseptif, ini dapat mengurangi mual dan muntah yang muncul akibat anestesi.[165]
Xenon memiliki konsentrasi alveolar minimum (MAC) sebesar 72% pada usia 40 tahun, menjadikannya 44% lebih kuat daripada N2O sebagai anestesi.[166] Dengan demikian, ia dapat digunakan dengan oksigen dalam konsentrasi yang memiliki risiko hipoksia lebih rendah. Tidak seperti dinitrogen monoksida, xenon bukanlah sebuah gas rumah kaca dan dianggap ramah lingkungan.[167] Meskipun didaur ulang dalam sistem modern, xenon yang dibuang ke atmosfer hanya kembali ke sumber aslinya, tanpa menghasilkan dampak lingkungan.
Neuroprotektan
Xenon dapat menginduksi perlindungan jantung dan saraf yang kuat melalui berbagai mekanisme. Melalui pengaruhnya terhadap antagonisme Ca2+, K+, KATP\HIF, dan NMDA, xenon bersifat neuroprotektif bila diberikan sebelum, selama, dan setelah serangan iskemis.[168][169] Xenon adalah antagonis afinitas tinggi pada situs glisin reseptor NMDA.[170] Xenon bersifat kardioprotektif dalam kondisi iskemia-reperfusi dengan menginduksi prakondisi farmakologis noniskemik. Xenon bersifat kardioprotektif dengan mengaktifkan PKC-epsilon dan p38-MAPK hilir.[171] Xenon akan meniru prakondisi iskemis saraf dengan mengaktifkan saluran kalium sensitif ATP.[172] Xenon secara alosterik mengurangi penghambatan aktivasi saluran yang dimediasi ATP secara independen dari subunit reseptor1 sulfonilurea, meningkatkan waktu dan frekuensi saluran terbuka KATP.[173]
Doping olahraga
Menghirup campuran xenon/oksigen dapat mengaktifkan produksi faktor transkripsi HIF-1-alfa, yang dapat menyebabkan peningkatan produksi eritropoietin. Hormon terakhir diketahui dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan kinerja atletik. Kabarnya, doping dengan inhalasi xenon telah digunakan di Rusia sejak 2004 dan mungkin sebelumnya.[174] Pada 31 Agustus 2014, Badan Anti Doping Dunia (WADA) menambahkan xenon (dan argon) ke dalam daftar zat dan metode terlarang, meskipun belum ada uji doping yang andal untuk gas ini yang telah dikembangkan.[175] Selain itu, efek xenon pada produksi eritropoietin pada manusia sejauh ini belum terbukti.[176]
Pencitraan
Emisi gama dari radioisotop 133Xe dapat digunakan untuk mencitrakan jantung, paru-paru, dan otak, misalnya, dengan menggunakan tomografi terkomputasi emisi foton tunggal. 133Xe juga telah digunakan untuk mengukur aliran darah.[177][178][179]
Xenon, khususnya 129Xe yang terhiperpolarisasi, adalah agen kontras yang berguna untuk pencitraan resonansi magnetik (MRI). Pada fase gas, ia dapat mencitrakan rongga dalam sampel berpori, alveoli di paru-paru, atau aliran gas di dalam paru-paru.[180][181] Karena xenon dapat larut baik dalam air maupun dalam pelarut hidrofobik, xenon dapat mencitrakan berbagai jaringan lunak yang hidup.[182][183][184]
Xenon-129 saat ini digunakan sebagai agen visualisasi dalam pemindaian MRI. Ketika seorang pasien menghirup xenon-129 yang terhiperpolarisasi, ventilasi dan pertukaran gas di paru-paru dapat dicitrakan dan diukur. Tidak seperti xenon-133, xenon-129 tidak mengion dan aman untuk dihirup tanpa adanya efek samping.[185]
Pembedahan
Laser eksimer xenon klorida memiliki kegunaan dermatologis tertentu.[186]
Spektroskopi NMR
Karena kulit elektron terluar atom xenon yang besar dan fleksibel, spektrum NMR berubah sebagai respons terhadap kondisi sekitar dan dapat digunakan untuk memantau keadaan kimiawi di sekitarnya. Misalnya, xenon yang larut dalam air, xenon yang larut dalam pelarut hidrofobik, dan xenon yang berasosiasi dengan protein tertentu dapat dibedakan melalui NMR.[187][188]
Xenon terhiperpolarisasi dapat digunakan oleh kimiawan permukaan. Biasanya, sulit untuk mengarakterisasi permukaan dengan NMR karena sinyal dari permukaan diliputi oleh sinyal dari inti atom dalam sebagian besar sampel, yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada inti permukaan. Namun, spin inti pada permukaan padat dapat dipolarisasikan secara selektif dengan mentransfer polarisasi spin ke mereka dari gas xenon yang terhiperpolarisasi. Ini akan membuat sinyal permukaan cukup kuat untuk diukur dan dibedakan dari sinyal massal.[189][190]
Lainnya
Dalam studi energi nuklir, xenon digunakan dalam bilik gelembung,[191] prob, dan di area lain di mana berat molekul tinggi dan sifat lengai diinginkan. Produk sampingan dari pengujian senjata nuklir adalah pelepasan xenon-133 dan xenon-135 yang radioaktif. Kedua isotop ini dipantau untuk memastikan kepatuhan terhadap traktat pelarangan uji coba nuklir,[192] dan untuk mengonfirmasi uji coba nuklir oleh negara-negara seperti Korea Utara.[193]
Xenon cair digunakan dalam kalorimeter[194] untuk mengukur sinar gama, dan sebagai pendeteksi partikel masif berinteraksi lemah (WIMP) yang hipotetis. Ketika WIMP bertabrakan dengan nukleus xenon, teori memperkirakan bahwa ia akan memberikan energi yang cukup untuk menyebabkan ionisasi dan skintilasi. Xenon cair berguna untuk eksperimen ini karena kepadatannya membuat interaksi materi gelap lebih mungkin terjadi dan memungkinkan pendeteksi senyap melalui pelindung diri.
Xenon adalah propelan pilihan untuk propulsi ion wahana antariksa karena ia memiliki potensial ionisasi per berat atom yang rendah dan dapat disimpan sebagai cairan di dekat suhu kamar (di bawah tekanan tinggi), namun mudah diuapkan untuk memberi makan mesin. Xenon bersifat lengai, ramah lingkungan, dan kurang korosif terhadap mesin ion dibandingkan bahan bakar lain seperti raksa atau sesium. Xenon pertama kali digunakan untuk mesin ion satelit pada tahun 1970-an.[195] Ia kemudian digunakan sebagai propelan untuk prob Deep Space 1 JPL, wahana antariksa SMART-1 Eropa,[196] dan untuk tiga mesin propulsi ion pada Wahana Antariksa Dawn NASA.[197]
Secara kimia, senyawa perxenat digunakan sebagai zat pengoksidasi dalam kimia analitik. Xenon difluorida digunakan sebagai etsa untuk silikon, khususnya dalam produksi sistem mikroelektromekanis (MEMS).[198] Obat antikanker 5-fluorourasil dapat diproduksi dengan mereaksikan xenon difluorida dengan urasil.[199] Xenon juga digunakan dalam kristalografi protein. Diterapkan pada tekanan mulai dari 0,5 hingga 5 MPa (5 hingga 50 atm) pada kristal protein, atom xenon akan mengikat dalam rongga yang didominasi hidrofobik, sering kali menciptakan turunan atom berat berkualitas tinggi dan isomorf yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah fase.[200][201]
Pencegahan
Gas xenon dapat disimpan dengan aman dalam wadah kaca atau logam tertutup normal pada suhu dan tekanan standar. Namun, ia mudah larut di sebagian besar plastik dan karet, dan secara bertahap akan keluar dari wadah yang disegel dengan bahan tersebut.[202] Xenon tidak beracun, meskipun ia dapat larut dalam darah dan termasuk dalam kelompok zat tertentu yang menembus sawar darah–otak, menyebabkan anestesi bedah ringan hingga penuh saat dihirup dalam konsentrasi tinggi dengan oksigen.[203]
Kecepatan suara dalam gas xenon (169 m/s) lebih rendah daripada di udara[204] karena kecepatan rata-rata atom xenon berat lebih rendah daripada molekul nitrogen dan oksigen di udara. Oleh karena itu, xenon bergetar lebih lambat pada pita suara saat dihembuskan dan menghasilkan nada suara yang lebih rendah (suara dengan frekuensi rendah yang ditingkatkan, tetapi frekuensi dasar atau nada tidak berubah), efek yang berlawanan dengan suara nada tinggi yang dihasilkan dalam helium. Khususnya, saat saluran suara diisi dengan gas xenon, frekuensi resonansi alaminya menjadi lebih rendah daripada saat diisi udara. Dengan demikian, frekuensi rendah dari gelombang suara yang dihasilkan oleh getaran langsung yang sama dari pita suara akan ditingkatkan, menghasilkan perubahan timbre suara yang diperkuat oleh saluran suara. Sama seperti helium, xenon tidak memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen, dan ia merupakan asfiksia sederhana dan anestesi yang lebih kuat daripada dinitrogen monoksida; akibatnya, dan karena xenon berharga mahal, banyak universitas melarang aksi perubahan suara sebagai demonstrasi kimia umum. Gas belerang heksafluorida mirip dengan xenon dalam berat molekul (146 versus 131), lebih murah, dan meskipun merupakan asfiksia, ia tidak beracun atau bersifat anestesi; ia sering diganti dalam demonstrasi ini.[205]
Gas padat seperti xenon dan belerang heksafluorida dapat dihirup dengan aman bila dicampur dengan setidaknya 20% oksigen. Xenon pada konsentrasi 80% bersama dengan oksigen 20% akan dengan cepat menghasilkan ketidaksadaran anestesi umum (dan telah digunakan untuk ini, seperti yang dibahas di atas). Pernapasan dapat mencampur gas dengan kepadatan berbeda dengan sangat efektif dan cepat sehingga gas yang lebih berat akan dibersihkan bersama dengan oksigen, dan tidak menumpuk di dasar paru-paru.[206] Namun, ada bahaya yang terkait dengan gas berat apa pun dalam jumlah besar: gas tersebut mungkin tidak terlihat di dalam wadah, dan seseorang yang memasuki area yang berisi gas tidak berbau dan tidak berwarna dapat mengalami sesak napas tanpa peringatan. Xenon jarang digunakan dalam jumlah yang cukup besar untuk dapat menjadi perhatian, meskipun potensi bahaya selalu ada setiap kali tangki atau wadah xenon disimpan di ruangan yang tidak berventilasi.[207]
Senyawa xenon yang larut dalam air seperti mononatrium xenat cukup beracun, tetapi memiliki waktu paruh tubuh yang sangat singkat — xenat yang disuntikkan secara intravena akan direduksi menjadi xenon elemental dalam waktu sekitar satu menit.[208]
Lihat pula
Pranala luar
- Xenon di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- USGS Periodic Table – Xenon
- EnvironmentalChemistry.com – Xenon
- Sir William Ramsay's Nobel-Prize lecture (1904)
Referensi
- ↑ Staff. Xenon. Columbia University Press. 2007.
- ↑ Husted, Robert. Xenon. Laboratorium Nasional Los Alamos, Chemical Division. 15 Desember 2003.
- ↑ Viktor Abramovich Rabinovich. Thermophysical properties of neon, argon, krypton, and xenon. Washington. Hemisphere Publishing Corp. 1988. Vol. 10. ISBN 0-89116-675-0.—National Standard Reference Data Service of the USSR. Volume 10.
- ↑ Michael Freemantle. Chemistry at its Most Beautiful. 25 Agustus 2003. Vol. 81 (34). hlm. 27–30. doi:10.1021/cen-v081n034.p027.
- ↑ James Burke. Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World. Oxford University Press. 2003. hlm. 33. ISBN 0-7432-2619-4.
- ↑ David Mellor. Sound Person's Guide to Video. Focal Press. 2000. hlm. 186. ISBN 0-240-51595-1.
- ↑ Sanders, Robert D. Xenon: elemental anaesthesia in clinical practice. British Medical Bulletin. 2005. Vol. 71 (1). hlm. 115–35. doi:10.1093/bmb/ldh034.
- ↑ N. G. Basov. Stimulated Emission in the Vacuum Ultraviolet Region. Soviet Journal of Quantum Electronics. 1971. Vol. 1 (1). hlm. 18–22. doi:10.1070/QE1971v001n01ABEH003011.
- ↑ E. Toyserkani. Laser Cladding. CRC Press. 2004. hlm. 48. ISBN 0-8493-2172-7.
- ↑ Philip Ball. Xenon outs WIMPs. Nature. 1 Mei 2002. doi:10.1038/news020429-6.
- ↑ G. Saccoccia. Ion engine gets SMART-1 to the Moon. ESA. 31 Agustus 2006.
- ↑ Ichiro Kaneoka. Xenon's Inside Story. Science. 1998. Vol. 280 (5365). hlm. 851–852. doi:10.1126/science.280.5365.851b.
- ↑ Weston M. Stacey. Nuclear Reactor Physics. Wiley-VCH. 2007. hlm. 213. ISBN 978-3-527-40679-1.
- ↑ Sir William Ramsay. Nobel Lecture – The Rare Gases of the Atmosphere. nobelprize.org. Nobel Media AB. 12 Juli 1898.
- ↑ Ramsay, W. On the extraction from air of the companions of argon, and neon. Report of the Meeting of the British Association for the Advancement of Science. 1898. hlm. 828.
- ↑ Steve Gagnon. It's Elemental – Xenon. Thomas Jefferson National Accelerator Facility.
- ↑ Anonymous. The New International Encyclopædia. Dodd, Mead and Company. 1904. hlm. 906.
- ↑ Staff. The Merriam-Webster New Book of Word Histories. Merriam-Webster, Inc. 1991. hlm. 513. ISBN 0-87779-603-3.
- ↑ William Ramsay. An Attempt to Estimate the Relative Amounts of Krypton and of Xenon in Atmospheric Air. Proceedings of the Royal Society of London. 1902. Vol. 71 (467–476). hlm. 421–426. doi:10.1098/rspl.1902.0121.
- ↑ James Burke. Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World. Oxford University Press. 2003. hlm. 33. ISBN 0-7432-2619-4.
- ↑ Anonymous. History. Millisecond Cinematography.
- ↑ Rüdiger Paschotta. Lamp-pumped lasers. RP Photonics. 1 November 2007.
- ↑ Marx, Thomas. Xenon anesthesia. Journal of the Royal Society of Medicine. 2000. Vol. 93 (10). hlm. 513–7. doi:10.1177/014107680009301005.
- ↑ Bartlett, Neil. Dioxygenyl hexafluoroplatinate (V),. Proceedings of the Chemical Society. Chemical Society. 1962. hlm. 115. doi:10.1039/PS9620000097.
- ↑ Bartlett, N. Xenon hexafluoroplatinate (V) Xe + [PtF 6 ] −. Proceedings of the Chemical Society. Chemical Society. 1962. hlm. 218. doi:10.1039/PS9620000197.
- ↑ Michael Freemantle. Chemistry at its Most Beautiful. 25 Agustus 2003. Vol. 81 (34). hlm. 27–30. doi:10.1021/cen-v081n034.p027.
- ↑ L. Graham. Concerning the nature of XePtF 6. Coordination Chemistry Reviews. 2000. Vol. 197 (1). hlm. 321–334. doi:10.1016/S0010-8545(99)00190-3.
- ↑ A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.; terjemahan dari Lehrbuch der Anorganischen Chemie, ditemukan oleh A. F. Holleman, dilanjutkan oleh Egon Wiberg, disunting oleh Nils Wiberg, Berlin: de Gruyter, 1995, edisi ke-34, .
- ↑ Joanna Steel. Biography of Neil Bartlett. College of Chemistry, University of California, Berkeley. 2007.
- ↑ Neil Bartlett. The Noble Gases. Chemical & Engineering News. American Chemical Society. 9 September 2000. Vol. 81 (36). hlm. 32–34. doi:10.1021/cen-v081n036.p032.
- ↑ Leonid Khriachtchev. A stable argon compound. Nature. 24 Agustus 2000. Vol. 406 (6798). hlm. 874–6. doi:10.1038/35022551.
- ↑ Lynch, C. T. CRC Handbook of Materials Science. CRC Press. 1980. ISBN 0-87819-231-X.
- ↑ MacKenzie, D. R. Krypton Difluoride: Preparation and Handling. Science. 1963. Vol. 141 (3586). hlm. 1171. doi:10.1126/science.141.3586.1171.
- ↑ Paul R. Fields. Radon Fluoride. Journal of the American Chemical Society. 1962. Vol. 84 (21). hlm. 4164–4165. doi:10.1021/ja00880a048.
- ↑ Xenon. Periodic Table Online. CRC Press.
- ↑ G. J. Moody. A Decade of Xenon Chemistry. Journal of Chemical Education. 1974. Vol. 51 (10). hlm. 628–630. doi:10.1021/ed051p628.
- ↑ Browne, Malcolm W. (5 April 1990) "2 Researchers Spell 'I.B.M.,' Atom by Atom". New York Times
- ↑ David R. Williams. Earth Fact Sheet. NASA. 19 April 2007.
- ↑ Elena Aprile. Noble Gas Detectors. Wiley-VCH. 2006. hlm. 8–9. ISBN 3-527-60963-6.
- ↑ P. M. Rentzepis. Xenon as a solvent. Nature. 1981-09-10. Vol. 293 (5828). hlm. 165–166. doi:10.1038/293165a0.
- ↑ Elena Aprile. Noble Gas Detectors. Wiley-VCH. 2006. hlm. 8–9. ISBN 3-527-60963-6.
- ↑ W. A. Caldwell. Structure, bonding and geochemistry of xenon at high pressures. Science. 1997. Vol. 277 (5328). hlm. 930–933. doi:10.1126/science.277.5328.930.
- ↑ E. Fontes. Golden Anniversary for Founder of High-pressure Program at CHESS. Cornell University.
- ↑ Eremets, Mikhail I. Electrical Conductivity of Xenon at Megabar Pressures. Physical Review Letters. 2000. Vol. 85 (13). hlm. 2797–800. doi:10.1103/PhysRevLett.85.2797.
- ↑ Konstantin Iakoubovskii. Structure and pressure inside Xe nanoparticles embedded in Al. Physical Review B. 2008. Vol. 78 (6). hlm. 064105. doi:10.1103/PhysRevB.78.064105.
- ↑ Richard F. W. Bader. An Introduction to the Electronic Structure of Atoms and Molecules. McMaster University.
- ↑ John Talbot. Spectra of Gas Discharges. Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen.
- ↑ William Marshall Watts. An Introduction to the Study of Spectrum Analysis. Longmans, Green, and Co. 1904.
- ↑ Shuen-Cheng Hwang. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley. 2005. doi:10.1002/0471238961.0701190508230114.a01. ISBN 0-471-48511-X.
- ↑ P. K. Lebedev. Present and future production of xenon and krypton in the former USSR region and some physical properties of these gases. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A. 1993. Vol. 327 (1). hlm. 222–226. doi:10.1016/0168-9002(93)91447-U.
- ↑ Frank G. Kerry. Industrial Gas Handbook: Gas Separation and Purification. CRC Press. 2007. hlm. 101–103. ISBN 978-0-8493-9005-0.
- ↑ Xenon – Xe. CFC StarTec LLC. 10 Agustus 1998.
- ↑ Peter Häussinger. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2001. doi:10.1002/14356007.a17_485. ISBN 3-527-20165-3.
- ↑ Peter Häussinger. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley. 2001. doi:10.1002/14356007.a17_485. ISBN 3-527-20165-3.
- ↑ David Arnett. Supernovae and Nucleosynthesis. Princeton University Press. 1996. ISBN 0-691-01147-8.
- ↑ P. R. Mahaffy. Noble gas abundance and isotope ratios in the atmosphere of Jupiter from the Galileo Probe Mass Spectrometer. Journal of Geophysical Research. 2000. Vol. 105 (E6). hlm. 15061–15072. doi:10.1029/1999JE001224.
- ↑ Fraksi massa dihitung dari massa rata-rata atom di Tata Surya, sekitar 1,29 satuan massa atom
- ↑ Tobias Owen. A low-temperature origin for the planetesimals that formed Jupiter. Nature. 1999. Vol. 402 (6759). hlm. 269–70. doi:10.1038/46232.
- ↑ Sanloup, Chrystèle. Retention of Xenon in Quartz and Earth's Missing Xenon. Science. 2005. Vol. 310 (5751). hlm. 1174–7. doi:10.1126/science.1119070.
- ↑ Donald D. Clayton. Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis. University of Chicago Press. 1983. hlm. 604. ISBN 0-226-10953-4.
- ↑ D. Heymann. Xenon from intermediate zones of supernovae. Proceedings 10th Lunar and Planetary Science Conference. Pergamon Press, Inc. 19–23 Maret 1979. hlm. 1943–1959.
- ↑ M. Pignatari. The origin of xenon trapped in presolar mainstream SiC grains. Memorie della Societa Astronomica Italiana. 2004. Vol. 75. hlm. 729–734.
- ↑ Beer, H. Neutron capture cross-sections of stable xenon isotopes and their application in stellar nucleosynthesis. Astrophysics and Space Science. November 1983. Vol. 97 (1). hlm. 95–119. doi:10.1007/BF00684613.
- ↑ Eric Caldwell. Periodic Table – Xenon. Resources on Isotopes. USGS. January 2004.
- ↑ "Xenon Poisoning" or Neutron Absorption in Reactors.
- ↑ Chernobyl Appendix 1: Sequence of Events - World Nuclear Association.
- ↑ Seung-Kon Lee. Development of Industrial-Scale Fission 99Mo Production Process Using Low Enriched Uranium Target. Nuclear Engineering and Technology. 2016. Vol. 48 (3). hlm. 613–623. doi:10.1016/j.net.2016.04.006.
- ↑ Novel gas-capture approach advances nuclear fuel management.
- ↑ What's in Spent Nuclear Fuel? (After 20 yrs) – Energy from Thorium.
- ↑ A. S. Barabash. Average (Recommended) Half-Life Values for Two-Neutrino Double-Beta Decay. Czechoslovak Journal of Physics. 2002. Vol. 52 (4). hlm. 567–573. doi:10.1023/A:1015369612904.
- ↑ E. Aprile. Observation of two-neutrino double electron capture in 124 Xe with XENON1T. Nature. 2019. Vol. 568 (7753). hlm. 532–535. doi:10.1038/s41586-019-1124-4.
- ↑ N. Ackerman. Observation of Two-Neutrino Double-Beta Decay in 136 Xe with the EXO-200 Detector. Physical Review Letters. 2011. Vol. 107 (21). hlm. 212501. doi:10.1103/PhysRevLett.107.212501.
- ↑ Eric Caldwell. Periodic Table – Xenon. Resources on Isotopes. USGS. January 2004.
- ↑ Ernst W. Otten. Take a breath of polarized noble gas. Europhysics News. 2004. Vol. 35 (1). hlm. 16–20. doi:10.1051/epn:2004109.
- ↑ I. C. Ruset. Optical Pumping System Design for Large Production of Hyperpolarized 129 Xe. Physical Review Letters. 2006. Vol. 96 (5). hlm. 053002. doi:10.1103/PhysRevLett.96.053002.
- ↑ J. Wolber. On the oxygenation-dependent 129 Xe t 1 in blood. NMR in Biomedicine. 2000. Vol. 13 (4). hlm. 234–7. doi:10.1002/1099-1492(200006)13:4 3.0.CO;2-K.
- ↑ B. Chann. 129 Xe-Xe molecular spin relaxation. Physical Review Letters. 2002. Vol. 88 (11). hlm. 113–201. doi:10.1103/PhysRevLett.88.113201.
- ↑ Gustav Konrad von Schulthess. The Encyclopaedia of Medical Imaging. Taylor & Francis. 1998. hlm. 194. ISBN 1-901865-13-4.
- ↑ W. W. Warren. Nuclear Quadrupole Relaxation and Chemical Shift of Xe 131 in Liquid and Solid Xenon. Physical Review. 1966. Vol. 148 (1). hlm. 402–412. doi:10.1103/PhysRev.148.402.
- ↑ Husted, Robert. Xenon. Laboratorium Nasional Los Alamos, Chemical Division. 15 Desember 2003.
- ↑ Weston M. Stacey. Nuclear Reactor Physics. Wiley-VCH. 2007. hlm. 213. ISBN 978-3-527-40679-1.
- ↑ Staff. Hanford Becomes Operational. The Manhattan Project: An Interactive History. U.S. Department of Energy.
- ↑ Jeremy I. Pfeffer. Modern Physics: An Introductory Text. Imperial College Press. 2000. hlm. 421 ff. ISBN 1-86094-250-4.
- ↑ Edwards A. Laws. Aquatic Pollution: An Introductory Text. John Wiley and Sons. 2000. hlm. 505. ISBN 0-471-34875-9.
- ↑ Staff. A Nuclear Nightmare. 9 April 1979.
- ↑ A. P. Meshik. Record of Cycling Operation of the Natural Nuclear Reactor in the Oklo/Okelobondo Area in Gabon. Phys. Rev. Lett. 2004. Vol. 93 (18). hlm. 182302. doi:10.1103/physrevlett.93.182302.
- ↑ Donald D. Clayton. Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis. University of Chicago Press. 1983. hlm. 75. ISBN 0-226-10953-4.
- ↑ Bolt, B. A. John H. Reynolds, Physics: Berkeley. The University of California, Berkeley. 2007.
- ↑ Donald D. Clayton. Principles of Stellar Evolution and Nucleosynthesis. University of Chicago Press. 1983. hlm. 75. ISBN 0-226-10953-4.
- ↑ Bolt, B. A. John H. Reynolds, Physics: Berkeley. The University of California, Berkeley. 2007.
- ↑ Ichiro Kaneoka. Xenon's Inside Story. Science. 1998. Vol. 280 (5365). hlm. 851–852. doi:10.1126/science.280.5365.851b.
- ↑ David R. Williams. Mars Fact Sheet. NASA. September 1, 2004.
- ↑ James Schilling. Why is the Martian atmosphere so thin and mainly carbon dioxide?. Mars Global Circulation Model Group.
- ↑ Kevin J. Zahnle. Xenological constraints on the impact erosion of the early Martian atmosphere. Journal of Geophysical Research. 1993. Vol. 98 (E6). hlm. 10,899–10,913. doi:10.1029/92JE02941.
- ↑ Eric Caldwell. Periodic Table – Xenon. Resources on Isotopes. USGS. January 2004.
- ↑ M. S. Boulos. The xenon record of extinct radioactivities in the Earth. Science. 1971. Vol. 174 (4016). hlm. 1334–6. doi:10.1126/science.174.4016.1334.
- ↑ Harding, Charlie. Elements of the p block. Royal Society of Chemistry. 2002. hlm. 93–94. ISBN 0-85404-690-9.
- ↑ Dean H Liskow. Probable nonexistence of xenon monofluoride as a chemically bound species in the gas phase. J Am Chem Soc. 1973. Vol. 95 (12). hlm. 4056–4057. doi:10.1021/ja00793a042.
- ↑ Weeks, James L. Photochemical Preparation of Xenon Difluoride. Journal of the American Chemical Society. 1962. Vol. 84 (23). hlm. 4612–4613. doi:10.1021/ja00882a063.
- ↑ Streng, L. V. Formation of Xenon Difluoride from Xenon and Oxygen Difluoride or Fluorine in Pyrex Glass at Room Temperature. Inorganic Chemistry. 1965. Vol. 4 (9). hlm. 1370–1371. doi:10.1021/ic50031a035.
- ↑ Tramšek, Melita. Synthesis, Properties and Chemistry of Xenon(II) Fluoride. Acta Chimica Slovenica. December 5, 2006. Vol. 53 (2). hlm. 105–116. doi:10.1002/chin.200721209.
- ↑ Ogrin, Tomaz. Melting-point determinations of xenon difluoride-xenon tetrafluoride mixtures. Journal of Chemical and Engineering Data. 1973. Vol. 18 (4). hlm. 402. doi:10.1021/je60059a014.
- ↑ Harding, Charlie. Elements of the p block. Royal Society of Chemistry. 2002. hlm. 93–94. ISBN 0-85404-690-9.
- ↑ Tramšek, Melita. Synthesis, Properties and Chemistry of Xenon(II) Fluoride. Acta Chimica Slovenica. December 5, 2006. Vol. 53 (2). hlm. 105–116. doi:10.1002/chin.200721209.
- ↑ Scott, Thomas. Xenon Compounds. Walter de Gruyter. 1994. hlm. 1183. ISBN 3-11-011451-8.
- ↑ Proserpio, Davide M. The xenon-chlorine conundrum: van der Waals complex or linear molecule?. Journal of the American Chemical Society. 1991. Vol. 113 (19). hlm. 7184–7189. doi:10.1021/ja00019a014.
- ↑ Richardson, Nancy A. The potential energy surface of xenon dichloride. The Journal of Physical Chemistry. 1993. Vol. 97 (42). hlm. 10952–10954. doi:10.1021/j100144a009.
- ↑ Bell, C.F. Syntheses and Physical Studies of Inorganic Compounds. Elsevier Science. 2013. hlm. 143. ISBN 9781483280608.
- ↑ Cockett, A.H. The Chemistry of the Monatomic Gases: Pergamon Texts in Inorganic Chemistry. Elsevier Science. 2013. hlm. 292. ISBN 9781483157368.
- ↑ Brock, D.S. Synthesis of the missing oxide of xenon, XeO 2 , and its implications for earth's missing xenon. Journal of the American Chemical Society. 2011. Vol. 133 (16). hlm. 6265–9. doi:10.1021/ja110618g.
- ↑ Chemistry: Where did the xenon go?. Nature. 2011. Vol. 471 (7337). hlm. 138. doi:10.1038/471138d.
- ↑ Zhou, M. Formation and Characterization of the XeOO + Cation in Solid Argon. Journal of the American Chemical Society. 2006. Vol. 128 (8). hlm. 2504–5. doi:10.1021/ja055650n.
- ↑ John H. Holloway. Advances in Inorganic Chemistry Press. Academic. 1998. hlm. 65. ISBN 0-12-023646-X.
- ↑ W. Henderson. Main group chemistry. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 152–153. ISBN 0-85404-617-8.
- ↑ Scott, Thomas. Xenon Compounds. Walter de Gruyter. 1994. hlm. 1183. ISBN 3-11-011451-8.
- ↑ Mackay, Kenneth Malcolm. Introduction to modern inorganic chemistry. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.
- ↑ D. F. Smith. Xenon Oxyfluoride. Science. 1963. Vol. 140 (3569). hlm. 899–900. doi:10.1126/science.140.3569.899.
- ↑ Mackay, Kenneth Malcolm. Introduction to modern inorganic chemistry. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.
- ↑ Christe, K. O. On the Structure of the [XeOF 5 ] − Anion and of Heptacoordinated Complex Fluorides Containing One or Two Highly Repulsive Ligands or Sterically Active Free Valence Electron Pairs. Inorg. Chem. 1995. Vol. 34 (7). hlm. 1868–1874. doi:10.1021/ic00111a039.
- ↑ Christe, K. O. Chlorine trifluoride oxide. V. Complex formation with Lewis acids and bases. Inorg. Chem. 1972. Vol. 11 (9). hlm. 2205–2208. doi:10.1021/ic50115a044.
- ↑ Holloway, John H. Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. 1998. hlm. 61–90. ISBN 0-12-023646-X.
- ↑ W. Henderson. Main group chemistry. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 152–153. ISBN 0-85404-617-8.
- ↑ Mackay, Kenneth Malcolm. Introduction to modern inorganic chemistry. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.
- ↑ H. Frohn. C 6 F 5 XeF, a versatile starting material in xenon–carbon chemistry. Journal of Fluorine Chemistry. 2004. Vol. 125 (6). hlm. 981–988. doi:10.1016/j.jfluchem.2004.01.019.
- ↑ Mackay, Kenneth Malcolm. Introduction to modern inorganic chemistry. CRC Press. 2002. hlm. 497–501. ISBN 0-7487-6420-8.
- ↑ Charles T. Goetschel. Reaction of xenon with dioxygenyl tetrafluoroborate. Preparation of FXe-BF 2. Journal of the American Chemical Society. 1972. Vol. 94 (9). hlm. 3018–3021. doi:10.1021/ja00764a022.
- ↑ Li, Wai-Kee. Advanced Structural Inorganic Chemistry. Oxford University Press. 2008. hlm. 678. ISBN 978-0-19-921694-9.
- ↑ Wai-Kee Li. Advanced Structural Inorganic Chemistry. Oxford University Press. 2008. hlm. 674. ISBN 978-0-19-921694-9.
- ↑ R. B. Gerber. Formation of novel rare-gas molecules in low-temperature matrices. Annual Review of Physical Chemistry. 2004. Vol. 55 (1). hlm. 55–78. doi:10.1146/annurev.physchem.55.091602.094420.
- ↑ Leonid Khriachtchev. A Small Neutral Molecule with Two Noble-Gas Atoms: HXeOXeH. Journal of the American Chemical Society. 2008. Vol. 130 (19). hlm. 6114–8. doi:10.1021/ja077835v.
- ↑ Mika Pettersson. A Chemical Compound Formed from Water and Xenon: HXeOH. Journal of the American Chemical Society. 1999. Vol. 121 (50). hlm. 11904–11905. doi:10.1021/ja9932784.
- ↑ L. Pauling. A molecular theory of general anesthesia. Science. 1961. Vol. 134 (3471). hlm. 15–21. doi:10.1126/science.134.3471.15. Dicetak ulang sebagai Linus Pauling: Selected Scientific Papers. World Scientific. 2001. Vol. 2. hlm. 1328–1334. ISBN 981-02-2940-2.
- ↑ W. Henderson. Main group chemistry. Royal Society of Chemistry. 2000. hlm. 148. ISBN 0-85404-617-8.
- ↑ Tomoko Ikeda. Distortion of Host Lattice in Clathrate Hydrate as a Function of Guest Molecule and Temperature. Journal of Physical Chemistry A. 23 November 2000. Vol. 104 (46). hlm. 10623–10630. doi:10.1021/jp001313j.
- ↑ Annette K. Kleppe. New high-pressure van der Waals compound Kr(H 2 ) 4 discovered in the krypton-hydrogen binary system. Scientific Reports. 2014. Vol. 4. hlm. 4989. doi:10.1038/srep04989.
- ↑ C. P. McKay. Clathrate formation and the fate of noble and biologically useful gases in Lake Vostok, Antarctica. Geophysical Research Letters. 2003. Vol. 30 (13). hlm. 35. doi:10.1029/2003GL017490.
- ↑ R. M. Barrer. Non-Stoichiometric Clathrate of Water. Proceedings of the Royal Society of London. 1957. Vol. 243 (1233). hlm. 172–189. doi:10.1098/rspa.1957.0213.
- ↑ Michael Frunzi. Effect of Xenon on Fullerene Reactions. Journal of the American Chemical Society. 2007. Vol. 129 (43). hlm. 13343–6. doi:10.1021/ja075568n.
- ↑ William Thomas Silfvast. Laser Fundamentals. Cambridge University Press. 2004. ISBN 0-521-83345-0.
- ↑ John G. Webster. The Measurement, Instrumentation, and Sensors Handbook. Springer. 1998. ISBN 3-540-64830-5.
- ↑ Charles McGhee. Excimer Lasers in Ophthalmology. Informa Health Care. 1997. ISBN 1-85317-253-7.
- ↑ James Burke. Twin Tracks: The Unexpected Origins of the Modern World. Oxford University Press. 2003. hlm. 33. ISBN 0-7432-2619-4.
- ↑ Staff. Xenon Applications. Praxair Technology. 2007.
- ↑ E. Baltás. A xenon-iodine electric discharge bactericidal lamp. Technical Physics Letters. 2003. Vol. 29 (10). hlm. 871–872. doi:10.1134/1.1623874.
- ↑ E. Toyserkani. Laser Cladding. CRC Press. 2004. hlm. 48. ISBN 0-8493-2172-7.
- ↑ M. D. Skeldon. Thermal distortions in laser-diode- and flash-lamp-pumped Nd:YLF laser rods. LLE Review. 1997. Vol. 71. hlm. 137–144.
- ↑ David Mellor. Sound Person's Guide to Video. Focal Press. 2000. hlm. 186. ISBN 0-240-51595-1.
- ↑ Anonymous. The plasma behind the plasma TV screen. Plasma TV Science.
- ↑ Rick Marin. Plasma TV: That New Object Of Desire. The New York Times. 21 Maret 2001.
- ↑ John Waymouth. Electric Discharge Lamps. MIT Press. 1971. ISBN 0-262-23048-8.
- ↑ C. K. N. Patel. Infrared spectroscopy using stimulated emission techniques. Physical Review Letters. 1 Agustus 1962. Vol. 9 (3). hlm. 102–104. doi:10.1103/PhysRevLett.9.102.
- ↑ C. K. N. Patel. High gain gaseous (Xe-He) optical masers. Applied Physics Letters. 1 Desember 1962. Vol. 1 (4). hlm. 84–85. doi:10.1063/1.1753707.
- ↑ W. R. Bennett, Jr. Gaseous optical masers. Applied Optics. 1962. Vol. 1 (S1). hlm. 24–61. doi:10.1364/AO.1.000024.
- ↑ N. G. Basov. Stimulated Emission in the Vacuum Ultraviolet Region. Soviet Journal of Quantum Electronics. 1971. Vol. 1 (1). hlm. 18–22. doi:10.1070/QE1971v001n01ABEH003011.
- ↑ Laser Output. University of Waterloo.
- ↑ A. E. Neice. Xenon anaesthesia for all, or only a select few?. Anaesthesia. 2016. Vol. 71 (11). hlm. 1259–1272. doi:10.1111/anae.13569.
- ↑ P. Banks. Competitive inhibition at the glycine site of the N-methyl-D-aspartate receptor mediates xenon neuroprotection against hypoxia-ischemia. Anesthesiology. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 614–22. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cea398.
- ↑ D. Ma. Neuroprotective and neurotoxic properties of the 'inert' gas, xenon. British Journal of Anaesthesia. 2002. Vol. 89 (5). hlm. 739–46. doi:10.1093/bja/89.5.739.
- ↑ A. Nagata. Xenon inhibits but N 2 O enhances ketamine-induced c-Fos expression in the rat posterior cingulate and retrosplenial cortices. Anesthesia & Analgesia. 2001. Vol. 92 (2). hlm. 362–8. doi:10.1213/00000539-200102000-00016.
- ↑ S. Sakamoto. The differential effects of nitrous oxide and xenon on extracellular dopamine levels in the rat nucleus accumbens: a microdialysis study. Anesthesia & Analgesia. 2006. Vol. 103 (6). hlm. 1459–63. doi:10.1213/01.ane.0000247792.03959.f1.
- ↑ M. Gruss. Two-pore-domain K + channels are a novel target for the anesthetic gases xenon, nitrous oxide, and cyclopropane. Molecular Pharmacology. 2004. Vol. 65 (2). hlm. 443–52. doi:10.1124/mol.65.2.443.
- ↑ T. Yamakura. Effects of gaseous anesthetics nitrous oxide and xenon on ligand-gated ion channels. Comparison with isoflurane and ethanol. Anesthesiology. 2000. Vol. 93 (4). hlm. 1095–101. doi:10.1097/00000542-200010000-00034.
- ↑ M. H. Rashid. Tonic inhibitory role of α4β2 subtype of nicotinic acetylcholine receptors on nociceptive transmission in the spinal cord in mice. Pain. 2006. Vol. 125 (1–2). hlm. 125–35. doi:10.1016/j.pain.2006.05.011.
- ↑ Maria M. Lopez. How Do Volatile Anesthetics Inhibit Ca 2+ -ATPases?. The Journal of Biological Chemistry. 1995. Vol. 270 (47). hlm. 28239–28245. doi:10.1074/jbc.270.47.28239.
- ↑ T. Suzuki. The diverse actions of volatile and gaseous anesthetics on human-cloned 5-hydroxytryptamine 3 receptors expressed in Xenopus oocytes. Anesthesiology. 2002. Vol. 96 (3). hlm. 699–704. doi:10.1097/00000542-200203000-00028.
- ↑ R.W.D. Nickalls. Age-related iso-MAC charts for isoflurane, sevoflurane and desflurane in man. British Journal of Anaesthesia. August 2003. Vol. 91 (2). hlm. 170–174. doi:10.1093/bja/aeg132.
- ↑ T. Goto. Will xenon be a stranger or a friend?: the cost, benefit, and future of xenon anesthesia. Anesthesiology. 2003. Vol. 98 (1). hlm. 1–2. doi:10.1097/00000542-200301000-00002.
- ↑ Michael Schmidt. Xenon Attenuates Cerebral Damage after Ischemia in Pigs. Anesthesiology. May 2005. Vol. 102 (5). hlm. 929–936. doi:10.1097/00000542-200505000-00011.
- ↑ J. Dingley. Xenon Provides Short-Term Neuroprotection in Neonatal Rats When Administered After Hypoxia-Ischemia. Stroke. 2006. Vol. 37 (2). hlm. 501–6. doi:10.1161/01.STR.0000198867.31134.ac.
- ↑ P. Banks. Competitive inhibition at the glycine site of the N-methyl-D-aspartate receptor mediates xenon neuroprotection against hypoxia-ischemia. Anesthesiology. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 614–22. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cea398.
- ↑ N. C. Weber. The noble gas xenon induces pharmacological preconditioning in the rat heart in vivo via induction of PKC-epsilon and p38 MAPK. Br J Pharmacol. 2005. Vol. 144 (1). hlm. 123–32. doi:10.1038/sj.bjp.0706063.
- ↑ C. Bantel. Neuronal preconditioning by inhalational anesthetics: evidence for the role of plasmalemmal adenosine triphosphate-sensitive potassium channels. Anesthesiology. 2009. Vol. 110 (5). hlm. 986–95. doi:10.1097/ALN.0b013e31819dadc7.
- ↑ C. Bantel. Noble gas xenon is a novel adenosine triphosphate-sensitive potassium channel opener. Anesthesiology. 2010. Vol. 112 (3). hlm. 623–30. doi:10.1097/ALN.0b013e3181cf894a.
- ↑ Breathe it in. The Economist. 8 Februari 2014.
- ↑ WADA amends Section S.2.1 of 2014 Prohibited List. 31 Agustus 2014.
- ↑ W. Jelkmann. Xenon Misuse in Sports. Deutsche Zeitschrift für Sportmedizin. Deutsche Zeitschrift für Sportmedizin/German Journal of Sports Medicine. 2014. Vol. 2014 (10). hlm. 267–271. doi:10.5960/dzsm.2014.143.
- ↑ Ernst Van Der Wall. What's New in Cardiac Imaging?: SPECT, PET, and MRI. Springer. 1992. ISBN 0-7923-1615-0.
- ↑ John Frank. Introduction to imaging: The chest. Student BMJ. 1999. Vol. 12. hlm. 1–44.
- ↑ Puneet K. Chandak. Brain SPECT: Xenon-133. Brigham RAD. 20 Juli 1995.
- ↑ M. S. Albert. Development of hyperpolarized noble gas MRI. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A. 1998. Vol. 402 (2–3). hlm. 441–53. doi:10.1016/S0168-9002(97)00888-7.
- ↑ Robert Irion. Head Full of Xenon?. March 23, 1999.
- ↑ Wolber, J. Intravascular delivery of hyperpolarized 129Xenon for in vivo MRI. Applied Magnetic Resonance. 1998. Vol. 15 (3–4). hlm. 343–352. doi:10.1007/BF03162020.
- ↑ Driehuys, B. Pulmonary perfusion and xenon gas exchange in rats: MR imaging with intravenous injection of hyperpolarized 129Xe. Radiology. 2009. Vol. 252 (2). hlm. 386–93. doi:10.1148/radiol.2522081550.
- ↑ Cleveland, Z.I. Continuously infusing hyperpolarized 129Xe into flowing aqueous solutions using hydrophobic gas exchange membranes. The Journal of Physical Chemistry. 2009. Vol. 113 (37). hlm. 12489–99. doi:10.1021/jp9049582.
- ↑ Helen Marshall. In vivo methods and applications of xenon-129 magnetic resonance. Progress in Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy. 1 Februari 2021. Vol. 122. hlm. 42–62. doi:10.1016/j.pnmrs.2020.11.002.
- ↑ E. Baltás. Treatment of atopic dermatitis with the xenon chloride excimer laser. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology. 2006. Vol. 20 (6). hlm. 657–60. doi:10.1111/j.1468-3083.2006.01495.x.
- ↑ Luhmer, M. Interpretation of the solvent effect on the screening constant of Xe-129. Magnetic Resonance in Chemistry. 1989. Vol. 27 (10). hlm. 950–952. doi:10.1002/mrc.1260271009.
- ↑ Rubin, Seth M. Evidence of nonspecific surface interactions between laser-polarized xenon and myoglobin in solution. Proceedings of the National Academy of Sciences USA. August 15, 2000. Vol. 97 (17). hlm. 9472–5. doi:10.1073/pnas.170278897.
- ↑ Raftery, Daniel. Optical Pumping and Magic Angle Spinning: Sensitivity and Resolution Enhancement for Surface NMR Obtained with Laser-Polarized Xenon. Journal of the American Chemical Society. 1997. Vol. 119 (37). hlm. 8746–8747. doi:10.1021/ja972035d.
- ↑ Gaede, H. C. High-field cross polarization NMR from laser-polarized xenon to surface nuclei. Applied Magnetic Resonance. 1995. Vol. 8 (3–4). hlm. 373–384. doi:10.1007/BF03162652.
- ↑ Peter Louis Galison. Image and Logic: A Material Culture of Microphysics. University of Chicago Press. 1997. hlm. 339. ISBN 0-226-27917-0.
- ↑ Fontaine, J.-P. Atmospheric xenon radioactive isotope monitoring. Journal of Environmental Radioactivity. 2004. Vol. 72 (1–2). hlm. 129–35. doi:10.1016/S0265-931X(03)00194-2.
- ↑ Garwin, Richard L. A Technical Analysis: Deconstructing North Korea's October 9 Nuclear Test. Arms Control Today. Arms Control Association. November 2006. Vol. 38 (9).
- ↑ Gallucci, G. The MEG liquid xenon calorimeter. Journal of Physics: Conference Series. 2009. Vol. 160 (1). hlm. 012011. doi:10.1088/1742-6596/160/1/012011.
- ↑ Kathleen Zona. Innovative Engines: Glenn Ion Propulsion Research Tames the Challenges of 21st century Space Travel. NASA. 17 Maret 2006.
- ↑ G. Saccoccia. Ion engine gets SMART-1 to the Moon. ESA. 31 Agustus 2006.
- ↑ Dawn Launch: Mission to Vesta and Ceres. NASA.
- ↑ J. D. Brazzle. Modeling and Characterization of Sacrificial Polysilicon Etching Using Vapor-Phase Xenon Difluoride. Proceedings 17th IEEE International Conference on Micro Electro Mechanical Systems (MEMS). IEEE. 28 Juli – 1 Agustus 1975. hlm. 737–740. ISBN 978-0-7803-8265-7.
- ↑ Staff. Neil Bartlett and the Reactive Noble Gases. American Chemical Society. 2007.
- ↑ Staff. Protein Crystallography: Xenon and Krypton Derivatives for Phasing. Daresbury Laboratory, PX. 21 Desember 2004.
- ↑ Jan Drenth. Principles of Protein X-Ray Crystallography. Springer. 2007. hlm. 123–171. doi:10.1007/0-387-33746-6_7. ISBN 978-0-387-33334-2.
- ↑ Adrian D. LeBlanc. The handling of xenon-133 in clinical studies. Physics in Medicine and Biology. 1971. Vol. 16 (1). hlm. 105–9. doi:10.1088/0031-9155/16/1/310.
- ↑ A. J. Finkel. Metabolic and toxicological effects of water-soluble xenon compounds are studied. NASA. 1 April 1968.
- ↑ 169,44 m/s dalam xenon (pada suhu 0 °C dan tekanan 107 kPa), dibandingkan dengan 344 m/s di udara. Lihat: V. Vacek. Velocity of sound measurements in gaseous per-fluorocarbons and their mixtures. Fluid Phase Equilibria. 2001. Vol. 185 (1–2). hlm. 305–314. doi:10.1016/S0378-3812(01)00479-4.
- ↑ Steve Spangler. Anti-Helium – Sulfur Hexafluoride. Steve Spangler Science. 2007.
- ↑ K. Yamaguchi. Inhaling Gas With Different CT Densities Allows Detection of Abnormalities in the Lung Periphery of Patients With Smoking-Induced COPD. Chest. 2001. Vol. 120 (6). hlm. 1907–16. doi:10.1378/chest.120.6.1907.
- ↑ Staff. Cryogenic and Oxygen Deficiency Hazard Safety. Stanford Linear Accelerator Center. 1 Agustus 2007.
- ↑ A. J. Finkel. Metabolic and toxicological effects of water-soluble xenon compounds are studied. NASA. 1 April 1968.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594343 (2026-08-18T03:16:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.