Radium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29444908; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Radium226.jpg|thumb|right|280px|Radium226]] | |||
'''Radium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ra''' dan [[nomor atom]] 88. Radium merupakan unsur [[Logam alkali tanah|golongan 2]] keenam dalam [[tabel periodik]], juga dikenal sebagai [[logam alkali tanah]]. Radium murni berwarna putih keperakan, tetapi mudah bereaksi dengan nitrogen (daripada oksigen) saat terpapar udara, membentuk radium nitrida (Ra<sub>3</sub>N<sub>2</sub>) dengan lapisan permukaan hitam. Semua [[isotop]] radium bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan yang paling stabil adalah [[radium-226]] dengan [[waktu paruh]] 1.600 tahun. Ketika radium meluruh, ia memancarkan [[radiasi pengion]] sebagai produk sampingan, yang dapat menimbulkan bahan kimia [[fluoresensi|fluoresen]] dan menyebabkan [[radioluminesensi|radioluminesen]]. | '''Radium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Ra''' dan [[nomor atom]] 88. Radium merupakan unsur [[Logam alkali tanah|golongan 2]] keenam dalam [[tabel periodik]], juga dikenal sebagai [[logam alkali tanah]]. Radium murni berwarna putih keperakan, tetapi mudah bereaksi dengan nitrogen (daripada oksigen) saat terpapar udara, membentuk radium nitrida (Ra<sub>3</sub>N<sub>2</sub>) dengan lapisan permukaan hitam. Semua [[isotop]] radium bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan yang paling stabil adalah [[radium-226]] dengan [[waktu paruh]] 1.600 tahun. Ketika radium meluruh, ia memancarkan [[radiasi pengion]] sebagai produk sampingan, yang dapat menimbulkan bahan kimia [[fluoresensi|fluoresen]] dan menyebabkan [[radioluminesensi|radioluminesen]]. | ||
Radium, dalam bentuk [[radium klorida]], [[Penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] pada tahun 1898 dari bijih yang ditambang di [[Jáchymov]]. Mereka mengekstraksi senyawa radium dari [[uraninit]] dan menerbitkan penemuan tersebut di [[Akademi Sains Prancis]] lima hari kemudian. Radium diisolasi dalam bentuk [[logam]]nya oleh Marie Curie dan [[André-Louis Debierne]] melalui [[elektrolisis]] radium klorida pada tahun 1911. | Radium, dalam bentuk [[radium klorida]], [[Penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] pada tahun 1898 dari bijih yang ditambang di [[Jáchymov]]. Mereka mengekstraksi senyawa radium dari [[uraninit]] dan menerbitkan penemuan tersebut di [[Akademi Sains Prancis]] lima hari kemudian. Radium diisolasi dalam bentuk [[logam]]nya oleh Marie Curie dan [[André-Louis Debierne]] melalui [[elektrolisis]] radium klorida pada tahun 1911.<ref>[http://www.rsc.org/periodic-table/element/88/radium Radium]. Royal Society of Chemistry.</ref> | ||
Di alam, radium ditemukan dalam bijih [[uranium]] dan (pada tingkat yang lebih rendah) [[torium]] dalam jumlah renik sekecil sepertujuh gram per ton uraninit. Radium tidak diperlukan untuk [[Peran biologis unsur kimia|makhluk hidup]], dan efek kesehatan yang merugikan mungkin terjadi ketika dimasukkan ke dalam proses biokimia karena radioaktivitas dan reaktivitas kimianya. Sejak tahun 2014, selain penggunaannya dalam [[kedokteran nuklir]], radium tidak memiliki aplikasi komersial. Sebelumnya, sekitar tahun 1950-an, ia digunakan sebagai sumber radioaktif untuk perangkat [[radioluminesensi|radioluminesen]] dan juga dalam [[perdukunan radioaktif]] karena kekuatan penyembuhannya. Aplikasi ini tidak digunakan lagi karena toksisitas radium; hingga tahun 2020, isotop yang kurang berbahaya (dari unsur lain) malah digunakan dalam perangkat radioluminesen. | Di alam, radium ditemukan dalam bijih [[uranium]] dan (pada tingkat yang lebih rendah) [[torium]] dalam jumlah renik sekecil sepertujuh gram per ton uraninit. Radium tidak diperlukan untuk [[Peran biologis unsur kimia|makhluk hidup]], dan efek kesehatan yang merugikan mungkin terjadi ketika dimasukkan ke dalam proses biokimia karena radioaktivitas dan reaktivitas kimianya. Sejak tahun 2014, selain penggunaannya dalam [[kedokteran nuklir]], radium tidak memiliki aplikasi komersial. Sebelumnya, sekitar tahun 1950-an, ia digunakan sebagai sumber radioaktif untuk perangkat [[radioluminesensi|radioluminesen]] dan juga dalam [[perdukunan radioaktif]] karena kekuatan penyembuhannya. Aplikasi ini tidak digunakan lagi karena toksisitas radium; hingga tahun 2020, isotop yang kurang berbahaya (dari unsur lain) malah digunakan dalam perangkat radioluminesen. | ||
==Sifat fisik== | ==Sifat fisik== | ||
Radium adalah [[logam alkali tanah]] terberat yang diketahui dan merupakan satu-satunya anggota yang bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dari golongannya. Sifat fisik dan kimianya paling mirip dengan [[Kongener (kimia)|kongener]]nya yang lebih ringan, [[barium]]. | Radium adalah [[logam alkali tanah]] terberat yang diketahui dan merupakan satu-satunya anggota yang bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dari golongannya. Sifat fisik dan kimianya paling mirip dengan [[Kongener (kimia)|kongener]]nya yang lebih ringan, [[barium]].<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 112</ref> | ||
Radium murni adalah logam [[volatilitas (kimia)|volatil]] yang berwarna putih keperakan, meskipun kongenernya yang lebih ringan seperti [[kalsium]], [[stronsium]], dan [[barium]] memiliki sedikit warna kuning. Rona ini dengan cepat menghilang saat terpapar udara, menghasilkan lapisan hitam yang mungkin merupakan [[radium nitrida]] (Ra<sub>3</sub>N<sub>2</sub>). [[Titik lebur]]nya adalah atau dan [[titik didih]]nya adalah ; tetapi, nilai ini belumlah mapan. Kedua nilai ini sedikit lebih rendah daripada barium, membenarkan [[tren periodik]] ke bawah unsur-unsur golongan 2. Seperti barium dan [[logam alkali]], radium mengkristal dalam struktur [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]] pada [[temperatur dan tekanan standar]]: jarak ikatan radium–radium adalah 514,8 [[pikometer]]. Radium memiliki massa jenis sebesar 5,5 g/cm<sup>3</sup>, lebih tinggi dari barium, sekali lagi membenarkan tren periodik; rasio massa jenis radium–barium sebanding dengan rasio massa atom radium–barium, karena struktur kristal kedua unsur tersebut yang mirip. | Radium murni adalah logam [[volatilitas (kimia)|volatil]] yang berwarna putih keperakan, meskipun kongenernya yang lebih ringan seperti [[kalsium]], [[stronsium]], dan [[barium]] memiliki sedikit warna kuning.<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 112</ref> Rona ini dengan cepat menghilang saat terpapar udara, menghasilkan lapisan hitam yang mungkin merupakan [[radium nitrida]] (Ra<sub>3</sub>N<sub>2</sub>).<ref>Kirby dkk., hlm. 4</ref> [[Titik lebur]]nya adalah atau dan [[titik didih]]nya adalah ; tetapi, nilai ini belumlah mapan.<ref>[https://web.archive.org/web/20130615033023/http://global.britannica.com/EBchecked/topic/489270/radium-Ra Radium]. ''Encyclopædia Britannica''</ref> Kedua nilai ini sedikit lebih rendah daripada barium, membenarkan [[tren periodik]] ke bawah unsur-unsur golongan 2.<ref>D. R. Lide. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide CRC Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0484-2.</ref> Seperti barium dan [[logam alkali]], radium mengkristal dalam struktur [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]] pada [[temperatur dan tekanan standar]]: jarak ikatan radium–radium adalah 514,8 [[pikometer]].<ref>F. Weigel. ''Zur Kristallchemie des Radiums''. ''Radiochim. Acta''. 1968. Vol. 10 (1–2). hlm. 78. doi:10.1524/ract.1968.10.12.78.</ref> Radium memiliki massa jenis sebesar 5,5 g/cm<sup>3</sup>, lebih tinggi dari barium, sekali lagi membenarkan tren periodik; rasio massa jenis radium–barium sebanding dengan rasio massa atom radium–barium,<ref>Young, David A. [https://books.google.com/books?id=F2HVYh6wLBcC&pg=PA85 Phase Diagrams of the Elements]. University of California Press. 1991. hlm. 85. ISBN 978-0-520-91148-2.</ref> karena struktur kristal kedua unsur tersebut yang mirip.<ref>Young, David A. [https://books.google.com/books?id=F2HVYh6wLBcC&pg=PA85 Phase Diagrams of the Elements]. University of California Press. 1991. hlm. 85. ISBN 978-0-520-91148-2.</ref><ref>[http://wwwhomes.uni-bielefeld.de/achim/ele_structures.html "Crystal Structures of the Chemical Elements at 1 bar"] . uni-bielefeld.de.</ref> | ||
==Sifat kimia== | ==Sifat kimia== | ||
Radium, seperti barium, adalah logam yang sangat [[Reaktivitas (kimia)|reaktif]] dan selalu menunjukkan keadaan oksidasi +2 seperti unsur golongan 2 lainnya. Ia membentuk [[Ion#Anion dan kation|kation]] Ra<sup>2+</sup> yang nirwarna dalam [[larutan berair]], yang sangat [[basa]] dan tidak mudah membentuk [[Kompleks koordinasi|kompleks]]. Sebagian besar senyawa radium merupakan senyawa [[Ikatan ionik|ionik]] sederhana, meskipun diperkirakan adanya partisipasi dari elektron 6s dan 6p (selain elektron valensi 7s) karena [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]] dan akan meningkatkan karakter [[Ikatan kovalen|kovalen]] senyawa radium seperti Ra[[Fluorin|F]]<sub>2</sub> dan Ra[[Astatin|At]]<sub>2</sub>. Untuk alasan ini, [[potensial elektroda standar]] untuk setengah reaksi Ra<sup>2+</sup> (aq) + 2e<sup>−</sup> → Ra (s) adalah −2,916 [[volt|V]], bahkan sedikit lebih rendah dari nilai −2,92 V untuk barium, sedangkan nilai sebelumnya naik dengan halus ke bawah golongan (Ca: −2,84 V; Sr: −2,89 V; Ba: −2,92 V). Nilai barium dan radium hampir persis sama dengan logam alkali yang lebih berat, [[kalium]], [[rubidium]], dan [[sesium]]. | Radium, seperti barium, adalah logam yang sangat [[Reaktivitas (kimia)|reaktif]] dan selalu menunjukkan keadaan oksidasi +2 seperti unsur golongan 2 lainnya.<ref>Kirby dkk., hlm. 4</ref> Ia membentuk [[Ion#Anion dan kation|kation]] Ra<sup>2+</sup> yang nirwarna dalam [[larutan berair]], yang sangat [[basa]] dan tidak mudah membentuk [[Kompleks koordinasi|kompleks]].<ref>Kirby dkk., hlm. 4</ref> Sebagian besar senyawa radium merupakan senyawa [[Ikatan ionik|ionik]] sederhana,<ref>Kirby dkk., hlm. 4</ref> meskipun diperkirakan adanya partisipasi dari elektron 6s dan 6p (selain elektron valensi 7s) karena [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]] dan akan meningkatkan karakter [[Ikatan kovalen|kovalen]] senyawa radium seperti Ra[[Fluorin|F]]<sub>2</sub> dan Ra[[Astatin|At]]<sub>2</sub>.<ref>John S. Thayer. ''Relativistic Methods for Chemists''. 2010. Vol. 10. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9974-8.</ref> Untuk alasan ini, [[potensial elektroda standar]] untuk setengah reaksi Ra<sup>2+</sup> (aq) + 2e<sup>−</sup> → Ra (s) adalah −2,916 [[volt|V]], bahkan sedikit lebih rendah dari nilai −2,92 V untuk barium, sedangkan nilai sebelumnya naik dengan halus ke bawah golongan (Ca: −2,84 V; Sr: −2,89 V; Ba: −2,92 V).<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 111</ref> Nilai barium dan radium hampir persis sama dengan logam alkali yang lebih berat, [[kalium]], [[rubidium]], dan [[sesium]].<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 111</ref> | ||
===Senyawa=== | ===Senyawa=== | ||
Senyawa radium padat berwarna putih karena ion radium tidak memberikan pewarnaan khusus, tetapi secara bertahap berubah menjadi kuning dan kemudian menjadi gelap seiring waktu karena [[radiolisis]] sendiri dari [[peluruhan alfa]] radium. Senyawa radium yang tak larut [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan semua senyawa barium, sebagian besar [[stronsium]], dan sebagian besar [[timbal]]. | Senyawa radium padat berwarna putih karena ion radium tidak memberikan pewarnaan khusus, tetapi secara bertahap berubah menjadi kuning dan kemudian menjadi gelap seiring waktu karena [[radiolisis]] sendiri dari [[peluruhan alfa]] radium.<ref>Kirby dkk., hlm. 4</ref> Senyawa radium yang tak larut [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan semua senyawa barium, sebagian besar [[stronsium]], dan sebagian besar [[timbal]].<ref>Kirby dkk., hlm. 8</ref> | ||
[[Radium oksida]] (RaO) belum dicirikan jauh melewati keberadaannya, meskipun oksida menjadi senyawa umum untuk logam alkali tanah lainnya. [[Radium hidroksida]] (Ra(OH)<sub>2</sub>) adalah yang paling mudah larut di antara hidroksida alkali tanah dan merupakan basa yang lebih kuat daripada kongener bariumnya, [[barium hidroksida]]. Ia juga lebih mudah larut daripada [[aktinium hidroksida]] dan [[torium hidroksida]]: ketiga hidroksida yang berdekatan ini dapat dipisahkan dengan mengendapkannya dengan [[amonia]]. | [[Radium oksida]] (RaO) belum dicirikan jauh melewati keberadaannya, meskipun oksida menjadi senyawa umum untuk logam alkali tanah lainnya. [[Radium hidroksida]] (Ra(OH)<sub>2</sub>) adalah yang paling mudah larut di antara hidroksida alkali tanah dan merupakan basa yang lebih kuat daripada kongener bariumnya, [[barium hidroksida]].<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> Ia juga lebih mudah larut daripada [[aktinium hidroksida]] dan [[torium hidroksida]]: ketiga hidroksida yang berdekatan ini dapat dipisahkan dengan mengendapkannya dengan [[amonia]].<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> | ||
[[Radium klorida]] (RaCl<sub>2</sub>) adalah senyawa nirwarna dan bercahaya. Ia menjadi kuning setelah beberapa waktu karena pengrusakan diri akibat [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] yang dilepaskan oleh radium ketika meluruh. Sejumlah kecil pengotor barium memberikan warna mawar pada senyawa tersebut. Ia larut dalam air, meskipun kurang dari [[barium klorida]], dan kelarutannya menurun dengan meningkatnya konsentrasi [[asam klorida]]. Kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaCl<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O, isomorf dengan analog bariumnya. | [[Radium klorida]] (RaCl<sub>2</sub>) adalah senyawa nirwarna dan bercahaya. Ia menjadi kuning setelah beberapa waktu karena pengrusakan diri akibat [[Peluruhan alfa|radiasi alfa]] yang dilepaskan oleh radium ketika meluruh. Sejumlah kecil pengotor barium memberikan warna mawar pada senyawa tersebut.<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> Ia larut dalam air, meskipun kurang dari [[barium klorida]], dan kelarutannya menurun dengan meningkatnya konsentrasi [[asam klorida]]. Kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaCl<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O, isomorf dengan analog bariumnya.<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> | ||
[[Radium bromida]] (RaBr<sub>2</sub>) juga merupakan senyawa nirwarna dan bercahaya. Dalam air, ia lebih larut daripada radium klorida. Seperti radium klorida, kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaBr<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O, isomorf dengan analog bariumnya. Radiasi pengion yang dipancarkan oleh radium bromida mengeksitasi molekul [[nitrogen]] di udara, membuatnya bercahaya. [[Partikel alfa]] yang dipancarkan oleh radium dengan cepat mendapatkan dua elektron untuk menjadi helium netral, yang menumpuk di dalam dan melemahkan kristal radium bromida. Efek ini terkadang menyebabkan kristal itu pecah atau bahkan meledak. | [[Radium bromida]] (RaBr<sub>2</sub>) juga merupakan senyawa nirwarna dan bercahaya.<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> Dalam air, ia lebih larut daripada radium klorida. Seperti radium klorida, kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaBr<sub>2</sub>·2H<sub>2</sub>O, isomorf dengan analog bariumnya. Radiasi pengion yang dipancarkan oleh radium bromida mengeksitasi molekul [[nitrogen]] di udara, membuatnya bercahaya. [[Partikel alfa]] yang dipancarkan oleh radium dengan cepat mendapatkan dua elektron untuk menjadi helium netral, yang menumpuk di dalam dan melemahkan kristal radium bromida. Efek ini terkadang menyebabkan kristal itu pecah atau bahkan meledak.<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> | ||
[[Radium nitrat]] (Ra(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>) adalah senyawa berwarna putih yang dapat dibuat dengan melarutkan [[radium karbonat]] dalam [[asam nitrat]]. Dengan meningkatnya konsentrasi asam nitrat, kelarutan radium nitrat menurun, suatu sifat penting untuk pemurnian radium secara kimia. | [[Radium nitrat]] (Ra(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>) adalah senyawa berwarna putih yang dapat dibuat dengan melarutkan [[radium karbonat]] dalam [[asam nitrat]]. Dengan meningkatnya konsentrasi asam nitrat, kelarutan radium nitrat menurun, suatu sifat penting untuk pemurnian radium secara kimia.<ref>Kirby dkk., hlm. 4–8</ref> | ||
Radium membentuk garam tak larut yang hampir sama dengan barium, kongenernya yang lebih ringan: ia membentuk [[radium sulfat|sulfat]] (RaSO<sub>4</sub>, sulfat yang diketahui paling tak larut), [[radium kromat|kromat]] (RaCrO<sub>4</sub>), [[radium karbonat|karbonat]] (RaCO<sub>3</sub>), [[radium iodat|iodat]] (Ra(IO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), [[radium tetrafluoroberilat|tetrafluoroberilat]] (RaBeF<sub>4</sub>), dan nitrat (Ra(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>). Dengan pengecualian karbonat, semua garam ini kurang larut dalam air dibandingkan dengan garam barium yang sesuai, tetapi semuanya bersifat isostruktural dibandingkan rekan bariumnya. Selain itu, [[radium fosfat]], [[radium oksalat|oksalat]], dan [[radium sulfit|sulfit]] mungkin juga tak larut, karena mereka [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan garam barium tak larut yang sesuai. Ketidaklarutan radium sulfat yang tinggi (pada suhu 20 °C, hanya 2,1 [[Kilogram#Kelipatan SI|mg]] yang akan larut dalam 1 [[kilogram|kg]] air) mengartikan bahwa ia adalah salah satu senyawa radium yang kurang berbahaya secara biologis. Jari-jari ionik Ra<sup>2+</sup> yang besar (148 pm) menghasilkan kompleksasi yang lemah dan ekstraksi radium yang buruk dari larutan berair ketika pH-nya tidak tinggi. | Radium membentuk garam tak larut yang hampir sama dengan barium, kongenernya yang lebih ringan: ia membentuk [[radium sulfat|sulfat]] (RaSO<sub>4</sub>, sulfat yang diketahui paling tak larut), [[radium kromat|kromat]] (RaCrO<sub>4</sub>), [[radium karbonat|karbonat]] (RaCO<sub>3</sub>), [[radium iodat|iodat]] (Ra(IO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), [[radium tetrafluoroberilat|tetrafluoroberilat]] (RaBeF<sub>4</sub>), dan nitrat (Ra(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>). Dengan pengecualian karbonat, semua garam ini kurang larut dalam air dibandingkan dengan garam barium yang sesuai, tetapi semuanya bersifat isostruktural dibandingkan rekan bariumnya. Selain itu, [[radium fosfat]], [[radium oksalat|oksalat]], dan [[radium sulfit|sulfit]] mungkin juga tak larut, karena mereka [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan garam barium tak larut yang sesuai.<ref>Kirby dkk., hlm. 8–9</ref> Ketidaklarutan radium sulfat yang tinggi (pada suhu 20 °C, hanya 2,1 [[Kilogram#Kelipatan SI|mg]] yang akan larut dalam 1 [[kilogram|kg]] air) mengartikan bahwa ia adalah salah satu senyawa radium yang kurang berbahaya secara biologis.<ref>Kirby dkk., hlm. 12</ref> Jari-jari ionik Ra<sup>2+</sup> yang besar (148 pm) menghasilkan kompleksasi yang lemah dan ekstraksi radium yang buruk dari larutan berair ketika pH-nya tidak tinggi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Isotop== | ==Isotop== | ||
Radium memiliki 33 isotop yang diketahui, dengan [[nomor massa]] dari 202 hingga 234: semuanya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Empat di antaranya – [[radium-223|<sup>223</sup>Ra]] ([[waktu paruh]] 11,4 hari), <sup>224</sup>Ra (3,64 hari), <sup>226</sup>Ra (1600 tahun), dan <sup>228</sup>Ra (5,75 tahun) – terjadi secara alami dalam [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[torium]]-232, [[uranium-235]], dan [[uranium-238]] yang primordial (<sup>223</sup>Ra dari uranium-235, <sup>226</sup>Ra dari uranium-238, dan dua lainnya dari torium-232). Namun, isotop-isotop ini masih memiliki [[waktu paruh]] yang terlalu pendek untuk menjadi [[Nuklida primordial|radionuklida primordial]] dan hanya ada di alam dari rantai peluruhan ini.<ref>[https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1027502/ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964]; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.</ref> Bersama dengan <sup>225</sup>Ra yang sebagian besar [[Radioisotop sintetis|dibuat]] oleh manusia (15 hari), yang terjadi di alam hanya sebagai produk peluruhan [[Isotop neptunium#Neptunium-237|neptunium-237]] dalam jumlah jejak,<ref>D. F. Peppard. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172698/ Occurrence of the (4n + 1) series in nature]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1952. Vol. 74 (23). hlm. 6081–6084. doi:10.1021/ja01143a074.</ref> mereka adalah lima isotop radium yang paling stabil.<ref>R.C. Ropp. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/B9780444595508000016 The Alkaline Earths as Metals]. Elsevier. 2013. hlm. 1–23. doi:10.1016/b978-0-444-59550-8.00001-6. ISBN 978-0-444-59550-8.</ref> Semua 27 isotop radium lainnya yang diketahui memiliki waktu paruh di bawah dua jam, dan sebagian besar memiliki waktu paruh di bawah satu menit. Setidaknya 12 [[isomer nuklir]] telah dilaporkan; yang paling stabil adalah radium-205m, dengan waktu paruh antara 130 dan 230 milidetik; ini masih lebih pendek dari dua puluh empat isotop radium [[keadaan dasar]]. | |||
Dalam sejarah awal studi radioaktivitas, berbagai isotop alami radium diberi nama yang berbeda. Dalam skema ini, <sup>223</sup>Ra diberi nama aktinium X (AcX), <sup>224</sup>Ra torium X (ThX), <sup>226</sup>Ra radium (Ra), dan <sup>228</sup>Ra mesotorium 1 (MsTh<sub>1</sub>).<ref>[https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1027502/ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964]; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.</ref> Ketika diketahui bahwa semua ini adalah isotop dari unsur yang sama, banyak dari nama ini tidak digunakan lagi, dan "radium" merujuk pada semua isotop, bukan hanya <sup>226</sup>Ra. Beberapa produk peluruhan radium-226 menerima nama historis termasuk "radium", mulai dari radium A hingga radium G, dengan huruf yang menunjukkan kira-kira seberapa jauh mereka menuruni rantai dari induknya <sup>226</sup>Ra. Radium emanation = <sup>222</sup>Rn, RaA = <sup>218</sup>Po, RaB = <sup>214</sup>Pb, RaC = <sup>214</sup>Bi, RaC<sub>1</sub> = <sup>214</sup>Po, RaC<sub>2</sub> = <sup>210</sup>Tl, RaD = <sup>210</sup>Pb, RaE = <sup>210</sup>Bi, RaF = <sup>210</sup>Po dan RaG = <sup>206</sup>Pb.<ref>R.C. Ropp. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/B9780444595508000016 The Alkaline Earths as Metals]. Elsevier. 2013. hlm. 1–23. doi:10.1016/b978-0-444-59550-8.00001-6. ISBN 978-0-444-59550-8.</ref><ref>W. Kuhn. [https://doi.org/10.1080/14786441108564923 LXVIII. Scattering of thorium C" γ-radiation by radium G and ordinary lead]. ''The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science''. 1929. Vol. 8 (52). hlm. 628. doi:10.1080/14786441108564923.</ref> | |||
<sup>226</sup>Ra adalah isotop radium yang paling stabil dan merupakan isotop terakhir dalam rantai peluruhan uranium-238 (4''n'' + 2) dengan waktu paruh lebih dari satu milenium: ia membentuk hampir semua radium alami. Produk peluruhan langsungnya adalah [[gas mulia]] radioaktif padat [[radon]] (secara spesifik isotop [[radon-222|<sup>222</sup>Rn]]), yang bertanggung jawab atas banyak bahaya radium lingkungan.<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> Ia 2,7 juta kali lebih radioaktif daripada [[Jumlah zat|jumlah molar]] [[uranium]] alami yang sama (kebanyakan uranium-238), karena waktu paruhnya yang secara proporsional lebih pendek.<ref>Frederick Soddy. [https://books.google.com/books?id=ojaelt2o7AQC&pg=PA139 The Interpretation of Radium]. 25 Agustus 2004. hlm. 139–. ISBN 978-0-486-43877-1.</ref><ref>Marjorie C. Malley. [https://archive.org/details/radioactivityhis0000mall Radioactivity]. Oxford University Press. 2011. hlm. [https://archive.org/details/radioactivityhis0000mall/page/115 115]–. ISBN 978-0-19-983178-4.</ref> | |||
<sup>226</sup>Ra adalah isotop radium yang paling stabil dan merupakan isotop terakhir dalam rantai peluruhan uranium-238 (4''n'' + 2) dengan waktu paruh lebih dari satu milenium: ia membentuk hampir semua radium alami. Produk peluruhan langsungnya adalah [[gas mulia]] radioaktif padat [[radon]] (secara spesifik isotop [[radon-222|<sup>222</sup>Rn]]), yang bertanggung jawab atas banyak bahaya radium lingkungan. Ia 2,7 juta kali lebih radioaktif daripada [[Jumlah zat|jumlah molar]] [[uranium]] alami yang sama (kebanyakan uranium-238), karena waktu paruhnya yang secara proporsional lebih pendek. | |||
Sampel logam radium mempertahankan dirinya pada [[suhu]] yang lebih tinggi daripada lingkungannya karena radiasi yang dipancarkannya – [[partikel alfa]], [[partikel beta]], dan [[sinar gama]]. Lebih spesifik lagi, radium alami (yang sebagian besar adalah <sup>226</sup>Ra) sebagian besar memancarkan partikel alfa, tetapi langkah-langkah lain dalam rantai peluruhannya ([[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium atau radium]]) memancarkan partikel alfa atau beta, dan hampir semua emisi partikel disertai dengan sinar gama. | Sampel logam radium mempertahankan dirinya pada [[suhu]] yang lebih tinggi daripada lingkungannya karena radiasi yang dipancarkannya – [[partikel alfa]], [[partikel beta]], dan [[sinar gama]]. Lebih spesifik lagi, radium alami (yang sebagian besar adalah <sup>226</sup>Ra) sebagian besar memancarkan partikel alfa, tetapi langkah-langkah lain dalam rantai peluruhannya ([[Deret radioaktif#Deret uranium (atau deret radium)|deret uranium atau radium]]) memancarkan partikel alfa atau beta, dan hampir semua emisi partikel disertai dengan sinar gama.<ref>R. J. Strutt. [https://books.google.com/books?id=alC0vvE-ZUwC&pg=PA133 The Becquerel Rays and the Properties of Radium]. 7 September 2004. hlm. 133–. ISBN 978-0-486-43875-7.</ref> | ||
Pada tahun 2013 di [[CERN]], ditemukan bahwa inti radium-224 berbentuk buah pir menggunakan teknik yang disebut [[eksitasi Coulomb]]. Ini adalah penemuan pertama dari inti asimetris. Ini adalah bukti kuat bahwa inti atom tertentu yang berat dan tidak stabil telah mengubah inti menjadi, dalam hal ini, berbentuk buah pir. | Pada tahun 2013 di [[CERN]], ditemukan bahwa inti radium-224 berbentuk buah pir menggunakan teknik yang disebut [[eksitasi Coulomb]]. Ini adalah penemuan pertama dari inti asimetris.<ref>[https://home.cern/about/updates/2013/05/first-observations-short-lived-pear-shaped-atomic-nuclei First observations of short-lived pear-shaped atomic nuclei – CERN]. ''home.cern''.</ref> Ini adalah bukti kuat bahwa inti atom tertentu yang berat dan tidak stabil telah mengubah inti menjadi, dalam hal ini, berbentuk buah pir.<ref>L. P. Gaffney. [https://lirias.kuleuven.be/handle/123456789/400663 Studies of pear-shaped nuclei using accelerated radioactive beams]. ''Nature''. 2013. Vol. 497 (7448). hlm. 199–204. doi:10.1038/nature12073.</ref> | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Semua isotop radium memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek daripada [[usia Bumi]], sehingga setiap radium primordial telah meluruh sejak lama. Meskipun demikian, radium masih terdapat [[Radium dan radon di lingkungan|di lingkungan]], karena isotop <sup>223</sup>Ra, <sup>224</sup>Ra, <sup>226</sup>Ra, dan <sup>228</sup>Ra merupakan bagian dari rantai peluruhan isotop torium dan uranium alami; karena torium dan uranium memiliki waktu paruh yang sangat panjang, [[produk peluruhan|produk-produk]] ini terus-menerus diregenerasi dari peluruhannya. Dari keempat isotop ini, yang berumur paling panjang adalah <sup>226</sup>Ra (waktu paruh 1600 tahun), sebuah produk peluruhan uranium alami. Karena umurnya yang relatif panjang, <sup>226</sup>Ra adalah isotop yang paling umum dari unsur tersebut, membentuk sekitar satu [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] kerak Bumi; pada dasarnya semua radium alami adalah <sup>226</sup>Ra. Dengan demikian, radium ditemukan dalam jumlah kecil dalam bijih uranium [[uraninit]] dan berbagai mineral uranium lainnya, dan bahkan dalam jumlah yang lebih kecil dalam [[mineral]] torium. Satu [[ton]] uraninit biasanya menghasilkan sekitar sepertujuh [[gram]] radium. Satu kilogram [[kerak Bumi]] mengandung sekitar 900 [[Piko-|pikogram]] radium, dan satu [[liter]] [[air laut]] mengandung sekitar 89 [[Femto-|femtogram]] radium. | Semua isotop radium memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek daripada [[usia Bumi]], sehingga setiap radium primordial telah meluruh sejak lama. Meskipun demikian, radium masih terdapat [[Radium dan radon di lingkungan|di lingkungan]], karena isotop <sup>223</sup>Ra, <sup>224</sup>Ra, <sup>226</sup>Ra, dan <sup>228</sup>Ra merupakan bagian dari rantai peluruhan isotop torium dan uranium alami; karena torium dan uranium memiliki waktu paruh yang sangat panjang, [[produk peluruhan|produk-produk]] ini terus-menerus diregenerasi dari peluruhannya.<ref>[https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1027502/ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964]; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.</ref> Dari keempat isotop ini, yang berumur paling panjang adalah <sup>226</sup>Ra (waktu paruh 1600 tahun), sebuah produk peluruhan uranium alami. Karena umurnya yang relatif panjang, <sup>226</sup>Ra adalah isotop yang paling umum dari unsur tersebut, membentuk sekitar satu [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] kerak Bumi; pada dasarnya semua radium alami adalah <sup>226</sup>Ra.<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110</ref> Dengan demikian, radium ditemukan dalam jumlah kecil dalam bijih uranium [[uraninit]] dan berbagai mineral uranium lainnya, dan bahkan dalam jumlah yang lebih kecil dalam [[mineral]] torium. Satu [[ton]] uraninit biasanya menghasilkan sekitar sepertujuh [[gram]] radium.<ref>[http://periodic.lanl.gov/88.shtml "Radium"] , Laboratorium Nasional Los Alamos. Diakses tanggal 13 Maret 2023.</ref> Satu kilogram [[kerak Bumi]] mengandung sekitar 900 [[Piko-|pikogram]] radium, dan satu [[liter]] [[air laut]] mengandung sekitar 89 [[Femto-|femtogram]] radium.<ref>Section 14, Geophysics, Astronomy, and Acoustics; Abundance of Elements in the Earth's Crust and in the Sea, in Lide, David R. (ed.), ''CRC Handbook of Chemistry and Physics, Edisi ke-85''. CRC Press. Boca Raton, Florida (2005).</ref> | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Radium [[Penemuan unsur kimia|ditemukan]] oleh [[Marie Curie|Marie Skłodowska-Curie]] dan suaminya [[Pierre Curie]] pada tanggal 21 Desember 1898, dalam sampel [[uraninit]] dari [[Jáchymov]].<ref>Hammond, C. R. "Radium" dalam</ref> Saat mempelajari mineral sebelumnya, Curie mengeluarkan uranium darinya dan menemukan bahwa bahan yang tersisa masih bersifat radioaktif. Pada Juli 1898, saat mempelajari bijih-bijih uranium, mereka mengisolasi unsur yang mirip dengan [[bismut]] yang ternyata adalah [[polonium]]. Mereka kemudian mengisolasi campuran radioaktif yang terdiri dari dua komponen: senyawa [[barium]], yang memberikan warna nyala api hijau cemerlang, dan senyawa radioaktif tak dikenal yang memberikan [[garis spektrum]] berwarna [[merah serah]] yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Curie menemukan senyawa radioaktif yang sangat mirip dengan senyawa barium, hanya saja mereka kurang larut. Penemuan ini memungkinkan Curie mengisolasi senyawa radioaktif dan menemukan unsur baru di dalamnya. Curie mengumumkan penemuan mereka ke [[Akademi Sains Prancis]] pada 26 Desember 1898.<ref>Curie, Pierre. [http://www.aip.org/history/curie/discover.htm Sur une nouvelle substance fortement radio-active, contenue dans la pechblende (On a new, strongly radioactive substance contained in pitchblende)]. ''Comptes Rendus''. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.</ref> Penamaan radium berasal dari sekitar tahun 1899, dari kata dalam bahasa Prancis ''radium'', terbentuk dalam bahasa Latin Modern dari ''radius'' (''sinar''): ini sebagai pengakuan atas kekuatan radium dalam memancarkan energi dalam bentuk sinar.<ref>Ball, David W. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_1985-09_62_9/page/787 Elemental etymology: What's in a name?]. ''Journal of Chemical Education''. 1985. Vol. 62 (9). hlm. 787–788. doi:10.1021/ed062p787.</ref><ref>Fernando P. Carvalho. ''The New Uranium Mining Boom''. 2011. hlm. 3–13. doi:10.1007/978-3-642-22122-4_1. ISBN 978-3-642-22121-7.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.</ref> | |||
Pada bulan September 1910, Marie Curie dan [[André-Louis Debierne]] mengumumkan bahwa mereka telah mengisolasi radium sebagai [[logam]] murni melalui [[elektrolisis]] larutan radium [[klorida]] (RaCl<sub>2</sub>) murni menggunakan [[katode|katoda]] [[raksa]], menghasilkan [[amalgam (kimia)|amalgam]] radium–raksa.<ref>Frank Moore Colby. [https://archive.org/details/bub_gb_KWEMAAAAYAAJ New International Yearbook: A Compendium of the World's Progress]. Dodd, Mead and Co. 1911. hlm. [https://archive.org/details/bub_gb_KWEMAAAAYAAJ/page/n176 152]–.</ref> Amalgam ini kemudian dipanaskan dalam atmosfer gas [[hidrogen]] untuk menghilangkan raksa, meninggalkan logam radium murni.<ref>Curie, Marie. [http://visualiseur.bnf.fr/CadresFenetre?O=NUMM-3104&I=523&M=tdm Sur le radium métallique" (On metallic radium)]. ''Comptes Rendus''. 1910. Vol. 151. hlm. 523–525.</ref> Kemudian pada tahun yang sama, E. Eoler mengisolasi radium dengan [[dekomposisi termal]] [[azida]]nya, Ra(N<sub>3</sub>)<sub>2</sub>.<ref>[https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc1027502/ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964]; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.</ref> Logam radium pertama kali diproduksi secara industri pada awal abad ke-20 oleh [[Biraco]], anak perusahaan dari [[Union Miniere|Union Minière du Haut Katanga]] (UMHK) di pabriknya yang berada di [[Olen, Belgia|Olen]], Belgia.<ref>Ronneau, C. [https://books.google.com/books?id=yCkJgKwyAVoC&pg=PA206 Biotechnology for waste management and site restoration: Technological, educational, business, political aspects]. Scientific Affairs Division, North Atlantic Treaty Organization. 1997. hlm. 206. ISBN 978-0-7923-4769-9.</ref> | |||
Satuan historis umum untuk radioaktivitas, [[Curie (satuan)|curie]], didasarkan pada radioaktivitas <sup>226</sup>Ra: satuan ini awalnya didefinisikan sebagai radioaktivitas satu gram radium-226,<ref>Frame, Paul W. [http://www.orau.org/ptp/articlesstories/thecurie.htm How the Curie Came to Be].</ref> tetapi definisi tersebut kemudian sedikit disempurnakan menjadi . | |||
Satuan historis umum untuk radioaktivitas, [[Curie (satuan)|curie]], didasarkan pada radioaktivitas <sup>226</sup>Ra: satuan ini awalnya didefinisikan sebagai radioaktivitas satu gram radium-226, tetapi definisi tersebut kemudian sedikit disempurnakan menjadi . | |||
===Aplikasi historis=== | ===Aplikasi historis=== | ||
====Cat bercahaya==== | ====Cat bercahaya==== | ||
Radium sebelumnya digunakan dalam cat [[Luminesensi|bercahaya sendiri]] untuk arloji, panel nuklir, saklar pesawat, jam, dan instrumen pelat jam. Arloji bercahaya sendiri biasa yang menggunakan cat radium mengandung sekitar 1 mikrogram radium.<ref>J. G. Jr. Terrill. [https://archive.org/details/sim_public-health-reports_1954-03_69_3/page/254 Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States]. ''Public Health Reports''. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.</ref> Pada pertengahan 1920-an, gugatan diajukan terhadap [[United States Radium Corporation]] oleh lima "[[Gadis-gadis Radium|Gadis Radium]]" yang sekarat – pelukis pelat jam yang telah melukis [[cat bercahaya]] berbasis radium pada pelat arloji dan jam. Para pelukis pelat jam diinstruksikan untuk menjilat kuas mereka untuk memberi mereka titik halus, sehingga mereka menelan radium.<ref>Frame, Paul. [https://www.orau.org/health-physics-museum/collection/radioluminescent/index.html#section-heading-main Radioluminescent Paint]. ''Museum of Radiation and Radioactivity''. Oak Ridge Associated Universities. 1999.</ref> Paparan mereka terhadap radium menyebabkan efek kesehatan yang serius termasuk luka, [[anemia]], dan [[kanker tulang]].<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> | |||
Selama litigasi, ditentukan bahwa para ilmuwan dan manajemen perusahaan telah mengambil tindakan pencegahan yang cukup untuk melindungi diri dari efek radiasi, tetapi tampaknya tidak melindungi karyawan mereka. Selain itu, selama beberapa tahun perusahaan telah berusaha menutupi efek dan menghindari tanggung jawab dengan bersikeras bahwa Gadis Radium menderita [[sifilis]]. Pengabaian total terhadap kesejahteraan karyawan ini berdampak signifikan pada perumusan [[Hukum perburuhan|UU ketenagakerjaan]] [[Penyakit akibat kerja|penyakit akibat pekerjaan]].<ref>[http://environmentalhistory.org/people/radiumgirls/ Environmental history timeline – Radium Girls]. 20 Juli 2012.</ref> | |||
Selama litigasi, ditentukan bahwa para ilmuwan dan manajemen perusahaan telah mengambil tindakan pencegahan yang cukup untuk melindungi diri dari efek radiasi, tetapi tampaknya tidak melindungi karyawan mereka. Selain itu, selama beberapa tahun perusahaan telah berusaha menutupi efek dan menghindari tanggung jawab dengan bersikeras bahwa Gadis Radium menderita [[sifilis]]. Pengabaian total terhadap kesejahteraan karyawan ini berdampak signifikan pada perumusan [[Hukum perburuhan|UU ketenagakerjaan]] [[Penyakit akibat kerja|penyakit akibat pekerjaan]]. | |||
Sebagai hasil dari gugatan tersebut, efek merugikan dari radioaktivitas diketahui secara luas, dan pelukis pelat jam radium diinstruksikan untuk melakukan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat dan dilengkapi dengan alat pelindung. Secara khusus, pelukis pelat jam tidak lagi menjilat kuas cat untuk membentuknya (yang menyebabkan beberapa garam radium tertelan). Radium masih digunakan pada pelat jam hingga tahun 1960-an, tetapi tidak ada cedera lebih lanjut pada pelukis pelat jam. Hal ini menyoroti bahwa bahaya yang dialami Gadis Radium dapat dengan mudah dihindari. | Sebagai hasil dari gugatan tersebut, efek merugikan dari radioaktivitas diketahui secara luas, dan pelukis pelat jam radium diinstruksikan untuk melakukan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat dan dilengkapi dengan alat pelindung. Secara khusus, pelukis pelat jam tidak lagi menjilat kuas cat untuk membentuknya (yang menyebabkan beberapa garam radium tertelan). Radium masih digunakan pada pelat jam hingga tahun 1960-an, tetapi tidak ada cedera lebih lanjut pada pelukis pelat jam. Hal ini menyoroti bahwa bahaya yang dialami Gadis Radium dapat dengan mudah dihindari.<ref>Rowland, R. E. (1995) [http://www.osti.gov/accomplishments/documents/fullText/ACC0029.pdf Radium in humans: a review of U.S. studies] . Argonne National Laboratory. hlm. 22</ref> | ||
Sejak tahun 1960-an penggunaan cat radium dihentikan. Dalam banyak kasus, pelat jam bercahaya diimplementasikan dengan bahan fluoresen nonradioaktif yang dieksitasi oleh cahaya; perangkat seperti itu bersinar dalam gelap setelah terpapar cahaya, tetapi cahayanya memudar. Di mana dibutuhkan luminositas sendiri yang tahan lama dalam kegelapan, cat radioaktif [[prometium]]-147 (waktu paruh 2,6 tahun) atau [[tritium]] (waktu paruh 12 tahun) lebih aman digunakan; keduanya terus digunakan hingga tahun 2004. Keduanya memiliki keuntungan tambahan, yaitu tidak menurunkan [[fosfor]] dari waktu ke waktu, tidak seperti radium. Tritium memancarkan [[Peluruhan beta|radiasi beta]] berenergi sangat rendah (bahkan berenergi lebih rendah daripada radiasi beta yang dipancarkan oleh prometium) yang tidak dapat menembus kulit, dan bukan radiasi gama yang memenetrasi seperti radium, serta dianggap lebih aman. | Sejak tahun 1960-an penggunaan cat radium dihentikan. Dalam banyak kasus, pelat jam bercahaya diimplementasikan dengan bahan fluoresen nonradioaktif yang dieksitasi oleh cahaya; perangkat seperti itu bersinar dalam gelap setelah terpapar cahaya, tetapi cahayanya memudar.<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> Di mana dibutuhkan luminositas sendiri yang tahan lama dalam kegelapan, cat radioaktif [[prometium]]-147 (waktu paruh 2,6 tahun) atau [[tritium]] (waktu paruh 12 tahun) lebih aman digunakan; keduanya terus digunakan hingga tahun 2004.<ref>Richard Tykva. [https://archive.org/details/manmadenaturalra0000unse Man-made and natural radioactivity in environmental pollution and radiochronology]. Springer. 2004. hlm. [https://archive.org/details/manmadenaturalra0000unse/page/78 78]. ISBN 978-1-4020-1860-2.</ref> Keduanya memiliki keuntungan tambahan, yaitu tidak menurunkan [[fosfor]] dari waktu ke waktu, tidak seperti radium.<ref>Avgusta Konstantinovna Lavrukhina. Nauka. 1966. hlm. 118.</ref> Tritium memancarkan [[Peluruhan beta|radiasi beta]] berenergi sangat rendah (bahkan berenergi lebih rendah daripada radiasi beta yang dipancarkan oleh prometium) yang tidak dapat menembus kulit,<ref>[https://web.archive.org/web/20130520184942/http://www.ehso.emory.edu/content-forms/3anuclidedatasafetysheets.pdf Nuclide safety data sheet: Hydrogen-3]. ehso.emory.edu</ref> dan bukan radiasi gama yang memenetrasi seperti radium, serta dianggap lebih aman.<ref>Zerriffi, Hisham. [http://www.ieer.org/reports/tritium.html#(11) Tritium: The environmental, health, budgetary, and strategic effects of the Department of Energy's decision to produce tritium]. Institute for Energy and Environmental Research. January 1996.</ref> | ||
Jam, arloji, dan instrumen yang berasal dari paruh pertama abad ke-20, sering kali dalam aplikasi militer, mungkin dicat dengan cat bercahaya radioaktif. Mereka biasanya tidak lagi bercahaya; tetapi, ini bukan karena peluruhan radioaktif radium (yang memiliki waktu paruh 1600 tahun) tetapi karena fluoresensi dari media fluoresen, seng sulfida, yang aus oleh radiasi dari radium. Munculnya lapisan cat hijau atau coklat kekuningan yang sering kali tebal pada perangkat dari periode ini menunjukkan adanya bahaya radioaktif. Dosis radiasi dari perangkat yang utuh relatif rendah dan biasanya bukan merupakan risiko akut; tetapi cat tersebut akan menjadi berbahaya jika terlepas dan terhirup atau tertelan. | Jam, arloji, dan instrumen yang berasal dari paruh pertama abad ke-20, sering kali dalam aplikasi militer, mungkin dicat dengan cat bercahaya radioaktif. Mereka biasanya tidak lagi bercahaya; tetapi, ini bukan karena peluruhan radioaktif radium (yang memiliki waktu paruh 1600 tahun) tetapi karena fluoresensi dari media fluoresen, seng sulfida, yang aus oleh radiasi dari radium.<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/351 351]–. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Munculnya lapisan cat hijau atau coklat kekuningan yang sering kali tebal pada perangkat dari periode ini menunjukkan adanya bahaya radioaktif. Dosis radiasi dari perangkat yang utuh relatif rendah dan biasanya bukan merupakan risiko akut; tetapi cat tersebut akan menjadi berbahaya jika terlepas dan terhirup atau tertelan.<ref>[https://web.archive.org/web/20130615033023/http://global.britannica.com/EBchecked/topic/489270/radium-Ra Radium]. ''Encyclopædia Britannica''</ref><ref>[http://www.vintagewatchstraps.com/luminous.htm Luminous Radium Paint] . vintagewatchstraps.com</ref> | ||
====Penggunaan medis==== | ====Penggunaan medis==== | ||
Radium (biasanya dalam bentuk [[radium klorida]] atau [[radium bromida|bromida]]) digunakan dalam [[Kedokteran|pengobatan]] untuk menghasilkan gas radon, yang selanjutnya digunakan sebagai pengobatan [[kanker]]; misalnya, beberapa sumber radon ini digunakan di Kanada pada tahun 1920-an dan 1930-an.<ref>[https://web.archive.org/web/20130615033023/http://global.britannica.com/EBchecked/topic/489270/radium-Ra Radium]. ''Encyclopædia Britannica''</ref><ref>Charles Hayter. [https://books.google.com/books?id=NtKUdnjaCxMC&pg=PA135 An Element of Hope: Radium and the Response to Cancer in Canada, 1900–1940]. McGill-Queen's Press. 2005. ISBN 978-0-7735-2869-7.</ref> Namun, banyak perawatan yang digunakan pada awal 1900-an tidak digunakan lagi karena efek berbahaya yang ditimbulkan oleh paparan radium bromida. Beberapa contoh efek ini adalah [[anemia]], kanker, dan [[mutasi|mutasi genetik]].<ref>David I. Harvie. ''The radium century''. ''Endeavour''. 1999. Vol. 23 (3). hlm. 100–5. doi:10.1016/S0160-9327(99)01201-6.</ref> Hingga tahun 2011, pemancar gama yang lebih aman seperti [[Kobalt-60|<sup>60</sup>Co]], yang lebih murah dan tersedia dalam jumlah yang lebih besar, biasanya digunakan untuk menggantikan penggunaan radium dalam aplikasi ini.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Di awal tahun 1900-an, ahli biologi menggunakan radium untuk menginduksi mutasi dan mempelajari [[genetika]]. Pada awal tahun 1904, Daniel MacDougal menggunakan radium dalam upaya untuk menentukan apakah radium dapat memicu mutasi besar secara tiba-tiba dan menyebabkan perubahan evolusi besar. [[Thomas Hunt Morgan]] menggunakan radium untuk menginduksi perubahan yang menghasilkan lalat buah bermata putih. Ahli biologi pemenang Nobel [[Hermann Joseph Muller|Hermann Muller]] secara singkat mempelajari efek radium pada mutasi lalat buah sebelum beralih ke eksperimen sinar-X yang lebih terjangkau.<ref>Vivien Hamilton. [https://www.sciencehistory.org/distillations/magazine/the-secrets-of-life The Secrets of Life: Historian Luis Campos resurrects radium's role in early genetics research]. ''Distillations''. 2016. Vol. 2 (2). hlm. 44–45.</ref> | |||
[[Howard Atwood Kelly]], salah satu dokter pendiri [[Rumah Sakit Johns Hopkins]], adalah pelopor utama dalam penggunaan medis radium untuk mengobati kanker.<ref>[http://www.hopkinsmedicine.org/about/history/history5.html The Four Founding Physicians].</ref> Pasien pertamanya adalah bibinya sendiri pada tahun 1904, yang meninggal tak lama setelah operasi.<ref>Adi E. Dastur. ''Howard Atwood Kelly: much beyond the stitch''. ''The Journal of Obstetrics and Gynecology of India''. 2011. Vol. 60 (5). hlm. 392–394. doi:10.1007/s13224-010-0064-6.</ref> Kelly diketahui menggunakan radium dalam jumlah berlebihan untuk mengobati berbagai jenis kanker dan tumor. Akibatnya, beberapa pasiennya meninggal akibat paparan radium.<ref>Jesse N. Aronowitz. ''Howard Kelly establishes gynecologic brachytherapy in the United States''. ''Brachytherapy''. 2010. Vol. 9 (2). hlm. 178–184. doi:10.1016/j.brachy.2009.10.001.</ref> Metode pengaplikasian radiumnya adalah memasukkan kapsul radium di dekat area yang terkena, lalu menjahit "titik" radium langsung ke [[Neoplasma|tumor]].<ref>Jesse N. Aronowitz. ''Howard Kelly establishes gynecologic brachytherapy in the United States''. ''Brachytherapy''. 2010. Vol. 9 (2). hlm. 178–184. doi:10.1016/j.brachy.2009.10.001.</ref> Ini adalah metode yang sama yang digunakan untuk mengobati [[Henrietta Lacks]], inang dari [[sel HeLa]] asli, untuk [[Kanker leher rahim|kanker serviks]].<ref>Rebecca Skloot. [https://books.google.com/books?id=LBBhikJpLjwC The Immortal Life of Henrietta Lacks]. Random House Digital, Inc. 2 Februari 2010. ISBN 978-0-307-58938-5.</ref> Hingga tahun 2015, radioisotop yang lebih aman dan lebih tersedia digunakan sebagai gantinya.<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> | |||
[[Howard Atwood Kelly]], salah satu dokter pendiri [[Rumah Sakit Johns Hopkins]], adalah pelopor utama dalam penggunaan medis radium untuk mengobati kanker. Pasien pertamanya adalah bibinya sendiri pada tahun 1904, yang meninggal tak lama setelah operasi. Kelly diketahui menggunakan radium dalam jumlah berlebihan untuk mengobati berbagai jenis kanker dan tumor. Akibatnya, beberapa pasiennya meninggal akibat paparan radium. Metode pengaplikasian radiumnya adalah memasukkan kapsul radium di dekat area yang terkena, lalu menjahit "titik" radium langsung ke [[Neoplasma|tumor]]. Ini adalah metode yang sama yang digunakan untuk mengobati [[Henrietta Lacks]], inang dari [[sel HeLa]] asli, untuk [[Kanker leher rahim|kanker serviks]]. Hingga tahun 2015, radioisotop yang lebih aman dan lebih tersedia digunakan sebagai gantinya. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Uranium tidak memiliki aplikasi skala besar pada akhir abad ke-19, dan oleh karena itu tidak ada tambang uranium besar. Pada awalnya, satu-satunya sumber bijih uranium yang besar adalah tambang [[perak]] di [[Jáchymov]], [[Austria-Hungaria]] (sekarang [[Ceko|Republik Ceko]]).<ref>Hammond, C. R. "Radium" dalam</ref> Bijih uranium hanya menjadi [[produk sampingan]] dari kegiatan penambangan.<ref>Beate Ceranski. ''Tauschwirtschaft, Reputationsökonomie, Bürokratie''. ''NTM Zeitschrift für Geschichte der Wissenschaften, Technik und Medizin''. 2008. Vol. 16 (4). hlm. 413–443. doi:10.1007/s00048-008-0308-z.</ref> | |||
Dalam ekstraksi radium pertama, Curie menggunakan residu setelah ekstraksi uranium dari bijih uranium. Uranium telah diekstraksi dengan pelarutan dalam [[asam sulfat]] meninggalkan radium sulfat, yang mirip dengan [[barium sulfat]] tetapi bahkan kurang larut dalam residu. Residu itu juga mengandung sejumlah besar barium sulfat yang dengan demikian bertindak sebagai pembawa radium sulfat. Langkah pertama dari proses ekstraksi radium melibatkan perebusan dengan natrium hidroksida, diikuti dengan penambahan [[asam klorida]] untuk meminimalkan pengotor dari senyawa lain. Residu yang tersisa kemudian diolah dengan [[natrium karbonat]] untuk mengubah barium sulfat menjadi barium karbonat (membawa radium), sehingga membuatnya larut dalam asam klorida. Setelah proses disolusi, barium dan radium diendapkan kembali sebagai sulfat; ini kemudian diulangi untuk lebih memurnikan campuran sulfat. Beberapa pengotor yang membentuk sulfida yang tidak larut dihilangkan dengan mengolah larutan klorida dengan hidrogen sulfida, diikuti dengan penyaringan. Ketika sulfat campuran itu cukup murni, mereka sekali lagi diubah menjadi klorida campuran; barium dan radium kemudian dipisahkan melalui [[kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] sambil memantau perkembangannya menggunakan [[Spektrometer optis|spektroskop]] (radium memberikan garis merah yang khas, berbeda dengan garis barium yang berwarna hijau), dan [[elektroskop]].<ref>[http://lateralscience.blogspot.se/2012/11/marie-curie-method-of-extraction-of.html "Lateral Science"] . ''lateralscience.blogspot.se''. November 2012</ref> | |||
Dalam ekstraksi radium pertama, Curie menggunakan residu setelah ekstraksi uranium dari bijih uranium. Uranium telah diekstraksi dengan pelarutan dalam [[asam sulfat]] meninggalkan radium sulfat, yang mirip dengan [[barium sulfat]] tetapi bahkan kurang larut dalam residu. Residu itu juga mengandung sejumlah besar barium sulfat yang dengan demikian bertindak sebagai pembawa radium sulfat. Langkah pertama dari proses ekstraksi radium melibatkan perebusan dengan natrium hidroksida, diikuti dengan penambahan [[asam klorida]] untuk meminimalkan pengotor dari senyawa lain. Residu yang tersisa kemudian diolah dengan [[natrium karbonat]] untuk mengubah barium sulfat menjadi barium karbonat (membawa radium), sehingga membuatnya larut dalam asam klorida. Setelah proses disolusi, barium dan radium diendapkan kembali sebagai sulfat; ini kemudian diulangi untuk lebih memurnikan campuran sulfat. Beberapa pengotor yang membentuk sulfida yang tidak larut dihilangkan dengan mengolah larutan klorida dengan hidrogen sulfida, diikuti dengan penyaringan. Ketika sulfat campuran itu cukup murni, mereka sekali lagi diubah menjadi klorida campuran; barium dan radium kemudian dipisahkan melalui [[kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] sambil memantau perkembangannya menggunakan [[Spektrometer optis|spektroskop]] (radium memberikan garis merah yang khas, berbeda dengan garis barium yang berwarna hijau), dan [[elektroskop]]. | |||
Setelah isolasi radium oleh Marie dan Pierre Curie dari bijih uranium dari [[Jáchymov]], beberapa ilmuwan mulai mengisolasi radium dalam jumlah kecil. Kemudian, beberapa perusahaan kecil membeli tailing tambang dari tambang Jáchymov dan mulai mengisolasi radium. Pada tahun 1904, pemerintah Austria [[nasionalisasi|menasionalisasi]] tambang itu dan berhenti mengekspor bijih mentah. Hingga tahun 1912 ketika produksi radium meningkat, ketersediaan radium menjadi rendah. | Setelah isolasi radium oleh Marie dan Pierre Curie dari bijih uranium dari [[Jáchymov]], beberapa ilmuwan mulai mengisolasi radium dalam jumlah kecil. Kemudian, beberapa perusahaan kecil membeli tailing tambang dari tambang Jáchymov dan mulai mengisolasi radium. Pada tahun 1904, pemerintah Austria [[nasionalisasi|menasionalisasi]] tambang itu dan berhenti mengekspor bijih mentah. Hingga tahun 1912 ketika produksi radium meningkat, ketersediaan radium menjadi rendah.<ref>Beate Ceranski. ''Tauschwirtschaft, Reputationsökonomie, Bürokratie''. ''NTM Zeitschrift für Geschichte der Wissenschaften, Technik und Medizin''. 2008. Vol. 16 (4). hlm. 413–443. doi:10.1007/s00048-008-0308-z.</ref> | ||
Pembentukan monopoli Austria dan desakan kuat dari negara lain untuk memiliki akses ke radium menyebabkan pencarian bijih uranium di seluruh dunia. Amerika Serikat mengambil alih sebagai produsen utama pada awal 1910-an. Pasir [[Carnotit]] di [[Colorado]] menyediakan beberapa uranium dan radium, tetapi bijih yang lebih kaya ditemukan di [[Republik Demokratik Kongo|Kongo]] serta area [[Danau Beruang Besar]] dan [[Danau Great Slave|Danau Budak Besar]] di barat laut Kanada. Tak satu pun dari deposit tersebut ditambang untuk radium, tetapi kandungan uraniumnya membuat penambangan itu menjadi menguntungkan. | Pembentukan monopoli Austria dan desakan kuat dari negara lain untuk memiliki akses ke radium menyebabkan pencarian bijih uranium di seluruh dunia. Amerika Serikat mengambil alih sebagai produsen utama pada awal 1910-an. Pasir [[Carnotit]] di [[Colorado]] menyediakan beberapa uranium dan radium, tetapi bijih yang lebih kaya ditemukan di [[Republik Demokratik Kongo|Kongo]] serta area [[Danau Beruang Besar]] dan [[Danau Great Slave|Danau Budak Besar]] di barat laut Kanada. Tak satu pun dari deposit tersebut ditambang untuk radium, tetapi kandungan uraniumnya membuat penambangan itu menjadi menguntungkan.<ref>Hammond, C. R. "Radium" dalam</ref><ref>Just, Evan. [https://archive.org/details/financial-analysts-journal_1952-01_8_1/page/85 Peacetíme Impact of Atomíc Energy]. ''Financial Analysts Journal''. 1952. Vol. 8 (1). hlm. 85–93. doi:10.2469/faj.v8.n1.85.</ref> | ||
Proses Curie masih digunakan untuk ekstraksi radium industri pada tahun 1940, tetapi campuran bromida kemudian digunakan untuk fraksionasi. Jika kandungan barium dari bijih uranium tidak cukup tinggi, maka mudah untuk menambahkan barium untuk membawa radium. Proses ini diterapkan pada bijih uranium tingkat tinggi tetapi mungkin tidak bekerja dengan baik dengan bijih tingkat rendah. | Proses Curie masih digunakan untuk ekstraksi radium industri pada tahun 1940, tetapi campuran bromida kemudian digunakan untuk fraksionasi. Jika kandungan barium dari bijih uranium tidak cukup tinggi, maka mudah untuk menambahkan barium untuk membawa radium. Proses ini diterapkan pada bijih uranium tingkat tinggi tetapi mungkin tidak bekerja dengan baik dengan bijih tingkat rendah.<ref>A. Kuebel. ''Extraction of radium from Canadian pitchblende''. ''Journal of Chemical Education''. 1940. Vol. 17 (9). hlm. 417. doi:10.1021/ed017p417.</ref> | ||
Sejumlah kecil radium masih diekstraksi dari bijih uranium dengan metode pengendapan campuran dan pertukaran ion hingga akhir tahun 1990-an, tetapi pada tahun 2011, radium diekstraksi hanya dari bahan bakar nuklir bekas. Pada tahun 1954, total pasokan radium murni di seluruh dunia berjumlah sekitar | Sejumlah kecil radium masih diekstraksi dari bijih uranium dengan metode pengendapan campuran dan pertukaran ion hingga akhir tahun 1990-an,<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110</ref> tetapi pada tahun 2011, radium diekstraksi hanya dari bahan bakar nuklir bekas.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2011. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4/page/437 437]. ISBN 9780199605637.</ref> Pada tahun 1954, total pasokan radium murni di seluruh dunia berjumlah sekitar <ref>J. G. Jr. Terrill. [https://archive.org/details/sim_public-health-reports_1954-03_69_3/page/254 Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States]. ''Public Health Reports''. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.</ref> dan masih dalam kisaran ini pada tahun 2015, sedangkan produksi tahunan senyawa radium murni hanya sekitar 100 g secara total pada tahun 1984.<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110</ref> Negara penghasil radium utama adalah Belgia, Kanada, Ceko, Slowakia, Britania Raya, dan Rusia.<ref>Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110</ref> Jumlah radium yang dihasilkan selalu relatif kecil; misalnya, pada tahun 1918, 13,6 g radium diproduksi di Amerika Serikat.<ref>C. H. Viol. [https://zenodo.org/record/1448223 Radium Production]. ''Science''. 1919. Vol. 49 (1262). hlm. 227–8. doi:10.1126/science.49.1262.227.</ref> Logam radium diisolasi dengan mereduksi radium oksida dengan logam aluminium dalam ruang hampa pada suhu 1.200 °C.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Aplikasi modern== | ==Aplikasi modern== | ||
Penggunaan radium mengalami peningkatan di bidang [[fisika atomik, molekul, dan optik]]. Skala gaya pemecah simetri sebanding dengan <math>Z^3</math>,<ref>Marie-Anne Bouchiat. [https://doi.org/10.1088/0034-4885/60/11/004 Parity violation in atoms]. ''Reports on Progress in Physics''. 28 November 1997. Vol. 60 (11). hlm. 1351–1396. doi:10.1088/0034-4885/60/11/004.</ref><ref>Eugene D. Commins. [https://aapt.scitation.org/doi/10.1119/1.2710486 The electric dipole moment of the electron: An intuitive explanation for the evasion of Schiff's theorem]. ''American Journal of Physics''. 10 Mei 2007. Vol. 75 (6). hlm. 532–536. doi:10.1119/1.2710486.</ref> yang membuat radium, unsur alkali tanah terberat, cocok untuk membatasi fisika baru di luar [[Model Standar|model standar]]. Beberapa isotop radium, seperti radium-225, memiliki doublet paritas terdeformasi [[Ekspansi multikutub|oktupol]] yang meningkatkan sensitivitas terhadap [[Pelanggaran CP|pelanggaran paritas muatan]] fisika baru dengan dua hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan <sup>199</sup>Hg.<ref>J. Dobaczewski. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.94.232502 Nuclear Time-Reversal Violation and the Schiff Moment of $^{225}\mathrm{Ra}$]. ''Physical Review Letters''. 13 June 2005. Vol. 94 (23). hlm. 232502. doi:10.1103/PhysRevLett.94.232502.</ref><ref>B. Graner. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.116.161601 Reduced Limit on the Permanent Electric Dipole Moment of $^{199}\mathrm{Hg}$]. ''Physical Review Letters''. 18 April 2016. Vol. 116 (16). hlm. 161601. doi:10.1103/PhysRevLett.116.161601.</ref><ref>R. H. Parker. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.114.233002 First Measurement of the Atomic Electric Dipole Moment of $^{225}\mathrm{Ra}$]. ''Physical Review Letters''. 9 Juni 2015. Vol. 114 (23). hlm. 233002. doi:10.1103/PhysRevLett.114.233002.</ref> | |||
Radium juga merupakan kandidat yang menjanjikan untuk [[Jam atom#Jam optis|jam optis]] ion terperangkap. Ion radium memiliki dua transisi lebargaris-subhertz (''subhertz-linewidth'') dari keadaan dasar <math>7s^2S_{1/2}</math> yang dapat berfungsi sebagai transisi jam dalam jam optis.<ref>M. Nuñez Portela. [https://doi.org/10.1007/s00340-013-5603-2 Ra+ ion trapping: toward an atomic parity violation measurement and an optical clock]. ''Applied Physics B''. 1 January 2014. Vol. 114 (1). hlm. 173–182. doi:10.1007/s00340-013-5603-2.</ref> Jam atom ion <sup>226</sup>Ra+ terperangkap telah didemonstrasikan pada transisi <math>7s^2S_{1/2}</math> ke <math>6d^2D_{5/2}</math>.<ref>C. A. Holliman. [https://journals.aps.org/prl/abstract/10.1103/PhysRevLett.128.033202 Radium Ion Optical Clock]. ''Physical Review Letters''. 20 Januari 2022. Vol. 128 (3). hlm. 033202. doi:10.1103/PhysRevLett.128.033202.</ref> Selain itu, radium sangat cocok untuk jam optis yang dapat dipindahkan karena semua transisi yang diperlukan untuk pengoperasian jam dapat diatasi dengan laser dioda langsung pada panjang gelombang yang sama.<ref>[https://physics.nist.gov/PhysRefData/Handbook/Tables/radiumtable6.htm Energy Levels of Singly Ionized Radium (Ra II)]. ''physics.nist.gov''.</ref> | |||
Radium juga merupakan kandidat yang menjanjikan untuk [[Jam atom#Jam optis|jam optis]] ion terperangkap. Ion radium memiliki dua transisi lebargaris-subhertz (''subhertz-linewidth'') dari keadaan dasar <math>7s^2S_{1/2}</math> yang dapat berfungsi sebagai transisi jam dalam jam optis. Jam atom ion <sup>226</sup>Ra+ terperangkap telah didemonstrasikan pada transisi <math>7s^2S_{1/2}</math> ke <math>6d^2D_{5/2}</math>. Selain itu, radium sangat cocok untuk jam optis yang dapat dipindahkan karena semua transisi yang diperlukan untuk pengoperasian jam dapat diatasi dengan laser dioda langsung pada panjang gelombang yang sama. | |||
Meskipun radium tidak memiliki isotop stabil, ada sebelas isotop radium dengan waktu paruh lebih dari satu menit yang dapat dibandingkan dengan presisi tinggi pada [[plot King]]. Pergeseran isotop dapat diukur dengan presisi tinggi pada transisi ion radium lebargaris-subhertz dari keadaan dasar, atau pada <math>^1S_0</math> ke garis interkombinasi <math>^3P_0</math> dalam radium netral. Tingkat nonlinear potensial apa pun dalam plot King semacam itu dapat membatasi fisika baru di luar model standar. | Meskipun radium tidak memiliki isotop stabil, ada sebelas isotop radium dengan waktu paruh lebih dari satu menit yang dapat dibandingkan dengan presisi tinggi pada [[plot King]]. Pergeseran isotop dapat diukur dengan presisi tinggi pada transisi ion radium lebargaris-subhertz dari keadaan dasar, atau pada <math>^1S_0</math> ke garis interkombinasi <math>^3P_0</math> dalam radium netral.<ref>J. Bieroń. [https://doi.org/10.1140/epjst/e2007-00110-3 Multiconfiguration Dirac-Hartree-Fock calculations oftransition rates and lifetimes of the eight lowest excited levels of radium]. ''The European Physical Journal Special Topics''. 1 May 2007. Vol. 144 (1). hlm. 75–84. doi:10.1140/epjst/e2007-00110-3.</ref> Tingkat nonlinear potensial apa pun dalam plot King semacam itu dapat membatasi fisika baru di luar model standar.<ref>D. Antypas. [https://www.nature.com/articles/s41567-018-0312-8 Isotopic variation of parity violation in atomic ytterbium]. ''Nature Physics''. 28 February 2019. Vol. 15 (2). hlm. 120–123. doi:10.1038/s41567-018-0312-8.</ref> | ||
Beberapa penggunaan praktis radium berasal dari sifat radioaktifnya. [[Radionuklida|Radioisotop]] yang baru ditemukan, seperti [[kobalt-60]] dan [[sesium-137]], menggantikan radium bahkan dalam penggunaan terbatas, karena isotop-isotop ini merupakan penghasil emisi yang lebih kuat, lebih aman untuk ditangani, dan tersedia dalam bentuk yang lebih terkonsentrasi. | Beberapa penggunaan praktis radium berasal dari sifat radioaktifnya. [[Radionuklida|Radioisotop]] yang baru ditemukan, seperti [[kobalt-60]] dan [[sesium-137]], menggantikan radium bahkan dalam penggunaan terbatas, karena isotop-isotop ini merupakan penghasil emisi yang lebih kuat, lebih aman untuk ditangani, dan tersedia dalam bentuk yang lebih terkonsentrasi.<ref>National Research Council (U.S.) Committee On Radiation Source Use And Replacement. [https://books.google.com/books?id=3cT2REdXJ98C&pg=PA24 Radiation source use and replacement: Abbreviated version]. Januari 2008. hlm. 24. ISBN 978-0-309-11014-3.</ref><ref>Gunilla Carleson Bentel. [https://books.google.com/books?id=bk0go_-FO5QC&pg=PA8 Radiation therapy planning]. 1996. hlm. 8. ISBN 978-0-07-005115-7.</ref> | ||
Pada tahun 2013, isotop <sup>223</sup>Ra (kloridanya berada di bawah nama dagang [[Radium-223|Xofigo]]) disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|BPOM A.S.]] untuk digunakan dalam [[kedokteran]] sebagai pengobatan [[kanker]] [[metastasis]] tulang. Indikasi utama pengobatan dengan Xofigo adalah terapi [[metastasis tulang]] dari kanker prostat yang resistan terhadap pengebirian karena karakteristik yang menguntungkan dari radiofarmasi pemancar alfa ini. <sup>225</sup>Ra juga telah digunakan dalam eksperimen mengenai iradiasi terapeutik, karena ia merupakan satu-satunya isotop radium yang berumur panjang yang tidak memiliki radon sebagai salah satu turunannya. | Pada tahun 2013, isotop <sup>223</sup>Ra (kloridanya berada di bawah nama dagang [[Radium-223|Xofigo]])<ref>[https://www.xofigo-us.com/ Xofigo US Patent]. ''Xofigo''.</ref> disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|BPOM A.S.]] untuk digunakan dalam [[kedokteran]] sebagai pengobatan [[kanker]] [[metastasis]] tulang.<ref>[http://www.fiercebiotech.com/story/breaking-fda-oks-pinpoint-prostate-cancer-radiation-drug-xofigo-bayer-alget/2013-05-15 FDA OKs pinpoint prostate cancer radiation drug Xofigo from Bayer, Algeta].</ref><ref>[https://web.archive.org/web/20130706233317/http://www.cancer.org/cancer/news/news/fda-approves-xofigo-for-advanced-prostate-cancer "FDA Approves Xofigo for Advanced Prostate Cancer"]. cancer.org. (15 Mei 2013)</ref> Indikasi utama pengobatan dengan Xofigo adalah terapi [[metastasis tulang]] dari kanker prostat yang resistan terhadap pengebirian karena karakteristik yang menguntungkan dari radiofarmasi pemancar alfa ini.<ref>L. Maffioli. ''New radiopharmaceutical agents for the treatment of castration-resistant prostate cancer''. ''Q J Nucl Med Mol Imaging''. 2015. Vol. 59 (4). hlm. 420–38.</ref> <sup>225</sup>Ra juga telah digunakan dalam eksperimen mengenai iradiasi terapeutik, karena ia merupakan satu-satunya isotop radium yang berumur panjang yang tidak memiliki radon sebagai salah satu turunannya.<ref>Wolfgang Stoll. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2005. hlm. 717. doi:10.1002/14356007.a27_001. ISBN 978-3-527-31097-5.</ref> | ||
Radium masih digunakan pada tahun 2007 sebagai sumber radiasi di beberapa perangkat [[radiografi industri]] untuk memeriksa bagian logam yang cacat, serupa dengan [[radiografi|pencitraan sinar-X]]. Ketika dicampur dengan [[berilium]], radium bertindak sebagai [[sumber neutron]]. Pada tahun 2004, sumber neutron radium-berilium kadang-kadang masih digunakan, tetapi bahan lain seperti [[polonium]] lebih umum: sekitar 1.500 sumber neutron polonium-berilium, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di [[Rusia]]. Sumber neutron berbasis RaBeF<sub>4</sub> (α, n) ini telah ditinggalkan meskipun jumlah neutron yang dipancarkannya tinggi (1,84×10<sup>6</sup> neutron per detik) dan mendukung sumber [[amerisium-241|<sup>241</sup>Am]]–Be. Pada tahun 2011, isotop <sup>226</sup>Ra digunakan terutama untuk membentuk <sup>227</sup>[[aktinium|Ac]] melalui [[Pengaktifan neutron|iradiasi neutron]] dalam [[reaktor nuklir]]. | Radium masih digunakan pada tahun 2007 sebagai sumber radiasi di beberapa perangkat [[radiografi industri]] untuk memeriksa bagian logam yang cacat, serupa dengan [[radiografi|pencitraan sinar-X]].<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> Ketika dicampur dengan [[berilium]], radium bertindak sebagai [[sumber neutron]].<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/351 351]–. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref><ref>Michael F. l'Annunziata. [https://books.google.com/books?id=YpEiPPFlNAAC&pg=PA261 Radioactivity: Introduction and history]. Elsevier. 2007. hlm. 260–261. ISBN 978-0-444-52715-8.</ref> Pada tahun 2004, sumber neutron radium-berilium kadang-kadang masih digunakan,<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref><ref>N. E. Holden. [http://www.bnl.gov/isd/documents/24293.pdf Radiation dosimetry of a graphite moderated radium-beryllium source]. ''Health Physics''. 2004. Vol. 86 (5 Suppl). hlm. S110–2. doi:10.1142/9789812705563_0060.</ref> tetapi bahan lain seperti [[polonium]] lebih umum: sekitar 1.500 sumber neutron polonium-berilium, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di [[Rusia]]. Sumber neutron berbasis RaBeF<sub>4</sub> (α, n) ini telah ditinggalkan meskipun jumlah neutron yang dipancarkannya tinggi (1,84×10<sup>6</sup> neutron per detik) dan mendukung sumber [[amerisium-241|<sup>241</sup>Am]]–Be.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 2011, isotop <sup>226</sup>Ra digunakan terutama untuk membentuk <sup>227</sup>[[aktinium|Ac]] melalui [[Pengaktifan neutron|iradiasi neutron]] dalam [[reaktor nuklir]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
==Bahaya== | ==Bahaya== | ||
Radium sangatlah radioaktif, dan turunan langsungnya, gas [[radon]], juga radioaktif. Saat tertelan, 80% radium yang tertelan keluar dari tubuh melalui [[tinja|feses]], sedangkan 20% lainnya masuk ke dalam [[Sistem peredaran darah|aliran darah]], sebagian besar terakumulasi di tulang. Hal ini dikarenakan tubuh memperlakukan radium sebagai [[kalsium]] dan [[Pencari tulang|menyimpannya di tulang]], di mana radioaktivitas menurunkan [[sumsum tulang|sumsum]] dan dapat memutasi [[Osteosit|sel tulang]]. Paparan radium, internal atau eksternal, dapat menyebabkan kanker dan gangguan lainnya, karena radium dan radon memancarkan [[partikel alfa|sinar alfa]] dan [[sinar gama|gama]] setelah peluruhannya, yang membunuh dan memutasi sel. Pada saat [[Proyek Manhattan]] pada tahun 1944, "dosis toleransi" untuk pekerja ditetapkan sebesar 0,1 mikrogram radium yang tertelan. | Radium sangatlah radioaktif, dan turunan langsungnya, gas [[radon]], juga radioaktif. Saat tertelan, 80% radium yang tertelan keluar dari tubuh melalui [[tinja|feses]], sedangkan 20% lainnya masuk ke dalam [[Sistem peredaran darah|aliran darah]], sebagian besar terakumulasi di tulang. Hal ini dikarenakan tubuh memperlakukan radium sebagai [[kalsium]] dan [[Pencari tulang|menyimpannya di tulang]], di mana radioaktivitas menurunkan [[sumsum tulang|sumsum]] dan dapat memutasi [[Osteosit|sel tulang]]. Paparan radium, internal atau eksternal, dapat menyebabkan kanker dan gangguan lainnya, karena radium dan radon memancarkan [[partikel alfa|sinar alfa]] dan [[sinar gama|gama]] setelah peluruhannya, yang membunuh dan memutasi sel.<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> Pada saat [[Proyek Manhattan]] pada tahun 1944, "dosis toleransi" untuk pekerja ditetapkan sebesar 0,1 mikrogram radium yang tertelan.<ref>Weisgall, Jonathan M. [https://archive.org/details/operationcrossro0000weis Operation crossroads: the atomic tests at Bikini Atoll]. Naval Institute Press. 1994. hlm. [https://archive.org/details/operationcrossro0000weis/page/238 238]. ISBN 978-1-55750-919-2.</ref><ref>Shirley A. Fry. ''Supplement: Madame Curie's Discovery of Radium (1898): A Commemoration by Women in Radiation Sciences''. ''Radiation Research''. 1998. Vol. 150 (5). hlm. S21–S29. doi:10.2307/3579805.</ref> | ||
Beberapa efek biologis radium ialah kasus pertama "dermatitis-radium", yang dilaporkan pada tahun 1900, dua tahun setelah penemuan unsur tersebut. Fisikawan Prancis [[Henri Becquerel|Antoine Becquerel]] membawa ampul kecil radium di saku rompinya selama enam jam dan melaporkan bahwa kulitnya mengalami [[borok]]. Pierre dan Marie Curie begitu tertarik dengan radiasi sehingga mereka mengorbankan kesehatan mereka sendiri untuk mempelajarinya lebih lanjut. Pierre Curie menempelkan tabung berisi radium ke lengannya selama sepuluh jam, yang mengakibatkan munculnya lesi kulit, memperkirakan penggunaan radium untuk menyerang jaringan kanker karena telah menyerang jaringan sehat. Penanganan radium dituding sebagai penyebab kematian Marie Curie akibat [[anemia aplastik]]. Sejumlah besar bahaya radium berasal dari turunannya, radon: sebagai gas, ia dapat memasuki tubuh jauh lebih mudah daripada induknya, radium. | Beberapa efek biologis radium ialah kasus pertama "dermatitis-radium", yang dilaporkan pada tahun 1900, dua tahun setelah penemuan unsur tersebut. Fisikawan Prancis [[Henri Becquerel|Antoine Becquerel]] membawa ampul kecil radium di saku rompinya selama enam jam dan melaporkan bahwa kulitnya mengalami [[borok]]. Pierre dan Marie Curie begitu tertarik dengan radiasi sehingga mereka mengorbankan kesehatan mereka sendiri untuk mempelajarinya lebih lanjut. Pierre Curie menempelkan tabung berisi radium ke lengannya selama sepuluh jam, yang mengakibatkan munculnya lesi kulit, memperkirakan penggunaan radium untuk menyerang jaringan kanker karena telah menyerang jaringan sehat.<ref>Lauren Redniss. [https://archive.org/details/radioactivemarie0000redn Radioactive: Marie & Pierre Curie: A Tale Of Love And Fallout]. HarperCollins. 2011. hlm. [https://archive.org/details/radioactivemarie0000redn/page/70 70]. ISBN 978-0-06-135132-7.</ref> Penanganan radium dituding sebagai penyebab kematian Marie Curie akibat [[anemia aplastik]]. Sejumlah besar bahaya radium berasal dari turunannya, radon: sebagai gas, ia dapat memasuki tubuh jauh lebih mudah daripada induknya, radium.<ref>[https://web.archive.org/web/20150211154556/http://www.epa.gov/radiation/radionuclides/radium.html Radium: Radiation Protection]. United States Environmental Protection Agency</ref> | ||
Pada tahun 2015, <sup>226</sup>Ra dianggap sebagai unsur radioaktif yang paling beracun, dan harus ditangani dalam kotak sarung tangan ketat dengan sirkulasi aliran udara yang signifikan yang kemudian dirawat untuk menghindari lepasnya turunannya, <sup>222</sup>Rn ke lingkungan. Ampul lama yang mengandung larutan radium harus dibuka dengan hati-hati karena dekomposisi radiolitis air dapat menghasilkan gas hidrogen dan oksigen bertekanan berlebih. Konsentrasi 226Ra <sup>226</sup>Ra terbesar di dunia disimpan dalam [[Pekerjaan Persenjataan Danau Ontario#Struktur penahanan limbah sementara|Struktur Penahanan Limbah Sementara]], sekitar di utara [[Niagara Falls, New York|Kota Niagara Falls, New York]]. Level Kontaminan Maksimum (MCL) untuk radium adalah 5pCi/L untuk air minum, tetapi OSHA tidak menetapkan batas paparan, karena ada batas radiasi yang telah ditetapkan. | Pada tahun 2015, <sup>226</sup>Ra dianggap sebagai unsur radioaktif yang paling beracun, dan harus ditangani dalam kotak sarung tangan ketat dengan sirkulasi aliran udara yang signifikan yang kemudian dirawat untuk menghindari lepasnya turunannya, <sup>222</sup>Rn ke lingkungan. Ampul lama yang mengandung larutan radium harus dibuka dengan hati-hati karena dekomposisi radiolitis air dapat menghasilkan gas hidrogen dan oksigen bertekanan berlebih.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Konsentrasi 226Ra <sup>226</sup>Ra terbesar di dunia disimpan dalam [[Pekerjaan Persenjataan Danau Ontario#Struktur penahanan limbah sementara|Struktur Penahanan Limbah Sementara]], sekitar di utara [[Niagara Falls, New York|Kota Niagara Falls, New York]].<ref>Andrew Jenks. [https://www.researchgate.net/publication/249292863 Model City USA: The Environmental Cost of Victory in World War II and the Cold War]. ''Environmental History''. July 2002. Vol. 12 (77). hlm. 552–577. doi:10.1093/envhis/12.3.552.</ref> Level Kontaminan Maksimum (MCL) untuk radium adalah 5pCi/L untuk air minum, tetapi OSHA tidak menetapkan batas paparan, karena ada batas radiasi yang telah ditetapkan.<ref>[https://semspub.epa.gov/work/11/176334.pdf EPA Facts about Radium]. ''semspub.epa.gov''.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.markwshead.com/stuffHappens/radium.html Photos of Radium Water Bath in Oklahoma] | * [http://www.markwshead.com/stuffHappens/radium.html Photos of Radium Water Bath in Oklahoma] | ||
* [http://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/r?dbs+hsdb:@term+@na+@rel+radium,+radioactive NLM Hazardous Substances Databank – Radium, Radioactive] | * [http://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/r?dbs+hsdb:@term+@na+@rel+radium,+radioactive NLM Hazardous Substances Databank – Radium, Radioactive] | ||
* [http://alsos.wlu.edu/qsearch.aspx?browse=science/Radium Annotated bibliography for radium from the Alsos Digital Library for Nuclear Issues] | * [http://alsos.wlu.edu/qsearch.aspx?browse=science/Radium Annotated bibliography for radium from the Alsos Digital Library for Nuclear Issues] | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/088.htm Radium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/088.htm Radium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Radium&oldid=29444908 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29444908 (2026-07-11T16:24:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.57
Radium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Ra dan nomor atom 88. Radium merupakan unsur golongan 2 keenam dalam tabel periodik, juga dikenal sebagai logam alkali tanah. Radium murni berwarna putih keperakan, tetapi mudah bereaksi dengan nitrogen (daripada oksigen) saat terpapar udara, membentuk radium nitrida (Ra3N2) dengan lapisan permukaan hitam. Semua isotop radium bersifat radioaktif, dengan yang paling stabil adalah radium-226 dengan waktu paruh 1.600 tahun. Ketika radium meluruh, ia memancarkan radiasi pengion sebagai produk sampingan, yang dapat menimbulkan bahan kimia fluoresen dan menyebabkan radioluminesen.
Radium, dalam bentuk radium klorida, ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie pada tahun 1898 dari bijih yang ditambang di Jáchymov. Mereka mengekstraksi senyawa radium dari uraninit dan menerbitkan penemuan tersebut di Akademi Sains Prancis lima hari kemudian. Radium diisolasi dalam bentuk logamnya oleh Marie Curie dan André-Louis Debierne melalui elektrolisis radium klorida pada tahun 1911.[1]
Di alam, radium ditemukan dalam bijih uranium dan (pada tingkat yang lebih rendah) torium dalam jumlah renik sekecil sepertujuh gram per ton uraninit. Radium tidak diperlukan untuk makhluk hidup, dan efek kesehatan yang merugikan mungkin terjadi ketika dimasukkan ke dalam proses biokimia karena radioaktivitas dan reaktivitas kimianya. Sejak tahun 2014, selain penggunaannya dalam kedokteran nuklir, radium tidak memiliki aplikasi komersial. Sebelumnya, sekitar tahun 1950-an, ia digunakan sebagai sumber radioaktif untuk perangkat radioluminesen dan juga dalam perdukunan radioaktif karena kekuatan penyembuhannya. Aplikasi ini tidak digunakan lagi karena toksisitas radium; hingga tahun 2020, isotop yang kurang berbahaya (dari unsur lain) malah digunakan dalam perangkat radioluminesen.
Sifat fisik
Radium adalah logam alkali tanah terberat yang diketahui dan merupakan satu-satunya anggota yang bersifat radioaktif dari golongannya. Sifat fisik dan kimianya paling mirip dengan kongenernya yang lebih ringan, barium.[2]
Radium murni adalah logam volatil yang berwarna putih keperakan, meskipun kongenernya yang lebih ringan seperti kalsium, stronsium, dan barium memiliki sedikit warna kuning.[3] Rona ini dengan cepat menghilang saat terpapar udara, menghasilkan lapisan hitam yang mungkin merupakan radium nitrida (Ra3N2).[4] Titik leburnya adalah atau dan titik didihnya adalah ; tetapi, nilai ini belumlah mapan.[5] Kedua nilai ini sedikit lebih rendah daripada barium, membenarkan tren periodik ke bawah unsur-unsur golongan 2.[6] Seperti barium dan logam alkali, radium mengkristal dalam struktur kubus berpusat-badan pada temperatur dan tekanan standar: jarak ikatan radium–radium adalah 514,8 pikometer.[7] Radium memiliki massa jenis sebesar 5,5 g/cm3, lebih tinggi dari barium, sekali lagi membenarkan tren periodik; rasio massa jenis radium–barium sebanding dengan rasio massa atom radium–barium,[8] karena struktur kristal kedua unsur tersebut yang mirip.[9][10]
Sifat kimia
Radium, seperti barium, adalah logam yang sangat reaktif dan selalu menunjukkan keadaan oksidasi +2 seperti unsur golongan 2 lainnya.[11] Ia membentuk kation Ra2+ yang nirwarna dalam larutan berair, yang sangat basa dan tidak mudah membentuk kompleks.[12] Sebagian besar senyawa radium merupakan senyawa ionik sederhana,[13] meskipun diperkirakan adanya partisipasi dari elektron 6s dan 6p (selain elektron valensi 7s) karena efek relativistik dan akan meningkatkan karakter kovalen senyawa radium seperti RaF2 dan RaAt2.[14] Untuk alasan ini, potensial elektroda standar untuk setengah reaksi Ra2+ (aq) + 2e− → Ra (s) adalah −2,916 V, bahkan sedikit lebih rendah dari nilai −2,92 V untuk barium, sedangkan nilai sebelumnya naik dengan halus ke bawah golongan (Ca: −2,84 V; Sr: −2,89 V; Ba: −2,92 V).[15] Nilai barium dan radium hampir persis sama dengan logam alkali yang lebih berat, kalium, rubidium, dan sesium.[16]
Senyawa
Senyawa radium padat berwarna putih karena ion radium tidak memberikan pewarnaan khusus, tetapi secara bertahap berubah menjadi kuning dan kemudian menjadi gelap seiring waktu karena radiolisis sendiri dari peluruhan alfa radium.[17] Senyawa radium yang tak larut berkopresipitasi dengan semua senyawa barium, sebagian besar stronsium, dan sebagian besar timbal.[18]
Radium oksida (RaO) belum dicirikan jauh melewati keberadaannya, meskipun oksida menjadi senyawa umum untuk logam alkali tanah lainnya. Radium hidroksida (Ra(OH)2) adalah yang paling mudah larut di antara hidroksida alkali tanah dan merupakan basa yang lebih kuat daripada kongener bariumnya, barium hidroksida.[19] Ia juga lebih mudah larut daripada aktinium hidroksida dan torium hidroksida: ketiga hidroksida yang berdekatan ini dapat dipisahkan dengan mengendapkannya dengan amonia.[20]
Radium klorida (RaCl2) adalah senyawa nirwarna dan bercahaya. Ia menjadi kuning setelah beberapa waktu karena pengrusakan diri akibat radiasi alfa yang dilepaskan oleh radium ketika meluruh. Sejumlah kecil pengotor barium memberikan warna mawar pada senyawa tersebut.[21] Ia larut dalam air, meskipun kurang dari barium klorida, dan kelarutannya menurun dengan meningkatnya konsentrasi asam klorida. Kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaCl2·2H2O, isomorf dengan analog bariumnya.[22]
Radium bromida (RaBr2) juga merupakan senyawa nirwarna dan bercahaya.[23] Dalam air, ia lebih larut daripada radium klorida. Seperti radium klorida, kristalisasi dari larutan encer menghasilkan dihidrat RaBr2·2H2O, isomorf dengan analog bariumnya. Radiasi pengion yang dipancarkan oleh radium bromida mengeksitasi molekul nitrogen di udara, membuatnya bercahaya. Partikel alfa yang dipancarkan oleh radium dengan cepat mendapatkan dua elektron untuk menjadi helium netral, yang menumpuk di dalam dan melemahkan kristal radium bromida. Efek ini terkadang menyebabkan kristal itu pecah atau bahkan meledak.[24]
Radium nitrat (Ra(NO3)2) adalah senyawa berwarna putih yang dapat dibuat dengan melarutkan radium karbonat dalam asam nitrat. Dengan meningkatnya konsentrasi asam nitrat, kelarutan radium nitrat menurun, suatu sifat penting untuk pemurnian radium secara kimia.[25]
Radium membentuk garam tak larut yang hampir sama dengan barium, kongenernya yang lebih ringan: ia membentuk sulfat (RaSO4, sulfat yang diketahui paling tak larut), kromat (RaCrO4), karbonat (RaCO3), iodat (Ra(IO3)2), tetrafluoroberilat (RaBeF4), dan nitrat (Ra(NO3)2). Dengan pengecualian karbonat, semua garam ini kurang larut dalam air dibandingkan dengan garam barium yang sesuai, tetapi semuanya bersifat isostruktural dibandingkan rekan bariumnya. Selain itu, radium fosfat, oksalat, dan sulfit mungkin juga tak larut, karena mereka berkopresipitasi dengan garam barium tak larut yang sesuai.[26] Ketidaklarutan radium sulfat yang tinggi (pada suhu 20 °C, hanya 2,1 mg yang akan larut dalam 1 kg air) mengartikan bahwa ia adalah salah satu senyawa radium yang kurang berbahaya secara biologis.[27] Jari-jari ionik Ra2+ yang besar (148 pm) menghasilkan kompleksasi yang lemah dan ekstraksi radium yang buruk dari larutan berair ketika pH-nya tidak tinggi.[28]
Isotop
Radium memiliki 33 isotop yang diketahui, dengan nomor massa dari 202 hingga 234: semuanya bersifat radioaktif. Empat di antaranya – 223Ra (waktu paruh 11,4 hari), 224Ra (3,64 hari), 226Ra (1600 tahun), dan 228Ra (5,75 tahun) – terjadi secara alami dalam rantai peluruhan torium-232, uranium-235, dan uranium-238 yang primordial (223Ra dari uranium-235, 226Ra dari uranium-238, dan dua lainnya dari torium-232). Namun, isotop-isotop ini masih memiliki waktu paruh yang terlalu pendek untuk menjadi radionuklida primordial dan hanya ada di alam dari rantai peluruhan ini.[29] Bersama dengan 225Ra yang sebagian besar dibuat oleh manusia (15 hari), yang terjadi di alam hanya sebagai produk peluruhan neptunium-237 dalam jumlah jejak,[30] mereka adalah lima isotop radium yang paling stabil.[31] Semua 27 isotop radium lainnya yang diketahui memiliki waktu paruh di bawah dua jam, dan sebagian besar memiliki waktu paruh di bawah satu menit. Setidaknya 12 isomer nuklir telah dilaporkan; yang paling stabil adalah radium-205m, dengan waktu paruh antara 130 dan 230 milidetik; ini masih lebih pendek dari dua puluh empat isotop radium keadaan dasar.
Dalam sejarah awal studi radioaktivitas, berbagai isotop alami radium diberi nama yang berbeda. Dalam skema ini, 223Ra diberi nama aktinium X (AcX), 224Ra torium X (ThX), 226Ra radium (Ra), dan 228Ra mesotorium 1 (MsTh1).[32] Ketika diketahui bahwa semua ini adalah isotop dari unsur yang sama, banyak dari nama ini tidak digunakan lagi, dan "radium" merujuk pada semua isotop, bukan hanya 226Ra. Beberapa produk peluruhan radium-226 menerima nama historis termasuk "radium", mulai dari radium A hingga radium G, dengan huruf yang menunjukkan kira-kira seberapa jauh mereka menuruni rantai dari induknya 226Ra. Radium emanation = 222Rn, RaA = 218Po, RaB = 214Pb, RaC = 214Bi, RaC1 = 214Po, RaC2 = 210Tl, RaD = 210Pb, RaE = 210Bi, RaF = 210Po dan RaG = 206Pb.[33][34]
226Ra adalah isotop radium yang paling stabil dan merupakan isotop terakhir dalam rantai peluruhan uranium-238 (4n + 2) dengan waktu paruh lebih dari satu milenium: ia membentuk hampir semua radium alami. Produk peluruhan langsungnya adalah gas mulia radioaktif padat radon (secara spesifik isotop 222Rn), yang bertanggung jawab atas banyak bahaya radium lingkungan.[35] Ia 2,7 juta kali lebih radioaktif daripada jumlah molar uranium alami yang sama (kebanyakan uranium-238), karena waktu paruhnya yang secara proporsional lebih pendek.[36][37]
Sampel logam radium mempertahankan dirinya pada suhu yang lebih tinggi daripada lingkungannya karena radiasi yang dipancarkannya – partikel alfa, partikel beta, dan sinar gama. Lebih spesifik lagi, radium alami (yang sebagian besar adalah 226Ra) sebagian besar memancarkan partikel alfa, tetapi langkah-langkah lain dalam rantai peluruhannya (deret uranium atau radium) memancarkan partikel alfa atau beta, dan hampir semua emisi partikel disertai dengan sinar gama.[38]
Pada tahun 2013 di CERN, ditemukan bahwa inti radium-224 berbentuk buah pir menggunakan teknik yang disebut eksitasi Coulomb. Ini adalah penemuan pertama dari inti asimetris.[39] Ini adalah bukti kuat bahwa inti atom tertentu yang berat dan tidak stabil telah mengubah inti menjadi, dalam hal ini, berbentuk buah pir.[40]
Keterjadian
Semua isotop radium memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek daripada usia Bumi, sehingga setiap radium primordial telah meluruh sejak lama. Meskipun demikian, radium masih terdapat di lingkungan, karena isotop 223Ra, 224Ra, 226Ra, dan 228Ra merupakan bagian dari rantai peluruhan isotop torium dan uranium alami; karena torium dan uranium memiliki waktu paruh yang sangat panjang, produk-produk ini terus-menerus diregenerasi dari peluruhannya.[41] Dari keempat isotop ini, yang berumur paling panjang adalah 226Ra (waktu paruh 1600 tahun), sebuah produk peluruhan uranium alami. Karena umurnya yang relatif panjang, 226Ra adalah isotop yang paling umum dari unsur tersebut, membentuk sekitar satu bagian per triliun kerak Bumi; pada dasarnya semua radium alami adalah 226Ra.[42] Dengan demikian, radium ditemukan dalam jumlah kecil dalam bijih uranium uraninit dan berbagai mineral uranium lainnya, dan bahkan dalam jumlah yang lebih kecil dalam mineral torium. Satu ton uraninit biasanya menghasilkan sekitar sepertujuh gram radium.[43] Satu kilogram kerak Bumi mengandung sekitar 900 pikogram radium, dan satu liter air laut mengandung sekitar 89 femtogram radium.[44]
Sejarah
Radium ditemukan oleh Marie Skłodowska-Curie dan suaminya Pierre Curie pada tanggal 21 Desember 1898, dalam sampel uraninit dari Jáchymov.[45] Saat mempelajari mineral sebelumnya, Curie mengeluarkan uranium darinya dan menemukan bahwa bahan yang tersisa masih bersifat radioaktif. Pada Juli 1898, saat mempelajari bijih-bijih uranium, mereka mengisolasi unsur yang mirip dengan bismut yang ternyata adalah polonium. Mereka kemudian mengisolasi campuran radioaktif yang terdiri dari dua komponen: senyawa barium, yang memberikan warna nyala api hijau cemerlang, dan senyawa radioaktif tak dikenal yang memberikan garis spektrum berwarna merah serah yang belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Curie menemukan senyawa radioaktif yang sangat mirip dengan senyawa barium, hanya saja mereka kurang larut. Penemuan ini memungkinkan Curie mengisolasi senyawa radioaktif dan menemukan unsur baru di dalamnya. Curie mengumumkan penemuan mereka ke Akademi Sains Prancis pada 26 Desember 1898.[46][47] Penamaan radium berasal dari sekitar tahun 1899, dari kata dalam bahasa Prancis radium, terbentuk dalam bahasa Latin Modern dari radius (sinar): ini sebagai pengakuan atas kekuatan radium dalam memancarkan energi dalam bentuk sinar.[48][49][50]
Pada bulan September 1910, Marie Curie dan André-Louis Debierne mengumumkan bahwa mereka telah mengisolasi radium sebagai logam murni melalui elektrolisis larutan radium klorida (RaCl2) murni menggunakan katoda raksa, menghasilkan amalgam radium–raksa.[51] Amalgam ini kemudian dipanaskan dalam atmosfer gas hidrogen untuk menghilangkan raksa, meninggalkan logam radium murni.[52] Kemudian pada tahun yang sama, E. Eoler mengisolasi radium dengan dekomposisi termal azidanya, Ra(N3)2.[53] Logam radium pertama kali diproduksi secara industri pada awal abad ke-20 oleh Biraco, anak perusahaan dari Union Minière du Haut Katanga (UMHK) di pabriknya yang berada di Olen, Belgia.[54]
Satuan historis umum untuk radioaktivitas, curie, didasarkan pada radioaktivitas 226Ra: satuan ini awalnya didefinisikan sebagai radioaktivitas satu gram radium-226,[55] tetapi definisi tersebut kemudian sedikit disempurnakan menjadi .
Aplikasi historis
Cat bercahaya
Radium sebelumnya digunakan dalam cat bercahaya sendiri untuk arloji, panel nuklir, saklar pesawat, jam, dan instrumen pelat jam. Arloji bercahaya sendiri biasa yang menggunakan cat radium mengandung sekitar 1 mikrogram radium.[56] Pada pertengahan 1920-an, gugatan diajukan terhadap United States Radium Corporation oleh lima "Gadis Radium" yang sekarat – pelukis pelat jam yang telah melukis cat bercahaya berbasis radium pada pelat arloji dan jam. Para pelukis pelat jam diinstruksikan untuk menjilat kuas mereka untuk memberi mereka titik halus, sehingga mereka menelan radium.[57] Paparan mereka terhadap radium menyebabkan efek kesehatan yang serius termasuk luka, anemia, dan kanker tulang.[58]
Selama litigasi, ditentukan bahwa para ilmuwan dan manajemen perusahaan telah mengambil tindakan pencegahan yang cukup untuk melindungi diri dari efek radiasi, tetapi tampaknya tidak melindungi karyawan mereka. Selain itu, selama beberapa tahun perusahaan telah berusaha menutupi efek dan menghindari tanggung jawab dengan bersikeras bahwa Gadis Radium menderita sifilis. Pengabaian total terhadap kesejahteraan karyawan ini berdampak signifikan pada perumusan UU ketenagakerjaan penyakit akibat pekerjaan.[59]
Sebagai hasil dari gugatan tersebut, efek merugikan dari radioaktivitas diketahui secara luas, dan pelukis pelat jam radium diinstruksikan untuk melakukan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat dan dilengkapi dengan alat pelindung. Secara khusus, pelukis pelat jam tidak lagi menjilat kuas cat untuk membentuknya (yang menyebabkan beberapa garam radium tertelan). Radium masih digunakan pada pelat jam hingga tahun 1960-an, tetapi tidak ada cedera lebih lanjut pada pelukis pelat jam. Hal ini menyoroti bahwa bahaya yang dialami Gadis Radium dapat dengan mudah dihindari.[60]
Sejak tahun 1960-an penggunaan cat radium dihentikan. Dalam banyak kasus, pelat jam bercahaya diimplementasikan dengan bahan fluoresen nonradioaktif yang dieksitasi oleh cahaya; perangkat seperti itu bersinar dalam gelap setelah terpapar cahaya, tetapi cahayanya memudar.[61] Di mana dibutuhkan luminositas sendiri yang tahan lama dalam kegelapan, cat radioaktif prometium-147 (waktu paruh 2,6 tahun) atau tritium (waktu paruh 12 tahun) lebih aman digunakan; keduanya terus digunakan hingga tahun 2004.[62] Keduanya memiliki keuntungan tambahan, yaitu tidak menurunkan fosfor dari waktu ke waktu, tidak seperti radium.[63] Tritium memancarkan radiasi beta berenergi sangat rendah (bahkan berenergi lebih rendah daripada radiasi beta yang dipancarkan oleh prometium) yang tidak dapat menembus kulit,[64] dan bukan radiasi gama yang memenetrasi seperti radium, serta dianggap lebih aman.[65]
Jam, arloji, dan instrumen yang berasal dari paruh pertama abad ke-20, sering kali dalam aplikasi militer, mungkin dicat dengan cat bercahaya radioaktif. Mereka biasanya tidak lagi bercahaya; tetapi, ini bukan karena peluruhan radioaktif radium (yang memiliki waktu paruh 1600 tahun) tetapi karena fluoresensi dari media fluoresen, seng sulfida, yang aus oleh radiasi dari radium.[66] Munculnya lapisan cat hijau atau coklat kekuningan yang sering kali tebal pada perangkat dari periode ini menunjukkan adanya bahaya radioaktif. Dosis radiasi dari perangkat yang utuh relatif rendah dan biasanya bukan merupakan risiko akut; tetapi cat tersebut akan menjadi berbahaya jika terlepas dan terhirup atau tertelan.[67][68]
Penggunaan medis
Radium (biasanya dalam bentuk radium klorida atau bromida) digunakan dalam pengobatan untuk menghasilkan gas radon, yang selanjutnya digunakan sebagai pengobatan kanker; misalnya, beberapa sumber radon ini digunakan di Kanada pada tahun 1920-an dan 1930-an.[69][70] Namun, banyak perawatan yang digunakan pada awal 1900-an tidak digunakan lagi karena efek berbahaya yang ditimbulkan oleh paparan radium bromida. Beberapa contoh efek ini adalah anemia, kanker, dan mutasi genetik.[71] Hingga tahun 2011, pemancar gama yang lebih aman seperti 60Co, yang lebih murah dan tersedia dalam jumlah yang lebih besar, biasanya digunakan untuk menggantikan penggunaan radium dalam aplikasi ini.[72]
Di awal tahun 1900-an, ahli biologi menggunakan radium untuk menginduksi mutasi dan mempelajari genetika. Pada awal tahun 1904, Daniel MacDougal menggunakan radium dalam upaya untuk menentukan apakah radium dapat memicu mutasi besar secara tiba-tiba dan menyebabkan perubahan evolusi besar. Thomas Hunt Morgan menggunakan radium untuk menginduksi perubahan yang menghasilkan lalat buah bermata putih. Ahli biologi pemenang Nobel Hermann Muller secara singkat mempelajari efek radium pada mutasi lalat buah sebelum beralih ke eksperimen sinar-X yang lebih terjangkau.[73]
Howard Atwood Kelly, salah satu dokter pendiri Rumah Sakit Johns Hopkins, adalah pelopor utama dalam penggunaan medis radium untuk mengobati kanker.[74] Pasien pertamanya adalah bibinya sendiri pada tahun 1904, yang meninggal tak lama setelah operasi.[75] Kelly diketahui menggunakan radium dalam jumlah berlebihan untuk mengobati berbagai jenis kanker dan tumor. Akibatnya, beberapa pasiennya meninggal akibat paparan radium.[76] Metode pengaplikasian radiumnya adalah memasukkan kapsul radium di dekat area yang terkena, lalu menjahit "titik" radium langsung ke tumor.[77] Ini adalah metode yang sama yang digunakan untuk mengobati Henrietta Lacks, inang dari sel HeLa asli, untuk kanker serviks.[78] Hingga tahun 2015, radioisotop yang lebih aman dan lebih tersedia digunakan sebagai gantinya.[79]
Produksi
Uranium tidak memiliki aplikasi skala besar pada akhir abad ke-19, dan oleh karena itu tidak ada tambang uranium besar. Pada awalnya, satu-satunya sumber bijih uranium yang besar adalah tambang perak di Jáchymov, Austria-Hungaria (sekarang Republik Ceko).[80] Bijih uranium hanya menjadi produk sampingan dari kegiatan penambangan.[81]
Dalam ekstraksi radium pertama, Curie menggunakan residu setelah ekstraksi uranium dari bijih uranium. Uranium telah diekstraksi dengan pelarutan dalam asam sulfat meninggalkan radium sulfat, yang mirip dengan barium sulfat tetapi bahkan kurang larut dalam residu. Residu itu juga mengandung sejumlah besar barium sulfat yang dengan demikian bertindak sebagai pembawa radium sulfat. Langkah pertama dari proses ekstraksi radium melibatkan perebusan dengan natrium hidroksida, diikuti dengan penambahan asam klorida untuk meminimalkan pengotor dari senyawa lain. Residu yang tersisa kemudian diolah dengan natrium karbonat untuk mengubah barium sulfat menjadi barium karbonat (membawa radium), sehingga membuatnya larut dalam asam klorida. Setelah proses disolusi, barium dan radium diendapkan kembali sebagai sulfat; ini kemudian diulangi untuk lebih memurnikan campuran sulfat. Beberapa pengotor yang membentuk sulfida yang tidak larut dihilangkan dengan mengolah larutan klorida dengan hidrogen sulfida, diikuti dengan penyaringan. Ketika sulfat campuran itu cukup murni, mereka sekali lagi diubah menjadi klorida campuran; barium dan radium kemudian dipisahkan melalui kristalisasi fraksional sambil memantau perkembangannya menggunakan spektroskop (radium memberikan garis merah yang khas, berbeda dengan garis barium yang berwarna hijau), dan elektroskop.[82]
Setelah isolasi radium oleh Marie dan Pierre Curie dari bijih uranium dari Jáchymov, beberapa ilmuwan mulai mengisolasi radium dalam jumlah kecil. Kemudian, beberapa perusahaan kecil membeli tailing tambang dari tambang Jáchymov dan mulai mengisolasi radium. Pada tahun 1904, pemerintah Austria menasionalisasi tambang itu dan berhenti mengekspor bijih mentah. Hingga tahun 1912 ketika produksi radium meningkat, ketersediaan radium menjadi rendah.[83]
Pembentukan monopoli Austria dan desakan kuat dari negara lain untuk memiliki akses ke radium menyebabkan pencarian bijih uranium di seluruh dunia. Amerika Serikat mengambil alih sebagai produsen utama pada awal 1910-an. Pasir Carnotit di Colorado menyediakan beberapa uranium dan radium, tetapi bijih yang lebih kaya ditemukan di Kongo serta area Danau Beruang Besar dan Danau Budak Besar di barat laut Kanada. Tak satu pun dari deposit tersebut ditambang untuk radium, tetapi kandungan uraniumnya membuat penambangan itu menjadi menguntungkan.[84][85]
Proses Curie masih digunakan untuk ekstraksi radium industri pada tahun 1940, tetapi campuran bromida kemudian digunakan untuk fraksionasi. Jika kandungan barium dari bijih uranium tidak cukup tinggi, maka mudah untuk menambahkan barium untuk membawa radium. Proses ini diterapkan pada bijih uranium tingkat tinggi tetapi mungkin tidak bekerja dengan baik dengan bijih tingkat rendah.[86]
Sejumlah kecil radium masih diekstraksi dari bijih uranium dengan metode pengendapan campuran dan pertukaran ion hingga akhir tahun 1990-an,[87] tetapi pada tahun 2011, radium diekstraksi hanya dari bahan bakar nuklir bekas.[88] Pada tahun 1954, total pasokan radium murni di seluruh dunia berjumlah sekitar [89] dan masih dalam kisaran ini pada tahun 2015, sedangkan produksi tahunan senyawa radium murni hanya sekitar 100 g secara total pada tahun 1984.[90] Negara penghasil radium utama adalah Belgia, Kanada, Ceko, Slowakia, Britania Raya, dan Rusia.[91] Jumlah radium yang dihasilkan selalu relatif kecil; misalnya, pada tahun 1918, 13,6 g radium diproduksi di Amerika Serikat.[92] Logam radium diisolasi dengan mereduksi radium oksida dengan logam aluminium dalam ruang hampa pada suhu 1.200 °C.[93]
Aplikasi modern
Penggunaan radium mengalami peningkatan di bidang fisika atomik, molekul, dan optik. Skala gaya pemecah simetri sebanding dengan ,[94][95] yang membuat radium, unsur alkali tanah terberat, cocok untuk membatasi fisika baru di luar model standar. Beberapa isotop radium, seperti radium-225, memiliki doublet paritas terdeformasi oktupol yang meningkatkan sensitivitas terhadap pelanggaran paritas muatan fisika baru dengan dua hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan 199Hg.[96][97][98]
Radium juga merupakan kandidat yang menjanjikan untuk jam optis ion terperangkap. Ion radium memiliki dua transisi lebargaris-subhertz (subhertz-linewidth) dari keadaan dasar yang dapat berfungsi sebagai transisi jam dalam jam optis.[99] Jam atom ion 226Ra+ terperangkap telah didemonstrasikan pada transisi ke .[100] Selain itu, radium sangat cocok untuk jam optis yang dapat dipindahkan karena semua transisi yang diperlukan untuk pengoperasian jam dapat diatasi dengan laser dioda langsung pada panjang gelombang yang sama.[101]
Meskipun radium tidak memiliki isotop stabil, ada sebelas isotop radium dengan waktu paruh lebih dari satu menit yang dapat dibandingkan dengan presisi tinggi pada plot King. Pergeseran isotop dapat diukur dengan presisi tinggi pada transisi ion radium lebargaris-subhertz dari keadaan dasar, atau pada ke garis interkombinasi dalam radium netral.[102] Tingkat nonlinear potensial apa pun dalam plot King semacam itu dapat membatasi fisika baru di luar model standar.[103]
Beberapa penggunaan praktis radium berasal dari sifat radioaktifnya. Radioisotop yang baru ditemukan, seperti kobalt-60 dan sesium-137, menggantikan radium bahkan dalam penggunaan terbatas, karena isotop-isotop ini merupakan penghasil emisi yang lebih kuat, lebih aman untuk ditangani, dan tersedia dalam bentuk yang lebih terkonsentrasi.[104][105]
Pada tahun 2013, isotop 223Ra (kloridanya berada di bawah nama dagang Xofigo)[106] disetujui oleh BPOM A.S. untuk digunakan dalam kedokteran sebagai pengobatan kanker metastasis tulang.[107][108] Indikasi utama pengobatan dengan Xofigo adalah terapi metastasis tulang dari kanker prostat yang resistan terhadap pengebirian karena karakteristik yang menguntungkan dari radiofarmasi pemancar alfa ini.[109] 225Ra juga telah digunakan dalam eksperimen mengenai iradiasi terapeutik, karena ia merupakan satu-satunya isotop radium yang berumur panjang yang tidak memiliki radon sebagai salah satu turunannya.[110]
Radium masih digunakan pada tahun 2007 sebagai sumber radiasi di beberapa perangkat radiografi industri untuk memeriksa bagian logam yang cacat, serupa dengan pencitraan sinar-X.[111] Ketika dicampur dengan berilium, radium bertindak sebagai sumber neutron.[112][113] Pada tahun 2004, sumber neutron radium-berilium kadang-kadang masih digunakan,[114][115] tetapi bahan lain seperti polonium lebih umum: sekitar 1.500 sumber neutron polonium-berilium, dengan aktivitas individual sebesar , telah digunakan setiap tahun di Rusia. Sumber neutron berbasis RaBeF4 (α, n) ini telah ditinggalkan meskipun jumlah neutron yang dipancarkannya tinggi (1,84×106 neutron per detik) dan mendukung sumber 241Am–Be.[116] Pada tahun 2011, isotop 226Ra digunakan terutama untuk membentuk 227Ac melalui iradiasi neutron dalam reaktor nuklir.[117]
Bahaya
Radium sangatlah radioaktif, dan turunan langsungnya, gas radon, juga radioaktif. Saat tertelan, 80% radium yang tertelan keluar dari tubuh melalui feses, sedangkan 20% lainnya masuk ke dalam aliran darah, sebagian besar terakumulasi di tulang. Hal ini dikarenakan tubuh memperlakukan radium sebagai kalsium dan menyimpannya di tulang, di mana radioaktivitas menurunkan sumsum dan dapat memutasi sel tulang. Paparan radium, internal atau eksternal, dapat menyebabkan kanker dan gangguan lainnya, karena radium dan radon memancarkan sinar alfa dan gama setelah peluruhannya, yang membunuh dan memutasi sel.[118] Pada saat Proyek Manhattan pada tahun 1944, "dosis toleransi" untuk pekerja ditetapkan sebesar 0,1 mikrogram radium yang tertelan.[119][120]
Beberapa efek biologis radium ialah kasus pertama "dermatitis-radium", yang dilaporkan pada tahun 1900, dua tahun setelah penemuan unsur tersebut. Fisikawan Prancis Antoine Becquerel membawa ampul kecil radium di saku rompinya selama enam jam dan melaporkan bahwa kulitnya mengalami borok. Pierre dan Marie Curie begitu tertarik dengan radiasi sehingga mereka mengorbankan kesehatan mereka sendiri untuk mempelajarinya lebih lanjut. Pierre Curie menempelkan tabung berisi radium ke lengannya selama sepuluh jam, yang mengakibatkan munculnya lesi kulit, memperkirakan penggunaan radium untuk menyerang jaringan kanker karena telah menyerang jaringan sehat.[121] Penanganan radium dituding sebagai penyebab kematian Marie Curie akibat anemia aplastik. Sejumlah besar bahaya radium berasal dari turunannya, radon: sebagai gas, ia dapat memasuki tubuh jauh lebih mudah daripada induknya, radium.[122]
Pada tahun 2015, 226Ra dianggap sebagai unsur radioaktif yang paling beracun, dan harus ditangani dalam kotak sarung tangan ketat dengan sirkulasi aliran udara yang signifikan yang kemudian dirawat untuk menghindari lepasnya turunannya, 222Rn ke lingkungan. Ampul lama yang mengandung larutan radium harus dibuka dengan hati-hati karena dekomposisi radiolitis air dapat menghasilkan gas hidrogen dan oksigen bertekanan berlebih.[123] Konsentrasi 226Ra 226Ra terbesar di dunia disimpan dalam Struktur Penahanan Limbah Sementara, sekitar di utara Kota Niagara Falls, New York.[124] Level Kontaminan Maksimum (MCL) untuk radium adalah 5pCi/L untuk air minum, tetapi OSHA tidak menetapkan batas paparan, karena ada batas radiasi yang telah ditetapkan.[125]
Lihat pula
Catatan
Bibliografi
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
- Photos of Radium Water Bath in Oklahoma
- NLM Hazardous Substances Databank – Radium, Radioactive
- Annotated bibliography for radium from the Alsos Digital Library for Nuclear Issues
- Radium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Radium. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 112
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 112
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4
- ↑ Radium. Encyclopædia Britannica
- ↑ D. R. Lide. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0484-2.
- ↑ F. Weigel. Zur Kristallchemie des Radiums. Radiochim. Acta. 1968. Vol. 10 (1–2). hlm. 78. doi:10.1524/ract.1968.10.12.78.
- ↑ Young, David A. Phase Diagrams of the Elements. University of California Press. 1991. hlm. 85. ISBN 978-0-520-91148-2.
- ↑ Young, David A. Phase Diagrams of the Elements. University of California Press. 1991. hlm. 85. ISBN 978-0-520-91148-2.
- ↑ "Crystal Structures of the Chemical Elements at 1 bar" . uni-bielefeld.de.
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4
- ↑ John S. Thayer. Relativistic Methods for Chemists. 2010. Vol. 10. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9974-8.
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 111
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 111
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4
- ↑ Kirby dkk., hlm. 8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 4–8
- ↑ Kirby dkk., hlm. 8–9
- ↑ Kirby dkk., hlm. 12
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.
- ↑ D. F. Peppard. Occurrence of the (4n + 1) series in nature. Journal of the American Chemical Society. 1952. Vol. 74 (23). hlm. 6081–6084. doi:10.1021/ja01143a074.
- ↑ R.C. Ropp. The Alkaline Earths as Metals. Elsevier. 2013. hlm. 1–23. doi:10.1016/b978-0-444-59550-8.00001-6. ISBN 978-0-444-59550-8.
- ↑ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.
- ↑ R.C. Ropp. The Alkaline Earths as Metals. Elsevier. 2013. hlm. 1–23. doi:10.1016/b978-0-444-59550-8.00001-6. ISBN 978-0-444-59550-8.
- ↑ W. Kuhn. LXVIII. Scattering of thorium C" γ-radiation by radium G and ordinary lead. The London, Edinburgh, and Dublin Philosophical Magazine and Journal of Science. 1929. Vol. 8 (52). hlm. 628. doi:10.1080/14786441108564923.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Frederick Soddy. The Interpretation of Radium. 25 Agustus 2004. hlm. 139–. ISBN 978-0-486-43877-1.
- ↑ Marjorie C. Malley. Radioactivity. Oxford University Press. 2011. hlm. 115–. ISBN 978-0-19-983178-4.
- ↑ R. J. Strutt. The Becquerel Rays and the Properties of Radium. 7 September 2004. hlm. 133–. ISBN 978-0-486-43875-7.
- ↑ First observations of short-lived pear-shaped atomic nuclei – CERN. home.cern.
- ↑ L. P. Gaffney. Studies of pear-shaped nuclei using accelerated radioactive beams. Nature. 2013. Vol. 497 (7448). hlm. 199–204. doi:10.1038/nature12073.
- ↑ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110
- ↑ "Radium" , Laboratorium Nasional Los Alamos. Diakses tanggal 13 Maret 2023.
- ↑ Section 14, Geophysics, Astronomy, and Acoustics; Abundance of Elements in the Earth's Crust and in the Sea, in Lide, David R. (ed.), CRC Handbook of Chemistry and Physics, Edisi ke-85. CRC Press. Boca Raton, Florida (2005).
- ↑ Hammond, C. R. "Radium" dalam
- ↑ Curie, Pierre. Sur une nouvelle substance fortement radio-active, contenue dans la pechblende (On a new, strongly radioactive substance contained in pitchblende). Comptes Rendus. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements. Journal of Chemical Education. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.
- ↑ Ball, David W. Elemental etymology: What's in a name?. Journal of Chemical Education. 1985. Vol. 62 (9). hlm. 787–788. doi:10.1021/ed062p787.
- ↑ Fernando P. Carvalho. The New Uranium Mining Boom. 2011. hlm. 3–13. doi:10.1007/978-3-642-22122-4_1. ISBN 978-3-642-22121-7.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements. Journal of Chemical Education. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.
- ↑ Frank Moore Colby. New International Yearbook: A Compendium of the World's Progress. Dodd, Mead and Co. 1911. hlm. 152–.
- ↑ Curie, Marie. Sur le radium métallique" (On metallic radium). Comptes Rendus. 1910. Vol. 151. hlm. 523–525.
- ↑ Salutsky, M.L. & Kirby, H.W. THE RADIOCHEMISTRY OF RADIUM, report, 1 Desember 1964; Amerika Serikat, Perpustakaan Universitas North Texas, UNT Digital Library; crediting UNT Libraries Government Documents Department. Halaman 3.
- ↑ Ronneau, C. Biotechnology for waste management and site restoration: Technological, educational, business, political aspects. Scientific Affairs Division, North Atlantic Treaty Organization. 1997. hlm. 206. ISBN 978-0-7923-4769-9.
- ↑ Frame, Paul W. How the Curie Came to Be.
- ↑ J. G. Jr. Terrill. Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States. Public Health Reports. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.
- ↑ Frame, Paul. Radioluminescent Paint. Museum of Radiation and Radioactivity. Oak Ridge Associated Universities. 1999.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Environmental history timeline – Radium Girls. 20 Juli 2012.
- ↑ Rowland, R. E. (1995) Radium in humans: a review of U.S. studies . Argonne National Laboratory. hlm. 22
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Richard Tykva. Man-made and natural radioactivity in environmental pollution and radiochronology. Springer. 2004. hlm. 78. ISBN 978-1-4020-1860-2.
- ↑ Avgusta Konstantinovna Lavrukhina. Nauka. 1966. hlm. 118.
- ↑ Nuclide safety data sheet: Hydrogen-3. ehso.emory.edu
- ↑ Zerriffi, Hisham. Tritium: The environmental, health, budgetary, and strategic effects of the Department of Energy's decision to produce tritium. Institute for Energy and Environmental Research. January 1996.
- ↑ Emsley, John. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 351–. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Radium. Encyclopædia Britannica
- ↑ Luminous Radium Paint . vintagewatchstraps.com
- ↑ Radium. Encyclopædia Britannica
- ↑ Charles Hayter. An Element of Hope: Radium and the Response to Cancer in Canada, 1900–1940. McGill-Queen's Press. 2005. ISBN 978-0-7735-2869-7.
- ↑ David I. Harvie. The radium century. Endeavour. 1999. Vol. 23 (3). hlm. 100–5. doi:10.1016/S0160-9327(99)01201-6.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Vivien Hamilton. The Secrets of Life: Historian Luis Campos resurrects radium's role in early genetics research. Distillations. 2016. Vol. 2 (2). hlm. 44–45.
- ↑ The Four Founding Physicians.
- ↑ Adi E. Dastur. Howard Atwood Kelly: much beyond the stitch. The Journal of Obstetrics and Gynecology of India. 2011. Vol. 60 (5). hlm. 392–394. doi:10.1007/s13224-010-0064-6.
- ↑ Jesse N. Aronowitz. Howard Kelly establishes gynecologic brachytherapy in the United States. Brachytherapy. 2010. Vol. 9 (2). hlm. 178–184. doi:10.1016/j.brachy.2009.10.001.
- ↑ Jesse N. Aronowitz. Howard Kelly establishes gynecologic brachytherapy in the United States. Brachytherapy. 2010. Vol. 9 (2). hlm. 178–184. doi:10.1016/j.brachy.2009.10.001.
- ↑ Rebecca Skloot. The Immortal Life of Henrietta Lacks. Random House Digital, Inc. 2 Februari 2010. ISBN 978-0-307-58938-5.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Hammond, C. R. "Radium" dalam
- ↑ Beate Ceranski. Tauschwirtschaft, Reputationsökonomie, Bürokratie. NTM Zeitschrift für Geschichte der Wissenschaften, Technik und Medizin. 2008. Vol. 16 (4). hlm. 413–443. doi:10.1007/s00048-008-0308-z.
- ↑ "Lateral Science" . lateralscience.blogspot.se. November 2012
- ↑ Beate Ceranski. Tauschwirtschaft, Reputationsökonomie, Bürokratie. NTM Zeitschrift für Geschichte der Wissenschaften, Technik und Medizin. 2008. Vol. 16 (4). hlm. 413–443. doi:10.1007/s00048-008-0308-z.
- ↑ Hammond, C. R. "Radium" dalam
- ↑ Just, Evan. Peacetíme Impact of Atomíc Energy. Financial Analysts Journal. 1952. Vol. 8 (1). hlm. 85–93. doi:10.2469/faj.v8.n1.85.
- ↑ A. Kuebel. Extraction of radium from Canadian pitchblende. Journal of Chemical Education. 1940. Vol. 17 (9). hlm. 417. doi:10.1021/ed017p417.
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110
- ↑ John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2011. hlm. 437. ISBN 9780199605637.
- ↑ J. G. Jr. Terrill. Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States. Public Health Reports. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110
- ↑ Greenwood dan Earnshaw, hlm. 109–110
- ↑ C. H. Viol. Radium Production. Science. 1919. Vol. 49 (1262). hlm. 227–8. doi:10.1126/science.49.1262.227.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Marie-Anne Bouchiat. Parity violation in atoms. Reports on Progress in Physics. 28 November 1997. Vol. 60 (11). hlm. 1351–1396. doi:10.1088/0034-4885/60/11/004.
- ↑ Eugene D. Commins. The electric dipole moment of the electron: An intuitive explanation for the evasion of Schiff's theorem. American Journal of Physics. 10 Mei 2007. Vol. 75 (6). hlm. 532–536. doi:10.1119/1.2710486.
- ↑ J. Dobaczewski. Nuclear Time-Reversal Violation and the Schiff Moment of $^{225}\mathrm{Ra}$. Physical Review Letters. 13 June 2005. Vol. 94 (23). hlm. 232502. doi:10.1103/PhysRevLett.94.232502.
- ↑ B. Graner. Reduced Limit on the Permanent Electric Dipole Moment of $^{199}\mathrm{Hg}$. Physical Review Letters. 18 April 2016. Vol. 116 (16). hlm. 161601. doi:10.1103/PhysRevLett.116.161601.
- ↑ R. H. Parker. First Measurement of the Atomic Electric Dipole Moment of $^{225}\mathrm{Ra}$. Physical Review Letters. 9 Juni 2015. Vol. 114 (23). hlm. 233002. doi:10.1103/PhysRevLett.114.233002.
- ↑ M. Nuñez Portela. Ra+ ion trapping: toward an atomic parity violation measurement and an optical clock. Applied Physics B. 1 January 2014. Vol. 114 (1). hlm. 173–182. doi:10.1007/s00340-013-5603-2.
- ↑ C. A. Holliman. Radium Ion Optical Clock. Physical Review Letters. 20 Januari 2022. Vol. 128 (3). hlm. 033202. doi:10.1103/PhysRevLett.128.033202.
- ↑ Energy Levels of Singly Ionized Radium (Ra II). physics.nist.gov.
- ↑ J. Bieroń. Multiconfiguration Dirac-Hartree-Fock calculations oftransition rates and lifetimes of the eight lowest excited levels of radium. The European Physical Journal Special Topics. 1 May 2007. Vol. 144 (1). hlm. 75–84. doi:10.1140/epjst/e2007-00110-3.
- ↑ D. Antypas. Isotopic variation of parity violation in atomic ytterbium. Nature Physics. 28 February 2019. Vol. 15 (2). hlm. 120–123. doi:10.1038/s41567-018-0312-8.
- ↑ National Research Council (U.S.) Committee On Radiation Source Use And Replacement. Radiation source use and replacement: Abbreviated version. Januari 2008. hlm. 24. ISBN 978-0-309-11014-3.
- ↑ Gunilla Carleson Bentel. Radiation therapy planning. 1996. hlm. 8. ISBN 978-0-07-005115-7.
- ↑ Xofigo US Patent. Xofigo.
- ↑ FDA OKs pinpoint prostate cancer radiation drug Xofigo from Bayer, Algeta.
- ↑ "FDA Approves Xofigo for Advanced Prostate Cancer". cancer.org. (15 Mei 2013)
- ↑ L. Maffioli. New radiopharmaceutical agents for the treatment of castration-resistant prostate cancer. Q J Nucl Med Mol Imaging. 2015. Vol. 59 (4). hlm. 420–38.
- ↑ Wolfgang Stoll. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2005. hlm. 717. doi:10.1002/14356007.a27_001. ISBN 978-3-527-31097-5.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Emsley, John. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 351–. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Michael F. l'Annunziata. Radioactivity: Introduction and history. Elsevier. 2007. hlm. 260–261. ISBN 978-0-444-52715-8.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ N. E. Holden. Radiation dosimetry of a graphite moderated radium-beryllium source. Health Physics. 2004. Vol. 86 (5 Suppl). hlm. S110–2. doi:10.1142/9789812705563_0060.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ Weisgall, Jonathan M. Operation crossroads: the atomic tests at Bikini Atoll. Naval Institute Press. 1994. hlm. 238. ISBN 978-1-55750-919-2.
- ↑ Shirley A. Fry. Supplement: Madame Curie's Discovery of Radium (1898): A Commemoration by Women in Radiation Sciences. Radiation Research. 1998. Vol. 150 (5). hlm. S21–S29. doi:10.2307/3579805.
- ↑ Lauren Redniss. Radioactive: Marie & Pierre Curie: A Tale Of Love And Fallout. HarperCollins. 2011. hlm. 70. ISBN 978-0-06-135132-7.
- ↑ Radium: Radiation Protection. United States Environmental Protection Agency
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Andrew Jenks. Model City USA: The Environmental Cost of Victory in World War II and the Cold War. Environmental History. July 2002. Vol. 12 (77). hlm. 552–577. doi:10.1093/envhis/12.3.552.
- ↑ EPA Facts about Radium. semspub.epa.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29444908 (2026-07-11T16:24:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.