Renium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29461461; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Rhenium_single_crystal_bar_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Rhenium single crystal bar and 1cm3 cube]] | |||
'''Renium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Re''' dan [[nomor atom]] 75. Ia adalah [[logam transisi]] baris ketiga berwarna abu-abu keperakan, berat, dalam [[unsur golongan 7|golongan 7]] [[tabel periodik]]. Dengan perkiraan konsentrasi rata-rata sebesar 1 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]] (ppb), renium adalah salah satu unsur paling langka di [[kerak Bumi]]. Renium memiliki [[titik lebur]] [[Daftar unsur menurut nomor atom|tertinggi ketiga]] dan [[titik didih]] tertinggi kedua dari semua unsur pada 5869 K.<ref>Yiming Zhang. [https://www.researchgate.net/publication/231538496 Corrected Values for Boiling Points and Enthalpies of Vaporization of Elements in Handbooks]. ''Journal of Chemical & Engineering Data''. 11 Januari 2011. Vol. 56.</ref> Renium menyerupai [[mangan]] dan [[teknesium]] secara kimiawi dan diperoleh terutama sebagai [[produk sampingan]] dari ekstraksi dan pemurnian bijih [[molibdenum]] dan [[tembaga]]. Dalam senyawanya, renium menunjukkan berbagai [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] mulai dari −1 hingga +7. | |||
[[Logam paduan super|Paduan super]] renium berbasis [[nikel]] digunakan di ruang bakar, bilah turbin, dan nosel buang [[mesin jet]]. Paduan ini mengandung hingga 6% renium, menjadikan konstruksi mesin jet sebagai penggunaan tunggal terbesar untuk unsur ini. Penggunaan terpentingnya yang kedua adalah sebagai [[katalis]]: renium adalah katalis yang sangat baik untuk [[hidrogenasi]] dan isomerisasi, dan digunakan misalnya dalam [[reformasi katalitis]] dalam bensin (proses reniformasi). Karena ketersediaan relatif rendah terhadap permintaan, renium menjadi mahal, dengan harga mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada tahun 2008/2009 sebesar [[Dolar Amerika Serikat|AS$]]10.600 per [[kilogram]] (AS$4.800 per pon). Karena peningkatan daur ulang renium dan penurunan permintaan renium dalam katalis, harga renium turun menjadi AS$2.844 per kilogram (AS$1.290 per pon) per Juli 2018. | Ditemukan oleh [[Walter Noddack]], [[Ida Noddack|Ida Tacke]] dan [[Otto Berg (ilmuwan)|Otto Berg]] pada tahun 1925,<ref>[https://doi.org/10.1007/BF01558746 Die Ekamangane]. ''Naturwissenschaften''. 1 Juni 1925. Vol. 13 (26). hlm. 567–574. doi:10.1007/BF01558746.</ref> renium adalah [[Daftar unsur berdasarkan kestabilan isotop|unsur stabil]] terakhir yang ditemukan. Ia dinamai dari [[Rhein|sungai Rhein]] di Eropa, dari mana sampel renium paling awal diperoleh dan dikerjakan secara komersial.<ref>[https://books.google.com/books?id=YWkvAQAAIAAJ From Hydrogen to Darmstadtium & More]. American Chemical Society. 2003. hlm. 144.</ref> | ||
[[Logam paduan super|Paduan super]] renium berbasis [[nikel]] digunakan di ruang bakar, bilah turbin, dan nosel buang [[mesin jet]]. Paduan ini mengandung hingga 6% renium, menjadikan konstruksi mesin jet sebagai penggunaan tunggal terbesar untuk unsur ini. Penggunaan terpentingnya yang kedua adalah sebagai [[katalis]]: renium adalah katalis yang sangat baik untuk [[hidrogenasi]] dan isomerisasi, dan digunakan misalnya dalam [[reformasi katalitis]] dalam bensin (proses reniformasi). Karena ketersediaan relatif rendah terhadap permintaan, renium menjadi mahal, dengan harga mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada tahun 2008/2009 sebesar [[Dolar Amerika Serikat|AS$]]10.600 per [[kilogram]] (AS$4.800 per pon). Karena peningkatan daur ulang renium dan penurunan permintaan renium dalam katalis, harga renium turun menjadi AS$2.844 per kilogram (AS$1.290 per pon) per Juli 2018.<ref>[https://apps.catalysts.basf.com/apps/eibprices/mp/YearlyCharts.aspx BASF Catalysts - Metal Prices]. ''apps.catalysts.basf.com''.</ref> | |||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Renium (, berarti: "[[Rhein]]")<ref>Hans Georg Tilgner. [https://books.google.com/books?id=UWBWnMOGtMQC Forschen Suche und Sucht]. Books on Demand. 2000. ISBN 978-3-89811-272-7.</ref> adalah yang terakhir ditemukan dari unsur-unsur yang memiliki isotop stabil (unsur baru lainnya yang ditemukan di alam sejak saat itu, seperti [[fransium]], bersifat radioaktif).<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rhenium/ Rhenium: Statistics and Information]. ''Minerals Information''. USGS. 2011.</ref> Keberadaan unsur yang belum ditemukan pada posisi ini dalam [[tabel periodik]] pertama kali diprediksi oleh [[Dmitri Mendeleev]]. Informasi perhitungan lainnya diperoleh dari [[Henry Moseley]] pada tahun 1914.<ref>Henry Moseley. [http://www.chemistry.co.nz/henry_moseley_article.htm The High-Frequency Spectra of the Elements, Part II]. ''Philosophical Magazine''. 1914. Vol. 27 (160). hlm. 703–713. doi:10.1080/14786440408635141.</ref> Pada tahun 1908, kimiawan Jepang [[Masataka Ogawa]] mengumumkan bahwa dia telah menemukan unsur ke-43 dan menamainya ''nipponium'' (Np) dari [[Jepang]] (''Nippon'' dalam [[bahasa Jepang]]). Namun, analisis terbaru menunjukkan adanya renium (unsur 75), bukan [[teknesium|unsur 43]],<ref>H. K. Yoshihara. ''Discovery of a new element 'nipponiumʼ: re-evaluation of pioneering works of Masataka Ogawa and his son Eijiro Ogawa''. ''Spectrochimica Acta Part B: Atomic Spectroscopy''. 2004. Vol. 59 (8). hlm. 1305–1310. doi:10.1016/j.sab.2003.12.027.</ref> meskipun reinterpretasi ini telah dipertanyakan oleh [[Eric Scerri]].<ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm.109–114</ref> Lambang Np kemudian digunakan untuk unsur [[neptunium]], dan nama "nihonium", juga [[Nama-nama Jepang#Nihon dan Nippon|dinamai dari Jepang]], bersama dengan lambang Nh, kemudian digunakan untuk [[nihonium|unsur 113]]. Unsur 113 juga ditemukan oleh tim ilmuwan Jepang dan diberi nama dalam penghormatan untuk karya Ogawa.<ref>Lars Öhrström. [https://www.degruyter.com/downloadpdf/j/pac.2016.88.issue-12/pac-2016-0501/pac-2016-0501.pdf Names and symbols of the elements with atomic numbers 113, 115, 117 and 118 (IUPAC Recommendations 2016)]. ''Pure Appl. Chem''. 28 November 2016. Vol. 88 (12). hlm. 1225–1229. doi:10.1515/pac-2016-0501.</ref> | |||
Renium umumnya dianggap telah ditemukan oleh [[Walter Noddack]], [[Ida Noddack|Ida Tacke]], dan [[Otto Berg (ilmuwan)|Otto Berg]] di [[Jerman]]. Pada tahun 1925, mereka melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi unsur tersebut dalam bijih [[platina]] dan dalam mineral [[kolumbit]]. Mereka juga menemukan renium dalam [[gadolinit]] dan [[molibdenit]].<ref>W. Noddack. [https://archive.org/details/sim_naturwissenschaften_1925-06-26_13_26/page/n1 Die Ekamangane]. ''Naturwissenschaften''. 1925. Vol. 13 (26). hlm. 567–574. doi:10.1007/BF01558746.</ref> Pada tahun 1928, mereka mampu mengekstraksi 1 gram renium dengan memproses 660 kilogram molibdenit.<ref>W. Noddack. ''Die Herstellung von einem Gram Rhenium''. ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie''. 1929. Vol. 183 (1). hlm. 353–375. doi:10.1002/zaac.19291830126.</ref> Diperkirakan pada tahun 1968 bahwa 75% logam renium di [[Amerika Serikat]] digunakan untuk penelitian dan pengembangan paduan [[logam refraktori]]. Butuh beberapa tahun sejak saat itu sebelum [[logam paduan super|paduan super]] itu digunakan secara luas.<ref>National Research Council (U.S.) Committee On Technical Aspects Of Critical And Strategic Material. [https://books.google.com/books?id=oD8rAAAAYAAJ&pg=PA4 Trends in usage of rhenium: Report]. 1968. hlm. 4–5.</ref><ref>Evgeniĭ Mikhaĭlovich Savitskiĭ. [https://books.google.com/books?id=Wd9GAAAAYAAJ Rhenium alloys]. 1970.</ref> | |||
Renium umumnya dianggap telah ditemukan oleh [[Walter Noddack]], [[Ida Noddack|Ida Tacke]], dan [[Otto Berg (ilmuwan)|Otto Berg]] di [[Jerman]]. Pada tahun 1925, mereka melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi unsur tersebut dalam bijih [[platina]] dan dalam mineral [[kolumbit]]. Mereka juga menemukan renium dalam [[gadolinit]] dan [[molibdenit]]. Pada tahun 1928, mereka mampu mengekstraksi 1 gram renium dengan memproses 660 kilogram molibdenit. Diperkirakan pada tahun 1968 bahwa 75% logam renium di [[Amerika Serikat]] digunakan untuk penelitian dan pengembangan paduan [[logam refraktori]]. Butuh beberapa tahun sejak saat itu sebelum [[logam paduan super|paduan super]] itu digunakan secara luas. | |||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
Renium adalah logam putih keperakan yang menjadi salah satu unsur dengan [[titik lebur]] tertinggi, hanya dilampaui oleh [[wolfram]] dan [[karbon]]. Ia juga merupakan salah satu unsur dengan [[titik didih]] tertinggi, dan yang tertinggi dari semua unsur stabil. Ia juga merupakan salah satu unsur terpadat, hanya dilampaui oleh [[platina]], [[iridium]], dan [[osmium]]. Renium memiliki struktur kristal padat heksagon, dengan parameter kisi ''a'' = 276,1 pm dan ''c'' = 445,6 pm. | Renium adalah logam putih keperakan yang menjadi salah satu unsur dengan [[titik lebur]] tertinggi, hanya dilampaui oleh [[wolfram]] dan [[karbon]]. Ia juga merupakan salah satu unsur dengan [[titik didih]] tertinggi, dan yang tertinggi dari semua unsur stabil. Ia juga merupakan salah satu unsur terpadat, hanya dilampaui oleh [[platina]], [[iridium]], dan [[osmium]]. Renium memiliki struktur kristal padat heksagon, dengan parameter kisi ''a'' = 276,1 pm dan ''c'' = 445,6 pm.<ref>L. G. Liu. ''Effect of pressure and temperature on lattice parameters of rhenium''. ''Journal of Physics and Chemistry of Solids''. 1970. Vol. 31 (6). hlm. 1345–1351. doi:10.1016/0022-3697(70)90138-1.</ref> | ||
Bentuk komersialnya yang biasa adalah bubuk, tetapi unsur ini dapat dikonsolidasikan dengan menekan dan [[penyinteran|menyinterinya]] dalam atmosfer vakum atau [[hidrogen]]. Prosedur ini menghasilkan padatan padat yang memiliki kerapatan di atas 90% kerapatan logam. Saat [[penganilan|dianil]], logam ini sangatlah ulet dan dapat ditekuk, dikoil, atau digulung. [[Logam paduan|Paduan]] renium–molibdenum bersifat [[Superkonduktivitas|superkonduktif]] pada suhu 10 [[Kelvin|K]]; paduan wolfram–renium juga bersifat superkonduktif pada suhu 4–8 K, tergantung pada paduannya. Logam renium akan menjadi superkonduktor pada suhu . | Bentuk komersialnya yang biasa adalah bubuk, tetapi unsur ini dapat dikonsolidasikan dengan menekan dan [[penyinteran|menyinterinya]] dalam atmosfer vakum atau [[hidrogen]]. Prosedur ini menghasilkan padatan padat yang memiliki kerapatan di atas 90% kerapatan logam. Saat [[penganilan|dianil]], logam ini sangatlah ulet dan dapat ditekuk, dikoil, atau digulung.<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> [[Logam paduan|Paduan]] renium–molibdenum bersifat [[Superkonduktivitas|superkonduktif]] pada suhu 10 [[Kelvin|K]]; paduan wolfram–renium juga bersifat superkonduktif<ref>V. S. Neshpor. ''Superconductivity of Some Alloys of the Tungsten-rhenium-carbon System''. ''Soviet Physics JETP''. 1968. Vol. 27. hlm. 13.</ref> pada suhu 4–8 K, tergantung pada paduannya. Logam renium akan menjadi superkonduktor pada suhu .<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2011. hlm. 12.60. ISBN 978-1439855119.</ref><ref>Daunt, J. G. [http://oai.dtic.mil/oai/oai?verb=getRecord&metadataPrefix=html&identifier=AD0622881 The Properties of Superconducting Mo-Re Alloys]. Defense Technical Information Center.</ref> | ||
Dalam bentuk curah dan pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, unsur ini tahan terhadap [[alkali]], [[asam sulfat]], [[asam klorida]], [[asam nitrat]], dan [[air raja]]. Namun, ia akan bereaksi dengan asam nitrat saat dipanaskan. | Dalam bentuk curah dan pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, unsur ini tahan terhadap [[alkali]], [[asam sulfat]], [[asam klorida]], [[asam nitrat]], dan [[air raja]]. Namun, ia akan bereaksi dengan asam nitrat saat dipanaskan.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=Duk20wEVgJQ Rhenium - A METAL WITHOUT WHICH THERE WOULdn't BE GASOLINE!]. ''YouTube''.</ref> | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Renium memiliki satu isotop [[nuklida stabil|stabil]], renium-185, yang terjadi dalam kelimpahan minoritas, situasi yang hanya ditemukan pada dua unsur lainnya ([[indium]] dan [[telurium]]). Renium alami hanya terdiri dari 37,4% <sup>185</sup>Re, dan 62,6% <sup>187</sup>Re yang [[Radionuklida|tidak stabil]] tetapi memiliki [[waktu paruh]] yang sangat panjang (≈10<sup>10</sup> tahun). Satu kilogram renium alami memancarkan radiasi 1,07 M[[becquerel|Bq]] karena adanya isotop ini. Waktu hidup ini dapat sangat dipengaruhi oleh keadaan muatan atom renium.<ref>Bill Johnson. [http://math.ucr.edu/home/baez/physics/ParticleAndNuclear/decay_rates.html How to Change Nuclear Decay Rates]. ''math.ucr.edu''. 1993.</ref><ref>F. Bosch. ''Observation of bound-state ''β'' − decay of fully ionized 187 Re: 187 Re- 187 Os Cosmochronometry''. ''Physical Review Letters''. 1996. Vol. 77 (26). hlm. 5190–5193. doi:10.1103/PhysRevLett.77.5190.</ref> [[Peluruhan beta]] <sup>187</sup>Re digunakan untuk [[penanggalan renium–osmium]] pada beberapa bijih. Energi yang tersedia untuk peluruhan beta ini (2,6 k[[Elektronvolt|eV]]) adalah salah satu yang paling rendah yang telah diketahui di antara semua [[radionuklida]]. Isotop <sup>186m</sup>Re terkenal sebagai salah satu [[Isomer nuklir|isotop metastabil]] yang paling lama hidup dengan waktu paruh sekitar 200.000 tahun. Ada 33 isotop tidak stabil lainnya yang telah dikenali, mulai dari <sup>160</sup>Re hingga <sup>194</sup>Re, yang berumur paling panjang adalah <sup>183</sup>Re dengan waktu paruh 70 hari. | |||
Renium memiliki satu isotop [[nuklida stabil|stabil]], renium-185, yang terjadi dalam kelimpahan minoritas, situasi yang hanya ditemukan pada dua unsur lainnya ([[indium]] dan [[telurium]]). Renium alami hanya terdiri dari 37,4% <sup>185</sup>Re, dan 62,6% <sup>187</sup>Re yang [[Radionuklida|tidak stabil]] tetapi memiliki [[waktu paruh]] yang sangat panjang (≈10<sup>10</sup> tahun). Satu kilogram renium alami memancarkan radiasi 1,07 M[[becquerel|Bq]] karena adanya isotop ini. Waktu hidup ini dapat sangat dipengaruhi oleh keadaan muatan atom renium. [[Peluruhan beta]] <sup>187</sup>Re digunakan untuk [[penanggalan renium–osmium]] pada beberapa bijih. Energi yang tersedia untuk peluruhan beta ini (2,6 k[[Elektronvolt|eV]]) adalah salah satu yang paling rendah yang telah diketahui di antara semua [[radionuklida]]. Isotop <sup>186m</sup>Re terkenal sebagai salah satu [[Isomer nuklir|isotop metastabil]] yang paling lama hidup dengan waktu paruh sekitar 200.000 tahun. Ada 33 isotop tidak stabil lainnya yang telah dikenali, mulai dari <sup>160</sup>Re hingga <sup>194</sup>Re, yang berumur paling panjang adalah <sup>183</sup>Re dengan waktu paruh 70 hari. | |||
===Senyawa=== | ===Senyawa=== | ||
Senyawa renium dikenal memiliki semua [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] antara −3 dan +7 kecuali −2. Keadaan oksidasi +7, +6, +4, dan +2 adalah yang paling umum.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1118 1118]–1123. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Renium paling banyak tersedia secara komersial sebagai garam [[perrenat]], meliputi [[natrium perrenat|natrium]] dan [[amonium perrenat]]. Mereka adalah senyawa putih yang larut dalam air.<ref>Glemser, O. (1963) "Ammonium Perrhenate" dalam ''Handbook of Preparative Inorganic Chemistry'', edisi ke-2, G. Brauer (ed.), Academic Press, NY., Vol. 1, hlm. 1476–85.</ref> Anion tetratioperrenat [ReS<sub>4</sub>]<sup>−</sup> dimungkinkan.<ref>JT Goodman. ''Tetraethylammonium-tetrathioperrhenate [Et 4 N][ReS 4 ]''. ''Inorganic Syntheses''. 2002. Vol. 33. hlm. 107–110. doi:10.1002/0471224502.ch2. ISBN 0471208256.</ref> | |||
Senyawa renium dikenal memiliki semua [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] antara −3 dan +7 kecuali −2. Keadaan oksidasi +7, +6, +4, dan +2 adalah yang paling umum. Renium paling banyak tersedia secara komersial sebagai garam [[perrenat]], meliputi [[natrium perrenat|natrium]] dan [[amonium perrenat]]. Mereka adalah senyawa putih yang larut dalam air. Anion tetratioperrenat [ReS<sub>4</sub>]<sup>−</sup> dimungkinkan. | |||
====Halida dan oksihalida==== | ====Halida dan oksihalida==== | ||
Renium klorida yang paling umum adalah ReCl<sub>6</sub>, [[Renium(V) klorida|ReCl<sub>5</sub>]], ReCl<sub>4</sub>, dan [[Renium(III) klorida|ReCl<sub>3</sub>]]. Struktur senyawa ini sering menampilkan ikatan Re–Re yang ekstensif, yang merupakan karakteristik logam ini dalam keadaan oksidasi lebih rendah dari VII. Garam [Re<sub>2</sub>Cl<sub>8</sub>]<sup>2−</sup> memiliki ikatan logam–logam [[ikatan rangkap empat|rangkap empat]]. Meskipun renium klorida tertinggi memiliki fitur Re(VI), fluorin menghasilkan turunan Re(VII) d<sup>0</sup> [[Renium(VII) fluorida|renium heptafluorida]]. Renium bromida dan iodida juga telah dikenal. | Renium klorida yang paling umum adalah ReCl<sub>6</sub>, [[Renium(V) klorida|ReCl<sub>5</sub>]], ReCl<sub>4</sub>, dan [[Renium(III) klorida|ReCl<sub>3</sub>]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Struktur senyawa ini sering menampilkan ikatan Re–Re yang ekstensif, yang merupakan karakteristik logam ini dalam keadaan oksidasi lebih rendah dari VII. Garam [Re<sub>2</sub>Cl<sub>8</sub>]<sup>2−</sup> memiliki ikatan logam–logam [[ikatan rangkap empat|rangkap empat]]. Meskipun renium klorida tertinggi memiliki fitur Re(VI), fluorin menghasilkan turunan Re(VII) d<sup>0</sup> [[Renium(VII) fluorida|renium heptafluorida]]. Renium bromida dan iodida juga telah dikenal. | ||
Seperti wolfram dan molibdenum, yang memiliki kesamaan kimiawi, renium membentuk berbagai [[Oksohalida|oksihalida]]. Oksiklorida adalah yang paling umum, dan meliputi ReOCl<sub>4</sub>, ReOCl<sub>3</sub>. | Seperti wolfram dan molibdenum, yang memiliki kesamaan kimiawi, renium membentuk berbagai [[Oksohalida|oksihalida]]. Oksiklorida adalah yang paling umum, dan meliputi ReOCl<sub>4</sub>, ReOCl<sub>3</sub>. | ||
====Oksida dan sulfida==== | ====Oksida dan sulfida==== | ||
Renium [[oksida]] yang paling umum adalah [[Renium(VII) oksida|Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub>]] kuning yang volatil. [[Renium(VI) oksida|Renium trioksida]] (ReO<sub>3</sub>) merah mengadopsi struktur seperti [[perovskit]]. Oksida lainnya meliputi Re<sub>2</sub>O<sub>5</sub>, [[Renium(IV) oksida|ReO<sub>2</sub>]], dan Re<sub>2</sub>O<sub>3</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Renium [[sulfida]] meliputi [[Renium(IV) sulfida|ReS<sub>2</sub>]] dan [[Renium(VII) sulfida|Re<sub>2</sub>S<sub>7</sub>]]. Garam perrenat dapat diubah menjadi [[tetratioperrenat]] dengan aksi [[amonium hidrosulfida]].<ref>J. T. Goodman. ''Tetraethylammonium-tetrathioperrhenate [Et 4 N] [ReS 4 ]''. 2002. Vol. 33. hlm. 107–110. doi:10.1002/0471224502.ch2. ISBN 9780471208259.</ref> | |||
Renium [[oksida]] yang paling umum adalah [[Renium(VII) oksida|Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub>]] kuning yang volatil. [[Renium(VI) oksida|Renium trioksida]] (ReO<sub>3</sub>) merah mengadopsi struktur seperti [[perovskit]]. Oksida lainnya meliputi Re<sub>2</sub>O<sub>5</sub>, [[Renium(IV) oksida|ReO<sub>2</sub>]], dan Re<sub>2</sub>O<sub>3</sub>. Renium [[sulfida]] meliputi [[Renium(IV) sulfida|ReS<sub>2</sub>]] dan [[Renium(VII) sulfida|Re<sub>2</sub>S<sub>7</sub>]]. Garam perrenat dapat diubah menjadi [[tetratioperrenat]] dengan aksi [[amonium hidrosulfida]]. | |||
====Senyawa lainnya==== | ====Senyawa lainnya==== | ||
[[Renium diborida]] (ReB<sub>2</sub>) adalah senyawa keras yang memiliki [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] yang mirip dengan [[wolfram karbida]], [[silikon karbida]], [[titanium diborida]], atau [[zirkonium diborida]]. | [[Renium diborida]] (ReB<sub>2</sub>) adalah senyawa keras yang memiliki [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] yang mirip dengan [[wolfram karbida]], [[silikon karbida]], [[titanium diborida]], atau [[zirkonium diborida]].<ref>Jiaqian Qin. ''Is Rhenium Diboride a Superhard Material?''. ''Advanced Materials''. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.</ref> | ||
====Senyawa organorenium==== | ====Senyawa organorenium==== | ||
[[Direnium dekakarbonil]] adalah entri paling umum untuk kimia organorenium. Reduksinya dengan [[Amalgam (kimia)|amalgam]] natrium menghasilkan Na[Re(CO)<sub>5</sub>] dengan renium dalam keadaan oksidasi formal −1.<ref>Breimair, Josef. ''Nucleophile Addition von Carbonylmetallaten an kationische Alkin-Komplexe [CpL2M(η2-RC≡CR)]+ (M = Ru, Fe): μ-η1:η1-Alkin-verbrückte Komplexe''. ''Chemische Berichte''. 1990. Vol. 123. hlm. 7. doi:10.1002/cber.19901230103.</ref> Direnium dekakarbonil dapat dioksidasi dengan [[bromin]] menjadi [[bromopentakarbonilrenium(I)]]:<ref>Steven P. Schmidt. ''Pentacarbonylrhenium Halides''. 1990. Vol. 28. hlm. 154–159. doi:10.1002/9780470132593.ch42. ISBN 978-0-470-13259-3.</ref> | |||
[[Direnium dekakarbonil]] adalah entri paling umum untuk kimia organorenium. Reduksinya dengan [[Amalgam (kimia)|amalgam]] natrium menghasilkan Na[Re(CO)<sub>5</sub>] dengan renium dalam keadaan oksidasi formal −1. Direnium dekakarbonil dapat dioksidasi dengan [[bromin]] menjadi [[bromopentakarbonilrenium(I)]]: | |||
:Re<sub>2</sub>(CO)<sub>10</sub> + Br<sub>2</sub> → 2 Re(CO)<sub>5</sub>Br | :Re<sub>2</sub>(CO)<sub>10</sub> + Br<sub>2</sub> → 2 Re(CO)<sub>5</sub>Br | ||
Reduksi pentakarbonil dengan [[seng]] dan [[asam asetat]] akan menghasilkan [[pentakarbonilhidridorenium]]: | Reduksi pentakarbonil dengan [[seng]] dan [[asam asetat]] akan menghasilkan [[pentakarbonilhidridorenium]]:<ref>Michael A. Urbancic. ''Pentacarbonylhydridorhenium''. 1990. Vol. 28. hlm. 165–168. doi:10.1002/9780470132593.ch43. ISBN 978-0-470-13259-3.</ref> | ||
:Re(CO)<sub>5</sub>Br + Zn + HOAc → Re(CO)<sub>5</sub>H + ZnBr(OAc) | :Re(CO)<sub>5</sub>Br + Zn + HOAc → Re(CO)<sub>5</sub>H + ZnBr(OAc) | ||
[[Metilrenium trioksida]] ("MTO"), CH<sub>3</sub>ReO<sub>3</sub> adalah zat padat yang volatil dan nirwarna yang telah digunakan sebagai [[katalis]] dalam beberapa percobaan laboratorium. Ia dapat dibuat melalui banyak rute, dengan metode yang paling sering adalah reaksi Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> dan [[tetrametilseng]]: | [[Metilrenium trioksida]] ("MTO"), CH<sub>3</sub>ReO<sub>3</sub> adalah zat padat yang volatil dan nirwarna yang telah digunakan sebagai [[katalis]] dalam beberapa percobaan laboratorium. Ia dapat dibuat melalui banyak rute, dengan metode yang paling sering adalah reaksi Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> dan [[tetrametilseng]]: | ||
:Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + (CH<sub>3</sub>)<sub>4</sub>Sn → CH<sub>3</sub>ReO<sub>3</sub> + (CH<sub>3</sub>)<sub>3</sub>SnOReO<sub>3</sub> | :Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> + (CH<sub>3</sub>)<sub>4</sub>Sn → CH<sub>3</sub>ReO<sub>3</sub> + (CH<sub>3</sub>)<sub>3</sub>SnOReO<sub>3</sub> | ||
Turunan alkil dan aril analog telah diketahui. MTO mengatalisis oksidasi dengan [[hidrogen peroksida]]. [[Alkuna]] terminal menghasilkan asam atau ester yang sesuai, alkuna internal menghasilkan diketon, dan [[alkena]] menghasilkan epoksida. MTO juga mengatalisis konversi [[alkanal|aldehida]] dan [[diazo]]alkana menjadi alkena. | Turunan alkil dan aril analog telah diketahui. MTO mengatalisis oksidasi dengan [[hidrogen peroksida]]. [[Alkuna]] terminal menghasilkan asam atau ester yang sesuai, alkuna internal menghasilkan diketon, dan [[alkena]] menghasilkan epoksida. MTO juga mengatalisis konversi [[alkanal|aldehida]] dan [[diazo]]alkana menjadi alkena.<ref>Hudson, A. (2002) “Methyltrioxorhenium” in ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis''. John Wiley & Sons: New York, , .</ref> | ||
====Nonahidridorenat==== | ====Nonahidridorenat==== | ||
Turunan renium yang khas adalah [[Kalium nonahidridorenat|nonahidridorenat]], yang awalnya dianggap sebagai anion ''renida'', Re<sup>−</sup>, tetapi sebenarnya mengandung anion di mana keadaan oksidasi renium adalah +7. | Turunan renium yang khas adalah [[Kalium nonahidridorenat|nonahidridorenat]], yang awalnya dianggap sebagai anion ''renida'', Re<sup>−</sup>, tetapi sebenarnya mengandung anion di mana keadaan oksidasi renium adalah +7. | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Renium adalah salah satu unsur paling langka di [[kerak Bumi]] dengan konsentrasi rata-rata 1 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|ppb]];<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> sumber lain mengutip angka 0,5 ppb, menjadikannya unsur paling melimpah ke-77 di kerak Bumi.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/358 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/358 358–360]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Renium mungkin tidak ditemukan bebas di alam (kemungkinan keterjadian alaminya tidaklah pasti), tetapi terdapat dalam jumlah hingga 0,2%<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dalam mineral [[molibdenit]] (yang utamanya merupakan [[molibdenum disulfida]]), sumber renium komersial utama, meskipun sampel molibdenit tunggal hingga 1,88% telah ditemukan.<ref>Rouschias, George. ''Recent advances in the chemistry of rhenium''. ''Chemical Reviews''. 1974. Vol. 74 (5). hlm. 531. doi:10.1021/cr60291a002.</ref> [[Chili]] memiliki cadangan renium terbesar di dunia, bagian dari deposit bijih tembaga, dan merupakan produsen utama pada tahun 2005.<ref>Steve T. Anderson. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/country/2005/cimyb05.pdf 2005 Minerals Yearbook: Chile]. USGS.</ref> Baru belakangan ini [[mineral]] renium pertama ditemukan dan dideskripsikan (pada tahun 1994), sebuah [[mineral sulfida]] renium (ReS<sub>2</sub>) yang mengembun dari [[fumarol]] di gunung berapi [[Medvezhya|Kudriavy]], Pulau [[Pulau Iturup|Iturup]], di [[Kepulauan Kuril]].<ref>M. A. Korzhinsky. ''Discovery of a pure rhenium mineral at Kudriavy volcano''. ''Nature''. 5 Mei 2004. Vol. 369 (6475). hlm. 51–52. doi:10.1038/369051a0.</ref> Kudriavy melepaskan hingga to 20–60 kg renium per tahun, sebagian besar dalam bentuk renium disulfida.<ref>A. A. Kremenetsky. ''Concentration of rhenium and other rare metals in gases of the Kudryavy Volcano (Iturup Island, Kurile Islands)''. ''Doklady Earth Sciences''. 2010. Vol. 430 (1). hlm. 114. doi:10.1134/S1028334X10010253.</ref><ref>S. Tessalina. [https://archive.org/details/sim_geochimica-et-cosmochimica-acta_2008-02-01_72_3/page/888 Sources of unique rhenium enrichment in fumaroles and sulphides at Kudryavy volcano]. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 2008. Vol. 72 (3). hlm. 889. doi:10.1016/j.gca.2007.11.015.</ref> Dinamai [[reniit]], mineral langka ini memiliki harga yang tinggi di kalangan kolektor.<ref>[http://www.galleries.com/minerals/sulfides/rheniite/rheniite.htm The Mineral Rheniite]. Amethyst Galleries.</ref> | |||
Renium adalah salah satu unsur paling langka di [[kerak Bumi]] dengan konsentrasi rata-rata 1 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|ppb]]; sumber lain mengutip angka 0,5 ppb, menjadikannya unsur paling melimpah ke-77 di kerak Bumi. Renium mungkin tidak ditemukan bebas di alam (kemungkinan keterjadian alaminya tidaklah pasti), tetapi terdapat dalam jumlah hingga 0,2% dalam mineral [[molibdenit]] (yang utamanya merupakan [[molibdenum disulfida]]), sumber renium komersial utama, meskipun sampel molibdenit tunggal hingga 1,88% telah ditemukan. [[Chili]] memiliki cadangan renium terbesar di dunia, bagian dari deposit bijih tembaga, dan merupakan produsen utama pada tahun 2005. Baru belakangan ini [[mineral]] renium pertama ditemukan dan dideskripsikan (pada tahun 1994), sebuah [[mineral sulfida]] renium (ReS<sub>2</sub>) yang mengembun dari [[fumarol]] di gunung berapi [[Medvezhya|Kudriavy]], Pulau [[Pulau Iturup|Iturup]], di [[Kepulauan Kuril]]. Kudriavy melepaskan hingga to 20–60 kg renium per tahun, sebagian besar dalam bentuk renium disulfida. Dinamai [[reniit]], mineral langka ini memiliki harga yang tinggi di kalangan kolektor. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Sekitar 80% renium diekstraksi dari deposit molibdenum [[Porfiri (geologi)|porfiri]].<ref>D. A. John. [https://pubs.er.usgs.gov/publication/70048652 Rare earth and critical elements in ore deposits]. 2016. Vol. 18. hlm. 137–164. doi:10.5382/Rev.18.07.</ref> Beberapa bijih mengandung 0,001% hingga 0,2% renium.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Memanggang bijih akan memvolatilisasi renium oksida.<ref>Rouschias, George. ''Recent advances in the chemistry of rhenium''. ''Chemical Reviews''. 1974. Vol. 74 (5). hlm. 531. doi:10.1021/cr60291a002.</ref> [[Renium(VII) oksida]] dan [[asam perrenat]] mudah larut dalam air; mereka tercuci dari debu cerobong asap dan gas dan diekstraksi melalui presipitasi dengan [[kalium klorida|kalium]] atau [[amonium klorida]] sebagai garam [[perrenat]], dan dimurnikan melalui [[Rekristalisasi (kimia)|rekristalisasi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Total produksi dunia ialah antara 40 dan 50 ton/tahun; produsen renium utama berada di Chili, Amerika Serikat, Peru, dan Polandia.<ref>Michael J. Magyar. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rhenium/mcs-2012-rheni.pdf Rhenium]. ''Mineral Commodity Summaries''. U.S. Geological Survey. Januari 2012.</ref> Daur ulang katalis Pt–Re bekas dan paduan khusus memungkinkan pemulihan 10 ton renium lagi per tahun. Harga logam ini dengan cepat pada awal 2008, dari AS$1000–AS$2000 per [[kilogram|kg]] pada tahun 2003–2006 menjadi lebih dari AS$10.000 pada Februari 2008.<ref>[http://www.minormetals.com/ MinorMetal prices]. minormetals.com.</ref><ref>Jan Harvey. [http://in.reuters.com/article/oilRpt/idINL1037587920080710 Analysis: Super hot metal rhenium may reach "platinum prices"]. Reuters India. 10 Juli 2008.</ref> Bentuk logam dibuat dengan mereduksi [[amonium perrenat]] dengan [[hidrogen]] pada suhu tinggi:<ref>Glemser, O. (1963) "Ammonium Perrhenate" dalam ''Handbook of Preparative Inorganic Chemistry'', edisi ke-2, G. Brauer (ed.), Academic Press, NY., Vol. 1, hlm. 1476–85.</ref> | |||
Sekitar 80% renium diekstraksi dari deposit molibdenum [[Porfiri (geologi)|porfiri]]. Beberapa bijih mengandung 0,001% hingga 0,2% renium. Memanggang bijih akan memvolatilisasi renium oksida. [[Renium(VII) oksida]] dan [[asam perrenat]] mudah larut dalam air; mereka tercuci dari debu cerobong asap dan gas dan diekstraksi melalui presipitasi dengan [[kalium klorida|kalium]] atau [[amonium klorida]] sebagai garam [[perrenat]], dan dimurnikan melalui [[Rekristalisasi (kimia)|rekristalisasi]]. Total produksi dunia ialah antara 40 dan 50 ton/tahun; produsen renium utama berada di Chili, Amerika Serikat, Peru, dan Polandia. Daur ulang katalis Pt–Re bekas dan paduan khusus memungkinkan pemulihan 10 ton renium lagi per tahun. Harga logam ini dengan cepat pada awal 2008, dari AS$1000–AS$2000 per [[kilogram|kg]] pada tahun 2003–2006 menjadi lebih dari AS$10.000 pada Februari 2008. Bentuk logam dibuat dengan mereduksi [[amonium perrenat]] dengan [[hidrogen]] pada suhu tinggi: | |||
:2 NH<sub>4</sub>ReO<sub>4</sub> + 7 H<sub>2</sub> → 2 Re + 8 H<sub>2</sub>O + 2 NH<sub>3</sub> | :2 NH<sub>4</sub>ReO<sub>4</sub> + 7 H<sub>2</sub> → 2 Re + 8 H<sub>2</sub>O + 2 NH<sub>3</sub> | ||
Terdapat teknologi untuk ekstraksi renium terkait dari solusi produktif pencucian bawah tanah bijih uranium. | Terdapat teknologi untuk ekstraksi renium terkait dari solusi produktif pencucian bawah tanah bijih uranium.<ref>A.A. Rudenko. [https://mst.misis.ru/jour/article/view/287 Prospects for selective-and-advanced recovery of rhenium from pregnant solutions of in-situ leaching of uranium ores at Dobrovolnoye deposit]. ''Gornye Nauki I Tekhnologii = Mining Science and Technology (Russia)''. 2021. Vol. 6 (3). hlm. 158–169. doi:10.17073/2500-0632-2021-3-158-169.</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Renium ditambahkan pada paduan super suhu tinggi yang digunakan untuk membuat bagian-bagian [[mesin jet]], menggunakan 70% produksi renium di seluruh dunia.<ref>A. V. Naumov. ''Rhythms of rhenium''. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.</ref> Aplikasi utama lainnya adalah dalam [[katalis]] platina–renium, yang digunakan terutama dalam pembuatan [[bensin]] beroktan tinggi bebas [[timbal]].<ref>Michael J. Magyar. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rhenium/myb1-2009-rheni.pdf 2009 Mineral Yearbook: Rhenium]. United States Geological Survey. April 2011.</ref> | |||
Renium ditambahkan pada paduan super suhu tinggi yang digunakan untuk membuat bagian-bagian [[mesin jet]], menggunakan 70% produksi renium di seluruh dunia. Aplikasi utama lainnya adalah dalam [[katalis]] platina–renium, yang digunakan terutama dalam pembuatan [[bensin]] beroktan tinggi bebas [[timbal]]. | |||
===Paduan=== | ===Paduan=== | ||
[[Logam paduan super|Paduan super]] berbasis nikel telah meningkatkan [[Rangkak (deformasi)|kekuatan rangkak]] dengan penambahan renium. Paduan ini biasanya mengandung 3% atau 6% renium. Paduan generasi kedua mengandung 3%; paduan ini digunakan dalam mesin untuk [[Pratt & Whitney F100|F-15 dan F-16]], sedangkan paduan generasi ketiga kristal tunggal yang lebih baru mengandung 6% renium; mereka digunakan dalam mesin [[Pratt & Whitney F119|F-22]] dan [[Pratt & Whitney F135|F-35]]. Renium juga digunakan dalam paduan super, seperti CMSX-4 (generasi ke-2) dan CMSX-10 (generasi ke-3) yang digunakan dalam mesin [[turbin gas]] industri seperti GE 7FA. Renium dapat menyebabkan paduan super menjadi tidak stabil secara mikrostruktur, membentuk [[fase benda|fase]] yang padat secara topologi (''topologically close packed'', TCP). Pada paduan super generasi ke-4 dan ke-5, [[rutenium]] digunakan untuk menghindari efek ini. Paduan super baru antara lain adalah EPM-102 (dengan 3% Ru) dan TMS-162 (dengan 6% Ru), serta TMS-138 and TMS-174. | [[Logam paduan super|Paduan super]] berbasis nikel telah meningkatkan [[Rangkak (deformasi)|kekuatan rangkak]] dengan penambahan renium. Paduan ini biasanya mengandung 3% atau 6% renium.<ref>H. K. D. H. Bhadeshia. [http://www.msm.cam.ac.uk/phase-trans/2003/Superalloys/superalloys.html Nickel Based Superalloys]. Universitas Cambridge.</ref> Paduan generasi kedua mengandung 3%; paduan ini digunakan dalam mesin untuk [[Pratt & Whitney F100|F-15 dan F-16]], sedangkan paduan generasi ketiga kristal tunggal yang lebih baru mengandung 6% renium; mereka digunakan dalam mesin [[Pratt & Whitney F119|F-22]] dan [[Pratt & Whitney F135|F-35]].<ref>Michael J. Magyar. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rhenium/myb1-2009-rheni.pdf 2009 Mineral Yearbook: Rhenium]. United States Geological Survey. April 2011.</ref><ref>B. Cantor. [https://books.google.com/books?id=n09-HajhRHYC Aerospace Materials: An Oxford-Kobe Materials Text]. CRC Press. 2001. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7503-0742-0.</ref> Renium juga digunakan dalam paduan super, seperti CMSX-4 (generasi ke-2) dan CMSX-10 (generasi ke-3) yang digunakan dalam mesin [[turbin gas]] industri seperti GE 7FA. Renium dapat menyebabkan paduan super menjadi tidak stabil secara mikrostruktur, membentuk [[fase benda|fase]] yang padat secara topologi (''topologically close packed'', TCP). Pada paduan super generasi ke-4 dan ke-5, [[rutenium]] digunakan untuk menghindari efek ini. Paduan super baru antara lain adalah EPM-102 (dengan 3% Ru) dan TMS-162 (dengan 6% Ru),<ref>Bondarenko, Yu. A. ''Effect of high-gradient directed crystallization on the structure and properties of rhenium-bearing single-crystal alloy''. ''Metal Science and Heat Treatment''. 2006. Vol. 48 (7–8). hlm. 360. doi:10.1007/s11041-006-0099-6.</ref> serta TMS-138<ref>[http://sakimori.nims.go.jp/catalog/TMS-138-A.pdf Fourth generation nickel base single crystal superalloy].</ref> and TMS-174.<ref>Koizumi, Yutaka. [http://nippon.zaidan.info/seikabutsu/2003/00916/pdf/igtc2003tokyo_ts119.pdf Development of a Next-Generation Ni-base Single Crystal Superalloy]. ''Proceedings of the International Gas Turbine Congress, Tokyo November 2–7, 2003''.</ref><ref>Walston, S. [http://gltrs.grc.nasa.gov/reports/2004/TM-2004-213062.pdf Joint Development of a Fourth Generation Single Crystal Superalloy].</ref> | ||
Untuk tahun 2006, konsumsi renium diberikan pada 28% untuk [[General Electric]], 28% [[Rolls-Royce plc]], dan 12% [[Pratt & Whitney]], semuanya untuk paduan super, sedangkan penggunaan untuk katalis hanya menyumbang 14% dan aplikasi sisanya menggunakan 18%.<ref>A. V. Naumov. ''Rhythms of rhenium''. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.</ref> Pada tahun 2006, 77% konsumsi renium di Amerika Serikat adalah dalam paduan.<ref>Michael J. Magyar. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rhenium/myb1-2009-rheni.pdf 2009 Mineral Yearbook: Rhenium]. United States Geological Survey. April 2011.</ref> Permintaan yang meningkat untuk mesin jet militer dan pasokan yang konstan mengharuskan pengembangan paduan super dengan kandungan renium yang lebih rendah. Misalnya, bilah turbin tekanan tinggi (HPT) [[CFM International CFM56]] yang lebih baru akan menggunakan Rene N515 dengan kandungan renium 1,5%, bukan Rene N5 dengan 3%.<ref>Paul J. Fink. [https://archive.org/details/sim_jom_2010-01_62_1/page/55 Rhenium reduction—alloy design using an economically strategic element]. ''JOM''. 2010. Vol. 62 (1). hlm. 55. doi:10.1007/s11837-010-0012-z.</ref><ref>Douglas G. Konitzer. [http://memagazine.asme.org/Articles/2010/September/Design_Era_Constrained.cfm Design in an Era of Constrained Resources]. September 2010.</ref> | |||
Renium meningkatkan sifat [[wolfram]]. Paduan wolfram–renium lebih ulet pada suhu rendah, membuatnya lebih mudah dikerjakan dengan mesin. Stabilitas suhu tinggi juga ditingkatkan. Efeknya meningkat sejalan dengan konsentrasi renium, dan karenanya paduan tungsten diproduksi hingga 27% Re, yang merupakan batas kelarutan.<ref>Erik Lassner. [https://books.google.com/books?id=foLRISkt9gcC&pg=PA256 Tungsten: properties, chemistry, technology of the element, alloys, and chemical compounds]. Springer. 1999. hlm. 256. ISBN 978-0-306-45053-2.</ref> Kawat wolfram–renium awalnya dibuat dalam upaya mengembangkan kawat yang lebih ulet setelah rekristalisasi. Hal ini memungkinkan kawat memenuhi tujuan kinerja tertentu, termasuk ketahanan getaran yang unggul, keuletan yang lebih baik, dan resistivitas yang lebih tinggi.<ref>[http://ucfilament.com/materials/tungsten-rhenium/ Tungsten-Rhenium - Union City Filament]. ''Union City Filament''.</ref> Salah satu aplikasi untuk paduan wolfram–renium adalah sumber [[sinar-X]]. Titik lebur kedua unsur yang tinggi, bersama dengan massa atomnya yang tinggi, membuatnya stabil terhadap benturan elektron yang berkepanjangan.<ref>Pam Cherry. [https://books.google.com/books?id=5WIBbmmDm-gC&pg=PA55 Practical radiotherapy physics and equipment]. Cambridge University Press. 1998. hlm. 55. ISBN 978-1-900151-06-1.</ref> Paduan wolfram–renium juga digunakan sebagai [[termokopel]] untuk mengukur suhu hingga 2200 °[[Celsius|C]].<ref>R. Asamoto. [https://archive.org/details/sim_review-scientific-instruments_1968-08_39_8/page/1233 Tungsten-Rhenium Thermocouples for Use at High Temperatures]. ''Review of Scientific Instruments''. 1968. Vol. 39 (8). hlm. 1233. doi:10.1063/1.1683642.</ref> | |||
Stabilitas suhu tinggi, tekanan uap rendah, [[aus|ketahanan aus]] yang baik, dan kemampuan menahan korosi busur renium dinilai berguna untuk membersihkan [[Sakelar#Kontak|kontak listrik]] sendiri. Secara khusus, pelepasan yang terjadi selama peralihan listrik mengoksidasi kontak. Namun, renium oksida Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> bersifat volatil (menyumblim pada suhu ~360 °C) dan karena itu dihilangkan selama pembuangan.<ref>A. V. Naumov. ''Rhythms of rhenium''. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.</ref> | |||
Renium memiliki titik lebur yang tinggi dan tekanan uap yang rendah, mirip dengan [[tantalum]] dan wolfram. Oleh karena itu, filamen renium menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi jika filamen itu dioperasikan tidak dalam ruang hampa, tetapi dalam atmosfer yang mengandung oksigen.<ref>Paul E. Blackburn. ''The Vapor Pressure of Rhenium''. ''The Journal of Physical Chemistry''. 1966. Vol. 70. hlm. 311–312. doi:10.1021/j100873a513.</ref> Filamen tersebut banyak digunakan dalam [[spektrometri massa|spektrometer massa]], [[pengukuran tekanan|pengukur ion]],<ref>G. D. Earle. ''Tungsten-Rhenium Filament Lifetime Variability in Low Pressure Oxygen Environments''. ''IEEE Transactions on Plasma Science''. 2005. Vol. 33 (5). hlm. 1736–1737. doi:10.1109/TPS.2005.856413.</ref> dan [[Blitz|lampu kilat]] dalam [[fotografi]].<ref>Andrew Ede. [https://archive.org/details/chemicalelementh0000edea The chemical element: a historical perspective]. Greenwood Publishing Group. 2006. ISBN 978-0-313-33304-0.</ref> | |||
Renium memiliki titik lebur yang tinggi dan tekanan uap yang rendah, mirip dengan [[tantalum]] dan wolfram. Oleh karena itu, filamen renium menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi jika filamen itu dioperasikan tidak dalam ruang hampa, tetapi dalam atmosfer yang mengandung oksigen. Filamen tersebut banyak digunakan dalam [[spektrometri massa|spektrometer massa]], [[pengukuran tekanan|pengukur ion]], dan [[Blitz|lampu kilat]] dalam [[fotografi]]. | |||
===Katalis=== | ===Katalis=== | ||
Renium dalam bentuk paduan renium–platinum digunakan sebagai katalis untuk [[reformasi katalitis]], yaitu proses kimia untuk mengubah [[nafta minyak bumi|nafta]] kilang minyak bumi dengan [[bilangan oktan|nilai oktan]] rendah menjadi produk cair beroktan tinggi. Di seluruh dunia, 30% katalis yang digunakan untuk proses ini mengandung renium. [[Metatesis olefin]] adalah reaksi lain yang menggunakan renium sebagai katalis. Biasanya, Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> pada [[Aluminium oksida|alumina]] is digunakan untuk proses ini. Katalis renium sangat tahan terhadap [[keracunan katalis|peracunan kimia]] dari nitrogen, belerang, dan fosforus, sehingga digunakan dalam beberapa jenis reaksi [[hidrogenasi]]. | Renium dalam bentuk paduan renium–platinum digunakan sebagai katalis untuk [[reformasi katalitis]], yaitu proses kimia untuk mengubah [[nafta minyak bumi|nafta]] kilang minyak bumi dengan [[bilangan oktan|nilai oktan]] rendah menjadi produk cair beroktan tinggi. Di seluruh dunia, 30% katalis yang digunakan untuk proses ini mengandung renium.<ref>Margarita A. Ryashentseva. ''Rhenium-containing catalysts in reactions of organic compounds''. ''Russian Chemical Reviews''. 1998. Vol. 67 (2). hlm. 157–177. doi:10.1070/RC1998v067n02ABEH000390.</ref> [[Metatesis olefin]] adalah reaksi lain yang menggunakan renium sebagai katalis. Biasanya, Re<sub>2</sub>O<sub>7</sub> pada [[Aluminium oksida|alumina]] is digunakan untuk proses ini.<ref>Johannes C. Mol. ''Olefin metathesis over supported rhenium oxide catalysts''. ''Catalysis Today''. 1999. Vol. 51 (2). hlm. 289–299. doi:10.1016/S0920-5861(99)00051-6.</ref> Katalis renium sangat tahan terhadap [[keracunan katalis|peracunan kimia]] dari nitrogen, belerang, dan fosforus, sehingga digunakan dalam beberapa jenis reaksi [[hidrogenasi]].<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>T. N. Angelidis. ''Selective Rhenium Recovery from Spent Reforming Catalysts''. ''Ind. Eng. Chem. Res''. 1999. Vol. 38 (5). hlm. 1830–1836. doi:10.1021/ie9806242.</ref><ref>Robert Burch. [http://www.platinummetalsreview.com/pdf/pmr-v22-i2-057-060.pdf The Oxidation State of Rhenium and Its Role in Platinum-Rhenium]. ''Platinum Metals Review''. 1978. Vol. 22 (2). hlm. 57–60.</ref> | ||
===Kegunaan lainnya=== | ===Kegunaan lainnya=== | ||
Isotop <sup>186</sup>Re dan <sup>188</sup>Re bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dan digunakan untuk pengobatan [[kanker hati]]. Keduanya memiliki [[kedalaman penetrasi]] yang sama dalam jaringan (5 mm untuk <sup>186</sup>Re dan 11 mm untuk <sup>188</sup>Re), tetapi <sup>186</sup>Re memiliki keunggulan waktu paruh yang lebih lama (90 jam vs. 17 jam). | Isotop <sup>186</sup>Re dan <sup>188</sup>Re bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dan digunakan untuk pengobatan [[kanker hati]]. Keduanya memiliki [[kedalaman penetrasi]] yang sama dalam jaringan (5 mm untuk <sup>186</sup>Re dan 11 mm untuk <sup>188</sup>Re), tetapi <sup>186</sup>Re memiliki keunggulan waktu paruh yang lebih lama (90 jam vs. 17 jam).<ref>Jonathan R. Dilworth. [https://archive.org/details/sim_chemical-society-great-britain-chemical-society-reviews_1998-01_27_1/page/n90 The biomedical chemistry of technetium and rhenium]. ''Chemical Society Reviews''. 1998. Vol. 27. hlm. 43–55. doi:10.1039/a827043z.</ref><ref>[http://www.ornl.gov/sci/nuclear_science_technology/nu_med/188info.htm The Tungsten-188 and Rhenium-188 Generator Information]. Laboratorium Nasional Oak Ridge. 2005.</ref> | ||
<sup>188</sup>Re juga sedang digunakan secara eksperimental dalam pengobatan baru kanker pankreas yang dikirim melalui bakteri ''Listeria monocytogenes''. Isotop <sup>188</sup>Re juga digunakan untuk SCT (terapi [[kanker kulit]]) berbasis renium. Pengobatan ini menggunakan sifat isotop tersebut sebagai [[Peluruhan beta|pemancar beta]] untuk [[brakiterapi]] dalam pengobatan [[karsinoma sel basal]] dan [[Kanker kepala dan leher|karsinoma sel skuamosa]] kulit. | <sup>188</sup>Re juga sedang digunakan secara eksperimental dalam pengobatan baru kanker pankreas yang dikirim melalui bakteri ''Listeria monocytogenes''.<ref>Monya Baker. [http://www.nature.com/news/radioactive-bacteria-attack-cancer-1.12841 Radioactive bacteria attack cancer]. ''Nature''. 22 April 2013. doi:10.1038/nature.2013.12841.</ref> Isotop <sup>188</sup>Re juga digunakan untuk SCT (terapi [[kanker kulit]]) berbasis renium. Pengobatan ini menggunakan sifat isotop tersebut sebagai [[Peluruhan beta|pemancar beta]] untuk [[brakiterapi]] dalam pengobatan [[karsinoma sel basal]] dan [[Kanker kepala dan leher|karsinoma sel skuamosa]] kulit.<ref>Cesidio Cipriani. ''Personalized irradiation therapy for NMSC by rhenium-188 skin cancer therapy: a long-term retrospective study''. ''Journal of Dermatological Treatment''. 22 Juli 2020. Vol. 33 (2). hlm. 969–975. doi:10.1080/09546634.2020.1793890.</ref> | ||
Terkait dengan [[tren periodik]], renium memiliki sifat kimia yang mirip dengan [[teknesium]]; pekerjaan yang dilakukan untuk memberi label renium ke senyawa target sering kali dapat diterjemahkan menjadi teknesium. Hal ini berguna untuk radiofarmasi, di mana sulit untuk bekerja dengan teknesium – terutama isotop [[teknesium-99m]] yang digunakan dalam pengobatan – karena biayanya yang tinggi dan waktu paruhnya yang pendek. | Terkait dengan [[tren periodik]], renium memiliki sifat kimia yang mirip dengan [[teknesium]]; pekerjaan yang dilakukan untuk memberi label renium ke senyawa target sering kali dapat diterjemahkan menjadi teknesium. Hal ini berguna untuk radiofarmasi, di mana sulit untuk bekerja dengan teknesium – terutama isotop [[teknesium-99m]] yang digunakan dalam pengobatan – karena biayanya yang tinggi dan waktu paruhnya yang pendek.<ref>Jonathan R. Dilworth. [https://archive.org/details/sim_chemical-society-great-britain-chemical-society-reviews_1998-01_27_1/page/n90 The biomedical chemistry of technetium and rhenium]. ''Chemical Society Reviews''. 1998. Vol. 27. hlm. 43–55. doi:10.1039/a827043z.</ref><ref>Colton, R. ''An outline of technetium chemistry''. ''Quarterly Reviews, Chemical Society''. 1962. Vol. 16 (4). hlm. 299–315. doi:10.1039/QR9621600299.</ref> | ||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Sangat sedikit yang telah diketahui mengenai toksisitas renium dan senyawanya karena mereka digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Garam larut, seperti renium halida atau perrenat, dapat menjadi berbahaya karena unsur selain renium atau karena renium itu sendiri. Hanya beberapa senyawa renium yang telah diuji toksisitas akutnya; dua contohnya adalah kalium perrenat dan renium triklorida, yang disuntikkan sebagai larutan pada tikus. Perrenat memiliki nilai [[Median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] sebesar 2800 mg/kg setelah tujuh hari (ini adalah toksisitas yang sangat rendah, mirip dengan [[garam dapur]]) dan renium triklorida memiliki nilai LD<sub>50</sub> sebesar 280 mg/kg. | Sangat sedikit yang telah diketahui mengenai toksisitas renium dan senyawanya karena mereka digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Garam larut, seperti renium halida atau perrenat, dapat menjadi berbahaya karena unsur selain renium atau karena renium itu sendiri.<ref>J. Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/358 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/358 358–361]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Hanya beberapa senyawa renium yang telah diuji toksisitas akutnya; dua contohnya adalah kalium perrenat dan renium triklorida, yang disuntikkan sebagai larutan pada tikus. Perrenat memiliki nilai [[Median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] sebesar 2800 mg/kg setelah tujuh hari (ini adalah toksisitas yang sangat rendah, mirip dengan [[garam dapur]]) dan renium triklorida memiliki nilai LD<sub>50</sub> sebesar 280 mg/kg.<ref>Thomas J. Haley. [https://archive.org/details/sim_journal-of-pharmaceutical-sciences_1968-02_57_2/page/321 Pharmacology and toxicology of potassium perrhenate and rhenium trichloride]. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. 1968. Vol. 57 (2). hlm. 321–323. doi:10.1002/jps.2600570218.</ref> | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/075.htm Renium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/075.htm Renium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Renium&oldid=29461461 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29461461 (2026-07-15T10:47:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.59

Renium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Re dan nomor atom 75. Ia adalah logam transisi baris ketiga berwarna abu-abu keperakan, berat, dalam golongan 7 tabel periodik. Dengan perkiraan konsentrasi rata-rata sebesar 1 bagian per miliar (ppb), renium adalah salah satu unsur paling langka di kerak Bumi. Renium memiliki titik lebur tertinggi ketiga dan titik didih tertinggi kedua dari semua unsur pada 5869 K.[1] Renium menyerupai mangan dan teknesium secara kimiawi dan diperoleh terutama sebagai produk sampingan dari ekstraksi dan pemurnian bijih molibdenum dan tembaga. Dalam senyawanya, renium menunjukkan berbagai keadaan oksidasi mulai dari −1 hingga +7.
Ditemukan oleh Walter Noddack, Ida Tacke dan Otto Berg pada tahun 1925,[2] renium adalah unsur stabil terakhir yang ditemukan. Ia dinamai dari sungai Rhein di Eropa, dari mana sampel renium paling awal diperoleh dan dikerjakan secara komersial.[3]
Paduan super renium berbasis nikel digunakan di ruang bakar, bilah turbin, dan nosel buang mesin jet. Paduan ini mengandung hingga 6% renium, menjadikan konstruksi mesin jet sebagai penggunaan tunggal terbesar untuk unsur ini. Penggunaan terpentingnya yang kedua adalah sebagai katalis: renium adalah katalis yang sangat baik untuk hidrogenasi dan isomerisasi, dan digunakan misalnya dalam reformasi katalitis dalam bensin (proses reniformasi). Karena ketersediaan relatif rendah terhadap permintaan, renium menjadi mahal, dengan harga mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada tahun 2008/2009 sebesar AS$10.600 per kilogram (AS$4.800 per pon). Karena peningkatan daur ulang renium dan penurunan permintaan renium dalam katalis, harga renium turun menjadi AS$2.844 per kilogram (AS$1.290 per pon) per Juli 2018.[4]
Sejarah
Renium (, berarti: "Rhein")[5] adalah yang terakhir ditemukan dari unsur-unsur yang memiliki isotop stabil (unsur baru lainnya yang ditemukan di alam sejak saat itu, seperti fransium, bersifat radioaktif).[6] Keberadaan unsur yang belum ditemukan pada posisi ini dalam tabel periodik pertama kali diprediksi oleh Dmitri Mendeleev. Informasi perhitungan lainnya diperoleh dari Henry Moseley pada tahun 1914.[7] Pada tahun 1908, kimiawan Jepang Masataka Ogawa mengumumkan bahwa dia telah menemukan unsur ke-43 dan menamainya nipponium (Np) dari Jepang (Nippon dalam bahasa Jepang). Namun, analisis terbaru menunjukkan adanya renium (unsur 75), bukan unsur 43,[8] meskipun reinterpretasi ini telah dipertanyakan oleh Eric Scerri.[9] Lambang Np kemudian digunakan untuk unsur neptunium, dan nama "nihonium", juga dinamai dari Jepang, bersama dengan lambang Nh, kemudian digunakan untuk unsur 113. Unsur 113 juga ditemukan oleh tim ilmuwan Jepang dan diberi nama dalam penghormatan untuk karya Ogawa.[10]
Renium umumnya dianggap telah ditemukan oleh Walter Noddack, Ida Tacke, dan Otto Berg di Jerman. Pada tahun 1925, mereka melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi unsur tersebut dalam bijih platina dan dalam mineral kolumbit. Mereka juga menemukan renium dalam gadolinit dan molibdenit.[11] Pada tahun 1928, mereka mampu mengekstraksi 1 gram renium dengan memproses 660 kilogram molibdenit.[12] Diperkirakan pada tahun 1968 bahwa 75% logam renium di Amerika Serikat digunakan untuk penelitian dan pengembangan paduan logam refraktori. Butuh beberapa tahun sejak saat itu sebelum paduan super itu digunakan secara luas.[13][14]
Karakteristik
Renium adalah logam putih keperakan yang menjadi salah satu unsur dengan titik lebur tertinggi, hanya dilampaui oleh wolfram dan karbon. Ia juga merupakan salah satu unsur dengan titik didih tertinggi, dan yang tertinggi dari semua unsur stabil. Ia juga merupakan salah satu unsur terpadat, hanya dilampaui oleh platina, iridium, dan osmium. Renium memiliki struktur kristal padat heksagon, dengan parameter kisi a = 276,1 pm dan c = 445,6 pm.[15]
Bentuk komersialnya yang biasa adalah bubuk, tetapi unsur ini dapat dikonsolidasikan dengan menekan dan menyinterinya dalam atmosfer vakum atau hidrogen. Prosedur ini menghasilkan padatan padat yang memiliki kerapatan di atas 90% kerapatan logam. Saat dianil, logam ini sangatlah ulet dan dapat ditekuk, dikoil, atau digulung.[16] Paduan renium–molibdenum bersifat superkonduktif pada suhu 10 K; paduan wolfram–renium juga bersifat superkonduktif[17] pada suhu 4–8 K, tergantung pada paduannya. Logam renium akan menjadi superkonduktor pada suhu .[18][19]
Dalam bentuk curah dan pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, unsur ini tahan terhadap alkali, asam sulfat, asam klorida, asam nitrat, dan air raja. Namun, ia akan bereaksi dengan asam nitrat saat dipanaskan.[20]
Isotop
Renium memiliki satu isotop stabil, renium-185, yang terjadi dalam kelimpahan minoritas, situasi yang hanya ditemukan pada dua unsur lainnya (indium dan telurium). Renium alami hanya terdiri dari 37,4% 185Re, dan 62,6% 187Re yang tidak stabil tetapi memiliki waktu paruh yang sangat panjang (≈1010 tahun). Satu kilogram renium alami memancarkan radiasi 1,07 MBq karena adanya isotop ini. Waktu hidup ini dapat sangat dipengaruhi oleh keadaan muatan atom renium.[21][22] Peluruhan beta 187Re digunakan untuk penanggalan renium–osmium pada beberapa bijih. Energi yang tersedia untuk peluruhan beta ini (2,6 keV) adalah salah satu yang paling rendah yang telah diketahui di antara semua radionuklida. Isotop 186mRe terkenal sebagai salah satu isotop metastabil yang paling lama hidup dengan waktu paruh sekitar 200.000 tahun. Ada 33 isotop tidak stabil lainnya yang telah dikenali, mulai dari 160Re hingga 194Re, yang berumur paling panjang adalah 183Re dengan waktu paruh 70 hari.
Senyawa
Senyawa renium dikenal memiliki semua keadaan oksidasi antara −3 dan +7 kecuali −2. Keadaan oksidasi +7, +6, +4, dan +2 adalah yang paling umum.[23] Renium paling banyak tersedia secara komersial sebagai garam perrenat, meliputi natrium dan amonium perrenat. Mereka adalah senyawa putih yang larut dalam air.[24] Anion tetratioperrenat [ReS4]− dimungkinkan.[25]
Halida dan oksihalida
Renium klorida yang paling umum adalah ReCl6, ReCl5, ReCl4, dan ReCl3.[26] Struktur senyawa ini sering menampilkan ikatan Re–Re yang ekstensif, yang merupakan karakteristik logam ini dalam keadaan oksidasi lebih rendah dari VII. Garam [Re2Cl8]2− memiliki ikatan logam–logam rangkap empat. Meskipun renium klorida tertinggi memiliki fitur Re(VI), fluorin menghasilkan turunan Re(VII) d0 renium heptafluorida. Renium bromida dan iodida juga telah dikenal.
Seperti wolfram dan molibdenum, yang memiliki kesamaan kimiawi, renium membentuk berbagai oksihalida. Oksiklorida adalah yang paling umum, dan meliputi ReOCl4, ReOCl3.
Oksida dan sulfida
Renium oksida yang paling umum adalah Re2O7 kuning yang volatil. Renium trioksida (ReO3) merah mengadopsi struktur seperti perovskit. Oksida lainnya meliputi Re2O5, ReO2, dan Re2O3.[27] Renium sulfida meliputi ReS2 dan Re2S7. Garam perrenat dapat diubah menjadi tetratioperrenat dengan aksi amonium hidrosulfida.[28]
Senyawa lainnya
Renium diborida (ReB2) adalah senyawa keras yang memiliki kekerasan yang mirip dengan wolfram karbida, silikon karbida, titanium diborida, atau zirkonium diborida.[29]
Senyawa organorenium
Direnium dekakarbonil adalah entri paling umum untuk kimia organorenium. Reduksinya dengan amalgam natrium menghasilkan Na[Re(CO)5] dengan renium dalam keadaan oksidasi formal −1.[30] Direnium dekakarbonil dapat dioksidasi dengan bromin menjadi bromopentakarbonilrenium(I):[31]
- Re2(CO)10 + Br2 → 2 Re(CO)5Br
Reduksi pentakarbonil dengan seng dan asam asetat akan menghasilkan pentakarbonilhidridorenium:[32]
- Re(CO)5Br + Zn + HOAc → Re(CO)5H + ZnBr(OAc)
Metilrenium trioksida ("MTO"), CH3ReO3 adalah zat padat yang volatil dan nirwarna yang telah digunakan sebagai katalis dalam beberapa percobaan laboratorium. Ia dapat dibuat melalui banyak rute, dengan metode yang paling sering adalah reaksi Re2O7 dan tetrametilseng:
- Re2O7 + (CH3)4Sn → CH3ReO3 + (CH3)3SnOReO3
Turunan alkil dan aril analog telah diketahui. MTO mengatalisis oksidasi dengan hidrogen peroksida. Alkuna terminal menghasilkan asam atau ester yang sesuai, alkuna internal menghasilkan diketon, dan alkena menghasilkan epoksida. MTO juga mengatalisis konversi aldehida dan diazoalkana menjadi alkena.[33]
Nonahidridorenat
Turunan renium yang khas adalah nonahidridorenat, yang awalnya dianggap sebagai anion renida, Re−, tetapi sebenarnya mengandung anion di mana keadaan oksidasi renium adalah +7.
Keterjadian
Renium adalah salah satu unsur paling langka di kerak Bumi dengan konsentrasi rata-rata 1 ppb;[34] sumber lain mengutip angka 0,5 ppb, menjadikannya unsur paling melimpah ke-77 di kerak Bumi.[35] Renium mungkin tidak ditemukan bebas di alam (kemungkinan keterjadian alaminya tidaklah pasti), tetapi terdapat dalam jumlah hingga 0,2%[36] dalam mineral molibdenit (yang utamanya merupakan molibdenum disulfida), sumber renium komersial utama, meskipun sampel molibdenit tunggal hingga 1,88% telah ditemukan.[37] Chili memiliki cadangan renium terbesar di dunia, bagian dari deposit bijih tembaga, dan merupakan produsen utama pada tahun 2005.[38] Baru belakangan ini mineral renium pertama ditemukan dan dideskripsikan (pada tahun 1994), sebuah mineral sulfida renium (ReS2) yang mengembun dari fumarol di gunung berapi Kudriavy, Pulau Iturup, di Kepulauan Kuril.[39] Kudriavy melepaskan hingga to 20–60 kg renium per tahun, sebagian besar dalam bentuk renium disulfida.[40][41] Dinamai reniit, mineral langka ini memiliki harga yang tinggi di kalangan kolektor.[42]
Produksi
Sekitar 80% renium diekstraksi dari deposit molibdenum porfiri.[43] Beberapa bijih mengandung 0,001% hingga 0,2% renium.[44] Memanggang bijih akan memvolatilisasi renium oksida.[45] Renium(VII) oksida dan asam perrenat mudah larut dalam air; mereka tercuci dari debu cerobong asap dan gas dan diekstraksi melalui presipitasi dengan kalium atau amonium klorida sebagai garam perrenat, dan dimurnikan melalui rekristalisasi.[46] Total produksi dunia ialah antara 40 dan 50 ton/tahun; produsen renium utama berada di Chili, Amerika Serikat, Peru, dan Polandia.[47] Daur ulang katalis Pt–Re bekas dan paduan khusus memungkinkan pemulihan 10 ton renium lagi per tahun. Harga logam ini dengan cepat pada awal 2008, dari AS$1000–AS$2000 per kg pada tahun 2003–2006 menjadi lebih dari AS$10.000 pada Februari 2008.[48][49] Bentuk logam dibuat dengan mereduksi amonium perrenat dengan hidrogen pada suhu tinggi:[50]
- 2 NH4ReO4 + 7 H2 → 2 Re + 8 H2O + 2 NH3
Terdapat teknologi untuk ekstraksi renium terkait dari solusi produktif pencucian bawah tanah bijih uranium.[51]
Aplikasi
Renium ditambahkan pada paduan super suhu tinggi yang digunakan untuk membuat bagian-bagian mesin jet, menggunakan 70% produksi renium di seluruh dunia.[52] Aplikasi utama lainnya adalah dalam katalis platina–renium, yang digunakan terutama dalam pembuatan bensin beroktan tinggi bebas timbal.[53]
Paduan
Paduan super berbasis nikel telah meningkatkan kekuatan rangkak dengan penambahan renium. Paduan ini biasanya mengandung 3% atau 6% renium.[54] Paduan generasi kedua mengandung 3%; paduan ini digunakan dalam mesin untuk F-15 dan F-16, sedangkan paduan generasi ketiga kristal tunggal yang lebih baru mengandung 6% renium; mereka digunakan dalam mesin F-22 dan F-35.[55][56] Renium juga digunakan dalam paduan super, seperti CMSX-4 (generasi ke-2) dan CMSX-10 (generasi ke-3) yang digunakan dalam mesin turbin gas industri seperti GE 7FA. Renium dapat menyebabkan paduan super menjadi tidak stabil secara mikrostruktur, membentuk fase yang padat secara topologi (topologically close packed, TCP). Pada paduan super generasi ke-4 dan ke-5, rutenium digunakan untuk menghindari efek ini. Paduan super baru antara lain adalah EPM-102 (dengan 3% Ru) dan TMS-162 (dengan 6% Ru),[57] serta TMS-138[58] and TMS-174.[59][60]
Untuk tahun 2006, konsumsi renium diberikan pada 28% untuk General Electric, 28% Rolls-Royce plc, dan 12% Pratt & Whitney, semuanya untuk paduan super, sedangkan penggunaan untuk katalis hanya menyumbang 14% dan aplikasi sisanya menggunakan 18%.[61] Pada tahun 2006, 77% konsumsi renium di Amerika Serikat adalah dalam paduan.[62] Permintaan yang meningkat untuk mesin jet militer dan pasokan yang konstan mengharuskan pengembangan paduan super dengan kandungan renium yang lebih rendah. Misalnya, bilah turbin tekanan tinggi (HPT) CFM International CFM56 yang lebih baru akan menggunakan Rene N515 dengan kandungan renium 1,5%, bukan Rene N5 dengan 3%.[63][64]
Renium meningkatkan sifat wolfram. Paduan wolfram–renium lebih ulet pada suhu rendah, membuatnya lebih mudah dikerjakan dengan mesin. Stabilitas suhu tinggi juga ditingkatkan. Efeknya meningkat sejalan dengan konsentrasi renium, dan karenanya paduan tungsten diproduksi hingga 27% Re, yang merupakan batas kelarutan.[65] Kawat wolfram–renium awalnya dibuat dalam upaya mengembangkan kawat yang lebih ulet setelah rekristalisasi. Hal ini memungkinkan kawat memenuhi tujuan kinerja tertentu, termasuk ketahanan getaran yang unggul, keuletan yang lebih baik, dan resistivitas yang lebih tinggi.[66] Salah satu aplikasi untuk paduan wolfram–renium adalah sumber sinar-X. Titik lebur kedua unsur yang tinggi, bersama dengan massa atomnya yang tinggi, membuatnya stabil terhadap benturan elektron yang berkepanjangan.[67] Paduan wolfram–renium juga digunakan sebagai termokopel untuk mengukur suhu hingga 2200 °C.[68]
Stabilitas suhu tinggi, tekanan uap rendah, ketahanan aus yang baik, dan kemampuan menahan korosi busur renium dinilai berguna untuk membersihkan kontak listrik sendiri. Secara khusus, pelepasan yang terjadi selama peralihan listrik mengoksidasi kontak. Namun, renium oksida Re2O7 bersifat volatil (menyumblim pada suhu ~360 °C) dan karena itu dihilangkan selama pembuangan.[69]
Renium memiliki titik lebur yang tinggi dan tekanan uap yang rendah, mirip dengan tantalum dan wolfram. Oleh karena itu, filamen renium menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi jika filamen itu dioperasikan tidak dalam ruang hampa, tetapi dalam atmosfer yang mengandung oksigen.[70] Filamen tersebut banyak digunakan dalam spektrometer massa, pengukur ion,[71] dan lampu kilat dalam fotografi.[72]
Katalis
Renium dalam bentuk paduan renium–platinum digunakan sebagai katalis untuk reformasi katalitis, yaitu proses kimia untuk mengubah nafta kilang minyak bumi dengan nilai oktan rendah menjadi produk cair beroktan tinggi. Di seluruh dunia, 30% katalis yang digunakan untuk proses ini mengandung renium.[73] Metatesis olefin adalah reaksi lain yang menggunakan renium sebagai katalis. Biasanya, Re2O7 pada alumina is digunakan untuk proses ini.[74] Katalis renium sangat tahan terhadap peracunan kimia dari nitrogen, belerang, dan fosforus, sehingga digunakan dalam beberapa jenis reaksi hidrogenasi.[75][76][77]
Kegunaan lainnya
Isotop 186Re dan 188Re bersifat radioaktif dan digunakan untuk pengobatan kanker hati. Keduanya memiliki kedalaman penetrasi yang sama dalam jaringan (5 mm untuk 186Re dan 11 mm untuk 188Re), tetapi 186Re memiliki keunggulan waktu paruh yang lebih lama (90 jam vs. 17 jam).[78][79]
188Re juga sedang digunakan secara eksperimental dalam pengobatan baru kanker pankreas yang dikirim melalui bakteri Listeria monocytogenes.[80] Isotop 188Re juga digunakan untuk SCT (terapi kanker kulit) berbasis renium. Pengobatan ini menggunakan sifat isotop tersebut sebagai pemancar beta untuk brakiterapi dalam pengobatan karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa kulit.[81]
Terkait dengan tren periodik, renium memiliki sifat kimia yang mirip dengan teknesium; pekerjaan yang dilakukan untuk memberi label renium ke senyawa target sering kali dapat diterjemahkan menjadi teknesium. Hal ini berguna untuk radiofarmasi, di mana sulit untuk bekerja dengan teknesium – terutama isotop teknesium-99m yang digunakan dalam pengobatan – karena biayanya yang tinggi dan waktu paruhnya yang pendek.[82][83]
Pencegahan
Sangat sedikit yang telah diketahui mengenai toksisitas renium dan senyawanya karena mereka digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Garam larut, seperti renium halida atau perrenat, dapat menjadi berbahaya karena unsur selain renium atau karena renium itu sendiri.[84] Hanya beberapa senyawa renium yang telah diuji toksisitas akutnya; dua contohnya adalah kalium perrenat dan renium triklorida, yang disuntikkan sebagai larutan pada tikus. Perrenat memiliki nilai LD50 sebesar 2800 mg/kg setelah tujuh hari (ini adalah toksisitas yang sangat rendah, mirip dengan garam dapur) dan renium triklorida memiliki nilai LD50 sebesar 280 mg/kg.[85]
Pranala luar
- Renium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Yiming Zhang. Corrected Values for Boiling Points and Enthalpies of Vaporization of Elements in Handbooks. Journal of Chemical & Engineering Data. 11 Januari 2011. Vol. 56.
- ↑ Die Ekamangane. Naturwissenschaften. 1 Juni 1925. Vol. 13 (26). hlm. 567–574. doi:10.1007/BF01558746.
- ↑ From Hydrogen to Darmstadtium & More. American Chemical Society. 2003. hlm. 144.
- ↑ BASF Catalysts - Metal Prices. apps.catalysts.basf.com.
- ↑ Hans Georg Tilgner. Forschen Suche und Sucht. Books on Demand. 2000. ISBN 978-3-89811-272-7.
- ↑ Rhenium: Statistics and Information. Minerals Information. USGS. 2011.
- ↑ Henry Moseley. The High-Frequency Spectra of the Elements, Part II. Philosophical Magazine. 1914. Vol. 27 (160). hlm. 703–713. doi:10.1080/14786440408635141.
- ↑ H. K. Yoshihara. Discovery of a new element 'nipponiumʼ: re-evaluation of pioneering works of Masataka Ogawa and his son Eijiro Ogawa. Spectrochimica Acta Part B: Atomic Spectroscopy. 2004. Vol. 59 (8). hlm. 1305–1310. doi:10.1016/j.sab.2003.12.027.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm.109–114
- ↑ Lars Öhrström. Names and symbols of the elements with atomic numbers 113, 115, 117 and 118 (IUPAC Recommendations 2016). Pure Appl. Chem. 28 November 2016. Vol. 88 (12). hlm. 1225–1229. doi:10.1515/pac-2016-0501.
- ↑ W. Noddack. Die Ekamangane. Naturwissenschaften. 1925. Vol. 13 (26). hlm. 567–574. doi:10.1007/BF01558746.
- ↑ W. Noddack. Die Herstellung von einem Gram Rhenium. Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie. 1929. Vol. 183 (1). hlm. 353–375. doi:10.1002/zaac.19291830126.
- ↑ National Research Council (U.S.) Committee On Technical Aspects Of Critical And Strategic Material. Trends in usage of rhenium: Report. 1968. hlm. 4–5.
- ↑ Evgeniĭ Mikhaĭlovich Savitskiĭ. Rhenium alloys. 1970.
- ↑ L. G. Liu. Effect of pressure and temperature on lattice parameters of rhenium. Journal of Physics and Chemistry of Solids. 1970. Vol. 31 (6). hlm. 1345–1351. doi:10.1016/0022-3697(70)90138-1.
- ↑ C. R. Hammond. Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ V. S. Neshpor. Superconductivity of Some Alloys of the Tungsten-rhenium-carbon System. Soviet Physics JETP. 1968. Vol. 27. hlm. 13.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2011. hlm. 12.60. ISBN 978-1439855119.
- ↑ Daunt, J. G. The Properties of Superconducting Mo-Re Alloys. Defense Technical Information Center.
- ↑ Rhenium - A METAL WITHOUT WHICH THERE WOULdn't BE GASOLINE!. YouTube.
- ↑ Bill Johnson. How to Change Nuclear Decay Rates. math.ucr.edu. 1993.
- ↑ F. Bosch. Observation of bound-state β − decay of fully ionized 187 Re: 187 Re- 187 Os Cosmochronometry. Physical Review Letters. 1996. Vol. 77 (26). hlm. 5190–5193. doi:10.1103/PhysRevLett.77.5190.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1118–1123. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Glemser, O. (1963) "Ammonium Perrhenate" dalam Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, edisi ke-2, G. Brauer (ed.), Academic Press, NY., Vol. 1, hlm. 1476–85.
- ↑ JT Goodman. Tetraethylammonium-tetrathioperrhenate [Et 4 N][ReS 4 ]. Inorganic Syntheses. 2002. Vol. 33. hlm. 107–110. doi:10.1002/0471224502.ch2. ISBN 0471208256.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ J. T. Goodman. Tetraethylammonium-tetrathioperrhenate [Et 4 N] [ReS 4 ]. 2002. Vol. 33. hlm. 107–110. doi:10.1002/0471224502.ch2. ISBN 9780471208259.
- ↑ Jiaqian Qin. Is Rhenium Diboride a Superhard Material?. Advanced Materials. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.
- ↑ Breimair, Josef. Nucleophile Addition von Carbonylmetallaten an kationische Alkin-Komplexe [CpL2M(η2-RC≡CR)]+ (M = Ru, Fe): μ-η1:η1-Alkin-verbrückte Komplexe. Chemische Berichte. 1990. Vol. 123. hlm. 7. doi:10.1002/cber.19901230103.
- ↑ Steven P. Schmidt. Pentacarbonylrhenium Halides. 1990. Vol. 28. hlm. 154–159. doi:10.1002/9780470132593.ch42. ISBN 978-0-470-13259-3.
- ↑ Michael A. Urbancic. Pentacarbonylhydridorhenium. 1990. Vol. 28. hlm. 165–168. doi:10.1002/9780470132593.ch43. ISBN 978-0-470-13259-3.
- ↑ Hudson, A. (2002) “Methyltrioxorhenium” in Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. John Wiley & Sons: New York, , .
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 358–360. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Rouschias, George. Recent advances in the chemistry of rhenium. Chemical Reviews. 1974. Vol. 74 (5). hlm. 531. doi:10.1021/cr60291a002.
- ↑ Steve T. Anderson. 2005 Minerals Yearbook: Chile. USGS.
- ↑ M. A. Korzhinsky. Discovery of a pure rhenium mineral at Kudriavy volcano. Nature. 5 Mei 2004. Vol. 369 (6475). hlm. 51–52. doi:10.1038/369051a0.
- ↑ A. A. Kremenetsky. Concentration of rhenium and other rare metals in gases of the Kudryavy Volcano (Iturup Island, Kurile Islands). Doklady Earth Sciences. 2010. Vol. 430 (1). hlm. 114. doi:10.1134/S1028334X10010253.
- ↑ S. Tessalina. Sources of unique rhenium enrichment in fumaroles and sulphides at Kudryavy volcano. Geochimica et Cosmochimica Acta. 2008. Vol. 72 (3). hlm. 889. doi:10.1016/j.gca.2007.11.015.
- ↑ The Mineral Rheniite. Amethyst Galleries.
- ↑ D. A. John. Rare earth and critical elements in ore deposits. 2016. Vol. 18. hlm. 137–164. doi:10.5382/Rev.18.07.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Rouschias, George. Recent advances in the chemistry of rhenium. Chemical Reviews. 1974. Vol. 74 (5). hlm. 531. doi:10.1021/cr60291a002.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Michael J. Magyar. Rhenium. Mineral Commodity Summaries. U.S. Geological Survey. Januari 2012.
- ↑ MinorMetal prices. minormetals.com.
- ↑ Jan Harvey. Analysis: Super hot metal rhenium may reach "platinum prices". Reuters India. 10 Juli 2008.
- ↑ Glemser, O. (1963) "Ammonium Perrhenate" dalam Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, edisi ke-2, G. Brauer (ed.), Academic Press, NY., Vol. 1, hlm. 1476–85.
- ↑ A.A. Rudenko. Prospects for selective-and-advanced recovery of rhenium from pregnant solutions of in-situ leaching of uranium ores at Dobrovolnoye deposit. Gornye Nauki I Tekhnologii = Mining Science and Technology (Russia). 2021. Vol. 6 (3). hlm. 158–169. doi:10.17073/2500-0632-2021-3-158-169.
- ↑ A. V. Naumov. Rhythms of rhenium. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.
- ↑ Michael J. Magyar. 2009 Mineral Yearbook: Rhenium. United States Geological Survey. April 2011.
- ↑ H. K. D. H. Bhadeshia. Nickel Based Superalloys. Universitas Cambridge.
- ↑ Michael J. Magyar. 2009 Mineral Yearbook: Rhenium. United States Geological Survey. April 2011.
- ↑ B. Cantor. Aerospace Materials: An Oxford-Kobe Materials Text. CRC Press. 2001. hlm. 82–83. ISBN 978-0-7503-0742-0.
- ↑ Bondarenko, Yu. A. Effect of high-gradient directed crystallization on the structure and properties of rhenium-bearing single-crystal alloy. Metal Science and Heat Treatment. 2006. Vol. 48 (7–8). hlm. 360. doi:10.1007/s11041-006-0099-6.
- ↑ Fourth generation nickel base single crystal superalloy.
- ↑ Koizumi, Yutaka. Development of a Next-Generation Ni-base Single Crystal Superalloy. Proceedings of the International Gas Turbine Congress, Tokyo November 2–7, 2003.
- ↑ Walston, S. Joint Development of a Fourth Generation Single Crystal Superalloy.
- ↑ A. V. Naumov. Rhythms of rhenium. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.
- ↑ Michael J. Magyar. 2009 Mineral Yearbook: Rhenium. United States Geological Survey. April 2011.
- ↑ Paul J. Fink. Rhenium reduction—alloy design using an economically strategic element. JOM. 2010. Vol. 62 (1). hlm. 55. doi:10.1007/s11837-010-0012-z.
- ↑ Douglas G. Konitzer. Design in an Era of Constrained Resources. September 2010.
- ↑ Erik Lassner. Tungsten: properties, chemistry, technology of the element, alloys, and chemical compounds. Springer. 1999. hlm. 256. ISBN 978-0-306-45053-2.
- ↑ Tungsten-Rhenium - Union City Filament. Union City Filament.
- ↑ Pam Cherry. Practical radiotherapy physics and equipment. Cambridge University Press. 1998. hlm. 55. ISBN 978-1-900151-06-1.
- ↑ R. Asamoto. Tungsten-Rhenium Thermocouples for Use at High Temperatures. Review of Scientific Instruments. 1968. Vol. 39 (8). hlm. 1233. doi:10.1063/1.1683642.
- ↑ A. V. Naumov. Rhythms of rhenium. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2007. Vol. 48 (6). hlm. 418–423. doi:10.3103/S1067821207060089.
- ↑ Paul E. Blackburn. The Vapor Pressure of Rhenium. The Journal of Physical Chemistry. 1966. Vol. 70. hlm. 311–312. doi:10.1021/j100873a513.
- ↑ G. D. Earle. Tungsten-Rhenium Filament Lifetime Variability in Low Pressure Oxygen Environments. IEEE Transactions on Plasma Science. 2005. Vol. 33 (5). hlm. 1736–1737. doi:10.1109/TPS.2005.856413.
- ↑ Andrew Ede. The chemical element: a historical perspective. Greenwood Publishing Group. 2006. ISBN 978-0-313-33304-0.
- ↑ Margarita A. Ryashentseva. Rhenium-containing catalysts in reactions of organic compounds. Russian Chemical Reviews. 1998. Vol. 67 (2). hlm. 157–177. doi:10.1070/RC1998v067n02ABEH000390.
- ↑ Johannes C. Mol. Olefin metathesis over supported rhenium oxide catalysts. Catalysis Today. 1999. Vol. 51 (2). hlm. 289–299. doi:10.1016/S0920-5861(99)00051-6.
- ↑ C. R. Hammond. Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ T. N. Angelidis. Selective Rhenium Recovery from Spent Reforming Catalysts. Ind. Eng. Chem. Res. 1999. Vol. 38 (5). hlm. 1830–1836. doi:10.1021/ie9806242.
- ↑ Robert Burch. The Oxidation State of Rhenium and Its Role in Platinum-Rhenium. Platinum Metals Review. 1978. Vol. 22 (2). hlm. 57–60.
- ↑ Jonathan R. Dilworth. The biomedical chemistry of technetium and rhenium. Chemical Society Reviews. 1998. Vol. 27. hlm. 43–55. doi:10.1039/a827043z.
- ↑ The Tungsten-188 and Rhenium-188 Generator Information. Laboratorium Nasional Oak Ridge. 2005.
- ↑ Monya Baker. Radioactive bacteria attack cancer. Nature. 22 April 2013. doi:10.1038/nature.2013.12841.
- ↑ Cesidio Cipriani. Personalized irradiation therapy for NMSC by rhenium-188 skin cancer therapy: a long-term retrospective study. Journal of Dermatological Treatment. 22 Juli 2020. Vol. 33 (2). hlm. 969–975. doi:10.1080/09546634.2020.1793890.
- ↑ Jonathan R. Dilworth. The biomedical chemistry of technetium and rhenium. Chemical Society Reviews. 1998. Vol. 27. hlm. 43–55. doi:10.1039/a827043z.
- ↑ Colton, R. An outline of technetium chemistry. Quarterly Reviews, Chemical Society. 1962. Vol. 16 (4). hlm. 299–315. doi:10.1039/QR9621600299.
- ↑ J. Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 358–361. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Thomas J. Haley. Pharmacology and toxicology of potassium perrhenate and rhenium trichloride. Journal of Pharmaceutical Sciences. 1968. Vol. 57 (2). hlm. 321–323. doi:10.1002/jps.2600570218.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29461461 (2026-07-15T10:47:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.