Lompat ke isi

Polonium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29442075; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
[[File:Electron_shell_084_Polonium_-_no_label.svg|thumb|right|280px|Electron shell 084 Polonium - no label]]
'''Polonium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Po''' dan [[nomor atom]] 84. Sebuah [[logam]] langka yang sangat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] tanpa [[Isotop polonium|isotop]] stabil, polonium adalah sebuah [[kalkogen]] dan secara kimiawi mirip dengan [[selenium]] dan [[telurium]], meskipun karakter logamnya mirip dengan [[Unsur periode 6|tetangga horizontal]]nya di [[tabel periodik]]: [[talium]], [[timbal]], dan [[bismut]]. Karena [[waktu paruh]] semua isotopnya pendek, keterjadian alaminya terbatas pada jejak kecil [[polonium-210]] yang cepat meluruh (dengan waktu paruh 138 hari) dalam [[bijih]] [[uranium]], karena ia merupakan [[Deret radioaktif|anak kedua terakhir]] dari [[Uranium-238#Deret radium (atau deret uranium)|uranium-238]] yang alami. Meskipun ada isotop yang berumur sedikit lebih lama, mereka jauh lebih sulit untuk diproduksi. Saat ini, polonium biasanya diproduksi dalam jumlah miligram melalui [[Pengaktifan neutron|iradiasi neutron]] oleh bismut. Karena radioaktivitasnya yang kuat, yang menghasilkan [[radiolisis]] dalam ikatan kimia dan pemanasan radioaktif sendiri, sifat kimianya sebagian besar telah diselidiki hanya pada skala kecil.
'''Polonium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Po''' dan [[nomor atom]] 84. Sebuah [[logam]] langka yang sangat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] tanpa [[Isotop polonium|isotop]] stabil, polonium adalah sebuah [[kalkogen]] dan secara kimiawi mirip dengan [[selenium]] dan [[telurium]], meskipun karakter logamnya mirip dengan [[Unsur periode 6|tetangga horizontal]]nya di [[tabel periodik]]: [[talium]], [[timbal]], dan [[bismut]]. Karena [[waktu paruh]] semua isotopnya pendek, keterjadian alaminya terbatas pada jejak kecil [[polonium-210]] yang cepat meluruh (dengan waktu paruh 138 hari) dalam [[bijih]] [[uranium]], karena ia merupakan [[Deret radioaktif|anak kedua terakhir]] dari [[Uranium-238#Deret radium (atau deret uranium)|uranium-238]] yang alami. Meskipun ada isotop yang berumur sedikit lebih lama, mereka jauh lebih sulit untuk diproduksi. Saat ini, polonium biasanya diproduksi dalam jumlah miligram melalui [[Pengaktifan neutron|iradiasi neutron]] oleh bismut. Karena radioaktivitasnya yang kuat, yang menghasilkan [[radiolisis]] dalam ikatan kimia dan pemanasan radioaktif sendiri, sifat kimianya sebagian besar telah diselidiki hanya pada skala kecil.


Polonium ditemukan pada Juli 1898 oleh [[Marie Curie|Marie Skłodowska-Curie]] dan [[Pierre Curie]], ketika ia diekstraksi dari bijih uranium [[uraninit]] dan teridentifikasi hanya dengan radioaktivitasnya yang kuat: ia adalah unsur pertama yang ditemukan melalui sifat radioaktifnya. Polonium dinamai dari negara asal Marie Curie, [[Polandia]]. Polonium memiliki beberapa aplikasi, dan itu terkait dengan radioaktivitasnya: pemanas di [[Wahana antariksa nirawak#Prob dan observatorium antariksa|prob antariksa]], [[perangkat antistatis]], sumber [[neutron]] dan [[partikel alfa]], serta [[racun]]. Polonium sangatlah berbahaya bagi manusia.
Polonium ditemukan pada Juli 1898 oleh [[Marie Curie|Marie Skłodowska-Curie]] dan [[Pierre Curie]], ketika ia diekstraksi dari bijih uranium [[uraninit]] dan teridentifikasi hanya dengan radioaktivitasnya yang kuat: ia adalah unsur pertama yang ditemukan melalui sifat radioaktifnya. Polonium dinamai dari negara asal Marie Curie, [[Polandia]]. Polonium memiliki beberapa aplikasi, dan itu terkait dengan radioaktivitasnya: pemanas di [[Wahana antariksa nirawak#Prob dan observatorium antariksa|prob antariksa]], [[perangkat antistatis]], sumber [[neutron]] dan [[partikel alfa]], serta [[racun]]. Polonium sangatlah berbahaya bagi manusia.
==Karakteristik==
==Karakteristik==
<sup>210</sup>Po adalah sebuah [[Peluruhan alfa|pemancar alfa]] yang memiliki waktu paruh 138,4&nbsp;hari; ia meluruh langsung menjadi [[Produk peluruhan|isotop anak]]nya yang stabil, [[Timbal|<sup>206</sup>Pb]]. Satu miligram (5&nbsp;[[Curie (satuan)|curie]]) <sup>210</sup>Po memancarkan partikel alfa per detik sebanyak 5&nbsp;gram [[radium|<sup>226</sup>Ra]], yang berarti ia 5.000 kali lebih radioaktif daripada radium. Beberapa [[Curie (satuan)|curie]] (1&nbsp;curie sama dengan 37&nbsp;[[Becquerel|gigabecquerel]], 1&nbsp;Ci = 37&nbsp;GBq) dari <sup>210</sup>Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh [[Cahaya udara terionisasi|ionisasi]] udara di sekitarnya.
<sup>210</sup>Po adalah sebuah [[Peluruhan alfa|pemancar alfa]] yang memiliki waktu paruh 138,4&nbsp;hari; ia meluruh langsung menjadi [[Produk peluruhan|isotop anak]]nya yang stabil, [[Timbal|<sup>206</sup>Pb]]. Satu miligram (5&nbsp;[[Curie (satuan)|curie]]) <sup>210</sup>Po memancarkan partikel alfa per detik sebanyak 5&nbsp;gram [[radium|<sup>226</sup>Ra]],<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/polonium.pdf Polonium]. Argonne National Laboratory.</ref> yang berarti ia 5.000 kali lebih radioaktif daripada radium. Beberapa [[Curie (satuan)|curie]] (1&nbsp;curie sama dengan 37&nbsp;[[Becquerel|gigabecquerel]], 1&nbsp;Ci = 37&nbsp;GBq) dari <sup>210</sup>Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh [[Cahaya udara terionisasi|ionisasi]] udara di sekitarnya.


Sekitar satu dari 100.000&nbsp;pancaran alfa menyebabkan eksitasi pada inti yang kemudian menghasilkan pancaran [[sinar gama]] dengan energi maksimum 803&nbsp;keV.
Sekitar satu dari 100.000&nbsp;pancaran alfa menyebabkan eksitasi pada inti yang kemudian menghasilkan pancaran [[sinar gama]] dengan energi maksimum 803&nbsp;keV.<ref>Greenwood, hlm. 250</ref><ref>[http://atom.kaeri.re.kr/cgi-bin/decay?Po-210%20A 210PO α decay]. ''Nuclear Data Center, Korea Atomic Energy Research Institute''. 2000.</ref>


===Bentuk wujud padat===
===Bentuk wujud padat===
Polonium adalah unsur radioaktif yang ada dalam dua [[Alotropi|alotrop]] [[logam|metalik]]. Bentuk alfa adalah satu-satunya contoh yang diketahui dari struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubik sederhana]] dalam basis atom tunggal pada [[Temperatur dan tekanan standar|STP]], dengan panjang tepi 335,2 [[pikometer]]; bentuk beta adalah [[Rombohedron|rombohedral]].<ref>Greenwood, hlm. 753</ref><ref>Gary L. Miessler. [https://archive.org/details/inorganicchemist03edmies/page/285 Inorganic Chemistry]. Pearson Prentice Hall. 2004. hlm. [https://archive.org/details/inorganicchemist03edmies/page/285 285]. ISBN 978-0-13-120198-9.</ref><ref>[http://cst-www.nrl.navy.mil/lattice/struk/a_i.html The beta Po (A_i) Structure]. ''Naval Research Laboratory''. 20 November 2000.</ref> Struktur polonium telah dicirikan oleh [[difraksi]] [[sinar-X]]<ref>R. J. Desando. ''The structures of polonium and its compounds—I α and β polonium metal''. ''Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry''. 1966. Vol. 28 (9). hlm. 1837–1846. doi:10.1016/0022-1902(66)80270-1.</ref><ref>W. H. Beamer. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1946-09_14_9/page/569 The Crystal Structure of Polonium]. ''Journal of Chemical Physics''. 1946. Vol. 14 (9). hlm. 569. doi:10.1063/1.1724201.</ref> dan [[difraksi elektron]].<ref>M. A. Rollier. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1936-10_4_10/page/648 The Crystal Structure of Polonium by Electron Diffraction]. ''Journal of Chemical Physics''. 1936. Vol. 4 (10). hlm. 648. doi:10.1063/1.1749762.</ref>


Polonium adalah unsur radioaktif yang ada dalam dua [[Alotropi|alotrop]] [[logam|metalik]]. Bentuk alfa adalah satu-satunya contoh yang diketahui dari struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubik sederhana]] dalam basis atom tunggal pada [[Temperatur dan tekanan standar|STP]], dengan panjang tepi 335,2 [[pikometer]]; bentuk beta adalah [[Rombohedron|rombohedral]]. Struktur polonium telah dicirikan oleh [[difraksi]] [[sinar-X]] dan [[difraksi elektron]].
<sup>210</sup>Po (sama dengan [[Plutonium-238|<sup>238</sup>Pu]]) memiliki kemampuan untuk [[Volatilitas (kimia)|mengudara dengan mudah]]: jika sebuah sampel dipanaskan di udara hingga , 50% darinya menguap dalam 45 jam untuk membentuk molekul Po<sub>2</sub> [[Molekul diatomik|diatomik]], meskipun titik lebur polonium adalah  dan titik didihnya adalah .<ref>Bogdan Wąs. [http://www.ichtj.waw.pl/ichtj/nukleon/back/full/vol51_2006/v51s2p03f.pdf Thermochromatographic separation of 206,208 Po from a bismuth target bombarded with protons]. ''Nukleonika''. 2006. Vol. 51 (Suppl. 2). hlm. s3–s5.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium&oldid=29442075 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium&oldid=29442075 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Ada lebih dari satu hipotesis tentang bagaimana polonium melakukan ini; satu pendapat mengemukakan bahwa gugus kecil atom polonium [[spalasi|terkelupas]] oleh peluruhan alfa.<ref>Condit, Ralph H. [https://www.osti.gov/biblio/1162255 Pseudo-evaporation of high specific activity alpha-emitting materials]. Lawrence Livermore National Laboratory. 2014.</ref>
<sup>210</sup>Po (sama dengan [[Plutonium-238|<sup>238</sup>Pu]]) memiliki kemampuan untuk [[Volatilitas (kimia)|mengudara dengan mudah]]: jika sebuah sampel dipanaskan di udara hingga , 50% darinya menguap dalam 45 jam untuk membentuk molekul Po<sub>2</sub> [[Molekul diatomik|diatomik]], meskipun titik lebur polonium adalah  dan titik didihnya adalah .
Ada lebih dari satu hipotesis tentang bagaimana polonium melakukan ini; satu pendapat mengemukakan bahwa gugus kecil atom polonium [[spalasi|terkelupas]] oleh peluruhan alfa.
===Sifat Kimia===
===Sifat Kimia===
Sifat kimia polonium mirip dengan [[telurium]], meskipun ia juga menunjukkan beberapa kesamaan dengan tetangganya [[bismut]] karena karakter logamnya. Polonium mudah larut dalam [[asam]] encer tetapi hanya sedikit [[kelarutan|larut]] dalam [[alkali]]. [[Larutan]] polonium mula-mula berwarna merah muda oleh ion Po<sup>2+</sup>, tetapi kemudian dengan cepat menjadi kuning karena radiasi alfa dari polonium yang mengionisasi pelarut dan mengubah Po<sup>2+</sup> menjadi Po<sup>4+</sup>. Karena polonium juga memancarkan partikel alfa setelah disintegrasi maka proses ini disertai dengan gelembung dan emisi panas dan cahaya oleh [[Peralatan kaca laboratorium|peralatan kaca]] karena partikel alfa yang terserap; akibatnya, larutan polonium bersifat volatil dan akan menguap dalam beberapa hari kecuali disegel. Pada pH sekitar 1, ion polonium mudah dihidrolisis dan dikomplekskan oleh asam seperti [[asam oksalat]], [[asam sitrat]], dan [[asam tartarat]].
Sifat kimia polonium mirip dengan [[telurium]], meskipun ia juga menunjukkan beberapa kesamaan dengan tetangganya [[bismut]] karena karakter logamnya. Polonium mudah larut dalam [[asam]] encer tetapi hanya sedikit [[kelarutan|larut]] dalam [[alkali]]. [[Larutan]] polonium mula-mula berwarna merah muda oleh ion Po<sup>2+</sup>, tetapi kemudian dengan cepat menjadi kuning karena radiasi alfa dari polonium yang mengionisasi pelarut dan mengubah Po<sup>2+</sup> menjadi Po<sup>4+</sup>. Karena polonium juga memancarkan partikel alfa setelah disintegrasi maka proses ini disertai dengan gelembung dan emisi panas dan cahaya oleh [[Peralatan kaca laboratorium|peralatan kaca]] karena partikel alfa yang terserap; akibatnya, larutan polonium bersifat volatil dan akan menguap dalam beberapa hari kecuali disegel.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Bagnall, hlm. 206</ref> Pada pH sekitar 1, ion polonium mudah dihidrolisis dan dikomplekskan oleh asam seperti [[asam oksalat]], [[asam sitrat]], dan [[asam tartarat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium&oldid=29442075 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
====Senyawa====
====Senyawa====
Polonium tidak memiliki senyawa umum, dan hampir semua senyawanya dibuat secara sintetis; lebih dari 50 di antaranya telah diketahui. Golongan senyawa polonium yang paling stabil adalah [[polonida]], yang dibuat melalui reaksi langsung dua unsur. [[Natrium polonida|Na<sub>2</sub>Po]] memiliki struktur [[Struktur fluorit|antifluorit]], polonida [[kalsium polonida|Ca]], [[barium polonida|Ba]], [[raksa polonide|Hg]], Pb dan lantanida membentuk kisi NaCl, [[berilium polonida|BePo]] dan [[kadmium polonida|CdPo]] memiliki struktur [[wurtzit]], dan [[magnesium polonida|MgPo]] memiliki struktur [[Nikelin|nikel arsenida]]. Sebagian besar polonida terurai pada pemanasan hingga sekitar 600&nbsp;°C, kecuali HgPo yang terurai pada ~300&nbsp;°C dan polonida [[lantanida]], yang tidak terurai tetapi melebur pada suhu di atas 1000&nbsp;°C. Misalnya, polonida [[praseodimium]] (PrPo) melebur pada 1250&nbsp;°C, dan polonida [[tulium]] (TmPo) melebur pada 2200&nbsp;°C. [[Timbal polonida|PbPo]] adalah salah satu dari sangat sedikit senyawa polonium alami, karena polonium meluruh melalui [[peluruhan alfa]] menjadi [[timbal]].
Polonium tidak memiliki senyawa umum, dan hampir semua senyawanya dibuat secara sintetis; lebih dari 50 di antaranya telah diketahui.<ref>Bagnall, hlm. 199</ref> Golongan senyawa polonium yang paling stabil adalah [[polonida]], yang dibuat melalui reaksi langsung dua unsur. [[Natrium polonida|Na<sub>2</sub>Po]] memiliki struktur [[Struktur fluorit|antifluorit]], polonida [[kalsium polonida|Ca]], [[barium polonida|Ba]], [[raksa polonide|Hg]], Pb dan lantanida membentuk kisi NaCl, [[berilium polonida|BePo]] dan [[kadmium polonida|CdPo]] memiliki struktur [[wurtzit]], dan [[magnesium polonida|MgPo]] memiliki struktur [[Nikelin|nikel arsenida]]. Sebagian besar polonida terurai pada pemanasan hingga sekitar 600&nbsp;°C, kecuali HgPo yang terurai pada ~300&nbsp;°C dan polonida [[lantanida]], yang tidak terurai tetapi melebur pada suhu di atas 1000&nbsp;°C. Misalnya, polonida [[praseodimium]] (PrPo) melebur pada 1250&nbsp;°C, dan polonida [[tulium]] (TmPo) melebur pada 2200&nbsp;°C.<ref>Greenwood, hlm. 766</ref> [[Timbal polonida|PbPo]] adalah salah satu dari sangat sedikit senyawa polonium alami, karena polonium meluruh melalui [[peluruhan alfa]] menjadi [[timbal]].<ref>F. Weigel. ''Chemie des Poloniums''. ''Angewandte Chemie''. 1959. Vol. 71 (9). hlm. 289–316. doi:10.1002/ange.19590710902.</ref>


[[Polonium hidrida]] () adalah cairan yang mudah menguap pada suhu kamar yang rentan terhadap disosiasi; ia tidak stabil secara termal. [[Sifat air|Air]] adalah satu-satunya [[hidrogen kalkogenida]] lain yang diketahui berbentuk cair pada suhu kamar; tetapi, hal ini dikarenakan ikatan hidrogen. Tiga oksida, [[polonium monoksida|PoO]], [[polonium dioksida|PoO<sub>2</sub>]], dan [[polonium trioksida|PoO<sub>3</sub>]], adalah produk dari oksidasi polonium.
[[Polonium hidrida]] () adalah cairan yang mudah menguap pada suhu kamar yang rentan terhadap disosiasi; ia tidak stabil secara termal.<ref>Greenwood, hlm. 766</ref> [[Sifat air|Air]] adalah satu-satunya [[hidrogen kalkogenida]] lain yang diketahui berbentuk cair pada suhu kamar; tetapi, hal ini dikarenakan ikatan hidrogen. Tiga oksida, [[polonium monoksida|PoO]], [[polonium dioksida|PoO<sub>2</sub>]], dan [[polonium trioksida|PoO<sub>3</sub>]], adalah produk dari oksidasi polonium.<ref>Holleman, A. F. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref>


[[Halida]] dari struktur PoX<sub>2</sub>, PoX<sub>4</sub> dan PoF<sub>6</sub> telah diketahui. Mereka larut dalam hidrogen halida yang sesuai, yaitu, PoCl<sub>X</sub> dalam HCl, PoBr<sub>X</sub> dalam HBr, dan PoI<sub>4</sub> dalam HI. Polonium dihalida dibentuk oleh reaksi langsung dari unsur-unsur yang sesuai atau dengan reduksi PoCl<sub>4</sub> dengan SO<sub>2</sub> dan dengan PoBr<sub>4</sub> dengan H<sub>2</sub>S pada suhu kamar. Tetrahalida dapat diperoleh dengan mereaksikan polonium dioksida dengan HCl, HBr atau HI.
[[Halida]] dari struktur PoX<sub>2</sub>, PoX<sub>4</sub> dan PoF<sub>6</sub> telah diketahui. Mereka larut dalam hidrogen halida yang sesuai, yaitu, PoCl<sub>X</sub> dalam HCl, PoBr<sub>X</sub> dalam HBr, dan PoI<sub>4</sub> dalam HI.<ref>Figgins, P. E. (1961) [http://www.osti.gov/bridge/purl.cover.jsp?purl=/4034029-SolPsF/ The Radiochemistry of Polonium], National Academy of Sciences, US Atomic Energy Commission, hlm. 13–14 [https://books.google.com/books?id=N0MrAAAAYAAJ&printsec=frontcover Google Books]</ref> Polonium dihalida dibentuk oleh reaksi langsung dari unsur-unsur yang sesuai atau dengan reduksi PoCl<sub>4</sub> dengan SO<sub>2</sub> dan dengan PoBr<sub>4</sub> dengan H<sub>2</sub>S pada suhu kamar. Tetrahalida dapat diperoleh dengan mereaksikan polonium dioksida dengan HCl, HBr atau HI.<ref>Greenwood, hlm. 765, 771, 775</ref>


Senyawa polonium lainnya termasuk [[kalium polonit]] sebagai [[polonit]], [[polonat]], [[asetat]], [[bromat]], [[karbonat]], [[sitrat]], [[Kromat dan dikromat|kromat]], [[sianida]], [[Format (kimia)|format]], [[polonium(II) hidroksida|(II)]] dan [[polonium(IV) hidroksida|(IV) hidroksida]], [[polonium tetranitrat|nitrat]], [[polonium selenat|selenat]], [[polonium selenit|selenit]], monosulfida, [[sulfat]], [[polonium disulfat|disulfat]], dan [[polonium sulfit|sulfit]].
Senyawa polonium lainnya termasuk [[kalium polonit]] sebagai [[polonit]], [[polonat]], [[asetat]], [[bromat]], [[karbonat]], [[sitrat]], [[Kromat dan dikromat|kromat]], [[sianida]], [[Format (kimia)|format]], [[polonium(II) hidroksida|(II)]] dan [[polonium(IV) hidroksida|(IV) hidroksida]], [[polonium tetranitrat|nitrat]], [[polonium selenat|selenat]], [[polonium selenit|selenit]], monosulfida, [[sulfat]], [[polonium disulfat|disulfat]], dan [[polonium sulfit|sulfit]].<ref>Figgins, P. E. (1961) [http://www.osti.gov/bridge/purl.cover.jsp?purl=/4034029-SolPsF/ The Radiochemistry of Polonium], National Academy of Sciences, US Atomic Energy Commission, hlm. 13–14 [https://books.google.com/books?id=N0MrAAAAYAAJ&printsec=frontcover Google Books]</ref><ref>Bagnall, hlm. 212–226</ref>


[[Kimia organopolonium]] terbatas telah diketahui, sebagian besar terbatas pada dialkil dan diaril polonida (R<sub>2</sub>Po), triarilpolonium halida (Ar<sub>3</sub>PoX), dan diarilpolonium dihalida (Ar<sub>2</sub>PoX<sub>2</sub>). Polonium juga membentuk senyawa yang larut dengan beberapa [[Pengelatan|agen pengelat]], seperti [[2,3-butanediol]] dan [[tiourea]].
[[Kimia organopolonium]] terbatas telah diketahui, sebagian besar terbatas pada dialkil dan diaril polonida (R<sub>2</sub>Po), triarilpolonium halida (Ar<sub>3</sub>PoX), dan diarilpolonium dihalida (Ar<sub>2</sub>PoX<sub>2</sub>).<ref>Ralph A. Zingaro. ''Encyclopedia of Inorganic and Bioinorganic Chemistry''. John Wiley & Sons. 2011. hlm. 1–3. doi:10.1002/9781119951438.eibc0182. ISBN 9781119951438.</ref><ref>A. N. Murin. [http://www.mathnet.ru/links/d4bd811f2ded6e2b1d67f43a93e2910e/dan23789.pdf Production of organopolonium compounds by using chemical alterations taking place during the β-decay of RaE]. ''Dokl. Akad. Nauk SSSR''. 1960. Vol. 133 (1). hlm. 123–125.</ref> Polonium juga membentuk senyawa yang larut dengan beberapa [[Pengelatan|agen pengelat]], seperti [[2,3-butanediol]] dan [[tiourea]].<ref>Ralph A. Zingaro. ''Encyclopedia of Inorganic and Bioinorganic Chemistry''. John Wiley & Sons. 2011. hlm. 1–3. doi:10.1002/9781119951438.eibc0182. ISBN 9781119951438.</ref>


{|class="wikitable" style="text-align:center"
|+Senyawa polonium<ref>Greenwood, hlm. 765, 771, 775</ref><ref>Wiberg, Egon; Holleman, A. F. and Wiberg, Nils [https://books.google.com/books?id=Mtth5g59dEIC&pg=PA594 Inorganic Chemistry], Academic Press, 2001, hlm. 594, .</ref>
|-
!Rumus!!Warna!! [[Titik lebur|t.l.]] (°C)|| Suhu<br/>[[Sublimasi (perubahan wujud zat)|sublimasi]] (°C) ||Simetri||[[Simbol Pearson|Lambang Pearson]] || [[Grup ruang]] ||No||a (pm) || b(pm) || c(pm) || Z || [[Massa jenis|ρ]] (g/cm<sup>3</sup>) ||ref
|-
|[[polonium monoksida|PoO]]|| hitam|| || || || || || || || || || || ||
|-
|[[polonium dioksida|PoO<sub>2</sub>]]|| kuning pucat|| 500 (dec.) ||885 ||[[Sistem kristal kubik|fcc]] ||cF12||Fmm ||225 ||563,7||563,7||563,7||4|| 8,94 || <ref>K. W. Bagnall. ''The Preparation of Polonium Metal and Polonium Dioxide''. ''J. Chem. Soc''. 1954. hlm. 4295–4299. doi:10.1039/JR9540004295.</ref>
|-
|[[polonium hidrida|PoH<sub>2</sub>]]|| || -35,5 || || || || || || || || || || ||
|-
|[[polonium diklorida|PoCl<sub>2</sub>]]|| merah rubi gelap|| 355 ||130 ||[[Sistem kristal ortorombik|ortorombik]] ||oP3||Pmmm||47 ||367||435||450||1|| 6,47 || <ref>K. W. Bagnall. ''The polonium halides. Part I. Polonium chlorides''. ''Journal of the Chemical Society (Resumed)''. 1955. hlm. 2320. doi:10.1039/JR9550002320.</ref>
|-
|[[polonium dibromida|PoBr<sub>2</sub>]]||coklat ungu|| 270 (dec.)|| || || || || || || || || || ||<ref>K. W. Bagnall. ''The polonium halides. Part II. Bromides''. ''Journal of the Chemical Society (Resumed)''. 1955. hlm. 3959. doi:10.1039/JR9550003959.</ref>
|-
|[[polonium tetraklorida|PoCl<sub>4</sub>]]|| kuning||300 || 200 ||[[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]] || || || || || || || || ||<ref>K. W. Bagnall. ''The polonium halides. Part I. Polonium chlorides''. ''Journal of the Chemical Society (Resumed)''. 1955. hlm. 2320. doi:10.1039/JR9550002320.</ref>
|-
|[[polonium tetrabromida|PoBr<sub>4</sub>]]|| merah||330 (dec.) || ||[[Sistem kristal kubik|fcc]] || cF100 || Fmm ||225||560||560||560||4|| || <ref>K. W. Bagnall. ''The polonium halides. Part II. Bromides''. ''Journal of the Chemical Society (Resumed)''. 1955. hlm. 3959. doi:10.1039/JR9550003959.</ref>
|-
|[[polonium tetraiodida|PoI<sub>4</sub>]]||hitam || || || || || || || || || || || || <ref>K. W. Bagnall. ''657. The polonium halides. Part III. Polonium tetraiodide''. ''Journal of the Chemical Society (Resumed)''. 1956. hlm. 3385. doi:10.1039/JR9560003385.</ref>
|}


'''Oksida'''
'''Oksida'''
Baris 42: Baris 64:


===Isotop===
===Isotop===
 
Polonium memiliki 42 isotop yang diketahui, semuanya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Mereka memiliki [[massa atom]] yang berkisar antara 186 hingga 227 [[Dalton (satuan)|u]]. [[polonium-210|<sup>210</sup>Po]] (waktu paruh 138,376&nbsp;hari) adalah yang paling banyak tersedia dan dibuat melalui penangkapan neutron oleh [[bismut]] alami. <sup>209</sup>Po yang berumur lebih panjang (waktu paruh  tahun, berumur paling panjang dari semua isotop polonium)<ref>R. Collé. [https://iopscience.iop.org/article/10.1088/0954-3899/41/10/105103 A new determination of the 209 Po half-life]. ''Journal of Physics G''. 13 Agustus 2014. Vol. 41 (10). hlm. 105103. doi:10.1088/0954-3899/41/10/105103.</ref> dan <sup>208</sup>Po (waktu paruh 2,9&nbsp;tahun) dapat dibuat melalui pemborbardiran alfa, proton, atau deuteron terhadap [[timbal]] atau bismut dalam [[siklotron]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4/page/415 415]. ISBN 978-0-19-960563-7.</ref>
Polonium memiliki 42 isotop yang diketahui, semuanya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Mereka memiliki [[massa atom]] yang berkisar antara 186 hingga 227 [[Dalton (satuan)|u]]. [[polonium-210|<sup>210</sup>Po]] (waktu paruh 138,376&nbsp;hari) adalah yang paling banyak tersedia dan dibuat melalui penangkapan neutron oleh [[bismut]] alami. <sup>209</sup>Po yang berumur lebih panjang (waktu paruh  tahun, berumur paling panjang dari semua isotop polonium) dan <sup>208</sup>Po (waktu paruh 2,9&nbsp;tahun) dapat dibuat melalui pemborbardiran alfa, proton, atau deuteron terhadap [[timbal]] atau bismut dalam [[siklotron]].
==Sejarah==
==Sejarah==
Terkadang disebut "[[Radium#Sejarah|radium F]]", polonium ditemukan oleh [[Marie Curie|Marie]] dan Pierre Curie pada bulan Juli 1898,<ref>Curie, P. [http://www.academie-sciences.fr/activite/archive/dossiers/Curie/Curie_pdf/CR1898_p175_178.pdf Sur une substance nouvelle radio-active, contenue dans la pechblende]. ''Comptes Rendus''. 1898. Vol. 127. hlm. 175–178. [http://web.lemoyne.edu/~giunta/curiespo.html Terjemahan bahasa Inggris.]</ref><ref>Peter van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=po 84. Polonium - Elementymology & Elements Multidict]. ''elements.vanderkrogt.net''.</ref> dan diberi nama dari tanah kelahiran Marie Curie di [[Polandia]] ().<ref>M. Pfützner. ''Borders of the Nuclear World – 100 Years After Discovery of Polonium''. ''Acta Physica Polonica B''. 1999. Vol. 30 (5). hlm. 1197.</ref><ref>J. P. Adloff. ''The centennial of the 1903 Nobel Prize for physics''. ''Radiochimica Acta''. 2003. Vol. 91 (12–2003). hlm. 681–688. doi:10.1524/ract.91.12.681.23428.</ref> Polandia pada saat itu berada di bawah [[Pemisahan Polandia|partisi]] [[Kekaisaran Rusia|Rusia]], [[Kekaisaran Jerman|Jerman]], dan [[Austria-Hungaria]], dan tidak eksis sebagai negara merdeka. Itu adalah harapan Curie bahwa penamaan unsur ini setelah tanah airnya akan memublikasikan kurangnya kemerdekaan.<ref>K. Kabzinska. ''Chemical and Polish aspects of polonium and radium discovery''. ''Przemysł Chemiczny''. 1998. Vol. 77 (3). hlm. 104–107.</ref> Polonium mungkin merupakan unsur pertama yang disebutkan untuk menyoroti kontroversi politik.<ref>K. Kabzinska. ''Chemical and Polish aspects of polonium and radium discovery''. ''Przemysł Chemiczny''. 1998. Vol. 77 (3). hlm. 104–107.</ref>


Terkadang disebut "[[Radium#Sejarah|radium F]]", polonium ditemukan oleh [[Marie Curie|Marie]] dan Pierre Curie pada bulan Juli 1898, dan diberi nama dari tanah kelahiran Marie Curie di [[Polandia]] (). Polandia pada saat itu berada di bawah [[Pemisahan Polandia|partisi]] [[Kekaisaran Rusia|Rusia]], [[Kekaisaran Jerman|Jerman]], dan [[Austria-Hungaria]], dan tidak eksis sebagai negara merdeka. Itu adalah harapan Curie bahwa penamaan unsur ini setelah tanah airnya akan memublikasikan kurangnya kemerdekaan. Polonium mungkin merupakan unsur pertama yang disebutkan untuk menyoroti kontroversi politik.
Unsur ini adalah yang pertama kali ditemukan oleh Curie saat mereka menyelidiki penyebab [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] [[uraninit]]. Uraninit, setelah penghilangan unsur radioaktif [[uranium]] dan [[torium]], menjadi lebih radioaktif daripada gabungan uranium dan torium. Ini mendorong Curie untuk mencari unsur radioaktif tambahan. Mereka pertama kali memisahkan polonium dari uraninit pada Juli 1898, dan lima bulan kemudian, juga mengisolasi [[radium]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Curie, P. [http://www.academie-sciences.fr/activite/archive/dossiers/Curie/Curie_pdf/CR1898_p175_178.pdf Sur une substance nouvelle radio-active, contenue dans la pechblende]. ''Comptes Rendus''. 1898. Vol. 127. hlm. 175–178. [http://web.lemoyne.edu/~giunta/curiespo.html Terjemahan bahasa Inggris.]</ref><ref>Curie, P. [http://www.academie-sciences.fr/activite/archive/dossiers/Curie/Curie_pdf/CR1898_p1215_1217.pdf Sur une nouvelle substance fortement radio-active contenue dans la pechblende]. ''Comptes Rendus''. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217. [http://www.aip.org/history/curie/discover.htm Terjemahan bahasa Inggris]</ref> Ilmuwan Jerman [[Willy Marckwald]] berhasil mengisolasi 3 miligram polonium pada tahun 1902, meskipun pada saat itu dia yakin itu adalah unsur baru, yang dia juluki "radio-telurium", dan baru pada tahun 1905 terbukti sama dengan polonium.<ref>''Polonium and Radio-Tellurium''. ''Nature''. 1906. Vol. 73 (549). hlm. 549. doi:10.1038/073549b0.</ref><ref>Sieghard Neufeldt. ''Chronologie Chemie: Entdecker und Entdeckungen''. John Wiley & Sons. 2012. ISBN 9783527662845.</ref>
 
Unsur ini adalah yang pertama kali ditemukan oleh Curie saat mereka menyelidiki penyebab [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] [[uraninit]]. Uraninit, setelah penghilangan unsur radioaktif [[uranium]] dan [[torium]], menjadi lebih radioaktif daripada gabungan uranium dan torium. Ini mendorong Curie untuk mencari unsur radioaktif tambahan. Mereka pertama kali memisahkan polonium dari uraninit pada Juli 1898, dan lima bulan kemudian, juga mengisolasi [[radium]]. Ilmuwan Jerman [[Willy Marckwald]] berhasil mengisolasi 3 miligram polonium pada tahun 1902, meskipun pada saat itu dia yakin itu adalah unsur baru, yang dia juluki "radio-telurium", dan baru pada tahun 1905 terbukti sama dengan polonium.


Di Amerika Serikat, polonium diproduksi sebagai bagian dari [[Proyek Dayton]], bagian dari [[Proyek Manhattan]], selama [[Perang Dunia II]]. Polonium dan [[berilium]] adalah bahan utama dari inisiator '[[Inisiator neutron termodulasi#Urchin|Urchin]]' di tengah [[Biji (senjata nuklir)|lubang]] bola bom. 'Urchin' memprakarsai [[Fisi nuklir|reaksi berantai nuklir]] pada saat [[kekritisan yang cepat]] untuk memastikan bahwa senjata itu tidak [[Kegagalan (ledakan nuklir)|gagal]]. 'Urchin' digunakan dalam senjata A.S. awal; senjata A.S. selanjutnya menggunakan generator pulsa neutron untuk tujuan yang sama.
Di Amerika Serikat, polonium diproduksi sebagai bagian dari [[Proyek Dayton]], bagian dari [[Proyek Manhattan]], selama [[Perang Dunia II]]. Polonium dan [[berilium]] adalah bahan utama dari inisiator '[[Inisiator neutron termodulasi#Urchin|Urchin]]' di tengah [[Biji (senjata nuklir)|lubang]] bola bom.<ref>[http://nuclearweaponarchive.org/Nwfaq/Nfaq4-1.html Nuclear Weapons FAQ, Section 4.1, Version 2.04: 20 Februari 1999]. Nuclearweaponarchive.org. Diakses tanggal 11 Maret 2023.</ref> 'Urchin' memprakarsai [[Fisi nuklir|reaksi berantai nuklir]] pada saat [[kekritisan yang cepat]] untuk memastikan bahwa senjata itu tidak [[Kegagalan (ledakan nuklir)|gagal]]. 'Urchin' digunakan dalam senjata A.S. awal; senjata A.S. selanjutnya menggunakan generator pulsa neutron untuk tujuan yang sama.<ref>[http://nuclearweaponarchive.org/Nwfaq/Nfaq4-1.html Nuclear Weapons FAQ, Section 4.1, Version 2.04: 20 Februari 1999]. Nuclearweaponarchive.org. Diakses tanggal 11 Maret 2023.</ref>


Sebagian besar fisika dasar polonium [[Informasi rahasia|dirahasiakan]] sampai setelah perang. Fakta bahwa ia digunakan sebagai inisiator dirahasiakan hingga tahun 1960-an.
Sebagian besar fisika dasar polonium [[Informasi rahasia|dirahasiakan]] sampai setelah perang. Fakta bahwa ia digunakan sebagai inisiator dirahasiakan hingga tahun 1960-an.<ref>[https://fas.org/sgp/othergov/doe/rdd-7.html#I16 KEPUTUSAN DEKLASIFIKASI DATA TERBATAS, 1946 SAMPAI SEKARANG (RDD-7)], 1 Januari 2001, Kantor Deklasifikasi Departemen Energi A.S., via fas.org</ref>


[[Komisi Energi Atom Amerika Serikat|Komisi Energi Atom]] dan [[Proyek Manhattan]] mendanai [[Percobaan manusia tak etis di Amerika Serikat|eksperimen manusia]] menggunakan polonium pada lima orang di [[Universitas Rochester]] antara tahun 1943 dan 1947. Orang-orang tersebut diberikan antara  polonium untuk mempelajari [[ekskresi]]nya.
[[Komisi Energi Atom Amerika Serikat|Komisi Energi Atom]] dan [[Proyek Manhattan]] mendanai [[Percobaan manusia tak etis di Amerika Serikat|eksperimen manusia]] menggunakan polonium pada lima orang di [[Universitas Rochester]] antara tahun 1943 dan 1947. Orang-orang tersebut diberikan antara  polonium untuk mempelajari [[ekskresi]]nya.<ref>[http://contentdm.library.unr.edu/cdm4/item_viewer.php?CISOROOT=/conghear&CISOPTR=102&CISOBOX=1&REC=1#metajump American nuclear guinea pigs: three decades of radiation experiments on U.S. citizens] . United States. Congress. House. of the Committee on Energy and Commerce. Subcommittee on Energy Conservation and Power, published by U.S. Government Printing Office, 1986, Identifier Y 4.En 2/3:99-NN, Electronic Publication Date 2010, at the University of Nevada, Reno, unr.edu</ref><ref>"Studies of polonium metabolism in human subjects", Chapter 3 in ''Biological Studies with Polonium, Radium, and Plutonium'', National, Nuclear Energy Series, Volume VI-3, McGraw-Hill, New York, 1950, cited in "American Nuclear Guinea Pigs ...", 1986 House Energy and Commerce committee report</ref><ref>Moss, William and Eckhardt, Roger (1995) [https://fas.org/sgp/othergov/doe/lanl/pubs/00326640.pdf "The Human Plutonium Injection Experiments"], Los Alamos Science, Number 23.</ref>
==Keterjadian dan produksi==
==Keterjadian dan produksi==
Polonium adalah unsur yang sangat langka di alam karena [[waktu paruh]] semua isotopnya pendek. Tujuh isotop terjadi dalam jumlah [[Radioisotop renik|jejak]] sebagai [[produk peluruhan]]: <sup>210</sup>Po, <sup>214</sup>Po, dan <sup>218</sup>Po terjadi dalam [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[uranium-238|<sup>238</sup>U]]; <sup>211</sup>Po dan <sup>215</sup>Po terjadi dalam rantai peluruhan [[uranium-235|<sup>235</sup>U]]; <sup>212</sup>Po dan <sup>216</sup>Po terjadi dalam rantai peluruhan [[torium-232|<sup>232</sup>Th]]. Dari mereka, <sup>210</sup>Po adalah satu-satunya isotop dengan waktu paruh lebih dari 3&nbsp;menit.
Polonium adalah unsur yang sangat langka di alam karena [[waktu paruh]] semua isotopnya pendek. Tujuh isotop terjadi dalam jumlah [[Radioisotop renik|jejak]] sebagai [[produk peluruhan]]: <sup>210</sup>Po, <sup>214</sup>Po, dan <sup>218</sup>Po terjadi dalam [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[uranium-238|<sup>238</sup>U]]; <sup>211</sup>Po dan <sup>215</sup>Po terjadi dalam rantai peluruhan [[uranium-235|<sup>235</sup>U]]; <sup>212</sup>Po dan <sup>216</sup>Po terjadi dalam rantai peluruhan [[torium-232|<sup>232</sup>Th]]. Dari mereka, <sup>210</sup>Po adalah satu-satunya isotop dengan waktu paruh lebih dari 3&nbsp;menit.<ref>F. Carvalho. ''The Environmental Behaviour of Polonium''. ''Technical Reports Series - International Atomic Energy Agency''. International Atomic Energy Agency. 2017. Vol. 484. hlm. 1. ISBN 978-92-0-112116-5.</ref>


Polonium dapat ditemukan dalam bijih [[uranium]] sekitar 0,1&nbsp;mg per [[ton metrik]] (1 bagian dalam 10<sup>10</sup>), yang merupakan sekitar 0,2% dari kelimpahan radium. Jumlahnya di kerak bumi tidak berbahaya. Polonium telah ditemukan dalam [[asap tembakau]] dari daun tembakau yang ditanam dengan pupuk [[fosfat]].
Polonium dapat ditemukan dalam bijih [[uranium]] sekitar 0,1&nbsp;mg per [[ton metrik]] (1 bagian dalam 10<sup>10</sup>),<ref>Greenwood, hlm. 746</ref><ref>Bagnall, hlm. 198</ref> yang merupakan sekitar 0,2% dari kelimpahan radium. Jumlahnya di kerak bumi tidak berbahaya. Polonium telah ditemukan dalam [[asap tembakau]] dari daun tembakau yang ditanam dengan pupuk [[fosfat]].<ref>Gustave F. Kilthau. ''Cancer risk in relation to radioactivity in tobacco''. ''Radiologic Technology''. 1996. Vol. 67 (3). hlm. 217–222.</ref><ref>[http://kidslink.bo.cnr.it/besta/fumo/epolonio.html Alpha Radioactivity (210 Polonium) and Tobacco Smoke].</ref><ref>E. Muggli Monique. ''Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue''. ''American Journal of Public Health''. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.</ref>


Karena ia hadir dalam konsentrasi kecil, isolasi polonium dari sumber alami merupakan proses yang sangat lama. Kumpulan polonium terbesar yang pernah diekstraksi, dilakukan pada paruh pertama abad ke-20, hanya mengandung  (9&nbsp;mg) [[polonium-210]] dan diperoleh dengan mengolah 37 ton residu dari produksi radium. Polonium sekarang biasanya diperoleh dengan menyinari bismut dengan neutron atau proton berenergi tinggi.
Karena ia hadir dalam konsentrasi kecil, isolasi polonium dari sumber alami merupakan proses yang sangat lama. Kumpulan polonium terbesar yang pernah diekstraksi, dilakukan pada paruh pertama abad ke-20, hanya mengandung  (9&nbsp;mg) [[polonium-210]] dan diperoleh dengan mengolah 37 ton residu dari produksi radium.<ref>Adloff, J. P. [http://www.nucleonica.com/wiki/Articles/Article03/Article3.htm The Dawn of Radiochemistry]. ''Radiochimica Acta''. 1995. Vol. 70/71. hlm. 13–22. doi:10.1524/ract.1995.7071.special-issue.13., reprinted in J. P. Adloff. [https://books.google.com/books?id=whGiCQywLi8C&pg=PA17 One hundred years after the discovery of radioactivity]. 1996. hlm. 17. ISBN 978-3-486-64252-0.</ref> Polonium sekarang biasanya diperoleh dengan menyinari bismut dengan neutron atau proton berenergi tinggi.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Greenwood, hlm. 249</ref>


Pada tahun 1934, sebuah percobaan menunjukkan bahwa ketika [[bismut-209|<sup>209</sup>Bi]] dibombardir dengan [[neutron]], <sup>210</sup>Bi dibuat, yang kemudian meluruh menjadi <sup>210</sup>Po melalui peluruhan beta-minus. Pemurnian akhir dilakukan secara pirokimia diikuti dengan teknik ekstraksi cair-cair. Polonium sekarang dapat dibuat dalam jumlah miligram dalam prosedur ini yang menggunakan fluks neutron tinggi yang ditemukan di [[reaktor nuklir]]. Hanya sekitar 100&nbsp;gram yang diproduksi setiap tahun, hampir seluruhnya di Rusia, membuat polonium sangatlah langka.
Pada tahun 1934, sebuah percobaan menunjukkan bahwa ketika [[bismut-209|<sup>209</sup>Bi]] dibombardir dengan [[neutron]], <sup>210</sup>Bi dibuat, yang kemudian meluruh menjadi <sup>210</sup>Po melalui peluruhan beta-minus. Pemurnian akhir dilakukan secara pirokimia diikuti dengan teknik ekstraksi cair-cair.<ref>Wallace W. Schulz. ''Pyrochemical Extraction of Polonium from Irradiated Bismuth Metal''. ''Ind. Eng. Chem. Process Des. Dev''. 1969. Vol. 8 (4). hlm. 508–515. doi:10.1021/i260032a013.</ref> Polonium sekarang dapat dibuat dalam jumlah miligram dalam prosedur ini yang menggunakan fluks neutron tinggi yang ditemukan di [[reaktor nuklir]].<ref>Greenwood, hlm. 249</ref> Hanya sekitar 100&nbsp;gram yang diproduksi setiap tahun, hampir seluruhnya di Rusia, membuat polonium sangatlah langka.<ref>[http://www.rsc.org/chemistryworld/News/2006/November/27110601.asp Q&A: Polonium-210]. RSC Chemistry World. 27 November 2006.</ref><ref>[https://www.themoscowtimes.com/archive/most-polonium-made-near-the-volga-river Most Polonium Made Near the Volga River]. The Moscow Times – News. 11 Januari 2007.</ref>


Proses ini dapat menyebabkan masalah dalam [[reaktor berpendingin logam cair]] berbasis [[Eutektik timbal-bismut|timbal-bismut]] seperti yang digunakan pada [[Kapal selam Soviet K-27|K-27]] milik [[Angkatan Laut Uni Soviet|Angkatan Laut Soviet]]. Langkah-langkah harus diambil dalam reaktor tersebut untuk mengatasi kemungkinan <sup>210</sup>Po yang tidak diinginkan dilepaskan dari pendingin.
Proses ini dapat menyebabkan masalah dalam [[reaktor berpendingin logam cair]] berbasis [[Eutektik timbal-bismut|timbal-bismut]] seperti yang digunakan pada [[Kapal selam Soviet K-27|K-27]] milik [[Angkatan Laut Uni Soviet|Angkatan Laut Soviet]]. Langkah-langkah harus diambil dalam reaktor tersebut untuk mengatasi kemungkinan <sup>210</sup>Po yang tidak diinginkan dilepaskan dari pendingin.<ref>V. I. Usanov. ''Long-lived radionuclides of sodium, lead-bismuth, and lead coolants in fast-neutron reactors''. ''Atomic Energy''. 1999. Vol. 87 (3). hlm. 658–662. doi:10.1007/BF02673579.</ref><ref>Naumov, V. V. [http://www.antiatom.ru/2006_12-11.php sumber]. ''Атомная стратегия''. November 2006. Vol. 26.</ref>


Isotop polonium yang berumur lebih panjang, <sup>208</sup>Po dan <sup>209</sup>Po, dapat dibentuk oleh pemborbardiran [[proton]] atau [[Deuterium|deuteron]] terhadap bismut menggunakan [[siklotron]]. Isotop lain yang lebih memiliki sedikit neutron dan lebih tidak stabil dapat dibentuk dengan iradiasi platina dengan inti [[karbon]].
Isotop polonium yang berumur lebih panjang, <sup>208</sup>Po dan <sup>209</sup>Po, dapat dibentuk oleh pemborbardiran [[proton]] atau [[Deuterium|deuteron]] terhadap bismut menggunakan [[siklotron]]. Isotop lain yang lebih memiliki sedikit neutron dan lebih tidak stabil dapat dibentuk dengan iradiasi platina dengan inti [[karbon]].<ref>Atterling, H. ''Light Polonium Isotopes from Carbon Ion Bombardments of Platinum''. ''Arkiv för Fysik''. 1959. Vol. 15 (1). hlm. 81–88.</ref>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Sumber partikel alfa berbasis polonium diproduksi di [[Uni Soviet]]. Sumber tersebut diterapkan untuk mengukur ketebalan lapisan industri melalui atenuasi radiasi alfa.
Sumber partikel alfa berbasis polonium diproduksi di [[Uni Soviet]].<ref>[http://npc.sarov.ru/issues/sarovbook/section3p11.html Радиоизотопные источники тепла]. (dalam bahasa Rusia). npc.sarov.ru</ref> Sumber tersebut diterapkan untuk mengukur ketebalan lapisan industri melalui atenuasi radiasi alfa.<ref>Bagnall, hlm. 225</ref>


Karena radiasi alfa yang kuat, satu gram sampel <sup>210</sup>Po akan secara spontan memanas hingga di atas  menghasilkan daya sekitar 140 watt. Oleh karena itu, <sup>210</sup>Po digunakan sebagai sumber panas atom untuk menggerakkan [[generator termoelektrik radioisotop]] melalui bahan [[Efek termoelektrik|termoelektrik]]. Misalnya, sumber panas <sup>210</sup>Po digunakan pada [[wahana penjelajah Bulan]] [[Program Lunokhod|Lunokhod]] 1 (1970) dan Lunokhod 2 (1973) untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam bulan, serta satelit [[Daftar satelit Kosmos (1–250)|Kosmos 84]] dan 90 (1965).
Karena radiasi alfa yang kuat, satu gram sampel <sup>210</sup>Po akan secara spontan memanas hingga di atas  menghasilkan daya sekitar 140 watt. Oleh karena itu, <sup>210</sup>Po digunakan sebagai sumber panas atom untuk menggerakkan [[generator termoelektrik radioisotop]] melalui bahan [[Efek termoelektrik|termoelektrik]].<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/polonium.pdf Polonium]. Argonne National Laboratory.</ref><ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Greenwood, hlm. 251</ref><ref>Arnold Hanslmeier. [https://books.google.com/books?id=07TEK_w3A4AC&pg=PA183 The sun and space weather]. Springer. 2002. hlm. 183. ISBN 978-1-4020-0684-5.</ref> Misalnya, sumber panas <sup>210</sup>Po digunakan pada [[wahana penjelajah Bulan]] [[Program Lunokhod|Lunokhod]] 1 (1970) dan Lunokhod 2 (1973) untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam bulan, serta satelit [[Daftar satelit Kosmos (1–250)|Kosmos 84]] dan 90 (1965).<ref>[http://npc.sarov.ru/issues/sarovbook/section3p11.html Радиоизотопные источники тепла]. (dalam bahasa Rusia). npc.sarov.ru</ref><ref>Andrew Wilson. [https://archive.org/details/solarsystemlog00andr/page/64 Solar System Log]. Jane's Publishing Company Ltd. 1987. hlm. [https://archive.org/details/solarsystemlog00andr/page/64 64]. ISBN 978-0-7106-0444-6.</ref>


Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium dapat diubah menjadi neutron menggunakan berilium oksida, dengan laju 93 neutron per juta partikel alfa. Campuran Po-BeO digunakan sebagai [[sumber neutron]] pasif dengan rasio produksi [[sinar gama]]-ke-[[neutron]] sebesar 1,13 ± 0,05, lebih rendah daripada sumber neutron berbasis [[fisi nuklir]]. Contoh campuran atau [[Logam paduan|paduan]] Po-BeO yang digunakan sebagai sumber neutron adalah [[Inisiator neutron termodulasi|pemicu atau inisiator neutron]] untuk [[senjata nuklir]] dan untuk inspeksi sumur minyak. Sekitar 1500 sumber jenis ini, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di Uni Soviet.
Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium dapat diubah menjadi neutron menggunakan berilium oksida, dengan laju 93 neutron per juta partikel alfa.<ref>Greenwood, hlm. 251</ref> Campuran Po-BeO digunakan sebagai [[sumber neutron]] pasif dengan rasio produksi [[sinar gama]]-ke-[[neutron]] sebesar 1,13 ± 0,05, lebih rendah daripada sumber neutron berbasis [[fisi nuklir]].<ref>Sebastian Ritter. ''Comparative Study of Gamma to Neutron Ratios of various (alpha, neutron) Neutron Sources''. 2021.</ref> Contoh campuran atau [[Logam paduan|paduan]] Po-BeO yang digunakan sebagai sumber neutron adalah [[Inisiator neutron termodulasi|pemicu atau inisiator neutron]] untuk [[senjata nuklir]]<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Rhodes, Richard. [https://archive.org/details/darksunmakingofh00rhod/page/187 Dark Sun: The Making of the Hydrogen Bomb]. Walker & Company. 2002. hlm. [https://archive.org/details/darksunmakingofh00rhod/page/187 187–188]. ISBN 978-0-684-80400-2.</ref> dan untuk inspeksi sumur minyak. Sekitar 1500 sumber jenis ini, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di Uni Soviet.<ref>[http://www.stringer.ru/publication.mhtml?Part=50&PubID=6767 Красивая версия "самоубийства" Литвиненко вследствие криворукости] (dalam bahasa Rusia). stringer.ru (26 November 2006).</ref>


Polonium juga merupakan bagian dari kuas atau alat yang lebih rumit yang menghilangkan muatan statis pada pelat fotografi, pabrik [[tekstil]], gulungan kertas, lembaran plastik, dan pada substrat (seperti otomotif) sebelum penerapan pelapisan. Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium mengionisasi molekul udara yang menetralkan muatan pada permukaan terdekat. Beberapa sikat antistatis mengandung hingga  <sup>210</sup>Po sebagai sumber partikel bermuatan untuk menetralkan listrik statis. Di A.S., perangkat dengan tidak lebih dari  <sup>210</sup>Po per unit (yang disegel) dapat dibeli dalam jumlah berapa pun di bawah "lisensi umum", yang berarti pembeli tidak perlu didaftarkan oleh otoritas mana pun. Polonium perlu diganti di perangkat tersebut hampir setiap tahun karena waktu paruhnya yang pendek; ia juga sangat radioaktif dan oleh karena itu sebagian besar telah digantikan oleh sumber [[Peluruhan beta|partikel beta]] yang lebih tidak berbahaya.
Polonium juga merupakan bagian dari kuas atau alat yang lebih rumit yang menghilangkan muatan statis pada pelat fotografi, pabrik [[tekstil]], gulungan kertas, lembaran plastik, dan pada substrat (seperti otomotif) sebelum penerapan pelapisan.<ref>John D. Boice. ''Mortality Among Mound Workers Exposed to Polonium-210 and Other Sources of Radiation, 1944–1979''. ''Radiation Research''. 2014. Vol. 181 (2). hlm. 208–28. doi:10.1667/RR13395.1.</ref> Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium mengionisasi molekul udara yang menetralkan muatan pada permukaan terdekat.<ref>[http://www.thermo.com/eThermo/CMA/PDFs/Articles/articlesFile_16929.pdf Static Control for Electronic Balance Systems].</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/1868414.stm BBC News : College breaches radioactive regulations]. 12 Maret 2002.</ref> Beberapa sikat antistatis mengandung hingga  <sup>210</sup>Po sebagai sumber partikel bermuatan untuk menetralkan listrik statis.<ref>[http://www.amstat.com/solutions/staticmaster.html Staticmaster Ionizing Brushes]. AMSTAT Industries.</ref> Di A.S., perangkat dengan tidak lebih dari  <sup>210</sup>Po per unit (yang disegel) dapat dibeli dalam jumlah berapa pun di bawah "lisensi umum",<ref>[https://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/cfr/part031/full-text.html General domestic licenses for byproduct material].</ref> yang berarti pembeli tidak perlu didaftarkan oleh otoritas mana pun. Polonium perlu diganti di perangkat tersebut hampir setiap tahun karena waktu paruhnya yang pendek; ia juga sangat radioaktif dan oleh karena itu sebagian besar telah digantikan oleh sumber [[Peluruhan beta|partikel beta]] yang lebih tidak berbahaya.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/polonium.pdf Polonium]. Argonne National Laboratory.</ref>


Sejumlah kecil <sup>210</sup>Po kadang-kadang digunakan di laboratorium dan untuk tujuan pengajaran—biasanya sekitar , dalam bentuk sumber tersegel, dengan polonium diendapkan pada substrat atau dalam resin atau matriks polimer—sering dikecualikan dari lisensi oleh NRC dan otoritas serupa karena tidak dianggap berbahaya. Sejumlah kecil <sup>210</sup>Po diproduksi untuk dijual ke publik di Amerika Serikat sebagai "sumber jarum" untuk eksperimen laboratorium, dan dijual eceran oleh perusahaan pemasok ilmiah. Polonium adalah lapisan pelapisan yang pada gilirannya dilapisi dengan bahan seperti emas, yang memungkinkan [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] (digunakan dalam eksperimen seperti bilik awan) untuk lewat sambil mencegah pelepasan polonium dan menghadirkan bahaya beracun.
Sejumlah kecil <sup>210</sup>Po kadang-kadang digunakan di laboratorium dan untuk tujuan pengajaran—biasanya sekitar , dalam bentuk sumber tersegel, dengan polonium diendapkan pada substrat atau dalam resin atau matriks polimer—sering dikecualikan dari lisensi oleh NRC dan otoritas serupa karena tidak dianggap berbahaya. Sejumlah kecil <sup>210</sup>Po diproduksi untuk dijual ke publik di Amerika Serikat sebagai "sumber jarum" untuk eksperimen laboratorium, dan dijual eceran oleh perusahaan pemasok ilmiah. Polonium adalah lapisan pelapisan yang pada gilirannya dilapisi dengan bahan seperti emas, yang memungkinkan [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] (digunakan dalam eksperimen seperti bilik awan) untuk lewat sambil mencegah pelepasan polonium dan menghadirkan bahaya beracun.


[[Busi]] polonium dipasarkan oleh [[Firestone Tire and Rubber Company|Firestone]] dari tahun 1940 hingga 1953. Walaupun jumlah radiasi dari busi sangat kecil dan bukan ancaman bagi konsumen, manfaat busi tersebut dengan cepat berkurang setelah sekitar satu bulan karena waktu paruh polonium yang pendek dan karena penumpukan pada konduktor akan memblokir radiasi yang meningkatkan kinerja mesin. (Alasan di balik busi polonium, serta steker [[radium]] prototipe [[Alfred Matthew Hubbard]] yang mendahuluinya, adalah bahwa radiasi akan meningkatkan ionisasi bahan bakar di dalam silinder dan dengan demikian memungkinkan motor menyala lebih cepat dan efisien.)
[[Busi]] polonium dipasarkan oleh [[Firestone Tire and Rubber Company|Firestone]] dari tahun 1940 hingga 1953. Walaupun jumlah radiasi dari busi sangat kecil dan bukan ancaman bagi konsumen, manfaat busi tersebut dengan cepat berkurang setelah sekitar satu bulan karena waktu paruh polonium yang pendek dan karena penumpukan pada konduktor akan memblokir radiasi yang meningkatkan kinerja mesin. (Alasan di balik busi polonium, serta steker [[radium]] prototipe [[Alfred Matthew Hubbard]] yang mendahuluinya, adalah bahwa radiasi akan meningkatkan ionisasi bahan bakar di dalam silinder dan dengan demikian memungkinkan motor menyala lebih cepat dan efisien.)<ref>[https://www.orau.org/health-physics-museum/collection/consumer/miscellaneous/spark-plugs.html Radioactive spark plugs]. Oak Ridge Associated Universities. 20 Januari 1999.</ref><ref>Cassandra Pittman. [http://www.utoledo.edu/nsm/ic/elements/polonium.html Polonium]. ''The Instrumentation Center''. University of Toledo. 3 februari 2017.</ref>


==Biologi dan toksisitas==
==Biologi dan toksisitas==
===Ikhtisar===
===Ikhtisar===
Polonium dapat menjadi berbahaya dan tidak memiliki peran biologis. Secara massa, polonium-210 sekitar 250.000 kali lebih beracun daripada [[hidrogen sianida]] ( untuk <sup>210</sup>Po kurang dari 1 [[mikrogram]] untuk orang dewasa rata-rata (lihat di bawah) dibandingkan dengan sekitar 250 [[miligram]] untuk hidrogen sianida). Bahaya utamanya adalah radioaktivitasnya yang intens (sebagai pemancar alfa), yang membuatnya sulit ditangani dengan aman. Bahkan dalam jumlah mikrogram, penanganan <sup>210</sup>Po sangatlah berbahaya, membutuhkan peralatan khusus (sebuah [[kotak sarung tangan]] bertekanan negatif yang dilengkapi dengan filter performa tinggi), pemantauan yang memadai, dan prosedur penanganan yang ketat untuk menghindari kontaminasi. Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium akan merusak jaringan organik dengan mudah jika polonium tertelan, terhirup, atau diserap, meskipun partikel alfa tidak dapat menembus [[Kulit ari|epidermis]] dan karenanya tidak berbahaya selama partikel alfa tetap berada di luar tubuh. Mengenakan sarung tangan yang tahan bahan kimia dan utuh adalah tindakan pencegahan wajib untuk menghindari [[difusi]] polonium transkutan langsung melalui [[kulit]]. Polonium yang diberikan dalam [[asam nitrat]] pekat dapat dengan mudah berdifusi melalui sarung tangan yang tidak memadai (misalnya [[Sarung tangan medis|sarung tangan lateks]]) atau asam itu dapat merusak sarung tangan.
Polonium dapat menjadi berbahaya dan tidak memiliki peran biologis.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6/page/330 330]–332. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Secara massa, polonium-210 sekitar 250.000 kali lebih beracun daripada [[hidrogen sianida]] ( untuk <sup>210</sup>Po kurang dari 1 [[mikrogram]] untuk orang dewasa rata-rata (lihat di bawah) dibandingkan dengan sekitar 250 [[miligram]] untuk hidrogen sianida<ref>[http://physchem.ox.ac.uk/MSDS/HY/hydrogen_cyanide.html Safety data for hydrogen cyanide]. ''Physical & Theoretical Chemistry Lab, Oxford University''.</ref>). Bahaya utamanya adalah radioaktivitasnya yang intens (sebagai pemancar alfa), yang membuatnya sulit ditangani dengan aman. Bahkan dalam jumlah mikrogram, penanganan <sup>210</sup>Po sangatlah berbahaya, membutuhkan peralatan khusus (sebuah [[kotak sarung tangan]] bertekanan negatif yang dilengkapi dengan filter performa tinggi), pemantauan yang memadai, dan prosedur penanganan yang ketat untuk menghindari kontaminasi. Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium akan merusak jaringan organik dengan mudah jika polonium tertelan, terhirup, atau diserap, meskipun partikel alfa tidak dapat menembus [[Kulit ari|epidermis]] dan karenanya tidak berbahaya selama partikel alfa tetap berada di luar tubuh. Mengenakan sarung tangan yang tahan bahan kimia dan utuh adalah tindakan pencegahan wajib untuk menghindari [[difusi]] polonium transkutan langsung melalui [[kulit]]. Polonium yang diberikan dalam [[asam nitrat]] pekat dapat dengan mudah berdifusi melalui sarung tangan yang tidak memadai (misalnya [[Sarung tangan medis|sarung tangan lateks]]) atau asam itu dapat merusak sarung tangan.<ref>Bagnall, hlm. 202–6</ref>


Polonium tidak memiliki sifat kimia beracun.
Polonium tidak memiliki sifat kimia beracun.<ref>[https://www.medicalnewstoday.com/articles/58088.php Polonium-210: Effects, symptoms, and diagnosis]. ''Medical News Today''. 28 Juli 2017.</ref>


Telah dilaporkan bahwa beberapa [[Mikroorganisme|mikroba]] dapat [[Metilasi|memetilasi]] polonium dengan aksi [[metilkobalamin]]. Ini mirip dengan cara [[raksa]], [[selenium]], dan [[telurium]] dimetilasi pada makhluk hidup untuk membuat senyawa [[Kimia organologam|organologam]]. Studi menyelidiki metabolisme polonium-210 pada tikus telah menunjukkan bahwa hanya 0,002 sampai 0,009% dari polonium-210 yang tertelan diekskresikan sebagai polonium-210 volatil.
Telah dilaporkan bahwa beberapa [[Mikroorganisme|mikroba]] dapat [[Metilasi|memetilasi]] polonium dengan aksi [[metilkobalamin]].<ref>N. Momoshima. ''Formation and emission of volatile polonium compound by microbial activity and polonium methylation with methylcobalamin''. ''Environ Sci Technol''. 2001. Vol. 35 (15). hlm. 2956–2960. doi:10.1021/es001730.</ref><ref>N. Momoshima. ''Biologically induced Po emission from fresh water''. ''J Environ Radioact''. 2002. Vol. 63 (2). hlm. 187–197. doi:10.1016/S0265-931X(02)00028-0.</ref> Ini mirip dengan cara [[raksa]], [[selenium]], dan [[telurium]] dimetilasi pada makhluk hidup untuk membuat senyawa [[Kimia organologam|organologam]]. Studi menyelidiki metabolisme polonium-210 pada tikus telah menunjukkan bahwa hanya 0,002 sampai 0,009% dari polonium-210 yang tertelan diekskresikan sebagai polonium-210 volatil.<ref>Chunsheng Li. ''Metabolism of 210 Po in rats: volatile 210 Po in excreta''. ''Radiation Protection Dosimetry''. 2010. Vol. 140 (2). hlm. 158–162. doi:10.1093/rpd/ncq047.</ref>
===Efek akut===
===Efek akut===
[[Median dosis letal]] (LD<sub>50</sub>) untuk paparan radiasi akut adalah sekitar 4,5&nbsp;[[Sievert|Sv]]. Dosis efektif setara <sup>210</sup>Po adalah 0,51&nbsp;µSv/[[Becquerel|Bq]] jika tertelan, dan 2,5&nbsp;µSv/Bq jika terhirup. Dosis fatal 4,5&nbsp;Sv dapat disebabkan oleh menelan , sekitar 50&nbsp;nanogram (ng), atau menghirup , sekitar 10&nbsp;ng. Satu gram <sup>210</sup>Po secara teori dapat meracuni 20&nbsp;juta&nbsp;orang, di antaranya 10&nbsp;juta akan mati. Toksisitas sebenarnya dari <sup>210</sup>Po lebih rendah dari perkiraan ini karena paparan radiasi yang tersebar selama beberapa minggu ([[waktu paruh biologis]] polonium pada manusia adalah 30&nbsp;hingga 50&nbsp;hari) agak kurang merusak daripada dosis sesaat. Diperkirakan bahwa median dosis letal <sup>210</sup>Po adalah , atau 0,089&nbsp;mikrogram (μg), jumlah yang masih sangat kecil. Sebagai perbandingan, satu butir [[garam dapur]] adalah sekitar 0,06&nbsp;mg = 60&nbsp;μg.
[[Median dosis letal]] (LD<sub>50</sub>) untuk paparan radiasi akut adalah sekitar 4,5&nbsp;[[Sievert|Sv]].<ref>[http://www.pnl.gov/main/publications/external/technical_reports/PNNL-14424.pdf Health Impacts from Acute Radiation Exposure]. ''Pacific Northwest National Laboratory''.</ref> Dosis efektif setara <sup>210</sup>Po adalah 0,51&nbsp;µSv/[[Becquerel|Bq]] jika tertelan, dan 2,5&nbsp;µSv/Bq jika terhirup.<ref>[http://hpschapters.org/northcarolina/NSDS/210PoPDF.pdf Nuclide Safety Data Sheet: Polonium–210]. ''hpschapters.org''.</ref> Dosis fatal 4,5&nbsp;Sv dapat disebabkan oleh menelan , sekitar 50&nbsp;nanogram (ng), atau menghirup , sekitar 10&nbsp;ng. Satu gram <sup>210</sup>Po secara teori dapat meracuni 20&nbsp;juta&nbsp;orang, di antaranya 10&nbsp;juta akan mati. Toksisitas sebenarnya dari <sup>210</sup>Po lebih rendah dari perkiraan ini karena paparan radiasi yang tersebar selama beberapa minggu ([[waktu paruh biologis]] polonium pada manusia adalah 30&nbsp;hingga 50&nbsp;hari<ref>Naimark, D.H. ''Effective half-life of polonium in the human''. ''Technical Report MLM-272/XAB, Mound Lab., Miamisburg, OH''. 4 Januari 1949.</ref>) agak kurang merusak daripada dosis sesaat. Diperkirakan bahwa median dosis letal <sup>210</sup>Po adalah , atau 0,089&nbsp;mikrogram (μg), jumlah yang masih sangat kecil.<ref>Carey Sublette. [http://nuclearweaponarchive.org/News/PoloniumPoison.html Polonium Poisoning]. 14 Desember 2006.</ref><ref>J. Harrison. ''Polonium-210 as a poison''. ''J. Radiol. Prot''. 2007. Vol. 27 (1). hlm. 17–40. doi:10.1088/0952-4746/27/1/001.</ref> Sebagai perbandingan, satu butir [[garam dapur]] adalah sekitar 0,06&nbsp;mg = 60&nbsp;μg.<ref>Yasar Safkan. [http://www.physlink.com/Education/AskExperts/ae342.cfm Approximately how many atoms are in a grain of salt?]. ''PhysLink.com: Physics & Astronomy''.</ref>
===Efek jangka panjang (kronis)===
===Efek jangka panjang (kronis)===
Selain efek akut, paparan radiasi (baik internal maupun eksternal) membawa risiko kematian jangka panjang akibat kanker sebesar 5–10% per Sv. Populasi umum terpapar polonium dalam jumlah kecil sebagai produk [[radon]] di udara dalam ruangan; isotop <sup>214</sup>Po dan <sup>218</sup>Po diperkirakan menyebabkan mayoritas dari perkiraan 15.000–22.000 kematian akibat kanker paru-paru di A.S. setiap tahunnya yang dikaitkan dengan radon dalam ruangan. [[Pengisapan tembakau|Merokok dengan tembakau]] juga menyebabkan paparan tambahan polonium.
Selain efek akut, paparan radiasi (baik internal maupun eksternal) membawa risiko kematian jangka panjang akibat kanker sebesar 5–10% per Sv.<ref>[http://www.pnl.gov/main/publications/external/technical_reports/PNNL-14424.pdf Health Impacts from Acute Radiation Exposure]. ''Pacific Northwest National Laboratory''.</ref> Populasi umum terpapar polonium dalam jumlah kecil sebagai produk [[radon]] di udara dalam ruangan; isotop <sup>214</sup>Po dan <sup>218</sup>Po diperkirakan menyebabkan mayoritas<ref>''Health Risks of Radon and Other Internally Deposited Alpha-Emitters: BEIR IV''. National Academy Press. 1988. hlm. 5. ISBN 978-0-309-03789-1.</ref> dari perkiraan 15.000–22.000 kematian akibat kanker paru-paru di A.S. setiap tahunnya yang dikaitkan dengan radon dalam ruangan.<ref>[http://newton.nap.edu/html/beir6/ Health Effects Of Exposure To Indoor Radon]. National Academy Press. 1999.</ref> [[Pengisapan tembakau|Merokok dengan tembakau]] juga menyebabkan paparan tambahan polonium.<ref>[https://www.straightdope.com/21343841/does-smoking-organically-grown-tobacco-lower-the-chance-of-lung-cancer The Straight Dope: Does smoking organically grown tobacco lower the chance of lung cancer?]. 28 September 2007.</ref>
===Batas paparan dan penanganan regulasi===
===Batas paparan dan penanganan regulasi===
Beban tubuh maksimum yang diperbolehkan untuk menelan <sup>210</sup>Po hanyalah , yang setara dengan massa partikel yang hanya 6,8 pikogram. Konsentrasi maksimum yang diizinkan di tempat kerja dari <sup>210</sup>Po di udara adalah sekitar 10&nbsp;Bq/m<sup>3</sup> (&nbsp;µCi/cm<sup>3</sup>). Organ target polonium pada manusia adalah [[limpa]] dan [[Hati|liver]]. Karena limpa (150&nbsp;g) dan liver (1,3 hingga 3&nbsp;kg) jauh lebih kecil daripada bagian tubuh lainnya, jika polonium terkonsentrasi di organ vital ini, itu merupakan ancaman yang lebih besar bagi kehidupan daripada dosis (rata-rata) yang akan diderita oleh seluruh tubuh jika disebarkan secara merata ke seluruh tubuh, dengan cara yang sama seperti [[sesium]] atau [[tritium]] (sebagai T<sub>2</sub>O).
Beban tubuh maksimum yang diperbolehkan untuk menelan <sup>210</sup>Po hanyalah , yang setara dengan massa partikel yang hanya 6,8 pikogram. Konsentrasi maksimum yang diizinkan di tempat kerja dari <sup>210</sup>Po di udara adalah sekitar 10&nbsp;Bq/m<sup>3</sup> (&nbsp;µCi/cm<sup>3</sup>).<ref>[https://www.nrc.gov/reading-rm/doc-collections/cfr/part020/appb/Polonium-210.html Nuclear Regulatory Commission limits for 210 Po]. U.S. NRC. 12 Desember 2008.</ref> Organ target polonium pada manusia adalah [[limpa]] dan [[Hati|liver]].<ref>[http://www.pilgrimwatch.org/health1.html PilgrimWatch – Pilgrim Nuclear – Health Impact].</ref> Karena limpa (150&nbsp;g) dan liver (1,3 hingga 3&nbsp;kg) jauh lebih kecil daripada bagian tubuh lainnya, jika polonium terkonsentrasi di organ vital ini, itu merupakan ancaman yang lebih besar bagi kehidupan daripada dosis (rata-rata) yang akan diderita oleh seluruh tubuh jika disebarkan secara merata ke seluruh tubuh, dengan cara yang sama seperti [[sesium]] atau [[tritium]] (sebagai T<sub>2</sub>O).


<sup>210</sup>Po banyak digunakan dalam industri, dan tersedia dengan sedikit regulasi atau batasan. Di A.S., sistem pelacakan yang dijalankan oleh Komisi Pengaturan Nuklir diterapkan pada tahun 2007 untuk mencatat pembelian lebih dari  polonium-210 (cukup untuk membuat 5.000 dosis letal). IAEA "dikatakan sedang mempertimbangkan peraturan yang lebih ketat&nbsp;... Ada pembicaraan bahwa mungkin akan memperketat persyaratan pelaporan polonium dengan faktor 10, menjadi ." Pada 2013, ini masih satu-satunya bahan produk sampingan yang memancarkan alfa yang tersedia, sebagai Kuantitas Pengecualian NRC, yang dapat diadakan tanpa lisensi bahan radioaktif.
<sup>210</sup>Po banyak digunakan dalam industri, dan tersedia dengan sedikit regulasi atau batasan.<ref>R.K. Bastian. ''Radioactive Materials in Biosolids: National Survey, Dose Modeling & POTW Guidance''. ''Proceedings of the Water Environment Federation''. 1 Januari 2004. Vol. 2004 (1). hlm. 777–803. doi:10.2175/193864704784343063.</ref> Di A.S., sistem pelacakan yang dijalankan oleh Komisi Pengaturan Nuklir diterapkan pada tahun 2007 untuk mencatat pembelian lebih dari  polonium-210 (cukup untuk membuat 5.000 dosis letal). IAEA "dikatakan sedang mempertimbangkan peraturan yang lebih ketat&nbsp;... Ada pembicaraan bahwa mungkin akan memperketat persyaratan pelaporan polonium dengan faktor 10, menjadi ."<ref>Peter D. Zimmerman. [https://www.nytimes.com/2006/12/19/opinion/19zimmerman.html The Smoky Bomb Threat]. ''The New York Times''. 19 Desember 2006.</ref> Pada 2013, ini masih satu-satunya bahan produk sampingan yang memancarkan alfa yang tersedia, sebagai Kuantitas Pengecualian NRC, yang dapat diadakan tanpa lisensi bahan radioaktif.


Polonium dan senyawanya harus ditangani dalam [[kotak sarung tangan]], yang selanjutnya ditutup dalam kotak lain, dijaga pada tekanan yang sedikit lebih tinggi daripada kotak sarung tangan untuk mencegah kebocoran bahan radioaktif. Sarung tangan yang terbuat dari [[Karet alami|karet alam]] tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap radiasi dari polonium; sarung tangan bedah diperlukan. Sarung tangan [[neoprena]] melindungi radiasi dari polonium lebih baik daripada karet alam.
Polonium dan senyawanya harus ditangani dalam [[kotak sarung tangan]], yang selanjutnya ditutup dalam kotak lain, dijaga pada tekanan yang sedikit lebih tinggi daripada kotak sarung tangan untuk mencegah kebocoran bahan radioaktif. Sarung tangan yang terbuat dari [[Karet alami|karet alam]] tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap radiasi dari polonium; sarung tangan bedah diperlukan. Sarung tangan [[neoprena]] melindungi radiasi dari polonium lebih baik daripada karet alam.<ref>Bagnall, hlm. 204</ref>
===Kasus keracunan===
===Kasus keracunan===
Terlepas dari sifat polonium yang sangat berbahaya, keadaan di mana keracunan polonium dapat terjadi, jarang terjadi. Sifatnya yang sangat langka, waktu paruh semua isotopnya yang pendek, fasilitas dan peralatan khusus yang diperlukan untuk mendapatkan kuantitas yang signifikan, dan tindakan pencegahan keselamatan terhadap kecelakaan laboratorium, membuat peristiwa paparan yang berbahaya tidak mungkin terjadi. Dengan demikian, hanya segelintir kasus keracunan radiasi yang secara khusus disebabkan oleh paparan polonium telah dikonfirmasi.
Terlepas dari sifat polonium yang sangat berbahaya, keadaan di mana keracunan polonium dapat terjadi, jarang terjadi. Sifatnya yang sangat langka, waktu paruh semua isotopnya yang pendek, fasilitas dan peralatan khusus yang diperlukan untuk mendapatkan kuantitas yang signifikan, dan tindakan pencegahan keselamatan terhadap kecelakaan laboratorium, membuat peristiwa paparan yang berbahaya tidak mungkin terjadi. Dengan demikian, hanya segelintir kasus keracunan radiasi yang secara khusus disebabkan oleh paparan polonium telah dikonfirmasi.


====Abad ke-20====
====Abad ke-20====
Menanggapi kekhawatiran tentang risiko paparan polonium di tempat kerja, jumlah <sup>210</sup>Po diberikan kepada lima sukarelawan manusia di Universitas Rochester dari tahun 1944 hingga 1947, untuk mempelajari perilaku biologisnya. Studi-studi ini didanai oleh [[Proyek Manhattan]] dan AEC. Empat pria dan seorang wanita berpartisipasi, semuanya menderita kanker stadium akhir, dan berusia antara awal tiga puluhan hingga awal empat puluhan; semuanya dipilih karena peneliti menginginkan subjek yang tidak terpapar polonium baik melalui pekerjaan atau kecelakaan. <sup>210</sup>Po disuntikkan ke empat pasien rawat inap, dan secara oral diberikan kepada pasien kelima. Tak satu pun dari dosis yang diberikan (semua mulai dari 0,17 hingga 0,30 μ[[Curie (satuan)|Ci]] kg<sup>−1</sup>) mendekati jumlah yang fatal.
Menanggapi kekhawatiran tentang risiko paparan polonium di tempat kerja, jumlah <sup>210</sup>Po diberikan kepada lima sukarelawan manusia di Universitas Rochester dari tahun 1944 hingga 1947, untuk mempelajari perilaku biologisnya. Studi-studi ini didanai oleh [[Proyek Manhattan]] dan AEC. Empat pria dan seorang wanita berpartisipasi, semuanya menderita kanker stadium akhir, dan berusia antara awal tiga puluhan hingga awal empat puluhan; semuanya dipilih karena peneliti menginginkan subjek yang tidak terpapar polonium baik melalui pekerjaan atau kecelakaan.<ref>William Moss. [https://fas.org/sgp/othergov/doe/lanl/pubs/00326640.pdf The human plutonium injection experiments]. ''Los Alamos Science''. 1995. Vol. 23. hlm. 177–233.</ref> <sup>210</sup>Po disuntikkan ke empat pasien rawat inap, dan secara oral diberikan kepada pasien kelima. Tak satu pun dari dosis yang diberikan (semua mulai dari 0,17 hingga 0,30 μ[[Curie (satuan)|Ci]] kg<sup>−1</sup>) mendekati jumlah yang fatal.<ref>William Moss. [https://fas.org/sgp/othergov/doe/lanl/pubs/00326640.pdf The human plutonium injection experiments]. ''Los Alamos Science''. 1995. Vol. 23. hlm. 177–233.</ref><ref>Robert Fink. ''Biological studies with polonium, radium, and plutonium''. McGraw-Hill. 1950. Vol. VI-3. ISBN 5-86656-114-X.</ref>


Kematian pertama yang terdokumentasi secara langsung akibat keracunan polonium terjadi di [[Uni Soviet]], pada 10 Juli 1954. Seorang pria berusia 41 tahun yang tidak dikenal datang untuk perawatan medis pada tanggal 29 Juni, dengan muntah dan demam yang parah; hari sebelumnya, dia telah bekerja selama lima jam di area di mana, tanpa dia ketahui, sebuah kapsul berisi <sup>210</sup>Po telah mengalami penurunan tekanan dan mulai menyebar dalam bentuk aerosol. Selama periode ini, total asupan <sup>210</sup>Po di udara diperkirakan mencapai 0,11 GBq (hampir 25 kali perkiraan LD<sub>50</sub> jika dihirup sebesar 4,5 MBq). Meski dirawat, kondisinya terus memburuk dan dia meninggal 13 hari setelah kejadian paparan.
Kematian pertama yang terdokumentasi secara langsung akibat keracunan polonium terjadi di [[Uni Soviet]], pada 10 Juli 1954.<ref>G. N. Gasteva. ''Radiacionnaja medicina: rukovodstvo dlja vračej-issledovatelej i organizatorov zdravooxranenija, Tom 2 (Radiacionnye poraženija čeloveka)''. IzdAT. 2001. hlm. 99–107. ISBN 5-86656-114-X.</ref><ref>John Harrison. ''Polonium-210 as a poison''. ''Journal of Radiological Protection''. 2 March 2007. Vol. 27 (1). hlm. 17–40. doi:10.1088/0952-4746/27/1/001.</ref> Seorang pria berusia 41 tahun yang tidak dikenal datang untuk perawatan medis pada tanggal 29 Juni, dengan muntah dan demam yang parah; hari sebelumnya, dia telah bekerja selama lima jam di area di mana, tanpa dia ketahui, sebuah kapsul berisi <sup>210</sup>Po telah mengalami penurunan tekanan dan mulai menyebar dalam bentuk aerosol. Selama periode ini, total asupan <sup>210</sup>Po di udara diperkirakan mencapai 0,11 GBq (hampir 25 kali perkiraan LD<sub>50</sub> jika dihirup sebesar 4,5 MBq). Meski dirawat, kondisinya terus memburuk dan dia meninggal 13 hari setelah kejadian paparan.<ref>G. N. Gasteva. ''Radiacionnaja medicina: rukovodstvo dlja vračej-issledovatelej i organizatorov zdravooxranenija, Tom 2 (Radiacionnye poraženija čeloveka)''. IzdAT. 2001. hlm. 99–107. ISBN 5-86656-114-X.</ref>


Juga dikemukakan bahwa kematian [[Irène Joliot-Curie]] pada tahun 1956 akibat leukemia disebabkan oleh efek radiasi polonium. Dia secara tidak sengaja terekspos pada tahun 1946 ketika sebuah kapsul polonium yang tersegel meledak di bangku laboratoriumnya.
Juga dikemukakan bahwa kematian [[Irène Joliot-Curie]] pada tahun 1956 akibat leukemia disebabkan oleh efek radiasi polonium. Dia secara tidak sengaja terekspos pada tahun 1946 ketika sebuah kapsul polonium yang tersegel meledak di bangku laboratoriumnya.<ref>Jeremy Manier. [http://www.news.com.au/dailytelegraph/story/0,22049,20863878-5001031,00.html Innocent chemical a killer]. The Daily Telegraph (Australia). 4 Desember 2006.</ref>


Selain itu, beberapa kematian di Israel selama 1957–1969 diduga berasal dari paparan <sup>210</sup>Po. Sebuah kebocoran ditemukan di laboratorium [[Institut Sains Weizmann|Institut Weizmann]] pada tahun 1957. Jejak <sup>210</sup>Po ditemukan di tangan Profesor Dror Sadeh, fisikawan yang meneliti bahan radioaktif. Tes medis menunjukkan tidak adanya bahaya, tetapi tes tersebut tidak termasuk sumsum tulang. Sadeh, salah satu muridnya, dan dua rekannya meninggal karena berbagai penyakit [[kanker]] selama beberapa tahun berikutnya. Masalahnya diselidiki secara diam-diam, tetapi tidak pernah ada pengakuan resmi tentang hubungan antara kebocoran dan kematian.
Selain itu, beberapa kematian di Israel selama 1957–1969 diduga berasal dari paparan <sup>210</sup>Po.<ref>Michael Karpin. [https://archive.org/details/bombinbasementho00karp The bomb in the basement: How Israel went nuclear and what that means for the world]. Simon and Schuster. 2006. ISBN 978-0-7432-6594-2.</ref> Sebuah kebocoran ditemukan di laboratorium [[Institut Sains Weizmann|Institut Weizmann]] pada tahun 1957. Jejak <sup>210</sup>Po ditemukan di tangan Profesor Dror Sadeh, fisikawan yang meneliti bahan radioaktif. Tes medis menunjukkan tidak adanya bahaya, tetapi tes tersebut tidak termasuk sumsum tulang. Sadeh, salah satu muridnya, dan dua rekannya meninggal karena berbagai penyakit [[kanker]] selama beberapa tahun berikutnya. Masalahnya diselidiki secara diam-diam, tetapi tidak pernah ada pengakuan resmi tentang hubungan antara kebocoran dan kematian.<ref>Thomas Maugh. [http://articles.latimes.com/2007/jan/01/science/sci-polonium1 A restless killer radiates intrigue]. ''Los Angeles Times''. 1 Januari 2007.</ref>
====Abad ke-21====
====Abad ke-21====
Penyebab kematian [[Alexander Litvinenko]] di [[Peracunan Alexander Litvinenko|tahun 2006]], mantan agen [[Dinas Keamanan Federal|FSB]] Rusia yang membelot ke Britania Raya pada tahun 2001, diidentifikasi keracunan dengan dosis <sup>210</sup>Po letal;<ref>Tom Geoghegan. [http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/6180432.stm The mystery of Litvinenko's death]. ''BBC News''. 24 November 2006.</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/6698545.stm UK requests Lugovoi extradition]. ''BBC News''. 28 Mei 2007.</ref> kemudian ditentukan bahwa <sup>210</sup>Po mungkin sengaja diberikan kepadanya oleh dua mantan agen keamanan Rusia, [[Andrey Lugovoy]] dan [[Dmitry Kovtun]].<ref>[https://www.litvinenkoinquiry.org/report Report]. The Litvinenko Inquiry.</ref><ref>Esther Addley. [https://www.theguardian.com/world/2016/jan/21/alexander-litvinenko-was-probably-murdered-on-personal-orders-of-putin Litvinenko 'probably murdered on personal orders of Putin']. ''The Guardian''. 21 Januari 2016.</ref> Dengan demikian, kematian Litvinenko adalah kejadian pertama (dan, sampai saat ini, satu-satunya) yang dikonfirmasi di mana toksisitas ekstrem polonium telah digunakan dengan niat jahat.<ref>Steve Boggan. [https://www.theguardian.com/world/2007/jun/05/russia.science Who else was poisoned by polonium?]. ''The Guardian''. 5 Juni 2007.</ref><ref>David Poort. [https://www.aljazeera.com/news/2013/11/6/polonium-a-silent-killer Polonium: a silent killer]. ''Al Jazeera News''. 6 November 2013.</ref><ref>Pascal Froidevaux. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0379073815004119 ²¹⁰Po poisoning as possible cause of death: forensic investigations and toxicological analysis of the remains of Yasser Arafat]. ''Forensic Science International''. Februari 2016. Vol. 259. hlm. 1–9. doi:10.1016/j.forsciint.2015.09.019.</ref>


Penyebab kematian [[Alexander Litvinenko]] di [[Peracunan Alexander Litvinenko|tahun 2006]], mantan agen [[Dinas Keamanan Federal|FSB]] Rusia yang membelot ke Britania Raya pada tahun 2001, diidentifikasi keracunan dengan dosis <sup>210</sup>Po letal; kemudian ditentukan bahwa <sup>210</sup>Po mungkin sengaja diberikan kepadanya oleh dua mantan agen keamanan Rusia, [[Andrey Lugovoy]] dan [[Dmitry Kovtun]]. Dengan demikian, kematian Litvinenko adalah kejadian pertama (dan, sampai saat ini, satu-satunya) yang dikonfirmasi di mana toksisitas ekstrem polonium telah digunakan dengan niat jahat.
Pada tahun 2011, muncul dugaan bahwa kematian pemimpin [[Palestina]] [[Yasser Arafat]], yang meninggal pada tanggal 11 November 2004 tanpa sebab yang pasti, juga diakibatkan oleh keracunan polonium yang disengaja,<ref>[http://www.aljazeera.net/news/pages/676ce5b7-f085-45d4-9c97-5c7a32864c06 الأخبار - ضابط فلسطيني: خصوم عرفات قتلوه عربي]. Al Jazeera. 17 Januari 2011.</ref><ref>[https://www.youtube.com/watch?v=H0om8ii5XVs&t=113 George Galloway and Alex Goldfarb on Litvinenko inquiry]. 21 Januari 2016.</ref> dan pada bulan Juli 2012, konsentrasi <sup>210</sup>Po yang sangat tinggi terdeteksi dalam pakaian dan barang-barang pribadi Arafat oleh Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss.<ref>P. Froidevaux. ''Improving forensic investigation for polonium poisoning''. ''The Lancet''. 2013. Vol. 382 (9900). hlm. 1308. doi:10.1016/S0140-6736(13)61834-6.</ref><ref>Bart, Katharina (3 Juli 2012). [https://www.reuters.com/article/us-palestinians-arafat-idUSBRE8621CL20120703 Swiss institute finds polonium in Arafat's effects] . Reuters.</ref> Namun, juru bicara Institut menekankan bahwa terlepas dari tes ini, laporan medis Arafat tidaklah konsisten dengan keracunan <sup>210</sup>Po,<ref>Bart, Katharina (3 Juli 2012). [https://www.reuters.com/article/us-palestinians-arafat-idUSBRE8621CL20120703 Swiss institute finds polonium in Arafat's effects] . Reuters.</ref> dan jurnalis sains [[Deborah Blum]] menyatakan bahwa asap tembakau mungkin lebih bertanggung jawab, karena Arafat dan banyak rekannya adalah perokok berat;<ref>[https://www.wired.com/2012/12/yassar-arafat-and-the-radioactive-cigarette/ Yasser Arafat and the radioactive cigarette]. Wired.com. 12 Juni 2012.</ref> tes selanjutnya oleh tim Prancis dan Rusia menetapkan bahwa peningkatan kadar <sup>210</sup>Po bukanlah hasil dari keracunan yang disengaja, dan tidak menyebabkan kematian Arafat.<ref>Isachenkov, Vadim (27 Desember 2013) [https://web.archive.org/web/20131230234655/http://www.wtop.com/220/3531404/Russia-Arafats-death-not-caused-by-radiation Russia: Arafat's death not caused by radiation]. Associated Press.</ref><ref>[https://www.reuters.com/article/us-palestinians-arafat-idUKBRE9B20DI20131203 Arafat did not die of poisoning, French tests conclude]. Reuters. 3 Desember 2013.</ref>
 
Pada tahun 2011, muncul dugaan bahwa kematian pemimpin [[Palestina]] [[Yasser Arafat]], yang meninggal pada tanggal 11 November 2004 tanpa sebab yang pasti, juga diakibatkan oleh keracunan polonium yang disengaja, dan pada bulan Juli 2012, konsentrasi <sup>210</sup>Po yang sangat tinggi terdeteksi dalam pakaian dan barang-barang pribadi Arafat oleh Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss. Namun, juru bicara Institut menekankan bahwa terlepas dari tes ini, laporan medis Arafat tidaklah konsisten dengan keracunan <sup>210</sup>Po, dan jurnalis sains [[Deborah Blum]] menyatakan bahwa asap tembakau mungkin lebih bertanggung jawab, karena Arafat dan banyak rekannya adalah perokok berat; tes selanjutnya oleh tim Prancis dan Rusia menetapkan bahwa peningkatan kadar <sup>210</sup>Po bukanlah hasil dari keracunan yang disengaja, dan tidak menyebabkan kematian Arafat.


Ada juga dugaan bahwa [[Roman Tsepov]] diracun dengan polonium. Dia memiliki gejala yang mirip dengan Aleksander Litvinenko.
Ada juga dugaan bahwa [[Roman Tsepov]] diracun dengan polonium. Dia memiliki gejala yang mirip dengan Aleksander Litvinenko.<ref>[https://www.thetimes.co.uk/article/the-putin-bodyguard-riddle-687f9vcdmzf The Putin bodyguard riddle]. ''The Sunday Times''. 3 Desember 2006.</ref>
===Pengobatan===
===Pengobatan===
Telah dikemukakan bahwa [[Terapi khelasi|agen pengelat]], seperti British Anti-Lewisite ([[dimerkaprol]]), dapat digunakan untuk mendekontaminasi manusia. Dalam satu percobaan, tikus diberi dosis fatal 1,45&nbsp;MBq/kg (8,7&nbsp;ng/kg) <sup>210</sup>Po;
Telah dikemukakan bahwa [[Terapi khelasi|agen pengelat]], seperti British Anti-Lewisite ([[dimerkaprol]]), dapat digunakan untuk mendekontaminasi manusia.<ref>[https://www.fda.gov/downloads/Drugs/GuidanceComplianceRegulatoryInformation/Guidances/ucm071944.pdf Guidance for Industry. Internal Radioactive Contamination — Development of Decorporation Agents]. ''US Food and Drug Administration''.</ref> Dalam satu percobaan, tikus diberi dosis fatal 1,45&nbsp;MBq/kg (8,7&nbsp;ng/kg) <sup>210</sup>Po;
semua tikus yang tidak diobati mati setelah 44 hari, tetapi 90% tikus yang diobati dengan agen pengelat
semua tikus yang tidak diobati mati setelah 44 hari, tetapi 90% tikus yang diobati dengan agen pengelat
HOEtTTC tetap hidup selama 5 bulan.
HOEtTTC tetap hidup selama 5 bulan.<ref>Rencováa J. ''Reduction of subacute lethal radiotoxicity of polonium-210 in rats by chelating agents''. ''International Journal of Radiation Biology''. 1997. Vol. 72 (3). hlm. 341–8. doi:10.1080/095530097143338.</ref>
===Deteksi dalam spesimen biologis===
===Deteksi dalam spesimen biologis===
Polonium-210 dapat dihitung dalam spesimen biologis dengan spektrometri partikel alfa untuk mengonfirmasi diagnosis keracunan pada pasien rawat inap atau untuk memberikan bukti dalam investigasi kematian medikolegal. Ekskresi urin polonium-210 dasar pada orang sehat karena paparan rutin terhadap sumber lingkungan biasanya berkisar antara 5–15 mBq/hari. Tingkat yang melebihi 30 mBq/hari menunjukkan paparan radionuklida yang berlebihan.
Polonium-210 dapat dihitung dalam spesimen biologis dengan spektrometri partikel alfa untuk mengonfirmasi diagnosis keracunan pada pasien rawat inap atau untuk memberikan bukti dalam investigasi kematian medikolegal. Ekskresi urin polonium-210 dasar pada orang sehat karena paparan rutin terhadap sumber lingkungan biasanya berkisar antara 5–15 mBq/hari. Tingkat yang melebihi 30 mBq/hari menunjukkan paparan radionuklida yang berlebihan.<ref>Baselt, R. [http://www.biomedicalpublications.com/dt10.pdf ''Disposition of Toxic Drugs and Chemicals in Man''] , edisi ke-10, Biomedical Publications, Seal Beach, CA.</ref>
===Keterjadian pada manusia dan biosfer===
===Keterjadian pada manusia dan biosfer===
Polonium-210 tersebar luas di [[biosfer]], termasuk di jaringan manusia, karena posisinya dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|rantai peluruhan uranium-238]]. [[Uranium-238]] alami di [[kerak Bumi]] meluruh melalui serangkaian perantara radioaktif padat termasuk [[radium-226]] hingga gas mulia radioaktif [[radon-222]], beberapa di antaranya, selama waktu paruh 3,8 hari, berdifusi ke atmosfer. Di sana ia meluruh melalui beberapa tahap lagi menjadi polonium-210, yang sebagian besar, selama waktu paruh 138 hari, tersapu kembali ke permukaan Bumi, lalu memasuki biosfer, sebelum akhirnya meluruh menjadi [[Isotop timbal#Timbal-206|timbal-206]] yang stabil.
Polonium-210 tersebar luas di [[biosfer]], termasuk di jaringan manusia, karena posisinya dalam [[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|rantai peluruhan uranium-238]]. [[Uranium-238]] alami di [[kerak Bumi]] meluruh melalui serangkaian perantara radioaktif padat termasuk [[radium-226]] hingga gas mulia radioaktif [[radon-222]], beberapa di antaranya, selama waktu paruh 3,8 hari, berdifusi ke atmosfer. Di sana ia meluruh melalui beberapa tahap lagi menjadi polonium-210, yang sebagian besar, selama waktu paruh 138 hari, tersapu kembali ke permukaan Bumi, lalu memasuki biosfer, sebelum akhirnya meluruh menjadi [[Isotop timbal#Timbal-206|timbal-206]] yang stabil.<ref>C. R. Hill. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1960-07-16_187_4733/page/n40 Lead-210 and Polonium-210 in Grass]. ''Nature''. 1960. Vol. 187 (4733). hlm. 211–212. doi:10.1038/187211a0.</ref><ref>C. R. Hill. [https://archive.org/details/sim_health-physics_1963_9/page/952 Natural occurrence of unsupported radium-F (Po-210) in tissue]. ''Health Physics''. 1963. Vol. 9. hlm. 952–953.</ref><ref>M. Heyraud. [https://archive.org/details/sim_marine-biology_1979-06-06_52_3/page/n31 Polonium-210 and lead-210 in marine food chains]. ''Marine Biology''. 1979. Vol. 52 (3). hlm. 227–236. doi:10.1007/BF00398136.</ref>


Pada awal tahun 1920-an, ahli biologi Prancis , dengan menggunakan polonium yang disediakan oleh rekannya [[Marie Curie]], menunjukkan bahwa unsur tersebut memiliki pola serapan tertentu pada jaringan kelinci, dengan konsentrasi tinggi, terutama di [[hati]], [[ginjal]], dan [[testis]]. Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa perilaku ini dihasilkan dari polonium yang menggantikan kongenernya belerang, juga dalam golongan 16 dari tabel periodik, dalam asam amino yang mengandung belerang atau molekul terkait dan bahwa pola distribusi yang serupa terjadi pada jaringan manusia. Polonium memang merupakan unsur yang secara alami ada pada semua manusia, berkontribusi cukup besar terhadap dosis latar alami, dengan variasi geografis dan budaya yang luas, dan tingkat yang sangat tinggi pada penduduk Arktik, misalnya.
Pada awal tahun 1920-an, ahli biologi Prancis , dengan menggunakan polonium yang disediakan oleh rekannya [[Marie Curie]], menunjukkan bahwa unsur tersebut memiliki pola serapan tertentu pada jaringan kelinci, dengan konsentrasi tinggi, terutama di [[hati]], [[ginjal]], dan [[testis]].<ref>Lacassagne, A. & Lattes, J. (1924) ''Bulletin d'Histologie Appliquée à la Physiologie et à la Pathologie'', '''1''', 279.</ref> Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa perilaku ini dihasilkan dari polonium yang menggantikan kongenernya belerang, juga dalam golongan 16 dari tabel periodik, dalam asam amino yang mengandung belerang atau molekul terkait<ref>H. Vasken Aposhian. ''Binding of Polonium-210 to Liver Metallothionein''. ''Radiation Research''. 1991. Vol. 126 (3). hlm. 379–382. doi:10.2307/3577929.</ref> dan bahwa pola distribusi yang serupa terjadi pada jaringan manusia.<ref>C. R. Hill. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1965-10-30_208_5009/page/n29 Polonium-210 in man]. ''Nature''. 1965. Vol. 208 (5009). hlm. 423–8. doi:10.1038/208423a0.</ref> Polonium memang merupakan unsur yang secara alami ada pada semua manusia, berkontribusi cukup besar terhadap dosis latar alami, dengan variasi geografis dan budaya yang luas, dan tingkat yang sangat tinggi pada penduduk Arktik, misalnya.<ref>C. R. Hill. [https://archive.org/details/sim_science_1966-05-27_152_3726/page/n129 Polonium-210 Content of Human Tissues in Relation to Dietary Habit]. ''Science''. 1966. Vol. 152 (3726). hlm. 1261–2. doi:10.1126/science.152.3726.1261.</ref>
===Tembakau===
===Tembakau===
[[Polonium-210]] dalam tembakau berkontribusi pada banyak kasus [[kanker paru-paru]] di seluruh dunia. Sebagian besar polonium ini berasal dari [[Isotop timbal|timbal-210]] yang tersimpan di daun tembakau dari atmosfer; timbal-210 adalah produk gas [[radon-222]], yang sebagian besar tampaknya berasal dari peluruhan [[radium-226]] dari pupuk yang diberikan pada tanah tembakau.
[[Polonium-210]] dalam tembakau berkontribusi pada banyak kasus [[kanker paru-paru]] di seluruh dunia. Sebagian besar polonium ini berasal dari [[Isotop timbal|timbal-210]] yang tersimpan di daun tembakau dari atmosfer; timbal-210 adalah produk gas [[radon-222]], yang sebagian besar tampaknya berasal dari peluruhan [[radium-226]] dari pupuk yang diberikan pada tanah tembakau.<ref>E. Muggli Monique. ''Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue''. ''American Journal of Public Health''. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.</ref><ref>E. A. Martell. [http://www.popline.org/node/510048 Radioactivity of tobacco trichomes and insoluble cigarette smoke particles]. ''Nature''. 1974. Vol. 249 (5454). hlm. 214–217. doi:10.1038/249215a0.</ref><ref>E. A. Martell. [https://archive.org/details/sim_american-scientist_july-august-1975_63_4/page/404 Tobacco Radioactivity and Cancer in Smokers: Alpha interactions with chromosomes of cells surrounding insoluble radioactive smoke particles may cause cancer and contribute to early atherosclerosis development in cigarette smokers]. ''American Scientist''. 1975. Vol. 63 (4). hlm. 404–412.</ref><ref>M. J. Tidd. ''The big idea: polonium, radon and cigarettes''. ''Journal of the Royal Society of Medicine''. 2008. Vol. 101 (3). hlm. 156–7. doi:10.1258/jrsm.2007.070021.</ref><ref>Birnbauer, William (7 September 2008) [http://www.theage.com.au/national/big-tobacco-covered-up-radiation-danger-20080906-4b54.html?page=-1 "Big Tobacco covered up radiation danger"]. ''The Age'', Melbourne, Australia</ref>


Kehadiran polonium dalam asap tembakau telah diketahui sejak awal 1960-an. Beberapa perusahaan tembakau terbesar di dunia meneliti cara untuk menghilangkan zat tersebut—tanpa hasil—selama periode 40 tahun. Hasilnya tidak pernah dipublikasikan.
Kehadiran polonium dalam asap tembakau telah diketahui sejak awal 1960-an.<ref>Radford EP Jr. [https://archive.org/details/sim_science_1964-01-17_143_3603/page/246 Polonium 210: a volatile radioelement in cigarettes]. ''Science''. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 247–9. doi:10.1126/science.143.3603.247.</ref><ref>Kelley TF. [https://archive.org/details/sim_science_1965-07-30_149_3683/page/n46 Polonium 210 content of mainstream cigarette smoke]. ''Science''. 1965. Vol. 149 (3683). hlm. 537–538. doi:10.1126/science.149.3683.537.</ref> Beberapa perusahaan tembakau terbesar di dunia meneliti cara untuk menghilangkan zat tersebut—tanpa hasil—selama periode 40 tahun. Hasilnya tidak pernah dipublikasikan.<ref>E. Muggli Monique. ''Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue''. ''American Journal of Public Health''. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.</ref>
===Makanan===
===Makanan===
Polonium ditemukan dalam rantai makanan, terutama dalam makanan laut.
Polonium ditemukan dalam rantai makanan, terutama dalam makanan laut.<ref>Ota, Tomoko. [http://ci.nii.ac.jp/naid/110007226760 Evaluation for Committed Effective Dose Due to Dietary Foods by the Intake for Japanese Adults]. ''Japanese Journal of Health Physics''. 2009. Vol. 44. hlm. 80–88. doi:10.5453/jhps.44.80.</ref><ref>Smith-Briggs, JL. [https://archive.org/details/science-of-the-total-environment_1984-05-01_35_3/page/431 Measurement of natural radionuclides in U.K. diet]. ''Science of the Total Environment''. 1984. Vol. 35 (3). hlm. 431–40. doi:10.1016/0048-9697(84)90015-9.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Halo pleokrois|Halo polonium]]
* [[Halo pleokrois|Halo polonium]]
* [[Peracunan Alexander Litvinenko]]
* [[Peracunan Alexander Litvinenko]]
==Referensi==
==Bibliografi==
==Bibliografi==
*
*  
*
*  
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/084.htm Polonium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/084.htm Polonium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium&oldid=29442075 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29442075 (2026-07-11T02:48:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polonium&oldid=29442075 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29442075 (2026-07-11T02:48:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 26 Agustus 2026 22.56

Electron shell 084 Polonium - no label

Polonium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Po dan nomor atom 84. Sebuah logam langka yang sangat radioaktif tanpa isotop stabil, polonium adalah sebuah kalkogen dan secara kimiawi mirip dengan selenium dan telurium, meskipun karakter logamnya mirip dengan tetangga horizontalnya di tabel periodik: talium, timbal, dan bismut. Karena waktu paruh semua isotopnya pendek, keterjadian alaminya terbatas pada jejak kecil polonium-210 yang cepat meluruh (dengan waktu paruh 138 hari) dalam bijih uranium, karena ia merupakan anak kedua terakhir dari uranium-238 yang alami. Meskipun ada isotop yang berumur sedikit lebih lama, mereka jauh lebih sulit untuk diproduksi. Saat ini, polonium biasanya diproduksi dalam jumlah miligram melalui iradiasi neutron oleh bismut. Karena radioaktivitasnya yang kuat, yang menghasilkan radiolisis dalam ikatan kimia dan pemanasan radioaktif sendiri, sifat kimianya sebagian besar telah diselidiki hanya pada skala kecil.

Polonium ditemukan pada Juli 1898 oleh Marie Skłodowska-Curie dan Pierre Curie, ketika ia diekstraksi dari bijih uranium uraninit dan teridentifikasi hanya dengan radioaktivitasnya yang kuat: ia adalah unsur pertama yang ditemukan melalui sifat radioaktifnya. Polonium dinamai dari negara asal Marie Curie, Polandia. Polonium memiliki beberapa aplikasi, dan itu terkait dengan radioaktivitasnya: pemanas di prob antariksa, perangkat antistatis, sumber neutron dan partikel alfa, serta racun. Polonium sangatlah berbahaya bagi manusia.

Karakteristik

210Po adalah sebuah pemancar alfa yang memiliki waktu paruh 138,4 hari; ia meluruh langsung menjadi isotop anaknya yang stabil, 206Pb. Satu miligram (5 curie) 210Po memancarkan partikel alfa per detik sebanyak 5 gram 226Ra,[1] yang berarti ia 5.000 kali lebih radioaktif daripada radium. Beberapa curie (1 curie sama dengan 37 gigabecquerel, 1 Ci = 37 GBq) dari 210Po memancarkan cahaya biru yang disebabkan oleh ionisasi udara di sekitarnya.

Sekitar satu dari 100.000 pancaran alfa menyebabkan eksitasi pada inti yang kemudian menghasilkan pancaran sinar gama dengan energi maksimum 803 keV.[2][3]

Bentuk wujud padat

Polonium adalah unsur radioaktif yang ada dalam dua alotrop metalik. Bentuk alfa adalah satu-satunya contoh yang diketahui dari struktur kristal kubik sederhana dalam basis atom tunggal pada STP, dengan panjang tepi 335,2 pikometer; bentuk beta adalah rombohedral.[4][5][6] Struktur polonium telah dicirikan oleh difraksi sinar-X[7][8] dan difraksi elektron.[9]

210Po (sama dengan 238Pu) memiliki kemampuan untuk mengudara dengan mudah: jika sebuah sampel dipanaskan di udara hingga , 50% darinya menguap dalam 45 jam untuk membentuk molekul Po2 diatomik, meskipun titik lebur polonium adalah dan titik didihnya adalah .[10][11][12] Ada lebih dari satu hipotesis tentang bagaimana polonium melakukan ini; satu pendapat mengemukakan bahwa gugus kecil atom polonium terkelupas oleh peluruhan alfa.[13]

Sifat Kimia

Sifat kimia polonium mirip dengan telurium, meskipun ia juga menunjukkan beberapa kesamaan dengan tetangganya bismut karena karakter logamnya. Polonium mudah larut dalam asam encer tetapi hanya sedikit larut dalam alkali. Larutan polonium mula-mula berwarna merah muda oleh ion Po2+, tetapi kemudian dengan cepat menjadi kuning karena radiasi alfa dari polonium yang mengionisasi pelarut dan mengubah Po2+ menjadi Po4+. Karena polonium juga memancarkan partikel alfa setelah disintegrasi maka proses ini disertai dengan gelembung dan emisi panas dan cahaya oleh peralatan kaca karena partikel alfa yang terserap; akibatnya, larutan polonium bersifat volatil dan akan menguap dalam beberapa hari kecuali disegel.[14][15] Pada pH sekitar 1, ion polonium mudah dihidrolisis dan dikomplekskan oleh asam seperti asam oksalat, asam sitrat, dan asam tartarat.[16]

Senyawa

Polonium tidak memiliki senyawa umum, dan hampir semua senyawanya dibuat secara sintetis; lebih dari 50 di antaranya telah diketahui.[17] Golongan senyawa polonium yang paling stabil adalah polonida, yang dibuat melalui reaksi langsung dua unsur. Na2Po memiliki struktur antifluorit, polonida Ca, Ba, Hg, Pb dan lantanida membentuk kisi NaCl, BePo dan CdPo memiliki struktur wurtzit, dan MgPo memiliki struktur nikel arsenida. Sebagian besar polonida terurai pada pemanasan hingga sekitar 600 °C, kecuali HgPo yang terurai pada ~300 °C dan polonida lantanida, yang tidak terurai tetapi melebur pada suhu di atas 1000 °C. Misalnya, polonida praseodimium (PrPo) melebur pada 1250 °C, dan polonida tulium (TmPo) melebur pada 2200 °C.[18] PbPo adalah salah satu dari sangat sedikit senyawa polonium alami, karena polonium meluruh melalui peluruhan alfa menjadi timbal.[19]

Polonium hidrida () adalah cairan yang mudah menguap pada suhu kamar yang rentan terhadap disosiasi; ia tidak stabil secara termal.[20] Air adalah satu-satunya hidrogen kalkogenida lain yang diketahui berbentuk cair pada suhu kamar; tetapi, hal ini dikarenakan ikatan hidrogen. Tiga oksida, PoO, PoO2, dan PoO3, adalah produk dari oksidasi polonium.[21]

Halida dari struktur PoX2, PoX4 dan PoF6 telah diketahui. Mereka larut dalam hidrogen halida yang sesuai, yaitu, PoClX dalam HCl, PoBrX dalam HBr, dan PoI4 dalam HI.[22] Polonium dihalida dibentuk oleh reaksi langsung dari unsur-unsur yang sesuai atau dengan reduksi PoCl4 dengan SO2 dan dengan PoBr4 dengan H2S pada suhu kamar. Tetrahalida dapat diperoleh dengan mereaksikan polonium dioksida dengan HCl, HBr atau HI.[23]

Senyawa polonium lainnya termasuk kalium polonit sebagai polonit, polonat, asetat, bromat, karbonat, sitrat, kromat, sianida, format, (II) dan (IV) hidroksida, nitrat, selenat, selenit, monosulfida, sulfat, disulfat, dan sulfit.[24][25]

Kimia organopolonium terbatas telah diketahui, sebagian besar terbatas pada dialkil dan diaril polonida (R2Po), triarilpolonium halida (Ar3PoX), dan diarilpolonium dihalida (Ar2PoX2).[26][27] Polonium juga membentuk senyawa yang larut dengan beberapa agen pengelat, seperti 2,3-butanediol dan tiourea.[28]

Senyawa polonium[29][30]
Rumus Warna t.l. (°C) Suhu
sublimasi (°C)
Simetri Lambang Pearson Grup ruang No a (pm) b(pm) c(pm) Z ρ (g/cm3) ref
PoO hitam
PoO2 kuning pucat 500 (dec.) 885 fcc cF12 Fmm 225 563,7 563,7 563,7 4 8,94 [31]
PoH2 -35,5
PoCl2 merah rubi gelap 355 130 ortorombik oP3 Pmmm 47 367 435 450 1 6,47 [32]
PoBr2 coklat ungu 270 (dec.) [33]
PoCl4 kuning 300 200 monoklinik [34]
PoBr4 merah 330 (dec.) fcc cF100 Fmm 225 560 560 560 4 [35]
PoI4 hitam [36]

Oksida

Hidrida

Halida

  • PoX2 (kecuali PoF2)
  • PoX4
  • PoF6
  • PoBr2Cl2 (pink salmon)

Isotop

Polonium memiliki 42 isotop yang diketahui, semuanya bersifat radioaktif. Mereka memiliki massa atom yang berkisar antara 186 hingga 227 u. 210Po (waktu paruh 138,376 hari) adalah yang paling banyak tersedia dan dibuat melalui penangkapan neutron oleh bismut alami. 209Po yang berumur lebih panjang (waktu paruh tahun, berumur paling panjang dari semua isotop polonium)[37] dan 208Po (waktu paruh 2,9 tahun) dapat dibuat melalui pemborbardiran alfa, proton, atau deuteron terhadap timbal atau bismut dalam siklotron.[38]

Sejarah

Terkadang disebut "radium F", polonium ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie pada bulan Juli 1898,[39][40] dan diberi nama dari tanah kelahiran Marie Curie di Polandia ().[41][42] Polandia pada saat itu berada di bawah partisi Rusia, Jerman, dan Austria-Hungaria, dan tidak eksis sebagai negara merdeka. Itu adalah harapan Curie bahwa penamaan unsur ini setelah tanah airnya akan memublikasikan kurangnya kemerdekaan.[43] Polonium mungkin merupakan unsur pertama yang disebutkan untuk menyoroti kontroversi politik.[44]

Unsur ini adalah yang pertama kali ditemukan oleh Curie saat mereka menyelidiki penyebab radioaktivitas uraninit. Uraninit, setelah penghilangan unsur radioaktif uranium dan torium, menjadi lebih radioaktif daripada gabungan uranium dan torium. Ini mendorong Curie untuk mencari unsur radioaktif tambahan. Mereka pertama kali memisahkan polonium dari uraninit pada Juli 1898, dan lima bulan kemudian, juga mengisolasi radium.[45][46][47] Ilmuwan Jerman Willy Marckwald berhasil mengisolasi 3 miligram polonium pada tahun 1902, meskipun pada saat itu dia yakin itu adalah unsur baru, yang dia juluki "radio-telurium", dan baru pada tahun 1905 terbukti sama dengan polonium.[48][49]

Di Amerika Serikat, polonium diproduksi sebagai bagian dari Proyek Dayton, bagian dari Proyek Manhattan, selama Perang Dunia II. Polonium dan berilium adalah bahan utama dari inisiator 'Urchin' di tengah lubang bola bom.[50] 'Urchin' memprakarsai reaksi berantai nuklir pada saat kekritisan yang cepat untuk memastikan bahwa senjata itu tidak gagal. 'Urchin' digunakan dalam senjata A.S. awal; senjata A.S. selanjutnya menggunakan generator pulsa neutron untuk tujuan yang sama.[51]

Sebagian besar fisika dasar polonium dirahasiakan sampai setelah perang. Fakta bahwa ia digunakan sebagai inisiator dirahasiakan hingga tahun 1960-an.[52]

Komisi Energi Atom dan Proyek Manhattan mendanai eksperimen manusia menggunakan polonium pada lima orang di Universitas Rochester antara tahun 1943 dan 1947. Orang-orang tersebut diberikan antara polonium untuk mempelajari ekskresinya.[53][54][55]

Keterjadian dan produksi

Polonium adalah unsur yang sangat langka di alam karena waktu paruh semua isotopnya pendek. Tujuh isotop terjadi dalam jumlah jejak sebagai produk peluruhan: 210Po, 214Po, dan 218Po terjadi dalam rantai peluruhan 238U; 211Po dan 215Po terjadi dalam rantai peluruhan 235U; 212Po dan 216Po terjadi dalam rantai peluruhan 232Th. Dari mereka, 210Po adalah satu-satunya isotop dengan waktu paruh lebih dari 3 menit.[56]

Polonium dapat ditemukan dalam bijih uranium sekitar 0,1 mg per ton metrik (1 bagian dalam 1010),[57][58] yang merupakan sekitar 0,2% dari kelimpahan radium. Jumlahnya di kerak bumi tidak berbahaya. Polonium telah ditemukan dalam asap tembakau dari daun tembakau yang ditanam dengan pupuk fosfat.[59][60][61]

Karena ia hadir dalam konsentrasi kecil, isolasi polonium dari sumber alami merupakan proses yang sangat lama. Kumpulan polonium terbesar yang pernah diekstraksi, dilakukan pada paruh pertama abad ke-20, hanya mengandung (9 mg) polonium-210 dan diperoleh dengan mengolah 37 ton residu dari produksi radium.[62] Polonium sekarang biasanya diperoleh dengan menyinari bismut dengan neutron atau proton berenergi tinggi.[63][64]

Pada tahun 1934, sebuah percobaan menunjukkan bahwa ketika 209Bi dibombardir dengan neutron, 210Bi dibuat, yang kemudian meluruh menjadi 210Po melalui peluruhan beta-minus. Pemurnian akhir dilakukan secara pirokimia diikuti dengan teknik ekstraksi cair-cair.[65] Polonium sekarang dapat dibuat dalam jumlah miligram dalam prosedur ini yang menggunakan fluks neutron tinggi yang ditemukan di reaktor nuklir.[66] Hanya sekitar 100 gram yang diproduksi setiap tahun, hampir seluruhnya di Rusia, membuat polonium sangatlah langka.[67][68]

Proses ini dapat menyebabkan masalah dalam reaktor berpendingin logam cair berbasis timbal-bismut seperti yang digunakan pada K-27 milik Angkatan Laut Soviet. Langkah-langkah harus diambil dalam reaktor tersebut untuk mengatasi kemungkinan 210Po yang tidak diinginkan dilepaskan dari pendingin.[69][70]

Isotop polonium yang berumur lebih panjang, 208Po dan 209Po, dapat dibentuk oleh pemborbardiran proton atau deuteron terhadap bismut menggunakan siklotron. Isotop lain yang lebih memiliki sedikit neutron dan lebih tidak stabil dapat dibentuk dengan iradiasi platina dengan inti karbon.[71]

Aplikasi

Sumber partikel alfa berbasis polonium diproduksi di Uni Soviet.[72] Sumber tersebut diterapkan untuk mengukur ketebalan lapisan industri melalui atenuasi radiasi alfa.[73]

Karena radiasi alfa yang kuat, satu gram sampel 210Po akan secara spontan memanas hingga di atas menghasilkan daya sekitar 140 watt. Oleh karena itu, 210Po digunakan sebagai sumber panas atom untuk menggerakkan generator termoelektrik radioisotop melalui bahan termoelektrik.[74][75][76][77] Misalnya, sumber panas 210Po digunakan pada wahana penjelajah Bulan Lunokhod 1 (1970) dan Lunokhod 2 (1973) untuk menjaga komponen internalnya tetap hangat selama malam bulan, serta satelit Kosmos 84 dan 90 (1965).[78][79]

Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium dapat diubah menjadi neutron menggunakan berilium oksida, dengan laju 93 neutron per juta partikel alfa.[80] Campuran Po-BeO digunakan sebagai sumber neutron pasif dengan rasio produksi sinar gama-ke-neutron sebesar 1,13 ± 0,05, lebih rendah daripada sumber neutron berbasis fisi nuklir.[81] Contoh campuran atau paduan Po-BeO yang digunakan sebagai sumber neutron adalah pemicu atau inisiator neutron untuk senjata nuklir[82][83] dan untuk inspeksi sumur minyak. Sekitar 1500 sumber jenis ini, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di Uni Soviet.[84]

Polonium juga merupakan bagian dari kuas atau alat yang lebih rumit yang menghilangkan muatan statis pada pelat fotografi, pabrik tekstil, gulungan kertas, lembaran plastik, dan pada substrat (seperti otomotif) sebelum penerapan pelapisan.[85] Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium mengionisasi molekul udara yang menetralkan muatan pada permukaan terdekat.[86][87] Beberapa sikat antistatis mengandung hingga 210Po sebagai sumber partikel bermuatan untuk menetralkan listrik statis.[88] Di A.S., perangkat dengan tidak lebih dari 210Po per unit (yang disegel) dapat dibeli dalam jumlah berapa pun di bawah "lisensi umum",[89] yang berarti pembeli tidak perlu didaftarkan oleh otoritas mana pun. Polonium perlu diganti di perangkat tersebut hampir setiap tahun karena waktu paruhnya yang pendek; ia juga sangat radioaktif dan oleh karena itu sebagian besar telah digantikan oleh sumber partikel beta yang lebih tidak berbahaya.[90]

Sejumlah kecil 210Po kadang-kadang digunakan di laboratorium dan untuk tujuan pengajaran—biasanya sekitar , dalam bentuk sumber tersegel, dengan polonium diendapkan pada substrat atau dalam resin atau matriks polimer—sering dikecualikan dari lisensi oleh NRC dan otoritas serupa karena tidak dianggap berbahaya. Sejumlah kecil 210Po diproduksi untuk dijual ke publik di Amerika Serikat sebagai "sumber jarum" untuk eksperimen laboratorium, dan dijual eceran oleh perusahaan pemasok ilmiah. Polonium adalah lapisan pelapisan yang pada gilirannya dilapisi dengan bahan seperti emas, yang memungkinkan radiasi alfa (digunakan dalam eksperimen seperti bilik awan) untuk lewat sambil mencegah pelepasan polonium dan menghadirkan bahaya beracun.

Busi polonium dipasarkan oleh Firestone dari tahun 1940 hingga 1953. Walaupun jumlah radiasi dari busi sangat kecil dan bukan ancaman bagi konsumen, manfaat busi tersebut dengan cepat berkurang setelah sekitar satu bulan karena waktu paruh polonium yang pendek dan karena penumpukan pada konduktor akan memblokir radiasi yang meningkatkan kinerja mesin. (Alasan di balik busi polonium, serta steker radium prototipe Alfred Matthew Hubbard yang mendahuluinya, adalah bahwa radiasi akan meningkatkan ionisasi bahan bakar di dalam silinder dan dengan demikian memungkinkan motor menyala lebih cepat dan efisien.)[91][92]

Biologi dan toksisitas

Ikhtisar

Polonium dapat menjadi berbahaya dan tidak memiliki peran biologis.[93] Secara massa, polonium-210 sekitar 250.000 kali lebih beracun daripada hidrogen sianida ( untuk 210Po kurang dari 1 mikrogram untuk orang dewasa rata-rata (lihat di bawah) dibandingkan dengan sekitar 250 miligram untuk hidrogen sianida[94]). Bahaya utamanya adalah radioaktivitasnya yang intens (sebagai pemancar alfa), yang membuatnya sulit ditangani dengan aman. Bahkan dalam jumlah mikrogram, penanganan 210Po sangatlah berbahaya, membutuhkan peralatan khusus (sebuah kotak sarung tangan bertekanan negatif yang dilengkapi dengan filter performa tinggi), pemantauan yang memadai, dan prosedur penanganan yang ketat untuk menghindari kontaminasi. Partikel alfa yang dipancarkan oleh polonium akan merusak jaringan organik dengan mudah jika polonium tertelan, terhirup, atau diserap, meskipun partikel alfa tidak dapat menembus epidermis dan karenanya tidak berbahaya selama partikel alfa tetap berada di luar tubuh. Mengenakan sarung tangan yang tahan bahan kimia dan utuh adalah tindakan pencegahan wajib untuk menghindari difusi polonium transkutan langsung melalui kulit. Polonium yang diberikan dalam asam nitrat pekat dapat dengan mudah berdifusi melalui sarung tangan yang tidak memadai (misalnya sarung tangan lateks) atau asam itu dapat merusak sarung tangan.[95]

Polonium tidak memiliki sifat kimia beracun.[96]

Telah dilaporkan bahwa beberapa mikroba dapat memetilasi polonium dengan aksi metilkobalamin.[97][98] Ini mirip dengan cara raksa, selenium, dan telurium dimetilasi pada makhluk hidup untuk membuat senyawa organologam. Studi menyelidiki metabolisme polonium-210 pada tikus telah menunjukkan bahwa hanya 0,002 sampai 0,009% dari polonium-210 yang tertelan diekskresikan sebagai polonium-210 volatil.[99]

Efek akut

Median dosis letal (LD50) untuk paparan radiasi akut adalah sekitar 4,5 Sv.[100] Dosis efektif setara 210Po adalah 0,51 µSv/Bq jika tertelan, dan 2,5 µSv/Bq jika terhirup.[101] Dosis fatal 4,5 Sv dapat disebabkan oleh menelan , sekitar 50 nanogram (ng), atau menghirup , sekitar 10 ng. Satu gram 210Po secara teori dapat meracuni 20 juta orang, di antaranya 10 juta akan mati. Toksisitas sebenarnya dari 210Po lebih rendah dari perkiraan ini karena paparan radiasi yang tersebar selama beberapa minggu (waktu paruh biologis polonium pada manusia adalah 30 hingga 50 hari[102]) agak kurang merusak daripada dosis sesaat. Diperkirakan bahwa median dosis letal 210Po adalah , atau 0,089 mikrogram (μg), jumlah yang masih sangat kecil.[103][104] Sebagai perbandingan, satu butir garam dapur adalah sekitar 0,06 mg = 60 μg.[105]

Efek jangka panjang (kronis)

Selain efek akut, paparan radiasi (baik internal maupun eksternal) membawa risiko kematian jangka panjang akibat kanker sebesar 5–10% per Sv.[106] Populasi umum terpapar polonium dalam jumlah kecil sebagai produk radon di udara dalam ruangan; isotop 214Po dan 218Po diperkirakan menyebabkan mayoritas[107] dari perkiraan 15.000–22.000 kematian akibat kanker paru-paru di A.S. setiap tahunnya yang dikaitkan dengan radon dalam ruangan.[108] Merokok dengan tembakau juga menyebabkan paparan tambahan polonium.[109]

Batas paparan dan penanganan regulasi

Beban tubuh maksimum yang diperbolehkan untuk menelan 210Po hanyalah , yang setara dengan massa partikel yang hanya 6,8 pikogram. Konsentrasi maksimum yang diizinkan di tempat kerja dari 210Po di udara adalah sekitar 10 Bq/m3 ( µCi/cm3).[110] Organ target polonium pada manusia adalah limpa dan liver.[111] Karena limpa (150 g) dan liver (1,3 hingga 3 kg) jauh lebih kecil daripada bagian tubuh lainnya, jika polonium terkonsentrasi di organ vital ini, itu merupakan ancaman yang lebih besar bagi kehidupan daripada dosis (rata-rata) yang akan diderita oleh seluruh tubuh jika disebarkan secara merata ke seluruh tubuh, dengan cara yang sama seperti sesium atau tritium (sebagai T2O).

210Po banyak digunakan dalam industri, dan tersedia dengan sedikit regulasi atau batasan.[112] Di A.S., sistem pelacakan yang dijalankan oleh Komisi Pengaturan Nuklir diterapkan pada tahun 2007 untuk mencatat pembelian lebih dari polonium-210 (cukup untuk membuat 5.000 dosis letal). IAEA "dikatakan sedang mempertimbangkan peraturan yang lebih ketat ... Ada pembicaraan bahwa mungkin akan memperketat persyaratan pelaporan polonium dengan faktor 10, menjadi ."[113] Pada 2013, ini masih satu-satunya bahan produk sampingan yang memancarkan alfa yang tersedia, sebagai Kuantitas Pengecualian NRC, yang dapat diadakan tanpa lisensi bahan radioaktif.

Polonium dan senyawanya harus ditangani dalam kotak sarung tangan, yang selanjutnya ditutup dalam kotak lain, dijaga pada tekanan yang sedikit lebih tinggi daripada kotak sarung tangan untuk mencegah kebocoran bahan radioaktif. Sarung tangan yang terbuat dari karet alam tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap radiasi dari polonium; sarung tangan bedah diperlukan. Sarung tangan neoprena melindungi radiasi dari polonium lebih baik daripada karet alam.[114]

Kasus keracunan

Terlepas dari sifat polonium yang sangat berbahaya, keadaan di mana keracunan polonium dapat terjadi, jarang terjadi. Sifatnya yang sangat langka, waktu paruh semua isotopnya yang pendek, fasilitas dan peralatan khusus yang diperlukan untuk mendapatkan kuantitas yang signifikan, dan tindakan pencegahan keselamatan terhadap kecelakaan laboratorium, membuat peristiwa paparan yang berbahaya tidak mungkin terjadi. Dengan demikian, hanya segelintir kasus keracunan radiasi yang secara khusus disebabkan oleh paparan polonium telah dikonfirmasi.

Abad ke-20

Menanggapi kekhawatiran tentang risiko paparan polonium di tempat kerja, jumlah 210Po diberikan kepada lima sukarelawan manusia di Universitas Rochester dari tahun 1944 hingga 1947, untuk mempelajari perilaku biologisnya. Studi-studi ini didanai oleh Proyek Manhattan dan AEC. Empat pria dan seorang wanita berpartisipasi, semuanya menderita kanker stadium akhir, dan berusia antara awal tiga puluhan hingga awal empat puluhan; semuanya dipilih karena peneliti menginginkan subjek yang tidak terpapar polonium baik melalui pekerjaan atau kecelakaan.[115] 210Po disuntikkan ke empat pasien rawat inap, dan secara oral diberikan kepada pasien kelima. Tak satu pun dari dosis yang diberikan (semua mulai dari 0,17 hingga 0,30 μCi kg−1) mendekati jumlah yang fatal.[116][117]

Kematian pertama yang terdokumentasi secara langsung akibat keracunan polonium terjadi di Uni Soviet, pada 10 Juli 1954.[118][119] Seorang pria berusia 41 tahun yang tidak dikenal datang untuk perawatan medis pada tanggal 29 Juni, dengan muntah dan demam yang parah; hari sebelumnya, dia telah bekerja selama lima jam di area di mana, tanpa dia ketahui, sebuah kapsul berisi 210Po telah mengalami penurunan tekanan dan mulai menyebar dalam bentuk aerosol. Selama periode ini, total asupan 210Po di udara diperkirakan mencapai 0,11 GBq (hampir 25 kali perkiraan LD50 jika dihirup sebesar 4,5 MBq). Meski dirawat, kondisinya terus memburuk dan dia meninggal 13 hari setelah kejadian paparan.[120]

Juga dikemukakan bahwa kematian Irène Joliot-Curie pada tahun 1956 akibat leukemia disebabkan oleh efek radiasi polonium. Dia secara tidak sengaja terekspos pada tahun 1946 ketika sebuah kapsul polonium yang tersegel meledak di bangku laboratoriumnya.[121]

Selain itu, beberapa kematian di Israel selama 1957–1969 diduga berasal dari paparan 210Po.[122] Sebuah kebocoran ditemukan di laboratorium Institut Weizmann pada tahun 1957. Jejak 210Po ditemukan di tangan Profesor Dror Sadeh, fisikawan yang meneliti bahan radioaktif. Tes medis menunjukkan tidak adanya bahaya, tetapi tes tersebut tidak termasuk sumsum tulang. Sadeh, salah satu muridnya, dan dua rekannya meninggal karena berbagai penyakit kanker selama beberapa tahun berikutnya. Masalahnya diselidiki secara diam-diam, tetapi tidak pernah ada pengakuan resmi tentang hubungan antara kebocoran dan kematian.[123]

Abad ke-21

Penyebab kematian Alexander Litvinenko di tahun 2006, mantan agen FSB Rusia yang membelot ke Britania Raya pada tahun 2001, diidentifikasi keracunan dengan dosis 210Po letal;[124][125] kemudian ditentukan bahwa 210Po mungkin sengaja diberikan kepadanya oleh dua mantan agen keamanan Rusia, Andrey Lugovoy dan Dmitry Kovtun.[126][127] Dengan demikian, kematian Litvinenko adalah kejadian pertama (dan, sampai saat ini, satu-satunya) yang dikonfirmasi di mana toksisitas ekstrem polonium telah digunakan dengan niat jahat.[128][129][130]

Pada tahun 2011, muncul dugaan bahwa kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang meninggal pada tanggal 11 November 2004 tanpa sebab yang pasti, juga diakibatkan oleh keracunan polonium yang disengaja,[131][132] dan pada bulan Juli 2012, konsentrasi 210Po yang sangat tinggi terdeteksi dalam pakaian dan barang-barang pribadi Arafat oleh Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss.[133][134] Namun, juru bicara Institut menekankan bahwa terlepas dari tes ini, laporan medis Arafat tidaklah konsisten dengan keracunan 210Po,[135] dan jurnalis sains Deborah Blum menyatakan bahwa asap tembakau mungkin lebih bertanggung jawab, karena Arafat dan banyak rekannya adalah perokok berat;[136] tes selanjutnya oleh tim Prancis dan Rusia menetapkan bahwa peningkatan kadar 210Po bukanlah hasil dari keracunan yang disengaja, dan tidak menyebabkan kematian Arafat.[137][138]

Ada juga dugaan bahwa Roman Tsepov diracun dengan polonium. Dia memiliki gejala yang mirip dengan Aleksander Litvinenko.[139]

Pengobatan

Telah dikemukakan bahwa agen pengelat, seperti British Anti-Lewisite (dimerkaprol), dapat digunakan untuk mendekontaminasi manusia.[140] Dalam satu percobaan, tikus diberi dosis fatal 1,45 MBq/kg (8,7 ng/kg) 210Po; semua tikus yang tidak diobati mati setelah 44 hari, tetapi 90% tikus yang diobati dengan agen pengelat HOEtTTC tetap hidup selama 5 bulan.[141]

Deteksi dalam spesimen biologis

Polonium-210 dapat dihitung dalam spesimen biologis dengan spektrometri partikel alfa untuk mengonfirmasi diagnosis keracunan pada pasien rawat inap atau untuk memberikan bukti dalam investigasi kematian medikolegal. Ekskresi urin polonium-210 dasar pada orang sehat karena paparan rutin terhadap sumber lingkungan biasanya berkisar antara 5–15 mBq/hari. Tingkat yang melebihi 30 mBq/hari menunjukkan paparan radionuklida yang berlebihan.[142]

Keterjadian pada manusia dan biosfer

Polonium-210 tersebar luas di biosfer, termasuk di jaringan manusia, karena posisinya dalam rantai peluruhan uranium-238. Uranium-238 alami di kerak Bumi meluruh melalui serangkaian perantara radioaktif padat termasuk radium-226 hingga gas mulia radioaktif radon-222, beberapa di antaranya, selama waktu paruh 3,8 hari, berdifusi ke atmosfer. Di sana ia meluruh melalui beberapa tahap lagi menjadi polonium-210, yang sebagian besar, selama waktu paruh 138 hari, tersapu kembali ke permukaan Bumi, lalu memasuki biosfer, sebelum akhirnya meluruh menjadi timbal-206 yang stabil.[143][144][145]

Pada awal tahun 1920-an, ahli biologi Prancis , dengan menggunakan polonium yang disediakan oleh rekannya Marie Curie, menunjukkan bahwa unsur tersebut memiliki pola serapan tertentu pada jaringan kelinci, dengan konsentrasi tinggi, terutama di hati, ginjal, dan testis.[146] Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa perilaku ini dihasilkan dari polonium yang menggantikan kongenernya belerang, juga dalam golongan 16 dari tabel periodik, dalam asam amino yang mengandung belerang atau molekul terkait[147] dan bahwa pola distribusi yang serupa terjadi pada jaringan manusia.[148] Polonium memang merupakan unsur yang secara alami ada pada semua manusia, berkontribusi cukup besar terhadap dosis latar alami, dengan variasi geografis dan budaya yang luas, dan tingkat yang sangat tinggi pada penduduk Arktik, misalnya.[149]

Tembakau

Polonium-210 dalam tembakau berkontribusi pada banyak kasus kanker paru-paru di seluruh dunia. Sebagian besar polonium ini berasal dari timbal-210 yang tersimpan di daun tembakau dari atmosfer; timbal-210 adalah produk gas radon-222, yang sebagian besar tampaknya berasal dari peluruhan radium-226 dari pupuk yang diberikan pada tanah tembakau.[150][151][152][153][154]

Kehadiran polonium dalam asap tembakau telah diketahui sejak awal 1960-an.[155][156] Beberapa perusahaan tembakau terbesar di dunia meneliti cara untuk menghilangkan zat tersebut—tanpa hasil—selama periode 40 tahun. Hasilnya tidak pernah dipublikasikan.[157]

Makanan

Polonium ditemukan dalam rantai makanan, terutama dalam makanan laut.[158][159]

Lihat pula

Bibliografi

Pranala luar

Referensi

  1. Polonium. Argonne National Laboratory.
  2. Greenwood, hlm. 250
  3. 210PO α decay. Nuclear Data Center, Korea Atomic Energy Research Institute. 2000.
  4. Greenwood, hlm. 753
  5. Gary L. Miessler. Inorganic Chemistry. Pearson Prentice Hall. 2004. hlm. 285. ISBN 978-0-13-120198-9.
  6. The beta Po (A_i) Structure. Naval Research Laboratory. 20 November 2000.
  7. R. J. Desando. The structures of polonium and its compounds—I α and β polonium metal. Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. 1966. Vol. 28 (9). hlm. 1837–1846. doi:10.1016/0022-1902(66)80270-1.
  8. W. H. Beamer. The Crystal Structure of Polonium. Journal of Chemical Physics. 1946. Vol. 14 (9). hlm. 569. doi:10.1063/1.1724201.
  9. M. A. Rollier. The Crystal Structure of Polonium by Electron Diffraction. Journal of Chemical Physics. 1936. Vol. 4 (10). hlm. 648. doi:10.1063/1.1749762.
  10. Bogdan Wąs. Thermochromatographic separation of 206,208 Po from a bismuth target bombarded with protons. Nukleonika. 2006. Vol. 51 (Suppl. 2). hlm. s3–s5.
  11. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. Condit, Ralph H. Pseudo-evaporation of high specific activity alpha-emitting materials. Lawrence Livermore National Laboratory. 2014.
  14. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  15. Bagnall, hlm. 206
  16. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  17. Bagnall, hlm. 199
  18. Greenwood, hlm. 766
  19. F. Weigel. Chemie des Poloniums. Angewandte Chemie. 1959. Vol. 71 (9). hlm. 289–316. doi:10.1002/ange.19590710902.
  20. Greenwood, hlm. 766
  21. Holleman, A. F. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
  22. Figgins, P. E. (1961) The Radiochemistry of Polonium, National Academy of Sciences, US Atomic Energy Commission, hlm. 13–14 Google Books
  23. Greenwood, hlm. 765, 771, 775
  24. Figgins, P. E. (1961) The Radiochemistry of Polonium, National Academy of Sciences, US Atomic Energy Commission, hlm. 13–14 Google Books
  25. Bagnall, hlm. 212–226
  26. Ralph A. Zingaro. Encyclopedia of Inorganic and Bioinorganic Chemistry. John Wiley & Sons. 2011. hlm. 1–3. doi:10.1002/9781119951438.eibc0182. ISBN 9781119951438.
  27. A. N. Murin. Production of organopolonium compounds by using chemical alterations taking place during the β-decay of RaE. Dokl. Akad. Nauk SSSR. 1960. Vol. 133 (1). hlm. 123–125.
  28. Ralph A. Zingaro. Encyclopedia of Inorganic and Bioinorganic Chemistry. John Wiley & Sons. 2011. hlm. 1–3. doi:10.1002/9781119951438.eibc0182. ISBN 9781119951438.
  29. Greenwood, hlm. 765, 771, 775
  30. Wiberg, Egon; Holleman, A. F. and Wiberg, Nils Inorganic Chemistry, Academic Press, 2001, hlm. 594, .
  31. K. W. Bagnall. The Preparation of Polonium Metal and Polonium Dioxide. J. Chem. Soc. 1954. hlm. 4295–4299. doi:10.1039/JR9540004295.
  32. K. W. Bagnall. The polonium halides. Part I. Polonium chlorides. Journal of the Chemical Society (Resumed). 1955. hlm. 2320. doi:10.1039/JR9550002320.
  33. K. W. Bagnall. The polonium halides. Part II. Bromides. Journal of the Chemical Society (Resumed). 1955. hlm. 3959. doi:10.1039/JR9550003959.
  34. K. W. Bagnall. The polonium halides. Part I. Polonium chlorides. Journal of the Chemical Society (Resumed). 1955. hlm. 2320. doi:10.1039/JR9550002320.
  35. K. W. Bagnall. The polonium halides. Part II. Bromides. Journal of the Chemical Society (Resumed). 1955. hlm. 3959. doi:10.1039/JR9550003959.
  36. K. W. Bagnall. 657. The polonium halides. Part III. Polonium tetraiodide. Journal of the Chemical Society (Resumed). 1956. hlm. 3385. doi:10.1039/JR9560003385.
  37. R. Collé. A new determination of the 209 Po half-life. Journal of Physics G. 13 Agustus 2014. Vol. 41 (10). hlm. 105103. doi:10.1088/0954-3899/41/10/105103.
  38. John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 415. ISBN 978-0-19-960563-7.
  39. Curie, P. Sur une substance nouvelle radio-active, contenue dans la pechblende. Comptes Rendus. 1898. Vol. 127. hlm. 175–178. Terjemahan bahasa Inggris.
  40. Peter van der Krogt. 84. Polonium - Elementymology & Elements Multidict. elements.vanderkrogt.net.
  41. M. Pfützner. Borders of the Nuclear World – 100 Years After Discovery of Polonium. Acta Physica Polonica B. 1999. Vol. 30 (5). hlm. 1197.
  42. J. P. Adloff. The centennial of the 1903 Nobel Prize for physics. Radiochimica Acta. 2003. Vol. 91 (12–2003). hlm. 681–688. doi:10.1524/ract.91.12.681.23428.
  43. K. Kabzinska. Chemical and Polish aspects of polonium and radium discovery. Przemysł Chemiczny. 1998. Vol. 77 (3). hlm. 104–107.
  44. K. Kabzinska. Chemical and Polish aspects of polonium and radium discovery. Przemysł Chemiczny. 1998. Vol. 77 (3). hlm. 104–107.
  45. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  46. Curie, P. Sur une substance nouvelle radio-active, contenue dans la pechblende. Comptes Rendus. 1898. Vol. 127. hlm. 175–178. Terjemahan bahasa Inggris.
  47. Curie, P. Sur une nouvelle substance fortement radio-active contenue dans la pechblende. Comptes Rendus. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217. Terjemahan bahasa Inggris
  48. Polonium and Radio-Tellurium. Nature. 1906. Vol. 73 (549). hlm. 549. doi:10.1038/073549b0.
  49. Sieghard Neufeldt. Chronologie Chemie: Entdecker und Entdeckungen. John Wiley & Sons. 2012. ISBN 9783527662845.
  50. Nuclear Weapons FAQ, Section 4.1, Version 2.04: 20 Februari 1999. Nuclearweaponarchive.org. Diakses tanggal 11 Maret 2023.
  51. Nuclear Weapons FAQ, Section 4.1, Version 2.04: 20 Februari 1999. Nuclearweaponarchive.org. Diakses tanggal 11 Maret 2023.
  52. KEPUTUSAN DEKLASIFIKASI DATA TERBATAS, 1946 SAMPAI SEKARANG (RDD-7), 1 Januari 2001, Kantor Deklasifikasi Departemen Energi A.S., via fas.org
  53. American nuclear guinea pigs: three decades of radiation experiments on U.S. citizens . United States. Congress. House. of the Committee on Energy and Commerce. Subcommittee on Energy Conservation and Power, published by U.S. Government Printing Office, 1986, Identifier Y 4.En 2/3:99-NN, Electronic Publication Date 2010, at the University of Nevada, Reno, unr.edu
  54. "Studies of polonium metabolism in human subjects", Chapter 3 in Biological Studies with Polonium, Radium, and Plutonium, National, Nuclear Energy Series, Volume VI-3, McGraw-Hill, New York, 1950, cited in "American Nuclear Guinea Pigs ...", 1986 House Energy and Commerce committee report
  55. Moss, William and Eckhardt, Roger (1995) "The Human Plutonium Injection Experiments", Los Alamos Science, Number 23.
  56. F. Carvalho. The Environmental Behaviour of Polonium. Technical Reports Series - International Atomic Energy Agency. International Atomic Energy Agency. 2017. Vol. 484. hlm. 1. ISBN 978-92-0-112116-5.
  57. Greenwood, hlm. 746
  58. Bagnall, hlm. 198
  59. Gustave F. Kilthau. Cancer risk in relation to radioactivity in tobacco. Radiologic Technology. 1996. Vol. 67 (3). hlm. 217–222.
  60. Alpha Radioactivity (210 Polonium) and Tobacco Smoke.
  61. E. Muggli Monique. Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue. American Journal of Public Health. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.
  62. Adloff, J. P. The Dawn of Radiochemistry. Radiochimica Acta. 1995. Vol. 70/71. hlm. 13–22. doi:10.1524/ract.1995.7071.special-issue.13., reprinted in J. P. Adloff. One hundred years after the discovery of radioactivity. 1996. hlm. 17. ISBN 978-3-486-64252-0.
  63. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  64. Greenwood, hlm. 249
  65. Wallace W. Schulz. Pyrochemical Extraction of Polonium from Irradiated Bismuth Metal. Ind. Eng. Chem. Process Des. Dev. 1969. Vol. 8 (4). hlm. 508–515. doi:10.1021/i260032a013.
  66. Greenwood, hlm. 249
  67. Q&A: Polonium-210. RSC Chemistry World. 27 November 2006.
  68. Most Polonium Made Near the Volga River. The Moscow Times – News. 11 Januari 2007.
  69. V. I. Usanov. Long-lived radionuclides of sodium, lead-bismuth, and lead coolants in fast-neutron reactors. Atomic Energy. 1999. Vol. 87 (3). hlm. 658–662. doi:10.1007/BF02673579.
  70. Naumov, V. V. sumber. Атомная стратегия. November 2006. Vol. 26.
  71. Atterling, H. Light Polonium Isotopes from Carbon Ion Bombardments of Platinum. Arkiv för Fysik. 1959. Vol. 15 (1). hlm. 81–88.
  72. Радиоизотопные источники тепла. (dalam bahasa Rusia). npc.sarov.ru
  73. Bagnall, hlm. 225
  74. Polonium. Argonne National Laboratory.
  75. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  76. Greenwood, hlm. 251
  77. Arnold Hanslmeier. The sun and space weather. Springer. 2002. hlm. 183. ISBN 978-1-4020-0684-5.
  78. Радиоизотопные источники тепла. (dalam bahasa Rusia). npc.sarov.ru
  79. Andrew Wilson. Solar System Log. Jane's Publishing Company Ltd. 1987. hlm. 64. ISBN 978-0-7106-0444-6.
  80. Greenwood, hlm. 251
  81. Sebastian Ritter. Comparative Study of Gamma to Neutron Ratios of various (alpha, neutron) Neutron Sources. 2021.
  82. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  83. Rhodes, Richard. Dark Sun: The Making of the Hydrogen Bomb. Walker & Company. 2002. hlm. 187–188. ISBN 978-0-684-80400-2.
  84. Красивая версия "самоубийства" Литвиненко вследствие криворукости (dalam bahasa Rusia). stringer.ru (26 November 2006).
  85. John D. Boice. Mortality Among Mound Workers Exposed to Polonium-210 and Other Sources of Radiation, 1944–1979. Radiation Research. 2014. Vol. 181 (2). hlm. 208–28. doi:10.1667/RR13395.1.
  86. Static Control for Electronic Balance Systems.
  87. BBC News : College breaches radioactive regulations. 12 Maret 2002.
  88. Staticmaster Ionizing Brushes. AMSTAT Industries.
  89. General domestic licenses for byproduct material.
  90. Polonium. Argonne National Laboratory.
  91. Radioactive spark plugs. Oak Ridge Associated Universities. 20 Januari 1999.
  92. Cassandra Pittman. Polonium. The Instrumentation Center. University of Toledo. 3 februari 2017.
  93. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 330–332. ISBN 978-0-19-850341-5.
  94. Safety data for hydrogen cyanide. Physical & Theoretical Chemistry Lab, Oxford University.
  95. Bagnall, hlm. 202–6
  96. Polonium-210: Effects, symptoms, and diagnosis. Medical News Today. 28 Juli 2017.
  97. N. Momoshima. Formation and emission of volatile polonium compound by microbial activity and polonium methylation with methylcobalamin. Environ Sci Technol. 2001. Vol. 35 (15). hlm. 2956–2960. doi:10.1021/es001730.
  98. N. Momoshima. Biologically induced Po emission from fresh water. J Environ Radioact. 2002. Vol. 63 (2). hlm. 187–197. doi:10.1016/S0265-931X(02)00028-0.
  99. Chunsheng Li. Metabolism of 210 Po in rats: volatile 210 Po in excreta. Radiation Protection Dosimetry. 2010. Vol. 140 (2). hlm. 158–162. doi:10.1093/rpd/ncq047.
  100. Health Impacts from Acute Radiation Exposure. Pacific Northwest National Laboratory.
  101. Nuclide Safety Data Sheet: Polonium–210. hpschapters.org.
  102. Naimark, D.H. Effective half-life of polonium in the human. Technical Report MLM-272/XAB, Mound Lab., Miamisburg, OH. 4 Januari 1949.
  103. Carey Sublette. Polonium Poisoning. 14 Desember 2006.
  104. J. Harrison. Polonium-210 as a poison. J. Radiol. Prot. 2007. Vol. 27 (1). hlm. 17–40. doi:10.1088/0952-4746/27/1/001.
  105. Yasar Safkan. Approximately how many atoms are in a grain of salt?. PhysLink.com: Physics & Astronomy.
  106. Health Impacts from Acute Radiation Exposure. Pacific Northwest National Laboratory.
  107. Health Risks of Radon and Other Internally Deposited Alpha-Emitters: BEIR IV. National Academy Press. 1988. hlm. 5. ISBN 978-0-309-03789-1.
  108. Health Effects Of Exposure To Indoor Radon. National Academy Press. 1999.
  109. The Straight Dope: Does smoking organically grown tobacco lower the chance of lung cancer?. 28 September 2007.
  110. Nuclear Regulatory Commission limits for 210 Po. U.S. NRC. 12 Desember 2008.
  111. PilgrimWatch – Pilgrim Nuclear – Health Impact.
  112. R.K. Bastian. Radioactive Materials in Biosolids: National Survey, Dose Modeling & POTW Guidance. Proceedings of the Water Environment Federation. 1 Januari 2004. Vol. 2004 (1). hlm. 777–803. doi:10.2175/193864704784343063.
  113. Peter D. Zimmerman. The Smoky Bomb Threat. The New York Times. 19 Desember 2006.
  114. Bagnall, hlm. 204
  115. William Moss. The human plutonium injection experiments. Los Alamos Science. 1995. Vol. 23. hlm. 177–233.
  116. William Moss. The human plutonium injection experiments. Los Alamos Science. 1995. Vol. 23. hlm. 177–233.
  117. Robert Fink. Biological studies with polonium, radium, and plutonium. McGraw-Hill. 1950. Vol. VI-3. ISBN 5-86656-114-X.
  118. G. N. Gasteva. Radiacionnaja medicina: rukovodstvo dlja vračej-issledovatelej i organizatorov zdravooxranenija, Tom 2 (Radiacionnye poraženija čeloveka). IzdAT. 2001. hlm. 99–107. ISBN 5-86656-114-X.
  119. John Harrison. Polonium-210 as a poison. Journal of Radiological Protection. 2 March 2007. Vol. 27 (1). hlm. 17–40. doi:10.1088/0952-4746/27/1/001.
  120. G. N. Gasteva. Radiacionnaja medicina: rukovodstvo dlja vračej-issledovatelej i organizatorov zdravooxranenija, Tom 2 (Radiacionnye poraženija čeloveka). IzdAT. 2001. hlm. 99–107. ISBN 5-86656-114-X.
  121. Jeremy Manier. Innocent chemical a killer. The Daily Telegraph (Australia). 4 Desember 2006.
  122. Michael Karpin. The bomb in the basement: How Israel went nuclear and what that means for the world. Simon and Schuster. 2006. ISBN 978-0-7432-6594-2.
  123. Thomas Maugh. A restless killer radiates intrigue. Los Angeles Times. 1 Januari 2007.
  124. Tom Geoghegan. The mystery of Litvinenko's death. BBC News. 24 November 2006.
  125. UK requests Lugovoi extradition. BBC News. 28 Mei 2007.
  126. Report. The Litvinenko Inquiry.
  127. Esther Addley. Litvinenko 'probably murdered on personal orders of Putin'. The Guardian. 21 Januari 2016.
  128. Steve Boggan. Who else was poisoned by polonium?. The Guardian. 5 Juni 2007.
  129. David Poort. Polonium: a silent killer. Al Jazeera News. 6 November 2013.
  130. Pascal Froidevaux. ²¹⁰Po poisoning as possible cause of death: forensic investigations and toxicological analysis of the remains of Yasser Arafat. Forensic Science International. Februari 2016. Vol. 259. hlm. 1–9. doi:10.1016/j.forsciint.2015.09.019.
  131. الأخبار - ضابط فلسطيني: خصوم عرفات قتلوه عربي. Al Jazeera. 17 Januari 2011.
  132. George Galloway and Alex Goldfarb on Litvinenko inquiry. 21 Januari 2016.
  133. P. Froidevaux. Improving forensic investigation for polonium poisoning. The Lancet. 2013. Vol. 382 (9900). hlm. 1308. doi:10.1016/S0140-6736(13)61834-6.
  134. Bart, Katharina (3 Juli 2012). Swiss institute finds polonium in Arafat's effects . Reuters.
  135. Bart, Katharina (3 Juli 2012). Swiss institute finds polonium in Arafat's effects . Reuters.
  136. Yasser Arafat and the radioactive cigarette. Wired.com. 12 Juni 2012.
  137. Isachenkov, Vadim (27 Desember 2013) Russia: Arafat's death not caused by radiation. Associated Press.
  138. Arafat did not die of poisoning, French tests conclude. Reuters. 3 Desember 2013.
  139. The Putin bodyguard riddle. The Sunday Times. 3 Desember 2006.
  140. Guidance for Industry. Internal Radioactive Contamination — Development of Decorporation Agents. US Food and Drug Administration.
  141. Rencováa J. Reduction of subacute lethal radiotoxicity of polonium-210 in rats by chelating agents. International Journal of Radiation Biology. 1997. Vol. 72 (3). hlm. 341–8. doi:10.1080/095530097143338.
  142. Baselt, R. Disposition of Toxic Drugs and Chemicals in Man , edisi ke-10, Biomedical Publications, Seal Beach, CA.
  143. C. R. Hill. Lead-210 and Polonium-210 in Grass. Nature. 1960. Vol. 187 (4733). hlm. 211–212. doi:10.1038/187211a0.
  144. C. R. Hill. Natural occurrence of unsupported radium-F (Po-210) in tissue. Health Physics. 1963. Vol. 9. hlm. 952–953.
  145. M. Heyraud. Polonium-210 and lead-210 in marine food chains. Marine Biology. 1979. Vol. 52 (3). hlm. 227–236. doi:10.1007/BF00398136.
  146. Lacassagne, A. & Lattes, J. (1924) Bulletin d'Histologie Appliquée à la Physiologie et à la Pathologie, 1, 279.
  147. H. Vasken Aposhian. Binding of Polonium-210 to Liver Metallothionein. Radiation Research. 1991. Vol. 126 (3). hlm. 379–382. doi:10.2307/3577929.
  148. C. R. Hill. Polonium-210 in man. Nature. 1965. Vol. 208 (5009). hlm. 423–8. doi:10.1038/208423a0.
  149. C. R. Hill. Polonium-210 Content of Human Tissues in Relation to Dietary Habit. Science. 1966. Vol. 152 (3726). hlm. 1261–2. doi:10.1126/science.152.3726.1261.
  150. E. Muggli Monique. Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue. American Journal of Public Health. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.
  151. E. A. Martell. Radioactivity of tobacco trichomes and insoluble cigarette smoke particles. Nature. 1974. Vol. 249 (5454). hlm. 214–217. doi:10.1038/249215a0.
  152. E. A. Martell. Tobacco Radioactivity and Cancer in Smokers: Alpha interactions with chromosomes of cells surrounding insoluble radioactive smoke particles may cause cancer and contribute to early atherosclerosis development in cigarette smokers. American Scientist. 1975. Vol. 63 (4). hlm. 404–412.
  153. M. J. Tidd. The big idea: polonium, radon and cigarettes. Journal of the Royal Society of Medicine. 2008. Vol. 101 (3). hlm. 156–7. doi:10.1258/jrsm.2007.070021.
  154. Birnbauer, William (7 September 2008) "Big Tobacco covered up radiation danger". The Age, Melbourne, Australia
  155. Radford EP Jr. Polonium 210: a volatile radioelement in cigarettes. Science. 1964. Vol. 143 (3603). hlm. 247–9. doi:10.1126/science.143.3603.247.
  156. Kelley TF. Polonium 210 content of mainstream cigarette smoke. Science. 1965. Vol. 149 (3683). hlm. 537–538. doi:10.1126/science.149.3683.537.
  157. E. Muggli Monique. Waking a Sleeping Giant: The Tobacco Industry's Response to the Polonium-210 Issue. American Journal of Public Health. 2008. Vol. 98 (9). hlm. 1643–50. doi:10.2105/AJPH.2007.130963.
  158. Ota, Tomoko. Evaluation for Committed Effective Dose Due to Dietary Foods by the Intake for Japanese Adults. Japanese Journal of Health Physics. 2009. Vol. 44. hlm. 80–88. doi:10.5453/jhps.44.80.
  159. Smith-Briggs, JL. Measurement of natural radionuclides in U.K. diet. Science of the Total Environment. 1984. Vol. 35 (3). hlm. 431–40. doi:10.1016/0048-9697(84)90015-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29442075 (2026-07-11T02:48:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.