Lompat ke isi

Tenesin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29487586; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Tenesin''' adalah [[unsur kimia sintetis]]; ia memiliki [[Lambang unsur|simbol]] '''Ts''' dan [[nomor atom]] 117. Ia memiliki nomor atom tertinggi kedua, [[massa atom]] tertinggi bersama dari semua unsur yang diketahui, dan merupakan unsur kedua terakhir dari [[Unsur periode 7|periode ke-7]] [[tabel periodik]]. Namanya diambil dari nama negara bagian atau wilayah [[Tennessee]] di [[Amerika Serikat]] tempat lembaga penelitian utama yang terlibat dalam penemuannya berada.
[[File:Electron_shell_117_Tennessine.svg|thumb|right|280px|Electron shell 117 Tennessine]]
 
'''Tenesin''' adalah [[unsur kimia sintetis]]; ia memiliki [[Lambang unsur|simbol]] '''Ts''' dan [[nomor atom]] 117.<ref>''Dictionary of chemistry''. Oxford University Press. 2020. hlm. 43. ISBN 978-0-19-884122-7.</ref> Ia memiliki nomor atom tertinggi kedua, [[massa atom]] tertinggi bersama dari semua unsur yang diketahui, dan merupakan unsur kedua terakhir dari [[Unsur periode 7|periode ke-7]] [[tabel periodik]]. Namanya diambil dari nama negara bagian atau wilayah [[Tennessee]] di [[Amerika Serikat]] tempat lembaga penelitian utama yang terlibat dalam penemuannya berada.


Penemuan tenesin secara resmi diumumkan di [[Dubna]], [[Rusia]], oleh kolaborasi Rusia-Amerika pada April 2010, yang menjadikannya unsur yang baru ditemukan. Salah satu [[produk peluruhan|isotop turunannya]] diciptakan langsung pada tahun 2011, yang sebagian mengkonfirmasi hasil percobaan tersebut. Percobaan tersebut berhasil diulangi oleh kolaborasi yang sama pada tahun 2012 dan oleh tim gabungan Jerman-Amerika pada Mei 2014. Pada Desember 2015, [[Kelompok Kerja Gabungan IUPAC/IUPAP|Kelompok Kerja Gabungan]] dari [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) dan [[Persatuan Fisika Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAP), yang mengevaluasi klaim penemuan unsur-unsur baru, mengakui unsur tersebut dan memberikan prioritas kepada tim Rusia-Amerika. Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyarankan nama ''tenesin'', nama yang secara resmi diadopsi pada November 2016.
Penemuan tenesin secara resmi diumumkan di [[Dubna]], [[Rusia]], oleh kolaborasi Rusia-Amerika pada April 2010, yang menjadikannya unsur yang baru ditemukan. Salah satu [[produk peluruhan|isotop turunannya]] diciptakan langsung pada tahun 2011, yang sebagian mengkonfirmasi hasil percobaan tersebut. Percobaan tersebut berhasil diulangi oleh kolaborasi yang sama pada tahun 2012 dan oleh tim gabungan Jerman-Amerika pada Mei 2014. Pada Desember 2015, [[Kelompok Kerja Gabungan IUPAC/IUPAP|Kelompok Kerja Gabungan]] dari [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) dan [[Persatuan Fisika Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAP), yang mengevaluasi klaim penemuan unsur-unsur baru, mengakui unsur tersebut dan memberikan prioritas kepada tim Rusia-Amerika. Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyarankan nama ''tenesin'', nama yang secara resmi diadopsi pada November 2016.
Baris 6: Baris 8:


==Pengantar==
==Pengantar==
== Sejarah ==
== Sejarah ==
=== Pra-penemuan ===
=== Pra-penemuan ===
Pada Desember  2004, tim [[Joint Institute for Nuclear Research|Institut Gabungan untuk Penelitian Nuklir]] (JINR) di [[Dubna]], [[Oblast Moskow]], Rusia, mengusulkan eksperimen bersama dengan [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] (ORNL) di [[Oak Ridge, Tennessee]], Amerika Serikat, untuk mensintesis unsur  117 — disebut demikian karena 117 [[proton]] dalam [[inti atom|intinya]]. Proposal mereka melibatkan [[fusi nuklir|penggabungan]] target [[berkelium]] (unsur&nbsp;97) dan berkas [[kalsium]] (unsur&nbsp;20), yang dilakukan melalui penembakan target berkelium dengan inti kalsium: ini akan melengkapi serangkaian eksperimen yang dilakukan di JINR tentang penggabungan target [[aktinida]] dengan berkas kalsium-48, yang hingga saat ini telah menghasilkan unsur baru [[nihonium|113]]–[[livermorium|116]] dan [[oganeson|118]]. ORNL—yang saat itu merupakan satu-satunya produsen berkelium di dunia—tidak dapat menyediakan unsur tersebut, karena mereka telah menghentikan produksi untuk sementara waktu, dan memulai kembali produksinya akan terlalu mahal. Rencana untuk mensintesis unsur 117 ditangguhkan demi konfirmasi unsur 118, yang telah diproduksi sebelumnya pada tahun 2002 dengan membombardir target [[kalifornium]] dengan kalsium. Berkelium-249 yang dibutuhkan merupakan produk sampingan dalam produksi kalifornium-252, dan memperoleh jumlah berkelium yang dibutuhkan merupakan tugas yang lebih sulit daripada memperoleh kalifornium, serta mahal: Biayanya sekitar 3,5&nbsp;juta dolar, dan para pihak sepakat untuk menunggu pesanan komersial produksi kalifornium, dari mana berkelium dapat diekstrak.
Pada Desember  2004, tim [[Joint Institute for Nuclear Research|Institut Gabungan untuk Penelitian Nuklir]] (JINR) di [[Dubna]], [[Oblast Moskow]], Rusia, mengusulkan eksperimen bersama dengan [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] (ORNL) di [[Oak Ridge, Tennessee]], Amerika Serikat, untuk mensintesis unsur  117 — disebut demikian karena 117 [[proton]] dalam [[inti atom|intinya]]. Proposal mereka melibatkan [[fusi nuklir|penggabungan]] target [[berkelium]] (unsur&nbsp;97) dan berkas [[kalsium]] (unsur&nbsp;20), yang dilakukan melalui penembakan target berkelium dengan inti kalsium:<ref>B. Cabage. [https://web.ornl.gov/info/ornlreview/v43_2_10/article02.shtml International team discovers element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref> ini akan melengkapi serangkaian eksperimen yang dilakukan di JINR tentang penggabungan target [[aktinida]] dengan berkas kalsium-48, yang hingga saat ini telah menghasilkan unsur baru [[nihonium|113]]–[[livermorium|116]] dan [[oganeson|118]]. ORNL—yang saat itu merupakan satu-satunya produsen berkelium di dunia—tidak dapat menyediakan unsur tersebut, karena mereka telah menghentikan produksi untuk sementara waktu,<ref>B. Cabage. [https://web.ornl.gov/info/ornlreview/v43_2_10/article02.shtml International team discovers element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref> dan memulai kembali produksinya akan terlalu mahal.<ref>[https://news.vanderbilt.edu/2010/04/vanderbilt-physicist-plays-pivotal-role-in-discovery-of-new-super-heavy-element-112107/ Vanderbilt physicist plays pivotal role in discovery of new super-heavy element]. Vanderbilt University. April 2010.</ref> Rencana untuk mensintesis unsur 117 ditangguhkan demi konfirmasi unsur 118, yang telah diproduksi sebelumnya pada tahun 2002 dengan membombardir target [[kalifornium]] dengan kalsium.<ref>Yu.Ts. Oganessian. [https://www.jinr.ru/publish/Preprints/2002/287(D7-2002-287)e.pdf Results from the first 249 Cf+ 48 Ca experiment]. ''JINR Communication''. 2002.</ref> Berkelium-249 yang dibutuhkan merupakan produk sampingan dalam produksi kalifornium-252, dan memperoleh jumlah berkelium yang dibutuhkan merupakan tugas yang lebih sulit daripada memperoleh kalifornium, serta mahal: Biayanya sekitar 3,5&nbsp;juta dolar, dan para pihak sepakat untuk menunggu pesanan komersial produksi kalifornium, dari mana berkelium dapat diekstrak.<ref>[https://news.vanderbilt.edu/2010/04/vanderbilt-physicist-plays-pivotal-role-in-discovery-of-new-super-heavy-element-112107/ Vanderbilt physicist plays pivotal role in discovery of new super-heavy element]. Vanderbilt University. April 2010.</ref><ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref>     


Tim JINR berupaya menggunakan berkelium karena [[kalsium-48]], [[isotop kalsium]] yang digunakan dalam berkas, memiliki 20&nbsp;proton dan 28&nbsp;neutron, sehingga rasio neutron-protonnya adalah 1,4; dan merupakan inti stabil atau hampir stabil teringan dengan kelebihan neutron yang besar. Berkat kelebihan neutron, inti yang dihasilkan diharapkan lebih berat dan lebih dekat ke [[pulau stabilitas]] yang diinginkan. Dari 117&nbsp;proton yang ditargetkan, kalsium memiliki 20, dan oleh karena itu mereka perlu menggunakan berkelium, yang memiliki 97&nbsp;proton di intinya.
Tim JINR berupaya menggunakan berkelium karena [[kalsium-48]], [[isotop kalsium]] yang digunakan dalam berkas, memiliki 20&nbsp;proton dan 28&nbsp;neutron, sehingga rasio neutron-protonnya adalah 1,4; dan merupakan inti stabil atau hampir stabil teringan dengan kelebihan neutron yang besar. Berkat kelebihan neutron, inti yang dihasilkan diharapkan lebih berat dan lebih dekat ke [[pulau stabilitas]] yang diinginkan. Dari 117&nbsp;proton yang ditargetkan, kalsium memiliki 20, dan oleh karena itu mereka perlu menggunakan berkelium, yang memiliki 97&nbsp;proton di intinya.


Pada bulan Februari  2005, pemimpin tim JINR — [[Yuri Oganessian]] — mempresentasikan kolokium di ORNL. Hadir pula perwakilan dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan JINR dalam penemuan unsur 113–116 dan 118, dan [[Joseph H. Hamilton|Joseph Hamilton]] dari [[Universitas Vanderbilt]], seorang kolaborator Oganessian.
Pada bulan Februari  2005, pemimpin tim JINR — [[Yuri Oganessian]] — mempresentasikan kolokium di ORNL. Hadir pula perwakilan dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan JINR dalam penemuan unsur 113–116 dan 118, dan [[Joseph H. Hamilton|Joseph Hamilton]] dari [[Universitas Vanderbilt]], seorang kolaborator Oganessian.<ref>[https://www.chemistryworld.com/what-it-takes-to-make-a-new-element/1017677.article What it takes to make a new element].</ref>


Hamilton memeriksa apakah reaktor fluks tinggi ORNL menghasilkan kalifornium untuk pesanan komersial: Berkelium yang dibutuhkan dapat diperoleh sebagai produk sampingan. Dia mengetahui bahwa reaktor tersebut tidak menghasilkan kalifornium dan tidak ada harapan untuk pesanan semacam itu dalam waktu dekat. Hamilton terus memantau situasi, melakukan pengecekan sesekali. (Kemudian, Oganessian menyebut Hamilton sebagai "bapak dari 117" karena melakukan pekerjaan ini.)
Hamilton memeriksa apakah reaktor fluks tinggi ORNL menghasilkan kalifornium untuk pesanan komersial: Berkelium yang dibutuhkan dapat diperoleh sebagai produk sampingan. Dia mengetahui bahwa reaktor tersebut tidak menghasilkan kalifornium dan tidak ada harapan untuk pesanan semacam itu dalam waktu dekat. Hamilton terus memantau situasi, melakukan pengecekan sesekali. (Kemudian, Oganessian menyebut Hamilton sebagai "bapak dari 117" karena melakukan pekerjaan ini.)<ref>[https://www.chemistryworld.com/what-it-takes-to-make-a-new-element/1017677.article What it takes to make a new element].</ref>


=== Penemuan ===
=== Penemuan ===
ORNL melanjutkan produksi kalifornium pada musim semi tahun&nbsp;2008. Hamilton mencatat dimulainya kembali produksi selama musim panas dan membuat kesepakatan mengenai ekstraksi berkelium selanjutnya (harganya sekitar $600.000). Selama simposium bulan September 2008 di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], yang merayakan tahun ke-50-nya di fakultas Fisika, Hamilton memperkenalkan Oganessian kepada James Roberto (saat itu wakil direktur untuk sains dan teknologi di ORNL). Mereka membangun kolaborasi antara JINR, ORNL, dan Vanderbilt. [[Clarice Phelps]] adalah bagian dari tim ORNL yang berkolaborasi dengan JINR; IUPAC mengakui dia sebagai wanita [[Afrika Amerika Serikat|Afrika-Amerika]] pertama yang terlibat dalam penemuan unsur kimia. Lembaga-lembaga yang akhirnya berkolaborasi juga termasuk [[Universitas Tennessee]] (Knoxville), [[Laboratorium Nasional Lawrence Livermore]], [[Institut Penelitian Reaktor Canggih]] (Rusia), dan [[Universitas Nevada, Las Vegas|Universitas Nevada (Las Vegas)]].
ORNL melanjutkan produksi kalifornium pada musim semi tahun&nbsp;2008. Hamilton mencatat dimulainya kembali produksi selama musim panas dan membuat kesepakatan mengenai ekstraksi berkelium selanjutnya<ref>Alexandra Witze. [https://www.sciencenews.org/blog/deleted-scenes/backstory-behind-new-element The backstory behind a new element]. ''Science News''. 2010.</ref> (harganya sekitar $600.000).<ref>S. Subramanian. [https://www.bloomberg.com/news/features/2019-08-28/making-new-elements-doesn-t-pay-just-ask-this-berkeley-scientist Making New Elements Doesn't Pay. Just Ask This Berkeley Scientist]. ''Bloomberg Businessweek''. 28 August 2019. [https://web.archive.org/web/20190901121104/https://www.bloomberg.com/news/features/2019-08-28/making-new-elements-doesn-t-pay-just-ask-this-berkeley-scientist Archived] at Wayback Machine. Retrieved 2025-11-21.</ref> Selama simposium bulan September 2008 di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], yang merayakan tahun ke-50-nya di fakultas Fisika, Hamilton memperkenalkan Oganessian kepada James Roberto (saat itu wakil direktur untuk sains dan teknologi di ORNL).<ref>Emily Siner. [https://nashvillepublicradio.org/post/how-scientists-plan-enshrine-tennessee-periodic-table-elements How scientists plan to enshrine Tennessee on the periodic table of elements]. National Public Radio. 2016.</ref> Mereka membangun kolaborasi antara JINR, ORNL, dan Vanderbilt.<ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref> [[Clarice Phelps]] adalah bagian dari tim ORNL yang berkolaborasi dengan JINR;<ref>[https://iupac.org/100/chemist/clarice-phelps-es/ Clarice Phelps]. ''IUPAC 100''.</ref> IUPAC mengakui dia sebagai wanita [[Afrika Amerika Serikat|Afrika-Amerika]] pertama yang terlibat dalam penemuan unsur kimia.<ref>[https://iupac.org/100/chemist/clarice-phelps-es/ Clarice Phelps]. ''IUPAC 100''.</ref><ref>[https://iupac.org/100/pt-of-chemist/ PT of Younger Chemists]. ''IUPAC 100''.</ref><ref>[https://www.oakridger.com/news/20190729/two-ornl-researchers-featured-on-periodic-table-of-younger-chemists Two ORNL researchers featured on 'Periodic Table of Younger Chemists' - News - Oakridger - Oak Ridge, TN - Oak Ridge, TN]. ''Oakridger - Oak Ridge, TN''.</ref><ref>Claire Jarvis. [https://pubs.aip.org/physicstoday/online/31578 The overlooked element makers]. ''Physics Today''. 2019. doi:10.1063/PT.6.4.20190930a.</ref> Lembaga-lembaga yang akhirnya berkolaborasi juga termasuk [[Universitas Tennessee]] (Knoxville), [[Laboratorium Nasional Lawrence Livermore]], [[Institut Penelitian Reaktor Canggih]] (Rusia), dan [[Universitas Nevada, Las Vegas|Universitas Nevada (Las Vegas)]].<ref>[https://www.ornl.gov/sites/default/files/Ts_Program%20Final%20sm.pdf The Discovery of Tennessine]. ''Oak Ridge National Laboratory''.</ref>


Pada bulan November 2008, [[Departemen Energi Amerika Serikat|Departemen Energi AS]], yang memiliki pengawasan atas [[Reaktor Isotop Fluks Tinggi|reaktor di Oak Ridge]], mengizinkan penggunaan ilmiah berkelium yang diekstraksi.<ref>James Roberto. [https://www.fornl.info/Presentations/Discovery%20of%20Element%20117%20final.pdf The discovery of element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref>


Pada bulan November 2008, [[Departemen Energi Amerika Serikat|Departemen Energi AS]], yang memiliki pengawasan atas [[Reaktor Isotop Fluks Tinggi|reaktor di Oak Ridge]], mengizinkan penggunaan ilmiah berkelium yang diekstraksi.
Produksi berlangsung selama 250&nbsp;hari dan berakhir pada akhir Desember&nbsp;2008,<ref>[https://flerovlab.jinr.ru/linkc/117/For%20press%20Z=117.doc For the Press]. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.</ref> menghasilkan 22&nbsp;miligram berkelium, cukup untuk melakukan percobaan.<ref>A.M. Stark. [https://www.eurekalert.org/pub_releases/2010-04/dlnl-itd040610.php International team discovers element 117]. DOE / Lawrence Livermore National Laboratory. 2010.</ref> Pada Januari 2009, berkelium dikeluarkan dari Reaktor Isotop Fluks Tinggi ORNL;<ref>James Roberto. [https://www.fornl.info/Presentations/Discovery%20of%20Element%20117%20final.pdf The discovery of element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref> kemudian didinginkan selama 90 hari dan kemudian diproses di Pusat Rekayasa dan Pengembangan Radiokimia ORNL untuk memisahkan dan memurnikan bahan berkelium, yang membutuhkan waktu 90 hari lagi.<ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref> [[Waktu paruh]]nya hanya 330&nbsp;hari: ini berarti, setelah waktu tersebut, setengah dari berkelium yang diproduksi akan [[peluruhan radioaktif|meluruh]]. Karena itu, target berkelium harus diangkut dengan cepat ke Rusia; agar percobaan dapat berjalan, percobaan harus diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah keberangkatannya dari Amerika Serikat.<ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref> Target dikemas ke dalam lima kontainer timbal untuk diterbangkan dari New York ke Moskow.<ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref> Petugas bea cukai Rusia dua kali menolak mengizinkan target masuk ke negara itu karena dokumen yang hilang atau tidak lengkap. Dalam rentang beberapa hari, target tersebut melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik sebanyak lima kali.<ref>J. S. Bardi. [https://www.insidescience.org/content/atom-end-material-world/1042 An Atom at the End of the Material World]. Inside Science. 2010.</ref> Setelah tiba di Rusia pada Juni 2009, berkelium tersebut segera dipindahkan ke [[Institut Penelitian Reaktor Atom]] (RIAR) di [[Dimitrovgrad, Rusia|Dimitrovgrad]], [[Oblast Ulyanovsk]], di mana ia diendapkan sebagai lapisan setebal 300 [[nanometer]] pada film [[titanium]].<ref>[https://flerovlab.jinr.ru/linkc/117/For%20press%20Z=117.doc For the Press]. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.</ref> Pada Juli&nbsp;2009, ia diangkut ke Dubna,<ref>[https://flerovlab.jinr.ru/linkc/117/For%20press%20Z=117.doc For the Press]. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.</ref> di mana ia dipasang di [[pemercepat partikel|akselerator partikel]] di JINR.<ref>A.M. Stark. [https://www.eurekalert.org/pub_releases/2010-04/dlnl-itd040610.php International team discovers element 117]. DOE / Lawrence Livermore National Laboratory. 2010.</ref> Berkas [[kalsium-48]] dihasilkan dengan [[ekstraksi|mengekstrak secara kimiawi]] sejumlah kecil kalsium-48 yang terdapat dalam kalsium alami, memperkayanya 500 kali.<ref>James Roberto. [https://www.fornl.info/Presentations/Discovery%20of%20Element%20117%20final.pdf The discovery of element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref> Pekerjaan ini dilakukan di [[kota tertutup]] [[Lesnoy, Oblast Sverdlovsk|Lesnoy]], [[Oblast Sverdlovsk]], Rusia.<ref>James Roberto. [https://www.fornl.info/Presentations/Discovery%20of%20Element%20117%20final.pdf The discovery of element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref>


Produksi berlangsung selama 250&nbsp;hari dan berakhir pada akhir Desember&nbsp;2008, menghasilkan 22&nbsp;miligram berkelium, cukup untuk melakukan percobaan. Pada Januari 2009, berkelium dikeluarkan dari Reaktor Isotop Fluks Tinggi ORNL; kemudian didinginkan selama 90 hari dan kemudian diproses di Pusat Rekayasa dan Pengembangan Radiokimia ORNL untuk memisahkan dan memurnikan bahan berkelium, yang membutuhkan waktu 90 hari lagi. [[Waktu paruh]]nya hanya 330&nbsp;hari: ini berarti, setelah waktu tersebut, setengah dari berkelium yang diproduksi akan [[peluruhan radioaktif|meluruh]]. Karena itu, target berkelium harus diangkut dengan cepat ke Rusia; agar percobaan dapat berjalan, percobaan harus diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah keberangkatannya dari Amerika Serikat. Target dikemas ke dalam lima kontainer timbal untuk diterbangkan dari New York ke Moskow. Petugas bea cukai Rusia dua kali menolak mengizinkan target masuk ke negara itu karena dokumen yang hilang atau tidak lengkap. Dalam rentang beberapa hari, target tersebut melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik sebanyak lima kali. Setelah tiba di Rusia pada Juni 2009, berkelium tersebut segera dipindahkan ke [[Institut Penelitian Reaktor Atom]] (RIAR) di [[Dimitrovgrad, Rusia|Dimitrovgrad]], [[Oblast Ulyanovsk]], di mana ia diendapkan sebagai lapisan setebal 300 [[nanometer]] pada film [[titanium]]. Pada Juli&nbsp;2009, ia diangkut ke Dubna, di mana ia dipasang di [[pemercepat partikel|akselerator partikel]] di JINR. Berkas [[kalsium-48]] dihasilkan dengan [[ekstraksi|mengekstrak secara kimiawi]] sejumlah kecil kalsium-48 yang terdapat dalam kalsium alami, memperkayanya 500 kali. Pekerjaan ini dilakukan di [[kota tertutup]] [[Lesnoy, Oblast Sverdlovsk|Lesnoy]], [[Oblast Sverdlovsk]], Rusia.
Percobaan dimulai pada akhir Juli&nbsp;2009.<ref>James Roberto. [https://www.fornl.info/Presentations/Discovery%20of%20Element%20117%20final.pdf The discovery of element 117]. Oak Ridge National Laboratory. 2010.</ref> Pada Januari 2010, para ilmuwan di [[Joint Institute for Nuclear Research|Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov]] mengumumkan secara internal bahwa mereka telah mendeteksi [[peluruhan radioaktif|peluruhan]] unsur baru dengan nomor atom&nbsp;117 melalui dua rantai peluruhan: satu isotop [[inti atom genap dan ganjil|ganjil-ganjil]] yang mengalami 6&nbsp;[[peluruhan alfa]] sebelum [[Pembelahan spontan|fisi spontan]], dan satu isotop ganjil-genap yang mengalami 3 peluruhan alfa sebelum fisi.<ref>W. Greiner. [https://www.jinr.ru/img_sections/PAC/NP/31/PAK_NP_31_recom_eng.pdf Recommendations]. 2010. hlm. 6.</ref> Data yang diperoleh dari percobaan dikirim ke LLNL untuk analisis lebih lanjut.<ref>[https://science.energy.gov/news/featured-articles/2011/127004/ Nations work together to discover new element]. ''U.S. Department of Energy''. 2011.</ref> Pada 9&nbsp;April 2010, sebuah laporan resmi diterbitkan dalam jurnal ''[[Physical Review Letters]]'' yang mengidentifikasi isotop tersebut sebagai <sup>294</sup>117 dan <sup>293</sup>117, yang terbukti memiliki waktu paruh [[tingkat besaran|sekitar]] puluhan atau ratusan [[milidetik]]. Karya ini ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam eksperimen sampai batas tertentu: JINR, ORNL, LLNL, RIAR, Vanderbilt, [[Universitas Tennessee]] ([[Knoxville, Tennessee]], AS), dan [[Universitas Nevada, Las Vegas|Universitas Nevada]] ([[Las Vegas]], [[Nevada]], AS), yang memberikan dukungan analisis data.<ref>[https://www.vanderbilt.edu/magazines/arts-and-science/2010-11/heaviest-in-the-world/ Heaviest in the world]. ''Arts and Science Magazine''. Vanderbilt University. November 2011.</ref> Isotop dibentuk sebagai berikut:<ref>Yu.Ts. Oganessian. ''Synthesis of a new element with atomic number''. ''Physical Review Letters''. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.</ref>
 
Percobaan dimulai pada akhir Juli&nbsp;2009. Pada Januari 2010, para ilmuwan di [[Joint Institute for Nuclear Research|Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov]] mengumumkan secara internal bahwa mereka telah mendeteksi [[peluruhan radioaktif|peluruhan]] unsur baru dengan nomor atom&nbsp;117 melalui dua rantai peluruhan: satu isotop [[inti atom genap dan ganjil|ganjil-ganjil]] yang mengalami 6&nbsp;[[peluruhan alfa]] sebelum [[Pembelahan spontan|fisi spontan]], dan satu isotop ganjil-genap yang mengalami 3 peluruhan alfa sebelum fisi. Data yang diperoleh dari percobaan dikirim ke LLNL untuk analisis lebih lanjut. Pada 9&nbsp;April 2010, sebuah laporan resmi diterbitkan dalam jurnal ''[[Physical Review Letters]]'' yang mengidentifikasi isotop tersebut sebagai <sup>294</sup>117 dan <sup>293</sup>117, yang terbukti memiliki waktu paruh [[tingkat besaran|sekitar]] puluhan atau ratusan [[milidetik]]. Karya ini ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam eksperimen sampai batas tertentu: JINR, ORNL, LLNL, RIAR, Vanderbilt, [[Universitas Tennessee]] ([[Knoxville, Tennessee]], AS), dan [[Universitas Nevada, Las Vegas|Universitas Nevada]] ([[Las Vegas]], [[Nevada]], AS), yang memberikan dukungan analisis data. Isotop dibentuk sebagai berikut:


: +  → <sup>297</sup>117* → <sup>294</sup>117 + 3  (1 kejadian)
: +  → <sup>297</sup>117* → <sup>294</sup>117 + 3  (1 kejadian)
Baris 34: Baris 32:


=== Konfirmasi ===
=== Konfirmasi ===
Semua isotop anak ([[produk peluruhan]]) unsur&nbsp;117 sebelumnya tidak diketahui;<ref>Yu.Ts. Oganessian. ''Synthesis of a new element with atomic number''. ''Physical Review Letters''. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.</ref> oleh karena itu, sifat-sifatnya tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi klaim penemuan. Pada tahun 2011, ketika salah satu produk peluruhan (115) disintesis secara langsung, sifat-sifatnya sesuai dengan yang diukur dalam klaim sintesis tidak langsung dari peluruhan unsur&nbsp;117.<ref>E. Molchanov. [https://www.jinr.ru/news_article.asp?n_id=954&language=rus sumber]. JINR. 2011.</ref> Para penemu tidak mengajukan klaim atas temuan mereka pada tahun 2007–2011 ketika [[Kelompok Kerja Gabungan IUPAC/IUPAP|Kelompok Kerja Bersama]] (JWP) meninjau klaim penemuan unsur-unsur baru.<ref>R.C. Barber. [https://zenodo.org/record/6472770 Discovery of the elements with atomic numbers greater than or equal to 113]. ''Pure and Applied Chemistry''. 2011. Vol. 83 (7). hlm. 1485–1498. doi:10.1351/PAC-REP-10-05-01.</ref>


Semua isotop anak ([[produk peluruhan]]) unsur&nbsp;117 sebelumnya tidak diketahui; oleh karena itu, sifat-sifatnya tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi klaim penemuan. Pada tahun 2011, ketika salah satu produk peluruhan (115) disintesis secara langsung, sifat-sifatnya sesuai dengan yang diukur dalam klaim sintesis tidak langsung dari peluruhan unsur&nbsp;117. Para penemu tidak mengajukan klaim atas temuan mereka pada tahun 2007–2011 ketika [[Kelompok Kerja Gabungan IUPAC/IUPAP|Kelompok Kerja Bersama]] (JWP) meninjau klaim penemuan unsur-unsur baru.
Tim Dubna mengulangi percobaan tersebut pada tahun 2012, menciptakan tujuh atom unsur&nbsp;117 dan mengkonfirmasi sintesis unsur&nbsp;118 sebelumnya (dihasilkan setelah beberapa waktu ketika sejumlah besar target [[berkelium]]-249 telah mengalami [[peluruhan beta]] menjadi [[kalifornium]]-249). Hasil percobaan tersebut sesuai dengan hasil sebelumnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada Mei&nbsp;2014, kolaborasi gabungan ilmuwan Jerman-Amerika dari ORNL dan [[Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz]] di [[Darmstadt]], [[Hessen]], Jerman, mengklaim telah mengkonfirmasi penemuan unsur tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>D. Chow. [https://www.livescience.com/45289-superheavy-element-117-confirmed.html New super-heavy element 117 confirmed by scientists]. Live Science. 2014-05-01.</ref> Tim tersebut mengulangi percobaan Dubna menggunakan akselerator Darmstadt, menciptakan dua atom unsur&nbsp;117.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Tim Dubna mengulangi percobaan tersebut pada tahun 2012, menciptakan tujuh atom unsur&nbsp;117 dan mengkonfirmasi sintesis unsur&nbsp;118 sebelumnya (dihasilkan setelah beberapa waktu ketika sejumlah besar target [[berkelium]]-249 telah mengalami [[peluruhan beta]] menjadi [[kalifornium]]-249). Hasil percobaan tersebut sesuai dengan hasil sebelumnya. Pada Mei&nbsp;2014, kolaborasi gabungan ilmuwan Jerman-Amerika dari ORNL dan [[Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz]] di [[Darmstadt]], [[Hessen]], Jerman, mengklaim telah mengkonfirmasi penemuan unsur tersebut. Tim tersebut mengulangi percobaan Dubna menggunakan akselerator Darmstadt, menciptakan dua atom unsur&nbsp;117.


Pada bulan Desember&nbsp;2015, JWP secara resmi mengakui penemuan 117 karena konfirmasi sifat-sifat anakannya 115, dan dengan demikian penemu yang terdaftar — JINR, LLNL, dan ORNL — diberi hak untuk menyarankan nama resmi untuk unsur tersebut. (Vanderbilt tidak termasuk dalam daftar penemu awal karena kesalahan yang kemudian diperbaiki.)
Pada bulan Desember&nbsp;2015, JWP secara resmi mengakui penemuan 117 karena konfirmasi sifat-sifat anakannya 115,<ref>[https://www.iupac.org/news/news-detail/article/discovery-and-assignment-of-elements-with-atomic-numbers-113-115-117-and-118.html Discovery and assignment of elements with atomic numbers 113, 115, 117 and 118]. IUPAC. 2015.</ref> dan dengan demikian penemu yang terdaftar — JINR, LLNL, dan ORNL — diberi hak untuk menyarankan nama resmi untuk unsur tersebut. (Vanderbilt tidak termasuk dalam daftar penemu awal karena kesalahan yang kemudian diperbaiki.)<ref>Paul J. Karol. [https://www.degruyter.com/downloadpdf/j/pac.2016.88.issue-1-2/pac-2015-0502/pac-2015-0502.pdf Discovery of the elements with atomic numbers 115, and 117]. ''Pure Appl. Chem''. 22 December 2015. Vol. 88 (1–2). hlm. 139–153. doi:10.1515/pac-2015-0502.</ref>


Pada Mei 2016, [[Universitas Lund]] ([[Lund]], [[Skania]], Swedia) dan GSI meragukan sintesis unsur&nbsp;[[moskovium|115]] dan 117. Rantai peluruhan yang dikaitkan dengan 115, isotop yang berperan penting dalam konfirmasi sintesis unsur&nbsp;115 dan 117, berdasarkan metode statistik baru, ditemukan terlalu berbeda untuk termasuk dalam nuklida yang sama dengan probabilitas yang cukup tinggi. Rantai peluruhan 117 yang dilaporkan dan disetujui oleh JWP ternyata perlu dipisahkan menjadi kumpulan data individual yang dikaitkan dengan isotop unsur&nbsp;117 yang berbeda. Ditemukan juga bahwa hubungan yang diklaim antara rantai peluruhan yang dilaporkan berasal dari 117 dan 115 kemungkinan besar tidak ada. (Di sisi lain, rantai dari isotop 117 yang tidak disetujui ditemukan [[wikt:kongruen|kongruen]].) Banyaknya keadaan yang ditemukan ketika nuklida yang bukan genap-genap mengalami peluruhan alfa bukanlah hal yang tidak terduga dan berkontribusi pada kurangnya kejelasan dalam reaksi silang. Studi ini mengkritik laporan JWP karena mengabaikan hal-hal halus yang terkait dengan masalah ini, dan menganggapnya "bermasalah" bahwa satu-satunya argumen untuk penerimaan penemuan unsur&nbsp;115 dan 117 adalah tautan yang mereka anggap meragukan.
Pada Mei 2016, [[Universitas Lund]] ([[Lund]], [[Skania]], Swedia) dan GSI meragukan sintesis unsur&nbsp;[[moskovium|115]] dan 117. Rantai peluruhan yang dikaitkan dengan 115, isotop yang berperan penting dalam konfirmasi sintesis unsur&nbsp;115 dan 117, berdasarkan metode statistik baru, ditemukan terlalu berbeda untuk termasuk dalam nuklida yang sama dengan probabilitas yang cukup tinggi. Rantai peluruhan 117 yang dilaporkan dan disetujui oleh JWP ternyata perlu dipisahkan menjadi kumpulan data individual yang dikaitkan dengan isotop unsur&nbsp;117 yang berbeda. Ditemukan juga bahwa hubungan yang diklaim antara rantai peluruhan yang dilaporkan berasal dari 117 dan 115 kemungkinan besar tidak ada. (Di sisi lain, rantai dari isotop 117 yang tidak disetujui ditemukan [[wikt:kongruen|kongruen]].) Banyaknya keadaan yang ditemukan ketika nuklida yang bukan genap-genap mengalami peluruhan alfa bukanlah hal yang tidak terduga dan berkontribusi pada kurangnya kejelasan dalam reaksi silang. Studi ini mengkritik laporan JWP karena mengabaikan hal-hal halus yang terkait dengan masalah ini, dan menganggapnya "bermasalah" bahwa satu-satunya argumen untuk penerimaan penemuan unsur&nbsp;115 dan 117 adalah tautan yang mereka anggap meragukan.<ref>U. Forsberg. [https://portal.research.lu.se/portal/files/9762047/PhysLettB760_293_2016.pdf A new assessment of the alleged link between element 115 and element 117 decay chains]. ''Physics Letters B''. 9 July 2016. Vol. 760 (2016). hlm. 293–296. doi:10.1016/j.physletb.2016.07.008.</ref><ref>Ulrika Forsberg. [https://www.epj-conferences.org/articles/epjconf/pdf/2016/26/epjconf-NS160-02003.pdf Congruence of decay chains of elements 113, 115, and 117]. 2016. doi:10.1051/epjconf/201613102003.</ref>


Pada tanggal 8&nbsp;Juni 2017, dua anggota tim Dubna menerbitkan sebuah artikel jurnal yang menjawab kritik-kritik tersebut, menganalisis data mereka tentang nuklida 117 dan 115 dengan metode statistik yang diterima secara luas, mencatat bahwa studi tahun 2016 yang menunjukkan ketidaksesuaian menghasilkan hasil yang bermasalah ketika diterapkan pada peluruhan radioaktif: mereka mengecualikan dari interval kepercayaan 90% baik waktu peluruhan rata-rata maupun ekstrem, dan rantai peluruhan yang akan dikecualikan dari interval kepercayaan 90% yang mereka pilih lebih mungkin diamati daripada yang akan dimasukkan. Analisis ulang tahun 2017 menyimpulkan bahwa rantai peluruhan 117 dan 115 yang diamati konsisten dengan asumsi bahwa hanya satu nuklida yang hadir pada setiap langkah rantai, meskipun akan lebih baik jika dapat mengukur secara langsung nomor massa inti asal dari setiap rantai serta fungsi eksitasi reaksi .
Pada tanggal 8&nbsp;Juni 2017, dua anggota tim Dubna menerbitkan sebuah artikel jurnal yang menjawab kritik-kritik tersebut, menganalisis data mereka tentang nuklida 117 dan 115 dengan metode statistik yang diterima secara luas, mencatat bahwa studi tahun 2016 yang menunjukkan ketidaksesuaian menghasilkan hasil yang bermasalah ketika diterapkan pada peluruhan radioaktif: mereka mengecualikan dari interval kepercayaan 90% baik waktu peluruhan rata-rata maupun ekstrem, dan rantai peluruhan yang akan dikecualikan dari interval kepercayaan 90% yang mereka pilih lebih mungkin diamati daripada yang akan dimasukkan. Analisis ulang tahun 2017 menyimpulkan bahwa rantai peluruhan 117 dan 115 yang diamati konsisten dengan asumsi bahwa hanya satu nuklida yang hadir pada setiap langkah rantai, meskipun akan lebih baik jika dapat mengukur secara langsung nomor massa inti asal dari setiap rantai serta fungsi eksitasi reaksi .<ref>V.B. Zlokazov. ''Analysis of decay chains of superheavy nuclei produced in the and reaction''. ''Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics''. 8 June 2017. Vol. 44 (7). hlm. 075107. doi:10.1088/1361-6471/aa7293.</ref>


=== Penamaan ===
=== Penamaan ===
Dengan menggunakan [[unsur-unsur prediksi Mendeleev|nomenklatur Mendeleev untuk unsur-unsur yang belum diberi nama dan belum ditemukan]], unsur&nbsp;117 seharusnya dikenal sebagai ''eka-[[astatin]]''. Dengan menggunakan rekomendasi tahun 1979 dari [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC), unsur tersebut untuk sementara disebut ''ununseptium'' (simbol ''Uus''), dibentuk dari akar kata [[bahasa Latin|Latin]] "satu", "satu", dan "tujuh", merujuk pada nomor atom unsur tersebut yaitu&nbsp;117.<ref>J. Chatt. ''Recommendations for the naming of elements of atomic numbers greater than 100''. ''Pure Appl. Chem''. 1979. Vol. 51 (2). hlm. 381–384. doi:10.1351/pac197951020381.</ref> Banyak ilmuwan di bidang ini menyebutnya "unsur&nbsp;117", dengan simbol ''E117'', ''(117)'', atau ''117''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Menurut pedoman IUPAC yang berlaku pada saat persetujuan penemuan, nama permanen unsur baru harus berakhiran "-ium"; ini termasuk unsur&nbsp;117, meskipun unsur tersebut adalah [[halogen]], yang secara tradisional memiliki nama yang berakhiran "-in";<ref>W.H. Koppenol. [https://media.iupac.org/publications/pac/2002/pdf/7405x0787.pdf Naming of new elements]. ''Pure and Applied Chemistry''. 2002. Vol. 74 (5). hlm. 787–791. doi:10.1351/pac200274050787.</ref> Namun, rekomendasi baru yang diterbitkan pada tahun 2016 merekomendasikan penggunaan akhiran "-in" untuk semua elemen grup&nbsp;17 yang baru.<ref>Willem H. Koppenol. [https://rua.ua.es/dspace/bitstream/10045/55935/1/2016_Koppenol_etal_PureApplChem.pdf How to name new chemical elements]. ''Pure and Applied Chemistry''. 2016. Vol. 88 (4). hlm. 401–405. doi:10.1515/pac-2015-0802.</ref>


Dengan menggunakan [[unsur-unsur prediksi Mendeleev|nomenklatur Mendeleev untuk unsur-unsur yang belum diberi nama dan belum ditemukan]], unsur&nbsp;117 seharusnya dikenal sebagai ''eka-[[astatin]]''. Dengan menggunakan rekomendasi tahun 1979 dari [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC), unsur tersebut untuk sementara disebut ''ununseptium'' (simbol ''Uus''), dibentuk dari akar kata [[bahasa Latin|Latin]] "satu", "satu", dan "tujuh", merujuk pada nomor atom unsur tersebut yaitu&nbsp;117. Banyak ilmuwan di bidang ini menyebutnya "unsur&nbsp;117", dengan simbol ''E117'', ''(117)'', atau ''117''. Menurut pedoman IUPAC yang berlaku pada saat persetujuan penemuan, nama permanen unsur baru harus berakhiran "-ium"; ini termasuk unsur&nbsp;117, meskipun unsur tersebut adalah [[halogen]], yang secara tradisional memiliki nama yang berakhiran "-in"; Namun, rekomendasi baru yang diterbitkan pada tahun 2016 merekomendasikan penggunaan akhiran "-in" untuk semua elemen grup&nbsp;17 yang baru.
Setelah sintesis awal pada tahun 2010, [[Dawn Shaughnessy]] dari LLNL dan Oganessian menyatakan bahwa penamaan adalah pertanyaan sensitif, dan sebisa mungkin dihindari.<ref>J. Glanz. [https://chemistry.oregonstate.edu/courses/ch121-3/ch123/ch123latestnews/ch123ln.htm Scientists discover heavy new element]. Oregon State University. 2010.</ref> Namun, Hamilton, yang mengajar di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], menyatakan pada tahun itu, "Saya sangat penting dalam mengumpulkan kelompok dan mendapatkan target Bk yang penting untuk penemuan tersebut. Sebagai hasilnya, saya akan dapat menamai unsur tersebut. Saya tidak dapat memberi tahu Anda namanya, tetapi itu akan membawa keistimewaan bagi wilayah tersebut."<ref>[https://www.vanderbilt.edu/magazines/arts-and-science/2010-11/heaviest-in-the-world/ Heaviest in the world]. ''Arts and Science Magazine''. Vanderbilt University. November 2011.</ref> Dalam sebuah wawancara tahun 2015, Oganessian, setelah menceritakan kisah eksperimen tersebut, berkata, "dan orang Amerika menyebut ini sebagai sebuah pencapaian luar biasa, mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan [ini] tanpa margin kesalahan. Nah, sebentar lagi mereka akan menamai unsur ke-117."<ref>Yu.Ts. Oganessian. [https://www.youtube.com/watch?v=ZdnvOxxDeKM Гамбургский счет]. Public Television of Russia. 2015-10-10.</ref>
 
Setelah sintesis awal pada tahun 2010, [[Dawn Shaughnessy]] dari LLNL dan Oganessian menyatakan bahwa penamaan adalah pertanyaan sensitif, dan sebisa mungkin dihindari. Namun, Hamilton, yang mengajar di [[Universitas Vanderbilt]] di [[Nashville, Tennessee]], menyatakan pada tahun itu, "Saya sangat penting dalam mengumpulkan kelompok dan mendapatkan target Bk yang penting untuk penemuan tersebut. Sebagai hasilnya, saya akan dapat menamai unsur tersebut. Saya tidak dapat memberi tahu Anda namanya, tetapi itu akan membawa keistimewaan bagi wilayah tersebut." Dalam sebuah wawancara tahun 2015, Oganessian, setelah menceritakan kisah eksperimen tersebut, berkata, "dan orang Amerika menyebut ini sebagai sebuah pencapaian luar biasa, mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan [ini] tanpa margin kesalahan. Nah, sebentar lagi mereka akan menamai unsur ke-117."


Pada Maret  2016, tim penemuan menyepakati panggilan konferensi yang melibatkan perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat mengenai nama "tenesin" untuk unsur&nbsp;117. Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyampaikan saran mereka untuk penamaan unsur baru&nbsp;115, 117, dan 118 kepada IUPAC; saran untuk unsur  117 adalah ''tenesin'', dengan simbol ''Ts'', diambil dari "wilayah Tennessee". Nama-nama yang disarankan direkomendasikan untuk diterima oleh Divisi Kimia Anorganik IUPAC; penerimaan formal dijadwalkan akan terjadi setelah jangka waktu lima bulan setelah penerbitan deklarasi berakhir. Pada November 2016, nama-nama tersebut, termasuk tenesin, secara resmi diterima. Kekhawatiran bahwa simbol ''Ts'' yang diusulkan mungkin bertentangan dengan notasi untuk [[gugus tosil]] yang digunakan dalam kimia organik ditolak, mengikuti simbol yang sudah ada yang memiliki makna ganda tersebut: Ac ([[aktinium]] dan [[gugus asetil|asetil]]) dan Pr ([[Praseodimium]] dan [[gugus propil|propil]]). Upacara penamaan untuk [[moskovium]], tenesin, dan [[oganeson]] diadakan pada tanggal 2 Maret 2017 di [[Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia]] di [[Moskow]]; upacara terpisah untuk tenesin saja telah diadakan di ORNL pada Januari 2017.
Pada Maret  2016, tim penemuan menyepakati panggilan konferensi yang melibatkan perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat mengenai nama "tenesin" untuk unsur&nbsp;117.<ref>[https://www.chemistryworld.com/what-it-takes-to-make-a-new-element/1017677.article What it takes to make a new element].</ref> Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyampaikan saran mereka untuk penamaan unsur baru&nbsp;115, 117, dan 118 kepada IUPAC; saran untuk unsur  117 adalah ''tenesin'', dengan simbol ''Ts'', diambil dari "wilayah Tennessee". Nama-nama yang disarankan direkomendasikan untuk diterima oleh Divisi Kimia Anorganik IUPAC; penerimaan formal dijadwalkan akan terjadi setelah jangka waktu lima bulan setelah penerbitan deklarasi berakhir.<ref>[https://iupac.org/iupac-is-naming-the-four-new-elements-nihonium-moscovium-tennessine-and-oganesson/ IUPAC Is Naming The Four New Elements Nihonium, Moscovium, Tennessine, and Oganesson]. IUPAC. 2016-06-08.</ref> Pada November 2016, nama-nama tersebut, termasuk tenesin, secara resmi diterima. Kekhawatiran bahwa simbol ''Ts'' yang diusulkan mungkin bertentangan dengan notasi untuk [[gugus tosil]] yang digunakan dalam kimia organik ditolak, mengikuti simbol yang sudah ada yang memiliki makna ganda tersebut: Ac ([[aktinium]] dan [[gugus asetil|asetil]]) dan Pr ([[Praseodimium]] dan [[gugus propil|propil]]).<ref>[https://iupac.org/iupac-announces-the-names-of-the-elements-113-115-117-and-118/ IUPAC Announces the Names of the Elements 113, 115, 117, and 118]. ''IUPAC''. 2016-11-30.</ref> Upacara penamaan untuk [[moskovium]], tenesin, dan [[oganeson]] diadakan pada tanggal 2 Maret 2017 di [[Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia]] di [[Moskow]]; upacara terpisah untuk tenesin saja telah diadakan di ORNL pada Januari 2017.<ref>Vera Fedorova. [https://www.jinr.ru/posts/at-the-inauguration-ceremony-of-the-new-elements-of-the-periodic-table-of-d-i-mendeleev/ At the inauguration ceremony of the new elements of the periodic table of D.I. Mendeleev]. Joint Institute for Nuclear Research. 3 March 2017.</ref>


== Sifat yang diprediksi ==
== Sifat yang diprediksi ==
Selain sifat nuklir, tidak ada sifat tenesin atau senyawanya yang telah diukur; hal ini disebabkan oleh produksinya yang sangat terbatas dan mahal dan fakta bahwa ia meluruh dengan sangat cepat. Sifat tenesin masih belum diketahui dan hanya prediksi yang tersedia.
Selain sifat nuklir, tidak ada sifat tenesin atau senyawanya yang telah diukur; hal ini disebabkan oleh produksinya yang sangat terbatas dan mahal<ref>S. Subramanian. [https://www.bloomberg.com/news/features/2019-08-28/making-new-elements-doesn-t-pay-just-ask-this-berkeley-scientist Making New Elements Doesn't Pay. Just Ask This Berkeley Scientist]. ''Bloomberg Businessweek''. 28 August 2019. [https://web.archive.org/web/20190901121104/https://www.bloomberg.com/news/features/2019-08-28/making-new-elements-doesn-t-pay-just-ask-this-berkeley-scientist Archived] at Wayback Machine. Retrieved 2025-11-21.</ref> dan fakta bahwa ia meluruh dengan sangat cepat. Sifat tenesin masih belum diketahui dan hanya prediksi yang tersedia.


=== Stabilitas nuklir dan isotop ===
=== Stabilitas nuklir dan isotop ===
Stabilitas inti atom menurun dengan cepat seiring peningkatan nomor atom setelah [[kurium]], unsur  ke-96, yang waktu paruhnya empat orde besaran lebih lama daripada unsur berikutnya. Semua isotop dengan nomor atom di atas [[mendelevium|101]] mengalami peluruhan radioaktif dengan waktu paruh kurang dari 30 jam. Tidak ada unsur dengan nomor atom di atas 82 (setelah [[timbal]]) yang memiliki isotop stabil.<ref>P. de Marcillac. [http://web.mit.edu/8.13/8.13c/references-fall/alphadecay/marcillac-bi209-alpha-decay-nature-2003.pdf Experimental detection of α-particles from the radioactive decay of natural bismuth]. ''Nature''. 2003. Vol. 422 (6934). hlm. 876–878. doi:10.1038/nature01541.</ref> Hal ini disebabkan oleh tolakan Coulomb proton yang terus meningkat, sehingga [[gaya nuklir kuat]] tidak dapat menahan inti atom agar tidak mengalami [[pembelahan spontan|fisi spontan]] dalam waktu lama. Perhitungan menunjukkan bahwa tanpa adanya faktor penstabil lainnya, unsur dengan lebih dari [[ruterfordium|104 proton]] seharusnya tidak ada.<ref>P. Möller. [https://inspirehep.net/record/1502715/files/epjconf-NS160-03002.pdf The limits of the nuclear chart set by fission and alpha decay]. ''EPJ Web of Conferences''. 2016. Vol. 131. hlm. 03002:1–8. doi:10.1051/epjconf/201613103002.</ref> Namun, para peneliti pada tahun 1960-an berpendapat bahwa [[model kulit nuklir|kulit nuklir]] tertutup di sekitar 114&nbsp;proton dan 184&nbsp;neutron seharusnya dapat mengatasi ketidakstabilan ini, menciptakan "[[pulau stabilitas]]" di mana nuklida dapat memiliki waktu paruh yang mencapai ribuan atau jutaan tahun. Meskipun para ilmuwan belum mencapai pulau tersebut, keberadaan [[unsur transaktinida|unsur-unsur superberat]] (termasuk tenesin) saja sudah menegaskan bahwa efek stabilisasi ini nyata, dan secara umum nuklida superberat yang diketahui memiliki umur paruh yang lebih panjang secara eksponensial saat mendekati lokasi pulau yang diprediksi.<ref>G.D. Considine. ''Van Nostrand's scientific encyclopedia''. Wiley-Interscience. 2002. ISBN 978-0-471-33230-5.</ref><ref>Yu. Ts. Oganessian. ''Superheavy nuclei: from predictions to discovery''. ''Physica Scripta''. 9 January 2017. Vol. 92 (2). hlm. 023003–1–21. doi:10.1088/1402-4896/aa53c1.</ref> Tenesin adalah unsur terberat kedua yang diciptakan sejauh ini, dan semua isotopnya yang diketahui memiliki waktu paruh kurang dari satu detik. Meskipun demikian, ini lebih lama daripada nilai yang diprediksi sebelum penemuan mereka: waktu paruh yang diprediksi untuk Ts dan Ts yang digunakan dalam makalah penemuan masing-masing adalah 10&nbsp;ms dan 45&nbsp;ms, sedangkan waktu paruh yang diamati masing-masing adalah 21&nbsp;ms dan 112&nbsp;ms.<ref>Yu.Ts. Oganessian. ''Synthesis of a new element with atomic number''. ''Physical Review Letters''. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.</ref> Tim Dubna percaya bahwa sintesis unsur tersebut merupakan bukti eksperimental langsung dari keberadaan pulau stabilitas.<ref>[https://www.jinr.ru/news_article.asp?n_id=539& Element 117 is synthesized]. JINR. 2010.</ref>


 
Telah dihitung bahwa isotop Ts akan memiliki waktu paruh sekitar 18 [[milidetik]], dan mungkin dapat dihasilkan isotop ini melalui reaksi berkelium-kalsium yang sama yang digunakan dalam penemuan isotop yang diketahui, Ts dan Ts. Peluang reaksi ini menghasilkan Ts diperkirakan paling banyak sepertujuh dari peluang menghasilkan Ts.<ref>F. Zhao-Qing. ''Possible Way to Synthesize Superheavy Element ''Z'' = 117''. ''Chinese Physics Letters''. 2007. Vol. 24 (9). hlm. 2551. doi:10.1088/0256-307X/24/9/024.</ref><ref>F. Zhao-Qing. ''Production of heavy and superheavy nuclei in massive fusion reactions''. ''Nuclear Physics A''. 2009. Vol. 816 (1–4). hlm. 33. doi:10.1016/j.nuclphysa.2008.11.003.</ref> Isotop ini juga dapat dihasilkan dalam saluran pxn dari reaksi <sup>249</sup>Cf+<sup>48</sup>Ca yang berhasil menghasilkan oganeson, menguapkan proton bersama beberapa neutron; isotop tenesin yang lebih berat Ts dan Ts dapat dihasilkan dengan cara yang sama dalam reaksi <sup>251</sup>Cf+<sup>48</sup>Ca.<ref>J. Hong. [https://indico.jinr.ru/event/3622/contributions/20021/attachments/15292/25806/Yerevan2023.pdf Interesting fusion reactions in superheavy region]. Joint Institute for Nuclear Research. 26 April 2023.</ref><ref>J. Hong. ''Ways to produce new superheavy isotopes with ''Z'' = 111–117 in charged particle evaporation channels''. ''Physics Letters B''. 2017. Vol. 764. hlm. 42–48. doi:10.1016/j.physletb.2016.11.002.</ref> Perhitungan menggunakan model [[penerowongan kuantum]] memprediksi keberadaan beberapa isotop tenesin hingga Ts. Yang paling stabil diperkirakan adalah Ts dengan waktu paruh peluruhan alfa 40&nbsp;milidetik.<ref>R. P. Chowdhury. ''Search for long lived heaviest nuclei beyond the valley of stability''. ''Physical Review C''. 2008. Vol. 77 (4). doi:10.1103/PhysRevC.77.044603.</ref> Studi [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]] pada isotop unsur menunjukkan hasil serupa; ini menunjukkan tren umum peningkatan stabilitas untuk isotop yang lebih berat dari Ts, dengan [[peluruhan eksponensial|waktu paruh parsial]] melebihi [[umur alam semesta]] untuk isotop terberat seperti Ts ketika peluruhan beta tidak dipertimbangkan.<ref>S. B. Duarte. [https://www.iaea.org/inis/collection/NCLCollectionStore/_Public/36/073/36073846.pdf Half-life prediction for decay modes for superheavy nuclei]. ''Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics''. Centro Brasileiro de Pesquisas Físicas. September 2004. Vol. 30. hlm. 1487–1494. doi:10.1088/0954-3899/30/10/014.</ref> Isotop tenesin yang lebih ringan dapat dihasilkan dalam reaksi <sup>243</sup>Am+<sup>50</sup>Ti, yang dianggap sebagai rencana darurat oleh tim Dubna pada tahun 2008 jika Bk terbukti tidak tersedia;<ref>V. K. Utyonkov. [https://nuclphys.sinp.msu.ru/nseminar/12.02.08.pdf Синтез новых элементов 113-118 в реакциях полного слияния 48 Ca + 238 U- 249 Cf]. ''nuclphys.sinp.msu.ru''. 12 February 2008.</ref> Isotop Ts hingga Ts juga dapat dihasilkan sebagai turunan isotop [[ununennium|unsur 119]] yang dapat dihasilkan dalam reaksi <sup>243</sup>Am+<sup>54</sup>Cr dan <sup>249</sup>Bk+<sup>50</sup>Ti.<ref>Dastan Ibadullayev. [https://indico.jinr.ru/event/4343/contributions/28663/attachments/20748/36083/U%20+%20Cr%20AYSS%202024.pptx Synthesis and study of the decay properties of isotopes of superheavy element Lv in Reactions 238 U + 54 Cr and 242 Pu + 50 Ti]. ''jinr.ru''. Joint Institute for Nuclear Research. 2024.</ref>
Stabilitas inti atom menurun dengan cepat seiring peningkatan nomor atom setelah [[kurium]], unsur  ke-96, yang waktu paruhnya empat orde besaran lebih lama daripada unsur berikutnya. Semua isotop dengan nomor atom di atas [[mendelevium|101]] mengalami peluruhan radioaktif dengan waktu paruh kurang dari 30 jam. Tidak ada unsur dengan nomor atom di atas 82 (setelah [[timbal]]) yang memiliki isotop stabil. Hal ini disebabkan oleh tolakan Coulomb proton yang terus meningkat, sehingga [[gaya nuklir kuat]] tidak dapat menahan inti atom agar tidak mengalami [[pembelahan spontan|fisi spontan]] dalam waktu lama. Perhitungan menunjukkan bahwa tanpa adanya faktor penstabil lainnya, unsur dengan lebih dari [[ruterfordium|104 proton]] seharusnya tidak ada. Namun, para peneliti pada tahun 1960-an berpendapat bahwa [[model kulit nuklir|kulit nuklir]] tertutup di sekitar 114&nbsp;proton dan 184&nbsp;neutron seharusnya dapat mengatasi ketidakstabilan ini, menciptakan "[[pulau stabilitas]]" di mana nuklida dapat memiliki waktu paruh yang mencapai ribuan atau jutaan tahun. Meskipun para ilmuwan belum mencapai pulau tersebut, keberadaan [[unsur transaktinida|unsur-unsur superberat]] (termasuk tenesin) saja sudah menegaskan bahwa efek stabilisasi ini nyata, dan secara umum nuklida superberat yang diketahui memiliki umur paruh yang lebih panjang secara eksponensial saat mendekati lokasi pulau yang diprediksi. Tenesin adalah unsur terberat kedua yang diciptakan sejauh ini, dan semua isotopnya yang diketahui memiliki waktu paruh kurang dari satu detik. Meskipun demikian, ini lebih lama daripada nilai yang diprediksi sebelum penemuan mereka: waktu paruh yang diprediksi untuk Ts dan Ts yang digunakan dalam makalah penemuan masing-masing adalah 10&nbsp;ms dan 45&nbsp;ms, sedangkan waktu paruh yang diamati masing-masing adalah 21&nbsp;ms dan 112&nbsp;ms. Tim Dubna percaya bahwa sintesis unsur tersebut merupakan bukti eksperimental langsung dari keberadaan pulau stabilitas.
 
 
Telah dihitung bahwa isotop Ts akan memiliki waktu paruh sekitar 18 [[milidetik]], dan mungkin dapat dihasilkan isotop ini melalui reaksi berkelium-kalsium yang sama yang digunakan dalam penemuan isotop yang diketahui, Ts dan Ts. Peluang reaksi ini menghasilkan Ts diperkirakan paling banyak sepertujuh dari peluang menghasilkan Ts. Isotop ini juga dapat dihasilkan dalam saluran pxn dari reaksi <sup>249</sup>Cf+<sup>48</sup>Ca yang berhasil menghasilkan oganeson, menguapkan proton bersama beberapa neutron; isotop tenesin yang lebih berat Ts dan Ts dapat dihasilkan dengan cara yang sama dalam reaksi <sup>251</sup>Cf+<sup>48</sup>Ca. Perhitungan menggunakan model [[penerowongan kuantum]] memprediksi keberadaan beberapa isotop tenesin hingga Ts. Yang paling stabil diperkirakan adalah Ts dengan waktu paruh peluruhan alfa 40&nbsp;milidetik. Studi [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]] pada isotop unsur menunjukkan hasil serupa; ini menunjukkan tren umum peningkatan stabilitas untuk isotop yang lebih berat dari Ts, dengan [[peluruhan eksponensial|waktu paruh parsial]] melebihi [[umur alam semesta]] untuk isotop terberat seperti Ts ketika peluruhan beta tidak dipertimbangkan. Isotop tenesin yang lebih ringan dapat dihasilkan dalam reaksi <sup>243</sup>Am+<sup>50</sup>Ti, yang dianggap sebagai rencana darurat oleh tim Dubna pada tahun 2008 jika Bk terbukti tidak tersedia; Isotop Ts hingga Ts juga dapat dihasilkan sebagai turunan isotop [[ununennium|unsur 119]] yang dapat dihasilkan dalam reaksi <sup>243</sup>Am+<sup>54</sup>Cr dan <sup>249</sup>Bk+<sup>50</sup>Ti.


=== Sifat atom dan fisik ===
=== Sifat atom dan fisik ===
Tenesin diperkirakan merupakan anggota golongan 17 dalam tabel periodik, di bawah lima halogen; [[fluorin]], [[klorin]], [[bromin]], [[iodin]], dan [[astatin]], yang masing-masing memiliki tujuh elektron valensi dengan konfigurasi . Untuk tenesin, yang berada di [[Periode tabel periodik|periode]] (baris) ketujuh tabel periodik, melanjutkan tren tersebut akan memprediksi konfigurasi elektron valensi , dan oleh karena itu diperkirakan akan berperilaku serupa dengan halogen dalam banyak hal yang berkaitan dengan keadaan elektron ini. Namun, semakin ke bawah golongan&nbsp;17, metalisitas unsur-unsur meningkat; misalnya, iodin sudah menunjukkan kilap logam dalam keadaan padat, dan astatin diperkirakan merupakan logam. Dengan demikian, ekstrapolasi berdasarkan tren periodik akan memprediksi tenesin sebagai logam yang agak mudah menguap.
Tenesin diperkirakan merupakan anggota golongan 17 dalam tabel periodik, di bawah lima halogen; [[fluorin]], [[klorin]], [[bromin]], [[iodin]], dan [[astatin]], yang masing-masing memiliki tujuh elektron valensi dengan konfigurasi .<ref>A. Dhingra. [https://books.google.com/books?id=SvSmSYC6lW0C The Sterling Dictionary Of Chemistry]. Sterling Publishers Pvt. Ltd. 1999-12-01. hlm. 187. ISBN 978-81-7359-123-5.</ref> Untuk tenesin, yang berada di [[Periode tabel periodik|periode]] (baris) ketujuh tabel periodik, melanjutkan tren tersebut akan memprediksi konfigurasi elektron valensi ,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan oleh karena itu diperkirakan akan berperilaku serupa dengan halogen dalam banyak hal yang berkaitan dengan keadaan elektron ini. Namun, semakin ke bawah golongan&nbsp;17, metalisitas unsur-unsur meningkat; misalnya, iodin sudah menunjukkan kilap logam dalam keadaan padat, dan astatin diperkirakan merupakan logam.<ref>A. Hermann. ''Condensed Astatine: Monatomic and Metallic''. ''Physical Review Letters''. 2013. Vol. 111 (11). hlm. 116404-1–116404-5. doi:10.1103/PhysRevLett.111.116404.</ref> Dengan demikian, ekstrapolasi berdasarkan tren periodik akan memprediksi tenesin sebagai logam yang agak mudah menguap.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Perhitungan telah mengkonfirmasi keakuratan ekstrapolasi sederhana ini, meskipun verifikasi eksperimental saat ini tidak mungkin dilakukan karena waktu paruh isotop tenesin yang diketahui terlalu pendek.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Perbedaan signifikan antara tenesin dan halogen sebelumnya kemungkinan akan muncul, sebagian besar karena [[interaksi spin–orbit]]—interaksi timbal balik antara gerakan dan [[spin]] elektron. Interaksi spin-orbit sangat kuat untuk unsur superberat karena elektronnya bergerak lebih cepat—dengan kecepatan yang sebanding dengan [[kecepatan cahaya]]—daripada elektron pada atom yang lebih ringan. Pada atom tenesin, hal ini menurunkan tingkat energi elektron 7s dan 7p, menstabilkan elektron yang bersangkutan, meskipun dua dari tingkat energi elektron 7p lebih stabil daripada empat lainnya.<ref>K. Fægri Jr. ''Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding''. ''The Journal of Chemical Physics''. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.</ref> Stabilisasi elektron 7s disebut [[efek pasangan lengai]]; efek yang memisahkan subkulit 7p menjadi bagian yang lebih stabil dan bagian yang kurang stabil disebut pemisahan subkulit. Ahli kimia komputasi memahami pemisahan tersebut sebagai perubahan [[bilangan kuantum]] kedua ([[Bilangan kuantum azimut|azimutal]]) ''l'' dari 1 menjadi 1/2 dan 3/2 untuk bagian subkulit 7p yang lebih stabil dan kurang stabil, masing-masing. Untuk banyak tujuan teoretis, konfigurasi elektron valensi dapat direpresentasikan untuk mencerminkan pemisahan subkulit 7p sebagai .<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Perhitungan telah mengkonfirmasi keakuratan ekstrapolasi sederhana ini, meskipun verifikasi eksperimental saat ini tidak mungkin dilakukan karena waktu paruh isotop tenesin yang diketahui terlalu pendek. Perbedaan signifikan antara tenesin dan halogen sebelumnya kemungkinan akan muncul, sebagian besar karena [[interaksi spin–orbit]]—interaksi timbal balik antara gerakan dan [[spin]] elektron. Interaksi spin-orbit sangat kuat untuk unsur superberat karena elektronnya bergerak lebih cepat—dengan kecepatan yang sebanding dengan [[kecepatan cahaya]]—daripada elektron pada atom yang lebih ringan. Pada atom tenesin, hal ini menurunkan tingkat energi elektron 7s dan 7p, menstabilkan elektron yang bersangkutan, meskipun dua dari tingkat energi elektron 7p lebih stabil daripada empat lainnya. Stabilisasi elektron 7s disebut [[efek pasangan lengai]]; efek yang memisahkan subkulit 7p menjadi bagian yang lebih stabil dan bagian yang kurang stabil disebut pemisahan subkulit. Ahli kimia komputasi memahami pemisahan tersebut sebagai perubahan [[bilangan kuantum]] kedua ([[Bilangan kuantum azimut|azimutal]]) ''l'' dari 1 menjadi 1/2 dan 3/2 untuk bagian subkulit 7p yang lebih stabil dan kurang stabil, masing-masing. Untuk banyak tujuan teoretis, konfigurasi elektron valensi dapat direpresentasikan untuk mencerminkan pemisahan subkulit 7p sebagai .
Perbedaan untuk tingkat elektron lainnya juga ada. Misalnya, tingkat elektron 6d (juga terbagi menjadi dua, dengan empat menjadi 6d<sub>3/2</sub> dan enam menjadi 6d<sub>5/2</sub>) keduanya dinaikkan, sehingga energinya mendekati tingkat 7s,<ref>K. Fægri Jr. ''Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding''. ''The Journal of Chemical Physics''. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.</ref> meskipun kimia elektron 6d belum pernah diprediksi untuk tenesin. Perbedaan antara tingkat 7p<sub>1/2</sub> dan 7p<sub>3/2</sub> sangat tinggi; 9,8&nbsp;[[elektronvolt|eV]].<ref>K. Fægri Jr. ''Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding''. ''The Journal of Chemical Physics''. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.</ref> Pemisahan subkulit 6p astatin hanya 3,8&nbsp;eV,<ref>K. Fægri Jr. ''Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding''. ''The Journal of Chemical Physics''. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.</ref> dan kimia 6p <sub>1/2</sub>-nya telah disebut "terbatas". Efek ini menyebabkan kimia tenesin berbeda dari tetangganya yang lebih tinggi (lihat [[#Sifat kimia|di bawah]]).


Perbedaan untuk tingkat elektron lainnya juga ada. Misalnya, tingkat elektron 6d (juga terbagi menjadi dua, dengan empat menjadi 6d<sub>3/2</sub> dan enam menjadi 6d<sub>5/2</sub>) keduanya dinaikkan, sehingga energinya mendekati tingkat 7s, meskipun kimia elektron 6d belum pernah diprediksi untuk tenesin. Perbedaan antara tingkat 7p<sub>1/2</sub> dan 7p<sub>3/2</sub> sangat tinggi; 9,8&nbsp;[[elektronvolt|eV]]. Pemisahan subkulit 6p astatin hanya 3,8&nbsp;eV, dan kimia 6p <sub>1/2</sub>-nya telah disebut "terbatas". Efek ini menyebabkan kimia tenesin berbeda dari tetangganya yang lebih tinggi (lihat [[#Sifat kimia|di bawah]]).
[[Energi ionisasi]] pertama tenesin—energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari atom netral—diprediksi sebesar 7,7&nbsp;eV, lebih rendah daripada halogen, sekali lagi mengikuti tren.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seperti tetangganya dalam tabel periodik, tenesin diperkirakan memiliki [[afinitas elektron]] terendah—energi yang dilepaskan ketika elektron ditambahkan ke atom—dalam kelompoknya; 2,6 atau 1,8&nbsp;eV.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Elektron dari atom tenesin hipotetis yang [[atom bakhidrogen|mirip hidrogen]]—teroksidasi sehingga hanya memiliki satu elektron, Ts<sup>116+</sup>—diprediksi bergerak sangat cepat sehingga massanya 1,90 kali massa elektron yang tidak bergerak, suatu ciri yang dapat dikaitkan dengan [[kimia kuantum relativistik|efek relativistik]]. Sebagai perbandingan, angka untuk astatin yang mirip hidrogen adalah 1,27 dan angka untuk iodin yang mirip hidrogen adalah 1,08. Ekstrapolasi sederhana dari hukum relativitas menunjukkan kontraksi [[jari-jari atom]]. Perhitungan lanjutan menunjukkan bahwa jari-jari atom tenesin yang telah membentuk satu ikatan kovalen adalah 165&nbsp;[[pikometer|pm]], sedangkan jari-jari astatin adalah 147&nbsp;pm.<ref>P. Pyykkö. ''Molecular Single-Bond Covalent Radii for Elements 1-118''. ''Chemistry: A European Journal''. 2008-12-22. Vol. 15 (1). hlm. 186–197. doi:10.1002/chem.200800987.</ref> Dengan tujuh elektron terluar dihilangkan, tenesin akhirnya lebih kecil; 57&nbsp;pm<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> untuk tenesin dan 61&nbsp;pm<ref>B. K. Sharma. [https://books.google.com/books?id=L8mBZcaGUQAC&pg=PA147 Nuclear and radiation chemistry]. Krishna Prakashan Media. 2001. hlm. 147. ISBN 978-81-85842-63-9.</ref> untuk astatin.   


[[Energi ionisasi]] pertama tenesin—energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari atom netral—diprediksi sebesar 7,7&nbsp;eV, lebih rendah daripada halogen, sekali lagi mengikuti tren. Seperti tetangganya dalam tabel periodik, tenesin diperkirakan memiliki [[afinitas elektron]] terendah—energi yang dilepaskan ketika elektron ditambahkan ke atom—dalam kelompoknya; 2,6 atau 1,8&nbsp;eV. Elektron dari atom tenesin hipotetis yang [[atom bakhidrogen|mirip hidrogen]]—teroksidasi sehingga hanya memiliki satu elektron, Ts<sup>116+</sup>—diprediksi bergerak sangat cepat sehingga massanya 1,90 kali massa elektron yang tidak bergerak, suatu ciri yang dapat dikaitkan dengan [[kimia kuantum relativistik|efek relativistik]]. Sebagai perbandingan, angka untuk astatin yang mirip hidrogen adalah 1,27 dan angka untuk iodin yang mirip hidrogen adalah 1,08. Ekstrapolasi sederhana dari hukum relativitas menunjukkan kontraksi [[jari-jari atom]]. Perhitungan lanjutan menunjukkan bahwa jari-jari atom tenesin yang telah membentuk satu ikatan kovalen adalah 165&nbsp;[[pikometer|pm]], sedangkan jari-jari astatin adalah 147&nbsp;pm. Dengan tujuh elektron terluar dihilangkan, tenesin akhirnya lebih kecil; 57&nbsp;pm untuk tenesin dan 61&nbsp;pm untuk astatin.
Titik leleh dan titik didih tenesin tidak diketahui; makalah-makalah sebelumnya memperkirakan sekitar 350–500&nbsp;°C dan 550&nbsp;°C, masing-masing,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau 350–550&nbsp;°C dan 610&nbsp;°C, masing-masing.<ref>Glenn T. Seaborg. ''Modern alchemy''. World Scientific. 1994. hlm. 172. ISBN 978-981-02-1440-1.</ref> Nilai-nilai ini melebihi nilai astatin dan halogen yang lebih ringan, mengikuti [[tren periodik]]. Makalah selanjutnya memperkirakan titik didih tenesin sebesar 345&nbsp;°C<ref>N. Takahashi. ''Boiling points of the superheavy elements 117 and 118''. ''Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry''. 2002. Vol. 251 (2). hlm. 299–301. doi:10.1023/A:1014880730282.</ref> (titik didih astatin diperkirakan sebesar 309&nbsp;°C,<ref>H. Luig. ''Encyclopedia of industrial chemistry''. Wiley-VCH. 2005. hlm. 23. doi:10.1002/14356007.a22_499. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> 337&nbsp;°C,<ref>J. Punter. ''The essentials of GCSE OCR Additional science for specification B''. Letts and Lonsdale. 2006. hlm. 36. ISBN 978-1-905129-73-7.</ref> atau 370&nbsp;°C,<ref>E. Wiberg. [https://books.google.com/books?id=Mtth5g59dEIC Inorganic chemistry]. Academic Press. 2001. hlm. 423. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> meskipun nilai eksperimental 230&nbsp;°C<ref>K. Otozai. [https://www.mendeley.com/research/estimation-chemical-form-boiling-point-elementary-astatine-radio-gas-chromatography/ Estimation of the chemical form and the boiling point of elementary astatine by radiogas-chromatography]. ''Radiochimica Acta''. 1982. Vol. 31 (3‒4). hlm. 201‒203. doi:10.1524/ract.1982.31.34.201.</ref> dan 411&nbsp;°C<ref>B. K. Sharma. [https://books.google.com/books?id=L8mBZcaGUQAC&pg=PA147 Nuclear and radiation chemistry]. Krishna Prakashan Media. 2001. hlm. 147. ISBN 978-81-85842-63-9.</ref> telah dilaporkan). Kepadatan tenesin diperkirakan berada antara 7,1 dan 7,3&nbsp;g/cm<sup>3</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Titik leleh dan titik didih tenesin tidak diketahui; makalah-makalah sebelumnya memperkirakan sekitar 350–500&nbsp;°C dan 550&nbsp;°C, masing-masing, atau 350–550&nbsp;°C dan 610&nbsp;°C, masing-masing. Nilai-nilai ini melebihi nilai astatin dan halogen yang lebih ringan, mengikuti [[tren periodik]]. Makalah selanjutnya memperkirakan titik didih tenesin sebesar 345&nbsp;°C (titik didih astatin diperkirakan sebesar 309&nbsp;°C, 337&nbsp;°C, atau 370&nbsp;°C, meskipun nilai eksperimental 230&nbsp;°C dan 411&nbsp;°C telah dilaporkan). Kepadatan tenesin diperkirakan berada antara 7,1 dan 7,3&nbsp;g/cm<sup>3</sup>.


=== Sifat kimia ===
=== Sifat kimia ===
Isotop tenesin yang diketahui, Ts dan Ts, memiliki umur yang terlalu pendek untuk memungkinkan eksperimen kimia saat ini. Meskipun demikian, banyak sifat kimia tenesin telah dihitung.<ref>Ken Moody. ''The Chemistry of Superheavy Elements''. Springer Science & Business Media. 2013-11-30. hlm. 24–8. ISBN 978-3-642-37466-1.</ref> Tidak seperti unsur golongan 17 yang lebih ringan, tenesin mungkin tidak menunjukkan perilaku kimia yang umum pada halogen.<ref>[https://www.superheavies.de/english/research_program/highlights_element_117.htm#Is%20Element%20117%20a%20Metal Superheavy Element 117 Confirmed – On the Way to the "Island of Stability"]. GSI Helmholtz Centre for Heavy Ion Research.</ref> Misalnya, fluorin, klorin, bromin, dan iodin secara rutin menerima elektron untuk mencapai [[konfigurasi elektron]] yang lebih stabil dari [[gas mulia]], memperoleh delapan elektron ([[kaidah oktet|oktet]]) di kulit valensinya, bukan tujuh.<ref>R. F. W. Bader. [https://miranda.chemistry.mcmaster.ca/esam/ An introduction to the electronic structure of atoms and molecules]. McMaster University.</ref> Kemampuan ini melemah seiring dengan peningkatan berat atom ke bawah golongan; tenesin akan menjadi unsur golongan 17 yang paling tidak bersedia menerima elektron. Dari keadaan oksidasi yang diprediksi akan terbentuk, −1 diperkirakan paling jarang.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Potensial reduksi|Potensial reduksi standar]] pasangan Ts/Ts<sup>−</sup> diprediksi sebesar −0,25&nbsp;V; nilai ini negatif, tidak seperti semua halogen yang lebih ringan.


Isotop tenesin yang diketahui, Ts dan Ts, memiliki umur yang terlalu pendek untuk memungkinkan eksperimen kimia saat ini. Meskipun demikian, banyak sifat kimia tenesin telah dihitung. Tidak seperti unsur golongan 17 yang lebih ringan, tenesin mungkin tidak menunjukkan perilaku kimia yang umum pada halogen. Misalnya, fluorin, klorin, bromin, dan iodin secara rutin menerima elektron untuk mencapai [[konfigurasi elektron]] yang lebih stabil dari [[gas mulia]], memperoleh delapan elektron ([[kaidah oktet|oktet]]) di kulit valensinya, bukan tujuh. Kemampuan ini melemah seiring dengan peningkatan berat atom ke bawah golongan; tenesin akan menjadi unsur golongan 17 yang paling tidak bersedia menerima elektron. Dari keadaan oksidasi yang diprediksi akan terbentuk, −1 diperkirakan paling jarang. [[Potensial reduksi|Potensial reduksi standar]] pasangan Ts/Ts<sup></sup> diprediksi sebesar −0,25&nbsp;V; nilai ini negatif, tidak seperti semua halogen yang lebih ringan.
Ada peluang lain bagi tenesin untuk melengkapi oktetnya—dengan membentuk [[ikatan kovalen]]. Seperti halogen, ketika dua atom tenesin bertemu, mereka diharapkan membentuk ikatan Ts–Ts untuk menghasilkan [[molekul diatomik]]. Molekul-molekul tersebut umumnya terikat melalui [[ikatan sigma]] tunggal antara atom-atomnya; ini berbeda dari [[ikatan pi]], yang terbagi menjadi dua bagian, masing-masing bergeser ke arah tegak lurus terhadap garis antara atom-atom, dan saling berlawanan daripada terletak langsung di antara atom-atom yang diikatnya. Ikatan sigma telah dihitung menunjukkan karakter [[Orbital molekuler antiikatan|antiikatan]] yang besar pada molekul At<sub>2</sub> dan tidak begitu menguntungkan secara energetik. tenesin diprediksi akan melanjutkan tren tersebut; karakter pi yang kuat seharusnya terlihat pada ikatan Ts<sub>2</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Molekul tenesin klorida (TsCl) diprediksi akan melangkah lebih jauh, terikat dengan ikatan pi tunggal.


Ada peluang lain bagi tenesin untuk melengkapi oktetnya—dengan membentuk [[ikatan kovalen]]. Seperti halogen, ketika dua atom tenesin bertemu, mereka diharapkan membentuk ikatan Ts–Ts untuk menghasilkan [[molekul diatomik]]. Molekul-molekul tersebut umumnya terikat melalui [[ikatan sigma]] tunggal antara atom-atomnya; ini berbeda dari [[ikatan pi]], yang terbagi menjadi dua bagian, masing-masing bergeser ke arah tegak lurus terhadap garis antara atom-atom, dan saling berlawanan daripada terletak langsung di antara atom-atom yang diikatnya. Ikatan sigma telah dihitung menunjukkan karakter [[Orbital molekuler antiikatan|antiikatan]] yang besar pada molekul At<sub>2</sub> dan tidak begitu menguntungkan secara energetik. tenesin diprediksi akan melanjutkan tren tersebut; karakter pi yang kuat seharusnya terlihat pada ikatan Ts<sub>2</sub>. Molekul tenesin klorida (TsCl) diprediksi akan melangkah lebih jauh, terikat dengan ikatan pi tunggal.
Selain keadaan −1 yang tidak stabil, tiga keadaan oksidasi lainnya diprediksi; +5, +3, dan +1. Keadaan +1 seharusnya sangat stabil karena destabilisasi tiga elektron 7p<sub>3/2</sub> terluar, membentuk konfigurasi subkulit setengah terisi yang stabil;<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> astatin menunjukkan efek serupa. Keadaan +3 seharusnya penting, sekali lagi karena elektron 7p<sub>3/2</sub> yang tidak stabil.<ref>Glenn T. Seaborg. ''Modern alchemy''. World Scientific. 1994. hlm. 172. ISBN 978-981-02-1440-1.</ref> Keadaan +5 diprediksi jarang terjadi karena elektron 7p<sub>1/2</sub> distabilkan secara berlawanan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Keadaan +7 belum terbukti—bahkan secara komputasi—dapat dicapai. Karena elektron 7s sangat distabilkan, telah dihipotesiskan bahwa tenesin secara efektif hanya memiliki lima elektron valensi.<ref>Ch. Bae. ''Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the ''D 3h '' Structure of (117)F 3''. ''The Journal of Physical Chemistry A''. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.</ref>


Selain keadaan −1 yang tidak stabil, tiga keadaan oksidasi lainnya diprediksi; +5, +3, dan +1. Keadaan +1 seharusnya sangat stabil karena destabilisasi tiga elektron 7p<sub>3/2</sub> terluar, membentuk konfigurasi subkulit setengah terisi yang stabil; astatin menunjukkan efek serupa. Keadaan +3 seharusnya penting, sekali lagi karena elektron 7p<sub>3/2</sub> yang tidak stabil. Keadaan +5 diprediksi jarang terjadi karena elektron 7p<sub>1/2</sub> distabilkan secara berlawanan. Keadaan +7 belum terbukti—bahkan secara komputasi—dapat dicapai. Karena elektron 7s sangat distabilkan, telah dihipotesiskan bahwa tenesin secara efektif hanya memiliki lima elektron valensi.
Senyawa tenesin paling sederhana yang mungkin adalah monohidrida, TsH. Ikatan diperkirakan disediakan oleh elektron 7p<sub>3/2</sub> tenesin dan elektron 1s hidrogen. Sifat non-ikatan spinor 7p<sub>1/2</sub> disebabkan karena tenesin diperkirakan tidak membentuk ikatan sigma atau pi murni.<ref>Y.-K. Han. ''Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118)''. ''Journal of Chemical Physics''. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.</ref> Oleh karena itu, [[spinor]] 7p<sub>3/2</sub> yang tidak stabil (sehingga meluas) bertanggung jawab atas ikatan. Efek ini memperpanjang molekul TsH sebesar 17&nbsp;pikometer dibandingkan dengan panjang keseluruhan 195&nbsp;pm.<ref>Y.-K. Han. ''Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118)''. ''Journal of Chemical Physics''. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.</ref> Karena ikatan elektron p tenesin adalah dua pertiga sigma, ikatan tersebut hanya dua pertiga sekuat jika tenesin tidak memiliki interaksi spin-orbit.<ref>Y.-K. Han. ''Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118)''. ''Journal of Chemical Physics''. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.</ref> Dengan demikian, molekul tersebut mengikuti tren hidrida halogen, menunjukkan peningkatan panjang ikatan dan penurunan energi disosiasi dibandingkan dengan AtH.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Molekul [[talium|Tl]]Ts dan [[nihonium|Nh]]Ts dapat dilihat secara analogis, dengan mempertimbangkan efek berlawanan yang ditunjukkan oleh fakta bahwa elektron p<sub>1/2</sub> unsur tersebut distabilkan. Kedua karakteristik ini menghasilkan [[momen dipol listrik|momen dipol]] yang relatif kecil (hasil kali perbedaan antara muatan listrik atom dan [[perpindahan]] atom) untuk TlTs; hanya 1,67&nbsp;[[Debye|D]], nilai positif yang menyiratkan bahwa muatan negatif berada pada atom tenesin. Untuk NhTs, kekuatan efeknya diprediksi menyebabkan transfer elektron dari atom tenesin ke atom nihonium, dengan nilai momen dipol sebesar −1,80&nbsp;D. Interaksi spin-orbit meningkatkan energi disosiasi molekul TsF karena menurunkan elektronegativitas tenesin, menyebabkan ikatan dengan atom fluorin yang sangat elektronegatif memiliki karakter yang lebih [[ikatan ionik|ionik]].<ref>Y.-K. Han. ''Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118)''. ''Journal of Chemical Physics''. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.</ref> tenesin monofluorida seharusnya memiliki ikatan terkuat di antara semua monofluorida golongan 17.<ref>Y.-K. Han. ''Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118)''. ''Journal of Chemical Physics''. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.</ref>  
 
Senyawa tenesin paling sederhana yang mungkin adalah monohidrida, TsH. Ikatan diperkirakan disediakan oleh elektron 7p<sub>3/2</sub> tenesin dan elektron 1s hidrogen. Sifat non-ikatan spinor 7p<sub>1/2</sub> disebabkan karena tenesin diperkirakan tidak membentuk ikatan sigma atau pi murni. Oleh karena itu, [[spinor]] 7p<sub>3/2</sub> yang tidak stabil (sehingga meluas) bertanggung jawab atas ikatan. Efek ini memperpanjang molekul TsH sebesar 17&nbsp;pikometer dibandingkan dengan panjang keseluruhan 195&nbsp;pm. Karena ikatan elektron p tenesin adalah dua pertiga sigma, ikatan tersebut hanya dua pertiga sekuat jika tenesin tidak memiliki interaksi spin-orbit. Dengan demikian, molekul tersebut mengikuti tren hidrida halogen, menunjukkan peningkatan panjang ikatan dan penurunan energi disosiasi dibandingkan dengan AtH. Molekul [[talium|Tl]]Ts dan [[nihonium|Nh]]Ts dapat dilihat secara analogis, dengan mempertimbangkan efek berlawanan yang ditunjukkan oleh fakta bahwa elektron p<sub>1/2</sub> unsur tersebut distabilkan. Kedua karakteristik ini menghasilkan [[momen dipol listrik|momen dipol]] yang relatif kecil (hasil kali perbedaan antara muatan listrik atom dan [[perpindahan]] atom) untuk TlTs; hanya 1,67&nbsp;[[Debye|D]], nilai positif yang menyiratkan bahwa muatan negatif berada pada atom tenesin. Untuk NhTs, kekuatan efeknya diprediksi menyebabkan transfer elektron dari atom tenesin ke atom nihonium, dengan nilai momen dipol sebesar −1,80&nbsp;D. Interaksi spin-orbit meningkatkan energi disosiasi molekul TsF karena menurunkan elektronegativitas tenesin, menyebabkan ikatan dengan atom fluorin yang sangat elektronegatif memiliki karakter yang lebih [[ikatan ionik|ionik]]. tenesin monofluorida seharusnya memiliki ikatan terkuat di antara semua monofluorida golongan 17.
 
[[Teori VSEPR]] memprediksi [[Geometri molekuler berbentuk T|geometri molekul berbentuk T]] bengkok untuk trifluorida golongan 17. Semua trifluorida halogen yang diketahui memiliki geometri molekul ini dan memiliki struktur AX<sub>3</sub>E<sub>2</sub>—atom pusat, yang dilambangkan A, dikelilingi oleh tiga [[ligan]], X, dan dua [[pasangan elektron]] tak berikatan, E. Jika efek relativistik diabaikan, TsF<sub>3</sub> seharusnya mengikuti [[kongener (kimia)|senyawa sejenisnya]] yang lebih ringan dalam hal memiliki geometri molekul berbentuk T bengkok. Prediksi yang lebih canggih menunjukkan bahwa geometri molekul ini tidak akan disukai secara energetik untuk TsF<sub>3</sub>, melainkan memprediksi [[geometri molekul planar trigonal]] (AX<sub>3</sub>E<sub>0</sub>). Ini menunjukkan bahwa teori VSEPR mungkin tidak konsisten untuk unsur-unsur superberat. Molekul TsF<sub>3</sub> diprediksi distabilkan secara signifikan oleh interaksi spin-orbit; kemungkinan alasannya adalah perbedaan elektronegativitas yang besar antara tenesin dan fluorin, yang memberikan ikatan tersebut karakter ionik parsial.
 
== Catatan kaki ==
 
 
== Referensi ==


[[Teori VSEPR]] memprediksi [[Geometri molekuler berbentuk T|geometri molekul berbentuk T]] bengkok untuk trifluorida golongan 17. Semua trifluorida halogen yang diketahui memiliki geometri molekul ini dan memiliki struktur AX<sub>3</sub>E<sub>2</sub>—atom pusat, yang dilambangkan A, dikelilingi oleh tiga [[ligan]], X, dan dua [[pasangan elektron]] tak berikatan, E. Jika efek relativistik diabaikan, TsF<sub>3</sub> seharusnya mengikuti [[kongener (kimia)|senyawa sejenisnya]] yang lebih ringan dalam hal memiliki geometri molekul berbentuk T bengkok. Prediksi yang lebih canggih menunjukkan bahwa geometri molekul ini tidak akan disukai secara energetik untuk TsF<sub>3</sub>, melainkan memprediksi [[geometri molekul planar trigonal]] (AX<sub>3</sub>E<sub>0</sub>). Ini menunjukkan bahwa teori VSEPR mungkin tidak konsisten untuk unsur-unsur superberat.<ref>Ch. Bae. ''Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the ''D 3h '' Structure of (117)F 3''. ''The Journal of Physical Chemistry A''. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.</ref> Molekul TsF<sub>3</sub> diprediksi distabilkan secara signifikan oleh interaksi spin-orbit; kemungkinan alasannya adalah perbedaan elektronegativitas yang besar antara tenesin dan fluorin, yang memberikan ikatan tersebut karakter ionik parsial.<ref>Ch. Bae. ''Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the ''D 3h '' Structure of (117)F 3''. ''The Journal of Physical Chemistry A''. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.</ref>


== Bibliografi ==
== Bibliografi ==
 
*  
*
*  
*
:*  
:*
:*  
:*
:*  
:*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://webelements.com/ununseptium/ WebElements.com: Uus]
* [http://webelements.com/ununseptium/ WebElements.com: Uus]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29487586 (2026-07-23T04:07:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenesin&oldid=29487586 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29487586 (2026-07-23T04:07:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.57

Electron shell 117 Tennessine

Tenesin adalah unsur kimia sintetis; ia memiliki simbol Ts dan nomor atom 117.[1] Ia memiliki nomor atom tertinggi kedua, massa atom tertinggi bersama dari semua unsur yang diketahui, dan merupakan unsur kedua terakhir dari periode ke-7 tabel periodik. Namanya diambil dari nama negara bagian atau wilayah Tennessee di Amerika Serikat tempat lembaga penelitian utama yang terlibat dalam penemuannya berada.

Penemuan tenesin secara resmi diumumkan di Dubna, Rusia, oleh kolaborasi Rusia-Amerika pada April 2010, yang menjadikannya unsur yang baru ditemukan. Salah satu isotop turunannya diciptakan langsung pada tahun 2011, yang sebagian mengkonfirmasi hasil percobaan tersebut. Percobaan tersebut berhasil diulangi oleh kolaborasi yang sama pada tahun 2012 dan oleh tim gabungan Jerman-Amerika pada Mei 2014. Pada Desember 2015, Kelompok Kerja Gabungan dari Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC) dan Persatuan Fisika Murni dan Terapan Internasional (IUPAP), yang mengevaluasi klaim penemuan unsur-unsur baru, mengakui unsur tersebut dan memberikan prioritas kepada tim Rusia-Amerika. Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyarankan nama tenesin, nama yang secara resmi diadopsi pada November 2016.

Tenesin mungkin terletak di "pulau stabilitas", sebuah konsep yang menjelaskan mengapa beberapa unsur superberat lebih stabil meskipun secara keseluruhan terdapat tren penurunan stabilitas untuk unsur-unsur di luar bismut pada tabel periodik. Atom tenesin yang disintesis telah bertahan selama puluhan dan ratusan milidetik. Dalam tabel periodik, tenesin diperkirakan menjadi anggota golongan 17, yaitu halogen. Beberapa sifatnya mungkin berbeda secara signifikan dari halogen yang lebih ringan karena efek relativistik. Akibatnya, tenesin diperkirakan merupakan logam volatil yang tidak membentuk anion maupun mencapai tingkat oksidasi tinggi. Namun demikian, beberapa sifat utama, seperti titik leleh dan titik didihnya serta energi ionisasi pertamanya, diperkirakan akan mengikuti tren periodik halogen.

Pengantar

Sejarah

Pra-penemuan

Pada Desember 2004, tim Institut Gabungan untuk Penelitian Nuklir (JINR) di Dubna, Oblast Moskow, Rusia, mengusulkan eksperimen bersama dengan Laboratorium Nasional Oak Ridge (ORNL) di Oak Ridge, Tennessee, Amerika Serikat, untuk mensintesis unsur 117 — disebut demikian karena 117 proton dalam intinya. Proposal mereka melibatkan penggabungan target berkelium (unsur 97) dan berkas kalsium (unsur 20), yang dilakukan melalui penembakan target berkelium dengan inti kalsium:[2] ini akan melengkapi serangkaian eksperimen yang dilakukan di JINR tentang penggabungan target aktinida dengan berkas kalsium-48, yang hingga saat ini telah menghasilkan unsur baru 113116 dan 118. ORNL—yang saat itu merupakan satu-satunya produsen berkelium di dunia—tidak dapat menyediakan unsur tersebut, karena mereka telah menghentikan produksi untuk sementara waktu,[3] dan memulai kembali produksinya akan terlalu mahal.[4] Rencana untuk mensintesis unsur 117 ditangguhkan demi konfirmasi unsur 118, yang telah diproduksi sebelumnya pada tahun 2002 dengan membombardir target kalifornium dengan kalsium.[5] Berkelium-249 yang dibutuhkan merupakan produk sampingan dalam produksi kalifornium-252, dan memperoleh jumlah berkelium yang dibutuhkan merupakan tugas yang lebih sulit daripada memperoleh kalifornium, serta mahal: Biayanya sekitar 3,5 juta dolar, dan para pihak sepakat untuk menunggu pesanan komersial produksi kalifornium, dari mana berkelium dapat diekstrak.[6][7]

Tim JINR berupaya menggunakan berkelium karena kalsium-48, isotop kalsium yang digunakan dalam berkas, memiliki 20 proton dan 28 neutron, sehingga rasio neutron-protonnya adalah 1,4; dan merupakan inti stabil atau hampir stabil teringan dengan kelebihan neutron yang besar. Berkat kelebihan neutron, inti yang dihasilkan diharapkan lebih berat dan lebih dekat ke pulau stabilitas yang diinginkan. Dari 117 proton yang ditargetkan, kalsium memiliki 20, dan oleh karena itu mereka perlu menggunakan berkelium, yang memiliki 97 proton di intinya.

Pada bulan Februari 2005, pemimpin tim JINR — Yuri Oganessian — mempresentasikan kolokium di ORNL. Hadir pula perwakilan dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan JINR dalam penemuan unsur 113–116 dan 118, dan Joseph Hamilton dari Universitas Vanderbilt, seorang kolaborator Oganessian.[8]

Hamilton memeriksa apakah reaktor fluks tinggi ORNL menghasilkan kalifornium untuk pesanan komersial: Berkelium yang dibutuhkan dapat diperoleh sebagai produk sampingan. Dia mengetahui bahwa reaktor tersebut tidak menghasilkan kalifornium dan tidak ada harapan untuk pesanan semacam itu dalam waktu dekat. Hamilton terus memantau situasi, melakukan pengecekan sesekali. (Kemudian, Oganessian menyebut Hamilton sebagai "bapak dari 117" karena melakukan pekerjaan ini.)[9]

Penemuan

ORNL melanjutkan produksi kalifornium pada musim semi tahun 2008. Hamilton mencatat dimulainya kembali produksi selama musim panas dan membuat kesepakatan mengenai ekstraksi berkelium selanjutnya[10] (harganya sekitar $600.000).[11] Selama simposium bulan September 2008 di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, yang merayakan tahun ke-50-nya di fakultas Fisika, Hamilton memperkenalkan Oganessian kepada James Roberto (saat itu wakil direktur untuk sains dan teknologi di ORNL).[12] Mereka membangun kolaborasi antara JINR, ORNL, dan Vanderbilt.[13] Clarice Phelps adalah bagian dari tim ORNL yang berkolaborasi dengan JINR;[14] IUPAC mengakui dia sebagai wanita Afrika-Amerika pertama yang terlibat dalam penemuan unsur kimia.[15][16][17][18] Lembaga-lembaga yang akhirnya berkolaborasi juga termasuk Universitas Tennessee (Knoxville), Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, Institut Penelitian Reaktor Canggih (Rusia), dan Universitas Nevada (Las Vegas).[19]

Pada bulan November 2008, Departemen Energi AS, yang memiliki pengawasan atas reaktor di Oak Ridge, mengizinkan penggunaan ilmiah berkelium yang diekstraksi.[20]

Produksi berlangsung selama 250 hari dan berakhir pada akhir Desember 2008,[21] menghasilkan 22 miligram berkelium, cukup untuk melakukan percobaan.[22] Pada Januari 2009, berkelium dikeluarkan dari Reaktor Isotop Fluks Tinggi ORNL;[23] kemudian didinginkan selama 90 hari dan kemudian diproses di Pusat Rekayasa dan Pengembangan Radiokimia ORNL untuk memisahkan dan memurnikan bahan berkelium, yang membutuhkan waktu 90 hari lagi.[24] Waktu paruhnya hanya 330 hari: ini berarti, setelah waktu tersebut, setengah dari berkelium yang diproduksi akan meluruh. Karena itu, target berkelium harus diangkut dengan cepat ke Rusia; agar percobaan dapat berjalan, percobaan harus diselesaikan dalam waktu enam bulan setelah keberangkatannya dari Amerika Serikat.[25] Target dikemas ke dalam lima kontainer timbal untuk diterbangkan dari New York ke Moskow.[26] Petugas bea cukai Rusia dua kali menolak mengizinkan target masuk ke negara itu karena dokumen yang hilang atau tidak lengkap. Dalam rentang beberapa hari, target tersebut melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik sebanyak lima kali.[27] Setelah tiba di Rusia pada Juni 2009, berkelium tersebut segera dipindahkan ke Institut Penelitian Reaktor Atom (RIAR) di Dimitrovgrad, Oblast Ulyanovsk, di mana ia diendapkan sebagai lapisan setebal 300 nanometer pada film titanium.[28] Pada Juli 2009, ia diangkut ke Dubna,[29] di mana ia dipasang di akselerator partikel di JINR.[30] Berkas kalsium-48 dihasilkan dengan mengekstrak secara kimiawi sejumlah kecil kalsium-48 yang terdapat dalam kalsium alami, memperkayanya 500 kali.[31] Pekerjaan ini dilakukan di kota tertutup Lesnoy, Oblast Sverdlovsk, Rusia.[32]

Percobaan dimulai pada akhir Juli 2009.[33] Pada Januari 2010, para ilmuwan di Laboratorium Reaksi Nuklir Flerov mengumumkan secara internal bahwa mereka telah mendeteksi peluruhan unsur baru dengan nomor atom 117 melalui dua rantai peluruhan: satu isotop ganjil-ganjil yang mengalami 6 peluruhan alfa sebelum fisi spontan, dan satu isotop ganjil-genap yang mengalami 3 peluruhan alfa sebelum fisi.[34] Data yang diperoleh dari percobaan dikirim ke LLNL untuk analisis lebih lanjut.[35] Pada 9 April 2010, sebuah laporan resmi diterbitkan dalam jurnal Physical Review Letters yang mengidentifikasi isotop tersebut sebagai 294117 dan 293117, yang terbukti memiliki waktu paruh sekitar puluhan atau ratusan milidetik. Karya ini ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam eksperimen sampai batas tertentu: JINR, ORNL, LLNL, RIAR, Vanderbilt, Universitas Tennessee (Knoxville, Tennessee, AS), dan Universitas Nevada (Las Vegas, Nevada, AS), yang memberikan dukungan analisis data.[36] Isotop dibentuk sebagai berikut:[37]

+ → 297117* → 294117 + 3 (1 kejadian)
+ → 297117* → 293117 + 4 (5 kejadian)

Konfirmasi

Semua isotop anak (produk peluruhan) unsur 117 sebelumnya tidak diketahui;[38] oleh karena itu, sifat-sifatnya tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi klaim penemuan. Pada tahun 2011, ketika salah satu produk peluruhan (115) disintesis secara langsung, sifat-sifatnya sesuai dengan yang diukur dalam klaim sintesis tidak langsung dari peluruhan unsur 117.[39] Para penemu tidak mengajukan klaim atas temuan mereka pada tahun 2007–2011 ketika Kelompok Kerja Bersama (JWP) meninjau klaim penemuan unsur-unsur baru.[40]

Tim Dubna mengulangi percobaan tersebut pada tahun 2012, menciptakan tujuh atom unsur 117 dan mengkonfirmasi sintesis unsur 118 sebelumnya (dihasilkan setelah beberapa waktu ketika sejumlah besar target berkelium-249 telah mengalami peluruhan beta menjadi kalifornium-249). Hasil percobaan tersebut sesuai dengan hasil sebelumnya.[41] Pada Mei 2014, kolaborasi gabungan ilmuwan Jerman-Amerika dari ORNL dan Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz di Darmstadt, Hessen, Jerman, mengklaim telah mengkonfirmasi penemuan unsur tersebut.[42][43] Tim tersebut mengulangi percobaan Dubna menggunakan akselerator Darmstadt, menciptakan dua atom unsur 117.[44]

Pada bulan Desember 2015, JWP secara resmi mengakui penemuan 117 karena konfirmasi sifat-sifat anakannya 115,[45] dan dengan demikian penemu yang terdaftar — JINR, LLNL, dan ORNL — diberi hak untuk menyarankan nama resmi untuk unsur tersebut. (Vanderbilt tidak termasuk dalam daftar penemu awal karena kesalahan yang kemudian diperbaiki.)[46]

Pada Mei 2016, Universitas Lund (Lund, Skania, Swedia) dan GSI meragukan sintesis unsur 115 dan 117. Rantai peluruhan yang dikaitkan dengan 115, isotop yang berperan penting dalam konfirmasi sintesis unsur 115 dan 117, berdasarkan metode statistik baru, ditemukan terlalu berbeda untuk termasuk dalam nuklida yang sama dengan probabilitas yang cukup tinggi. Rantai peluruhan 117 yang dilaporkan dan disetujui oleh JWP ternyata perlu dipisahkan menjadi kumpulan data individual yang dikaitkan dengan isotop unsur 117 yang berbeda. Ditemukan juga bahwa hubungan yang diklaim antara rantai peluruhan yang dilaporkan berasal dari 117 dan 115 kemungkinan besar tidak ada. (Di sisi lain, rantai dari isotop 117 yang tidak disetujui ditemukan kongruen.) Banyaknya keadaan yang ditemukan ketika nuklida yang bukan genap-genap mengalami peluruhan alfa bukanlah hal yang tidak terduga dan berkontribusi pada kurangnya kejelasan dalam reaksi silang. Studi ini mengkritik laporan JWP karena mengabaikan hal-hal halus yang terkait dengan masalah ini, dan menganggapnya "bermasalah" bahwa satu-satunya argumen untuk penerimaan penemuan unsur 115 dan 117 adalah tautan yang mereka anggap meragukan.[47][48]

Pada tanggal 8 Juni 2017, dua anggota tim Dubna menerbitkan sebuah artikel jurnal yang menjawab kritik-kritik tersebut, menganalisis data mereka tentang nuklida 117 dan 115 dengan metode statistik yang diterima secara luas, mencatat bahwa studi tahun 2016 yang menunjukkan ketidaksesuaian menghasilkan hasil yang bermasalah ketika diterapkan pada peluruhan radioaktif: mereka mengecualikan dari interval kepercayaan 90% baik waktu peluruhan rata-rata maupun ekstrem, dan rantai peluruhan yang akan dikecualikan dari interval kepercayaan 90% yang mereka pilih lebih mungkin diamati daripada yang akan dimasukkan. Analisis ulang tahun 2017 menyimpulkan bahwa rantai peluruhan 117 dan 115 yang diamati konsisten dengan asumsi bahwa hanya satu nuklida yang hadir pada setiap langkah rantai, meskipun akan lebih baik jika dapat mengukur secara langsung nomor massa inti asal dari setiap rantai serta fungsi eksitasi reaksi .[49]

Penamaan

Dengan menggunakan nomenklatur Mendeleev untuk unsur-unsur yang belum diberi nama dan belum ditemukan, unsur 117 seharusnya dikenal sebagai eka-astatin. Dengan menggunakan rekomendasi tahun 1979 dari Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC), unsur tersebut untuk sementara disebut ununseptium (simbol Uus), dibentuk dari akar kata Latin "satu", "satu", dan "tujuh", merujuk pada nomor atom unsur tersebut yaitu 117.[50] Banyak ilmuwan di bidang ini menyebutnya "unsur 117", dengan simbol E117, (117), atau 117.[51] Menurut pedoman IUPAC yang berlaku pada saat persetujuan penemuan, nama permanen unsur baru harus berakhiran "-ium"; ini termasuk unsur 117, meskipun unsur tersebut adalah halogen, yang secara tradisional memiliki nama yang berakhiran "-in";[52] Namun, rekomendasi baru yang diterbitkan pada tahun 2016 merekomendasikan penggunaan akhiran "-in" untuk semua elemen grup 17 yang baru.[53]

Setelah sintesis awal pada tahun 2010, Dawn Shaughnessy dari LLNL dan Oganessian menyatakan bahwa penamaan adalah pertanyaan sensitif, dan sebisa mungkin dihindari.[54] Namun, Hamilton, yang mengajar di Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, menyatakan pada tahun itu, "Saya sangat penting dalam mengumpulkan kelompok dan mendapatkan target Bk yang penting untuk penemuan tersebut. Sebagai hasilnya, saya akan dapat menamai unsur tersebut. Saya tidak dapat memberi tahu Anda namanya, tetapi itu akan membawa keistimewaan bagi wilayah tersebut."[55] Dalam sebuah wawancara tahun 2015, Oganessian, setelah menceritakan kisah eksperimen tersebut, berkata, "dan orang Amerika menyebut ini sebagai sebuah pencapaian luar biasa, mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan [ini] tanpa margin kesalahan. Nah, sebentar lagi mereka akan menamai unsur ke-117."[56]

Pada Maret 2016, tim penemuan menyepakati panggilan konferensi yang melibatkan perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat mengenai nama "tenesin" untuk unsur 117.[57] Pada Juni 2016, IUPAC menerbitkan deklarasi yang menyatakan bahwa para penemu telah menyampaikan saran mereka untuk penamaan unsur baru 115, 117, dan 118 kepada IUPAC; saran untuk unsur 117 adalah tenesin, dengan simbol Ts, diambil dari "wilayah Tennessee". Nama-nama yang disarankan direkomendasikan untuk diterima oleh Divisi Kimia Anorganik IUPAC; penerimaan formal dijadwalkan akan terjadi setelah jangka waktu lima bulan setelah penerbitan deklarasi berakhir.[58] Pada November 2016, nama-nama tersebut, termasuk tenesin, secara resmi diterima. Kekhawatiran bahwa simbol Ts yang diusulkan mungkin bertentangan dengan notasi untuk gugus tosil yang digunakan dalam kimia organik ditolak, mengikuti simbol yang sudah ada yang memiliki makna ganda tersebut: Ac (aktinium dan asetil) dan Pr (Praseodimium dan propil).[59] Upacara penamaan untuk moskovium, tenesin, dan oganeson diadakan pada tanggal 2 Maret 2017 di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Moskow; upacara terpisah untuk tenesin saja telah diadakan di ORNL pada Januari 2017.[60]

Sifat yang diprediksi

Selain sifat nuklir, tidak ada sifat tenesin atau senyawanya yang telah diukur; hal ini disebabkan oleh produksinya yang sangat terbatas dan mahal[61] dan fakta bahwa ia meluruh dengan sangat cepat. Sifat tenesin masih belum diketahui dan hanya prediksi yang tersedia.

Stabilitas nuklir dan isotop

Stabilitas inti atom menurun dengan cepat seiring peningkatan nomor atom setelah kurium, unsur ke-96, yang waktu paruhnya empat orde besaran lebih lama daripada unsur berikutnya. Semua isotop dengan nomor atom di atas 101 mengalami peluruhan radioaktif dengan waktu paruh kurang dari 30 jam. Tidak ada unsur dengan nomor atom di atas 82 (setelah timbal) yang memiliki isotop stabil.[62] Hal ini disebabkan oleh tolakan Coulomb proton yang terus meningkat, sehingga gaya nuklir kuat tidak dapat menahan inti atom agar tidak mengalami fisi spontan dalam waktu lama. Perhitungan menunjukkan bahwa tanpa adanya faktor penstabil lainnya, unsur dengan lebih dari 104 proton seharusnya tidak ada.[63] Namun, para peneliti pada tahun 1960-an berpendapat bahwa kulit nuklir tertutup di sekitar 114 proton dan 184 neutron seharusnya dapat mengatasi ketidakstabilan ini, menciptakan "pulau stabilitas" di mana nuklida dapat memiliki waktu paruh yang mencapai ribuan atau jutaan tahun. Meskipun para ilmuwan belum mencapai pulau tersebut, keberadaan unsur-unsur superberat (termasuk tenesin) saja sudah menegaskan bahwa efek stabilisasi ini nyata, dan secara umum nuklida superberat yang diketahui memiliki umur paruh yang lebih panjang secara eksponensial saat mendekati lokasi pulau yang diprediksi.[64][65] Tenesin adalah unsur terberat kedua yang diciptakan sejauh ini, dan semua isotopnya yang diketahui memiliki waktu paruh kurang dari satu detik. Meskipun demikian, ini lebih lama daripada nilai yang diprediksi sebelum penemuan mereka: waktu paruh yang diprediksi untuk Ts dan Ts yang digunakan dalam makalah penemuan masing-masing adalah 10 ms dan 45 ms, sedangkan waktu paruh yang diamati masing-masing adalah 21 ms dan 112 ms.[66] Tim Dubna percaya bahwa sintesis unsur tersebut merupakan bukti eksperimental langsung dari keberadaan pulau stabilitas.[67]

Telah dihitung bahwa isotop Ts akan memiliki waktu paruh sekitar 18 milidetik, dan mungkin dapat dihasilkan isotop ini melalui reaksi berkelium-kalsium yang sama yang digunakan dalam penemuan isotop yang diketahui, Ts dan Ts. Peluang reaksi ini menghasilkan Ts diperkirakan paling banyak sepertujuh dari peluang menghasilkan Ts.[68][69] Isotop ini juga dapat dihasilkan dalam saluran pxn dari reaksi 249Cf+48Ca yang berhasil menghasilkan oganeson, menguapkan proton bersama beberapa neutron; isotop tenesin yang lebih berat Ts dan Ts dapat dihasilkan dengan cara yang sama dalam reaksi 251Cf+48Ca.[70][71] Perhitungan menggunakan model penerowongan kuantum memprediksi keberadaan beberapa isotop tenesin hingga Ts. Yang paling stabil diperkirakan adalah Ts dengan waktu paruh peluruhan alfa 40 milidetik.[72] Studi model tetesan cairan pada isotop unsur menunjukkan hasil serupa; ini menunjukkan tren umum peningkatan stabilitas untuk isotop yang lebih berat dari Ts, dengan waktu paruh parsial melebihi umur alam semesta untuk isotop terberat seperti Ts ketika peluruhan beta tidak dipertimbangkan.[73] Isotop tenesin yang lebih ringan dapat dihasilkan dalam reaksi 243Am+50Ti, yang dianggap sebagai rencana darurat oleh tim Dubna pada tahun 2008 jika Bk terbukti tidak tersedia;[74] Isotop Ts hingga Ts juga dapat dihasilkan sebagai turunan isotop unsur 119 yang dapat dihasilkan dalam reaksi 243Am+54Cr dan 249Bk+50Ti.[75]

Sifat atom dan fisik

Tenesin diperkirakan merupakan anggota golongan 17 dalam tabel periodik, di bawah lima halogen; fluorin, klorin, bromin, iodin, dan astatin, yang masing-masing memiliki tujuh elektron valensi dengan konfigurasi .[76] Untuk tenesin, yang berada di periode (baris) ketujuh tabel periodik, melanjutkan tren tersebut akan memprediksi konfigurasi elektron valensi ,[77] dan oleh karena itu diperkirakan akan berperilaku serupa dengan halogen dalam banyak hal yang berkaitan dengan keadaan elektron ini. Namun, semakin ke bawah golongan 17, metalisitas unsur-unsur meningkat; misalnya, iodin sudah menunjukkan kilap logam dalam keadaan padat, dan astatin diperkirakan merupakan logam.[78] Dengan demikian, ekstrapolasi berdasarkan tren periodik akan memprediksi tenesin sebagai logam yang agak mudah menguap.[79]

Perhitungan telah mengkonfirmasi keakuratan ekstrapolasi sederhana ini, meskipun verifikasi eksperimental saat ini tidak mungkin dilakukan karena waktu paruh isotop tenesin yang diketahui terlalu pendek.[80] Perbedaan signifikan antara tenesin dan halogen sebelumnya kemungkinan akan muncul, sebagian besar karena interaksi spin–orbit—interaksi timbal balik antara gerakan dan spin elektron. Interaksi spin-orbit sangat kuat untuk unsur superberat karena elektronnya bergerak lebih cepat—dengan kecepatan yang sebanding dengan kecepatan cahaya—daripada elektron pada atom yang lebih ringan. Pada atom tenesin, hal ini menurunkan tingkat energi elektron 7s dan 7p, menstabilkan elektron yang bersangkutan, meskipun dua dari tingkat energi elektron 7p lebih stabil daripada empat lainnya.[81] Stabilisasi elektron 7s disebut efek pasangan lengai; efek yang memisahkan subkulit 7p menjadi bagian yang lebih stabil dan bagian yang kurang stabil disebut pemisahan subkulit. Ahli kimia komputasi memahami pemisahan tersebut sebagai perubahan bilangan kuantum kedua (azimutal) l dari 1 menjadi 1/2 dan 3/2 untuk bagian subkulit 7p yang lebih stabil dan kurang stabil, masing-masing. Untuk banyak tujuan teoretis, konfigurasi elektron valensi dapat direpresentasikan untuk mencerminkan pemisahan subkulit 7p sebagai .[82]

Perbedaan untuk tingkat elektron lainnya juga ada. Misalnya, tingkat elektron 6d (juga terbagi menjadi dua, dengan empat menjadi 6d3/2 dan enam menjadi 6d5/2) keduanya dinaikkan, sehingga energinya mendekati tingkat 7s,[83] meskipun kimia elektron 6d belum pernah diprediksi untuk tenesin. Perbedaan antara tingkat 7p1/2 dan 7p3/2 sangat tinggi; 9,8 eV.[84] Pemisahan subkulit 6p astatin hanya 3,8 eV,[85] dan kimia 6p 1/2-nya telah disebut "terbatas". Efek ini menyebabkan kimia tenesin berbeda dari tetangganya yang lebih tinggi (lihat di bawah).

Energi ionisasi pertama tenesin—energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari atom netral—diprediksi sebesar 7,7 eV, lebih rendah daripada halogen, sekali lagi mengikuti tren.[86] Seperti tetangganya dalam tabel periodik, tenesin diperkirakan memiliki afinitas elektron terendah—energi yang dilepaskan ketika elektron ditambahkan ke atom—dalam kelompoknya; 2,6 atau 1,8 eV.[87] Elektron dari atom tenesin hipotetis yang mirip hidrogen—teroksidasi sehingga hanya memiliki satu elektron, Ts116+—diprediksi bergerak sangat cepat sehingga massanya 1,90 kali massa elektron yang tidak bergerak, suatu ciri yang dapat dikaitkan dengan efek relativistik. Sebagai perbandingan, angka untuk astatin yang mirip hidrogen adalah 1,27 dan angka untuk iodin yang mirip hidrogen adalah 1,08. Ekstrapolasi sederhana dari hukum relativitas menunjukkan kontraksi jari-jari atom. Perhitungan lanjutan menunjukkan bahwa jari-jari atom tenesin yang telah membentuk satu ikatan kovalen adalah 165 pm, sedangkan jari-jari astatin adalah 147 pm.[88] Dengan tujuh elektron terluar dihilangkan, tenesin akhirnya lebih kecil; 57 pm[89] untuk tenesin dan 61 pm[90] untuk astatin.

Titik leleh dan titik didih tenesin tidak diketahui; makalah-makalah sebelumnya memperkirakan sekitar 350–500 °C dan 550 °C, masing-masing,[91] atau 350–550 °C dan 610 °C, masing-masing.[92] Nilai-nilai ini melebihi nilai astatin dan halogen yang lebih ringan, mengikuti tren periodik. Makalah selanjutnya memperkirakan titik didih tenesin sebesar 345 °C[93] (titik didih astatin diperkirakan sebesar 309 °C,[94] 337 °C,[95] atau 370 °C,[96] meskipun nilai eksperimental 230 °C[97] dan 411 °C[98] telah dilaporkan). Kepadatan tenesin diperkirakan berada antara 7,1 dan 7,3 g/cm3.[99]

Sifat kimia

Isotop tenesin yang diketahui, Ts dan Ts, memiliki umur yang terlalu pendek untuk memungkinkan eksperimen kimia saat ini. Meskipun demikian, banyak sifat kimia tenesin telah dihitung.[100] Tidak seperti unsur golongan 17 yang lebih ringan, tenesin mungkin tidak menunjukkan perilaku kimia yang umum pada halogen.[101] Misalnya, fluorin, klorin, bromin, dan iodin secara rutin menerima elektron untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil dari gas mulia, memperoleh delapan elektron (oktet) di kulit valensinya, bukan tujuh.[102] Kemampuan ini melemah seiring dengan peningkatan berat atom ke bawah golongan; tenesin akan menjadi unsur golongan 17 yang paling tidak bersedia menerima elektron. Dari keadaan oksidasi yang diprediksi akan terbentuk, −1 diperkirakan paling jarang.[103] Potensial reduksi standar pasangan Ts/Ts diprediksi sebesar −0,25 V; nilai ini negatif, tidak seperti semua halogen yang lebih ringan.

Ada peluang lain bagi tenesin untuk melengkapi oktetnya—dengan membentuk ikatan kovalen. Seperti halogen, ketika dua atom tenesin bertemu, mereka diharapkan membentuk ikatan Ts–Ts untuk menghasilkan molekul diatomik. Molekul-molekul tersebut umumnya terikat melalui ikatan sigma tunggal antara atom-atomnya; ini berbeda dari ikatan pi, yang terbagi menjadi dua bagian, masing-masing bergeser ke arah tegak lurus terhadap garis antara atom-atom, dan saling berlawanan daripada terletak langsung di antara atom-atom yang diikatnya. Ikatan sigma telah dihitung menunjukkan karakter antiikatan yang besar pada molekul At2 dan tidak begitu menguntungkan secara energetik. tenesin diprediksi akan melanjutkan tren tersebut; karakter pi yang kuat seharusnya terlihat pada ikatan Ts2.[104] Molekul tenesin klorida (TsCl) diprediksi akan melangkah lebih jauh, terikat dengan ikatan pi tunggal.

Selain keadaan −1 yang tidak stabil, tiga keadaan oksidasi lainnya diprediksi; +5, +3, dan +1. Keadaan +1 seharusnya sangat stabil karena destabilisasi tiga elektron 7p3/2 terluar, membentuk konfigurasi subkulit setengah terisi yang stabil;[105] astatin menunjukkan efek serupa. Keadaan +3 seharusnya penting, sekali lagi karena elektron 7p3/2 yang tidak stabil.[106] Keadaan +5 diprediksi jarang terjadi karena elektron 7p1/2 distabilkan secara berlawanan.[107] Keadaan +7 belum terbukti—bahkan secara komputasi—dapat dicapai. Karena elektron 7s sangat distabilkan, telah dihipotesiskan bahwa tenesin secara efektif hanya memiliki lima elektron valensi.[108]

Senyawa tenesin paling sederhana yang mungkin adalah monohidrida, TsH. Ikatan diperkirakan disediakan oleh elektron 7p3/2 tenesin dan elektron 1s hidrogen. Sifat non-ikatan spinor 7p1/2 disebabkan karena tenesin diperkirakan tidak membentuk ikatan sigma atau pi murni.[109] Oleh karena itu, spinor 7p3/2 yang tidak stabil (sehingga meluas) bertanggung jawab atas ikatan. Efek ini memperpanjang molekul TsH sebesar 17 pikometer dibandingkan dengan panjang keseluruhan 195 pm.[110] Karena ikatan elektron p tenesin adalah dua pertiga sigma, ikatan tersebut hanya dua pertiga sekuat jika tenesin tidak memiliki interaksi spin-orbit.[111] Dengan demikian, molekul tersebut mengikuti tren hidrida halogen, menunjukkan peningkatan panjang ikatan dan penurunan energi disosiasi dibandingkan dengan AtH.[112] Molekul TlTs dan NhTs dapat dilihat secara analogis, dengan mempertimbangkan efek berlawanan yang ditunjukkan oleh fakta bahwa elektron p1/2 unsur tersebut distabilkan. Kedua karakteristik ini menghasilkan momen dipol yang relatif kecil (hasil kali perbedaan antara muatan listrik atom dan perpindahan atom) untuk TlTs; hanya 1,67 D, nilai positif yang menyiratkan bahwa muatan negatif berada pada atom tenesin. Untuk NhTs, kekuatan efeknya diprediksi menyebabkan transfer elektron dari atom tenesin ke atom nihonium, dengan nilai momen dipol sebesar −1,80 D. Interaksi spin-orbit meningkatkan energi disosiasi molekul TsF karena menurunkan elektronegativitas tenesin, menyebabkan ikatan dengan atom fluorin yang sangat elektronegatif memiliki karakter yang lebih ionik.[113] tenesin monofluorida seharusnya memiliki ikatan terkuat di antara semua monofluorida golongan 17.[114]

Teori VSEPR memprediksi geometri molekul berbentuk T bengkok untuk trifluorida golongan 17. Semua trifluorida halogen yang diketahui memiliki geometri molekul ini dan memiliki struktur AX3E2—atom pusat, yang dilambangkan A, dikelilingi oleh tiga ligan, X, dan dua pasangan elektron tak berikatan, E. Jika efek relativistik diabaikan, TsF3 seharusnya mengikuti senyawa sejenisnya yang lebih ringan dalam hal memiliki geometri molekul berbentuk T bengkok. Prediksi yang lebih canggih menunjukkan bahwa geometri molekul ini tidak akan disukai secara energetik untuk TsF3, melainkan memprediksi geometri molekul planar trigonal (AX3E0). Ini menunjukkan bahwa teori VSEPR mungkin tidak konsisten untuk unsur-unsur superberat.[115] Molekul TsF3 diprediksi distabilkan secara signifikan oleh interaksi spin-orbit; kemungkinan alasannya adalah perbedaan elektronegativitas yang besar antara tenesin dan fluorin, yang memberikan ikatan tersebut karakter ionik parsial.[116]

Bibliografi

Pranala luar

Referensi

  1. Dictionary of chemistry. Oxford University Press. 2020. hlm. 43. ISBN 978-0-19-884122-7.
  2. B. Cabage. International team discovers element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  3. B. Cabage. International team discovers element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  4. Vanderbilt physicist plays pivotal role in discovery of new super-heavy element. Vanderbilt University. April 2010.
  5. Yu.Ts. Oganessian. Results from the first 249 Cf+ 48 Ca experiment. JINR Communication. 2002.
  6. Vanderbilt physicist plays pivotal role in discovery of new super-heavy element. Vanderbilt University. April 2010.
  7. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  8. What it takes to make a new element.
  9. What it takes to make a new element.
  10. Alexandra Witze. The backstory behind a new element. Science News. 2010.
  11. S. Subramanian. Making New Elements Doesn't Pay. Just Ask This Berkeley Scientist. Bloomberg Businessweek. 28 August 2019. Archived at Wayback Machine. Retrieved 2025-11-21.
  12. Emily Siner. How scientists plan to enshrine Tennessee on the periodic table of elements. National Public Radio. 2016.
  13. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  14. Clarice Phelps. IUPAC 100.
  15. Clarice Phelps. IUPAC 100.
  16. PT of Younger Chemists. IUPAC 100.
  17. Two ORNL researchers featured on 'Periodic Table of Younger Chemists' - News - Oakridger - Oak Ridge, TN - Oak Ridge, TN. Oakridger - Oak Ridge, TN.
  18. Claire Jarvis. The overlooked element makers. Physics Today. 2019. doi:10.1063/PT.6.4.20190930a.
  19. The Discovery of Tennessine. Oak Ridge National Laboratory.
  20. James Roberto. The discovery of element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  21. For the Press. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.
  22. A.M. Stark. International team discovers element 117. DOE / Lawrence Livermore National Laboratory. 2010.
  23. James Roberto. The discovery of element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  24. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  25. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  26. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  27. J. S. Bardi. An Atom at the End of the Material World. Inside Science. 2010.
  28. For the Press. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.
  29. For the Press. Joint Institute for Nuclear Research. 2010.
  30. A.M. Stark. International team discovers element 117. DOE / Lawrence Livermore National Laboratory. 2010.
  31. James Roberto. The discovery of element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  32. James Roberto. The discovery of element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  33. James Roberto. The discovery of element 117. Oak Ridge National Laboratory. 2010.
  34. W. Greiner. Recommendations. 2010. hlm. 6.
  35. Nations work together to discover new element. U.S. Department of Energy. 2011.
  36. Heaviest in the world. Arts and Science Magazine. Vanderbilt University. November 2011.
  37. Yu.Ts. Oganessian. Synthesis of a new element with atomic number. Physical Review Letters. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.
  38. Yu.Ts. Oganessian. Synthesis of a new element with atomic number. Physical Review Letters. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.
  39. E. Molchanov. sumber. JINR. 2011.
  40. R.C. Barber. Discovery of the elements with atomic numbers greater than or equal to 113. Pure and Applied Chemistry. 2011. Vol. 83 (7). hlm. 1485–1498. doi:10.1351/PAC-REP-10-05-01.
  41. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  42. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  43. D. Chow. New super-heavy element 117 confirmed by scientists. Live Science. 2014-05-01.
  44. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  45. Discovery and assignment of elements with atomic numbers 113, 115, 117 and 118. IUPAC. 2015.
  46. Paul J. Karol. Discovery of the elements with atomic numbers 115, and 117. Pure Appl. Chem. 22 December 2015. Vol. 88 (1–2). hlm. 139–153. doi:10.1515/pac-2015-0502.
  47. U. Forsberg. A new assessment of the alleged link between element 115 and element 117 decay chains. Physics Letters B. 9 July 2016. Vol. 760 (2016). hlm. 293–296. doi:10.1016/j.physletb.2016.07.008.
  48. Ulrika Forsberg. Congruence of decay chains of elements 113, 115, and 117. 2016. doi:10.1051/epjconf/201613102003.
  49. V.B. Zlokazov. Analysis of decay chains of superheavy nuclei produced in the and reaction. Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics. 8 June 2017. Vol. 44 (7). hlm. 075107. doi:10.1088/1361-6471/aa7293.
  50. J. Chatt. Recommendations for the naming of elements of atomic numbers greater than 100. Pure Appl. Chem. 1979. Vol. 51 (2). hlm. 381–384. doi:10.1351/pac197951020381.
  51. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  52. W.H. Koppenol. Naming of new elements. Pure and Applied Chemistry. 2002. Vol. 74 (5). hlm. 787–791. doi:10.1351/pac200274050787.
  53. Willem H. Koppenol. How to name new chemical elements. Pure and Applied Chemistry. 2016. Vol. 88 (4). hlm. 401–405. doi:10.1515/pac-2015-0802.
  54. J. Glanz. Scientists discover heavy new element. Oregon State University. 2010.
  55. Heaviest in the world. Arts and Science Magazine. Vanderbilt University. November 2011.
  56. Yu.Ts. Oganessian. Гамбургский счет. Public Television of Russia. 2015-10-10.
  57. What it takes to make a new element.
  58. IUPAC Is Naming The Four New Elements Nihonium, Moscovium, Tennessine, and Oganesson. IUPAC. 2016-06-08.
  59. IUPAC Announces the Names of the Elements 113, 115, 117, and 118. IUPAC. 2016-11-30.
  60. Vera Fedorova. At the inauguration ceremony of the new elements of the periodic table of D.I. Mendeleev. Joint Institute for Nuclear Research. 3 March 2017.
  61. S. Subramanian. Making New Elements Doesn't Pay. Just Ask This Berkeley Scientist. Bloomberg Businessweek. 28 August 2019. Archived at Wayback Machine. Retrieved 2025-11-21.
  62. P. de Marcillac. Experimental detection of α-particles from the radioactive decay of natural bismuth. Nature. 2003. Vol. 422 (6934). hlm. 876–878. doi:10.1038/nature01541.
  63. P. Möller. The limits of the nuclear chart set by fission and alpha decay. EPJ Web of Conferences. 2016. Vol. 131. hlm. 03002:1–8. doi:10.1051/epjconf/201613103002.
  64. G.D. Considine. Van Nostrand's scientific encyclopedia. Wiley-Interscience. 2002. ISBN 978-0-471-33230-5.
  65. Yu. Ts. Oganessian. Superheavy nuclei: from predictions to discovery. Physica Scripta. 9 January 2017. Vol. 92 (2). hlm. 023003–1–21. doi:10.1088/1402-4896/aa53c1.
  66. Yu.Ts. Oganessian. Synthesis of a new element with atomic number. Physical Review Letters. 2010. Vol. 104 (14). doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502.
  67. Element 117 is synthesized. JINR. 2010.
  68. F. Zhao-Qing. Possible Way to Synthesize Superheavy Element Z = 117. Chinese Physics Letters. 2007. Vol. 24 (9). hlm. 2551. doi:10.1088/0256-307X/24/9/024.
  69. F. Zhao-Qing. Production of heavy and superheavy nuclei in massive fusion reactions. Nuclear Physics A. 2009. Vol. 816 (1–4). hlm. 33. doi:10.1016/j.nuclphysa.2008.11.003.
  70. J. Hong. Interesting fusion reactions in superheavy region. Joint Institute for Nuclear Research. 26 April 2023.
  71. J. Hong. Ways to produce new superheavy isotopes with Z = 111–117 in charged particle evaporation channels. Physics Letters B. 2017. Vol. 764. hlm. 42–48. doi:10.1016/j.physletb.2016.11.002.
  72. R. P. Chowdhury. Search for long lived heaviest nuclei beyond the valley of stability. Physical Review C. 2008. Vol. 77 (4). doi:10.1103/PhysRevC.77.044603.
  73. S. B. Duarte. Half-life prediction for decay modes for superheavy nuclei. Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics. Centro Brasileiro de Pesquisas Físicas. September 2004. Vol. 30. hlm. 1487–1494. doi:10.1088/0954-3899/30/10/014.
  74. V. K. Utyonkov. Синтез новых элементов 113-118 в реакциях полного слияния 48 Ca + 238 U- 249 Cf. nuclphys.sinp.msu.ru. 12 February 2008.
  75. Dastan Ibadullayev. Synthesis and study of the decay properties of isotopes of superheavy element Lv in Reactions 238 U + 54 Cr and 242 Pu + 50 Ti. jinr.ru. Joint Institute for Nuclear Research. 2024.
  76. A. Dhingra. The Sterling Dictionary Of Chemistry. Sterling Publishers Pvt. Ltd. 1999-12-01. hlm. 187. ISBN 978-81-7359-123-5.
  77. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  78. A. Hermann. Condensed Astatine: Monatomic and Metallic. Physical Review Letters. 2013. Vol. 111 (11). hlm. 116404-1–116404-5. doi:10.1103/PhysRevLett.111.116404.
  79. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  80. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  81. K. Fægri Jr. Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding. The Journal of Chemical Physics. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.
  82. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  83. K. Fægri Jr. Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding. The Journal of Chemical Physics. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.
  84. K. Fægri Jr. Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding. The Journal of Chemical Physics. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.
  85. K. Fægri Jr. Diatomic molecules between very heavy elements of group 13 and group 17: A study of relativistic effects on bonding. The Journal of Chemical Physics. 2001. Vol. 115 (6). hlm. 2456. doi:10.1063/1.1385366.
  86. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  87. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  88. P. Pyykkö. Molecular Single-Bond Covalent Radii for Elements 1-118. Chemistry: A European Journal. 2008-12-22. Vol. 15 (1). hlm. 186–197. doi:10.1002/chem.200800987.
  89. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  90. B. K. Sharma. Nuclear and radiation chemistry. Krishna Prakashan Media. 2001. hlm. 147. ISBN 978-81-85842-63-9.
  91. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  92. Glenn T. Seaborg. Modern alchemy. World Scientific. 1994. hlm. 172. ISBN 978-981-02-1440-1.
  93. N. Takahashi. Boiling points of the superheavy elements 117 and 118. Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry. 2002. Vol. 251 (2). hlm. 299–301. doi:10.1023/A:1014880730282.
  94. H. Luig. Encyclopedia of industrial chemistry. Wiley-VCH. 2005. hlm. 23. doi:10.1002/14356007.a22_499. ISBN 978-3-527-30673-2.
  95. J. Punter. The essentials of GCSE OCR Additional science for specification B. Letts and Lonsdale. 2006. hlm. 36. ISBN 978-1-905129-73-7.
  96. E. Wiberg. Inorganic chemistry. Academic Press. 2001. hlm. 423. ISBN 978-0-12-352651-9.
  97. K. Otozai. Estimation of the chemical form and the boiling point of elementary astatine by radiogas-chromatography. Radiochimica Acta. 1982. Vol. 31 (3‒4). hlm. 201‒203. doi:10.1524/ract.1982.31.34.201.
  98. B. K. Sharma. Nuclear and radiation chemistry. Krishna Prakashan Media. 2001. hlm. 147. ISBN 978-81-85842-63-9.
  99. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  100. Ken Moody. The Chemistry of Superheavy Elements. Springer Science & Business Media. 2013-11-30. hlm. 24–8. ISBN 978-3-642-37466-1.
  101. Superheavy Element 117 Confirmed – On the Way to the "Island of Stability". GSI Helmholtz Centre for Heavy Ion Research.
  102. R. F. W. Bader. An introduction to the electronic structure of atoms and molecules. McMaster University.
  103. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  104. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  105. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  106. Glenn T. Seaborg. Modern alchemy. World Scientific. 1994. hlm. 172. ISBN 978-981-02-1440-1.
  107. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  108. Ch. Bae. Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the D 3h Structure of (117)F 3. The Journal of Physical Chemistry A. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.
  109. Y.-K. Han. Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118). Journal of Chemical Physics. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.
  110. Y.-K. Han. Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118). Journal of Chemical Physics. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.
  111. Y.-K. Han. Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118). Journal of Chemical Physics. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.
  112. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  113. Y.-K. Han. Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118). Journal of Chemical Physics. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.
  114. Y.-K. Han. Spin-orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113-118). Journal of Chemical Physics. 2000. Vol. 112 (6). hlm. 2684–2691. doi:10.1063/1.480842.
  115. Ch. Bae. Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the D 3h Structure of (117)F 3. The Journal of Physical Chemistry A. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.
  116. Ch. Bae. Spin−Orbit and Relativistic Effects on Structures and Stabilities of Group 17 Fluorides EF 3 (E = I, At, and Element 117): Relativity Induced Stability for the D 3h Structure of (117)F 3. The Journal of Physical Chemistry A. 2003-01-18. Vol. 107 (6). hlm. 852–858. doi:10.1021/jp026531m.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29487586 (2026-07-23T04:07:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.