Sublimasi (perubahan wujud zat): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28656536; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Sublimasi''' atau '''penohoran''' adalah perubahan suatu zat langsung dari wujud [[padat]] ke wujud [[gas]], tanpa melalui wujud cair. Sublimasi adalah sebuah [[Reaksi endoterm|proses endotermik]] yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah [[titik tripel]] suatu zat dalam [[diagram fase]]nya, yang sesuai dengan tekanan terendah di mana zat tersebut dapat eksis sebagai cairan. Proses kebalikan dari sublimasi adalah [[Deposisi (perubahan wujud zat)|deposisi]], desublimasi, atau pengkristalan, di mana suatu zat berpindah langsung dari fase gas ke fase padat. Sublimasi juga disebut sebagai metode untuk mendapatkan kristal atau padatan murni yang mudah menyublim. Cara kerjanya adalah dengan menguapkan zat murni di dalam wadah yang ditutup, sementara bagian atasnya didinginkan menggunakan wadah berpendingin seperti air. Sublimasi juga telah digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan perubahan padat-ke-gas (sublimasi) dan diikuti oleh perubahan gas-ke-padat (deposisi). Jika [[vaporisasi]] dari cair ke gas terjadi sebagai [[penguapan]] dari permukaan jika terjadi di bawah titik didih suatu cairan, dan sebagai [[mendidih|pendidihan]] dengan pembentukan gelembung di bagian dalam cairan jika terjadi pada titik didih, tidak ada perbedaan seperti itu untuk perubahan padat-ke-gas yang selalu terjadi sebagai sublimasi dari permukaan. | [[File:Nickelocen_an_einem_Kühlfinger.jpg|thumb|right|280px|Nickelocen an einem Kühlfinger]] | ||
'''Sublimasi''' atau '''penohoran''' adalah perubahan suatu zat langsung dari wujud [[padat]] ke wujud [[gas]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sublimasi+%28perubahan+wujud+zat%29&oldid=28656536 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> tanpa melalui wujud cair.<ref>Kenneth W. Whitten. [https://archive.org/details/generalchemistry00whit_0 General chemistry]. Saunders College Publishing. 1992. hlm. [https://archive.org/details/generalchemistry00whit_0/page/475 475]. ISBN 0-03-072373-6.</ref> Sublimasi adalah sebuah [[Reaksi endoterm|proses endotermik]] yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah [[titik tripel]] suatu zat dalam [[diagram fase]]nya, yang sesuai dengan tekanan terendah di mana zat tersebut dapat eksis sebagai cairan. Proses kebalikan dari sublimasi adalah [[Deposisi (perubahan wujud zat)|deposisi]], desublimasi, atau pengkristalan, di mana suatu zat berpindah langsung dari fase gas ke fase padat.<ref>Jonathan B. Boreyko. ''Controlling condensation and frost growth with chemical micropatterns''. ''Scientific Reports''. 2016. Vol. 6. hlm. 19131. doi:10.1038/srep19131.</ref> Sublimasi juga disebut sebagai metode untuk mendapatkan kristal atau padatan murni yang mudah menyublim. Cara kerjanya adalah dengan menguapkan zat murni di dalam wadah yang ditutup, sementara bagian atasnya didinginkan menggunakan wadah berpendingin seperti air.<ref>Hernani Hernani. [http://repository.ut.ac.id/4548/1/PEKI4101-M1.pdf Kimia Dasar 1]. Universitas Terbuka. 2014. hlm. 1.9. ISBN 9796898012.</ref> Sublimasi juga telah digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan perubahan padat-ke-gas (sublimasi) dan diikuti oleh perubahan gas-ke-padat (deposisi).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sublimasi+%28perubahan+wujud+zat%29&oldid=28656536 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Jika [[vaporisasi]] dari cair ke gas terjadi sebagai [[penguapan]] dari permukaan jika terjadi di bawah titik didih suatu cairan, dan sebagai [[mendidih|pendidihan]] dengan pembentukan gelembung di bagian dalam cairan jika terjadi pada titik didih, tidak ada perbedaan seperti itu untuk perubahan padat-ke-gas yang selalu terjadi sebagai sublimasi dari permukaan. | |||
Pada [[Temperatur dan tekanan standar|tekanan normal]], sebagian besar [[Senyawa kimia|senyawa]] dan [[unsur kimia]] memiliki tiga wujud yang berbeda pada [[suhu]] yang berbeda. Dalam kasus ini, perubahan dari wujud padat ke wujud gas membutuhkan sebuah wujud cair sebagai zat antara. Tekanan yang dimaksud adalah ''[[tekanan parsial]]'' zat tersebut, bukan tekanan ''total'' (misalnya tekanan atmosfer) dari seluruh sistem. Jadi, semua padatan yang memiliki [[tekanan uap]] yang cukup besar pada suhu tertentu biasanya dapat menyublim di udara (misalnya air es di bawah 0 °C). Untuk beberapa zat, seperti [[karbon]] dan [[arsen]], sublimasi jauh lebih mudah daripada [[penguapan]] dari lelehan, karena tekanan titik tripel mereka sangat tinggi, dan sulit untuk mendapatkannya sebagai cairan. | Pada [[Temperatur dan tekanan standar|tekanan normal]], sebagian besar [[Senyawa kimia|senyawa]] dan [[unsur kimia]] memiliki tiga wujud yang berbeda pada [[suhu]] yang berbeda. Dalam kasus ini, perubahan dari wujud padat ke wujud gas membutuhkan sebuah wujud cair sebagai zat antara. Tekanan yang dimaksud adalah ''[[tekanan parsial]]'' zat tersebut, bukan tekanan ''total'' (misalnya tekanan atmosfer) dari seluruh sistem. Jadi, semua padatan yang memiliki [[tekanan uap]] yang cukup besar pada suhu tertentu biasanya dapat menyublim di udara (misalnya air es di bawah 0 °C). Untuk beberapa zat, seperti [[karbon]] dan [[arsen]], sublimasi jauh lebih mudah daripada [[penguapan]] dari lelehan, karena tekanan titik tripel mereka sangat tinggi, dan sulit untuk mendapatkannya sebagai cairan. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
Sublimasi disebabkan oleh penyerapan panas yang memberikan energi yang cukup bagi beberapa molekul untuk mengatasi [[Gaya antarmolekul|gaya tarik menarik]] tetangga mereka dan lolos ke fase uap. Karena prosesnya membutuhkan energi tambahan, ia merupakan perubahan [[Reaksi endoterm|endotermik]]. [[Entalpi sublimasi]] (juga disebut panas sublimasi) dapat dihitung dengan menambahkan [[kalor peleburan|entalpi peleburan]] dan [[entalpi penguapan]]. | Sublimasi disebabkan oleh penyerapan panas yang memberikan energi yang cukup bagi beberapa molekul untuk mengatasi [[Gaya antarmolekul|gaya tarik menarik]] tetangga mereka dan lolos ke fase uap. Karena prosesnya membutuhkan energi tambahan, ia merupakan perubahan [[Reaksi endoterm|endotermik]]. [[Entalpi sublimasi]] (juga disebut panas sublimasi) dapat dihitung dengan menambahkan [[kalor peleburan|entalpi peleburan]] dan [[entalpi penguapan]]. | ||
==Contoh== | ==Contoh== | ||
===Karbon dioksida=== | ===Karbon dioksida=== | ||
[[Karbon dioksida]] padat ([[es kering]]) menyublim di mana-mana sepanjang garis di bawah [[titik tripel]] (misalnya, pada suhu −78,5 °C (194,65 K, 34,577 °F) pada [[tekanan atmosfer]], sedangkan pencairannya menjadi CO<sub>2</sub> cair dapat terjadi di sepanjang garis padat-cair pada tekanan dan suhu di atas titik tripel (yaitu, 5,1 atm, −56,6 °C). | [[Karbon dioksida]] padat ([[es kering]]) menyublim di mana-mana sepanjang garis di bawah [[titik tripel]] (misalnya, pada suhu −78,5 °C (194,65 K, 34,577 °F) pada [[tekanan atmosfer]], sedangkan pencairannya menjadi CO<sub>2</sub> cair dapat terjadi di sepanjang garis padat-cair pada tekanan dan suhu di atas titik tripel (yaitu, 5,1 atm, −56,6 °C). | ||
===Air=== | ===Air=== | ||
[[Salju]] dan [[es]] menyublim, meskipun lebih lambat, pada suhu di bawah garis suhu titik beku/[[Titik lebur|lebur]] pada 0 °C untuk tekanan parsial di bawah tekanan titik rangkap . Dalam [[pengeringan beku]], bahan yang akan didehidrasi dibekukan dan airnya dibiarkan menyublim di bawah tekanan atau vakum yang dikurangi. Hilangnya salju dari [[padang salju]] selama musim dingin sering kali disebabkan oleh sinar matahari yang bekerja langsung pada lapisan atas salju. [[Ablasi]] merupakan proses yang mencakup sublimasi dan keausan erosif [[Es|es gletser]]. | [[Salju]] dan [[es]] menyublim, meskipun lebih lambat, pada suhu di bawah garis suhu titik beku/[[Titik lebur|lebur]] pada 0 °C untuk tekanan parsial di bawah tekanan titik rangkap .<ref>S. R. Fassnacht. ''Estimating Alter-shielded gauge snowfall undercatch, snowpack sublimation, and blowing snow transport at six sites in the coterminous USA''. ''Hydrol. Process''. 2004. Vol. 18 (18). hlm. 3481–3492. doi:10.1002/hyp.5806.</ref> Dalam [[pengeringan beku]], bahan yang akan didehidrasi dibekukan dan airnya dibiarkan menyublim di bawah tekanan atau vakum yang dikurangi. Hilangnya salju dari [[padang salju]] selama musim dingin sering kali disebabkan oleh sinar matahari yang bekerja langsung pada lapisan atas salju. [[Ablasi]] merupakan proses yang mencakup sublimasi dan keausan erosif [[Es|es gletser]]. | ||
===Naftalena=== | ===Naftalena=== | ||
[[Naftalena]], sebuah senyawa organik yang biasa ditemukan dalam pestisida seperti [[bola ngengat]], mudah menyublim karena terbuat dari molekul nonpolar yang disatukan hanya oleh gaya antarmolekul [[gaya van der Waals|van der Waals]]. Naftalena merupakan padatan yang menyublim pada [[Temperatur dan tekanan standar|suhu atmosfer standar]] dengan titik sublimasi sekitar 80°C atau 176°F. Pada suhu rendah, tekanan uapnya cukup tinggi, 1mmHg pada 53°C, untuk membuat bentuk padat naftalena menguap menjadi gas. Pada permukaan yang dingin, uap naftalena akan mengeras dan membentuk kristal seperti jarum. | [[Naftalena]], sebuah senyawa organik yang biasa ditemukan dalam pestisida seperti [[bola ngengat]], mudah menyublim karena terbuat dari molekul nonpolar yang disatukan hanya oleh gaya antarmolekul [[gaya van der Waals|van der Waals]]. Naftalena merupakan padatan yang menyublim pada [[Temperatur dan tekanan standar|suhu atmosfer standar]]<ref>J. Caroll. ''Natural Gas Hydrates''. 2014. hlm. 16. ISBN 9780128005750.</ref> dengan titik sublimasi sekitar 80°C atau 176°F.<ref>Staff writer(s). [http://scienceline.ucsb.edu/getkey.php?key=4306 what solid go through sublimation?]. National Science Foundation and UCSB School-University partnership. 2015.</ref> Pada suhu rendah, tekanan uapnya cukup tinggi, 1mmHg pada 53°C,<ref>D. Pavia. [https://archive.org/details/introductiontoor0000unse_q6p2 Introduction to organic laboratory technique]. 2005. hlm. [https://archive.org/details/introductiontoor0000unse_q6p2/page/781 781]–782. ISBN 978-0534408336.</ref> untuk membuat bentuk padat naftalena menguap menjadi gas. Pada permukaan yang dingin, uap naftalena akan mengeras dan membentuk kristal seperti jarum. | ||
===Zat lainnya=== | ===Zat lainnya=== | ||
[[Iodin]] menghasilkan asap pada pemanasan lembut, meskipun hal ini terjadi di atas titik tripel dan karenanya bukan sublimasi yang sebenarnya. Dimungkinkan untuk memperoleh iodin cair pada tekanan atmosfer dengan mengontrol suhu tepat di atas titik lebur iodin. Dalam [[ilmu forensik]], uap iodin dapat mengungkapkan [[sidik jari]] laten di atas kertas.<ref>James Girard. [https://archive.org/details/criminalisticsfo0000gira Criminalistics: Forensic Science, Crime and Terrorism]. Jones & Bartlett Learning. 2011. hlm. [https://archive.org/details/criminalisticsfo0000gira/page/143 143]–144. ISBN 978-0-7637-7731-9.</ref> | |||
[[Iodin]] menghasilkan asap pada pemanasan lembut, meskipun hal ini terjadi di atas titik tripel dan karenanya bukan sublimasi yang sebenarnya. Dimungkinkan untuk memperoleh iodin cair pada tekanan atmosfer dengan mengontrol suhu tepat di atas titik lebur iodin. Dalam [[ilmu forensik]], uap iodin dapat mengungkapkan [[sidik jari]] laten di atas kertas. | |||
[[Arsen]] juga dapat menyublim pada suhu tinggi. | [[Arsen]] juga dapat menyublim pada suhu tinggi. | ||
[[Kadmium]] dan [[seng]] bukanlah [[Bahan yang untuk digunakan dalam ruang hampa|bahan yang cocok untuk digunakan dalam ruang hampa]] karena mereka menyublim lebih dari bahan umum lainnya. | [[Kadmium]] dan [[seng]] bukanlah [[Bahan yang untuk digunakan dalam ruang hampa|bahan yang cocok untuk digunakan dalam ruang hampa]] karena mereka menyublim lebih dari bahan umum lainnya. | ||
==Pemurnian dengan sublimasi== | ==Pemurnian dengan sublimasi== | ||
Sublimasi merupakan teknik yang digunakan oleh [[Kimiawan|ahli kimia]] untuk memurnikan [[Senyawa kimia|senyawa]]. Padatan biasanya ditempatkan dalam [[peralatan sublimasi]] dan dipanaskan di bawah [[vakum]]. Di bawah [[tekanan]] yang dikurangi ini, padatan tersebut [[volatilitas (kimia)|menguap]] dan mengembun sebagai senyawa murni pada permukaan yang didinginkan ([[jari dingin]]), meninggalkan residu [[Kotoran (kimia)|pengotor]] yang tidak mudah menguap. Setelah pemanasan berhenti dan vakum dihilangkan, senyawa murni dapat dikumpulkan dari permukaan pendingin.<ref>R. B. King ''Organometallic Syntheses''. Volume 1 Transition-Metal Compounds; Academic Press: New York, 1965. .</ref><ref>Laurence M. Harwood. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw/page/154 Experimental organic chemistry: Principles and Practice]. WileyBlackwell. 1989. hlm. [https://archive.org/details/experimentalorga00harw/page/154 154–155]. ISBN 978-0-632-02017-1.</ref> | |||
Sublimasi merupakan teknik yang digunakan oleh [[Kimiawan|ahli kimia]] untuk memurnikan [[Senyawa kimia|senyawa]]. Padatan biasanya ditempatkan dalam [[peralatan sublimasi]] dan dipanaskan di bawah [[vakum]]. Di bawah [[tekanan]] yang dikurangi ini, padatan tersebut [[volatilitas (kimia)|menguap]] dan mengembun sebagai senyawa murni pada permukaan yang didinginkan ([[jari dingin]]), meninggalkan residu [[Kotoran (kimia)|pengotor]] yang tidak mudah menguap. Setelah pemanasan berhenti dan vakum dihilangkan, senyawa murni dapat dikumpulkan dari permukaan pendingin. | |||
Untuk efisiensi pemurnian yang lebih tinggi, [[gradien suhu]] diterapkan, yang juga memungkinkan pemisahan fraksi yang berbeda. Pengaturan tipikal menggunakan tabung kaca yang dievakuasi yang dipanaskan secara bertahap dengan cara yang terkontrol. Aliran material mengalir dari ujung panas, tempat material awal ditempatkan, ke ujung dingin yang terhubung ke dudukan pompa. Dengan mengontrol suhu di sepanjang tabung, operator dapat mengontrol zona kondensasi ulang, dengan senyawa yang sangat mudah menguap dipompa keluar dari sistem sepenuhnya (atau ditangkap oleh [[perangkap dingin]] terpisah), senyawa yang cukup mudah menguap dikondensasikan kembali di sepanjang tabung sesuai dengan volatilitas yang berbeda, dan senyawa nonvolatil yang tersisa di ujung panas. Sublimasi vakum jenis ini juga merupakan metode pilihan untuk pemurnian senyawa organik untuk digunakan dalam [[elektronika organik|industri elektronik organik]], di mana kemurnian yang sangat tinggi (sering kali > 99,99%) diperlukan untuk memenuhi standar elektronik konsumen dan aplikasi lainnya. | Untuk efisiensi pemurnian yang lebih tinggi, [[gradien suhu]] diterapkan, yang juga memungkinkan pemisahan fraksi yang berbeda. Pengaturan tipikal menggunakan tabung kaca yang dievakuasi yang dipanaskan secara bertahap dengan cara yang terkontrol. Aliran material mengalir dari ujung panas, tempat material awal ditempatkan, ke ujung dingin yang terhubung ke dudukan pompa. Dengan mengontrol suhu di sepanjang tabung, operator dapat mengontrol zona kondensasi ulang, dengan senyawa yang sangat mudah menguap dipompa keluar dari sistem sepenuhnya (atau ditangkap oleh [[perangkap dingin]] terpisah), senyawa yang cukup mudah menguap dikondensasikan kembali di sepanjang tabung sesuai dengan volatilitas yang berbeda, dan senyawa nonvolatil yang tersisa di ujung panas. Sublimasi vakum jenis ini juga merupakan metode pilihan untuk pemurnian senyawa organik untuk digunakan dalam [[elektronika organik|industri elektronik organik]], di mana kemurnian yang sangat tinggi (sering kali > 99,99%) diperlukan untuk memenuhi standar elektronik konsumen dan aplikasi lainnya. | ||
==Penggunaan historis== | ==Penggunaan historis== | ||
Dalam [[alkimia]] kuno, sebuah [[protosains]] yang berkontribusi pada pengembangan kimia dan kedokteran modern, para alkemis mengembangkan struktur teknik laboratorium, teori, terminologi, dan metode eksperimental dasar. ''Sublimasi'' digunakan untuk merujuk pada proses di mana suatu zat dipanaskan menjadi uap, kemudian segera terkumpul sebagai sedimen di bagian atas dan leher media pemanas (biasanya [[retort]] atau [[alembik]]), tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan nonlaboratorium serupa lainnya. Ia disebutkan oleh penulis alkimia seperti [[Basil Valentine]] dan [[George Ripley (alkemis)|George Ripley]], dan dalam ''[[Rosarium philosophorum]]'', sebagai proses yang diperlukan untuk penyelesaian ''[[magnum opus (alkimia)|magnum opus]]''. Di sini, kata sublimasi digunakan untuk menggambarkan pertukaran "benda" dan "roh" yang mirip dengan perubahan fase laboratorium antara padatan dan gas. Valentine, dalam karyanya yang berjudul ''[[Basil Valentine#Publikasi terpilih|Le char triomphal de l'antimoine]]'' (diterbitkan pada tahun 1646) membuat perbandingan dengan [[Paraselsianisme#Spagirik|spagirik]] di mana sublimasi sayuran dapat digunakan untuk memisahkan roh dalam anggur dan bir. Ripley menggunakan bahasa yang lebih menunjukkan implikasi mistik dari sublimasi, yang menunjukkan bahwa proses tersebut memiliki aspek ganda dalam spiritualisasi tubuh dan korporalisasi jiwa. Dia menulis: | Dalam [[alkimia]] kuno, sebuah [[protosains]] yang berkontribusi pada pengembangan kimia dan kedokteran modern, para alkemis mengembangkan struktur teknik laboratorium, teori, terminologi, dan metode eksperimental dasar. ''Sublimasi'' digunakan untuk merujuk pada proses di mana suatu zat dipanaskan menjadi uap, kemudian segera terkumpul sebagai sedimen di bagian atas dan leher media pemanas (biasanya [[retort]] atau [[alembik]]), tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan nonlaboratorium serupa lainnya. Ia disebutkan oleh penulis alkimia seperti [[Basil Valentine]] dan [[George Ripley (alkemis)|George Ripley]], dan dalam ''[[Rosarium philosophorum]]'', sebagai proses yang diperlukan untuk penyelesaian ''[[magnum opus (alkimia)|magnum opus]]''. Di sini, kata sublimasi digunakan untuk menggambarkan pertukaran "benda" dan "roh" yang mirip dengan perubahan fase laboratorium antara padatan dan gas. Valentine, dalam karyanya yang berjudul ''[[Basil Valentine#Publikasi terpilih|Le char triomphal de l'antimoine]]'' (diterbitkan pada tahun 1646) membuat perbandingan dengan [[Paraselsianisme#Spagirik|spagirik]] di mana sublimasi sayuran dapat digunakan untuk memisahkan roh dalam anggur dan bir.<ref>Francis Barrett. [https://archive.org/details/livesofalchemyst00barr The lives of alchemystical philosophers: with a critical catalogue of books in occult chemistry, and a selection of the most celebrated treatises on the theory and practice of the hermetic art]. Macdonald and Son for Lackington, Allen, & Co. 1815. hlm. [https://archive.org/details/livesofalchemyst00barr/page/233 233].</ref> Ripley menggunakan bahasa yang lebih menunjukkan implikasi mistik dari sublimasi, yang menunjukkan bahwa proses tersebut memiliki aspek ganda dalam spiritualisasi tubuh dan korporalisasi jiwa.<ref>Barbara DiBernard. [https://archive.org/details/alchemyfinnegans0000dibe/page/57 Alchemy and Finnegans wake]. SUNY Press. 1980. hlm. [https://archive.org/details/alchemyfinnegans0000dibe/page/57 57]. ISBN 978-0873953887.</ref> Dia menulis:<ref>Ripley, George (1591). [http://www.levity.com/alchemy/ripgat8.html ''Compound of Alchemy''].</ref> | ||
<blockquote><poem> | <blockquote><poem> | ||
| Baris 43: | Baris 38: | ||
</poem></blockquote> | </poem></blockquote> | ||
==Prediksi sublimasi== | ==Prediksi sublimasi== | ||
[[Entalpi]] sublimasi umumnya telah diprediksi menggunakan [[teorema ekuipartisi]]. Jika [[energi kisi]] diasumsikan kira-kira setengah energi pengepakan, maka koreksi termodinamika berikut dapat diterapkan untuk memprediksi entalpi sublimasi. Dengan asumsi [[gas ideal]] 1 [[Molaritas|molar]] memberikan koreksi untuk lingkungan termodinamika (tekanan dan volume) di mana pV = RT, maka koreksi 1RT. Koreksi tambahan untuk [[Getaran molekul|getaran]], [[rotor tegar|rotasi]] dan translasi perlu diterapkan. Dari [[teorema ekuipartisi]] rotasi dan translasi gas berkontribusi masing-masing 1,5RT ke keadaan akhir, oleh karena itu koreksi +3RT. Getaran kristal dan rotasi masing-masing menyumbang 3RT ke keadaan awal, oleh karena itu −6RT. Menjumlahkan koreksi; −6RT + 3RT + RT = −2RT. Nilai ini mengarah ke pada perkiraan entalpi sublimasi berikut. Pendekatan serupa dapat ditemukan untuk suku [[entropi]] jika benda tegar diasumsikan. | [[Entalpi]] sublimasi umumnya telah diprediksi menggunakan [[teorema ekuipartisi]]. Jika [[energi kisi]] diasumsikan kira-kira setengah energi pengepakan, maka koreksi termodinamika berikut dapat diterapkan untuk memprediksi entalpi sublimasi. Dengan asumsi [[gas ideal]] 1 [[Molaritas|molar]] memberikan koreksi untuk lingkungan termodinamika (tekanan dan volume) di mana pV = RT, maka koreksi 1RT. Koreksi tambahan untuk [[Getaran molekul|getaran]], [[rotor tegar|rotasi]] dan translasi perlu diterapkan. Dari [[teorema ekuipartisi]] rotasi dan translasi gas berkontribusi masing-masing 1,5RT ke keadaan akhir, oleh karena itu koreksi +3RT. Getaran kristal dan rotasi masing-masing menyumbang 3RT ke keadaan awal, oleh karena itu −6RT. Menjumlahkan koreksi; −6RT + 3RT + RT = −2RT.<ref>A. Gavezzotti. ''Theoretical Aspects and Computer Modeling of the Molecular Solid State''. Wiley and Sons. 1997.</ref> Nilai ini mengarah ke pada perkiraan entalpi sublimasi berikut. Pendekatan serupa dapat ditemukan untuk suku [[entropi]] jika benda tegar diasumsikan.<ref>J. L. McDonagh. ''Uniting Cheminformatics and Chemical Theory To Predict the Intrinsic Aqueous Solubility of Crystalline Druglike Molecules''. ''Journal of Chemical Information and Modeling''. 2014. Vol. 54 (3). hlm. 844–56. doi:10.1021/ci4005805.</ref><ref>James McDonagh. [https://strathprints.strath.ac.uk/58416/1/McDonagh_etal_JCIM_2016_Are_the_sublimation_thermodynamics_of_organic.pdf Are The Sublimation Thermodynamics of organic molecules predictable?]. ''Journal of Chemical Information and Modeling''. 17 October 2016. Vol. 56 (11). hlm. 2162–2179. doi:10.1021/acs.jcim.6b00033.</ref> | ||
<math> \Delta H_{\text{sublimasi}} = -U_{\text{energi kisi}} - 2RT</math> | <math> \Delta H_{\text{sublimasi}} = -U_{\text{energi kisi}} - 2RT</math> | ||
==Pencetakan sublimasi pewarna== | ==Pencetakan sublimasi pewarna== | ||
Pencetakan sublimasi pewarna merupakan teknologi pencetakan digital menggunakan karya seni penuh warna yang bekerja dengan substrat poliester dan berlapis polimer. Juga disebut sebagai sublimasi digital, proses ini biasanya digunakan untuk mendekorasi pakaian, tanda dan spanduk, serta barang-barang baru seperti penutup ponsel, plakat, cangkir kopi, dan barang-barang lainnya dengan permukaan yang ramah-sublimasi. Proses ini menggunakan ilmu sublimasi, di mana panas dan tekanan diterapkan pada padatan, mengubahnya menjadi gas melalui reaksi endotermik tanpa melewati fase cair. | Pencetakan sublimasi pewarna merupakan teknologi pencetakan digital menggunakan karya seni penuh warna yang bekerja dengan substrat poliester dan berlapis polimer. Juga disebut sebagai sublimasi digital, proses ini biasanya digunakan untuk mendekorasi pakaian, tanda dan spanduk, serta barang-barang baru seperti penutup ponsel, plakat, cangkir kopi, dan barang-barang lainnya dengan permukaan yang ramah-sublimasi. Proses ini menggunakan ilmu sublimasi, di mana panas dan tekanan diterapkan pada padatan, mengubahnya menjadi gas melalui reaksi endotermik tanpa melewati fase cair. | ||
| Baris 61: | Baris 55: | ||
*[[Pengeringan beku]] | *[[Pengeringan beku]] | ||
==Tabel== | ==Tabel== | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sublimasi+%28perubahan+wujud+zat%29&oldid=28656536 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28656536 (2025-12-03T06:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.02

Sublimasi atau penohoran adalah perubahan suatu zat langsung dari wujud padat ke wujud gas,[1] tanpa melalui wujud cair.[2] Sublimasi adalah sebuah proses endotermik yang terjadi pada suhu dan tekanan di bawah titik tripel suatu zat dalam diagram fasenya, yang sesuai dengan tekanan terendah di mana zat tersebut dapat eksis sebagai cairan. Proses kebalikan dari sublimasi adalah deposisi, desublimasi, atau pengkristalan, di mana suatu zat berpindah langsung dari fase gas ke fase padat.[3] Sublimasi juga disebut sebagai metode untuk mendapatkan kristal atau padatan murni yang mudah menyublim. Cara kerjanya adalah dengan menguapkan zat murni di dalam wadah yang ditutup, sementara bagian atasnya didinginkan menggunakan wadah berpendingin seperti air.[4] Sublimasi juga telah digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan perubahan padat-ke-gas (sublimasi) dan diikuti oleh perubahan gas-ke-padat (deposisi).[5] Jika vaporisasi dari cair ke gas terjadi sebagai penguapan dari permukaan jika terjadi di bawah titik didih suatu cairan, dan sebagai pendidihan dengan pembentukan gelembung di bagian dalam cairan jika terjadi pada titik didih, tidak ada perbedaan seperti itu untuk perubahan padat-ke-gas yang selalu terjadi sebagai sublimasi dari permukaan.
Pada tekanan normal, sebagian besar senyawa dan unsur kimia memiliki tiga wujud yang berbeda pada suhu yang berbeda. Dalam kasus ini, perubahan dari wujud padat ke wujud gas membutuhkan sebuah wujud cair sebagai zat antara. Tekanan yang dimaksud adalah tekanan parsial zat tersebut, bukan tekanan total (misalnya tekanan atmosfer) dari seluruh sistem. Jadi, semua padatan yang memiliki tekanan uap yang cukup besar pada suhu tertentu biasanya dapat menyublim di udara (misalnya air es di bawah 0 °C). Untuk beberapa zat, seperti karbon dan arsen, sublimasi jauh lebih mudah daripada penguapan dari lelehan, karena tekanan titik tripel mereka sangat tinggi, dan sulit untuk mendapatkannya sebagai cairan.
Istilah sublimasi mengacu pada perubahan fisika dari suatu wujud dan tidak digunakan untuk menggambarkan transformasi padat menjadi gas dalam reaksi kimia. Misalnya, disosiasi pada pemanasan amonium klorida padat menjadi hidrogen klorida dan amonia bukanlah sublimasi, tetapi reaksi kimia. Demikian pula, pembakaran lilin yang mengandung lilin parafin menjadi karbon dioksida dan uap air, bukanlah sublimasi, melainkan reaksi kimia dengan oksigen.
Sublimasi disebabkan oleh penyerapan panas yang memberikan energi yang cukup bagi beberapa molekul untuk mengatasi gaya tarik menarik tetangga mereka dan lolos ke fase uap. Karena prosesnya membutuhkan energi tambahan, ia merupakan perubahan endotermik. Entalpi sublimasi (juga disebut panas sublimasi) dapat dihitung dengan menambahkan entalpi peleburan dan entalpi penguapan.
Contoh
Karbon dioksida
Karbon dioksida padat (es kering) menyublim di mana-mana sepanjang garis di bawah titik tripel (misalnya, pada suhu −78,5 °C (194,65 K, 34,577 °F) pada tekanan atmosfer, sedangkan pencairannya menjadi CO2 cair dapat terjadi di sepanjang garis padat-cair pada tekanan dan suhu di atas titik tripel (yaitu, 5,1 atm, −56,6 °C).
Air
Salju dan es menyublim, meskipun lebih lambat, pada suhu di bawah garis suhu titik beku/lebur pada 0 °C untuk tekanan parsial di bawah tekanan titik rangkap .[6] Dalam pengeringan beku, bahan yang akan didehidrasi dibekukan dan airnya dibiarkan menyublim di bawah tekanan atau vakum yang dikurangi. Hilangnya salju dari padang salju selama musim dingin sering kali disebabkan oleh sinar matahari yang bekerja langsung pada lapisan atas salju. Ablasi merupakan proses yang mencakup sublimasi dan keausan erosif es gletser.
Naftalena
Naftalena, sebuah senyawa organik yang biasa ditemukan dalam pestisida seperti bola ngengat, mudah menyublim karena terbuat dari molekul nonpolar yang disatukan hanya oleh gaya antarmolekul van der Waals. Naftalena merupakan padatan yang menyublim pada suhu atmosfer standar[7] dengan titik sublimasi sekitar 80°C atau 176°F.[8] Pada suhu rendah, tekanan uapnya cukup tinggi, 1mmHg pada 53°C,[9] untuk membuat bentuk padat naftalena menguap menjadi gas. Pada permukaan yang dingin, uap naftalena akan mengeras dan membentuk kristal seperti jarum.
Zat lainnya
Iodin menghasilkan asap pada pemanasan lembut, meskipun hal ini terjadi di atas titik tripel dan karenanya bukan sublimasi yang sebenarnya. Dimungkinkan untuk memperoleh iodin cair pada tekanan atmosfer dengan mengontrol suhu tepat di atas titik lebur iodin. Dalam ilmu forensik, uap iodin dapat mengungkapkan sidik jari laten di atas kertas.[10] Arsen juga dapat menyublim pada suhu tinggi.
Kadmium dan seng bukanlah bahan yang cocok untuk digunakan dalam ruang hampa karena mereka menyublim lebih dari bahan umum lainnya.
Pemurnian dengan sublimasi
Sublimasi merupakan teknik yang digunakan oleh ahli kimia untuk memurnikan senyawa. Padatan biasanya ditempatkan dalam peralatan sublimasi dan dipanaskan di bawah vakum. Di bawah tekanan yang dikurangi ini, padatan tersebut menguap dan mengembun sebagai senyawa murni pada permukaan yang didinginkan (jari dingin), meninggalkan residu pengotor yang tidak mudah menguap. Setelah pemanasan berhenti dan vakum dihilangkan, senyawa murni dapat dikumpulkan dari permukaan pendingin.[11][12] Untuk efisiensi pemurnian yang lebih tinggi, gradien suhu diterapkan, yang juga memungkinkan pemisahan fraksi yang berbeda. Pengaturan tipikal menggunakan tabung kaca yang dievakuasi yang dipanaskan secara bertahap dengan cara yang terkontrol. Aliran material mengalir dari ujung panas, tempat material awal ditempatkan, ke ujung dingin yang terhubung ke dudukan pompa. Dengan mengontrol suhu di sepanjang tabung, operator dapat mengontrol zona kondensasi ulang, dengan senyawa yang sangat mudah menguap dipompa keluar dari sistem sepenuhnya (atau ditangkap oleh perangkap dingin terpisah), senyawa yang cukup mudah menguap dikondensasikan kembali di sepanjang tabung sesuai dengan volatilitas yang berbeda, dan senyawa nonvolatil yang tersisa di ujung panas. Sublimasi vakum jenis ini juga merupakan metode pilihan untuk pemurnian senyawa organik untuk digunakan dalam industri elektronik organik, di mana kemurnian yang sangat tinggi (sering kali > 99,99%) diperlukan untuk memenuhi standar elektronik konsumen dan aplikasi lainnya.
Penggunaan historis
Dalam alkimia kuno, sebuah protosains yang berkontribusi pada pengembangan kimia dan kedokteran modern, para alkemis mengembangkan struktur teknik laboratorium, teori, terminologi, dan metode eksperimental dasar. Sublimasi digunakan untuk merujuk pada proses di mana suatu zat dipanaskan menjadi uap, kemudian segera terkumpul sebagai sedimen di bagian atas dan leher media pemanas (biasanya retort atau alembik), tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan nonlaboratorium serupa lainnya. Ia disebutkan oleh penulis alkimia seperti Basil Valentine dan George Ripley, dan dalam Rosarium philosophorum, sebagai proses yang diperlukan untuk penyelesaian magnum opus. Di sini, kata sublimasi digunakan untuk menggambarkan pertukaran "benda" dan "roh" yang mirip dengan perubahan fase laboratorium antara padatan dan gas. Valentine, dalam karyanya yang berjudul Le char triomphal de l'antimoine (diterbitkan pada tahun 1646) membuat perbandingan dengan spagirik di mana sublimasi sayuran dapat digunakan untuk memisahkan roh dalam anggur dan bir.[13] Ripley menggunakan bahasa yang lebih menunjukkan implikasi mistik dari sublimasi, yang menunjukkan bahwa proses tersebut memiliki aspek ganda dalam spiritualisasi tubuh dan korporalisasi jiwa.[14] Dia menulis:[15]
<poem>
Dan Sublimasi kami buat karena tiga sebab, Penyebab pertama adalah membuat tubuh menjadi spiritual. Yang kedua adalah bahwa roh mungkin bersifat jasmani, Dan menjadi tetap dengannya dan sehakikat. Penyebab ketiga adalah dari asalnya yang kotor. Ia bisa dibersihkan, dan rasa asinnya belerang Dapat dikurangi di dalamnya, yang menular.
</poem>
Prediksi sublimasi
Entalpi sublimasi umumnya telah diprediksi menggunakan teorema ekuipartisi. Jika energi kisi diasumsikan kira-kira setengah energi pengepakan, maka koreksi termodinamika berikut dapat diterapkan untuk memprediksi entalpi sublimasi. Dengan asumsi gas ideal 1 molar memberikan koreksi untuk lingkungan termodinamika (tekanan dan volume) di mana pV = RT, maka koreksi 1RT. Koreksi tambahan untuk getaran, rotasi dan translasi perlu diterapkan. Dari teorema ekuipartisi rotasi dan translasi gas berkontribusi masing-masing 1,5RT ke keadaan akhir, oleh karena itu koreksi +3RT. Getaran kristal dan rotasi masing-masing menyumbang 3RT ke keadaan awal, oleh karena itu −6RT. Menjumlahkan koreksi; −6RT + 3RT + RT = −2RT.[16] Nilai ini mengarah ke pada perkiraan entalpi sublimasi berikut. Pendekatan serupa dapat ditemukan untuk suku entropi jika benda tegar diasumsikan.[17][18]
Pencetakan sublimasi pewarna
Pencetakan sublimasi pewarna merupakan teknologi pencetakan digital menggunakan karya seni penuh warna yang bekerja dengan substrat poliester dan berlapis polimer. Juga disebut sebagai sublimasi digital, proses ini biasanya digunakan untuk mendekorasi pakaian, tanda dan spanduk, serta barang-barang baru seperti penutup ponsel, plakat, cangkir kopi, dan barang-barang lainnya dengan permukaan yang ramah-sublimasi. Proses ini menggunakan ilmu sublimasi, di mana panas dan tekanan diterapkan pada padatan, mengubahnya menjadi gas melalui reaksi endotermik tanpa melewati fase cair.
Dalam pencetakan sublimasi, pewarna sublimasi unik ditransfer ke lembaran kertas "transfer" melalui tinta gel cair melalui kepala cetak piezoelektrik. Tinta disimpan pada beberapa kertas jet tinta pelepasan tinggi ini, yang digunakan untuk langkah selanjutnya dari proses pencetakan sublimasi. Setelah desain digital dicetak ke lembar transfer sublimasi, ia ditempatkan pada mesin pres panas bersama dengan substrat yang akan disublimasikan.
Untuk mentransfer gambar dari kertas ke substrat, diperlukan proses pres panas yang merupakan kombinasi waktu, suhu dan tekanan. Pres panas menerapkan kombinasi khusus ini, yang dapat berubah tergantung pada substrat, untuk "mentransfer" pewarna sublimasi pada tingkat molekuler ke dalam substrat. Pewarna yang paling umum digunakan untuk sublimasi aktif pada suhu 350 derajat Fahrenheit. Namun, kisaran suhu 380 hingga 420 derajat Fahrenheit biasanya direkomendasikan untuk warna yang optimal.
Hasil akhir dari proses sublimasi adalah hasil cetak penuh warna yang hampir permanen dan memiliki resolusi tinggi. Karena pewarna dimasukkan ke dalam substrat pada tingkat molekuler, daripada diterapkan pada tingkat topikal (seperti dengan sablon dan langsung ke pencetakan garmen), cetakan tidak akan retak, pudar atau terkelupas dari substrat dalam kondisi normal.
Lihat pula
- Ablasi
- Diagram fase
- Entalpi sublimasi
- Pembakaran pembeku – proses umum yang melibatkan sublimasi
- Pengeringan beku
Tabel
Pranala luar
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Kenneth W. Whitten. General chemistry. Saunders College Publishing. 1992. hlm. 475. ISBN 0-03-072373-6.
- ↑ Jonathan B. Boreyko. Controlling condensation and frost growth with chemical micropatterns. Scientific Reports. 2016. Vol. 6. hlm. 19131. doi:10.1038/srep19131.
- ↑ Hernani Hernani. Kimia Dasar 1. Universitas Terbuka. 2014. hlm. 1.9. ISBN 9796898012.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ S. R. Fassnacht. Estimating Alter-shielded gauge snowfall undercatch, snowpack sublimation, and blowing snow transport at six sites in the coterminous USA. Hydrol. Process. 2004. Vol. 18 (18). hlm. 3481–3492. doi:10.1002/hyp.5806.
- ↑ J. Caroll. Natural Gas Hydrates. 2014. hlm. 16. ISBN 9780128005750.
- ↑ Staff writer(s). what solid go through sublimation?. National Science Foundation and UCSB School-University partnership. 2015.
- ↑ D. Pavia. Introduction to organic laboratory technique. 2005. hlm. 781–782. ISBN 978-0534408336.
- ↑ James Girard. Criminalistics: Forensic Science, Crime and Terrorism. Jones & Bartlett Learning. 2011. hlm. 143–144. ISBN 978-0-7637-7731-9.
- ↑ R. B. King Organometallic Syntheses. Volume 1 Transition-Metal Compounds; Academic Press: New York, 1965. .
- ↑ Laurence M. Harwood. Experimental organic chemistry: Principles and Practice. WileyBlackwell. 1989. hlm. 154–155. ISBN 978-0-632-02017-1.
- ↑ Francis Barrett. The lives of alchemystical philosophers: with a critical catalogue of books in occult chemistry, and a selection of the most celebrated treatises on the theory and practice of the hermetic art. Macdonald and Son for Lackington, Allen, & Co. 1815. hlm. 233.
- ↑ Barbara DiBernard. Alchemy and Finnegans wake. SUNY Press. 1980. hlm. 57. ISBN 978-0873953887.
- ↑ Ripley, George (1591). Compound of Alchemy.
- ↑ A. Gavezzotti. Theoretical Aspects and Computer Modeling of the Molecular Solid State. Wiley and Sons. 1997.
- ↑ J. L. McDonagh. Uniting Cheminformatics and Chemical Theory To Predict the Intrinsic Aqueous Solubility of Crystalline Druglike Molecules. Journal of Chemical Information and Modeling. 2014. Vol. 54 (3). hlm. 844–56. doi:10.1021/ci4005805.
- ↑ James McDonagh. Are The Sublimation Thermodynamics of organic molecules predictable?. Journal of Chemical Information and Modeling. 17 October 2016. Vol. 56 (11). hlm. 2162–2179. doi:10.1021/acs.jcim.6b00033.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28656536 (2025-12-03T06:06:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.