Lompat ke isi

Material mesopori: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29569713; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Material mesopori''', menurut [[tata nama|nomenklatur]] [[Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan|IUPAC]] adalah material yang berpori dengan diameter antara 2 hingga 50 [[nanometer|nm]]. Sebagai perbandingan, IUPAC mendefinisikan [[material mikropori]] sebagai material yang memiliki pori-pori dengan diameter lebih kecil dari 2 nm dan [[material makropori]] sebagai material yang pori-pori diameternya lebih besar dari 50 nm.
[[File:Mesoporous_carbon_TEM.jpg|thumb|right|280px|Mesoporous carbon TEM]]


Material mesopori yang khas meliputi beberapa jenis [[silika mesopori|silika]] dan [[Aluminium oksida|alumina]] yang memiliki ukuran mesopori yang sama. Oksida mesopori dari [[niobium]], [[tantalum]], [[titanium]], [[zirconium]], [[cerium]] dan [[tin]] juga telah dilaporkan. Namun, [[Produk Flagship|keunggulan]] material mesopori adalah karbon mesopori yang memiliki aplikasi langsung pada perangkat [[penyimpanan energi]]. Karbon mesopori memiliki [[porositas]] dalam kisaran mesopori, sehingga meningkatkan [[luas permukaan]] spesifik secara signifikan. Material mesopori yang sangat umum adalah [[karbon aktif]], biasanya terdiri dari kerangka karbon dengan mesoporositas dan mikroporositas, tergantung pada kondisi ketika disintesiskan.
'''Material mesopori''', menurut [[tata nama|nomenklatur]] [[Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan|IUPAC]] adalah material yang berpori dengan diameter antara 2 hingga 50 [[nanometer|nm]].<ref>J. Rouquerol. ''Recommendations for the characterization of porous solids (Technical Report)''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1994. Vol. 66 (8). hlm. 1739–1758. doi:10.1351/pac199466081739.</ref> Sebagai perbandingan, IUPAC mendefinisikan [[material mikropori]] sebagai material yang memiliki pori-pori dengan diameter lebih kecil dari 2&nbsp;nm dan [[material makropori]] sebagai material yang pori-pori diameternya lebih besar dari 50&nbsp;nm.


Menurut [[Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan|IUPAC]], material mesopori dapat berurutan atau tidak berurutan dalam mesostruktur. Pada material anorganik kristal, struktur mesopori dengan jelas membatasi jumlah unit kisi, sehingga mengubah kimia padat secara signifikan. Sebagai contoh, kinerja baterai material mesopori elektroaktif berbeda secara signifikan dari struktur massalnya.
Material mesopori yang khas meliputi beberapa jenis [[silika mesopori|silika]] dan [[Aluminium oksida|alumina]] yang memiliki ukuran mesopori yang sama. Oksida mesopori dari [[niobium]], [[tantalum]], [[titanium]], [[zirconium]], [[cerium]] dan [[tin]] juga telah dilaporkan. Namun, [[Produk Flagship|keunggulan]] material mesopori adalah karbon mesopori yang memiliki aplikasi langsung pada perangkat [[penyimpanan energi]].<ref>Ali Eftekhari. ''Ordered mesoporous carbon and its applications for electrochemical energy storage and conversion''. ''Materials Chemistry Frontiers''. 2017. Vol. 1 (6). hlm. 1001–1027. doi:10.1039/C6QM00298F.</ref> Karbon mesopori memiliki [[porositas]] dalam kisaran mesopori, sehingga meningkatkan [[luas permukaan]] spesifik secara signifikan. Material mesopori yang sangat umum adalah [[karbon aktif]], biasanya terdiri dari kerangka karbon dengan mesoporositas dan mikroporositas, tergantung pada kondisi ketika disintesiskan.


Prosedur untuk memproduksi material mesopori (silika) dipatenkan sekitar tahun 1970, dan metode berdasarkan [[Proses Stöber]] pada 1968 masih digunakan hingga tahun 2015. Hal itu hampir tidak disadari dan direproduksi pada 1997. Nanopartikel silika mesopori (MSNs) secara independen disintesis pada 1990 oleh para peneliti di Jepang. Kemudian diproduksi juga oleh laboratorium Mobil Corporation dan dinamakan [[Komposisi Materi Mobil]] atau MCM-41. Metode sintetis awal tidak memungkinkan untuk mengontrol kualitas tingkat [[porositas]] sekunder yang dihasilkan. Hanya dengan menggunakan [[kation amonium kuarterner]] dan [[silanisasi]] selama sintesis, material mesopori menunjukkan tingkat porositas hierarkis yang sebenarnya dan meningkatkan sifat tekstur.
Menurut [[Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan|IUPAC]], material mesopori dapat berurutan atau tidak berurutan dalam mesostruktur. Pada material anorganik kristal, struktur mesopori dengan jelas membatasi jumlah unit kisi, sehingga mengubah kimia padat secara signifikan. Sebagai contoh, kinerja baterai material mesopori elektroaktif berbeda secara signifikan dari struktur massalnya.<ref>Ali Eftekhari. ''Ordered Mesoporous Materials for Lithium-Ion Batteries''. ''Microporous and Mesoporous Materials''. 2017. Vol. 243. hlm. 355–369. doi:10.1016/j.micromeso.2017.02.055.</ref>
 
Prosedur untuk memproduksi material mesopori (silika) dipatenkan sekitar tahun 1970,<ref>Chiola, V.; Ritsko, J. E. and Vanderpool, C. D. [http://ip.com/patent/US3556725 "Process for producing low-bulk density silica."] Application No. US 3556725D A filed on 26-Feb-1969; Publication No. US 3556725 A published on 19-Jan-1971</ref><ref>[http://ip.com/patent/US3493341 "Porous silica particles containing a crystallized phase and method"] Application No. US 3493341D A filed on 23-Jan-1967; Publication No. US 3493341 A published on 03-Feb-1970</ref><ref>[http://ip.com/patent/US3383172 "Process for producing silica in the form of hollow spheres"]; Application No. US 342525 A filed on 04-Feb-1964; Publication No. US 3383172 A published on 14-May-1968</ref> dan metode berdasarkan [[Proses Stöber]] pada 1968<ref>Werner Stöber. ''Controlled growth of monodisperse silica spheres in the micron size range''. ''Journal of Colloid and Interface Science''. 1968. Vol. 26 (1). hlm. 62–69. doi:10.1016/0021-9797(68)90272-5.</ref> masih digunakan hingga tahun 2015.<ref>Guido Kicklebick. [https://books.google.com/?id=9ZSbCgAAQBAJ&pg=PA229 The Sol-Gel Handbook: Synthesis, Characterization and Applications]. John Wiley & Sons. 2015. Vol. 3. hlm. 227–244. ISBN 9783527334865.</ref> Hal itu hampir tidak disadari<ref>Xu, Ruren. [https://books.google.com/books?id=kn1dSnP4nesC&pg=PA472 Chemistry of zeolites and related porous materials: synthesis and structure]. Wiley-Interscience. 2007. hlm. 472. ISBN 978-0-470-82233-3.</ref> dan direproduksi pada 1997.<ref>F Direnzo. ''A 28-year-old synthesis of micelle-templated mesoporous silica''. ''Microporous Materials''. 1997. Vol. 10 (4–6). hlm. 283. doi:10.1016/S0927-6513(97)00028-X.</ref> Nanopartikel silika mesopori (MSNs) secara independen disintesis pada 1990 oleh para peneliti di Jepang.<ref>Tsuneo Yanagisawa. ''The preparation of alkyltrimethylammonium-kanemite complexes and their conversion to microporous materials''. ''Bulletin of the Chemical Society of Japan''. 1990. Vol. 63 (4). hlm. 988. doi:10.1246/bcsj.63.988.</ref> Kemudian diproduksi juga oleh laboratorium Mobil Corporation<ref>J. S. Beck. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1992-12-30_114_27/page/10834 A new family of mesoporous molecular sieves prepared with liquid crystal templates]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1992. Vol. 114 (27). hlm. 10834. doi:10.1021/ja00053a020.</ref> dan dinamakan [[Komposisi Materi Mobil]] atau MCM-41.<ref>B. G. Trewyn. [https://lib.dr.iastate.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1319&context=ameslab_pubs Synthesis and Functionalization of a Mesoporous Silica Nanoparticle Based on the Sol–Gel Process and Applications in Controlled Release]. ''Accounts of Chemical Research''. 2007. Vol. 40 (9). hlm. 846–53. doi:10.1021/ar600032u.</ref> Metode sintetis awal tidak memungkinkan untuk mengontrol kualitas tingkat [[porositas]] sekunder yang dihasilkan. Hanya dengan menggunakan [[kation amonium kuarterner]] dan [[silanisasi]] selama sintesis, material mesopori menunjukkan tingkat porositas hierarkis yang sebenarnya dan meningkatkan sifat tekstur.<ref>J. Perez-Ramirez. [https://archive.org/details/sim_chemical-society-great-britain-chemical-society-reviews_2008-11_37_11/page/n181 Hierarchical zeolites: enhanced utilisation of microporous crystals in catalysis by advances in materials design]. ''Chem. Soc. Rev''. 2008. Vol. 37 (11). hlm. 2530–2542. doi:10.1039/b809030k.</ref><ref>J. Perez-Ramirez. ''Design of hierarchical zeolite catalysts by desilication''. ''Catal. Sci. Technol''. 2011. Vol. 1 (6). hlm. 879–890. doi:10.1039/C1CY00150G.</ref>


Sejak itu, penelitian di bidang ini terus berkembang. Contoh penting dari penerapan industri prospektif adalah [[katalisis]], penyerapan, sensor gas, [[pertukaran ion]], [[optik]], dan [[fotovoltaik]].
Sejak itu, penelitian di bidang ini terus berkembang. Contoh penting dari penerapan industri prospektif adalah [[katalisis]], penyerapan, sensor gas, [[pertukaran ion]], [[optik]], dan [[fotovoltaik]].


Harus diperhatikan bahwa mesoporositas ini mengacu pada klasifikasi porositas berskala nano, dan mesopori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain; misalnya untuk agregasi tanah, mesopori didefinisikan sebagai rongga dengan ukuran dalam kisaran 30–75μm.
Harus diperhatikan bahwa mesoporositas ini mengacu pada klasifikasi porositas berskala nano, dan mesopori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain; misalnya untuk agregasi tanah, mesopori didefinisikan sebagai rongga dengan ukuran dalam kisaran 30–75μm.<ref>Soil Science Glossary Terms Committee. [https://www.soils.org/publications/soils-glossary# Glossary of Soil Science Terms 2008]. Soil Science Society of America. 2008. ISBN 978-0-89118-851-3.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Material+mesopori&oldid=29569713 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29569713 (2026-08-13T05:03:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Material+mesopori&oldid=29569713 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29569713 (2026-08-13T05:03:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.04

Mesoporous carbon TEM

Material mesopori, menurut nomenklatur IUPAC adalah material yang berpori dengan diameter antara 2 hingga 50 nm.[1] Sebagai perbandingan, IUPAC mendefinisikan material mikropori sebagai material yang memiliki pori-pori dengan diameter lebih kecil dari 2 nm dan material makropori sebagai material yang pori-pori diameternya lebih besar dari 50 nm.

Material mesopori yang khas meliputi beberapa jenis silika dan alumina yang memiliki ukuran mesopori yang sama. Oksida mesopori dari niobium, tantalum, titanium, zirconium, cerium dan tin juga telah dilaporkan. Namun, keunggulan material mesopori adalah karbon mesopori yang memiliki aplikasi langsung pada perangkat penyimpanan energi.[2] Karbon mesopori memiliki porositas dalam kisaran mesopori, sehingga meningkatkan luas permukaan spesifik secara signifikan. Material mesopori yang sangat umum adalah karbon aktif, biasanya terdiri dari kerangka karbon dengan mesoporositas dan mikroporositas, tergantung pada kondisi ketika disintesiskan.

Menurut IUPAC, material mesopori dapat berurutan atau tidak berurutan dalam mesostruktur. Pada material anorganik kristal, struktur mesopori dengan jelas membatasi jumlah unit kisi, sehingga mengubah kimia padat secara signifikan. Sebagai contoh, kinerja baterai material mesopori elektroaktif berbeda secara signifikan dari struktur massalnya.[3]

Prosedur untuk memproduksi material mesopori (silika) dipatenkan sekitar tahun 1970,[4][5][6] dan metode berdasarkan Proses Stöber pada 1968[7] masih digunakan hingga tahun 2015.[8] Hal itu hampir tidak disadari[9] dan direproduksi pada 1997.[10] Nanopartikel silika mesopori (MSNs) secara independen disintesis pada 1990 oleh para peneliti di Jepang.[11] Kemudian diproduksi juga oleh laboratorium Mobil Corporation[12] dan dinamakan Komposisi Materi Mobil atau MCM-41.[13] Metode sintetis awal tidak memungkinkan untuk mengontrol kualitas tingkat porositas sekunder yang dihasilkan. Hanya dengan menggunakan kation amonium kuarterner dan silanisasi selama sintesis, material mesopori menunjukkan tingkat porositas hierarkis yang sebenarnya dan meningkatkan sifat tekstur.[14][15]

Sejak itu, penelitian di bidang ini terus berkembang. Contoh penting dari penerapan industri prospektif adalah katalisis, penyerapan, sensor gas, pertukaran ion, optik, dan fotovoltaik.

Harus diperhatikan bahwa mesoporositas ini mengacu pada klasifikasi porositas berskala nano, dan mesopori dapat didefinisikan secara berbeda dalam konteks lain; misalnya untuk agregasi tanah, mesopori didefinisikan sebagai rongga dengan ukuran dalam kisaran 30–75μm.[16]

Referensi

  1. J. Rouquerol. Recommendations for the characterization of porous solids (Technical Report). Pure and Applied Chemistry. 1994. Vol. 66 (8). hlm. 1739–1758. doi:10.1351/pac199466081739.
  2. Ali Eftekhari. Ordered mesoporous carbon and its applications for electrochemical energy storage and conversion. Materials Chemistry Frontiers. 2017. Vol. 1 (6). hlm. 1001–1027. doi:10.1039/C6QM00298F.
  3. Ali Eftekhari. Ordered Mesoporous Materials for Lithium-Ion Batteries. Microporous and Mesoporous Materials. 2017. Vol. 243. hlm. 355–369. doi:10.1016/j.micromeso.2017.02.055.
  4. Chiola, V.; Ritsko, J. E. and Vanderpool, C. D. "Process for producing low-bulk density silica." Application No. US 3556725D A filed on 26-Feb-1969; Publication No. US 3556725 A published on 19-Jan-1971
  5. "Porous silica particles containing a crystallized phase and method" Application No. US 3493341D A filed on 23-Jan-1967; Publication No. US 3493341 A published on 03-Feb-1970
  6. "Process for producing silica in the form of hollow spheres"; Application No. US 342525 A filed on 04-Feb-1964; Publication No. US 3383172 A published on 14-May-1968
  7. Werner Stöber. Controlled growth of monodisperse silica spheres in the micron size range. Journal of Colloid and Interface Science. 1968. Vol. 26 (1). hlm. 62–69. doi:10.1016/0021-9797(68)90272-5.
  8. Guido Kicklebick. The Sol-Gel Handbook: Synthesis, Characterization and Applications. John Wiley & Sons. 2015. Vol. 3. hlm. 227–244. ISBN 9783527334865.
  9. Xu, Ruren. Chemistry of zeolites and related porous materials: synthesis and structure. Wiley-Interscience. 2007. hlm. 472. ISBN 978-0-470-82233-3.
  10. F Direnzo. A 28-year-old synthesis of micelle-templated mesoporous silica. Microporous Materials. 1997. Vol. 10 (4–6). hlm. 283. doi:10.1016/S0927-6513(97)00028-X.
  11. Tsuneo Yanagisawa. The preparation of alkyltrimethylammonium-kanemite complexes and their conversion to microporous materials. Bulletin of the Chemical Society of Japan. 1990. Vol. 63 (4). hlm. 988. doi:10.1246/bcsj.63.988.
  12. J. S. Beck. A new family of mesoporous molecular sieves prepared with liquid crystal templates. Journal of the American Chemical Society. 1992. Vol. 114 (27). hlm. 10834. doi:10.1021/ja00053a020.
  13. B. G. Trewyn. Synthesis and Functionalization of a Mesoporous Silica Nanoparticle Based on the Sol–Gel Process and Applications in Controlled Release. Accounts of Chemical Research. 2007. Vol. 40 (9). hlm. 846–53. doi:10.1021/ar600032u.
  14. J. Perez-Ramirez. Hierarchical zeolites: enhanced utilisation of microporous crystals in catalysis by advances in materials design. Chem. Soc. Rev. 2008. Vol. 37 (11). hlm. 2530–2542. doi:10.1039/b809030k.
  15. J. Perez-Ramirez. Design of hierarchical zeolite catalysts by desilication. Catal. Sci. Technol. 2011. Vol. 1 (6). hlm. 879–890. doi:10.1039/C1CY00150G.
  16. Soil Science Glossary Terms Committee. Glossary of Soil Science Terms 2008. Soil Science Society of America. 2008. ISBN 978-0-89118-851-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29569713 (2026-08-13T05:03:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.